Author Topic: OFF AIR ~ updated 2 April 2011  (Read 55448 times)

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010
« Reply #270 on: August 24, 2010, 08:50:28 am »
updet dunk sist... kering nih... [hmpfh] [hmpfh]

kering ya, nih aku kasih siraman spoiler  [biggrin]

sekarang malah jadi tambah kering  [angry] [angry] [head break] [head break] [head break]

huwaaaa, ai miaaaaaaaaan  [cry] [cry] [cry] ga bermaksud bikin tambah kering   banghead

ya udah nih aku tambahin spoiler lagi  [biggrin]

“Ehem ... Ehem ... Hyesun-a ... Aku ... punya satu permintaan ... Begini ... aku ... anhi ... maksudku ... Aish, kenapa susah sekali mengutarakanya ... Hyesun-a, bersediakah kau menjadi istri dari seorang Lee Min Ho ini? Aku ... sudah sejantung dengan mu ... Aku ... tak mungkin bertahan tanpa mu ... Kita ... menikah saja ya? ... Kau ... setuju kan?”



Chainezz_Vian

  • Guest
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #271 on: August 25, 2010, 06:31:35 am »
Aissh. . .  Sist liko nie bnr", suka bikin org penasaran. . .  Ckck >.<   
   
Spoiler lagi. . . Spoiler lagi. . . Kpn update nya sist?

Ayo. Update! [smiley-gen013] update!! [smiley-gen013] update!!! [smiley-gen013]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #272 on: August 25, 2010, 07:31:05 pm »
Aissh. . .  Sist liko nie bnr", suka bikin org penasaran. . .  Ckck >.<   
   
Spoiler lagi. . . Spoiler lagi. . . Kpn update nya sist?

Ayo. Update! [smiley-gen013] update!! [smiley-gen013] update!!! [smiley-gen013]

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #273 on: August 25, 2010, 09:31:38 pm »
 [AddEmoticons04256]
Spoi mulu neh hammer2
[hmpfh]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #274 on: August 26, 2010, 09:59:11 pm »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] liko cpet update dong ni ko spoiler mulu c....????? [chin] [chin] [chin] [chin] dah ga sbar niy mau tau lamaranya minsun kya apa  [clap [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010
« Reply #275 on: August 26, 2010, 10:11:19 pm »


ya udah nih aku tambahin spoiler lagi  [biggrin]

“Ehem ... Ehem ... Hyesun-a ... Aku ... punya satu permintaan ... Begini ... aku ... anhi ... maksudku ... Aish, kenapa susah sekali mengutarakanya ... Hyesun-a, bersediakah kau menjadi istri dari seorang Lee Min Ho ini? Aku ... sudah sejantung dengan mu ... Aku ... tak mungkin bertahan tanpa mu ... Kita ... menikah saja ya? ... Kau ... setuju kan?”

[/quote]

yaaaaaaaaaaaaaaa LIKO!!!!!!!!!!!!!!!!! pake spoiler spoiler segala.... UP DATE UP DATE UP DATE!!!!!!!!
jadi pengen tahu MINSUN marriednya kyk mana [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #276 on: August 28, 2010, 12:58:30 am »
sist likoooo [AddEmoticons04234]
ayo dong diupdate, udh penasaran niiihhhh [chin] [chin]
jgn lama2 yaaa [sweat]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline tisa

  • Newbie
  • *
  • Posts: 60
  • minsun always in my heart :)
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #277 on: August 28, 2010, 01:48:27 am »
sist liko salam kenal [bye] [bye]
ffnya diupdate dongg  [biggrin]
udaah penasaraan abiis nich ama kelanjutannya [sweat]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #278 on: August 28, 2010, 01:57:20 am »
iye ... iye ... ini jg mau update  [heh]

tisa, salam kenal jg   [biggrin]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 8 Agt 2010 *spoiler lagi
« Reply #279 on: August 28, 2010, 02:04:54 am »

Hari itu juga wawancara Shin Bi beredar. Seluruh tayangan infotainment merelay isi percakapan antara Wartawan Song dan Shin Bi. Hubungan Minho-Hyesun kembali terblow up dalam waktu sekejap. Biasanya, kabar kedekatan Minho-Hyesun diperoleh berdasarkan desas-desus dari sumber yang tidak jelas. Namun kali ini narasumbernya adalah Han Shin Bi, keponakan Minho sendiri.

Minho, Hyesun, Sang Ji dan Na Hee langsung menggelar rapat dadakan. Mereka berdiskusi guna mencari solusi untuk masalah ini. Saking peliknya masalah yang timbul, acara rapat lebih banyak diisi dengan keheningan. Empat orang itu tenggelam dalam diam. Jalan keluar skandal Minho-Hyesun susah ditemukan, bahkan lebih sulit dari mencari pintu dalam labirin berliku.

“Sang Ji-ssi, kau sudah menemukan caranya?” tanya Na Hee.

Sang Ji menjawab dengan gelengan kepala. “Bagaimana dengan mu?” balas Sang Ji.

“Aku tidak akan bertanya pada mu jika caranya sudah kutemukan” jawab Na Hee.

“Aku sudah punya cara sendiri, kalian tidak perlu repot-repot mencarinya” sela Minho.

“Yya Minho-ssi, kenapa tidak bilang dari tadi. Cepat ceritakan caranya” ujar Na Hee antusias.

“Aku akan mengakui hubungan ku dengan Hyesun” jawab Minho mantap.

“MWO!?” Hyesun, Sang Ji dan Na Hee kompakan mengucapkan kata tersebut.

“Kemudian ...” Minho menahan ucapannya. Minho menatap Hyesun yang masih syok dengan ide mencengangkannya itu.

“Kemudian apa?” Sang Ji dan Na Hee sama-sama mendesak Minho.

“Menikah ... Kemudian aku akan menikahi Hyesun” jawab Minho dengan mata yang masih terjurus pada Hyesun.

“ME-NI-KAH!?” Sang Ji dan Na Hee berteriak histeris. Hyesun hanya mampu diam terpaku membalas tatapan penuh arti dari Minho.

“Minho-ssi, kau bercanda kan?” tanya Sang Ji.

“Minho-ssi, jangan main-main” ancam Na Hee.

“Minho-a, kau tidak boleh gegabah” larang Hyesun.

“Anhi. Hyung, aku tidak sedang bercanda. Noona, aku tak bermain-main. Dan Hyesun, menurutku ini bukan tindakan gegabah” urai Minho.

“Aku telah membulatkan niat untuk berterus terang pada public. Aku sudah bosan main petak umpet dengan media” jawab Minho.

“Minho-ssi, tindakan itu bisa menghancurkan karir kalian” ucap Na Hee.

“Ne, ucapan Na Hee sangat tepat. Minho-ssi, keluarkan saja alasan lama kita. Bilang kalau kalian hanya berteman, terangkan bahwa wanita idaman mu adalah Song Hye Kyo” hasut Sang Ji.

“Cukup hyung! Aku sudah muak mengakui Song Hye Kyo sebagai wanita dambaan ku. Apa kau tidak memikirkan perasaan Hyesun?” ucap Minho kesal.

“Gwenchana. Aku tidak masalah dengan pernyataan itu” ujar Hyesun.

“Tapi bagi ku pernyataan itu masalah besar” timpal Minho.

“Begini saja. Bagaimana kalau kita belokkan masalah ini ke topik lain?” usul Na Hee.

“Dibelokkan apa maksudmu?” tanya Sang Ji.

“Kita bawa kasus ini ke pihak berwajib. Yeo Won-ssi atau Minho-ssi harus melaporkan Wartawan Song ke polisi dengan tuduhan mewawancara anak di bawah umur tanpa izin orang tuanya. Dengan begitu masalah ini akan beralih ke seputar Shin Bi versus Wartawan Song” jawab Na Hee.

“Anhi! Aku tidak setuju memanfaatkan Shin Bi” tolak Minho.

“Kita bukan memanfaatkan Shin Bi, tapi ini adalah upaya mengaburkan masalah yang sebenarnya” bela Na Hee.

“Tetap saja aku tidak setuju. Pokoknya jangan bawa-bawa Shin Bi lagi. Peran Shin Bi cukup sampai di sini. Dia masih terlalu kecil untuk terlibat dalam masalah ku” protes Minho.

“Ok ... Ok ... kita bilang saja ucapan Shin Bi itu adalah khayalan anak TK” saran Sang Ji.

“Pabo! Daya imajinasi anak seumuran Shin Bi belum sampai sejauh itu. Kita akan ditertawakan jika mengklaim pernyataan Shin Bi sebagai karangan semata” ucap Na Hee.

“Hentikan perdebatan kalian. Aku sudah mantap dengan keputusan semula” jawab Minho.

“Minho-a, kita harus ...” Hyesun bermaksud menahan niat Minho.

“Turuti saja perkataan ku” potong Minho.

Kring ... Kring ... Kring ... Dering ponsel Sang Ji menghentikan perdebatan mereka.

“Yeoboseyo” ucap Sang Ji pada si penelepon.

Minho, Hyesun dan Na Hee tidak bersuara selama Sang Ji menerima telepon. Mereka mengamati gerak-gerik Sang Ji yang tak berkutik menanggapi lawan bicaranya.

“Ne. Ageshimida. Anyonghaseyo” Sang Ji menyudahi sambungan telepon setelah 10 menit berbicara.

“Minho-ssi, kau tahu telepon tadi dari siapa?” tanya Sang Ji.

“Anhi” Minho menggeleng satu kali.

“Dari pihak MBC. Mereka meminta mu untuk tidak mengeluarkan statement apapun terhadap kabar itu” jawab Sang Ji.

“MBC menyuruh mu untuk diam sampai PT selesai” lanjut Sang Ji.

“Lalu apa yang harus aku katakan pada pemburu berita?” tanya Minho.

“Jangan katakan apa-apa. Biarkan masalah ini hilang tertelan waktu, begitu keinginan MBC” urai Sang Ji.

Minho menarik napas panjang. Niatnya untuk berterus terang terhalang PT. Kontrak PT memang belum selesai sepenuhnya. Ia masih berhutang beberapa episode PT. Meski serial itu sudah tayang, tapi pengambilan gambarnya belum tuntas.

“Minho-a, kita turuti saja permintaan MBC. Kurasa itu bukan ide buruk” saran Hyesun.

Minho menatap lekat wajah Hyesun. Sorot mata Minho memancarkan rasa tidak rela karena rencana pembeberannya tertunda.

“Baiklah. Kita ikuti maunya MBC. Tapi dengan satu syarat” ujar Minho.

“Apa syarat mu?” tanya Sang Ji.

“Hanya 7 hari. Aku akan bungkam selama 7 hari saja. Jika lewat dari 7 hari berita ini belum juga reda, rencana awal ku terpaksa direalisasikan” jawab Minho.

“Ya sudah, pokoknya kalian jangan bicara dulu. Terutama kau, Minho-ssi. Ku harap kau bisa mengendalikan emosi” ucap Na Hee.

“Ne. Aku janji” jawab Minho.

“Sekarang kalian tolong tinggalkan kami berdua. Aku mau bicara dengan Hyesun” pinta Minho pada Sang Ji dan Na Hee.

Sesuai permintaan Minho, Sang Ji dan Na Hee keluar dari ruang rapat. Yang tersisa di ruang itu hanya 2 mahluk yang tengah dililit kesusahan.

Minho bangkit dari kursi lalu berjalan mendekati Hyesun yang terduduk di sofa panjang. Sesampainya di hadapan Hyesun, Minho duduk di sofa yang sama kemudian melingkarkan tangan kanan di bahu Hyesun.
 
“Gwenchana. Kita pasti bisa melalui ini” Minho berusaha menenangkan Hyesun. Tangan kiri Minho ditangkupkan di atas tangan Hyesun.

“Ne” jawab Hyesun singkat.

“Hyesun-a” panggil Minho lembut.

“Ehm” Hyesun membalas tatapan mata Minho.

“Kau masih ingat janji mu saat kita merayakan premier Magic?” tanya Minho.

“Masih” angguk Hyesun.

“Janji itu harus kau pegang teguh. Jangan lari dari ku apapun yang akan terjadi setelah hubungan kita terkuak” pinta Minho.

“Arasso. Aku bukan tipe wanita ingkar janji” jawab Hyesun.

Minho tersenyum sambil membelai lembut pipi Hyesun.

“Saranghae” ucap Minho.

“Sa ...” Hyesun tidak sempat menyelesaikan kata ‘Saranghae’. Bibir Hyesun sudah keburu dilumat Minho. Hyesun kalah cepat dengan sergapan bibir Minho.



*******

Tiga hari kemudian
Hari-hari Minho-Hyesun tidak pernah lepas dari kejaran wartawan. Jurnalis dari media cetak dan elektronik terus-menerus membidik Minho-Hyesun guna meminta penjelasan mengenai pengakuan Shin Bi. Jadwal promo Magic menjadi tersendat karena ruang gerak Hyesun terbatas. Schedule syuting PT harus direshuffle sebab langkah Minho selalu dikepung wartawan.

Melihat kegigihan dan antusiasme para kuli tinta dalam memburu berita, Minho pesimis waktu dapat mengakhiri skandal ini. Minho merasa harus buka suara demi ketenangan dirinya dan Hyesun. Maka sesuai perjanjian dengan Sang Ji dan Na Hee, kebungkaman Minho akan berakhir 4 hari lagi.

Sambil menunggu waktu bicara tiba, Minho menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencananya meminang Hyesun. Minho benar-benar serius akan menindaklanjuti aksi go public ini dengan pernikahan. Kejutan istimewa telah terancang apik oleh Minho untuk Hyesun.

Minho berencana membuat video yang berisi permintaan kepada Hyesun agar bersedia menjadi istrinya. Video tersebut akan ditayangkan di gedung bioskop kenamaan yang telah disewa Minho. Minho sengaja mengajak Hyesun nonton film berdua. Di sela-sela acara nonton berdua, Minho pura-pura ke toilet. Saat Minho tidak di samping Hyesun, petugas bioskop suruhan Minho akan memutar video lamaran di tengah alur cerita film.

Begitulah scenario lamaran Minho. Sudah tersusun runut dan rapi. Namun sayangnya Minho tidak punya keahlian mengedit video yang akan ia pertunjukan di depan Hyesun. Minho pun memutuskan berguru pada asisten editor PT. Minho kursus kilat mengenai editing. Setelah lumayan akrab dengan mesin editing, Minho mulai menggarap video lamarannya.

Minho memasukkan foto-foto saat kencan bersama Hyesun. Lagu Paradise yang dibawakan T-Max dipilih Minho sebagai musik pengiring. Sesudah foto-foto koleksi pribadi Minho tampil, giliran dirinya yang muncul. Minho sadar ia tak mampu merangkai kata-kata puitis nan manis. Oleh karenanya Minho hanya mengucapkan kalimat sederhana namun sarat akan makna.

“Hyesun-a, kau suka surprise dari ku? Foto-foto kita bagus ya. Aku sengaja memilih foto yang berisi moment terindah kencan kita. Apa kau terkejut melihat kemunculan video ini? Ku harap keterkejutan mu tidak berlangsung lama karena aku punya berita yang harus kau dengar dengan seksama. Bagaimana? Sudah tidak terkejut lagi kan? Yya, kenapa malah menangis. Kau tersentuh dengan video ku ini. Ha ... Ha ... Ha ... Dasar Hyesun”

“Ehem ... Ehem ... Hyesun-a ... Aku ... punya satu permintaan ... Begini ... aku ... anhi ... maksudku ... Aish, kenapa susah sekali mengutarakanya ... Hyesun-a, bersediakah kau menjadi istri dari seorang Lee Min Ho ini? Aku ... sudah sejantung dengan mu ... Aku ... tak mungkin bertahan tanpa mu ... Kita ... menikah saja ya? ... Kau ... setuju kan?”


Rangkaian kalimat di atas terucap dari bibir Minho yang terekam dalam video lamaran.

*******

Ruang Editing MBC ... 2 hari kemudian
Minho baru saja selesai syuting PT. Semenjak Minho diincar wartawan, scene PT lebih banyak diambil secara in door. Pengambilan gambar PT lebih sering dilakukan dalam studio MBC. Hal ini menguntungkan Minho sebab selepas syuting ia jadi bisa langsung menuju ruang editing MBC untuk melanjutkan project videonya.

Seperti halnya malam kemarin, malam ini Minho lembur lagi di ruang editing. Minho kembali berkutat dengan video lamaran. Mesin editing yang baru saja diaktifkan Minho, ternyata masih menyimpan sebuah kaset betacam. Kaset tersebut berlabelkan ‘Personal Taste episode 10’.

“Aigoo, siapa yang habis mengedit, mengapa ceroboh sekali. Ini kan episode PT yang akan tayang besok malam” Minho mengeluarkan kaset betacam PT lalu meletakan di samping mesin editing. Setelah itu Minho memasukkan video miliknya ke dalam mesin editing tersebut.



Jam dinding berlogo MBC menunjukkan pukul 11 malam lewat 55 menit. Minho masih berkutat dengan mesin editing. Video buatan Minho sudah rampung 90 persen. Minho menargetkan proses editing selesai malam ini juga. Semangatnya kian menyala karena pengeditan akan beres sesaat lagi.

“Selesai!” Minho bersorak sambil mengangat kedua tangan ke atas.

Minho tampak puas dengan hasil kerjanya. Ia bangkit dari kursi editing dan bersiap untuk pulang. Minho bermaksud mengeluarkan video buatannya dari mesin editing. Namun ...

“Omo, kenapa gelap begini” lampu ruang editing mendadak padam.

Tak ada cahaya apapun yang menerangi ruangan itu. Minho memanfaatkan senter dari ponselnya. Ia berusaha mencari tahu penyebab kegelapan ini. Setelah ditelusuri, ternyata kawasan MBC dan daerah sekitarnya mengalami pemadaman listrik. Generator milik MBC hanya diaktifkan di ruang siaran dan beberapa ruang penting lainnya. Sedangkan generator di ruang editing tempat Minho bekerja tidak dihidupkan karena staff MBC mengira tidak ada editor di ruangan tersebut.

“Aigoo, bagaimana ini. Video ku masih terpasang dalam mesin editing” ucap Minho panik.

Minho tetap bertahan di sana. Ia berharap listrik segera menyala. Setelah menanti 1 jam lebih, penerangan belum juga aktif. Minho pun memutuskan pulang dan kembali esok pagi.

*******

Kamar Hyesun
Kring ... Kring ... Kring ... Jika tengah malam seperti ini ponsel Hyesun berdering, pelaku utama yang patut dicurigai sebagai penelepon adalah Minho.

“Yoboseyo” Hyesun memulai pembicaraan.

“Minho-a, ada apa?” ternyata memang benar Minho-lah si penelepon itu.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mendengar suara mu” jawab Minho.

“Aish, aku tidak percaya” ucap Hyesun dengan wajah tersipu.

“Memangnya harus ada apa-apa dulu baru aku diizinkan menelepon kekasih ku sendiri” balas Minho.

“Anhiyo, tidak harus seperti itu. Tapi alangkah baiknya jika kau lekas tidur” nasehat Hyesun.

“Aku masih di mobil, mana boleh menyetir sambil tidur” ucap Minho.

“Mwo? Jam segini kau belum sampai rumah. Apakah syuting hari ini begitu panjang?” tanya Hyesun.

“Anhi, syuting berakhir sebelum jam 11 malam. Hanya saja tadi aku harus mengurus sesuatu dulu” jawab Minho.

“Mengurus sesuatu apa?” selidik Hyesun.

“Sesuatu yang sangat penting” sambung Minho.

“Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dari ku” terka Hyesun.

“Bukan menyembunyikan tapi belum mengungkapkan. Kalau tiba saatnya kau pasti akan tahu” jawab Minho.

“Cik ... Cik ... Cik ... Tuan Lee ini sungguh pandai berahasia” goda Hyesun.

“Ha ... Ha ... Ha ...” tawa Minho terdengar nyaring.

“Hyesun-a, apa hari ini ada banyak wartawan yang memburu mu?” tanya Minho.

“Ne. Na Hee onnie sampai marah-marah” jawab Hyesun.

“Kurasa berita ini tidak akan hilang begitu saja. Jika lewat dari 7 hari kabar kita belum reda maka akan ku gelar konfrensi pers” urai Minho.

“Kau serius dengan niat itu?” tanya Hyesun.

“Ne. Sepertinya kita harus membeberkan hubungan ini” jawab Minho.

“Bagaimana jika setelah pengakuan kita timbul pertentangan?” tanya Hyesun lagi.

“Biarkan saja mereka menentang. Kau takut?” tanya Minho.

“Anhi” jawab Hyesun.

“Ya sudah, jangan dipikirkan pertentangan yang belum tentu terjadi” hibur Minho.

“Sesudah konfrensi pers, kita pergi ke bioskop ya” ajak Minho.

“Bioskop? Untuk apa?” Hyesun heran dengan usul Minho.

“Tentu saja untuk nonton film” jawab Minho.

“Aku juga tahu biokop itu tempat menonton film. Tapi tidak biasanya kau mengajak ku ke bioskop” ucap Hyesun.

“Nanti juga kau akan tahu” ujar Minho dengan nada suara penuh misteri.

“Minho-a, sebenarnya apa yang kau rencanakan?” Hyesun semakin penasaran.

“Hyesun-a, aku tutup dulu ya. Aku sudah sampai di rumah” Padahal jarak kediaman keluarga Lee masih 2 kilometer lagi. Minho hanya mengarang alasan untuk mengakhiri pembicaraan agar Hyesun tidak terus bertanya.

“Ya sudah. Minho-a, setelah ini kau harus langsung tidur. Arasso” perintah Hyesun.

“Wah, kekasih ku ini penuh perhatian juga ya” goda Minho.



“Saranghae” ucap Hyesun.

Ciiiit ... Ban mobil Minho bergesekan dengan aspal hingga menghasilkan bunyi mencericit.

“MWO?!” Minho tak percaya dengan pendengarannya. Dengan spontan kaki Minho menginjak pedal rem. Tubuhnya agak terhentak ke depan saat mobil berhenti mendadak.

“Hyesun-a, apa yang barusan kau bilang?” sebenarnya suara bening Hyesun dapat tertangkap jelas di telinga Minho. Minho hanya ingin mendengar lagi kata yang sama terucap dari bibir Hyesun.

“Tidak ada pengulangan. Sudah ya, ku tutup teleponnya” perkataan Hyesun yang ini dilanjutkan dengan bunyi tut ... tut ... tut ...

“Aish, malah ditutup. Lihat saja Hyesun-a, jika kita sudah menikah akan ku tagih ucapan yang tadi” ujar Minho pada ponsel yang sudah tidak tersambung dengan Hyesun.

*******

Keesokan Harinya
Pagi-pagi sekali Minho sudah tiba di MBC. Hari ini Minho bisa bernapas lega karena terbebas dari rongrongan wartawan. Gedung MBC belum begitu ramai karena kedatangan Minho terlampau pagi.

Langkah Minho terayun lebar-lebar. Ia tidak berlari, hanya berjalan dengan kecepatan tinggi. Minho berhenti di depan lift. Tiga karyawati MBC yang sedang menunggu terbukanya pintu lift, melirik Minho sambil berbisik-bisik. Minho tidak ambil pusing dengan kasak-kusuk 3 mahluk di sampingnya. Pandangan Minho tetap fokus pada pintu lift yang masih tertutup.

Ting ... pintu lift terbuka berberengan dengan bunyi dentingan.

“Lee Min Ho-ssi, anyonghaseyo” sapa pria berkacamata yang baru saja keluar dari lift.

“Anyonghaseyo, Mr. Park” jawab Minho pada Mr. Park yang tak lain adalah salah satu sutradara bertangan dingin.

“Apa kesibukan mu, Minho-ssi?” pertanyaan Mr. Park menahan Minho masuk ke dalam lift.

“Aku masih menyelesaikan PT” jawab Minho sambil melirik pintu lift yang sudah tertutup.

“Aku pikir PT sudah selesai syuting” ucap Mr. Park.

“Anhi. Mungkin sebentar lagi, tinggal 3 episode saja” ujar Minho yang tampak tidak serius menanggapi obrolan tersebut karena pikirannya selalu tertuju pada video lamaran yang masih terkurung dalam mesin editing milik MBC.

“Bukankah kalian sudah mengadakan syukuran PT? Aku kira acara itu untuk merayakan berakhirnya syuting PT” sambung Mr. Park.

“Syukuran itu hanya untuk menandakan penayangan perdana PT di layar kaca” jelas Minho.

“Jadi bukan acara perpisahan pemain PT ya?” tanya Mr. Park lagi.

“Ne. Ku dengar acara perpisahan akan diadakan setelah syuting benar-benar selesai” jawab Minho.

“Apa rencana mu setelah PT?” tanya Mr. Park.

‘Menikahi Hyesun ku!’ batin Minho.

“Belum ku putuskan” ucap Minho.

“Apa sudah ada tawaran drama lain?” selidik Mr. Park.

“Ne. Beberapa scenario telah aku baca, tapi seperti ucapan ku tadi belum ada keputusan apapun dariku” urai Minho.

“Kau berminat membintangi sekuel Full House?” tanya Mr. Park yang menjabat sebagai sutradara Full House.

“Ne?” Minho bertanya heran.

“Sebenarnya sudah lama FH 2 dirancang. Tapi karena jadwal Bi dan Song Hye Kyo tidak pernah klop, alhasil serial ini tidak kunjung diproduksi” urai Mr. Park.

Ting ... denting pintu lift kembali terdengar. Seorang pria bertopi hitam keluar dari lift.

“Anyonghaseyo, Lee Min Ho-ssi” sapa pria tersebut.

“Anyong, Chan” balas Minho pada pria yang sudah ia kenal dengan baik. Chan adalah asisten editor PT yang mengajari Minho tata cara mengedit.

“Tidak biasanya Minho-ssi datang sepagi ini” kehadiran Chan membuat percakapan Minho dan Mr. Park tertunda.

“Ada sesuatu yang harus ku urus” jawab Minho.

“Omo, ada Mr. Park juga. Wah, sepertinya aku menggangu perbincangan kalian” Chan baru sadar akan keberadaan Mr. Park.

“Anhi. Kami hanya ngobrol santai saja” jawab Mr. Park.

“Silahkan lanjutkan obrolan kalian. Sebenarnya aku ingin bergabung tapi sayang sekali aku sedang terburu-buru” sesal Chan.

“Baiklah. Aku pamit dulu” Chan membungkuk pada Minho dan Mr. Park. Setelah itu ia segera berjalan sambil melambaikan tangan yang menggenggam sebuah kaset betacam.



“Dia salah satu kru PT” ucap Minho.

“Arayo ... Aigoo, tadi pembicaraan kita sampai mana?” Mr. Park coba mengingat topik yang sedang bergulir sebelum kedatangan Chan.

“Sampai jadwal Bi-ssi dan Song Hye Kyo-ssi yang tidak pernah klop” Minho bantu mengingatkan.

“Ah, aku ingat. Aish, benar-benar sudah mengatur schedule bintang berjam terbang tinggi seperti mereka” keluh Mr. Park.

“Ne. Bisa kubayangkan kesulitan anda, Mr. Park” jawab Minho.

“Kalau bersikeras memakai Bi dan Song Hye Kyo, FH 2 tidak akan pernah ada sampai kapan pun juga. Aku dan pihak production house FH 2 sudah sepakat akan mengganti salah satu dari kedua pemain itu” urai Mr. Park.

“Mengganti? Siapa yang akan diganti?” tanya Minho.

“Kami akan mengganti Bi dengan diri mu. Bagaimana? Kau bersedia?” tawar Mr. Park.

“Mwo?! Aku?” Minho tak percaya dengan tawaran Mr. Park.

“Iya, kamu” jawab Mr. Park.

“Anda serius?” Minho belum percaya 100 persen.

“Tentu saja aku serius” Mr. Park menegaskan tawarannya.

“Aku ...” Minho baru sempat mengucapkan satu kata.

“Tidak perlu dijawab sekarang. Kau pertimbangkan saja dulu” potong Mr. Park.

“Hanya satu pesan ku” lanjut Mr. Park.

“Ne?” tanya Minho.

“Jangan sia-siakan kesempatan beradu acting dengan aktris sekaliber Song Hye Kyo” nasehat Mr. Park.

“Arasso” jawab Minho.

“Sudah ya, aku pergi dulu. Sampai jumpa” Mr. Park pamit dari hadapan Minho.

“Anyonghaseyo, Mr. Park” ucap Minho.

Sepeninggal Mr. Park, Minho menyandarkan tubuh ke dinding. Kaki Minho belum beranjak ke mana pun.



Pikirannya dipenuhi tawaran mengiurkan dari Mr. Park. Omongan Mr. Park mengalihkan tujuan utama Minho datang pagi-pagi ke MBC.

“Omo, video ku!” setelah tertegun beberapa saat, akhirnya Minho ingat juga akan maksud awalnya.

Jari telunjuk Minho segera menekan tombol lift hingga pintu lift terbuka. Tanpa buang waktu lagi, Minho langsung menerobos masuk ke dalam lift.

*******

Setibanya di ruang editing, Minho melihat seorang petugas sedang menata kaset betacam hingga berbaris rapi.



“Yya, apa yang kau lakukan? Kemana kaset dalam mesin editing ini?” Minho terlihat panik karena mesin editing yang menyimpan videonya telah kosong melompong.

Minho mengacak-acak susunan kaset betacam. Tidak ada video lamaran milik Minho. Yang ada hanya video yang berkaitan dengan acara-acara MBC. Salah satu dari kaset betacam yang diobrak-abrik Minho ada yang berlabelkan ‘Personal Taste episode 10’.

“Yya, kenapa diam saja. Kau pindahkan ke mana kaset yang ada di dalam sini?” sekali lagi Minho bertanya pada si petugas sambil menunjuk-nunjuk mesin editing.

“Diambil Chan” jawab si petugas dengan santai.

“MWO?! CHAN?!” ucap Minho sekencang-kencangnya.

“Ne ... tadi ... Chan ke sini ... dia ... menyalakan mesin itu ... lalu ... mengambil isinya” si petugas ketakutan dengan letupan emosi Minho.

“Aiiissshhh” keluh Minho.

Pertemuan dengan Chan di depan lift kembali terbayang oleh Minho. Saat itu Chan tampak tergesa hingga sedikit bicara. Minho juga ingat apa yang ada di genggaman Chan.

“Aigoo, kaset betacam yang dibawa Chan tadi pasti punya ku” Minho memijat-mijat keningnya.

“Kemana Chan membawa video itu?” padahal Minho yakin si petugas pasti tak tahu jawabannya tapi Minho tetap melontarkan pertanyaan sia-sia tersebut. Dan benar saja. Si petugas menggeleng 2 kali.

*******

Minho kelimpungan mencari Chan. Editor PT itu tidak tahu project rahasia Minho. Ia hanya tahu bahwa Minho ingin belajar cara mengedit. Apa yang akan diedit Minho, Chan tak tahu-menahu.

Sambil terus berkeliling MBC, Minho tak henti menghubungi ponsel Chan tapi selalu gagal. Telepon seluler Chan tidak aktif. Setiap orang yang berpapasan dengan Minho selalu ditanya hal yang sama.

“Lihat Chan?” begitu ucap Minho pada semua orang yang ia temui. Gelengan kepala diterima Minho sebagai jawaban pertanyaan tersebut.

“Lee Min Ho-sssssiiiii” suara teriakan terdengar dari belakang Minho.

“Kau” Minho melihat asisten sutaradara PT berlari mendekatinya.

“Yya, Minho-ssi, anda kemana saja? Kenapa masih di sini. Ayo cepat ke studio 4” asisten sutradara langsung menyambar tangan Minho.

“Tunggu dulu. Aku harus menemukan Chan. Apa kau melihat dia?” tanya Minho.

“Aish, untuk apa mencari Chan. Jangan urusi dia, syuting akan segera dimulai” asisten sutradara terus menarik Minho.

“Minho-ssi, rupanya kau di sini. Bergegaslah. PT akan segera take” kali ini sutradara PT yang memerintah Minho. Karena langsung diperintah atasan, Minho tak kuasa menolak. Ia pun terpaksa mematuhi perkataan sang sutradara. Upaya pencarian Chan tertunda sementara.

*******

Malam Harinya
Syuting PT untuk hari ini berakhir pukul 9 malam lebih 50 menit. Selama syuting Minho berusaha fokus pada adegan agar prosesnya segera selesai. Pikirannya tidak tenang jika belum menemukan Chan. Andai saja Sang Ji bisa dimintai tolong untuk mencari Chan, Minho tentu tidak perlu risau. Sayangnya hari ini Sang Ji izin. Manager Minho tersebut jatuh sakit akibat stress memikirkan skandal majikannya.

Karena tidak menemukan jejak Chan di MBC, Minho memutuskan menyambangi kediaman pria itu. Minho sudah bersiap meninggalkan MBC. Ia telah berada di lantai dasar stasiun TV tersebut. Mata Minho tiba-tiba terbelalak saat melihat sesosok pria sedang berjalan keluar MBC.

“CHAN!” teriak Minho sambil berlari mengejar Chan.

“Minho-ssi, ada apa tergesa seperti ini?” tanya Chan heran.

“Berikan padaku kaset betacam yang kau ambil dari ruang editing tadi pagi” pinta Minho.

“Kaset betacam yang tadi pagi?? ...” Chan tampak heran.

“Iya, kaset yang ada dalam mesin editing. Kaset betacam yang kau bawa saat bertemu aku dan Mr. Park di depan lift” jelas Minho.

“Oh, yang itu. Tenang, sudah ada di ruang siaran” jawab Chan.

“MWORAGU?! Ruang siaran!” ucap Minho dengan nada melengking.

“Ne” angguk Chan.

“Kenapa kau bawa ke ruang siaran?!” tanya Minho.

“Karena video itu harus tayang malam ini jadi aku serahkan ke sana” ujar Chan.

“Aish, apa yang kau bicarakan?” tanya Minho lagi.

“Kaset tersebut kan episode PT yang akan tayang sebentar lagi” jawab Chan.

“MWO?!” Minho baru sadar sekarang. Chan mengira kaset betacam dalam mesin editing berisi episode PT untuk malam ini. Saat Minho memakai mesin editing kemarin, video PT memang ada dalam mesin tersebut. Tapi Minho sudah mengeluarkannya dan mengganti dengan video lamaran. Pemadaman listrik membuat video kepunyaan Minho tertahan dalam mesin editing. Akibatnya, Chan salah ambil karena tak tahu kalau Minho telah mengeluarkan video PT.

“Yya, Minho-ssi. Gwenchana” Chan khawatir melihat wajah memucat Minho.

“Jam berapa ... PT tayang jam berapa?” tanya Minho gugup.

“Ehm, kurasa sebentar lagi” ucap Chan setelah melirik jam tangannya.

“Lihat kesana, tak lama lagi PT akan muncul di situ” Chan menunjuk ke monitor super besar di lobi utama MBC. Monitor itu sengaja dipasang agar pengunjung bisa menyaksikan tayangan MBC selama 24 jam.

Minho mengikuti jari telunjuk Chan. Layar raksasa di depannya ditatap tanpa berkedip. Ia menanti dengan cemas gambar apa yang akan muncul di monitor flat tersebut.

*******

Ruang siaran MBC
Tujuh orang awak siar yang bertugas memegang kemudi penyiaran MBC telah stand by di posisi masing-masing. Seusai urutan jadwal, PT adalah drama berikutnya yang mendapat giliran naik siar. Sebuah kaset betacam sudah masuk ke alat pemutar. Sebentar lagi rekaman video itu akan segera mengudara. Sesaat lagi seluruh antero Korea bisa menyaksikan isi dari video betacam tersebut.

Saat waktu menunjukan tepat pukul 10 malam, pengarah siaran mulai menghitung mundur.

“...3 ... 2 ... 1 ... personal taste ... on air ... !!!”


Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #280 on: August 28, 2010, 02:28:16 am »
wah udh update, gomawo sist [lovestruck] [lovestruck]
endingnya bikin gregetan euy, kalo videonya tayang, berarti acara nonton bioskop juga gagal donk ? [sweat]
aku tunggu sist chap selanjutnya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #281 on: August 28, 2010, 04:16:47 am »
kalo videonya tayang, berarti acara nonton bioskop juga gagal donk ? [sweat]

aisshin, kan blom tentu yg bakal tayang video lamaran minho  [hmff]

blom aku putusin apakah video itu akan bocor ke public ato tdk, jd kita liat saja nanti  [laughing]

ide bocornya video minho kepikiran gara2 akhir2 ini moment minsun lagi langka  [sweat]

seperti kata siggy aisshin: KANGEN MINSUN  [cry] [cry] [cry]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #282 on: August 28, 2010, 05:08:24 am »
Ua sist liko. Gumawo uda d update [lovestruk] [lovestruk]     
   
sist ending part nya bnr" bikin geregetan dech. . . Ayo sist update lagi. . .       
     
S7 ama sist liko + sist aiissin. . . Kangen minsun. . . Where are u? 

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #283 on: August 28, 2010, 07:44:53 am »
pasti bocor!! bocor ya? ya? ya? [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #284 on: August 28, 2010, 07:52:05 am »
nah lho ?? [what]
kalo misalnya yg tayang itu PT episode 10..trus video lamaran'a kemana doonk ? [what] [what]
tauuuk deh, tambah bingung eke [hmpfh]

iya nih, kok mendadak jd kangen minsun ya ? [what]
sampe kapan ya mereka diem2an kayak gitu ?
jd pingin mereka go public euy [lovestruck]
*curhat mode on* [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]