Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 46788 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 8) 25/06/2010
« Reply #90 on: June 28, 2010, 02:45:03 am »

xixixiix, Jung Min dah mulai berasap nich ubun2nya, apalagi pas ketemu ama Hyung nya Lee Jung Moon, ..
Feel sorry for Ji Hoon, dah jauh2 dtg ke Soeul eh malah dpt kabar and ketemu lgsg ama clon suaminya Hye Na...
ayo sista lanjutkan... [clap] [clap] [clap] [clap]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 8) 25/06/2010
« Reply #91 on: July 01, 2010, 04:10:37 am »

xixixiix, Jung Min dah mulai berasap nich ubun2nya, apalagi pas ketemu ama Hyung nya Lee Jung Moon, ..
Feel sorry for Ji Hoon, dah jauh2 dtg ke Soeul eh malah dpt kabar and ketemu lgsg ama clon suaminya Hye Na...
ayo sista lanjutkan... [clap] [clap] [clap] [clap]

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

belum siap buat updet lagi... gak tahu kapan say...  [heh] [heh] [heh] [heh]


 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

kabuuuuuuuuuurrrrr sebelum  [collapse] [collapse] gara-gara di  [guns] [head break] 1 tret...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #92 on: July 01, 2010, 05:09:33 pm »
Chapter 9

“siapa laki-laki itu…”tanya Jung Min, menyelidik, menatap jalan dihadapannya sambil terus mengendarai mobilnya.
Hye na mengalihkan pandangannya pada Jung Min dan menatapnya sinis “bukan urusanmu…”jawab Hye na, yang sudah sangat kesal dengan sikap Jung Min yang sangat aneh padanya

“….”Jung Min diam, menatap Hye na dalam, penuh kemarahan, lalu tiba-tiba membanting stir kekiri, dan menghentikan laju mobilnya secara mendadak “yya…apa yang kau lakukan…”seru Hye na, yang saat itu terpelanting kekiri.
Hye na menatap En Kyu yang makin kuat memeluknya, lalu mengusap kepalanya perlahan.
Jung Min diam “… siapa anak ini…”tanya Jung Min kemudian, menatap sekilas anak yang berada di pelukan Hye na “Mwo…Waeyo…?”

“bukan urusanmu…”jawab Hye na, yang ternyata membuat Jung Min semakin berang. Jung Min menatap Hye na sengit, lalu memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela mobilnya, turun dan menutup pintu mobilnya. Jung Min terlihat duduk di kap depan mobilnya, meletakkan kedua tangannya, di wajahnya. Hye na yang masih berada di dalam mobil, diam, menatap tingkah Jung Min. Entah apa yang sudah terjadi pada Jung Min, dirinya juga tidak mengerti. Hye na menarik napasnya dalam, lalu menatap En Kyu di pangkuannya yang kini terlihat tengah tertidur. Namun Hye na melihat keganjilan dari En Kyu.

Keringat dingin terlihat mengalir deras di seluruh tubuhnya, Hye na lalu meletakkan tangannya di kening En Kyu, mengukur suhunya, dan mengusap keringat dingin yang makin deras mengalir dari dahi En Kyu. Hye na diam, terdengar desisan sakit dari mulut En Kyu . Hye na diam, bingung apa yang harus dipikirkannya. Hye na mengusap keringat dingin di dahi En Kyu dengan tissue lalu keluar dari mobil Jung Min, diam-diam, berusaha tanpa sepengatahun Jung Min.

Tak lama Hye na turun dari taksi dan berlari kecil dengan En Kyu di pelukannya menuju kesebuah rumah. Hye na masuk dan segera meletakkan En Kyu di ranjang, tak lama terdengar langkah kaki beberapa orang yang mendekat. “Hye na…ada apa dengan En Kyu..”tanya Ji Hoon. Hye na menatap Ji Hoon khawatir. “YYa…seharusnya aku yang bertanya padamu… kenapa kamu tidak mengatakan kalau En Kyu demam…?”tanya Hye na marah, menatap Ji Hoon. Keduanya saling menatap, lama hingga seseorang memecahnya

“yya.. sudah-sudah… lebih baik sekarang kita turunkan dulu demamnya “Kang Il…tolong ambilkan baskom dan juga handuk… dan Jung Moon-ssi..bisakah anda mengambil beberapa es batu…”kata Nyonya Yoon, yang kemudian disusul anggukan dan langkah cepat untuk mengambil semua yang dibutuhkan. Hye na menghela napas, lalu menatap En Kyu. Mengusap keningnya perlahan. Sedangkan Ji Hoon terlihat membuka kancing baju En Kyu dan mulai memeriksanya. Hye na menatap En Kyu sedih, lalu perlahan bangkit keluar dari kerumunan.

Diwaktu yang sama, di tempat yang berbeda…

“sial…!!!”seru Jung Min, setelah mengetahui kepergian Hye na. Jung Min, menutup pintu disisinya, lalu melajukan mobilnya cepat. Ketempat dimana segala yang dipikirkannya akan segra menghilang. Melupakan semuanya kegundahannya walaupun hanya sesaat, tapi baginya sangat membantu.

Jung Min menatap kosong gelas kecil dihadapannya. Beberapa botol alcohol terlihat sudah habis di hadapannya. Ketika ia akan meneguk alkohol di gelasnya, tiba-tiba ponselnya berdering keras. Jung Min berdecak sebal, mengambil ponsel di jas yang disampirkannya di kursi tepat disisinya. “yaaiiissshh…”kata Jung Min tak sabar

“sudah tidak usah diangkat…”kata seseorang yang terlihat menutup ponselnya dan memasukkannya kembali ke saku celananya. “tolong bir…”katanya

“yyaa… Seung Gi…kenapa…”kata Jung Min, mabuk

“seharusnya aku yang bertanya itu padamu… kenapa…?”

“ha..ha..ha..ha…”Jung Min hanya mengeluarkan tawa terputus-putus yang terdengar aneh

“apa karena Hye na agashi…”tanya Seung Gi yang ternyata berhasil membuat Jung Min diam lalu menuangkan alkohol di gelasnya kembali.

“benarkah…. Tebakanku benar…?”kata Seung Gi lagi. Jung Min diam tidak menjawab.

“sebenarnya apa yang terjadi padamu… aku sangat bingung atas semua perubahanmu…”tambah Seung Gi. Dan lagi-lagi Jung Min hanya diam “apa yang kamu dapat tentang laki-laki itu…”tanya Jung Min, mengalihkan pertanyaan Seung Gi. Jung min terlihat meletakkan kepalanya di meja, dan memejamkan matanya.

Seung Gi diam, menatap tingkah Jung Min, lalu menepuk punggung Jung Min “lebih baik kita pulang…kamu kelihatan sudah sangat mabuk…”kata Seung Gi, yang kemudian bangkit dari kursinya, mengambil jas Jung Min dan mengangkat tangan Jung Min yang kemudian di letakkannya di pundaknya. Perlahan Seung Gi memapah Jung Min keluar dari pub dan membawanya masuk kedalam mobil.

Seung Gi menatap Jung Min yang sudah tertidur disisinya “kapan kau akan benar-benar meninggalkan alkohol dan berubah secara total…tapi jika benar karena Hye na, maka kamu harus berjuang keras… banyak sekali lawan yang harus kamu hadapi, termasuk hyung mu dan perasaan Hye na sendiri…”gumam Seung Gi, menghela napas berat, dan kemudian mulai memasukkan gigi dan melajukannya cepat, menembus kegelapan dan hawa dingin malam hari.

********

Matahari kembali terbit, menyinari dan menghangatkan kehidupan. Perlahan Hye na membuka matanya oleh usapan didahinya. Hye na membuka matanya, dan terlihatlah sebuah senyum yangmana bagi Hye na lebih indah dari matahari pagi. Hye na meletakkan pungung tangannya di dahi En Kyu “En Kyu-aa… gwenchana…?”tanya Hye na, membalas senyumannya. En Kyu terlihat menganggukkan kepala dengan senyum yang masih terkembang di wajahnya. Hye na bangkit dan mengambil stetoskop milik Ji Hoon, memeriksa keadaan En Kyu.

Perlahan setelah Hye na memakai stetoskop itu, Hye na meletakkan ujungnya yang bundar ke tubuh En Kyu “dingin noona…”kata En Kyu, sambil tertawa jenaka pada Hye na, membuat Hye na tersenyum. Hye na mencoba memeriksa kembali keadaan En Kyu “… semuanya sudah membaik, pernapasannya, detak jantungnya…tidak ada masalah…”gumam Hye na.

“bagus En Kyu…noona senang kamu tidak apa-apa…”kata Hye na, mengancingkan kemeja En Kyu kembali dan menyelimutinya. Perlahan En Kyu bangun “…karena ada dokter Hye na disini…jadi semuanya cepat membaik…”jawab En Kyu, tersenyum dan mengangkat kedua tangannya tinggi. Mendengar perkataan dan tingkahnya, membuat senyum Hye na kembali terkembang. Hye na menatap En Kyu gemas dan mengacak-ngacak rambut En Kyu. “ahh… noona…”kata En Kyu kesal, membenarkan kembali tatanan rambutnya.

“…syukurlah jika ia tak apa…” sambung seseorang tiba-tiba, membuat Hye na memalingkan wajahnya. “JI Hoon oppa…”kata Hye na pelan. Ji Hoon tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya di sisi lemari tepat yang berada disamping pintu.

En Kyu yang mengetahui siapa yang datang, langsung bangkit dari tempatnya dan berlari kearah Ji Hoon “Hyung…”seru En Kyu senang, memeluk Ji Hoon erat. Hye na menatap itu lalu tersenyum. Ji Hoon tersenyum menatap senyum yang tercipta di wajah Hye na, lalu terdiam, menyadari sesuatu. “ayo kita main hyung…”ajak En Kyu, menarik ujung pakaian Ji Hoon.

Ji Hoon menatap En Kyu diam, lalu… “En Kyu-aa…mainlah dulu diluar…”kata Ji Hoon. En Kyu tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. Saat itu Hye na terlihat tengah melipat selimut En Kyu dan memasukkan kembali handuk yang sudah mulai mengering kedalam baskom kompres. Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika tiba-tiba sebuah tangan mencengkeram lengannya. Hye na menatap orang itu. Ji Hoon membalas tatapan Hye na. keduanya saat ini saling menatap dan sangat dekat. Ji Hoon mengambil baskom kompres ditangan Hye na dan meletakkannya di atas meja. Kemudian menatap Hye na kembali dan menggenggam tangan Hye na, lembut.

******

“dimana dia sekarang pengawal Park…?”

“di yayasan agashi… Han Boung Yo nim…”

“jemput dia…lakukan apapun jika dia melawan…”

“nee… Han Boung Yo nim…”balas pengawal Park yang kemudian membungkukkan tubuhnya, berpamitan. Dan pergi.

Tuan Han terlihat sangat geram pagi itu, seseorang mengabari tentang kepulangan laki-laki itu. Laki-laki yang bisa mengacaukan semua rencananya. Laki-laki yang tidak disukainya jika ia berdekatan dengan putri tersayangnya. Laki-laki yang sangat mungkin dapat membawa Hye na pergi dari sisinya lagi…

Laki-laki yang selalu membuat dirinya khawatir dan merasa gundah. Laki-laki yang membuat dirinya hampir melakukan apapun untuk menghancurkannya. Laki-laki yang memaksanya harus melihat Hye na bersedih. Laki-laki yang memaksanya melakukan apapun untuk memisahkannya dengan putri tersayangnya. Laki-laki yang membuat dirinya mengutuki dirinya sendiri karena membuat putri tercintanya menangis dihadapannya…appanya. Dan laki-laki yang membuat dirinya kalah di hadapan Hye na.

“Joo Ji Hoon…”gumam Tuan Han yang lebih terdengar seperti geraman. Tuan Han memandang kosong pemandangan dari jendela kacanya dan terlihat di sela-sela jarinya, ia mencengkeram keras sebuah kertas, tepatnya foto.
Foto itu terjatuh dan terlihat jelas di sana, sebuah pemandangan yang membuatnya makin geram. Sebuah gambar dimana terlihat seorang wanita dan seorang pria berpelukan.

****************

Ketukan dipintu terdengar, mengawali hari bersamaan dengan sinar matahari dan kehangatan yang memancar. Orang itu membuka pintu dan senyum terkembang diwajahnya ketika menatap seseorang yang tengah terduduk diam di sofa menatap kosong sesuatu di atas meja. “sudah bangun rupanya…”sapa orang itu “aku telat lagi ternyata…”tambahnya. Laki-laki dihadapanya masih diam.

Orang itu ikut diam, menatap laki-laki itu, lalu berdeham keras “…yya…Jung Min…pesawatmu berangkat pukul 1 siang nanti…”katanya
Jung Min hanya diam, dan mengiyakan dengan isyarat matanya. Pikirannya masih memikirkan sesuatu. Orang itu diam, menatap tingkah Jung Min. “…yya…Seung Gi…”sapa Jung Min, akhirnya. Seung Gi terlihat menatap Jung Min, yang masih diam menatap sesuatu di hadapannya.

“…apa yang terjadi jika wanita yang sudah dilamar, menyukai laki-laki lain, memilih laki-laki itu dan pergi…?”tanya Jung Min tiba-tiba. Seung Gi diam, menatap Jung Min, lalu terdengar tawa keras di ruangan tersebut. “…yya…kenapa tertawa…”tatap Jung Min marah.

“ahh…mian…mian…”kata seung Gi yang kemudian terdengar dehaman dari mulutnya, dan menatap Jung Min, menyelidiki “…eerrrmmm apakah wanita yang kamu maksud Hye na-ssi…?”tebak Seung Gi. Jung Min diam, lalu berdeham, disusul batuk keras dari mulutnya. “anyi…aku hanya bertanya…dan…”

“mengumpamakan Hye na…”sambung Seung Gi, membuat Jung Min makin berang.

“lupakan…!!!”seru Jung Min, bangkit dari tempatnya dan masuk kedalam kamar mandi.

Seung Gi diam, tersenyum menatap kepergian Jung Min. “tergantung…”jawab Seung Gi akhirnya. Membuat Jung Min penasaran dan melongokkan kepalanya keluar dari kamar mandi “apa maksudmu…”tanya Jung Min.
Seung Gi bangkit mengambil sebuah buku di rak dan mengembuskan napasnya “…yah… tergantung… wanita memang memiliki hak untuk memilih dan menolak… jadi ada kemungkinan kalau Hye na-ssi menyukai laki-laki yang kamu maksud ia akan memilihnya dan akan pergi dengannya…”terang Seung Gi, membuat Jung Min mendengus kesal lalu masuk kembali kedalam karma mandi, namun itu hanya beberapa saat

“tapi…”tambah Seung Gi

“ya…”kata Jung Min bersemangat, dan melongokkan kembali kepalanya keluar kamar mandi

“..tapi apa…”tanya Jung Min tidak sabar.

“sepertinya ini tidak berlaku pada Hye na… mengingat posisi Hye na yang sangat terjepit…”

“maksudmu…”

“ingat perjanjian yang kamu lakukan dengannya…?”

Jung Min diam, menyampirkan handuk di tengkuknya dan tersenyum, mengingat kembali semuanya, tersadar dari seluruh rasa khawatirnya. “…dan kini ia tersenyum…”gumam Seung Gi, menatap senyum diwajah Jung Min, lalu menghela napas keras. “…tapi…tetap saja Jung Min-nim… kamu tidak bisa menukar dan melakukan perjanjian dengan perasaan dan hatinya… hatinya masih tetap milik seseorang siapapun itu,tergantung…pilihan hatinya…”tambah Seung Gi, menutup buku ditangannya lalu bangkit keluar, meninggalkan Jung Min, yang kembali berkutat dengan segala yang dipikirkannya, yang kembali merasakan sebuah kata… kecemasan.

*********

Ji Hoon masih menatap Hye na lembut. Keduanya terdiam, saling menatap. “Hye na…”panggil Ji Hoon tiba-tiba. Hye na masih diam, bingung dengan tingkah Ji Hoon.

“wae…wae..waeyo…”jawab Hye na gugup, berusaha melepaskan genggaman tangan Ji Hoon, namun semakin ditarik, genggaman itu semakin berubah ke cengkraman yang keras. Membuat Hye na akhirnya menyerah dan diam.

Ji Hoon menatap Hye na “…sa…sar…saranghae…”katanya, membuat Hye na terdiam ditempat, membelalakkan matanya menatap Ji Hoon “m..mw..mwo…?”

“saranghae Hye na… saranghae…”kata Ji Hoon yang tiba-tiba membawa Hye na kedalam pelukannya, memeluknya erat, namun Hye na terlihat berusaha melepaskan pelukannya, dan pelukan itu benar-benar terlepas setelah tiba-tiba seseorang menarik tangan Hye na keras.

Ji Hoon menatap orang itu bingung, sedangkan orang yang ditatap Ji Hoon, membalasnya dengan tatapan marah, yang benar-benar serius.



“saya mohon…ikut dengan kami… saya tidak ingin menyakiti siapapun…”terang Pengawal Park,lebih terdengar seperti ancaman pada Hye na. Pengawal park menatap Hye na lama dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Ji Hoon ketika mengatakan kalimatnya yang terakhir “saya hanya membutuhkan Hye na agashi…”tambahnya, menatap beberapa kerumunan anak yang kini sudah mengerumun, berdiri disekelilingnya, dan terlihat menghalangi langkah dari beberapa pengawal yang lain.

“ada apa…?”tanya Hye na

“anda harus ikut dengan kami agashi…”jawab pengawal Park serius

“apa ini perintah dari appa…?”tanya Hye na, menyipitkan matanya, menatap pengawal Park. Pengawal Park terlihat diam. “saya tidak akan pergi…”kata Hye na, melepaskan cengkraman tangan Pengawal Park. Pengawal Park diam, menatap Hye na, lalu memutar kepalanya menatap beberapa pengawal dibelakangnya lalu menganggukkan kepalanya.

“maafkan saya agashi…”kata pengawal Park ketika tiba-tiba ia membekap mulut Hye na, hingga pingsan dan membawa Hye na di pundaknya, berjalan cepat kearah mobil. Anak-anak yang sebelumnya menghalangi pengawal-pengawal tersebut, kini tengah terdiam menatap Hye na yang dibawa pergi tanpa dapat melakukan apapun karena sekarang posisi sudah berganti, para pengawal –pengawal tersebut yang kini menghalangi langkah anak-anak dan menjebatani langkah pengawal Park, untuk keluar dari yayasan tersebut. Namun ternyata diluar perkiraan, Langkah pengawal park terhenti, Ji Hoon terlihat berdiri dihadapannya, menghalangi langkahnya “… Ji Hoon-ssi…saya tidak ingin menyakiti siapapun…”kata pengawal Park

“…sayangnya…anda harus melewati saya untuk dapat keluar dari yayasan ini…”kata Ji Hoon. Hye na yang semakin memberontak di pundak pengawal Park, diturunkan oleh pengwal park dan didudukkan di kursi, namun niatnya untuk melawan Ji Hoon terhenti ketika tiba-tiba seorang pengawal memukul leher Ji Hoon hingga pingsan. Pengawal Park menganggukkan kepalanya, lalu mengendong Hye na kembali masuk kedalam mobil.

Pengawal park meletakkan Hye na di jok belakang mobil perlahan. Keluar dan menutup pintunya lalu masuk ke jok depan disisi supir. Pengawal Park terdiam sesaat, memikirkan banyak hal dan banyak kemungkinan. Ditatapnya Hye na yang tertidur diam karena pengaruh obat bius yang terpaksa ia berikan pada Hye na di jok belakang. Pengawal Park menatap Hye na lalu menghela napas pelan.

“jalan…”perintah pengawal park pada supir yang duduk. Mobil melaju cepat, membelah angin yang bertiup hangat karena pengaruh dari matahari. Namun baginya akgin yang berhembus id pagi yang hangat itu terasa sangat dingin.

******

“apa kamu benar-benar serius akan melakukan itu…”tanya Seung Gi, menatap laki-laki dihadapannya serius, laki-laki yang ditatapnya juga terlihat serius membaca beberapa berkas di kedua tangannya dan menatap laptopnya. “apa aku tertawa…ha ha ha ha…”jawab Jung Min, membuat tawa yang dibuat-buat, sambil terus mengetik sesuatu di lapotopnya. Seung Gi diam, menatap sahabatnya itu. “lalu…apa sebenarnya rencana yang sudah kamu persiapkan…”tanya Seung Gi. Jung Min diam, menatap sahabatnya itu.

“…..errmmm…. tak ada…”jawab Jung Min akhirnya, dengan santai, masih tetap melakukan
kesibukannya. Seung Gi diam menatap Jung Min menyelidik. Jung Min yang menyadari tatapan menyelidik dari Seung Gi, meletakkan berkas ditangannya dan menatap Seung Gi

“…hanya menikah…”jawab Jung Min, meyakinkan, dan kemudian kembali meneruskan kesibukannya “…apa dengan Hye na kamu ingin membalas Hyung mu…”tanya Seung Gi lagi dan kini ia benar-benar berhasil ‘membangunkan’ seorang Lee Jung Min. Dengan cepat Jung Min mengalihkan pandangannya, menatap Seung Gi marah.



“JANGAN SEBUT DIA HYUNG KU LAGI!!!”seru Jung Min, menatap Seung Gi sesaat lalu bangkit dari tempatnya.

“ok…ok…mianhe…”kata Seung Gi, mengangkat kedua tangannya, menyerah. Jung Min menatap Seung Gi marah, dan secara perlahan ia kembali duduk dikursinya. Seung Gi, membaca beberapa berkas dihadapannya, berusaha mengalihkan segala pikirannya. Tetapi …

“…dan…” Jung Min segera mengalihkan pandangan marah pada Seung Gi segera setelah Seung Gi mengatakan 1 kata itu, membuat Seung Gi mengurungkan niatnya untuk bertanya dan memberi pernyataan lebih lanjut lagi.

Jung min berdeham dan bangkit dari kursinya, membawa beberapa berkas ditangannya, berjalan menghampiri Seung Gi, kemudian meletakkannya berkas-berkas tersebut di meja tepat dihadapan Seung Gi. “aku ingin jalan-jalan..”kata Jung Min

“yya…kemana…?”tanya Seung Gi, marah, bangkit dari tempatnya

“jalan-jalan…”jawab Jung Min, melangkah pergi

“..YY..YYA…!!!”seru Seung Gi sebelum Jung Min menutup pintu ruang kerjanya, meninggalkan Seung Gi sendiri didalamnya. “…dasar…”gumam Seung Gi kesal
Jung Min, menutup pintu di belakangnya dan berhasil membuat sekretarisnya, menjatuhkan sebuah dokumen saking terkejutnya. Namun segera mencoba bersikap tenang setelah menatap Jung Min, dan menganggukkan kepalanya memberi hormat.

Jung Min menatapnya sesaat, lalu segera beranjak dari tempatnya menuju lift. Setelah ia masuk kedalam lift, ponselnya berdering. Jung Min mengangkatnya malas.

“yoboseyo…omma…waeyo…”ucap Jung Min sebelum seseorang yang meneleponnya membalas sapaan Jung Min.

“hanya memberi tahu…nanti Hye na-ssi dan Tuan Han Boung Yo akan berangkat dengan kita…”kata omma Jung Min

“mwo…kenapa harus bersama…bukankah rencananya…?”

“nee.. ini juga tiba-tiba… tuan Han mengatakannya barusan dan appamu, memang memintanya untuk bersama dengan kita…”

“….”Jung Min diam, tidak menjawab. “Jung Min…Jung Min…”panggil omma Jung Min, menyadarakan keterdiaman Jung Min. “nee… tidak ada yang bisa melawan perintah appa kan…jawab Jung Min

“nee…” dan sambungan terputus, Jung Min menghela napas berat “konsekuensi dari rencanaku… baiklah appa…”gumam Jung Min

*****

Ji hoon membuka matanya perlahan, lalu perlahan ia mengangkat tubuhnya

“akhhh…”tengkuknya terasa sangat sakit.

“Hyung sudah sadar…”kata seseorang yang sangat dikenal oleh Ji Hoon. “nee… apa yang terjadi…kenapa…mana Hye na…?!?!?”tanya Ji Hoon cepat tersadar oleh sesuatu, kemudian bangkit dari ranjangnya, mencari seseorang.

“terlambat hyung…noona sudah pergi…”kata En Kyu “…lagi…”tambahnya, yang perlahan dan setets demi setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Ji Hoon menyadarinya, menghel napas berat dan menyandarkan sebagian tubuhnya di kepala ranjangnya.

“kenapa hyung tidak menghalanginya dan mengambil noona kembali…atau kenapa tidak segera memberitahu En Kyu… En Kyu pasti akan segera menolong noona dan membawanya pergi…”tambah En Kyu diantara isak tangisnya. Ji Hoon yang terdiam, kini tersenyum tipis mendengar perkataan En Kyu “…yya…hyung lupa… hyung tadi sama sekali tidak mengingat En Kyu… hyung hanya berpusat pada noona…jadi maafkan hyung…”

“ahh… hyung pabo…”seru En Kyu yang kemudian pergi meninggalkan Ji Hoon. “En Kyu-aaa!!!”panggil Ji Hoon yang sama sekali tidak digubris oleh En Kyu.



Ji Hoon duduk diam, kosong tanpa tenaga kearah kebun bunga dirumah tinggal, yayasan Hye na, setelah kejadian itu, ia benar-benar merasa tidak berguna. Ia mengaku mencintai Hye na, namun sama sekali tidak dapat melindunginya. Membiarkan Hye na di bawa pergi meninggalkan dirinya setelah ia mengakui semua perasaannya pada Hye na. Segalanya berputar kembali dikepalanya, namun segera di tepiskannya, ia tidak ingin mengingat kembali kenangan itu, kejadian pahit yang membuat luka sangat dalam dihatinya.

“Ji Hoon-ssi…”panggil seseorang, membuyarkan lamunan dan segala pemikirannya. Ji Hoon mengalihkan pandangannya menatap orang itu. Ji Hoon tersenyum. Orang itu duduk disisinya, dan meletakkan kamera yang tergantung dilehernya ke pangkuannya, setelahnya ia mengambil sebuah kaleng coke dan memberikannya pada Ji Hoon.

“khamsamnida…Jung Moon-ssi…”jawab Ji Hoon, menerima kaleng coke itu darinya. Jung
Moon merebahkan tubuhnya, menatap langit “ooh…ternyata ada pemandangan menarik yang dapat dilihat dari sini”katanya, sambil kemudian mengambil kameranya dan mengabadikan saat-saat dimana matahari senja akan tenggelam di ufuk. “apa En Kyu bersamamu…”tanya Ji Hoon lagi, sambil kemudian mengambil kaleng cokenya, membukanya dan meminumnya.

“nee…tadi dia mencurahkan segala kekesalannya di hadapanku…dan setelah lelah ia tertidu…”jawab Jung Moon, menegak coke nya.

“apa sudah terjadi sesuatu…?”tanya Jung Moon lagi kemudian

“….anhi…tak ada apa-apa…”

“lalu kenapa wajahmu…dan …aku dengar pangawal Park…”

“tak apa…”memotong perkatan Jung Moon, lalu menegak kembali cokenya.
Jung Moon menatap Ji Hoon lalu mengembuskan napasnya, menggunakan kameranya kembali mengabadikan beberapa moment yang terjadi disekitarnya. Ji Hoon menatap Jung Moon yang terlihat asyik “apa sangat menarik… “tanya Ji Hoon, membuat Jung Moon mengalihkan perhatiannya

“apa…?”tanya Jung Moon bingung. Ji Hoon menatap Jung Moon dan mengalihkan pandangannya menatap kamera yang ada di tangan Jung Moon lalu membri sebuah isyarat berupa anggukan keaarah kamera yang ada ditangan Jung Moon. Jong Moon menyadari maksudnya, tersenyum dan duduk kembali disisi Ji Hoon “membuatmu tersenyum…”jawab Jung Moon

“mwo…? kenapa bisa…”

“…ini…”kata Jung Moon memberikan kameranya pada Ji hoon “Mwo?! Apa yang harus aku lakukan.

“coba fokuskan pada sebuah objek…”



Ji Hoon mengangkat kameranya dan mencari sebuah objek, mencari berputar di sekelilingnya, tak lama akhirnya ia menemukannya. Sebuah objek yang menarik dan membuat dirinya… akhirnya tersenyum, tersenyum kecil. Di fokuskannya kamera yang dibawanya pada segerombolan anak yang tengah asyik bermain,segalanya berjalan baik, namun tiba-tiba di tengah permainan mereka terjadi pertengkaran kecil, berebut mainan.

“benar bukan…”

Ji Hoon tersenyum ketika mengetahui kebenaran dari perkataan Jung Moon. Keduanya terdiam kembali, lalu terdengar sebuah dehaman “…lalu…sejak kapan kamu sudah mengenal Hye na-ssi…?”tanya Jung Moon tiba-tiba
Ji Hoon menatap Jung Moon sesaat, lalu menundukkan kepalanya tersenyum “hampir seluruh hidupku…”jawab Ji Hoon kemudian. Jung Moon diam menatap Ji Hoon, penasaran

“sejak kecil aku sudah mengenal sosok Hye na, hanya saja keakraban kami baru terjalin saat kami masuk universitas… saya…saya sengaja mengikuti Hye na…sejak di elementary hingga di senior, saya selalu berusaha untuk bersama dengan Hye na, apapun bisa saya lakukan saat itu…”

Jung Moon diam, mendengar keterangan dari Ji Hoon tentang Hye na “…Hye na sangat baik pada semua orang…sama sekali tidak membedakan walaupun ia seorang putri dan pewaris perusahaan besar yang mendunia, namun hal itu tidak membuatnya memilih siapapun untuk berada didekatnya, termasuk saya…satu hal yang sangat saya kagumi dari seorang Hye na adalah ketidak pedulian dia pada asal usul seseorang… Hye na bahkan tidak sekalipun pernah bertanya tentang asal usul ku… dia mudah mempercayai seseorang namun sangat sulit untuk membuatnya kembali percaya pada seseorang jika orang itu sudah merusaknya… aku senang bersamanya…nyaman, damai, tenang…”jelas Ji Hoon, Jung Moon melihat sebuah perasaan dari setiap perkataan dari Ji Hoon “…tapi bukan hanya kekaguman bukan yang hadir dihati anda…Ji Hoon-ssi…?”tanya Jung Moon menatap Ji Hoon serius.
Ji Hoon mengalihkan pandangannya menatap Jung Moon, terkejut, tebakannya benar. “…sudah hampir 3 tahun saya menyimpan perasaan ini…banyak hal yang makin membuat saya mengingat Hye na…mebuat saya lebih mencintai dirinya…”jawab Ji Hoon. Keduanya terdiam.

“…lalu bagaimana dengan anda Jung Moon-ssi…”

“apa maksud anda…”

“apa anda sesuatu yang lain…yang anda rasakan…bukankah anda pernah bertemu dengan Hye na saat anda berada di sebuah penampungan…? Saya ingat, ketika itu saya hampir memukul anda… karena anda berusaha mengambil foto Hye na secara diam-diam…”

“ha ha ha ha ha…anda masih ingat ternyata…” Jung Moon menarik napas dalam

“…ya…senyumnya…seakan membawa kebahagian dan harapan tersendiri…senyum yang indah seperti matahari pagi… saya sangat mengagumi senyumnya…”

“apakah hanya senyum seorang Hye na yang membuat anda tertarik…”

“tidak hanya tertarik…saya sudah bertekad untuk dapat terus melihat senyum itu…tidak hanya sekali…setiap hari…setiap menit…setiap detik…”

“…tapi….sepertinya tidak aka nada harapan lagi…sekarang Hye na…”kata-kata Ji Hoon terhenti ketika menyadari kenyataan “…ah…aniyo…sepertinya saya mulai mengerti tentang itu…?”kata Jung Moon, membuat Ji Hoon menatap Jung Moon, penasaran, bingung atas apa yang dikatakan oleh Jung Moon

“maksud anda…?”tanya Ji Hoon. Jung Moon menatap Ji Hoon seius, mengetahui sesuatu, dan memiliki rencana

**********

Jung Min duduk diam disalah satu tempat duduk pesawat pribadi keluarga Lee, menatap sebuah sosok tak jauh dari tempat ia berada, sosok yang terlihat tengah tertidur di kursi belakangnya. Teringat kembali akan kedatangan Hye na yang diluar dugaannya.

Flash Back

Jung Min benar-benar terkejut saat dia sampai di bandara dan menunggu di sisi pesawatnya, lalu sebuah mobil datang dan berhenti dihadapannya. Tuan Han terlihat turun, dan tersenyum menatap Jung Min, sedangkan omma Jung Min yang semula menunggu didalam pesawat, tiba-tiba keluar, menyambut kedatangan besannya. Jung Min menatapnya menunggu dan mencari sebuah sosok, namun sosok itu belum muncul, keluar dari mobil yang ditumpangi oleh tuan Han.

“mana Hye na-ssi…”tanya Jung Min terlihat khawatir.Tuan Han terlihat menghela napas pelan “terjadi sesuatu hal Jung Min-ssi…”jawab appa Hye na lalu tak lama akhirnya sosok itu muncul dalam gendongan pengawal Park, Jung Min menatapnya sesaat menunggu, sosok itu terlihat tertidur, tidak… bukan hanya tidur biasa… namun terbius “kenapa bisa begini tuan Han…”tanya Jung Min keras, mengambil Hye na dari gendongan pengawal park, dan membawanya ke dekapannya dan membawanya masuk kedalam pesawat tanpa menunggu penjelasan dari appa Hye na. Appa Hye na yang menatap itu hanya tersenyum, tak terkecuali Seung Gi, sedangkan pengawal Park, terlihat menatap Hye na pahit.

Jung Min meletakkan Hye na perlahan di sebuah kursi yang sudah dipanjangkannya mejadi sebuah ranjang yang kecil, menyelimuti Hye na, memsangkan sabuk pengamannya, kemudian menatapnya dalam.

Tatapannya terhenti ketika terdengar sebuah dehaman dari belakangnya “pesawat akan segera berangkat…”kata Seung Gi, tersenyum menatap Jung Min dan Hye na bergantian. Jung Min yang menyadari senyuman itu, segera menyusul Seung Gi kesal “YYA!!! Apa maksud senyuman itu…”tanya Jung Min marah, mengikuti langkah Seung Gi ke kursinya.

End Of Flash Back

Jung Min masih menatap Hye na yang tertidur karena pengaruh bius di belakangnya. Perlahan Jung Min melepas sabuk pengamannya dan berjalan kearah Hye na yang untung bagi Jung Min, Hye na sendirian di kursinya. Jung Min mengalihkan pandangan mencari sosok yang lain, dan ternyata sosok yang dicarinya terlihat sedang terlibat dalam percakapan yang serius dengan ommanya dan appanya melalui telekomunikasi web cam.

“kenapa bisa begini… Hye na…”tanya Jung Min lirih, menatap Hye na lembut dan prihatin sekaligus cemas.



Tatapan Jung Min segera teralih ketika seseorang menepuk bahunya “waeyo…”katanya. Jung Min memutar kepalanya, menatapnya “mianata Jung Min-ssi…”tambah orang itu

“mwo…kenapa anda minta maaf Han ahjussi…”kata Jung Min, bingung

“..karena tidak dapat menjaga Hye na dengan baik…”kata Tuan Han

“ah…ahniyo…saya yang merasa begitu… saya takut akan mengecewakan Han ahjussi nantinya… saya bukan seorang laki-laki yang baik…”

“ahniyo… saya percaya anda laki-laki yang baik… saya sudah melihatnya…”jawab tuan Han
Jung Min diam, tersenyum tipis menatap tuan Han yang kini menatap putri tercintanya yang tertidur. “kenapa harus dibius…”tanya Jung Min tiba-tiba
Tuan Han mengalihkan pandangannya menatap Jung Min, lalu mengehela napas berat

“karena Hye na melawan…”

“…melawan…?”

“ya…melawan…? Ia tidak mau ikut… jadi pengawal park terpaksa melakukan ini padanya…”jawab tuan Han
Jung Min diam, menatap Hye na

Lee Jung Min POV


Kenapa harus melawan Hye na-ssi… kenapa…? Apa kamu mencintai laki-laki itu… apa kamu begitu mencintainya… apa kamu benar-benar mencintainya hingga kamu melawan appamu…
Apa kamu sebegitu mencintainya hingga dapat tersenyum seperti itu… apa dia sebegitu berharganya bagi dirimu… akankah kamu bisa melupakan laki-laki itu dan…

End of POV

Lamunan Jung Min buyar, ketika seseorang menepuk bahunya kembali “appa ingin bicara denganmu…”kata ommanya, begitu Jung min mengalihkan pandangannya dan mengetahui siapa yang menepuk pundaknya.

“nee..”kata Jung Min, yang kemudian berjalan pergi kearah kursi yang digunakan ommanya sebelumnya, dan menatap sebuah wajah di layar.

**********

“anyong Park Joon-ssi…”sapa Seung Gi, sambil membawa 2 gelas kopi di kedua tangannya, menatap tersenyum pengawal park yang terlihat duduk diam, menundukkan kepalanya, menggigit jarinya, memikirkan sesuatu.



“oh…anda Lee Seung Gi-ssi… ada yang bisa saya bantu…”

“anhi…hanya mencari teman ngobrol saja…”jawab Seung Gi

“mwo…apa Lee Jung Min-nim tertidur atau…”

“ah…ahniyo…dia sedang berbicara dengan appanya…”jawab Seung Gi sambil melemparkan pandangan pada Jung Min dikursi depannya jauh dari tempatnya. Park Joon terlihat melongokkan kepalanya melihat Jung Min lalu tersenyum menatap Seung Gi “kopi…”kata

Seung Gi sambil memberika gelas yang berisi kopi yang ada di tangan kanannya.
Keduanya terlihat menyeruput sedikit kopi hangat tersebut lalu menikmatinya. Dan terdiam selama beberapa saat

“apakah terjadi sesuatu…”tanya Seung Gi memecah keheningan diantara keduanya

“…ah…mwo…? Ahniyo…tidak terjadi sesuatu…”

“lalu kenapa anda terlihat sedih dan menyesal…?”tanya Seung Gi, menatap pengawal park menyelidik. Pengawal Park menatap Seung Gi

“ahniyo… hanya…”

“hanya merasa cemas pada keadaan Hye na-ssi dan merasa tidak enak dan marah pada
diri sendiri karena melakukan sesuatu pada orang yang disayangi…”tabak Seung Gi, sambil menyeruput kembali kopi hangat di tangannya. Pengawal park mengalihkan pandangannya cepat menatap Seung Gi, terkejut karena tebakannya tepat “tak apa…aku sudah tahu semuanya…”kata Seung Gi

“… maksud anda…”tanya Park Joon

*********

Hari yang ditunggu tiba, tepat di hari kamis, bagi orang umum, hari itu merupakan hari yang biasa saja, jika hari itu tidak ada perhelatan besar bagi dua keluarga besar yang sangat berpengaruh di Korea ataupun didunia. Hari besar bagi kedua keluarga yang memang sangat menantikan hari tersebut. Hari yang sangat ditunggu, namun tidak bagi sebagian orang.

Hye na diam menatap cermin dihadapannya, kini ia sedang di rias untuk perhelatan besar itu. Pagi-pagi sekali ia sudah dipersiapkan untuk menghadapi hari itu. Segalanya ternyata sudah dipersiapkan tanpa campur tangan dari Hye na, bahkan Hye na sama sekali tidak mengetahui kapan pernikahannya akan berlangsung jika dua minggu yang lalu -setelah kedatangannya yang penuh dengan pemaksaan- tidak dilakukan sebuah pertemuan. Sebuah pertemuan yang melibatkan kedua keluarga dilakukan. Hye na sempat menolak dengan rencana pernikahan yang dipercepat tersebut namun setelah pembicaraan alot antara dirinya dengan appa dan pihak keluarga Jung Min, dan berbagai alasan, akhirnya semuanya terjadi. Segalanya terjadi begitu cepat. Dia bahkan menjadi bertambah galau, pada perkataan Jung Min beberapa malam sebelum akhirnya pernikahan ini terjadi. Teringat kembali perkataan Jung Min padanya.

Flashback

Hye na berdiri di balkon, memejamkan matanya, merasakan hembusan angin disekitarnya, hanya beberapa saat, kemudian Hye na menatap langit yang terlihat di depan matanya dan pemandangan kota London dibawahnya. Sebuah Penthouse yang berada di paling atas apatemen, membuat pemiliknya dapat menatap keindahan kota London yang penuh lampu dimalam hari.

Hye na diam menatap semua keindahan yang tercipta dihadapannya sampai seseorang berdeham dibelakangnya, membuat Hye na memalingkan wajahnya. Jung Min terlihat berjalan dan berhenti tak jauh dari tempat Hye na berada. “aku ingin bicara…”kata Jung Min. Hye na menatap Jung Min dengan pandangan menyelidik.



Kemudian terlihat Hye na diam, mencibir, lalu memalingkan wajahnya kembali, merasakan hembusan angin sambil menutup kedua matanya “YA…YYA…YYA…”seru Jung Min lagi

“MWO?!?!?”jawab Hye na tak sabar.

“…kemari…”tambah Jung Min

“ada apa…bukankah kamu yang ingin berbicara denganku… jadi katakanlah sekarang…kalau perlu berteriak saja dari sana…”

“YYA!! Tidak mungkin aku mengatakannya dengan berteriak… kemari kataku…”kata orang itu lagi, membuat Hye na akhirnya memalingkan wajahnya, menatapnya kesal, namun hanya sesaat kekesalannya, sebuah senyum terkembang diwajahnya “jangan katakan…kamu…”

“YYA…tidak…hanya…”

Hye na masih tersenyum, sebuah senyum kemenangan “YYa!!! Hentikan senyum itu, dan kemari!!!”seru Jung Min, membuat Hye na diam dan berjalan kearahnya. “MWO!!!”seru Hye na, kesal.

Jung Min menatap Hye na sesaat lalu duduk di sebuah kursi santai di balkon tersebut. Hye na masih menatapnya menunggu “….masih ingat dengan perjanjian yang kita lakukan…”tanya Jung Min tiba-tiba

“…ya..tentu saja Lee Jung Min-ssi…”

“jadi masih ada 2 syarat lagi yang harus anda lakukan untuk mendapatkan surat-surat itu…”

“…MWO!!! Yya… bukannya hanya 1…”protes Hye na

“apa aku harus mengingatkannya lagi Hye na-ssi…”tanya Jung Min, sambil mengangkat
salah satu berkas yang dibawanya. Hye na diam menatap Jung Min semakin kesal.

“…lalu…?”

“syarat pertama sudah saya katakan dan akan segera terjadi… lalu syarat kedua…”

“apa…?”tanya Hye na tak sabar

“…turuti semua perkataanku… tanpa ada kata penolakan…”kata Jung Min, dengan tatapan penuh dengan kemenangan

“MWO…!!!! Jung Min-nim…apa anda sungguh-sungguh dengan itu…”

“tentu saja… apa terlihat ketidk sungguhan diwajah saya…”

“tapi… itu tidak adil…bagaimana bisa saya harus menuruti semua perkataan anda dan…”

“anda menolaknya Hye na-ssi… kalau begitu…”
Jung Min terlihat menekan beberapa nomer diponselnya dan menunggu, tak lama….

“Baiklah…!!!”seru Hye na, dengan cepat meraih ponsel yang sudah bertengger di telinga Jung Min dan merebutnya cepat dari tangannya. “Baiklah…baiklah… apapun itu…”

“bagus… senang sekali bekerja sama dengan anada Hye na-ssi…”kata Jung Min dengan senyum kemenangan, menatap Hye na sesaat, membalikkan tubuhnya dan pergi. Hye na menundukkan kepalanya diam, menatap kosong kakinya.

End Of Flashback


“anda benar-benar pengantin tercantik yang pernah saya rias agashi…”kata penata rias yang memang didatangkan dari Korea tersebut. Hye na menatap dirinya sesaat lalu tersenyum melalui cermin kearah penata rias tersebut, tanpa mengetahui berbagai macam hal yang berputar di hati dan kepala Hye na.

Hye na bangkit dari tempatnya ketika penata rias tersebut menyuruhnya bangun untuk memakai baju pengantinnya. Hingga baju pengantin pun Hye na tidak ikut andil didalamnya untuk memilih. Benar-benar pernikahan Hye na yang menyedihkan. Setelah baju pengantinnya terpakai, Hye na kembali menatap dirinya di cermin dan hanya beberapa detik kemudian terdengar ketukan dipintu. Pintu terbuka dan Hye na manatapnya “hai sayang…”sapa orang itu, lalu berjalan masuk dan memeluk Hye na erat tanpa Hye na dapat membalas sapaannya terlebih dahulu. Orang itu melepaskannya dan menatap Hye na penuh haru “appa sedih sekaligus senang dengan pernikahanmu ini… appa sudah menunggu saat-saat ini…dan appa sangat bangga padamu…”kata appa Hye na. Hye na menatap appanya tersenyum, tidak membalas perkataannya dengan 1 kata pun.

Appa Hye na diam, menatap Hye na “ooh…ada sesuatu yang ingin appa berikan padamu…”kata appa Hye na, kemudian mengambil sesuatu di saku baju tuxedonya. Sebuah kotak beludru tipis, besar, berwarna birutertangkap oleh mata Hye na. Tuan Han menatap Hye na tersenyum, lalu membuka kotak tersebut perlahan. Hye na diam, ia dapa melihat sebuah kalung yang terbuat dari emas putih, dengan sebuah bandul kecil yang menggantung, dimana ditengah bandul tersebut terdapat sebuah berlian berukuran sedang.

Hye na teringat kembali pada sebuah sosok yang sangat dirindukannya, Hye na menatap appanya, penuh haru “in…ini…kalung omma…”kata Hye na, menatap kembali kalung yang kini sudah terlepas dari tempatnya, dan tergantung indah di leher Hye na. Hye na menatap appanya tersenyum namun disaat yang sama setetes air mata jatuh menitik di pipinya yang putih.

“omma meminta appa untuk memberikannya saat kamu akan menikah… dan sekaranglah saatnya… selamat ya sayang…”kata appa Hye na, membawa Hye na kepelukannya, dan memeluknya erat, lama hingga seseorang mengetuk pintu kamar Hye na “…ah… maaf agashi… Han Boung Yo-nim… pernikahan akan segera berlangsung… anda berdua dimohon segera ke mobil…”

Tuan Han segera melepaskan pelukannya, lalu menatap Hye na penuh haru “appa tidak menyangka…dulu kamu merupakan putri kecil appa, dan sekarang kamu appa berikan pada orang lain…”kata tuan Han. Hye na menatap diam appanya, dan keduanya saling menatap.

“ah…kacha…semuanya sudah menunggu…”ajak appa Hye na, membantu Hye na bangkit dari kursinya dan menggandeng Hye na keluar dari kamarnya. Pengawal Park yang tengah menunggu keduanya disisi mobil, terdiam begitu menatap Hye na keluar dari pintu. Hari itu Hye na benar-benar menjadi pengantin tercantik di matanya, dan ia yakin banyak orang akan terpesona menatapnya.

“ayo pengawal Park…”kata Tuan Han memecah lamunan dan tatapan pengawal park pada Hye na yang kini tengah menatapnya, menunggu “ah…ne…”kata pengawal park yang segera masuk dan duduk di belakang kemudi, melajukan mobil tersebut cepat.

***********

(gak tau prosesi pernikahan kayak apa… jadi saya skip, dan langsung ke resepsinya… [hmff] [hmff] [hmff])
Hye na terlihat diam di kursinya, emnatap beberapa orang yang tengah tertawa gembira menikmati acara. Sedangkan Jung Min, entah kemana perginya, setelah pengikatan janji, ia pergi menghilang. Lamunan Hye na buyar ketika seseorang mengusap kepalanya

“Hye na..mana Jung Min…”tanyanya Hye n memalingkan wajahnya menatap orang itu

“ah…anda Lee ahjussi…”

“hei…jangan panggil ahjussi lagi… panggil appa…seperti kamu memanggil appamu…”

“…ah…nee…appa..”

“bagus…lalu… dimana Jung Min…”tanyanya lagi

“ah…sepertinya tadi dia berbicara dengan seseorang… tapi entahlah…”

“anak itu…dipernikahannya, dia masih membicarakan pekerjaannya…benar-benar…” Hye na
tersenyum mendengar gumaman keras darinya “baiklah Hye na…selamat untuk
pernikahanmu…” tambah beliau kemudian mencium kening Hye na, lalu pergi meninggalkan Hye na “bersenang-senanglah…”tambahnya lagi sebelum berlalu pergi.

“LADIES AND GENTLEMEN…PLEASE ATTENTION ME…”seru seseorang melalui mic. Tiba-tiba lampu padam dan hanya sebuah lampu yang menyorot terang kearah seseorang yang berdiri di panggung. Hye na memalingkan wajahnya menatap seseorang itu, tak terkecuali semua orang yang berada diruangan itu, menatap kearah panggung, dengan tatapan penasaran dan diam, menunggu, menghentikan segala yang dilakukan sebelumnya.

“terima kasih…sekarang kita sudah, masuk ke acara inti… saya minta kedua mempelai untuk maju ke panggung…” tambahnya. Membuat lampu yang semula menyorot kearah pembawa acara tersebut beralih kearah Hye na. Semua orang yang berada di ruangan itu segera menatapnya, diam, menunggu.

“…ah… dimana mempelai pria…”tambah orang itu, membuat semua orang mulai berbisik dengan seseorang disampingnya, dan mencari keberadaan mempelai pria, tak lama, lampu yang podium yang menyorot Hye na beralih ke seseorang tak jauh dari tempatnya

“DISINI…”seru seseorang namun bukan Jung Min, orang itu membawa Jung Min maju kedepan, kearah podium.

“YYA…Seung Gi…”sahut Jung Min marah, ketika ia sudah sampai di podium. “naik saja…”kata Seung Gi, yang terlihat sangat tampan dengan tuxedonya, tersenyum lebar menatap Jung Min



“ayo…mempelai pria sudah berada di podium…sekarang mempelai wanita silahkan naik ke panggung…”tambah pembawa acara tersebut.
Hye na masih diam, ditempat, dia benar-benar malu saat itu, namun dengan desakan dari Kang Hye Young, membuatnya menyerah, dan dan dengan didampingi oleh Kang Hye Young, perlahan naik ke panggung menyusul Jung Min. terdengar kegaduhan dari para undangan. Hye na menatap Jung Min sesaat, lalu memalingkan wajahnya. Mengedarkan pandangannya, mencari pertolongan, namun tidak ada, saat ia melihat pengawal Park, mengirimkan sebuah sinyal untuk meminta pertolongan, tapi nyatanya pengawal Park pergi begitu saja, meninggalkan Hye na. Hye na kini diam menundukkan kepalanya. Menuruti ajakan omma Jung Min.

“baiklah…sekarang kita berada di acara inti…jadi ini merupakan saat dimana kalian harus menunjukkan rasa cinta dan kemesraan kalian…”

“MWO!!”seru Hye na dan Jung Min bersamaan, pembawa acara terlihat menganggukkan kepalanya, mengiyakan “jadi…mempelai pria, silahkan mencium mempelai wanita…CIUM…CIUM…”

"CIUM !!!! ..... CIUM !!!!! ...... CIUM !!!!"

Jung Min terdiam, sangat gugup. Menatap Pembawa acara dengan tatapan ingin membunuh, namun yang ditatap tetap menyemangati “CIUM…CIUM…!!!CIUM…!!!” tambah pembawa acara tersebut. Jung Min menatap Hye na sesaat yang terlihat masih terkejut, dan akhirnya keduanya saling menatap. Hye na menatap Jung Min diam, sedangkan Jung Min menatap Hye na gugup “AYO JUNG MIN… CIUM PENGANTIN MU…!!!”seru Seung Gi ditengah para undangan. Membuat para undangan semakin bersemangat menyemangati kedua mempelai.

Jung Min diam menatap Hye na, menelan ludahnya, gugup, namun perlahan ia melangkah maju kearah Hye na. Sebenarnya .. dia bukannya tidak pernah mencium seorang wanita. Tapi dalam keadaan seperti ini, dimana pernikahannya bisa dibilang tidak ada landasan apapun, dia tidak bisa melakukannya. Ditambah lagi, gadis dihadapannya kini terlihat menundukkan kepalanya.

Teriakan untuk menyemangati masih terus terdengar. Jun Min menghembuskan nafas perlahan, seiring kemudian langkahnya yang mendekati Hye na. Hye na menyadari, ia tidak mungkin lari dan tidak ada jalan lain untuk menghentikan teriakan mereka selain melakukan permintaan mereka itu. Perlahan Jung Min mendekat kearah Hye na. Wajahnya menunduk dan mengarah ke wajah Jung Min. Semakin mendekat dan mendekat, perlahan Jung Min berdeham dan meletakkan kedua tangannya di bahu Hye na, keduanya diam saling menatap, Jung Min meletakan tangan kanannya di leher Hye na, sedangkan tangan kirinya ia letakkan di pinggang Hye na. Jung Min menarik Hye na lebih mendekat kearahnya.

Hye na terlihat diam, masih menatap Jung Min, tidak tahu harus melakukan apa. Perlahan Jung Min mendekatkan wajahnya ke wajah Hye na, sehingga kini Hye na bisa mendengar dengan jelas desah dan tarikan napas Jung Min.
Hye na kini sangat dekat dengan wajah Jung Min, bahkan sekarang ia dapat menghitung jumlah bulu mata Jung Min. Hye na masih diam. Pipinya yang memerah dan mata bulat hitam kecoklatan yang terbelalak lebar itu membuat Jung Min menghentikan sesaat gerakan tangannya yang berada di leher Hye na. Tetapi hanya terjadi dalam waktu sekejap, kemudian Jung Min sudah mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Hye na, Hye na diam, menutup matanya, menunggu, dan tepat saat ia menutup matanya, ia merasakan getaran hebat diseluruh tubuhnya saat sesuatu yang lembut dan lembab menyentuh bibirnya, hanya menyentuh, tanpa melumat, dan hanya berlangsung dalam waktu 20 detik, kemudian akhirnya terlepas.

Hye na membuka matanya, menatap Jung Min yang terdiam menatap Hye na, pandangan keduanya terlihat saling mengharapkan, namun kemudian Hye na tersadar oleh teriakan riuh dari para undangan

“YEEE…!!!woooo..!!!”seru para undangan. Hye na segera memalingkan wajahnya, dan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.

********

End of chapter
« Last Edit: July 01, 2010, 05:22:29 pm by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #93 on: July 01, 2010, 05:29:00 pm »
maaf berusaha untuk long chap tapi ternyata... gak tau juga ni udah long belum  [hmff] [hmff] [hmff]

pingin ikutan kayak yang lain, akhirnya coba di kasih font color ma font size...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

makasih banyak buat semuanya... khususnya yang baca ma yang koment  [AddEmoticons04267]

ditunggu komentnya... soalnya kadang gak yakin udah bisa diterima belum...  [AddEmoticons04224] jadi kadang bingung mau gimana lagi nglanjutinnya...  [AddEmoticons04254]  [AddEmoticons04224]


maklum baru pertama go public...  [AddEmoticons04258]

ha hay...

kayak pa ja...

 punk punk punk punk punk

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #94 on: July 01, 2010, 08:05:19 pm »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks ai udah diupdate [hug] [hug] [hug]

Jung Moon menatap Ji Hoon seius, mengetahui sesuatu, dan memiliki rencana

emang mau bikin rencana apaan ai si jung moon apa mau ngrebut hye na [chin] [chin]

akhirnya jungmin hyena menikah jg [jumpy] [jumpy] [jumpy] [on] [on] [on] [on] apakah bakal terjadi sesuatu yg diinginkan [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ai ini udah lumayan panjang kok next chap puanjanggggg lagi malah lebih mantaffff whistling whistling whistling ditunggu chap slanjutnya ye GPL punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #95 on: July 01, 2010, 09:50:14 pm »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]horeee dah update niy yuki,,, tpi lum smpet bca... aq bca dlu yaaaa,,,, thx dah update yuki  punk punk punk punk punk
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #96 on: July 02, 2010, 04:55:29 am »
makasih sista udah baca n kiment di mari...

 [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thanks ai udah diupdate [hug] [hug] [hug]

Jung Moon menatap Ji Hoon seius, mengetahui sesuatu, dan memiliki rencana

emang mau bikin rencana apaan ai si jung moon apa mau ngrebut hye na [chin] [chin]

akhirnya jungmin hyena menikah jg [jumpy] [jumpy] [jumpy] [on] [on] [on] [on] apakah bakal terjadi sesuatu yg diinginkan [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

ai ini udah lumayan panjang kok next chap puanjanggggg lagi malah lebih mantaffff whistling whistling whistling ditunggu chap slanjutnya ye GPL punk punk

oh itu, jung moon itu kan udah hampir seluruh hidupnya tinggal ma Jung MIn jadi udah tahu sifat adeknya tu. Jung Moon sebenrnya sayang banget ma adiknya itu, cuman Jung Min nya aja yang gak tahu, pa lagi waktu tahu kakaknya itu yang ngambil calon istrinya, padahal sebenrnya ada alasan lain...

kalo rencana itu, kemungkinan buat ngerebut Hye na tapi juga bisa buat yang lain...  [laughing] [laughing] [laughing]

iya, pernikahan Hye na di majuin, sebenernya ada alasan kenapa di majuin, tapi ternyata terjadi kebetulan, jadi alasan itu udah gak dibutuhin lagi  [laughing] [laughing] [laughing]

kemungkinan terjadi sesuatu, nanti dilihat poling pembacanya gimana sist (padahal gak ada poling-polingan sama sekali [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl])
 kalau mengharapkan terjadi sesuatu yan ditunggu aja, tapi kayaknya ada...
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]horeee dah update niy yuki,,, tpi lum smpet bca... aq bca dlu yaaaa,,,, thx dah update yuki  punk punk punk punk punk

makasih banyak sista...

aku bingung nieh gimana manggil kalian berdua, sista atau onnie... atau tante...? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

kaboooooooorrrrrrr sebelum di  hammer2 [head break] ma onnie oqyoiko ma onnie revynska..

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #97 on: July 02, 2010, 05:09:37 am »
oh ya onnie Revynska, gak janji bisa updet cpet2 cpet minggu depan udah mulai ujian, jadi InsyaAlloh malam minggu depan aku updet yang chapter berikutnya, sebelum hiatus lagi...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

lapotop ma modem disita dulu, pas ujian jadi gak bisa ngapa-ngapain...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

thenk u onnie...

Offline sunmi

  • Newbie
  • *
  • Posts: 41
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #98 on: July 02, 2010, 05:51:30 am »
ai... lam kenal yah ff kamu bagus deh [AddEmoticons04246]
si hyena emang pantas jadi rebutan para namja euy... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
itu si jung moon ama ji hoon mau rencana apaan sih? penasaran nih baca next chaptnya [goodgrief]
good job ai... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #99 on: July 02, 2010, 09:05:54 am »
ai... lam kenal yah ff kamu bagus deh [AddEmoticons04246]
si hyena emang pantas jadi rebutan para namja euy... [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
itu si jung moon ama ji hoon mau rencana apaan sih? penasaran nih baca next chaptnya [goodgrief]
good job ai... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

halo juga... makasih banyak buat komentnya... yup, sebernya ide awalnya dari itu... onnie Hye sun aka Hye na (di ff ini) pingin aku bikin di kagumi banyak orang ... jadi kebikin dweh ff ini  [laughing] [laughing] [laughing]

he he he... rencananya Jung Moon sista, Ji Hoon cuma ikut... tapi...banyak kemungkinan sih sista, diliat aja dweh nanti rencananya apa... tapi dijamin gak bahayain Jung MIn ma Hye na (kalo Jung Moon) kalo JI Hoon...  [heh] [heh] [heh]

makasih banyak buat spiritnya... [arms] [arms] [arms]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #100 on: July 02, 2010, 10:13:16 am »
yeee akhirnya jungmin and hyena menikah juga [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] and ciumannya wlp cuma ciuman nempel but sweet boo sama2 malu2 mau [hmpfh] [lovestruck]
cukup panjang kok say, lain kali lebih panjang lg ya [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #101 on: July 02, 2010, 04:46:04 pm »
yeee akhirnya jungmin and hyena menikah juga [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] and ciumannya wlp cuma ciuman nempel but sweet boo sama2 malu2 mau [hmpfh] [lovestruck]
cukup panjang kok say, lain kali lebih panjang lg ya [hmff]

iya lah mi, masih gengsi... nanti kalo keterusan malu ama yang nonton... n langsug tamat... soalnya udah tahu perasaan masing-masing...

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

sebenernya pingin lagi... tapi ternyata penontonnya gak minta lagi... yaudah daripada malu gara-gara keasyikan sendiri... mendingan ditahan dulu ampe waktunya tepat

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

lebih panjang lagi mi...?!? padahal tu ja buatnya udah setengah hidup, ni dah banyak ngerubah ceritaku yang dulu...

 [heh] [heh] [heh] [heh]

demi mami ma yang lain diusahakan deh...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #102 on: July 02, 2010, 09:35:52 pm »

yuki........................thnx dah dah di up date... and it's a long long chapter!!!!!!!!!
aish.... nikah juga akhirnya jung min and hye na,...penasaran ama malam pertamanya, soalnya waktu di suruh ciuman masih malu2 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
btw, pengawal Park suka ama hye na yach, soalnya pas jung min lagi jagain hye na pas hye na nya tidur, kyk yg ngenes gitu and malah ke bar buat nenangin hatinya...udah pengawal park nya ama aku aja, xixixixixixiix...

wah jung moon punya rencana apa tuch ama ji hoon  [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

yuki, kutunggu lanjutannya, oce [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #103 on: July 03, 2010, 02:59:54 am »
emang jung-moon tuh antagonis ya di sini [chin] [chin] di chp2 awal kok kelihatannya dia manis banget [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 9) 2 July
« Reply #104 on: July 03, 2010, 03:50:49 am »

yuki........................thnx dah dah di up date... and it's a long long chapter!!!!!!!!!
aish.... nikah juga akhirnya jung min and hye na,...penasaran ama malam pertamanya, soalnya waktu di suruh ciuman masih malu2 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
btw, pengawal Park suka ama hye na yach, soalnya pas jung min lagi jagain hye na pas hye na nya tidur, kyk yg ngenes gitu and malah ke bar buat nenangin hatinya...udah pengawal park nya ama aku aja, xixixixixixiix...

wah jung moon punya rencana apa tuch ama ji hoon  [chin] [chin] [chin] [chin] [chin]

yuki, kutunggu lanjutannya, oce [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

thenk u sist...

sebenernya pengawal Park nya yang gak bisa ngapa2in si Hye na, dia kan gak pingin ngerusak pekerjaannya dengan menunjukkan perasaannya... begono sist, jadi ya gak ngenes2 amat sieh...  [heh] [heh] [heh] [heh]

rencana...? tunggu aja tanggal mainnya say  [jumpy] [jumpy] [rofl] [rofl] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

thenk u banyak ya sist buat komentnya...