Sabtu malam...
@ trotoar...
"Mwo? Ada urusan mendadak katamu? Tapi kan kita sudah memesan restoran..kau tau restoran itu susah sekali di booking..."
Tut..tut..
Telpon terputus...
Menyebalkan sekali! Padahal sudah susah payah aku membooking restoran untuk merayakan ulang tahun dongsaengku..tapi ia malah lebih mementingkan kekasihnya...tau begini tidak mau aku memberikan surprise untuknya..huuuuh..
***
"Hei..apa kau tau sekarang jam berapa?"
Segera ku tolehkan wajahku ke arah sumber suara..
Omo..pria ini sepertinya masih muda..umurnya pasti sekitar 25 tahun..mobilnya mewah..jam nya juga terlihat mahal..hah? Jam?
"Mwo? Itu kau memakai jam tangan!?"
"Hahaha"
Pria itu turun dari mobil mewahnya..benar benar yang kulihat adalah wajah tampan mempesona dan tubuh yang sangat profesional di balik toxuedo yang dikenakannya..
Yang lebih mengejutkanku pria itu mendekatkan wajahnya di telingaku dan berbisik menggoda mesra.." Aku hanya mau mencari alasan untuk mengobrol denganmu kok..tidak boleh ya?" Senyuman itu sangat menggoda sekali..aku menatapnya penuh kagum.." Mian..aku tadi mendengar percakapanmu di telpon..aku juga sekarang ada waktu kok..kebetulan sekali.."
Aku tidak mengerti..apakah ini takdir atau hanya sekedar kebetulan semata..yang ku mengerti hanyalah..aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada orang ini...mungkin terlalu cepat untuk disimpulkan..tapi inilah cinta..hatiku bergetar dan berdetak hebat saat berhadapan dengannya..
"Kamu seorang mahasiswa ya? Siapa namamu?"
"Hye sun..goo hye sun...mahasiswa smester 4..aku juga mau tau siapa namamu!"
"Minho..lee min hoo..salam kenal ya hye sun!"
***
Ckiiiiit..
Mobil mewah minho sudah terparkir manis di parkiran apartemen tempatku tinggal..minho turun duluan dari mobil dan segera membukakan pintu mobil untukku..
"Makan malamnya enak sekali..dan terimakasih karna kau sudah mau mengantarku minhossi.."
"Ne.."
Minho memperhatikan kesekeliling apartemen yang ku tinggali.." Ternyata kau di apartemen ini..rumahku di apartemen 2 tak jauh dari sini..kebetulan sekali ya.."
Aku membalas senyuman minho..
"Hye sun..aku haus loh..kamu tidak haus?"
Mwo? Ini..ini maksudnya minho ingin masuk ke dalam rumahku begitu? Bagaimana ini..
Sepertinya minho tau aku sedang bingung harus menjawab apa.. Tanpa ragu minho mendekatkan wajahnya ke telingaku.." Satu cangkir saja..ya.."
Berbicara di telinga seorang gadis pasti sudah menjadi kebiasaan pria ini..tapi aku tidak bisa berkata untuk menolaknya..aku ingin mengenal minho lebih dalam lagi..
Aku tau aku salah..dan masalah pun pasti akan muncul di belakang..
***
Apa yang terjadi jika pria dan wanita berada di dalam 1 rumah...
Misalnya..bagaimana jika tubuh minho bergerak di dalam dan merasuki tubuhku..seperti itu...
" Sudah mau pulang?"
"Nee.."
"Kapan kita bisa bertemu lagi.." Ku peluk tubuh minho dari belakang..tubuh kami berdua polos tanpa selembar benang pun yang menempel..
"Tenang..aku pasti datang lagi kesini.."Minho membalikkan tubuhnya menghadapku dan mencium singkat bibirku..
"Sekali lagi..cuma sekali lagi..kamu ngga mau melakukannya?"
Benar..perkataanku barusan begitu menggoda minho lagi..dengan bernafsu ia mulai menjamah tubuhku sekali lagi..aku mulai merasakan sesuatu yang hangat,dan menerobos masuk kedalam..bermain indah..
