Author Topic: *LITTLE KISS*  (Read 6454 times)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
*LITTLE KISS*
« on: April 04, 2010, 04:59:44 am »
~ LITTLE KISS...~





Cast..
~Lee min hoo goo jun pyo
~goo hye sun as geum jandi
~kim hyun joong as yoon ji ho
~kim bum as yi zhong
~kim joon as song wo bin

Gendre : romance

Author : akuu.. Neiy :)




CHAPTER 1





"Jandiya"
Aku menoleh ke arah suara yang memanggil namaku itu.
"Oh gaeul" aku tersenyum padanya.
"Jandiya..maaf hari ini aku tidak bisa pulang denganmu, aku harus menghadiri rapat osis sekarang" gaeul berucap sambil menengkupkan kedua tangannya. Tampangnya yang sangat merasa bersalah itu sangat lucu buatku
"Tidak apa gaeul, aku bisa pulang sendiri" ucapku sambil merangkul bahunya
Ga eul tersenyum kepadaku"Gumawo jandiya"

Aku berjalan menelusuri trotoar, semilir angin berhembus lembut menerpaku..aku sangat menyukai hembusan angin..karna angin selalu memberikan kesejukan. Namun langkahku terhenti ketika aku melihat sesuatu yang membuatku muak.
Seseorang sedang berusaha melepaskan diri dari pelukan gadis yang memeluknya erat.

"Yaa..LEPASKAN AKU!!Yaa..!!" Ucapnya marah
"Tidak mau" ucapnya dan mempererat pelukannya.

Aku yang melihatnya hanya mendengus sebal melihatnya. Dalam hati berkata," bisa bisanya mereka seperti itu di tempat umum seperti ini"

Dengan cuek aku melanjutkan langkahku tanpa memperdulikan mereka. Namun ketika aku tepat berada di samping pria itu, ia menarik tanganku dan meraih pipiku dengan kedua tangannya.

Jantungku berdegup sangat kencang, mataku terbelak lebar dan nafasku seketika terhenti. Aku tidak pernah menyangka ini bisa terjadi padaku. Seorang pria mencium tepat di bibirku dengan tiba-tiba.dalam beberapa detik aku hanya syok terdiam. Lalu detik berikutnya aku tersadar dan mencona melepaskan diri dari dekapannya. Namun semakin aku membrontak semakin ia melumat bibirku dengan kasar.

Setelah 3 menit berlalu pria itu mulai memperkendur dekapannya dan aku langsung menjauh darinya.

"YA APA YANG KAU LAKUKAN" teriakku marah. Mataku memancarkan kebencian yang teramat kepadanya.
"Wee??" Ucapnya cuek menatapku
Melihat ekspresinya yang cuek itu seketika aku menampar tepat di pipi kananya.
PLAAK!
Emosiku memuncak.

" Kau tau apa yang telah kau lakukan tadi? Kau tau itu ciuman pertamaku? Kau tau bagaimana rasanya berciuman dengan orang yang tidak kau kenal?HAH! Kau memang brengsek!" Ucapku marah.

Setelah puas memakinya, aku segera berlari pergi meninggalkan pria itu. Ia hanya terdiam melihat tangis dan amarahku.
Sesaat sebelum aku berlari aku melirik sekilas gadis yang tepat berada di samping pria itu. Mulutnya menganga dan wajahnya merah menahan marah."Mino.." Ucapnya tertahan


Sesampainya dirumah jandi...

"Lelaki brengsek! Aku bersumpah tidak akan pernah mau melihat wajahnya untuk yang kedua kali"ia berkata sambil terisak tangis.

" Jandiyaaa"
 
Jandi langsung menghapus air matanya," yee omma" ia segera keluar dari kamarnya dan menghampiri omma..

"Weo omma?" Tanyanya

"Jandiya.. Otokke.. Appa mu belum mengirimkan uang bulan ini karna pryeknya gagal. Sedangkan kita tidak mempunyai pemasukan"

Aku menatap omma nanar.. Yaa..semenjak appa pergi merantau 2 tahun yang lalu, kami disini hanya mendapatkan uang dari kiriman appa setiap bulan.

"Omma..gwenchana..aku akan bekerja paruh waktu" aku tersenyum menghibur omma

" BOO?? Ya..jandiya..kau masih sekolah dan omma tidak mau mengganggumu. Biar omma saja yang bekerja"

Aku memeluk omma dengan lembut" omma..aku akan baik-baik saja..ini semua demi kehidupan kita. Aku akan bekerja sepulang sekolah. Araso?"

Omma menganggukan kepalanya...

Esok paginya...

"Paman..aku minta korannya 1"
Gaeul menatapku bingung" jandiya..tidak biasanya kau membeli koran, untuk apa koran itu" gaeul menunjuk koran yang aku pegang dengan memajukan bibirnya
"Aah..ini..aku ingin mencari lowongan pekerjaan"
"Boo?memang kenapa?"

Aku menceritakan semua mengenai keadaan keluargaku sekarang.gaeul tersenyum sedih padaku dan menyemangatiku. aku membuka lembar demi lembar halaman koran yang ku pegang namun tak ada satupun pekerjaan yang cocok untukku.aku menghela nafas panjang..
"Haaaah..."
Gaeul yang masih setia disampingku langsung menoleh kepadaku" kenapa jandiya? Kau sudah menemukan pekerjaan yang cocok untukmu?"

Aku menggelengkan kepalaku...

"Araso..hm.."Ha eul memutuskan pembicaraannya. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu.
Setelah 2 menit berlalu ia berteriak kencang dan mengagetkanku," AHA!! Jandiya! Aku teringat sesuatu"
" Gaeul kau mengagetkanku saja. Apa itu?" Aku berkata sambil mengelus dadaku kaget
"Mian.. Omma ku semalam berkata bahwa ada sebuah rumah besar yang membutuhkan tenaga kerja sebagai pelayan"
"Boo? Pelayan?" Aku membelakkan mataku kaget
"Yee..tapi jandiya..kerjamu bukanlah membereskan rumah..tapi melayani keperluan majikannya. Gajinya lumayan besar jandiya dan kau bisa mengatur jadwalmu" gaeul menambahkan

Aku berfikir sejenak. Bagaimana mungkin ia menjadi pelayan.tetaapi melihat jumlah gaji yang sangat lumayan baginya, akhirnya jandi mengangguk setuju kepada gaeul.


Malamnya di rumah jandi

"Omma...aku sudah mendapatkan pekerjaan" aku berkata kepada omma yang sedang memasak

"benarkah? Syukurlah jandiya.." Omma berlari memelukku. Aku tersenyum membalas pelukannya," pekerjaan apa yang kau dapat jandiya.."
Aku menceritan tentang pekerjaanku nanti kepada omma. Awalnya beliau sangat menentangnya. Tetapi karna ucapanku bahwa tidak ada jalan lagi,akhirnya omma menyetujuinya..

Akhirnya tiba juga hari pertamaku kerja.. Sepulang sekolah aku langsung menuju alamat yang gaeul berikan.

Mulutku menganga lebar.. Aku terpaku dengan rumah itu..sungguh besar dan megah. Semua prabotannya sangat antik. Dan sangat mahal harganya tentunya.

kepala pelayan menjelaskan tentang pekerjaanku. Aku hanya perlu bekerja dari jam 1 siang sampai jam 9 malam. Tugasku hanya melayani tuan muda yang aku sendiri belum tau orangnya.kepala pelayan itu berkata kepadaku bahwa tuan muda akan segera pulang dan aku harus menunggunya di depan pinti. dan setelah itu beliau pergi.

Namun keterkejutanku bertambah ketika aku melihat sesosok pria yang berpostur tubuh tinggi, tegap dan berisi sedang berjalan tertunduk membetulkan dasinya" "Kerennya.." Ucapku dalam hati. Kemoceng yang aku pegang pun terjatuh karna keterbengonganku.
BRaak..

Pria itu menoleh ke arah sumber suara

Aku melotot tidak percaya oleh apa yang aku lihat. Ternyata sesosok pria keren itu adalah lelaki yang sudah merebut ciuman pertamanya di trotoar 4 hari yang lalu.

"KAU..!!" Teriakku


~~~~~~~~~~ ******** ~~~~~~~~~~





Chapter 2




Saat ini aku sedang berada di halaman belakang tepatnya di bawah pohon tua yang cukup besar dan menyejukkan. di sini aku berdiri dan menyenderkan tubuhku pada batang pohon..menumpahkan segala rasa  kekesalan dan kebencianku.

Pria itu adalah goo jun pyo. tuan muda yang saat ini menjabat sebagai presiden di sebuah prusahaan bergengsi yaitu "SHINHWA". Prusahaan terbesar di korea. Prusahaan yang selalu bekerjasama  menangani berbagai macam proyek dengan prusahaan bergengsi lainnya baik di dalam maupun di luar negri. Ia adalah pria muda terkaya di negara ini dan sangat di minati oleh para gadis untuk dijadikan pacar.

aku sangat tidak menyangka kalau pria itu yang akan menjadi majikannya. pria yang Telah merebut paksa ciuman pertamanya.dan sekarang ia harus melayaninya, melayani segala kebutuhannya.

Masih teringat segar di kepalaku bagaimana sikapnya tadi. Ia hanya menatapku sesaat, menatapku dengan pandangan dingin..setelah itu ia melengos pergi tanpa mengucapkan sepatah kata.meninggalkanku yang berdiri dengan tampang syok.

"Lelaki brengsek" gumamku pelan. Ingin sekali aku menghampirinya. Memakinya. Tapi itu tidak mungkin. Sekarang ia adalah majikanku. Dan sangat tidak mungkin lagi untukku mengundurkan diri dari pekerjaan ini mengingat kebutuhan keluarganya yang sangat mendesak dan mengharuskanku untuk tetap bertahan disini. Bagaimanapun caranya.

30 menit sudah aku berada di bawah pohon. Rasa takut terus menghantuiku. Aku sangat tidak siap untuk bertemu muka dengannya. Mengingatnya saja sudah sangat membuatku muak. "Yaa..ottoke.."Bagaimana kalau nanti ia menciumku lagi? Atau jangan jangan ia akan melakukan hal yang lebih dari itu? "Aaaaaakh" teriakku. apa yang harus aku lakukan? Yaa geum jandi. Kau harus kuat !!" Aku menyemangati diriku sendiri.

Dengan mengumpulkan sekuat tenaga akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam rumah yang megah itu. dengan langkah yang sangat di paksakan, aku terus berjalan menuju dapur.

 "Geum jandi, sekarang waktumu menyiapkan makan malam untuk tuan muda"

Aku terkaget seketika, dan langsung menoleh ke arah suara yang memanggilku tadi," yee..araso" aku membungkukkan badanku kepada mrs.san, ia adalah kepala pelayan di rumah ini. wanita yang sangat disiplin dan tegas. Walaupun ia sudah tua tetapi ia  masih terlihat sangat segar dan bersemangat.

"Yaa..geum jandi, tuan muda tidak ingin makan di ruang makan. Jadi kau antar makan malamnya langsung ke kamar tuan muda." Tambahnya dan segera berlalu untuk mengawasi para pelayan lainnya.Aku sendiri tak tau berapa banyak pelayan yang bekerja di rumah ini.

Aku berjalan ke arah dapur. Sesampainya disana terlihat para koki dan pelayan lainnya sedang sibuk mengerjakan tugas mereka masing masing.

Aku menuju sebuah meja yang di atasnya sudah ada bermacam macam masakan yang aku sendiri tidak tau namanya. Tapi dari penampilannya aku tau bahwa masakan itu adalah masakan kelas atas.sangat menggiurkan.

Aku meraih nampan yang berisi masakan masakan itu. Mataku seketika terbelak " yaampun nampan ini berat sekali"

Susah payah aku membawa masakan yang sedang ku pegang erat di nampan. Mengingat betapa luasnya rumah ini membuatku harus berusaha sekuat tenaga menuju kamar junpyo.

"Akh! Tanganku sudah mati rasa" jengkelku.

Akhirnya dengan penuh perjuangan aku sampai juga di depan sebuah pintu besar. ya..disinilah kamar majikannya. Rasa takut sudah mulai menghantuiku.

Tok..tok..tok..

aku mulai mengetuk pintu dengan tangan yang gemetar hebat.

5 menit sudah aku menunggu, namun tidak ada jawaban dari dalam. Tanganku sudah mau copot rasanya. Nampan ini ingin sekali ia banting karna saking kesalnya menunggu.

Tok..tok..tok..

Hm.. Masih tidak ada jawaban. " Bagaimana ini..apa yang harus aku lakukan.." Akhirnya setelah mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya, aku memberanikan diri membuka pintu tersebut.

Cekleek...

Aku masuk perlahan..dan betapa aku terkejut lagi melihat kamar majikannya ini. Kamar yang sangat luas. Seperti hotel bintang 5. Mewah dan Sejuk sekali..karna ruangan ini terbuat dari jati..sehingga sangat nyaman untuk berlama lama disini.

"Dorenim.." Panggilku pelan sambil celingak celinguk mencari pria itu.

Samar samar aku mendengar suara rintihan yang semakin lama semakin jelas..aku memasang kedua kupingku dan memastikan apakah yang di dengarnya itu sungguhan atau tidak.

Mataku membelak lebar ketika mataku mendapati seseorang sedang berciuman hebat. Aku menelan ludahku dan berusaha memundurkan kakiku untuk menjauh dari mereka.

"Praang"

Sendok yang kubawa di nampan terjatuh.

Sontak kedua orang yang sedang asyik berciuman itu menoleh ke arahku.

" YAA..APA YANG KAU LAKUKAN DIKAMARKU" junpyo berteriak sangat keras.

Aku sangat kaget dengan amarahnya itu. Seketika aku memalingkan wajahku ke belakang " maafkan saya dorenim, saya hanya ingin..ingin.. mengantarkan makan malam untuk anda" ucapku tergagap

Pria itu berdiri " apakah kamu tidak di ajarkan sopan santun HAH!! Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu!!" Ia masih terus berteriak

"Yaa..junpyo..sudahlah..kau tidak perlu semarah itu" ucap wanita yang tadi sedang berciuman dengan junpyo. Wanita itu berbeda dengan yang dulu saat di trotoar. Ia berkata sambil mengancingkan kemejanya yang sudah hampir semuanya terbuka.

"BAGAIMANA AKU BISA TENANG!! IA DENGAN LANCANG MEMASUKI KAMARKU DAN TANPA SEIZINKU" junpyo terus dan terus berteriak. Ini membuatku pusing dan naik darah.

Aku berusaha keras untuk tidak melawannya. Bagaimanapun juga ia adalah pelayan di sini. Dan orang ini adalah majikannya. Sudah semestinya ia patuh terhadapnya. Walaupun ia sangat ingin menumpahkan nampan yang ia pegang ke muka majikannya.

Kali ini aku menatap lurus ke arahnya dan membungkukkan badanku" maafkan saya dorenim..saya sudah berkali kali mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban"

"Sudah..sudah.. Taruh saja makanan itu di meja..dan kau boleh pergi" ucap wanita itu lagi sambil memeluk junpyo dari belakang. Aku sangat berterimakasih kepadanya karna sudah menolongku menghadapi pria brengsek ini. Dengan cepat aku menuruti perintahnya dan segera lari keluar dari kamar yang menyebalkan itu.

Hosh..hosh..

Akhirnya aku berhenti berlari. Nafasku masi tersengal sengal. Saat ini aku kembali lagi ke pohon tua . Disini aku merasa sangat nyaman..

Aku mengepalkan tanganku, mukaku memerah menahan rasa benci dan marahku." Bisa bisanya aku menemukan seorang pria yang sangat menjijikan seperti itu. Dan mengapa tadi pria itu berkata kalau aku ini tidak mempunyai sopan santun? Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu karna kau sudah se enaknya menciumku dan memakiku."

"Tenang geum jandi..kau harus kuat.." Hanya itu yang bisa kulakukan..meyakinkan diriku sendiri agar bisa dan terus tetap bertahan disini.

***
Akhirnya tiba waktunya untuk aku pulang karna jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aku tersenyum senang dan segera menuju kamar mandi untuk mengganti seragamku.

Aku mencari sosok mrs.san untuk berpamitan padanya. Langkahku terhenti ketika aku melihat sosok yang sangat aku benci.ya dia adalah Goo jun pyo! Tak mau berurusan dengannya lagi karna terlalu lelah, aku memutuskan untuk mengumpat di balik rak yang menyimpan berbagai macam barang antik.

Aku melihat ia sedang berjalan menuju ruang kerjanya. Aku memperhatikannya berjalan. Badannya yang tinggi tegap..dada yang bidang.. Rambut yang lurus dan hitam pekat..serta wajah yang sangat tampan itu melamunkanku."Omo..mengapa aku berfikir seperti itu! Ya geum jandi..ingat..ia itu sangat berbahaya. Jangan tertipu oleh ketampanannya"

Aku memastikan ia sudah benar benar berada di dalam ruangannya.

"Geum jandi apa yang kau lakukan seperti itu?" Mrs.san berkata tepat di belakangku.

Aku membungkukkan badanku" maaf mrs.san aku hanya..hanya..hanya sedikit pusing" ucapku tergagap dan berbohong padanya.

"Benarkah? Mungkin kau terlalu lelah hari ini.. Geum jandi jangan lupa besok kau harus datang secepatnya pulang sekolah, karna besok tuan muda libur, jadi ia seharian berada di rumah ini dan kau harus melayaninya"

Seketika tubuhku terasa lemas"yee mrs.san..kalau begitu aku pulang dulu..anyonghaseo.." Sekali lagi aku membungkukkan badan dan tersenyum padanya

Mrs.san tersenyum"anyonghaseo jandiya.."


***


"Yaa..goo jun pyo! kemarilah..aku, yi zhung dan ji hoo sedang berada di club xx..banyak wanita cantik dan seksi disini" ucap woo bin di telpon. Ia adalah sahabat dekat junpyo yang juga sahabat dekat yi zung dan ji hoo.

" Tidak..aku sedang tidak mood hari ini." Tolak junpyo di sebrang sana

"Ya..junpyo kau akan menyesal jika tidak datang, lihatlah gadis gadis disini sangat menggiurkan" kali ini yi zhung yang berbicara

"Aku sudah katakan aku tidak mood! ARASO!!" Junpyo yang kesal langsung mematikan handphonenya dan menaruhnya kasar di meja kerjanya.

Ia memegangi kepalanya..dalam hati terdalamnya ia sebenarnya sudah muak dengan para gadis gadis itu. Ia sudah muak bercinta dengan mereka.  Ia tau bahwa gadis gadis itu hanya menginginkan materi darinya. Namun hanya dengan cara seperti itulah ia bisa melepaskan stres dan bebannya.

Prusahaan yang di bangun ayahnya ini sangat menyiksa dirinya. Bayangkan..hampir setiap hari ia terbang ke berbagai negara untuk bertrmu kliennya, kadang ia harus menjamu tamunya berjam jam.dan itu membuatnya muak.

***

"Omaa aku pulang" aku menyalahkan lampu rumahku yang sudah padam

"Omaaa.." Aku memanggil omma dan berjalan menuju kamarnya.

Mataku terbelak ketika aku melihat omma tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamarnya. Aku segera berlari menghampirinya"yaa..omma..omma..sadarlah.." Aku terus mengguncangkan tubuh omma dan menangis

Perlahan omma membuka membuka matanya perlahan" jandiyaa.."

"Yee..ini aku omma" aku menggenggam tangan omma erat " gwencana?"

Senyuman tersungging diwajah omma" yee..omma baik baik saja. Kau jangan khawatir"

Aku segera membawa omma menuju ranjangnya dan membaringkan ia disana.."Omma..bagaimana bisa seperti ini..apa yang terjadi" isakku

"Tidak..omma mungkin hanya terlalu capek membereskan rumah jandiya.." Omma mengusap usap rambutku dengan lembut

"Benarkah??kalau begitu mulai sekarang kau tidak boleh lagi terlalu capek membersihkan rumah omma..araso?"perintahku keras dan memeluknya

"Iya jandiya.."

"Jandiya...maafkan omma telah berbohong kepadamu..omma tidak ingin kau cemas. Kau sudah cukuo menderita dengan harus bekerja menjadi pelayan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari hari.sebenarnya akhir akhir ini omma tak tau kenapa sering sekali pusing..dan itu sangat menyakitkan jandiya.." Gumamnya dalam hati..

***
Esok siangnya..

Sepulang sekolah aku segera bergegas pulang dan mengganti pakaianku. Sesuai amanat mrs.san aku harus datang lebih awal karna majikannya hari ini libur. Dan ia harus melayaninya.

"Ommaa..aku pulang" teriakku dan aku segera menuju kamar untuk bersiap. Saat aku hendak membuka pintu kamarku tiba tiba terdengar suara orang terjatuh dari dapur. Aku segera berlari ke arah suara.

"Omma!!" Aku segera menghampiri omma. Aku melihat raut wajahnya sangat pucat dan berkeringat. Aku terus berusaha memanggil namanya dan membangunkannya, tetapi omma tidak juga sadar.

Sambil terisak aku mengambil handphoneku di kantong sakuku dan menelpon rumah sakit.

"Yobseo, saya geum jandi, tolong kirimkan ambulance ke rumah saya di jalan. Jeun no.36. Kumohon cepat.." Ucapku sambik terisak

Sambil menunggu ambulance datang aku tidak hentinya membangunkan omma. Namun tidak ada jawaban..

Ngiiiing..ngiiiiing..
20 menit menunggu akhirnya mobil ambulance pun datang dan langsung membawa mereka ke rumah sakit.

"Omma..bertahanlah.. Aku akan selalu di sampingmu.." Ucapku sebelum omma di bawa ke ruang tindakan.

Aku duduk di ruang tunggu. Terus menunggu dalam tangis..1 jam telah berlalu namun belum ada tanda tanda seorang dokter maupun suster yang keluar dari ruang tindakan tersebut.ini sangat membuatku cemas.

Aku tidak mau kehilangan omma..hanya dia yang aku punya..appa.. Yee..aku harus memberitahu appa..

Ku rogoh lagi sakuku dan mencoba menelpon appa..

"Tidak..appa tidak boleh tau..ia sedang bekerja disana..aku tidak boleh mengganggunya..tidak boleh.."Gumamku..

Ceklek..

Pintu itu akhirnya terbuka..seorang dokter terlihat keluar dari sana..

Aku segera menghampirinya" dokter bagaimana keadaan omma ku" tanyaku cemas.

"Anda siapa? Apakah anda putrinya" tanyanya

Aku menganggukkan kepalaku.

"Ikut saya" dokter itu berkata lalu segera berjalan cepat menuju ruang kerjanya. Aku pun dengan langkah cepat mengikuti di belakangnya

***

"Omma mu menderita kanker otak stadium 2..masih belum terlalu parah namun juga membahayakan jika tidak cepat mengambil tindakan"

Aku seakan di terpa kilat..hatiku sangat sakit mendengar perkataan dokter tersebut. Aku semakin deras menitikkan air mataku" benarkah..lalu apa yang harus di lakukan dok.."

"Operasi.."

Aku menghapus cepat air mata yang menggenangi pipiku dengan kedua tanganku" operasi..?"

"Yee..kemungkinan besar omma mu bisa di selamatkan dengan operasi ini. Tapi..."

Dokter itu tiba tiba mengentikan kalimatnya..

Aku yang tidak sabar langsung bertanya " tapi apa dok?"

Dokter tersebut mengela nafasnya " biayanya sangat besar agashi"

***

Saat ini aku berada di taman. Aku duduk di sebuah ayunan yang sudah tua.
"Darimana aku mendapatkan uang sebanyak itu..bahkan jika aku menjual rumah kecilku pun masih tak cukup untuk membiayayai omma.." Aku berkata sambil menangis..ya..untuk sekarang aku hanya bisa menangis..

"Harus kemana aku mencari uang dalam waktu sesingkat ini..appa..tidak mungkin appa mempunyai uang..beberapa bulan ini saja ia tidak mengirimi kami uang.." Aku terus terisak

Tulululululut..

Handphoneku berdering.

"Yobseyo.."

"Jandiya..kau dimana..sudah jam berapa ini..tuan muda sudah sangat marah" mrs.san berkata dan terdengar agak kesal

"Maaf mrs.san.."Aku menjelaskan kepada mrs.san tentang kejadian hari ini. Beruntung ia memaafkanku..dan menyuruhku untuk libur hari ini..aku sangat bersyukur aku tidak di pecat. Karna aku mengira ia akan memecatku.

"Jun pyo sedang menungguku.."Aku mendengus kesal..Yaa..goo jun pyo..lalu aku seketika mendapatkan ide!  GOO JUN PYO!! Mungkin ia bisa membantuku. Meminjamkan sedikit uangnya untukku.


***


Aku sudah berada tepat di depan kamar jun pyo..aku sudah membulatkan tekadku untuk meminjam uang kepadanya.. Aku tak perduli..walaupun aku sangat membencinya tetapi aku tidak ada pilihan lain..omma sedang sekarat di rumah sakit.. Aku tidak mau kehilangan omma.. Apapun akan aku lakukan untuknya..meskipun aku harus memohon padanya..

Tok..tok..tok..

Aku mengetuk pintunya perlahan.

"Masuklah" teriaknya dari dalam

Dengan langkah gemetar aku memasuki kamarnya. Aku terus menelan ludahku. Aku sangat takut bila berhadapan dengannya.

Ia berada di sofanya dan sedang membaca sebuah koran.

"Dorenim.." Panggilku

Ia menoleh ke arahku. menyeripitkan alisnya dan langsung berdiri berjalan ke arahku. Aku hanya bisa diam dalam ketakutanku.

"KAU!! BISA BISANYA KAU TELAT! APA MAU KAU KU PECAT HAH!! DAN MENGAPA KAU TAK MEMAKAI SERAGAMMU!!" Ia bertriak sangat kencang tepat di wajahku.

Aku menundukan wajahku" maafkan saya dorenim.. Tadi saya ada sedikit urusan" ku kepalkan tanganku untuk menahan emosiku dan tangisku.akan sangat memalukan jika aku menitikkan air mataku

Aku hanya mendengarkan ocehannya yang semakin menjadi jadi itu. Aku hanya menundukkan kepala dan berusaha untuk tidak menanggapinya.

"Dorenim.." Panggilku di tengah tengah ocehannya

"BO??"

"Bolehkah saya meminjam uang?" Aku sudah mengtakannya..

Terlihat jelas di mataku tampangnya yang terkaget itu.. " Untuk apa?" Tanyanya yang mulai bisa mengendalikan emosinya tadi

"Anda tidak perlu tau.. Yang jelas saya sangat membutuhkannya sekarang..dan saya berjanji akan menggantinya dengan uang gaji saya dorenim.."

Junpyo langsung terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu..apa yang ia fikirkan?? Sudah lebih dari 10 menit ia terdiam.
"Baiklah..akan aku pinjamkan.." Ucapnya yang disambut oleh senyuman senang olehku.

Aku tidak menyangka junpyo akan meminjamkannya uang dengan begini gampangnya..terimakasih tuhan..

"Benarkah?" Tanyaku yang tak henti hentinya tersenyum bahagia

Ia mengangguk"tetapi dengan satu syarat. Jika kau menerima syarat ini maka kau tidak perlu mengganti uangnya" tatapannya lurus menatapku

aku membelakkan mataku tidak percaya. Apa apaan ini.. Mengapa pakai syarat segala.."Tenang geum jandi..ini semua demi ibumu"

"Apa itu syaratnya.."Tanyaku

"Mudah sekali.. Syaratnya yaitu kau hanya harus TIDUR denganku"

Aku membelakkan mataku tak percaya dengan apa yang aku dengar barusan "BOO???"

~~~~~~~~~~ ********** ~~~~~~~~~~





Chapter 3..



Jandi memejamkan matanya..wajahnya yang putih mulus tanpa polesan seketika memerah..kedua tangannya di kepal erat menahan emosi yang meluap..

"Kau...berani beraninya..." Jandi berkata dengan suara serak..setelah itu jandi mengambil ancang ancang untuk melakukan jurusnya. Ya.. Jurus andalannya yaitu " tendangan memutar".

"YAAAA.." Jerit jandi *sambil menendang junpyo*


BRUUUK!!

Junpyo terpental jatuh kelantai. Matanya terbelak..terlihat di wajah junpyo kalau ia sangat syok dengan apa yang telah terjadi padanya barusan. Berkali kali junpyo mengedipkan matanya. Setelah kurang lebih 30 detik akhirnya junpyo tersadar dari kekagetannya dan segera berdiri dengan tampang yang sangat mengerikan.

"YAA..KAU SADAR DENGAN APA YANG KAU LAKUKAN HAAH..!!" Junpyo berteriak tepat di muka jandi.

jandi memandang junpyo. Seolah ia tidak takut dengan junpyo dan siap melawannya" ciiiih.." Jandi mencibirkan mulutnya " YAA..JANGAN KIRA WALAUPUN KAU ORANG KAYA DAN MEMILIKI UANG BERLIMPAH SEMUA ORANG AKAN MAU MENURUTI KEINGINANMU!! BOO?? TIDUR DENGANMU?? SAMPAI MATIPUN TIDAK AKAN MAU AKU MELAKUKANNYA! AKU MEMANG SANGAT MEMBUTUHKAN UANG TETAPI TIDAK DENGAN CARA MENJIJIKAN SEPERTI ITU!! APALAGI HARUS MELAKUKANNYA DENGANMU!! ARASO??"Jandi membalas perkataan junpyo dengan tidak kalah berangnya. Setelah puas memaki junpyo, jandi membalikkan badannya untuk berlalu dari kamar junpyo. Sangat menjijikan bagi jandi berada di sana.

"KAU AKAN MENYESAL PELAYAN TAK TAU DiRI!!"

Terdengar jelas teriakan junpyo dari balik pintu kamarnya. Jandi yang mendengarnya seketika menutup telinga dengan kedua tangannya dan jandi segera berlari meninggalan rumah junpyo.

***

Jandi memutuskan untuk kembali ke taman untuk meredakan emosinya yang tadi sempat  meledak ledak. jandi merebahkan tubuhnya di bangku panjang .

"Goo jun pyo..kau benar benar pria yang sangat brengsek. Bagaimana bisa kau memberikan syarat yang menjijikan seperti itu" jandi menggumam pelan..ia benar benar sudah lelah untuk hari ini...tenaganya sudah habis terkuras..

Untuk beberapa lamanya jandi terdiam di bangku taman. Memikirkan bagaimana caranya lagi untuk mendapatkan uang. Sedangkan omma membutuhkan operasi segera.

Perlahan air mata terjatuh dari pelupuk mata jandi.. Semakin lama semakin deras dan terdengar isakan yang memilukan.."Otoke..." Jandi berkata di sela sela tangisnya.

***

Brrrrm..brrrm..

Terdengar deru suara mobil..sebuah lotus berwarna merah marun meraung raung di halaman rumah yang sangat megah..itu adalah mobil goo jun pyo...

Junpyo menancap gasnya dalam dalam..dan lotus merah marun itu melaju dengan kencangnya.

Junpyo meraih headset yang berada di saku celananya..memasangnya di kuping sebelah kiri, lalu junpyo menekan tombol handphonenya..

"yobseyo.." Terdengar suara di sebrang sana

" Yaa yoon ji hoo!! Kumpulkan F3 sekarang!! Kita bertemu di xx club! ARASO??" Dengan suara yang kesal junpyo berkata kepada ji hoo

" Araso junpyoya.." Jawab ji hoo..ia tau kalau sahabatnya sudah berkata seperti itu berarti sesuatu hal telah terjadi pada junpyo.

Junpyo terus melajukan lotusnya dengan kencang.. Fikiran junpyo sangat kacau..ini disebabkan karna pelayan barunya!! Ia tidak menyangka kalau pelayan barunya itu menolak tawarannya. Tidak pernah sekalipun seorang gadis yang berani menolak permintaannya..malahan para gadis itu yang mengajaknya. Terlebih lagi ini pertama kalinya ia mendapat tendangan dari seorang pelayan!!


Xx club..

Junpyo memesan ruang VIP..terlihat gadis gadis nakal memandanginya dengan penuh kagum. Namun junpyo terlihat tidak peduli dan berjalan menuju ruang VIP Dengan diantar oleh manager club.

Ruangan VIP Ini sungguh mewah..jelas saja..xx club merupakan bar yang paling terkenal dan terbesar di korea.

Junpyo menaruh dirinya di kursi panjang..ia menyenderkan kepalanya pada ujung kursi..

Cekleeek..

Seseorang membuka pintu ruangan.. Dia adalah woo bin..yang di belakangnya di ikuti oleh yi zhung dan ji hoo.

"Yoo my bro! What's up? Tengah malam bgini kau mengajak kita berkumpul? Sapa dan tanya woo bin kepada junpyo dan merangkul sahabatnya itu

" tidak..aku hanya bosan dirumah" junpyo berbicara dengan muka yang kusut

"Tidak usah berbohong..kami tau kau sedang ada masalah" ucap yi zhung sambil menepuk pundak junpyo

Junpyo mendesah kesal.. Di minumnya red wine dengan kasar.. Pandangannya lurus ke depan..pandangan penuh kekesalan yang teramat sangat..

setelah menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, junpyo mulai menceritakan kejadian yang telah di alaminya bersama dengan pelayan barunya.

"BOO?? Dia menendangmu?? " Yi zhung membelakkan matanya lebar lebar..ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan junpyo

"Yaa.. Bagaimanapun juga gadis itu sungguh hebat..tidak..malah luar biasa.." Woo bin menggeleng gelengkan kepalanya

Mendengar perkataan woo bin, junpyo menjadi gusar" boo?? Hebat?? Tidak!! Pelayan itu benar benar tidak tau diri. Aku sudah mau membantunya tetapi dia malah menendangku" nada kesal masih terdengar dari mulut junpyo

Ji hoo yang tadi hanya diam dan melihat, akhirnya mengeluarkan suaranya," mungkin gadis itu masih perawan..makanya dia menolak tidur denganmu junpyoya..."

Serentak junpyo, woo bin dan yi zhung membelakkan matanya ," BOO??PERAWAN??" Ucap mereka bersamaan.

Ji hoo menganggukkan kepalanya

"Yaa..mana ada di zaman sekarang seorang gadis masih perawan.." Woo bin terkekeh

"Mungkin saja..dia kan gadis kalangan bawah" yi zhung menambahkan.

Junpyo terdiam mendengar perkataan ji hoo tadi.." Benar juga..mungkin karna gadis itu masih perawan makanya dia menolak untuk tidur denganku" fikir junpyo

"Yaa junpyoya..siapa nama pelayan barumu itu?" Ji hoo menyadarkan lamunan junpyo

Junpyo tersentak," boo?? Nama?? Aku ti..tidak tahu.." Jawabnya sedikit tergagap

"Tidak tahu?? " Ji hoo menggelengkan kepalanya heran..

"Junpyo..namanya saja kau tidak tahu..tetapi kau menyuruh gadis itu untuk tidur denganmu.. Wajar saja dia menolak" yi zhung berkata dan tertawa kecil

"AKU TIDAK PEDULI!! BISA KUPASTIKAN KALAU GADIS ITU PASTI AKAN MENYESAL KARNA TELAH MENOLAK TAWARANKU!!" teriak junpyo.. Setelah itu junpyo berdiri..dan segera meninggalkan ruangan dengan perasaan yang sangat kesal

F3 hanya menggeleng gelengkan kepalanya..mereka sangat tahu sekali dengan sifat junpyo yang pemarah dan tidak mau mengalah ini.

***


Rumah sakit...

"Omma..gwenchana?? Bersabarlah omma..aku akan berusaha mendapatkan uang untuk biaya operasi ini.. Aku mohon omma jangan dulu meninggalkanku.." Jandi  menggenggam erat tangan omma..dan menangis sejadi jadinya..jandi sungguh tak sanggup melihat ommanya terbaring tak sadarkan diri..melawan penyakit yang di derita sendirian..

"Geum jandi agashi.." Seseorang menepuk punggung jandi..dia adalah suster yang merawat omma..

Jandi menghusap air matanya lalu menengok ke arah suster," yee.. Ada apa suster?" Tanyanya

"Dokter memanggil anda..."

Jandi menganggukkan kepala..lalu ia berdiri dan berjalan menuju ruang dokter yang menangani penyakit omma nya..jandi berjalan di belakang mengikuti suster

"Anyonghaseo.." Sapa jandi

Dokter kim yang sedang sibuk menulis segera menghentikan aktifitasnya" anyonghaseo geum jandi agashi..silahkan duduk.." Dokter kim tersenyum dan memberikan syarat kepada jandi untuk duduk di kursi yang tepat berada di depan dokter kim.

Setelah melihat jandi sudah duduk di kursinya, dokter kim memulai pembicaraan," geum jandi agashi..dilihat dari perkembangan ibu anda, kondisi beliau sangat mengkhawatirkan..jika tidak cepat melakukan operasi kemungkinan ibu anda akan mengalami koma dalam waktu lama.."

Jandi terdiam..fikirannya sungguh bercampur aduk antara sedih..takut..benci karna sampai saat ini ia belum mempunyai uang untuk biaya operasi..air mata mulai menitik di pipi mulusnya.." Kapan batas terakhir untuk dilakukan operasi dok?" Tanya jandi dalam tangisnya

Dokter kim memejamkan matanya.."2 hari agashi..."

Tangis jandi semakin keras ketika mendengar jawaban dari dokter kim..bagaimana mungkin ia bisa mendapatkan uang dalam waktu 2 hari.. Bagaimana..

***
Jandi melangkahkan kaki menuju ruang inap omma nya.. Langkah yang gontai.. Wajah jandi terlihat pucat dan matanya sembab.. Sangat menyedihkan..

Sesampainya di ruang inap jandi menatap pilu ommanya.. Kembali air mata menghiasi wajahnya..ia sungguh tak kuasa melihat ommanya begitu menderita..

"Tidak ada cara lain..selain..."

***


jam 2 dini hari akhirnya junpyo sampai di rumah.. Emosinya sudah bisa ia kendalikan dengan baik..dan perasaannya sekarangsudah kembali tenang.junpyo memarkirkan lotusnya di garasi.. Garasi itu memang khusus untuk mobil miliknya..

junpyo melangkahkan kakinya ke pintu utama..namun tiba tiba langkahnya terhenti.. Di lihatnya seorang gadis sedang duduk di depan pintu dan menenggelamkan wajahnya di kedua tangannya..

Junpyo menyiritkan alisnya,"yaa..siapa kau? Apa yang kau lakukan disini? Mau mencuri ya?"

Gadis itu mendongakkan kepalanya..

Betapa terkejutnya junpyo.. Ia tidak percaya dengan apa yang ada di depannya.. Gadis yang membuatnya kesal seharian ini..

Ya..gadis itu bernama "Geum jandi"

"KAU !! UNTUK APA KAU DATANG KERUMAHKU?APA KAU TAK TAU JAM BERAPA SEKARANG?APA KAU...."

"Aku terima tawaranmu.." Jandi memotong ucapan junpyo

"BOO??" Junpyo sungguh terkejut mendengar perkataan jandi

"Aku terima tawaranmu goo jun pyo..aku bersedia tidur denganmu.." jandi menatap junpyo dengan sungguh sungguh.

Junpyo tersenyum simpul dan merasa senang karna dirinya telah menang," yaa..kau sendiri yang bilang sampai matipun tidak akan pernah mau tidur denganku"

"Miane..chongmal miane..aku menarik lagi ucapanku goo jun pyo..sungguh aku sangat memerlukan uang itu.." Ucap jandi..terdengar sangat di paksakan

"Baiklah...aku bersedia memberimu uang itu..dan syaratnya pun tidak berubah..kau tidak perlu mengganti uangnya" ucap junpyo sambil berdacak pinggang dengan pandangan mengejek..

"Tidak..aku akan tetap menggantinya..dengan uang gajiku..aku tidak mau berhutang budi padamu..."

Junpyo membelakkan matanya.. Gadis ini sungguh sangat keras kepala.." Baiklah.. Besok malam kau harus sudah ada di kamarku. Araso!!"

***

Di rumah jandi..

"Omma..miane..aku harus melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan.. Aku tidak ada pilihan lain lagi omma.. Miane.. Aku sungguh kecewa dengan diriku sendiri omma.." Di balik selimutnya jandi berbicara kepada dirinya sendiri..isak tangisnya tersengar sungguh memilukan..


Goo jun pyo...ya..kepada pria itu ia akan menyerahkan kegadisannya.. Kepada pria yang sangat amat ia benci di dunia ini..

Sebelum jandi terlelap karana terlalu lelah, ia menggumam sesuatu.."Sungguh tuhan sangat tidak adil kepadaku.."

***

"Jandiyaa..gwenchana??" Gaeul bertanya kepada jandi yang sedang sibuk memindahkan catatan ke buku tulis. Terlihat jelas di wajah jandi kalau ia habis menangis semalam..matanya sangat sembab..

Jandi yang melihat raut wajah cemas sahabatnya tersenyum," yee..gwenchana gaeul"

Gaeul menatap jandi kasihan.. Ia tau sahabatnya itu sedang mengalami kesulitan..namun gaeul hanya bisa diam..ia sangat mengenal jandi, setelah perasaannya pulih pasti jandi akan segera menceritakan masalahnya..namun saat ini gaeul tau kalau jandi sedang tidak ingin di ganggu..


Tak terasa bel pulang berbunyi..

Jandi segera membereskan buku bukunya..sebelum ke rumah junpyo ia ingin menjenguk ommanya terlebih dahulu..

"Gaeul..aku pulang duluan ya.." Ucap jandi..

Hari ini gaeul piket kelas..sehingga tidak bisa pulang bareng.." Yee..mian jandiya.." Gaeul memeluk erat jandi..

***

"Omma.. Hari ini aku akan mendapatkan uang..dan besok omma akan bisa di operasi..bersabarlah.." Jandi memeluk erat ommanya..

Setelah puas melihat omma..jandi melangkah pulang menuju rumah junpyo..

Malam ini adalah malam terakhirnya menjadi seorang gadis.. Sungguh menyakitkan rasanya.. Ingin sekali jandi bunuh diri.. Namun itu bukan penyelesaian masalah.. Siapa yang akan membiayai omma kalau bukan dirinya..

Jandi juga tidak bisa menyalahkan junpyo sepenuhnya.. Junpyo sudah mau memberikannya pinjaman uang..namun syaratnya itu sangat menjijikan.. Dan membuat jandi setengah mati membenci junpyo..

***

Malam harinya...

Deg..deg..

Saat ini jandi sudah berada di kamar junpyo tepatnya di depan ranjang..di lihatnya junpyo sudah bertelanjang dada dan menunggunya di kasur yang super mewah itu.

"Ya tuhan.. Benarkah ini harus terjadi padaku?? Ku mohon tuhan..kuatkan aku.." Jandi berkata dalam hati

Junpyo menatap lurus ke jandi," apa yang kau lakukan disitu..cepat lepas pakaianmu.."

Jandi mengepalkan tangannya erat..mukanya memerah menahan emosi.. Tidak.. Bagaimanapun juga ia harus bisa bertahan..

Jandi memejamkan kedua matanya..keringat dingin sudah mengucur deras..omma.. Maafkan aku..cuma ini satu satunya jalan..

Perlahan jandi membuka kancingnya..

Kancing pertama sudah terbuka..


dan disusul oleh kancing ke dua..


ke tiga..


Dan seterusnya..

Junpyo masih terus menatap tajam ke arah jandi.. Dan itu sangat memuakkan bagi jandi

Jandi melepaskan kemejanya dan menaruhnya dilantai.. Terlihat tank top berwarna hitam di badannya..

Betapa kagetnya junpyo melihat kulit yang begitu putih bersinar..tidak ada cacat sama sekali di tubuhnya.." Bagaimana mungkin tubuh seorang pelayan sesempurna ini.."

Jandi meneruskan lagi untuk membuka tank topnya..namun tiba tiba jun pyo berdiri dan menghampirinya..di tariknya tangan jandi lalu junpyo menenggelamkan bibirnya ke bibir jandi.. Jandi membelakkan matanya..namun ia tak bisa membrontak..ini adalah perjanjian yang tidak bisa di ganggu gugat..

Junpyo terus memainkan lidahnya di mulut jandi..menghisap bibir mungilnya dengan bernafsu..jandi hanya bisa terdiam membiarkan junpyo menciumnya..difikiran jandi hanya ada omma yang sedang sekarat dan segera memerlukan bantuan darinya..

Junpyo mulai menurunkan tangannya ke pinggang jandi.. Membuka tank top hitam yang melekat di tubuh mungil jandi..

Jandi mencoba menghentikan junpyo..namun tenaganya tak kuasa melawan..

Bra berwarna hitam terlihat.. Junpyo menatapnya dengan sungguh bernafsu," sungguh berpuluh puluh gadis yang sudah ku tiduri, belum pernah aku melihat tubuh gadis yang seputih dan selembut ini.. Sangat menggairahkan"

"Goo jun pyo.. Lakukanlah sesukamu..aku pasrah.. ini semua demi omma..aku rela..asalkan aku tidak kehilangan omma"

Junpyo membaringkan jandi di ranjangnya.. Diciuminya jidat..pipi..hidung..dagu..lalu bibir jandi..melumatnya dengan kasar..

"Mengapa?? Mengapa tiba tiba junpyo berhenti.."aku tidak lagi merasakan ciuman dan pelukan yang tadi ia lakukan padaku..

Jandi yang daritadi terus memejamkan matanya akhirnya membuka matanya secara perlahan..

Di lihatnya junpyo yang sedang menatapnya tepat berada di atasnya..

"Weo.." Tanya jandi

Junpyo menatap jandi lekat lekat,"YAA!! BAGAIMANA BISA AKU MELAKUKAN ITU SEMENTARA GADIS YANG AKU TIDURI TERUS MENANGIS !!" Junpyo segera berdiri..diraihnya handuk kimono di laci lemarinya..

"Miane.." Jandi tertunduk..ada rasa lega di dadanya..

Junyo duduk di kursi yang terletak di samping ranjang," siapa namamu?" Tanya junpyo

"Geum..gem jandi.."

"Baiklah geum jandi..aku memutuskan untuk tidak melakukan itu denganmu..sungguh aku tidak bisa melakukannya sementara kau terus mengeluarkan air mata..dan aku bukan pria jahat yang suka memaksa" ucap junpyo dengan suara yang dingin namun sedikit lembut

Jandi otomatis tersenyum senang mendengar perkataan junpyo barusan," benarkah??" Tanyanya tak percaya..Akhirnya ia tetap menjadi seorang gadis yang sempurna..

Junpyo mengangguk "Benar.. Namun aku memutuskan untuk mengganti syaratku.."

"Boo??"

Junpyo berdiri dan berjalan menuju lemari.. Diambilnya handuk kimono satu..dan dilemparkannya ke jandi," pakailah"

Jandi yang hanya memakai bra langsung menangkapnya dan memakainya..

Setelah memakai kimononya jandi menghampiri junpyo yang terduduk kembali ke kursinya ," apa syaratnya??"

Junpyo menatap jandi dengan pandangan serius," syaratnya sangat mudah..."

Jandi membalas tatapan junpyo dengan penuh tanda tanya di kepala," apa itu...??" Tanyanya penasaran sekaligus takut, takut permintaannya nanti akan lebih parah dari ini.

"Junpyo perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah jandi yang sudah sangat memerah," kau harus bersedia menjadi PACARKU!!" Bisik junpyo dan ada sedikit tekanan di kata kata "pacarku"

"BOO??PACAR???" Teriak jandi histeris

~~~~~~~~~~ *********** ~~~~~~~~~~





Chapter 4

“hm…pagi yang cerah..” jandi mendongakkan kepalanya ke langit…ia berlari lari kecil di sepanjang trotoar, terlihat di wajahnya sebuah senyuman yang sumringah,” nananana….” Jandi bersenandung pelan dan tertawa riang.. di tangan kanannya jandi menggenggam erat selembar kertas. Selembar kertas yang ia dapatkan dengan susah payah dan bahkan hampir saja merenggut kesuciannya..

*bisa di tebak kan J*

Yaa… kertas itu adalah sebuah cek..cek yang di berikan oleh junpyo semalam…

*****

FLASH BACK….

“yaa..hentikan tampangmu yang seperti itu, apakah kau tidak tau wajahmu sekarang terlihat sangat jelek pelayan cengeng” ejek junpyo


Bagaimana tidak junpyo berkata seperti itu, saat ini jandi terlihat sangat memalukan. Mulutnya yang mungil di buka lebar lebar..matanya yang bundar terbelak dan keringat dingin di dahinya mengucur deras..

Mendengar ejekan junpyo, jandi segera tersadar dan segera merapihkan wajahnya kembali. Setelah itu ia menepuk wajahnya perlahan, “ go..goo jun pyo..kau sadar dengan permintaanmu ini??” jandi mencoba meyakinkan dirinya lagi

Junpyo mengangguk mantap,” tentu saja!”

Jandi menghembuskan nafasnya,” yaaa goo jun pyo! Jangan kau kira mentang mentang aku mau tidur denganmu kau jadi berfikiran kalau aku menyukaimu?begitu? kau salah besar goo jun pyo! Aku..aku sangat membencimu! Aku terpaksa mati matian melakukan ini karna mengingat aku sangat membutuhkan uang itu..” jandi menggeleng gelengkan kepalanya.. ia masih syok dengan permintaan pria brengsek itu.

“HAHHAAHA” junpyo tertawa terbahak bahak..di pegangi perutnya dengan tangan kanannya menahan kegelian akibat ia tertawa terlalu berlebihan

Jandi menatap junpyo dengan penuh amarah..ia mengepal erat kedua tangannya menahan emosi yang hampir meledak.



“ yaa pelayan cengeng, jadi itu ya yang ada di fikiranmu? Hahaha..yaa..aku pun tidak menyukaimu! Kau sama sekali bukan tipeku.” Ucap junpyo yang sudah berhasil menghentikan tawanya, walaupun sebenarnya ia masih sangat ingin tertawa.

“lalu mengapa kau mengajakku berpacaran? Padahal sudah jelas jelas kita berdua tidak saling menyukai! Apa kau sudah gila goo jun pyo?”jandi berusaha keras meyakinkan pria itu untuk mengganti lagi syaratnya

“weo? Apakah menurutmu orang berpacaran itu harus saling menyukai terlebih dahulu? Begitu? Ciiih…” cibir junpyo

“sabar geum jandi…sabar..” jandi mengelus elus dadanya..mencoba menenangkan dirinya sendiri

“tentu saja harus saling menyukai satu sama lain..yaa..aku pun terus menunggu datangnya seorang pria yang menyatakan cintanya kepadaku.!”Ucap jandi mantap. Namun di detik berikutnya ia tersadar bahwa ucapannya ini terdengar sangat memalukan. Jandi memukul mukul kepalanya,”yaa..pabo..pabo!!”

Junpyo membelakkan matanya,” BOO??terus menunggu??yaa..apakah jangan jangan kau belum pernah berpacaran ya? Hahaha..” junpyo kembali tertawa

Jandi menundukkan kepalanya..wajahnya seketika memerah..semua terkaan junpyo sangat tepat..ia sama sekali belum pernah berpacaran..memang sangat memalukan..di umurnya yang ke 17 ia belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta..jujur saja, jandi sangat sulit untuk jatuh cinta..baginya semua pria itu sama saja..tidak ada yang special baginya..

“yaa..memangnya kenapa?apa salah?” jawab jandi gusar.namun junpyo masih saja tertawa..merasa kesal dengan junpyo, akhirnya jandi kehilangan kesabarannya,”YAAA..!!” jandi berteriak keras

Junpyo yang sedang asyik tertawa terlonjak kaget,” YAAA..APA APAAN KAU BERTERIAK SEPERTI ITU!!” omel junpyo

Jandi menatap junpyo dengan pandangan tajam..junpyo yang di pandang seperti itu menjadi salah tingkah dan menggaruk garukkan kepalanya yang tidak gatal.

“ARASO..ARASO..aku akan serius” ucap junpyo kesal

jandi segera mengganti mimik wajahnya yang tadi cemberut menjadi sebuah senyuman yang sangat manis..,” baiklah goo jun pyo..aku akan menyetujui syaratmu. Tetapi kau harus menjawab dengan jujur pertanyaan dariku ini” jandi menatap junpyo lekat lekat

“boo?”

“mengapa kau menyuruhku untuk menjadi pacarmu? Bukankah masih banyak gadis gadis yang jauh lebih cantik..lebih kaya..lebih menarik dibanding aku.sebenarnya apa tujuanmu ?”

Junpyo terdiam..ia menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari jandi.” Karna aku sudah muak…” junpyo berkata dengan pandangan kosong

“ b..boo?? muak? Weo??” Tanya jandi penasaran

Junpyo melanjutkan kembali perkataannya,” aku muak dengan para gadis gadis yang selalu mendekatiku..bukan karna ingin mencintaiku..tapi mereka jauh lebih menginginkan materi dariku..sesungguhnya itu sangat menjijikan….”junpyo kembali terdiam

“ jadi….?” Tanya jandi

Junpyo yang tadinya memandang dengan pandangan kosong, memalingkan wajahnya dan membalas tatapan jandi,” jadi aku ingin kau menjadi pacarku agar para gadis gadis itu berhenti mengejarku…”tiba tiba junpyo berdiri dan berjalan menuju sebuah berangkas yang cukup besar..di ambilnya sesuatu barang dari dalam sana..jandi memperhatikan junpyo dengan saksama..



Setelah menemukan apa yang dicari, junpyo membalikkan badannya dan berjalan mendekati jandi,” ini…kau tulislah berapa nominal yang kau butuhkan..” junpyo memberikan sebuah cek kosong kepada jandi

Jandi menerimanya sambil tersenyum senang,” gumawo goo jun pyo…”

Jandi meraih pulpen yang ada di kotak pensilnya..kemudian ia mengisi cek kosong itu dengan nominal yang ia butuhkan setelah itu junpyo menandatanganinya.

“oke..mulai sekarang kau resmi menjadi pacarku. Dan kau harus menuruti semua perkataanku.araso??” junpyo berkata dengan tegas setelah selesai menandatangani cek yang sudah berisikan nominal yang jandi tulis disana.

Jandi mengangguk pasrah,’yee..araso….”

AND OF FLASH BACK…

***

Tulululut….
Jandi menghentikan langkahnya.. di ambilnya ponsel yang ia taruh di tas slempang berwarna pink. Jandi menyiritkan alisnya,”nomor siapa ini..”. jandi memutuskan untuk mengangkatnya.

“yobseyo….”

“yaa pelayan cengeng!! Dimana kau sekarang?’ terdengar suara dari sebrang sana.. suara yang sangat tidak ingin di dengar jandi sekarang. Siapa lagi kalau bukan goo jun pyo

senyuman yang tadi di umbar jandi di sepanjang jalan langsung hilang seketika,” weo??”

“JAWAB PERTANYAANKU!!!” teriak junpyo

Saat itu juga jandi langsung menjauhkan ponsel dari telinganya. Teriakan junpyo benar benar membuatnya pusing..tak ingin bertengkar dengan junpyo, jandi menjawabnya tanpa emosi sedikitpun,” aku sedang dalam perjalanan menuju bank…”

“araso..tunggu aku di halte dekat bank. 30 menit lagi aku sampai”

“B..BOO?? YAA..GOO JUNPYO!!!” jandi berusaha memanggil junpyo..namun junpyo keburu mematikan ponselnya

“yaiiiish…benar benar membuatku marah saja..” geram jandi

***

Sesampainya di bank..

“ terimakasih…” jandi membungkukkan badannya sambil menerima sebuah amplop besar berwarna cokelat yang berisikan sejumlah uang yang baru saja di cairkan. Senyuman lega terlihat di wajah jandi..

Setelah itu jandi membalikkan badannya dan berjan menuju halte tempat ia  menunggu junpyo..,” malas sekali rasanya bertemu goo jun pyo…” gumam jandi..tapi apa daya..dalam perjanjian kemarin malam sudah sangat jelas kalau ia harus menuruti segala perkataan junpyo..jandi bukan tipe orang yang suka ingkar janji, makanya walaupun terpaksa ia tetap harus melakukannya.

Sesampainya di halte jandi melirik jam tangannya,” yaa..sudah 30 menit..dimana junpyo ya..”jandi menengokkan kepalanya ke kiri dan ke kanan berkali kali untuk mecari sosok junpyo..

“yaa..mengapa kau menari nari di tempat umum seperti itu? Apa kau sudah gila?” ejek junpyo..ia tepat berada di belakang jandi

Jandi terlonjak kaget dan segera membalikkan badannya,” yaa..mengagetkanku saja! Boo?? Menari?? Aku sedang tidak menari. Aku tadi sedang mencarimu goo junpyo!!” jandi memonyongkan bibir mungilnya.

Melihat mimik wajah jandi yang seperti itu junpyo tersenyum..bukan senyum mengejek melainkan sebuah senyuman tulus..tanpa sadar jandi yang melihat senyuman junpyo ikutan tersenyum juga,”omo….betapa tampannya makhluk yang kau ciptakan di depanku ini tuhan..namun sayang, sifatnya sungguh buruk.” namun didetik berikutnya jandi tersadar dengan kelakuannya barusan,” yaa..bagaimana mungkin kau membalas senyumnya dan berfikiran seperti itu geum jandi..!!!” jandi memukul mukul kepalanya,” yaiiiish…pabo..pabo…”

“yaa..pelayan cengeng, mengapa kau memukul mukul kepalamu sendiri hah?? Kau ini bodoh ya!” tawa junpyo

“YAA!! JANGAN TERTAWA!!” jandi memukul mukul junpyo..”yaa…ampun..araso..araso..aku akan diam” junpyo meringis kesakitan. Pukulan jandi ternyata sakit juga..

Tulululut..
Ponsel jandi berbunyi…

“yobseyo…”

“apakah ini benar dengan geum jandi agashi? Kami dari rumah sakit sujo..” Tanya suar dari sebrang sana

Perasaan jandi mulai tidak enak,”yee saya sendiri..ada apa suster?” Tanya jandi cemas

“agashi..dokter kim menyuruh anda untuk secepatnya ke rumah sakit. Ada hal penting yang harus dibicarakan” jawab suster

“ araso..saya akan tiba secepatnya..”

Setelah menutup ponselnya, jandi menatap junpyo yang masih berada di sampingnya. Di tariknya lengan junpyo.

“ yaa..apa apaan kau geum jandi!! Kau mau membawaku kemana?” tanya junpyo heran

“goo jun pyo, antarkan aku kerumah sakit soju sekarang. Cepaat!!!” jawab jandi yang masih menarik narik lengan junpyo

“B..BOO??rumah sakit??”


Jandi menganggukkan kepalanya cepat. Wajah paniknya di hiasi oleh butir butir air mata..junpyo menatap jandi bingung.

lotus merah marun melaju dengan cepat.. junpyo melirik lirik jandi yang tepat berada di sampingnya..,” yaa geum jandi..mengapa kau menangis seperti itu?” Tanya junpyo penasaran.

Mendengar pertanyaan junpyo, jandi malah menangis lebih kencang lagi..,” HU..HU..HU…” Isaknya

Junpyo membelakkan matanya..ia sungguh panik melihat tangisan jandi yang semakin menjadi jadi,”YAA..BERHENTILAH MENANGIS!!” teriak junpyo

Namanya juga tuan muda goo jun pyo..ia sama sekali tidak berpengalaman dalam menghentikan tangis seorang gadis dalam keadaan panik seperti ini.

Jandi tidak memedulikan teriakan junpyo..ia hanya menangis..dan terus menangis..

***

Sesampainya di rumah sakit..

“ yaa..jandiya..tunggu aku..!!” teriak junpyo dengan nafas yang tersengal sengal.

Jandi tidak memedulikan teriakan junpyo.. ia terus berlari menuju ruangan tempat dimana ommanya di rawat

“yaiiiish..padahal badannya begitu mungil tetapi larinya sungguh cepat sekali.” Junpyo menggeleng gelengkan kepalanya dan masih berlari mengikuti jandi dari belakang.

Jandi membuka pintu kamar rawat ommanya, di lihatnya dokter kim dan 2 orang suster sedang memeriksa kondisi omma..tentu saja junpyo juga melihatnya..

Jandi mendekati dokter kim,” dokter..bagaimana keadaan omma?” Tanya jandi sedih..air mata masih terus mengalir di pipi mulusnya

Dokter kim memandang jandi pilu,” ommamu harus segera di operasi sekarang”

Junpyo terpana mendengar ucapan jandi,”B..boo?? omma??” tanyanya tak percaya

Jandi mengangguk angguk kecil menjawab pertanyaan junpyo

Junpyo terdiam..teringat kembali di memori otaknya mengenai kejadian kemarin malam bersamanya dengan jandi..bagaimana kemarin malam hampir saja ia meniduri gadis tak berdaya itu.. perlahan junpyo memundurkan langkahnya..kepalanya menggeleng geleng tidak percaya..ia segera berlalu dari ruangan..

Junpyo terduduk di kursi tunggu tepat di depan kamar ommanya jandi. Ia menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya dan tertunduk.

“goo jun pyo..kau benar benar pria yang sangat brengsek..bagaimana mungkin kau tega menyakiti gadis mungil tak berdaya itu.. ternyata ini alasannya mengapa gadis itu mati matian mencari uang..yang parahnya lagi kau hampir saja menidurinya junpyo....semua ia lakukan untuk ommanya..” ucap junpyo penuh penyesalan

Tiba tiba junpyo berdiri,“YAIIIIIISH!!!” junpyo memukul tembok dengan kerasnya..darah segar mengalir di buku buku jarinya..

Orang orang yang berada di dekat junpyo memperhatikan junpyo dengan pandangan kasihan..tetapi tak ada satupun dari mereka yang berani mendekati junpyo.

“miane…joungmal miane jandiya…” junpyo kembali terduduk..luka di tangannya sama sekali tidak ia rasakan.. baginya luka di tangannya ini sungguh tidak ada artinya di bandingkan dengan luka batin yang sudah ia toreh pada jandi..


Cekklek..
Pintu kamar terbuka.. terlihat dokter kim keluar dari ruangan yang disusul oleh suster serta jandi di belakangnya.

Dokter kim dan suster segera berlalu..sedangkan jandi masih berdiri di depan pintu..menangis..

Junpyo yang melihatnya segera berdiri dan menghampiri jandi.. diraihnya tangan mungil jandi, lalu junyo menariknya dan membawa jandi kedalam pelukannya.

“miane..miane jandiya…” ucap junpyo sedih

Jandi terpaku di dalam pelukan junpyo.. ia sungguh kaget..ini pertama kalinya junpyo meminta maaf padanya..seorang tuan muda goo jun pyo yang sangat keras kepala dan pemarah ini meminta maaf padanya..

“yaa goo..goo jun pyo..weo??” Tanya jandi sambil terisak tanpa ingin melepaskan dirinya dari pelukan junpyo..sesungguhnya ia sangat membutuhkan sandaran seperti ini..

Junpyo tidak menjawab pertanyaan jandi..ia hanya terdiam dan mempererat pelukannya.

“geum jandi agashi..”

Jandi dan junpyo kompak menengok kearah suara yang memanggil nama jandi. Ternyata itu panggilan dari suster park. Terlihat di tangan suster itu sedang menggenggam sebuah map berwarna hijau.

Jandi melepaskan dirinya dari pelukan junpyo, lalu ia segera menghampiri suster park,” ada apa suster?” Tanya jandi sambil menghapus air mata di pipinya

Suster park menyodorkan map yang berwarna hijau itu kepada jandi,”ini adalah surat persetujuan untuk dilakukannya tindakan operasi yang akan segera dilaksanankan agashi..”

Jandi mengulurkan tangannya dan meraih map hijau tersebut. Dibacanya surat itu sebentar, setelah itu ia menuliskan tandatangannya sebagai bukti bahwa jandi menyetujui tindakan operasi ini.

“jam berapa akan dilaksanakan operasi suster?” Tanya jandi sambil mengembalikan map hijau kepada suster park

” jam 3 sore agashi..” suster park menundukkan badannya dan segera berlalu.


Jandi memalingkan wajahnya kearah junpyo yang berada disampingnya..dan betapa terkejutnya jandi ketika melihat tangan kanan junpyo terluka.

“ yaa goo jun pyo.. mengapa tanganmu bisa terluka seperti ini?” Tanya jandi panik dan segera menyambar tangan junpyo yang terluka itu.

“akh..sakit jandiya..” rintih junpyo.. jandi terlalu kasar memegang luka junpyo..tentu saja karna tidak disengaja.

“miane…” ucap jandi merasa bersalah..ia merogoh kantong celananya dan mengambil sebuah sapu tangan, lalu ia segera membalut luka junpyo.,” apakah sakit?” Tanya jandi cemas

“yee..sakit sekali” junpyo menjawab tanpa melepaskan pandangannya dari jandi

“ yap selesaiii” jandi tersenyum puas dan menatap junpyo.

Deg..deg…deg..
Jantung jandi berdetak dengan cepatnya, seketika wajahnya langsung memerah.. ia lalu menundukkan wajahnya dalam dalam,” yaa..mengapa junpyo menatapku dengan pandangan seperti itu..” ucapnya dalam hati..

Junpyo yang melihat jandi salah tingkah itu tersenyum,” yaaa..mengapa kau menunduk seperti itu pelayan cengeng?” goda junpyo

“a..aku..” belum selesai jandi melanjutkan perkataannya, tiba tiba ia melihat para dokter dan suster sedang menuju ruangan omma dengan tergesa gesa.

Jandi segera dengan cepat ikut menyusul masuk ke dalam ruangan. Begitu juga dengan junpyo..

“dokter..ada apa?” Tanya jandi khawatir. Dan matanya mulai berkaca kaca

“operasi akan segera dilaksanakan agashi…” jawab dokter yang sedang sibuk memeriksa keadaan omma.

***

Saat ini jandi sedang terduduk di depan kamar operasi.. satu jam yang lalu dokter dan para suster membawa masuk ommanya ke dalam..




Sesaat sebelum di larikan ke kamar operasi, jandi membisikkan sesuatu di telinga ommanya,” omma..berjuanglah..jangan dulu meninggalkan aku..sungguh..aku akan selalu ada disampingmu omma”

“jandiya..apakah kau mau minum?” Tanya junpyo yang berada di sampingnya

Jandi mengeleng gelengkan kepalanya,” tidak..aku tidak haus..” jawabnya sedih

Junpyo melirik jandi yang ada di sebelahnya..,” jandiya..sungguh aku tak tahan melihatmu seperti ini..entah kenapa ada perasaan aneh yang terselip di hatiku..perasaan ingin menyentuhmu, melindungimu dan menjagamu..sungguh sebelumnya aku sama sekali tidak pernah mempunyai perasaan yang seperti ini terhadap seorang gadis..hatiku sungguh sakit melihat kau yang tidak berdaya seperti ini jandiya…”ucap junpyo tentu saja dalam hati

“goo jun pyo….”panggil jandi pelan..

“yee..ada apa jandiya…” jawab junpyo tanpa melepaskan pandangannya dari jandi

“ kau tidak pulang? Sungguh aku tidak apa apa sendiri disini..”


Mendengar pertanyaan jandi, hati junpyo menjadi sedih..,” weo? Apakah kamu tidak suka aku berada disini?”

Jandi menggeleng gelengkan kepalanya,” tidak..aku hanya tidak ingin merepotkanmu lagi  goo jun pyo..”

Junpyo membelai lembut rambut jandi,” aku sama sekali tidak merasa di repotkan jandiya..aku sungguh senang bisa menemanimu disini..” ucap junpyo lembut.

Jandi yang tadi menundukkan kepalanya langsung menatap junpyo..ia sungguh tidak percaya dengan pendengarannya..bagaimana mungkin seorang goo jun pyo yang keras hati itu berkata dengan sebegitu lembutnya..padahal selama ini junpyo selalu mengejek dan menghinanya..

Wajah junpyo dan jandi saling berhadapan..jandi bisa merasakan hangatnya hembusan nafas junpyo dan wangi yang melekat di tubuh junpyo..perlahan wajah junpyo mendekati wajah jandi..dekat..dekat..dan semakin dekat..jandi memejamkan matanya..ia dapat merasakan hangatnya bibir junpyo yang menempel lembut di bibirnya..ciuman kecil dan singkat..

setelah melepaskan ciuman singkatnya, junpyo perlahan membuka matanya..di lihatnya jandi masih memejamkan matanya..wajahnya memerah.. sungguh ia terlihat sangat cantik sekali..perlahan jandi pun membuka mata.

cekleek..

pintu ruangan terbuka..terlihat dokter kim keluar dari pintu tersebut sambil melepaskan masker di mulutnya.

Jandi dan junpyo terkaget.. jandi segera berlari menghampiri dokter kim, raut wajah cemas kembali menghiasi..,” dokter bagaimana? Omma baik baik saja kan? Iya kan dokter?” Tanya jandi penasaran

“jandiya..tenanglah..” ucap junpyo dan mengusap usap punggung jandi

Dokter kim menatap jandi sebentar lalu tersenyum,” yee..operasinya berjalan dengan sangat lancar agashi..”

Jandi dan junpyo menghela nafas lega..,” syukurlah..terimakasih tuhan” ucap jandi senang sekali. Air matanya kembali keluar..tetapi bukan tangisan sedih..melainkan tangisan bahagia..

“agashi…sepertinya anda terlihat sangat lelah..sebaiknya anda istirahat saja di rumah..lagipula percuma anda menunggu disini sebab ibu anda akan sadar besok siang..” ucap dokter kim lagi



Junpyo membenarkan perkataan dokter kim,” benar jandiya..kau sebaiknya istirahat dirumah..”

Jandi berfikir sebentar,lalu setelah itu ia mengangguk pelan. Junpyo tersenyum…,” b
« Last Edit: April 15, 2010, 08:32:54 pm by neiya »

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Cane

  • Newbie
  • *
  • Posts: 32
  • LoVe mInSuN FoReVeR
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #1 on: April 04, 2010, 05:06:24 am »
kalau aku mindahinnya dengan cara......di copy  [biggrin] [biggrin]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #2 on: April 04, 2010, 05:44:00 am »
Soalnya ff aku nih bikin langsung sist dari hp.. Jadi ga aku simpen.. Jadi mau ga mau aku mindahinnya harus buka halaman yang dulu" itu.. Nah td pas aku cari kok ya ga ketemu ketemu :(

Offline Cane

  • Newbie
  • *
  • Posts: 32
  • LoVe mInSuN FoReVeR
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #3 on: April 04, 2010, 05:49:09 am »
Soalnya ff aku nih bikin langsung sist dari hp.. Jadi ga aku simpen.. Jadi mau ga mau aku mindahinnya harus buka halaman yang dulu" itu.. Nah td pas aku cari kok ya ga ketemu ketemu :(

oo begitu toh [sweat]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #4 on: April 04, 2010, 06:44:14 am »
lya, tar gw pindahin deh tp sabar ya karena gw lagi sibuk nih [biggrin] [biggrin] karena elu udah buka tretnya jd ga masalah gw yg pindahin kemari [hmpfh]

edit -------------------------------------

udah gw pindahin tuh say, kalau ada yg kurang tar elu beritahu ya [biggrin]
« Last Edit: April 04, 2010, 10:37:37 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #5 on: April 04, 2010, 10:56:01 pm »
Gumawo miii.. *) cups

Offline dewi minoz

  • Newbie
  • *
  • Posts: 5
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #6 on: April 10, 2010, 10:57:50 pm »
mbak aku ska deh ffx... [biggrin]
tpy junpyox koq jdy cow brengsek sich... [devil2]
oh yah mbk cpt di updte chptr2 slnjtx yach... [on]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #7 on: April 10, 2010, 11:35:43 pm »
Waduh kok aku ya di panggil mbak ya :p hihi berasa tua nii.. Panggil neiya aja ah!! Mian.. Ending chapt nya kan bakalan jadi long chapt.. Jadi aku perlu semingguan lagi ngerjainnya sista.. Mian.. Di tunggu aja ya^^

Offline dewi minoz

  • Newbie
  • *
  • Posts: 5
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #8 on: April 11, 2010, 05:23:33 am »
kok lma bgt c onnie updatex...
(gpp kn kl tk pgl onnie,coz quw msh kcl)
tpy gpp deh...bkl tk tunggu...
semangat yah.... [smiley-gen013]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #9 on: April 11, 2010, 06:09:41 am »
Mian dewi.. Pokoknya aku usahain end chaptnya secepatnya ya. Hmph^^

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #10 on: April 11, 2010, 06:16:25 am »
AKU DATANG....CLINGAK-CLINGUK...KOK BLUM ABDET SIH...PENASARAN 1/2 MATI NIH.... [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #11 on: April 11, 2010, 06:23:40 am »
Aduuh.. Mian ya sistaaa.. Aku usahain 2 hari lagi di update dh^^ hmph

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #12 on: April 11, 2010, 07:09:26 am »
ya sista jangan lam-lam duonk...updatenyo..... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
kabur ah...udah nyampah banyak......
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #13 on: April 12, 2010, 02:19:45 am »
annyong neiya lam kenal..
ney aku suka bgd nie ff..
kapan nih next chap?
jangan lama-lama dong,next chap bikin yang longggg n kasih banyak yang hwat2 nya ya
 [laughing] [laughing] [laughing]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: *LITTLE KISS*
« Reply #14 on: April 12, 2010, 02:52:23 am »
Anyooong^^

Iya sabar ya sistaaa. Aku agak kebingungan nentuin endingnya nih ;p

Aku usahain ntar mlm bikin trus kalo ga ada trouble baru di update besok^^ jadi sabaaar ya sistaa..


Sist virna uda aku add th fb nya^^