Author Topic: # LOST IN THE SEA # Last Chap (Ending chap)~ May 23, 2010  (Read 12983 times)

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
mana nich zizth updttanya????  [nono]
update [arms] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [arms] [arms] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [arms] [arms] [arms] [smiley-gen013]
update  [smiley-gen013] [arms] [arms] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [arms] [arms] [smiley-gen013] [arms]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Mianhae  surrender surrender klo last chap ini kurang greget dan lebay  [chin] [hmff]...
Mianhae juga  surrender surrender surrender picunya gak ada coz inet di sini susah banget nembus picasa dan photobucket karena cuaca sebulanan ini jelek hingga mengganggu tuk ol upload picu..

CHAPTER 5-A


Cerita sebelumnya :

Mulut Hye Sun ternganga, ia baru pertama kali merasakan bibirnya di sentuh oleh bibir seorang pemuda, bibir Min Ho yang kenyal dan padat terasa dingin dan lembut.

“Dari buku yang pernah ku baca, katanya dunia seakan berhenti saat berciuman pertama kali tapi bagiku berbeda. Dunia dan seisinya seakan hilang saat ia menyentuh bibirku walau hanya sebentar. Seperti ada aliran kenikmatan yang menjalari seluruh sendi-sendiku. Beginikah rasanya di cium orang yang kita suka, rasanya sulit dilukiskan dengan kata-kata, dahsyat seperti kesetrum berjuta-juta ton listrik mengaliri tubuh, indah seperti melihat kembang api yang beraneka warna dan rupa, senang seperti mendapat kado benda yang diinginkan tapi sulit mendapatkannya, manis seperti makan harum manis, dingin seperti berada di tengah salju, lembut seperti kapas, dan ketagihan seperti orang yang sudah sakaw obat-obatan.” Kata Hye Sun dalam hati masih menatap Min Ho.

Bola mata Min Ho beralih ke bibir Hye Sun, dan wajahnya mendekat tinggal ½ cm, secara spontan Hye Sun menutup matanya dengan bibir masih terbuka. Jantung mereka semakin berdegup kencang dengan nafas memburu. Hye Sun bisa merasakan nafas Min Ho yang hangat menerpa wajahnya, ia menunggu dengan cemas dan gugup apa yang akan dilakukan Min Ho selanjutnya kepadanya. Detik berikutnya ia merasakan bibir Min Ho mengecup dahinya lembut, Hye Sun membuka mata dengan perasaan heran, mereka saling menatap sesaat kemudian Min Ho beranjak dari dipan dan kembali ke tempatnya semula.

Hye Sun hanya bisa memandangi Min Ho dengan bingung, ia tidak bisa membaca sorot mata Min Ho sebelum berlalu dari hadapannya.

“Tidurlah kembali, hari masih malam…aku akan menjaga dan melindungimu, jadi jangan khawatir..” Kata Min Ho lembut dengan sudut mulut sedikit terangkat yang dipaksakan berusaha menahan gejolak birahinya.

Hye Sun hanya mengangguk, kemudian membetulkan posisi berbaringnya dan memejamkan mata berusaha untuk tidur lagi tapi ia tidak bisa tidur karena kejadian barusan terus berulang di pelupuk matanya, tanpa sadar tangannya menyentuh ke bibir.

*************

Pagi harinya Min Ho bangun kesiangan, dilihatnya Hye Sun sudah tidak ada di dalam gubuk, bergegas ia ke luar, ternyata di luar juga tidak ada. Ada perasaan cemas dan khawatir merayapi hatinya, berbagai macam pikiran aneh bergelayut di kepalanya.

Min Ho mengedarkan pandangannya ke segenap penjuru pantai di dekat gubuk tapi sosok Hye Sun tidak tampak membuatnya gelisah. Berbagai tempat yang sering mereka datangi juga sudah dilihatnya tapi Hye Sun juga tidak ada di sana. Akhirnya Min Ho kembali ke gubuk dengan gelisah.

“Kemana gadis itu pergi…?” Gumam Min Ho sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

*********

Hari sudah beranjak siang ketika Hye Sun kembali ke gubuk, ia membawa beberapa buah yang ditemukannya ketika berjalan-jalan di hutan.

Melihat Hye Sun dari kejauhan membuat Min Ho menarik nafas lega dan sudut mulutnya tertarik ke atas tapi begitu Hye Sun dekat ia berusaha biasa saja seolah tidak ada apa-apa.

Hye Sun menyapanya dan menawarkan buah-buahan yang di bawa tapi dengan halus di tolak oleh Min Ho. Walaupun begitu Hye Sun tetap meletakkan sebagian buah-buahan di samping Min Ho, ia hendak mengatakan sesuatu tapi urung dikatakannya dan menatap Min Ho yang sibuk kemudian ia beranjak masuk ke gubuk.

Begitu Hye Sun pergi, Min Ho menghentikan kepura-puraannya, ia hanya memandangi punggung Hye Sun hingga hilang di balik pintu, ia sebenarnya ingin berbicara tentang yang terjadi semalam tapi tenggorokannya rasa tercekat. Min Ho mendesah, ia merasa seperti seorang pengecut.

*********

Sepanjang hari mereka berdua seperti orang yang baru pertama kali ketemu, berusaha menghindar dan jikapun mereka bersama tapi sama-sama diam seperti orang bisu hanya mata mereka yang curi-curi pandang.

Sudah 2 hari sejak malam itu, Min Ho dan Hye Sun sudah merasa tidak nyaman dengan sikap dan tingkah masing-masing dan memutuskan untuk menjernihkan persoalan supaya mereka bisa kembali seperti sebelumnya.

Hye Sun ke luar gubuk mencari Min Ho, sementara Min Ho yang berada di pantai memandangi langit malam yang bertabur bintang beranjak ke dalam gubuk untuk berbicara dengan Hye Sun. Mereka berdua hampir bertabrakan di depan gubuk, karena tidak memperhatikan jalan.

Hye Sun : “Mianhae…a..aku..” Min Ho terperangah, baru pertama kali ini Hye Sun mengucapkan kata maap.

Min Ho : “Ah..Bukan salahmu, aku yang tidak melihat jalan..”

Hye Sun : “Ah tidak…aku yang salah…”

Min Ho : “Aku yang salah karena tidak hati-hati..” Melihat Hye Sun yang akan membantahnya lagi, Min Ho melanjutkan kata-katanya :

“Aigoo…sudahlah, tidak perlu dipersoalkan lagi siapa yang salah…Sekarang kamu mau kemana ? Aku…a..da yang mau kukatakan..”

Hye Sun : “Tidak kemana-mana, aku hanya mau me..nemui kamu..”

“Kalau begitu bagaimana jika kita duduk di sana..” Min Ho mengarahkan telunjuknya ke pantai yang tidak jauh dari gubuk, Hye Sun menganggukkan kepalanya dan mereka berdua kemudian berjalan beriringan.

Mereka berdua duduk di pasir putih sembari menikmati pemandangan pantai di malam hari, beberapa lama mereka hanya diam bergelut dengan pikiran masing-masing.

“A..a ku..” Mereka berdua berbicara bersamaan, mereka tersenyum dengan tingkah mereka yang sama-sama salah tingkah.

“Eh…Sun-yaa..” Min Ho memanggil Hye Sun lembut memecah kebisuan di antara mereka.

“Ne..” Hye Sun senang mendengar Min Ho memanggilnya dengan nama itu setelah beberapa hari ia tidak mendengarnya, ia menoleh ke Min Ho.
 
“Ada apa mencariku, Sun-yaa ?”

“Ehh…aku…a..ku…ten..tang malam itu, mianhae..,jeongmal  mianhae Min-yaa..” Hye Sun membungkukkan badannya. “Aku tidak bermaksud untuk_...” Min Ho menghentikan kata-kata yang akan ke luar dari mulut Hye Sun dengan menempelkan telunjuknya ke bibir Hye Sun.

“Sun-yaa, seharusnya aku yang mengucapkan kata-kata itu, aku mengerti Sun-yaa trauma sehingga ketakutan jika ada petir dan…aku telah lancang menciummu di saat seperti itu…aku pantas Sun-yaa hukum…” Min Ho mengalihkan pandangannya ke laut, ke dua tangannya ke kepala memegang kepala.

“Min-yaa, khamsahamnida, kamu mau mengerti aku dan...jangan menyalahkan dirimu, semua terjadi karena…aku juga mem..biarkannya terjadi..” Hye Sun menundukkan wajahnya ke pangkuan, pipinya terasa panas dengan kata-katanya sendiri.

Min Ho menatap Hye Sun, ia merasa tidak percaya dengan pendengarannya.

“Sun-yaa, tatap aku…” Min Ho mendekatkan dirinya dan mengangkat dagu Hye Sun karena Hye Sun terus menunduk sehingga mata mereka beradu beberapa lama, ia bisa membaca sinar mata Hye Sun menunjukkan perasaan yang sama dengannya.

“Gomawo Sun-yaa, aku senang…ternyata aku tidak bertepuk sebelah tangan tapiii…” Min Ho tidak bisa melanjutkan kata-katanya serasa ada yang menyumbat pita suaranya.

“Tapi apa, Min-yaa…?” Tanya Hye Sun setelah beberapa menit Min Ho tidak juga menuntaskan kalimatnya.

Min Ho melepas pegangan tangannya pada bahu Hye Sun dan mengalihkan pandangannya ke laut lepas. Ia mendesah berat, beberapa kali menarik dan menghembuskan nafas panjang untuk meredam gejolak batinnya.

“Sun-yaa….Aku akan menyimpan perasaan ini jauh di lubuk hatiku dan menganggap tidak pernah ada apapun di antara kita. Namun kamu jangan khawatir aku akan tetap menjaga dan melindungimu.” Akhirnya Min Ho bisa mengatakannya walaupun hatinya serasa di palu dengan godam, sorot matanya menunjukkan kesedihan.

“We..gude… wegude Min-yaa.. ?” Hye Sun merasa hatinya perih mendengar pengakuan Min Ho.

“Hubungan kita tidak akan bisa diteruskan Sun-yaa….karena aku hanya orang biasa sedangkan kamu...kamu adalah putri bangsawan, pewaris Group Goo yang terkenal di Korea, aku tidak ingin merusak reputasimu dan menderita berada disisiku. Di samping itu sudah ada pendamping yang menunggumu dengan gelisah dan khawatir di luar sana.” Min Ho menggigit bibir bawahnya berusaha menyembunyikan perasaannya yang retak dan mulai hancur.

Hye Sun terperangah mendengar alasan Min Ho, “Jadi karena itu…dia mengorbankan perasaannya, lalu apakah dia memikirkan perasaanku...” Batin Hye Sun, matanya terasa panas dan mulai ada genangan di kelopak matanya.

Hye Sun berdiri dan sebelum pergi ia berkata :

“Min-yaa, kamu memang lelaki pengecut, egois dan tidak berperasaan…Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku sesungguhnya…dan apa kamu kira aku ini gadis matre…heh ?” Cecar Hye Sun setengah berteriak menatap tajam Min Ho, genangan di kelopak matanya mulai jebol dan menetes satu-satu di pipi, dengan cepat Hye Sun melap dengan punggung tangannya.

Min Ho hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak sanggup membalas tatapan Hye Sun dan apa yang dikatakan Hye Sun memang benar.

“Min-yaa, kamu pernah mengatakan kalau kecil kemungkinan kita bisa ke luar dari pulau ini dan team penyelamat juga susah untuk menemukan kita…” Kata Hye Sun pelan.

Min Ho tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya.

“Lalu…kenapa kamu menyiksaku dengan kata-katamu…jika tidak pasti kapan bisa kembali atau mungkin selamanya berada di sini…?” Hye Sun menggigit bibir bawahnya berusaha menyembunyikan gejolak hatinya, pandangannya sayu melihat ke langit malam, lalu ia melanjutkan...

“Hidupku selama ini memang dipenuhi dan dikelilingi dengan kemewahan dan harta melimpah tapi…aku menderita dan tersiksa dengan semua itu, jika aku dilahirkan kembali…aku ingin lahir dan besar di tengah keluarga biasa tapi penuh limpahan kasih sayang. Orang-orang yang berada disekitarku kebanyakan memakai topeng kebohongan hanya untuk mendapatkan perhatianku supaya hidup mereka berlimpah dengan harta kakek. Hubunganku dengan Jung juga hanya keterpaksaan untuk menghentikan pemuda-pemuda yang terus berusaha menggaetku…supaya mereka bisa menguasai semua harta Goo…Di sini aku merasa bahagia walaupun awalnya sulit bagiku tapi aku senang..” Setelah berkata begitu, ia lalu pergi meninggalkan Min Ho. Perasaannya terasa ringan setelah mengatakannya, meskipun ada rasa perih mengetahui alasan Min Ho yang tidak bisa diterima akalnya tapi paling tidak ia sudah jujur mengakui kata hatinya, sementara itu Min Ho hanya menunduk lesu.

************

Sepeninggal Hye Sun, Min Ho merenungkan kata-kata Hye Sun, “Aku memang bodoh, kenapa aku jadi berpikir dangkal begini…Sun pasti sangat menderita tapi kenapa aku malah menambah penderitaannya..huh..dasar bodoh..perasaannya pasti hancur sekarang…” Min Ho memukul-mukul kepalanya sendiri.

Beberapa menit kemudian Min Ho berdiri dan melangkah menuju gubuk, ia tidak bisa membiarkan Hye Sun sedih dan sakit hati.

Sesampainya di dalam gubuk dilihatnya Hye Sun berbaring di dipan membelakangi pintu dengan posisi memeluk lutut. Ia tidak bereaksi waktu Min Ho memanggil namanya beberapa kali, akhirnya Min Ho menyerah dan menuju ke tempatnya berusaha tidur tapi perasaan bersalah menyelimuti hatinya hingga ia susah memejamkan mata.

Hye Sun menarik nafas lega, Min Ho tidak mengusiknya lagi, ia sudah bertekad akan menjauhi Min Ho sesuai keinginannya.

************

Min Ho terbangun karena mendengar suara isak tangis, ia pikir bermimpi tapi tangisan itu terdengar lagi.

“Hu..huhuhu…huhu..hu…ibu….ayah..hu hu hu…”   

Min Ho cepat berdiri dan mendekati asal suara isakan, dilihatnya Hye Sun menangis tapi matanya terpejam. Min Ho duduk di samping Hye Sun dan membangunkannya pelan. Hye Sun terbangun dan masih dengan terisak-isak, Min Ho menatap Hye Sun sembari melap pipinya lalu membawanya dalam pelukannya. Dielusnya lembut rambut Hye Sun dan ditepuk-tepuknya pelan bahu Hye sun.

Setelah tenang dan menguasai perasaannya, Hye Sun melepaskan pelukannya dan merubah posisinya membelakangi Min Ho.

“Miannata, aku telah membangunkanmu..” Kata Hye Sun datar.

“Ahniyo, gwenchana…?” Tanya Min Ho dengan nada khawatir.

“Gwenchana…aku hanya mimpi buruk…sebaiknya kamu tidur..” Sahut Hye Sun dingin.

Min Ho merasa Hye Sun menjaga jarak dengannya dan sikapnya dingin seperti awal mereka bertemu, ia tidak ingin hal ini terjadi, ia merindukan Hye Sun yang ceria dan manja kepadanya.

Hye Sun melihat Min Ho dari sudut matanya tidak beranjak juga berkata : “Kenapa masih di sini, aku tidak mau merepotkanmu…kembalilah ketempatmu.” Masih dengan datar dan dingin.

Min Ho menatap punggung Hye Sun dan beberapa detik kemudian ia memeluknya erat membuat Hye Sun meronta.

“Hey…lepaskan aku…apa yang sudah merasukimu…lepaskan..!!” Hye Sun terus berusaha melepaskan diri tapi Min Ho malah mempererat pelukannya dan membenamkam wajahnya di bahu Hye Sun.

“Sun-yaa,…Mianhae, aku tidak ingin kamu berubah padaku…aku…a..ku…sa..rang..heo…Sun-yaa..” Samar terdengar suara Min Ho di telinga Hye Sun membuat Hye Sun terpaku.

“Apa…apa maksudmu..?” Hye Sun memiringkan kepala ke arah Min Ho dan di saat yang sama Min Ho juga mengangkat wajahnya sehingga mata mereka bertemu.

Min Ho melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Hye Sun menghadap padanya.

“Apa maumu Lee Min Ho-si…apa belum cukup kau menyaki_....?” Hye Sun terdiam, tidak bisa berkata-kata karena bibirnya habis di lahap Min Ho, hanya matanya yang terbuka lebar.

Sejenak Hye Sun tidak bereaksi hanya diam merasakan tapi detik berikutnya ia mendorong tubuh Min Ho hingga ciumannya terlepas. Hye Sun melap mulutnya dengan punggung tangannya, matanya nanar menatap Min Ho. Ia tidak mengerti apa maunya lelaki didepannya, awalnya menyatakan suka tapi menit berikutnya mengatakan tidak bisa bersatu tapi waktu berikutnya lagi menyatakan cinta. Hye Sun meremas rambutnya, mulutnya terkatup rapat dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Min Ho menggigit bibir bawahnya, ia menyesal dengan apa yang telah dikatakannya di pantai sebelumnya yang membuat Hye Sun marah padanya.

“Mianhae, jeongmal mianhae…aku…aku tidak bisa melepasmu Sun-yaa, aku memang egois dan tidak memikirkan perasaanmu…aku ingin kamu selalu berada di sampingku…aku ingin kamu jadi is..triku…itu juga jika kamu siap hidup menderita karena aku hanya o_....” Hye sun menempelkan telunjuknya ke bibir Min Ho untuk tidak melanjutkan kalimatnya.

Kemudian mereka saling menatap dalam diam dengan berpegangan tangan, menit berikutnya mereka sudah berciuman dengan mesranya. Bibir mereka saling melumat dan lidah saling bertaut seakan tidak akan pernah ada hari esok lagi. Mereka hanyut dengan perasaan cinta dan keinginan untuk melebur menjadi satu. Ciuman mereka semakin panas dan entah siapa yang memulai, tubuh mereka mulai lepas dari penutupnya satu persatu hingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka.

Ke dua insan manusia itu hanyut dalam buaian asmara yang menggelora, mereka bergumul hingga tenaga mereka terkuras dan keduanya jatuh tertidur karena kelelahan dengan berpelukan, senyum bahagia terukir di bibir mereka.

***************

Hari-hari mereka berikutnya penuh dengan tawa dan canda, mereka tidak pernah menyinggung lagi tentang perbedaan dan peradaban, yang ada hanya cinta dan apa yang mereka lakukan selanjutnya.

Hidup mereka bahagia dan seperti pasangan-pasangan suami istri yang lain kadang terjadi pertengkaran kecil tapi selalu berakhir di tempat tidur sebelum mereka terlelap dalam buaian mimpi.

****************

Sudah 5 minggu lebih mereka terdampar di pulau itu dan mereka menikmatinya hingga suatu malam ketika mereka menikmati indahnya malam di depan gubuk, Hye Sun yang berbaring dipangkuan Min Ho melihat ada cahaya berkedap-kedip dari arah pantai di balik batu-batuan. Ia duduk dan mengucek-ngucek matanya tapi cahaya itu tetap ada sehingga Min Ho yang melihat tingkahnya jadi penasaran dan duduk mengikuti arah pandangan Hye Sun.

Min Ho lalu berdiri dan melangkah pergi ke arah cahaya, melihat Min Ho pergi Hye Sun cepat mengejarnya dan begitu sejajar ia merangkul tangan Min Ho sembari terus berjalan tapi Min Ho menghentikan langkahnya.

“Mwo…?” Hye Sun mengernyitkan alisnya.

“Sun-yaa tunggu di sini, aku akan memastikan cahaya itu berasal dari kapal apa..”

“Jadi benar itu cahaya dari sebuah kapal..?” Tanya Hye Sun antuasias yang di jawab anggukan oleh Min Ho.

“Lalu…kenapa aku tidak boleh ikut denganmu…apa kamu mau meninggalkan aku di sini dan kamu pergi dengan kapal itu..?” Tanya Hye Sun dengan mulut maju beberapa centi dan muka cemberut.

Min Ho menyentil hidung Hye Sun pelan, dan mendaratkan ciuman mesra di bibir Hye Sun hingga Hye Sun tersipu-sipu.

“Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu…siapa tahu cahaya itu berasal dari kapal perompak…arasso.” Kata Min Ho lembut dengan sudut mulut terangkat.

Hye Sun mengangguk dan sebelum Min Ho pergi ia mamajukan mulutnya yang sedikit terbuka dengan mata terpejam, Min Ho hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah bidadarinya tapi ia tidak bisa menolak apapun keinginan bidadarinya terutama yang satu ini, hal ini kebiasaan mereka jika salah satu pergi walaupun tidak pernah mereka ucapkan. Min Ho mendekatkan mukanya dan menyesap sebentar bibir Hye Sun lalu melangkah pergi.

**************

Di dalam gubuk Hye Sun menunggu dengan gelisah, sudah 2 jam lebih Min Ho pergi dan belum kembali, berbagai pikiran buruk berseliweran dikepalanya. 

Sebentar duduk, berdiri, berjalan mondar-mandir dan kadang mengintip lewat celah dinding atau membuka pintu.

Hye Sun hampir tertidur ketika mendengar suara gemerisik ranting kayu yang diinjak seseorang, suara langkah kaki itu terdengar semakin dekat, ia berjalan ke belakang pintu dengan mengendap-endap dan memungut kayu sebesar pergelangan tangan.

Pintu terbuka dan terlihat bayangan seorang yang berbadan tinggi dan tegap masuk perlahan. Hye Sun tidak bisa melihat siapa orang itu karena di dalam gubuk gelap, ia lupa menambahkan ranting kayu karena sibuk memikirkan Min Ho hingga tidak sadar api padam. Ia menyesali dirinya tapi juga bersyukur sehingga orang itu tidak menyadari kehadirannya.

Hye Sun sudah memasang kuda-kuda untuk menyerang jika orang itu mendekatinya, dan ketika orang itu sudah berada didekatnya ia mengayunkan tangannya.


End Chapter


Berhubung chap ini panjang jadi aku bagi 2 dan masih belum selesai tinggal dikiit lagi nanggung klo mau di pindah ke reguler  [smiley] [smiley]
Lanjutannya klo gak ni malam mungkin besok hehehe...

 

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
hiii, sist amira  [huglove] salam kenal  [flowers] udah update ternyata [clap] mo baca dulu ah [jumpy] makasiiih sih udah di update  [biggrin] ditunggu lanjutannya  [bye] [bye] [bye]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
hiii, sist amira  [huglove] salam kenal  [flowers] udah update ternyata [clap] mo baca dulu ah [jumpy] makasiiih sist udah di update  [biggrin] ditunggu lanjutannya  [bye] [bye] [bye]
« Last Edit: May 22, 2010, 12:54:08 am by vio23 »

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
hy.. eon amira..  [smiley-gen013] [smiley-gen013]
eon, kog ntuh pas MinSun gi hot"nya ga d'buat lbh.. [bav] [bav] [hmpfh]
peace eon..  [smiley-dance013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yeee sis bultang, adegan hotnya kok segitu doang [hmpfh] ~ketahuan klu yg plg diperhatikan adegan hotnya doang [laughing] [laughing], klu ada M version, jgn lupa pm gw ya sis [hmff] [hmff] ...
wahhh itu org yg dibantai hyesun si minho ya? bukan kan? jgn ampe deh [heh] [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Onnie gumawoyo buat updateannya... [cheekkiss]
Cihuy akhirnya mereka saling membuka perasaannya masing-masing...

"Ciuman mereka semakin panas dan entah siapa yang memulai, tubuh mereka mulai lepas dari penutupnya satu persatu hingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuh mereka.

Ke dua insan manusia itu hanyut dalam buaian asmara yang menggelora, mereka bergumul hingga tenaga mereka terkuras dan keduanya jatuh tertidur karena kelelahan dengan berpelukan, senyum bahagia terukir di bibir mereka."


aku pikir bkl ada versi laen-nya neh [hmpfh] [hmpfh] mupeng mode on  [on] [on] [hmpfh]

Onnie lanjutin malem ni aja dah... tanggung nih... punk

fara

  • Guest
Thanks ya udh di update onnie amira :) :)
yeay akhirnya minho & hyesun mengungkapkan perasaan mereka masing2 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ada mver mp'y minho&hyesun ga onnie?
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] Hehehehehe....
Btw, siapa ya orang yg masuk??
Minho apa tunangan'y hyesun??
Penasaran bgt...
Lanjutan chapter'y besok ya?
Malem ini aja onn,
hehehehe [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] 

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Vio23: hai salam kenal jg & happy coment, gomawo sdh baca.
Lia, mami, vayza & fara : gomawo sdh baca & mian blm bs lanjutin BS mo kelarin ini dl..
[hmff] yg lebih hwat ya? *garuk2x kepala..*
Nanti deh aku pikirin, ni sengaja di buat ga hwat secara yg bc jg ada yg abk alias peyek, atut nanti ditangkap kak seto..
 
Mami : tenang mi, pasti aku pm klo aku buat m-vernya..
 
Yg masuk itu si.. baca dilanjutnya ya [laughing]..
 
Mian ya ga bisa di post malam ini kepalaku lg pening nih ga bs lanjutin ending jd besok aje ye..

fara

  • Guest
Vio23: hai salam kenal jg & happy coment, gomawo sdh baca.
Lia, mami, vayza & fara : gomawo sdh baca & mian blm bs lanjutin BS mo kelarin ini dl..
[hmff] yg lebih hwat ya? *garuk2x kepala..*
Nanti deh aku pikirin, ni sengaja di buat ga hwat secara yg bc jg ada yg abk alias peyek, atut nanti ditangkap kak seto..
 
Mami : tenang mi, pasti aku pm klo aku buat m-vernya..
 
Yg masuk itu si.. baca dilanjutnya ya [laughing]..
 
Mian ya ga bisa di post malam ini kepalaku lg pening nih ga bs lanjutin ending jd besok aje ye..

aku udh 20tahun kok sis...
Jadi bkn abk...
Hehehehe...

Iya gpp kok kalo diupdate'y besok :)
met istirahat ya :) :) :) :)

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
gyaaaaaaa thanks udah diupdate uunie [hug] [cheekkiss]

[on] [on] [on] ehm ada mver nya ndak unnie wkwkwk langsung nanya yg itu [hmpfh] emang dasar sumsum [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

jaahhhh itu yg mau digebuk mino yak kasian amit [sweat] besok update lg kan unnie [jumpy] [jumpy] [jumpy]


ADAM COUPLE SELCA

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
buka pertama...eh udah diapdet ma onnie amira... gommawoyo onnie....

 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

 [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]

udah ending yaw...  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

keren banget onnie...mga2 yang dateng tuch beneran kapal penyelamat bukan perompak...jadinya min ho ma hye sun bisa kembali ke peradaban dengan selamat dan hidup bahagia selamanya *ngarep.com*

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

ada m ver nya yaw....?  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] *muka mupeng*

mau mau mau dong... *pikiran mesum ya gini dweh... [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]*

ditunggu kelanjutannya ya onnie...

SEMANGAT onnie...

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Akhrx d updte jga.
Gumawo yah zizth.
HmMm
q pkir bkalan d jelasin proses MP nya. Ngk tw nya ngk. Pdhal udh deg2gan..
_MUPENG_
Hehe
Mw doNk MP nya zizth.
Aq udh 18 thun kok.
Jd udh bisa kan..
Xixi
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline amelya

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • minsun 4ever
    • View Profile
hai sist...
lam kenal...
gomawo dh d update...
akhirny nanggung bgt sist??
kpn nih mo d update lg??
wah..da m-verny sist?
mau don9..

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
Anyong oniie amira , slam knal yya .. [huglove]
gumawo udh d update ,, kpan nii lnjutanny ??
di  [head break]
ma onnie ,newbi udh berani mnta update .. [hmpfh]
d tnggu yya lnjutanny ..
Qlo ad mver'ny mw dnk onnie, aq udh 20th loh, jd gpp kn .. Hehehe
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..