Author Topic: When The Star Can not Reach The Moon ---> Chapter 2 UPDATEEEE ^.^  (Read 4798 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
Aseeek ada ff lama tp baru, sori  baru baca n komen :$ nama castx susah2 bget disebutin apalg diapalin,serasa baca novel favorit..hehe. Konflikx bkalan berat nih. Btw makasi ya msh mau bkin ff minsun ditengah krisis keminsunan,KEREN :-*
[/size][/color][/b]

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
up date...  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] up date  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] up date  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
aku baca setelah ada hotscene  Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface Hface

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
 UP dateee Up dateeeee [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: When The Star Can not Reach The Moon Chapter 2
« Reply #50 on: August 21, 2013, 10:13:03 pm »



Chapter 2


@New Zealand


“Bagaimana Rodyth, kau tertarik dengan lahan ini?” tukas Alfred menatap lahan luas yang menjadi pilihan konglomerat tersebut

“Apa Marinka akan menyukainya?” tukas Erwin Rodyth terhadap sahabatnya
“Kau begitu mencintainya?” tanya Alfred ingin tahu
“Marinka adalah wanita yang sangat mengagumkan. Aku begitu mencintainya”ucap Erwin
“Kau masih memiliki Erika, seharusnya kau lebih memperhatikan putrimu. Erika sudah kehilangan ibunya, jadi aku berharap kepadamu jangan membuat Erika merasa kehilangan cinta ayahnya”Alfred memberi nasehat bijak kepada sahabatnya

========================================================================

“Apa ada yang tuan perlukan lagi?”tanya Manager restoran tersebut
“Sudah cukup. Jika aku memerlukan bantuanmu aku akan memanggilmu lagi”jawab Timothy singkat
Dan sang Manager pun meninggalkan Timothy untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya, namun setelah 20 menit kepergian manager tersebut tamu yang dinantikan oleh Timothy akhirnya datang juga.

Senyum menawan terhias di wajah tampan Timothy saat kedua matanya menangkap sosok gadis cantik yang sudah merebut hatinya sejak pertemuan pertama mereka.
Marinka dengan langkahnya yang anggun dan penampilan yang begitu mempesona membuat beberapa pasang mata berdecak kagum padanya , dan Marinka pun menyadari akan pesona yang dimilikinya.

“Sudah lama menunggu?” tanya Marinka pada adik laki-lakinya
“Tidak”jawab Tim singkat
Dengan sigap seorang pelayan menarik kursi mempersilahkan Marinka dan Erika duduk
“Good Evening Erika” sapa Tim dengan tatapan matanya yang nakal
“Good evening”jawab Erika sopan
“You look so beautifull. That dress is really suit on you”tukas Tim memuji penampilan Erika dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“congratulation my dear brother”tukas Marinka memberi ucapan selamat kepada adik laki-lakinya
“Thanks”sahut Tim tanpa melepas pandangannya pada Erika
Erika masih terdiam tanpa tahu harus bersikap atau berkata apapun.
Tim yang melihat kegugupan Erika membuatnya ingin menggoda lebih jauh .

“Erika”sapa Tim lembut namun dengan nada yang begitu menggoda membuat Marinka tersenyum sinis akan sikap Tim yang menurutnya sangat berlebihan

“Apa kau tidak ingin tahu alasan aku mengajakmu makan malam?” Tim bertanya pada gadis cantik dihadapannya
Erika hanya memandang dingin wajah Tim yang menurutnya cukup membuatnya tidak berselera untuk menikmati makanan apapun.

“Tim baru saja mendapatkan tender project Rochelle”tukas Marinka cepat sambil menyesap champagne yang terasa melegakan tenggorokannya
“Rochelle?” tanya Erika terkejut
“Don’t worry dear, aku akan membuat Rochelle Resort menjadi tambang emas untuk Rodyth Holding company”ucap Tim percaya diri
“Bagaimana mungkin Rochelle Resort bisa jatuh ketangan laki-laki ini?” ucap Erika dalam batinnya
“Something wrong,dear?” tanya Marinka
“nothing”tukas Erika cepat dan meminum air putih dalam satu kali tegukan.
Tim tidak bisa melepaskan pandangannya dari Erika, terutama dengan penampilan Erika yang terlihat berbeda dari biasanya.
Manager Restoran yang tadi sempat berbincang dengan Tim sebelum kedatangan Erika dan Marinka kembali ke meja mereka dengan dibantu oleh dua orang pelayan yang membawakan pesanan Tim untuk tamu istimewanya dan dengan penuh kerapihan dan ketelatenan, Manager Hotel tersebut menyajikan berbagai hidangan yang lezat di atas meja mereka.

“Enjoy your dinner “ucap Manager Restoran itu dengan ramahnya

Tim mengangkat gelasnya yang sudah terisi champagne dan mengajak Marinka dan Erika bersulang.

TING

Erika yang tidak begitu menyukai Champagne hanya menyesap sedikit dan menaruh kembali gelas tersebut
Sementara di meja lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari meja Tim, terlihat seorang pria tampan dan wanita cantik yang jika dilihat orang seperti pasangan kekasih karena mereka terlihat begitu serasi satu sama lain.
“Josh, makanan ini benar-benar lezat. Thanks”ucap Olivia yang terlihat menikmati makan malamnya
“oh iya, apa besok kita akan menemui langsung penanggung jawab dari Project Rochelle?tanya Olivia dengan mulut yang masih penuh dengan makanannya

“Tentu saja.  Aku sudah mendapatkan jadwal untuk bertemu dengan Timothy Lynch selaku penanggung jawab baru dari project tersebut”ucap Josh sambil meneguk habis segelas red wine
“Bagus. Dengan begitu kita bisa cepat menyelesaikan pekerjaan kita tepat pada waktunya. Tapi kudengar jika Timothy Lynch adalah pria hidung belang yang sering sekali bergonta ganti pasangan , apa itu benar?”tanya Olivia penasaran
“kau tertarik padanya?”goda Josh dan membuat Olivia diam seribu bahasa
NO WAY”ucapnya langsung dan membuat Josh tertawa puas dengan sikap Olivia yang baginya terlihat sangat manis
“Josh. Stop it”dengus Olivia sebal
“hahahahahaha. You look so cute,dear”tukas Josh menggoda

Setelah makan malam yang lancar dilewatinya bersama Tim dan Marinka, Erika merasa  dirinya seolah-olah sudah berhasil melewati ujian yang terasa begitu berat dan mampu untuk dilewatinya dengan sempurna.

Walaupun  Erika merasa ketidaknyamanan yang dirasakannya saat lelaki itu tidak pernah melepaskan pandangannya terhadap dirinya dan celotehan Marinka yang membuat Erika semakin tidak menyukai ibu tirinya itu.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Erika yang masih berbalut jubah mandi berjalan mendekati lemari besarnya dan membukanya dan mulai memilih baju tidur apa yang akan dikenakannya malam ini. Bola mata indahnya langsung menatap stelan piyama tidur berbahan satin berwarna peach dan langsung mengenakannya.

“Hari yang sungguh melelahkan”gumam Erika merebahkan tubuh mungilnya di ranjang empuknya
Erika yang merasa begitu lelah,mulai terbang ke dunia mimpi namun sesaat kedua mata indah itu terbuka cepat saat sebuah wajah menyeruak tanpa permisi muncul di pikirannya.
“Aku seperti pernah melihat wajah itu?”,”tapi dimana?”gumam Erika gusar


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


“Thanks Josh, buat makan malamnya” ucap Olivia dengan senyumnya yang menawan.
“Your welcome beautifull”tukas Joshua membuat kedua pipi wanita cantik itu merona.
“Coffee?” tukas Olivia bermaksud agar Joshua mau tinggal sebentar di apartemennya.
Thanks, tapi aku harus segera pulang. Besok pagi aku ada presentasi untuk Timothy Lynch”ucap Joshua menyesal
Olivia menatap penuh cinta lelaki tampan  dihadapannya. Hati Olivia begitu terasa hangat akan senyuman Joshua, bahkan Olivia berharap jika lelaki ini akan menciumnya. Sebuah ciuman selamat malam.
Hanya membayangkannya saja sudah membuatnya begitu sangat bahagia.

“Istirahatlah, aku pulang dulu”ucap Joshua dan membuyarkan lamunan indah Olivia Blunt.
“Selamat malam Josh”tukas Olivia dengan nada kecewa
Dan lelaki tampan itu pun memasuki corolla hitamnya dan menyalakan mesin mobilnya sambil melambaikan tangannya mengucap perpisahan sesaat kepada Olivia

“Joshua Raven, sampai kapan kau akan membuatku tersiksa seperti ini?” Olivia bergumam dalam batinnya dan pandangannya mengantarkan kepergian Joshua.
“Aku sangat menyukaimu Josh”ucap Olivia getir.

******************************

“Kapan kau akan pulang sayang?”rajuk Marinka dan membuat Erwin semakin merindukan istri cantiknya.

“Aku baru akan pulang lusa sayang. Bersabarlah” ucap Erwin mesra
“Bagaimana keadaan disana, baik-baik sajakan?”, “Bagaimana Erika, apa dia baik-baik saja?, Apa Erika selalu pulang tepat waktu, bagaimana kuliahnya, lancar?. AKu merindukan putri kecilku”ucap Erwin panjang lebar tanpa tahu jika Marinka sedang mendengus sebal mendengarkan celotehan kekhawatiran Erwin terhadap Erika.
Dipikirnya Erwin akan melupakan sedikit gadis penghalang itu tapi walaupun Erwin berada jauh di luar negeri, lelaki tua itu tetap saja mengingat putrinya.

“Marinka……Hallo,sayang…….Marinka!”,”Kau masih disana?”tanya Erwin cemas
“Tentu saja aku masih disini sayang”sahut Marinka dengan nada manja
“Ohhh, kupikir kau sudah tertidur. Hmm,sebaiknya kau istirahat saja,nanti aku akan menghubungimu lagi”tukas Erwin cepat.
“sampaikan salamku untuk Erika dan katakan padanya kalau aku sangat merindukannya”tukas Erwin.

Namun Marinka yang lagi-lagi mendengar nama Erika disebut mulai jengah dan sepertinya ingin membanting Iphone nya ke lantai.
“Aku akan mengatakannya pada Erika”jawabnya dingin
Dan akhirnya keduanya pun memutuskan hubungan telepon itu.

Sorot mata Marinka berubah gelap dan tajam, giginya bergemelatuk menahan amarah yang bergejolak di dalam dirinya.

“Marinka,kau harus bersabar. Sedikit lagi semuanya akan menjadi milikmu”gumam Marinka mencoba menenangkan dirinya
“Dan kau gadis kecil, jangan harap aku akan membiarkanmu hidup tenang. Jika aku bisa menyingkirkan ibumu, maka aku juga bisa menyingkirkanmu dari kehidupan Erwin Rodyth”Marinka tersenyum sinis

“Aku bukan tipe orang yang senang berbagi kesenangan tapi aku tipe orang yang senang menikmati kejayaan untuk diriku sendiri,hahahahahahhaa”

Marinka boleh tersenyum puas akan semua rencana liciknya yang sudah tersusun rapi, namun tanpa disadarinya seseorang mengeraskan rahangnya dan bergumam tidak jelas seolah marah akan niat jahat Marinka terhadap keluarga Rodyth.

“Tidak akan kubiarkan kau menyakiti Erika,bahkan seujung kuku pun tidak akan aku biarkan”ucap Timothy dengan amarah yang bergemuruh.


@@@@@

Udara pagi kota London terasa begitu menyejukkan, burung-burung berkicauan mengalunkan untaian nada yang terasa begitu merdu, cahaya mentari pagi terasa begitu hangat dan beberapa orang sudah nampak berlalu lalang memenuhi jalan-jalan besar di kota London.

Suasana di Rodyth Mansion juga sudah terlihat sibuk oleh beberapa pelayan yang memulai pekerjaan mereka dari pukul 4 pagi, Kepala Pelayan Rowan sudah disibukkan memberi perintah kepada pelayan-pelayan untuk segera menyelesaikan pekerjaan mereka ,terutama melayani nyonya baru mereka Marinka. Mendengar namanya saja membuat Rowan merasa sebal namun mau bagaimana lagi jika Tuan Besarnya terlihat begitu mencintai istri barunya. Rowan adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Rodyth, dari sejak Erwin Rodyth berusia 12 tahun, Rowan sudah mengikuti keluarga Rodyth sampai akhirnya Erwin menikah dan mempunyai seorang putri cantik. Bagi Rowan, Erika adalah tanggung jawabnya sejak bayi itu dilahirkan, entah kenapa Rowan teramat sangat menyayangi Erika seperti rasa sayangnya terhadap mendiang Rochelle Quin.


“Pagi Uncle Rowan” sapa Erika memeluk hangat tubuh lelaki tua yang masih terlihat gagah di usianya yang sudah tidak muda lagi.

“Anda sudah terlalu besar untuk memeluk saya seperti ini,Nona”ucap Rowan membalikkan badannya dan tersenyum hangat pada Erika

“Bagiku, Uncle Rowan adalah keluargaku jadi jangan pernah merasa risih akan pelukan seorang keponakan terhadap pamannya”ucap Erika tidak mau kalah
“hahahahaha, saya memilih diam saja kalau begitu”ucap Rowan
“Uncle Rowan, apa Daddy memberimu kabar kapan dia akan pulang?”tanya Erika ingin tahu
“Seharusnya Nona yang lebih tahu kapan Tuan Erwin akan pulang”ucap Rowan dan membuat wajah Erika terlihat datar
Seolah tahu akan jawabannya,Rowan membelai rambut Erika dengan penuh kasih sayang seolah ingin membuat anak asuhannya itu merasa tenang.
“Tuan Erwin akan pulang Lusa”ucap Rowan dan membuat Erika terlihat begitu bahagia
“You’re the best Uncle, Thanks”ucap Erika mengecup singkat pipi Rowan dan meninggalkan Rowan yang tersenyum menatap kepergian Erika

“Selamat Pagi”sapa timothy saat kedatangan Erika ke meja makan
“Selamat Pagi,………Uncle Tim”sahut Erika ragu-ragu
“Selamat Pagi, Mother” sapa Erika
“Pagi” sahut Marinka ketus

“AKu akan mengantarmu ke kampus hari ini”tukas Marinka angkuh sambil menyesap kopinya dan membuat Erika hampir tersedak

“Aku ada pertemuan dengan Prof.Odden perihal donasi yang diberikan oleh ayahmu”tukas Marinka
“Kenapa?, kau tidak suka jika aku datang ke kampusmu?” ucap Marinka yang sengaja ingin membuat Erika tidak nyaman
“Erika, pancake ini sangat lezat. Makanlah, aku tidak menyukai wanita bertubuh kurus”ucap Tim mengambilkan pancake hangat di piring Erika dan menuangkan sedikit sirup madu .
Erika hanya diam dan mulai memakan pancakenya yang sudah  dipotong beberapa bagian .

“Dan kau Tim, apa hari ini kau akan bertemu dengan Olivia Blunt?”tanya Marinka perihal pertemuan dengan representative dari Gail Building.

“siang ini, aku akan bertemu dengan mereka. Kau mau ikut?”tanya Tim

“aku ingin, tapi aku juga masih mempunyai keperluan lainnya setelah aku menyelesaikan urusanku dengan Prof.Odden”jawab Marinka yang memandang sinis pada Erika


@@@@@@

“Mr. Raven?” tanya reseptionis manis itu memastikan nama lelaki tampan dihadapannya
Joshua hanya mengganggukan kepalanya dan tersenyum menawan membuat reseptionis cantik itu semakin salah tingkah dibuatnya.
“Silahkan anda langsung naik ke lantai 13 dan anda akan langsung terhubung dengan sekretarisnya, Ms. Julia Wind”ucap receptionist itu lagi
Olivia menatap sinis kearah receptionist genit dihadapannya dan langsung membuat gadis manis itu menciut ditatap tajam oleh wanita cantik yang berdiri disamping Mr. Raven.

Joshua dan Olivia pun bergegas melangkah menuju lift dan setelah pintu lift terbuka keduanya memasuki lift tersebut dan menekan tombol angka 13.

“Tatapan yang menakutkan sekali Olivia, kau tidak lihat jika reseption malang itu seperti ketakutan melihatmu”ucap Joshua dengan nada usil

“Aku tidak seperti itu”tukas Olivia menatap sebal Joshua
“sudah berapa kali aku bilang padamu, kau harus lebih sering tersenyum Olivia. Kau cantik jika tersenyum”ucap Joshua menatap lembut Olivia
Olivia sudah tidak dapat menahan rona merah yang muncul di kedua pipinya, rasa malu dan perasaan berbunga-bunga saat pujian indah dilontarkan oleh lelaki yang begitu dicintainya
“Ayo”ajak Joshua dan Olivia pun tersadar dari lamunannya. Dan berjalan setengah berlari mengikuti langkah panjang Joshua


========================================================================

“Professor Odden, anda begitu memuji. Suamiku hanyalah ingin membantu kemajuan universitas ini dan bisa terlihat bukan jika lulusan dari London University bisa mendapatkan pekerjaan yang bonafit di perusahaan-perusahaan elite”ucap Marinka

“Anda benar Nyonya, dan itu semua tidak lepas dari campur tangan Mr. Rodyth, selain sebagai donator utama dari universitas kami, beliau juga sering memantau perkembangan pendidikan dan prestasi dari mahasiswa/mahasiswi kami dan kami sangat berterima kasih akan hal itu”

“Erika, adalah salah satu mahasiswi terbaik dari angkatannya dan kami benar-benar sangat bangga akan prestasinya. Erika juga pandai bergaul dengan teman-temannya dan Erika adalah mahasiswi favorite dari teman-temang angkatannya bahkan di kalangan mahasiswa senior , Erika termasuk mahasiswi yang begitu memikat”ucap Prof.Odden menambahkan kebanggaannya terhadap keluarga Rodyth

Sorot mata Marinka memancarkan rasa tidak suka terhadap pujian yang dilontarkan oleh Prof.Odden tentang anak tirinya. Bayangan Erika yang menjadi pusat perhatian di kampusnya benar-benar bukanlah hal yang ingin di dengarnya apalagi untuk dilihatnya. Namun Marinka akhirnya menyadari saat kedatangannya tadi saat turun dari mobil mewahnya bersama Erika semua pandangan tertuju pada Erika. Bahkan beberapa mahasiswa tampan yang mungkin seumuran dengan Erika tersenyum saat menyapa Erika dan ada juga beberapa seniornya yang terlihat menggoda Erika.

“Nyonya Rodyth, anda baik-baik saja?”tanya Prof.Odden cemas saat menyadari keterdiaman Marinka
“Saya baik-baik saja Professor, aku hanya tidak menyangka jika putriku menjadi pusat perhatian di kampusnya. Dan aku sangat bangga akan hal itu. Keturunan Rodyth memang yang terbaik, bukan?”ucap Marinka dengan senyum palsunya
“Sepertinya pertemuan kita harus sampai disini, maafkan saya Professor tidak bisa berlama-lama berbincang dengan anda”tukas Marinka

Dan setelah saling berpamitan, Marinka pun keluar dari ruangan Prof.Odden dan melangkah dengan perasaan yang berkecamuk seolah ingin mengeluarkan semua amarahnya pada seseorang.
Hentakan sepatu Marinka menggema di lorong-lorong Universitas elite tersebut, keangkuhannya terpancar dari cara dia menatap lurus dengan mengangkat dagunya tinggi, sorot mata yang tajam memancarkan kebencian namun Marinka memang wanita cantik yang bisa membuat lelaki bertekuk lutut di hadapannya.
Dan langkahnya terhenti saat melihat Erika sedang berkumpul bersama teman-temannya di taman kampus , mungkin sedang berdiskusi soal mata kuliah mereka. Dan dengan langkah pelan namun pasti Marinka melangkahkan kedua kaki jenjangnya ketempat dimana Erika berada.



@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Erika, apa hari sabtu ini kau ada acara?”tanya Adam dengan tatapan lembutnya
“Aku tidak tahu Adam, jika tidak ada perubahan Dad akan pulang lusa jadi kemungkinan aku akan menghabiskan hari sabtu bersama dengan keluargaku”ucap Erika menyesal
“it’s okay, aku tetap akan menunggu kabar baiknya, tapi jika kau tidak keberatan apa boleh jika aku ikut bergabung di acara keluargamu?”tanya Adam lagi
“tentu saja. Dad pasti akan lebih senang jika teman-temanku bisa ikut dalam acara makan malam keluarga. Ajak Nora juga ya”tukas Erika tanpa menyadari kekecewaan di hati Adam

“Teman?”ucap Adam dalam batinnya
“Hanya Teman”ucapnya lagi
“Adam!”Erika memanggil dan menyentuh bahu pemuda yang duduk disampingnya
Namun pemuda itu hanya menatapnya dengan pandangan sendu dan Erika tahu apa arti tatapan itu. Erika merasa menyesal telah mengucapkan kata “TEMAN” karena Erika tahu bagaimana perasaan Adam sebenarnya terhadap dirinya namun Erika benar-benar tidak bisa untuk membalas perasaan Adam.

Erika!”

Suara angkuh itu membuat Erika tersadar dari lamunannya dan dengan gerakan pelan kedua mata bulat Erika melihat keangkuhan yang terpancar di wajah cantik ibu tirinya…….Marinka Lynch
“jadi ini ibu tiri Erika”ucap Adam saat menatap wanita yang berdiri angkuh di depannya
“Kasihan Erika, dia terlihat begitu ketakutan pada wanita ini”ucap Adam dalam batinnya memperhatikan perubahan sikap Erika saat wanita itu muncul
“Mother”ucap Erika pelan
“Setelah ini kau tidak ada jadwal kuliah lagi bukan?”tanya Marinka ketus menatap tajam Erika
Erika menganggukkan kepalanya
“Ikut aku, tadi Timothy menelponku. Dia membutuhkan bantuanmu untuk pertemuannya dengan pihak Gail Building”ucap Marinka dengan nada memerintah

“Tapi…..”

“Tidak ada tapi-tapian sayang. Kau mewakili dari Rochelle Project, bukankah itu permintaaan dari ayahmu jadi  jangan menjadi anak pembangkang yang menyebalkan sayang”tukas Marinka ketus tanpa memperdulikan tatapan sinis Adam yang terlihat melindungi Erika

“Dan kau anak muda, sebaiknya kau menjauh dari Erika. Kau dan Erika berbeda kelas. Jangan harap suamiku akan menyetujui hubungan kalian” ucap Marinka ketus dan meninggalkan tempat itu namun sesaat dia membalikkan badannya lagi dan berkata :
“dan sebaiknya kau tidak perlu repot-repot untuk datang pada acara makan malam keluarga Rodyth, karena kau tidak akan pernah diterima di rumah mewah kami” dan Marinka setengah menyeret Erika ikut bersamanya meninggalkan Adam yang berdiri terpaku dan terhina dengan segala penghinaan yang dilontarkan oleh marinka.

Tatapannya begitu sedih saat menatap kepergian Erika yang terseret-seret oleh ibu tirinya.
“Mulutnya jahat sekali”tukas Nora yang berdiri dibelakang Adam dan menepuk halus pundak Adam mencoba menenangkan hati pemuda yang sudah terluka itu.

“Erika”ucap Adam
Nora hanya memandang kasihan sahabat baiknya, semoga tidak terjadi apa-apa pada Erika.


@@@@@@

“Kami dari Gail Building. Hari ini kami ada janji rapat dengan Mr. Timothy Lynch , apa beliau ada di ruangannya?” tanya Olivia ramah

“Kalian Mr.Raven dan Ms.Blunt?”tanya Julia dengan senyumnya yang menawan
Olivia menjawab dengan anggukan kepalanya
“Mari saya antar kalian ke ruangannya, sebelumnya kalian berdua harus memakai ID Card ini”tukas Julia dan membantu memasangkan ID Card tersebut pada jas yang dikenakan Joshua dan blazer yang dikenakan Olivia dan langsung berjalan mendahului keduanya menuju ruangan Timothy Lynch.

“TOK TOK TOK”
“Masuk” suara gagah itu mempersilahkan masuk
Ruangan yang cukup besar dan begitu eksklusif dengan nuasa warna yang serba putih dan hembusan AC dengan aroma pengharum ruangan yang menyegarkan penciuman bagi siapa yang memasuki ruangan Direktur tampan ini.

“Direktur Lynch, tamu yang anda tunggu sudah datang” ucap Julia dan setelah menundukkan kepalanya, sekertaris cantik itupun meninggalkan ruangan tersebut

Timothy berdiri gagah dan berjalan menghampiri Joshua dan Olivia yang masih berdiri, dan lelaki tampan berwajah dingin itu menjabat tangan kedua tamunya dan mempersilahkan keduanya untuk duduk di sofa.

“Sebelumnya,kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan anda untuk menerima kedatangan kami di Perusahaan anda. Dan kami sangat tersanjung atas keinginan anda untuk menggunakan jasa kami sebagai tim untuk project Rochelle”ucap Joshua sambil memperlihatkan beberapa contoh kerangka bangunan hasil designnya melalui ipadnya dan membuat Timothy menyimak semua penjelasan yang dilontarkan oleh Joshua.

“Sebelum kita memulainya, kita harus menunggu kedatangan Ms.Rodyth karena semua keputusan ada ditangannya,karena Presdir Erwin Rodyth ingin jika putrinya mempunyai keterlibatan langsung dalam project Rochelle ini”ucap Tim menjelaskan
“tidak masalah, kami akan menunggu”ucap Olivia

Setelah sepuluh menit percakapan ringan antara Timothy dengan kedua tamunya , Julia kembali datang ke ruangan itu untuk menyajikan minuman  dan setelah Julia selesai menyajikan minuman untuk tamu Direkturnya ,sosok gadis bertubuh mungil dengan pakaiannya yang simple khas seorang mahasiswi namun masih terlihat sopan untuk rapat seperti ini.

Timothy tersenyum menatap sosok gadis cantik itu yang berjalan menghampirinya
“Thanks sudah mau datang dalam rapat ini”ucap Tim lembut dengan sorot matanya yang meneduhkan
Joshua dan Olivia pun mau tidak mau mengikuti pandangan Timothy yang menurut keduanya terlihat berbeda saat kedatangan gadis itu

“Perkenalkan….., Ms Erika Rodyth, putri tunggal Erwin Rodyth dan Rochelle Quin,pewaris dari Rodyth Holding Company”tukas Timothy memperkenalkan Erika pada kedua tamunya

Joshua bergegas menyambut tangan Erika dan menjabatnya cukup erat dan sontak membuat gadis itu terlihat merona bertemu pandang dengan pria yang begitu tampan dan gagah, dan setelah Joshua melepaskan jabatan tangannya Olivia menjabat tangan Erika dan tersenyum ramah “Senang berkenalan dengan anda”tukas Olivia sopan
Erika mengangguk dan melepas senyumannya yang menawan dan duduk disamping Timothy yang tidak melepas pandangan intensnya pada gadis pujaannya.

Setelah perkenalan dengan Erika, Joshua kembali melanjutkan presentasinya dibantu dengan Olivia yang memperlihatkan beberapa rancangan yang sudah dipersiapkan dan Timothy langsung memusatkan perhatiannya pada rancangan-rancangan yang membuatnya tersenyum puas.

Tetapi Erika sepertinya tidak begitu memperhatikan pembicaraan yang melibatkan tiga orang di depannya ini ,ya walaupun sebenarnya dirinya juga ikut terlibat namun sepertinya pandangan Erika lebih tertuju pada wajah tampan lelaki didepannya. Erika malah merapatkan kedua telapak tangannya seolah masih terasa begitu jelas genggaman tangan Joshua pada jemarinya. Hatinya berdegup kencang saat menatap kesempurnaan wajah tampan Joshua.

Tanpa sadar Erika bergumam …………. “Joshua Raven

Gumamam yang pelan namun cukup membuat Joshua menatap kearah bola mata Erika dan membuat gadis itu terkejut bukan main.

“Apa ada yang ingin anda tanyakan,Ms Rodyth?”tanya Joshu datar
Erika mengedipkan kedua matanya seolah bingung akan keterkejutan yang masih dialaminya dan bibirnya terasa kelu sulit untuk mengeluarkan kata-kata yang ingin diucapkannya

“Ms.Rodyth!” panggil Joshua lembut

“Nothing”jawab Erika langsung merebut ipad dari tangan Joshua dan menyentuh layar berukuran sedang itu berpura-pura melihat beberapa rancangan mengenai Rochelle project seolah tidak ingin orang lain menyadari kegugupannya ditatap seperti itu oleh Joshua.
Joshua hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku Erika yang terlihat begitu lucu, tapi perhatiannya kembali terpusat pada presentasinya yang kembali dilanjutkannya walau tanpa ipad ditangannya karena sudah beralih tangan.

Setelah hampir 1 jam rapat berlangsung, Timothy menyetujui proposal yang diajukan oleh pihak Gail Building dan meminta Joshua dan Olivia untuk datang kembali ke Rodyth Holding Company untuk bertemu langsung dengan Presiden Direktur Erwin Rodyth dan keduanya pun menyetujui permintaan Timothy.

“Semoga kerja sama ini menghasilkan keuntungan bagi kita semua”ucap Timothy menjabat tangan Joshua dan berlanjut menjabat tangan Olivia
“Semoga kita bisa menjadi partner yang saling membantu,Ms Rodyth”ucap Joshua
Erika hanya mengangguk malu-malu akan tatapan lembut Joshua yang benar-benar membuatnya salah tingkah.
Dan Joshua kembali tersenyum melihat sikap Erika yang entah menurutnya begitu mempesona.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Sepulangnya dari Rodyth Holding Company, Erika menghabiskan waktu luangnya di taman belakang rumahnya. Erika nampak sedang duduk di ayunan sambil mendengarkan musik melalui Iphonenya.

Erika bersenandung mengikuti irama musik yang sedang didengarkannya dan terkadang dirinya tidak menyadari selalu menyunggingkan senyum cantiknya.
Pikirannya menerawang pada sosok tampan yang sudah menggetarkan hatinya.

“Joshua Raven”ucap Erika pelan tersenyum
“Nama yang bagus dan sangat sesuai dengan wajahnya yang tampan”Erika tersenyum penuh bahagia
“Mary!!!!!!”teriak Erika membuat Mary menjatuhkan bunga mawar yang sedang dipetiknya
Mary setengah berlari menghampiri nona mudanya dengan berharap tidak terjadi apa-apa pada nona mudanya

“Nona Erika, anda tidak apa-apa?”tanyanya cemas
Erika hanya tersenyum menatap Mary yang terlihat pucat
Mary yang kebingungan menatap nona mudanya tersenyum padanya semakin mencemaskan keadaan Erika.

“Nona, anda baik-baik saja?”tanya Mary pelan menyentuh pipi merona Erika
“Aku sudah tahu namanya”ucap Erika senang
Mary mengerjap-ngerjapkan matanya keheranan dengan sikap nona mudanya yang tiba-tiba tersenyum bahagia
“Aku bertemu dengan laki-laki itu”ucap Erika malu-malu

“Joshua Raven”ucap Erika lagi

Mary yang sempat kebingungan akhirnya bisa menyadari jika nona mudanya sudah bertemu dengan pria yang sudah membuatnya menutup hati kehadiran Tuan Adam.

“Mary, aku sudah bertemu dengannya dan namanya Joshua Raven”ucap Erika bahagia
“Nona”Mary memeluk hangat nona mudanya, turut bahagia akan kebahagiaan yang dirasakan oleh nona mudanya.

Sudah lama Mary tidak melihat nona mudanya ini tersenyum penuh bahagia seperti yang dilihatnya sekarang, terutama sejak kematian Nyonya Rochelle dan pernikahan Tuan Erwin.
Mary berharap semoga hati pria itu sama seperti yang dirasakan oleh nona mudanya.
Mary sangat bahagia jika nona mudanya pada akhirnya menemukan seseorang yang bisa dicintainya dan membuatnya tersenyum seperti ini.

“Nona bertemu dimana dengannya?”tanya Mary yang sudah duduk disamping Erika sambil mengayunkan bangku ayunan tersebut.
“Saat aku menemui Uncle Tim untuk menemaninya bertemu dengan perwakilan dari Gail Building”jawab Erika

“Ah, Mary aku benar-benar tidak menyangka jika Joshua akan menjadi partner kerja dalam proyek Rochelle yang ditangani oleh Uncle Tim”Erika semakin terlihat begitu bahagia
“Wajahnya tampan seperti dewa Yunani, sepasang matanya yang tajam seakan menusuk namun begitu lembut. Hidungnya yang mancung, tubuhnya tinggi tegap dengan kulit coklat sehat  dan suaranya yang …aaahhhhh Maryyyyy, aku benar-benar menyukainya”ucap Erika berbinar-binar menggenggem lengan Mary

Dan kedua gadis itu tertawa bahagia , dan mengayunkan kembali bangku ayunan tersebut agak tinggi, meluapkan segala kebahagiaan yang dirasakan oleh Erika

Suara tawa yang begitu menyenangkan dan terasa sangat lepas dan mampu membuat telinga Steven ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua gadis yang begitu akrab.
Steven sangat menyukai Nona Erika. Suka dalam arti menyukai pribadi nona Erika. Walaupun Nona Erika berasal dari keluarga terhormat tapi tidak pernah membeda-bedakan orang dari kekayaannya. Persahabatan nona Erika dengan Mary yang bekerja sebagai pelayan membuat hati Steven tersentuh. Nona mudanya ini benar-benar seorang wanita yang mengagumkan dan Steven selalu berharap jika nona mudanya ini bisa menemukan pendamping yang kelak mencintainya dan menjaganya dengan baik.

“Sepertinya Nona Erika sedang jatuh cinta”ucap Rowan yang muncul tiba-tiba dan berdiri di belakang Steven

“Maksud paman?”tanya Steven tanpa mengalihkan pandangannya dari mary yang terlihat manis dalam balutan pakaian pelayan
“aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka saat aku melewati taman dan nona Erika bercerita kepada Mary kalau dia sudah bertemu dengan laki-laki yang sudah mencuri hatinya”tukas Rowan
“Semoga laki-laki itu memiliki perasaan yang sama dengan nona Erika dan mencintainya dengan tulus”sahut Steven
“Semoga saja”ucap Rowan

========================================================================

Olivia mematut dirinya di cermin, pikirannya melayang pada pertemuan dengan Timothy Lynch dan ………………………………………

“Erika Rodyht”gumam Olivia pelan

“aku yang lebih dulu mengenal Joshua, jangan harap aku akan mengalah pada gadis cilik itu”tukas Olivia sinis

Olivia mengambil Blackberry putih yang tersampir di meja riasnya dan menekan tombol 2 yang langsung terhubung pada seseorang yang selalu membuatnya hatinya berdegup kencang setiap didekatnya

“Josh, apa aku mengganggumu?”tanya Olivia lembut
“Aku baru saja tiba di apartemenku, ada apa Olivia?,”tanya Josh disebrang sana
“Memangnya harus ada apa-apa dulu baru aku boleh menghubungimu”tukas Olivia sebal
“kau ini, selalu seperti itu”ucap Josh terkekeh
“Besok ,kau jemput aku ya. Kita pergi bersama-sama menemui Presdir Rodyth”ucap Olivia
“Baiklah Nyonya. Apa ada yang Nyonya perlukan lagi dari saya”goda Josh namun membuat Olivia sebal dengan sebutannya memanggil dirinya Nyonya
“Nyonya?, memangnya aku ini sudah tua”dengus Olivia sebal
“Jangan terlambat”tukas Olivia cepat dan menutup teleponnya.

Joshua membaringkan tubuh lelahnya di ranjangnya yang empuk, lengan kanannya diletakkan di dahinya dan sepasang mata tajamnya perlahan terlelap.

“Marinka”ucapnya lembut

Joshua membuka kedua matanya, pikirannya menerawang pada sosok perempuan yang pernah mengisi hatinya selama 1 tahun. Perempuan cantik yang sangat dicintainya dan sekarang Joshua membenci dirinya karena masih saja mencintai perempuan itu, perempuan yang sudah menghancurkan hatinya sampai berkeping-keping.

Tangan Joshua mencari-cari sesuatu dibalik bantalnya dan sebuah foto diambilnya dan ditatapnya begitu lama. Sebuah tatapan merindu pada wajah di foto itu.

“Apa kau bahagia?”Joshua seolah sedang bertanya langsung pada wajah cantik di foto tersebut.
“Aku harap kau mendapatkan apa yang selama ini tidak mampu aku berikan kepadamu. Semoga kau selalu bahagia Marinka”Joshua menempelkan foto itu rapat-rapat didadanya setelah mencium penuh kerinduan wajah cantik dalam foto tersebut.

Saat kedua matanya hendak terpejam, sesosok wajah cantik muncul dalam pikirannya
“Erika Rodyth”
“Harus ku akui, Erika Rodyth adalah gadis yang cantik dan menarik , apalagi saat kedua pipi pucatnya merona, …..entah karena apa? Tapi ,hmmmmm……dia bukan tipe gadis yang cocok untukku”ucap Joshua

“Dia terlalu sempurna untukku”Joshua berkata seolah memperingatkan dirinya untuk tidak tertarik pada Erika

“Tapi, harus ku akui, Erika memiliki senyum yang sangat menawan”Joshua memuji gadis yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.
“Stop it Josh!. She’s too perfect for you”gumamnya memperingatkan dan memaksakan dirinya untuk segera tidur.

========================================================================

TBC
[/b]

« Last Edit: August 26, 2013, 10:14:26 pm by Shanty_minsun »


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Nanad_rath02

  • Newbie
  • *
  • Posts: 55
  • Omo !!! My Mom
    • View Profile
yg ini update lgi dong  [smiley-gen013]  [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline tatah

  • Newbie
  • *
  • Posts: 22
  • Location: surabaya
    • View Profile
ayoooo di update lagi??? josh gak PD ya ma erika... penasaran kelanjutannya buthor... lanjutt jangan lama2  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]