Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 20594 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Terdengar bunyi anak kunci diputar pada lubangnya. Tak sampai setengah menit pintu itu terbuka. Jung-Min memasuki rumah yang sudah hampir setahun tidak disinggahinya sambil menarik sebuah koper berukuran ‘sedang’ dan menenteng sebuah ransel yang mengelembung.

Sampai di ruang tengah dia berhenti sebentar. Diamatinya sekeliling ruangan. Tidak begitu berubah dari yang ditinggalkannya setahun yang lalu. Hanya sofa panjang di sudut kanan ruangan sudah diganti. Dan juga meja teh yang merupakan kesatuan dari sofa tersebut. Jung-Min tahu kalau ommanya pecinta kesempurnaan. Dia tidak akan hanya menganti sesuatu dengan melupakan aspek yang lain. Memang meja teh yang lama masih bagus tapi tidak cocok dengan sofa baru yang berwarna cream lembut ini.

Jung-Min tersenyum perlahan. Dia sangat merindukan rumah ini. Sangat merindukan ommanya. Sangat merindukan kenangan-kenangan dulu. Dia, merindukan segala-galanya yang ada di Korea—Seoul. Dan ini baru disadarinya begitu menginjakkan kakinya di bandara Incheon.

Jung-Min melepaskan kopernya di dekat sofa.

“Nyonya Lee Shin!!” panggilnya. Tapi tidak ada yang menyahut. Rumah itu kelihatan sunyi sekali. Bahkan suara langkah kakinya yang beradu dengan lantai terdengar jelas. Menggema dalam ruangan itu.

“Nyonya Lee Shin, saya kembali!” Jung-Min berteriak lagi. Tapi tetap saja tidak ada sahutan.

Jung-Min mengerutkan alisnya. Dia melirik jam dinding. Pukul setengah sepuluh. Masih terlalu pagi buat keluyuran di luar. Dan dia sangat memahami bahwa nyonya Lee tidak suka berjalan-jalan di luar. Kebanyakan waktunya dihabiskan menata rumah atau paling tidak berkutat dengan tanaman-tanaman kesayangannya di rumah kaca di belakang rumah.

Jung-Min meraih koper yang tadi diletakkannya, kemudian membawanya ke kamar. Sampai di sana, kembali dia tertegun. Keadaan kamarnya juga tidak berubah. Bahkan sama persis dengan sewaktu ditinggalkannya dulu. Jung-Min menghela nafasnya. Disandarkannya koper di tangannya ke dinding, lalu ransel yang ditentengnya diletakkan di atas meja kerjanya. Sesaat diamatinya kamar itu. Setelah puas, dia keluar dari kamar dan berlari ke taman belakang. Ommanya pasti berada di sana.

Jung-Min melihat seseorang sedang berjongkok dalam rumah kaca. Orang itu membelakanginya. Tidak menyadari kehadirannya. Jung-Min mengamati punggung yang bergerak-gerak itu dengan seksama. Entah mengapa, dia merasa sosok yang biasanya segar itu terlihat agak lain sekarang. Dan ini baru disadarinya. Ommanya terlihat lebih tua dari dulu. Raut Jung-Min berubah sendu. Dia merasa sedih. Kenapa dia, seorang anak, hanya memikirkan kepentingan sendiri, malah ceroboh melupakan kebutuhan-kebutuhan ibunya? Jung-Min mendesah. Perlahan dibukanya pintu rumah kaca tersebut.

“Nyonya Lee Shin .. ,” sapanya lembut.

Wanita yang sedang sibuk itu langsung menghentikan kegiatannya. Pundaknya terangkat tiba-tiba. Terlihat jelas dia terkejut dengan sapaan mendadak itu. Serta merta dia berbalik. Dan benar saja, mulutnya terbuka lebar begitu melihat kehadiran Jung-Min di situ. Sekop kecil di tangannya terjatuh ke lantai.

“Jung-Min … Oh, Tuhan .. ,” Nyonya Lee menutup mulutnya tak percaya.

Jung-Min tersenyum. “Saya kembali .. ,” katanya sambil melebarkan sepasang tangan kearah nyonya Lee.

Wanita itu tersenyum dan tertawa perlahan. “Dasar, anak nakal … “ Dia menghapus airmata yang sudah mengalir keluar sebelum masuk ke dalam pelukan Jung-Min. “Mengapa pulangnya secepat ini?” tanyanya dengan nada sedikit manja. “Dan tidak mengabari omma supaya menjemputmu, kau anak nakal?” dia mencubit gemas dagu Jung-Min.

“Miane ..,” jawab Jung-Min sambil mempererat pelukannya. “Saya segera pulang dari Roma setelah telepon itu … “

Tiba-tiba nyonya Lee melepaskan diri dari Jung-Min. “Jadi kau pulang hanya karna masalah Everlasting? Tidak merindukan omma, hahh?”

Jung-Min tertawa. Sungguh, dia tidak tahu ommanya bisa semanja itu. Apalagi merenggek seperti ini. Untuk pertama kali dia melihat sisi lain dari seorang nyonya Lee Shin.


“Anhiyo, omma .. ,” ujar Jung-Min dengan mata berbinar. “Saya sudah memutuskan untuk pulang, jauh sebelum masalah pengusuran Everlasting .. ,” perlahan dia melingkarkan lengannya di pundak nyonya Lee. “Hanya saja, memang kepulanganku dipercepat karna masalah itu .. ,” lanjutnya dengan nada menyesal. “Mian, kalau ini mengecewakan nyonya Lee Shin-ku yang cantik .. “

“Ya, tentu saja omma kecewa .. ,” nyonya Lee mengiyakan dengan nada dibuat seserius mungkin. “Apa omma tidak jauh lebih penting dari seseorang yang sudah meninggal?”

Sinar mata Jung-Min berubah redup. “Miane … “

Nyonya Lee menjadi gugup begitu Jung-Min menganggap serius gurauannya. “Yaa—omma hanya bercanda … “

“Saya serius omma .. ,” ujar Jung-Min sedih. “Jeongmal miane .. ,” kepalanya tertunduk perlahan. “Mungkin benar kata omma dulu .. bahwa saya melarikan diri dari dunia ini … “

“Tidak, anakku .. ,” nyonya Lee memutar tubuh Jung-Min menghadapinya. “Dengarkan omma! Kau tidak melarikan diri. Buktinya, kau masih menjaga hubungan dengan omma selama setahun ini! Kau hanya ingin mencari sebuah jawaban yang tidak kau mengerti, dan itu bukan melarikan diri namanya!” kata wanita itu tegas. “Apa sudah kau dapatkan jawaban itu?”

Jung-Min mengangguk pelan. “Ne, sudah hampir terjawab seluruhnya .. “

Nyonya Lee tersenyum sambil menyentuh wajah Jung-Min. “Bagus kalau begitu .. “

“Besok saya akan ke Everlasting .. “

“Ya .. ,” nyonya Lee mengangguk. “Masalah itu harus segera diselesaikan .. “

“Apa masih belum diketahui siapa yang menandatangani kontrak penjualan tanah Everlasting?”

“Belum .. ,” jawab nyonya Lee. “O ya?” lanjutnya tiba-tiba. Seperti sesuatu baru teringat olehnya. “Apa kau tahu Seung-Gi dan Hye-Mi berada di Canada sekarang?”

“Dhe?”

“Ya. Hye-Mi bermaksud memperkenalkan nak Seung-Gi kepada paman dan bibinya. Pernikahan mereka akan dilaksanakan sebulan lagi dan Hye-Mi bermaksud menyelenggarakannya di sini .. Kita akan disibukkan olehnya saat itu … ,” nyonya Lee tertawa.

“Akhirnya dua orang yang saling mencintai bersatu juga .. ,” Jung-Min ikut tersenyum dan bersyukur.

Walaupun dengan kepergian Jie-Ah, impiannya sendiri tak terwujud, dia ikut berbahagia buat orang-orang yang dicintainya. Seung-Gi dan Hye-Mi merupakan orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Kebahagiaan mereka merupakan kebahagiaannya. Jung-Min tertawa perlahan. Terasa geli begitu mengingat kepatuhan-kepatuhan Seung-Gi atas keinginan-keinginan tidak masuk akal dari Hye-Mi. Jung-Min yakin pernikahan itu akan abadi. Mereka pasangan yang sangat cocok. Yang satu sabar, sedangkan satunya lagi—walaupun jutek, dia tahu merupakan calon istri yang baik.

“Apa ada sedikit … perasaan cemburu .. mendengar rencana pernikahan mereka?” tanya nyonya Lee ragu-ragu. “Karena impianmu sendiri tak terwujud?”

Jung-Min menoleh kearah ommanya. “Saya?”

“Ne .. “

Jung-Min langsung mengelengkan kepalanya. “Tidak. Tidak. Saya merasa bahagia buat mereka .. “

“Jinja?”

“Ne … ,” Jung-Min mempererat rangkulannya di pundak nyonya Lee. “Saya sangat bahagia!”


***** oOo *****



Jung-Min menghentikan langkahnya tepat di depan pintu gerbang Everlasting. Tembok tua dari kayu itu—seperti  semula—berdiri kokoh menjulang, agak gelap, mensuarakan kebisuan-kebisuan dan terlihat .. dingin. Walaupun matahari bersinar terik siang itu, tetap tidak mampu mengusir kesuraman dan kemuraman yang menyelimuti tempat itu. Mungkin terlalu banyak peristiwa menyedihkan yang terjadi di dalam bangunan tua tersebut sehingga perasaan-perasaan itu tidak akan terusir pergi bahkan untuk selamanya. Itu juga yang dirasakan Jung-Min setiap menginjakkan kakinya di sini. Dan sekarang perasaan-perasaan itu semakin kuat, mencengkram, membuatnya tak bisa bernafas.


Jung-Min menatap lurus gerbang dari kayu itu. Gemboknya yang terbuat dari besi masih terpasang di tengah-tengah, lengkap dengan rantainya yang sudah agak berkarat. Perlahan Jung-Min mengangkat pandangan ke atas. Papan nama ‘Everlasting’ tetap menempel erat di bawah atapnya yang agak meruncing ke atas.  

Jung-Min menghembuskan nafasnya. Tempat ini tidak berubah. Ya, semua yang ada di Seoul tidak ada yang berubah. Kerinduannya pada Jie-Ah bahkan semakin kuat di sini. Jadi, sebenarnya, untuk apa dia keluar negeri selama setahun ini? Apa yang dicarinya di sana? Jung-Min mendesah sambil mengelengkan kepalanya.

Dia memutar tubuh, kemudian menjatuhkan diri di anak tangga dari bata yang terdapat di depan pintu. Dipelajarinya dengan teliti pemukiman di sekitar situ. Sunyi dan mencekam, itu yang dirasakannya. Menurut ommanya, kebanyakan penghuni dari pemukiman tersebut memang sudah memindahkan diri ke luar kota. Sekarang tinggal binatang-binatang kecil yang berlari kesana-kemari dan burung-burung yang sesekali melayang di udara yang menjadi penghuni tetap tempat itu.

Jung-Min menengadah ke langit.


Beberapa gumpalan awan gelap terlihat bergerak pelan, dan perlahan tapi pasti mulai menutupi sang surya, menghalangi sinarnya yang terik jatuh ke bumi. Kekelaman lambat-lambat menyelubungi tempat itu—membawa aroma hujan yang sangat kental dan tercium oleh Jung-Min. Mendung yang kelabu bergantung dan menyenandungkan nyanyian-nyanyian menyayat hati.

“Hmm—sebentar lagi turun hujan .. ,” gumam Jung-Min pelan.

Dan bayangan-bayangan masa lalu kembali merasuki hatinya. Bayangan-bayangan Jie-Ah. Senyuman-senyumannya, caranya tertawa atau cemberut, dan juga ketika dia meringis kesakitan. Semua ekspresi-ekspresi itu, seperti rol film, diputar ulang, terus-menerus dan tanpa henti di depan matanya.

Jung-Min menundukkan wajah, menatap lantai bata yang berpasir. Walaupun dia sudah berjanji akan membuka lembaran baru dan melupakan semuanya, namun tetap saja bayangan-bayangan itu menyayat-nyayat hatinya. Sangat perih.


Rintik-rintik hujan mulai dijatuhkan ke bumi. Semula berupa gerimis, lalu perlahan-lahan membesar dan deras, seperti ditumpahkan dari langit. Jung-Min meloncat dari duduknya. Tergesa dia berbalik kearah pintu di belakang sambil merogoh kunci dari saku celana. Dibukanya pintu tersebut dengan kunci di tangannya. Pakaiannya sudah agak basah kala itu.

Jung-Min mendorong pintu tersebut sampai mengangga lebar. Keadaan di dalam juga tidak berubah. Dengan cepat dia meloncati gundukan batu rendah di bawah pintu. Setelah menutup pintu tersebut, dia berlari kearah pondok. Pakaiannya sudah benar-benar basah sekarang.

Jung-Min memasukkan anak kunci lain, dari serangkaian kunci di tangannya, ke dalam lubang pintu. Dia agak tertegun. Anak kunci tersebut bisa berputar dengan lancar. Lubang kunci di pintu itu tidak seperti tak terpakai dalam jangka waktu yang cukup lama—hampir setahun. Lubang kunci tersebut seperti habis diminyaki dan pasti dilakukan akhir-akhir ini. Ada minyak yang masih membekas di sekitar lubang dan gagang pintu itu. Jung-Min mengerutkan alisnya. Namun siapa yang melakukannya? Seingatnya, ommanya dan Seung-Gi—yang sudah diberinya kunci cadangan Everlasting—tidak pernah menginjakkan kakinya di sini. Jadi siapa yang melakukannya? Adakah orang lain yang memiliki kunci tempat ini selain keluarganya?    

Jung-Min mendorong pintu itu sampai terbuka. Deritan halus dan pelan terdengar. Jung-Min bergeser ke samping dan mengamati engsel-engsel yang terlihat lebih jelas begitu pintu tersebut dibuka. Bekas-bekas minyak juga terdapat di sana. Kembali Jung-Min mengerutkan alisnya. Dia semakin penasaran dengan keanehan-keanehan yang didapatkannya, dua kali berturut-turut. Pasti ada orang lain yang pernah ke sini! Tapi siapa? Apa yang menarik dari pondok tua dan suram ini?
  
Jung-Min masuk ke dalam pondok. Butir-butir air berjatuhan dari pakaiannya yang basah dan mengenangi lantai. Tapi dia tak peduli. Pandangannya langsung bergerak liar ke setiap sudut ruangan. Dia ingin tahu apa ada perubahan atau hal-hal aneh yang terjadi dalam pondok ini. Tapi Jung-Min menjadi lemas begitu menyadari bahwa dia tidak ingat tata letak terakhir ruangan ini. Semuanya terlihat sama. Cerek dan gelas-gelas yang masih pada tempatnya. Alat-alat lukis yang berserakan di mana-mana. Dan juga kaki-kaki penyangga dari kayu dan lukisan-lukisan yang bersandar di dinding. Tidak ada yang ganjil.

Sampai salah satu kaki penyangga lukisan yang berada di depan jendela menarik perhatiannya. Papan di mana lukisan itu seharusnya berada telah kosong. Dream raib!!!

Jung-Min berlari kesana dan menyentuh kaki penyangga dari kayu itu.

“Kemana? Kemana lukisan itu?” katanya dengan suara bergetar. “Saya ingat benar kalau dia masih ada di sini ketika kutinggalkan! Tapi kemana? Kemana lenyapnya?” Jung-Min meremas-remas rambutnya putus-asa.

Dia berputar kesana-kemari tapi tetap tidak mendapatkan bayangan ‘Dream’. Dan Jung-Min sadar, Kehilangan lukisan itu akan meninggalkan penyesalan yang amat sangat dalam hatinya. Dia tidak akan memaafkan dirinya untuk itu. Bagaimana mungkin dia menghilangkan barang sepenting itu?

Dream adalah peninggalan satu-satunya yang paling berharga dari Jie-Ah. Dan dia tidak membawanya keluar dari sini karena dia merasa lukisan itu merupakan bagian dari tempat ini. Dia ingin—ya, walaupun terdengar agak gila—Jie-Ah dapat melihatnya setiap hari. Melihatnya saat dia bosan atau merindukan kenangan-kenangan kebersamaan mereka di kehidupannya yang lain.

Jung-Min menghembuskan nafasnya berat. Dia sungguh tidak punya ide kemana lenyapnya ‘Dream’. Apakah dicuri orang? Tapi siapa? Dan mengapa si pencuri itu sampai bisa memasuki tempat ini? Dari mana dia mendapatkan kunci-kunci tersebut? Atau .. dia membongkar paksa? Tapi tidak didapat bukti-bukti itu. Tidak ada pembongkaran paksa di sini. Semua pintu termasuk jendela tidak ada yang cacat.

Jung-Min mengerakkan kepala perlahan. Samar-samar .. dia seperti mendengar bunyi-bunyi halus di antara bunyi air hujan yang deras di luar sana. Jung-Min mempertajam pendengarannya. Benar. Suara itu berasal dari bagian belakang pondok itu. Jung-Min segera menolehkan kepalanya.    


Dia berlari ke pintu belakang dan membukanya.

“Rumah kaca .. ,” desis Jung-Min.

Dia bermaksud ke sana tapi langkahnya terhenti di tengah jalan ketika sebuah bayangan samar-samar tertangkap oleh sudut matanya. Jung-Min menoleh ke sana. Kosong! Tidak ada siapa-siapa.

“Apa salah lihat?” gumamnya dengan nada bertanya.

Sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Jung-Min meneruskan langkah ke rumah kaca yang pintunya tertutup, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti oleh suara halus dari belakang. Kembali dia menoleh. Seseorang terlihat sedang membuka pintu gerbang, jauh di belakangnya. Mata Jung-Min melebar. Jadi benar dugaannya? Ada seorang pencuri di sini?

“HEYY—KAMU!!” teriak Jung-Min sambil melesat ke depan. “BERDIRI DI SITU!!”

Pintu gerbang itu sudah terbuka dan orang itu berjalan keluar.

“BERHENTI KATAKU!!”

Seperti tidak mendengar teriakan-teriakan Jung-Min, orang itu menuruni tangga pendek dengan tenang.

“HEYY--!!” seru Jung-Min kesal.

Si pencuri—istilah Jung-Min—dengan postur mungil itu berbelok ke sebelah kanan dan terus berjalan.

“Huhh—ternyata memakai head-phone. Pantasan tidak mendengar teriakan-teriakanku!” dengus Jung-Min begitu berhasil menangkap sesuatu berwarna putih terpasang di antara kepala dan telinga orang itu. “Cewek?” Jung-Min menyipitkan matanya, tapi sosok itu sudah lenyap dari hadapannya.

Jung-Min mempercepat larinya. Dia sampai di gerbang depan sekarang. Diloncatinya gundukan pendek yang menghalangi pintu dengan sekali loncatan, kemudian berlari menuruni tangga bata pendek yang menghubungkan jalan tanah dengan pondok tersebut.

Hujan lebat langsung menerpanya. Menjadikan pakaiannya yang sudah basah menjadi semakin basah. Jung-Min mendengus lagi.

“Pencuri sialan!!”

Sosok di depannya semakin jauh. Jarak mereka hampir mencapai duapuluh lima meter.

Lagi-lagi Jung-Min berseru, berharap kali ini si pencuri dapat mendengar teriakannya.

“HEYYY!!!”

Tapi percuma saja. Orang itu sampai di sebuah mobil van yang terparkir dekat gang masuk—beberapa meter di depan mobilnya. Jung-Min sempat melihat mobil van itu ketika memasuki gang tanah ini. Namun dia tidak terlalu memberi perhatian karna mobil tersebut sangat biasa. Orang itu menutup payungnya kemudian masuk ke dalam mobil.

“HEY—TUNGGU! KEMBALIKAN DREAM PADAKU!! HEYY …!!!”

Brumm, terdengar mesin mobil dihidupkan. Dalam hitungan detik mobil van tersebut bergerak, merayap perlahan dari tempat parkir, lalu keluar dari jalan tanah menuju jalan raya beraspal.

“HEYY!!!!”

Nafas Jung-Min ngos-ngosan ketika sampai di pinggir jalan raya. Dia hampir mengapai bagian belakang van tersebut tadi, jika saja mobil berengsek itu tidak bergerak terlalu cepat.

“PENCURI GILA!!”

Jung-Min mengayunkan tangannya memukul angin. Pandangannya kabur oleh air hujan yang sekarang memenuhi wajahnya. Dengan kesal ditiupnya air hujan tersebut keras-keras.

“Fuhhh---!!!


***** oOo *****
« Last Edit: November 26, 2010, 08:08:52 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
SYUKURLAH jie ah masi dibuat idup sama mamii..... [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04284]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SYUKURLAH jie ah masi dibuat idup sama mamii..... [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04284]
menurut elu itu si jie-ah ya [chin] [chin] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
SYUKURLAH jie ah masi dibuat idup sama mamii..... [AddEmoticons04268] [AddEmoticons04262] [AddEmoticons04284]
menurut elu itu si jie-ah ya [chin] [chin] [hmpfh]


terus kalo bukan jie-ah, siapa donk mi ? orang suruhan jie-ah ? temen jie-ah ? tapi jie-ah kan ga punya temen selain jungmin mi ???  [what]

mami bikin jie-ah hidup lagi  [angry] *maksa*  [hmpfh]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
vio, pertanyaan2mu akan terjawab di next part, atau mungkin next chp [hmff] ga tahu deh,, yg jelas ga sedih2 lagi [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! dah up date yowwww asyik nich ngebut terus mam biar ke up date semua FF mu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

akhirnya mino pulang juga ke seoul dan sweet banget sih ama Eommanya, harmonis banget,  [heh] [heh] [heh]

mam, tuch cewek sapa??? jie ah yach?? pake headphone, nah nampak mencurigakan nich, pasti jie ah ini sih, jie ah ya mam???, jie ah kan??? ( maksa nich gw ) [whip] [whip] [whip] [whip]



    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo mii uda d update [flowers]   
       
akir'a jung min balik juga k seoul. [hmff] omma'a jung min msh muda amat ya prasaan. . . Masa ngambek c [hmff]       mii, klo yg d bgian akir itu bkn jae ah, trus cpa do0nx? Kmbaran jae ah. Onnie'a. . .   Tp msh ada hubungan'a ama jae ah kn mii? [what]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] tengkyu mami udah diupdate [hug] [hug] [hug]

ntu pasti jieah kan mam si mami mana tega bikin jieah meninggal posisi jieah udah nempel dihati dan pikiran qta2 jd ga bs digantiin sm orang laen kkkkkkk maksa [hmpfh] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[clap] [clap] [clap] tengkyu mami udah diupdate [hug] [hug] [hug]

ntu pasti jieah kan mam si mami mana tega bikin jieah meninggal posisi jieah udah nempel dihati dan pikiran qta2 jd ga bs digantiin sm orang laen kkkkkkk maksa [hmpfh] [laughing]
nempel di hati elu aja kan [hmff] [hmff]
byk tuh yg minta dimunculin karakter baru yg sifatnya berbeda 180 drjt dari jieah [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline huey

  • Newbie
  • *
  • Posts: 73
  • bogosipta....saranghae...
  • Location: Semarang
    • View Profile
    • Huey is Coming
jie ah....
masih hidup kan dia???
dulu dia ga mati kan tapi pura2 mati gara2 ngindarin jung min....
gitu kan???

ayoooww...
gmn nih......

apa ntar waktu ketemu abakal pura2 lupa ingatan???
hmmmmm

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
tetep aja kan jieah trs yg diinget mam la itu cewek yg disono sapa mam ato emang jieah tu twins ya ato ada orang yg mukanya amat sangat mirip plek sm jieah halah [hmpfh] [laughing] update lg mami jd kan qta bs tau tu cewek sp [hmff] [hmff]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
tetep aja kan jieah trs yg diinget mam la itu cewek yg disono sapa mam ato emang jieah tu twins ya ato ada orang yg mukanya amat sangat mirip plek sm jieah halah [hmpfh] [laughing] update lg mami jd kan qta bs tau tu cewek sp [hmff] [hmff]
[nono] [nono] [hmpfh] [hmpfh]

joondi, tunggu aja part selanjutnya [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Heethi

  • Newbie
  • *
  • Posts: 75
  • annyong...
    • View Profile
update ya, kak

ceritanya bagus bgt, dan klasik...
sayang, Ji-ah meninggal, meskipun menurutku dia akan tetap hidup di hati Jung-min...
tapi tetap aja, aku yakin, jung-min dan ji-ah akan bersama.... forever.... true love...


Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
mi..itu cewe pasti kembarannya jie ah kan mi??

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mi..itu cewe pasti kembarannya jie ah kan mi??
apa jieah punya kembaran ya [chin] kok ommanya sendiri ga tahu [hmpfh] ~di [hammer3] ama virna krn ngeledekin [laughing] [laughing] pls say [hmff]

heethi, thanks buat komentarnya [lovestruck] .. true love ya? forever ya? berarti [chin] jungmin mesti dimatiin dong [hmpfh] [hammer3]
« Last Edit: November 06, 2010, 10:07:25 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun