Author Topic: MinSun-- My Oxygen, My Life, My Everything. JUNE25' *UPDATED - Chapter 3 Part 2*  (Read 8940 times)

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Hi  [arms]
Aku berniat ngelanjutin FF oneshoot-ku yang waktu itu  [biggrin]
Di FF ini aku buat MinSun yang ga terlalu akur dan romantis  [sweat] dan FF ini dibuat selagi ada moment MinSun yang terjadi. KTT-an lah ya apa yang MinSun lakuin kalo mereka lagi berpisah dan melampiaskan rasa rindu mereka  [biggrin]




Title : My Oxygen, My Life, My Everything
Genre : Romance
Started : 03 March 2012
Ended : -
Cast:



The two of them. Lovely Couple. Lee Min Ho and Goo Hye Sun

credit photo: janey



Hye Sun's beloved dongsaeng. Lee Dong Hae







--T E A S E R--




Hye Sun’s POV

Ah sial!! Kenapa dia harus mengenakan kemeja putih itu saat Fansmeeting? Kemeja putih sangatlah ilegal untuknya! Lihatlah tubuh kerennya saat mengenakan kemeja putih. Brengsek! Lagi-lagi dia membuatku terpesona.


Tiga hari sudah dia meninggalkanku pergi ke Thailand. Dan sekarang aku sedang menahan nafas melihat pesonanya melalui laptopku. Oh Tuhan apakah dia tau kalau aku hampir gila karena merindukannya? Dan inilah sifat buruk ku! Selalu gengsi untuk meneleponnya duluan hanya untuk mengatakan “Aku merindukanmu...”

Sedang asyik aku terpesona melihat ketampanannya tiba-tiba handphone ku bergetar. Akhirnya dia meneleponku.

“.........” Dia hanya diam. Aku hanya bisa mendengar deruan nafasnya halus.

“Tidak usah meneleponku kalau kau tidak ingin mengatakan apa-apa..”




Min Ho’s POV


Setelah Fansmeeting selesai aku langsung pergi menuju ruang ganti dan menjalankan niatku. Meneleponnya. Tiga hari tidak melihat wajahnya bahkan mendengar suaranya, itu serasa sebagian paru-paruku kekurangan oksigen. Aku merindukannya.

Dia mengangkat teleponku. Sengaja aku terdiam sejenak hanya untuk sekedar mendengar deruan nafas halusnya.

“Tidak usah meneleponku kalau kau tidak ingin mengatakan apa-apa..”

Ocehannya. Ya. Akhirnya aku mendengar ocehannya lagi. Mendengar ocehannya pun sudah cukup. Sudah cukup menghapus sedikit rasa rinduku padanya dan sudah cukup membuktikan bahwa oksigenku masih tetap di sisiku.

“Aku merindukanmu..” kataku terus terang.

“Aku juga merindukanmu...” aku lega mendengarnya.

“Tuan Lee apa kau tau? Kau membuatku hampir gila karena melihatmu memakai kemeja putih itu!”

“Hahahaha sebegitu besarnya kah pesonaku di matamu?”

“Kenarsisan mu itu selalu membuatku jijik!”

“Tapi, tanpa aku ber-narsis pun kau pasti mengakui ketampanan ku kan?”

“Hah. Ada juga kau yang selalu mengakui kecantikan ku tanpa aku harus bernarsis ria di depanmu.”

“Sial kau!”

“Akui saja..”

“Ya.. Aku mengaku. Kau selalu cantik di mataku. Bahkan saat kau sedang berkeringat sekalipun..”

“Hahaha akhirnya kau mengakuinya..”

“Hye Sun-ah.....”

“Mmm?” Sial. Dehamannya! Aku merindukan itu. Suaranya terdengar terlalu seksi saat berdeham seperti itu,..

“Saranghae..” Lagi-lagi aku mengatakan kalimat itu padanya. Rasanya ingin sekali aku mencari kalimat yang lebih indah dari “Saranghae..” dan “Aku mencintaimu..” karena aku memang lebih dari mencintainya.

“Na do saranghae..” Begitulah kalimat terakhir yang aku dengar darinya sebelum aku benar-benar memutuskan hubungan telepon diantara kami. Dan dapat dipastikan rasa rindu itu akan menjalari tubuhku kembali untuk tiga hari ke depan...

Hye Sun-ah maafkan aku jika nanti aku tidak bisa mengendalikan diriku saat aku kembali melihat wajah cantikmu dan memeluk tubuh mungilmu,.......... Tunggulah aku...



--T B C--


I'll be so glad if you guys give some comments of this FF. Please wait for the 1st chapter  [biggrin] Hope you guys will be like it  [bye]
« Last Edit: June 24, 2012, 11:22:45 am by MINLUSUN »

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Share on Bluesky Share on Facebook


younee

  • Guest
yeeyy [clap] [clap] akhirnya ff ini dilanjutin juga..
bagus sista.. bagus..
ane berharap bgt kehidupan MINSUN yg sebenarnya ga jauh beda ama ini ff..
jadi first chap kpan ?
oya, sampe lupa.. salam kenal ya sistaa.. [lovestruck]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
yeeyy [clap] [clap] akhirnya ff ini dilanjutin juga..
bagus sista.. bagus..
ane berharap bgt kehidupan MINSUN yg sebenarnya ga jauh beda ama ini ff..
jadi first chap kpan ?
oya, sampe lupa.. salam kenal ya sistaa.. [lovestruck]

1st chap nya semoga bisa hari senin yaa ^^ salam kenal juga  [lovestruck] dan makasih udah baca & komen  [biggrin]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Winda Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 679
    • View Profile
Salam kenal minsunlun :)
Selamat buat fict barunya. Waw, jadi keseluruhan cerita ini adalah kehidupan real minsun? Wah, lo harus pandai-pandai dong nyari info terbaru tentang mereka nd di imajenasiin lagi jadi sebuah ff. Great, salut sama lo deh hihihi. First chap kapan? Jangan lama-lama ya. Sukses selalu buat ff-nya^^

[lovestruck] and in another life, we believe... love never die [lovestruck]

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
SALAM KENAL YA  [bye] , SELAMAT BUAT FF NYA , di tunggu secepatnya chap perdananya  [biggrin] ini cerita engga telalu susah ngebayanginnya secara ceritanya engga jauh" dari kegiatan mereka di dunia nyata  [hug]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Salam kenal minsunlun :)
Selamat buat fict barunya. Waw, jadi keseluruhan cerita ini adalah kehidupan real minsun? Wah, lo harus pandai-pandai dong nyari info terbaru tentang mereka nd di imajenasiin lagi jadi sebuah ff. Great, salut sama lo deh hihihi. First chap kapan? Jangan lama-lama ya. Sukses selalu buat ff-nya^^

salam kenal juga btw manggilnya lulu aja  [biggrin] Makasih udh baca dan komen  [lovestruck] itu dia... selain hrs pinter cari info aku jg butuh diingetin kalau ada kegiatan MinSun yang terbaru  [biggrin] first chap semoga besok udh bisa dipost. Tadinya mau senin tapi malam ini lagi kebanjiran ide  [hmpfh]

SALAM KENAL YA  [bye] , SELAMAT BUAT FF NYA , di tunggu secepatnya chap perdananya  [biggrin] ini cerita engga telalu susah ngebayanginnya secara ceritanya engga jauh" dari kegiatan mereka di dunia nyata  [hug]

salam kenal juga  [lovestruck] thank you udh baca dan komen.. semoga nanti chap perdananya ga mengecewakan yaa  [biggrin]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Dindin

  • Newbie
  • *
  • Posts: 76
    • View Profile
say haiiiiiii   [smiley-gen013]  [smiley-gen013] dindin di sini  [biggrin]
yey ada ff baru lg ni  [lovestruck] di tunggu chap perdananya  [hmpfh] hwaiting  [clap]  [clap]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 [guns] [guns] mana chap perdananya lul katanya tonight [hmff]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
My Oxygen, My Life, My Everything







--- C H A P T E R  1 ---



Hye Sun’s POV

Ah sial!! Kenapa dia harus mengenakan kemeja putih itu saat Fansmeeting? Kemeja putih sangatlah ilegal untuknya! Lihatlah tubuh kerennya saat mengenakan kemeja putih. Brengsek! Lagi-lagi dia membuatku terpesona.


Tiga hari sudah dia meninggalkanku pergi ke Thailand. Dan sekarang aku sedang menahan nafas melihat pesonanya melalui laptopku. Oh Tuhan apakah dia tau kalau aku hampir gila karena merindukannya? Dan inilah sifat buruk ku! Selalu gengsi untuk meneleponnya duluan hanya untuk mengatakan “Aku merindukanmu...”

Sedang asyik aku terpesona melihat ketampanannya tiba-tiba handphone ku bergetar. Akhirnya dia meneleponku.

“.........” Dia hanya diam. Aku hanya bisa mendengar deruan nafasnya halus.

“Tidak usah meneleponku kalau kau tidak ingin mengatakan apa-apa..”


Min Ho’s POV

Setelah Fansmeeting selesai aku langsung pergi menuju ruang ganti dan menjalankan niatku. Meneleponnya. Tiga hari tidak melihat wajahnya bahkan mendengar suaranya, itu serasa sebagian paru-paruku kekurangan oksigen. Aku merindukannya.

Dia mengangkat teleponku. Sengaja aku terdiam sejenak hanya untuk sekedar mendengar deruan nafas halusnya.

“Tidak usah meneleponku kalau kau tidak ingin mengatakan apa-apa..”

Ocehannya. Ya. Akhirnya aku mendengar ocehannya lagi. Mendengar ocehannya pun sudah cukup. Sudah cukup menghapus sedikit rasa rinduku padanya dan sudah cukup membuktikan bahwa oksigenku masih tetap di sisiku.

“Aku merindukanmu..” kataku terus terang.

“Aku juga merindukanmu...” aku lega mendengarnya.

“Tuan Lee apa kau tau? Kau membuatku hampir gila karena melihatmu memakai kemeja putih itu!”

“Hahahaha sebegitu besarnya kah pesonaku di matamu?”

“Kenarsisan mu itu selalu membuatku jijik!”

“Tapi, tanpa aku ber-narsis pun kau pasti mengakui ketampanan ku kan?”

“Hah. Ada juga kau yang selalu mengakui kecantikan ku tanpa aku harus bernarsis ria di depanmu.”

“Sial kau!”

“Akui saja..”

“Ya.. Aku mengaku. Kau selalu cantik di mataku. Bahkan saat kau sedang berkeringat sekalipun..”

“Hahaha akhirnya kau mengakuinya..”

“Hye Sun-ah.....”

“Mmm?” Sial. Dehamannya! Aku merindukan itu. Suaranya terdengar terlalu seksi saat berdeham seperti itu,..

“Saranghae..” Lagi-lagi aku mengatakan kalimat itu padanya. Rasanya ingin sekali aku mencari kalimat yang lebih indah dari “Saranghae..” dan “Aku mencintaimu..” karena aku memang lebih dari mencintainya.

“Na do saranghae..” Begitulah kalimat terakhir yang aku dengar darinya sebelum aku benar-benar memutuskan hubungan telepon diantara kami. Dan dapat dipastikan rasa rindu itu akan menjalari tubuhku kembali untuk tiga hari ke depan.

Hye Sun-ah maafkan aku jika nanti aku tidak bisa mengendalikan diriku saat aku kembali melihat wajah cantikmu dan memeluk tubuh mungilmu,.......... Tunggulah aku...


**********

Keesokan Harinya...

Ini hari ke-empat Hye Sun membuka matanya tanpa menemukan senyuman pagi hari favoritnya. Senyuman pria yang dicintainya dengan sangat.

“Hhhhh....” Dia menghela nafas malas. Empat hari tertidur tanpa Min Ho di sampingnya, empat hari tertidur tanpa pelukan hangat Min Ho dipinggangnya, itu serasa dunia benar-benar berhenti seketika. Oksigennya menghilang seketika.

Gadis itu bergegas mandi dan siap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Oh tidak. Tidak seperti biasa. Karena Min Ho tidak di sampingnya, karena Min Ho tidak berada di negara yang sama dengannya. Mengingat itu Hye Sun menghela nafasnya kembali.

Sedikit berlebihan memang, tapi inilah mereka. Ciuman selamat pagi sudah rutin mereka lakukan untuk menyalurkan energi mereka masing-masing. Sarapan pagi bersama sudah rutin mereka lakukan hanya untuk sekedar berbicara tentang hal kecil sampai perdebatan besar terjadi diantara mereka. Menelepon disaat mereka beraktivitas juga sudah rutin mereka lakukan untuk meminta maaf satu sama lain karena perdebatan saat sarapan pagi atau hanya untuk sekedar menanyakan “Apakah kau sudah makan?” dan mengatakan “Saranghae. Aku mencintaimu..”

Mereka sudah cocok untuk menjadi sepasang suami istri, kan?


**********

Hye Sun’s POV

Kurang ajar! Setelah membuatku hampir gila kemarin, sekarang dia ingin membuatku hampir atau bahkan benar-benar mati, hah? Demi apapun aku kesal!

“Lee Min Ho - 12Plus Shower Cream CF Behind-the-scene” Ku kira dengan menonton video itu aku bisa melihat ketampanannya yang super. Tapi apa yang aku lihat? Ok. Aku tidak ingin menjelaskannya, itu hanya akan membuatku semakin kesal dengannya.

Aku tau ini memang resiko yang harus aku terima karena mencintainya, karena memutuskan untuk menjadi kekasihnya. Tapi entah mengapa kali ini aku benar-benar benci melihatnya dengan model wanita itu. ITU TERLIHAT TERLALU MESRA!! Dan dia bahkan tidak memberitahuku dari awal kalau akan ada adegan seperti itu. LEE MIN HO-SSI KAU BENAR-BENAR!!!!


**********


“.............”Akhirnya syuting ini selesai. Hari ini fokusku hanya padanya. Mengingat video itu lagi dan lagi. Sial.

Demi tuhan hari ini mood ku benar-benar hancur karenanya. Biasanya aku tidak seperti ini. Aku bahkan masih bisa mentoleransi dan menganggap kissing scenenya bersama Min Young dengan santai, karena aku tau itu hanyalah tuntutan pekerjaan. Tetapi sekarang apa? Aku begitu kesal melihatnya bersama model itu? Apa ini karena aku-terlalu-merindukan-nya? Goo Hye Sun apa kau sedang kerasukan?

“Apa dia tidak meneleponku?” Tanyaku pada managerku malas.

“Tidak. Oh bukan. Maksudku belum..” Begitulah jawabannya.

Managerku selalu menjawab “Belum” jika aku menanyakan pertanyaan itu. Katanya “Belum itu berarti akan, karena Min Ho pasti akan meneleponmu saat dia merindukanmu. Dan aku tau kalau pria itu selalu merindukanmu setiap detik..” Selalu aku tersenyum jika mengingat perkataannya itu.

Dan benar saja tidak lama kemudian dia meneleponku.

“Lagi-lagi kau diam..” Kataku kesal.

“Aku sedang menikmati deruan nafasmu. Aku ingin memastikan kalau aku masih bisa mendengar hembusan nafas halusmu..”

Seketika aku melongo. Sepenting itukah nafasku untuknya? Lagi-lagi dia dengan mudah membuatku melupakan kekesalanku padanya.

“Ada apa?”

“Tidak.. Aku hanya merindukanmu..”

“Lagi-lagi kau mengatakan itu,..”

“Sejak kapan ada larangan seorang kekasih merindukan kekasihnya? Kau ini benar-benar!”

“Bukan begitu.. Kau bahkan baru mengatakan itu kemarin malam,..”

“Lalu? Memang salah?”

“Terserah kau saja,..” Jawabku asal,..

“Yaaaa!! Kau ini kenapa? Kau tidak senang aku meneleponmu?” Dengar. Dia mulai meneriakiku. Dan demi tuhan aku rindu saat-saat dia meneriakiku.

“Kau pikir aku kenapa?” Aku bertanya balik padanya.

“Oh aku tau!! Pasti karena BTS 12plus itu?”

“.........” Aku terdiam,..

“Hye Sun~ah itu sama sekali bukan gayamu. Men-cemburui-ku. Itu benar-benar sama sekali bukan gayamu, karena kau tau kau adalah oksigenku, hidupku, dan segalanya untukku. Apakah itu kurang?”

“Entahlah,.. Hari ini rasa cemburuku padamu sedang mencapai tingkat yang maksimal!”

“Itu karena kau terlalu merindukanku Hye Sun sayang~”

“Cih, tolong hentikan sifat narsis mu itu Tuan Lee...”

“Aku akan terus melakukan sifat narsisku kalau itu membuatmu lebih baik, kalau itu akan membuatmu kembali tersenyum karenaku..”

Suaranya begitu halus. Sangat menenangkan. Membuatku memaafkannya dengan mudah.

“Mulailah memaksimalkan rasa percayamu padaku setiap saat. Karena kau harus percaya kalau kau adalah pusat pikiranku Hye Sun~ah. Dan kau harus percaya kalau aku selalu ingin menua bersamamu, bersama peri cantikku.. Aku mencintaimu~”

“Gomaweo.. Aku juga mencintaimu~”

“Kembalilah bekerja. Dan tunggulah aku kembali...”


**********

Dua hari kemudian..

Sedang asyik aku mengetik sesuatu di laptopku, aku merasakan dua lengan yang sangat familiar memeluk bahuku lembut. Dia sudah pulang?

“Aku hanya ingin pesta pernikahan yang sederhana dan mendengarnya mengatakan “I do..” di depan pendeta. Setelah itu membangun keluarga dengan penuh cinta bersamanya. Itukah yang ingin kau lakukan bersamaku di masa depan?” Sial! Dia membacanya.

“As you read Min Ho~ah.” Aku mendongak ke arahnya dan aku melihat dia tersenyum mendengarku mengatakan itu. Akhirnya senyuman favoritku kembali.

Gemas melihatnya tersenyum seperti itu kuberanikan diri mengakat kepalaku mendekatkan pada kepalanya. Mengecupnya, melampiaskan rasa rinduku selama 6 hari ini.



Min Ho’s POV

Diam-diam aku datang ke apartementnya hari ini. Sengaja ingin membuatnya terkejut. Lama sudah aku tidak melihat wajah terkejutnya yang menggemaskan itu.

Entah apa yang sedang dia ketik sampai-sampai dia tidak menyadari keberadaanku di sini. Tubuhnya dibalut dengan kemeja putih agak transparan. Sedikit bertanya, bagaimana bisa dia selalu melarangku memakai kemeja putih? Sedangakan dia terlihat sama mematikannya saat mengenakan kemeja putih longgar seperti itu!!  

Perlahan aku mendekati tubuh mungil itu, lalu memeluknya dari belakang. Ya. Aku bisa melihat wajah terkejutnya dari sisi yang berbeda. Tetap menggemaskan. Sementara dia melongo seakan-akan berpikir “Apakah benar kedua lengan ini milik kekasihku?” aku membaca teks yang dia ketik sedari tadi.

“Aku hanya ingin pesta pernikahan yang sederhana dan mendengarnya mengatakan “I do..” di depan pendeta. Setelah itu membangun keluarga dengan penuh cinta bersamanya. Itukah yang ingin kau lakukan bersamaku di masa depan?”

“As you read Min Ho~ah...”

Cukup kaget membaca dan mendengar jawabannya. Meresa sedikit..... tidak.. tidak sedikit! Tapi sangat bersalah! Aku merasa sangat bersalah. Merasa sangat bersalah karena telah memaksanya untuk tetap mencintaiku dalam keadaan seperti ini. Tapi apakah itu berlebihan? Aku sudah terlanjur terperangkap dalam cintanya. Sudah terlanjur terobsesi untuk menua bersamanya. Apakah itu berlebihan? Kalaupun iya, maafkan aku. Aku sudah terlanjur lebih dari mencintainya..

Dia mendongak ke arahku dan mulai mendekatkan kepalanya pada kepalaku. Dia mengecup bibirku. Kecupan yang cukup dalam seakan dia sedang melampiaskan semua perasaannya padaku. Tidak lama kemudian dia melepaskan kecupan itu.

“Kau tidak sedang kerasukan?” Tanyaku mengejek.

“Mengapa kau selalu merusak mood ku disaat aku sedang ingin berbuat baik padamu?” Lihatlah. Caranya mengerucutkan bibirnya itu sangatlah menggemaskan. Apa dia ingin aku mati perlahan?

“Bukan seperti itu. Tapi tidak biasanya kau mengecupku duluan..”

“Itu................... karena aku merindukanmu.”

Mendengar itu aku langsung menundukan kepalaku, menatapnya lekat-lekat sambil kembali merekam wajah tanpa cacatnya di otakku..

“Terima kasih. Terima kasih telah mengatakannya....” setelah mengatakan itu, langsung saja ku tempelkan bibirku pada bibirnya.

Melumat bibirnya penuh perasaan. Awalnya hanya lumatan lembut, tapi emosiku memaksaku untuk melakukannya lebih. Aku merindukan bibirnya. Bibirnya yang selalu menyambut bibirku dengan hangat. Jika kalian ingin tau, mencium bibir “dua wanita” itu sekalipun hanya bibirnya lah yang bisa memperlakukan bibirku dengan tepat. Penuh perasaan dan penuh kehati-hatian. Begitu pun aku terhadapnya..



Hye Sun’s POV

Sebegitu senangnya kah dia saat aku mengatakan kalau aku merindukannya? Sampai-sampai dia harus berterima kasih padaku? Asal kalian tau, satu hal yang paling indah yang pernah aku lakukan adalah mencintainya. Meskipun keadaannya sulit, tapi aku harus yakin bahwa tuhan telah menyiapkan sesuatu yang indah untuk kami. Mulai sekarang aku akan memaksimalkan rasa percayaku padanya seperti yang dia perintahkan padaku dua hari yang lalu.

Sekarang dia yang memulai medekati wajahnya pada wajahku. Aku tau yang diinginkannya dan refleks aku membuka mulutku sedikit. Nafasnya hangatnya...... lagi-lagi membuatku merinding.

Kali ini lumatannya berbeda. Begitu dalam dan penuh emosi, sampai-sampai dia tidak memberiku sedikit kesempatan untuk bernafas.

Dia mengangkat tubuhku, menyuruhku bangun dari tempat dudukku. Dia memutarkan tubuhnya menuju hadapanku. Tanpa melepas lumatan diantara bibir kami dia menarikku, membawaku, dan meniduriku di atas ranjang.

Perlahan aku merasakan tangannya mulai menelusup masuk ke dalam kemejaku. Mengelus pinggangku halus. Darahku seolah berhenti mendapat perlakuan seperti itu. Puas mengelus pinggangku sekarang dia mulai membuka kancing kemejaku satu persatu sambil melanjutkan ciumannya di leherku, meninggalkan bercak merah di sana.

Tidak lama kemudian dia memberhentikan aktivitasnya. Aku menatapnya penuh tanya..

“Sudah cukup aku menodaimu.. Kita bahkan belum menikah, tapi aku sudah-ntah-keberapa-kalinya menidurimu. Mianhae...” Dia menjelaskan semuanya sambil kembali mengancingi kancing kemejaku. Hampir menangis aku mendengarnya.

“Kemarilah...” Dia merentangkan tangannya menyuruhku masuk dalam pelukannya. Aku mengiyakan perintahnya. Masuk dalam pelukannya, membenamkan kepalaku di dadanya. Suara detak jantungnya. Selalu indah dan menenangkan untuk didengar.

“Kau selalu menghancurkannya...” Katanya tiba-tiba.

“Menghancurkan apa maksudmu?” Tanyaku bingung dan sedikit kaget.

“Menghancurkan segala rencanaku, langkah-langkahku yang telah ku susun satu-persatu..” Aku semakin bingung mendengar penjelasannya.

“Langkah-langkah apa yang telah kau susun, eh?”

“Aku ingin melakukan semuanya dengan mu dengan langkah-langkah yang benar. Tidak ingin menidurimu sebelum kita menikah. Tapi ternyata apa? Dengan melihatmu saja membuatku goyah dan melupakan janjiku pada diriku sendiri untuk tidak menyentuh bahkan menidurimu dan akhirnya menodaimu. Mianhae...”

Oh tuhan...... Sungguh terima kasih. Terima kasih kau telah memberikan pria yang sangat lebih dari sempurna untukku. Dia bahkan merasa bersalah setelah meniduriku. Dia sangat menghargaiku. Aku semakin mempererat pelukanku padanya. Merekam detak jantungnya selama yang aku bisa.

“Boleh aku tidur di sini?” Tiba-tiba dia bertanya memecahkan keheningan diantara kami.

“Masih meminta izinku?” Dia terkekeh mendengar jawabanku..

“Bisakah kau mempererat pelukanmu?” Pintaku manja padanya.. “Caramu melingkarkan lenganmu dipinggangku. Aku merindukan itu..” Jelasku sambil mendongak ke arahnya. Dia tersenyum halus kepadaku sambil menarikku lebih dalam lagi ke pelukannya.

“Tidurlah. Besok pagi aku akan membangunkanmu dengan senyuman favoritmu..” Aku terkekeh mendegarnya mengatakan itu. Dia memang selalu tau apa saja yang menjadi favoritku dari dirinya. Dan aku merasakan kecupan halusnya di ujung kepalaku sebelum kami benar-benar tertidur dan masuk dalam mimpi kami masing-masing.


**********

Pagi harinya..

Min Ho’s POV


Mandi sudah, menyiapkan sarapan untuknya juga sudah. Sekarang waktunya membangunkannya.

“Hye Sun~ah, sudah jam 8,.. kau tidak ingin bangun?” Perlahan aku membangunkannya, aku takut mengganggu tidurnya.

“Mmm.......” Sialan wanita ini! Masih pagi tapi dia sudah berdeham seseksi itu. Tuhan.. kuatkan aku..

“Bangunlah.. Apa kau tidak ingin melihat senyum favoritmu?” Aku mengelus pipinya hati-hati. Dia mulai membuka matanya. Aku tersenyum menyambutnya. Dapat ku lihat dengan jelas wajah leganya saat melihat senyuman favoritnya masih disisinya. Rasanya tidak tega untuk mengatakan kalau hari ini sampai empat hari ke depan aku sudah harus meninggalkannya lagi. Kali ini Hongkong yang menjadi giliran. Ku harap dia tidak akan marah.


**********

Author’s POV

“Sial aku sudah hampir telat. Pria itu selalu saja membuatku lupa waktu.” Batin Hye Sun menggerutu.
Dia terlihat sangat repot memasukan semua barang yang harus dia bawa ke dalam tasnya. Sedangkan kekasihnya yang mempesona itu sudah menunggunya di ruang makan untuk sarapan.

Hye Sun menuju ke ruang makan. Handuk yang dia pakai untuk mengeringkan rambutnya itu masih diletakkan di atas kepalanya. Min Ho hanya melongo saat melihat gadisnya keluar dari kamar dengan keadaan yang seperti itu.

“Kapan kau akan berubah gadis bodoh?!” Tanya Min Ho heran.

“Sudah kau diam saja. Kali ini bukan waktunya untuk berdebat! Aku sudah terlambat..” Hye Sun menjawab pertanyaan Min Ho ketus. Dia langsung melemparkan tasnya ke kursi di sebelahnya yang kosong dan langsung melahap roti paggang yang sudah disediakan kekasihnya itu sambil mengambil sepatunya dan memakaikannya ke kaki mungilnya.

“Kau yang salah. Mengapa kau tidak memberitahu ku kalau kau harus berangkat pagi-pagi hari ini? Kalau tau begitu aku akan membangunkanmu lebih pagi.” Min Ho berbalik marah pada Hye Sun. Dapat dipastikan apartement seorang Goo Hye Sun juga merasa lega kalau penghuninya, dua sejoli ini baik-baik saja. Mereka masih bertengkar di pagi hari. Pertengkaran mereka yang sudah dia rindukan selama 6 hari..

“Ku bilang kau diam saja!!” Hye Sun membentak Min Ho dengan mulut yang masih penuh dengan roti pagang yang dia lahap.

“Kebiasaan burukmu itu tidak pernah hilang. Bicara saat mulutmu masih penuh dengan makanan. Tersedak baru tau rasa nanti kau!” Lagi-lagi Min Ho membalas perkataan Hye Sun. Kalau sudah bertengkar seperti ini, mereka memang tidak ada yang mau mengalah.

“Dia bahkan lebih cerewet dariku..” Hye Sun menggerutu..

“Tsshhhh kau ini..” Cukup jelas gerutu Hye Sun tertangkap oleh telinga Min Ho.

Setelah menyelesaikan sarapannya Min Ho beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju kamar Hye Sun.

Min Ho keluar dari kamar Hye Sun dengan membawa sebuah sisir. Dikeringkannya rambut gadisnya denga handuk yang masih terletak di kepala gadisnya itu. Merasakan rambut Hye Sun sudah cukup kering, Min Ho mulai menyisirkan rambut halus Hye Sun perlahan dan penuh hati-hati seakan dia tidak ingin menyakiti gadisnya.

“Apa sih yang bisa kau lakukan tanpa diriku?..”
Hye Sun mendongak ke arah Min Ho saat mendengar pertanyaan itu.

“Jadi, kau tidak akan kemana-mana, kan? Kau akan selalu di sisiku membantuku mengerjakan semuanya, kan?” Hye Sun balik bertanya pada Min Ho. Kali ini wajahnya begitu serius.

“Tidak akan. Aku tidak akan kemana-mana dan selalu di sisimu untuk membantumu.”


**********

Min Ho’s POV

Selesai sudah aku menyisirkan rambutnya. Tuhan bahkan rambutnya pun terlihat sempurna. Kau benar-benar salah telah membiarkan bidadari cantik ini untuk keluar dari surga-Mu.

“Oiya, kita hampir melupakannya. Ciuman pagi hari?” Bagaimana bisa aku melupakan hal rutin yang sangat menyenangkan itu.

“Mmm..” Dehamnya mengiyakan. Sial sial sial.. Lagi-lagi dia berdeham. Entah bagaimana mendeskripsikan perasaanku saat mendengar dehamannya. Demi apapun itu sangat seksi!!

Karena dehamannya itu aku semakin bernafsu untuk menciumnya. Aku menciuminya penuh nafsu karena lagi-lagi aku harus meninggalkannya. Berfikir bahwa empat hari ke depan aku tidak akan bisa mengecup bibir mungilnya ini. Tidak ada ciuman selamat pagi dan ciuman sebelum tidur. Cukup sudah penderitaanku!

“Handphone ku bergetar..” Katanya disela-sela ciuman kami. Mengganggu saja!

“Aku sudah benar-benar telat. Aku harus benar-benar pergi sekarang..”

“Tunggu dulu..” Aku menarik lengannya.

“Apa lagi?”

“Aku harus ke Hongkong hari ini..”

“Haruskah? Kita bahkan belum ada sehari bertemu,..” Wajahnya........ membuatku lagi-lagi merasa sangat bersalah.

“Maaf.. ak....”

“Terserah kau saja. Aku sudah telat." Dia melepaskan genggamanku dengan paksa dan pergi begitu saja.

Dia pasti marah. Semoga tidak terjadi perang dingin diantara kami..


**********

Hye Sun's POV

Aku sedang berada di ruang make up. Tiba-tiba handphone ku bergetar.

"Maaf aku harus pergi."

Cih.. hanya itu yang bisa dia katakan? gerutuku dalam hati. Tapi untuk kedua kalinya handphone ku bergetar.

"Ingat jangan coba-coba kau membuat makanan sendiri selagi aku tidak ada. Belilah makanan di luar atau telepon nuna ku untuk membantumu membuat makananan. Mengetahui kalau kau tidak pandai memasak itu membuatku lega. Lega karena satu kekhawatiranku menghilang.  Aku tidak perlu khawatir karena jari mungil favoritku tidak akan terluka oleh pisau-pisau sialan itu.."

Ingin pergi 4 hari saja ceramahnya sudah sepanjang ini.. Tapi, pesan ini sudah lebih dari cukup. Sangat cukup untuk membuktikan kalau dia masih memperhatikanku saat dia ingin pergi sekalipun.

Lee Min Ho...... Dia selalu tau bagaimana caranya membuatku menghapus kesalahannya begitu saja. Apakah Tuhan memberitahunya? Selalu saja ada hal yang membuatku lebih dari sekedar mencintainya setiap hari, saat aku mulai membuka mata.



-- T B C ---


Sorry kalau kurang dapet feel nya. I've tried my best  [sweat] Mohon kritik dan komennya semuanya  [smiley-gen013]
« Last Edit: May 09, 2012, 09:05:13 am by MINLUSUN »

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
[guns] [guns] mana chap perdananya lul katanya tonight [hmff]

Udah nohhhh. Awas nanti kalo ga komen yaa   [head break] [head break] [guns]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline windayesg

  • Newbie
  • *
  • Posts: 42
  • cutie~
    • View Profile
yuhuuu... whistling can't wait for orang ketiga. lol

Thanks luluuuu,, [lovestruck]
Lanjut! [hmpfh] [biggrin]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
yuhuuu... whistling can't wait for orang ketiga. lol

Thanks luluuuu,, [lovestruck]
Lanjut! [hmpfh] [biggrin]

lagi-lagi aku berniat jadiin Donghae sebagai org ketiganya  [hmpfh]  [AddEmoticons04257]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
pengen peyuk peyuk peyuk lulu sayangggggggggggggg.
minho ama hye sun klo lagi berdebat sama2 kgk ada yg mo ngalah ye, tp suka cara minho menaklukkan hati  bidadarinya dan sweet bangettttttt.
gw juga bs merasakan kecemburuan sbg seorang wanita disaat kekasihnya harus beradegan mesra dgn rekan kerjanya dan minho tau betul bagaimana cara melunakkan kecemburuan hye sun.
minho bahkan meminta maaf pd hye sun disaat dirinya sering meniduri bidadarinya tanpa ikatan pernikahan ...minho bener2 deh cinmat ama hye sun.
suka scene waktu minho dgn penuh cinta nyisirin rambut indah hye sun..^^
lulu, tengkyu buat chapie 1 nya yg bikin campur aduk ni hati. I LOVE IT ^^


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
pengen peyuk peyuk peyuk lulu sayangggggggggggggg.
minho ama hye sun klo lagi berdebat sama2 kgk ada yg mo ngalah ye, tp suka cara minho menaklukkan hati  bidadarinya dan sweet bangettttttt.
gw juga bs merasakan kecemburuan sbg seorang wanita disaat kekasihnya harus beradegan mesra dgn rekan kerjanya dan minho tau betul bagaimana cara melunakkan kecemburuan hye sun.
minho bahkan meminta maaf pd hye sun disaat dirinya sering meniduri bidadarinya tanpa ikatan pernikahan ...minho bener2 deh cinmat ama hye sun.
suka scene waktu minho dgn penuh cinta nyisirin rambut indah hye sun..^^
lulu, tengkyu buat chapie 1 nya yg bikin campur aduk ni hati. I LOVE IT ^^

Ahhhhhh aku seneng baca komennya  [clap] [clap] Thank you kak shanty  [hug] pas nulis FF ini pun aku yang suka senyum2 sendiri ngebayangin MinSun ngelakuin itu semua ><

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline windayesg

  • Newbie
  • *
  • Posts: 42
  • cutie~
    • View Profile
yuhuuu... whistling can't wait for orang ketiga. lol

Thanks luluuuu,, [lovestruck]
Lanjut! [hmpfh] [biggrin]

lagi-lagi aku berniat jadiin Donghae sebagai org ketiganya  [hmpfh]  [AddEmoticons04257]

donghae? kirain unyuk ato ecung *ngek

Gpp cucookk..  [lovestruck]