Author Topic: Ne Obliviscaris - Os Two was published on seven June (maaf, ada pergantian judul)  (Read 2074 times)

campbell

  • Guest
Ne Obliviscaris

Cast :
Lee Minho as Alec Campbell
Ku Hye Seon as Selena Moon
Lee Jun Ki as Jonathan Ludwig
Junsu 2PM as Drew Jenkis
Park Min Young as Lucy Elle


Nyatanya, hubungan itu tak berjalan mulus. Walaupun segalanya dimulai dari persahabatan, tak berarti akan berakhir bahagia. Jangan pernah menamakan persahabatan sebagai jalan, karena disetiap jalan pasti akan ada tikungan.

Waktu menjawab segalanya. Harusnya, waktu pula yang disalahkan. Kenapa mereka berlima harus dipertemukan dan ditakdirkan untuk berjuang bersama.

Alec dikenal sebagai siswa bermasalah di Obey Nation High School. Ruang hukuman hanya jadi tempat tujuannya ketika datang ke sekolah.
"Harusnya waktu itu aku tidak menunjukkan jari tengahku pada profesor gila itu."

Selena tak pernah mendapatkan masalah. Kecuali perlakuan bully yang didapatkannya dihitung masalah.
"Harusnya aku tidak sekolah waktu itu."

Sebagai anak bungsu yang dituntut agar bisa menyamai kakaknya (yang sekarang tengah study di Academy America), Jo harus menahan keinginannya sendiri. Terkadang, menjadi yang kedua sangat tidak mengenakkan.
"Aku melakukan kesalahan bodoh waktu itu. Seandainya aku tidak melempar bola basket terlalu keras."

Drew tak habis pikir kenapa ayahnya ingin menikah lagi diusia yang hampir mencapai 50 tahun. Apa wanita itu benar-benar sudah membutakan mata dan hatinya.
"Aku lebih menyesali pertemuan ini dibandingkan pernikahan ayahku."

Lucy bagai sosok gadis yang sempurna. Cantik, berbakat, dan pintar. Ia bisa saja menjadi yang paling sempurna jika tidak ada ayah yang terlalu obsesi menjadikannya Puteri Korea yang sempurna. Terkadang, sempurna itu datang dari ketidaksempurnaan.
"Kesalahan terbesarku adalah mencoba untuk bolos hari itu."

Harusnya. Seandainya. Dua kata yang hanya diucapkan oleh para pengecut. Toh benang merah ini telah kusut, membentang dan menarik semua orang ke pusaran tak berujung. Tak ada yang bisa dilakukan kecuali meluruskan kesalahpahaman yang sudah terjadi.

Dan segalanya dimulai dari Ruang Hukuman.


***

OOC : inspirasi the Lemonade Mouth. Hanya beberapa pribadi karakter saja yang saya pinjam, selebihnya hasil imajinasi saya sendiri.
Saya tidak terlalu mengenal artis-artis yang saya pakai, jadi mohon bantuannya jika ada kesalahan.
« Last Edit: June 06, 2012, 08:39:16 am by campbell »

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Lemonade Os
« Reply #1 on: June 05, 2012, 09:53:17 am »
halo sis campbell..mary disini,salam kenal [smiley-gen013] [smiley-gen013]

wuihh,seneng ad ff baru..  [hmpfh]

tp kok ada 1 nama kramat nyempil yah?? [sweat]

updatenya ASAP ya sis.. ditunggu loh  [hmpfh] [hmpfh]

campbell

  • Guest
Re: Lemonade Os
« Reply #2 on: June 05, 2012, 10:10:36 am »
iya makasih. nama keramat?

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: Lemonade Os
« Reply #3 on: June 05, 2012, 10:17:34 am »
itu loh yang jadi lucy elle.. [hmpfh] [hmpfh]


campbell

  • Guest
Re: Lemonade Os
« Reply #4 on: June 05, 2012, 10:25:05 am »
Lucy? Kenapa dengan lucy? Kalau park min young saya sering baca diforum-forum, dan katanya dia bagus, cantik. Cocok untuk karakter lucy elle

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: Lemonade Os
« Reply #5 on: June 05, 2012, 11:04:39 am »
Lucy? Kenapa dengan lucy? Kalau park min young saya sering baca diforum-forum, dan katanya dia bagus, cantik. Cocok untuk karakter lucy elle
Nah jika begitu,lebih baik anda mencoba untuk mencari tahu lebih tentang sosok ini.Karena bagi KAMI ia tidak sesempurna sosok Lucy Elle.Maaf jangan tersinggung tapi jujur saya jadi malas baca begitu liat cast n karakter orang ini.Kesannya terlalu mengagungkan orang ini yang padahal kenyataannya jika dibandingkan dengan cast-nya,pmy ibarat intisari bumi dengan langit.Maaf tapi saya berharap jika cast orang ini di ganti.Sekian dan terima kasih _?_

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: Lemonade Os
« Reply #6 on: June 05, 2012, 11:14:53 am »
hey salam  kenal  teman  wah ff baru yaa
boleh kasih saran yaaaa  tokoh nya elle itu ganti aja jangan nama itu say karena teman teman disini banyak yang alergi sama nama itu heheeheeh kan masih banyak yang lain
sorry ini cuma saran kalo ndak brkenan ya sudah silahkan dilanjutkan peace
 grop ku cantik  tanpa sampah plastik wkwkwwkwwkwwk  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

campbell

  • Guest
Re: Lemonade Os
« Reply #7 on: June 05, 2012, 11:21:09 am »
apa diperaturan forum tertulis bahwa dilarang menggunakan karakter Park Min Young? lagipula, saya menggunakan nama Lucy Elle untuk setiap chapter. saya pikir tidak ada masalah. dan maaf, saya tidak akan mengganti karakter jika alasan yang anda berikan terlalu kekanak-kanakan.

Offline Namutz

  • Junior
  • **
  • Posts: 197
  • nona goo is inspiring women
    • View Profile
Re: Lemonade Os
« Reply #8 on: June 05, 2012, 11:31:49 am »
apa diperaturan forum tertulis bahwa dilarang menggunakan karakter Park Min Young? lagipula, saya menggunakan nama Lucy Elle untuk setiap chapter. saya pikir tidak ada masalah. dan maaf, saya tidak akan mengganti karakter jika alasan yang anda berikan terlalu kekanak-kanakan.
bukan lucy alle nya yang bermasalah tapi ya yang meranin itu lho banyak temen yang ndak suka sama dia apa lagi karakternya begitu  ini kan cuma masukan  kalo ndak di trima ya sudah!! sudah aku bilang kan silahkan di teruskan toh hasil ahirnya  tetep di tangan para pembaca  [lovestruck] peace

campbell

  • Guest
Re: Lemonade Os
« Reply #9 on: June 05, 2012, 12:54:47 pm »
Os One

Alec berjalan menyusuri koridor sekolah dengan tampang berandalnya. Obsidiannya tak henti memandang dengan tajam siapapun yang berani menatapnya lebih dari tiga detik. Hari ini masih sama seperti hari sebelumnya. Sekolah. Belajar. Dan--

"CAMPBEEEEEL!!!"

--teriakan para guru.

Alec hanya membalikkan badannya. Dan dengan cuek melambaikan tangan seakan ia hanya menyapa kawan lama.

"Aku tidak akan pergi terlalu lama. Jangan merindukanku, head master."

Setelah mengeluarkan seringai khasnya, ia kembali menyusuri koridor sekolah. Meninggalkan sang head master yang tergopoh-gopoh menyusulnya.

Disudut lain, Selena menatap semua pemandangan itu dengan--kagum. Ya, kata yang kurang lebih seperti itu. Ia tak bisa menjadi seperti Alec--walaupun terkadang ia menginginkannya; pemberontak, maniak hukuman, dan ditakuti banyak siswa. Selena hanya bisa menjadi sesosok rumput liar, yang bahkan bisa diinjak siapapun tanpa bisa membela diri.

Setelah memastikan tak ada seorang pun yang memperhatikannya, Selena melangkah keluar dari persembunyian. Kembali menuju tempat yang dimana ia bisa jadi diri sendiri tanpa takut dibully.

"Halo Moon, liburanmu menyenangkan?" Sebuah interupsi menyeruak ke membran pendengarannya, membuat Selena harus menutup mata.

"Kupikir kau sudah tenggelam di lautan Atlantis," kali ini suara lain lagi. Masih dengan nada mencemooh. "Ngomong-ngomong, kau lagi dalam masa ya? Tanda merahnya kelihatan sekali loh."

Harusnya Selena tak memperdulikan semua perkataan itu. Tapi, ia terlanjur panik. Dengan cepat ia menoleh ke bagian bawahnya, malang, tangannya malah menyenggol minuman yang dibawa oleh salah satu anggota kelompok itu.

Bagi Selena, semua terjadi hanya dalam hitungan detik. Iris kembarnya tiba-tiba mendapati wali kelasnya, Mr. Taylor, berdiri dengan murka tepat dihadapannya. Selena baru menyadari bahwa ternyata ia memecahkan mesin minuman yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.

Well yeah, she did?

DETENTION ROOM. Basement. 11 a.m until 3 p.m. Best regard, Mr. Taylor

Tak ada yang bisa dilakukan selain menurut. Bukankah rumput liar tak bisa melakukan apapun?

Alec terus melangkah melewati halaman sekolah yang luas. Ia memang berniat bolos. Eksitensinya sebagai bad-boy harus terus dipertahankan, bukan?

Membran pendengarannya secara samar menangkap suara benda jatuh seraya satu bola basket melayang tepat diatas kepalanya dan dengan hantaman keras. Alec tidak akan menjadi preman jika hantaman bola basket bisa membuatnya pingsan.

Obsidiannya bergulir cepat mencari tahu siapa pelaku yang harus bertanggung jawab. Tak sabar untuk bertemu sang pencipta, hah?

"Kembalikan bola itu, Campbell. Dan segera kembali kekelasmu." Mr. Noel, salah satu guru yang tak takut terhadap Alec. "Temanmu tidak sengaja melakukannya. Ia tadi tidak dapat melihatmu."

Teman? Dia bilang, teman?

"Kurasa imbisil bodoh itu bisa melihat ini." Tanpa memperdulikan tarikan napas yang serentak terjadi, Alec terus menunjukkan jari tengahnya.

DETENTION ROOM. Basement. 11 a.m until 3 p.m. Best regard, Mr. Noel

Detention? Sudah biasa kok.

Lucy menarik napas panjang ketika keluar dari dewan guru. Ayahnya yang baik hati itu memaksanya untuk ambil konsultasi universitas. FYI, ia baru second grade. Masih ada bertahun-tahun lagi untuk masuk universitas.

Dan entah kenapa pagi ini Lucy benar-benar bosan. Ia malas belajar aritmatika. Kalaupun dipaksakan untuk masuk, mungkin ia akan kena teguran. Dan pasti teguran itu akan sampai ditelinga ayahnya.

Bolos? Satu tindakan yang mendadak tersirat diotaknya. Setelah memastikan biolanya aman diloker, ia berjalan mengendap-endap. Lucy tak pernah membolos sebelumnya, jadi jangan heran tak sampai lima detik ia berpikir untuk bolos, sudah ada guru yang memergokinya.

"Kupikir kelasmu berada dilantai tiga, miss Elle. Untuk apa berjalan mengendap-endap seperti pencuri dilantai dasar?"

DETENTION ROOM. Basement. 11 a.m until 3 p.m. Best regard, Ms. Taylor

Great.

Jo tak pernah berniat sedikitpun untuk masuk tim basket sekolah. Ia hanya menyenangi drum, alat musik yang menentukan ritme permainan semua anggota tim. Tapi ia tak bisa membantah ketika sang mum menyuruhnya untuk ambil bagian dalam tim ini. Sama seperti Tommy, kakak sulungnya yang jadi kebanggaan keluarga.

"Hoi Ludwig, cepat lemparkan bola itu! Aku tidak bisa menilaimu jika kau terus berdiam terus seperti itu!"

Jo menatap ragu -calon-pelatih basketnya. Dengan tenaga seorang drummer, Jo melempar bola oranye itu. Entah dilempar kearah mana, karena tiba-tiba kristal kelamnya menangkap raut marah dan kesakitan pelatihnya. Ups. Apa Jo baru saja mengenai...

DETENTION ROOM. Basement. 11 a.m until 3 p.m. Best regard, Mr. Noel

Berdoa saja semoga Tommy juga pernah mendapatkan hukuman.

Drew dengan cepat mengemasi barang-barangnya dan loncat dari mobil. Ia tak lagi memperdulikan perkataan ayahnya mengenai calon istrinya itu. Masa bodoh. Ia sudah terlambat untuk presentasi.

Jenjangnya melangkah cepat menyusuri koridor. Setiap kata yang dilontarkan ayahnya semakin terpatri dalam ingatan seiring dengan langkah kakinya. Dasar tua bangka. Apa dia tidak sadar umur.

Nyatanya, Drew-lah yang tidak sadar waktu. Langkah kakinya semakin melambat. Ingatannya kembali ke kemarin malam ketika ayahnya dengan riang mengatakan akan menikah lagi.

"Maaf sir, saya terlambat." Mr. Craig bukan tipe orang yang gampang mentoleril kesalahan, apalagi kesalahan terlambat dikelasnya lebih dari satu jam setengah.

"Kuharap kau menikmati sisa waktumu, Mr. Jenkis."

DETENTION ROOM. Basement. 11 a.m until 3 p.m. Best regard, Mr. Craig

Ini semua salah wanita itu.

...

OOC : ini baru pengenalan masing-masing karakter dan alasan kenapa mereka berlima bertemu.

Offline Yunie

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • Your smile is happiness
    • View Profile
Re: Lemonade Os - Os One was published on six June
« Reply #10 on: June 05, 2012, 04:56:02 pm »
Mlihat ad nma PMY nyempil dicast bulu kuduk naik...
Mf Campbell bkan mksud menggurui. Penghuni dsini gak suka ad PMY pnya alasan yg kuat bkan alsan kkanakan sperti yg sista ktakan. Karena mereka dah tahu bgaimana PMY mkanya mreka mgatakan sperti it, krena sista tdak mengenal cast yg dibuat lbih baik cri thu dlu...
Wlaupun nma yg dgunakan Lucy tpi dlam byangan Lucy it PMY, jdi gak suka ma ni ff apalagi dri critanya Lucy akn sering muncul...
Mf ya Campbell
MINSUN COUPLE FOREVER
MINSUNSHIPPER FIGHTING

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
sebelumnya aq kira ni iklan lo bkan ff krn jdlnya tp stelah ada pergantian jd tau trims sdh diganti.crtanya good,anak skolah jman skarang ditunggu next story y.utk mslah PMY boleh2 aja seh msuk tp bsa ga aq minta jgn pkai pic dia plisss?krn emang bner yg dikatakan tmen2 sni,qta kurang ska ama that girl-maaf menyinggung author,ga brmaksud :) tanpa pic qta bisa byangin yg org lain,makasih yaa.dr karakter aja sudah bagus.ditunggu ^^
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Assiiik... ada FF baru...

Ditunggu lanjutannya ya sist... Gue gak masalah siapa aja cast sampingannya, yang penting Minsun teutep tokoh utama  [lovestruck] [lovestruck]...

campbell

  • Guest
Os Two

Takdirlah yang membawa mereka berlima ketempat ini. Tak banyak orang yang menyadari, ada ikatan yang lebih kuat dari sekedar hubungan saudara ataupun orangtua. Ikatan yang lebih dalam yang terkadang tidak dimengerti oleh manusia sendiri. Seperti benang merah yang saling terhubung antara seseorang dengan orang lain, benang yang lebih kuat dibandingkan cinta. Jodoh. Takdir lain yang membawa manusia terkadang berpikir secara irasional.

Ruang hukuman terletak di basement. Lantainya para imbisil bodoh, begitu ungkapan sarkatis Alec. Nyatanya, ia-lah orang yang paling sering mengunjungi basement akibat kartu detensi yang didapatnya. Menuju basement hanya perlu lewat lift khusus.

Di basement--selain Detention Room--juga terdapat beberapa klub yang tidak didukung secara vinansial oleh pihak Obey. Seperti klub koran sekolah, catur, musik, berkebun, duel (yang ini ditolak mentah-mentah bahkan sebelum proposal pembentukan klub baru diletakkan diatas meja head master), drama, et cetera. Hanya olahraga yang dibiayai oleh sekolah karna menurut head master, sponsor lebih tertarik kepada olahraga dibandingkan kegiatan lain.

Jenjang Selena menyusuri dengan pelan koridor basement. Tempat ini ramai, bahkan lebih ramai dari dunia atas. Anak-anak yang terkesan diasingkan mendiami dunia bawah tanah, sedangkan yang populer didunia atas. Itu adalah paradigma yang diterpatri diotaknya sejak first grade.

Basement terdiri dari dua lantai, dan menurut peta, Detention Room terletak dilantai satu diruangan paling sudut.

"Kena detensi juga, he?" Selena tersentak kaget. Suara bariton itu berada tepat dibelakang telinganya. Reflek, Selena berbalik dan sempat menabrak beberapa barang pajangan milik klub drama dikoridor.

"Whoa, reflekmu buruk, miss. Ngomong-ngomong, kau freshman? Sepertinya aku tidak pernah melihatmu ditempat ini." Alec dengan santai memasukkan kedua tangannya kesaku celana, menganggap bahwa sikap Selena tadi tidak banyak berpengaruh untuknya.

Selena tak bisa berkata apapun. Seluruh saraf motoriknya seakan tersuntik literan morfin hingga berasa kaku. Ini pertama kalinya Alec dan ia berbicara empat mata, dengan jarak kurang dari dua meter.

"Well, aku tidak bisa menunggu jawaban darimu terlalu lama. So, we have to come in together. Shall we?"

Selena menganguk dengan kaku. Don't tell her that they must be detention together. My!

"Peraturan disini sangat sederhana. No eating, no drinking, no sleeping, no talking, no typing, no texting. Jika kalian melanggarnya, tentu saja aku akan menambah hukuman kalian dengan senang hati. Are we clear? Great."

Ms. Imel, guru musik actually, tapi karena musik tak mendapatkan dukungan finansial dari sekolah, ia beralih fungsi menjadi pemberi hukuman. Ia sibuk menghitung berapa orang yang ada diruang hukuman. Tak banyak. Hanya mereka berlima.

"Alright. I have dicided, karena aku harus mengawasi kinerja para CS yang baru, dan aku tidak ingin kalian bermalas-malasan selama empat jam mendatang, kita akan melakukan sesuatu."

Drew tak paham. Apa maksudnya 'melakukan sesuatu' itu membersihkan ruang hukuman ini? Great.

"We are gonna clean up the around here, membongkar apapun yang bisa dibongkar, dan mengubah tempat ini menjadi lebih baik. Shall we?"

Kan?

Drew menatap Alec yang duduk disebelahnya.
"Dude, aku lebih memilih menghabiskan sisa hidupku dipanti jompo dibandingkan harus melakukan ini. Tempat ini neraka!"

Alec menyeringai mendengarnya. Mereka berdua melakukan high five tanpa memperdulikan tatapan ganas Ms. Imel.

"No comment, Mr. Jenkis. Dan kuharap kau tidak mencari teman sepermainan, Mr. Campbell. Kalau tidak hukuman kalian semua akan kutambah."

Koor 'HEEEY!!!' seketika menggema.

"Kalian tahu, jika saja pihak sekolah menyisihkan sedikit dari dana olahraga itu untuk membuat klub musik, tidak seharusnya kita berada disini."

Alec memutar kembar obsidiannya dengan gestur bosan. Karena terlalu sering masuk ruang hukuman, dia sudah kebal dengan sikap drama guru satunya ini.

"Kita telah tergusur ke ruang bawah tanah. Tempat ini hanya untuk orang-orang terbuang. Dan itu bukan kita! Nah! Sekarang silahkan kerjakan tugas kalian. I'll be back in one hour."

Lucy yang pertama sadar setelah Ms. Imel keluar dari ruang hukuman. Ia segera berdiri, mengambil lap yang diberikan guru tadi, dan pergi menuju ke sudut ruangan yang penuh dengan kotoran dan debu.

"Aku ingin segera keluar dari tempat ini, jadi kuharap kalian bisa bekerja sama denganku."

Alec mendengus. Tak ada seorang pun yang boleh memerintahnya. Onix kelamnya menatap tajam Lucy seraya berkata, "Aku tidak menyangka seorang putri Korea yang sempurna bisa datang ketempat ini."

"Shut up, Campbell. Just do it." Ini pertama kalinya Selena mengeluarkan suara. Tanpa memperdulikan tatapan tajam Alec, Selena mengikuti jejak Lucy.

Jo yang masih setia duduk ditempat duduknya, sama seperti dua cowok lain itu, mulai mengeluarkan pendapatnya yang terkadang sangat kontroversial. "This school is stick! Hukuman seperti ini benar-benar tidak manusiawi."

"So welcome to high school, dude," komentar Alec.

Drew mulai mengikuti jejak para gadis untuk bebersih, sedangkan Jo dan Alec tetap bertahan ditempat.

Bunyi air bocor dari langit-langit menghiasi suasana sunyi mereka. Dan segalanya mulai terjadi.

Rentetan nada-nada yang ada disekitar mereka menjelma menjadi kumpulan irama memesona. Petikkan tangan, semprotan pembersih, dan lemparan kunci-kunci.

Sadar bahwa mereka akan bersenang-senang, Alec bangun dan mengambil gitar kusam diatas meja.

Mereka bergembira. Ikatan takdir yang tak disadari akan membawa pada suatu kesalahpahaman tak berujung. Melodi yang terlantunkan dari suara indah Selena membuat segalanya buram. Benang merah mulai menjalar, mengikat kelimanya dalam keputusasaan berkepanjangan.

Let the music groove you
Let the melody move you
Feel the beat and just let go
Get the rhythm into your soul
Let the music take you
Anywhere it wants to
When we're stuck and can't get free
No matter what, we'll still be singing
Come on, come on
Turn up the music
It's all we got
We're gonna use it
Come on, come on
Turn up the music


***

OOC : Lirik Turn Up the Music milik The Lemonade Mouth. I do not making money for that. Beberapa dialog juga saya kutip dan sedikit parapresing.

campbell

  • Guest
Miss Yusne. maaf juga, tapi untuk sekarang saya tidak berniat mengganti cast yang telah saya pikirkan baik-baik. saya merasa anda membatasi gerak-gerik saya untuk berkreasi. not just you actually, but also the people who felt their had known who park min young and thinking 'wow, she doesn't deserve to be
 the perfect character' saya paham jenis seperti apa forum ini. selama saya tidak melanggar peraturan, saya pikir anda tidak perlu khawatir.

Miss Luffy. mercy, dan tidak perlu khawatir. saya tidak akan menggunakan picture untuk karakter apapun difanfiction ini.

Miss Jingga. ghamsahamnida, fanfiction ini mungkin akan lebih fokus pada genre friendship, although the romance will be airing soon.
« Last Edit: June 06, 2012, 11:53:08 am by campbell »