Author Topic: PIECE OF HEART CHAPT. 4 UPDATEEEEE lol 26.04.2011 ^^  (Read 7810 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: PIECE OF HEART last update 19.12.2010 ^^
« Reply #75 on: February 12, 2011, 02:13:47 am »
NOONAAAAAAAAA   [guns] [guns]UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: PIECE OF HEART last update 19.12.2010 ^^
« Reply #76 on: April 26, 2011, 08:49:33 am »
CHAPTER 4


Flashback.


“Apa kau bilang? Hamil? Kau yakin?” pekik Jae Kyung tak percaya kepada gadis dihadapannya. Jandi hanya menganggukkan kepalanya pelan. Ia terus menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah Jae Kyung.


“Ta…tapi… bagaimana… bagaimana bisa” perkataan Jae Kyung terpotong. “Aku sendiri tidak tahu, yang jelas kami saling mencintai karena itu kami melakukannya” potong Jandi pelan sembari menggigit bibirnya.


“Tapi apa dia sudah tahu tentang hal ini? Kau sudah memberitahunya Yya- Jandi?” cerocos Jae Kyung. Lagi-lagi Jandi menggeleng pelan “Ahni” jawabnya lemas.


“Baguslah kalau begitu, hey Jandi-yya, bagaimana kalau dia sampai tahu kau bisa..kau bisa.. maksudku kehadiran seorang bayi bisa menghancurkan karirnya sekarang, tidakkah kau berpikir demikian hah”


“Aku tahu, tapi Jun Pyo..”


“Jandi-yya, kau tidak benar-benar ingin menghancurkan karirnya kan? Ayolah kalian masih sama-sama muda dan dia juga masih semester awal, jalannya masih amat sangat panjang, kalian baru saja memulai masa muda kalian, sayang sekali kalau seseorang yang berbakat seperti dia tidak bisa muncul didunia ini kau tahu” potong Jae Kyung, ia menggenggam erat pundak Jandi. “Lagipula, bagaimana kau bisa berfikir untuk mengasuh bayi padahal kau sendiri masih labil, ayolah Jandi apa kau tidak berpikir kalau pria seusiai Jun Pyo hanya ingin bersenang-senang, dia tidak benar-benar serius arasso” lanjut Jae Kyung mencoba meyakinkan Jandi.


“Dhe, aku tahu itu unnie,tapi…”


“Tidak ada tapi-tapi, gugurkan kandunganmu sekarang juga atau kau akan menyesal nantinya” potong Jae Kyung kembali, ia menatap tajam kearah Jandi.


“Aku…aku akan memikirkannya unnie” desah Jandi pelan sembari mengelus perutnya.



*****************************


Jae Kyung tersentak kaget, ia tiba-tiba terbangun oleh riak air yang mulai menenggelamkan kepalanya. Wajahnya pucat dan nafasnya memburu. “Sial, mimpi itu lagi” umpatnya kesal. Ia kemudian melangkah keluar dari bathtub.



*****************************


“Jandi-yya, boleh aku bertanya sesuatu” ujar Jun Pyo disela-sela makan siang mereka. Jandi menatap wajah Jun Pyo yang sedikit gugup.


“Waeyo?” jawabnya pelan.


“Ehem,” Junpyo berdehem pelan membersihkan kerongkongannya yang terasa kering. “Mengenai kasusmu ini, apa Jae Ha pernah melakukan sesuatu padamu” Tanya Jun Pyo ragu. Jandi hanya memandang heran dengan pertanyaan Jun Pyo barusan. “Maksudku, apa kau pernah mengalami kekerasan fisik, apa dia pernah menyakitimu” Jun Pyo menghela nafasnya seolah-olah beban berat yang ia bawa sejak tadi menghilang begitu saja, namun ia masih merasa cemas menunggu jawaban dari Jandi.


“Apa itu penting?” jawab Jandi pendek, “Untuk apa kau tanyakan masalah itu?” lanjutnya.


“Kurasa kita bisa memenangkan kasus ini jika memang ada indikasi Jae Ha melakukan kekerasan padamu?” jawab Jun Pyo tenang, ia sudah mulai bisa menguasai dirinya sekarang, meskipun hatinya saat ini bergejolak hebat.


“Apa hanya ini satu-satunya cara untuk mendapatkan Min Ah ku kembali?” Tanya Jandi. Jun Pyo terdiam sesaat. “ Ahni… tapi akan lebih mudah bagimu untuk menuntut dia” jawabnya.


“Jun Pyo-aa, bagiku mendapatkan Min Ah kembali ke sisiku, itu saja sudah cukup. Aku tidak ingin berurusan lagi dengan Jae Ha dan keluarganya. Saat Min Ah kembali kesisiku, saat itu juga kami akan pergi jauh dari sini dan memulai kehidupan baru kami kembali, hanya kami berdua, itu saja aku tidak ingin menuntut apapun darinya” suara Jandi bergetar, matanya berkaca-kaca namun ia mencoba untuk menahan supaya ia tidak menangis dihadapan Jun Pyo. Ia menggigit bibir bawahnya pelan.


“Tapi….. Jandi-yya….”


“Jun Pyo kumohon padamu satu hal, jangan pernah melibatkan dirimu terlalu dalam didalam masalah keluarga Jae Ha, aku hanya memintamu untuk membantuku mendapatkan Min Ah ku kembali, itu saja. Ingat kata-kataku ini jika kau tidak sanggup memenuhinya maka aku tidak punya cara lain selain pergi dari sini dan mencari orang lain untuk membantuku”


*****************************


Jun Pyo menghela nafasnya berat, ia kembali menyulut batang rokok yang ada di genggamannya. Sesekali ia menarik nafas panjang, perkataan Jandi siang tadi benar-benar memenuhi pikirannya sekarang. Sesekali ia memencet cuping hidungnya, berpikir. Masalah Jandi ini begitu menyita perhatiannya. Ia merasa marah dan kecewa karena tidak mampu melindungi wanita yang dicintainya.


Jun Pyo kembali membuka file berisi laporan visum yang diam-diam ia minta dari Ji Hoo tanpa sepengetahuan Jandi. Ia membaca kembali satu persatu hasil laporan itu. Hampir 80% tubuh Jandi mengalami luka memar, bekas luka pukulan dan juga suntikan obat penenang tercampur didalam darahnya. Jun Pyo terus membaca laporan tersebut sampai selesai, tubuhnya gemetar perlahan air matanya menetes perlahan-lahan.


“Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” jeritnya sembari memukul meja kerjanya. Beberapa helai kertas yang ada mejanya berserakan kemana-mana. Jun Pyo meremas rambutnya perlahan ia mencoba untuk berdiri namun tubuhnya terlalu lemas dan akhirnya iapun jatuh terduduk kebawah. “Jandi-yya mianeeee” pekiknya pelan disela tangisnya. 
 




*****************************


Jun Pyo duduk terpaku disalah satu bangku yang terletak di salah satu sudut taman kota. Hari sudah mulai gelap, namun ia merasa malas untuk beranjak. Angin musim dingin yang berhembus terkadang membuat tubuhnya menggigil. Lamunannya melayang. Ia menatap kedepan namun merasa kosong dan hampa.


Flashback


“Jun Pyo-yya” ucap Jandi pelan. Jun Pyo menoleh kearah Jandi yang tersenyum kecil. “Waeyo?” jawabnya pelan. Gadis itu memainkan bibirnya, Jun Pyo tersenyum melihat tingkah kekasihnya tersebut. “Ahni- hanya ingin mengganggumu itu saja” jawab Jandi cuek sambil nyengir.


“Aush, kau ini” ujar Jun Pyo sembari mengacak-acak rambut Jandi.


“YYa- kau ini” protes gadis itu merapikan rambutnya yang berantakan masih dengan bibir manyunnya. Jun Pyo tertawa melihatnya. “Salah sendiri kenapa kau begitu iseng” ujarnya. Setelah itu Jun Pyo pun kembali berkutat dengan buku-buku dan diktat tebal miliknya yang berserakan di ruang tamu apartemen milik Jun Pyo. Jandi memperhatikan wajah Jun Pyo yang serius dengan kacamata tebalnya hanya tersenyum lembut. Ia sangat suka melihat sosok Jun Pyo yang seperti ini. Tanpa Jandi sadari Jun Pyo sesekali melirik kearah Jandi dengan bola matanya dan tersenyum kecil didalam hatinya.


“Jun Pyo-yya…”


“Mwo…” gumam Jun Pyo tanpa melepaskan pandangannya dari buku yang dipegangnya.


“Emmmm… kau sangat serius sekali, sepertinya ujian kali ini sangat susah yah” Tanya Jandi pelan. Jun Pyo terkekeh kecil mendengar pertanyaan Jandi.


“Sure” jawabnya pendek.


“Hmmmm” Jandi menggumam pelan, ia kemudian menopangkan kedua tangannya kedagunya. Perlahan ia meniup poni rambutnya perlahan.


“YYa… wegudeeeeeeeeeeee…?” tukas Jun Pyo tiba-tiba, ia sungguh tidak tahan melihat tingkah centil Jandi yang “menggodanya”.


“Mwooo… ada apa?”  Jandi malah balik bertanya dengan wajah polosnya.


“HHHaaaaaaaaaa… kenapa kau selalu merusak konsentrasiku Yya- Geum Jandi”


“Mwo? Memangnya apa yang kulakukan, enak saja”


“Yaishhhh, kau ini….” Jun Pyo menjitak kepala Jandi pelan, Jandi meringis berpura-pura kesakitan.


“YYA- kau ini kenapa selalu memakai kekerasan pada wanita, bagaimana bisa kau jadi pengacara hah” umpat Jandi.


“Memangnya kenapa hah”


“Cih kau ini selalu saja…” perkataan Jandi terpotong saat Jun Pyo tiba-tiba menciumnya, matanya melebar. Jun Pyo membiarkan saja bibirnya menempel dibibir Jandi, ia tidak juga bereaksi dan memulai tindakan. Jandi juga terdiam, cukup lama mereka diam dengan bibir yang saling menempel. Kemudian perlahan Jun Pyo mulai melumat bibir mungil Jandi. Perlahan dan semakin lama semakin dalam. Mereka saling melumat bibir masing-masing, ciuman tersebut lama-lama menjadi semakin bergairah, bibir Jun Pyo perlahan bergerak kebawah, kearah leher jenjang milik Jandi membuat gadis itu mendesah perlahan. Merekapun menjadi kalap, perlahan Jun Pyo mendorong tubuh Jandi kearah sofa dan
.
.
.
.
.
.
.

#lanjutkan sendiri  [hmff]


Jandi terbangun di ranjang milik Jun Pyo masih dengan tubuh polos yang tertutupi selimut tebal. Ia menoleh kesamping, dilihatnya Jun Pyo disampingnya masih tertidur pulas. Jandi memandang wajah Jun Pyo yang sedang tidur dengan penuh kekaguman. Perlahan jarinya menelusuri rahang hidung milik Jun Pyo, ia tersentak saat tiba-tiba tangan Jun Pyo meraih tangannya. Jandi terkekeh pelan.


“Dasar anak nakal” ujar Jun Pyo.


“Miane aku membangunkanmu” jawab Jandi sembari tersenyum kecil. Jun Pyo kemudian menarik tubuh mungil Jandi kedalam pelukannya. Jandi menyandarkan wajahnya didada bidang milik Jun Pyo.


“Jun Pyo-yya, boleh aku tanya sesuatu?”   


“Memangnya selama ini kau pernah minta izin kalau bertanya?” Jun Pyo balas bertanya, Jandi tertawa kecil.


“Hmmmm, Jun Pyo-yya kau sungguh ingin menjadi pengacara ya?” Jun Pyo terdiam sesaat “Sure, bukannya aku sudah sering bilang padamu menjadi seorang pengacara terkenal adalah cita-citaku, karenanya saat ini aku harus berjuang keras dengan kekuatanku sendiri, aku tidak ingin mengikuti jejak appa” lanjutnya.


“Jandi-yya”


“Hmmm” gumam Jandi pelan “Akan kubuktikan padamu suatu saat nanti aku akan membuatmu bangga padaku, untuk itu kumohon tetaplah percaya padaku karena jalan kedepan yang akan kita lalui mulai sekarang akan semakin berat, tetaplah disisiku apapun yang terjadi” Jandi terdiam ia menggigit bibirnya pelan.


“Apa aku harus mengatakannya sekarang? Tapi bagaimana jika kejujuranku nantinya akan benar-benar bisa menghancurkan impiannya seperti kata Jae Kyung unnie” gumamnya didalam hati.


“Hey, Geum Jandi kau sudah tidur yah?” ujar Jun Pyo


“Ahniyo… Jun Pyo…”


“Hmmm, ada apa? Ada sesuatu yang ingin kau katakan?” Jandi terdiam cukup lama. “YYa..kenapa kau jadi sependiam ini tidak seperti dirimu yang sebenarnya” lanjut Jun Pyo heran, ia memandang wajah Jandi.


“Ahniyo, Goo Jun Pyo fighting!!!” ujar Jandi sembari mengepalkan tangan kirinya, ia tertawa kecil mencoba menutupi kegalauannya.


END OF FLASHBACK


*****************************


Jun Pyo tersentak dari lamunannya ketika samar-samar ia mendengar suara isakan tangis seseorang. Ia menoleh memandang ke sekeliling taman yang sepi dan mulai gelap itu. Tubuhnya mendadak merinding. Jun Pyo bergegas berdiri dan bersiap melangkah pergi, namun langkahnya tertahan oleh rasa penasarannya. Ia kemudian memutuskan untuk melangkah kedalam taman, mencoba mencari-cari dimana asal suara tangis yang ia dengar.


Jun Pyo berhenti di salah satu sudut taman tersebut tepatnya diarea bermain. Jun Pyo mendengar semakin jelas suara tangis seorang gadis kecil. Ia mendongakkan kepalanya kedalam bangunan prosotan taman yang berbentuk setengah bola tersebut dan mendapati seorang gadis kecil sedang meringkuk disana. Gadis kecil itu menghentikan tangisnya dan menatap Jun Pyo. Wajahnya merah, matanya sembab karena kebanyakan menangis. Gadis itu masih sesenggukan.


“Min Ah-?” gumam Jun Pyo pelan tak percaya terhadap sosok gadis kecil yang ada dihadapannya sekarang.


“Ah…jussi si..siapa…Jangan bawa aku pulang… a…aku mau ketemu om…omma huhuhu?” Min Ah kembali menangis kali ini lebih keras.


“Ssssstttt, sudah jangan menangis lagi” ujar Jun Pyo sembari menyeka air mata gadis kecil itu.


“A..Aku… mau ketemu sama om..ommaaaa huhuhu…”


Tanpa Jun Pyo sadari, air matanya ikut menetes dipipinya. “Iya, paman akan mengantarmu ke tempat omma, sekarang keluarlah supaya paman bisa melihat wajahmu dengan jelas” ujar Jun Pyo.


“Ahni, mereka akan menangkapku kalau mereka tahu aku bersembunyi disini, aku takut huhuhu”


“Hey, jangan takut, paman akan melindungimu Min Ah-ssi, apapun yang terjadi paman tidak akan membiarkanmu menderita lagi oke, sekarang keluarlah jangan takut kau sudah aman” bujuk Jun Pyo lembut. Perlahan tangan Jun Pyo menarik tangan Min Ah. Min Ah menurut saja dengan Jun Pyo, biasanya gadis itu tidak mudah percaya dengan orang asing karena Jandi selalu mengajarinya seperti itu, namun entah mengapa saat ia melihat Jun Pyo ia merasa sudah sangat mengenal Jun Pyo dan merasa bahwa orang yang berada dihadapannya sekarang tidak akan menyakitinya, ia merasa seperti memiliki ikatan batin dengan Jun Pyo.


Gadis kecil itu mendongakkan kepalanya saat melihat Jun Pyo yang berdiri menjulang dihadapannya, kedua tangan mungilnya sibuk menghapus air matanya, ia tersenyum kecil kearah Jun Pyo yang hanya bisa terpaku melihat senyuman malaikat kecil Jandi. Jun Pyo pun balas tersenyum kemudian menggandeng tangan Min Ah kearah mobil miliknya. Selama perjalanan Jun Pyo selalu menggenggam tangan Min Ah seolah – olah berat untuk melepaskannya. Sesekali ia mengacak poni Min Ah. Entah karena terlalu lelah menangis atau bersembunyi, Min Ah pun tertidur dimobil Jun Pyo. Saat Jun Pyo mulai memasuki apartemen miliknya, ia segera memarkirkan mobilnya. Ia perlahan menggendong Min Ah yang sedang tertidur pulas. Begitu lembut seakan takut untuk membangunkan sosok malaikat kecil itu. Sementara itu Jandi yang tadi menerima telepon dari Jun Pyo yang telah menceritakan semuanya tidak sabar mengunggu, saat melihat sosok Jun Pyo yang berjalan keluar dari lift dengan menggendong Min Ah, ia pun segera berlari menyambut mereka.


“Min Ah… benarkah ini kau sayang” Jandi menangis saat ia menerima tubuh mungil Min Ah dari gendongan Jun Pyo. “Oh sayang ini benar-benar kau” Jandi semakin mempererat pelukannya ditubuh malaikat kecilnya. Min Ah yang merasa ada yang memeluknya, perlahan membuka matanya, saat ia menatap Jandi, iapun mengerjab-ngerjabkan matanya. “Om…mma?” gumamnya pelan.


Jandi mengangguk kali ini matanya basah dan bibirnya bergetar. “Omma, apa ini mimpi aku bisa melihat omma lagi” lanjut gadis kecil tersebut. Kali ini Jandi menggeleng. “Ahni.. ini bukan mimpi sayang, ini omma, omma sangat merindukanmu sayang” ujar Jandi kembali, ia membelai wajah putri kecilnya seakan tidak percaya dengan semua ini, Min Ah tiba-tiba menerjang tubuh Jandi dan memeluk ibunya erat, ia menangis sejadi-jadinya, Jandi tidak kuasa membendung air matanya lagi, alhasil mereka berduapun menangis sembari berpelukan melepaskan segala kerinduan mereka masing-masing. Jun Pyo yang melihat mereka berdua juga ikut meneteskan air matanya, namun karena terlalu gengsi tidak ingin Jandi melihatnya menjadi lemah, iapun memilih untuk menjauh dan pergi ke ruangannya meninggalkan ibu dan anak itu sendiri.
   


*****************************


New York, 6 AM


“Apa kau bilang…… HILANGGGGGG” bentak Jae Ha di telepon saat ia menerima kabar dari ajudan Lee yang memberitahukan hilangnya Min Ah. “Dasar goblok apa saja yang kalian lakukan selama ini sampai bisa kehilangan anak itu” teriaknya kembali. “Lantas apa yang kalian kerjakan, kenapa sampai tidak bisa menemukan anak sekecil itu hah. Pokoknya aku tidak mau tahu kalau sampai Min Ah tidak ketemu kalian akan merasakan akibatnya” lanjtnya. Jae Ha menutup teleponnya dengan geram.


“SHITTTT!!!!” ia membanting handphone yang digenggamnya hingga berserakan isinya. Jae Kyung yang berada disampingnya terbangun dan mencoba menenangkan Jae Ha.


“Ada apalagi dengan anak setan itu?” ujarnya sinis. Jae Ha menatap Jae Kyung tajam namun ia tidak menjawab apapun pertanyaan Jae Kyung, ia segera beranjak dari ranjang dan memakai piyamanya. Ia kemudian melangkahkan kakinya ke telepon yang ada dikamar hotel dan memencet nomer resepsionis hotel.


“Yes, good evening, I want to check out now” Jae Kyung melongo mendengar pembicaraan Jae Ha
“check out?” gumamnya pada dirinya sendiri. Tak sampai semenit kemudian Jae Ha pun menutup teleponnya dan mulai membereskan baju-baju miliknya. “YYa, gwenchana?” Tanya Jae Kyung kembali.


“Aku kembali ke Korea sekarang, kalau kau masih ingin disini terserah kau bisa memakai semua fasilitas yang aku berikan padamu” ujar Jae Ha tanpa memandang Jae Kyung dan terus memberesi barang-barangnya. Selesai packing iapun segera mengganti bajunya dan dengan segera meninggalkan kamarnya. “Nanti aku hubungi lagi” pesannya singkat kepada Jae Kyung sebelum ia keluar dari kamar tersebut. Jae Kyung hanya memandang kepergian Jae Ha dengan pandangan sinis.


“Kenapa selalu anak setan itu yang merusak rencanaku, apa dia lebih penting dariku hah, Jae Ha-ssi ternyata kau benar-benar jatuh cinta pada Jandi” Jae Kyung mengomel sendiri sepeninggal Jae Ha.



*****************************


Seoul, Korea.


“Dia sudah tidur?” Jandi tersentak kaget saat Jun Pyo sudah berada di belakangnya sekarang. Ia menganggukkan kepalanya.


“Kenapa kau biarkan dia tidur disofa, bukankah ada kamarku yang bisa kau pakai” ujar Jun Pyo lembut. Jun Pyo kemudian menunduk dan perlahan mengangkat tubuh mungil Min Ah dan memindahkannya ke kamarnya, ia meletakkan Min Ah perlahan kemudian menyelimuti gadis kecil tersebut. Jandi memperhatikan semuanya dari jauh, jauh didalam hatinya ia ingin menangis namun ia tahan karena tidak ingin Jun Pyo bertanya-tanya sebab kenapa ia menangis. Jandi mencoba mengontrol emosinya, saat ia merasa siap iapun menyusul Jun Pyo dan duduk disamping ranjang disebelah Min Ah yang sedang tertidur.


“Sekarang, apa rencanamu selanjutnya?” Tanya Jun Pyo. Jandi menoleh kearah Jun Pyo.


“Entahlah, untuk saat ini aku masih belum tahu, tapi aku sudah mempersiapkan tempat dimana tidak ada orang yang mengenal kami untuk pergi dan memulai kehidupan baru kami disana” jawab Jandi lembut sembari menatap wajah malaikat kecilnya. Jun Pyo mencelos, tiba-tiba dadanya terasa sakit, ‘hanya seperti ini saja’ batinnya. Tidak dia sungguh tidak ingin berpisah lagi dengan Jandi. Yah ia mungkin sudah mulai merasa gila. Bagaimana ia bisa berfikir seperti itu dimana Jandi saat ini adalah istri orang lain sedangkan iapun sudah memiliki Jae Kyung disisinya meskipun sampai sekarangpun ia masih merasa ragu dengan perasaannya terhadap Jae Kyung.


“Ehem.,” Jun Pyo berdehem pelan membersihkan tenggorokannya yang terasa kering.


“Dia sangat cantik, sangat mirip denganmu” ujar Jun Pyo mengalihkan topic. “Untuk ukuran anak seusianya ia kelihatan tinggi” Jandi tercekat dengan perkataan Jun Pyo barusan.


“Mmmmm, dia…dia.. memang tinggi sama seperti ap..ppanya” ujarnya pelan. Jandi mencoba untuk tersenyum wajar, dia tidak ingin Jun Pyo merasa curiga. Namun Jun Pyo menangkap kegusaran Jandi, dalam hatinya ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya disembunyikan oleh seorang Geum Jandi yang penuh misteri sejak pertama kali mereka bertemu kembali.


“Oh begitu!” Nampak tersirat sedikit kekecewaan diwajah dan suara Jun Pyo. “Kau tahu, tadinya aku sangat berharap kalau Min Ah adalah putriku” seru Jun Pyo kembali. Jandi terdiam ia tidak sanggup menimpali perkataan Jun Pyo. “Ah miane, maksudku.. kau tahu kan siapapun pasti bangga memiliki anak seperti Min Ah, ia seperti malaikat yang kirimkan Tuhan ke bumi”


‘Dhe, dia memang seperti malaikat yang kau kirimkan untukku dan aku tidak pernah merasa menyesal melahirkannya ke dunia ini. Andai saja kau tahu yang sebenarnya, apakah kau akan membenciku karena telah menyembunyikan kenyataan ini darimu Go Jun Pyo’. batin Jandi


“Jun Pyo-yya… gomawo..” hanya itu jawaban Jandi, ia menatap Jun Pyo dengan senyuman lembutnya.


“Kenapa kau berterima kasih, sudah sewajarnya aku membantumu Jandi-yya”


“Entahlah, aku hanya ingin berterima kasih atas segala yang telah kau berikan untukku”


“Hahaha memangnya apa yang sudah kuberikan untukmu, Kau berubah, perasaanku dulu kau orang yang susah sekali mengucapkan terima kasih terutama padaku” goda Jun Pyo. Jandi tersenyum.


“Hmmm everybody changing rite” ujarnya. Jun Pyo terkekeh pelan. “Hmmmm tapi aku masih merasa berhutang padamu, miane aku tidak bisa membayarmu dengan uang”


“Hey, Geum Jandi, sejak kapan kau memandangku sebagai pria materialistis hah” Jun Pyo berpura-pura cemberut dengan perkataan Jandi barusan


“Ahniyo, kau tahu kan sejak dulu aku tidak suka berhutang kepada siapapun”


“Dhe, kau memang gadis paling keras kepala yang pernah aku kenal, puas” Jandi terkekeh kecil mendengar omelan Jun Pyo.


“Baiklah kalau kau memang merasa setidak enak itu maka kau harus membayarku” tukas Jun Pyo.


“Mwo?” ujar Jandi terheran, ia memandang wajah Jun Pyo penuh misteri.   


“Masakkan aku makanan, kau tahu aku sangat lapar… seharian ini aku belum sempat makan”  ujar Jun Pyo. Jandi tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. “Dhe” serunya mantap.



*****************************


Kediaman Lee Jae Ha


“Bagaimana mungkin kalian bisa dikelabuhi oleh anak kecil hah” bentak Jae Ha. Wajahnya terlihat sangat murka. Ia memukulkan tinjunya ke meja kerjanya membuat beberapa kertas file yang ada disana menjadi berantakan.


“Sosonghaeyo doronim, tapi itu semua terjadi diluar kendali kami” tutur pengawalnya, sepanjang waktu itu ia hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani menatap wajah Jae Ha.


“Kalian semua memang idiot!!! Aku tidak perduli bagaimanapun kalian harus bisa menemukan putriku kembali ARASSO!!!” bentak Jae Ha kembali tak kalah kerasnya.


“Kami sudah mencari agashi kemana-mana tapi…”


“CARIIII… POKOKNYA CARI SAMPAI DAPAT, KALAU KALIAN TIDAK BISA MENEMUKANNYA AKU POTONG LEHER KALIAN!!!” bentak Jae Ha, wajahnya memerah karena kemarahan yang luar biasa, pengawal itu hanya bisa menyusutkan badannya.


Dengan nada gugup pengawal tersebut menjawab “Ba..Baik.. tuan kami laksanakan…”. Saat pengawal tersebut bersiap pergi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja Jae Ha, sejenak kemudian seorang pelayan paru baya masuk ke dalam ruangan kerja Jae Ha. Ia menunduk memberi hormat sebelum ia bicara.


“Sosonghaeyo doronim” ujarnya


“Ada apa ajudan Lee, kenapa menggangguku disaat genting begini” jawab Jae Ha tidak sabaran.


“Sosonghaeyo, doronim ada tamu dari Firma Hukum Goo tuan Goo Jun Pyo ingin bertemu dengan anda”


Jae Ha tersentak sesaat “Goo Jun Pyo? Apa tidak salah, untuk apa dia kemari” gumamnya. Ia berfikir sejenak kemudian memberi isyarat kepada ajudan Lee untuk menemui Jun Pyo. “Dimana dia sekarang?” tanyanya


“Tuan Goo Jun Pyo ada diruang tamu tuan, apa perlu saya antar beliau kemari?”


“Tidak usah, biar aku yang menemuinya” Jae Ha kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan dimana sebelumnya ia kembali mengancam pengawalnya yang masih berdiri ketakutan disana “Awas kalau sampai kau tidak bisa menemukannya, aku pasti membunuhmu, ingat itu” desisnya tajam.


Diruang tamu terlihat Goo Jun Pyo tengah berdiri memandang keluar jendela yang berada disalah satu sudut ruangan.


“Goo Jun Pyo-ssi, ada angin apa yang membawamu kemari?” sapa Jae Ha ketika ia menemukan Jun Pyo. Jun Pyo yang mendengar suara Jae Ha sontak membalikkan badannya. Kedua tangannya yang tadinya terlipat disaku celananya ia keluarkan, ia menyunggingkan sebuah senyuman tipis dibibirnya.


“Jae Ha-ssi lama tak jumpa, bagaimana kabarmu?”


“Aku baik-baik saja, to the point saja kurasa maksud kedatanganmu kemari bukan untuk sekedar menanyakan kabarku kan? Ada masalah apa yang bisa kubantu?” sahut Jae Ha sembari duduk di kursi ruang tamu miliknya “Oh ya, silahkan duduk Jun Pyo-ssi” lanjutnya.


Jun Pyo mengikuti perintah Jae Ha, ia mengambil posisi duduk yang bersebrangan dengannya. “Seperti biasa anda selalu to the point tidak suka basa basi Jae Ha-ssi” ujar Jun Pyo kali ini ia tersenyum sinis. Sementara Jae Ha hanya membalas dengan senyuman arogan terhadap sindiran Jun Pyo.


“Baiklah, langsung saja ke pokok permasalahan, Jae Ha-ssi, maksud kedatangan saya kemari adalah untuk menyerahkan ini” ujar Jun Pyo, ia menyodorkan sebuah map file kehadapan Jae Ha. Jae Ha menerima map file dari tangan Jun Pyo kemudian membukanya, ia sangat terkejut ketika membaca file tersebut. Sebuah formulir permohonan perceraian atas nama Geum Jan Di beserta klausul-klausul perceraian. Jae Ha terkesiap saat membaca dokumen yang disodorkan Jun Pyo padanya. Matanya meneliti satu persatu tulisan tangan yang ada di dokumen itu yang ia yakin betul adalah tulisan tangan milik Jandi. Jadi selama ini Jandi ada bersama Junpyo begitu pikirnya.


“Cerdas sekali pikiranmu Jandi-aa, tapi apa ini suatu pertanda bahwa kau sudah benar-benar siap untuk menghancurkan dirimu, ****” runtuk Jae Ha.  Ia mulai terlihat cemas dan Jun Pyo bisa menangkap gejala itu meskipun Jae Ha masih berusaha menutupi segala kegalauannya dengan sikap arogannya. Ia segera menutup map file itu dan menyodorkannya kembali kepada Jun Pyo.


“Saya rasa anda salah alamat Jun Pyo-ssi, rumah tangga kami baik-baik saja, yah pertengkaran-pertengkaran kecil itu biasa didalam rumah tangga, tapi itulah pernikahan bukan hahaha, aku dan istriku baik-baik saja, masalah seperti ini pasti bisa kami atasi. Dan satu hal lagi, tidak mungkin istriku mendatangimu kan?” ucap Jae Ha datar, ia berusaha bersikap normal.


“Jika rumah tangga anda baik-baik saja seperti yang anda katakana, sangat tidak mungkin kan kalau istri anda lari dari rumah” jawab Jun Pyo.


“Apa maksud anda Jun Pyo-ssi”


“Maksud saya sangat jelas, Jae Ha-ssi, lepaskan Jandi. Jika kau benar-benar mencintainya, tidak mungkin kau akan menyakitinya kan” Jun Pyo bergetar menahan amarahnya yang sejak tadi ditahannya karena tidak ingin berbuat sesuatu yang bodoh yang mungkin bisa lebih menyakiti Jandi dikemudian hari.


“Apa keuntungannya bagimu jika aku melepaskan istriku hey, Jun Pyo. Atau jangan-jangan kau masih mencintai istriku? Huh, kalau hal itu benar, maka gugatan ini tidak ada artinya. Saya meragukan profesionalitas anda dalam menangani kasus ini PENGACARA GOO JUN PYO” tukas Jae Ha menekankan kepada kata-kata terakhirnya.


Jun Pyo terdiam, wajahnya mengeras. Ia meremas kedua telapak tangannya. Kali ini emosinya terpancing mendengar perkataan Jae Ha barusan, tetapi ia mencoba untuk menahan diri.


“Kenapa anda diam tuan Goo Jun Pyo, apa perkataanku barusan mempengaruhimu? Jadi kau benar-benar masih mencintai istriku?” tukas Jae Ha, iya tersenyum licik, senyuman penuh kemenangan. Ia memandang Jun Pyo tajam seakan-akan menunggu reaksi Jun Pyo selanjutnya.


“Terserah apapun yang kau pikirkan Jae Ha-ssi, namun yang pasti aku akan melakukan apapun untuk melindungi Jandi, dan jika kau berfikir untuk menyakiti Jandi kembali seperti yang telah kau lakukan maka aku tidak akan segan-segan membunuhmu” tukas Jun Pyo tajam.


“Wow…wow…wow…, apa kau sedang mengancamku Goo Jun Pyo?” ujar Jae Ha sembari bertepuk tangan. Jae Ha beranjak dari posisinya dan berjalan mendekati Jun Pyo yang masih terpaku kaku ditempatnya. Ia mendekatkan dirinya ke Jun Pyo dan berbisik tajam di telinganya “Lakukan saja Jun Pyo-ssi, itupun kalau kau sanggup” ejeknya.


Jun Pyo melirik Jae Ha, ia kemudian meremas kerah baju Jae Ha dan menariknya. “Kita lihat saja nanti, jangan kau kira aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan pada Jandi, akan aku pastikan jika KAU berani menyakitinya sekali lagi maka aku pasti akan melaksanakan ancamanku itu, araseo” perlahan Jun Pyo melepaskan cengramannya, sedangkan Jae Ha ia hanya tersenyum sinis mendengar ancaman Jun Pyo.


“Hati-hati dengan tindakanmu Jun Pyo-ssi, kau ini tidak seperti seorang pengacara yang membela klientnya tapi lebih tepat kalau aku bilang seperti seorang kekasih yang sedang membela wanita yang dicintainya, kurasa kau tahu hukum seperti apa yang bisa menghadangmu didepan” Jae Ha tersenyum sinis.  Mereka saling melemparkan pandangan tajam.


“Kalau begitu, saya nantikan kedatangan anda di pengadilan Jae Ha-ssi, kita lihat saja nanti”


“Good Will, Mr. Goo Jun Pyo”


Tanpa basa-basi kembali, Jun Pyo segera keluar dari kediaman Jae Ha, ia mengemudikan Lexusnya dengan emosi, saat ia sudah semakin jauh dari kediaman Jae Ha, Ia menghentikan mobilnya ditepi danau dan menumpahkan segala emosi yang sejak tadi dipendamnya disana.


“Arghhhhhhh” jeritnya sembari membanting tangannya di depan kemudi.


*****************************


END OF CHAPTER


sudah sekian jangan pada protes kependekan coz ane dah gak kuat mikirin jalan ceritanya yang terlalu berat  surrender [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: PIECE OF HEART last update 19.12.2010 ^^
« Reply #77 on: April 26, 2011, 09:52:59 am »
first ane mo ucapin makasi yg sebesar2nya to mak e krn da update..oh ternyata min ah anaknya junpyo good.good.good..berarti tinggal 1 chap lgi ya?,jgn lama2 lgi ya mak kan dirimu bukan bng toyib.. [hmff]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] akhirnya makku update jg [cheekkiss] [cheekkiss]

eh bener pan min ah anak jp ternyata hedeuh jaeha jahekeong kpn ye ketauan belangnye ni gmn jp bs tau kalo min ah anaknya kalo jandi jg ga mo ngemeng mak ato ntar jandinya keceplosan ngomong gt kalo min ah anaknya [chin] hayuk mak tinggal 1 chap lg ni hwaiting [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
tumben mak e [hmpfh] [hmpfh] rajin update,, biasanya kan .. [laughing] belum baca,, ga sempat nih,, komentnya tar malam aja ya, sehabis baca, see you [bye] [bye] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
NOONAAAAAA [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] [huglove] tengkyu dah di up date

tuh kan bener, Min Ah anak Joondi [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

“Cih kau ini selalu saja…” perkataan Jandi terpotong saat Jun Pyo tiba-tiba menciumnya, matanya melebar. Jun Pyo membiarkan saja bibirnya menempel dibibir Jandi, ia tidak juga bereaksi dan memulai tindakan. Jandi juga terdiam, cukup lama mereka diam dengan bibir yang saling menempel. Kemudian perlahan Jun Pyo mulai melumat bibir mungil Jandi. Perlahan dan semakin lama semakin dalam. Mereka saling melumat bibir masing-masing, ciuman tersebut lama-lama menjadi semakin bergairah, bibir Jun Pyo perlahan bergerak kebawah, kearah leher jenjang milik Jandi membuat gadis itu mendesah perlahan. Merekapun menjadi kalap, perlahan Jun Pyo mendorong tubuh Jandi kearah sofa dan
.
.
.
.
.
.
.

#lanjutkan sendiri 


kenapa di potong [head break] [head break] [head break] [head break] [guns] [guns] [guns] [guns] [hmpfh] [hmpfh]

Jae Ha and JAe Kyung [guns] [guns] [guns] ni orang kejem banget ya. emang cocok deh jadi pasangan penjahat [head break]


Jun Pyo ayo semangat [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] dan dapatkan cinta Jan Di kembali [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Thanks ya updatean yang ini....Puassss....lumayan panjang kok....Ampe2 gue lupa makan siang.... [hmpfh]...

Si Jae Ha kok seenaknya aja sih? Mudah2an dia kepergok selingkuh ama Jae Kyung, biar tau rasa dia. Terus si Min Ah kok bisa ngabur gimana caranya tu?? Hehe, penasaran aja neh gue.

Wow, ternyata Min Ah adalah anak Jandi dan Junpyo. Tp kok bisa2nya Jandi masih gak mau jujur ama Junpyo ampe sekarang. Gmana tuh kalo besok2 Junpyo tau kalo MinAh ternyata anaknya...sereeeemmm...Jangan2 JunPyo malah marah berat ama Jandi...

Jangan lama2 yah, update berikutnya.... [clap]   [arms]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ckckck, dasar jae kyung busuk.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sebenarnya gw masih heran, alasan apa gerangan yg menyebabkan jandi menikah dgn jae ha [sweat] next chp dijelasin dong noona b, biar sehalaman jg ga muat [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
onnie mian baru comment padahal dah baca dari kemarin [biggrin]
wah ternyata benar dugaan ku  selama ini xixixixi (sotoy) Min Ah anaknya jun pyo....duhhh sedih banget waktu jandi di boongin ma jae kyung [cry]
 [cry]
jandi dan jun pyo harus bersatu [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
chapter selanjutnya jangan lama-lama ya onnie^^

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
 [clap] [lovestruck]
anaknya jundi. yes. lol
jaekyung bkal ktahuan kn kbusukanx.?

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
akhirnya update jg neh ff he9
ternyata smua gara2 jae kyung ckckckckck
si jandi kayak y menderita banget y!certiain donk sist kok sampe dia bs nikah ma jae ha n kok bisa d sakitin he9

gumawooooo

iiuuu

  • Guest
jahe lengkuas kunir... pegi sono ke segitiga bermuda...
uda nyangka kalo min ah anak JP n JD.. tp JD memudakan umur min ah ya noona??

update lg.... ..

Offline Zisie minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 9
    • View Profile
gag tahan pgn tau reaksi JP stlh tau klo min ah tu anakny [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh] [heh]
cpt udate ea sist [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
UPDATE  [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool]UDATE [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool]UPDATE [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool]UPDATE [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [drool] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin] [briggin]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile