Author Topic: # LOST IN THE SEA # Last Chap (Ending chap)~ May 23, 2010  (Read 12765 times)

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Thanks onnie udah diupdate...wa udah mau abis ya  [cry] [cry] [cry]
minsun udah menyatakan perasaan nih....
cihuyyy..onnie ayo cepetan dipostng lanjutannya, siapa yang masuk tuch?? minho kan ya mereka udah terselamatkan donk??
yippie....tinggal nunggu balik trus hidup aman damai selamanya  [lovestruck] [lovestruck]
setuju ama yg lain, tadinya udah deg2an baca bagian mino kisu2 hye sun ehhh..gak taunya
apa ada dilanjutannya ya onnie??? [bav] [bav] [bav]
siggy by endree noona ^^v

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile

revynska:
thanks udah baca... [hug] [hug][hug][cheekkiss]balik

ai_yuki: thanks juga sudah baca

Echyn MinHo LeeSun: Gomawo, seperti komentku sebelumnya sengaja gak dijabarin sist m-vernya...

amelya & kimmy_minsun: salam kenal & happy posting, semoga betah di forum fakir minsun..& gomawo sudah baca...
Lanjutannya sih rencana hari ini aku posting tapi tadi kebablasan tidurnya dan bangun-bangun cuaca mendung ama petir gak berhenti-henti menggema jadi gak berani buka kompi...semoga ni malam selesai tinggal ddddddiiikitttt lagi tapi ya itu gak ada picu pendukungnya..

Ni reader kok semua minta m-vernya sih...gimana ya ?....
Klo ada juga mungkin baru bisa kubuat setelah update BS namun jangan berharap buanyak ya jika gak muasin coz gak pintar melukiskannya dengan kata-kata..[shy][laughing]...trus hanya bagi yang pm langsung ke aku aja paling ku kirim...

*balik lagi berkutat ke FF

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
IZZ:
Thanks onnie udah diupdate...wa udah mau abis ya  [cry] [cry] [cry]
>>> thanks juga sudah baca & jangan sedih ya..kan masih banyak FF baru bertaburan tuh...

minsun udah menyatakan perasaan nih....
cihuyyy..onnie ayo cepetan dipostng lanjutannya,
>>> sabar izz, dikit lagi nih...

siapa yang masuk tuch?? minho kan ya mereka udah terselamatkan donk??
>>> Ehmmfp, liat aja deh di lanjutannya...

yippie....tinggal nunggu balik trus hidup aman damai selamanya  [lovestruck] [lovestruck]
setuju ama yg lain, tadinya udah deg2an baca bagian mino kisu2 hye sun ehhh..gak taunya
apa ada dilanjutannya ya onnie??? [bav] [bav] [bav]
>>> hehehe...tapi kan akhirnya mereka bersatu juga dan kiss berikutnya berlanjut...tenang izz masih ada lagi kok dilanjutannya...

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Ok...sesuai janjiku sebelumnya...

Silahkan menikmati lanjutannya... 


Chapter 5-B



Hye Sun sudah memasang kuda-kuda untuk menyerang jika orang itu mendekatinya, dan ketika orang itu sudah berada didekatnya ia mengayunkan tangannya tapi urung dilakukan begitu tercium bau khas tubuh malaikatnya.

“Min-yaa…” Katanya samar-samar.

Min Ho sudah berhasil menyalakan api membuat terang di dalam gubuk. Ia terkejut melihat Hye Sun yang bersiap memukul dengan muka pucat dan tiba-tiba kayu yang dipegangnya lepas.

“Sun-yaa…apa yang terjadi ?...kamu…kamu..gwencahana..?” Tanya Min Ho dengan nada cemas sembari memeriksa tubuh Hye Sun lalu memeluknya erat dan membawanya duduk.

“Ne..., a..ku gwen..cha..na..” Sahut Hye Sun terbata-bata dengan nafas naik turun dengan cepat.

Min Ho memeluknya lagi dan mengelus-elus lembut rambut Hye Sun dan mengecup dahinya.

Setelah dilihatnya Hye Sun tenang, tanpa melepaskan pelukannya ia bertanya : “Apa yang terjadi Sun-yaa..?”

“Tidak ada apa-apa…a..ku hanya jaga-jaga siapa tahu yang masuk bukan kamu…mianhae, aku hampir memukulmu…Aku takut dan khawatir terjadi sesuatu denganmu karena kamu lama tidak kembali.” Hye Sun membenamkan wajahnya di dada Min Ho yang bidang.

“Aku sudah berada disisimu, sekarang tidurlah…besok pagi-pagi sekali kita pergi ke tempat kapal berlabuh.” Min Ho mengatakan itu dengan wajah sendu, ia punya firasat bahwa malam ini malam terakhir mereka bersama. 

Hye Sun mengangkat kepalanya dan menatap Min Ho, ia bisa menangkap kegundahan hati Min Ho. Hye Sun mengelus wajah Min Ho dan menelusurinya seinci demi seinci dengan senyum manisnya. Jarinya berhenti di bibir Min Ho yang merah dan tebal, mereka lama saling menatap jauh ke dalam, seakan sorot mata mereka mengikrarkan sumpah setia untuk tetap bersatu dan saling mencintai walaupun jarak, waktu dan raga memisahkan mereka nantinya tapi hati mereka harus tetap bersatu.

Wajah mereka makin lama semakin mendekat dan akhirnya bibir mereka menempel menjadi satu, lidah mereka mulai bermain dan saling menelusuri ruang-ruang di dalam rongga mulut masing-masing. Lama mereka saling memagut dan melumat tanpa ingat lagi untuk meneguk udara yang diakhiri dengan menyatukan tubuh dan raga menjadi satu dalam buaian cinta dan asmara yang membara.

Malam itu mereka habiskan mereguk kenikmatan duniawi berulang kali hingga hari mulai terang seakan tidak habisnya tenaga mereka.

************

Pagi harinya

Sesampainya mereka di dekat kapal berlabuh, Min Ho melepaskan pegangan tangannya, ia tidak ingin kembalinya mereka keperadaban akan membuat Hye Sun menjadi bulan-bulanan wartawan media dan televisi dengan berita kedekatan mereka. Awalnya Hye Sun menolaknya tapi Min Ho bersikeras ini demi kelangsungan hubungan mereka nanti dan juga keselamatannya. Akhirnya Hye Sun setuju dan berpura-pura tidak ada apa-apa antara mereka.

Min Ho membuat asap dan mengirimkan pesan SOS ke kapal yang berlabuh sekitar 5 mil dari pantai. Cukup lama Min Ho mengirim sinyal tersebut baru ada tanggapan, 2 orang abk menjemput mereka dengan perahu karet.

**********

Di kapal pencari ikan

Kapten kapal menyambut mereka dan menanyakan kenapa mereka bisa ada di pulau tidak bertuan dan sepengetahuannya tidak ada kapal yang berlabuh di situ karena pulau itu tidak ada di peta, dan kapal yang dikemudikannya juga hanya kebetulan berlabuh karena mengalami kerusakan tapi sudah bisa diatasi.

Min Ho menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dan kenapa mereka bisa ada di pulau itu. Sementara Hye Sun hanya menundukkan wajahnya dan sesekali mencuri pandang ke Min Ho, ada kekhawatiran di raut wajahnya tidak akan bertemu malaikatnya lagi.

“Ohh..iya, saya pernah mendengar berita itu dan menurut para ahli kalian kecil sekali untuk selamat bahkan mungkin tidak sama sekali tapi ini mukjijat,… jadi nona ini yang bernama Goo Hye Sun..?” Kata kapten kapal itu dalam bahasa inggris dan menyalami Hye Sun.

Setelah berbasa-basi sebentar kapten kapal mempersilahkan mereka membersihkan diri dan menyuguhi mereka makanan lalu menyuruh mereka istirahat sementara kapal sudah mulai dijalankan ke Havana. Hye Sun di tempatkan di kamar kapten dan Min Ho di tempatkan di kamar abk sehingga mereka tidak bisa bicara berdua sepanjang perjalanan kembali ke Havana karena tidak ada kesempatan untuk mereka bertemu.

***********

Pagi hari di Korea pada hari yang sama

Mr. Min Jung terkejut mendengar berita yang disampaikan oleh Kantor Penyelamat Pantai Havana, tanpa sadar gagang telpon terjatuh dari tangannya.

“Tidak mungkin….tidak…ini sulit di percaya dia masih hidup…Ohh, aku harus membereskan semuanya sebelum dia kembali..” Gumam Mr. Min Jung.

Mr. Min Jung mengambil hp dari saku jasnya dan menekan beberapa nomor yang sudah di luar kepalanya, tidak berapa lama terdengar suara dari seberang sana.

“Yeobseyo Paman..”

**************

Di Havana, sore harinya

Kapal baru merapat dan belum bersandar sempurna dipelabuhan tapi wartawan baik televisi maupun media sudah menyerbu untuk mendapatkan berita eksklusif tentang selamatnya putri pewaris Goo dari Korea, di antara kerumunan wartawan ada Jung dan pamannya yang baru tiba untuk menjemput Hye Sun dan beberapa penjaga pantai dan orang pemerintah dari Havana dan kedutaan Korea.

Begitu Hye Sun di bawa keluar oleh kapten kapal, bliz kamera langsung menyerbu untuk mengabadikannya. Jung langsung memeluk Hye Sun dengan wajah sumringah bahagia, sementara Mr. Min Jung menyalami Hye Sun dengan senyum yang dipaksakan. Hye Sun langsung di serbu berbagai macam pertanyaan oleh wartawan tapi Hye Sun hanya menanggapi dengan jawaban-jawaban singkat, matanya bergerak ke sana-ke mari mencari Min Ho karena sejak ke luar dari kapal ia tidak melihat sosok malaikatnya itu.

Sementara itu, Min Ho yang ke luar belakangan melihat Hye Sun di gandeng oleh Jung mendidih emosinya, ke dua tangannya mengepal erat, ingin sekali ia menariknya dalam pelukannya tapi akal sehatnya masih bekerja sehingga hal itu tidak terjadi. Min Ho berlalu dengan cepat dari situ, ia tidak ingin menjadi berita. Sesampainya di jalan ia menyetop taksi tapi sebelum masuk ke taksi ia melihat ke arah Hye Sun dari kejauhan.

**********

Malam harinya di Havana

19.00

Min Ho berada di dalam bar Ocean di mana ia dan teman-temannya sering berkumpul sebelumnya, bartender yang mengenal Min Ho langsung memberinya selamat dan mentraktirnya minum.

Berita tentang Hye Sun mendominasi siaran televisi di negara itu, Min Ho melihat wajah Hye Sun di telivisi yang berada di sudut bar menggigit bibir bawahnya, ada kerinduan yang menyelimuti hatinya. Min Ho menegak habis minumannya dalam sekali minum lalu beranjak pergi dari situ.

***********

Di hotel Grand Hyatt Havana

20.00

Min Ho menyamar sebagai wartawan yang ingin mewawancarai Hye Sun minta resepsionis menyambungkan ke kamarnya. Resepsionis tanpa curiga memenuhi permintaannya, awalnya Hye Sun menolak dengan alasan ingin istirahat tapi begitu Min Ho mengambil alih telpon dan berbicara, Hye Sun langsung menerimanya dan meminta wawancara dilakukan dikamarnya.

Min Ho langsung di antar ke kamar Hye Sun di lantai 20 oleh petugas hotel, begitu sampai di depan pintu suitroom dan sebelum mengetuk pintu, Hye Sun sudah membuka dan mempersilahkannya masuk dan minta petugas meninggalkan mereka setelah memberi tip.

Begitu pintu di tutup oleh petugas dari luar, Hye Sun mengunci pintu dan langsung menghambur dalam pelukan Min Ho, melepaskan rindunya yang sudah membuncah. Min Ho merenggangkan pelukannya dan menatap Hye Sun lalu melihat ke sekitar. Hye Sun menggelengkan kepalanya dan mengisyaratkan bahwa mereka hanya berdua. Min Ho mengelus dan menelusuri wajah Hye Sun seakan mereka sudah terpisah berbulan-bulan. Ia mendekatkan wajahnya dan membawa bibir Hye Sun ke dalam rengkuhan mulutnya. Mereka berciuman cukup lama dan seakan tidak ingin terpisahkan, Hye Sun meminta Min Ho menunggunya dan tidak melupakannya karena besok siang ia sudah harus berada di Korea. Hye Sun berjanji ia akan kembali untuk menjalani hidup dengan Min Ho, lalu mereka berciuman kembali.

***********

Korea, 3 hari kemudian

Hotel Goo

19.30

Hotel Goo, tempat diadakannya pesta menyambut kembalinya Goo Hye Sun dan hari ulang tahunnya di hias dengan indahnya, semua tempat penuh dengan bunga matahari kesukaan Hye Sun.

Banyak tamu yang datang baik dari kalangan bisnis, pejabat pemerintah maupun artis. Mereka semua kagum karena Hye Sun dapat bertahan dari badai dan memberinya selamat, pesta itu berlangsung sangat meriah dan banyak hadiah yang diberikan pada Hye Sun tapi walaupun senyum terus tersungging dibibirnya namun hatinya sedih karena orang yang dicintainya tidak berada disisinya.

Pada puncak acara, Mr. Min Jung mengumumkan Goo Hye Sun resmi menjadi penguasa dari Goup Goo sesuai dengan wasiat yang di buat oleh kakeknya, semua tamu memberinya selamat dan siap bekerja sama dengannya.

Pada saat yang sama Mr. Min Jung juga mengumumkan bahwa Jung sudah melamar Hye Sun dan mereka akan menikah dalam waktu dekat. Hye Sun terperangah mendengarnya karena Jung tidak mengatakan apapun padanya, lagipula ia tidak mau menikah dengan Jung. Hye Sun mencium ada yang tidak beres tapi saat ini tidak ada yang bisa dilakukannya.

Beberapa menit kemudian, Hye Sun memijat-mijat kepalanya dan ia berpegangan pada senderan kursi karena hampir jatuh. Ia minta diri pada semua tamunya karena tidak bisa menemani sampai pesta selesai dengan alasan kesehatannya belum stabil sehingga ia harus istirahat dan meminta Jung menemani tamunya hingga selesai acara, Jung berkeras mau mengantar tapi Hye Sun menolak karena tidak mau tamunya kecewa, akhirnya jung menurut.

***********

Kediaman Goo

Pukul 20.30

Sesampainya di rumah Hye Sun bergegas kekamarnya dan membuka laci meja dengan kunci yang diselipkan di dompetnya. Ia mencari-cari sesuatu dan begitu dapat diambilnya hp dan menekan angka-angka sesuai dengan yang tertera di buku memorynya.

Begitu terdengar suara di seberang, Hye Sun langsung menjelaskan maksud dan tujuannya menghubungi orang itu. Suara di seberang hanya terdengar ya dan iya karena orangnya shock, tidak percaya mendapat klien seperti Hye Sun, setelah hubungan di putus ia masih tidak bergerak dari tempatya, ia mencubit lengannya dan kemudian berteriak kesakitan, sadar klo bukan mimpi cepat-cepat ia mengambil mantel dan kunci mobil bututnya.

***********

Di Havana masih pada hari yang sama

Min Ho berjalan menuju ke telpon umum untuk menelpon bidadarinya karena ia tidak punya hp bukan karena tidak mampu beli tapi karena ia merasa tidak perlu dan tidak ada orang yang akan menelponnya lagipula selama ini ia lebih banyak berada di laut lepas yang jauh dari jangkauan seluler sehingga ia lebih senang menggunakan telpon umum.

Min Ho berjalan melewati pertokoan dan langkahnya terhenti begitu melihat wajah Hye Sun terpampang di televisi di sebuah toko yang menjual berbagai macam satellite parabola dan perangkatnya. Min Ho shock dan hampir ambruk ke tanah jika tidak cepat berpegangan pada tiang listrik melihat judul berita dari siaran televisi berbahasa Korea. Pandangannya berkunang-kunang dan kepalanya pening, hatinya seperti di tusuk dan di sayat sembilu. Ia tidak kuasa untuk mendengar berita itu lebih lanjut sehingga bergegas menjauh dengan terseok-seok. Rencananya untuk menelpon Hye Sun urung dilakukannya karena ia sudah tidak sanggup menahan perasaannya yang hancur karena Hye Sun melanggar janjinya sendiri.

************

Kembali ke Korea

23.00

Hye Sun sudah satu jam yang lalu kembali ke rumah setelah menemui detektif yang dimintanya untuk menyelidiki Mr. Min Jung dan Jung. Kembalinya ia dari Havana membuatnya lebih peka membaca perilaku orang dan keadaan, lagi pula ia tidak ingin harta kekayaan peninggalan kakek buyutnya disalahgunakan. Sikap dan perilakunya juga berubah drastis membuat pelayan dan pegawainya terperangah tapi sekaligus senang dengan perubahan itu.

Ia bolak-balik berjalan dikamarnya dengan gelisah, sudah selarut ini malaikatnya belum juga menghubunginya padahal ia berjanji akan menelponnya di malam hari ulang tahunnya. Ia sudah menanyai pelayan dan tidak ada yang mencarinya atau pun meninggalkan pesan untuknya.

Ia menjadi semakin resah dan gelisah begitu menyeruak berbagai pikiran yang tidak-tidak tentang Min Ho dikepalanya.

Hari semakin larut, Hye Sun tetap memandangi hpnya berharap berbunyi dan ketika hpnya berdering Hye Sun dengan antusias segera memeriksanya dan ia jadi lemas ternyata bukan dari malaikatnya tapi Jung namun ia tidak mau menjawabnya hingga bunyi itu berhenti sendiri.

Akhirnya Hye Sun tertidur di sofa dengan posisi duduk menggenggam hp karena kelelahan menunggu.

*************

1 minggu setelah hari ulang tahun Goo Hye Sun

Di Korea

Berita tentang pertunangan dan pernikahan Goo Hye Sun dengan Jung Ui Chul tiap hari menghiasi layar kaca, internet dan koran tapi yang anehnya dan membuat penasaran penonton dan pembaca adalah tidak ada satupun pernyataan dan tanggapan dari Goo Hye Sun tentang berita itu hingga wartawan selalu memburunya tapi Hye Sun tidak menanggapinya melainkan hanya tersenyum kecil.

Perasaan Hye Sun gundah karena sudah hampir 2 minggu malaikatnya tidak menghubunginya dan tidak ada kabar apapun darinya, ia mencoba menghubungi tempat Min Ho bekerja berpura-pura sebagai keluarganya namun hasilnya nihil karena Min Ho sudah berhenti 1 minggu yang lalu dan teman-temannya tidak tahu kemana perginya.

Hye Sun menjadi uring-uringan dan hatinya hancur berkeping-keping karena malaikatnya tidak mau menunggunya tapi ia berusaha berpikir positif, tabah dan kuat karena ada yang harus segera diselesaikannya dan setelah semuanya teratasi ia akan mencarinya hingga ke ujung duniapun. Hanya ada satu alasan yang menurutnya kenapa Min Ho meninggalkannya.

***********

2 minggu kemudian di Pulau Jeju di sebuah desa kecil

Min Ho sedang memancing di dermaga kecil yang sudah tidak difungsikan lagi, disekitarnya juga ada beberapa orang yang bertujuan sama dengannya. Hari ini cuaca cerah dan hari libur jadi sebagian orang memanfaatkannya untuk merelaksasikan diri bersama keluarganya. Min Ho iri melihat sepasang pasangan muda yang memancing bersama di mana si wanita sesekali mengelap keringat si pria dan membaca novel untuk mereka berdua, sesekali terdengar tawa kecil dari mereka.

“Andaikan itu…aku dan Sun…” Celetuk Min Ho pelan, tangannya memegang erat stik pancing, kenangan indah mereka bersama terbayang di pelupuk matanya.

Cukup lama Min Ho melamun hingga tak sadar umpannya sudah di patuk ikan dan stiknya meliuk-liuk mengikuti senar pancing yang di bawa lari ikan berusaha melepaskan diri.

Beberapa orang memperhatikannya kemudian menggelengkan kepala dan ada yang memanggil-manggilnya sembari menunjuk ke stik pancing dihadapannya. Min Ho tersentak begitu sadar betapa kuatnya ikan menarik senar pancing. Ia melihat ke sekitar dengan senyum kecut dan menunduk malu. Begitu bisa mengendalikan stik dan melepaskan ikan dari kailnya, ia memukul-mukul kepalanya pelan.

“Aish…kenapa aku tidak bisa melupakannya, malah aku semakin merindukannya…” Gumam Min Ho.

“Lee Min Ho sadarlah, ia bukan bidadarimu lagi…ia sudah jadi milik orang lain bahkan sebelum kau bertemu dengannya dan kau tahu itu..” Ada suara lain yang mengiang dikepalanya.

Min Ho berdebat dengan dirinya sendiri sampai ia tidak konsentrasi lagi memancing dan tidak menghiraukan lagi keadaan disekitarnya, ia seperti orang linglung dan gila karena berbicara sendiri. Orang-orang yang berada di situ hanya mendecak dan menggelengkan kepala melihat tingkahnya.

Dari kejauhan seorang lelaki setengah baya lari tergopoh-gopoh ke arahnya dan begitu mulai dekat ia memanggil-manggil namanya sambil melambai-lambaikan tangan.

Min Ho melihat siapa yang memanggilnya menghentikan ulahnya dan berjalan mendekat ke orang itu.

“Ada apa ahjussi mencariku…?” Tanya Min Ho setengah berteriak dalam jarak 10 meter.

“Min Ho-ssi…hah…hah…ada…orang…hah…hah…” Ahjussi berbicara dengan nafas terengah-engah begitu mereka sudah sejajar.

“Ahjussi, tenang dulu baru bicara…sekarang tarik nafaaasss lalu keluarkan..” Min Ho mencontohkan dan diikuti oleh ahjussi itu.

“Nah…sekarang ahjussi katakana ada apa..?” Kata Min Ho melihat ahjussi disampingnya sudah tenang.

Ahjussi itu menjelaskan kenapa mencari Min Ho dan memintanya untuk bergegas pulang.  Min Ho mengernyitkan alisnya sambil berpikir tapi ahjussi mendesaknya untuk segera berlalu dari situ. Min Ho akhirnya membereskan seadanya peralatan pancingnya dan segera pergi bersama ahjussi itu naik sepeda.

***********

Di rumah Lee Min Ho

Sesampainya di depan rumah mungil peninggalan orang tuanya yang masih belum selesai direnovasinya, Min Ho memarkirkan sepedanya begitu saja, matanya nanar menatap ke sekeliling di luar rumah. Tidak ada tanda-tanda orang yang mencarinya, menurut ahjussi tetangganya ada seorang lelaki berbadan tegap dan berjas mencarinya yang bukan orang dari desa mereka. Orang itu mengendarai mobil bagus dan kelihatan sekali bukan orang sembarangan. Tapi Min Ho tidak melihat mobil maupun orang itu, ia berpikir mungkin ahjussi itu salah tafsir dengan mengira orang itu mencarinya.

Ia kemudian masuk ke dalam rumah, hidungnya mencium bau lain dari biasanya yang seperti akrab dihidungnya sebelumnya begitu masuk ke rumah tapi ia tepiskan dan meletakkan peralatan pancing di atas meja dapur lalu menaruh ikan di wastafel.

Min Ho merasa ada yang aneh tapi tidak tahu apa dan matanya menyapu seisi ruangan tapi tidak menemukan apapun dan ketika ia kembali ke dapur baru sadar, pintu belakang rumah terbuka sedikit padahal ia ingat sekali pintu itu ditutupnya dengan rapat.

Min Ho bermaksud menutup pintu yang berhubungan langsung dengan teras belakang yang menghadap ke pantai dan laut lepas itu tapi ia tersentak melihat bayangan seseorang di lantai teras namun ia tidak bisa melihat sosok orang itu karena terhalang tumbuhan merambat yang menghiasi teras.

Min Ho berjalan dengan mengendap-endap mendekati orang itu, ia akan memberi pelajaran pada orang yang sudah berani masuk tanpa izin. Ia sudah mempersiapkan kuda-kuda dan begitu dekat alangkah kagetnya melihat sosok yang membelakanginya. Ia kucek-kucek matanya dan menepuk-nepuk pipinya tapi sosok itu tetap ada. Sosok itu menoleh mendengar ada orang dibelakangnya dan berjalan mendekati dengan senyum manis yang selalu menghias mimpi-mimpinya.

“Ah..Min-yaa, kamu sudah pulang…Miannata, aku tak menyadari kehadiranmu karena terpesona dengan pemandangan di sini yang mengingatkanku pada pulau itu…” Celoteh Hye Sun memeluk malaikatnya, sementara Min Ho tidak bereaksi hanya menatap saja dan tidak membalas pelukan Hye Sun, berbagai pertanyaan merasuki kepalanya.

Hye Sun merenggangkan pelukannya dan menatap heran dengan sikap Min Ho yang dingin padanya.

“Apa tidak rindu padaku…? Kalau aku iya bahkan sangaaat rindu..” Ucap Hye Sun manja dengan senyum masih menghias wajahnya mengelus pipi Min Ho lembut dan berjingkat hingga bibir mereka bertemu. Hye Sun menyesap lembut bibir Min Ho namun tubuhnya di dorong ke belakang hingga ciuman mereka terlepas.

Min Ho melap mulutnya dengan punggung tangan menatap tajam wanita dihadapannya yang bingung melihat sikapnya.

“Kenapa kau tiba-tiba berada dihadapanku heh…? Apa maksudmu mengganggu ketentraman hidupku…? Apa tidak cukup penderitaan yang kau lakukan padaku…?” Teriak Min Ho mulai emosi dengan ke dua tangan mengepal erat membuat Hye Sun kaget melihat reaksi Min Ho yang marah.

Hye Sun menunduk, ia menggigit bibir bawahnya, reaksi Min Ho padanya wajar saja sebagai orang yang merasa dikhianati dan ia pikir Min Ho pasti belum mengetahui semuanya.

Hye Sun membuka tasnya dan mengeluarkan Koran yang masih terlipat rapi, ia tersenyum mendekati Min Ho dan memberikan Koran padanya.

“Nih, bacalah Min-yaa…kamu pasti akan mengerti kenapa aku bisa berada di sini..”

Min Ho dengan tatapan menusuk memandangi Hye Sun, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, ke dua tangannya memegang kepala.

Hye Sun masih berusaha meyakinkan Min Ho untuk melihat Koran yang dibawanya namun Min Ho menepis Koran tersebut dengan kuat hingga terlempar dari pegangan Hye Sun dan jatuh tidak jauh dari mereka berdiri.

Hye Sun melihat ke Min Ho dan ke Koran yang terbuka bergantian, ia tidak memahami reaksi Min Ho yang marah berlebihan tanpa mau tau penyebabnya, ia berjongkok di lantai, memungut koran dan membuka lembaran berita mengenai dirinya.

“Untuk apa kau perlihatkan Koran itu padaku heh…? Untuk lebih menyiksaku dengan berita kebahagianmu…begitu..?” Teriak Min Ho lagi, Hye Sun berdiri dan menghadap ke Min Ho bermaksud menjelaskan.

“Min-yaa, kamu salah pa_...”

“Jangan lanjutkan lagi kata-katamu nona egois…sekarang pergi dari sini, pergi jauh dari kehidupanku dan jangan pernah kembali lagi..” Cecar Min Ho.

Hye Sun berdiri terpaku, tangannya membekap mulutnya yang terbuka lebar dan matanya terasa panas, kakinya gemetar dan tubuhnya hampir ambruk ke lantai jika tidak cepat berpegangan pada kursi mendengar kalimat yang ke luar dari mulut Min Ho.

“Apa lagi yang di tunggu…SEKARANG PERGIII….PERGIIIIIIIIIIIIIIII..!!!” Teriak Min Ho lebih keras lagi melihat Hye Sun tidak bergerak dari tempatnya.

Hati Hye Sun hancur sudah, usahanya untuk menjelaskan sia-sia saja karena Min Ho tidak mau mendengarkan apapun kata-katanya. Langkahnya gontai meninggalkan teras belakang, pandangannya berbayang-bayang karena terhalang oleh air yang makin deras mengucur dari kelopak matanya. Ia tidak menyangka Min Ho akan semarah ini dan mengusirnya sebelum mau mendengarkan penjelasannya. Sebelum berlalu dari pintu, ia menoleh ke belakang berharap Min Ho berubah pikiran namun Min Ho membelakanginya dan tak sedikitpun melihat kearahnya.

“Mianhae, jeongmal mianhae…malaikatku…sarangheo” Gumam Hye Sun hampir tak terdengar.

*****

Min Ho mengusap muka dan menggosok-gosok kelopak matanya yang mengeluarkan bulir-bulir air, dadanya terasa sesak dan sakit, pertemuannya lagi dengan bidadarinya malah mambuatnya makin hancur. Ia menendang-nendang apa saja yang ada didekatnya seperti orang kerasukan meluapkan kemarahannya hingga ia capek sendiri dan terduduk lemas di lantai.

Min Ho mengarahkan pandangannya ke pantai dan laut lepas lalu matanya menangkap gambar besar yang ada di Koran. Hatinya mencelos lagi melihatnya dan berdiri memungutnya dan bermaksud mencabik-cabiknya tapi judul yang terpampang di bawah gambar itu membuatnya tersentak dan langsung berlari kencang menuju ke luar rumah masih dengan Koran di tangan.

Di luar rumah matanya nanar melihat ke segala penjuru tapi sosok Hye Sun seperti hilang di telan bumi, namun ia terus saja berlari menyusuri jalan ke arah dermaga di mana kapal-kapal penyebrangan menuju ke Jeju berada. Dari kejauhan ia melihat mobil berjalan pelan dan ia yakin orang didalamnya adalah bidadarinya karena plat mobil itu bukan dari desanya.  Ia makin semangat berlari mengejar namun mobil itu mulai melaju kencang tapi semangatnya tidak surut. Ia bertekad harus bisa membawa kembali bidadarinya ke dalam pelukannya.

*************

Di dermaga penyebrangan

Hye Sun menghela nafas berat, pandangannya mengarah ke jalan tanpa berkedip masih berharap Min Ho menyusulnya namun harapannya sia-sia.

“Agashi…,miannata.. kapal sudah mau berangkat sebaiknya kita harus segera naik jika tidak ingin tertinggal..” Kata pengawalnya mengingatkan, ia sebenarnya tidak ingin mengusik majikannya yang lagi bersedih.

Hye Sun mengalihkan pandangannya dan mengangguk setuju, lalu mobil itu berjalan pelan masuk ke kapal.


15 menit kemudian Min Ho sampai di dermaga dan betawa kecewanya ia kapal penyebrangan sudah tidak ada dan ia menemui petugas bertanya tentang mobil dengan menjelaskan ciri-cirinya, petugas tersebut menunjuk-nunjuk ke titik hitam di tengah laut.

Min Ho terduduk lemas, ini semua kebodohannya, coba ia mau mendengarkan dulu apa akan dikatakan Hye Sun tentu tidak begini jadinya.

“TIIIIIIIDDDDDDDDDAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKK……..!!!” Teriaknya membuat orang yang melihatnya bingung.

*************

5 bulan kemudian

Sebuah kapal kecil namun kokoh dan nyaman berlabuh di lepas pantai pulau Jeju. Seorang wanita muda yang tidak lain adalah pemilik group Goo, Goo Hye Sun duduk di kursi malas diburitan kapal, sebuah novel tergeletak dipangkuannya. Terdengar dengkuran halus dari mulutnya dengan senyum mengembang, kadang terdengar suara tawa kecil dalam tidurnya, sepertinya ia sedang di buai oleh mimpi indah.

Seorang pemuda yang sedang memancing tidak jauh darinya menoleh kearahnya, ia tersenyum melihat tingkah bidadarinya. Diletakkannya stik pancing di sisi kapal dan mengikatnya kuat supaya tidak jatuh ke air lalu beranjak pergi ke dalam kabin. Tidak lama kemudian ia keluar membawa selimut pink bermotif love dan menghamparkan ke tubuh mungil bidadarinya, sebelumnya ia mengammbil novel dan meletakkan di meja kecil disampingnya.

Ditatapnya dan dielusnya lembut pipi wanita pujaannya dengan senyum penuh arti, nyaris saja ia kehilangan wanita tersebut untuk selamanya. Kejadian beberapa bulan lalu terbayang dipelupuk matanya dengan jelas seperti baru saja terjadi.

***********

Kembali ke Dermaga penyebrangan 5 bulan sebelumnya

Min Ho melangkah gontai dan terseok-seok meninggalkan dermaga seperti orang yang mabuk parah. Dunia terasa gelap baginya, ia bertindak sangat bodoh dan telah menyakiti perasaan bidadarinya, jikapun ia berhasil mengejarnya belum tentu Hye Sun mau memaafkannya.

Min Ho menghentikan langkahnya, ia seperti mendengar suara Hye Sun berbicara dengan terisak-isak.

“Mianhae …huhuhu, jeongmal mianhae Min-yaa…aku tidak membantah berita itu..dari awal..huhuhu…”

“Aish…apa aku sudah gila..sampai suaranya saja terngiang jelas dikepalaku…” Gumam Min Ho dengan mulut terkatup rapat menggeleng-gelengkan kepalanya, namun detik berikutnya ia tertegun. Ia tidak berkhayal, suara itu nyata dan berasal dari sosok yang berdiri tidak jauh membelakanginya berdiri di sisi jalan menghadap laut.

“Miannata.., amoni terpaksa melakukan ini…karena aboji tidak menginginkan kita berdua..” Kata Hye Sun pelan mengelus perutnya, air mata masih menetes dipipinya yang mulus, dengan mata terpejam ia melangkahkan kakinya ke depan di mana air laut siap menyambutnya.

Lama Min Ho tertegun dengan mulut terbuka lebar apalagi ketika mendengar kata-kata terakhir Hye Sun. Min Ho tersentak begitu melihat bidadarinya melangkahkan kaki mau menjatuhkan dirinya, secepat kilat disambarnya tubuh mungil itu dan menariknya ke dalam pelukannya. Ia menarik nafas lega dan mengelus rambut wanita muda dihadapannya, beruntung sekali ia masih sempat menariknya di detik-detik terakhir.

Hye Sun membuka mata, ternyata ia masih hidup dan berusaha melepaskan diri melihat orang yang yang menyelamatkannya.

“Lepaskan…biarkan aku pergi…tidak ada gunanya lagi aku berada di dunia ini….” Hye Sun masih meronta-ronta tapi Min Ho tetap tidak melepaskan pelukannya.

Hye Sun memukul-mukul dada Min Ho yang bidang bertubi-tubi, sementara Min Ho hanya diam dan merasakan saja tubuhnya dipukuli hingga pukulan melemah dan berhenti karena Hye Sun sudah kehabisan energi dan kecapaian, tubuhnya lunglai merosot jatuh ke tanah .. pingsan namun Min Ho dengan sigap memegang dan membopongnya, ia menyetop kendaraan yang lewat dan membawanya ke klinik satu-satunya di desa itu dengan gurat wajah khawatir.

****

Masih di hari yang sama di klinik di desa Lee Min Ho

Kondisi Hye Sun sangat lemah hingga harus di infus karena beban pikiran dan kelelahan yang merayapi tubuhnya akibat terlalu di kuras dan kurang istirahat, beruntung janin yang dikandungnya kuat sehingga tidak bermasalah.

Min Ho mengutuk dirinya dan menyesali perbuatan dan kata-kata yang sudah ke luar dari mulutnya, akibat ulahnya hampir saja 2 orang nyawa yang dicintainya melayang namun ia bisa bernafas lega ternyata kondisi bidadari dan kandungannya tidak apa-apa hanya perlu istirahat saja beberapa hari maka kondisinya akan pulih kembali.

Beberapa jam kemudian Hye Sun sadar dari pingsannya dan melihat orang yang duduk disampingnya membuatnya muak dan melemparkan apa saja yang ada didekatnya sehingga dokter meminta Min Ho ke luar supaya Hye Sun tenang.

Hari berlalu Min Ho tetap berada di klinik walaupun tiap ia masuk ke ruang perawatan Hye Sun, selalu mendapat perlakuan yang tidak nyaman namun ia menerimanya dan tidak membalas karena ia sadar itu konsekuensi yang harus ditanggungnya akibat perbuatannya sendiri.

Hari demi hari di klinik kondisi Hye Sun membaik, Min Ho selalu menemani dan tidur di klinik juga, ia pulang hanya untuk mengganti pakaian saja walaupun sikap Hye Sun ketus dan dingin padanya tapi ia tetap setia meladeni dan melayani Hye Sun hingga akhirnya sikap Hye Sun mulai berubah dan melunak.

Dua minggu kemudian mereka mencatatkan ikrar yang di buat ketika mereka terdampar dan mengadakan pesta sederhana di desa Min Ho dihadiri oleh teman dekat mereka dan tetangga.

******

Kembali ke 5 bulan kemudian

Hye Sun membuka matanya perlahan karena ia merasa ada yang mengelus wajah dan meraba perutnya yang mulai besar. Dilihatnya Min Ho menatapnya dengan mata menerawang. Hye Sun tersenyum melihat suaminya melamun, didekatnya wajahnya dan dikecupnya lembut bibir suaminya hingga tersentak dari lamunannya.

“Apa yang aboji lamunkan..?” Kata Hye Sun dengan nada seperti anak kecil.

“Ahh…tidak…aboji hanya membayangkan seperti apa rupamu nanti…pastinya akan cantik seperti amoni dan cakep seperti aboji kan..” Ucap Min Ho berbohong menngelus perut Hye Sun dan menciuminya.

Hye Sun terkekeh dan tersenyum menyaksikan tingkah suaminya, Min Ho menghentikan ulahnya dan beralih menatap Hye Sun dengan mata yang meredup membuat Hye Sun tertunduk malu dengan pipi memerah.

Min Ho mengangkat dagu Hye Sun dan mendaratkan bibirnya ke bibir Hye Sun, mereka saling melumat dan memagut dengan lidah berpilin. Ciuman mereka semakin panas dengan nafas memburu, Min Ho melepaskan bibirnya dari bibir Hye Sun dan menciumi wajah istrinya mulai dari dahi turun ke mata lalu hidung, pipi dan kembali ke bibir kemudian beralih ke dagu, leher, naik ke belakang telinga lalu daun telinga kemudian beralih kembali ke bibir.

Min Ho lalu membopong Hye Sun masuk ke dalam kabin tanpa melepaskan ciumannya, pintu kabin tertutup dan tidak lama kemudian terdengar suara erangan dan lenguhan dari dalam kabin.




The End


Notes :

Mr. Min Jung
Mr. Min Jung ketahuan memanipulasi harta keluarga Goo untuk menutupi hutangnya yang menumpuk akibat bermain judi dan di hukum seumur hidup karena ternyata banyak perbuatannya sejak dari muda yang terungkap dipersidangan yang merugikan masyarakat dan Negara.

Jung Ui Chul
Jung terbebas dari hukuman karena Goo Hye Sun membebaskannya dari segala tuntutan, Jung dinyatakan tidak terlibat dengan perbuatan pamannya karena ia hanya dijadikan alat untuk mencapai ambisi pamannya. Setelah dinyatakan bebas Jung tidak terlihat sosoknya di Korea, ada kabar angin yang mengatakan ia berada di Jepang bekerja serabutan.

Detektif yang membantu Goo Hye Sun mengungkap perbuatan Mr. Min Jung dan menelusuri keberadaan Lee Min Ho bekerja di Group Goo sebagai orang kepercayaan pemilik dari Group Goo tersebut.


Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Woaaaah ending yang sangat mengharukaaan sist.. Good jooooob :Db aku sukkaaaaaa...suka bangeeeeeeeet :D cups *)

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
wowhh.... yuhuuhuhuhu... [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-gen013] [smiley-dance013]
happy ending... [smiley-dance013] I Love this chapter... [love eyes]
eonni.. gumawooo udah d'update secepatnya... umm, anyway ada m versinya ga neh eon..? [on] [hmpfh] klo ada pm k aku ya... ku udah p kog eon... whistling

fara

  • Guest
awalnya smpt sesak & ngerasa patah hati bgt pas part yg minho ngga mau dengerin penjelasan hyesun trus hyesun pgn bunuh diri...
Tapi untungnya minho cpt2 nahan hyesun...
Jadinya hyesun & calon baby terselamatkan [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
dan yeayyy akhirnya endingnya so sweett bgt... Minho ma hyesun married trus hidup bahagia selamanya deh [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Lia ~MinSun~ pink: liat nanti ya say...m-vernya gak bisa cepat...pm-an lu sudah aku lihat

Fara : yah...bagian itu nyakitin banget, padahal hyesun dah bela-belain ngejar waktu membereskan semua masalah perusahaan supaya bisa cepat ketemu min ho, eh malah dapa perlakuan begono...


Offline Kim ka eun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 29
    • View Profile
Gyaaaaa
akhirnya tamat jg ff yg ini sist....
Ckckck
kagak sia2 pengorbanan minsun terdpmr di puLau kciL... Mereka Langsung Launching baby....
Hahahaha

Offline IZZ

  • Police
  • Full
  • *****
  • Posts: 271
  • MinSun Is Real ^^
    • View Profile
Omgeeeeeeee...niatnya cuma ngecek doank ternyata udah diupdate toh...
tengkyu onnie.. [arms] [arms] [arms]

sama ama yang lain awalnya sempet kaget mino kok jadi begitu gak mau dengerin penjelasa hyesun, tapi sukurnya dia cepet nyadar klo gak bisa kenapa2 ama hyesun dan baby mereka..
scene terakhir dikapal cute bgt, ngebayangin mino malu2 hohoho... [drool] [drool]

ckckck..kisu2nya mantabs onnie  [bav] [bav] [bav], pantesan hyesunnya cepet bgt tekdung  [biggrin] [biggrin]
ntar klo ada yg MMMMMMMnya jangan lupa kirim ke dakuw ya onnie  [on] [on]

ditunggu update-an BS dan apa ada rencana buat FF baru???
siggy by endree noona ^^v

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Ya ampyun
good jod zizth..
Aq ska bnget endingx...
Terharu + senang..
Udh kya drama yg nyata.
Hehe
hbat yah minho,
'SEKALI TENDANG LGSG GOL'
haha :-d
bdw
PM ke aq jga oN M_vers'x...
Pngen bnget nich.
Boleh yah..yah..
Hehe
_MUPENG_
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
wah,, gumawo udh d update eon ,,  [clap]
ceritany bagus bgd, nyesek jg tu pas baca min ho gga mau denger pnjelasan hye sun & ngusir hye sun ,,
tp akhrny happy ending jg ..
endingny so sweet bgd dh .. [on]
abs ini mw update ff BS yya eon..??
AZA,,AZA,,FIGHTING ..!! [smiley-gen013] [smiley-dance013]
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
horeeee udah diupdate lagi [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks unnie [hug] [cheekkiss]

beuuuhhh kasar bener si mino maen usir gitu aja tanpa dengerin penjelasan hyesun dulu tp untung langsung nyadar n buru2 ngejar hyesun [jumpy] [jumpy] [jumpy]

weeeee udah tekdung tralalala tokcer dah [hmpfh] [hmpfh] unnie aku jd mau ya ntar mver nya hihi [smiley-dance013] [smiley-dance013]
 


ADAM COUPLE SELCA

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

jgn lupa di PM ke aq... M-VERS"nya yah zizthaaaaaaaa......... [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


hehe  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Kim ka eun & Izz : gomawo sudah baca, iya noh pertemuan terakhir mereka sebelum berpisah ternyata menyemaikan benih...

M-ver belum aku buat jadi bagi yang sudah pm ke aku sabar yaa...pasti nanti aku kirim...