Author Topic: HEAVEN - Chapter Nine of Tomorrow (26th July 2010)  (Read 13568 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #165 on: June 12, 2010, 01:18:53 am »
ini bener tamat sampai di sini nih [what] yaaaa setuju ama yg lain, kentang banget hammer2 hammer2 ..

izz, hi say, rindu ama elu. akhirnya nonggol di sini jg hehehe sibuk banget ya akhir2 ini [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #166 on: June 12, 2010, 06:52:55 pm »
Gumawo miny uwd update
tp kog kentang bget c min ? Uwd gt dkit bget lg..
Yyaaa jgn ending mpe sini donkk, itu tulisanny kan "END CHAPTER" bkn "THE END" brarti blum tamat kan min ??
Aku sneng m chap ni hyesun sadar kalo min ho bkal da slalu bwt diaa..
So sweett..
Tp ttep mzti da lnjutanny gag boleh tamat mpe sini, syg bget ni critany bgus dtamatin cpet2..
Ya miny y ??
Plizz
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #167 on: June 23, 2010, 09:21:49 pm »
sist... ditunggu updetannya...

buruan di updet dund...

yang kemarin tanggung bgt...

long chap yaw...

sebelum di  [hammer3] ma sist miny, me banghead diri sendiri...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #168 on: June 25, 2010, 11:12:16 am »
ini bener tamat sampai di sini nih [what] yaaaa setuju ama yg lain, kentang banget hammer2 hammer2 ..

izz, hi say, rindu ama elu. akhirnya nonggol di sini jg hehehe sibuk banget ya akhir2 ini [biggrin]

Hola...mami *waves*
mianhe gw emang lagi banyak yg harus dikerjain...
hasilnya PR updatean FF gw numpik  [cry] [cry] [cry]
siggy by endree noona ^^v

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #169 on: July 01, 2010, 04:13:26 am »
sist... beneran udah tamat yaw...???


 [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #170 on: July 03, 2010, 04:50:34 am »
sista... dimanakah dirimu berada..? kok hiatus lama kali... sudah menuggu chapter selanjutnya nieh... belum tamat kan?

sista...  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

D5

  • Guest
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #171 on: July 10, 2010, 03:04:45 am »
wah keren FFnya..sedih gitu liat Minho yg biasanya priang di drama2 asli tp sini dia tampil dengan aura yg lain..keren..tp agak deg2an sh bacanya..hehehe [heh]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN - Chapter Eight Update 9/6/2010
« Reply #172 on: July 25, 2010, 02:17:24 pm »
Brief update. I write it right here, right now, because of Lulu yg sms tadi hahaha  [hmff] [hmff]



Chapter 9 - Tomorrow

"Jadi, aku telah menjadi pembantu seharimu kemarin itu. Aku minta balas jasa," seru Min-Hee datar, kepalanya tidak bergerak, tetapi mata itu menatapku waspada dari atas rambut sampai bawah kaki.

"Ayo, ayo, aku tak punya banyak waktu," cecarnya lagi, setengah jengkel, padahal kami baru sampai di cafe ini selama kurang lebih 15 menit.

"Astaga, apakah kakakmu ini berbau sapi di ladang sampai duduk bersamanya lebih dari 15 menit saja kau sudah tidak tahan ingin lekas pergi," protesku tersinggung, sedikit menyandarkan punggung pada sofa keras yang kududuki, sembari memaksa telinga untuk tidak menghiraukan musik bergenre rock itu.

"Kurasa kau tahu apa yang menjadi alasan sebenarnya dari keinginanku untuk pergi cepat-cepat," Min-Hee mengeryitkan dahi, lalu memijat pelipis secara kasar.

Dung..., dung..., dung..., beat dari musik rock mengaung kencang dari 4 sound system yang menempel di setiap pengujung dinding biru cafe mungil ini. Gendang telingaku berteriak kesakitan seolah akan pecah dalam waktu singkat. Ditambah aktivitas hujat-menghujat beberapa orang pemabuk yang duduk di hadapan seorang bartender lelaki, yang sibuk menonton video porno pada komputer rongsok di meja kasir, kalau mataku masih berfungsi dengan baik.

"Ooh bagus sekali. Kalau sampai pemilik cafe itu datang malam ini, akan kutuntut dia," kutut Min-hee, semakin jengkel. "Kau jelas salah memilih tempat, kau ingin membunuhku."

"Bagaimana lagi?! Akupun tidak pernah pergi kesini jadi aku tidak tahu apa-apa. Kau yang memaksa bertemu, ini sudah jam 11 malam lewat 30 menit dan tempat ini yang tersisa, untuk apa? Tentu saja menagih sebungkus hadiah tidak penting, seperti tidak ada waktu besok," nada penyesalan sedikit tersirat mengingat hari ini aku pulang ke rumah saat makan siang untuk menemui Hye-Sun alih-alih mengunjungi kantin 'ekspres' milik kantor kami, aku berakhir dengan terlambat beberapa jam untuk kembali dari waktu yang ditentukan, dan rentetan proposal itu langsung menantangku agar bekerja lembur. Demi Tuhan, kalau saja aku tepat waktu dalam segala hal, Min-Hee sudah akan kutemui dari tadi sore. Namun, Hye-Sun adalah yang terpenting, jadi kurelakan dengan mudahnya.

Min-Hee merogoh saku dan mengeluarkan sebatang putung rokok yang lecak, lalu menyulutkan api padanya.

"Kau merokok? Dengan putung rokok bekas?" tanyaku dalam ketakjuban sekaligus ketidakpercayaan betapa ia sudah bukan yang kukenal lagi.

"Meredam pusing, salah kau bagaimanapun juga. Jadi, sampai kapan berencana mengurungku di cafe brengsek yang menyediakan kekerasan pada panca indera, telinga maksudku, bukannya segelas bir bermutu?!" geramnya disela-sela gigi yang setengah menahan putung rokok, perlahan asap mulai menguasai udara sekitar, baunya tak tertahankan menggodaku untuk batuk dan menginjak rokok itu sekarang juga. "Aku jelas-jelas sangat ingin bir malam ini, sial," Min-Hee menepikan gelas bir yang dipesannya tadi, dan belum sampai sekali teguk, ia sudah hampir muntah.

"Minuman terburuk di dunia adalah penghargaan yang pantas untuk bir rasa air got ini," katanya.

"Ah, segelas soda akan lebih baik," rujukku mendorong can kola dengan punggung tangan ke tengah meja.

"Tidak, aku ingin bir malam ini, sejak tadi dengan jelas kukatakan ingin minum bir. Memang apa lagi alasanku mengajak Oppa menemaniku di kafe..., mm koreksi maksudku kafe normal yang menyediakan bir, kafe ini maumu," tawa sinis Min-Hee merebak, berhenti sesaat ketika ia mulai menghisap putung rokok. Min-Hee terlihat berbeda, dan aku sebagai kakaknya tentu menyadari ini. Min-Hee ahli menyembunyikan masalah, tetapi jika ia ingin bertemu dengan bir, aku rasa ia sedang dilanda masalah, entah apa itu, dari suasana hatinya yang semakin memburuk sekarang saja aku sudah tahu.

"Ini yang terdekat dari kantor. Aku sengaja memilih agar kita tidak perlu membuang banyak waktu mutar-mutar tidak jelas untuk mencari restoran yang pasti sudah tutup di seluruh Seoul," jawabku, sedikit melenceng dari jawaban sejujurnya.

"Kau ingin pulang dan bertemu Hye-Sun Onni, pasti itu. Kau ini tulus tidak sih memberi hadiah padaku? Menemaniku minum bir saja tidak mau, jangan memelas, asal tahu ada ratusan restoran di kota Seoul dan pasti ada beberapa yang masih buka sampai detik ini, kita bukan hidup di jaman batu hadapi saja, ini jaman dimana orang-orang muda suka pergi tengah malam," omelnya,kemudian mengadahkan kepala kepada pada pemabuk yang sibuk menghujat dengan suara semakin lantang, Min-Hee melempar putung rokok ke lantai dan mempertontonkan jari tengahnya pada pemabuk tersebut.

"Hey!!!" panggilku jengkel melihat kelakuan menyebalkan Min-Hee. "Ingat, aku ingin memberimu hadiah, bukan menemanimu minum-minum sampai mabuk, oke!?"

Min-Hee berkomat-kamit tidak jelas, tapi kelihatannya ia sedang mengutukku lewat komat-kamitnya.

"Apapun! Apalah! Aku tak mengerti, tinggalkan hadiahnya di meja dan silahkan pulang sekarang, itu maumu, semoga kau senang, selamat tinggal" ucapnya sinis tanpa menatap kedua mataku, ia masih sibuk menyalurkan suasana hatinya pada pemabuk tersebuk dengan cara mengangkat kedua jari tengahnya lalu bergabung dalam lingkarang hujatan. Ia belum mabuk, tapi kelakukannya tidak berbeda dari orang yang sedang mabuk.

"Aku tidak akan meninggalkan kadomu disini, saat ini, disaat kau seperti ini, aku pergi," ujarku bangkit, meraih kunci mobil di meja dan melangkahkan kedua kakiku keluar meninggalkan Min-Hee yang terlihat tidak peduli sama sekali.

Sebelum aku membuka pintu, suara Min-Hee memanggilku pelan, cukup pelan tetapi dapat kudengar, "Apakah kau begini tidak peduli? Apakah aku harus meminta lelaki pemabuk itu bersama-sama memperkosaku dulu agar kau tinggal dan terus menemaniku? Melindungiku seperti dulu?"

Aku bersikeras untuk keluar setelah ia selesai berbicara, tetapi entah hati ini merasa gelisah bagai dipukul ketukan palu yang hanya akan berhenti jika aku tetap tinggal.

"Jeong Min-Ho," seruku pada diri sendiri, satu tanganku telah melekat pada pintu mobil, namun aku tidak yakin akan meninggalkan Min-Hee sendirian! Aku tidak bermaksud. Jelas-jelas ia bisa bercerita saja padaku alih-alih minum bir kalau ada masalah. Sebenarnya aku tahu ia memaksaku bertemu bukan untuk menagih hadiah tetapi agar aku menemaninya minum bir. Masih tersimpan jelas di ingatan permintaannya ketika menelefonku tadi siang. "Oppa, malam ini kau harus memberikanku hadiah itu, aku tak mau tahu, oh ya sekaligus traktir bir di restoran. Entah, aku sangat ingin bir sekarang ini." Suaranya yang parau itu sempat membuatku curiga hanya saja tidak kuhiraukan.

"Sudahlah, Hye-Sun menunggumu," bisikku pada diri sendiri, mengakhiri perdebatan keras yang berkelebat didalam pikiran. Aku membuka pintu mobil walau masih ada keraguan untuk menutupnya dan segera pulang. Aku benar-benar tidak bisa bersikap tidak peduli terhadap adik perempuanku, sungguh tak bisa. Kendati, lengkingan keras seorang wanita menghentakkan jantung dan pikiranku yang sedang ditimpa batu perdebatan yang berat. Langsung kusadar, itu adalah suara samar Min-Hee yang berasal dari dalam kafe. Apa yang terjadi?

Detik-detik itu, aku tak terlalu peduli pada apapun, kecuali otakku yang sekarang hanya terpusat pada Min-Hee. Diselimuti rasa ngeri, aku memaksa kedua kakiku untuk berlari menyebrangi jalanan sekitar yang sudah sepi, begitupun ruko-ruko sekitar kafe yang telah tutup, jadi bisa dibilang teriakan itu hanya terdengar olehku seorang.
Aku hanya berdoa semoga tidak ada apa-apa, namun aku tahu itu semua sia-sia saja karena jelas sesuatu yang buruk terjadi, mengakibatkan lengkingan panjang yang membangunkan seluruh ketakutanku.

Ketika aku menginjakkan kaki didalam kafe, tiga lelaki pemabuk dan seorang bartender lelaki tersebut sedang mengelilingi sambil menggoda Min-Hee yang duduk menunduk ketakutan.

"JANGAN MENDEKAT!" teriakku, amarah yang begitu besar menyulut hati ini, rasa ingin melindungi Min-Hee masih banyak tersisa didalam seluruh darah yang mengaliri tubuhku.

Sekarang semua mata murka pemabuk itu menghujam diriku karena gagal menyentuh Min-Hee.

"BERANINYA KAU," amuk seorang lelaki paruh baya, mata liar dan muka merahnya menunjukkan ia meneguk alkhol paling banyak diantara semua. Jelas di satu tangan lelaki tersebut, ada botol beling besar bewarna coklat yang kuyakin berisi alkhol atau sejenisnya.

"YA, AKU BERANI SELAMA KALIAN BERANI MENYENTUHNYA," tegasku perlahan mendekati mereka. Min-Hye tetap duduk, seluruh badannya bergetar ketakutan, sementara semua lelaki yang tadi mengelilingi dirinya sekarang menghampiriku.

"Apa kau bilang?" cibir bartender cabul itu dengan nada kasar. Ia mendesah, "Seharusnya, kalian menghabisi lelaki menyusahkan ini saja supaya wanita cantik itu menjadi santapan kita malam ini," katanya lagi pada ketiga lelaki pemabuk yang ternyata adalah temannya.

"BRENGSEK KALIAN," geramku setelah mendengar apa yang dikatakannya. Kepalan tanganku menghantam bartender itu dengan keras sampai ia jatuh terjerembab di lantai, aku terusik untuk terus menghajarnya saja sampai Min-Hee berteriak lagi.

"OPPAAA!!AWAS!!!!!"

Tetapi, terlambat...,

PRANGGG!!!

Botol beling besar dan keras yang dihantamkan padaku oleh salah seorang pemabuk itu terpecah menjadi serpihan yang terasa menusuk dan menjadi satu dengan kulitku.

Darah kental mulai tercucur deras dari kepala lalu menodai sebagian mukaku dan membuat pandanganku buyar, aku mendengar hanya tangisan yang terdengar samar, dan langkah kaki para pemabuk juga bartender yang berlari kabur melihatku perlahan menjatuhkan diri ke lantai yang dingin.



"Oppa," bisik Min-Hee menangis, satu butir air matanya mengenai kepala membuatku meringis kesakitan. Aku mengedipkan mata dengan cepat agar tetap terjaga ketika kesadaranku mulai berkurang dan berkurang.

"Min-Hee ya..., kau..., kau tidak apa?" tanyaku parau, cemas dalam kesakitan yang amat sangat.

"Oppa, kenapa kau lakukan ini? Aku akan segera..., segera telefon ambulan, bertahanlah," isaknya, merogoh-rogoh saku dengan gelisah mencari ponsel. Tetapi satu tanganku mencegatnya, "An..., andwe! Aku harus..., harus pulang dan menemui Hye..., Hye-Sun," ringisku.

"WAE? KENAPA LAGI? KAU TIDAK LIHAT BAGAIMANA DIRIMU OPPA? KUMOHON, PEDULIKANLAH DIRIMU SENDIRI," tangis Min-Hee memohon.

"Andwe..., andwe..., besok...," nafasku tersengal dalam cengkraman kesakitan yang semakin menjadi, beling-beling kecil yang setiap detik terasa semakin memasuki kepalaku. "Aku harus..., pulang..., besok...,"

Min-Hee terus mencari di sakunya sambil terisak tanpa memperdulikan sanggahanku lagi, aku pun merasa kesadaran itu perlahan direnggut sampai titik dimana rasanya aku ingin menutup mata saja tanpa pernah membukanya dan bertemu dengan kesakitan gila ini.

Namun dengan segenap tenaga yang tersisa, aku terus mengingat 'besok', 'besokku dengan Hye-Sun' hingga kedua mataku tertutup rapat.-END CHAPTER







« Last Edit: July 25, 2010, 02:30:46 pm by minyounglee »
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
cihuyy...!!! miny udah comeback  [clap] [clap] [clap] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

thenk u ya sist updetannya... seperti biasa, bikin deg2an... sedih banget... sebenernya ada apa ma besok...? apa yang mau dilakuin min ho ma hye sun...? waduh sist, dirimu berhasil bikin penasaran... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sebenernya min hee kenapa...?

kurang tuh sist... penasaran kudrat kuadrat deh...

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Wnw,,lets get the party started...;-). Mantabz dah c miny comeback euy,, msti drayakan niy mah.. Lebay mode on... Thx y bleh,,, mw bca dlu ah skrng.
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Jiaaakkkhh
akhrx dirimu kembli lg k t4 semula Min'
haha 'lol'
n t'q udh d updte yah. Wlw pendek sih....
Hehe
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Vin

  • Guest
Miny koq pendek bngd..... 

 [heh] [heh][heh]
pdahal.,udah kangen bngd ma ff Miny....


Hwaitting.........

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
dan min hee menjadi sangat liar ketika ada masalah, selalu begitu  punk punk masalahnya mungkin akan ketauan di 2 chp selanjutnya, mungkin haha kalau minho dan hyesun, mrk punya kejutan dan masalah yg lain  [chin]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] setelah menunggu seabad muncul jg updatean ff ini. makasih ya min  [biggrin]

yg ganti kulit CM miny ya?
mau usul nih...warna dasarnya kurang sedep min...gimana klo diganti biru kya FB ato ijo kya LI?
enaknya sih biru soalnya mata manusia itu lebih adaptif thd warna biru dibanding warna lain *yg blng prof di kmps loh, bkn karangan aku  [hmff] *
ini mah saran doang ya...diturutin syukur, ga diikutin ya ga apa2  [biggrin]

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
bukan aku yg ganti liko. Disini kan adminnya aku sm endree  [sweat]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...