Author Topic: DESTINY HIATUS  (Read 20523 times)

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #75 on: July 20, 2010, 05:30:25 am »
Oke, BAKAL update secepatnya begitu mami update UL dan echyn update PM.
Wokeh kan?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #76 on: July 20, 2010, 05:46:38 am »
Oke, BAKAL update secepatnya begitu mami update UL dan echyn update PM.
Wokeh kan?

ff voldi ribed amat ya
mau update aja pake janjian sgala  [dry]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #77 on: July 20, 2010, 05:55:41 am »
Oke, BAKAL update secepatnya begitu mami update UL dan echyn update PM.
Wokeh kan?

ff voldi ribed amat ya
mau update aja pake janjian sgala  [dry]

jiah... [guns] makin lama tuh sist... [chin] [chin] rntah kapan... keburu jamuran sist...


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #78 on: July 29, 2010, 04:00:03 am »
yg ini gue update besok malam ... tungguin y  [biggrin] [biggrin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #79 on: July 30, 2010, 04:11:56 am »
yg ini gue update besok malam ... tungguin y  [biggrin] [biggrin]
ku tunggu up date-annya  [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #80 on: July 30, 2010, 11:11:20 am »
mana updateannya [dry] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #81 on: July 30, 2010, 08:16:14 pm »
Maaf .... Semalam gak bisa tepat janji ... Maaaaaf banget ...

Baru pulang sekolah jam 8 malam, jadi gak bisa update ... Ntar malem deh . Janji (gak janji)

sekali lagi maaf ya
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #82 on: July 31, 2010, 03:50:37 am »
Maaf .... Semalam gak bisa tepat janji ... Maaaaaf banget ...

Baru pulang sekolah jam 8 malam, jadi gak bisa update ... Ntar malem deh . Janji (gak janji)

sekali lagi maaf ya
[guns] [guns] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #83 on: August 02, 2010, 12:02:15 am »
Voldi thanx ya atas petunjuknya skrg aq uda..BERHASIL..BERHASIL..BERHASIL(ky dora)..ol diHP..oya vol kpn ff ni diupdate ktnya uda siap cpt update dong..trus gmn nasib ff km yg BBF MISSING SCENE itu?? Apa hiatus jgn dong syg banget lanjutin ya vol..semangatttt:'(

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #84 on: August 21, 2010, 07:19:08 pm »
Haii sist voldi [bye]   
 
sist bca" d commen yg kmren" kt nya ma0 update bgitu mami update UL ama sist enchy update PM. . . 
Mami uda update UL dr kmren", sist enchy jg uda tamat in PM. . .   Hehe **** [biggrin] [laughing]
   
Ayo skrng mana janji janji mu?? *nidji mode on*

update! [smiley-gen013]
update!! [smiley-gen013]
update!!! [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #85 on: August 21, 2010, 10:37:28 pm »
di mana janjimu [what] udah sbln lewat nih hammer2

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #86 on: August 31, 2010, 09:45:24 pm »

HYE SUN POV : ON

Hujan. Satu kata saja yang bisa mewakilinya; sial!. Sempurna sudah penderitaanku malam ini. Ji Eun masih marah padaku, ayah dan ibuku menjodohkanku dengan pria berandal tak tahu diri yang sialnya, pria itu menjadi alasan Ji Eun untuk bertahan hidup, dan diluar, angin dan petir saling melengkapi untuk membuat harmonisasi suara. Bagai sebuah orkestra ternama yang terus bergaung menimbulkan getaran-getaran suara yang memabukkan, dan tentu saja dipimpin oleh maestro kelas dunia, jangkrik dan katak. Hujan. Kurasa mulai saat ini aku akan memproklamirkan diri sebagai salah satu dari manusia tak tahu berterima kasih pada Tuhan untuk membenci anugerah Tuhan ini.

Dinginnya angin malam menyeruak masuk melewati jendela kamarku yang terbuka lebar. Tetesan-tetesan airnya dengan seenaknya mengotori lantai keramik kamarku. Masa bodoh! Terserah mau kotor atau tidak. Aku punya banyak pembantu yang bisa kuperintahkan untuk membersihkannya. Ada hal yang lebih penting untuk dipusingkan daripada sekedar lantai kotor.

Pertunangan.

Aku tidak habis pikir dengan pikiran orang tua jaman sekarang. Penampilan boleh berkelas, tapi pandangan tentang jodoh sepertinya harus di ajarkan kembali pada mereka. Ini sudah abad ke 21, kenapa masih ada orang tua yang bersusah payah mau menjodohkan anaknya? Lo kata gw gak laku dipasaran?

Hujan semakin deras, petir dan angin pun semakin ganas bersua. Dan seperti sebelumnya, tetap kubiarkan jendela terbuka lebar dengan aku yang duduk ditepi ranjangku menghadap tepat ke arah jendela itu. Hanya dering ponsellah yang sanggup membuatku berpindah posisi.

KUNTILANAK

Darimana ia dapat nomor ponselku? Oh iya, dia kan calon tunanganku. Dan mau apa dia menelponku? Oh iya juga, ia kan calon tunanganku, paling juga disuruh ibuku.

“Yobseo”

“Kita kencan besok”, belum membalas salamku, si brengsek ini langsung mengajakku kencan. Dia pikir dia siapa?. Cih!

“Excuse me?”

“Kencan. Dating bahasa inggrisnya kalau kau tidak tahu bahasa Korea”

“Stupid boy!! Aku tahu, bodoh!”

“Lalu kenapa masih bertanya?”

“Hanya untuk memastikan otakmu tidak korslet”

“Hahaha...itu sangat lucu, miss bungling”

“Terima kasih, Mr. Jerk!”

“Whoa, baru kau yang mengataiku jerk, kekasihku. Ooh.. Aku sangat terharu. Terima kasih kembali”, dengan innoncentnya ia membalas terima kasihku. Otaknya benar-benar korslet.

“Cih! Tidak bisa. Aku sibuk!”

“Sayangnya, kau tetap harus jalan denganku besok”

“Kalau aku bilang aku tidak bisa ya tidak bisa!! Kenapa sih kau ini?”

“Pokoknya kau harus kencan denganku besok. Pukul sembilan aku akan menjemputmu, bersiaplah !!”, keras kepala yang dimiliki kami berdua tidak akan membantu menyelesaikan percakapan ini.

“Kalau kubilang...”belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, si kuntilanak itu langsung mematikan sambungan, “LEE MIN HO... AKU BELUM SELESAI BICARA!! Brengsek anak itu. Dia pikir dia bisa memaksaku? Cih!”

HYE SUN POV : OFF

Pagi menjelang. Matahari bersinar menorobos sisa kegelapan malam. Sisa-sisa hujan semalam masih tampak. Lumpur, genangan air dijalanan, dan embun yang bergelayut manja di dedaunan. Bau tanah bekas jajahan hujan pun menyengat di hidung.

Hye Sun menggeliat pelan ditidurnya. Semalaman ia begadang, memikirkan rencana agar ia bisa berbaikan dengan Ji Eun. Perlahan ia membuka matanya, mengerjap-ngerjap menyesuaikan akomodasi matanya dengan cahaya.

Kegiatan mengumpulkan nyawanya kali ini berlangsung kilat. Express dari biasanya. Karena hari ini ia akan melaksanakan rencana barunya; memberi kejutan untuk Ji Eun di rumah sakit. Setelah pergulatan batin yang alot terjadi, ia akhirnya memutuskan rencana ini yang terbaik. Ia tidak tahan marahan dengan Ji Eun lebih dari sehari.

Hanya dalam waktu kurang dari sejam, Hye Sun sudah siap diambang pintu kamarnya. Kemungkinan besar ia akan dijaga ketat hari ini mengingat jadwal kencannya dengan Min Ho telah diatur. Hye Sun memang belum pasti akan hal itu, tapi yang jelas Min Ho pasti sudah meminta bantuan pasukan dari ayah dan ibunya.

Dengan mengendap-endap bagai maling curian underwear, Hye Sun keluar dari istana megahnya. Pekerjaan gampang. Dia sudah terlatih dalam hal seperti ini. Tinggal cari bus dan langsung meluncur ke TKP.

Hye Sun sampai di rumah sakit lebih cepat 20 menit dari perkiraan. Yah, setidaknya ia punya tambahan waktu 20 menit untuk bersenang-senang bersama Ji Eun -jika anak itu memaafkannya-.
Baiklah. Perlengkapan sudah siap. Penampilan oke. Mental jika ditolak Ji Eun juga sudah diasah. Waktunya beraksi...

***

"Kau benar-benar marah pada Hye Sun?", tanya Jae Ha disela-sela kegiatannya menyuap makan Ji Eun.

"Menurutmu?", Ji Eun balik bertanya.

Jae Ha hanya diam, ia lebih memilih tidak menjawab pertanyaan Ji Eun.

"Kau tahu aku tidak akan pernah sanggup marah padanya setelah semua yang telah ia lakukan untukku, kan?", lanjutnya.

Jae Ha tersenyum lebar menanggapi pertanyaan sahabatnya itu.

"Tapi aku tidak memaafkannya mengenai pemecatan perawat malang itu. Dia tidak pernah berubah!", kali ini Jae Ha tertawa terbahak-bahak. Jika sudah menyangkut perilaku akulah-sang-pemimpin-didunia-ini-hormatlah-kepadaku-kalau-tidak-kalian-dipecat atau bisa disingkat arogan milik Hye Sun, Ji Eun benar-benar akan menjadi sangat sensi.

"Aku hanya ingin tahu kegilaan apa lagi yang akan dilakukannya. Kau ingat? Setiap kali ia mengira aku marah padanya ia pasti akan melakukan sesuatu. Lihat saja nanti", ujar Ji Eun setelah tawa Jae Ha reda.

Bukannya simpati pada Hye Sun, insensitas tawanya malah semakin menjadi-jadi. Ia bahkan sampai memukul-mukul tempat tidur Ji Eun, "Kau benar-benar jahat, HAN JI EUN! HAHAHAHA..."

Pintu kamar yang tadinya tertutup rapat tiba-tiba terbuka lebar. Dan dibalik pintu tampaklah seseorang dengan tubuh indah bak seorang model intersional yang memakai topeng monyet. Tanpa dikomando, monyet itu (baca : Hye Sun) melompat, melenggok-lenggok bak waria dipasar lawang, menari-nari tari jaipong seperti ahlinya. Untung saja si monyet tidak melakukan aktraksi seperti koprol, kayang, jalan diatas bara, cambuk-cambuk tubuh sendiri, atau nelan bara api (catatan voldi : nih anak mo nyenengin Ji Eun atau mo nyari perkara sih?! Pake acara nelan bara api!), karena kalau tidak dijamin Jae Ha dan Ji Eun akan pup dicelana. Baru pake topi monyet doang mereka berdua udah pipis dicelana.

Hye Sun yang sadar rencananya berhasil, langsung menambah kecepatan tarian jaipongnya.

"YYA GOO HYE SUN! STOP IT!", Ji Eun yang sudah tidak tahan melihat kelakuan Hye Sun berteriak kencang supaya Hye Sun berhenti.

Siiiiiingg......

Siiiiiingg......

Siiiiiingg......

"HAHAHAHAHAHA......", ruangan VIP ROSE kembali gempar dengan suara tawa.

Ditempat lain....

“Buat dia senyaman mungkin ketika bersamamu. Berikan kesan yang baik demi keluarga kita. Kau mengerti, Min Ho?”, suara tegas dari bibir sang kepala keluarga Lee membuat Min Ho bungkam. Ia tidak dapat menolak permintaan ayahnya, padahal ia sangat membenci ayahnya ini.

“Ne, appa”

Mr. Lee mengangguk-angguk berkali-kali setelah itu dia menyuruh Min Ho segera pergi ke kediaman keluarga Goo.

Disepanjang perjalanan Min Ho diam. Bagai manusia yang memang dirancang agar tetap diam, Min Ho sampai di kediaman keluarga Goo tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.

Mrs. Goo yang sudah mengetahui rencana kencan anak-anak mereka dari Mrs. Lee (‘Informasinya cepat sekali. Khas ibu-ibu’ batin Min Ho) menyambut kedatangan calon menantunya itu dengan suka cita. Dengan segera ia menyuruh salah satu pelayannya untuk memanggil Hye Sun dikamarnya. Tapi apa yang dia dapat, Hye Sun kabur. Yah, untuk hari-hari biasa hal ini tidak begitu dipikirkan, tapi tidak untuk hari ini. Special date untuk mereka berdua mengingat pertunangan yang akan digelar sebentar lagi. Mrs. Goo terus mengutuk kebandelan anak semata wayangnya. Sedangkan Min Ho, bersikeras menunggu Hye Sun sampai anak itu pulang.

PUKUL 8 MALAM

Mrs. Goo terus mendumel dalam hati. Ia benar-benar kesal dengan kelakuan anak semata wayangnya. Apa yang ada dipikiran anak bodoh itu hingga tega kabur dan meninggalkan calon tunangannya, Lee Min Ho yang menunggunya seharian sampai lumutan.

"Mino-a, bibi dengar sebentar lagi ulang tahun pernikahan ayah ibumu? Bagaimana persiapannya?", ini sudah pertanyaan yang ke-200 yang dilontarkan mrs. Goo. Dia terus melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk membunuh waktu agar Min Ho tidak bosan. Sebab Min Ho bersikeras menanti kepulangan Hye Sun.

"Ne, bibi. Omma memberitahuku akan ada pesta khusus untuk dua keluarga kita, persiapannya sendiri sudah hampir rampung", Min Ho tersenyum hangat pada calon mertuanya, padahal dalam hati ia ingin sekali mencakar wajah -ehm!! cantik Hye Sun.

Beruntung Miss Park datang dan mengabari bahwa Hye Sun telah ditemukan.
"Darimana saja kau, nona Goo Hye Sun?", mrs. Goo menatap tajam pada Hye Sun yang berdiri tepat didepan mereka.

"Mengunjungi Ji Eun. Aku kan sudah lama tidak bertemu dengannya", dengan cueknya Hye Sun menjawab pertanyaan ibunya, dan tentu saja kalimat yang terakhir itu bohong.

"Kau benar-benar tidak mendengarkan perkataan mom untuk tidak menemui anak itu lagi, ya. You would not stop, would you?".

Hye Sun yang tidak suka ibunya mulai mengatur-atur tatanan hidupnya kesal setengah mati, "Lalu apa yang harus kulakukan? Since you decide that you wanna the control every in second of my life!".

Mrs. Goo mulai berdiri dari duduknya dan menatap marah Hye Sun, "Kau pikir aku melakukan ini semua hanya untukku sendiri? Sifat cerobohmu itu membahayakan banyak orang. Kalau bukan karena kami yang mengatur hidupmu, kau sudah...",

"I'm 17. You can't keep telling me what to do!", Hye Sun balas menatap marah ibunya, menekankan setiap kata yang terucap dengan jelas agar ibunya tahu ia bukan anak kecil lagi.

"Watch me. Selesai pertunanganmu, kau akan bersikap patuh dan...",

"You can't make me! Aku menolak pertunangan ini", Min Ho berjengit mendengar kalimat terakhir Hye Sun. Nanti malam ia akan segera menghadap pada Tuhan dan mengucapkan syukur sesyukur-syukurnya jika Hye Sun benar-benar serius dengan ucapannya.

"Kau tidak berhak untuk memilih. Pertunangan akan tetap dilaksanakan dengan atau tanpa persetujuanmu. Dan kau dihukum hingga pertunanganmu diselenggarakan, nona ceroboh. That's right. No party. No holiday. No Ji Eun"

"Mom!"

"Jangan membantah! Kembali kekamarmu sekarang!", vonis telah dijatuhkan oleh hakim. Yang terbaik untuk dilakukan sekarang adalah bersikap anggun bagai seorang putri.

Hye Sun menggeram pelan, ia menatap tajam Min Ho yang duduk didepannya. Min Ho yang merasakan hawa membunuh disekitarnya segera membuang pandangannya ke sembarang arah.

***

Hye Sun membanting pintu kamarnya dengan keras. Hukuman yang diberikan ibunya tidak bisa diterimanya begitu saja. Tanpa party dan liburan, ia masih bisa terima. Tapi tanpa Ji Eun? What the ****!.

'Ini semua berkat si berandal itu. Gara-gara dia aku dihukum. Awas kau, genderuwo!!'

Sibuk berkelut dengan pikirannya sendiri, Hye Sun sampai tidak menyadari Min Ho yang sudah berada dikamarnya sedang menatapnya tajam.

"Tidak usah cemas", perkataan Min Ho barusan menganggetkan Hye Sun yang sedang tengkurap ditempat tidurnya.

"Lagi? Kenapa sih kau suka sekali masuk kekamarku tanpa izin? Dan juga, bukankah sudah kubilang aku sibuk hari ini, kenapa masih datang kemari. Sok menungguku segala! Mau cari muka dihadapan ibuku, hah? Bodoh! ". Min Ho tidak mengiraukan protes Hye Sun, ia malah duduk disofa tepat didepan Hye Sun.

Selama sepuluh menit tidak ada yang memulai pembicaraan, hingga akhirnya emosi Hye Sun mereda dan kemudian ia menanyakan sesuatu, "Tadi kau bilang.....tidak usah cemas. Apa maksudmu?"

"Aku sudah bicara dengan ibumu, dia mencabut hukumanmu jika denganku"

"Maksudmu?", Hye Sun sedikit memiringkan kepalanya mendengar perkataan Min Ho.

"Hukumanmu akan dicabut jika ada aku. Maksudku, kau boleh liburan ataupun pesta jika ada aku yang menemanimu"

Hye Sun yang mendengar penjelasan Min Ho langsung melebarkan kedua mata indahnya, dan dengan cepat ia berjongkok didepan Min Ho, "Joungmal?". Min Ho tertegun  melihat perubahan ekspresi Hye Sun. Ia menelan ludahnya gugup, tidak pernah ia bayangkan sebelumnya mereka akan berada dalam jarak sedekat ini.

"Jadi aku bisa menemui Ji Eun kan?"

Min Ho mengerutkan kedua keningnya bingung, "Ji Eun? Who’s Ji Eun?"

"My best friend. So, can I?"

"Um, I don't think so. Ibumu tadi bilang kau tidak bisa menemui orang yang bernama Ji Eun itu lagi", Hye Sun langsung berdiri marah dan membalikkan badannya.

"Ada apa?", tanya Min Ho yang menyusul Hye Sun berdiri.

"Keluarlah. Aku tidak butuh bantuanmu", ujar Hye Sun dingin.

"Mwo? Yya, Goo Hye Sun. Seharusnya kau berterima kasih padaku. Berkat aku hukumanmu di tangguhkan"

Hye Sun mendengus keras dan menatap tajam bak elang kedalam iris pupil Min Ho,"Kalau kau bisa mencabut hukuman yang melarangku menemui Ji Eun, baru aku berterima kasih padamu, Tuan Genderuwo!!"

***

HYE SUN POV : ON

Matahari kembali. Setiap orang bersiap untuk memulai hari yang baru. Defisiniku yang sebelumnya mengenai hari yang baru berarti harapan baru, kesempatan baru, dan juga senyum yang baru. Tapi untuk beberapa minggu kedepan definisi itu  bagai permen karet lumutan untukku. Argh!! Hukuman ini bagai membunuhku. Melumpuhkan organ-organ tubuhku, mematikan setiap sel dan jaringan yang ada didalamnya, menghambat masuknya udara ke otak, dan kemudian....

GREP!!

LEWAT...

MATI...

DIE...

Gaje!!!

Sentuhan pada tubuhku memaksaku membuka mata. Siapa yang berani menganggu kebo tidur? Brengsek!!

“Nona, ada telepon dari Tuan muda Jae Ha-ssi”, bayangan Miss Park muncul di fokus.

Did she say Jae Ha?

“Ada apa?”, tanyaku setelah telepon melekat di telinga kiriku.

“Kau ke rumah sakit siang ini?”, Jae Ha balik bertanya.

“I don’t think so. Aku kena hukuman”, “Lagi”, tambahku setelah berpikir bahwa aku selalu kena hukuman.

“Are you serious? Ji Eun harus check up hari ini”

“Ya sudah. Kau saja yang menemaninya. Just like away”

“I can’t. I must go to Singapura now. Ayahku pingsan. Aku harus memastikan sendiri keadaannya baik-baik saja”

Aku menggigit bibir bawahku. Ok. Aku sering mengalami situasi seperti ini. Dan biasanya yang kulakukan adalah kabur. Tapi situasi kali ini tidak memungkinkan. Si berandal itu akan berada kurang dari radius sepuluh meter dariku, aku tidak akan mudah..... berandal?? Oh yeah, I’ve got an idea.

“Akan kuusahakan. Pukul berapa Ji Eun check up?”

“Pukul 11. Jangan terlambat. Kau tahu Ji Eun kan?”

“Beres. Bye”

“Bye”

Aku menyerahkan telepon padan Miss Park, memandanginya sesaat sebelum turun dari tempat tidur dan melangkah masuk kedalam kamar mandi.

“Apa si berand.. Min Ho sudah datang?”, tanyaku dari dalam kamar mandi.

“Ne, nona. Tuan muda Min Ho-ssi sudah datang sejak setengah jam yang lalu. Ia sedang menunggu anda di taman belakang untuk sarapan, nona”, jawab Miss Park.

Sejak setengah jam yang lalu? Rajin sekali anak itu. Kenapa kalau sekolah selalu terlambat ya?

“Katakan padanya setengah jam lagi aku turun. Suruh dia sarapan duluan saja. Aku tidak mau dituduh pembunuh oleh keluarganya gara-gara membiarkannya kelaparan sewaktu menungguku mandi”, aku sangat yakin bahwa di balik pintu Miss Park sedang tersenyum.

“Ne, nona”

Beberapa detik kemudian aku mendengar suara pintu yang ditutup. Dengan malas aku menyalakan shower, dan dalam sekejap seluruh tubuhku telah basah. Dua puluh menit cukup untuk membersihkan tubuhku. Dengan langkah malas, sambil sesekali menguap, aku menuju lemari pakaian. Aku memilih cardigan merah dipadu celana jeans selutut yang akan kupakai hari ini. Simple. Tidak ribet. Itulah Goo Hye Sun.

Aku terus menguap selama proses berganti pakaian. Pagi ini aku terlalu banyak menguap. Ada apa ya? Aku menengok ke jam weker yang ada di meja kecil samping tempat tidurku.

06.55

Pantas saja. Ini masih terlalu pagi untukku. Brengsek si Min Ho. Gara-gara dia aku harus bangun sepagi ini. Coba saja kalau ia tidak datang. Setelah Jae Ha menelponku tadi aku bisa langsung melanjutkan tidurku kan. Anak itu selalu saja membuatku kesal.

Setelah memakai sepatu converse merahku, aku bergegas turun kebawah. Aku tidak akan membiarkan si berandal itu mendapat satu poin untuk mengejekku. Tukang telat. Yeah, aku sudah cukup kesal dengan predikat nona ceroboh yang tertempel di jidatku sejak lahir.

Aku melihatnya. Sedang duduk sambil membaca koran dengan kaki kiri terlipat diatas kaki kanan. Pagi ini ia memakai kemeja putih polos, lengan kemejanya yang panjang di gulung sampai siku dan dua kancing atasnya dibiarkan terbuka, mengekspos dengan jelas dada bidangnya. Celana jeans panjangnya sedikit ketat, tapi tidak menyakitkan mata. Sikap dan penampilannya benar-benar menunjukkan bahwa ia berasal dari kalangan atas.

Pelayan-pelayan yang kebetulan sedang berada disitu membungkuk hormat ketika aku menghampirinya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun (aku masih kesal padanya) aku langsung duduk. Mengambil setangkup roti dan memakannya. Kedua kakiku kuangkat keatas, sambil terus mengunyah aku melingkarkan tanganku di lutut. Ia memandangku sesaat sebelum kembali menekuni bacaannya. Tidak menunjukkan tanda-tanda akan protes dengan sikap ketidaksopananku.

Selama hampir sepuluh menit tidak ada seorangpun diantara kami yang berinisiatif membuka pembicaraan. Dia terlalu sibuk dengan korannya, sedangkan aku masih terlalu marah padanya. Sekali lagi aku menguap. Dengan setengah hati aku menahan keinginan untuk tidak menyemprotnya karena telah berani menganggu jam tidurku. Tiba-tiba Miss Park datang (lagi) sambil menggenggam telepon.

“Nona, ada telepon dari tuan muda Jae Ha-ssi”, aku mengernyit. Jae Ha? Telepon lagi? Bukankah seharusnya ia sudah berada dalam pesawatnya sekarang? Aku melihat Min Ho sedikit menurunkan korannya, dan sepertinya... ia sedang melirikku. Hmm...

Aku mengambil telepon dari genggaman Miss Park, dengan segera aku bangkit dari tempat dudukku.

“Mau kemana?”, pertanyaan itu membuatku berpaling. Min Ho bertanya? Padaku? Ada apa dengannya?

“Tentu saja menerima telepon. Menurutmu?”, aku balik bertanya tanpa menghilangkan nada sinis.

“Terima disini saja”, dingin, datar, tegas, dan bernada memerintah.

Oh, wait!

Dia memerintahku? Pimpinan kuntilanak ini memerintah seorang Goo Hye Sun? Great!

Dan aku menurutinya. Ada apa denganku?

“Ada apa?”, tanyaku pada Jae Ha setelah aku kembali duduk dengan nyaman ditempatku semula. Aku memperhatikkan lirikkan Min Ho semakin menjadi-jadi. Dia ingin menguping pembicaraanku? Whoa...

“Kau benar ingin kerumah sakit siang ini?”

“Jae Ha, baru setengah jam yang lalu kau menelponku soal ini”

“Aku hanya memastikan kau serius dengan ucapanmu”

“Dengar Kim Jae Ha. Aku akan pergi, oke? Kau bisa pergi ke Singapura dengan tenang. Semuanya akan berada dalam kendaliku selama kau tidak berada di Korea”, ujarku meyakinkannya.

“Aku tidak yakin soal ini, Sun-a. Kau bilang kau dihukum?”

“Yeah, benar”, aku mengambil setangkup roti lagi dan mengunyahnya.

“Lalu?”

“Lalu? Lalu apa?”

“Lalu kau bilang kau ingin datang kerumah sakit. Kau sedang dihukum, dan itu artinya kau tidak boleh keluar kemana-mana”

“Hahaha... honestly, kita sudah bersama bertahun-tahun dan kau tidak mengerti sedikitpun tentangku? Oh, God”, ucapanku barusan sukses membuat Min Ho mengangkat wajahnya dan menoleh kepadaku.

Aku balas memandang wajah tampannya, mengangkat alisku tinggi-tinggi. Ada apa dengannya?

“Baiklah. Apa rencanamu, nona sok berani?”

“Julukan baru? I like it”

“Aku serius, Sun-a”

“Baik. Baik. Kau tenang saja. Aku pasti akan datang. Tenanglah. Do you believe me?”, dan kali ini wajah si berandal terlihat mengeras. Sekali lagi. Ada apa dengannya?

“Kalau sampai aku mendengar laporan kau tidak menemani Ji Eun check up, kau tahu akibatnya, bukan?”

“Arata. Tenang saja. Semoga ayahmu cepat sembuh. Bye”

“Bye”, sambungan terputus bertepatan dengan habisnya rotiku yang kedua. Min Ho masih memandangiku.

“Apa?”, tanyaku ketus.

“Siapa yang tadi?”, dia balik bertanya.

“Actually, none of your bussiness. Dan kenapa kau ingin tahu?”

“Hanya untuk memastikan kau tidak merencanakan apapun. Kau sedang dalam masa hukuman, nona. Jadi, kuharap kau sadar akan statusmu”

Status? Satu-satunya statusku sekarang yang bisa kupahami dengan baik ialah bahwa aku adalah calon tunangan pimpinan kuntilanak di sekolah palsuku.

“Aku tidak merencanakan apapun”, tegasku.

“Siapa yang percaya dengan perkataanmu? Miss Park sekalipun tidak akan pernah percaya”

Aku memandangnya tajam. Tahan, Hye Sun. Tahaaaan.... si brengsek ini adalah kuncimu menuju Ji Eun. Jadi.... tahaaaaan...

HYE SUN POV : OFF

Hye Sun menyipitkan matanya ke arah Min Ho. Kali ini ia akan mengalah, tapi demi Ji Eun. Ingat! Demi Ji Eun. Hye Sun mengangkat tangan kirinya, melihat jam.

08.30

Hye Sun menoleh ke arah Miss Park yang sedari tadi setia menyaksikan pertengkaran dua insan ini.

“Siapkan mobil. Aku mau pergi”

Min Ho meletakkan korannya dengan kasar. Dia memandang tajam Hye Sun yang sedang mengunyah roti ketiganya.

“Kupikir kita baru saja berbicara tentang statusmu?”, tanyanya sengit.

Hye Sun mengangkat bahunya, “Kau tidak mau mengganti ‘kencan’ kita yang kemarin gagal?”, ujarnya sambil membuat tanda kutip dengan jari tengah dan telunjuknya ketika menyebut kata kencan.

“Mengganti?”

Hye Sun hanya mengangguk. Tidak berapa lama, Miss Park datang menghadap lagi.

“Mobil sudah siap, nona. Tapi...”, perkataan Miss Park terpotong dengan pandangan tajam dari Hye Sun.

“Aku pergi dengan Min Ho. Katakan itu pada mom. Dan jangan menyuruh seorang pengawal pun mengikuti kami. Araso?”

“Ne, nona”

Tanpa aba-aba, Hye Sun langsung menarik tangan Min Ho dan memaksanya berdiri, “Kacha”

***

Min Ho mengemudikan mobil sedan Hye Sun dengan kecepatan sedang. Pandangannya tetap terfokus ke depan, walaupun sesekali ia melirik Hye Sun yang duduk di kursi penumpang disampingnya.

"Sebenarnya kita mau kemana?", kata Min Ho memecah keheningan yang sudah tercipta selama 30 menit.

"Berkonsenstrasi sajalah pada tugasmu"

"Mwo? Tugas?"

Hye Sun mengangguk, "Ne, tugas. Menyupir. Supir. Kau mengerti?"

Min Ho mendengus. Sedangkan Hye Sun tertawa setan.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.45, sedangkan mobil yang mereka tumpangi sedari tadi hanya berputar-putar di pusat kota Seoul. Min Ho yang mulai bosan dengan pemandangan itu-itu saja memutuskan mengunjungi satu tempat yang bisa menghapus kebosanannya.

"Eh..eh.. Kita mau kemana?", tanya Hye Sun ketika dengan tiba-tiba Min Ho mengubah jalur mereka.

"Suatu tempat. Yang pasti tidak membosankan daripada berkeliling tidak jelas seperti ini", Hye Sun manyun gila. Sebenarnya berkeliling tidak jelas seperti ini (meminjam istilah Min Ho) adalah bagian dari rencananya. Tapi ia sedikit mengakui dalam hati bahwa ia juga sedikit -ralat!! Sangat bosan.

"Tapi pukul setengah sebelas giliranku yang memilih tempat. Deal?", Hye Sun mengajukan penawarannya.

Min Ho hanya mengangkat bahu dan berkata, "Terserah"

Hye Sun terpana. Ia mengarahkan seluruh pandangannya ke segala penjuru yang tampak di depan matanya.

PANTI ASUHAN MARIA'S ANGEL

"Mau apa kita di sini?", setelah terdiam sekian sekon akhirnya Hye Sun menanyakan apa yang sedang dipikirkannya.

"Kau bisa baca apa yang tertulis di situ, kan?", Min Ho balik bertanya sambil menunjuk sebuah papan besar di depan mereka.

"Panti Asuhan Maria's Angel?", kata Hye Sun.

"Dan kau tahu apa yang dilakukan orang-orang yang mengunjungi panti asuhan?", tanya Min Ho.

"Mengunjungi anak-anak, memberi mereka hadiah, bermain bersama mereka?", tanya Hye Sun.

"Itu kau tahu", kata Min Ho. Ia menyilangkan kedua tangannya didepan dada dan bersandar di badan mobilnya.

"Hanya untuk meluruskan saja, kita tidak bawa hadiah, tuan Lee Min Ho-ssi", kata Hye Sun.

"Lalu apa gunanya kau punya ratusan pengawal yang setiap saat bersedia mematuhi segala perintahmu?", tanya Min ho lagi.

Hye Sun mengernyit. Ia masih tidak mengerti dengan jalan pembicaraan ini.

"Sejujurnya, aku kurang pada anak kecil kalau kau berniat masuk", kata Hye Sun.

Min Ho mengernyit ke arahnya, "Terserah kau mau masuk atau tidak", kata Min Ho yang kemudian masuk ke dalam. Hye Sun menghentakkan kakinya ke aspal sebelum mengikuti Min Ho masuk ke dalam bangunan mirip gereja itu.

Pandangan yang tidak biasa ditemukan Hye Sun ketika masuk ke dalam suatu ruangan. Anak-anak kecil berumur sekitar 3 sampai 10 tahun berlarian menyambut Min Ho. Mulut Hye Sun menganga lebar ketika melihat senyum Min Ho yang ditujukan pada anak-anak kecil itu. Sejak kapan pimpinan kuntilanak ini menyukai anak-anak?, batin Hye Sun. Belum selesai keterkejutan Hye Sun, dari arah belakang anak-anak kecil itu muncul seseorang yang paling Hye Sun tidak harapkan.

Hye Sun memaki dalam hati.


****

p . s : Maaf untuk jeda pengupdatetan yang cukup lama. Chapter ini aku publish ketika aku sedang dalam masa WB sindrom, jadi maaf jika tidak sesuai yang diinginkan readers. Aku sudah cukup berusaha membuat cerita yang panjang, tapi jika readers masih menganggap kependekan, itu salahku. Maaf. Aku kasih bocoran, untuk beberapa chapter kedepan, Min Ho dan Hye Sun belum aku buat saling suka. Karena alurnya sudah aku tentukan seperti itu dari awal. Dan untuk beberapa fic aku yang lain, maaf aku gak bisa cepat-cepat update, aku terkena feeling blue tentang MinSun. Beberapa temanku mempengaruhiku untuk beralih jadi JoonSun-ship atau BiSun-ship, ditambah makin berkurangnya momen MinSun, aku jadi sedikit terpengaruh. Hanya fic ini yang bisa aku pertahankan, itupun karena banyak yang nagih. Maaf.
[/size]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #87 on: August 31, 2010, 10:03:24 pm »
thnx voldi dah di up date.
kenapa lo, jadi kgk semangat gitu nulis FF nya, minsun momentnya sepoy sich yach, what lo mo beralih ke Joonsun atau Bi Sun [chin] [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]
tapi gw setia kok mantengin up date-an FF mu.
jgn lama 2 yach kena feeling bluenya buruan balik jadi minsunerz , okay [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #88 on: September 01, 2010, 04:57:40 am »
Hai sist voldi [bye]     
akir nya di update juga. . . ^^     
       
wah, ky'a susah nie nyatuin minsun ya sist. Dua" nya pd punya sifat yg brtolak belakang. Ckck >.<   
     
oalah sist ma0 pindah haluan. . . Jgn do0nx. . .     
Ia c, emang akir" nie minsun jrang bnget ada momen'a. Pd sendiri" aja. Ckck.       
       
Oce dech sist, di tunggu update an ff mu yg lain.   
Hwaiting!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #89 on: September 01, 2010, 06:37:25 am »
ya voldi kok gitu hammer2
but thanks buat updateannya,, semula gw kira si minho cemburu wkt dengar hyesun blg sudah bertahun2 bersama jaeha [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun