Author Topic: OFF AIR ~ updated 2 April 2011  (Read 54910 times)

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
OFF AIR ~ updated 2 April 2011
« on: April 14, 2010, 07:40:05 am »
Anyong all. Pendatang baru nih, sebenarnya ga baru2 amat. Aku dah lama ngikutin tret ini sbg SR. Gara-gara sering ngebaca ff di sini jadi dapet ispirasi sendiri untuk buat ff.
Kalau di SBS ada On Air (yang suka liat O channel pasti tau serial prosuksi SBS yang ku maksud) maka di MBS alias Minsun Broadcast Station ada Off Air. Ya inilah judul ff perdana ku. Castnya antara lain:
Lee Min Ho as Lee Min Ho
Goo Hye Sun as Goo Hye Sun
Kim Hyun Jung as Kim Hyun Jung
Lee Min Jung as Lee Min Jung
Lee Yeo Won as Lee Yeo Won

Untuk sementara castnya segitu dulu. Cast yang lain akan muncul seiring perkembangan zaman eh perkembangan cerita maksudnya.
Ini dia chapter perdananya. ENG ... ING ... ENG

OFF AIR
CHAPTER 1

Saat ini Korea dan beberapa negara Asia, seperti Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia termasuk Indonesia, sedang dilanda badai yang sangat dahsyat. Dampak yang ditimbulkan dari badai ini bukan berupa hancurnya rumah ataupun tumbangnya pohon, melainkan timbulnya histeria para remaja, ibu-ibu bahkan anak kecil. Wajar saja karena badai yang terjadi bukan diakibatkan karena faktor cuaca, namun disebabkan oleh sebuah drama Korea yang berjudul Boys Over Flowers yang ditayangkan KBS. Drama ini telah membius para penontonnya hingga larut ke dalam cerita. Kisahnya selalu hangat diperbincangkan baik di sekolah, kampus, kantor bahkan di dunia maya.

Siapakah yang menjadi biang keladi dari semua ini? Jawabanya tertuju kepada sepasang aktor dan aktris yang memerankan tokoh utama dalam serial BOF. Mereka adalah Lee Min Ho dan Goo Hye Sun. Setelah boomingnya drama tersebut, kabar tentang keduanya sangat mudah ditemukan di infotainment atau majalah. Lee Min Ho dan Goo Hye Sun digosipkan menjalin hubungan spesial, namun keduanya selalu membantah saat dikonfirmasi. Sanggahan demi sanggahan keluar dari bibir masing-masing. Anehnya walaupun terus berkelit tingkah laku mereka tak ubahnya bagai sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Akibatnya, pernyataan di depan umum saat on air berbeda 180 derajat dengan aktivitas selama off air. Hal ini membuat wartawan dan paparazzi penasaran dengan hubungan mereka.

Para pewarta tak segan-segan mendatangi lokasi syuting BOF demi mencari kebenaran tentang hubungan minho-hyesun. Seperti halnya pada hari ini dimana syuting dilakukan di sebuah pantai di pinggir kota Seoul, wartawan membanjiri lokasi tersebut. Jumlah orang yang menyaksikan syuting saat itu lebih banyak dari biasanya. Maklum saja syuting kali ini adalah syuting terakhir, mengingat BOF hampir mendekati episode pamungkas. Di lokasi sudah tampak Lee Min Ho, Goo Hye Sun, Kim Hyun Jung, Kim Bum dan Kim Jun. Masing-masing sudah rapih dengan kostum dan riasan. Tampilan hyesun beda dengan biasanya. Ia memakai wig panjang yang dikepang dua. Tubuhnya dibalut dengan jas dokter berwarna putih. Sedangkan minho menggunakan stelan jas berwarna hitam minus rambut keong ala Goo Jun Pyo.

Take 1 akan mengambil gambar minho-hyesun dipinggir pantai. Minho sudah lebih dulu siap di pantai. Sementara hyesun tampak berlari-lari kecil menghampiri minho. Dari kejauhan minho terus memandang hyesun dengan tatapan lembut. Ia tampak terkesan dengan penampilan hyesun dengan wig kepangnya. Sesampainya hyesun di depannya, minho terus memandangi gadis itu. Yang bersangkutan merasa risih diperlalukan demikian.

“Wae?” tanya hyesun.

Sambil menirukan gaya bicara Goo Jun Pyo, minho menjawab “Jandi-a kemana kepala jamur mu?” ledek minho pada hyesun.
“Sudah kumakan untuk sarapan pagi!. Habis belakangan ini tidak ada lagi yang membawa bekal untukku” jawab hyesun dengan maksud menyindir minho karena sudah jarang membawakannya bekal seperti syuting di episode awal.

“Yaa! kau pikir aku ini pelayan mu? Aku sibuk tau! Tidak sempat lagi membawakan mu bekal” jawab minho.

Hyesun membalasnya dengan tatapan cemberut ala Jandi, lalu berkata “Kau ini memang pelayan ku, jadi jangan macam-macam kalau tidak ingin menerima tendangan maut ku” ancam hyesun sambil mengepalkan kedua tanganya dan memasang kuda-kuda seolah ingin melakukan tendangan memutar andalan Jandi. Melihat tingkah hyesun, keduanya tertawa. Mereka mengenang saat-saat syuting BOF. Mulai dari syuting di Makau hingga Kaledonia. Keduanya bercerita seperti orang yang sedang reuni. Gelak tawa yang riang tak dapat dihindarkan ketika minho dan hyesun membahas berbagai kejadian lucu selama syuting. Tak jarang hyesun memukul bahu minho karena tidak henti meledeknya atau menyenggol lengan minho ketika ia tertawa terlalu keras.

“Tidak terasa ya syuting hampir selesai. Aku jadi sedih. Hu ... hu ... jadi pengen nangis” kata hyesun sambil jongkok dan membenamkan wajahnya ke dalam tangannya.

“Mau aku pinjamkan dada ku untuk menangis?” kata minho sambil tersenyum usil.

Hyesun mati kutu menanggapi candaan minho. Ia hanya membalas dengan memasang wajah cemberut plus memainkan bibirnya hingga tampak maju beberapa senti. Minho menyukai ekspresi hyesun yang satu ini. Sebenarnya segala bentuk eskpresi wajah hyesun sangat ia sukai. Minho benar-benar sudah tergila-gila pada hyesun. Ia sudah mengirim sinyal ini pada hyesun sejak pertengahan syuting BOF. Tapi yang bersangkutan belum merespon juga. Entah apa sebabnya, minho sendiri tak tahu. Yang ia tahu hanya berusaha menarik perhatian hyesun.

Hyesun sendiri bukannya tidak tanggap dengan sinyal minho hanya saja ia ingin lebih konsentrasi dengan syuting yang sedang berjalan. Seperti saat ini, ketika minho mengucapkan kalimat tersebut, hyesun kehabisan akal untuk menjawabnya.

“SEMUA HARAP STAND BY DI POSISI MASING-MASING, SYUTING AKAN SEGERA DIMULAI” kata Mr. Jung, sutradara BOF.

“Gomawo Mr. Jung. Kau menyelamatkanku dari situasi sulit” gumam hyesun dalam hati.

Tak berapa lama pengambilan gambar pun dimulai. Syuting kali ini berjalan cepat karena tidak banyak kesalahan yang dilakukan para pemain. Adegan ditutup dengan seluruh personel F4 plus Geum Jandi tersenyum bahagia sambil memandang pantai.

“CUT!” teriak Mr. Jung sambil tersenyum dan mengangkat ibu jarinya ke arah semua pemain dan kru. Pada saat yang bersamaan, beberapa kru berlari ke arah pemain yang masih berdiri di pinggir pantai dan ingin mendorong mereka agar tercebur ke pantai. Minho, hyun jung, kim bum dan kim jun berhasil menghindari serangan dadakan ini. Hyesun yang kurang sigap akhirnya jatuh ke pantai. Seluruh tubuhnya, mulai dari kaki, tangan hingga wajah basah kuyup.

“Yaa! Apa-apaan ini? Aduh aku basah semua” keluh hyesun. Melihat kejadian ini, minho mengeluarkan sapu tangannya dan membersihkan wajah hyesun.

“Kwenchana, mereka hanya bercanda” hibur minho sambil terus membantu hyesun membersihkan dirinya.

“HUUUUUUUU” semua pemain dan kru sontak bersorak melihat perhatian ekstra minho pada hyesun.

“Ya! Kalian ini bukan mengambilkan handuk malah berteriak” kata minho.

Hyesun yang diperlakukan demikian menjadi malu. Tapi dalam hatinya merasa nyaman karena ada yang selalu menjaganya. Tiba-tiba hyesun merasa ada desiran lembut berhembus dalam hatinya. Perasaan yang belum pernah ia rasakan terhadap pria lain. Hyesun mencoba mencerna apa arti dibalik perasaan itu. Mungkinkah ia?????????

“Andwe ... andwe” ucap hyesun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seolah ingin menolak perasaan yang baru saja merasuki hatinya.

“Wae yo?” tanya minho.

“Oh ... Anyo ... Aku masuk dulu. Pakaianku harus segera diganti” kata hyesun sambil berlalu dari hadapan minho. Minho masih terus memandangi punggung hyesun sampai gadis itu masuk ke ruang ganti. Sementara pemain dan para kru sudah sibuk dengan perbincangan masing-masing dan sudah tidak terfokus pada minho-hyesun.

**********

Dua hari kemudian
Kringgg ... kringgg ... kringgg terdengar bunyi ponsel hyesun ketika ia baru saja merebahkan tubuhnya setelah seharian mengedit naskah MAGIC. Hyesun melirik jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dengan malas ia mengambil ponselnya yang berada di meja kecil samping ranjang. Dilihatnya nama yang tertera di layar. “MINHO!” gumam hyesun senang. Tiba-tiba saja ia bersemangat. Ditekannya tombol berwarna hijau dan mendekatkan ponselnya ke daun telinga. “Yeobosaeyo” ucap hyesun dengan suara diberatkan seolah ia enggan menerima telepon.

“Hyesun-a, kau sudah tidur?” tanya minho dengan nada bersalah karena ia berpikir telah mengganggu waktu istirahat hyesun.

“Belum, aku belum tidur kok, hanya lelah saja” jawab hyesun masih dengan suara yang diberatkan guna menyembunyikan perasaan aslinya.

“Lelah? Memangnya apa yang kau lakukan? Bukankah kita diberi libur 2 hari sebelum farewell ceremony BOF besok” ucap minho penasaran.

“Libur? Kau enak bisa libur! Sedangkan aku lembur” gerutu hyesun.

“Mwo? Lembur?!” Minho diam beberapa detik lalu berkata dengan suara lantang, “Ya! Jangan katakan kau gunakan waktu liburmu untuk mengurusi naskah MAGIC mu itu”

“Memangnya kenapa kalau aku pakai waktu libur ku untuk urusan itu? Suka-suka aku!” jawab hyesun.

“Jadi benar dugaan ku?” tanya minho lagi, masih dengan suara lantang.

“Iya, kau benar 200% Tn. Lee Min Ho yang pandai menerka” ucap hyesun.

“Hyesun-a, beberapa bulan ini kau kan kurang istirahat. Harusnya waktu libur mu itu tidak dipakai untuk bekerja. Memangnya kau ini robot, bisa bekerja tanpa istirahat?” kata minho, kali ini dengan nada bicara penuh kecemasan.

Hyesun berhasil menangkap rasa cemas yang tersirat dari perkataan minho. Kecemasan minho menandakan bahwa minho memperhatikannya. Senyum ceria merekah di bibir hyesun. Sudah 48 jam ia tidak menerima ungkapan perhatian minho yang biasanya selalu diperolehnya selama syuting. Rasa rindu akan perhatian minho yang tulus tiba-tiba menghinggapi hati hyesun. Pikirannya melayang ke peristiwa syuting kemarin dimana minho menolongnya dari keisengan para kru yang mendorongnya ke pantai.

“Yeobosaeyo ... yeobosaeyo ... “ ucap minho berkali-kali ketika tidak berhasil menemukan suara hyesun. Sedangkan hyesun masih asyik dengan lamunannya.

“Yeobosaeyo, hyesun-a. Kau sudah tidur ya? Ehm sebaiknya kau memang harus segera mengistirahatkan tubuhmu” kata minho. Hyesun langsung tersadar dari lamunannya dan hendak menjawab pertanyaan minho, namun keburu ditimpali oleh perkataan minho lagi.

“Ya sudah tidurlah, aku tutup telponnya ya. Selamat malam” ucap minho.

“Jangan ... jangan ... aku belum tidur kok tadi aku cuma berpikir tentang kelanjutan MAGIC” jawab hyesun sekenanya. Ia tak perduli tanggapan minho terhadap jawaban asal-asalannya itu yang terpenting adalah minho jangan dulu mematikan ponselnya karena ia masih ingin berlama-lama lagi berbincang-bincang dengan minho.

“Huh kau ini kalau berhubungan dengan MAGIC selalu saja tidak bisa diganggu” jawab minho yang disambut dengan tawa renyah hyesun. Hati minho langsung terasa tenang mendengar hyesun tertawa walau hanya dari seberang telepon.

“Yaa, memangnya ada apa kau malam-malam begini telpon aku? Apa ada yang mendesak?” tanya hyesun.

Minho langsung gugup dengan pertanyaan hyesun. Sebelum menelpon ia sudah berusaha mencari alasan tepat tentang tujuannya menelpon hyesun karena minho dapat memperkirakan kalau hyesun akan bertanya demikian. Namun dari tadi ia belum menemukan alasan yang masuk akal. Tadinya ia ingin mengurungkan niatnya, rasa rindu karena sudah tak bertemu 2 hari lah yang akhirnya menggerakkan jarinya menekan nomor hyesun.
“Yeobosaeyo, kau masih di situ minho-a?” tanya hyesun. Tak ada jawaban apapun dari minho. Ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil berusaha mencari ide.

“Kau ini serius tidak sih? Aku tutup telponnya ya” ancam hyesun mengikuti ucapan minho beberapa waktu yang lalu.

Minho langsung sontak dari tempat duduknya dan berkata, “Tunggu dulu! aku belum selesai bicara” jawab minho.

“Ya sudah cepat katakan sebenarnya kau ada perlu apa menelpon ku malam-malam begini?” kata hyesun mengulang pertanyaan sebelumnya.

“Ehm, aku ... oh aku hanya ingin menjajal hand phone baru saja kok. Hyesun-a tau tidak aku baru beri handphone lho” ucap minho sambil menggigit bibir bawahnya karena sesungguhnya dia tidak membeli hand phone baru.

“OOO jadi kamu mau pamer ya. Dasar sombong! Tukang pamer!” ejek hyesun.

“Yaa, bukan begitu. Aku hanya ingin mencoba hand phone ini sinyalnya bagus tidak” jawab minho sekenanya. “Ah sudahlah jangan bahas itu. Ehm ... farewell ceremony besok kau datang dengan siapa?” tanya minho sambil mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Dengan manajerku, Song Na Hee dan asistenku, Choi Seon Mi. Kenapa?” tanya hyesun.

“Oh tidak apa-apa. Besok sepertinya aku datang terlambat” ujar minho.

“Wae?” tanya hyesun penasaran.

“Ada yang harus dibahas tentang iklan baruku, jadi kemungkinan besar aku telat tapi tidak lama kok” jawab minho.

“ooo masalah iklanmu. Jadi kau sudah putuskan untuk mengambil iklan itu?” tanya hyesun.

“Iya” jawab minho singkat dan datar.

“Ehm, lalu sudah tau siapa pasangan mu nanti?” tanya hyesun ragu karena khawatir minho menangkap ada kecemasan di balik pertanyaannya.

“Sudah” jawan minho, lagi-lagi dengan suara yang datar

“Siapa?” tanya hyesun dengan suara sedikit berteriak.

“Wae? Sepertinya kau tertarik sekali tentang dengan iklanku ini” ucap minho.

“Anyo, aku cuma ingin tahu saja” jawab hyesun gugup.

“Aku akan dipasangkan dengan Sandara Park, personil 2NE1” jawab minho.

Mendengar nama Sandara Park, pikiran hyesun tiba-tiba kalut. Selesai dengan jawaban tersebut, hubungan via telepon antara keduanya berakhir karena minho ingin agar hyesun segera beristirahat. Namun yang bersangkutan justru disibukkan dengan kecemasannya sendiri. Perintah minho untuk segera tidur tidak dapat dipatuhinya. Hyesun malah tenggelam dengan kecemasannya. Ia berasumsi saat minho dekat dengan Sandara, maka ia tidak lagi mendapat perhatian dari minho. Hyesun benar-benar takut jika yang dibayangkannya menjelma jadi kenyataan. Akhirnya malam itu dilalui hyesun dengan penuh kekalutan.

*******

Keesokan harinya
Hari ini adalah waktu digelarnya acara farewell ceremony BOF. KBS yang merupakan stasiun tv yang menayangkan BOF bertindak sebagai penyelenggara. Hotel bintang lima di kawasan pusat kota Seoul menjadi pilihan pihak KBS. Acara akan dimulai tepat pukul 10 pagi. Para pegawai hotel tampak sibuk mengurusi persiapan akhir.

Sekitar pukul 09.30 para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Petinggi KBS, sutradara, kru dan tentu saja para pemain BOF mulai memadati ruang acara. Para pemain seperti Kim Hyun Jung, Kim Bum, Kim Jun, Kim Seo Eun, Lee Min Jung sudah datang lebih dulu. Mereka harus melalui pagar betis yang dibentuk wartawan sebelum akhirnya berhasil tiba di aula utama. Para pemburu berita ini tidak membiarkan artis-artis tersebut masuk ke dalam gedung tanpa menjawab pertanyaan dari mereka. Kebanyakan wartawan menanyakan tentang optimisme pemain akan keberhasilan BOF.

Pukul 09.50 sebuah mobil putih tampak memasuki halaman hotel. Wartawan langsung saja mengerubuti mobil tersebut. Jepretan-jepretan kamera serta silaunya lampu blitz menuju tepat ke arah pemilik mobil tersebut yang tidak lain adalah Goo Hye Sun. Ketika pintu mobil dibuka, gerombolan pertanyaan dari wartawan menyambut kedatangan hyesun. Ia hanya menjawab dengan ‘Anyong’, ‘Ye’, ‘Kamsahamnida’ sambil terus memasang senyum ramahnya. Wartawan terus saja mengikuti hyesun sampai masuk ke dalam lobi hotel walaupun manager, asisten dan security hotel telah menghalanginya. Hyesun menghentikan langkah kakinya agak lama ketika menunggu lift sampai ke lantai satu. Kesempatan ini tidak disia-siakan wartawan untuk mewawancarai hyesun. Seperti halnya beberapa pemain BOF yang lain, hyesun pun ditanyai seputar optimisme akan kesuksekan drama ini. Ia menjawab bahwa dirinya optimis karena semua kru dan pemain sudah bekerja semaksimal mungkin. Tiba-tiba wartawan mengganti topik pembicaraan seputar kedekatannya dengan minho. Hyesun hanya tersenyum penuh arti menanggapi pertanyaan tersebut. Na Hee, manager hyesun tampak tegang dengan pertanyaan ini. Ia berusaha melerai wartawan yang masih saja mendesak hyesun untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tak berapa lama suara ‘ting’ terdengar. Na Hee dibantu Seon Mi langsung membawa hyesun ke dalam lift guna menyelamatkannya dari serbuan wartawan. Lambaian penuh keramahan masih sempat diberikan hyesun kepada para wartawan ditengah usaha Na Hee dan Seon Mi mengevakuasi dirinya.

“Hyesun-ssi, kau harus lebih hati-hati. Beritamu dengan Lee Min Ho-ssi mulai marak sejak beberapa bulan yang lalu” tegur Na Hee dalam lift.

“Arasso, onnie. Kau sudah mengingatkanku beribu-ribu kali” jawab hyesun yang sengaja memanggil managernya dengan sebutkan onnie agar lebih terasa dekat.

“Na Hee onnie, biarkan saja mereka dekat. Mereka berdua itukan sangat serasi” ucap Seon Mi yang memang mendukung seandainya ada apa-apa antara minho-hyesun.

Na Hee tidak menanggapi ucapan Seon Mi dengan kata-kata. Matanya yang terbuka lebar sudah mencerminkan kalau ide Seon Mi itu sangat ditentangnya. Hyesun hanya tertawa melihat perdebatan antara manager dan asistennya hingga tak terasa mereka sudah sampai di lantai paling atas tempat berlangsungnya acara.

Kru KBS segera menyambut kedatangan hyesun dan menunjukkan kursi yang sudah disediakan untuk hyesun. Sebelum menuju kursinya, ia menghampiri sutradara dan beberapa pemain guna memberikan salam. Keceriaan hyesun muncul ketika ia mendapati sosok Lee Min Jung berjalan menghampirinya. Hyesun dan min jung memang sudah lama bersahabat dekat sebelum terlibat dalam BOF.

“Anyong, hyesun-a. Kau baru datang?” sapa min jung ramah.

“Yee, aku baru saja tiba. Bagaimana kabarmu?” tanya hyesun

Begitulah suasana awal perbincangan mereka. Obrolan seru antara dua sahabat ini pun bergulir. Sampai akhirnya min jung bertanya seputar keberadaan minho.

