Author Topic: *Cinderella's Shadow* ~Chapter 1 Part 1 last updated June 6, 2010~  (Read 3129 times)

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
CINDERELLA'S SHADOW

신데렐라 그림자
(Sinderella Geurimja)












CAST :



LEE MIN HO




GOO HYE SUN




MOON GEUN YOUNG  [hmpfh] [hmpfh]




Korean title :신데렐라 그림자 / Sinderella Geurimja

Genre        : Romantic, yet mellodrama.

Synopsis     :
Goo Hye Sun, gadis berumur 23 tahun, CEO dan penerus Perusahaan Shinhwa, bertemu seorang yang tak dikenal di dalam studio tari yang gelap gulita..
Mereka berbicara satu sama lain, tentang masa depan dan masa lalu...  Tentang diri mereka...
Mereka memang hanya bisa melihat bayangan satu sama lain, namun, setiap pertemuan absurd itu membuat pemahaman dan ketergantungan antara mereka semakin jelas dan dalam,
Tapi, kemudian, mereka harus dihadapkan dengan suatu kenyataan, salah satu dari mereka harus pergi dari studio itu sebelum pukul duabelas malam...
Mengingatkan kita semua lagi tentang sebuah dongeng berjudul Cinderella...

Status        :  COMING SOON…

Format        :  Short Story

Chapters      :  TBA, but less than five chapters
« Last Edit: June 05, 2010, 09:51:21 pm by karin.lullaby »

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #1 on: April 04, 2010, 03:04:47 am »
yeeee foto si MGY kegedean tuh [head break] [head break] kena lagi deh [hmpfh]
ok ditunggu chp perdananya, klu bisa segera ya [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #2 on: April 04, 2010, 08:37:56 am »
yeeee foto si MGY kegedean tuh [head break] [head break] kena lagi deh [hmpfh]
ok ditunggu chp perdananya, klu bisa segera ya [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]

moso sih mam? kyknya gk gede" amat deh... [hmff] [hmff]
jangan di [head break] [head break]lagi dong...
aku bisa [collapse] [collapse]nih mam... sungguh tega nian dirimu ini.... [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

chp 1 nya lagi dibuat...
hm.. mungkin mesti agak berbasa-basi dulu di pertama-tama, biar gk begitu kaget sama kehidupan Hye Sun di sini...
semoga dari basa-basi kecil itu, semua bisa memahami karakter hye sun di sini...  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #3 on: April 04, 2010, 10:09:10 am »
basa basi apaan [biggrin] mari kita berbasa basi ria [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #4 on: April 04, 2010, 10:39:15 am »
basa basi apaan [biggrin] mari kita berbasa basi ria [hmpfh]

ora mudeng aku iki mam...
maksudnya opo toh??? [what] [what]
puyeng deh dakuu...  [biggrin] [biggrin]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #5 on: April 04, 2010, 11:26:49 am »
maksudnya elu kan berbasabasi di chp pertamanya kan [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner Only~
« Reply #6 on: April 04, 2010, 07:19:16 pm »
d'tunggu ya next chapnya...

Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner and Synopsis Only~
« Reply #7 on: April 29, 2010, 03:55:32 am »
ZIzt KarIn:....., hi LAm KeNaL?

PeRasaaN INi Ff CHaPT 1 BElum AdA DE,,,
ZIzt KApAn nIhh....^_^

DI ApDATe JNg LaMA2 Ya......:P

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner and Synopsis Only~
« Reply #8 on: April 30, 2010, 12:58:49 am »
KARINNNN.... KAPAN NEH CHAP PERDANANYA...??? [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234] [AddEmoticons04234]

gppa dech klo selese ABMS... [hmpfh] yang penting ABMS cepetan d'update ya soalnya penesaran banget neh ama kelanjutan ABMS termasuk penasaran juga ama ff yg atu ini.. [hmpfh]

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
Re: *Cinderella's Shadow* ~Banner and Synopsis Only~
« Reply #9 on: June 05, 2010, 09:09:48 pm »
MAAF BANGET UPDATE NYA LAMA....
Sebenernya udh kelar chap 1 part 1 nya dr kapan" nih...
cuma baru bisa update sekarang... aku akan bikin per part aja ya...  [biggrin] [biggrin]

CINDERELLA'S SHADOW

Chapter 1 part 1   


Perusahaan Pusat Shinhwa, Seoul, Korea Selatan.

