Author Topic: OFF AIR ~ updated 2 April 2011  (Read 55501 times)

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #420 on: January 15, 2011, 08:01:20 am »
sisicia, makasih udah ngebantu ingetin [biggrin] walau agak sedikit keliru  [hmpfh]

yg mau tayang bukan episode perdana PT tp eps 10  [hmff]

diamond, dilarang memaksa author  [nono] [nono] [nono]

apalagi author yg lg bingung ama ff nya sendiri  [laughing] [laughing]
gak maksa, tapi demo  [guns] [guns] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

ikutan ahhh...
Update update update
update update update
update update update update
update update update update
update update update update
update update update
update update update update
update update
update update update
update update update
updatteeeeeee,,,,,,,,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #421 on: January 16, 2011, 09:03:21 am »
udah jadi tp OOT  [hmpfh]  update ga ya  [chin]

update ... ngga ... update ... ngga ... *sambil metikin kelopak bunga  [hmff]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #422 on: January 16, 2011, 09:19:49 am »
udah jadi tp OOT  [hmpfh]  update ga ya  [chin]

update ... ngga ... update ... ngga ... *sambil metikin kelopak bunga  [hmff]
update donk. Kalo kgk diupdate ntar gw pjm gerombolan vampire Cross cs buat gerebek rumah yey, update update update,hmph hmph


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #423 on: January 16, 2011, 09:29:39 am »
udah jadi tp OOT  [hmpfh]  update ga ya  [chin]

update ... ngga ... update ... ngga ... *sambil metikin kelopak bunga  [hmff]
update donk. Kalo kgk diupdate ntar gw pjm gerombolan vampire Cross cs buat gerebek rumah yey, update update update,hmph hmph

niatnya pengen update tepat tgl 28 januari biar genap 5 bulan  [laughing] [laughing]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #424 on: January 16, 2011, 05:49:40 pm »
udah jadi tp OOT  [hmpfh]  update ga ya  [chin]

update ... ngga ... update ... ngga ... *sambil metikin kelopak bunga  [hmff]
update donk. Kalo kgk diupdate ntar gw pjm gerombolan vampire Cross cs buat gerebek rumah yey, update update update,hmph hmph

niatnya pengen update tepat tgl 28 januari biar genap 5 bulan  [laughing] [laughing]
ya dah, ntar lima bln lg,qt panen belatung dsni.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #425 on: January 17, 2011, 04:04:41 am »
Biar genap 5 bulan???
Kyknya bgga banget ya sist, update sekali 5 bulan..

Jamuran deh,,
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #426 on: January 17, 2011, 04:05:08 am »
Biar genap 5 bulan???
Kyknya bgga banget ya sist, update sekali 5 bulan..

Jamuran deh,,kita yg nunggu di sini..
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Sasa_MinozSunniez

  • Junior
  • **
  • Posts: 107
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #427 on: January 17, 2011, 05:43:09 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 28 Agt 2010
« Reply #428 on: January 17, 2011, 08:44:17 am »

bagi para pecinta PT dihimbau untuk tdk membaca part ini. jikalau tetap nekat baca, mohon dibukakan pintu maaf yg seluas2nya atas imajinasi lancang ku terhadap PT.
mian to all PT lovers  [flowers]



Saat waktu menunjukan tepat pukul 10 malam, pengarah siaran mulai menghitung mundur.

“...3 ... 2 ... 1 ... Personal Taste ... on air ... !!!”

Almost paradise achimboda deo nunbusin
Nal hyanghan neoui sarangi onsesang da gajindeutae
In my life nae jichin sarme kkumcheoreom
Dagawajun ni moseubeul eonje kkajina saranghal su itdamyeon


“Loh kenapa theme song ini yang keluar?” tanya seorang ibu rumah tangga di blok A komplek perumahan X.

“Mana drama PT? Foto-foto apa ini? Mereka mesra sekali” komentar seorang remaja putri di blok B komplek prumahan Y.

Demikian sebagian reaksi pemirsa MBC pada malam itu. Mereka terheran-heran dengan tayangan yang ditampilkan. Tidak seperti malam-malam sebelumnya, penayangan PT kali ini dibuka oleh Paradise-nya T-Max. Nyanyian riang milik Younha tak terdengar sama sekali. Penonton seolah sedang menyaksikan BOF bukan PT.

Seiring mengalunnya Paradise, koleksi foto-foto dari album pribadi Minho muncul silih berganti. Kemesraan Minho-Hyesun tergambar jelas di foto-foto tersebut. Kemesraan yang mestinya bukan konsumsi public telah terlanjur beredar ke seantero Korea. Kebersamaan Minho-Hyesun selama berkencan yang sudah mati-matian mereka tutup rapat, kini terbuka selebar-lebarnya.

Aneka pose mesra Minho-Hyesun menghiasi layar kaca. Mulai dari pose Hyesun yang dipeluk Minho dari belakang, pipi Hyesun yang dicium tiba-tiba oleh Minho dan berbagai adegan kemesraan lainnya. Video yang tayang saat ini setipe dengan video Minho-Hyesun yang banyak bermunculan di layar Youtube. Bedanya, video yang beredar di dunia maya berisikan foto-foto keluaran Photoshop, sedangkan video yang saat ini tayang di MBC menampilkan foto-foto hasil jepretan asli tanpa sentuhan rekayasa apapun.

Setelah parade foto Minho-Hyesun selesai bergulir, giliran Minho tampil. Dengan lugas Minho meminta kesediaan Hyesun untuk menjadi teman hidupnya. Awak siar yang bertugas tampak terkesima dengan adegan yang sedang mengudara. Mereka baru kocar-kacir setelah menyadari ada keganjilan yang terjadi. Bukannya menayangkan kelanjutan kisah Jin Ho-Kae In malah acara lamaran Minho-Hyesun yang terumbar di layar kaca.

“Yya! Matikan! ... Matikan videonya! ...” perintah pengarah acara membuat perkataan Minho di video terpotong pada menit terakhir.

“Kenapa bisa salah putar?! Ini kan waktunya PT!” pengarah acara yang tadinya ikut terpesona dengan suguhan barusan, kini mulai naik pitam.

“Cepat tayangkan PT” perintahnya lagi.

“Chan hanya menyerahkan satu kaset betacam. Dia bilang video ini kelanjutan PT” jawab salah satu kru.

“MWO! Kau lihat sendiri kan, video itu bukan berisi tentang PT. Cepat hubungi Chan” kepanikan tingkat tinggi tercipta di ruang siaran.

“Dan kau, cepat tayangkan iklan untuk mengisi waktu” perintah pengarah acara pada kru yang lain.

Ruang siar MBC menjadi kacau balau. Kru yang bertugas dibuat pontang-panting oleh munculnya video lamaran Minho. Bukan hanya studio siar MBC saja yang diwarnai kekacauan. Lobi utama gedung tersebut juga ikut gaduh setelah terjadi kesalahan teknis yang cukup fatal di dapur siar MBC. Suasana bertambah rusuh dikarenakan Minho yang ditemani Chan ikut terpaku memandangi flat raksasa di lobi MBC.

“Yya, di samping mu ada Minho oppa” seorang remaja putri menyenggol lengan temannya. Yang disenggol segera menoleh dan tak bisa untuk tidak terkejut. “Omo, Minho oppa. Benarkah isi video tadi? Jika benar, kami merestui hubungan kalian” ucap remaja ABG ini atusias.

Minho hanya tersenyum kecut. Sama seperti yang lain, ia masih shock dengan video lamaran yang bocor ke muka umum.

“Andwe! Minho oppa tidak boleh menikah dengan Goo Hye Sun. Aku mewakili Minoz mengutuk keras pernikahan mereka” tiba-tiba seorang gadis belia lain menyerukan keberatannya.

“Yya! apa hak mu melarang percintaan orang?!” sahut gadis pertama.

Sedetik kemudian perdebatan sengit terjadi. Kubu pro dan kontra MinSun perang argumentasi. Di saat perdebatan semakin memanas, Chan menarik Minho keluar dari kerumunan. Tidak gampang lepas dari keramaian itu. Untungnya security MBC segera mengevakuasi Minho ke tempat yang lebih aman.

*******

“Minho-a, kenapa bisa ada video macam itu?” tanya suara di ujung ponsel Minho.

“Maksud noona video di MBC tadi?” Minho balik bertanya pada orang yang dipanggil noona yang tak lain adalah Yeo Won.

“Ne, tentu saja video itu” jawab Yeo Won geram.

“Editor PT salah menyerahkan video” jawab Minho sambil tetap focus pada kemudi.

“MWO?! Cereboh sekali” suara Yeo Won mengeras. Selanjutnya petuah-petuah Yeo Won mengalir deras. Segala nasihat dan saran Yeo Won didengarkan Minho dengan ekspresi datar.

Lepas dari Yeo Won, ponsel Minho didatangi Sang Ji. Bebas dari Sang Ji, ponsel Minho disambangi Min Jung. Yeo Won, Sang Ji dan Min Jung menelepon Minho dengan motif yang serupa. Mereka sama-sama meminta penjelasan Minho akan kemunculan video lamaran. Minho menjelaskan satu per satu dengan agak jengkel. Pasalnya ia jadi tidak bisa menghubungi Hyesun karena kalah cepat dengan pangilan-pangilan itu.

Minho mempersingkat pembicaraan dengan Min Jung. Ia segera menelepon Hyesun tapi gadis itu tak kunjung menjawab panggilannya.

“Kau sedang apa Hyesun-a. Angkat teleponnya, ppalli” gerutu Minho.

Dengan kesabaran yang kian berkurang, Minho tetap berusaha menghubungi Hyesun.

“Yeoboseyo, Hyesun-a, kau di mana?” Minho langsung menyerbu Hyesun begitu panggilannya terjawab.

“Di Manolin. Kau sendiri? Apa masih di lokasi syuting?” suara Hyesun terdengar ringan tanpa beban.

“Apa kau lihat MBC?” Minho malah bertanya balik tanpa menjawab dulu pertanyaan Hyesun.

“Anhi. Bukankah kau sendiri yang melarang ku menyaksikan MBC” betul juga, Minho memang melarang Hyesun melihat MBC khususnya saat jam tayang PT. “Memangnya ada apa?” tanya Hyesun.

“Kita bicarakan di Manolin saja. Aku sudah hampir tiba” jawab Minho.

“Andwe! Kau dilarang mendekati Manolin” larang Hyesun.

“Wae?” tanya Minho.

“Di sini banyak wartawan. Penggemar mu juga pada berdatangan. Bisa gawat kalau kita ketahuan” jawab Hyesun.

“MWO! Wartawan dan Minoz ada di Manolin?” cecar Minho.

“Ne. Aku tidak heran jika wartawan mengerubungi Manolin. Mereka pasti minta wawancara seputar Magic. Tapi kalau Minoz … Ada perlu apa ya mereka?” Hyesun heran sendiri.

“Hyesun-a, jangan temui mereka. Tinggalkan Manolin sekarang juga. Keluar lewat pintu belakang, aku akan menjemput mu di sana. Arasso” perintah Minho.

“Yya, memangnya ada apa sih. Jelaskan pada ku” tuntut Hyesun.

“Penjelasannya nanti saja. Lakukan apa yang ku perintahkan tadi” ucap Minho.

