Author Topic: DESTINY HIATUS  (Read 20317 times)

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: DESTINY, update 28 juni 2010
« Reply #90 on: September 01, 2010, 08:06:07 am »
aku terkena feeling blue tentang MinSun. Beberapa temanku mempengaruhiku untuk beralih jadi JoonSun-ship atau BiSun-ship, ditambah makin berkurangnya momen MinSun, aku jadi sedikit terpengaruh

sama dong, bedanya aku ga beralih ke joonsun ataupun bisun  [nono] [nono] [nono]
aku ga dipengaruhi orng lain hanya saja aku coba melihat realita
akhir2 ini momen minsun lg ga musim, kebersamaan mereka langka banget  [cry] [cry] [cry] aku jd gimana gitu  [sweat]

teman2, aku butuh asupan minsun spirit, salurin dong, aku udah  [collapse]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #91 on: September 02, 2010, 03:30:50 am »
Voldy
Falling blue'x jgn lama2 doNk .......
Ntar gw jga ikut"an falling blue tw gk..
Huhu T_T
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #92 on: September 02, 2010, 03:49:08 am »
 [AddEmoticons04241] masa feeling blue seh..
Jadi ngikut [AddEmoticons04241]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #93 on: September 02, 2010, 08:01:20 pm »
 [clap] [clap] [clap] thanks voldi udah diupdate yah feeling bluenya jgn lama2 ya [sweat] [sweat] keep minsun spirit punk punk punk

aku kirain mino nya cembokur waktu jaeha tlp ternyata blon ya [sweat]


ADAM COUPLE SELCA

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #94 on: September 04, 2010, 08:48:03 pm »
thx all Emoticons0427
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #95 on: September 04, 2010, 09:01:18 pm »
oh ya.. maaf gak bisa komen satu-satu di tret kalian, tapi aku baca fic kalian kok. tenang aja  [briggin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #96 on: September 05, 2010, 10:09:46 am »
voldiiiiiiiiiiii...ava n siggy nya merusak pemandangan...GANTIIIIIIIIII  [angry]

jangan bikin tambah ilpil ama minsun dong sist [cry]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: DESTINY, update 1 september 2010
« Reply #97 on: September 13, 2010, 05:59:22 am »
CHAPTER 4

Hye Sun menghirup teh herbal miliknya dengan gaya bak seorang putri. Anggun. Kalau bukan karena calon mertuanya ini berada tepat didepan hidungnya, sudah dipastikan minumannya akan tandas hanya dalam waktu tiga detik.

“Bibi tidak tahu bahwa ternyata kau juga memiliki ketertarikan terhadap anak kecil, Hye Sun-a”, kata Mrs. Tiffany Lee. Ia menghirup teh herbalnya yang sama dengan milik Hye Sun dengan tak kalah anggunnya.

“Ne”, jawab Hye Sun sambil tersenyum manis. Padahal sejak tadi innernya sudah berteriak histeris ketika mengetahui bahwa ia bertemu ibu Min Ho ditempat ini.

Hye Sun mengalihkan perhatiannya ke arah Min Ho yang sedang kejar-kejaran dengan anak-anak kecil dipanti asuhan itu. Mengetahui perhatian Hye Sun terbagi, Mrs. Tiffany ikut mengarahkan pandangannya ke arah anak semata wayangnya. Ia tersenyum melihat pola tingkah Min Ho. “Min Ho memang sangat menyukai anak kecil”, katanya sambil kembali mengirup tehnya.

Hye Sun mengarahkan kembali pandangannya ke wanita terhormat didepannya. “Ne?”

Mrs. Tiffany tersenyum lembut, kemudian melanjutkan ucapannya. “Sejak dulu Min Ho sangat menginginkan adik. Tapi bibi dan paman tidak bisa mengabulkannya karena kami terlalu sibuk”, ia meletakkan gelas tehnya di atas meja, “Makanya kami sangat senang jika kau menikah dengan Min Ho. Min Ho pasti akan sangat bahagia jika memiliki anak darimu, Sun-a”

Mendengar kata ‘anak’, Hye Sun blushing seketika. Rona merah dipipinya sangat kentara di pipinya yang putih mulus chubby. Geez, aku bahkan baru berumur 17 tahun, innernya mendelik kesal.

Melihat perubahan warna pada wajah Hye Sun membuat Mrs. Tiffany tertawa terbahak-bahak. Bukan tipikal wanita terhormat yang selama ini selalu ditampilkannya didepan publik. “Tentu saja bukan sekarang, Hye Sun. 5 atau 6 tahun lagi”, kata Mrs. Tiffany. Ia bahkan tidak berusaha menutupi tawanya dihadapan Hye Sun yang wajahnya sudah bisa menandingi kepiting rebus.

Hye Sun nyengir. Ia menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. Guna menutupi rasa malunya ia mengambil gelas teh herbalnya dan meneguknya hanya dalam waktu satu detik. Lupakan tata krama untuk saat ini, katanya dalam hati.

“What’s going on?”, suara bass Min Ho memasuki gendang pendengaran dua wanita cantik itu. Min Ho mengambil tempat disamping ibunya. Ia melihat ke arah Hye Sun dengan pandangan ingin tahu.

“Tidak ada apa-apa sayang”, jawab ibunya. Mrs. Tiffany menyerahkan segelas teh herbal kepada Min Ho yang dibalas senyum menawan.

“Lalu kenapa omma tertawa tadi?”, tanya Min Ho.

“Women affair”, jawab Mrs. Tiffany enteng sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Hye Sun.

Mendapat perlakukan seperti itu dari calon mertuanya membuat wajah Hye Sun kembali memerah.

Percakapan kembali mengalir dengan lancar setelah insiden memalukan tadi terjadi. Ketiganya terlibat percakapan seru mengenai semakin parahnya pemanasan global dan upaya pemerintah diseluruh dunia untuk penanggulangannya. Sebenarnya yang benar-benar terlibat percakapan hanyalah Mrs. Tiffany dan Hye Sun, sedangkan Min Ho hanya menimpalinya dengan ‘Hn’ atau ‘Benar’ atau ‘Tidak tahu’. Selebihnya ia hanya diam. Yeah, tipikal keluarga Lee.

Min Ho memperhatikan Hye Sun yang sibuk mengadu argumen dengan ibunya. Ekspresi Hye Sun terlihat berbeda-beda. Sedikit rasa kagum menyeruak didalam hatinya untuk Hye Sun. Tidak seperti kebanyakan remaja, khususnya remaja perempuan, yang hanya sibuk dengan kegiatan yang tidak penting. Shopping, clubing, pacaran, foya-foya. Hye Sun tidak seperti remaja kebanyakan. Ia lumayan pintar untuk ukuran umurnya yang terbilang cukup muda yang sudah bisa membahas masalah-masalah orang dewasa. Tanpa seorang pun yang tahu (kecuali Min Ho dan Tuhan), Min Ho menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman ketika dirinya sedang serius memperhatikan Hye Sun.

Hye Sun melirik arloji yang terpasang rapi dipergelangan tangannya.

10.26

Ia mendekati Min Ho yang sedang mengamati beberapa anak yang masih bermain kejar-kejaran. “Sudah waktunya aku yang memilih tempat”, katanya.

Min Ho hanya memandangannya sesaat kemudian berkata, “Masih ada ibuku disini. Kau pikir ia akan mengijinkan kita pergi begitu saja? Lain kali saja”

Hye Sun berkacak pinggang, ia berkata “Oh no. We’re so going. Kau sudah janji padaku. Aku akan tunggu dimobil”. Setelah itu, Hye Sun segera menuju mobilnya yang terpakir tidak jauh dari situ.

Min Ho bangkit dengan malas-malasan dari peristirahatannya (?) dan pergi menuju ke ibunya yang sedang membacakan dongeng untuk anak-anak kecil. Mrs. Tiffany terlihat tidak rela dengan kepergian Min Ho dan Hye Sun, tapi akhirnya ia menyunggingkan senyumnya ketika melihat Hye Sun dari dalam mobil. Ia melambaikan tangannya ketika mobil yang ditumpangi anaknya melaju dari hadapannya.

“Kita kemana sekarang?”, tanya Min Ho. Beberapa menit setelah mereka meninggalkan panti asuhan.

“Rumah sakit”, jawab Hye Sun tanpa menoleh pada Min Ho. Ia terlalu sibuk dengan ponselnya (Jae Ha sudah merong-rongnya sejak tadi karena ia belum juga sampai ditempat Ji Eun)

“Siapa yang kau hubungi?”, tanya Min Ho lagi.

“None of your bussines. And don’t distrub me! ”

Min Ho menghentikkan mobil sedan Hye Sun dengan tiba-tiba sehingga membuat Hye Sun terdorong ke depan. “Yya!!”, teriak Hye Sun

Tanpa mempedulikan protes Hye Sun, Min Ho mendekatkan tubuhnya ke tubuh Hye Sun yang sedang mengelus-elus dadanya saking kagetnya. Hye Sun yang menyadari ketidakberesan pada otak Min Ho (karena secara tiba-tiba dan tanpa alasan Min Ho mencondongkan tubuhnya) segera mengambil tindakan. Menutupi dadanya dengan kedua tangannya. “Ma-mau apa kau?”, tanya Hye Sun dengan tergagap. Min Ho sedikit memiringkan kepalanya ke kiri sehingga memungkin dirinya untuk mengecup tengkuk Hye Sun. Hye Sun memejamkan kedua matanya rapat-rapat, hingga akhirnya ia merasakan sebuah tangan dingin menyentuh sedikit tengkuknya. Min Ho menjulurkan tangan kirinya yang sebelumnya berada diatas setir ke belakang kepala Hye Sun. “Save belt”, kata Min Ho dingin.

Setelah memastikan save belt Hye Sun sudah terpasang dengan baik, Min Ho segera melajukan mobilnya kembali menelusuri jalanan kota Seoul.

“Kau pikir aku berniat menyentuhmu, dada rata”

Hye Sun ? Speechless  Emoticons0433


+++++++======+++++++


Hye Sun berjalan dengan kecepatan di atas rata-rata ketika mereka sudah sampai di rumah sakit. Min Ho yang berjalan mengikutinya dibelakang hanya mendengus kesal. Mereka mulai memasuki koridor yang hanya sesekali dilewati oleh manusia. Hye Sun membuka sebuah pintu kamar di ujung koridor dengan kekuatan yang berlebihan sambil meneriakkan sebuah nama, “Ji Eun”.

Hye Sun melangkah masuk kedalam kamar dan meninggalkan Min Ho diluar. Ia memperlihatkan wajah memelasnya kepada Ji Eun yang memandangnya dingin. “I’m sorry, Eun-a”

Ji Eun tidak membalas perkataan Hye Sun, ia hanya memandang dingin Hye Sun sambil memeluk boneka panda kesayangannya. Seketika matanya melebar ketika melihat ke arah pintu. Disitu terdapat pujaan hatinya, Min Ho yang berdiri sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Hye Sun mengikuti arah pandang Ji Eun, dan mencibir dalam hati ketika melihat pose (SOK) cool Min Ho.

“Kau tahu, agak susah mengaturnya”, bisik Hye Sun ke Ji Eun sambil mengedipkan sebelah matanya.

Ji Eun terkikik pelan mendengar perkataan Hye Sun. Ia melayangkan senyum termanisnya ke Min Ho ketika tanpa sengaja pandangan mereka bertemu. Min Ho yang melihatnya hanya mendengus dalam hati. Senyummu tidak akan mempan padaku, batin Min Ho kesal.

Hye Sun memutar bola matanya, bosan melihat tingkah laku Min Ho. “Bagaimana, sudah siap check up?”, tanya Hye Sun.

Ji Eun hanya mengangguk satu kali, pandangan matanya masih tertuju pada Min Ho. Hye Sun membantu Ji Eun agar bisa turun dari tempat tidur, kemudian membimbingnya ke arah pintu. Min Ho yang mengira Hye Sun akan pergi segera berbalik badan. Belum satu langkah ia berjalan, lengannya sudah dicekal oleh tangan mungil Hye Sun. “Mau kemana kau? Bantu aku”, kata Hye Sun. Ia menyerahkan tangan Ji Eun yang digenggamnya ke Min Ho. Tanpa menunggu jawaban dari Min Ho, Ji Eun langsung melingkarkan tangan kanannya ke lengan kiri Min Ho. Hye Sun hanya menyeringai sebelum melangkah keluar lebih dulu, meninggalkan Min Ho yang berusaha melepaskan dirinya dari Ji Eun.

“Oppa, aku sangat senang kau mau menemaniku check up”, kata Ji Eun. Ekspresi wajahnya terlihat bahagia ketika memandang wajah tampan Min Ho.

Min Ho hanya mendengus mendengarnya. Ia benar-benar kesal pada wanita yang sedang berjalan dihadapannya dengan angkuh dan membuat ia harus menderita. Hatinya benar-benar merutuki Hye Sun habis-habisan. Otaknya segera membuat catatan virtual di otaknya untuk membalas perilaku seenaknya Hye Sun lebih kejam dari ini.

Ji Eun terus menggenggam tangan Min Ho selama dia diperiksa. Sedangkan Hye Sun hanya senyam senyum tak jelas (yang menurut Min Ho seringaian kemenangan).

DRRT DRRT

Ponsel Min Ho bergetar. Dengan agak terpaksa Ji Eun melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Min Ho keluar dari ruangan. Ia tidak membalas senyum yang diberikan oleh perawat disebelahnya. Cukup lama Min Ho menerima telepon diluar, dan ketika ia masuk, tanpa memperhatikan Ji Eun yang sudah tersenyum lebar, ia menggenggam tangan mungil Hye Sun dan menariknya secara paksa keluar dari ruangan.

“Yya...”, protes Hye Sun sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Min Ho.

“Ibumu menelpon. Dia menyuruh kita ke bandara dan terbang ke Macau sekarang juga”, kata Min Ho to the point.

“Sekarang? Kau gila. Aku tidak bisa meninggalkan Ji Eun”

“Kalau begitu kau saja yang beritahu ibumu”, Min Ho menjulurkan ponselnya ke Hye Sun.

Hye Sun menggigit bibir bawahnya, mengabaikan ponsel Min Ho yang sudah terjulur padanya. Ia benar-benar tidak bisa meninggalkan Ji Eun sekarang, Ji Eun bisa marah besar padanya. Dan ia juga tidak bisa memberitahu ibunya bahwa ia berada di rumah sakit sekarang. Pilihan yang sangat sulit.

Bosan melihat Hye Sun yang kelamaan mikir, Min Ho menarik paksa Hye Sun lagi dan menyeretnya keluar dari rumah sakit. Dibelakangnya Hye Sun meronta-ronta ingin melepaskan diri dari Min Ho. “Aku harus pamit dulu pada Ji Eun, bodoh”, teriak Hye Sun. Dengan sekali hentakan, Min Ho berhasil memasukkan Hye Sun kedalam mobil, dan dengan kecepatan tinggi ia mengemudikan mobil menuju bandara Incheon.

“Kau pikir kau siapa bisa memaksaku, huh? Jangan karena statusmu sebagai calon tunanganku kau bisa dengan seenaknya menyeretku seperti tadi. Dan apa kau tidak memikirkan perasaan Ji Eun. Ia pasti akan sangat sedih kalau mengetahui kita pergi begitu saja tanpa pamit”, Hye Sun kemudian menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi dan menghela napas panjang.

“Untuk apa aku memikirkan perasaan perempuan yang bahkan baru sekali aku temui?”, gumam Min Ho.

Hye Sun mendelik ke arahnya, “Did you say something, Mr. Lee Junior?”

Min Ho menghela napasnya, “I didn’t say anything, my beloved fiancee”

Hye Sun memutar bola matanya. Ia mengutuk Min Ho habis-habisan, dan ia jamin Jae Ha akan memberikan ceramah gratisnya hari ini. Min Ho melirik wanita cantik disebelahnya, sedikit rasa bersalah menghampirinya ketika melihat pancaran mata Hye Sun yang sayu.

Hening

Hening

Hening

Mengheningkan cipta dimulai  [hmpfh]

Everytime I try to fly
I fall w/out my wings
I feel so small
I guess I need you baby


Suara sexy Brirney Spears menganggu prosesi hening cipta diantara mereka berdua.

Jae Ha

Speak of the devil *), gumam Hye Sun. Ia sempat berpikir untuk mereject panggilan Jae Ha, tapi diurungkannya karena Jae Ha pasti akan lebih marah.

”Kenapa kau meninggalkan Ji Eun begitu saja? Dia sangat marah kalau kau ingin tahu”, kata Jae Ha dengan berapi-api sedetik setelah Hye Sun menempelkan ponselnya ditelinganya.

“Sorry. Ibuku tiba-tiba menelpon dan menyuruhku segera terbang ke Macau”, gumam Hye Sun pelan.

“Setidaknya kau harus pamit pada Ji Eun”, diseberang Jae Ha terdengar seperti menghela napas.

Hye Sun menggigit bibir bawahnya. Yeah, Ji Eun marah padanya. Lagi.

“Ji Eun bilang kau membawa Lee Min Ho padanya? Apa yang terjadi?”, tanya Jae Ha pelan.

“Nothing. Hanya berusaha mengabulkan permintaan Ji Eun. Jae Ha, bisakah kau membujuk Ji Eun? Ayolah, aku tidak sengaja”, kata Hye Sun. Nada suaranya terdengar seperti merajuk.

“Akan kuusahakan”, kata Jae Ha.

“Are you sure?”, tanya Hye Sun.

“Absolutely, I can’t say for sure. You know, yang kita hadapi adalah Ji Eun”

“Jae Ha... please...”, kali ini Hye Sun menyelipkan nada memelas yang selalu mempan terhadap Jae Ha.


Min Ho yang sedari tadi tidak ambil pusing dengan pembicaraan Hye Sun ditelepon akhirnya sedikit membagi perhatiannya ketika nama ‘Jae Ha’ terlontar dari bibir Hye Sun. Belum sempat Min Ho mengeluarkan suaranya, sambungan telepon dimatikan oleh Hye Sun. Kening Min Ho berkerut melihat perubahan ekspresi wajah Hye Sun. Ia memilih mengunci rapat-rapat mulutnya daripada mendapatkan hujan lokal dari Hye Sun.


=====+++++=====


“Ada pesan dari tuan besar, dorenim”, kata Mr. Drew ketika Min Ho dan Hye Sun sudah lepas landas dari bandara Incheon.

“Apa pesannya?”, tanya Min Ho dingin. Ia tidak mengalihkan pandangannya dari dokumen bermap hijau yang sedang ditekuninya.

“Pertemuan anda dengan beberapa relasi untuk dua minggu kedepan dibatalkan”, kata Mr. Drew.

Min Ho secepat kilat melayangkan pandangan matanya ke Mr. Drew. Ia menatap tajam dan kemudian berkata, “Hal apa yang lebih penting daripada pertemuan bisnis? Aku tidak mau melakukan perintahnya”

Mr. Drew tersenyum, “Tapi dorenim, jadwal anda telah dikosongkan untuk dua minggu kedepan. Perintah diturunkan langsung oleh Presiden Direktur”

****!”, Min Ho mengumpat keras sambil meletakkan dokumennya dengan kasar, dikursi seberang kanannya Hye Sun balas mendengus dengan keras. Sesaat mereka berdua saling bertatapan dengan tajam, hingga akhirnya kontak mata diputuskan oleh pelayan pribadi Hye Sun (lupa namanya sapa).

“Nona”

Hye Sun mendelik ke arahnya kemudian berkata dengan ketus, “Aku mengantuk. Jangan ganggu aku”

“Tapi nona”

“Sudah ku bilang aku mengantuk”, kata Hye Sun dengan nada membentak.

Dengan agak takut pelayan pribadi Hye Sun kembali ke tempat duduknya. Setelah memastikan tidak ada yang memperhatikannya, Min Ho bangkit dari kursinya dan berjalan menuju Hye Sun yang sedang membaca majalah. Ia membungkukkan badannya agar bisa mensejajarkan kepalanya dengan kepala Hye Sun. “Dengar, bukan salahku jika temanmu itu marah padamu. Ini diluar kendaliku”, kata Min Ho.

Hye Sun balas menatap Min Ho, ia mencibir,  “Sure that?”

Min Ho menghela napasnya, “Kalau bukan karena ibumu yang menyuruhku membawamu, aku tidak akan melakukan hal itu padamu” ia menegapkan kembali tubuhnya dan menaruh kedua tangannya di saku.

“Dan seharusnya kau mengijinkanku untuk berpamitan pada Ji Eun. Ini pesawat pribadimu, bukan? Kau pasti bisa mengatur jadwal penerbanganmu sendiri”, Hye Sun membalik majalahnya dengan kasar.

Min Ho melonggarkan dasinya, “Goo Hye Sun, stop being difficult. Kau bisa menjelaskan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada temanmu itu. Jangan terus-terusan menyalahkanku”

Hye Sun mendengus keras, ia kembali menekuni majalahnya. Min Ho yang merasa di abaikan kembali ke tempat duduknya dan memeriksa kembali dokumen-dokumen dihadapannya. Hye Sun yang melihat Min Ho sudah disibukkan kembali dengan pekerjaannya menurunkan sedikit majalahnya dan berbicara pada Mr. Drew, “Is he always like that?”


=====+++++=====


Pukul 8 malam Min Ho dan Hye Sun sampai di kediaman keluarga Lee. Puluhan pelayan membungkuk hormat ketika Min Ho dan Hye Sun memasuki mansion Lee (dan tentunya hanya dibalas tatapan dingin nan cuek). Keduanya langsung menuju ruang keluarga yang terletak di lantai dua. Kini, dua keluarga besar dan paling berpengaruh di Korea sudah saling berhadapan. Mr. Lee dan Mrs. Lee duduk berdampingan dan berhadapan dengan pasangan keluarga Goo. Sedangkan Min Ho dan Hye Sun yang baru tiba harus rela duduk berdampingan disamping kanan kiri orang tua mereka. Dan masing-masing dari pelayan pribadi Min Ho dan Hye Sun berdiri di belakang majikan mereka.

“Baiklah. Karena semua sudah berkumpul disini, aku akan langsung ke inti pertemuan kita”, kata Mr. Lee.

Min Ho memperhatikan raut wajah ayahnya ketika berbicara tadi. Terlihat bahagia. And anything that can make his daddy happy ia a nightmare for Min Ho (ckckck...anak durhaka).

“Bukankah lebih baik biarkan mereka berdua beristirahat dulu? Mereka baru saja menempuh perjalanan jauh”, kata Mrs. Lee lembut menyela pembicaraan suaminya.

Mr. Lee menggeleng kuat-kuat, “Tidak tidak. Mereka harus mengetahuinya malam juga”, Mr. Lee melirik Min Ho yang sedang memandangnya dingin.

Mr. Lee mengambil napas sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya, “Pertunangan kalian dibatalkan”

Hye Sun yang sedang memandang ke langit-langit sontak langsung mengarahkan pandangannya ke Mr. Lee. “Jeongmal?”, tanyanya pelan. Matanya melebar dan tubuhnya maju beberapa senti. Mr. Lee tersenyum melihat ekspresi kekagetan Hye Sun. Sedangkan ekspresi Min Ho berbeda, ia menyipitkan matanya memandang ayahnya. Pasti akan ada kabar buruk setelah ini, batinnya.

“Sebagai gantinya..... pernikahan kalian akan di selenggarakan dua minggu lagi”, lanjutnya sambil tetap tersenyum.

Sudah kuduga, batin Min Ho kesal.

“UAPPAAAAA??”, teriakan kekagetan Hye Sun menggema di ruang keluarga itu. Ia telah berdiri dari tempatnya dan menatap dengan pandangan horor ke arah Mr. Lee. Kalau tidak mengingat hubungan persahabatan antara orang tuanya dengan Mr. Lee, sudah dipastikan Mr. Lee sekarang hanyalah tinggal tulang.

“Hye Sun, jaga sikapmu”, Mr. Goo mengingatkan Hye Sun dengan suaranya yang terdengar berwibawa.

Hye Sun mengalihkan pandangannya ke ayahnya, ia masih berdiri dan wajahnya mulai terlihat pucat. Ia kemudian berkata dengan tergagap, “Ta-tapi-tapi tapi.. umurku... dua minggu lagi? 17 tahun”, kosakata yang diucapkan berantakan kesana kemari. Hingga akhirnya ia berteriak, “I’m not ready”

“Goo Hye Sun”, kata Mr. Goo sekali lagi mengingatkan.

Hye Sun menghempaskan tubuhnya ke sofa dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia terlihat frustasi dengan keputusan yang diambil secara sepihak oleh orang tuanya.

Tanpa disadari siapapun diruangan itu, Min Ho tengah menatap Hye Sun dengan pandangan yang tidak dapat diartikan. Ia kemudian berkata sesuatu yang membuat semua orang diruangan itu terbelalak kaget, termasuk Hye Sun. Err—no. Expression of even the most severe Hye Sun.

“Tiga hari lagi. Aku ingin pernikahan kami diadakan tiga hari lagi”

Ending of this chapter



Author’s note :

Hello VOLDI speaking here! Fiuh.. chapter 4, DONE. Chapter ini lebih pendek dari chapter 3 kemarin. Yeah, some incidents are in the process of making this chapter. Dimulai dari kehapusnya chapter 4 yang sebelumnya sudah saia buat, lupa nyimpan yang udah saia ketik, sampai yang paling parah dari yang terparah-parah, nama MINHO malah ketulis nama Joon. Maklumlah....

Well, forget about the incidents, now i’ve a good news for you all, readers (sebenarnya gg gembira-gembira amat sih), WRITER’S BLOCK GWE SEMBUH!! Kaget? saia aja kaget, apalagi kalian [hpmfh] . And about rated, yeah T of course, but it could turn into M for the next chapter (geez, why i’m so proud about this one? Damn my pervert mind!), berdoa aja semoga wabah WB tidak kembali menyerang saia supaya saia bisa mengapdet fic gaje nan abal ini as soon as possible.

Yang protes about my ava or my siggy or my facebook (yeah, you know, my propic and my idname is JoonSun), i’m so sorry, i can’t replace it in the near term,  yeah karena ada persoalan yang saia rasa beberapa dari anda sudah mengetahuinya, right?

Humor dan romantisnya belum kerasa? Yeah, sorry. Saia sedang menata kembali jiwa saia setelah mengalami hal yang paling tidak diinginkan oleh seluruh wanita di muka bumi. Broken heart. Jadi curhat deh. Err—anybody feel my writing style changed? Mami? Echyn? Readers? Whaddaya think? Kalo tak ada, tak papah deh *ngais tanah dipojokan*  Emoticons0429

Okay, i’m stop blabbering here. See ya next chapter and don’t forget to leave komen-komen, my beloved sista and bratha.

Readers : Just get out now! We’re getting sick w/ you!

Me : hiks... fine, i’m out, people.

Readers : (scream) GRRRR.....

JUST FOR FUN

Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #98 on: September 13, 2010, 06:51:56 am »
 [clap] [clap] thanks voldi udah diupdate...
Mau kamu joonsun gapapa kok yang penting ini ff teteup diupdate wkwkwkwk

fara

  • Guest
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #99 on: September 13, 2010, 07:03:01 am »
Hola voldi,
Thanks ya udh diupdate [flowers] [flowers] [flowers]
yeayy pernikahan minho ma hyesun dipercepatan [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ngga sabar menanti part M [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] 
tapi jadi khawatir sama reaksi jae ha ma ji eun bakal gimana kalo mereka tau hyesun mau nikah ma minho. Btw, ji eun di sini orangnya jahat apa baik voldi?

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #100 on: September 13, 2010, 07:31:22 am »
 [clap] [clap] [clap] thanks voldi udah diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

 [on] [on] [on] M uhuyyyy mantafffff langsung nyamber kalo ada M nya ditunggu voldi chap yg ntu [hmpfh] [hmpfh]

minsun mo merit [jumpy] [jumpy] [jumpy] tp jieun gimana ye pasti bakalan ngamuk donk ke hyesun [sweat] [sweat] satu skulah jg bakal tau kan kalo hyesun anak orang kaya slama ini kan dy nyamar jd jieun secara kalo kluarga terpandang begono acara nikahannya gede2an [smiley-dance013] [smiley-dance013]


ADAM COUPLE SELCA

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #101 on: September 13, 2010, 07:35:24 am »
 [hmpfh] udah ada yang daftar...
Aku juga mauu u uu

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #102 on: September 13, 2010, 07:57:35 am »
Gumawo sist voldi uda d update [flowers]       
         
wah, mino nge'bet bnget ma0 nikah ama hye sun. . . Mino uda mlai suka ama hye sun ya sist??     
     
Oce dech, ma0 jd joonsun ato bi-sun ato minsun. Itu hak sist voldi koQ. . . Tp jgn lupa update fic ini ya. . . Oce?
Hwaiting sist!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #103 on: September 13, 2010, 08:06:03 am »
Voldi..!! thx for update..  [hug] [flowers]

Hore.. MinSun mw nikah..!!  [smiley-gen013]
wah, si minong mwx tiga hari gi.. npa pi ?? [on] wkwkwk.. mulai deh.. [on]
eh, trus g'mna nasibx Ji Eun ??  [chin] brrti ntar Ji Eun bkal musuhin HS dong ??! kacian deh mamiku.. knpa ya stiap kawin mah papi pasti mslahx msti urusan sama cwe dlu??#wkwkw.. emngx mw apa mami musuhan breng cowo??#... ckckck.. Papi kenapa sih dirimu begitu menggoda bagi para wanita kan kasian mami...  [sweat] [hmpfh]

Wah..!! ada M_versx...??!  detective #kalo ada M_vers lgsung deh mncul bim salabim..# wkwkwk.. [laughing] [laughing]
Voldi ku minta M_versx ya..??!  [huglove] [hug]



Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: DESTINY, update 13 september 2010
« Reply #104 on: September 13, 2010, 08:20:33 am »
pink kamu kan lum cukup umur [hmff]