Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 46700 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #15 on: May 10, 2010, 06:39:08 pm »
yuki, si hyena mau ditunangin ama jungmin ya [hmpfh] terus ngapain si jungmin mabuk2 segala ampe salah masuk toilet wanita [hmff] apa ngebet ama tunangan yg belum dikenalnya [what] ~ngaco.com [hmpfh]

updateannya jgn lama2 ya sis and setuju ama yg lain kok endingnya gantung sih [head break] [head break] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #16 on: May 14, 2010, 04:33:43 am »
yuki, si hyena mau ditunangin ama jungmin ya [hmpfh] terus ngapain si jungmin mabuk2 segala ampe salah masuk toilet wanita [hmff] apa ngebet ama tunangan yg belum dikenalnya [what] ~ngaco.com [hmpfh]

updateannya jgn lama2 ya sis and setuju ama yg lain kok endingnya gantung sih [head break] [head break] [hmpfh]

iya mi...rencananya gitu... *di  [hammer] mami...ngasih jawaban gantung  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]*
enggak mi...sebenernya....ermmm...besok aja dech...di chepter selanjutnya...  [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] *di [head break] [head break] [head break] [head break] ma mami lagi...*

iya mi...diusahain....

kemarin ternyata tugasnya nambah jadi belum sempet updet...miane semuanya...  [goodgrief] tapi ni diusahain updet nanti malem atau besok... miane semuanya...

ngantri nieh soalnya...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 3) 15 Mei
« Reply #17 on: May 15, 2010, 02:30:54 am »
miane kalau jelek ma terlalu pendek...
mohon kritik dan sarannya...

 [jumpy] [jumpy] [jumpy] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

thenk u...
 [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]


Chapter 3

Additional cast

Lee Seung Gi as Lee Seung Gi (Lee jung Min’s friend and assisten)



“kenapa…kenapa…”samar terdengar dari mulut laki-laki itu, lemah. Hye na menatap laki-laki itu diam. Rasa takut yang

sangat kini sirna. Sebuah rasa kasihan tiba-tiba muncul, ketika menatap laki-laki itu. Entah karena apa… seakan ia

merasakan rasa sakit itu.

Laki-laki itu mengangkat wajahnya, tiba-tiba ia menatap Hye na dengan pandangan sayu, memohon yang lembut. Hye na

menatapnya, keduanya saling menatap dan diluar perkiraan Hye na tiba-tiba laki-laki itu secara paksa membenamkan

mulutnya di bibir Hye na yang lembut. Hye benar-benar terkejut mengetahui itu, Hye na berusaha melepaskan bekapan

itu namun saat ini kedua tangannya dicengkeram keras ke dinding kamar mandi oleh laki-laki itu. Cengkraman dan

bekapan di mulutnya dan tangannya semakin dalam dan kuat,  Hye na benar-benar tidak dapat bergerak. Hye na hampir

menyerah, namun ketika tercium olehnya bau alcohol dari laki-laki itu, menyadarkan Hye na untuk segera melepaskan

diri dari cengkraman orang itu. Sebuah pesan tiba-tiba muncul di kepalanya, ia harus segera melepaskan diri atau …

Hye na berusaha mengangkat kakinya dan dengan cepat dan kuat Hye na menendang tulang kering kaki laki-laki itu.

Laki-laki itu berteriak kesakitan sambil memegang kakinya dan cengkramannya terlepas. Segera Hye na berlari keluar

dari ruangan itu, meninggalkan laki-laki yang terdengar masih berteriak kesakitan. Hye na keluar, dan terduduk di

sebuah kursi kosong tak jauh dari kamar mandi. Hye na masih shock terhadap apa yang dialaminya. Tak lama tiba-tiba

seseorang berlari datang kearahnya. “agashi…apa yang terjadi…”tanya pengawal park tiba-tiba. Hye na diam, berusaha

mengatur napasnya “agashi…apakah telah terjadi sesuatu…?”

Hye na masih diam tidak menjawab pertanyaan pengawal Park. Pengawal Park yang menatap Hye na cemas, dia benar-benar

merasa sangat bersalah ketika menatap wajah Hye na.

“maafkan saya agashi…saya pikir masih…” Hye na menghentikan kata-kata pengawal Park. Pengawal Park terdiam. Hye na

menarik napasnya pelan, mencoba mengaturnya “ tolong ambilkan aku air mineral…”

Pengawal Park segera berlari pergi, meninggalkan Hye na, namun ia juga tidak lupa  memerintahkan anak buahnya untuk

selalu mengawasi Hye na yang masih berada di lobi hotel.

******

Pagi menjelma kembali, matahri menerobos masuk melalui celah jendela kamar Hye na, membuat Hye na membuka matanya

perlahan. Tiba-tiba rasa lelah dan menyesal merasuk dalam dirinya, ketika gambaran itu kembali muncul dikepalanya.

Gambaran dimana seorang pria mengambil ciuman pertamanya dengan paksa, ia benar-benar marah dengan laki-laki itu,

namun  disisi lain, Hye na juga merasa kasihan dengan laki-laki itu “siapa sebenarnya laki-laki itu…”pikir Hye na

Lamunannya buyar oleh sebuah ketukan dipintu kamarnya. Sebuah senyum terlihat dipagi itu, ditengah rasa bingung dan

rasa marah yang dialami Hye na, membuat senyum terlukis di wajah Hye na “appa…ada apa pagi-pagi begini…”

“tak apa… appa hanya ingin bertanya…kenapa kemarin kamu tidak masuk menyusul appa…”

“maaf appa…kemarin…kemarin capek sekali rasanya…jadi Hye na pulang…”

“dengan pengawal Park…?”

“iya…tentu saja appa…bukankah appa menyuruh pengawal Park untuk mengekor ku…mengikutiku kemanapun aku pergi…”

“tapi…apakah hanya capek..tidak terjadi apapun…?”

“iya appa…”jawab Hye na manja. “appa…lapar…ayo kita makan…” ajak Hye na,mengusap perutnya yang lapar dan kemudian

melingkarkan lengannya ke lengan Tuan Han. “hahahaha…anak ini…baiklah…ayo kita makan…ada yang ingin appa bicarakan

denganmu”

Keduanya berjalan ke ruang makan dan mulai memakan apa yang sudah tersedia disana. beberapa makanan kesukaan Hye na

tersedia juga disana. Keduanya menghabiskan makanannya dengan diiringi canda dan tawa dari keduanya.

“apa yang ingin appa bicarakan…” tanya Hye na tiba-tiba

“kamu habiskan dulu makananmu, lalu masuk keruang kerja appa…”

“ada apa appa…?”

“habiskan dulu makananmu…” kata Tuan Han yang kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan meninggalkan Hye na

dengan berjuta pertanyaan di kepala Hye na.

*****

“Dokter Ji Hoon…kapan noona kembali…kenapa lama sekali…”

“entahlah En-Kyu ya…bersabarlah…”

“tapi aku rindu sekali pada noona…”

Laki-laki yang dipanggil Hyung segera memeluk En-Kyu, hangat dan erat.

Ji Hoon POV

bukan hanya kamu En kyu-ya…hyung juga sangat merindukan Hye na…

Hye na…kapan kembali…”

End

Lamunan Ji Hoon buyar, seseorang menarik lengan bajunya kuat “hyung…”panggil En Kyu lagi

“wee…En Kyu ya…”

“aku ingin bertemu noona…”

“yeee En Kyu ya…Hyung juga..”

“apa kita tidak bisa menyusul noona ke Korea…?”

“entahlah En Kyu ya… disini juga banyak orang yang membutuhkan Hyung…”

“tapi aku sangat merindukan noona…”

“bersabarlah En Kyu ya…sekarang istirahat saja…kalau kamu sakit…kamu tidak bisa bertemu dengan noona…”

“hyung…apa kalau Kyu sembuh…noona akan datang…”kata en Kyu

“…..pasti….pasti En Kyu-ya….”jawab Ji Hoon tegas namun tidak ada keyakinan didalamnya.  Sudah hampir seminggu, Hye

na pergi dari penampungan. Walaupun semuanya berjalan seperti semula, namun banyak hal yang tidak terlihat oleh

mata terjadi diantara mereka. Senyum dan kebahagiaan seakan sirna dari wajah mereka. Tidak ada lagi tawa canda yang

riang terdengar diantara orang-orang dipenampungan. Tak ada lagi suara nyanyian yang indah yang dinyanyikan oleh

anak-anak penampungan. “Hye na…”gumam Ji Hoon yang kemudian menghela napas berat. En Kyu yang mendengar helaan

napas “apa hyung juga merindukan noona…”

Ji Hoon tersenyum lebar mendengar perkataan En Kyu dan kemudian menyelimuti En Kyu yang saat itu tengah berbaring

di klinik kecil yang dibangun oleh Hye na untuk merawat para korban parah dari bencana gempa yang terjadi beberapa

bulan yang lalu.



Klinik itu sebelumnya adalah sebuah rumah sakit kecil yang hanya sebagian dari bangunannya yang rusak. Sebuah

ruangan dengan persediaan obat yang cukup masih bertahan.

“hyung…”goda En Kyu, menunjukkan senyum lebarnya, menggoda Ji Hoon

“iya…iya…sekarang tidurlah…hyung keluar sebentar,kamu tidur disini saja bersama suster Kang…”kata Ji Hoon yang

kemudian melangkah pergi meninggalkan En Kyu di ruang itu dengan seoranf perawat yang memang berasal dari daerah

itu dan bersedia membantu Hye na mengurus para korban.


******



“bangun pemalas….”seru seseorang sambil menyibak kain tebal yang menyelimuti tubuh Jung Min. Lee Jung Min tampak

tidak bergerak dari tempatnya, dan kembali menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya kemudian menarik napas

panjang.

“jam berapa kamu pulang dongsaeng…”tanya orang itu lagi

“entahlah…”jawab Jung Min sambil mengusap wajahnya serta mengucek matanya. Dia benar-benar masih mengantuk dan

lelah pagi itu

“ada apa hyung kesini…”tanya Jung min tanpa membalikkan tubuhnya menatap orang yang berada dihadapannya.

“semalam…kenapa kamu mabuk lagi…? apa masih karena…?”

“cukup Hyung…”kata Lee Jung Min, menghentikan ucapan Seung gi, bangkit dari ranjang dan berjalan terhunyung kekamar

mandi. Tak lama Jung Min keluar dan berjalan duduk di hadapan Lee Seung gi.

“ada apa hyung kemari…apakah sudah mendapat kabar baru…?”

“maaf…kalau tentang orang itu…aku belum mendapatkan kabar apapun…terakhir aku mendapatkan kabar dari detektif yang

aku sebar ke seluruh dunia, dia berada di Indonesia… saat terjadi bencana Tsunami besar dulu… dan ketika akan

ditangkap, orang itu sudah menghilang lagi…maaf…”

“selain itu…ada apa lagi…?”

“ada hal yang ingin disampaikan oleh appa mu… dan dia memintku untuk membawamu kekantornya hari ini… jadi

bersiaplah…”

“memang apa yang akan disampaikannya…?”

“entahlah…dia hanya menyuruhku untuk membawamu kekantornya…dan lebih baik kamu segera bersiap Jung Min-aa…”

“tidak…aku masih sangat lelah…”

“sebenarnya kenapa kamu harus selalu berlari ke alkohol untuk semua masalahmu dan untuk melupakan dia… kenapa tidak

mencari wanita lain saja untuk melupakan dia…”kata Lee Seung Gi bingung “masih banyak wanita yang lain yang lebih

baik bukan…”

“itu…bukan urusan hyung…”

“kalau begitu, ini urusanku…cepat bersiap dan ikut aku ke kantor…”kata Lee Seung Gi yang kemudian menarik tangan

Jung Min bangun dan mendorongnya masuk kedalam kamar mandi. “aku tunggu di ruang makan…”tambahnya yang kemudian

pergi keluar dari ruangan besar kamar seorang Lee Jung min, yang tidak tampak apapun disana, hanya sebuah meja dan

kursi, laptop dan sebuah tak buku yang berjajar buku yang tampaknya sama sekali tidak disentuh oleh pemiliknya.

Jung Min menatap kepergian Lee Seung Gi kemudian menarik napas panjang dan mulai menyiapkan diri.

*****

Hari itu matahari terlihat mendung, cahaya dan kehangatan yang terpancar sangat lemah, semua itu tertutupi oleh awan hitam

yang perlahan bertambah semakin membuat gelap bumi. Sebentar lagi air langit akan jatuh tumpah keatas bumi.

Terlihat 2 orang anak manusia tengah menunggu seseorang yang tengah duduk dihadapan mereka. Orang yang hampir 1 jam

selalu berkutat dengan berkas-berkas perusahaan.

“sebenarnya apa yang ingin…appa bicarakan”kata Jung Min dan Hye na bersamaan namun dari tempat yang berbeda.

Orang yang dipanggil ‘ appa’ masih diam dan masih berkutat dengan berkas-berkas diatas meja mereka.”appa!!!”

panggil Hye na tidak sabar.

Akhirnya, setelah beberapa saat menunggu keduanya duduk dikursinya berhadapan dengan anak-anak mereka. Hampir

bersamaan keduanya mengutarakan maksud mereka memanggil anak-anak mereka.

“appa ingin kamu menikah… dan appa ingin kamu menikah dengan orang pilihan appa itu pun jika kamu tidak memiliki

calon yang lain…”

“mwo…!”seru keduanya terkejut

“ta…”kata Hye na.

“dan sepertinya kamu belum memilikinya…”kata Tuan Han memotong perkataan Hye na

“tapi appa…” seru Hye na dari ruang kerja Tuan Han, setelah Tuan Han membicarakan apa yang memang ingin

dibicarakannya bersama Hye na.

“ini sudah menjadi keputusan appa…besok datanglah kekantor appa lagi…”

“appa…!!!” menatap marah Tuan Han, tapi yang ditatap hanya diam, tidak gentar pada pandangan marah Hye na, dan

tetap melanjutkan pekerjaannya.

“appa…!!!”

Tuan Han masih diam, dan makin menyibukkan diri dengan pekerjaannya.

“Hye na benci appa…”seru Hye na yang kemudian bangkit dari kursi dan berjalan keluar dari ruang kerja appanya,

pergi.

Ditempat yang berbeda…

Lee Jung Min hanya diam, menatap appanya dalam, ia tidak mengatakan apapun untuk membantah atau menyetujui

keputusan appanya. Ia tahu pasti apa yang akan dilakukan appanya jika ia berani membantahnya. Keduanya diam, saling

menatap. Hingga akhirnya…



“terserah appa saja…” kata Jung Min yang kemudian bangkit dari tempat duduknya “kalau tidak ada lagi yang ingin

dikatakan…aku pergi…”tambah Jung Min dingin yang kemudian melangkah menuju pintu dan keluar dari ruangan itu

******
Hye na terdiam, sebuah pemandangan terlihat dihadapannya namun ia sama sekali tidak menikmatinya. Semua itu

terpancar dari wajahnya yang lesu dan pandangannya yang kosong.



Lamunannya buyar oleh kedatangan seseorang.

“ehem…ada apa agashi…kenapa melamun…”kata nenek Jang

Hye na memalingkan wajahnya, tersenyum dan membenarkan posisi duduknya. Keduanya terdiam sesaat, nenek Jang

terlihat menunagkan teh yang dibawanya dan memberikan cemilan pada Hye na yang kembali memandang kosong pemandangan

indah dihadapannya.

“tidak ada yang berubah bukan…?”kata nenek Jang tiba-tiba

Hye na tersenyum mendengar kata-kata nenek Jang, dan hanya senyum lemah yang terlukis diwajahnya, kemudian ia

kembali melanjutkan lamunannya.

Nenek jang menghela napasnya pelan, dalam “apa yang dilakukan appa agashi…semua itu untuk kebaikan agashi…semua

yang dilakukan tuan Han adalah untuk anda agashi…”

Hye na menatap nenek Jang, kemudian meletakkan kepalanya ke bahu nenek Jang “tapi nek…”

“agashi pasti mengerti…setelah kepergian nyonya besar…appa agshi sangat menjaga nona…saat nona pergi selama 2 tahun

kemarin, tuan besar berusaha menahan diri untuk tidak mencampuri keinginan agashi agar agashi tidak merasa

terkekang oleh beliau…tuan besar sangat takut bila agashi pergi dan tidak akan pernah kembali… tuan besar berusaha

melakukan segalanya untuk agashi…dan sekarang…tuan besar melakukan apa yang merupakan tugas seorang ayah untuk

agashi…tuan ingin agashi bahagia…”

“tapi nek…menikahkan ku dengan orang yang tidak dikenal…apakah akan membuat aku bahagia…aku sama sekali belum

mengenal bahkan bertemu dengan orang itu… tapi…”

Nenek jang terdiam sesaat, mengusap lembut rambut Hye na dan membuat Hye na terduduk menatapnya,

“agashi…pikirkan…apapun bentuknya itu…semua yang dilakukan orang tua adalah segala sesuatu yang terbaik untuk

anak-anaknya…”

“tapi nek…”kata-kata Hye na terhenti oleh dering ponselnya

“yobseyo…”sapa Hye na

“mwo….begitukah…!!! baiklah…aku segera kesana…jangan biarkan mereka melakukan penggusuran itu dulu nyonya… ne…” Hye

na menutup sambungan, tersirat kecemasan yang snagat diwajahnya “bagaimana ini….” Gumam Hye na cemas

“ada apa agashi…”tanya nenek Jang

Hye na menatap nenek Jang cemas sekaligus bingung dan sedih… nenek Jang yang tidak tahu apapun semakin bertambah cemas dan takut menatap kecemasan yang tersirat diwajah Hye na

Apa yang harus ia lakukan….

End of chapter 3



maaf...kalau jelek...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
« Last Edit: May 17, 2010, 01:38:16 am by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life last update (chapter 3) 15 Mei
« Reply #18 on: May 17, 2010, 01:35:35 am »
 [anyone] [anyone] [anyone] [anyone] [anyone] [anyone]

 [AddEmoticons04248] [AddEmoticons04248] [AddEmoticons04248] [AddEmoticons04248] [AddEmoticons04248]


 [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots] [dots]

 [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237]


 [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274]
« Last Edit: May 17, 2010, 01:43:07 am by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #19 on: May 22, 2010, 07:47:17 pm »
sepi amir...

belum bisa update...

masih banyak tugas yang menumpuk...

plus belum dapet ide... jadi belum bisa bikin next chap nya...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

 [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

gomawo...


Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #20 on: May 22, 2010, 09:46:10 pm »
yaaa.... jangan lama dong di update!!!

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #21 on: May 28, 2010, 04:49:20 pm »
iya say... diusahain nanti malem upddetnya...

gomawo buat dukungan semangatnya say...  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

hehehehehehehehehehehehe....

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

 [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #22 on: May 28, 2010, 06:38:20 pm »
iya say... diusahain nanti malem upddetnya...

gomawo buat dukungan semangatnya say...  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

hehehehehehehehehehehehe....

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

 [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]
janji-yah ai entar malem... semangat... :o

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #23 on: May 28, 2010, 10:28:50 pm »
akhirnya di up date juga!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
wah Hye na, mo dijodohin ama jung min yach, hihihihihihi........
pasti kaget, soalnykan pria yg jd calon suaminya dalah cowok yg udah nyuri ciuman pertamanya,..........mmmm
jgn kelamaan up datenya ya say, hehehe... HWAITING


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #24 on: May 29, 2010, 12:36:29 am »
akhirnya di up date juga!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
wah Hye na, mo dijodohin ama jung min yach, hihihihihihi........
pasti kaget, soalnykan pria yg jd calon suaminya dalah cowok yg udah nyuri ciuman pertamanya,..........mmmm
jgn kelamaan up datenya ya say, hehehe... HWAITING

makasih banyak say...
iya...diusahain nanti malem...

yup, Hye na mang mau dijodohin ma jung Min, tapi Hye na gak mau...soalnya dia masih pingin berjuang untuk sesuatu yang disenengin dia... dia masih pingin bantu banyak orang kewat kemampuannya yang mang sebagai dokter...

tapi gara2 appanya dan gara2 situasi,akhirnya Hye na harus terima semuanya... sebenarnya semua yang dilakuin Hye na tu adalaha suatu bisnis antara appanya ma Hye na...

pokoknya, tu semua bakal terjawab di chapter selanjutnya...
diusahain malam ini say...kalau tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


untuk sist Lee...
diusahain say,,, n makasih buat dukungannya

 [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

 untuk all reader...

makasih buat dukungan semangatnya....

 [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sesuai janji yang diusahakan...

aku updet malam ini...untuk itu mian kalo jelek... [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

seperti biasa...minta kritik dan saran...
terima kasih banyak sebelumnya...
 [bye] [bye] [bye] [bye] [bye]

Chapter 4
Additional Cast
Yoon Yoo Sun as Yoon Yoo Sun ( Pengelola Yayasan )



Segala yang berawal akan berakhir. Dan dari sebuah pertemuanlah semua yang di dapatkan berawal, dan semua yang telah berawal akhirnya berakhir juga. Sebuah keputusan dimana mengharuskan untuk memilih untuk memulai dan mulai berkorban untuk mengakhiri. Sebuah pengorbanan untuk mengambil keputusan yang lain dan keputusan itulah yang merubah segalanya.

“Baik…saya akan segera kesana…jangan biarkan mereka melakukan apapun pada
anak-anak…menyakiti atau bahkan menyentuh mereka…”
Hye Na bangkit dari kursinya, menatap kosong hadapannya. Bingung akan apa yang harus ia lakukan. “ada apa agashi…?”tanya nenek Jang ketika melihat masih ada kekhawatiran diwajah Hye na. “aku harus pergi nek…”kata Hye na

“kemana agashi…?”

“ada sesuatu yang terjadi…”

“apa agashi… apa saya harus memanggil pengawal Park?”

“aniyo…tidak perlu.. saya akan pergi sendiri…”

“tapi…”

“saya mohon nek…saya tidak akan melakukan suatu hal yang akan membuat appa ataupun

nenek khawatir…”

Nenek Jang diam, menatap Hye na. Hye na diam, membalas tatapannya dengan sebuah keyakinan bahwa dia akan segera kembali.


******

“lakukan apapun yang harus kalian lakukan… jangan pedulikan apapun…”

“ne…baik tuan…”jawab seorang laki-laki berpakaian serba hitam dilapisi dengan jaket kulit hitam. Orang itu terlihat sangat sangar dan beringas. Orang itu memutuskan sambungan setelah mendengar perintah selanjutnya. Dan menatap seorang wanita yang tengah berdiri menantang dirinya.

“saya sudah mengatakannya…apapun yang terjadi, kami tidak akan pindah…lebih baik katakana pada tuan mu itu untuk mencari tempat lain untuk membangun apa yang tuan kalian inginkan..”kata Hye na, menatap tajam, tanpa gentar, laki-laki garang yang berdiri dihadapannya.

“aku sudah mendapat perintah untuk melakukan apapun agar kalian keluar dari rumah ini…”

“aku sudah mengatakannya, tidak akan pindah ataupun menjual rumah ini…. Dan kalian tidak bisa memaksa…”

“yaaaa!!! Kami berhak memaksa agashi… salah satu dari kalian telah menanda tangani sebuah surat perjanjian antara tuan kami dengannya…”kata orang itu, sambil mengulurkan tangannya kepada seorang anak buahnya. Tak lama dia sudah membawa sebuah kertas. Hye na menatap Mrs Yoon bingung. Sebaliknya, Mrs Yoon yang tengah memeluk salah seorang anak yang berada di yayasan itu, menggelengkan kepala, gelisah. Hye na menerima surat itu, dan memulai membacanya perlahan, dan ia benar-benar terkejut, ketika menyadari bahwa apa yang dikatakan suruhan itu benar adanya. Perjanjian yang mengatakan mereka bersedia pindah dari rumah yayasan itu dengan syarat memberikan uang sebesar 100 juta won. Hye na menatap sebuah nama dan tanda tanga yang tertulis diatas surat perjanjian itu. Hye na menyadari sesuatu, Hye na menutup matanya, dan menengadahkan wajahnya, menyerah.

“bagaimana kalau kami tidak mau pindah…”kata Hye na akhirnya

Laki-laki itu tertawa keras, menatap Hye na penuh keyakinan “maka tuan kami memiliki hak untuk membawa kalian ke pengadilan…”

Hye na menarik napas lama, mencoba menenangkan diri. “bagaimana kalau saya mengembalikan uang itu pada tuan kalian…”

“ANIYO!!…kalian semua harus segera pindah dari tempat ini…sekarang juga!!!”seru laki-laki itu keras, menatap Hye na yang masih menantang laki-laki itu, marah.

“tidak akan pernah!!!”jawab Hye na.

“kami bisa melakukan apapun pada anda agashi…”kata laki-laki itu lagi, berjalan
mendekati Hye na, menatap menantang Hye na. Hye na diam, masih menatap laki-laki itu tidak takut.

“anda cantik agashi…mungkin tuan kami akan memikirkan kembali jika anda bersedia…”

Belum selesai laki-laki itu menjutkan kalimatnya, Hye na sudah menampar keras laki-laki itu, hingga darah segar mengalir dari ujung bibirnya.

“kamu…!!!”seru laki-laki itu murka, mengangkat tangannya, akan menampar Hye na, namun terhenti oleh seseorang. Orang itu berhasil menghentikan ayunan tangan laki-laki itu yang akan mendarat diwajah Hye na.

“tunggu dulu ahjussi….”kata laki-laki itu, tersenyum menatap laki-laki itu, tenang.

“anda tidak pantas mengancam seorang wanita.. ahjussi…”

“siapa anda…?”

“lebih baik anda pergi dari sini ahjussi… atau saya akan memanggil polisi karena anda berusaha memukul seorang wanita…”

Laki-laki sangar itu diam, menatap Hye na dan laki-laki dihadapannya bergantian.

“baiklah…tapi anda akan menyesal…”

*******

Hye na, menghela napas lega, lalu menatap laki-laki yang telah menolongnya, tersenyum.



“khamsamnida…ermmmm….tuan…”kata Hye na. laki-laki itu membalas senyuman Hye na

“tak apa…kita harus selalu saling menolong bukan…”jawab laki-laki itu tersenyum

“saya…”

“oppa….”seru seorang anak yang sebelumnya memeluk Mrs Yoon Sun,berlari memeluk
laki-laki yang dipanggilnya oppa

“oppa?!?!?”kata Hye na bingung. Mrs Yoon Sun, berjalan mendekati Hye na. “ya…dia Lee Jung Moon-ssi…dia selalu ke yayasan selama anda pergi ke daerah bencana itu agashi…”

“benarkah…”

Lee Jung Moon tersenyum menatap Hye na yang tersenyum padanya



“senang sekali bertemu anda agashi…”

“Hye na…cukup Hye na saja…”

“baiklah…Hye na…”

“anda suka fotografi…”kata Hye na, berusaha membuka percakapan, ketika menatap Jung
Moon dengan sebuah kamera polaroid di lehernya.

“iya…”

“ayo masuk…”ajak Mrs Yoon Sun “lebih baik kalau kita ngobrol didalam…”

“oh maaf…mari… ayo kita masuk…”ajak Hye na, namun ketika Hye na akan melangkah masuk, seseorang membuat langkahnya terhenti. “agashi…”panggil laki-laki itu, membuat Hye Na, nyonya Yoon Sun dan Jung Moon memalingkan wajahnya menatap orang itu.

“apa anda tidak apa…?”tanya laki-laki itu

“peng…Park Joon-ssi…”seru Hye na terkejut “dari mana anda tahu kalau saya ada disini….?”



“tak penting agashi…lebih baik kita segera pulang…atau tuan…”
Hye na memotong perkataan pengawal park “arasso…saya akan pergi…”kata Hye na, menatap Jung Moon sesaat lalu Hye na memalingkan wajahnya menatap Mrs Yoon Sun dan kembali menatap Jung Moon “maaf sekali saya harus pergi…Mrs Yoon…saya akan segera menyelesaikannya…”kata Hye na

“tentu saja agashi…hati-hati…saya benar-benar minta maaf atas apa yang sudah dilakukan oleh anak itu…”

“tak apa…saya akan segera mengurus semuanya…lagi pula semua sudah berlalu dan suah terjadi…tidak bisa diulang kembali”

“saya pergi dulu Jung Moon-ssi…senang sekali bertemu dengan anda…”

“iya…saya juga… senang sekali akhirnya bertemu dengan anda…lagi”kata Jung Moon, tersenyum dan dengan merendahkan suaranya saat mengatakan kata ‘ lagi ‘ sehingga Hye na tidak mendengarnya, namun pengawal Park memalingkan wajahnya menatap Lee Jung moon curiga ketika mendengar kata ‘lagi’ yang terlontar lirih darinya. Hye na tersenyum.

“mari agashi…”kata pengawal park sambil masih menatap Jung Moon curiga.

********

“kenapa agashi tidak mengatakan pada saya jika akan pergi…saya ditugaskan untuk menjaga agashi dan selalu mengawal agashi dimanapun agashi berada…bagaimana jika terjadi sesuatu pada anda…”kata pengawal Park selama perjalanan pulang mereka. Namun sepertinya setiap perkataan yang keluar dari mulut pengawal Park terlontar dari telinga Hye na “agashi…”panggil pengawal park
Hye na memalingkan wajahnya menatap pengawal Park “putar balik ke kantor…”

“tapi…”

“sekarang…”perintah Hye na. mobil yang digunakan Hye na akhirnya memutar dan melaju cepat kearah kantor Tuan Han. Selama perjalanan, keduanya terdiam, sesekali pengawal Park memalingkan wajahnya menatap Hye na, tatapan penuh arti, namun yang ditatap sama sekali tidak menyadarinya dan masih sibuk dengan pikirannya. Berpikir, apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan uang sebanyak itu dengan sekejap.

“agashi…”panggil pengawal park, membawa Hye na kembali dari lamunan dan segala pemikirannya.

“ya…waeyo…?”tanya Hye na, menatap pengawal Park. Pengawal park membalas tatapan Hye na dengan sebuah tatapan menyelidik yang tajam namun juga mengandung makna lain, sebuah penyesalan dan harapan.

“ada apa…? Jangan menatapku seperti itu…”kata Hye na, yang kemudian memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil hitam yang melaju cepat menuju Han Capital, dimana tempat appanya berada. “sebenarnya ada apa, kenapa agashi ingin bertemu dengan appa agashi…dan tempat apa tadi…? Kenapa anda bisa berurusan dengan laki-laki itu?”

Hye na menatap Pengawal park dengan tatapan menyelidik dan marah “anda sudah berada disana sejak awal? Apakah nenek Jang yang mengatakan dimana saya berada…?” kata Hye na

“itu bukanlah sesuatu yang penting sekarang….yang penting…” kata-kata pengawal park terputus

“… semua itu bukan urusan anda Park Joon-ssi…sekarang yang menjadi urusan anda adalah anda menjaga saya dan sekarang saya meminta anda untuk membawa saya ke Han Capital…”jawab Hye na tegas, kemudian memalingkan wajahnya kembali menatap keluar jendela. Pengawal park diam, menatap Hye na “maafkan saya agashi…”kata pengawal Park

*******

“KENAPA BISA??!!!!!???”seru seorang laki-laki marah pada laki-laki dihadapannya, yang terdiam menundukkan kepalanya “se..se..seorang datang dan…meng..mangancam…”

“dan kalian takut lalu menyerah hanya karena diancam seperti itu!!!”serunya lagi

“maafkan kami tuan…kami…”

“cukup!!!!”

“maafkan kami…”

“maaf tidak selalu dapat menyelesaikan masalah…sekarang kalian pergi dari sini…”tambah laki-laki itu, mencoba memadamkan amarahnya. Tepat saat orang –orang itu berlari keluar, seseorang masuk. “ada apa sebenarnya…”tanya laki-laki itu bingung, ketika menatap orang-orang yang tergesa berlari keluar dari ruangan itu.

“Jung Min…”panggil laki-laki itu, diam menatap laki-laki yang masih terlihat marah dihadapannya “apa karena proyek itu….?”

“jangan tanya apapun …”kata Jung Min. keduanya terdiam, dia sudah lama mengenal laki-laki dihadapannya, maka dia diam dan kemudian berjalan duduk dihadapan Jung Min, lalu menunggu sampai akhirnya...

“ada apa kamu kemari…”tanya Jung Min kemudian.



“apa ada kabar terbaru…?”tanya Jung Minlagi, menunggu sebuah jawaban dari laki-laki dihadapannya, namun, jawaban yang diinginkannya belum terlontar dari mulut laki-laki itu “yyaaa.!!! Seung Gi…!!”seru Jung Min, kesal

“….”keduanya terdiam, saling menatap, lalu senyum terkembang di wajah Lee Seung Gi

“panggil aku Hyung…”kata Seung Gi akhirnya



“panggil aku hyung…Jung Min dongsaeng…”

“yyyaaaa…Seung Gi…cepat katakan!!!”seru Jung Min

“ok…ok…arasso…”kata Seung Gi yang akhirnya menyerah, lalu meberikan sebuah berkas dengan map berwarna hitam kepada Jung Min “apa ini…”tanya Jung Min

“buka dan bacalah…”

“aku sedang tidak berniat untuk melakukan apapun hari ini…membaca sekalipun…katakan saja padaku…”

“tidak…aku yakin kamu pasti akan tertarik membacanya…bukalah dulu…”kata Seung Gi
Jung Min, menatap Seung Gi yang masih terlihat tersenyum, menatapnya, menunggu dirinya mulai membuka dan membaca isi dari map itu. Dan entah apa yang terdapat didalam map itu, tiba-tiba, ekspresi wajah Jung Min berubah, dia bukan lagi merasa tertarik dengan map itu, namun juga merasa marah, benar-benar marah.

******

Hye na diam, tatapannya kosong ketika langkah kakinya mulai berjalan masuk kedalam Han Capital. Semua orang yang dia jumpai, menghentikan semua pekerjaannya, dan menatap Hye na tajam, menilai. Pengawal park diam dan masih berjalan di belakangnya, berusaha menjalankan tugasnya untuk melindungi Hye na. Hye na masuk perlahan kedalam lift, dan mulai menekan tombol 15 pada lift untuk naik, lantai dimana ruangan Tuan Han berada.

Lift berhenti, Hye na keluar dan mulai berjalan perlahan ke sebuah ruangan dengan pintu kayu yang besar dan mewah dihadapannya. Seorang wanita tengah duduk di mejanya tiba-tiba berdiri “anda…?”kata wanita itu terhenti, menatap Hye na, diam, bertanya. Dia merasa pernah melihat Hye na di suatu tempat, namun ia lupa dimana.

“saya ingin bertemu dengan tuan Han…”kata Hye na

“tapi agashi…agashi siapa…? Saat ini tuan Han sedang menerima tamu…”kata wanita itu

“saya ingin berbicara dengan tuan Han…”jawab Hye na, menatap wanita itu

“tapi siapa anda…”tanya wanita itu lagi. Hye na diam menatap wanita itu dan berjalan kearah pintu dan membukanya terbuka. “appa…”panggil Hye na, ketika ia menatap appanya tengah duduk dan berbincang dengan seseorang melalui wwb cam lewat laptopnya.

“owhh…Hye na…”kata Tuan Han, menatap kearah pintu dan mengakhiri percakapannya dengan seseorang disana.

“maaf tuan…agashi ini memaksa untuk…”

“tak apa sekretaris Son…silahkan lanjutkan pekerjaan anda…”kata Tuan Han

“terima kasih tuan… dan maafkan saya Hye na-ssi…”kata sekretaris Son, membungkukkan tubuhnya kepada tuan Han dan Hye na. Hye na menatap sesaat sekretaris Song, dan berjalan mendekati Tuan Han

“Na-aa butuh bantuan dari appa…”kata Hye na, menatap Tuan Han penuh dengan keyakinan. Tuan Han menatap Hye na diam“Pengawal park, tunggu saya diluar…”tambah Hye na, memalingkan wajahnya kearah pengawal park tanpa menatapnya. “ye agashi…permisi tuan Han”kata pengawal Park, membungkukkan tubuhnya, lalu berjalan keluar

“apa yang kau butuhkan sayang…”

“…”Hye na diam menatap appanya, penuh keyakinan namun disisi lain ia bingung bagaimana harus memulai, karena ia tahu apa yang akan diminta kembali oleh appanya. Segalanya selalu berlangsung layaknya berbinis jika Hye na membicarakan sesuatu dengan appanya. Hye na menarik napas dalam, dan berjalan mendekati meja tuan Han

“ada sebuah permintaan appa…” kata Hye na akhirnya

“apa…? Katakan saja… tapi kamu tau bukan persyaratannya….semua transaksi yang appa lakukan adalah bisnis…”

“yee appa…Hye na tahu”

“lalu apa yang kamu butuhkan sayang…”
Hye na diam menatap appanya, diam namun menyimpan sejuta makna di setiap tatapan Hye na

“bantu Hye na untuk membatalkan proyek yang akan dilakukan di atas tanah yayasan…atau lakukan apapun agar yayasan tidak tergusur karena proyek itu”

“ahh…yayasan itu…?”

“yee…”

“dan apa yang akan kamu berikan sebagai gantinya…” tanya Tuan Han “appa tidak mau kalau bukan sebuah kartu as…”kata tuan Han
Hye na terdiam, dia benar-benar mengenal appanya, dan benar apa yang telah dipikirkannya, appanya tidak akan memberikan sesuatu jika sesuatu yang dijadikan sebagai penukarnya bukanlah sesuatu yang menarik bagi dirinya. “apa yang kamu punya sayang…”tanya Tuan Han lagi

“sebuah penawaran yang appa inginkan…”jawab Hye na penuh dengan keyakinan

*******


End Of Chapter

NB : semua gambar diambil dari google

mohon kritik dan sarannya...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #26 on: May 29, 2010, 08:51:47 am »
mian kalau kependekan....

chapter berikutnya masih dalam pengerjaan...diusahakan segera...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


mohon kritik dan sarannya, dari semua reader....

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline lee sunkyu

  • Newbie
  • *
  • Posts: 48
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #27 on: May 29, 2010, 09:45:34 am »
asik udah di update... :p good job ai. oia yang mau gusur tuz yayasan si jungmin khan, wah bakal ada perang dingin dong antara hyena & jungmin? serruuu... habiz deh! di tunggu ai next chapt-nya.

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #28 on: May 29, 2010, 03:27:51 pm »
asik udah di update... :p good job ai. oia yang mau gusur tuz yayasan si jungmin khan, wah bakal ada perang dingin dong antara hyena & jungmin? serruuu... habiz deh! di tunggu ai next chapt-nya.

gomawo say...

yup yang mau gusur si jung min, yang akhirnya gak jadi...tapi malah terjadi sesuatu ma si jung min, selain marah jung min juga akhirnya ngerasain ssesuatu yang beda...

pokoknya tunggu aja chapter selanjutnya *author sok rahasia...  [smiley-whacky103] [smiley-whacky103] [smiley-whacky103]* [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

yup chapter 5 masih dalam pengerjaan.... gak tau chapter 6 nya...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

fara

  • Guest
Re: Song of life
« Reply #29 on: May 29, 2010, 06:53:05 pm »
Gumawo ai udh diupdate [hug] [hug] [hug] [hug]
wah kayaknya bakalan ada perselisihan antara kakak dan adik  (jung moon dan jungmin) [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]