Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 46518 times)

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #345 on: August 02, 2010, 12:21:33 am »
Ai..ai..ai..gumawo atas kirimannya 'kau tau yg kumau' dirimu adalah dongseng yg mengerti onnienya,i like you:-*..tpi ai ngomong2 kpn ni diupdate UPDATE..UPDATE..UPDATE:@,(ai lngsng colapse.colapse.colapse)mksd hati berbuat baik eh malah ditagih wat update:'(.mian ya ai abis aq penasaran pengen tau gmn jdinya klo rindu stngh koitnya jung min ma hyena bersatu(mvers..mvers..mvers),ditunggu ya ai scptnya..mvers..mvers..jgn lupa,dont forget,tong hilap,ojo lali:-D:-D...ditonjok sama Aiii:@:@:@

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #346 on: August 02, 2010, 03:23:37 am »
yg ini di update donk.
:(
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #347 on: August 02, 2010, 03:58:51 am »
sist ai, kalo bisa dilanjutkan secepatnya ye ? [hmpfh] [hmpfh]
*maksa bgt gw* [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #348 on: August 02, 2010, 04:27:51 am »
Aiiii... chapt 11 ada Mversnya,
Pm'in aq donk ya... ya... :D
ai... Kapan d update pengen tau ni rindu stenga matinya hyena hehehe %-)

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #349 on: August 02, 2010, 05:52:29 am »
yuki,,,gomawooyo kirimanya,,,,,yach...seneng banget ssudah bacanya,,,,

Offline mumu

  • Junior
  • **
  • Posts: 200
  • Tatapanmu mengalihkan duniaku....
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #350 on: August 02, 2010, 05:58:32 am »
antena sumsum ku mengkap ada sinyal mvers nih..... [hmpfh] [hmpfh] [on] [lovestruck]
DALIMUNTE, PROFESOR MUDA DENGAN ROMANTISME KELUARGA KECILNYA...mau...mau...

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #351 on: August 02, 2010, 11:27:40 pm »
ai, ayo up date [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013],
penasaran ama hye na yg merana karena rindu sama jung min, trus rencana ji hoon selanjutnya ke hye na????


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #352 on: August 03, 2010, 04:03:16 am »
maaf smua...
Karena modem eror,blm bisa updet... Kalo ke warnet,sama sekali gak da wktu... Jdi tnggu bntr ya...

Untk echyn... Udah jdi say yang kmu mnta,tpi ya itu,belm smpt krm... Gak da wktu nih ke warnet... Lagi pusing ngurus proposal... Gntian gt...

Bwt yg krm pm-an... Maaf ya blm aq bls... Nnti deh,aku krmin bnus... Hehehehehe...

Maaf semua...

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #353 on: August 03, 2010, 05:14:09 am »
aku bakaaal menunggu [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline siska

  • Newbie
  • *
  • Posts: 62
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #354 on: August 03, 2010, 06:15:59 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
aku juga akan selalu menunggu,,,,,,,,,,

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #355 on: August 03, 2010, 06:40:44 am »
maaf smua...
Karena modem eror,blm bisa updet... Kalo ke warnet,sama sekali gak da wktu... Jdi tnggu bntr ya...

Untk echyn... Udah jdi say yang kmu mnta,tpi ya itu,belm smpt krm... Gak da wktu nih ke warnet... Lagi pusing ngurus proposal... Gntian gt...

Bwt yg krm pm-an... Maaf ya blm aq bls... Nnti deh,aku krmin bnus... Hehehehehe...

Maaf semua...

ok Ok..
KbtUlan aq jga lg sibuk. OsPek udah d Mulai. Tp
Aq akn tetp menunggu hiinga akhr wkTu'q..
Haha :D
'met0ng d0nk' lol
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Rizkyta_A

  • Junior
  • **
  • Posts: 169
  • my first lovely couple
  • Location: depok
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #356 on: August 05, 2010, 12:49:54 am »
haiiii, lam knalll smuaaa [flowers]

aku andri......
FF ini kapan mau di update???? secepatnya ya kak.......... [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
haha [hmff] [hmff] [hmff]


Offline luvminsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 4
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #357 on: August 06, 2010, 09:21:24 am »
Update update update ^_~

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 13 (6 Agustus)
« Reply #358 on: August 06, 2010, 09:25:17 am »
maaf terlalu lama...

maaf juga kalau jelek n  gak sesuai dengan harapan  [heh] [heh] [heh]


Chapter 13

Ji hoon terdiam menatap laki-laki dihadapannya yang terlihat tersenyum polos, tanpa ada rasa apapun, apalagi rasa bersalah. Dia benar-benar bingung padanya. Ingin sekali ia membaca pikirannya, sehingga ia mengetahui apa yang dipikirkan laki-laki dihadapannya itu. Ia benar-benar bingung dengan laki-laki itu.

“Ji hoon-ssi…”

“mwo…”jawab Ji hoon terkejut dengan panggilan Jung moon yang tiba-tiba. “yya… ada apa denganmu… kenapa wajahmu memucat…”

“ah aniyo…hanya ada sebuah pikiran…. Yang… mengganggu…”jawab Ji hoon, menatap Jung moon penuh harap, menunggu sebuah penjelasan.

Jung moon tersenyum mendengar jawaban Ji hoon “apa…masih penasaran dengan rencana itu..?”tanya Jung moon sambil mengambil tasnya setelah dilakukan pemeriksaan rutin bandara.

“…ah..anhiyo…anhiyo…”jawab Ji hoon setengah hati.

Kini Jung moon tertawa keras mendengar jawaban dari Ji hoon “ayolah kawan… jujur saja… aku juga akan jujur padamu…” kata Jung moon, membuat semangat kembali muncul di wajah Ji hoon. Ia benar-benar penasaran dengan rencana yang akan dilakukan Jung moon selama mereka berada di London.

“…eerrrmmm… baiklah…”

“jadi…”

“ya ya ya…aku penasaran dengan rencana yang kau katakan selama kita berada di London…. Sebenarnya apa yang kau rencanakan untuk mereka…”aku Ji Hoon
Jung moon tertawa makin keras mendengar pernyataan Ji Hoon. “…baiklah… aku akan mengatakannya… untuk mu seorang…”jawab Jung moon tersenyum penuh arti pada Ji hoon, menatapnya lama, menghentikan langkah mereka.

“…jadi…”kata Ji Hoon kemudian memecah keheningan yang memang diciptakan Jung moon
Jung moon berdeham, kemudian tersenyum menatap Ji hoon “baik…ehhmmm… tapi kawan… ada satu hal yang harus aku katakana terlebih dahulu padamu…”
Ji hoon diam, menunggu dengan tatapan penasaran pada Jung moon.

“…sampaikan salam ku untuk Hye na jika ia pulang atau kau bertemu dengannya…”
Ji hoon masih diam, mengerutkan keningnya, bingung dengan perkataan Jung moon

“…memangnya ada apa denganmu…?apa kau akan pergi lagi…”

“ya…aku akan pergi…”

“kemana dan untuk apa…?”

“biasa…”jawab Jung moon, sembari menunjukkan tas kamera yang di bawanya di bahu.

“ahhh…”

Jung moon tersenyum, sambil memasukkan tasnya kedalam taksi yang baru saja ia berhentikan, kemudian ia masuk dan membuka pintu jendela disisinya

“…dan soal… rencana itu…”

Ji hoon diam, menunggu, mencoba mendengarkan. Senyum semakin melebar di wajah Jung moon, menatap Ji hoon bagaikan anak anjing yang menunggu untuk diberi makan oleh majikannya.

“yaaaa… rencana itu…” Jung moon menghentikan perkatannya sesaat, menatapa Ji hoon tersenyum “…tidak ada…”jawab Jung moon enteng

“tap…tapi…kau…”

“aku sama sekali tak punya rencana… hanya ini yang aku rencanakan… pergi, untuk mengecar view indah dimanapun…”

“YYA!! Tap…tapi…”

“ingat pesan ku ya…”tambah Jung moon tersenyum lalu pergi meninggalkan Ji hoon sendiri. Meninggalkan Ji hoon dengan kemarahan dan kekesalannya.

*******

Malam Menjelma kembali. London yang bercahayakan lampu kembali hadir. Hye na terlihat tengah menengadahkan kepalanya sambil menutup mata, merasakan angin yang berhembus di balkon kamarnya. Perlahan Hye na membuka matanya, menatap bintang di langit, namun…tidak ada…sulit sekali untuk mendapatkan cahaya bintang di kota yang penuh dengan cahaya lampu.

Hye na menghela napasnya pelan, kemudian terdiam kembali, hingga terdengar dering ponselnya. Tepat saat jam berdentang, menunjukkan pukul 8 malam. Hyr na masuk dan dengan senyum mengembang, meraih ponselnya.

“yoboseyo…”sapa Hye na riang, menunggu balasan dari seberang.

“Hye na-ssi…”sapa orang itu. Perlahan senyum lebar di wajah Hye na menghilang

“ah…Seung gi-ssi…mana Jung min…kenapa…”

“Soesongheyo…Jung min memintaku untuk meneleponmu sekarang. Saat ini,ia masih rapat dengan investor…dan karena itu…”

“rapat…?”tanya Hye na dengan nada tak percaya. “apa dia tidak bisa ijin semenit saja untuk berbicara denganku…?”

“soesongheyo…”jawab Seung gi “dia benar-benar sibuk…dan…”

Hye na menghela napas panjang “ya… aku mengerti…lalu…apa … keadaannya baik-baik saja…”tanya Hye na, memutus perkataan Seung gi. Entah kenapa ia merasa perlu menanyakan hal itu. Memang di hari sebelumnya, ia merasa tidak ada masalah dengan Jung min, tetapi hari ini, ia merasa sesuatu terjadi pada Jung min. Dan semuanya tepat, setelah Hye na melontarkan pertanyaan itu, Seung gi berdeham keras.

“sebelumnya… maafkan saya Hye na-ssi… Jeongmal mianhe…”

“ada apa…”

“ ermmm…”Seung gi terdengar ragu, kemudian terdiam sesaat.

“ada apa…? Apa terjadi sesuatu dengan Jung min…? dia sakit…? Atau dia…”

“maafkan saya karena proyek ini…”Seung gi menghentikan perkataannya sesaat

“…mungkin…keberadaan Jung min di kantor pusat ini tidak hanya seminggu… mungkin mundur hingga minggu depan… karena tiba-tiba saja masalah datang…”

“…mwo…jadi kepulangan kalian… diundur…?”

“nee… maafkan saya Hye na-ssi…”

Hye na terdiam, menghela napas berat. Dia harus menahan kerinduannya lagi. Dia harus sendiri lagi. Dia harus merasakan kehampaan lagi dan dia harus merasakan kesepian lagi.

“anda tak apa Hye na-ssi…?”tanya Seung gi khawatir saat mendengar helaan napas panjang Hye na

“ahh… ne… tak apa..lagipula aku…harus terbiasa… sendiri…” Hye na diam, menghela napas berat “ermmm… Seung gi-ssi apa aku benar-benar tidak bisa bicara dengan Jung min…?”

“…mianhe…. Jung min sedang menghadiri rapat… maka dari itu dia memintaku untuk menelepon anda…”

“…ah…ne…aku mengerti…”jawab Hye na, kecewa
Seung gi diam, menyadari posisinya, dan kesedihan Hye na. Keduanya terdiam sesaat.

“jika ada pesan…anda bisa menyampaikannya padaku…”kata Seung gi kemudian. Hye na diam, bingung akan apa yang harus dikatakannya.
Hingga…

“omma!!!”panggil seorang anak, yang tiba-tiba memeluk Hye na dari belakang. Hye na menjauhkan ponselnya, memutus hubungannya, lalu memalingkan wajahnya menatap anak tersebut.

“En kyu-aa…!!!”seru Hye na, menghambur memeluk En kyu hangat, penuh kerinduan, namun hanya beberapa saat, tiba-tiba En kyu melepaskan pelukannya, membuat Hye na terkejut. “MWo…???kenapa En kyu-aa…?”

“…noona…jahat…noona tinggalin En kyu sendiri…”kata En kyu, memalingkan wajahnya, marah dengan bibir dimajukannya
Hye na menatap En kyu sedih, lalu membawa En kyu kembali ke pelukannya. “mianata En kyu-aa… itu semua diluar kehendak noona… noona…”Hye na diam, kepalanya berpikir dan mulai menemukan cara. Ia tahu apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan maaf En kyu. Hye na tersenyum, menatap En kyu penuh arti “…bagaimana kalau besok kita jalan-jalan…?”tanya Hye na, tersenyum. En kyu memalingkan wajahnya menatap Hye na, rasa penasaran perlahan muncul diwajahnya. Hye na tersenyum, sebuah senyum kemenangan.

“…besok kita jalan-jalan…kemanapun yang En kyu mau…”tambah Hye na, yang semakin menarik rasa penasaran En kyu.
En kyu masih diam, menatap Hye na semakin tertarik. “…kemanapun…?”tanya En kyu akhirnya, membuat senyum di wajah Hye na semakin melebar.

“ne…kemanapun yang En kyu mau…”

“benarkah…?”

“ne…”

“benarkah…???”tanya En kyu lagi masih belum percaya

“ne…aishhh…kau ini…”kata Hye na gemas, duduk dihadapan En kyu dan mengacak rambut En kyu pelan “ ne ne ne… puas…?” tambahnya
Akhirnya, senyum yang dirindukan Hye na muncul juga di wajah En kyu. Dan senyum itu semakin melebar hingga beberapa detik kemudian. Terpikir di kepala Hye na, En kyu sudah membayangkan tempat-tempat yang menarik dan hal-hal baru yang akan di temuinya besok. Namun hanya beberapa saat, senyum itu menghilang. En kyu menatap Hye na lagi.

“janji…?”tanya En kyu, belum mempercayai perkataan Hye na.
Hye na tersenyum, mendapat pertanyaan itu “ne… janji…”jawab Hye na tersenyum, mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking En kyu. Mengikat sebuah janji. Senyum kembali muncul di wajahnya.

“heeeem!!!”terdengar dehaman dari arah pintu kamar Hye na, membuat Hye na dan En kyu memalingkan wajahnya menatap orang itu.

“Ahhhh…Pengawal Park!!!”sambut Hye na, berjalan mendekatinya dan memeluknya. Pengawal Park terdiam, mendapat perlakuan dari Hye na. jantung yang semula ia atur untuk tenang, kembali berdetak kencang, bagai diburu. Yang sangat membuatnya gugup adalah perubahan sikap Hye na padanya. Tidak biasanya Hye na bersikap hangat pada dirinya. Hanya sikap dingin yang biasa didapatkannya saat ia berada didekat Hye na, tapi kini…

“….n..nn..ne agashi… bagaimana keadaan Agashi…?”tanya pengawal Park gugup, bersamaan dengan Hye na yang melepaskan pelukannya, dan tersenyum menatap Pengawal park.

“baik…bagaimana dengan pengawal Park… dan bagaimana keadaan appa…? Apa semua baik-baik saja di Seoul…oh aku rindu sekali dengan Seoul… apa ada sesuatu yang berbeda…aku ingin segera pulang…. Apa ada kabar baru…ada sesuatu yang terjadi…?”tanya Hye na tersenyum menatap pengawal Park penasaran.

Pengawal Park terdiam sesaat, menatap Hye na. sorotan matanya memancarkan rasa bingung. Memang banyak hal terjadi di Seoul, dan ia tidak akan pernah bisa berbohong ketika menatap senyum itu. Senyum yang selalu meluluhkan hatinya. Ia benar-benar menyerah dengan senyum itu.

“…ada sesuatu kah…?”tanya Hye na lagi, mencium sesuatu dari pengawal Park

“…ahhh…aniyo…”jawab Pengawal Park, menatap Hye na yang diam menatapnya, menunggu.

“…lagipula… saya baru pulang dari berlibur beberapa hari yang lalu, jadi saya juga tidak tahu, apa saja yang terjadi di Seoul…”tambah pengawal Park sedikit gugup, takut Hye na mengetahui kebohongannya.

“ah…araseo…aku lupa…mianhe…apa kau akan pulang ke Seoul setelah ini…?” jawab Hye na menundukkan kepalanya.

“ne…apa ada sesuatu…?”

Hye na tersenyum, menatap pengawal Park lembut “aniya… tidak ada…sudah malam…lebih baik kau dan En kyu…”Hye na terdiam sesaat, ketika menatap En kyu yang semula berada disisinya telah menghilang. “mana En kyu…En kyu-aa…En kyu…”

Pengawal Park tersenyum, menatap sesuatu dibelakang Hye na “sepertinya ia benar-benar lelah…”kata pengawal Park, tersenyum, menatap En kyu yang telah merebahkan dirinya di ranjang Hye na, membuat Hye na tersenyum gemas menatap En kyu.

“baiklah… biar ia tidur dengan ku…”kata Hye na berjalan kearah ranjangnya dimana En kyu berada.

“…ahhh… agashi… ada sesuatu…”kata Pengawal Park, memberikan sebuah tas pada Hye na.

“apa ini…?”

“pakaian…”

“ahhh…bagaimana kau tahu…gomawo… terima kasih banyak… aku benar-benar membutuhkannya saat ini…”kata Hye na senang. Pengawal Park tersenyum menatap Hye na yang benar-benar terlihat senang. Ingin sekali ia memeluknya. Memeluk sebagai…

“pengawal Park…anda tak apa?”tanya Hye na menyadarkan lamunan pengawal Park “kenapa tersenyum seperti itu…”

“ah…ahniya…agashi… “

“baiklah…terima kasih banyak Pengawal Park…kau benar-benar tau apa yang aku mau…”kata Hye na senang

“…ne… sama-sama agashi…kalau begitu saya pamit…”

“ne…”

*********

“YAISSHHH!!! Kenapa ditutup…?! Dan…mwo!!! Omma…?!?!?! Siapa… tidak mungkin…ahhh… tapi…AISSSSHHHH…!!!”

“telepon lagi saja…”

“…anhiyo…”

“…ya sudah...”

“YYA!! Seung gi!!!”

“mwo!!!” Seung gi membalikkan tubuhnya cepat, kesal dengan tingkah orang dihadapannya.

“teleponkan lagi…” pintanya, menatap Seung gi memohon.

“ahniyo…!!! salahmu sendiri… kenapa tidak meneleponnya sendiri… malah menyuruhku… dan kenapa harus…”

“Yaishhh!!! Kau sama sekali tidak membantu…aku melakukan ini untuk…”

“ne… ne… arasso…jadi Jung min-nim… tanggung saja sendiri rasa penasaran mu itu…”

“Yaiisssshhh…”seru Jung min, kesal, mengacak rambutnya

Seung gi membalikkan tubuhnya, tersenyum lebar mengetahui reaksi dari Jung min, tetapi rasa penasaran juga menghinggapinya. Siapa yang memanggilnya omma… tidak mungkin…ah tidak mungkin itu anak mereka… baru saja…kenapa…? Aiiissshhh… bukan urusanku….batin Seung gi, keluar dari ruangan Jung min, dan menutup pintunya, meninggalkan Jung min dengan rasa penasarannya dan rasa kesalnya.

“YYa!!! Seung gi…!!!”panggil Jung min lagi

Seung gi yang telah membelakangi Jung min berjalan kearah pintu, tersenyum, mengacungkan jari telunjuknya, dan menggoyangkannya pelan.

“YAISSSSHHH… aku akan memotong gajimu…!!!”ancam Jung min, yang berhasil membuat Seung gi menghentikan langkahnya, dan memalingkan wajahnya. “terserah… lagipula yang menggajiku selama ini tuan Lee, bukan kamu…”jawab Seung gi, menunjukkan senyum kemenangannya

“YAIIISSSSHHH…!!!”
Apa yang harus aku lakukan…? Kenapa…? Kenapa…? Kenapa…? Dan… omma…?MWO!!! Tidak mungkin secepat itu…? Tapi kenapa…? Kenapa ada yang memanggilnya omma….? Jangan – jangan…? Aisshhh… tidak mungkin!!! Aku bahkan sudah membuktikannya…tapi….bagaimana…kalau…benar…ahniyo!! aku harus membuktikannya… harus!!!, batin Jung min

Lamunannya segera buyar oleh ketukan dipintu ruangannya.

“maaf tuan… rapat segera dimulai…”kata sekretaris Jung min

“ahhh… ne…saya akan segera kesana…”jawab Jung min, yang kemudian bangkit, mengambil agenda hitamnya, membukanya dan tepat di bagian dimana ia menyelipkan foto Hye na disana. ditatapnya foto itu, tersenyum. Aku akan segera membuktikan segalanya… dan bersiap-siaplah kamu…, batin Jung min.

Jung min berjalan kearah pintu ruangannya dan melangkah cepat kearah ruangan besar dimana rapat diadakan.

Rapat dimulai begitu Jung min duduk dikursinya, kemudian Seung gi mulai serius mempresentasikan proyek yang sudah ia bicarakan bersama dengan Jung min sebelumnya beberapa hari yang lalu.

Hanya 1 jam rapat itu berlangsung. Jung min berdoa, tidak ada orang yang akan menyanggah atau mengkritik proyek itu, dan ternyata doanya terkabul, rapat berakhir dan tanpa banak basa basi lagi dengan beberapa anggota rapat, ia bergegas keluar dari ruangan tersebut, meraih lengan Seung gi, menariknya masuk ke dalam lift kosong.

“aku ingin kau mempersiapkan kepulangan ku…sekarang…”kata Jung min, menekan kata terakhir di kalimatnya.

“mwo..??? sekarang?!?!? Tapi…”

“tidak ada kata tapi… lakukan sekarang atau kau akan ku pecat…”

“mwo…?!?!?”Seung gi terdiam sesaat, lalu tertawa keras “Kalau begitu pecat saja…aku bukan pegawaimu lagi…aku…”

“aku pecat kau sebagai sahabat…”ancam Jung min tersenyum, kini senyum itu terlihat penuh dengan kemenangan. Pergi meninggalkan Seung gi dengan sikap yang sama saat di ruangannya. Membalikkan tubuhnya, sambil mengacungkan jarinya dan menggoyangkannya pelan, tepat saat pintu lift terbuka.

“YYA!! Bagaimana bisa!!! Kau tidak bisa melakukan itu!! KAU…!!AISHHH…!!!”

Seung gi menatap kepergian Jung min, perlahan keluar dari dalam lift. Tak lama senyum muncul diwajahnya “dasar Jung min…memangnya aku takut…kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya saja…jika kau ingin bertemu dengannya…”gumam Seung gi, menggelengkan kepalanya, lalu menekan sederet nomer diponselnya.

********

Matahari mulai menjelma, menggantikan malam gelap yang dingin. Hye na, membuka matanya perlahan, menyadari adanya sebuah senyum yang mengalahkan mentari pagi.

“omma…sudah bangun…?”tanya En kyu, menatap Hye na hangat. Hye na tersenyum, membalas senyum En kyu, lalu mengacak rambutnya sayang, menghasilkan tawa jenaka dari En kyu. Dengan cepat dan tiba-tiba En kyu bangkit, dan menarik tangan Hye na untuk bangun.

“yya…En kyu…ada apa…”

“ayo bangun… kita berangkat sekarang…”ajak En kyu, yang kemudian melepaskan tangan kiri Hye na, dan turun dari ranjang menarik tangan kanan Hye na, membuat Hye na bangkit dari ranjang, dan menarik Hye na terus kearah pintu kamar.

“yya…yya… En kyu-aa… berhenti…”kata Hye na menghentikan langkah En kyu. En kyu menatap Hye na.

“mwo… ada apa… apa omma akan membatalkannya lagi…”

“aniya… bukan itu En kyu… tapi kita harus mandi, makan dan mempersiapkan semuanya… omma akan membuatkan bekal untuk kita… jadi lebih baik, En kyu mandi dulu…dan omma akan mempersiapkan segalanya…”

“yeeeee!!!” seru En kyu senang dan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Hye na tersenyum menatap En kyu lalu bangkit, berjalan kearah pintu kamarnya, membukanya perlahan, tepat saat pelayan Uhm akan mengetuk pintu.

“ooowwhhh… selamat pagi agashi…”sapanya, dengan senyum yang seperti biasanya.

“nee… pelayan Uhm… bisakah anda membantu saya…? Saya ingin mempersiapkan bekal untuk En kyu…”kata Hye na, terus berjalan kearah dapur. Dan pelayan Uhm terlihat mengekor dibelakangnya, menatap Hye na tidakpercaya.

“mwo…? Bekal…?”sahut pelayan Uhm terkejut, tak percaya dengan pendengarannya

“anda…bisa masak…”tanya pelayan Uhm, sebagai refleksi dari ketidakprcayaannya

“nee…apa ada yang salah…?”

“ahniya… tidak apa… hanya terkejut… dan tidak menyangka…”jawab pelayan Uhm tersenyum

“baiklah… mari…"tambah pelayan Uhm yang kemudian mengikuti langkah Hye na berjalan kearah dapur.

“apa yang ingin anda buat agashi…?”tanya pelayan Uhm, beberapa saat kemudian ketika keduanya sudah berada di dalam dapur. Hye na diam, menatap lemari es yang dibukanya. Ada banyak macam bahan makanan didalamnya, dari sayuran sampai daging. Dari buah-buahan sampai minuman ringan. Berbagai macam. Menunjukkan jika pemiliknya selalu melengkapi isi perutnya, yang tercermin dari lemari es nya.

“apa saja…”jawab Hye na kemudian, yang mengambil beberapa sayuran, dan daging. Ia juga mengambil berbagi pelengkap yang lain yang akan ia gunakan untuk melengkapi rasa masakannya.

“apa yang akan anda masak…”tanya pelayan Uhm, membuat Hye na menghentikan kegiatannya dan menatap pelayan Uhm. Pelayan Uhm hanya menundukkan kepalanya. Hye na tersenyum “apa saja pelayan Uhm… tergantung tangan… apa saja…”jawab Hye na

“ahhh… ne… maafkan saya agashi… terlalu banyak bertanya…”

“ahniyo…”jawab Hye na masih dengan senyum manisnya dan menepuk bahu pelayan Uhm pelan, menenangkan.

“bisakah anda mencuci dan mencincang daging ini…”ucap Hye na, menatap pelayan Uhm dengan pandangan memohon

“ya…tentu saja…dengan senang hati…”
Hye na tersenyum sangat manis mendengar jawaban dari pelayan Uhm

“gomapseumnida…”jawab Hye na



1 jam kemudian…

“omma…apa semua sudah selesai..?”tanya En kyu tiba-tiba, menatap Hye na penuh selidik dihadapannya. Hye na menengadahkan kepalanya menatap En kyu, senyum lebar terlihat diwajahnya, ketika menatap En kyu yang berada dihadapannya, yang mana di batasi oleh meja tempat Hye na meracik semua masakannya. En kyu terlihat sangat lucu, karena hampir seluruh tubuhnya terhalangi oleh meja, membuatnya harus berjinjit, dan itupun hanya matanya yang terlihat.

“yya…sebaiknya kamu tunggu saja dimeja makan”jawab Hye na, menunjukkan meja makan yang tak jauh berada di depannya. Meja makan dan dapur memang berada dalam 1 ruangan, yang hanya di batasi oleh dinding dengan lubang ditengahnya, yang mana lubang tersebut langsung menuju kearah bar kecil dan setelahnya, dan meja makan dengan 12 kursi tertata rapi, berada tak jauh dari bar tersebut.
En kyu membalikkan wajahnya, menatap apa yang baru saja ditunjukkan Hye na dengan dagunya.

“ahniyo…aku ingin melihat omma memasak…”jawab En kyu dengan tatapan yang serius dan bersungguh-sungguh

“tapi..”

“eehhhmmmm… harum sekali baunya…”kata seseorang, menghentikan perkataan Hye na. Hye na, En kyu dan pelayan Uhm mengalihkan pandangannya secara bersamaan menatap orang tersebut “ahhh… pengawal Park…”

“ne… selamat pagi pelayan Uhm… agashi…dan…En kyu…”sapa pengawal Park, yang saat menyapa En kyu, mengacak rambutnya gemas, hingga membuat En kyu tertawa geli “apa yang kau buat agashi…”tanya pengawal Park, menatap Hye na kemudian beralih pada sesuatu yang dimasaknya.

“entahlah… tak tau namanya… hanya iseng mencoba menggabungkan berbagai jenis masakan …” jawab Hye na asal, tersenyum lebar.

“kita akan piknik hari ini tuan Park…”imbuh En kyu

“Mwo…? Piknik…?”

“nee… apa mau ikut…”tawar Hye na, sambil terus memasukkan masakannya yang sudah jadi kedalam kotak bekal dengan perlahan

Pengawal Park menatap Hye na, tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya selama ini. Apakah ia benar-benar berada di lingkungan yang sama…? Apakah ia benar berada di lingkaran yang sama yang beberapa bulan yang lalu ia berada didalamnya…? Melihat dan mengamati berbagai hal yang terjadi bahkan ikut andil didalam proses kehidupan seorang Han Hye na…? benarkah ia masih berada didalamnya, ataukah ia masuk ke dalam lingkaran kehidupan seorang Hye na yang lain…?

“…kenapa…?”tanya Hye na, bingung dengan tatapan pengawal park

“…ah…ahniyo… tidak agashi… saya harus segera kembali ke Seoul…”

“mwo…? Secepat itukah…? Apa kau tidak mau menunggu Jung…”kata-kata Hye na terhenti.

Ia teringat kembali obrolannya dengan Seung gi semalam, membuat Hye na bergegas mengambil ponselnya dan menekan tombol 1 diponselnya, yang langsung terhubung ke ponsel Jung min, dan…

“maaf nomor yang anda hubungi tidak dapat menerima panggilan atau berada di luar jangkauan…silahkan ulangi beberapa saat lagi…”

Hye na menghela napas berat setelah mendengar jawaban itu, lalu meletakkan kembali ponselnya di meja. “tidak biasanya ponselnya tidak aktif… “gumam Hye na pelan, menatap ponsel ditangannya sedih “apa terjadi sesuatu padanya…?”tambahnya pelan.
Ahni…tidak!!!, seru Hye na dalam hati sambil menggelengkan kepalanya

“wegude…?”tanya pengawal Park, khawatir dengan keadaan Hye na, namun Hye na masih diam, masih berkutat dengan pikirannya. Kenapa tidak menghubungiku…ahhh…membuat khawatir saja…dasar…keluh Hye na kesal, dalam hati.

“ada apa…?”tanya pengawal Park lagi, dengan ekspresi yang lebih khawatir dari sebelumnya.

“ahhh…”Hye na mengangkat wajahnya menatap pengawal Park “ahniya… tak apa…”

“tak apa omma…?”tanya En kyu tiba-tiba dengan sorot mata khawatirnya membuat Hye na, menatapnya lembut tersenyum lalu membawanya ke pelukannya.

“mwwooo…? Om..Omma…?”seru pengawal Park kemudian, menatap En kyu terkejut

“sebenarnya siapa dia agashi… dan…ahhh…mianhae agashi… bukan maksud saya…”

“sebenarnya saya juga penasaran dengan panggilan En kyu pada anda agashi…”tambah pelayan Uhm, menatap Hye na penasaran dan penuh selidik.
Hye na bangkit lalu menatap keduanya. Dan tawa pelan terdengar dari mulutnya.

“omma…”desak En kyu

“ne… ada apa En kyu…”

“kenapa tertawa…?”

“ahniya…hanya lucu saja…”

“lalu kenapa…?”

Hye na menatap En kyu sesaat lalu tersenyum, menatap dua orang yang penuh dengan rasa penasaran dihadapannya, kemudian menghela napas berat dan mulai serius.

“baiklah… sebenarnya… En kyu itu…”kata Hye na menatap serius pelayan Uhm dan pengawal park yang menatapnya serius dengan berjuta rasa penasaran.

“…ne…. siapa agashi…?”

“En kyu itu…anakku…”jawab Hye na asal, melingkarkan tangannya di bahu En kyu, mendekapnya. En kyu menatap Hye na yang tersenyum padanya, lalu tertawa lebar.

“omma…!!!”panggil En kyu senang.

Hye na tertawa “omma mandi dulu…”kata Hye na

“…tap..tapi agashi… dulu En kyu tidak memanggil anda dengan sebutan…”

“ne… aku memang meminta En kyu untuk memanggilku seperti itu…”jawab Hye na enteng, kemudian menggandeng tangan En kyu, meninggalkan pengawal Park dan pelayan Uhm dengan berjuta tanya dalam kepala dan rasa ketidakpercayaannya dalam hati. Sekaligus rasa bingung.

*******

“mau kemana…?”tanya seseorang tiba-tiba memecah tawa yang tercipta dari kedua orang yang terlihat tengah bergembira dengan sebuah bungkusan di tangan kiri sang wanita dan tangan kanan yang terlihat menggandeng anak kecil. Suara itu juga berhasil menghentikan langkah dari keduanya.

Sang wanita memutar tubuhnya cepat, menatap asal suara. Dihadapannya sudah berdiri 2 orang yang sangat dikenalnya dan ia sangat merindukan salah seorang darinya. Sangat dirindukannya. Bahkan ia berjanji akan langsung memeluknya jika ia muncul dihadapannya, dan akan melakukan apapun untuknya, namun tidak saat itu, hanya rasa kesal yang muncul dihatinya, karena kebohongan dan ketiadaan laki-laki itu membuatnya bersedih dan hampir menangis, bahkan perasaan khawatir sempat merajainya. Membuatnya takut.

“hai Hye na…”sapa laki-laki itu lagi, membuat Hye na terdiam menatapnya, kini sepasang matanya terlihat berbinar, menatap laki-laki itu, tangisnya hampir pecah, namun ditahannya. Hye na terlihat diam, dengan En kyu yang menatap bingung antara Hye na dengan laki-laki dihadapannya bergantian.

“lebih baik kalian bicara berdua…”kata laki-laki lain yang sedari tadi berdiri di samping laki-laki satunya dengan tatapan bingung.

“…tunggu Seung gi-ssi… saya harus pergi… lebih baik anda dan ….Jung min-ssi sarapan dulu…kalian harus bekerja lagi bukan setelah ini…?”

“kemana…?”tanya Jung min tiba-tiba

“aku harus mengantar En kyu…”kata Hye na, menggenggam erat tangan En kyu.

“kemana…?”tanya Jung min lagi, yang kemudian menatap anak kecil yang berdiri di sisi kanan Hye na. Ukuran tubuhnya yang kecil, semakin mengecil ketika Jung min menatapnya tajam, layaknya ingin membunuh “apa dia….yang …memanggilmu…”

“omma…”sambung En kyu, memanggil Hye na. Hye na menatapnya “..iya…ayo kita berangkat”

“APA!!!!...yya…yyya…kenapa dia…AISHHHH…katakan yang sebenarnya padaku…”seru Jung min keras, membuat beberapa orang disekeliling mereka menghentikan pekerjaannya dan menatap mereka, sedang En kyu terlihat, bersembunyi di belakang Hye na, menatap Jung min takut.

“omma…”panggil En kyu dengan suara sedikit bergetar.

“aku harus pergi…”kata Hye na, tanpa menatap Jung min

“kemana…?”tanya Jung min lagi

Hye na diam, berpikir, ia memang belum menetapkan ke mana ia akan mengajak En kyu jalan-jalan pagi itu “…entahlah… hanya jalan-jalan…”jawab Hye na

“kemana…?”

“tak tahu…”jawab Hye na lagi yang mulai kesal, membalikkan tubuhnya dan melangkah perlahan hingga “…tunggu…apa kau tidak merindukanku…”tanya Jung min tiba-tiba, meraih tangan Hye na, menghentikan langkah Hye na, menatap punggungnya serius.

Kini air mata Hye na tidak dapat terbendung lagi, air mata itu pecah jatuh di pipinya. Ingin sekali ia menjawab pertanyaan Jung min dengan berteriak dan memeluk tubuh itu. Ingin sekali ia berada di sampingnya, terus, dan tidak akan pernah membiarkan laki-laki itu lepas lagi, tapi rasa marah dan kesalnya yang menang. Hye na diam, kemudian melepaskan tangannya dari cengkraman Jung min dan melangkahkan kakinya lagi tanpa menjawab pernyataan dari Jung min.

Jung min diam, menundukkan kepalanya, ia tahu Hye na marah padanya, dan ia tidak akan membiarkan hal itu terus berlarut-larut.

Jung min diam, menatap Hye na yang terlihat tersenyum menatap anak itu, dan tanpa banyak pemikiran lagi, Jung min melangkah cepat mendekati Hye na, menarik lengannya, menghadap kearahnya.

Ditatapnya wajah itu. Wajah bidadari yang sangat dirindukannya. Wajah yang sangat ingin ia jamah dan kecup, wajah putih yang selalu membuatnya merasakan rindu dan cinta yang semakin bertambah. Wajah cantik dengan senyum yang menawan. Namun kini terlihat senyum itu menghilang, terlihat dipipinya bekas air mata yang jatuh, dan ia juga melihat tumpukan air mata yang ditahannya, berada di pelupuknya hampir jatuh.
Hye na segera memalingkan wajahnya, menyembunyikan kesedihannya. Jung min menghela napas. Sejenak jantungnya bergemuruh antara kerinduan dan rasa bersalah dalam hati. Jung min menghela napa berat

“aku akan mengantarmu…”kata Jung min kemudian, mencengkeram lengan Hye na

“…tidak perlu… bukankah kamu harus mengurus pekerjaanmu… aku tidak ingin mengganggu itu…”

“ahniya… aku libur hari ini… jadi biarkan aku mengantarmu…”

“tidak perlu…”jawab Hye na, menarik lengannya dari cengkraman tangan Jung min.

Jung min menatap Hye na serius dan tanpa banyak kata, tiba-tiba ia menarik tangan Hye na lagi, masuk kedalam mobil yang mengantarkan dirinya dan Seung gi dari bandara. Jung min duduk di belakang kemudi, setelah mendudukkan Hye na di disisinya dan En kyu di tempat duduk belakang.

“kita akan kemana…”tanya Jung min tiba-tiba, setelah mobilnya berada di jalan.

Tak ada jawaban. Hye na dan En kyu terlihat terdiam, memalingkan wajahnya menatap jendela. “hei…bocah… kau… ingin kemana…?”tanya Jung min menatap En kyu dari kaca spion dalam. En kyu masih diam, tidak menyadari panggilan Jung min. “hei…En…En kyu…”panggil Jung min lagi, terbata-bata, terasa aneh saat ia memanggil nama En kyu.
En kyu yang dipanggil, mengangkat wajahnya lalu menatap Hye na yang memalingkan wajahnya tersenyum padanya.

“bagaimana kalau ke kebun binatang…”jawab En kyu, bersemangat, bangkit dari kursinya dan berdiri di tengah, antara kursi Jung min dan Hye na.

“yaishhh…!! Ketempat yang lain saja… bagaimana kalau kita…”Jung min menghentikan perkataannya, begitu menyadari tatapan sinis dari Hye na dan En kyu “yaiissshhhh!!!! Araseo…araseo…baiklah… kita kesana…”jawab Jung min.

Hye na tersenyum menatap En kyu lalu mengacak rambutnya gemas. “baiklah… hari ini kau rajanya…”kata Hye na. “duduk dengan omma…”tawar Hye na, menepuk pahanya yang berbalut celana jeans pendek, yang ternyata sama sekali belum disadari oleh Jung min. Jung min mengalihkan wajahnya, menatap paha Hye na ketika Hye na menepuknya.
Rasa panas kini merasuki tubuhnya. wajah Jung min memerah dan jalan napasnya terasa tercekat. En kyu yang sudah duduk di pangkuan Hye na terdiam menatap Jung min, yang terlihat bingung dengan wajah yang memerah.

“ada apa…”tanya Hye na, menyadari tatapan En kyu pada Jung min. Jung min memutar kepalanya, menatap Hye na. Dan saat itu, ia dapat melihat tubuh Hye na yang indah dengan balutan kemeja putih kebesaran milik Jung min, yang biasa dikenakannya, dan rompi jas Jung min, yang ia kenakan untuk melengkapi kemejanya. Ia juga mengenakan sabuk yang ia kenakan pada kemejanya agar tidak terlihat terlalu kebesaran.
Jung min segera membalikkan wajahnya menatap jalanan yang mulai ramai dengan pejalan kaki dan mobil-mobil lainnya.

“kau kenapa…? Wajahmu memerah…?”tanya Hye na, menatap bingung pada Jung min, kemudian meletakkan telapak tangannya di dahi Jung min. Dengan cepat, Jung min menyingkirkan tangan Hye na dari dahinya.

“tak apa…hanya… terasa panas..”jawab Jung min, yang kemudian memutar tombol AC mobilnya ke level yang hampir maksimal. “ahhh…sejuknya…”seru Jung min, tersenyum, senang.

“kau ini kenapa… bahkan keadaan sedingin ini…” kata Hye na, memperkecil tombol AC, karena tubuhnya dan tubuh En kyu sudah hampir menggigil.

“YY…YYA!!... aku kepanasan…”jawab Jung min kesal

“tapi…”

“ssstttt…kita hampir sampai jadi diam saja…”

“yaishhh…”kata Hye na kesal, memeluk En kyu erat, untuk menghangatkan dirinya dan En kyu.

Ketiganya diam sesaat, hingga…

“ah… hangat omma…”kata En kyu tiba-tiba, tersenyum keenakan karena dipeluk oleh Hye na, membuat tubuhnya yang menggigil kedinginan, hangat kembali.

“YYA!! YYA!!!... kenapa kau memeluknya erat sekali…”kata Jung min marah, menggeser tubuh Hye na yang memeluk En kyu erat. “lepaskan dia…”kata Jung min memaksa Hye na melepaskan pelukannya pada En kyu.

“YYA!!! Kau ini kenapa…kami kedinginan…”kata Hye na , kesal
Jun min diam, lalu menekan tombol AC nya dan menurunkan levelnya.

“sudah…sekarang lepaskan…”kata Jung min, mengeser wajah En kyu dari dekapan dada Hye na. Hye na menatap Jung min tidak percaya, lalu senyum lebar terlihat diwajahnya. Ia mengerti sekarang.

“kita sampai…”kata Jung min, memarkirkan mobilnya, menghentikannya, membuka pintunya dan keluar yang kemudian disusul oleh Hye na dan En kyu

“wahhhhh… luas sekali…”kata En kyu

“kacha…”ajak Hye na, menggandeng tangan En kyu masuk kedalam kebun binatang tersebut.

“YYA!!! Tunggu dulu…apa ini…”kata Jung min, sambil mengangkat bungkusan ditangannya dan mencium baunya.

“itu bekal…”kata Hye na

“apa kau yang membuatnya…”tanya Jung min, yang berhasil menjajari langkah Hye na yang memang tidak selebar langkahnya

“ne… kenapa…?”jawab Hye na enteng
Jung min terdiam, mendengar jawaban dari Hye na, ia benar-benar terkejut. Ia pikir Hye na tidak bisa memasak atau apapun. Bahkan ia sudah melarang Hye na melakukan apapun yang berhubungan dengan urusan rumah tangga, karena yang ia tahu Hye na adalah seorang putri yang mungkin dari kecil ia tidak pernah berkutat dalam hal yang berjudulkan urusan rumah tangga, tetapi… aku salah, batin Jung min, terdiam.

“ayo…”ajak Hye na, memecah lamunan Jung min.
Ketiganya jalan perlahan masuk kedalam kawasan kebun binatang. Banyak hewan dari yang lucu hingga yang buas berada didalamnya. Membuat ketiganya tersenyum.

Tak lama saat ketiganya sedang duduk bersama dengan penonton yang lain menikmati atraksi gajah, tiba-tiba En kyu berdiri dari tempatnya, sambil memegang bagian celananya, menahan sesuatu. Hye na memalingkan wajahnya, menyadari tingkah aneh En kyu “ada apa Kyu-aa…”tanya Hye na

En kyu hanya diam, masih memegang celananya dan menahan sesuatu.

“ya… bocah… ada denganmu…”tanya Jung min kemudian, menangkap sesuatu dari wajah En kyu. En kyu memalingkan wajahnya, menatap Jung min dengan pandangan yang aneh, kemudian mendekatkan mulutnya di telinga Jung min.

“YAISHHHH!!!! Dasar kau ini…”keluh Jung min, keras membuat beberapa orang yang tengah menikmati atraksi dihadapannya, memalingkan wajahnya menatap Jung min.
Jung min bangkit, disusul oleh Hye na yang masih bingung dengan Jung min dan En kyu.

“ada apa Jung min-ya…”tanya Hye na bingung, mengikuti langkah Jung min yang menggandeng tangan En kyu keluar dari kerumunan orang.
Jung min menatap En kyu yang terlihat tertawa, memamerkan giginya yang rata

“yaishhh… kau ini masih bisa tertawa…”kata Jung min kesal. “ayo cepat… Kyu sudah tidak tahan…”kata En Kyu

“YAISHHH!!!”seru Jung min, mengangkat tubuh En kyu, menggendongnya berlari.

“kemana…”tanya Hye na bingung dengan sikap En kyu dan Jung min.

“tak apa… ini urusan antar laki-laki… lebih baik kau menunggu saja disini…”jawab Jung min, membawa En kyu berlari, meninggalkan Hye na dengan senyum manis terkembang di wajahnya.



********

“ayo kita makan siang…”ajak Hye na, duduk di sebuah taman yang luas dengan pohon besar yang rindang melindungi ketiganya dari sengatan matahari siang yang panas.

“apa yang kau buat omma…”tanya En kyu, menatap tidak sabar pada bekal yang dibawa Hye na, yang terlihat tengah dibuka Hye na.

“banyak…dan semua ini makanan kesukaan En kyu…”jawab Hye na.
Jung min diam, menatap En kyu dan Hye na, hingga akhirnya ia menatap berbagai macam makanan yang dibuat Hye na. Jung min tersenyum, terperangah menatap semua makanan yang ada dihadapannya. Aroma yang keluar saat Hye na membuka tutupnya, membuat rasa laparnya muncul, dan bertambah, namun rasa senang dihatinya dan rasa terkejut di hati Jung min bercampur jadi satu dengan rasa kesal.

“YYA!!! Kenapa kamu tidak pernah memasakkan sesuatu untukku… YAISHHH!!!”

“YYA!!! Kamu tidak pernah mengatakannya padaku…jadi buat apa…”

“AAIIISSSHHH…”

“tapi... sejak kapan kamu memasak…”tanya Jung mi penasaran, menatap bekal yang dibuat Hye na. En kyu terdiam menatap Jung min. “sejak berada di penampungan… omma sering memasakkan kami…”jawab En kyu polos dengan sumpit berada di mulutnya

“mwo…!!! Jadi hanya aku… suamimu… yang belum pernah merasakan masakanmu…”tanya Jung min kesal

“entahlah…”jawab Hye na.

“jadi hyung ini…suami omma…”tanya En kyu tidak percaya. Menatap Jung min dengan tatapan menilai.

“ne… kenapa…”jawab Jung min, merangkul bahu Hye na dan membawanya kepelukannya

“jadi… hyung appa Kyu…”tambah En kyu, dengan tatapan tidak rela “padahal Kyu ingin yang Kyu panggil appa adalah Ji hoon hyung…”celetuk En kyu, menatap makanan yang sudah tergelar di hadapannya.

“mwo…!!!bagaimana bisa…?”kata Jung min, menatap Hye na penuh tanda tanya dan kesal dan yang ditatap hanya mengangkat bahunya tidak mengerti.

”wahhh… enaknya.…”seru En kyu, mengalihkan perhatian Jung min. Jung min menatap En kyu yang akan mengambil makanan yang berada di salah satu dari 3 kotak bekal tersebut dan dengan cepat merebutnya. Dan hal yang sama juga terjadi pada salah satu kotak bekal yang lain.

“kau makan itu saja…”kata Jung min, menunjukkan kotak bekal yang berisi nasi putih dan telur dadar yang dipotong tipis-tipis.

“yya…hyung…”

“ada apa…? panggil aku appa dulu…”kata Jung min, mendekap kedua bekal makanan tersebut. Hye na diam menatap keduanya, lalu senyum terlukis di wajahnya melihat tingkah Jung min dan En kyu.

“mwo…!!! Ahniyo…!!! Kyu tidak rela jika memanggil selain Ji Hoon hyung sebagai appa…”

“mwo… baiklah kalau begitu minta pada appamu itu…”

“omma…”rengek En kyu, menatap Hye na yang duduk di sisi Jung min.

“tidak bisa… dia istriku… jadi jika kau memanggilnya omma kau harus memanggilku appa…”

“antwe…!!”jawab En kyu cepat

“baiklah kalau begitu.. terserah…”kata Jung min, memutar tubuhnya membelakangi En kyu, dan menarik Hye na membelakangi En kyu. Hye na memalingkan wajahnya sedikit, menatap En kyu yang duduk di belakangnya, memajukan bibirnya kesal. En kyu memang tidak akan pernah menangis dihadapan Hye na, ia sudah berjanji itu, jadi Hye na tidak perlu khawatir padanya.

“yya…Jung min…kasihan En kyu…”bisik Hye na

“antwe…aku juga kesal padamu… kenapa kau membiarkan dirinya memanggilmu omma… bukankah dulu saat aku bertemu dengannya, dia tidak memanggil mu omma… tapi sekarang….”

“appa… En kyu lapar…”kata En kyu akhirnya, memotong perkataan Jung min.

“dengar… En Kyu sudah memanggilmu appa…”kata Hye na. Jung min memutar tubuhnya menatap En kyu, yang diam, menundukkan kepalanya. Jung min memberikan kotak bekal yang dibawanya pada En kyu, yang langsung disantap olehnya.

“kenapa…”tanya Jung min kemudian, menatap Hye na penuh selidik.

“…apanya…”

“kenapa En kyu memanggilmu omma…apa dia…”

“sudah jelas bukan…lihat En kyu menghabiskan makanannya…”kata Hye na, menunjuk kearah En kyu, dengan maksud juga mengalihkan perhatian Jung min darinya.

“YYA!!!..sisakan untukku…”seru Jung min, melahap beberapa makanan yang ada dihadapannya. Hanya beberapa saat, kemudian Jung min memutar tubuhnya, menatap Hye na yang terlihat tengah menyandarkan tubuhnya di pohon, memejamkan mata, merasakan hembusan angin sejuk.

Jung min menatap Hye na lembut. Wajahnya yang putih dan cantik terlihat bercahaya diterpa oleh sinar matahari. Dengan senyum manis yang terkembang diwajahnya membuatnya semakin cantik dan menawan. Ingin sekali Jung min mengecup setiap bagiannya. Merasakan manisnya wajah Hye na. Melumat bibir manis. AIISHHHH, seru Jung min dalam hati, menggeleng-gelengkan kepalanya.

Entah berapa lama ia memejamkan mata. Ia sudah tidak lagi mendengar teriakan Jung min dan tolakan En kyu, yang terdengar hanya desau angin dan dengkuran. Ia juga dapat merasakan kehangatan dan rasa nyaman. Hye na tersenyum, membuka matanya perlahan.

“sudah bangun…”sapa Jung min, menatap Hye na tersenyum. Hye na menengadahkan kepalanya, menatap Jung min. Kehangatan dan rasa nyaman yang dialaminya adalah karena kehangatan dan rasa nyaman yang diberikan oleh dada bidang Jung min. Jung min mendekapnya, dan menjadikan dirinya bantal untuk Hye na.

“berapa lama aku tidur…”tanya Hye na “mana En kyu…”tanya Hye na lagi ketika menyadari ketiadan En kyu di hadapannya.

“sssttt… ia tidur…”kata Jung min, menunjukkan En kyu yang tertidur dengan kepala berada di pangkuannya.
Hye na tersenyum “ooowwhhhh…pegal sekali rasanya…”kata Jung min, melenturkan kedua tangannya. Hye na tersenyum menatap Jung min lembut. “kenapa…”tanya Jung min, bingung dengan tatapan Hye na.

“ahniyo…”jawab Hye na dengan senyum semakin lebar, yang secara tiba-tiba tanpa perkiraan Jung min, menarik dasi Jung min yang sudah agak longgar, mendekatkan wajahnya ke wajah Hye na. Hye na menempelkan bibirnya perlahan ke bibir Jung min. Hanya beberapa detik tanpa lumatan. Dan kemudian Hye na melepaskannya. Jung min diam, terkejut dengan sikap Hye na, dan dengan cepat, Jung min meraih leher Hye na, dan menariknya kembali mendekat.

Jung min mengecup lembut bibir Hye na, namun hanya sesaat, kemudian lumatan-lumatan mulai dialami oleh Hye na.

“aku rindu sekali denganmu sayang…”desah Jung min, diantara lumatan-lumatannya yang semakin dalam. Hye na terkejut dengan ucapan Jung min, ia menyadari sesuatu hal, dan ia harus menghentikannya sekarang.

“Jung…Jung…tunggu…”kata Hye na, mendorong tubuh Jung min, menjauhkan tubuhnya dari tubuh Jung min.

“ada apa….”tanya Jung min, menatap lembut Hye na, yang kemudian melumat bibir Hye na kembali, melumatnya makin dalam, hingga akhirnya Hye na tidak sanggup lagi menghadapinya.

“omma…”panggil En kyu tiba-tiba, membuat Hye na mendorong tubuh Jung min, melepaskan ciumannya.

“mwo… ada apa En kyu…”tanya Hye na dengan napas yang memburu, menatap En kyu, kemudian membantunya bangkit.

“ayo pulang…”ajak En kyu

“iya… ayo pulang…”kata Hye na, bangkit berdiri dan mengambil bekal yang sudah dirapikan kembali oleh Jung min selama ia tertidur.

“tapi…”

“ayo pulang… hari sudah hampir senja…” kata Hye na, yang kemudian berjalan bersama En kyu mendahului Jung min.

“yaisshhh…!!! Bocah itu…”rutuk Jung min kesal yang kemudian bangkit dan menyusul Hye na

*********

Mobil ketiganya berbelok masuk disebuah kawasan apartemen mewah, dimana terdapat penthouse milik Jung min. Jung min membelokkan mobilnya masuk kedalam tempat parkir di lantai dasar apartemen tersebut, dimana ia biasa memarkirkan mobilnya.
Setelah mobil tepat berhenti, Hye na turun bersama dengan En kyu yang berada di gendongannya dan disusul oleh Jung min. setelah mengunci mobilnya, Jung min bergegas masuk kedalam lift dan menekan tombol dimana penthouse nya berada. Keduanya terdiam, yang terdengar hanya dengkur En kyu yang berada di gendongan Hye na. Rasa kikuk dan aneh merayapi keduanya, hingga…

“sini… biar aku yang menggendongnya…”kata Jung min kemudian.
Hye na menatap Jung min, lalu memberikan En kyu pada Jung min. Keduanya terdiam kembali. Bingung apa yang harus dilakukan dan dikatakan.

“kau berhutang penjelasan, masakan dan bercinta denganku Hye na-ssi..”kata Jung min pelan, tepat saat pintu lift berdentang terbuka.

“mwo…?”tanya Hye na yang hanya mendengar samar perkataan Jung min

“sssttt…kau akan membangunkan En kyu…”kata Jung min, mendekatkan jari telunjuk di bibirnya.

“tapi…”

“ssstttt…dimana En Kyu tidur…?”

“kemarin ia tidur bersamaku…dikamar kita…”

“mwo!!! Kena…”

“ssssttttt…Yaisssshhh…kau membangunkannya…”kata Hye na yang mengambil En kyu kembali dan membawanya ke gendongannya. Langkahnya terhenti saat pelayan Uhm datang menghampirinya “apa terjadi sesuatu agashi…”tanyanya, khawatir

“ah…anhi…aku harus membawanya ke kamar dan menidurkannya… kasihan..”jawab Hye na, meninggalkan pelayan Uhm dengan wajah penasaran dan Jung min dengan kemarahannya.
Jung min diam menatap Hye na dari pintu kamarnya yang terbuka, menatap Hye na yang dengan telaten menyelimuti tubuh En kyu dengan selimut. Senyum juga terlihat di wajahnya. Bidadarinya benar-benar cantik.

“hachiii!!!”

Bersin Jung min menunjukkan keberadaan dirinya. Dengan segera Hye na membalikkan tubuhnya.

“apa kau tak apa…”tanya Hye na, menatap Jung min yang perlahan melangkah masuk kedalam ruangan.

“tak apa..tapi ada rasa yang aneh di badan…rasanya berat sekali…”jawab Jung min.
Hye na meletakkan tangannya di dahi Jung min, mengukur suhu tubuhnya. “sepertinya kau demam…”kata Hye na “lebih baik kau tidur… semua ini karena kau sendiri…. Kenapa baru saja tiba langsung ikut kami pergi… bukannya istirahat saja…”tambah Hye na.

“yya…kau juga yang salah… suami pulang kau malah pergi…”elak Jung min

“sudahlah lebih baik kau tidur…”

“dimana…”

“tidurlah disisi En kyu…”

“kalau aku jadi kau dan tahu kondisiku…aku tidak akan tidur bersama En kyu…”kata Jung min, menyadarkan Hye na dengan ucapannya yang salah.

“baiklah… kita cari kamar yang lain…”

“begitu baru benar…”kata Jung min tersenyum penuh arti dan berjalan mendahului Hye na. Hye na tersenyum, mengikuti langkah Jung min. Jung min masuk kesebuah kamar, pelan, sambil sesekali bersin.

“ada apa…apa terjadi sesuatu dengan Jung min-nim…”tanya pelayan Uhm tiba-tiba ketika menatap Jung min keluar dari kamarnya saat Jung min bersin.

“ahni… tak apa pelayan Uhm… hanya demam… “

“apa anda membutuhkan sesuatu…”tanya pelayan Uhm

“belum pelayan Uhm… terima kasih…”jawab Hye na membantu Jung min merebahkan tubuh Jung min diranjang.

“nee…apa Jung min-nim berada lama di luar… dia memang selalu seperti ini gampang terkena demam….”terang pelayan Uhm

“rasanya benar-benar aneh…berat sekali…”keluh Jung min, memejamkan matanya

“apa kau tidak pernah lama-lama berada di lingkungan luar…?cih…dasar…”gumam Hye na yang tidak mendapat respon apapun dari Jung min.

“Ah…kalau butuh apapun…katakan saja…”tambah pelayan Uhm, menatap Jung min dengan tatapan khawatir.

“ne… tolong jaga En kyu saja… mungkin ia akan mencariku nanti…”kata Hye na

“baiklah… beberapa pelayan ada diluar ruangan ini… panggil saja mereka kalau membutuhkan sesuatu..”

“nee… terima kasih banyak pelayan Uhm…”

“sama-sama agashi…”jawab pelayan Uhm meninggalkan Hye na dan Jung min sendiri. Hye na segera memalingkan wajahnya, melihat pelayan Uhm yang tengah menutup pintu,

“pelayan Uhm…”panggil Hye na membuat pelayan Uhm masuk kembali “nee… ada apa…”



“apa Seung gi –ssi dan pengawal Park sudah pergi…?”

“neee… pengawal Park sudah kembali ke Seoul sedangkan Seung gi-ssi berada di hotel… katanya masih ada yang harus di urus di London…”

“ohhh… baiklah… terima kasih banyak…”

“ne…”kata pelayan Uhm yang kemudian membalikkan tubuhnya, membuka pintu, keluar dan menutupnya kembali.

Hye na diam menatap Jung min yang menutup matanya. Ditatapnya suaminya lembut, ternyata selain takut ketinggian, kau juga…mudah demam Jung min-ssi…, batin Hye na

*******

Malam kembali menjelma, Hye na terlihat tengah duduk tertidur dengan wajah yang dibenamkannya di sisi Jung min. Perlahan, tidak ingin membangunkan bidadarinya itu, Jung min mengusap kepalanya pelan, lembut. Tak lama tiba-tiba kepala Hye na bergerak, dan dengan cepat Jung min menarik tangannya kembali dan pura-pura tertidur disisi Hye na. Hye na menatap Jung min, meletakkan tangannya, mengukur panas tubuh Jung min.

“tidak terlalu…”kata Hye na yang kemudian menyelimuti kembali tubuh Jung min lalu bangkit pergi. Tepat saat Hye na membuka pintu, En Kyu menghambur masuk, mendekap erat pada perut Hye na

“omma… apa yang terjadi…kenapa appa masih tidur… apa appa tidak mau makan malam bersama…”tanya En kyu

“sstttt…appa sakit… appa demam… jadi biar appa istirahat dulu…” jawab Hye na “kita makan malam berdua saja…”tambahnya

“nee…”

“kacha…”

******

“apa yang omma lakukan..bubur itu untuk appa…?”tanya En kyu, sambil mengamati Hye na yang tengah sibuk memasak bubur untuk Jung min.

“nee..”

“appa ikut-ikut…”

“mwo… apa maksud En kyu…”

“waktu En kyu sakit…omma juga membuatkan omma bubur yang gak ada rasanya… En kyu gak suka…”

“yya...Kyu-aa… orang sakit memang seperti itu… mulutnya terasa hambar…jadi percuma saja jika omma memasakkan masakan yang enak untuk appa… dan perut appa akan lebih mentolerir makanan yang tidak terlalu berat terlebih dahulu…”

“…tetap saja gak enak…”jawab En kyu, menjatuhkan kepalanya ke dagu, menatap Hye na yang tengah mengaduk buburnya. Tak lama mulut En kyu terbuka lebar. Rasa kantuk menyerangnya.

“En kyu ngantuk omma…”

“kalau begitu tidur…”

“sama omma…”

“baiklah… tunggu omma, matikan dulu kompornya…”

“neee…”

“baiklah….kacha…”ajak Hye na, menggandeng tangan En kyu dan naik ke lantai 2 dimana kamarnya dan Jung min berada.

“ayo tidur En kyu…”ajak Hye na, membantu En kyu merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya.

Perlahan En kyu mulai memejamkan matanya diiringi dengan nyanyian pelan dari Hye na. membuat rasa kantuknya bertambah, hingga akhirnya mata itu terpejam dan terdengar dengkuran pelan dari En kyu. Hye na bangkit, merapatkan selimut En kyu dan mengecup keningnya perlahan. Malaikat kecilnya sekarang sudah tertidur, sekarang giliran malaikatnya yang lain.

Hye na tersenyum, membuka pintu kamar Jung min sambil membawa nampan berisi air putih dan bubur hangat. Terlihat Jung min tengah terduduk di ranjang sambil membaca sebuah majalah.

“apa yang kau baca…”tanya Hye na berjalan masuk kedalam kamar, kemudian meletakkan nampan yang dibawanya di sisi Jung min.

“ahni… apa yang kau bawa...”tanya Jung min menatap nampan yang dibawa Hye na.

“yakhhh…aku benci bubur…”kata Jung min. Hye na tersenyum “…kenapa bisa sama…”gumam Hya na

“aku ingin yang lain saja…”tambah Jung min

“YYA!!! Kau sakit…jadi makan ini dulu…”kata Hye na, mengambil sesendok bubur, mengangkatnya di hadapan Jung min. Jung min diam, menatap bubur ditangan Hye na, sambil sesekali memundurkan wajahnya, menjauh dari sendok di tangan Hye na.

“YYA!! Ayolah… jangan seperti anak kecil” ujar Hye na kesal

“kalau begitu…cium dulu…”kata Jung min menutup matanya, sambil memajukan bibirnya. Hye na tersenyum. “yaisshhh… baiklah…. Siap-siap ya…buka mulutmu…”kata Hye na.

“kenapa harus buka mulut…”

“lakukan saja… mau tidak…”

“araseo…. “jawab Jung min, membuka mulutnya. “baiklah…sekarang…”kata Hye na yang kemudian memasukkan sesendok bubur yang berada ditangannya ke mulut Jung min.

“YYA!!!”
Hye na terkikik “makan dulu…setelah itu terserah apapun yang ingin kamu lakukan…”

“yaishhh…” jawab Jung min, mengambil mangkok bubur ditangan Hye na, dan mulai memakan buburnya banyak-banyak, cepat, hingga habis.

“enak…”

“yaaccckkk… tidak akan pernah lagi…”

“bagus…kalau begitu jangan sakit…”kata Hye na yang mengambil mangkuk dari pangkuan Jung min, meletakknya di nampan dan merapikannya. Setelah Hye na meletakkan mangkuknya di sebuah meja di depan ranjang Jung min, tiba-tiba Jung min bangkit dan menghampirinya, memeluknya dari belakang.

“aku mengatakan yang sesungguhnya…sayang… aku benar-benar rindu padamu…”bisik Jung min di telinga Hye na.

Hye na diam, berusaha menghindar dari bibir Jung min yang mulai menjelajah leher hingga telinganya, namun tetap saja Hye na tidak mampu melakukannya. Dekapan tangan Jung min di tubuhnya sangat kuat.

“Jung…Jung…”ucap Hye na gusar dengan sikap Jung min. Jung min diam, perlahan Jung min menyusuri rahang dan leher Hye na dengan kecupannya, membuat Hye na semakin menegang.

“akhhh…Jung…hen…”
Jung min tidak menggubris ucapan Hye na, ia terus melakukan apa yang sudah ia lakukan sebelumnya. Kini kecupannya sampai leher belakang dan bahu Hye na.

“AKKHHH!!!”seru Hye na tiba-tiba ketika Jung min menggigit leher Hye na memberi tanda merah di sana.

“…apa kau tidak merindukanku…”tanya Jung min diantara perlakuannya.

“Jung…akhhh…” dengan cepat Hye na membalikkan tubuhnya, menatap Jung min. Hye na menempelkan kedua belah tangannya di rahang Jung min, dan membawanya mendekat ke wajahnya.

“…sangat rindu…rindu…rindu…rindu…”kata Hye na, kemudian mengecup bibir Jung min pelan. Jung min tersenyum, menatap Hye na yang tengah mengecupnya. Lalu perlahan Jung min membawa kedua tangannya bergerak. Tangan kanannya mendekap pinggang Hye na membuatnya semakin dekat dan tangan kirinya menekan leher Hye na ke arahnya. Bibir Jung min mulai melumat, dan menghisap sedangkan perlahan, lidahnya yang kasar mulai bekerja, masuk kedalam rongga mulut Hye na, menjelajahi setiap sisinya, mencari titik-titik sensitifnya, hingga ia dapat mendengar sebuah desahan halus keluar dari bibir Hye na. Hye na benar-benar sudah terlena. Ia benar-benar rindu dengan segala sesuatu tentang Jung min. Dan ia benar-benar sudah haus dengan belaian Jung min di tubuhnya. Belaian yang selalu membuatnya terlena dan menyerah pada Jung min.

Jung min dapat merasakan kaos yang dikenakannya terangkat. Tangan Hye na, sudah mulai masuk ke dalam kaosnya, meraba punggungnya dari atas ke bawah lalu keatas lagi, mengusapnya lembut. Jung min bahkan dapat merasakan gairah Hye na darinya. Dengan penuh kelembutan Jung min melepaskan ciumannya, menatap Hye na sayu, lembut penuh dengan maksud.

“Hye na….aku…” kata-kata Jung min terputus

“ssshhh…aku juga…aku sudah sangat merindukanmu…sangat rindu…”kata Hye na, yang membalas tatapan Jung min lembut, meraba dada bidang Jung min. Dan dengan perlahan, yang membangkitkan rasa keterkejutan Jung min, Hye na menelusupkan tangannya ke dalam kaos Jung min, mengusap dan meraba semua lekuk dan bagian dari dada bidang Jung min.

Hye na tersenyum “aku selalu suka bagian perutmu…”kata Hye na, membuka kaos Jung min pada bagian perutnya, lalu mengecupnya, dan menjulurkan lidahnya, merasakan setiap lekukan yang terbentuk disana.

“akkhh…”

“dan…aku juga suka bagian ini…”kata Hye na mengecup puting Jung min, dan mempermainkannya dengan lidah Hye na, ketika ia berhasil membuat kaos Jung min jatuh di lantai.

“akkhhh…cu..cuk…cukup sayang…kau membuatku…akhhhh…”
Hanya beberapa saat perlakuan Hye na pada Jung min, tiba-tiba Jung min membungkuk dihadapan Hye na, lalu membopong tubuh Hye na dan membawanya ke ranjang. Dengan perlahan Jung min membaringkan Hye na di ranjang. Menatap sesaat dengan lembut.

“saranghae Hye na…”desah Jung min, menatap Hye na sayu, tersenyum.
Hye na membalas pengakuan Jung min dengan senyum manisnya. Jung min mengecup kembali bibir merah Hye na, melumatnya, menghisapnya, membawanya lebih dalam, hingga dengan memaksa, Jung min membuka mulut Hye na dengan lidah kasarnya dan mengeluarkan desah yang tertahan, penuh gairah.

“akkhhhh…jangan pergi lagi dariku… sayang…”bisik Hye na diantara kecupan dan lumatan Jung min.

“…kata itu yang ingin aku dengar darimu …sayang…”jawab Jung min, mengangkat wajahnya di atas Hye na, menatapnya lembut. Perlahan Jung min menurunkan wajahnya, akan mencium Hye na kembali. Wajah keduanya hanya berjarak 5 cm lagi ketika….

“omma…”panggil seseorang, membuat Hye na menghentikan gerakan Jung min dengan membekap bibir Jung min menggunakan tangannya. Hye na memutar kepalanya, menatap ke asal suara.

“Kyu-aa…”seru Hye na yang kemudian bangkit dari ranjang, mendorong Jung min menyingkir dari atas tubuhnya.

“ada apa sayang…”

“kyu…mimpi buruk…”jawabnya

“YYA!!! Lalu apa yang akan kau lakukan…?!?!?!”seru Jung min kesal, bangkit dari ranjang, menatap Kyu yang berdiri disamping ranjang.

“ boleh…Kyu..tidur dengan omma…??”kata En kyu, menatap Hye na sedih. Hye na diam.

“Yaisshhh..!!! tidur saja sendiri…”tambah Jung min yang semakin kesal. Hye na memalingkan wajahnya, menatap Jung min dengan senyum lebar di wajahnya.

“Yya…yya…yya… kau tidak akan melakukan itu bukan… kita baru saja mau memulainya…”kata Jung min kesal saat menatap Hye na dengan senyumnya.

Senyum Hye na semakin lebar, menatap Jung min, memohon “YAIISSHHH!!! Kau ini…”tanbah Jung min, yang kemudian bangkit dari ranjang, dan mengambil kaos yang di buang Hye na ke lantai. “terserah kau saja…”

“gomawo…”jawab Hye na, mengecup pipi Jung min. “ayo En Kyu kemari… tidur dengan appa dan omma…” tambah Hye na, menepuk ranjang di sebelah kanannya. “kemana…?”tanya Hye na pada Jung min ketika di lihatnya Jung min berjalan menjauh dari ranjang.

“aku tidur disofa aja…”kata Jung min

“ahni…kau masih sakit… tidur disini…”kata Hye na, menepuk ranjang disisi sebelah kirinya. En kyu tidur dengan memeluk Hye na dan Hye na juga memeluknya, sedangkan Jung min, yang semula menatap langit-langit kamarnya, menatap Hye na yang membelakangi dirinya. Senyum terlihat diwajah Jung min. Perlahan Jung min membalikkan tubuhnya, memeluk Hye na dari belakang, mendekapnya erat.

“bocah ini…”gumam Jung min, mengacak rambut En kyu yang berada dipelukan Hye na, sebelum akhirnya ia tertidur dengan terus memeluk Hye na dari belakang. Mendekapnya erat, tersenyum.

End of Chapter


seperti biasa... jangan lupa koment nya... makasih banyak...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update chapter 12 (26 July)
« Reply #359 on: August 06, 2010, 09:41:10 am »
Ai..ai..ai..gumawo atas kirimannya 'kau tau yg kumau' dirimu adalah dongseng yg mengerti onnienya,i like you:-*..tpi ai ngomong2 kpn ni diupdate UPDATE..UPDATE..UPDATE:@,(ai lngsng colapse.colapse.colapse)mksd hati berbuat baik eh malah ditagih wat update:'(.mian ya ai abis aq penasaran pengen tau gmn jdinya klo rindu stngh koitnya jung min ma hyena bersatu(mvers..mvers..mvers),ditunggu ya ai scptnya..mvers..mvers..jgn lupa,dont forget,tong hilap,ojo lali:-D:-D...ditonjok sama Aiii:@:@:@


udah onnie...aku tambahin juga yang disaranin ma onnie... tapi gak tau bagus pa gak... bingung juga soalnya onnie bikinnya  [heh] [heh]

tapi demi onnie tercinta di usahain bisa bikin  [on] [on]

 [jumpy] [jumpy] [hmff] [hmff]

aku bakaaal menunggu [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
aku juga akan selalu menunggu,,,,,,,,,,

makasih udah nunggu...

yg ini di update donk.
:(

udah tuh bang...  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

makasih sudah menunggu... [flowers] [flowers] [flowers] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]