Author Topic: HEAVEN - Chapter Nine of Tomorrow (26th July 2010)  (Read 13340 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #15 on: April 05, 2010, 09:57:41 pm »
kanker yg meyebabkan pikun miny bukan pikun yang menjadi kanker, nih gw kembalikan [head break] [head break] [head break] ... elu ga percaya ya klu elu suka yg sedih2, baca lagi tuh angel lullabynya [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #16 on: April 05, 2010, 10:32:30 pm »
 [head break] [head break] ga jelas si mami lagian, ngmngnya yg jelas dunk, bingung  [hmff] [hmff] [hmff]..huhu ya kaga lah, masa kanker.. [cry]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #17 on: April 05, 2010, 11:03:28 pm »
fuhhhh lega deh kalau bukan [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] .. cepatan diupdate ya min, udah penasaran nih [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #18 on: April 05, 2010, 11:09:59 pm »
Anyyong miniyy,, salam kenall,,  [AddEmoticons04218]
ff baru yia minn ?? yippieeee [clap]akhitna miny bkin ff baru jugga,,, [AddEmoticons04262]
bakalan mwekk yahh ?? huhuuhuu  [cry] [AddEmoticons04241]

yg angel lullaby gag ditrusin tuh miny ?? [dry] uwd lama bgd tuh ya ?? luppa deh critanya,,  [AddEmoticons04259]
okke dah miny,, cpetan apdet yiaaa  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #19 on: April 06, 2010, 02:55:52 am »
Yeahh akhirnya muncul chapt perdana... [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04262]
Wkt baca scene HS blg klo dia lupa jln pulang kok aQ jd inget "A Walk to Remember" y sist...  [AddEmoticons04259][AddEmoticons04280]
Jangan lupa cepet diupdate y... [AddEmoticons04263]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #20 on: April 06, 2010, 07:21:43 am »
jiah anak ma emak pade  [head break] [head break] [head break] an  [hmff] [hmff] [hmff] bleh bener atuh kanker bisa menyebabkan pikun n pikun juga bisa menyebabkan kanker (kantong kering) coz suka lupa beli barang yg sama gara2 dah pikun  [hmff] [hmff] [hmff] *tunjuk2 diri sendiri* makanya jangan pikun2 atuh [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #21 on: April 06, 2010, 07:44:39 am »
iya gara2 daku sering pikun, gada salahnya buat tokoh imajinasi yg sama pikunnya kyk ane..*lha masa no hape ndiri bs lupeng ,no selama 3 taon itu waksss gawat bgd whwhw  [hmff] [hmff]
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #22 on: April 06, 2010, 07:54:13 am »
 [rofl] [rofl] [rofl] sama tuh malah kadang mo beli pulsa elektrik musti cek nomer dulu  [hmff] [hmff] [hmff] pernah beli komik ampe 2 sama jilidnya n beli dvd juga sama makanya sekarang suka dicatet dulu di hp biar gak sama lagi  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #23 on: April 06, 2010, 08:28:39 am »
Blehhh..maknyus ni FFnya...
gw suka, tapi sama kayak yg lain, koq gw cemas juga ya klo terjadi sesuatu sama hye sun  [cry] [cry]
haa...si mami tega amat masa dah honeymoon papi belum dikasi jatah lol emang apaan..

ok ditunggu chapter selanjutnya sebenarnya gw suka cerita sedih tapi gak tegaaaaaa.......
siggy by endree noona ^^v

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #24 on: April 06, 2010, 08:55:47 am »
endree,

ya ampunnn mak sama anak samaa aje ye.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] berarti saya bkn anak angkat  [on] [on] [hmpfh]

izz,

kalu jadi ff sedih ya ditega2in aja wakakaka. *ngaco  punk
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #25 on: April 06, 2010, 09:04:10 am »
Miny..^^

Ffnya bagus dh^^


Tapi pliiiis ya..pokonya hye sun ga bole smpe meninggal.T.T hiks

Aku uda takut aja ntar c mino disuru kawin lagi ama peyempuan lain T.T hu..hu..ga rela! Ga rela...

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #26 on: April 06, 2010, 09:28:05 am »
Miny..^^

Ffnya bagus dh^^


Tapi pliiiis ya..pokonya hye sun ga bole smpe meninggal.T.T hiks

Aku uda takut aja ntar c mino disuru kawin lagi ama peyempuan lain T.T hu..hu..ga rela! Ga rela...

wakssss jangan donk..bisa gila saya kalu minho suruh kawin ma ce lain.. banghead banghead banghead
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #27 on: April 06, 2010, 09:32:00 am »
Kalau anda yang membuatnya saja bisa gila, apalagi saya sebagai pembaca.. ~.~ bisa struk x :p hihi

Offline minyounglee

  • Admin
  • Junior
  • *****
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #28 on: April 06, 2010, 01:42:30 pm »


“Untuk apa aku bangun, ini hari Minggu, ya ampun!” Aku mengeluh dengan nada memohon agar dibiarkan tidur lebih lama. Samar-samar mataku yang belum sepenuhnya terbuka dapat melihat jam kecil yang tergeletak pada meja kecil di samping kasur, waktu baru menunjukkan pukul enam pagi. Enam pagi!!! Astaga.
“Yya Jeong Min-Ho!! Bangun! Aku tak mau tahu,” Hye-Sun masih berusaha menguncang-guncang tubuhku dengan kuat.
“Sido!” Kedua tanganku menarik selimut untuk menutupi muka.
“Yyaish!! Min-Ho lihat saja ya!” Hye-Sun memperingati dengan nada mengancam. Tapi otakku yang masih setengah tertidur tak bisa mencerna ancaman itu. Sehingga aku merasa tidak perduli dan mencoba melanjutkan tidur.
“Masih berani tidur? Ndo!” Suara Hye-Sun meninggi.
“Lagipula untuk apa aku bangun jam enam pagi dihari Mi..,”
BUAKKKK
“AAAAAAAAA!!!” Aku merintih kesakitan ketika tubuh Hye-Sun mendarat kasar dan menindih tubuhku dengan sempurna.
“Masih tidak mau bangun?” geramnya. Ia membalikkan tubuhku dan memiting kedua tanganku tanpa ampun.
“Aduhhh..Yya..Yya, lepaskan!” Aku tidak akan rela bangun! Tidak akan aku membuka mata sampai matahari benar-benar menggantung di awan sana. Merasa tidak mau kalah, aku tidak memperdulikan serangannya dan mencoba lagi untuk tidur saja.
“Ndooo..Aushh!!Belum puas rupanya,”
Bagus! Hari Minggu yang sempurna diawali dengan koar-koar agresif istriku. Mood nya sedang galak, ini tidak bagus. Ia bisa mengacaukan suasana sepanjang hari. Seperti waktu masa kami pacaran, ketika moodnya sedang jelek, diriku harus direlakan sebagai sarana tinjunya. Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku tidak meninggalkannya saja? Kenapa malah bertahan dengan orang segalak itu?
Hm…,bagaimana bisa aku meninggalkannya kalau keesokan harinya ia akan berdandan bak malaikat lalu merayuku agar memaafkan perbuatannya kemarin. Kalau sudah begitu, otak gilaku meleleh dan hatiku terluluh lantah sampai-sampai aku rela memberikan tiket maaf berulang kali padanya dengan begitu mudah. Tidak perduli seberapa keras aku berdebat dengan diri sendiri, hal terakhir yang tak luput adalah aku tidak bisa meninggalkannya karena aku sangat mencintainya. Sangat amat mencintainya. Teman-teman kami selalu bilang, cintaku datang tanpa syarat. Mungkin saja, jika tidak mana mau aku dibegitukan.
“Yya Jeong Min-Ho. Aku akan bertanya untuk terakhir kalinya. Kau mau bangun atau tidak?”
Aku memutuskan untuk menggeleng. Tentu saja, apa yang kau harapkan!
“Jadi begitu.”
Hye-Sun bangkit berdiri tanpa berkata apa-apa lagi. Nah bagus, ia pasti sudah menyerah. Kemenangan ini membuatku tak kuasa menahan senyum. Sudah kubilang ia akan capai meladeniku. Ha..ha..ha.
“HAAAA!!!AAAA…AAAA..AAA..LEPASKAN..LEPASKAN!! SAKIT..”

***

“Woa,” mataku bersinar-sinar kagum akan apa yang kulihat.
“Nah, bagaimana?” Hye-Sun berkacak pinggang puas.
Aku tak tahan untuk tidak menyunggingkan secercah senyum ketika menatap Hye-Sun yang cantik berdiri di sampingku. Ia mengenakan gaun musim panas warna oranye yang panjang sampai menutupi kakinya dan ia terlihat sangat mungil, tampangnya seperti boneka porselen yang hidup. Dan aku masih tidak begitu mempercayai kenyataan yang mengatakan bahwa ia sudah menjadi istriku.
“Kau kan tak perlu sampai menggigitku tahu! Cukup bilang kita akan melihat matahari terbit di pantai. Aku akan bangun.” Protesku lalu mengacak rambut panjangnya yang digerai menutupi punggung.
Hye-Sun menutup mata dan menarik nafas dalam-dalam, hal yang sering ia dilakukan jika berada di tempat yang disenanginya. Sejenak kami terdiam, larut dalam pikiran masing-masing dan menikmati suasana yang ada.
Pasir putih halus terasa menggelitik punggung ketika aku dan Hye-Sun mulai berbaring berdampingan dibawah pohon kelapa. Mata kami menerawang kepada matahari yang terus naik keatas awan putih. Desiran ombak mendominasi suasana sunyi pantai kala itu. Beberapa burung hitam berkeciap lewat seolah mereka sedang menyapa kami.
“Indah bukan?” kata Hye-Sun memecah keheningan diantara kami.
Aku mengganguk dan memeluknya erat-erat.
“Sepertinya kita harus banyak menyediakan waktu untuk hal-hal seperti ini daripada menghabiskan berjam-jam di depan TV untuk bermain game Fragile Dream, Calling, atau Mario Bros pada akhir pekan,” kekehnya.
“Kau yang mengajakku,” jawabku singkat. Aku tidak begitu suka game sebenarnya, hanya sekedar menemani dan menjadi sarana kepuasan Hye-Sun jika ia mengalahkan aku dengan telak. “Dan juga. Kau kan selalu takut main game Calling sendirian. Takut melihat hantu ya? Mengaku kau!!!” godaku. Sebenarnya yang barusan kukatakan itu tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak sepenuhnya salah.
“Tidak, aku tidak takut. Kau saja yang menuduh!” elak Hye-Sun. Ia menelan ludah dengan susah, pertanda dirinya sedang berbohong. Ia pasti malu mengakui ini. Baja-baja yang lempeng dengan hantu. Aku tertawa geli melihat ekspresinya yang bertambah masam.
“Masih tak mau mengaku lagi!? Kalau tidak takut untuk apa kau lari ke WC setiap hantu itu muncul di layar, kau kira aku tak tahu ya.”
Oh benar, aku pernah memergokinya lari terbirit-birit ke WC ketika hantu di game Calling muncul di layar TV 50inch kami. Dan Hye-Sun terlihat sangat pucat ketakutan saat itu.
“Oh, itu aku mau buang air kecil,” katanya beralasan, matanya berputar-putar enggan memandangku.
“Hah!? Buang kecil karena terlalu takut ya?” senyuman tak bisa kutahan lagi, sampai kapan ia akan mempertahankan alasan-alasan kecilnya.
Hye-Sun mendelik kesal, ia bangkit dan menendang kakiku dengan seluruh tenanganya.
“AA..AA!!Kau kira aku lawan gulatmu. Aku ini suamimu, berhenti melakukan kekerasan pada rumah tangga, kita baru beberapa minggu menikah sayang,” aku terkekeh disela-sela ringis kesakitan.
Hye-Sun berkacak pinggang dan mendengus. “Makanya, jangan menggoda.. Hajima Jeong Min-Ho. Kau akan habis jika terus menggodaku,” ia melotot galak.
Hap!
Aku membawa Hye-Sun kedalam gendonganku. Lalu mengecup pipi, bibir, keningnya berkali-kali dengan cepat. Ia tidak bisa berkutik dan aku senang melihatnya begitu.
“Kalau takut mengaku saja. Aku mengijinkanmu untuk takut dengan hantu, tapi kalau aku meninggal, kau tidak boleh takut dengan arwah gentayanganku oke!.” Aku berbicara dengan muka yang sengaja diseriuskan sementara tawa Hye-Sun mulai meledak.
“Hahahaha…Yya Jeong Min-Ho!!”
“Wae?”
Hye-Sun memasang tampang berpikir lalu ia mengganguk pelan seolah sedang bernego dengan dirinya sendiri.
“Jeong Min-Ho!”panggilnya pelan.
“Em?”
“Gendong aku sampai ke ujung pantai,” pintanya sambil menunjuk kearah jalan raya yang menjadi batas akhir pantai.
Aku sedikit ragu, jalan itu jauh sekali dari sini.
“Bagaimana?” Hye-Sun mengangkat salah satu alisnya,” Takut Jeong Min Ho-ssi?” ia bertanya dengan nada menantang.
Aku hanya tertawa mendesis lalu berlari dengan Hye-Sun berada didalam gendonganku. Ia terlihat sedikit kaget ketika aku tiba-tiba berlari dengan cepat tanpa aba-aba. Angin sejuk menyapu wajahku dan Hye-Sun, membuat rambut kami acak-acakan. Ooh sensasinya begitu menyenangkan, langit biru diatas sana terlihat seperti berlari mengejar kami, pasir putih tempat kakiku menapak seolah mengelitik dan menyuruhku untuk berlari lebih cepat . Tubuh Hye-Sun terasa sangat ringan seperti bulu, begitu ringan karena kebahagiaan yang meluap didalam hatiku. Semua terasa indah. Tawa Hye-Sun terdengar sangat keras mengalahkan suara desiran ombak, lalu ia berteriak ,”SARANGHAEEEE JEONG MIN-HOOOOOOO!!” Dan itu adalah teriakan terlantang yang pernah kudengar selama perjalanan hidupku. Aku membalasnya dengan tawa yang tak kalah keras, lalu aku mulai menggendongnya keluar dari jalur menuju ke laut.
“Yya..Yya..Jeong Min-Ho, kau mau kemana?Kubilang ke jalan raya bukannya ke laut!”protes Hye-Sun, ia mencubit pipiku.
Ketika air dangkal mulai membasahi kakiku, aku maju beberapa langkah dan berjongkok lalu menaruh tubuh Hye-Sun didalam naungan ombak.
“KYYYAAAA..,aku tidak mau basah-basahan.” Hye-Sun bangkit dan menyipratkan air laut asin dengan sengaja pada mukaku. Tapi raut wajah Hye-Sun menunjukkan kesenangan alih-alih penolakan.
“Jangan bilang kau takut air selain hantu Seo Hye-Sun,” aku berkata seiring tanganku beraba-aba di permukaan air hendak membalasnya dengan ciptratan juga.
“Pabooo! Kalau aku takut air, aku takkan pernah mandi sampai seumur hidup,” Hye-Sun duduk sampai air terlihat menggenangi sebagian tubuhnya.
“Mwo? Kalau kau tidak mandi, aku yang akan memandikanmu Agasshi!” Aku menggoda Hye-Sun dengan senyuman nakal.
Hye-Sun membelalak, sedikit kaget. Lalu ia bangun dan menerjang tubuhku. Dan seketika itu juga dari ujung rambut sampai kakiku menjadi benar-benar basah kuyup.
“Kau ini seperti banteng!”
“MWO?” Hye-Sun siap menjalani rencana tapi ia kalah cepat denganku. Kedua tanganku menjamah sekeliling tubuhnya dengan gelitikan. Ia terkekeh-kekeh hingga matanya berair.
“Ayo bilang minta ampun!! Jeong Min-Ho yang tampan aku minta ampun!! Ayo!”
“Sidooo, teru..,terus saja kau berharap!..Auu, geliiii..,berhenti Jeong Min-Ho..Berhenti!!” Ia memukul dadaku berkali-kali tapi aku tak bisa menghentikannya. Aku menikmati setiap detik mendengar cekikikannya yang gembira.
Setelah setengah menit ia mencoba kabur, tampaknya ia menyusun rencana yang sangat bagus untuk membuatku berhenti.
Hye-Sun bersusah payah menaruh kedua tangannya melingkari leherku lalu dengan cepat ia menaruh bibirnya mengunci bibirku dengan suatu ciuman bergairah. Dan ya, itu berhasil, tanganku perlahan menyerah dan mulai meremas pinggangnya untuk membawanya lebih dekat padaku. Ia benar-benar melumpuhkan seluruh kinerja tubuhku sekarang, ia mulai membuka mulut dan membiarkan lidahnya dengan liar menjelajahi rongga mulutku. Aliran listrik itu menjalari tubuhku sampai ke pembuluh darah terkecil sekalipun, membuat otakku berhenti sesaat dan melupakan kalau baru saja beberapa menit tadi aku sedang berusaha keras menggelitiki dirinya agar ia mau minta ampun.
Ciuman itu sungguh racun, racun yang sangat ampuh untuk melumpuhkan diriku dan Hye-Sun tahu benar akan hal itu sejak beberapa hari lalu ketika kami melakukannya untuk pertama kali. Ia tahu ini adalah kelemahanku. Aku terlalu lemah karena larut dalam gairah yang terkandung pada ciuman itu.

***

“Em..Araseo..,” tanganku menutup ponsel.
Hye-Sun yang sedang asyik makan, sekarang ia terdiam menatapku yang mematung dengan raut dingin.
“Waeyo?Siapa itu?” tanyanya polos. Hye-Sun menaruh garpu dan sendoknya, ia menyentuh punggung tanganku yang terkepal diatas meja.
“Itu Min-Jeo.”
“Apa ada yang salah dengan Min-Jeo. Apa yang terjadi?”kedua mata Hye-Sun penuh dengan tanda tanya, wajahnya menegang karena penasaran.
“Tidak ada. Kita lanjutkan makan saja.” Ppaparku berusaha mengalihkan pembicaraan. Aku sedang tidak ingin membicarakan semua ini.
Hye-Sun menurut, ia melahap nasi dan sup yang kumasak barusan. Tapi ia tak henti-hentinya memandangku, ingin meminta penjelasan. Hye-Sun paling tidak suka dibuat penasaran seperti ini.
Setelah setengah jam berlalu. Piring kami telah kosong dan yang kami lakukan sekarang hanya berdiam diri tanpa seorang pun memecah keheningan dengan kata-kata.
“Tadi,” suara parauku mulai berbicara hendak menjelaskan, “Min-Jeo bilang tiga bulan dari sekarang Min-Hee akan menikah.”
Hye-Sun masih tampak tak mengerti.
“Min-Hee menikah dengan lelaki brengsek itu. Dan aboji mengijinkannya.”
Pipiku mulai berkedut karena ketegangan bercampur emosi memuncak di ujung pikiranku.
“Min-Ho.”
“Bagaimana mungkin? Aku tak bisa membiarkan satu-satunya adik perempuanku menikah dengan seorang lelaki brengsek dan Aboji terus menjalankan perannya sebagai ayah yang tidak peduli. Katakan Hye-Sun, apa yang harus kulakukan?” geramku menundukkan kepala dan mengepalkan kedua tangan semakin erat.
Hye-Sun tidak menjawab. Tentu saja, ia takut padaku. Dari dulu ia selalu takut pada Jeong Min-Ho yang marah.
“Bahkan sampai aku menikah dan pergi dari rumah. Aku tak bisa melepaskan mimpi buruk keluargaku, tak bisa,” suaraku bergetar menahan amarah.
Hye-Sun tetap diam. Ia jelas sudah tahu kalau aku paling tidak suka membahas masalah yang terjadi didalam keluargaku, tapi aku terlalu muak untuk tidak mengeluarkan emosiku. Aboji yang terus bermain dengan para pelacur, Omoni yang kabur bersama lelaki baru pujaannya ,Min-Jee adik perempuanku yang berangsur-angsur menjadi berandal, dan Min-Jeo adik lelakiku yang dingin tanpa perasaan. Keluarga hancur yang sempurna bukan. Bisakah kau membayangkan bagaimana suasana kacau rumah kami? Rumah mewah tanpa cinta didalamnya. Hanya akulah satu-satunya anggota keluarga Jeong yang mencoba untuk menjalankan kehidupan normal sesungguhnya demi melupakan kelamnya keluarga tanpa cinta itu.
“Min-Ho. Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu lebih baik?” tanya Hye-Sun pelan. Kami sudah berkali-kali menghadapi masalah keluargaku ini bersama. Dan Hye-Sun selalu menjadi obat terakhir yang paling manjur. Aku diam tanpa jawaban. Tak perlu jawaban memang, Hye-Sun selalu memiliki akal cerdik untuk menghiburku.
Dan benar saja, ia meninggalkanku sendirian di ruang makan. Lalu kembali 10 menit kemudian dengan kostum badutnya.
Mataku membelalak tidak percaya.”Seo..Seo Hye-Sun. Ya Tuhan!”
“Apapun untuk membawamu kembali,” Hye-Sun mengangkat kedua tangannya, ia terlihat sangat amat lucu dengan kostum badut kelonggaran itu. Kostumnya bercorak polkadot warna-warni, lalu rambut palsu afro bewarna merah menyembunyikan seluruh helai rambut indah Hye-Sun yang biasa tergerai, bola merah bulat ditempelkan pada hidungnya, dan mulut mungilnya susah dikenali dengan lipstick merah yang membentuk mulut lebar badut. Oh ia sangat sangat lucu.
Aku menutup mulutku dengan mulut, pipiku mengembung menahan tawa.
Hye-Sun tentu bersikeras agar aku bisa tertawa, ia tentu tidak mau pengorbanannya malam ini sia-sia. Maka Hye-Sun memutuskan untuk menari ala bebek. Ia mengelilingi ruang makan kami dengan tangannya diangkat keatas membentuk berbagai macam gaya khususnya gaya bebek. Suara ‘KWEK..KWEK..KWEK..’ keras menggema membuatku tak tahan untuk menyemburkan ketawa keras.
Saat aku tertawa, Hye-Sun berhenti menari, ia terkekeh puas. “Bagaimana?”
Aku mengganguk lalu mengacungkan jempol,” Kau cantik istriku.”
“Ya ampun Min-Ho. Ini bukan saatnya berbohong,” ia memanjangkan nafasnya.”Aku pasti terlihat buruk haha.”
Aku bangkit berdiri dan memeluk Hye-Sun dari belakang. Mukaku menyadar pada bahu mungilnya.
“Gumawo,” bisikku pelan.
“Gwencana,”Hye-Sun mengelus pipiku pelan.
Banyak tawa hari ini. Tapi bagiku tawa yang paling berkesan adalah tawa yang dihasilkan lewat sebuah pengorbanan seperti layaknya Hye-Sun. Malam itu kami habiskan bersenang-senang di kamar layaknya pasangan dan masalahku itu seolah menguap tak berbekas. Paling tidak untuk sementara.-END CHAPTER


« Last Edit: April 06, 2010, 01:44:57 pm by minyounglee »
"One of my top escapades is to dive through this infinite world of imagination." - Me

Just tweeting...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: HEAVEN
« Reply #29 on: April 06, 2010, 01:59:24 pm »
 [clap] [clap] [clap]
Horay,,. Udh diupdate ma miny,,.

Lg gak bsa tdur,. Bka eh trnya eh trnyta dah da updet-an,.

Thank u miny,.

Bca dlu ah,.