***
"Onnie!"
"So eun! "
Aku tak sengaja berpapasan dengan dongsaengku di depan toko buku langganan kami berdua..
"Onnie miane..aku tidak datang semalam.."
Wajahnya begitu menyesal..imut sekali..
"Tidak apa apa saeng..aku mengerti kok.." Ku usap kepalanya lembut..ia adikku satu satunya..jarak umurku dan so eun berbeda 4 tahun..ia msih duduk di bangku SMA.. Tinggal bersama omma dan appa..aku memisahkan diri karna mengingat jarak kampus yang begitu jauh dari rumah..maka dari itu aku sendirian tinggal di apartemen..
***
Ting tong..
"Pasti paket" buru buru aku berlari ke arah pintu..
"Yaa..tunggu sebentar.."
Cekleeek..
"Hai.."
"Minho ssi!!"
"Kamu buka pintu tanpa memastikan dulu siapa yang datang..jangan begitu..nanti kalau penjahat yang masuk bagaimana.." Bisik minho mesra di telingaku..dan setelah itu menyesap lembut bibirku..
Tulululut..
Ponsel minho berbunyi..
"Mian..aku angkat telpon dulu di teras ya.." Izin minho padaku..
"Nee..silahkan.."
Bruuuk..
Aku menghempaskan tubuhku diranjang..
"Apa apan itu..baru datang langsung menerima telpon..apalagi sampai harus di teras..memangnya aku tidak boleh tau urusan dia ya.." Fikirku
***
Entah sudah berapa lama aku menunggu.. Menunggu sampai aku mengantuk sekali..
"Nee..sampai nanti yaa.." Minho segera menutup ponselnya dan segera mencari hye sun dikamar..
Minho mendapati hye sun sudah tertidur manis..dengan hati hati minho menyelimuti tubuh hye sun dengan tuxuedo yang dikenakannya..lalu ia ikutan berbaring disebelah hye sun dengan posisi memeluk tubuh hye sun..
***
Perlahan kubuka mataku..
"Minhossi?" Aku segera bangkit dari tidurku..kaget sekali rasanya melihat minho berada di sampingku dan tertidur juga..
"Ukh..aku jadi ikut ketiduran.." Jawab minho tanpa membuka matanya..tangan kanannya masih memeluk pahaku lembut..
Rasanya beda sekali..tidak seperti biasanya..hari ini minho terlihat begitu manja padaku..manis sekali..
Ku usap lembut rambutnya..aku begitu menyukai minho..
***
"Gawat! Sudah jam 12 malam minhossi! Bangun minhossi..besok kau kerja masuk pagi kan? " Aku mengguncang guncang tubuh minho yang masih terkapar di ranjang..
Tep..
Minho refleks menggenggam tanganku..
"Sun-a..ayo kesini.." Bruuk.. Minho langsung menarik kembali tubuhku kedalam pelukannya..hangat sekali..
"Minhossi..saranghae.."
***
Jam 1 malam aku mengantar minho keparkiran..
"Sun-a ayo masuk dulu ke dalam.."
"Ng.."
Begitulah suara desahan kami berdua..minho menyesap dalam bibirku..dan lidahnya bermain nakal di dalam mulutku..
Di dekapan dadamu ini adalah tempatku..memabukkanku..dan membuatku lemah..aku sudah tidak bisa menghindarinya lagi..
Di dalam mobil kami terus berciuman hebat..
"Sun-a..aku menginap saja ya.."
Ku sambut dengan anggukan senang.." Nee.."
Minho kembali menyesap habis bibirku..
Tululut..
Ponsel minho berbunyi lagi..
"Cakaman.."
Minho segera turun dari mobil dan menjauh..entah kenapa setiap ada yang menelponnya, ia pasti segera menjauhkan diri dariku..
***
"mian, lama menunggu sun-a!"
"Gwnchana..ayo kita masuk ke rumah.."
" Mian..aku harus pulang sekarang.."
"Hah? Katanya mau menginap?"Tanyaku kecewa dengan perkataan minho..
"Nee..tapi tadi dia menelpon bilang sedang sakit..aku harus menemaninya sun-a.."
"Mwo? Dia? Menemani? Siapa?" Perasaanku sangat tidak enak sekali..
"ISTRI DAN ANAKKU.."
Deg! Jangtungku seakan berhenti berdetak..dunia seakan berputar hebat mengelilingiku..apa aku tidak salah dengar?
"Hei..aku belum bilang sama kamu ya? Kamu ga boleh sakit ya..sudah dulu..bye.."
Bruuuum..
Mobil yang dikendarai minho langsung melesat pergi menjauhiku..
Aku mematung di tempat..berdiri dengan pandangan kosong..air mata mulai menggenang di pelupuk mataku..bahkan disaat berbicara seperti itu minho masih bisa tersenyum padaku.. Yang mendekatiku adalah minho..menemukan mahasiswa yang langsung bisa membuka kakinya..begitu..seperti yang kamu inginkan, aku ini wanita seperti yang kamu harapkan..kamu pasti sangat menikmatinya kan? Pria brengsek..tertawa dengan begitu ringan dihadapanku..wajahnya selalu terlihat santai..aku akan merusaknya! Aku akan merusak semua milikmu! Aku bersumpah!!
***
Jam 1 siang..
Apartemen 2..
Aku goo hye sun bersumpah akan menghancurkan hidupmu minho..
Aku melihat di parkiran..ternyata mobil minho ada..terparkir disana..
Deg! Itu mereka! Minho dan istrinya! Kebetulan sekali mereka keluar apartemen berdua..
dia pasti kaget watu melihat wajahku..wajah yang biasanya santai itu pasti akan kaku, menangis dan meminta maaf pada istrinya..semua! Semuanya akan kuhancurkan!
Dengan pandangan penuh kebencian aku mendekati minho dan istrinya...
"OMMA APPA TUNGGU!!!"
Langkahku terhenti..melihat gadis mungil berusia sekitar 2 tahun sedang berlari lari manis ke arah minho dan istrinya..wajah anak itu terlihat sangat gembira dan ceria..
Benar benar keluarga yang serasi..
Aku menangis dalam diam..perlahan mundur dan berlari menjauhi keluarga serasi itu..
"Ukh...aku..bukan wanita lemah yang selalu menangis di dalam kamar..meskipun begitu aku tidak sanggup menghancurkan kehidupan orang lain..karna aku mencintai semua yang ada pada dirimu.."
"Selamat tinggal minho!"
***
Dua minggu kemudian...
"Mwo? Hari sabtu?kencan buta? Ikut! Ikut! Mudah mudaha ada pria tampan ya! Hihi..baiklah sampai jumpa hari sabtu eun hye.."
Ting tong!
Bel rumahku berbunyi..untung saja pas sekali waktunya..aku sudah selesai berbicara dengan eun hye..
"Tunggu!"
Cekleek..
Sesuatu yang dulu sering kurasakan..hangat..lembab..menyapu bibirku..
"Lagi lagi buka pintu tanpa memastikan siapa yang datang..aku sudah bilang tidak boleh begitu kan?"
Orang yang mati matian ingin ku lenyapkan dari hatiku tiba tiba muncul kembali..
"Minho ssi.."
Minho mengulurkan tangannya padaku," apa kabar sun-a.."
"Hentikan! Aku sudah lihat! Istri dan juga anakmu!"
"Memang benar..kasihan ya anakku.."
Gawat! Aku tidak boleh berhubungan dengan orang ini lagi..
"Pulanglah.." Perintahku dingin pada minho..
"Hye sun..aku haus.." Minho tersenyum padaku dan semakin mendekatkan dirinya padaku..
"Satu cangkir saja..ya.." Minho kembali mendaratykan ciuman pada bibirku..
Aku...aku sudah tidak bisa kembali..tidak bisa kembali lagi..aku terlalu mencintai orang ini..pria pertama yang begitu membuatku lemah dan tergila gila.. Walaupun susah payah aku berusaha untuk menlenyapkannya dari hatiku, tapi tetap tidak bisa..karna..AKU SUDAH MENJADI TAHANAN ORANG INI!
The end...