“Hyesun-a, kau melihat minho? Sepertinya dia belum datang. Padahalkan acara akan dimulai sebentar lagi” ucap min jung.

“Minho akan datang terlambat. Ada sesuatu yang harus diurus seputar iklan barunya” urai hyesun.

“Mwo, terlambat? Huh dasar minho. Yaa, darimana kau tahu kalau sepupuku itu akan datang terlambat sampai alasan keterlambatanya kau pun tahu. Aku jadi curiga ...” kata min jung yang berusaha mengorek informasi dari hyesun.

“DIMOHON KEPADA PARA UNDANGAN UNTUK MENEMPATI KURSINYA MASING-MASING KARENA ACARA AKAN SEGERA DIMULAI” suara MC membuat perbincangan hyesun dan min jung terpotong. ‘Satu lagi pertolongan datang padaku’, ucap hyesun dalam hati.

Ketika para undangan sudah bersiap di tempat masing-masing, acara pun dimulai. Diawali dengan sambutan petinggi KBS yang disusul dengan sambutan Mr. Jung, sutradara BOF. Tiba saatnya bagi hyesun untuk mengucapkan sepatah dua patah kata tentang kesan-kesannya selama syuting BOF. Ia menjawabnya dengan kalimat yang tersusun rapi sambil sekali-kali menghiasi bibirnya dengan senyuman manis. Yang menjadi incaran MC selanjutnya untuk memberikan kesan-kesan adalah Kim Hyun Jung, Kim Bum, Kim Jun, Kim Seo Eun, Lee Min Jung dan beberapa pemain lain.

Sementara itu di luar gedung wartawan mengerubuti mobil merah yang baru saja memasuki halaman hotel. Minho keluar dari mobilnya. Hal yang sama persis dengan hyesun juga menimpa minho. Ia dicecar wartawan seputar kedekatannya dengan hyesun. Setali tiga uang dengan hyesun. Minho pun hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyuman. Minho yang didampingi managernya, Park Sang Ji, segera berlalu dari wartawan dengan alasan bahwa ia memburu waktu. Wartawan akhirnya melepaskan minho pergi begitu saja.

Setibanya di tempat farewell ceremony, minho langsung diantar ke tempat VIP yang dikhususkan bagi pemain utama. Saat minho memasuki ruangan, semua mata menuju padanya. Ia pun membalasnya dengan membungkukkan badan sambil mengucapkan ‘Anyong’.

Di meja VIP sudah tampak olehnya personel F3 akan tetapi ia tidak berhasil menemukan sosok yang menjadi tujuan utama kedatangannya pada acara tersebut. Karena sungkan bertanya pada F3, minho akhirnya memutuskan menyapu seisi ruangan dengan kedua matanya. Ya, saat itu minho sedang mencari keberadaan hyesun. Harusnya hyesun duduk satu meja dengannya namun mengapa tidak ada tanda-tanda kehadiran hyesun di situ. Selesai mengamati seisi ruangan dan tidak berhasil menemukan apa yang dicarinya, rasa khawatir serta merta timbul dalam hati minho.

“Apa dia tidak datang? Tapi mengapa? Mungkinkah dia sakit? Wajar saja kalau hyesun sakit, jadwal syuting BOF sangatlah padat ditambah lagi dengan MAGIC yang sudah menyita waktu liburnya” ucap minho dalam hati.

“Dasar” kata minho pelan namun cukup terdengar oleh Kim Hyun Jung yang duduk di dekatnya.

“Wae?” tanya hyun jung heran karena mendengar minho berbicara sendiri.

“Oh, anyo. Aku hanya melupakan sesuatu. Bukan hal yang penting kok. Lupakan saja”, jawab minho dengan tampang kaget karena tidak mengira kalau hyun jung mendengar ucapannya.

“Oh begitu rupanya” ucap hyun jung yang kini telah kembali fokus ke acara.

Di tengah kegalauan minho, tiba-tiba muncul hyesun yang ternyata dari kamar kecil. Kelegaan seketika memenuhi ruang hati minho diiringi dengan senyum lebarnya. Ia terus saja memandang ke arah hyesun. Seandainya bisa, ingin sekali minho membawa hyesun ke dalam pelukannya. Hanya itu cara baginya untuk mengobati rasa rindu pada hyesun.

“Mr. Jung bisakah kau menyuruhku untuk mengulang adegan di pantai 2 hari yang lalu” gumam minho dalam hatinya sambil membayangkan adegan BOF saat junpyo memeluk jandi di tepi pantai setelah 4 tahun tak bertemu.

Minho tidak mampu mengendalikan dirinya. Walaupun otaknya memerintah untuk fokus ke acara, tapi matanya lebih patuh pada kata hatinya yang membisikan bahwa dirinya masih ingin berlama-lama memandang hyesun karena sudah 2 hari ini ia tidak melihat gadis itu. Akibatnya minho tidak menyimak jalannya acara dan ketika MC menyodorkan microphone padanya guna mempersilahkan minho memberikan kesan-kesannya seputar BOF, ia tidak merespon sama sekali. Sampai panggilan ke 3 pun minho masih belum menanggapi MC tersebut karena tatapan dan pikirannya masih tertuju pada hyesun. Menyadari minho terus memandangi dirinya, hyesun yang kini duduk di depan minho, berinisiatif memberi isyarat padanya.

Minho pun langsung tersadar. Mukanya memerah menahan malu. Seisi ruangan gaduh dan meledek minho yang kedapatan sedang melamun. Segera saja ia bangkit dari kursi, menerima microphone dari MC lalu berbicara seputar BOF.

Acara demi acara telah berlalu tanpa terasa. Farewell ceremony sudah sampai pada penghujungnya. Ketika MC sudah benar-benar menutup acara tersebut, para tamu undangan berhamburan keluar. Para wartawan yang masih setia menunggu di lobi hotel kembali memberondong pemain BOF dengan pertanyaan. Kebanyakan dari mereka menjawab dengan kalimat singkat karena rata-rata sedang diburu waktu. Minho sendiri telah meninggalkan lokasi dari tadi. Setelah berpamitan dengan petinggi KBS, Mr. Jung dan beberapa rekan sesama pemain BOF ia langsung mengambil langkah seribu. Hari ini jadwal minho memang cukup padat. Kesemuanya berkaitan erat dengan iklan barunya. Satu hal yang minho sesalkan saat itu. Ia hanya sempat berbincang sekejap mata dengan hyesun waktu berpamitan. Tidak ada obrolan khusus antara mereka, hanya sekedar basa-basi yang cukup singkat. Namun demikian, minho menyempatkan waktu untuk menjelaskan kegiatan selanjutnya pada hyesun.

Aula tempat berlangsungnya farewell ceremony sudah tampak lengang sama sekali. Hanya tampak petugas hotel sedang merapikan tempat tersebut. Orang-orang yang menghadiri acara tadi telah berkutat dengan urusan masing-masing di tempat berbeda-beda.

******

Malamnya pada hari yang sama.
Seusai menghadiri farewell ceremony, hyesun memutuskan pergi ke galeri lukisnya tanpa didampingi manager dan asistennya. Ia berkutat dengan lukisan-lukisan yang akan dipajang saat pameran nanti. Kegiatan hyesun terhenti manakala ponselnya berdering. Ia mendapati nama min jung di layar ponselnya.

“Yeobosaeyo, min jung-a” ucap hyesun.

“Hyesun-a, apa kau di rumah?” tanya min jung.

“Anyo, aku sedang berada di galeri. Wae?” tanya hyesun.

“Jeongmalyo. Bolehkah aku mampir ke sana? Kebetulan saat ini aku sedang berada di dekat gelarimu” tanya min jung.

“Tentu saja boleh. Tapi dengan satu syarat, kau tidak boleh datang dengan tangan kosong. Aku tunggu ya” jawab hyesun.

“Huh kau ini. Pasti kau belum makan malam kan. Baiklah aku akan membelikan sesuatu untukmu. Kau mau makan apa?” tanya min jung.

“Terserah kau saja asal tidak pakai lama” jawab hyesun lagi.

“Yaa! kau ini, kenapa jadi mirip dengan minho sih yang suka memerintah seenaknya” ucap hyesun.

“Minho? Kenapa membawa-bawa dia. Sudahlah min jung-a, kau cepat datang, perutku sudah keroncongan” pinta hyesun.

“Arasso. Lima belas menit lagi aku tiba” jawab min jung.

Walaupun pembicaraannya dengan min jung telah berakhir, hyesun masih saja memandang ke arah ponselnya.

“Mirip minho? Apa iya? Aish! Lee Min Jung, jangan suka mengada-ada” seru hyesun seorang diri pada ponselnya.

Lima belas menit kemudian min jung tiba membawa dua buah jinjingan. Hyesun langsung menyambar jinjingan tersebut. Ia kemudian membuka dan melahap makan malam yang dibawakan min jung.

“Yaa! kau ini seperti orang belum makan 3 hari. Pelan-pelan hyesun-a, nanti kau tersedak” tegur min jung yang melihat cara makan hyesun.

“Arasso ... arasso ...” jawab hyesun tanpa memandang min jung.

“Kau tidak ikut makan?” tanya hyesun saat baru menyadari bahwa min jung hanya memperhatikannya tanpa menyentuh makanan apapun.

“Tidak, melihat kau makan seperti itu aku sudah kenyang. Kau ini kenapa bisa punya nafsu makan sebesar itu ya. Cik ... cik ... cik ... “ kata min jung sambil menggelengkan kepala.

“Apa kau tidak takut gemuk?” tanya min jung kemudian.

“Anyo. Dari dulu aku selalu makan banyak tapi tubuhku tetap langsing kok” jawab hyesun dengan tingkah agak centil.

“Aigoo. Kau ini sungguh beruntung” ucap min jung.

Pembicaraan mereka terus berlanjut setelah hyesun menyelesaikan makan malamnya. Pergantian topik telah terjadi beberapa kali hingga akhirnya min jung teringat oleh pembicaraan mereka yang terpotong di acara farewell ceremony tadi siang.

“Oh, aku baru ingat. Hyesun-a, kau belum menjawab pertanyaanku tadi siang” ucap min jung sambil memukul keningnya sendiri.

“Pertanyaanmu yang mana?” tanya hyesun seolah-olah lupa akan pertanyaan min jung. Padahal sesungguhnya hyesun masih ingat dengan pertanyaan yang dimaksud min jung, hanya saja ia tidak ingin membahas soal tersebut.

“Pertanyaanku di farewell ceremony tadi, tentang darimana kau tahu kalau minho akan datang terlambat sampai alasan keterlambatanya kau pun tahu” jelas min jung.

“ooooo yang itu ...” hanya kalimat ini yang berhasil di keluarkan bibir hyesun. Dia terdiam beberapa saat sambil menyibukkan diri dengan lukisannya.

“Yaa! kenapa diam. Ayo jawab pertanyaanku” tegur min jung.

“Ehmmmm ... memangnya kau pikir dari mana aku bisa tahu. Tentu saja orangnya sendiri yang bilang saat menelponku” jawab hyesun tanpa mengalihkan pandangannya ke min jung.

“Minho? Kau tahu dari minho?” tanya min jung seolah tak percaya dengan jawaban hyesun.

“Iya tentu saja dari dia. Memangnya kau pikir aku tahu dari dukun” jawab hyesun asal-asalan.

“Aneh. Tidak biasanya minho bersikap seperti itu. Seperti bukan minho saja” ucap min jung dengan tampak bingung.

“Memangnya minho itu sebenarnya seperti apa?” tanya hyesun.

“Wae?! Kau penasaran tentang minho ya” jawab min jung.

“Anyo. Aku cuma ... “ kalimat hyesun terhenti. Ia tidak mau min jung tahu kalau sebenarnya ia ingin mengetahui minho lebih dalam lagi.

“Ah sudahlah. Kalau kau tidak tahu, terus terang saja. Kau bilang kau dekat dengan sepupumu itu, huh ternyata kau bohong ya” lanjut hyesun sambil berusaha memancing min jung.

“Bohong katamu? Enak saja! Kami ini memang dekat sejak kecil. Baiklah aku beri tahu ya” jawab min jung yang tak menyadari ada senyum mengembang di bibir hyesun.

“Minho itu orangnya cuek pada siapapun. Dia jarang sekali menjelaskan sesuatu pada orang lain, termasuk orang tuanya sendiri. Bibi Lee penah marah ketika minho duduk di bangku SMA. Alasannya sepele. Ia tidak memberitahu Bibi Lee bahwa dirinya bergabung dengan klub sepak bola sekolah. Padahal Bibi Lee itu sangat protektif terhadap anak-anaknya. Bibi Lee tidak mau anaknya tumbuh di luar pengawasannya” jelas min jung.

“Oh iya, tadi dia juga begitu kan di acara farewell ceremony. Minho langsung ngeluyur begitu saja tanpa memberitahu siapapun dia mau kemana. Aku bahkan sama sekali tidak sempat bicara dengannya” urai min jung yang menghentikan sejenak kalimatnya untuk meneguk segelas air. Sementara itu hyesun masih menyibukkan kedua tangannya dengan lukisan sedangkan telinga dan otaknya berkonsentrasi penuh dengan penjelasan min jung.

“Dia masih harus mengurus iklan barunya. Jadwal minho padat akhir-akhir ini” ucap hyesun.

“Yaa! kau tahu dari mana lagi tentang semua itu?” tanya min jung.

“Dari minho, memang kau pikir dari dukun” ucap hyesun seperti perkataannya di awal.

“Kapan? Waktu dia menelponmu?” tanya min jung.

“Anyo. Sebelum meninggalkan acara farewell ceremony, minho mengatakan itu padaku” jawab hyesun.

“Mwo! Bukannya dia tadi tampak terburu-buru? Kok masih sempat ngobrol denganmu?” tanya min jung.

“Anyo. Kami tidak ngobrol. Dia hanya menghampiriku sebentar. Setelah memberitahukan hal tadi dia langsung pergi” jelas hyesun.

“Jadi minho menghampirimu hanya untuk menjelaskan kemana dia akan pergi. Aneh sekali anak itu. Hyesun-a aku rasa minho menyukaimu” ucap min jung sambil tersenyum.

“Yaa! Lee Min Jung, kau jangan sembarangan bicara” protes hyesun.

“Anyo. Aku serius hyesun-a. Minho tidak pernah seperti itu pada orang lain. Aku rasa cuma kau yang diberitahunya tentang hal tersebut. Bibi Lee saja aku yakin tidak mengetahui ini” sambung min jung.

“Ah sudahlah. Kok jadi ngelantur ke topik ini. Kau tadi kan sedang cerita padaku bagaimana sebenarnya sifat minho. Ayo cepat lanjutkan. Kalau cerita tidak boleh seporong-sepotong, pemali” kata hyesun yang berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Oh iya, aku jadi lupa” ucap min jung sambil menepuk meja.

“Dasar min jung. Kau gampang sekali dipengaruhi ya” ucap hyesun dalam hati dan kembali fokus pada cerita min jung.

“Selain itu, minho juga jahil. Sering sekali aku menjadi korban kejahilannya. Dia juga suka bertindak seenaknya sendiri. Dan satu lagi ... “ min jung kembali menghentikan kalimatnya. Kali ini hyesun memalingkan wajahnya ke arah min jung hingga membuat mereka saling menatap.

“Minho itu sukaaaaaa sekali memerintah orang, seperti kau barusan” jelas min jung. Kalimat terakhir min jung membuat mata hyesun terbuka lebar.

“Yaa! Kenapa kau menyamakanku dengan dia?” protes hyesun.

“Habis memang begitu adanya. Waktu aku pertama mengenalmu ketika kita bertemu di acara KBS 3 tahun lalu, kau tidak begitu hyesun-a” ucap min jung. Mereka memang dekat semenjak bertemu di salah satu acara yang diselenggarakan KBS. Hyesun dan min jung merasa cocok satu sama lain hingga akhirnya mereka bersahabat dekat. Namun hyesun belum pernah sekalipun bertemu minho walaupun min jung telah menceritakan bahwa ia mempunyai sepupu yang juga seorang public figure. Hyesun sendiri juga tidak berminat mengenal sepupu min jung. Ia baru mengenal minho ketika dipersatukan dalam BOF.

“Min jung-a, tega sekali kau menyamakan aku dengan sepupumu yang sepertinya tidak ada sisi positifnya itu” protes hyesun.

“Siapa bilang minho tidak punya sisi positif?” bela min jung.

“Masalahnya dari tadi kau selalu membahas kejelekan minho dan tidak pernah menyinggung kebaikannya” jelas hyesun.

“Minho juga memiliki sisi positif. Dia itu bisa berubah menjadi saaaaaangat perhatian terhadap apa yang ia cintai. Contohnya seperti ini, waktu baru lulus SMA, minho dibelikan kura-kura oleh kakaknya yang memang pecinta binatang. Tanpa diduga, ia sangat menyayangi kura-kura itu. Minho memelihara kura-kuranya dengan penuh perhatian. Sampai suatu hari kura-kuranya mati. Aku sendiri tidak tahu kenapa kura-kura itu bisa mati. Sifat cuek minho yang tidak suka menjelaskan sesuatu pada orang lain kumat lagi, akibatnya tidak ada satupun orang yang tahu penyebab kematian kura-kura itu” urai min jung.

“ooo begitu” balas hyesun.

“Hyesun-a, tadi kau bilang minho menelponmu kan. Kalian sering telpon-telponan ya?” tanya min jung penasaran.

“Anyo. Aku jarang menelponnya. Minho yang selalu menelponku. Kalau ponselku berdering malam-malam sudah dapat dipastikan telpon itu pasti dari minho” ucap hyesun.

“Mwo? Minho sering menelponmu? Di malam hari?” cecar min jung.

Hyesun menggigit bibir bawahnya ketika sadar bahwa telah keceplosan. Baru saja ia hendak angkat bicara namun min jung sudah keburu mendahuluinya.

“Yaa! Aku rasa minho memang bener-benar menyukaimu. Dia memperlakukanmu beda dengan yang lain. Dia lebih perhatian dan lebih terbuka denganmu, bahkan untuk hal sepele sekalipun. Hyesun-a, jangan-jangan gossip tentang hubungan spesialmu dengan minho benar ya?” tanya min jung.

“Ah sudahlah jangan bahas itu lagi. Aku sudah mau pulang dan tidur supaya tidak telat ke acara konferensi pers BOF besok. Cepat bereskan tas mu” jawab hyesun. Ia berusaha menghindari pertanyaan min jung. Sahabatnya ini juga tidak mau mendesak hyesun. Min jung hafal betul watak hyesun. Ia tidak akan bercerita jika tidak berkehendak, meski dipaksa sekalipun. Mereka akhirnya meninggalkan galeri hyesun dan pulang menaiki mobil masing-masing.

*******
Kediaman minho, pukul 21.00
Keluarga Lee sedang berkumpul di ruang makan. Jarang-jarang mereka bisa seperti ini. Semenjak terlibat BOF, minho dipastikan tidak akan makan malam di rumah. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di lokasi syuting. Sementara putri sulung keluarga Lee, Lee Yeo Won yang juga seorang aktris, memiliki rutinitas yang sama dengan adiknya semenjak menerima tawaran peran sebagai ratu pertama korea. Walaupun sudah memutuskan fakum dari dunia seni peran setelah menikah dengan seorang pengusaha bernama Han Jae Bin dan memiliki seorang putri bernama Han Shin Bi, jiwa seninya kembali terpanggil tatkala disodorkan tawaran ini.

Seusai makan, minho tidak langsung menuju kamar tidurnya. Ia memilih menonoton tv karena matanya memang belum mengantuk. Ada hal mengganjal dalam hatinya hingga membuat rasa kantuk belum menghinggapi meski waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. Lee Yeo Won menghampiri minho setelah menidurkan Shin Bi. Ia memutuskan menginap di rumah orangtuanya karena saat ini Jae Bin sedang ke Jepang untuk urusan bisnis. Kegundahan yang terpancar jelas di wajah minho, berhasil ditangkap oleh kakaknya. Yeo Won dapat menebak bahwa pikiran minho berkelana entah kemana meskipun dari tadi matanya menandang tv.

“Minho-a, kau belum tidur?” tanya Yeo Won.

“Oh, onnie. Belum, aku belum mengantuk” jawab minho yang agak terkejut mendapati kakaknya yang tiba-tiba sudah duduk di sampingnya.

“Bukankah belakangan ini kau sibuk. Sebaiknya kau cepat istirahat agar tubuhmu bisa rehat sejenak” ujar Yeo Won yang bermaksud menasehati adiknya.

“Arasso, onnie. Sebentar lagi aku tidur” jawab minho.

“Wae? Apa ada masalah yang kau pikirkan? Kalau aku lihat kau tidak serius menonton tv” tanya Yeo Won lagi.

“Anyo. Tidak ada masalah apapun” jawab minho sambil menekan-nekan tombol remote tv. Jarinya terhenti di channel KBS ketika stasiun tv ini memberitakan tentang farewell ceremony BOF tadi siang. Gambar yang sedang diputar saat itu adalah hasil wawancara dirinya dan hyesun ketika ditanya di tempat terpisah seputar hubungan yang terjalin diantara mereka. Senyum kecut terpasang di bibir minho. Serta merta Yeo Won tahu apa yang melatarbelakangi kegundahan minho. Berita kedekatan minho dan hyesun memang sedang kencang berhembus hingga akhirnya sampai juga ke telinga kakaknya.

“Jadi ini yang menjadi pikiranmu?” tanya Yeo Won sambil tersenyum.

“Mwo” jawab minho dengan wajah bengongnya.

“Dongsaeng-a, kalau kau suka padanya katakan saja. Aku juga menyukai gadis ini. Waktu aku mengunjungimu di lokasi syuting BOF bersama Shin Bi, aku bisa menilai bahwa ia orang yang baik, ramah dan sepertinya dia menyukai anak kecil karena dalam waktu sekejap Shin Bi langsung akrab dengannya. Kau tahukan watak pemalu keponakanmu itu. Dia sulit sekali dekat dengan orang yang baru pertama kali ditemuinya. Dan satu lagi. Hyesun juga saaaaangat cantik. Kalau aku pria, langsung kukejar dia dan kau sudah pasti kalah dari ku jika sikapmu seperti ini” kata Yeo Won yang bermaksud meledek minho yang sepertinya tidak berani mendekati hyesun.

“Onnie! Jangan meledekku seperti itu” ujar minho dengan mulut dimonyongkan.

“Yaa! ternyata benar dugaanku barusan” sambung Yeo Won sambil tersenyum.

“Yee, kau benar kakakku sayang. Hah, kenapa susah sekali menyembunyikan sesuatu dari mu ya” keluh minho yang memang dari dulu kagum dengan kemampuan kakaknya menebak masalah dalam keluarga mereka.

“Lalu kau tunggu apa lagi. Kejar dia. Masa seorang Lee Min Ho tidak punya keberanian untuk menyatakan perasaannya kepada seorang gadis” kata Yeo Won.

“Sudah. Aku sudah berusaha mendekatinya tapi dia tidak merespon” ujar minho.

“Kau sudah bilang belum tentang persaanmu padanya?” tanya Yeo Won.

“Belum” jawab minho.

“PABO! Kalau kau tidak bilang terus terang, bagaimana hyesun mengetahui persaanmu padanya. Seorang wanita itu butuh kepastian. Kalau kau hanya mendekatinya tanpa mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya, dia akan mengira kalau kau tidak serius padanya” jelas Yeo Won.

“Maksud onnie, aku harus bilang padanya kalau aku mencintainya?” tanya minho.

“Ya ampun, Lee Min Ho masa hal seperti itu saja mesti aku ajari. Ya tentu saja kau harus bilang. Aku baru percaya ungkapan pepatah yang mengatakan bahwa orang jatuh cinta terkadang menjadi bodoh, setelah melihatmu seperti ini” jawab Yeo Won.

“Onnie! Berhentilah meledekku” pinta minho.

“Arasso. Miane, dongsaeng-a sudah lama aku tidak mengejekmu” jawab Yeo Won.

“Ini bukan saatnya kau mengejekku” timpal minho. Suasana tiba-tiba menjadi sunyi saat minho mengatakan “Tapi ... aku takut” dengan wajahnya yang tertunduk.

“Takut? Apa yang kau takutkan? Takut kalau karirmu akan menurun jika memiliki seorang kekasih? Kalau pikiranmu seperti itu, aku kecewa padamu, minho-a” kata Yeo Won.

“Bukan itu yang kutakutkan” jawab minho.

“Lalu?” tanya Yeo Won lagi.

“Aku takut kalau hyesun menolak perasaanku” jawab minho.

“Aigoo. Dongsaengku ini benar-benar bodoh. Sekarang coba kau jawab pertanyaanku. Apa kau yakin dengan perasaanmu?” tanya Yeo Won

“Maksud onnie?” tanya minho.

“Yaa! kau ini mau memancing emosiku ya. Maksudku, apakah kau benar-benar mencintai hyesun dengan tulus?” tanya Yeo Won lagi.

“Tentu saja aku mencintainya. Onnie pikir aku hanya main-main dengannya” jawab minho, kali ini dengan nada bicara yang bersemangat.

“Kalau begitu kau tidak perlu cemas akan hal itu. Jika kau benar-benar tulus mencintainya dia pasti akan mempertimbangkanmu dan tidak menolakmu begitu saja ... Aku tanya satu hal lagi. Selama kau mendekatinya, apa dia membuka diri padamu?” tanya Yeo Won.

“Ehmm. Kalau yang onnie maksud ‘membuka diri’ berarti hyesun tidak menampikku saat aku berusaha mendekatinya, maka jawabnya ‘ya’. Hyesun tidak pernah menolak kalau aku ajak bercanda. Jika tengah malam aku menelponya pun, ia masih meladeniku” jawab minho.

“Itu tandanya ia tidak keberatan jika kau mencoba mendekatinya. Hanya saja seperti ucapanku tadi, hyesun membutuhkan kepastian darimu” jawab Yeo Won.

“Benarkah? Onnie serius? Kali ini onnie tidak sedang meledekku kan?” tanya minho dengan mata berbinar.

“Tentu saja aku serius. Beberapa waktu yang lalu min jung pernah bilang padaku bahwa hyesun agak tertutup. Jadi kalau dia sudah membuka diri padamu, itu suatu pertanda yang baik” jelas Yeo Won.

“ooo jadi begitu ya. Ngomong-ngomong, kapan min jung cerita hal seperti itu pada onnie” tanya minho.

“Ehmm. Kapan ya ... oh aku ingat. Beberapa hari yang lalu aku bertemu min jung yang sedang bersama hyesun di cafeteria KBS. Aku memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Tak berapa lama kemudian hyesun berpamitan pada kami karena ia ada urusan. Saat min jung bertanya urusan apa, hyesun tidak mau menjawabnya. Setelah hyesun meninggalkan kami, min jung bercerita padaku kalau hyesun orang yang tertutup. Meskipun mereka bersahabat, hyesun tidak terbuka 100% pada min jung. Yaa! ternyata hyesun dan min jung, sepupu kita, adalah sahabat dekat. Suatu kebetulan yang tidak disangka-sangka kan” jawab Yeo Won.
 
“Jadi onnie pernah bertemu hyesun selain di lokasi syuting BOF waktu itu. Kenapa dia tidak cerita padaku tentang ini?” tanya minho pada dirinya sendiri.

“Sudah ku bilangkan. Hyesun menunggu kepastian darimu. Dia itukan orang yang tertutup, jadi dia pikir untuk apa cerita kepadamu yang notabene-nya bukan siapa-siapa hyesun” jelas Yeo Won

“Sudahlah, kau tunggu apa lagi. Cepat ungkapkan perasaanmu padanya. Apa kau tidak pede dengan dirimu sendiri. Wajahmu tidak jelek-jelek amat untuk ukuran seorang pria. Andai kau bukan adikku, aku mungkin akan menjadikanmu pacar” ledek Yeo Won lagi.

“Onnie! Sudah kubilang jangan meledekku!” protes minho.

Yeo Won tertawa melihat mimik kesal adiknya. Ketika sudah berhasil meredakan tawanya, Yeo Won berkata, “Setelah ini apa rencanamu?”

“Mengikuti saran onnie. Besok ada acara konfrensi pres BOF, aku rasa itu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya pada hyesun” jawab minho.

“Ide bagus. Aku setuju itu. Minho-a, hwaiting!” seru Yeo Won pada adiknya.

Kedua kakak beradik ini akhirnya menyudahi diskusi panjang mereka. Buah yang dapat dipetik oleh minho dari perbincangan dengan kakaknya adalah sebuah tekad yang kuat untuk mengungkapkan perasaannya pada hyesun esok hari.

TO BE CONTINUED
« Last Edit: April 02, 2011, 08:26:55 am by Liko »

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #1 on: April 14, 2010, 08:38:15 am »
WawWw
bgus bnget critanx zizth..
Seperti knyataan malah..
Cpat d lanjutkan yah..
Penasaran bnget nich gmana cra Minho ngungkpin perasaannx ke hye sun.. HWAITING zizth
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #2 on: April 14, 2010, 08:43:38 am »
Wow dah di posting toh...  [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-gen013]
Storyline nya bagus... punk obat buat para fakir minsun neh... jadi inget momen-momen minsun di BTS BOF [hmpfh]

Sist... klo bisa hurufnya agak GEDE-an ya... biar lebih enak bacanya... [biggrin]

Quote
“Ehm, aku ... oh aku hanya ingin menjajal hand phone baru saja kok. Hyesun-a tau tidak aku baru beri handphone lho” ucap minho sambil menggigit bibir bawahnya karena sesungguhnya dia tidak membeli hand phone baru.
yang ntuh bukannya beli ya  [what]

Quote
“Jeongmalyo. Bolehkah aku mampir ke sana? Kebetulan saat ini aku sedang berada di dekat gelarimu” tanya min jung.
gelari or galeri?  [sweat]

Thankyou buat chapter perdananya... g sabar nunggu chapter berikutnya... [hmpfh]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #3 on: April 14, 2010, 07:49:00 pm »
Hai liko salam kenal, mian belum sempat buat index-a utk ffmu coz inetku lg lola bgt smg entar siang sdh ga lg *moga aja mami or endree lg ga sibuk n bs mskkan ke index*... Liko selamat bergabung di forum fakir minsun, happy posting ff n ingat rules..Trus jgn patah semangat sm koment yg kdg pedas..Ok..AZAA..

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #4 on: April 14, 2010, 10:19:31 pm »
anyyong liko,, lam kenal.. ffnya bagus say lanjutin yaaa,, jadi berasa di dunia nyata.. [hmff] [hmff]

oia ne dda koreksi sedikit,, bagian yg ini :

“Minho-a, kau belum tidur?” tanya Yeo Won.

“Oh, onnie. Belum, aku belum mengantuk” jawab minho yang agak terkejut mendapati kakaknya yang tiba-tiba sudah duduk di sampingnya.

seharusnya untuk panggilan adik laki2 kepada kakak perempuanny di korea dengan sebutan "noona"bukan "onnie" kalo onnie untuk adik prempuan kpd kkak permpuan,,  [biggrin] [biggrin]

itu ajj kog liko yg SEMANGAT yah lanjutinnyaaaa,,, [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [AddEmoticons04267] [AddEmoticons04267][/size][/size][/size]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #5 on: April 15, 2010, 09:12:42 am »
Liko : sudah saya buat indexnya...

Ceritanya Ok hanya ada beberapa kata yang salah dan panggilan adik laki-laki untuk kakak perempuan adalah noona..

Semangat ya, ditunggu lanjutannya..

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #6 on: April 15, 2010, 11:22:21 pm »
Anyong liko ^^

Aku baru baca ff km.. Its so good story nyaa..

Bener kata sist amira.. Ditunggu next chapt secepatnya ^^

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #7 on: April 16, 2010, 06:47:33 am »
@ Echyn MinHo LeeSun : aku juga belum kepikiran caranya

@ Vay_za : ok ntar aku gedein. kemaren ntu lupa diedit jadi font zise-nya ngikutin default-nya. iya, itu salah ketik, jempol ku kepeleset di keyboard.

@ Amira : tenang sist, aku doyan sambel kok. thanx ya indexnya.

@ Aurel_Aurellya : iya, aku ga ngeh. makasih ya udh diingetin.




Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #8 on: April 16, 2010, 06:52:02 am »
Tadinya aku berencana pake tp lupa link-nya trus aku jg ga nyimpen filenya. jadi karena ga mau pusing tujuh keliling nyariin link, mending aku biarin chap 1 polos aja. sebaiknya ff ini pake piku ga ya  [chin]

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #9 on: April 19, 2010, 04:16:28 am »
anyonggggg FF baru yah  [lovestruck] mian baru bisa baca n ngoment mumpung lagi "libur"  [biggrin]

ola Liko storynya bagus n setuju ma yg laen jadi inget moment2 minsun neh  [drool] n emang ada baiknya kl ditambahin ma piku2 jadinye lebih meresap dah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ok lanjutkan sista tak sabar buat baca lanjutannya  punk punk punk

oya ini di post di short FF berarti neh FF maksimal 5 chapter tamat dunk [cry] padahal kalo cerita tentang minsun 100 chapter pun gak bakalan cukup  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline helen XD minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 11
  • the true love
  • Location: indonesia tanah tercinta wkwekwek XD
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #10 on: April 20, 2010, 09:08:31 am »
update dong  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #11 on: April 21, 2010, 05:37:30 am »
wah... new fanfic MinSun...  [drool] [drool] [drool]
jdi, pas bca jdi keinget sama momen" MinSun d'BBF neh... eh.. iya klo bsa mke foto sist byar jdi lbh matapppp... [hmpfh]
Ups... sorry I'm forget... salam kenal n happy posting ya... punk

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #12 on: April 21, 2010, 09:13:33 pm »
sepi amat ....

tidak ada tanda-tanda kehidupan di sini. jangan2 ga ada yg baca. jadi ragu mau update chp.2

help me please
tadi aku coba update chp.2 tapi kok tampilnya di page 1 terus ya? cara buka page baru gimana?
udah aku ubek2 kaga nemuin caranya

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #13 on: April 22, 2010, 01:31:55 am »
dibaca kok sist....

cuman belum bisa koment...kan belum diapdet yang terbaru...

ayo buruan diapdet...
seru banget kok ceritanya...seakan-akan beneran erjadi...

moga-moga malah beneran...
ayo sist diapdet

aku kasih penyemangat dweh  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

ditunggu ya sist apdetan terbarunya...

 [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: OFF AIR chapter 1 updated 14 April 2010
« Reply #14 on: April 22, 2010, 07:20:25 am »
Liko : pm-an lu sudah aku balas, langsung aja post seperti lu ngasih koment sist...
Jangan patah semangat klo yang kasih koment sedikit mungkin mereka belum tau caranya kasih koment sehingga banyak yang sr & bisa juga belum tahu ff ini coz ff aku aja yang baca & kasih koment juga dikit kok...

di tunggu ya chap 2 nya... AZAA