“Akan kulakukan dengan syarat jangan menjemputku” ujar Hyesun.

“Terlambat. Aku sudah tiba di Manolin” jawab Minho.

“MWO?! Minho-a, segera menjauh dari Manolin. Jangan cari masalah dengan menampakkan diri di café ku” larang Hyesun.



Minho tidak menjawab. Mobilnya sudah berhenti 200 meter dari Manolin. Ia tidak berani melaju lebih jauh karena terkejut dengan lautan manusia yang membanjiri café milik Hyesun. Minho tak menyangka para wartawan dan fansnya bereaksi secepat itu.

“Yoboseyo … Yoboseyo … Minho-a, kau masih mendengar ku?” Hyesun berusaha mencari suara Minho yang menghilang lumayan lama.

“Ne, aku masih di sini” jawab Minho. “Hyesun-a, mianhe. Ucapan mu sepertinya benar. Sebaiknya aku tidak menjemput mu karena wartawan dan Minoz ada di mana-mana” sesal Minho.

“Bagus kalau kau sadar. Cepat putar balik mobil mu. Jangan sampai ada yang melihat” jawab Hyesun.

“Kau bisa menerobos kerumunan itu?” tanya Minho khawatir.

“Ne, staf Manolin akan melindungi ku” jawab Hyesun.

“Mianhe, aku tidak bisa melindungi mu” sesal Minho lagi.

“Gwenchana. Dengan tidak muncul di Manolin, kau sudah melindungi ku” hibur Hyesun.

“Ok, hati-hati Hyesun-a” pesan Minho.

“Ne” jawaban Hyesun mengakhiri pembicaraan mereka.

Hyesun tidak langsung ke luar dari Manolin. Ia menunggu, berharap wartawan dan Minoz berangsur mundur. Tapi rupanya orang-orang itu bermental baja. Mereka tetap gigih bertahan mengepung Manolin. Hyesun tak bisa terus-terusan bersembunyi dalam cafe. Ia putuskan untuk mengumpulkan seluruh staff Manolin guna memagarinya dari serbuan manusia di luar sana.

Wartawan dan Minoz berlomba mendekati Hyesun yang kepergok keluar lewat pintu belakang. Kilatan blitz wartawan berjatuhan ke wajah Hyesun. Teriakan tidak sopan berhamburan dari para Minoz. Wartawan melempari Hyesun dengan pertayaan beruntun sementara Minoz menyerang Hyesun dengan beringas.

Amukan para Minoz tidak bisa dikendalikan. Selain umpatan kasar, Minoz juga memerangi Hyesun dengan tepung. Halauan staff Manolin tidak mempan menghadang keagresifan Minoz. Lemparan tepung membedaki wajah putih Hyesun. Wartawan dan staff Manolin juga ikut bermandi tepung bersama Hyesun.

“Jangan ambil oppa kami! Kau tidak cocok bersama oppa!” seru seorang Minoz.

“Jauhi Minho oppa! Jangan coba-coba merayu oppa kami!” timpal Minoz lainnya.

Hyesun dibuat bingung dengan segala keanehan ini. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa Minoz semurka itu? Apa salah dirinya hingga dihujati umpatan dan dilempari serbuk tepung?



Di tengah rasa bingung yang amat sangat, Hyesun dikejutkan dengan teriakan Minoz yang memanggil idolanya.

“Minho oppa … Minho oppa …” teriakan histeris Minoz berbarengan dengan kemunculan Minho.

Ternyata Minho belum beranjak dari Manolin. Ia ingin memastikan Hyesun keluar dengan selamat. Namun sayangnya harapan itu berbeda jauh dengan kenyataan. Dari dalam mobil, Minho dibuat tercengang dengan kelakuan Minoz. Sikap anarkis Minoz terhadap Hyesun ditangkap mata terbelalak Minho.

Minho nekat keluar dari mobil karena tidak tahan melihat Hyesun menjadi bulan-bulanan Minoz. Ia menerobos kerumunan Minoz yang masih menyerang Hyesun. Tindakan gegabah Minho mencengangkan Hyesun. Ia tidak habis pikir ke mana lenyapnya akal sehat Minho hingga nekat muncul di tengah kegaduhan.



Histeria Minoz mengiringi langkah Minho mendekati Hyesun. Minho membuka jaketnya dan segera menangkupkan di atas kepala Hyesun. Minho membawa Hyesun keluar dari kegilaan Minoz. Selama mereka menembus barikade Minoz dan wartawan, wajah Hyesun tertutup rapat oleh jaket Minho. Tangan Minho merangkul erat bahu Hyesun. Minho merasakan rontaan dari balik jaket tapi ia bisa mengatasi rontaan itu dengan baik.

Keberanian Minho tampil menyelamatkan Hyesun tak ubahnya seperti menyiram bensin di tengah kobaran api. Amarah Minoz kian menyala menyaksikan idolanya turun tangan membela Hyesun. Minoz tidak lagi menyerang dengan tepung, takut salah sasaran justru akan mengenai Minho. Mereka mengganti tepung dengan batu koral yang banyak terdapat di halaman Manolin. Batu itu diarahkan pada kepala yang terlindung jaket Minho. Beruntung Minoz bukanlah pelempar ulung. Batu-batu itu berhamburan tak tentu arah. Hingga akhirnya …

“Akh …” Minho memekik pelan, takut terdengar Hyesun.

“Oppa berdarah … Oppa berdarah!” teriak para Minoz.

Mendengar jeritan Minoz, Hyesun berusaha keluar dari balik jaket Minho. Usaha Minho menutupi lukanya berakhir percuma berkat jeritan Minoz.

“Ya Tuhan … kau berdarah …” kepala Hyesun menyembul dari balik jaket Minho. Hyesun mengangkat tangan berusaha menggapai kening Minho.

“Gwenchana” hibur Minho sambil menepis pelan tangan Hyesun. Minho segera menenggelamkan kembali kepala Hyesun ke dalam jaket lalu membawa gadis itu bersama dekapan amannya.

Di balik jaket Minho, Hyesun sesegukan. Hyesun bisa kuat menerima hujatan dan lemparan tepung. Namun begitu melihat aliran merah mengucur dari kening Minho, jiwa tegar itu langsung pudar. Hyesun berubah gusar. Jaket Minho dibasahi tetes-tetes air yang berjatuhan dari sudut mata Hyesun.

Minoz tak lagi brutal. Pertumpahan darah menghentikan kekacauan ini. Minho jadi lebih mudah menggiring Hyesun menuju mobil. Wartawan juga tidak berani dekat-dekat. Mereka hanya memotret dari kejauhan tanpa menimpali dengan pertanyaan.

*******

Mobil Minho melaju kencang meninggalkan Manolin. Permintaan Hyesun untuk ke rumah sakit tidak diindahkan Minho.

“Minho-a, kita ke rumah sakit dulu” Hyesun memohon sambil sesegukan.

“Tidak perlu” tolak Minho.

“Tapi kening mu berdarah” desak Hyesun.

“Gwenchana, hanya masalah kecil. Jika kita ke rumah sakit akan menjadi masalah besar” jawab Minho

“Kalau begitu mampir dulu ke rumah Min Jung. Kita obati luka mu di sana” tawar Hyesun. Kebetulan rumah Min Jung dan Manolin tidak berjauhan.

“Tidak perlu” tolak Minho lagi.

“TURUTI PERMINTAAN KU!!!” bentak Hyesun keras. Saking terkejut dengan teriakan Hyesun, Minho spontan menginjak pedal rem. Ia segera menoleh dan mendapati wajah pucat Hyesun berlinangan air mata.

“… ku mohon” pinta Hyesun pelan, sangat pelan.

Minho menatap bola mata Hyesun. Mata bulat itu tak lagi berpijar. Pendarnya tertutup bulir-bulir bening. Warnanya tidak begitu jernih, tercemar jadi kemerahan.



Miris. Pemandangan di depannya membuat hati Minho teriris. Minho bergerak cepat meraih tubuh Hyesun. Ia mendekap erat hingga Hyesun kesusahan untuk sesegukan.

“Mianhe …” ucap Minho lirih.

“Aku tidak mengerti apa-apa, lantas apa yang harus aku maafkan” jawab Hyesun sambil terisak.

“Mianhe karena tidak bisa melindungi mu. Tenanglah semua akan baik-baik saja” tutur Minho sambil menambah kuat pelukannya.

“Bagaimana aku bisa tenang sementara kening mu bercucuran darah” Hyesun melepaskan pelukan Minho. Ia menatap pilu ke arah luka itu.

Hyesun mengambil sehelai tisu, berniat membersihkan pendarahan Minho. Dengan cepat Minho menyambar tisu kemudian digunakan untuk membersihkan wajah bertepung Hyesun.

“Hyesun-a, kita tidak jadi ke bioskop. Semuanya sudah terungkap, rencana ku berantakan … Mianhe” sesal Minho sambil terus menyeka serbuk tepung dari wajah Hyesun.

“Aku tidak perduli. Ke bioskop apa? Rencana berantakan apa? Semuanya tidak aku pahami” jawab Hyesun. “Yang kuminta tolong perhatikan dirimu, lukamu perlu diobati” Hyesun meraih lagi sehelai tisu. Kali ini Minho tidak menyambarnya. Tangan pria itu sibuk menyapu pipi bertepung Hyesun. Pasangan ini saling menyeka wajah kekasihnya.

“Ya Tuhan, darahnya tidak bisa berhenti” Hyesun hampir putus asa mengatasi luka Minho sedangkan yang punya luka tidak terusik sama sekali. Minho terlalu serius menghapus noda tepung hingga luka itu terabaikan.

“Kalau tidak mau ke rumah sakit, kita ke rumah Min Jung saja. Biar dokter keluarga Lee yang mengobati mu” ucap Hyesun. Minho tidak menjawab. Tangannya terus bergerak membersihkan wajah Hyesun.

“Minho-a, dengarkan aku” protes Hyesun atas sikap cuek Minho.

“Baiklah, setelah wajahmu bersih kita ke rumah Min Jung” Minho akhirnya menurut.

“Jangan buang waktu, lukamu lebih serius” Hyesun menepis tangan Minho dari wajahnya. Hyesun berontak hingga Minho kesulitan membersihkan wajahnya.

“Sebentar lagi” Minho memegangi tengkuk Hyesun, mencegah pemberontakan lainnya.



”Di bagian sini kotor sekali” Minho menyeka lembut pipi kanan Hyesun.

“Yya, wajah ku bisa diurus nanti” geram Hyesun. “Sekarang minggirlah biar aku yang menyetir” Hyesun minta bertukar kursi.

“Mwo? Lihat tangan mu” pandangan Minho dan Hyesun tertuju pada kedua tangan Hyesun. “Apa aku tega membiarkan mu menyetir dengan tangan gemetar seperti ini” Minho membungkus tangan Hyesun dengan tangannya. Ia meniup-niup tangan dingin Hyesun, berharap ada ketenangan yang tersalurkan.

“Mianhe, aku lemah” ucap Hyesun.

“Anhi. Kau bukan lemah, hanya sedikit terkejut” hibur Minho. “Kalau pun kau lemah tidak masalah. Aku bersedia menjadi sumber kekuatan mu” tawar Minho.

“Kita akan makin kuat setelah melalui semua ini” tekad Minho disambut dengan anggukan Hyesun.

Minho mendekati wajah Hyesun lambat-lambat. Bibir padat Minho mendarat tepat di kening Hyesun. Kecupan hangat Minho meresap hingga sela-sela terkecil dalam hati Hyesun. Minho menarik diri dan menyudahi kecupan itu. Kecupan singkat tanpa birahi dan nafsu syahwat.

Hyesun terkekeh kecil sesudahnya. Ia memandang malu-malu ke arah Minho. Keinginan tertawa ditahan dengan sekuat tenaga.

“Waeyo?” tanya Minho heran.

“Bibir mu berlumuran tepung” jawab Hyesun.

Minho ikut terkekeh saat bercermin lewat spion mobil. Pasangan ini sempat-sempatnya berkelakar padahal kejelasan nasib mereka masih samar-samar.

*******

Ruang kerja eksklusif yang dihiasi pernak-pernik berlogo MBC sudah berpenghuni. Biasanya ruangan itu baru diisi setelah jam 11. Namun tidak untuk hari ini. Baru juga pukul 8 kurang 10, seorang pria berperawakan tinggi besar sudah duduk di belakang meja kerjanya. Berbagai surat kabar yang ia pesan dibaca dengan alis berkerut. Kecerobohan anak buahnya semalam menjadi head line di semua harian.

“Produser Kim sudah tiba?” tanya pria ini lewat telepon yang terhubung dengan meja sekretarisnya.

“Belum, Mr Kang” suara wanita menjawab dari ujung telepon.

“Cepat hubungi dia. Aku ingin segera menyelesaikan masalah ini” perintah tersebut mengakhiri sambungan telepon.

Si sekretaris menekan beberapa nomor namun segera dibatalkan begitu melihat kedatangan seorang pria.

“Anyong, Produser Kim. Silahkan menuju ruangan Mr Kang. Beliau sudah menunggu anda dari tadi” sekeretaris itu segera mengarahkan pria yang dipanggilnya Produser Kim yang tidak lain adalah produser PT.

Produser Kim memasuki ruangan Mr Kang –pejabat yang mengepalai divisi penyiaran MBC– sambil membawa sebuah map kuning.

“Anyonghaseyo. Bagaimana kabar anda, Mr. Kang” sapa Produser Kim.

“Tugas dari ku sudah selesai?” tanya Mr Kang tanpa peduli dengan basa-basi Produser Kim.

“Ne” jawab Produser Kim sambil menyerahkan map kuning yang berisi scenario PT versi terbaru.

Setelah insiden tadi malam, Produser Kim meminta penulis scenario PT untuk merombak jalan cerita drama itu atas perintah Mr Kang.

Ubah jalan cerita PT. Ganti ending yang sudah kau buat. Rencana bed scene dibatalkan” begitulah perintah tegas Produser Kim pada penulis scenario PT.

“Skenario PT sudah selesai direvisi. Mohon anda memeriksanya” Produser Kim mempersilahkan Mr Kang memperlajari jalan cerita PT yang baru.

Mr Kang mulai membaca scenario PT. Bola matanya bergerak menyusuri rangkaian kalimat bertinta biru.

Seperti biasa Jin Ho mendatangi lokasi pembangunan gedung yang ia rancang. Jin Ho memeriksa lantai demi lantai bangunan bertingkat 51 itu. Tiba di lantai teratas, para pekerja yang melihat kedatangan Jin Ho langsung membungkukkan badan pada majikan mereka. Jin Ho membalasnya dengan anggukan kecil.

Selesai berpatroli, Jin Ho tidak langsung meninggalkan gedung yang belum jadi itu. Ia masih betah menikmati pemandangan kota Seoul dari lantai 51.

BRAK!

Suara keras menghentikan keasyikan Jin Ho. Para pekerja terlihat panik dengan kejadian barusan. Suara kencang yang didengar Jin Ho ternyata berasal dari runtuhnya bangunan gedung. Ada seorang pekerja yang tertimbun runtuhan tersebut.

Jin Ho tidak bisa tinggal diam. Ia langsung turun tangan menyelamatkan pekerja tadi. Dengan bantuan pekerja yang lain, pekerja yang tertimbum berhasil dikeluarkan. Jin Ho menghembuskan napas lega. Hampir saja proyek yang ditanganinya merenggut nyawa.

“Perbaiki bagian yang rusak. Pastikan tidak ada bagian yang masih rapuh” Jin Ho memerintah mandornya.



“Ne. Ageshimida” badan mandor tersebut membungkuk hingga 90 derajat. Ia terlihat sangat bersalah karena telah lalai memperhatikan perkembangan gedung.

“Joesonghabnida. Saya berjanji tidak ada kali ke dua untuk kejadian seperti ini. Anda bisa mengandalkan sa... “ kalimat mandor tidak terucap dengan tuntas. Matanya terbelalak melihat ada runtuhan lain yang siap menghantam Jin Ho.

“Jin Ho-ssi, awas!” mandor memperingati Jin Ho untuk beranjak dari tempatnya.

GUBRAK!

Peringatan mandor datang terlambat. Runtuhan bangunan yang lebih besar dari sebelumnya, jatuh tepat di posisi Jin Ho berdiri. Jin Ho tidak sempat menghindar. Seluruh tubuhnya tertimbun runtuhan gedung. Tidak ada bagian tubuh Jin Ho yang terlihat karena ia terkubur sempurna di dalam bongkahan-bongkahan besar. Hanya helm pengaman Jin Ho yang tampak setelah terpental dari kepala pemiliknya.

Mandor dan para pekerja berusaha mengeluarkan Jin Ho. Setelah semua puing-puing terangkat, tubuh Jin Ho mulai terlihat. Kepala Jin Ho mengeluarkan banyak darah. Semua pekerja langsung mengalihkan pandangan mereka dari tubuh Jin Ho. Mereka tidak berani menyaksikan tubuh arsitek muda itu. Kondisi Jin Ho sangat mengenaskan.

Jin Ho langsung dilarikan ke rumah sakit. Kae In yang mendapat kabar kecelakaan itu, segera bergegas menyusul Jin Ho. Ia mendapati tubuh Jin Ho dalam keadaan kaku tak begerak. Dokter bilang Jin Ho mengalami gegar otak yang amat serius. Ada banyak gumpalan darah dalam otak Jin Ho akibat tertimpa runtuhan gedung.

Sudah satu bulan Kae In merawat Jin Ho. Dalam kurun waktu itu, Jin Ho belum pernah sekalipun membuka mata. Ia masih dalam keadaan koma. Kae In hampir putus asa dengan kondisi Jin Ho. Kalau saja bukan karena Mrs Ha, ia pasti sudah terpuruk dalam kesedihan.

Kae In merasa senasib dengan Mrs Ha. Putra Mrs Ha, Ha Yong Gun, juga dalam kondisi koma. Ha Yong Gun menempati ruangan di sebelah kamar Jin Ho. Pria seumuran Kae In ini menderita gagal jantung.

Setiap hari Kae In dan Mrs Ha menghabiskan waktu bersama. Kae In mendapat semangat baru melalui cerita-cerita yang keluar dari mulut Mrs Ha. Mereka juga saling bantu dalam menjaga Jin Ho dan Yong Gun. Saat Kae In pulang ke rumah, Mrs Ha yang setia menjaga Jin Ho. Begitu juga sebaliknya. Kae In terus memantau kondisi Yong Gun ketika Mrs Ha meninggalkan rumah sakit.

Jin Ho mulai menunjukkan perkembangan positif di hari ke 43. Jari tangannya sesekali bergerak memberikan respon. Walau belum seluruhnya, dokter sudah mengangkat gumpalan darah di otak Jin Ho. Hingga pada hari ke 52, kelopak mata Jin Ho perlahan terbuka. Jin Ho sadar dari koma. Bukan main bahagianya Kae In. Ia mendapat harapan baru berkat kemajuan kondisi Jin Ho.

Suatu hari Jin Ho terbangun dan tidak menemukan Kae In di sampingnya. Hanya seorang wanita paruh baya yang ia lihat.

“Anda siapa?” tanya Jin Ho pada wanita asing yang duduk di samping ranjangnya.

“Aku Mrs Ha. Kae In sedang pulang sebentar untuk mengganti pakaian” jawab Mrs Ha.

“Oh, jadi anda Mrs Ha, ommanya Yong Gun. Kae In sudah bercerita padaku tentang anda dan Yong Gun. Gomawoyo” ucap Jin Ho.

“Untuk apa?” Mrs Ha merasa heran dengan rasa terima kasih Jin Ho.

“Untuk menjadi teman setia Kae In dikala aku tidak ada” jawab Jin Ho.

“Tidak perlu seperti itu. Kae In juga sangat membantuku dalam merawat Yong Gun” balas Mrs Ha.

“Bagaimana kondisi Yong Gun?” tanya Jin Ho.

“Belum ada perkembangan” jawab Mrs Ha.

“Aku turut prihatin dengan keadaan Yong Gun. Anda harus kuat demi Yong Gun” Jin Ho berusaha menyemangati Mrs Ha.

“Aku telah terbiasa dengan hal ini. Jantung Yong Gun sudah bermasalah sejak ia masih kecil. Yong Gun bisa bertahan sampai sekarang, sudah cukup membahagiakan bagiku. Dokter bilang ini suatu keajaiban” Mrs Ha berkata tanpa ada gurat kesedihan di wajahnya.

“Apa ada cara untuk menyelamatkan Yong Gun?” tanya Jin Ho.

“Transplantasi jantung. Hanya itu satu-satunya cara” jawab Mrs Ha.

“Anda tidak mau mencoba cara ini?” tanya Jin Ho lagi.

“Bukannya aku tidak mau. Hanya saja belum ada donor jantung untuk Yong Gun” jawab Mrs Ha, kali ini ada sedikit gurat kesedihan di wajah tirus Mrs Ha.

“Anda harus bersabar. Suatu saat nanti pasti ada jalan keluar untuk Yong Gun. Omong-omong apa profesi Yong Gun?” Jin Ho berusaha mengalihkan pembicaraan demi menghentikan kesedihan Mrs Ha.

“Dia seorang arsitek, sama sepertimu” jawab Mrs Ha.

“Jeongmal?” Jin Ho merasa tidak yakin.

“Hm. Yong Gun arsitek kebanggaanku. Dia begitu antusias menggeluti bidang ini. Yong Gun bisa melupakan apapun, termasuk jantung lemahnya, saat membuat sketsa” Mrs Ha bercerita dengan penuh semangat.

“Aku bisa memahami perasaan Yong Gun. Bagi kami, para arsitek, menggambar design bangunan adalah hal yang sangat menyenangkan” Jin Ho coba membaca pikiran Yong Gun.

“Mrs Ha, bolehkah aku melihat Yong Gun?” Jin Ho tiba-tiba tertarik dengan sosok Yong Gun.

“Tentu saja. Tapi tidak sekarang. Kau belum boleh meninggalkan tempat tidur” jawab Mrs Ha.

Satu minggu kemudian keinginan Jin Ho untuk bertemu Yong Gun terwujud. Kae In menemani Jin Ho menjenguk pasien di kamar sebelah. Mrs Ha menyambut kedatangan Jin Ho dan Kae In yang tiba-tiba dengan senyum merekah.

Tidak ada tanda-tanda kehidupan dalam diri Yong Gun. Pucat, kaku dan lemah. Tiga kata ini bisa mewakilkan kondisi Yong Gun. Jin Ho sangat miris melihat rekan seprofesinya.

Tiba-tiba terdengar suara pekikan dari mulut Jin Ho. Kae In melihat Jin Ho memegangi kepalanya. Tidak lama, hanya sekitar 11 detik Jin Ho meringis kesakitan. Setelah itu ia pingsan di kursi rodanya.

Menurut penjelasan dokter, gumpalan darah yang masih banyak bersarang di otak Jin Ho harus segera diangkat lagi. Kae In memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan gumpalan darah saat itu juga. Perawat langsung mendorong tempat tidur Jin Ho menuju ruang operasi.

Delapan jam kemudian operasi selesai. Jin Ho masih dalam pengaruh obat bius. Ia baru sadar keesokan harinya.

“Oh, syukurlah kau sudah sadar. Kepalamu masih sakit?” tanya Kae In. Jin Ho menjawab dengan anggukan.

“Kae In-a, aku punya satu permintaan. Tolong kau wujudkan jika terjadi seuatu padaku” suara Jin Ho terdengar amat lemah.

“Anhiyo! Tidak akan terjadi apa-apa padamu” Kae In menggeleng beberapa kali.

“Aku sungguh tidak kuat. Kepalaku sakit sekali” Jin Ho sudah putus asa dengan keadaannya sendiri.

“Kau harus semangat. Semua permintaanmu akan kupenuhi. Tapi kumohon jangan menyerah” Kae In mulai terisak.

“Miane. Aku tidak bisa bersamamu lebih lama. Tapi kau jangan khawatir, jantungku akan setia menemanimu meski tidak bersama raga ini lagi” Jin Ho masih berbicara dengan suara lemah.

“Apa maksudmu?” tanya Kae In.

“Aku ingin mendonorkan jantungku kepada Yong Gun. Jika hal buruk menimpa diriku, cangkokkan jantungku pada tubuh Yong Gun” pinta Jin Ho.

“Sudah kukatakan tidak akan terjadi apa-apa padamu, jadi kau jangan minta yang aneh-aneh” jawab Kae In.

Setelah itu, kondisi Jin Ho terus menurun setiap hari. Saat Kae In keluar membeli makanan, Jin Ho minta disediakan kertas dan pena pada perawat. Selesai menulis beberapa kalimat, Jin Ho meletakkan kertas di bawah bantal.

Hari ke 63, Jin Ho kembali pingsan. Napasnya pendek-pendek walau sudah dibantu selang oksigen. Kae In minta dokter kembali mengoperasi Jin Ho untuk mengangkat gumpalan darah di otaknya. Namun kali ini dokter menolak. Resiko fatal menanti jika Jin Ho dipaksa menjalani operasi. Tubuh Jin Ho terlalu lemah untuk mentolelir masuknya pisau bedah.

Jin Ho memasuki babak baru. Ia tidak lagi dalam fase koma di hari yang ke 71. Wajah Jin Ho pucat, lebih pucat dari Yong Gun. Kelopak matanya menutup rapat. Sekujur tubuh Jin Ho dingin. Perawat mulai melepaskan selang-selang dari tubuh Jin Ho. Alat monitoring jantung di samping ranjang Jin Ho sudah tidak diaktifkan. Sebuah garis lurus terbentuk di layar mesin tersebut sebelum dimatikan perawat.

Kae In yang didampingi Mrs Ha, duduk lemas menatap Jin Ho. Tatapan matanya kosong. Mengembara entah kemana pikiran wanita ini. Lamunan Kae In dibuyarkan oleh perawat yang berdiri di depannya sambil memegang kertas.

“Agashi, saya menemukan ini di bawah bantal Jin Ho-ssi” perawat itu menyerahkan selembar kertas pada Kae In.

Kae In membuka perlahan kertas tersebut. Tangannya bergetar hebat ketika melihat tulisan tangan Jin Ho terpampang di kertas tadi.

Kae In-a, jangan bersedih dengan kepergianku. Aku tidak pernah meninggalkanmu. Jantungku akan tetap bersamamu. Kau pasti ingat dengan keinginanku. Kumohon kau mau mengabulkannya. Relakanlah jantungku ditransplansikan ke tubuh Yong Gun. Aku masih ingin membuat sketsa gedung. Yong Gun juga punya hasrat yang sama denganku. Biarkan Yong Gun yang melanjutkan cita-citaku

Tangis Kae In pecah selesai membaca pesan terakhir Jin Ho. Ia menyerahkan kertas itu kepada Mrs Ha dan membiarkannya membaca tulisan Jin Ho. Mrs Ha terkejut dengan wasiat Jin Ho.

Dua hari setelah kematian Jin Ho, Yong Gun menjalani operasi transplantasi jantung. Jantung Jin Ho masih dapat berfungsi dengan baik karena Jin Ho sempat melindungi dadanya dengan tangan saat dihantam runtuhan gedung.

Operasi Yong Gun sukses. Hanya perlu waktu 2 hari untuk menanti Yong Gun siuman. Mrs Ha sangat bahagia dengan perkembangan Yong Gun. Namun ia sadar ada hati yang berduka dibalik suka citanya.

Setelah fisik Yong Gun bertambah fit, Mrs Ha mengajak Yong Gun menemui Kae In. Mrs Ha amat berterima kasih dengan kebaikan Kae In. Begitu pula Yong Gun. Ia menjadi sering mengunjungi rumah Kae In. Awalnya Kae In risih dengan kehadiran Yong Gun. Seiring perputaran waktu, Kae In bisa menerima kehadiran Yong Gun. Mereka menjadi dekat, sampai akhirnya tumbuh benih-benih cinta dalam hati masing-masing. Yong Gun melamar Kae In dan mereka pun menikah. Kae In hidup bahagia bersama raga Yong Gun dan jantung Jin Ho.

Mr Kang menutup halaman terakhir scenario PT. Ia tidak kecewa dengan alur cerita PT yang baru.

“Apa kau sudah mendapat izin dari penulis novelnya untuk merombak cerita PT?” tanya Mr Kang pada produser Kim.

“Ne. Beliau tidak keberatan PT dimodifikasi” jawab produser.

“Kau sudah menemukan pemeran Ha Yong Gun?” tanya Mr Kang lagi.

“Ne. Saya berencana memakai Song Seung Hoon-ssi. Bagaimana menurut anda?” Produser Kim meminta pendapat Mr. Kang.

“Tidak masalah. Aku rasa Song Seung Hoon-ssi bisa menolong kita mendongkrak kembali rating PT. Kau sudah menghubungi Song Seung Hoon-ssi?” Mr. Kang kembali bertanya.

“Belum. Tapi aku sudah mencari tahu bahwa Song Seung Hoon-ssi tidak sedang terikat kontrak dengan serial manapun” jawab produser.

“Cepat hubungi Song Seung Hoon-ssi. Setelah itu kalian harus segera memulai pengambilan gambar” perintah Mr Kang.

“Ne. Aigeshimida” jawab produser.

“Jangan lupa untuk pecat Lee Min Ho. Kirim surat pemecatan ke agensinya. Ia hanya perlu membintangi PT sampai Jin Ho meninggal” ucap Mr Kang.

“Arasso, Mr Kang” jawab Produser Kim.

*******


perasaan ada ff dalam ff  [chin]
maaf ya kalo ada yg ngga suka ama cerita PT yg aku permak  [sweat]
maaf juga klo penggambaran minoz di sini terkesan lebay  [heh]
maaf lagi krn part minsun sedikit  [hmff]
dan tak lupa minta maaf krn updatenya seabad  [hmpfh]

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #429 on: January 17, 2011, 11:52:09 am »
suka bgt waktu Min Ho bilang “Kalau pun kau lemah tidak masalah. Aku bersedia menjadi sumber kekuatan mu” tawar Minho. sweet bgt  sist [lovestruck]

akhirnyaaa.........di update juga ma sist Liko....setelah berabad2 luntang lantung ni ff!!!  ([laughing] [laughing])

update lagi sis,,,update...... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #430 on: January 17, 2011, 06:16:31 pm »
akhirnya ff ini diupdate jg. omo--lum tamat ya [hmpfh] [hmpfh]

PT? "ancur" [laughing] [laughing] drama and melankolis banget (mirip sinetron indo ga ya [hmpfh] [hmpfh] ) tp gw lebih suka versi ini loh,, paling tdk jinho and gaein nya ga bersatu [laughing] [laughing]

perjuangan minho luar biasa. tp kasihan jg lihat dia kalang kabut karna video yang salah diputar [sweat] ga apa2 sih. dgn begitu semuanya terbongkar. para minoz n seluruh dunia tahu bahwa mereka emang bersama. bukan cuma dugaan2 kita selama ini (lebay [hmpfh] [hmpfh] )

kapan lanjut lagi? jgn lupa be strong nya diupdate jg ya? gumawo [biggrin] [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline miss_princess

  • Junior
  • **
  • Posts: 141
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #431 on: January 18, 2011, 06:17:48 am »
Waahhh udah update yaa..

Aku lebih suka ama ffnya mino ama hesyun..
Dari pada PT..

Hayuuukkk update lagii..

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #432 on: January 18, 2011, 07:30:54 am »
Liko,thanx da diupdate. Ups mino is real in big trouble. Lamaran yg seharusnya romantis berubh menjadi bencana bt minsun, gw ga tega liat aksi protes minoz ke hye sun ampe lemparin tepung ke wajah hye sun apalg ampe lempar batu yg akhrnya mendarat di dahi mino,ckckk walaupn tdk suka dgn seseorg bkn berarti qta b'hak menyakitinya, ... Mdh2n in real life minoz ga spt itu begtpun hye sun yg tdk akan dpt perlakuan yg tdk menyenangkan. Tp bt ending PT gw suka bgt ga perlu ada adgan bed scene tp diganti dgn penggantian pemain,hehehe. Sinetron indo bgt tuch,setuju ama pendpt mami. Tp mudah2n mino & hye sun gak dpt masalh yg lbh parah dr yg ini. Liko ,lanjoootttt


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #433 on: January 18, 2011, 08:48:41 am »
moow, walau luntang-lantung tp kan tetep diupdate [heh]

mami, ancur kok suka  [what]  klo ttg sinetron indo jgn tanya aku, liat promo iklannnya aja dah males apalagi nonton sinetronnya  [nono]

miss_princess, part ttg PT muncul gara2 ga bs nerima ama ending PT   hammer2 hammer2 hammer2
next ga bakal ungkit2 PT lg deh  [biggrin]  PT? kelaut aje  [laughing]

santy, amit2 deh jgn ampe minsun digituin pas go public  [nono] [nono] [nono]
cerita PT di sini terisnpirasi dari summer scent nya tante jin, ga ada sangkut paut ama sinetron indo (ga pernah nonton sih [heh] ) klo PT dimix ama summer scent jadinya ya kayak gitu, PT di sini prekuel dari summer scent *ngaco [laughing]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: OFF AIR last updated 17 Jan 2011
« Reply #434 on: January 19, 2011, 12:02:39 am »
jd bygin wajah hye sun belepotan tepung.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]