chapter III
Semenjang kemarin malam, hubunganku dan mino semakin dekat. Aku sudah mulai bisa terbuka dengan perasaanku, segala sesuatu hal yang mengganjal pasti segera ku diskusikan dengan mino..entah itu masalah mengenai kyuhyun dan eunhye ataupun mengenai tugas kuliahku..mino tipe orang yang menyenangkan. Selalu menyelesaikan masalah dengan menggunakan logika, tidak menggunkan emosi..dewasa dan lembut.entah mengapa saat bersamanya aku mersa nyaman dan terlindungi..
setiap harinya aku selalu menikmati apa saja yang mino lakukan.. memasak..jalan jalan.. ataupun menyiram tanaman bersama..aku sangat menikmatinya. Akan tetapi jauh dilubuk hatiku ada sesuatu yang sangat mengganjal.. sesuatu yang membuatku sesak dan takut. PERPISAHAN.. ya perpisahan.. aku sadar kalau mino hanya sementara bersamaku di sini..ia hanya berlibur, bukan untuk tinggal menetap. Rumahnya bukan disini, melainkan di jepang. Dan aku juga sadar kalau jarak antara korea dan jepang itu jauh..
“sun-a…” mino memanggilku dari arah taman belakang rumahku..
“ah yee…” segera aku bangkit dari sofa dan langsung melesat ke tempat mino berada. Aku melihat mino sedang berdiri membelakangiku..kepalanya ditengadahkan keatas melihat bintang dengan tangan kanan memegang sebotol kaleng softdrink
” Weo mino-a?” kataku sembari berdiri disampingnya
Mino mengerahkan telunjuknya kearah langit..menyuruhku untuk mengikuti arahan telunjuknya..mau tak mau akupun mengikutinya..
“wuuuuuuuuuuuuahh…” takjubku..,” yipoeyo…” ucapku tanpa mengalihkan pandanganku dari indahnya bintang bintang yang berkelap kelip menghiasi langit gelap..
“ cntik bukan?” mino menatapku dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya..
“nee…hehe…” balasku menatap mino dengan cengiran
“aigooooo…” mino merebahkan diri di lantai..
“yaa..kenapa kau tiduran dilantai? Nanti masuk angin..”
“tidak. Malah nyaman.. kau tak pegal berdiri terus?”
“uuuukh..” akupun akhirnya mengikuti mino juga dengan berbaring disampingnya dengan wajah tetap memandang kearah langit..
“sun-a…” panggil mino tanpa mengalihkan pandangannya padaku
“hmm…” sahutku
“lusa aku akan pulang ke jepang….”
DEG! Jantungku mulai memacu 3 kali lebih cepat dari kecepatan normalnya..sesak dan menyakitkan saat mino mengucapkan kata ‘jepang’ dari mulutnya…
“joungmal? Waaah asyik dong..” kataku yang dibuat dengan wajah yang segembira mungkin.. aku tak mau mino melihat kelemahanku.. aku juga tak mau melepas mino dengan sebuah tangisan..
“nee.. hehe..kau pasti akan merindukanku sun-a! secara masakanku kan tak ada duanya..haha” canda mino padaku
Tiba tiba wajahku yang kubuat seceria mungkin tadi berubah menjadi sendu…,” nee..aku pasti akan sangat merndukanmu mino-a…” ku ucap dengan intonasi serendah mungkin.. pandanganku masih sama..belum beralih dari langit..
Aku nisa merasakan bahwa mino sedang menatapku.. namun aku berpura pura tak tau saja…pandangan matanya sungguh membuatku kaku dan merinding..ini kali pertama aku merasakan perasaan yang meletup letup ini saat di tatap oleh seorang pria..bahkan dengan kyuhyun pun aku tak merasakan getaran hebat seperti ini..
“ sun-a…aku…”
Aku segera bangkit dan terduduk cepat.. alih alih mengalihkan pembicaraan ini..aku tak mau terus berlarut dalam kesedihan karna bisa bisa pertahananku ini roboh dan air mataku pasti akan mengucur dengan derasnya..aku tak mau nanti mino menertawakanku dang mengejekku. ,” kachaaaaaaa…” ucapku bersemangat.
Mino terkaget melihat reaksiku yang beitu cepat dan sepontan memotong pembicaraannya, namun aku melihat sedikit kekecewaan dari mimic wajahnya..aku tak tau kenapa begitu..,” kemana?”
“taman bermain!!” teriakku
“mwo? Tapi ini sudah jam Sembilan malam sun-a..”
“justru disitu serunya! Taman sepi dan kita bias bebas bermain…” aku mengerlingkan mata genitku kearah mino
Mino tertawa terbahak bahak melihatku,” araseo..kachaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…”
Mino bangkit terlebih dahulu dan menarik tanganku… aku pun tertawa dibuatnya..
***
“ hiaaaaaaaaaaaaaah dingin sekaliii…” aku menggesek gesekkan kedua telapak tanganku dan meniupnya..
“yaiiish siapa suruh kau tidak mengenakan sweater..” mino menggeleng gelengkan kepalanya menatapku sembari melepaskan sweater yang dikenakannya..” angkat kedua tanganmu kesamping..” perintahnya padaku
“untuk apa?”
“aiiiish bawel sekali! Sudah turuti saja!”
Aku pun mengangkat kedua tangaku kesamping…mino yang tadinya berdiri disampingku berpindah tempat membelakangiku..lalu ia mememakaikan sweaternya ditubuhku dengan lembut..
“yaa..yaa…” ucapku gugup
“nah selesai!” mino berbinar menatapku..” sudah tak dingin lagi kan?”
Aku mengangguk angguk kaku menahan rasa gugup,” nee..gumawo..”
“kachaaaaaaa..” diluar dugaan..mino menggandeng tanganku..
“yaa.. mengapa kau menggandeng tanganku..”
“tentu saja agar tanganmu tak beku! Huuuhh..” mino menjawab pertanyaanku dengan begitu santai.. tidak sepertiku yang sudah gugup setengah mati..untung saja fisikku kuat, kalau lemah mungkin aku sudah jatuh pingsan nih.
Jadilah disepanjang trotoar kami bergandengan tangan….
Deg! Sekali lagi jantungku berdegup dengan kencangnya menatap sesuatu yang begitu sangat tidak ingin kulihat.. kyuhyun dan eunhye…
“sun-a..” desah kyuhyun dan eun hye berbarengan..mereka berdua sepertinya sama terkejutnya denganku
“kyuhyun-a..eunhye..anyong!” sapaku kepadanya..
“anyong..” kyuhyun membalas sapaanku dengan kaku..bisa kulihat tangan eunhye merangkul lengan kyuhyun dengan mesranya.
“”baby..siapa mereka? Apa mereka temanmu?” tiba tiba mino berucap.. tangannya yang tadi menggandengku berpindah tempat ke pinggangku..ia merangkulku mesra..
“ah..nee..” aku mengangguk angguk sambil tersenyum..lebih tepatnya memaksa tersenyum..bukan karna tak suka, hanya saja aku syok sekali tiba tiba mino menjadi begini padaku
“sun-a..dia pacarmu?” Tanya eunhye tak percaya
“nee.. eunhye-a..chukae, akhirnya kau mendapatkan pujaan hatimu..walaupun harus bersusah payah dulu menunggu.. dan chukae karna pujaan hatimu itu sudah sangat kau kenal..cinta kalian pasti banyak rintangannya..tetapi sekarang rintangan itu sudah pergi..kudoakan kalian selalu bersama seterusnya..” ucapku secara langsung juga menyindirinya..
“sun-a…” giliran kyuhyun yang mendesah memanggilku.. bias kulihat air muka eunhye berubah menjadi pucat pasi sehabis mendengar perkataanku
“baby, kacha…nanti keburu malam…” aku menatap mino sambil tersenyum dengan pandangan memohon untuk sesegera mungkin ia membawaku pergi..
“ah yee baby..” mino manggut manggut tanda mengerti
Pandanganku kembali kualihkan kearah kyuhyun dan eunhye..” aku pergi dulu.. sekali lagi semoga kalian bahagia tanpa ada pengganggu..anyong..” kubungkukan badanku dihadapannya, lalu segera berlalu dari situ..
***
Sesampainya ditaman….
“nih..” mino menyodorkanku segelas coffee latte..
Akupun menyambutnya,” guamwo…”
“aaahh…” mino mendesah panjang sembari duduk di ayunan sebelahku.. lalu ia menatapku yang sedang menyeruput koffee latte pemberiannya,” gwenchana?” katanya cemas
“ yee gwenchana…”
“joungmal?” mino kembali bertanya untuk meyakinkan
Aku pun menatapnya dan tersenyum,” jinja gwenchana…”Mino menyembut senyumku dengan mengulurkan tangannya lalu mengelus kepalaku dengan lembut,” syukurlah…aku kira kau sangat sedih..”
“anyii..aku sama sekali tidak sedih.. malahan aku lega sekali..kyuhyun..eunhye..mereka memang jahat kepadaku, tapi aku tak boleh terus terusan membenci mereka, yang ada hatiku malah sakit..aku tak ma uterus terusan seperti itu..”
“mwo? Lalu kenapa tadi kau menyindir eunhye?”
Aku terkekeh mendengar mino bertanya seperti itu,” itu hanya luapan emosi saja..sebenarnya sejak kemarin malam aku sudah bias merelakan mereke berkat perkataan dari seseorang…” kataku misterius
Mino memandangku dengan pandangan penuh Tanya…” mwo? Siapa?”
Aku menatap mino dengan senyuman dikulum..” kau!”
“mwo?aku? memang perkataanku yang mana?”
Paboo!! Masa baru kemarin malam berucap sekarang sudah lupa sih?” dengusku kesal
“hahaha…” mino tertawa terbahak bahak…”aku tau kok..hanya berpura pura saja…”
Memang apa?”
Mino menarik nafasnya dalam dalam…” .cinta itu tidak bisa dipaksakan..dan cinta itu boleh memilih..."
Aku tersentuh dengan terus menatapnya dalam dalam…demi tuhan. Wajah mino saat ini benar benar sangat tampan..
“ benar kan?” ucapnya dan membuyarkanku dalam lamunan
“ah..nee!” aku mengayunkan ayunanku kuat kuat menutupi rasa gugupku..
“yaaa..jangan kuat kuat nanti kau jatuh…” tegur mino..
Aku sama sekali tak mendengarkan teguran mino..malahan lebih mempercepat ayunanku sembari tertawa terbahak bahak dan menjulurkan lidah kearahnya..
“yaaaa beraninya kau memelet lidah dengan orang yang lebih tua ya….”
Mino bangkit dari duduknya di ayunan.. kemudian ia berdiri agak jauh dari hadapanku..
“yaa mino awaaaaaaaaaaaas… mau mati yaaa..” teriakku melihat mino tepat dihadapanku yang sedang melaju kearahnya… dan….
“kyaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!” jeritku semakin kencang..
Brrrrrruuuk!
Mino mengambilku dengan kedua tangannya saat ayunan melesat tepat dihadapannya..lalu setelah berhasil mengambil tubuhku ia menjatuhkan diri kesamping agar ayunan itu tak mengenai tubuh kami berdua..
“aaaakh…” rintihku sambil memejamkan mata.. loh? Kok tak sakit sih? Fikirku dalam hati.. dan benar saja saat aku membuka mata ternyata aku sedang berada di atas tubuh mino..pantas saja tak sakit
“uuukkh..aphooo..” rintih mino..
“ yaaa mino-a..apho?” Tanyaku cemas. Buru buru aku bangkit melepas diri, tetapi tangan mino mencegahku sehingga wajah kamihanay berjarak sejengkal saja
“sun-a…” ia menatpku begitu dalam..hangat dan menghanyutkanku..
“hmm…” jawabku gugup..selalu gugup jika sudah dipandang seperti ini olehnya
Perlahan mino semakin mendekat kan wajahnya kearahku..dan entah kenapa saat wajah mino semakin mendekatat aku reflex perlahan memejamkan mataku..seolah aku sangat menantikannya..
Cuuups…
Bibir padat mino menyapu lebut bibirku.. rasanya sangat hangat mengingat udara malami ni begitu dingin.. perlahan ia mulai memagut bibirku..mulai membuka mulutku dan memasukkan lidahnya kedalam rongga mulutku.. aku tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi. bibir mino terus menyesap turun di bibirku. Itu sangat ringan.. kemudian tangan mino membelai pipi kananku dengan satu tangannya. Sementara tangan satunya lagi untuk menopang tubuhnya dengan tubuhku..mino begitu hati-hati ...
aku tertegun. Dan hampir tidak bisa bernapas.. Hatiku seperti melompat keluar dari dadaku.. terlalu banyak emosi bahwa aku tidak dapat mengerti dengan keadaan ini. Aku bias merasakan detak jantung mino berirama begitu cepat bersahut sahutan dengan detak jantungku…
Kurang lebih lima menit berciuman..mino perlahan melepaskan bibirnya dari bibirku..dengan mata masih terpejam.. mino berpindah mendaratkan ciumannya di jidatku…lalu kedua pipiku..dan kembali lagi kebibirku….