   Siang itu, kedua perempuan di hadapannya sedang berdebat dengan heboh, mengungkapkan pendapat mereka tentang strategi marketing yang baik agar dapat memikat lebih banyak pengunjung ke mall yang baru dibangun oleh Shinhwa.

   Seorang perempuan yang memakai kacamata yang duduk dan memimpin jalannya rapat itu sampai-sampai tercengang mendengar perdebatan itu. Ia tak tahu harus mendengarkan siapa. Akhirnya, dengan penuh wibawa, ia berdiri, membuat kedua orang itu berhenti tiba-tiba.

   “Kalau begini terus, kapan yang lain akan mendapat kesempatan bicara?”tanya perempuan itu dengan tenang sekarang pakaiannya yang dari tadi tenggelam di balik meja itu mulai muncul, sebuah kemeja ruffles putih dan rok pensil satin warna ungu, mencerminkan sekali gaya perempuan itu selama ini. Kedua perempuan itu akhirnya segera sadar, ia membungkuk ke arahnya.

   “Jwesonghamnida, Goo Hye Sun-ssi.”kata mereka berdua di saat yang bersamaan.

Hye Sun mengangguk, akhirnya ia duduk lagi, mencoba merelaksasikan dirinya dalam beberapa detik. Baru saja ia ingin mengeluarkan suara di ruang rapat yang sunyi itu, tiba-tiba ponselnya bergetar dia atas meja. Ia mengacuhkannya dan memperhatikan ponsel itu terus bergetar sampai berhenti sama sekali.
   
Setelah getaran ponsel tersebut, kemudian Sekretaris Jung menerobos masuk ke dalam ruang rapat, membungkuk sebentar pada orang-orang di sana yang memandangnya dengan aneh, dan menuju Hye Sun, membisikkan sesuatu yang hampir membuat Hye Sun mati terkejut.
   
“Nona Muda Kedua melarikan diri dari rumah—“bisik Sekretaris Jung. “Dan, Nyonya Besar dilarikan ke rumah sakit.”
   
“Apa?!”Saking kerasnya ia mengucapkan kata-kata itu, semua orang menoleh padanya dengan pandangan bertanya.
   
Hye Sun pun mengalihkan pandangannya ke orang-orang dalam ruang rapat itu. “Rapat ditunda sampai besok hari—”
   
Dengan satu gerakan cepat, ia mengambil ponselnya, melepaskan kacamatanya, dan melangkah keluar dari ruang rapat itu bersama Sekretaris Jung.
   
 “Kenapa Geun Young bisa kabur?”tanya Hye Sun ketika dalam perjalanan menuju mobilnya. “Maksudku, memang tak ada yang menjaganya?”
   
“Setahu pelayan, Nona Geun Young hanya meminta ditinggal sendiri seperti biasa di studio menarinya.”kata Sekretaris Jung dengan suara yang tenang, meskipun ia terus mengikuti langkah atasannya ini yang sudah kelihatan sangat panik. Hye Sun sekarang menekan tombol lift dengan hati gelisah.
   
“Ketika mereka memeriksa di studionya lagi, Nona Geun Young sudah menghilang. Kami sudah berusaha mencari di dalam rumah dan sekitarnya, tapi tak ada tanda-tanda dari Nona Geun Young—“jelas Sekretaris Jung lagi ketika mereka memasuki lift.
   
“Terakhir ia memang meminta padaku dan Halmoni untuk mengganti guru menarinya—“lanjut Hye Sun, menungu lift dari lantai 18 itu sampai ke lantai dasar dengan tidak sabar. “Tapi, kami tidak menggubrisnya—“
   
Sekretaris Jung hanya mengangguk sambil tersenyum, senyum pasrah. Dalam hati ia berpikir kenapa kedua atasannya itu masih saja bisa melawan apa yang diinginkan Nona Muda Keduanya itu. Seharusnya, mereka berdua sudah tau bagaimana perangai Nona Muda Keduanya yang keras.
   
Ketika pintu lift terbuka, Hye Sun segera menerobos keluar tanpa menghiraukan bungkukan dari orang-orang yang ingin masuk ke dalam lift. Ia berjalan cepat sekali ke arah Mercedes Benz yang sudah menunggu di lobby.
   
“Nona Muda Pertama, kita mau ke rumah sakit atau mencari Nona Muda Kedua dulu?” tanya Sekretaris Jung sambil memperhatikan Hye Sun masuk ke dalam pintu mobil yang terbuka.
   
“Rumah sakit—“kata Hye Sun sebelum wajahnya tenggelam masuk ke dalam mobil.
   
Tentu saja, tak ada gunanya ia buang-buang waktu untuk mencari anak yang tak bisa diatur itu. Kesehatan neneknya di atas segala-galanya yang ada di dunia ini. Alasannya mengabulkan segala permintaan anak liar itu hanya agar neneknya tidak tiba-tiba serangan jantung ketika menemukan cucu kandungnya itu kabur dari rumahnya.
   
Hye Sun hanya melihat jalan-jalan kota Seoul dengan pandangan nanar. Ia memang sudah bisa memprediksikan semua ini, anak itu tak akan tinggal diam kalau permintaannya tidak dikabulkan.
   
Geun Young, ketika aku menemukanmu, jangan pikir aku akan tinggal diam.
***
   Hye Sun sedang berada di samping neneknya yang sedang terbaring lemas tak berdaya di tempat tidur rumah sakit, ia menggenggam tangannya erat-erat. Sudah beberapa jam ia berada di sini, sekarang hari sudah malam.
   
“Halmoni, aku janji aku akan temukan Geun Young—“bisik Hye Sun tepat di telinga neneknya. Tapi neneknya tak bergerak.
   
Kemudian, Sekretaris Jung masuk ke dalam ruangan rawat itu. Membisikkan sesuatu lagi pada Hye Sun, “Nona Geun Young telah ditemukan—“
   
Hye Sun menghela napas dalam-dalam. Hal pertama yang harus ia lakukan ketika Geun Young ditemukan adalah memberinya pelajaran. Ia bangkit dari kursinya dan dengan diikuti Sekretaris Jung, ia menuju mobilnya lagi.
***

   “Di mana Geun Young?”tanya Hye Sun sesampainya di rumah pada pelayan yang menyambutnya.

   Pelayan itu menunduk. “Nona Muda Kedua ada di studionya—“

   Dengan tangan terkepal, Hye Sun menuju studio tari yang terletak di ujung rumah itu. Baru saja ia membuka pintu studio yang luas itu, ia sudah melihat Geun Young yang sedang menari ballet diiringi musik klasik, entah gerakan apa itu, tapi ia memutar dengan cepat sekali. Hye Sun tercengang sebentar dengan pertunjukan yang telah dilakukan Geun Young itu. Ia tak dapat memungkiri bakat anak liar ini. Bukan ballet saja. Semua jenis tarian. Ia bisa semuanya. Maka, tak heran ia sudah meraih banyak sekali piala dalam bidang menari.

   Tapi, ia tak mungkin, kan, bertahan hidup hanya dengan menari? Mana bisa ia berhenti dari sekolah formal dan memilih terus latihan menari bersama seorang tutor dari luar negeri yang sudah sangat berbakat? Tapi, ia adalah cucu kandung dari Moon Ryu Hee, jadi semua itu mungkin. Ia bisa terus mendapatkan kesempatan menari sampai tua, tanpa harus memikirkan nasib Shinhwa sama sekali, karena Shinhwa sendiri sudah merupakan tanggung jawab bagi Hye Sun, cucu yang diangkat Moon Ryu Hee yang sudah ditunjuk menjadi penerus Shinhwa.

   “Aku tak suka tamu tak diundang dan penyelinap—“kata Geun Young, membuat Hye Sun kaget dan hampir kehilangan wibawanya. Tapi, itu hanya sebentar, Hye Sun kemudian masuk ke dalam studio itu, menatap Geun Young lekat-lekat, tanpa ditatap balik oleh anak itu.

   Dengan satu gerakan, tangan Hye Sun terayun menuju pipi merah Geun Young.
   

“Apa maksudmu kabur dari rumah dan sekarang menari di sini tanpa memikirkan nenek yang sedang terbaring di rumah sakit?”tanya Hye Sun sambil menatap anak itu yang masih terperangah dengan perlakuan kakak angkatnya ini.

“Untuk apa memikirkan nenek tua itu?”tanya Geun Young kemudian, ketika ia sudah pulih dari keterkejutannya, kata-kata itu diucapkan dengan sangat tenang dan datar.

“Untuk apa?”Hye Sun mengulangi dengan tak percaya, matanya terbelalak.

“Ya. Kenapa tidak cucu kesayangannya saja?”tanya Geun Young lagi dengan datar dan dingin. “Kenapa tidak cucu kebanggaannya saja? Kenapa tidak cucu yang ia beli saja? Kenapa tidak Nona Muda Pertama saja? Kenapa tidak penerus Shinhwa saja yang memikirkan nenek tua itu?”

Sekali lagi, tangan Hye Sun terayun menuju pipi Geun Young, ia menamparnya lagi.

“Cucu yang ia beli ini—“desah Hye Sun perlahan sambil menahan segala luapan emosinya. “Kau tahu apa alasan ia berdiri di sini?”

“Aku tak mau tahu dan aku tak peduli, Nona Muda Pertama—“jawab Geun Young dengan nada yang benar-benar sinis.

Hye Sun tahu, sebutan Nona Muda Pertama dan Nona Muda Kedua dari dulu sudah menganggu anak ini. Geun Young tak suka menjadi yang kedua. Ia selalu senang dimanja dan dijadikan nomor satu, meskipun sifatnya keras setengah mati.

Hye Sun tersenyum hambar. “Aku selalu membiarkanmu, walaupun sejak pertama kali aku di sini, tak pernah sekalipun kau memanggil namaku atau memanggilku ‘Onnie’.”

“Tapi jangan pikir, aku bisa membiarkanmu memandang buruk nenekmu, Moon Geun Young—“lanjut Hye Sun, membalas tatapan dingin dari Geun Young dengan tatapan tajam. “Alasan aku berada di sini adalah karena Halmoni ingin kau bisa terus menari, agar kau tak perlu memikirkan tentang Shinhwa, agar ada satu orang lagi yang bisa dibebani tentang masalah perusahaan, agar Halmoni bisa melihatmu bahagia!”

Mendengar nada bicara Hye Sun yang terus meninggi, Geun Young menutup kedua telinganya, tak mau mendengar. “Kau adalah cucu kesayangannya. Aku tak mau peduli.” Ketika Hye Sun selesai berbicara, Geun Young menurunkan tangannya lagi dan bersikap seperti biasa.

Hye Sun kemudian menggeleng tak percaya. “Percayalah, sesayang apa pun Halmoni padaku, rasa sayangnya tak pernah bisa melebihi rasa sayangnya pada cucu kandungnya. Aku ini hanya cucu angkat yang mempunyai hutang padanya. Aku punya hutang karena ia telah menyekolahkanku selama ini, maka aku harus membayarnya dengan mengurus Shinhwa dan kau.”

“Aku tak pernah menyuruhmu mengurusku—“jawab Geun Young dengan datarnya tangannya masuk ke dalam kantung, wajahnya saat itu sangat pas untuk ditampar. “Sekalipun nenek tua itu mati nanti, aku akan mengurus diriku sendiri.”

“Moon Geun Young, kau harus percaya sesuatu—“lanjut Hye Sun tanpa menghiraukan perkataan Geun Young sebelumnya. “Mengurus Shinhwa jauh lebih mudah dari pada mengurusmu. Shinhwa yang baru kukenal tiga tahun terakhir ini, ternyata lebih familier daripada kau yang sudah kukenal delapan tahun terakhir ini.”

Hye Sun menghela napas, ia memang hanya bisa berkata seperti ini saja. “Lakukan apa yang kau mau. Ganti guru menarimu, jika kau memang senang dengan itu—“

“Aku juga tak mau latihan di sini.”Geun Young mengajukan permintaan selanjutnya yang membuat mata Hye Sun bulat sempurna, tidak tahu diri benar. “Aku hanya mau latihan di satu tempat.”

Hye Sun berpikir sebentar, menimbang-nimbang apa yang harus dilakukan, hal ini seharusnya dibicarakan lebih dulu dengan neneknya, tapi, jika anak ini diberikan jawaban menggantung, Hye Sun takut Geun Young akan nekat dan kabur lagi.

“Di mana?”tanya Hye Sun dengan suara tenang, tapi tetap saja tak dapat menyembunyikan emosinya yang sudah meluap sejak tadi.

Geun Young tak menjawab. Ia hanya tersenyum sinis, penuh rasa sarkasme.
 

Hye Sun akhirnya menyerah juga. “Sudahlah—“

“Siapa nama guru yang kau inginkan?”tanya Hye Sun lagi.

“Kau tak punya urusan—“jawab Geun Young. “Ia orang yang baik—“

Baik menurutmu dan baik menurutku itu berbeda, Moon Geun Young.
   
“Baik, Nona Muda Kedua. Sekarang, atur saja sendiri.”kata Hye Sun sambil menatap wajah seram anak itu. “Dan, jangan lupa pergi ke rumah sakit untuk menjenguk nenek. Ia hampir mati ketika ia tahu kau pergi dari rumah.”
   
Geun Young tersenyum sinis lagi. “Aku tak janji—“
   
***
   Minggu-minggu berlalu begitu saja. Yang Hye Sun tahu, neneknya sudah bisa keluar dari rumah sakit dan kembali lagi seperti biasa. Sore hari, seperti biasa ketika hari Minggu, Hye Sun sedang duduk bersama nenek angkatnya, meminum teh, dan tiba-tiba saja mereka melihat kemunculan Geun Young.
   
“Geun Young, kau baru pulang?”tanya Ryu Hee dengan suara yang agak bergetar sambil menyeruput tehnya.
   
“Ya.”jawab Geun Young. Memang dapat terlihat, pakaian Geun Young basah oleh keringat semua. Dan biasanya ini terjadi setelah ia sudah berlatih menari mati-matian.
   
“Jangan terlalu memforsir dirimu, Nak. Lihat kau basah kuyup begitu—“kata Ryu Hee sambil memperhatikan cucunya itu baik-baik.
   
Hye Sun hanya memperhatikan percakapan itu sambil menyeruput tehnya. Ia tahu tak biasanya Geun Young akan menghampiri mereka ketika dia dan neneknya sedang minum teh. Maka sekarang ini, Geun Young tak mungkin hanya ingin mampir sebentar dan beramah-tamah dengan mereka.
   
“Aku mau bicarakan sesuatu pada kalian berdua—“kata Geun Young tanpa menggubris perkataan neneknya tadi. “Aku ingin minta pekerjaan.”
   
Ketika mendengar perkataan itu, Hye Sun menyeringai lebar.
   
Akhirnya anak ini sadar juga.
   
Di umur Geun Young yang sudah beranjak 22 tahun, satu tahun di bawah Hye Sun, seharusnya Geun Young sudah harus sadar diri dalam hal biaya kehidupan sehari-harinya. Harta kekayaan keluarga ini memang tak akan habis sampai tujuh keturunan, Shinhwa masih tetap akan berjaya sampai seterusnya, tapi setidak-tidaknya harus ada yang bisa dilakukan Geun Young selain menari agar ia tidak begitu memberatkan neneknya yang sudah banting tulang selama ini sebelum akhirnya pensiun dan memberikan kursi Presiden Direktur pada Hye Sun.
   
“Untuk guru menariku—“tambah Geun Young, rasa senang itu menguap begitu saja, ternyata anak ini meminta pekerjaan untuk orang lain, tapi ini juga sebuah prestasi mencengangkan! Sejak kapan anak berperangai keras ini bisa mempedulikan orang lain? “Dia butuh uang. Tapi, ia hanya bisa bekerja pada malam hari—“
   
Ryu Hee memperhatikan anak itu baik-baik. Tak biasanya Geun Young mau berkata seperti ini untuk orang lain, biasanya Geun Young adalah pribadi yang egois dan tidak bisa membuka diri untuk orang lain.
   
“Berikan dia pekerjaan. Apa saja.”kata Geun Young sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. “Aku mohon—“
   
Kata-kata terakhir itu membuat Ryu Hee tercengang. Hye Sun segera menoleh dan mengalihkan perhatian dari cangkir teh yang dari tadi ia perhatikan.
   
“Aku mohon?”tanya Ryu Hee, tentu terkejut bukan main. “Siapa yang mengajarkanmu?”
   
“Guruku—“jawab Geun Young dengan cepat, masih dengan nada yang datar.
   
Neneknya kemudian tersenyum melihat perubahan cucunya. Ia senang bukan main. “Hye Sun, berikan pekerjaan untuk guru menari Geun Young.”
   
Hye Sun mengangguk-ngangguk patuh mendengar perintah itu. “Tapi, pekerjaan malam hari?”
   
 “Dia bisa menjadi seorang satpam, penjaga keamanan, atau apa pun itu—“jawab Geun Young cepat-cepat.  Hye Sun mengerutkan keningnya dalam-dalam, terlihat berpikir.
   
“Penjaga keamanan shift malam?”ulang Hye Sun. “Aku akan usahakan—“
   “Gamsahamnida—“jawab Geun Young sambil membungkukan badan dengan hormat. Ucapan dan bahasa tubuhnya membuat Hye Sun tercengang, Ryu Hee pun tak kalah kagetnya dengan sikap anak itu. Biasanya tak sekalipun anak itu ingin mengucapkan kata ‘Aku mohon’ ataupun ‘Terima kasih’.
   
“Aku permisi dulu—“kata Geun Young sebelum akhirnya naik ke atas, ke kamarnya.
   
“Adikmu—“kata Ryu Hee sambil menyaksikan kepergian Geun Young dari situ. “Kenapa jadi seperti itu?“
   
Hye Sun mengangkat bahunya. Mungkin saja anak itu telah mendapat jalan pencerahan. Mungkin bukan perubahan yang besar. Tapi, ketika anak itu bisa menjaga sikap di depan Halmoni, itu merupakan perubahan yang bagus. Siapa tahu guru menari itu bisa mengajarkan anak itu lebih dari yang telah ia lakukan tadi.
***
   Hari itu sudah pukul sepuluh malam. Tapi Hye Sun masih berada di lantai 20 perusahaan Shinhwa, mengerjakan tugas lemburnya sebagai seorang presiden direktur Shinhwa. Sekretaris Jung juga masih berada di luar, berkali-kali ia masuk dan menawarkan kopi atau coklat panas untuknya minum. Tapi, berkali-kali juga Hye Sun menolaknya.
   
Ketika ia mulai merasa tulangnya ingin remuk, ia pun mulai menyerah dengan tugas-tugasnya dan keluar dari ruangan kerjanya dengan wajah yang sangat kusut, jasnya sudah dilepas dari tadi dan sekarang ia hanya memakai kemeja putih berlengan panjang dan sebuah celana panjang kain, di tangannya tergantung tas bermerk.
   
“Nona Muda Pertama?”Sekretaris Jung bangkit dari sofa yang terletak dekat meja kerjanya sendiri. Sudah sejam yang lalu pekerjaan Sekretaris Jung selesai. Tapi ia masih punya kewajiban untuk menunggui Nona Muda Pertama.
   
“Sekretaris Jung, ayo kita pulang—“kata Hye Sun. Sekretaris Jung segera mengangguk. Ia mengikuti Hye Sun menuju ke lift, turun ke bawah, tempat mobil sudah menunggu karena Sekretaris Jung sudah menelpon supirnya tadi.
   
“Pak Jung—“panggil Hye Sun ketika berada di mobil. “Bapak tahu dimana tempat latihan menari Nona Muda Kedua?”
   
“Aku kurang tahu, Nona Muda Pertama—“jawab Sekretaris Jung sambil menoleh ke atasannya yang duduk di kursi belakang. “Tapi, kebetulan sekali, sepertinya Pak Kim tau.”
   
“Pak Kim?”Hye Sun mengulangi, berusaha melihat cermin dan melihat bayangan Pak Kim—bukan supir pribadinya sendiri—yang sedang tersenyum patuh di belakang roda kemudi. Mungkin karena terlalu lelah, ia jadi agak tidak memperhatikan keadaan sekitar.
   
“Istri Pak Park sedang melahirkan.”jelas Sekretaris Jung dengan suara tenangnya.

Hye Sun mengangguk-ngangguk mengerti. “Ohh…”
   
“Kita ke tempat latihan menari itu sekarang juga—“perintah Hye Sun pada Sekretaris Jung. Pada awalnya, Sekretaris Jung ragu-ragu, tapi akhirnya ia mengangguk dan memberikan perintah yang sama pada Pak Kim.
   
Kalau bukan malam ini Hye Sun mengunjungi tempat itu, mungkin ia tak bisa punya kesempatan lain. Ia tak bisa mengunjungi tempat itu pada pagi atau siang hari, karena ia sibuk bekerja. Ketika hari Minggu pun, sialnya Geun Young mempunyai jadwal berlatih menari di sana, jadi itu akan menarik perhatian Geun Young. Besok, ia harus terbang ke Jepang dan berada di sana selama satu minggu untuk menghadiri rapat penting. Kebetulan sekali sekarang ia telah mengingat rencananya untuk mengunjungi tempat latihan menari itu, jadi kalau bukan sekarang, kapan lagi?
***

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [hmpfh] [hmpfh] baru aja mau protes klu ff ini 2 bulan udah ga diupdate2 ehhh ternyata karin update yg ini dulu ya [hmpfh] ..
ingat ama ABMSnya ya [biggrin]

edit ----------------------------

cuma 1 komentar gw, cerita ini mengingatkan gw ama lagu 'do you know?' plus mv ini ...



ternyata ada part 2nya [hmpfh]
http://www.youtube.com/watch?v=YO3MtWrnKn0&feature=related
by paulilenam
« Last Edit: June 05, 2010, 10:46:45 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
[hmpfh] [hmpfh] baru aja mau protes klu ff ini 2 bulan udah ga diupdate2 ehhh ternyata karin update yg ini dulu ya [hmpfh] ..
ingat ama ABMSnya ya [biggrin]

edit ----------------------------

cuma 1 komentar gw, cerita ini mengingatkan gw ama lagu 'do you know?' plus mv ini ...



ternyata ada part 2nya [hmpfh]
http://www.youtube.com/watch?v=YO3MtWrnKn0&feature=related
by paulilenam

do you know ost bbf itu ada mv nya ya?
padahal setau aku biasanya ost suatu drama atau serial itu jarang dibuat mv officialnya..
haha.. tapi aku belum pernah liat yg ini mv nya..
haha... so sorry mam kalo misalnya mirip ceritanya sm yg ini...  [biggrin] [biggrin]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
menurut elu mirip ga [biggrin]

kyknya itu mv buat lagu do you knownya someday and ga ada hubungannya dgn bof, mungkin mv lama kali [hmpfh]

ps : part 2nya update secepatnya ya [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline karin.lullaby

  • Senior
  • ****
  • Posts: 557
  • Always you in my eyes, in my life, in my breath...
    • View Profile
menurut elu mirip ga [biggrin]

kyknya itu mv buat lagu do you knownya someday and ga ada hubungannya dgn bof, mungkin mv lama kali [hmpfh]

ps : part 2nya update secepatnya ya [hmff]

gk mirip kok...
secara umum keliatannya emang mirip, tapi kalo detailnya gk...
aku gk memfokuskan dia yang jadi penjaga keamanan malam, tapi dia sebagai seseorang yang meninggalkan studio tari saat tengah malam aka seseorang dengan nama Shadow..  [biggrin] [biggrin]
cowonya juga bukan cinta dalam hati kok...
gk terasa kesenjangan sosial di sini...
karena mereka berbicara bukan tentang hal itu, tp ke hal yang lebih intim lagi...
hyesun gk bisa menari di sini...
so, at all, gk mirip deh kyknya...  [biggrin] [biggrin]


kalo mirip, aku bakal bikin sad ending dong...  [heh] [heh] [heh]

it was CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
menurut gw bukan begitu hehehehe ....

maksudnya tuh secara garis besarnya mirip .. tentang nari, petugas keamanan ~gw jg ga berpikir elu memfokuskan ama yg ini [hmff] [hmff] ~, terus kemunculannya yang mendadak [hmpfh] ~ttp keukeh, di [head break] [head break] ama karin [laughing] [laughing]

 [nono] [nono] sad ending ya ....

part 2 dong [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun