Author Topic: Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 15, Update 08.05.2011 ^^  (Read 27095 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
minolin  [head break] [head break] [head break] [head break] sembarangan ganti2 nama cafe yg udah di selametin ma tumpeng  [head break] [head break] [head break] [hmff]

hooh tuh pak guru gaul seh *pengalaman pribadi*  [hmff] [hmff] [hmff] mang enak dinasehatin  [hmff] [hmff] [hmff]

manolinya dilelang aja sapa yg mo lanjutin gak ada ide neh  [chin] [chin] [chin] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] Bener kata mami niy akhrnya setelah 2tahun hiatus, niy ff update jg mak nem  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
makin keliatan ja dah niy sebab musabab  kisah mereka,,,  [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233], bgus mak nem,, lanjutkan yooo [clap] [clap] [clap]

ohya mksdnya minolin ntuh ff yg mane lagi c mi???? ko aq ru denger ?? bis ru smpet main lg niy,, miane  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Mak nem bukanE hari ini masih tanggal 10 ya
kok tuh judulnya Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 8, Last Update 11.04.2010
Waduh mak moso' amnesia gara-gara semalem nungguin empe seh...

Okelah yang penting dah diupdate... mau baca dulu ah...  [hmpfh]

Offline Kim ka eun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
    • View Profile
Mak nem bukanE hari ini masih tanggal 10 ya
kok tuh judulnya Masih Sahabatku (♥ Kekasihku ♥) ~ Chapter 8, Last Update 11.04.2010
Waduh mak moso' amnesia gara-gara semalem nungguin empe seh...

Okelah yang penting dah diupdate... mau baca dulu ah...  [hmpfh]
bener tUh mak... Skarang masih tgL 10,.. Hihi
Sebelumya tengkyu mak dah apdet.....
Blom smpt bCa nih...
D save dulu pagenya...

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Quote
Eun Cha tersentak. Ia berdiri menatap Ji Sung tajam. Kemudian

Plakkkk  [AddEmoticons04249] [AddEmoticons04249] [AddEmoticons04249]


Eun Cha menampar pipi Ji Sung keras, meninggalkan bekas merah dipipi Ji Sung.

Mi... hubbymu ditampar tuh... [AddEmoticons04263]

Quote
“Ssttttt ini rahasia” sahut Pak Seong, kemudian ia mulai menceritakan sesuatu yang akhirnya berujung dengan menggosipkan Pak Jang.

Jiahh ni guru ternyata sama aja... aku pikir mereka bakal dimarahi habis-habisan eh ternyata malah diajak menggosip.. [AddEmoticons04270]

Quote
chapter berikutnya adalah last chapter flashback mian membuat kalian semua bosan     n yippie finally my hubby back     

Cihuuyy...  [AddEmoticons04262] yang hawt ya mak  [AddEmoticons04253] biar Ji Sung cembokur abiss... [AddEmoticons04263]

Gamshamnida mak ku sayang Jangan lupa cepet-cepet diupdate lagi ya...  [hmpfh] [hmpfh]

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
CAHYO MAK NEM.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

emangnya gosip apaan ttg tuh pak jung...? [hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
loh udah diupdate si mak ta thanks makku tayank

wew ada cuncunku jg uhuyyyy

ckckck tu guru demen gosip jg ye punk punk punk

mak next chap nya ada wkekekek pikirane mesti kesono [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
ckckckck pikiran mak yem mesti dah kesono   hammer2 hammer2 hammer2 wes ndang rabi to mak  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
CHAPTER 9

Malam harinya, sepulang dari kerja sambilan di toko bubur milik Bibi Jin, Eun Cha pulang ke rumahnya, tapi kali ini ia melewati rute yang berbeda, Eun Cha berjalan menuju ke suatu tempat, tekadnya hanya satu mencari Ji Sung dan meminta maaf kepada Ji Sung karena setelah mereka keluar dari ruang bimbingan tadi dalam perjalanan menuju ke kelas Ji Sung hanya diam, Eun Cha tidak berani mengusiknya karena ia berpikir Ji Sung pasti masih marah kepadanya. Sampai jam pulang sekolah, Eun Cha tidak melihat sosok Ji Sung.

Eun Cha terus berjalan menuju tempat yang diberitahukan oleh Bibi Jin, tempat Ji Sung biasa nongkrong bersama Woo Bin. Eun Cha sampai disebuah tempat, tempat yang lumayan sepi dan berada di pinggiran kota. Saat ia sampai disana, ia melihat banyak sekali pengendara motor jalanan yang sedang berkumpul disana. Eun Cha mencari-cari sosok Ji Sung, tentu saja kedatangan Eun Cha menarik perhatian beberapa orang yang ada disana, ada yang memandang heran.

“hey cantik” beberapa pria menggoda Eun Cha yang lewat beberapa diantaranya bahkan bersiul-siul menggoda Eun Cha.

“Nona kau mencari siapa?” seorang pemuda mendekati Eun Cha dan menepuk pundak Eun Cha dari belakang, Eun Cha kaget dan spontan menoleh ke belakang.

“Ah.. eh.. hehehe, ak.. aku ..aku mencari Ji Sung, apa kau mengenalnya” Tanya Eun Cha gugup. Pemuda itu mengernyitkan alisnya kemudian

“Ji Sung? Maksudmu Goo Ji Sung?” balas pemuda tersebut.

“Ne, kau tahu ia ada dimana?”

“Hmm ikut aku akan ku antar kau ketempatnya” sahut pemuda itu ramah, senyuman tersungging dibibirnya. Kemudian pemuda itu berjalan dan menyuruh Eun Cha mengikutinya. Saat Eun Cha berjalan beberapa orang menyoraki mereka berdua. Eun Cha terus mengikuti pemuda itu menuju kearah lorong yang sepi.

“Eh, maaf kita mau kemana?” Tanya Eun Cha gusar, perasaan tidak enak mulai menjalarinya. Pemuda itu berhenti kemudian membalikkan badannya.

“Bukankah kau bilang ingin bertemu dengan Ji Sung?”

“I..Iya.. ta..tapi..aku” Eun Cha gugup, wajahnya mendadak pucat, keringat dingin membasahi jidatnya.

“Eh apa sebaiknya lain kali saja aku menemuinya” Saat Eun Cha bersiap-siap pergi tiba-tiba pemuda itu menarik lengan Eun Cha dan meremasnya.

“Kau mau kemana nona manis” Tanya pemuda itu garang.

“Le..lepaskan ak..ku sa..sa..kit tahu” Eun Cha memberontak, namun pemuda itu malah meremas lengan Eun Cha lebih keras. Eun Cha sangat ketakutan saat pemuda itu mulai berusaha menciumnya paksa.

“Le…lepaskannnn!!!” Eun Cha memberontak.

“Berteriaklah sepuasmu mereka tidak akan mendengarmu” Kali ini pemuda itu mendorong tubuh Eun Cha ke tembok dan menekan tubuh Eun Cha. Eun Cha menjerit saat pemuda itu mulai mencoba memperkosanya, pemuda itu menindih tubuhnya dan mulai menciumi leher Eun Cha dengan paksa. Susah payah Eun Cha meronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman pemuda itu namun tubuhnya yang mungil kalah oleh tubuh pemuda itu.

“JANGANNN LEPASKANNNN!!!!”

Pemuda itu tidak menghiraukan teriakan Eun Cha, ia terus menciumi leher Eun Cha dan berusaha merobek pakaian Eun Cha.

“LEPASKAN DIA” sebuah suara menghentikan pemuda itu.

“Ji Sung-aa” Eun Cha berkata pelan, tubuhnya lemas seketika, air matanya mulai mengalir kembali.

Pemuda itu masih belum melepaskan cengkramannya. “KU BILANG LEPASKAN DIA!!!” Bentak Ji Sung kembali. Wajahnya sangat dingin dan sadis. Tangannya mencengkram tangan pemuda itu. Pemuda itupun melepaskan cengkramannya dari tangan Eun Cha. Ji Sung mulai meremas tangan pemuda itu sampai pemuda itu merasa kesakitan. Mata Ji Sung sangat sinis dan sangat menakutkan.



“Akh” pekik pemuda itu kesakitan. Namun Ji Sung tidak perduli ia masih terus meremas tangan pemuda itu.

“Hey men, sudah hentikan” tiba-tiba Woo Bin datang dan mencoba menghentikan Ji Sung. Saat itulah Ji Sung melepaskan cengkramannya.

“Pergilah sebelum aku menghajarmu” sahut Woo Bin sesaat setelah Ji Sung melepaskan pemuda itu. Pemuda itu yang kini sangat ketakutan kemudian berlari menjauh dari mereka. Eun Cha terduduk lemas di tempatnya, wajahnya masih sangat shock dengan kejadian yang baru dialaminya tadi. Ji Sung berjalan mendekati Eun Cha.

“BODOHHH!!!” Ji Sung mengumpat Eun Cha. “Apa yang kau lakukan disini hah, kau taruh dimana otakmu datang ketempat seperti ini!” lanjut Ji Sung penuh amarah.

“Ak..ak..aku..aku…” sahut Eun Cha terbata-bata. “Mi..mian…miane..choengmal miyane…” Eun Cha sesenggukan.

“Aish…” Ji Sung menghela nafasnya. Ditariknya tangan Eun Cha untuk membantunya berdiri. Woo Bin yang melihat mereka hanya berdiri diam. Kemudian.

“Yo bro, jangan terlalu keras padanya” Woo Bin menepuk pundak Ji Sung pelan kemudian ia pun berjalan pergi meninggalkan Ji Sung dan Eun Cha.

Eun Cha masih menangis sesenggukan, Menangkupkan kedua tangannya di dadanya, wajahnya menunduk, ia sangat kacau. Ji Sung melihat kameja Eun Cha yang sedikit sobek memperlihatkan sedikit bagian dadanya karena kancing atasnya lepas karena ia memberontak tadi. Ji Sung melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepada Eun Cha.

“Sudahlah, ayo ku antar kau pulang”

Eun Cha masih tidak bergerak, tubuhnya masih gemetar kakinya masih lemas. Ji Sung memandangi Eun Cha yang gemetaran karena menangis bercampur shock. Kemudian ditariknya tubuh Eun Cha kedalam pelukannya dan menenangkan Eun Cha. “Kau memang selalu merepotkan” bisik Ji Sung perlahan sembari menepuk-nepuk pundak Eun Cha pelan.
   
Brum..Brum…

Suara motor berhenti di depan mereka, Woo Bin turun dari motor tersebut kemudian melemparkan kuncinya kepada Ji Sung. “Naiklah kuantar kau pulang” Eun Cha terdiam masih mematung di tempatnya. “Aishhh” Ji Sung menarik tangan Eun Cha supaya gadis itu mengikutinya. Ji Sung naik ke atas motornya kemudian membantu Eun Cha untuk naik. Setelah berpamitan kepada Woo Bin Ji Sung melarikan motornya kencang membelah sudut jalanan. Eun Cha memegang erat pinggang Ji Sung yang melarikan motornya kencang. Meskipun takut namun hatinya juga merasa tenang dan aman di waktu yang sama.




“Mian…” Eun Cha berkata pelan saat mereka sudah berhenti di taman.

“Hmmm” Ji Sung hanya menggumam pelan.

“Benar-benar maaf” Eun Cha menundukkan kepalanya.

“Jadi kau pergi kesana hanya untuk ini, benar-benar tolol” sahut Ji Sung. Eun Cha terdiam kepalanya masih menunduk ia sama sekali tidak kesal dengan perkataan Ji Sung barusan membuat Ji Sung menjadi tidak enak.

“Sudah hentikan itu jangan bersikap seperti itu, kau ini benar-benar” 
“Benar-benar maaf, aku tahu kau pasti marah karena aku  menamparmu tadi siang kan?” sahut Eun Cha lagi.

“Wae? Lagipula itu bukan pertama kalinya kau menamparku kan” Ji Sung tersenyum sinis. Eun Cha menundukkan kepalanya, ia merasa sangat menyesal.

“Kalau begitu kau bisa balas menamparku sekarang, ayo lakukanlah” seru Eun Cha “Lakukanlah aku akan menerimanya Ji Sung-ssi” Ji Sung menatap Eun Cha.

“Ck” decaknya pelan. Kemudian tangannya mengepal, Ji Sung mengangkat tangannya mengayunkan ke pipi Eun Cha, Eun Cha spontan memejamkan matanya. Satu…Dua..Tiga detik Eun Cha tidak merasakan apa-apa kemudian ia merasakan sakit dipipinya tetapi bukan karena sebuah tamparan melainkan Ji Sung yang mencubit kedua pipinya. Eun Cha membuka matanya menatap Ji Sung yang tersenyum usil.

“Dasar kau ini gadis bodoh” Sahut Ji Sung masih mencubit pipi Eun Cha gemas. Saat ia melihat Eun Cha yang mulai kesakitan perlahan ia melepaskannya. Eun Cha meremas-remas pipinya yang memerah dan sakit, ia memonyongkan bibirnya kearah Ji Sung. Ji Sung terkekeh pelan, Ji Sung tiba-tiba menjitak kepala Eun Cha pelan.

“Auch… Yya…” teriak Eun Cha memprotes

“Aku lupa, ini untuk kebodohanmu di ruang bimbingan tadi siang”

“Mwo? Yash..” sahut Eun Cha kesal, bibirnya kembali manyun. Ia kembali teringat kejadian di ruang bimbingan tadi dimana ia dan Ji Sung di suruh oleh Pak Seong untuk menulis surat penyesalan sebagai “hukuman” mereka menggantikan hukuman skorsing. Sementara Eun Cha hanya memandangi kertas kosong yang ada di depannya tanpa tahu ia harus menulis apa, Ji Sung justru sedang serius menulis di kertas yang di berikan oleh Pak Seong.


Eun Cha mengernyitkan alisnya melihat Ji Sung, kemudian iapun berbisik pelan “Yya, apa yang harus aku tuliskan” membuat Ji Sung berhenti dan menoleh kearah Eun Cha.

“Kau ini bodoh yah, tulis apapun yang ada dihatimu sekarang semakin menyesal semakin bagus”

“Ta..tapi..aku kan tidak pernah dihukum sebelumnya”

Mereka kemudian berdebat melupakan kehadiran Pak Seong yang ada di depan mereka.

“Hhhhh” Ji Sung menghela nafasnya dalam-dalam sementara Pak Seong memperhatikan meraka tersenyum geli.


*******************

Eun Cha tersenyum mengingat kejadian itu.

“Yya….” Suara Ji Sung mengagetkan Eun Cha.

“Ah miane”

“Hhhhh, kenapa kau selalu meminta maaf padaku, dengar ya mulai sekarang aku tidak ingin mendengarmu berkata maaf dan maaf lagi arasso”

“Mwo???” sahut Eun Cha. Ji Sung tidak menjawab hanya tersenyum.

“Dasar bodoh” kembali Ji Sung menjitak kepala Eun Cha membuat Eun Cha meringis.

“Gomawo” seru Eun Cha tiba-tiba. Ji Sung sedikit tersentak namun kemudian ia tersenyum.

“Begitu lebih baik” sahut Ji Sung.

Lokasi Sekolah Waktu Pagi Hari

Seperti biasa Eun Cha masuk ke kelasnya, meskipun ia tahu kalau sejak kemarin ia mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan namun kali ini Eun Cha sudah merasa lebih tenang. Tidak dihiraukannya cibiran dari beberapa temannya. Ia hanya membalas segala cibiran mereka dengan senyuman. Sejak kemarin malam, ia sadar sepenuhnya bahwa ia tidak akan bisa merubah apapun. Ia tidak ingin kalah dan dianggap lemah, setidaknya itulah yang ia pelajari dari Ji Sung semalam saat mereka berdua berhenti di sebuah taman dekat rumah Eun Cha karena Eun Cha yang tiba-tiba meminta Ji Sung untuk berhenti.

Saat Ji Sung masuk ke dalam kelaspun ia tersenyum kepada Eun Cha seakan-akan memberikan isyarat kepada Eun Cha untuk tidak pelu khawatir karena dia akan selalu ada untuknya. Sejak kejadian semalam mereka menjadi lebih akrab, mereka sering menghabiskan waktu berdua di atap sekolah pada saat istirahat. Sekedar berbicara ataupun bertengkar kecil. Eun Cha menjadi lebih terbuka, ia merasa nyaman menceritakan apapun kepada Ji Sung yang selalu setia mendengarkannya. Eun Cha sadar sepenuhnya bahwa meskipun ia kini tidak memiliki teman namun ia memiliki Ji Sung, membuatnya sadar arti teman sesungguhnya. Ji Sung sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap perubahan Eun Cha. Dan sebaliknya Ji Sung juga mulai merasa nyaman bersama Eun Cha.

Suatu kali Eun Cha pernah bertanya kepadanya saat mereka tengah berada di mercusuar untuk melihat matahari terbenam seperti biasanya. Saat itu Eun Cha tengah asyik menggambar sebuah sketsa dan Ji Sung hanya duduk bersandar memandang lautan di samping Eun Cha. Saat Ji Sung tengah asyik melamun, tiba-tiba Eun Cha mengejutkannya.

“Sho, kenapa kau suka balap motor?” pertanyaan yang sederhana namun cukup membuat Ji Sung tersenyum. Ji Sung menoleh memandang Eun Cha. Ia diam sejenak sedikit berpikir kemudian.

“ Karena aku ingin menembus sebuah batas” Ji Sung tersenyum.

“Sebuah batas?”  Tanya Eun Cha, alisnya berkerut tanda ia penasaran dengan jawaban Ji Sung.

“Tidak peduli seberapa cepat atau seberapa baiknya aku mengemudikan motorku, aku tidak akan pernah merasa cukup hebat. Bagi orang yang mengerti kami para pembalap motor, mereka tahu bahwa kami sedang mencoba untuk menerobos suatu batasan tertentu. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak mengerti dunia balap motor, mereka hanya menganggap kami sekelompok orang bodoh yang  menyebabkan polusi suara. Sangat sulit bagiku untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa yang kami rasakan terhadap kecepatan.” Ji Sung menjelaskan panjang lebar, ia tersenyum, matanya bersinar. Eun Cha sangat suka melihat Ji Sung yang seperti itu.

“Kau juga pasti menganggapku sama seperti orang bodoh yang tergila-gila dengan kecepatan kan?” tanya Ji Sung balik. 

“Ahniyo?” tolak Eun Cha cepat sembari menggelengkan kepalanya keras membuat Ji Sung sedikit terkekeh melihat tingkah Eun Cha.  “Sebenarnya, aku tidak begitu mengerti dengan dunia yang sudah membuatmu begitu terpesona. Tetapi setelah aku mengenalmu, akhirnya secara bertahap aku bisa memahami bahwa dunia balap itu adalah sebuah tempat yang sangat suci.” Jawab Eun Cha, Ji Sung terdiam memperhatikan Eun Cha.

“Melukis adalah sesuatu yang dapat kita semua lakukan kapanpun kita mau. Siapa pun bisa memegang kuas dan mulai melukis, meskipun itu hanya sekedar lukisan sederhana dan kekanak-kanakan. Akan tetapi orang-orang yang dapat mengendarai dalam kecepatan tinggi pada track balap adalah hanya sedikit dan mereka semua adalah orang-orang yang terpilih. Hanya orang-orang yang mau mengambil resiko dengan nyawanya saja yang bisa naik di tempat yang indah.Tidak semua orang mau seperti itu kan?”

Ji Sung tersenyum mendengar jawaban Eun Cha. Ia tertegun sejenak. Eun Cha balas tersenyum. Kemudian pandangan Ji Sung beralih ke sketsa lukisan Eun Cha.

“Kau sedang melukis apa? Tanya Ji Sung. Eun Cha mengikuti arah pandangan Ji Sung.

“Oh, ini hanya sedikit coretan-coretan iseng saja” Eun Cha tersenyum memperlihatkan sketsa lukisannya kepada Ji Sung. Sketsa seorang ibu yang tengah memeluk bayinya. Ji Sung tertegung. Perlahan ia meraih skesta itu dari tangan Eun Cha.




“Wah” Ji Sung berdecak kagum memandang lukisan itu. Ia tersenyum. “Kau sangat hebat, suatu saat nanti kau pasti bisa menjadi pelukis yang terkenal” puji Ji Sung membuat Eun Cha menjadi malu. Pipinya bersemu merah.

“Kau terlalu memuji, aku tidak sehebat itu, lagipula ini hanya sebuah sketsa, tidak akan berguna lagi jika sudah menjadi lukisan.”

“Apa maksudmu dengan tidak berguna, apakah kau akan membuangnya nanti?”

“Hmm” Eun Cha menganggukkan kepalanya.

“Mwo? kenapa? Aush kalau begitu berikan ini padaku?”

“Wae? Kau menyukainya sho?” Ji Sung menanggukkan kepalanya. “Daripada kau buang lebih baik aku yang menyimpannya”

Eun Cha terkekeh mendengar jawaban Ji Sung.

“Ne, arasso..arasso.. hmmm bagaimana kalau aku memberikanmu lukisanku nanti”

“Mwo? benarkah” Ji Sung tersenyum “Tapi aku tidak punya uang untuk membelinya”

“Aku kan tidak minta bayaran?”

“Kau ini, kalau semuanya kau gratiskan, kapan kau akan menjadi kaya?”

“Mwo?”   

Ji Sung tertawa melihat ekspresi Eun Cha. “Baiklah kalau begitu aku punya satu permintaan, kita barter bagaimana setuju” sahut Eun Cha kemudian. Ji Sung mengernyitkan alisnya. “Aku akan memberikanmu lukisanku nanti tapi kau harus menjadi model lukisanku” Eun Cha tersenyum. Matanya melebar dan bersinar. Ji Sung terdiam cukup lama.

“Yya, SHo….. pleaseeeeeeeeeeee” Eun Cha memohon dengan wajah melasnya, membuat Ji Sung tidak bisa berkutik.

“Baiklah” sahut Ji Sung pelan. “Yeeeeeee” Eun Cha menganggkat kedua tangannya ke udara, ia sangat senang. Senyuman lebar tersungging di bibir mungilnya.





*******************


Satu bulan kemudian

“Yya, besok kau ada acara?” Tanya Ji Sung suatu kali kepada Eun Cha saat ia mengunjungi Eun Cha di tempat kerja sambilannya.

“Tidak, kenapa?”

“Hmmm, ti..tidak… apa-apa aku kan hanya bertanya memangnya tidak boleh?”

“Aush, kalau begitu jangan bertanya?” sahut Eun Cha, ia memanyunkan bibirnya kesal.

Ji Sung POV

Bagaimana aku bisa bicara terus terang kalau aku ingin mengajaknya kencan. Aush susah sekali memulainya. Sialan si Woobin kenapa tidak mengajariku sedikitpun. Ji Sung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia hanya tersenyum saat Eun Cha memandangnya dengan menyidik seakan mencari-cari sebuah jawaban yang lain dari Ji Sung.




Eun Cha POV

Kenapa hari ini dia aneh sekali, tidak biasanya ia seperti ini, oh jangan-jangan… ah tidak-tidak itu tidak mungkin, ya Eun Cha apa yang kau pikirkan sebenarnya, jangan geer dia tidak mungkin menyukaimu, ia hanya menanggapmu sebagai sahabatnya, ya sahabat…. pasti. Tapi kenapa hatiku jadi kacau begini. Aush aku benci sekali dengan dia kalau seperti ini. Eun Cha menggigit bibir bawahnya.

“Kau?” sahut mereka berbarengan.

“Kau duluan” seru Ji Sung.

“Ah, ahniyo. Eh SHo besok bisakah menemaniku membeli buku sketsa dan kanvas?”

Eun Cha POV

Hei Eun Cha apa yang kau baru saja kau katakan, kau seperti mengajaknya untuk pergi kencan denganmu. Oh kau memalukan sekali, ia pasti berpikir kau gadis murahan sekarang.

Ji Sung POV

Mwo? apa yang baru saja ia katakan? Apa aku tidak salah dengar. Ini seperti ajakan kencan. Ya Tuhan aku tidak salah dengar kan. Hey Ji Sung kau tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Ten..Tentu? Jam berapa?” sahut Ji Sung antusias.

“Emmm, bagaimana kalau jam 10 pagi besok kan hari Minggu.”

“Baiklah kita bertemu dimana?”

“Emmm, di taman kota seperti biasanya”


*******************


Hari itu sebelum pergi bertemu Ji Sung, Eun Cha kembali mematutkan dirinya di depan cermin. Berkali-kali ia menghadap ke cermin memastikan bahwa penampilannya sudah sempurna. Setelah merasa cukup puas, Eun Cha pun turun ke bawah mencari ibunya untuk berpamitan. Namun saat ia turun, ia tidak mendapati ibunya di manapun hanya ada sebuah catatan di meja makan yang mengatakan kalau ibunya pergi keluar sebentar.

“Eun Cha” suara Ji Sung memanggil Eun Cha yang baru sampai di taman tempat mereka janjian untuk bertemu. Ji Sung melambaikan tangannya. Eun Cha berjalan mendekati Ji Sung. Hari ini Eun Cha terlihat sangat cantik dan feminine dengan memakai rok terusan pendek. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terurai . Ji Sung terpesona melihat Eun Cha. Ia terus tersenyum sampai Eun Cha berada di depannya.
“Kita mau kemana?” Tanya Ji Sung.

“Emmm, bagaimana kalau kita bermain dulu sebentar” sahut Eun Cha. Setelah itu mereka pun berjalan menuju ke sebuah mall di kota jeju. Mereka bermain-main dengan gembira, saat memasuki game zone mereka masuk ke dalam dan mencoba permainan-permainan disana. Ji Sung bermain balap motor sedangkan Eun Cha menemaninya disampingnya. Cukup lama Ji Sung bermain ia mencapai level tertinggi membuat beberapa orang mendatangi mereka dan ikut menyemangati Ji Sung. Merasa risih dengan pandangan banyak orang akhirnya Ji Sung sengaja mengalahkan permainannya dan mengetik namanya di layar saat permainan game over “SHO” begitulah yg diketiknya membuat Eun Cha tersenyum.

Kemudian mereka kembali berjalan-jalan lagi. Kali ini mereka berhenti digame balap mobil. Ji Sung menyuruh Eun Cha memainkannya. Awalnya Eun Cha menggeleng menolak tapi Ji Sung memaksanya, akhirnya Eun Cha duduk di depan layar sedangkan Ji Sung berdiri di belakangnya melihat Eun Cha bermain sambil sesekali ikut menyentuh tombol-tombol permainan untuk membantu Eun Cha. Mereka berdua sangat gembira, senyuman tidak pernah lepas dari wajah mereka terutama Eun Cha sudah lama ia tidak tertawa lepas seperti hari ini.



Lelah bermain game, mereka berjalan kembali di kawasan mall itu kemudian berhenti di sebuah toko buku. Eun Cha langsung menuju ke bagian lukisan memilih-milih kanvas dan membeli buku sketsa serta beberapa kuas dan catnya. Sementara Ji Sung berada di bagian majalah sport. Setengah jam kemudian mereka keluar dari toko itu dan kembali berjalan-jalan. Mereka berhenti di sebuah taman. Eun Cha duduk di bangku taman sedangkan Ji Sung menyuruhnya untuk menunggunya karena ia ingin membeli minuman untuk mereka. Eun Cha mengangguk setuju. Ji Sung kemudian pergi mencari minuman dan juga membeli beberapa makanan kecil yang dapat mereka makan nanti.

“Eun Cha sedang apa kau disini sayang”

“Omma” Eun Cha menoleh kearah ibunya, sedikit kaget namun kemudian ia tersenyum.




“A..aku aku sedang menunggu teman Bu” Eun Cha tersenyum malu sembari menggaruk-garuk kepalanya. Nyonya Lee tersenyum.

“Oh kau sedang kencan yah” goda ibunya.

“Ahniyo, omma” jawab Eun Cha manja.

“Baguslah kalau begitu, hmmm omma jadi penasaran, bolehkan omma berkenalan dengannya” Tanya Nyonya Lee menggoda Eun Cha.

“Yya, ommaaa” Nyonya Lee tertawa melihat tingkat putrinya yang kelabakan.

“Ne, arasso arasso omma pergi dulu, tidak ingin menghancurkan kencanmu” Nyonya Lee mengerlingkan sebelah matanya kearah Eun Cha kemudian iapun pergi.

Eun Cha tidak tahu kalau Ji Sung sedari tadi memperhatikannya dari jauh. Melihat semuanya. Ia berdiri kaku ditempatnya.

“Tuttt…tutt…”  dering handphone Ji Sung berbunyi, Ji Sung meraih handphone yang ia letakkan disakunya dengan ragu-ragu ia mengangkat handphonenya.

“Aboji…..”



*******************


Ji Sung berada di kamarnya, memandangi sketsa milik Eun Cha yang diberikan oleh gadis itu sebagai “jaminan” pada saat Eun Cha selesai memakainya sebagai model lukisannya. Kemudian ia berjalan kearah meja yang ada disamping tempat tidurnya. Mengeluarkan sebuah buku cerita lama dan membukanya. Ji Sung mengeluarkan sebuah foto tua yang ada didalamnya, memandangi foto itu cukup lama. Ji Sung meremas sketsa milik Eun Cha dan membuangnya ke lantai.

“Omma… Wae?” rintihnya pelan, tanpa terasa air mata menetes dari sudut matanya.


*******************

Keesokan harinya, Eun Cha dikejutkan oleh berita kepindahan Ji Sung yang tiba-tiba. Ia seperti bermimpi saat mendengar berita tersebut. Saat Eun Cha mencoba mencari tahu dengan bertanya kepada Woobin dan bibi Jin, ia juga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ji Sung tiba-tiba pergi tanpa kabar. Saat Eun Cha berdiri di depan rumah Ji Sung hanya ada sebuah tulisan “FOR SALE” didepannya, menandakan kalau rumah tersebut telah kosong dan pemiliknya telah menjualnya.


“Kenapa SHo, kenapa kau tiba-tiba pergi…” rintihnya pelan.
[/font]





Setahun Kemudian

“Benarkah kau harus pergi juga Eun Cha?” Tanya Woobin saat Eun Cha bertemu dengannya untuk berpamitan dengan bibi Jin. Eun Cha tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum simpul.

“Aaaahhh, Ji Sung pergi dan sekarang kau juga ikut-ikutan pergi, aku pasti mati kesepian disini” ratap Woobin.

“Woobin-aa, aku harus mengikuti ibuku yang pindah ke Seoul, kapan-kapan kalau aku ada waktu atau kalau kau sempat kau bisa mengunjungiku disana” jawab Eun Cha.

“Aku harus pergi sekarang, ibuku menungguku” pamit Eun Cha. Mereka berdua bersalaman sebelum Eun Cha pergi. Sepanjang perjalanan pulang, Eun Cha kembali teringat memori-memori saat bersama dengan Ji Sung, setiap sudut jalan di pulau Jeju menyimpan cerita kebersamaan mereka berdua.

“Selamat tinggal SHo….” Gumamnya pelan.


END OF FLASHBACK


mian kl kurang memuaskan  [heh] untuk chapter selanjutnya kemungkinan bakalan lama coz lagi bener2 suibukkkk suangatttt dech  [biggrin] enjoy [bye][hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] asoyyyy mak nem akhrnya update chp niy jg.. wah mak,, mksdnya niy chp bagian flashback nya udahan yoo mak??? [chin] [chin] [chin] [chin], sippo dah, berharap c skrng dah mulai crtain masa kini atuh ya mak,, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tpi bgus ko niy chp mak,, cm kta2 pling akhrnya aja yg ga nak niy,, c mak sbuk jdnya niy ff bkal sepoy lama deh  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Cihuuuyy seneng neh klo lancar gini... [hmpfh] [hmpfh] Gumawo mak ku cayang... [cheekkiss]

Quote
mian kl kurang memuaskan   untuk chapter selanjutnya kemungkinan bakalan lama coz lagi bener2 suibukkkk suangatttt dech   enjoy

Yah baru juga seneng sekarang malah... [cry] [cry] [cry]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
wow gomawo mak sekali update lsg 2 chp... mak itu mrs.lee jgn2x ibu-a js ya coz js lht ibu-a ec bgt..

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
mak......diriku sudah baca....asik chaf berikutnya kejadian skarang ya.............. [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yeee si noona b minta updatean minolin kok malah update yg ini [head break] [head break] [head break] ~udah diupdate masih protes lagi [hmff] [hmff] .. mian ya lum baca nih, mau nerusin ff bengkok2 dulu, klu udah baca tar komen lg, cu [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
mak nem,, setelah aq hayati dgn sepenuh hati ko niy chp bkin  [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04268]yakkk...  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] deh ma mak nem gara2 ru mnghayati  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
jd skrng mulai kisah saat niy ya mak???? bsok update kan yakk mak???  [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "