Author Topic: Song of life last update chapter 20 (13 December 2010)  (Read 47080 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #30 on: May 29, 2010, 09:19:06 pm »
Gumawo ai udh diupdate [hug] [hug] [hug] [hug]
wah kayaknya bakalan ada perselisihan antara kakak dan adik  (jung moon dan jungmin) [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]   

yup...akhirnya ada yang sadar tentang ini juga...

mungkin juga say...

hehehehehehehehehehehehe....

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #31 on: May 31, 2010, 03:38:32 am »
ai, thnx darling dah di update...
wah, jgn 2 yg mau gusur si jung min yach, hahahahaha...bakalan terjadi PD II ini sich, apalagi kalo t'nyata mereka itu dah di jodohin, hmmm jadi makin ga sabar,... sista ayo hwaiting!!!!!


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #32 on: May 31, 2010, 05:08:05 am »
akhirnya selesai jg baca all chp [biggrin] [biggrin] .. karakter jungmin di sini tuh panasan ya and suka mabuk2an [hmpfh] [hmpfh] terus si jungmoon tuh orgnya lembut ya, wah berarti saingan berat dong [chin] [chin] ...
akhirnya akhirnya si hyena mau juga dijodohkan ama jungmin [lovestruck] [lovestruck] but masih byk teka teki yg lum terjawab nih, semangat ya yuki [biggrin] [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #33 on: May 31, 2010, 10:32:53 am »
ai, thnx darling dah di update...
wah, jgn 2 yg mau gusur si jung min yach, hahahahaha...bakalan terjadi PD II ini sich, apalagi kalo t'nyata mereka itu dah di jodohin, hmmm jadi makin ga sabar,... sista ayo hwaiting!!!!!

thenk u juga sist buat koment nya...maaf banget kalau banyak kurangnya...

ma makasih juga buat semangatnya...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

iyaph yang mau digusur ma jung min tu yayasannya si Hye na...

bukan perang ke 2 say...tunggu aja dweh...gimana sikap Hye na di chapter2 berikutnya...

akhirnya selesai jg baca all chp [biggrin] [biggrin] .. karakter jungmin di sini tuh panasan ya and suka mabuk2an [hmpfh] [hmpfh] terus si jungmoon tuh orgnya lembut ya, wah berarti saingan berat dong [chin] [chin] ...
akhirnya akhirnya si hyena mau juga dijodohkan ama jungmin [lovestruck] [lovestruck] but masih byk teka teki yg lum terjawab nih, semangat ya yuki [biggrin] [biggrin]

iya mi...pokoknya dua saudara ini beda bgt...sebenernya Jung Min juga lembut, tapi ada banyak hal yang buat dia banyak berubah...

yuph...thenk u mam buat semangatnya...

n ma sebelumnya minta maaf... setelah updet yang chap 5 (diusahakan) ai mau hiatus dulu selama beberapa minggu...ada ujian semester nieh...n banyak tugas yang menumpuk untuk dikerjain...

 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

thenk u all  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #34 on: May 31, 2010, 03:02:42 pm »
maaf kalo jelek n ngebosenin...  [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

sekalian mau ijin hiatus dulu nieh...mungkin bisa beberapa minggu...  [bye] [bye] [bye] [bye]

dan seperti biasa, mohon kritik dan sarannya....

 [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]


chapter 5

“apakah benar orang itu ada di Seoul..?”

“itu laporan terakhir yang diberikan oleh detektif yang aku sewa… salah seorang detektif memberikan laporan itu tadi pagi….”jawab seung Gi, kemudian diam menatap sahabatnya itu. Ia sudah sangat memahami kehidupan sahabatnya itu. Banyak hal yang etrjadi pada nya dan sahabatnya. Keduanya terdiam, Seung Gi menunggu sedangkan jung Min diam berpikir, entah apa yang akan dia lakukan.

“Lalu apa yang akan kau lakukan Jung Min…apakah kamu akan segera membawanya kembali…” tambah seung Gi lagi, memecah keheningan diantara mereka. Keduanya terdiam kembali. Tak lama, terdengar helaan napas dari Jung Min

“dimana terakhir dia berada….”

“terakhir dia berada di sebuah restoran…”

“setelah itu…”

“di sebuah yayasan…yayasan yatim piatu..detektif ku melihat dia berada disana… dan sepertinya dia masih berada disana…”

“yayasan apa…?”

“sebuah yayasan yatim piatu milik entahlah…yang aku dengar yayasan itu banyak menerima yatim piatu yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Kebanyakan mereka adalah anak-anak korban bencana alam…” Lee Seung Gi menatap Jung Min sesaat, menunggu respon dari bosnya itu,

“kenapa…? Apa yang harus aku lakukan…” tanya Seung Gi. Jung Min hanya diam dan kemudian berjalan kearah sofa diruangannya dan menjatuhkan tubuhnya kerasa disana. Lee Seung Gi menatap sahabatnya itu, prihatin. “apa yang harus aku lakukan…? Apa aku harus membawa nya kehadapanmu…?”tanya Seung Gi lagi, namun Jung Min masih diam, membisu. Ia menundukkan kepalanya dan meletakkan kedua tanganya menutupi wajahnya, bingung. Disatu sisi, dia ingin membawa orang itu kembali namjn di sisi lain ia sangat membenci orang itu hingga tidak ingin menatap wajahnya. Tak lama tiba-tiba lamunan Seung Gi buyar, dering telepon terdengar “Yobseyo…”sapa Seung Gi, mengangkat telepon, sedangkan Jung Min terlihat membuka map itu lembali dan kembali isi map yang diberikan oleh seung Gi sambil menatap sebuah foto yang terlampir di map tersebut. Sebuah foto yang menunjukkan senyum terlebarnya. Senyum yang sebenarnya sangat diridukan oleh Jung Min. Senyum yang membuat tangisnya terhenti. Senyum yang telah banyak menghiburnya. Namun rasa dendam lebih mendominasi hatinya saat itu, ia benar-benar sangat marah pada orang itu. Lamunannya buyar…

“yyaa…Jung Min…appa mu…”
Jung Min mengambil ganggang telepon dari Seung Gi dan mulai berkonsentrasi, mendengarkan apa yang dikatakan appanya. “hentikan proyek apartemen itu…dan sebagai gantinya appa akan memberikan sebuah tanah untuk kamu gunakan membangun apartemen itu…”

“waeyo appa…proyek itu hampir selesai…dan akan segera dilakukan…”

“masih hampir dan belum dilakukan bukan…?”

“tap…”

“lakukan saja apa yang appa perintahkan…hentikan dan jangan usik daerah itu…”

“waeyo…kenapa???”

“pokoknya lakukan apa yang appa perintahkan…”
Jung Min diam, berpikir, mencari sesuatu dikepalanya, menggali sesuatu dikepalanya

“baiklah appa…”

“bagus…besok ikut appa untuk melihat tanah itu…dan appa akan mempertemukan kamu pada seseorang..”

“nee…”

Telepon terputus. Seung Gi menatap Jung Min curiga,tidak biasanya sahabatnya itu menerima mentah-mentah sebuah perintah, biasanya dia akan melawan sampai titik darah penghabisan. “waeyo….kenapa menatapku seperti itu…”tanya Jung Min

“ah…aniyo…hanya…”

“ayo kita pergi…”

“kemana…?”

“ada sesuatu yang harus aku lakukan….”jawab Jung Min mengambil jas nya dan berjalan menuju pintu ruangannya dan keluar

“yyaa…apa itu…”seru Seung gi, yang kemudian berjalan mengikuti Jung Min keluar dan berusaha mengejar langkah lebar dan cepat dari Jung Min.

********

Hye na diam menatap pemandangan yang terlihat yang berlalu cepat melalui jendela mobil yang membawanya kembali setelah kunjungannya ke Han Capital. Pengawal park terlihat diam, memalingkan wajahnya menatap Hye na, yang sesekali terlihat menghela napas panjang dan kemudian menyandarkan tubuhnya di kursi mobil, seakan berusaha melepaskan semua beban yang ada di pundaknya.

Perlahan matahari terlihat semburatnya yang berwarna kuning, yang perlahan mulai hilang, tenggelam. Sudah waktunya untuk pergi dan meninggalkan tugas yang akan segera digantikan oleh sang bulan.
Hye na diam, terlihat tidak menikmati pemandangan itu. “agashi…”panggil pengawal Park cukup pelan namun ia yakin seharusnya nonanya dapat mendengar panggilannya itu, namun yang dipanggil masih dengan pikirannya yang menerawang jauh entah kemana.

Pengawal park menghembuskan napasnya, menyerah. Ia tahu pasti telah terjadi sesuatu antara Tuan Han dan nonanya itu. Entah apa itu, yang pasti sangat berat.

“agashi…kita sudah sampai…apa agashi mau sendiri di sini…”

“ah…ye…tinggalkan saja aku disini…jika pukul 11 malam nanti aku tidak meneleponmu, katakan pada nenek Jang aku menginap di yayasan…”

“nee…hati-hati agashi…”

“yee…gomawo park Joon-ssi…”kata Hye na yang kemudian membuka pintu dan berjalan keluar, menuju kesebuah rumah dengan pekarangan yang luas, dimana terdapat berbagai macam tanaman hias hasil tanam nyonya han, mendiang ibu Hye na. Hye na berhenti sesaat, menatap kebun bunga yang di tanamnya dan mendiang ommanya. Dia benar- benar merindukan ommanya…dia benar-benar ingin mendengar suara, nyanyian dan merasakan setiap hembusan napas ommanya yang ia rasakan sebelum ia memejamkan matanya. Ingin merasakan kecupan ommanya yang selalu diberikan ketika Hye na akan tidur. Semua dari ommanya sangat dirindukannya. Dan tak terasa air mata jatuh, mengalir turun melalui pipinya. Dua orang tengah terdiam menatap dirinya yang terisak dalam diam, terduduk menatap dan menyentuh perlahan sebuah bungan mawar putih yang menjadi kesayangan ommanya dulu.

“omma…”kata Hye na lirih diantara isak tertahannya. Beberapa orang yang dari tadi tengah menatapnya, tidak kuasa menahan kesabaran dan cepat berjalan mendekatinya, namun tiba-tiba langkah seseorang terhenti ketika yang lain berhasil menyentuh punggung Hye na.

“Park Joon-ssi…apa kita bisa pergi sekarang…”kata salah seorang pengawal yang saat itu bertugas menjadi supir untuk Hye na. pengawal park segera mengalihkan pandangannya dari Hye na ke pengawal itu, “ah ya…ayo kita pergi…” kata pengawal Park yang kemudian masuk kedalam mobil dan akhirnya mobil berjalan dan melaju cepat. .

“ada apa Hye na…”tanya Mrs Yoon, memutar tubuhnya kearahnya, dan menatap wajah Hye na yang berusaha menundukkan menyembunyikan kesedihannya “tak apa sayang…”kata Mrs Yoon, membawa Hye na kepelukannya, dan mengusap kepalanya lembut, menenangkan

“tak apa..tenanglah…”

“omma…”kata Hye na lirih dalam pelukan Mrs Yoon

“tak apa… semuanya akan baik-baik saja…”kata Mrs Yoon seakan mengetahui apa yang tengah dipikirkan oleh Hye na. Hye na melingkarkan tangannya keperut Mrs Yoon, memeluknya erat. “tak apa… ne agashi…semuanya akan baik…”kata Mrs Yoon lembut
Perlahan isakan Hye na terhenti, dan air mata yang mengalir mulai berhenti mengalir. Hye na melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang membekas dikedua kulit pipinya yang putih.

“khamsamnida Mrs Yoon…”kata Hye na pelan

“ayo masuk…”ajak Mrs Yoon

“…ne…” jawab Hye na yang kemudian berdiri dengan bantuan Mrs Yoon dan berjalan masuk kedalam rumah dengan cat berwarna-warni dan memiliki beberapa gambar kartun di setiap sisinya. Sangat khas dengan anak-anak. Hye na jalan perlahan dan kemudian duduk di sebuah ruangan yang memang digunakan untuk menerima tamu, namun begitu Hye na membuka pintu, beberapa anak menerjangnya memeluknya.

“noona….eonni….”sapa beberapa anak senang akan kehadiran Hye na. dan sebuah senyum lebar terkembang di wajah Mrs Yoon ketika sebuah tawa keluar dari mulut Hye na.

“semuanya sudah kembali ternyata…syukurlah…” gumam Mrs Yoon

********

“Jung Min…”panggil seseorang yang terlihat tengah duduk dusampingnya ikut memandang kearah dimana Lee Jung Min menatap, namun yang dipanggil masih diam, menatap seseorang yang benar-benar menarik perhatiannya. “yya…jung Min…”serunya sekarang, tak sabar, tepat ditelinga Jung min

“yyyaaa….!!! Seung Gi!! Apa yang kau lakukan!!’seru Jung Min, kesal

“yya..…aku memanggilmu, tapi kamu masih diam dan sibuk menatap entah apa yang menarik perhatianmu… apa yang sudah menarik perhatian seorang Lee Jung Min diluar sana…”kata seung Gi penasaran, dan mengelurkan kepalanya ke jendela dan menatap seseorang yang sedari tadi tengah ditatap oleh Jung Min. Tak lama, tiba-tiba Jung Min membuka pintu mobilnya dan akan berjalan keluar, namun terhenti “yya…ada apa…?”tanya Seung gi lagi, penasaran sebenanya apa yang telah membuat bosnya itu tertarik.

“yya…Jung Min…” panggil Seung gi lagi. Jung Min masih diam menatap seseorang yang jauh dihadapannya. Seung gi menepuk bahu Jung Min keras yang ternyata berhasil membawa Jung min kembali ke dunia nyata. “ada apa sebenarnya…”tanya seung gi yang masih belum mengerti atas apa yang terjadi pada seorang Lee Jung Min. Entah apa yang begitu menarik perhatian laki-laki yang sangat acuh sebelumnya. Jung min menatap seung gi, dan tanpa kata-kata tiba-tiba Jung min masuk kembali kedalam mobil. Namun, saat ia membalikkan tubuhnya akan membuka pintu mobilnya, gerak tangannya terhenti oleh sebuah sosok yang berdiri di sebelah kanannya jauh dari tempatnya berdiri. Sosok itu terlihat diam, menatap sesuatu tepat dibelakang Jung Min.

Jung Min kembali memutar tubuhnya dan menatap sesuatu yang menjadi perhatian sosok itu.

Jung Min POV

Dia…apa yang menarik perhatiannya….
Tidak mungkin…. Tidak mungkin wanita itu…apa telah terjadi sesuatu diantara mereka…?
Bagus kalau begitu…

End


Namun Jung Min akhirnya merasa yakin, semuanya akan ia lakukan untuk membuat segalanya menjadi nyata. Dia punya sebuah cara untuk meluluskan rencana itu. Jung Min tersenyum lebar, penuh kemenangan dan membuka pintu mobilnya, kemudian masuk kemobilnya

“yyaa…apa kamu akan pulang sendiri…”seru Jung Min

“ahh…tunggu…”kata Seung gi yang kemudian berjalan kearah pintu mobil di sebelah supir.

“jalan…”perintah Jung Min yang kemudian mobil hitam itu berjalan cepat membelah angin malam.

Lee Seung gi sesekali terlihat memalingkan wajahnya menatap Jung Min, sebuah senyum terlihat terkembang diwajahnya. Namun disisi lain,tanpa sepengatahuan Seung Gi, jantung Jung Min berkata lain. Degup jantungnya melebihi normal. Entah apa yang sudah terjadi pada Jung Min...

Lee Jung Min POV
Apa yang sebenarnya terjadi padaku…kenapa jantungku terasa berdebar kencang… apa karena rasa senang…? Bukan!! Bukan karena itu saja… lalu rasa cemas ini…dari mana dan kenapa…? kenapa bisa jadi begini…

End

Lee Seung Gi POV
Sebenarnya apa yang terjadi pada Lee Jung Min…dia adalah seorang yang …aku pikir tidak memiliki perasaan dan seorang laki-laki yang dingin… tapi kenapa dengan senyuman itu…kenapa senyum yang telah hilang, sekarang muncul lagi…apa yang ada dipikirannya… apa yang bisa membuatnya seperti ini…
Apa yang sebenarnya terjadi…

End

“Seung Gi…”panggil Jung Min tiba-tiba dengan sebuah pandangan menerawang

“ya…”

“aku ingin tahu lebih banyak tentang pemilik yayasan itu…”
Seung Gi diam, menatap Jung Min, dia benar-benar bingung atas apa yang terjadi pada bosnya itu. “untuk apa…apa untuk proyek itu…”

“ahhh…ne…”jawab Jung Min gugup

“baiklah…”kata Seung Gi yang kemudian membalikkan tubuhnya kembali, dengan wajah bersemangat. Jung Min yang menyadari itu, benar-benar merasa aneh “yyaa…kenapa kamu malah terlihat senang…apa kamu…”

“aniyo…”jawab Seung gi cepat seakan sudah mengetahui apa yang akan di ucapkan oleh Lee Jung Min. “sebenarnya aku sangat menyukai tugas mencari seseorang atau mengamati gerak gerik seseorang yang kamu perintahkan….aku benar-benar senang dengan pekerjaan detektif…. banyak kejutan dan tantangan yang selalu menunggu didepan mata…”

“ah…arasso…aku mengerti…kalau begitu, lakukan dalam waktu 2 hari ini…lusa, berika seluruh data yang kamu dapat padaku…”

“mwo…2 hari!!! Apa kamu gila…!!”

“yya…bukankah kamu menyukainya…makanya berikan data yang aku minta lusa pagi…”

“yyaa… kenapa 2 hari…”

“ahh…baiklah…kalau begitu…besok…serahkan semua data yang aku inginkan besok malam…semua data yang aku inginkan…”

“ahh…arasso…lusa…siang…aku berikan semua data yang kau inginkan…

“lusa…pagi…”

“ahh…arasso…lusa pagi…”kata Seung Gi mulai kesal dengan tugas yang diberikan oleh bosnya itu. Benar-benar tidak berperikemanusiaan bosnya itu. Ternyata semua anggapannya yang dipikirkannya salah…salah total… bos nya itu tetap saja menjadi bos yang kejam.

Jung min tersenyum, menatap wajah Seung Gi yang penuh dengan rasa kesal. Dan senyum karena sebuah rencana yang telah hadir dikepalanya, sebuah rencana untuk meluruskan dendamnya.

*****

Pandangan Pengawal park sama sekali tidak terlepas dari sebuah titik yang bercahaya dihadapannya. Tatapan tajamnya tertuju pada sebuah rumah yang asri dihadapannya. Ia dapat mengamati semua kegiatan dari rumah itu, dengan jarak yang sudah ia perkirakan tidak akan diketahui oleh semua orang yang ia amati. Dia sudah berbakat dalam hal ini. Tak lama tiba-tiba sebuah mobil masuk kedalam pengamatannya. Mobil itu berhenti tepat tak jauh darinya, namun ia yakin orang didalam mobil itu tidak akan mengetahui keberadaannya.

Pengawal Park mengarahkan teropongnya ke arah mobil itu, berusaha mengetahui, siapa didalam mobil itu, dan betapa terkejutnya ketika ia mengetahui orang dari dalam mobil itu keluar dan dengan mengendap-endap mendekati rumah itu. Pengawal park bersiap untuk keluar dan menerjang orang itu, namun semua yang dipikirkannya urung. Ia lebih mementingkan pikiran jernihnya. Saat itu ia tengah mengamati dan dengan diam-diam menjaga semua orang dirumah itu. Dan jika ia keluar dan menrjang orang itu, belum tentu ia akan dapat menyelesaikan tugasnya. Akhirnya dengan banyak pemikiran Pengawal Park duduk kembali dikursinya dan mulai mengamati kembali, namun ia berjanji dalam hati, jika orang itu membahayakan, ia akan menerjangnya dan membawa Hye na keluar dari rumah itu. Itu merupakan tugasnya, dan itu adalah kewajibannya.

Lama pengawal Park menunggu, hingga akhirnya terdengar sebuah dering dari ponselnya. Pengawal Park segera mengangkatnya “yobseyo…agashi…ada apa…”tanya Pengawal Park, khawatir kalau-kalau terjadi sesuatu. “apakah terjadi sesuatu…”tanya pengawal park lagi

“ah…aniyo…Park Joon-ssi…aku sepertinya menginap di yayasan…tolong katakan pada nenek Jang untuk tidak mengkhawatirkan aku.. gomawo…dan sebaiknya anda segera pergi…atau saya yang akan pergi…”

“mwo…?!?! Anda sudah mengetahui keberadaan saya…”

“….sebaiknya anda pergi…tenang saja, saya tidak akan kabur atau kemanapun…semua akan baik disini…”kata Hye na tegas, serius

Sambungan terputus, pengawal Park menghela napasnya, dan masuk kedalam mobil, mengamati rumah yang hamoir selama 2 jam ia amati, kemudian memutar kepalanya menatap mobil beserta seorang yang terlihat tengah menunggu dan duduk diam dimobilnya. Pengawal Park menghela napas kembali, kemudian berpikir dan akhirnya ia menyalakan mobilnya dan mengendarai mobilnya cepat.

*******

Malam gelap kembali hadir, tak ada bintang malam itu, semua benda langit seakan merasa malu untuk muncul di gelapnya malam, kecuali seseorang yang terlihat tengah duduk dibawah lindungan langit malam, gelap, tengah menatap bintang. Tak lama seorang wanita datang dan duduk disampingnya .

“coklat hangat agashi…”katanya. Perempuan yang dipanggilnya agashi tersenyum dan menerima secangkir coklat itu. “khamsamnida Mrs Yoon…apa anak-anak sudah tidur…?”tanya perempuan itu lagi

“ne Hye na-ssi…baru saja... Kang Il memejamkan matanya…sepertinya mereka benar-benar merindukanmu…”

“aku senang mereka baik-baik saja…”keduanya terdiam, lalu tiba-tiba Hye na teringat seseorang “oh ya Mrs Yoon…sejak japan Jung Moon –ssi ke yayasan ini…?”

“sejak setahun yang lalu, ketika anda pergi kedaerah itu… waeyo agashi…apa anda mengenalnya…?”

“ahniyo…tapi aku merasa pernah bertemu dengannya…tapi..dimana?”kata Hye na, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung

“ah…arasso…lebih baik sekarang kita tidur…malam sudah larut…lagipula bukankah besok agashi harus bertemu dengan appa agashi…?”

“ah…ne…Mrs Yoon saja dulu…saya menyusul…”kata Hye na, Mrs Yoon menatap Hye na, berpikir sesaat lalu kemudian Mrs Yoon, tersenyum dan berjalan masuk kedalam ruangan. Hye na masih terduduk diam, memandang langit setelah ia membalas senyuman Mrs Yoon sebelum akhirnya Mrs Yoon masuk kedalam. Perkataan Mrs Yoon yang mengungkit tentang appanya membuat sebuah ingatan yang baru saja ia alami siang tadi muncul kembali dikepalanya.


Flash back

“Pengawal Park…tunggu saya diluar…”kata Hye na memalingkan wajahnya tanpa menatap pengawal Park. Tak lama akhirny Pengawal park keluar setelah ia membungkukkan tubuhnya pada Hye na dan Tuan Han
Hye na menunggu suaru pintu dibelakangnya tertutup lalu berjalan mendekati meja appanya.

“apa yang kau butuhkan sayang…”

“…”Hye na diam menatap appanya, penuh keyakinan namun disisi lain ia bingung bagaimana harus memulai, karena ia tahu apa yang akan diminta kembali oleh appanya.

Segalanya selalu berlangsung layaknya berbinis jika Hye na membicarakan sesuatu
dengan appanya. Hye na menarik napas dalam, dan berjalan mendekati meja tuan Han

“ada sebuah permintaan appa…” kata Hye na akhirnya

“apa…? Katakan saja… tapi kamu tau bukan persyaratannya….semua transaksi yang appa lakukan adalah bisnis…”

“yee appa…Hye na tahu”

“lalu apa yang kamu butuhkan sayang…”
Hye na diam menatap appanya, diam namun menyimpan sejuta makna di setiap tatapan Hye na

“bantu Hye na untuk membatalkan proyek yang akan dilakukan di atas tanah yayasan…atau lakukan apapun agar yayasan tidak tergusur karena proyek itu”

“ahh…yayasan itu…?”

“yee…”

“dan apa yang akan kamu berikan sebagai gantinya…” tanya Tuan Han “appa tidak mau kalau bukan sebuah kartu as…”kata tuan Han

Hye na terdiam, dia benar-benar mengenal appanya, dan benar apa yang telah dipikirkannya, appanya tidak akan memberikan sesuatu jika sesuatu yang dijadikan sebagai penukarnya bukanlah sesuatu yang menarik bagi dirinya. “apa yang kamu punya sayang…”tanya Tuan Han lagi

“sebuah penawaran yang appa inginkan…”jawab Hye na penuh dengan keyakinan

“apa itu…?”tanya appanya dengan pandangan menyelidik dan sebuah senyum yang mengembang diwajahnya, menyadari apa yang akan diberikan putri tersayangnya itu

“sesuatu yang appa inginkan…sesuatu yang tengah menjadi harapan dan keinginan appa….”
Tuan Han tersenyum, semakin yakin, akan penawaran yang akan diberikan oleh putrinya itu.

“Hye na menerima perjodohan itu…”kata Hye na akhirnya.

End of Flash back

Hye na menundukkan kepalanya, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, penyesalan merasuk kedalam hati dan pikirannya. Semua harus ia lakukan demi apa yang menjadi harapan ommanya. Semuanya akan ia lakukan walaupun ia harus mengorbankan dirinya.

Tak lama tiba-tiba lamunannya buyar, sesuatu yang jatuh dan berdebum keras membuatnya bangkit dari kursinya dan berjalan mendekat kearah asal suara itu “siapa itu…?”tanya Hye na ragu, takut. Tak ada jawaban dari sana, Hye na berjalan mendekati ke asal suara yang tepat berada di balik semak-semak. Perlahan Hye na mendekat dan kemudian sebuah suara kesakitan terdengar “aduuuhh…”kata suara itu. Hye na berjalan mendekat dan berjalan memutar ke balik semak-semak itu. Hye na mendekap mulutnya terkejut ketika menyadari seseorang.

“Jung Moon-ssi…kenapa anda berada disini…?”tanya Hye na, membantu orang itu bangun dan memapahnya ke tempat yang terlindung oleh cahaya lampu. “gwenchanayo…?”tanya Hye na, khawatir yang kemudian mulai mengamati lengan dan kaki orang itu. “gwenchana… semuanya membaik kembali setelah melihat anda…Hye na –ssi…”

“mwo…???”kata Hye na bingung dan tak lama sebuah senyum lebar terlihat diwajah Hye na, membuat kedua lesung pipinya terlihat.



“itu benar…saya tidak berbohong…kenapa anda tertawa…?”

“anda benar-benar lucu dan aneh…pantas saja semua anak disini menyukai anda…”kata Hye na memuji, yang membuat Lee Jung moon, menundukkan kepalanya, dan menggaruk dahinya malu, sambil sesekali melirik Hye na lewat sudut matanya..



Hal itu semakin membuat senyum lebar Hye na berubah menjadi sebuah tawa lepas. Jung Moon menatap Hye na, lalu mengangkat kameranya dan mengarahkannya ke Hye na. Tawa Hye na tiba-tiba terhenti ketika menyadari sebuah lampu blitz yang menyilaukan matanya, Hye na menatap Jung Moon kesal, dengan memajukan mulutnya, Jung Moon menyadarinya “weo…itu merupakan gambar terbaik yang aku ambil…”kata Jung Moon

“yyaa… kenapa diam-diam begitu mengambilnya…”

“disitulah menariknya…gambar akan terlihat lebih alami dan tidak dibuat-buat oleh objek foto…” jelas Jung Moon yang kemudian duduk di kursi yang sebelumnya digunakan oleh Hye na, dan Hye na duduk dikursi yang sebelumnya digunakan oleh Mrs Yoon. Keduanya terdiam, Hye na menatap Jung Moon yang tengah duduk diam, dan merapatkan jaketnya dingin. “apa anda tidak merasa dingin…”tanya Jung Moon kemudian, menahan rasa dingin yang membuat giginya bergemelutuk.

“ahniyo…setelah pengalaman mengejutkan yang terjadi beberapa menit yang lalu…”

“ah…dingin sekali…”

“mau aku buatkan coklat panas…?”tanya Hye na kemudian

“…boleh…”

Hye na berjalan masuk kedalam rumah menuju ke dapur, dan mulai membuat secangkir coklat panas untuk tamunya yang datang tiba-tiba tanpa diundang, tak lama Hye na membawa 2 cangkir coklat panas keluar dan memberikan salah satunya pada Jung Moon

“gomawo Hye na-ssi…”kata Jung Moon
Hye na duduk disisinya dan keduanya kembali diasyikkan oleh obrolan tanpa menyadari seseorang yang terus mengamati keduanya bahkan sesekali mengambil beberapa foto mereka berdua

******

“BANGUUUUUUUUUUUNNNNNNNNNNNNNN……….!!!!!!!!!”seru seseorang ditengah sinar dan kehangatan yang mulai merasuk kulit. “berapa lama lagi kamu akan tidur…”seru orang itu lagi. Yang dibangunkan masih dengan kesibukkan memejamkan mata, sampai akhirnya tiba-tiba orang itu mengambil sebuah terompet dan membunyikannya tepat ditelinganya

“yyyaaa…Jung Min bangun…bukankah kamu punya janji dengan appamu…”
Jung Min masih menutup kedua matanya, sampai akhirnya terdengar kembali suara terompet yang memekakkan telinga. Dan ternyata berhasil, Jung Min merapatkan bantalnya ketelinga, berusaha menutup telinganya dari suara keras itu, sedangkan terompet masih dibunyikan bahkan lebih keras lagi.



“yyaa…seung Gi!!!”seru Jung Min marah, namun Seung Gi masih tetap menyembunyikan terompetnya keras-keras. “arasso….aku bangun…hentikan suara terompet itu…”seru Jung Min yang kemudian bangkit, mengangkat separuh tubuhnya “ternyata efisien juga…”kata Seung gi tersenyum bangga lalu mengecup sayang erompetnya. “bagus sekali terompet…”kata seung Gi

Jung Min menatap seung Gi kesal “apa begini caramu membangunkan bos mu…?”

“yyaa…Jung Min…kalau kamu tidak sulit untuk dibangunkan…aku tidak akan melakukan itu… dan sepertinya kamu mabuk-mabuk lagi semalam…”

Jung Min bangkit dan tidak memperdulikan kata-kata Seung Gi, berjalan masuk kekamar mandi untuk mulai membersihkan diri. “jam berapa acara dengan appa…”tanya Jung Min dari dalam kamar mandi

“tepat 1 jam lagi dari sekarang…pukul 9 pagi…”

“ahh…kenapa harus pagi-pagi sih…”keluh Jung Min

“bukankah kamu yang merencanakan untuk bertemu jam 9 agi…”

“mwo….benarkah?”

“yyaa…kau ini…makanya hentikan kebiasaan mu minum-minuman keras…”

Hening sesaat, yang terdengar hanya suara gemericik air yang tumpah dari shower kamar mandi, sampai akhirnya suara itu terhenti “oh ya…mana laporan yang aku minta…?”tanya Jung Min

“laporan apa…?”

“tentang wanita yang berada di yayasan yang semalam…?”

“mwo…katamu lusa…aku belum mendapatkan…”kata-kata Seung Gi terputus dan lagi-lagi oleh deringan ponsel. Seung Gi mengambil ponselnya dan mengangkatnya

“yoboseyo…udah kamu dapatkan…? Bagus…kalau begitu segera ke kediaman tuan Lee…mwo? Sudah disana…baik…tunggu aku didepan…aku akan kesana…”kata Seung Gi, yang kemudian memutus sambungan telepon, dan memalingkan wajahnya kearah pintu kamar mandi. “aku tunggu diruang makan…”kata Seung Gi kemudian. Seung gi berjalan keluar dari kamar
Jung Min dan berjalan cepat menuju keruang depan untuk menemui seseorang yang sebelumnya berbicara dengannya.

Jung Min keluar dari kamar mandi dan memakai jasnya lalu berjalan keluar menuju ruang makan. Disana Seung gi sudah terlihat duduk menunggunya sambil membaca sebuah map yang terlihat terbuka di kedua tangannya.

“apa yang kau baca…”tanyanya begitu langkahnya terhenti dan menarik sebuah kursi tepat dihadapan Seung Gi “ini…”kata Seung Gi sambil melemparkan senyum bangga padanya dan menyodorkan map itu pada Jung Min

“mwo…apa itu…?”

“bagaimana ? hebat bukan…”kata Seung Gi, ketika Jung Min mulai membuka dan membaca map itu.

“ya…kuakui…kau memang hebat untuk urusan seperti ini…”

“mwo!!?? Apa maksudmu dengan urusan seperti ini…”

Jung Min hanya diam dan mulai menekuni map itu, tanpa memperdulikan Seung Gi yang masih sebal dengan perkataan Jung Min. “disini dikatakan ada seorang pria yang datang sekitar pukul 11 malam…siapa dia…”tanya Jung Min tiba-tiba

“entahlah…tapi dugaanku dia adalah…”

“ya…cukup…pukul 9 bukan…ayo kita pergi…”

“tap…tapi…kita belum sarapan…”

“dijalan…”kata Jung Min singkat, kemudian beranjak pergi berjalan keluar ruangan.

“yyaa…!!!”protes Seung Gi. Jung Min masih tetap berjalan keluar tanpa memperdulikan protes dari Seung gi.

*****

Di Seoul yang sama, dihari yang sama, di bawah matahari yang sama, tetapi di jam yang berbeda…

Yayasan Han...

“agashi...”panggil Mrs Yoon pelan, sambil mengguncang tubuh Hye na pelan. “…ne… Mrs Yoon…jam berapa sekarang…?”tanya Hye na

“jam 7 pagi agashi…oh ya…tadi Jung Moon-ssi menitipkan ini untuk diberika pada anda…”kata Mrs Yoon sambil memberikan sebuah foto pada Hye na “aku senang sekali menatap wanita yang ada didalam foto itu…wanita yang tertawa lepas, alami, tanpa dibuat-buat…wanita yang tetap tertawa walaupun banyak sekali masalah yang menghinggapi kepalanya… wanita yang tawa dan senyumnya dapat mencerahkan hari…menghentikan hujan deras yang mengguyur bumi…memberikan sebuah pengharapan bagi setiap orang yang melihat senyum dan tawanya… wanita itulah yang terlihat difoto itu…”kata Mrs Yoon, tersenyum menatap Hye na.

Hye na diam, membalas senyumnya, kemudian memeluk Mrs Yoon erat “khamsamnida Mrs Yoon…”

Mrs yoon, membalas pelukan Hye na, memeluk Hye na erat, lalu beberapa detik berikutnya, dia melepaskannya “kacha…ayo cepat…bukankah anda punya janji dengan tuan Han pukul 9 pagi…”

“ne…”

“ayo kita sarapan…”ajak Mrs Yoon, membawa Hye na keruang makan dimana sudah banyak anak-anak yang menunggu dirinya. “onnie….noona…”seru mereka serempak. Lagi-lagi sebuah senyum manis terkembang diwajahnya. Senyum yang menghangatkan.

Dibawah naungan matahari yang sama, ditempat yang berbeda dengan waktu yang sama…

Kediaman Han...

“pengawal Park, jemput Hye na sekarang…bawa dia pulang… dan nenek Jang dandani dia…”

“baik…Tuan…”jawab keduanya, yang kemudian membungkukkan tubuhnya, berpamitan dan pergi. Pengawal Park terlihat berbicara lewat jasnya yang menyambung dengan earphonenya. “siapkan mobil…segera..”kata pengwal park sambil berjalan keluar dari rumah megah itu dan masuk kedalam mobil yang telah disiapkan.

“jalan…”

Mobil melaju cepat, menembus angin pagi dan kehangatan matahari yang mulai memancar dan merasuk diantara selruh kehidupan. Kesibukan mulai terlihat disepanjang jalanan kota Seoul.

Tak lama akhirnya mobil hitam itu berhenti disebuah rumah, pengawal park keluar dengan beberapa pengawal yang segera menempatkan posisi mereka di pintu depan rumah tersebut. Perlahan Pengawal Park mengetuk pintu rumah itu dan seorang anak membukakan pintunya.

“anyong haseyo…ada yang bisa saya bantu…”tanya anak itu

“siapa Kang Il…”tanya sebuah suara dari dalam “entahlah omma Yoon…”
Tak lama seorang wanita tua keluar, wanita tua yang diumurnya masih terlihat muda dan cantik. Pengawal Park melemparkan senyum padanya “anyong…saya..”kata-katanya terputus

“ne…saya tahu…agashi ada didalam…”kata Mrs Yoon, sambil mempersilahkan pengawal Park masuk. “silahkan…”

Pengawal Park berjalan masuk, dan langkahnya tiba-tiba terhenti ketika terlihat di sepasang matanya seseorang yang berbeda, seseorang yang selama ini ia nantikan, seseorang yang selama ini ia rindukan. Ditatapnya Hye na yang tengah tertawa, menemani seorang anak bermain. Bercanda dan tertawa lebar, bebas, lepas, seakan tidak ada masalah yang menghinggapinya.



Lamunan pengawal Park buyar …

“indah bukan…apa anda juga merindukan senyuman itu…?”
Pengawal Park mengalihkan pandangannya cepat kearah asal suara itu dan menatap Mrs Yoon yang berdiri disisinya, menatap Hye na. Perkataan Mrs Yoon berhasil membuat pengawal park menundukkan kepalanya, menyembunyikan sesuatu.
Mrs Yoon berjalan mendekati Hye na dan menepuk bahunya, membritahu akan kedatangan pengawal park “oohhh…Park Joon-ssi…”kata Hye na, tersenyum lebar pada pengawal Park seakan mereka tidak bertemu selama beberapa tahun.

“…agashi…saya datang untuk menjemput anda…”kata pengawal Park setelah usahanya untuk kembali bersikap seperti biasanya apada nona nya itu.

“yah saya tahu…kalau begitu kita pergi sekarang…”kata Hye na yang sebelumnya mengecup pelan dahi anak yang bermain bersamanya dan berpamitan dengan Kang il yang memang berada di ruangan itu “noona pergi dulu ya…”kata Hye na

“kapan noona akan kembali…”

“entahlah…tapi secepatnya noona akan kembali…kita kan di tempat yang sama…”

“apa noona tidak akan pergi ke tempat-tempat lain lagi…”tanya seorang anak perempuan yang ditangannya terdapat sebuah boneka kecil. “ermmm…sepertinya tidak …”

“baguslah kalau begitu…”

“kenapa Mina-aa….”

“aniyo…berarti noona akan lebih banyak bertemu dengan oppa…”

“oppa…?”

“agashi…kita tidak punya banyak waktu lagi…”kata pengawal Park , memutus rasa penasaran Hye na “ne…ayo kita pergi…”kata Hye na setelah ia berhasil memberikan kecupan terakhir pada kang Il dan Mina.

******

Hye na terlihat cantik dengan gaun warna pinknya, ia juga terlihat sederhana dan anggun bersamaan dengan gaun dan dengan tatanan rambut yang diikat dan dibawa kesamping. Sebenarnya tuan Han telah menyiapkan gaun yang lain yang lebih terlihat glamor, namun Hye na memaksa mengenakan gaun pink tersebut sehingga nenek Jang menyerah, karena Hye na sudah mengancam tidak akan pergi jika mengenakan gaun yang dipilihkan appanya itu. Hye na juga mengenakan kalung dengan batu-batu yang besar dengan warna putih transparan yang semakin menambah kecantikan Hye na. hye na benar-benar terlihat cantik dan sederhana dengan hanya berdandanan seperti itu.



Hye na melangkah masuk kedalam sebuah restoran yang telah diatur appanya untuk pertemuan itu. Tak lama setelah beberapa saat Hye na mencari sebuah sosok, akhirnya appanya melambaikan tangannya, memberi tanda pada Hye na. Hye na berjalan santai kearahnya, namun belum sempat Hye na duduk di sisi appanya, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika menatap seseorang dihadapannya. Seseorang yang beberapa hari yang lalu membuat perasaan Hye na bercampur aduk. “mwo….anda…”seru Hye na, menatap laki-laki yang terlihat tenang dan hanya diam ketika menatap Hye na, rasa bingung menyergapnya. Tiba-tiba laki-laki itu bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Hye na,membawanya keluar dari ruangan itu. Pengawal Park berlari mengejar Hye na.

“Jung min-aa…”panggil seseorang yang tidak digubris oleh laki-laki yang dipanggilnya Jung Min itu

“ada apa…sakit…”seru Hye na, sambil menarik tangan Hye na lepas dari cengkraman Jung Min. Jung Min menatap Hye na tajam “aku punya sebuah penawaran untukmu…”kata Jung Min

“aku tidak berniat dengan penawaran lagi…”kata Hye na yang kemudian beranjak pergi, namun lagi-lagi Jung Min menarik tangannya, membuat dirinya jatuh di dada bidang Jung Min.

“agas…”kata –kata pengawal park terhenti ketika melihat posisi Hye na dan Jung Min. Hye na segera melepaskan dirinya dari pelukan Jung Min dan menatap pengawal Park salah tingkah. “ya Park Joon-ssi…”

“gwenchana…?”tanya pengawal park

“nee.. gwenchanayo Park Joon-ssi…”kata Hye na sambil kemudian berjalan pergi meninggalkan, namun lagi-lagi langkahnya terhenti, Jung Min menggenggam kembali pergelangan tangannya. Hye na memalingkan wajahnya, menatap Jung Min. keduanya terdiam.

“pengawal Park…tolong tinggalkan kami…”
Pengawal Park terlihat diam, menatap Hye na dan Jung Min bergantian lalu membungkukkan tubuhnya dan berlalu pergi.

“cepat katakan….”kata Hye na setelah Pengawal park berlalu pergi
Jung Min menghela napasnya sesaat “aku punya sebuah penawaran padamu…”

“penawaran…tunggu…apa yang akan kau berikan sebagai gantinya…”

“sesuatu yang kau inginkan…”kata Jung Min penuh dengan keyakinan

“apa itu…?”

End of Chapter

nb: seluruh gambar didapat dari google


maaf kalo jelek....

mohon kritik dan sarannya....

 [flowers] [flowers] [flowers]

 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
« Last Edit: May 31, 2010, 04:33:34 pm by ai_yuki »

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #35 on: May 31, 2010, 04:34:37 pm »
maaf ada yang di modifikasi....

maaf kalo ngebosenin....


 [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

 [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]

 [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye] [bye]

fara

  • Guest
Re: Song of life
« Reply #36 on: June 01, 2010, 04:04:19 am »
Gumawo ai udh di update [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]  [flowers]
ceritanya bgs kok sist, ada gambar2 lg jadi ngga ngebosenin kok [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
trus aku penasaran bgt sama cewe yg udh ninggalin jungmin & kira2 apa ya penawaran yg berikan jungmin ke hyena [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #37 on: June 01, 2010, 08:53:09 am »
Anyong..
Salam kenal sist ai ,, *udh kenalan blm yya?!*hhe
gumawo sist udh di update, ceritany seru loh, tp msh bnyk yg blm trungkap yo ?!
tuh si jung min mw ngrencanain apa ma hye na ?! *penasaran*
hiatus'ny jgn lama2 ya sist, pngen tau klanjutannya nih .. Hehe
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #38 on: June 03, 2010, 12:37:02 pm »
Gumawo ai udh di update [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]  [flowers]
ceritanya bgs kok sist, ada gambar2 lg jadi ngga ngebosenin kok [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
trus aku penasaran bgt sama cewe yg udh ninggalin jungmin & kira2 apa ya penawaran yg berikan jungmin ke hyena [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

sama-sama fara...

gak kuat hiatus lama-lama...

tapi kemungkinan minggu depan bakal ngelanjutin hiatus lagi...udah mulai ujian soalnya...

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

tunggu aja chapter selanjutnya say... penawarannya gak aneh2 kok... tenang aja...

 [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

makasih banyak buat komen nya...

 [flowers] [flowers] [flowers] [flowers] [flowers]

masih terus berharap koment2 dari yang lain...

 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #39 on: June 03, 2010, 12:41:14 pm »
Anyong..
Salam kenal sist ai ,, *udh kenalan blm yya?!*hhe
gumawo sist udh di update, ceritany seru loh, tp msh bnyk yg blm trungkap yo ?!
tuh si jung min mw ngrencanain apa ma hye na ?! *penasaran*
hiatus'ny jgn lama2 ya sist, pngen tau klanjutannya nih .. Hehe

anyong juga...

yup...sama-sama say...makasih juga buat komen nya...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]

happy posting dimari ya... [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy] [jumpy]

yup...diusahain...diusahain juga sebelum hiatus lagi...mau updet lagi...diusahain say...  [sweat] [sweat] [sweat]

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

makasih banyak ya say...

 [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]




Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #40 on: June 03, 2010, 10:58:43 pm »
Annyeong ai..
Salam kenal ia.. Baru kelar bca nii..
Critanya makin lama semakin menarik n seru ni sist..
Apa da ssuatu antra jung min dan hyena dmasa lampau sist ? Kalo nda' slah da kta2 "dendam n snyuman yg drindukan" yg dikatakan jungmin wktu jungmin ngeliat hyena *mian kalo ak slah, nebak aj hehe
oia seunggi dsini bda bget ma yg di brilliant legacy, ak suka, dsni oppa lebih ceria.. Hoho
sgat ditunggu lanjutannyaa nii..
Semangatt terus ya, jgn lama2 hiatusnyaa ai..
*di getok bnyak minta [hmpfh]
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #41 on: June 05, 2010, 09:41:02 pm »
Annyeong ai..
Salam kenal ia.. Baru kelar bca nii..
Critanya makin lama semakin menarik n seru ni sist..
Apa da ssuatu antra jung min dan hyena dmasa lampau sist ? Kalo nda' slah da kta2 "dendam n snyuman yg drindukan" yg dikatakan jungmin wktu jungmin ngeliat hyena *mian kalo ak slah, nebak aj hehe
oia seunggi dsini bda bget ma yg di brilliant legacy, ak suka, dsni oppa lebih ceria.. Hoho
sgat ditunggu lanjutannyaa nii..
Semangatt terus ya, jgn lama2 hiatusnyaa ai..
*di getok bnyak minta [hmpfh]

anyong Aurel...

makasih sudah koment...

bukan jung min ma Hye na say... tapi jung min ma hyung nya.... tapi Jung min mau bales lewat hye na... hye na belum tahu tentang dendamnya itu...

kalau gak salah soalnya udah agak lupa, di chapter 1 dibagian penjelasan pemain2 nya ada sedikit penjelasan kenapa jung min benci bgt ma kakak nya ampe berniat bales dendam...tapi itu baru salah satunya say...salah dua n tiganya menysul...  [hammer3] [hammer3] [hammer3] [hammer3]

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]

 yup ditunggu aja ni lagi proses pembuatan  kok say...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #42 on: June 08, 2010, 12:18:10 am »
pusiiiinnggggg  [collapse] [collapse] [collapse] [collapse] [collapse]


kapan ya bisa updet...

 [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat] [sweat]

 [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]

Offline Aurel " lusy" Aurellya

  • Junior
  • **
  • Posts: 227
  • kyaaa jun pyo sexy bgeth
  • Location: padang, indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #43 on: June 08, 2010, 04:49:31 am »
Owwh bgono sizt..
Hehe miaann jeongmal mianee, aku sotoy biz t salah pulaa..
[cry] [cry]
biz aku gag baca krakternya ..
Hehe
miann yakk..
Waduh jgn pusing2 sizt, kalo lg gag buntu nanti aja dtrusin okee??
Semangaatt sistaaaa....
Setiaaaa menunggu update.annyaaa..
*pom pom girls 100 pasukan,hoho
only u in my bottom heart, no body else, but u in over the world...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Song of life
« Reply #44 on: June 08, 2010, 07:12:55 am »
Owwh bgono sizt..
Hehe miaann jeongmal mianee, aku sotoy biz t salah pulaa..
[cry] [cry]
biz aku gag baca krakternya ..
Hehe
miann yakk..
Waduh jgn pusing2 sizt, kalo lg gag buntu nanti aja dtrusin okee??
Semangaatt sistaaaa....
Setiaaaa menunggu update.annyaaa..
*pom pom girls 100 pasukan,hoho

gak apa say...

hehehehehehehehehehehe   [clap] [clap] [clap] [clap] [clap] [clap]

yup...gomawo say... diusahaain secepetnya dweh...biar gak kelamaan nunggu...

makasih banyak...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss]