Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 20792 times)

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
habis itu, update yg ini [biggrin]
momi........ktanya mo updateeee.......manaa.......ko' g nongol2 mom....... hammer2 hammer2 hammer sm momi
momi msh skit y mom?????to sbk di kntor mom??????
Update y mom.....please.....hr ni y mom......*maksa .com*
note bwt pra author:
ayo donk pada S E M A N G A T.........GO AUTHOR GO....... GO........smangat bwt update. [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04237] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]
mian hanya bsa beri dukungan coz gw ga bisa menghayal bwt bikin ff [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gw cuma blg habis bengkok gw update yg ini, tp ga blg kapan [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
gw cuma blg habis bengkok gw update yg ini, tp ga blg kapan [hmpfh] [hmpfh]

yee......asem!!!! hammer2 (ikutan bilang mami asem) [hmpfh] ya uda mam...gw baca Sarang dulu kalo gitu... [bye]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
udah sesai tp belum edit piku2nya [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
udah sesai tp belum edit piku2nya [hmpfh] [hmpfh]

sini sini aku bantuin edit biar cepet update   [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
udah sesai tp belum edit piku2nya [hmpfh] [hmpfh]

sini sini aku bantuin edit biar cepet update   [hmff]
beneran??? yeee--bakal lebih lama lagi klu elu yg edit,, klu gw sih--palingan besok malam bakal gw update [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
udah sesai tp belum edit piku2nya [hmpfh] [hmpfh]

hadooohh..mo update besok yee...
Ok ok..
Bakal aq tunggu deh..updaten ni ff mi..
Yang looooonnngg ya mi..(byk maunya)
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
udah sesai tp belum edit piku2nya [hmpfh] [hmpfh]

sini sini aku bantuin edit biar cepet update   [hmff]
beneran??? yeee--bakal lebih lama lagi klu elu yg edit,, klu gw sih--palingan besok malam bakal gw update [hmff] [hmff]
GUBRAAAKKK kirain skrg diupdate nya,hufff. Bsk gw tunggu mam update annya sekalian ama rathdaze yow,heheeheeh


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ku kira dah mau update [flowers] [flowers]


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
inet lemot nih,, mau upload piku ga bisa2,, update sekrg dgn piku minim, mau ga?

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Jie-Ah terus melangkahkan kakinya. Tanpa terasa, airmata sudah membasahi pipinya.

Mengapa …. Mengapa kau tak memaafkanku? Bukankah .. kau pernah bilang sudah menjadikanku sahabat karibmu? Kau berjanji akan menjagaku seumur hidup? Kau juga pernah bilang, akan berusaha memahamiku? Memahami penyakit yang selama ini mengerogoti tubuhku. Juga menyelami ’Hari Hujanku’ … Apa kau sudah lupa? Kau tak bisa merasakan penderitaanku selama ini? Apa lagi yang bisa kulakukan selain membohongimu saat itu? Apa?!! Jika kau tahu, tunjukanlah padaku! Jangan hanya mematung saja di situ …

Jie-Ah menghapus airmatanya.

Ternyata, dibandingkan penyakit yang selama ini kuderita, kau mendatangkan lebih banyak airmata ..

Jie-Ah tersenyum kecut. Langkahnya makin jauh. Sekarang dia mulai menuruni bukit terjal, menuju pemukiman yang sudah kosong di bawahnya.

Selesai sudah! Tak ada yang akan memperdulikan ku lagi. Semua meninggalkan ku. Tanpa terkecuali. Orang yang selama ini ku kira bakal menjadi tumpuan hati ku ternyata … ternyata hatinya lebih rapuh dari yang ku bayangkan …

“Miane … “

Langkah Jie-Ah terhenti seketika. Sepasang tangan yang sangat kokoh mendadak merangkul erat lehernya.

“Miane … jeongmal miane … “

“Lee Jung Min-ssi … “ desis Jie-Ah perlahan. Matanya melebar. Airmata yang sudah memaksa keluar, tergantung di pelupuk mata. Tak mampu dipercayainya—apakah benar orang yang merangkulnya ini Lee Jung-Min?

“Jeongmal miane … ,” ujar Jung-Min, sangat pelan.

“Men .. mengapa?” tanya Jie-Ah tersendat-sendat.

Jung-Min tak menjawab. Jie-Ah hanya merasakan rangkulan di lehernya semakin erat.

“Kau .. kau masih marah padaku? Kau membenciku untuk semua sandiwara ini?”

“Ahniyo .. ,” sahut Jung-Min halus. “Aku tidak marah. Aku … hanya … hanya tak tahu harus berbuat apa … Kejadian ini terlalu mendadak dan … tak terbayangkan. Dalam waktu yang sangat singkat, aku tak tahu harus bereaksi bagaimana. Karna itu, … jeongmal miane … “

Jie-Ah memutar tubuh perlahan. Sementara lengan Jung-Min masih bertengger di atas pundaknya—mengurungnya dalam rangkulan yang hangat.

“Kau .. memaafkanku?”

“Aku tak pernah marah, … ataupun membencimu … “ Jung-Min mengangkat tangannya dan mengelus lembut wajah Jie-Ah. “Seperti yang kukatakan tadi, aku hanya tak tahu harus berbuat apa. Aku terlalu syok.” Kemudian, dia tersenyum dengan hambar. “Mengira sudah mampu menerima semuanya dengan ikhlas—menerima kepergianmu dengan lapang dada. Namun ternyata, … aku salah. Aku terguncang melihat kemunculanmu. Barulah kusadari bahwa semua hanya kedok saja. Aku tak pernah merelakan kepergianmu. Pengembaraanku selama setahun ini hanya pelarian saja … Benar kata omma, aku melarikan diri dari kenyataan—tak mampu menerima takdir yang sudah ditentukan Tuhan. .. Alasan apa itu mencari jawaban buat semua kejadian yang terjadi?—palsu semata .. “

“Jung-Min-a … ,” Jie-Ah menatap Jung-Min lekat-lekat. “Miane .. Aku yang menyebabkanmu begitu ..”

“Anhiyo .. ,” Jung-Min mengeleng. “Aku begini karna .. aku .. mencintaimu .. ,” lalu dia menarik Jie-Ah ke dalam pelukannya. “Sarangheyo .. ,” bisiknya halus di telinga gadis itu. “Jeongmal sarangheyo .. “

“Lee Jung Min .. “

“Jangan meninggalkanku lagi! Jeobal .. ,” lanjut Jung-Min dengan nada memohon. “Apapun masalah yang menghadang di depan kita, kita hadapi bersama. Berjanjilah padaku!”

Jie-Ah memejamkan matanya. Dua butir air bening menitik kembali dari pelupuk matanya, menari-nari dan berlomba-lomba menuruni pipinya yang putih dan halus. Airmata terakhir. Dia mengigit bibir. Aku tidak akan mengeluarkannya lagi. Apapun yang terjadi, hari ini merupakan hari terindah sepanjang hidupku., janji Jie-Ah dalam hati.

Kemudian dia membalas rangkulan Jung-Min. Rangkulan yang teramat erat dan seakan tak ingin dilepas lagi.

“Tidak akan!” ujarnya tegas. “Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Apapun alasan itu, aku akan merundingkannya denganmu. Karna melihat kemarahan dan penderitaanmu, melebihi kematian itu sendiri, Jung Min-a. Aku tak mampu melihatnya lagi. Cukup sudah untuk sekali ini saja. Aku egois, karna keinginan sendiri—membiarkanmu menyaksikan kepergianku … tapi sungguh, andai waktu dapat diputar kembali, aku tak akan meninggalkanmu bersedih seorang diri. Aku lebih memilih berada di sisimu. Menemanimu menghabiskan waktu yang tersisa. Walaupun kebersamaan kita mungkin sangat pendek, paling tidak … kita memiliki masa-masa yang indah … Tidak seperti sekarang .. “

“Sssttt!!” Jung-Min menempelkan telunjuknya di bibir Jie-Ah. “Semua sudah berlalu. Jangan diungkit lagi … “

Jie-Ah membuka mulut—bermaksud mengatakan sesuatu, tapi terhenti ketika Jung-Min kembali memberi isyarat kepadanya supaya tak bersuara.

“Semua sudah berlalu .. ,” tekan Jung-Min sekali lagi.

Jie-Ah mengangguk. Kemudian mereka saling menatap dalam kebisuan. Perlahan-lahan Jung-Min mencondongkan wajahnya ke depan. Matanya meredup, lalu terpejam perlahan. Sedangkan Jie-Ah, menelan ludahnya dengan susah payah. Dia tak tahu harus berbuat apa. Ini untuk pertamakalinya dia berhadapan begitu dekat dengan seorang pria. Bahwa pria ini pria yang dicintainya, membuatnya makin gugup. Bibir Jie-Ah bergetar ketika Jung-Min menyapu lembut bibirnya dan menyedotnya sedikit.


 Ciuman yang sangat pendek tapi mampu membuat lututnya lemah, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Jung-Min membuka matanya kembali. Dia terkekeh ketika melihat pipi Jie-Ah memerah laksana tomat.

“Sarangheyo .. ,” ujarnya lembut.

Jie-Ah langsung menundukan wajahnya--tersipu malu-malu.


***** oOo *****



Semburat merah mentari senja menciptakan guratan-guratan jingga keemasan dari balik bukit di kaki langit. Sinarnya yang lembut menerpa, seakan menjanjikan sejuta pengharapan kepada dua anak manusia yang duduk saling berangkulan di atas rumput-rumput ilalang.




Perhatian sepasang anak manusia itu terpusat ke depan--mengarah ke hasil karya maha sempurna dari sang pencipta. Berulangkali decakan kekaguman terlontar dari mulut mereka.

"Indah ya?" tanya si pria.

Si wanita mengangguk. "Ne ... ," kemudian tangannya diangkat--menunjuk ke lingkaran-lingkaran samar yang dihasilkan oleh lembayung senja, tepat di depan mereka. "Kau tahu apa itu?"

Pria di sebelahnya berpaling. "Mwo?"

Wanita itu tersenyum. "Kehidupan kekal abadi .. ," lalu dia menoleh--menghadapi pria tersebut. "Kehidupan yang kekal dan abadi, Jung Min-a ... Tak ada penyesalan, kesengsaraan ataupun kesendirian di sana ... "

Jung-Min mengangga. "Kau percaya?  .... Apa kau percaya cerita dongeng seperti itu?"

Jie-Ah kembali menyunggingkan senyumnya. Kali ini terlihat hangat. "Sejak kecil aku selalu disuguhi cerita seperti itu. Dongeng peri. Kau tahu--cerita yang berhubungan dengan keajaiban? Omma dan appa selalu berkata, aku merupakan bagian dari keajaiban itu. Semula aku tak mengerti, tapi sekarang--tidak, lebih tepatnya--setelah mereka meninggal, barulah aku menyadari mengapa mereka selalu menidurkanku dengan dongeng-dongeng peri seperti itu. Karna mereka tak ingin aku menyerah. Hidup penuh harapan, dan mereka ingin aku berjuang untuk itu ... "

"Dan kau berhasil ... ," ujar Jung-Min.

"Ne .. ," Jie-Ah mengangguk. "Semua berkat bantuan banyak orang, tidak hanya aku sendiri. Ada oppa, onnie dan tim medis rumah sakit yang senantiasa menjagaku di saat ajal hampir merenggut nyawaku. Begitu juga appa, omma dan oppa yang senantiasa menyadarkan akan keberadaanku di dunia ini. Tapi yang lebih penting dari semua itu, ada kau--yang selalu menjadi tumpuan dan peganganku dalam menghadapi semua cobaan ini, Jung Min-a .. "

Hati Jung-Min terenyuh. Sambil menahan agar airmatanya tak mengalir keluar, diraihnya tubuh mungil Jie-Ah ke dalam pelukannya. Dikecupnya tenguk gadis itu sepenuh hati. Lalu dihirupnya aroma yang samar-samar menyeruak keluar dari rambutnya yang lebat dan hitam pekat.

"Aku akan selalu menjadi pegangan dan tumpuan hatimu, .. percayalah .. ," bisiknya di sela-sela telinga Jie-Ah.

Jie-Ah menoleh padanya. "Selamanya?"

Jung-Min tersenyum. "Ne. Selamanya .. " dia mengangguk. Matanya melirik ke atas, lalu .. tiba-tiba .. --seperti mendapat ide mendadak, ditariknya tangan Jie-Ah, "Sekarang--ikut denganku. Kacha!!"

Jie-Ah terbelalak. "Ke .. ke mana?" tanyanya gagap.

"Ke rumahku." jawab Jung-Min dengan mata berbinar.

"M ... wo .... ?" Jie-Ah terperanjat kaget.

"Sudah lama saya ingin memperkenalkanmu pada ommaku ... ," ujar Jung-Min dengan senyum lebar tersungging di bibirnya. "Karena itu--ayo ikut denganku .. "

"Ta .. tapi ... ," sela Jie-Ah ragu-ragu. "Sa .. saya .. belum siap ... "

"Tak perlu siap ... ," goda Jung-Min. "Omma pasti menyukaimu, percayalah padaku ... " Kemudian dia memperkeras tarikannya pada tangan Jie-Ah sampai tersentak bangun dari duduknya. "Kacha .. "

"Jung Min-a ... "

Jung-Min berhenti.

"Sa .. saya takut .. ," ujar Jie-Ah.

"Apa kau percaya padaku?" Jung-Min balik bertanya.

Jie-Ah tak menjawab. Dia hanya menatap Jung-Min dengan pandangan nanar.

"Bukahkah kita telah berjanji akan menghadapi semuanya bersama? Apapun masalah itu?" tanya Jung-Min lagi. "Kau mau kan mempercayakan semuanya padaku?"

Jie-Ah membalas pandangan Jung-Min. Lima menit berlalu dan ... akhirnya ... dia mengangguk perlahan. "Aku percayakan semuanya padamu ... "



***** oOo *****



"Omma--ini Goo Jie Ah ... " Jung-Min memperkenalkan Jie-Ah pada Nyonya Lee begitu mereka menginjakan kakinya di kediaman Lee.

Jie-Ah membungkuk dengan gugup. "Anyongheseyo, Nyonya Lee. Goo Jie Ah--inmida ... "

[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Cangkir di tangan wanita paruh baya itu terjatuh ke lantai. Brakkk ....
"Goo .. Goo Jie ... Ah .... ," ulangnya tersendat-sendat. Dari Jie-Ah dia beralih ke Jung-Min, secara perlahan-lahan. "Goo ...  Jie ... Ah ... yang .. yang ... "

"Ne, omma .. " Jung-Min mendekati Nyonya Lee dan merangkulnya. "Dia Goo Jie Ah yang selama ini kita kira sudah meninggal ... "

"Oh--" Nyonya Lee menutup mulut dengan tangannya. Matanya terbelalak lebar. "Tuhan--ba .. bagaimana mungkin?" ujarnya tak percaya.

"Ceritanya sangat panjang, omma ... ," kata Jung-Min. Dia menyangga tubuh Nyonya Lee yang agak limbung, kemudian menuntunnya ke sofa. "Duduklah dulu. Saya akan menceritakannya dari awal ... " Dengan penuh perhatian, dia membantu ommanya duduk di sana. Setelah itu dia berpaling pada Jie-Ah.


"Kau juga, Jie-Ah--duduklah di sini ... ," katanya sambil menepuk tempat yang tersisa di sebelahnya.

Jie-Ah mengikuti perkataan Jung-Min. Dia bergerak ke sofa dan menjatuhkan diri di sebelah pemuda itu. Sesaat kemudian, Jung-Min memulai ceritanya.


***** oOo *****



"Begitu?" tanya Nyonya Lee setelah Jung-Min mengakhiri ceritanya.

"Ne .. " Jung-Min mengangguk sambil memperhatikan reaksi wanita itu.

Nyonya Lee mengangguk. Lalu dia tak mengatakan apa-apa lagi.

"Omma .... ," tegur Jung-Min halus.

Nyonya Lee mengangkat wajahnya. "Ne?"

"Omma kecewa?"

Nyonya Lee menatap Jung-Min, lalu ... dia tersenyum. "Tidak!” wanita itu mengeleng sambil mengangkat bahunya. “Omma tidak kecewa, Jung Min-a. Omma hanya .. tak tahu harus berkata apa .. " Lalu dia menoleh pada Jie-Ah. "Perjalanan hidupmu sangat berliku, anak ku .... ,” ujarnya dengan nada lembut.

"Nyonya Lee ... "

"Panggil omma!" tandasnya tiba-tiba.

“Mwo?!!” Jung-Min yang berada di sebelah Jie-Ah tak kalau terkejutnya mendengar perkataan Nyonya Lee. “Omma?”

“Weeyo?” Nyonya Lee tertawa. “Bukankah dari dulu kau mengharapkan dia jadi istrimu?”

Mendengar godaan Nyonya Lee, Jie-Ah menundukan wajahnya. Sebentar saja sepasang pipi yang termasuk pucat itu sudah memerah laksana cherry masak.

“Iya, tapi … “

“Tapi apa?” ujar Nyonya Lee.

Pandangan Jung-Min bertemu dengan sinar mata bertanya dari Nyonya Lee.


Beberapa saat lamanya ibu dan anak itu saling berpandangan, sampai … akhirnya … Jung-Min menyembulkan senyumnya. Dia mengeleng. “Aniyo .. gumapta, omma .. ,” lalu dia berpaling pada Jie-Ah. “Ayo panggil omma .. ,” disenggolnya lengan gadis itu secara halus.

Jie-Ah mendongak. “Dhe?”

Jung-Min tergelak. “Bukankah omma sudah mengijinkanmu menjadi menantunya? Jadi sudah seharusnya kau memanggilnya—omma. Ayo panggil omma .. ,” ulang Jung-Min dengan nada mengoda.

“Tapi … “

“Tak ada tapi-tapian!!” cetus Nyonya Lee—membuat pandangan Jie-Ah beralih kepadanya. “Panggil omma, anak ku .. “

“Nyonya Lee .. “

“Anhi!” Nyonya mengerak-gerakan telunjuknya. “OMMA!” Lanjutnya tegas.

Jie-Ah mengigit bibirnya. Dengan agak sungkan, akhirnya dia berucap lambat-lambat. “Om … ma … “

Nyonya tertawa. “Bagus—Bagus. Setelah kepergian Hye-Mi, akhirnya omma dapat anak gadis baru he .. he .. “

Jie-Ah ikut tertawa malu-malu. Sedangkan Jung-Min melipat tangan di depan dada dan menghenyakan punggungnya ke sandaran sofa—dia tersenyum bahagia. Akhirnya semua berlalu … , ujarnya dalam hati.

“Kapan kalian akan menikah?”

Pertanyaan Nyonya Lee yang mendadak ini membuat kedua muda mudi itu terpenjat.

“MWO?!” Keduanya saling berpandangan.

“Kenapa?” Nyonya Lee balas bertanya. “Setelah cobaan yang begitu berat, apa kalian tak pernah memikirkan pernikahan?”

Jung-Min melirik Jie-Ah. “Ada .. ,” katanya, sambil beralih pada Nyonya Lee. “Tapi, kami tak berencana secepat itu .. “

“Memangnya kenapa?” tuntut Nyonya Lee. “Pernikahan adalah sesuatu yang kekal dan abadi. Setelah menjalani perpisahan karna kematian, ku rasa nak Jie-Ah ingin kau mengikatnya dengan sesuatu yang abadi itu. Benar kan, nak Jie-Ah?”

“Eh—“ Jie-Ah menunduk gugup. “Sa … saya tak memikirkan .. itu .. ,” ujarnya pelan.

Melihat itu, Jung-Min mengulum senyum di tempatnya. Dalam hati dia sudah bertekad, akan mengikat Jie-Ah dengan janji suci itu. Benar kata ommanya, seorang wanita yang pernah mengalami rasanya kematian tentu ingin mengecap kehidupan kekal abadi seperti pernikahan—hidup selamanya bersama orang yang dicintainya.

“Aku tak perduli kau memikirkannya atau tidak .. ,” seloroh Nyonya Lee pada Jie-Ah. “ .. yang jelas, putraku adalah pria yang bertanggungjawab. Aku sudah mengajarinya sejak dulu. Dia akan menikahimu apapun jawabanmu itu … kecuali kau menolaknya. Tapi, kurasa—itu tak mungkin, .. karna kau mencintai Jung-Min .. “ Nyonya Lee memperhatikan Jie-Ah yang menundukan kepala semakin dalam. “Lagipula .. ,” sambungnya dengan senyum tersungging di bibir. “.. sudah saatnya keluarga Lee mempunyai penerus .. “

Mendadak Jie-Ah mengangkat wajahnya. “Penerus?”

“Ne .. ,” ujar Nyonya Lee. “Kenapa? Kau tak suka anak kecil?”

Jie-Ah mengeleng. “Anhi! Hanya saja .. “

Nyonya Lee memandanginya dengan pandangan bertanya. Begitu juga Jung-Min.

“Ada apa, Jie Ah-a?”

Jie-Ah menoleh pada Jung-Min.

“Ne?” tanya Jung-Min lagi.

“Sa .. saya … ,” Jie-Ah mengigit bibirnya. Perkataannya terputus, tak mampu diteruskan.


“Ada masalah?” desak Jung-Min.

Jie-Ah mengeleng. Kepalanya yang sudah ditundukan, diangkat kembali. Perlahan dia memutar badan, menghadap ke Nyonya Lee.

“Om .. ma .. ,” panggilnya dengan rada sungkan. “Gi .. gimana jika … jika saya .. tidak mampu … memberi keturunan .. pada keluarga Lee?”

“MWO?!!” Nyonya Lee dan Jung-Min berteriak secara bersamaan.

“Apa maksudmu?” tanya Nyonya Lee.

“Kenapa, Jie Ah-a?” sambut Jung-Min.

Jie-Ah kembali menundukan wajahnya. Dia menjawab dengan nada pelan—sangat pelan sampai hampir-hampir tak terdengar.

“Se .. setelah.. pencangkokan jantung yang kuterima .. , para dokter … mengatakan … me .. mereka mengatakan … aku, .. jantungku … terlalu lemah .. untuk .. menahan beban berat .. se .. seperti mengandung … Me .. mereka bilang .. jantungku .. akan berhenti berdetak jika .. jika aku nekad melakukannya … “

“MWO?!!”

Mata Nyonya Lee terbelalak lebar.

Sedangkan Jung-Min—memejamkan mata dan menghempakan kepalanya ke belakang. Dia lemas—sangat lemas … Mengapa begitu banyak cobaan yang harus ditanggung seorang gadis lemah seperti Jie-Ah … Mengapa?


***** oOo *****



”Tidak bisa!!" tandas Nyonya Lee tegas. Raut wajahnya yang sudah agak keriput itu berubah keras. "Kalian tidak boleh menikah!!"

"Weeyo?" ujar Jung-Min. "Tadi omma tidak bilang begitu!"

"Memang!!" sahut Nyonya Lee sambil menatap Jung-Min lekat-lekat. Gerahamnya terkatup rapat. "Tapi, itu sebelum omma mengetahui kenyataan yang sebenarnya ... ," sambung wanita paruh baya itu dengan nada datar. "Bahwa dia tak bia memberi keturunan pada keluarga kita .. "

"Omma ... "

"Cukup, Jung-Min a!!" perkataan Jung-Min diputus Nyonya Lee dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi. "Bagaimanapun, keputusan omma tak akan berubah. Selama dia tak bisa memberi keturunan kepadamu, diskusi ini tidak berlaku lagi." Dia melirik Jie-Ah sekilas, lalu beralih kembali pada Jung-Min. "Kau merupakan keturunan satu-satunya dari keluarga Lee. Semua harapan omma tergantung padamu." Raut Nyonya Lee tiba-tiba berubah sendu. "Apa kau tahu bagaimana sedih dan menyesalnya hati omma begitu mendengar kabar kematian abojimu saat kau masih berusia beberapa bulan? Apa kau bisa merasakannya, Jung-Min a? ...  Jika omma diberi kesempatan memilih, omma ingin memberi keturunan lebih banyak pada keluarga Lee ... Sungguh--omma ingin melakukannya ... Tapi sayang--semua sudah tak mungkin lagi. Abojimu meninggal dalam kecelakaan tragis itu. Omma harus berjuang seorang diri untuk membesarkanmu, tanpa .. aboji ... ," wanita itu mulai terisak halus. "Semua ... merupakan penyesalan terbesar sepanjang hidup omma .. "

"Omma .. ," desah Jung-Min. "Saya tahu ... " Lalu disentuhnya lengan ommanya, tapi segera ditepis dengan sengit.

"Karena itu--Jangan harap omma bakal merestui hubungan kalian berdua!!"

"Tapi, omma ... ," sela Jung-Min pelan. "Masalah kami berbeda. Kami sudah melalui banyak rintangan dan cobaan sampai bersama, dan ... "

"Lalu?!!" tandas Nyonya Lee--memutus perkataan Jung-Min. "Apa kau ingin melepas tanggung-jawabmu sebagai penerus Lee? Bagaimana kau menghadapi aboji dan leluhurmu kelak--di alam lain nanti?!"

"Sudah cukup!!" Jie-Ah yang sedari tadi diam dengan kepala tertunduk--mendadak mengeluarkan suaranya. "Jangan bertengkar hanya karna aku!! Tidak layak ... ," ujarnya sambil terisak halus. "Tidak layak .... ," dia mengeleng keras-keras. "Aku tak layak menerimanya ... "

"Jie-Ah a .. ," Jung-Min mendesah. Kemudian digenggamnya tangan gadis yang bergetar itu.

"Cukup, Jung-Min a ... ," ujar Jie-Ah. "Jangan bertengkar demi aku. Jangan membantah ommamu lagi. Benar katanya, tak seharusnya kau menikahi wanita seperti aku ... lupakan saja .. " sambil menghapus airmatanya, Jie-Ah berbalik dan bermaksud lari dari situ. Tapi baru selangkah, tubuhnya ditarik kembali oleh Jung-Min.

"Jangan pergi!" pinta Jung-Min sendu. "Aku sudah berjanji tak akan melepaskanmu lagi. Jadi apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkan mu pergi. ... Lagipula--kau juga sudah berjanji mempercayakan semuanya padaku, bener kan?"

Jie-Ah menghela nafasnya. "Jung-Min a ... "

"Jeobal .. percayakan semuanya padaku .... ," desis Jung-Min.

"Tapi ... "

"Lee Jung Min!!" Suara Nyonya Lee mengelegar dalam ruangan itu. Wanita yang biasanya lembut dan pengertian itu berdiri dengan tampang garang nya, tapi semua tak berpengaruh terhadap Jung-Min, yang sabar menanti jawaban dari Jie-Ah .. sampai gadis itu mengangguk lambat-lambat.

Jung-Min tersenyum. "Gumawo .. ," lalu dia beralih pada Nyonya Lee, " ... miane, omma .... Anggap saya anak durhaka--tapi ... saya tidak bisa meninggalkan Jie-Ah .. Mianeyo ... "

"Lee Jung Min .. ," Nyonya Lee mengangga. Dengan tangan gemetar, dia menunjuk Jie-Ah, " ... demi dia--wanita ini .. kau ... ," lalu tampangnya berubah keras. "Jangan menyesal, anak durhaka! Jika kau nekad menikahinya--omma akan memutuskan hubungan kita! Kau bukan putraku lagi! Bukan keturunan Lee!!"

"Nyonya Lee!!" Jie-Ah terperanjant kaget. "Kenapa seserius ini?"

Namun Jung-Min segera menarik tangannya. "Bukankah kau sudah mempercayakan semuanya padaku?"

"Iya, tapi .. "

"Biar saya yang menyelesaikannya .. ," seloroh Jung-Min. Dia berbalik kembali pada Nyonya Lee. "Jeongmal miane, omma .. Untuk sekarang--saya tak bisa berbuat lain .. sekali lagi, mianeyo .... Dua hari lagi, saya akan menemani Jie-Ah kembali ke Amerika. Mungkin .. saya akan lama di sana--tinggal dalam jangka waktu yang cukup panjang ... Saya berharap omma jaga diri baik-baik dalam jangka waktu itu .. Kita bicarakan lagi masalah ini setelah kepulanganku dari sana--setelah kita ... menenangkan diri ... "

"Sampai kapanpun omma tak akan merestui hubungan kalian!!" sahut Nyonya Lee tegas dan jelas.

"Kalau begitu .. miane ... ," sesal Jung-Min.

Dia mengenggam tangan Jie-Ah erat-erat dan memberinya senyum memenangkan. Setelah menunggu sebentar, dia mengerakan tangannya. "Kita pergi .. kacha ... "

"Lee Jung Min!!! Kau sungguh melakukan ini terhadap omma?!!"

Jung-Min menoleh. "Miane .. ," ujarnya pelan.

Nyonya Lee mengeleng. "Seharusnya omma tidak terlalu memanjakanmu ... ," dia berbisik sambil mengikuti kepergian Jung-Min dan Jie-Ah dengan pandangannya. "Omma menyesal, Jung-Min a ... Kau jadi tidak teratur .. Seenaknya sendiri ... "


***** oOo *****



Dua hari kemudian--di Incheon Airport ...

"Jung-Min a ... " Jie-Ah mengerakan tangan Jung-Min, yang mengenggamnya.

"Dhe?"

"A ... apa tak perlu dipertimbangkan kembali?" tanya Jie-Ah pelan. " ... kuliah ku .. bisa ditunda kok ... "

Jung-Min tersenyum. Lalu dia mengeleng perlahan. "Tidak perlu. Omma tak akan mengubah keputusannya untuk saat ini ... " Setelah berkata begitu, Jung-Min menundukan kepalanya.

"Miane .. ," sesal Jie-Ah.

Alis Jung-Min berkerut--Kepalanya diangkat kembali. "Untuk apa? Kau tak bersalah ... Aku yang mengambil keputusan ikut denganmu jadi kau tak perlu minta maaf ... "

"Tapi .. bagaimanapun .. "

"Sudahlah ... " Jung-Min menempelkan tangan di pundak Jie-Ah dan menekannya pelan. "Yang perlu kita lakukan sekarang adalah .. menikmati kebersamaan kita. Semua--serahkan pada waktu. Aku percaya suatu saat nanti, pintu hati omma akan terbuka .. Beliau akan menyerah dan merestui hubungan kita ... "

"Benarkah?" kata Jie-Ah lirih--tidak yakin dan terkesan bertanya pada diri sendiri.

Jung-Min yang tidak mendengarnya, merogoh ke dalam saku celana dan mengeluarkan sebuah ponsel. "Aku akan menghubungi hyung dan Hye-Mi buat menjaga omma selama kepergian kita ... ," kata Jung-Min sambil menekan nomor Seung-Gi. " ... jadi sekarang, .. kau tak perlu khawatir lagi kan?"

Jie-Ah tersenyum, lalu mengangguk pendek. Walaupun dalam hatinya masih terdapat perasaan menganjal atas keputusan yang diambil Jung-Min, dia tidak ingin memperlihatkannya.

"O--hyung. .... Saya? Ada di bandara ... ," kata Jung-Min di telepon. "Omma sudah menceritakan semuanya padamu? ... Ne, saya sudah memutuskannya ... Iya, hyung tahu itu--jadi percuma menasehatiku ... Kapan hyung pulang?" Jung-Min mendengarkan selama sesaat. "Seminggu lagi? Miane--saya tak bisa menghadiri pernikahan kalian ... Iya--jadi, .. tolong jaga omma .. Jika ada waktu, kunjungilah dia. Bawa serta si Hye-Mi ... omma akan terhibur dengan kehadirannya ... Miane, hyung--merepotkanmu .. "

Jung-Min berhenti sejenak--mendengarkan dengan seksama perkataan-perkataan Seung-Gi, kemudian dia mendesah.


"Tidak tahu ... Mungkin .. setelah kemarahannya mereda dan dia bersedia menerima Jie-Ah ... Hyung mengerti? Gumawo .. Iya .. Dan katakan pada Hye-Mi--jangan menyalahkan diri terus. Jie-Ah sudah memaafkannya .. Ne .. Sampai ketemu, hyung ... " Jung-Min bermaksud memutuskan sambungan teleponnya tapi tertunda oleh perkataan Seung-Gi selanjutnya.

"Ending 'Dream'?" Alis Jung-Min berkenyit. Lalu mendengarkan sejenak, setelah itu dia mendesah. "Miane ... saya belum punya ide .. Entahlah ... Ok, anyong ... "

Jung-Min kemudian mengembalikan ponsel ke dalam saku celananya. Sejenak dia melirik jam tangannya, lalu berpaling pada Jie-Ah. "Sudah saatnya berangkat ... Kacha .. "

Jie-Ah mengangguk, kemudian mereka berjalan ke dalam gerbang masuk dengan menjinjing koper di tangan masing-masing.


***** oOo *****


ok, saatnya [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
inet lemot nih,, mau upload piku ga bisa2,, update sekrg dgn piku minim, mau ga?
piku minim?? [what] terserah mami aja,,,reader cuma bisa ngikut!!! [heh] tapi kalo mami mau yg maksimal tunggu piku juga gapapa...saran aja!! [biggrin]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
inet lemot nih,, mau upload piku ga bisa2,, update sekrg dgn piku minim, mau ga?
piku minim?? [what] terserah mami aja,,,reader cuma bisa ngikut!!! [heh] tapi kalo mami mau yg maksimal tunggu piku juga gapapa...saran aja!! [biggrin]
udah diupdate [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Hua update jg akhrna.gomawo mami,, happy ending d akhrna mrka. Btw ni end part pa msh lnjut c mi?
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
ini toh kamsud mami piku minim?? aka benar"minim ( [laughing] [laughing])
maaaaam............ [head break] [head break]
setelah lewat dari mati suri,setelah jung min ngejar ji ah lagi...skarang knapa masi ada masalah sama kandungan Ji ah?? kejem amir mam..hammer2 hammer2
jangan2 mami mau buatin solusi bayi tabung buat Jung Min ma Ji Ah?? (sotoy critanya) [hmpfh]

Love you more than I can say