Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 20450 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Tittle : Septermber's Blue--My Rainy Days
Casts : Lee Min Ho and Goo Hye Sun
Started : May 29' 10
Ended : February 06' 11





Song of the story : The Rainy Day
http://www.youtube.com/watch?v=Sa2I7IefI1Y&feature=related


CHARACTERS :






         

         




CHAPTERS :


PROLOGUE

CHAPTER ONE :
Part (i)        I           Part (ii)       I       Part (iii)

CHAPTER TWO :
Part (i)         I         Part (ii)       I          Part (iii)

CHAPTER THREE :
Part (i)        I         Part (ii)       I         Part (iii)

CHAPTER FOUR :
Part (i)          I            Part (ii)          I            Part (iii)

CHAPTER FIVE :
Part (i)            I            Part (ii)            I            Part (iii)



******* ~~*~~*~~ *******
******









Menengadah ke langit, hujan turun lagi. Dia menunduk perlahan. Mengorek tanah basah dengan boots karet yang dipakainya. Detak-detik halus terdengar seiring air hujan yang jatuh mengenai payung yang menaungi kepalanya. Dekat ujung kakinya, serumpun mawar liar hampir mati tergenang air hujan.

Gadis muda berparas lembut dengan kulit seputih salju itu mendesah halus. Sepasang matanya yang sayu menjadi semakin sendu. Kepalanya terangkat dan beralih ke sudut belakang pondok tua yang didominasi warna putih. Sebuah rumah kaca kecil berdiri tegak di sana. Beranekaragam bunga tertanam di rumah kaca tersebut.

Sekali lagi, dia menghembuskan nafas berat. Seharusnya serumpun ini dia pindahkan ke dalam rumah kaca beberapa hari yang lalu. Seharusnya dia melakukannya!! Cuaca sangat aneh akhir-akhir ini. Hujan turun terus. Walaupun cuaca ini memudahkannya melakukan segala sesuatu (ya, karena dia hanya bisa bergerak bebas dalam udara sejuk seperti ini …), tapi tetap ada beberapa hal yang menyusahkannya. Seperti saat ini. Karena keteledorannya, salah satu peninggalan paling berharga dari orangtua yang meninggal dalam kecelakaan bersama kakak kembarnya sebulan yang lalu, tersia-siakan.

Dia mengamati serumpun dekat kakinya lagi. Air bening perlahan mengalir menuruni pipinya yang mulus dan jatuh ke tanah, berbaur dengan air hujan yang mengenangi tanah setinggi 2 senti. Tidak terdengar isakan keluar dari mulutnya. Sepasang mata itu juga tidak memperlihatkan perasaan apa-apa. Tetap sendu dan tidak bercahaya.

Lima menit kemudian, dia memutar tubuh kearah pondok kecil yang sudah ditinggalinya bersama keluarganya selama dua tahun. Masuk ke dalam pondok, dia menutup payung dan menyandarkannya ke dinding dekat pintu. Air merembes keluar, membasahi lantai. Tapi dia tidak perduli. Tanpa melepaskan sepatu karet yang masih membalut sepasang kakinya, dia mendekati sebuah kursi kecil dan menjatuhkan diri tepat di depan sebuah lukisan dari cat air. Dia mengamati lukisan hampir jadi itu tanpa berkedip.

Pondok dari kayu bercat putih itu tampak berantakan. Hampir seluruh sudut ruangan dipenuhi perlengkapan melukis. Kuas-kuas beraneka jenis dan ukuran berserakan di lantai, begitu juga kertas-kertas, pensil-pensil dan kaki-kaki penyangga lukisan.

Gadis itu masih tidak bergerak dari posisinya. Pandangannya terarah lurus ke punggung pria jangkung yang membelakanginya dalam lukisan tersebut. Tangan kanan pria itu memengang payung, menaunginya dan gadis di sebelah dari hujan deras yang ditumpahkan dari langit. Tangan kirinya merangkul erat gadis itu, seakan takut air hujan akan melukai gadis itu.

Dia tersenyum perlahan. “Pabo-a, bagaimana mungkin air hujan dapat melukai seseorang!!!”, dia mengutuk diri sendiri dalam hati. Bibirnya digigit kuat-kuat.

Kemudian dia meraih salah satu kuas yang tergeletak di lantai. Membasahinya dengan cat yang belum kering benar dari piring kaca di atas lantai. Setelah itu dia mulai mengoles lukisan tersebut. Mempertegas garis-garis yang masih kabur dari lukisan itu dengan hati-hati.

Dia melakukannya selama sepuluh menit. Setelah selesai, dia meletakkan kuas di tangannya keatas lantai. Dia merentangkan sepasang tangan lebar-lebar dan mengeluarkan suara “Ahhh … “ untuk merengangkan tubuh dari ketengangan selama sepuluh menit itu.

Perlahan, tangan kanannya terjulur, menyentuh punggung pria dalam lukisan. Bergerak dari atas ke bawah. Sangat pelan dan halus. Sepasang matanya semakin redup. Tidak bersinar.

“Kapan kamu hadir dalam hidupku? … Adakah orang sepertimu? … Datanglah segera! Munculah segera dalam hidupku! … Tarik aku keluar dari kegelapan ini, .. saya mohon …. “

Tangannya terkulai ke lantai dan kepalanya tertunduk dalam-dalam. Titik-titik air mulai jatuh ke lantai. Bukan air hujan yang dijatuhkan ke bumi, seperti yang ditumpahkan di luar sana. Tapi airmata yang hampir setiap hari menemani hidupnya.

-------------


Anak laki-laki kecil berusia sekitar 4 tahun itu berdiri tegak di depan pintu gerbang pondok dari kayu bernama ‘Everlasting’. Dia memakai jas hujan, lengkap dengan sepatu karet dan payung kecil yang melindungi kepalanya dari terpaan hujan lebat. Dia kelihatan ragu-ragu sejenak, sebelum akhirnya melangkahkan kakinya ke gerbang pondok itu.

“Bi-a!!! Apa yang kamu lakukan??!!”

Sebuah tangan menariknya kembali. Seorang wanita muda memandanginya dengan mata terbelalak lebar.
“Apa yang kamu lakukan?!!”, tanyanya lagi. Kali ini tidak sekeras tadi.

Bi menoleh pada ommanya. Sepasang mata yang polos itu berkedip berkali-kali.
“Bi mau ke sana ..”, tangan mungilnya yang tidak memengang payung menunjuk ke depan.

Ibu muda itu mengikuti arah yang ditunjuk putranya. Dia menahan nafas sejenak. Pondok ‘Everlasting’ terlihat kelam di cuaca sekelabu ini. Walaupun seluruh dindingnya dicat putih, tetap saja tidak memberi warna kehidupan terhadap pondok itu. Bulu kuduknya mulai berdiri.

Segera dia menarik tangan putranya dan menyeretnya pergi dari situ.
“Ingat Bi!!! Jangan sekali-kali mendekati pondok itu!! ..”

“Weo?”, tanya anak itu polos.

“Banyak kejadian sial terjadi di sana dan omma tidak ingin sesuatu terjadi padamu, arasso?!”, sahut si ibu muda tegas.

Anak itu tidak menjawab. Dia menoleh kembali ke pondok itu. Kekelaman semakin menyelimuti ‘Everlasting’. Mungkin karena hujan dan guntur yang semakin menghebat penyebabnya.

“Araso, Bi-a?”. Wanita muda itu mengayunkan tangan putra dalam genggamannya dan menatapnya tajam-tajam. “Araso?!”

Anak itu mengangguk perlahan. “Ne, omma .. “

---------------


Pemuda jangkung itu berlari di tengah hujan lebat. Sebelah tangannya mengenggam erat setumpuk kertas, sedangkan tangannya yang lain menarik jaket yang dipakainya ke atas, menutupi kepalanya dari air deras yang ditumpahkan dari langit.

Tanpa menghentikan langkahnya, dia menoleh ke kanan dan kiri, berusaha mencari tempat berteduh dari siraman hujan lebat. Tapi tidak ditemukannya. Tempat yang dilaluinya sekarang adalah sebuah lapangan luas. Lima menit kemudian, baru dilihatnya sebuah pondok kecil dari kayu, samar-samar di kejauhan sana. Pemuda itu mempercepat larinya.

Setelah sampai di sana, dia bernafas lega. Agak gugup dia membuka tumpukan kertas dalam tangannya. Basah semua. Kerja kerasnya selama dua minggu musnah sudah. Lukisan dan cerita yang dibuatnya dengan susah payah, dan kesempurnaan … , benarkah kesempurnaan?

Dia tersenyum lebar. “Tidak!! Semua ini hanya sampah!”

Kertas-kertas di tangannya berisi sketsa manga yang akan diterbitkannya tiga bulan mendatang. Tapi apa yang digambarnya di sana? Tidak ada!! Semuanya hanya berisi karakter utama pria dalam berbagai pose. Tertunduk dalam kehampaaan dengan rokok terselip di bibir. Kakinya yang panjang terlihat menarik. Begitu juga model rambut dan penampilannya. Tapi semua itu kurang dan bukan apa-apanya. Ada sesuatu yang hilang dalam sketsa-sketsa tersebut.

Dan dia tahu pasti apa kekurangannya. KARAKTER UTAMA WANITA, itulah yang kurang. Sampai sekarang, dia belum mendapat gambaran sedikitpun bagaimana mengeluarkan karakter tersebut lewat goresan tangannya.

Seorang gadis lugu dengan tampang sendu. Sepasang mata tanpa ekspresi, yang belum tersentuh kebiadaban dunia. Rambut lebat dan panjang yang menaungi wajah malaikatnya. Kulit putih bersih, seakan bersinar dalam kegelapan. Sepasang telinga yang panjang dan lancip, lengkap dengan sayap lebar dan indah yang transparan. Sepasang telapak kaki yang polos dan seakan melampung ketika dia melangkah di atas genangan air hujan.

Mata pemuda itu terpejam perlahan. “Mana ada gadis seperti itu?”, bentaknya dalam hati. Gadis dalam bayangannya tidak akan hidup di dunia ini. Dia merupakan bayangan seorang malaikat. Malaikat tanpa cacat. Pemuda itu menghembuskan nafas perlahan.

Dia menengadah ke langit. Air semakin deras ditumpahkan ke bumi. Dia sangat membenci cuaca seperti ini. Hari hujan selalu membuatnya gelisah.

Dia pecinta matahari. Sinarnya yang terang selalu memberikan pengharapan padanya. Begitu juga panasnya matahari, memberi dorongan padanya untuk berbuat lebih banyak. Menyelesaikan semua pekerjaan dengan semangat tinggi. Matahari perlambang kehidupan. Berbeda dengan hujan yang menimbulkan kekelaman dan kegelisahan dalam hatinya. Dia selalu berbuat salah jika hujan sudah turun. Tidak ada yang beres di hari hujan.

“Tidak seorangpun di dunia ini, yang menyukai cuaca seperti ini!!!”, ucapnya penuh keyakinan.

Tidak diketahuinya sama sekali kalau jauh di belakang sana, … di dalam pondok kecil di belakangnya, ada seseorang yang hanya dapat hidup di hari hujan .. di cuaca yang sangat dibencinya …..

---------    
« Last Edit: February 06, 2011, 08:04:45 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Share on Bluesky Share on Facebook


Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #1 on: May 29, 2010, 06:53:00 am »
cuman 1 komentar. LANJUTKAN!

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #2 on: May 29, 2010, 06:56:38 am »
cuman 1 komentar. LANJUTKAN!
[hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] pdhl cuma mau coba2 aja and bisa aja tamat ampe di sini [laughing] [laughing] kan nyambung atuh [smiley-gen013] [smiley-gen013]

dua org yg hidup di dunia yg berbeda, tp klu dilht dari komik bikinan si pemuda, kehidupan mereka terbalik di dunia maya [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #3 on: May 29, 2010, 07:04:33 am »
masa langsung tamat, ga terima aku

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #4 on: May 29, 2010, 07:10:53 am »
setuju sama liko. lanjutin aja mi..  [smiley-dance013] [smiley-gen013]

tapi pesan aku cuman satu : JANGAN LUPAIN FFMU YANG LAEN.. [hmpfh]

 [hmff]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


fara

  • Guest
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #5 on: May 29, 2010, 07:13:20 am »
Mami love ceritanya dilanjutin aja cz masih penasaran sama tokoh2 di sini...
Trus aku jg blm tau nama2nya jadi diterusin aja ya mi [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]  [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #6 on: May 29, 2010, 07:17:56 am »
setuju sama liko. lanjutin aja mi..  [smiley-dance013] [smiley-gen013]

tapi pesan aku cuman satu : JANGAN LUPAIN FFMU YANG LAEN.. [hmpfh]

 [hmff]
LOL .. sebenarnya lg males nulis nih, bengkok2 aja baru selesai part 1 [laughing] [laughing]

fara, ya masih ga tahu nama2 mereka [head break]
klu gitu gw beritahu deh, gadis itu si hyesun terus pemuda jangkung itu si minho, udah ya tamat ampe di sini [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #7 on: May 29, 2010, 07:43:37 am »

LOL .. sebenarnya lg males nulis nih, bengkok2 aja baru selesai part 1 [laughing] [laughing]

fara, ya masih ga tahu nama2 mereka [head break]
klu gitu gw beritahu deh, gadis itu si hyesun terus pemuda jangkung itu si minho, udah ya tamat ampe di sini [hmpfh] [hmpfh]
[/quote]

jiaah... [hammer] [hammer]
jangan dong mi... tanggung nih [love eyes]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #8 on: May 29, 2010, 07:57:04 am »
Mii ini jadi short ajaa iaaa..kalo ke reguler mah pastii lamaa bgt deh!! Okee okeee...! Hmph :p


fara

  • Guest
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #9 on: May 29, 2010, 08:06:29 am »
setuju sama liko. lanjutin aja mi..  [smiley-dance013] [smiley-gen013]

tapi pesan aku cuman satu : JANGAN LUPAIN FFMU YANG LAEN.. [hmpfh]

 [hmff]
LOL .. sebenarnya lg males nulis nih, bengkok2 aja baru selesai part 1 [laughing] [laughing]

fara, ya masih ga tahu nama2 mereka [head break]
klu gitu gw beritahu deh, gadis itu si hyesun terus pemuda jangkung itu si minho, udah ya tamat ampe di sini [hmpfh] [hmpfh]
yah jangan tamat mpe di sini dong mi, kan ceritanya blm jelas tuh mi masa cuma tentang hujan2 sama bangunan tua... Di [head break] [head break] [head break] [head break] sama mami... [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] 

btw, setuju sama neiya lanjutan'y dibuat short story aja mi..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #10 on: May 29, 2010, 08:55:49 am »
fara, kan judulnya emang hari2 hujan [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #11 on: May 29, 2010, 01:27:34 pm »
mam lanjoooootttttttttt lebih cepat lebih baek [hmpfh] [hmpfh] pengen nya siy yg reguler aja tp berhub mami masih punya tanggungan banyak ff n takut yg ini terlantar kalo dibikin reguler [hmpfh] jd yo setuju sm sist ney yg pendek aja dah mam seru kok critanya kalo dilanjoooot wokeh mamiku tayank [hug] [hug] [hug]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #12 on: May 29, 2010, 01:57:17 pm »
mam lanjoooootttttttttt lebih cepat lebih baek [hmpfh] [hmpfh] pengen nya siy yg reguler aja tp berhub mami masih punya tanggungan banyak ff n takut yg ini terlantar kalo dibikin reguler [hmpfh] jd yo setuju sm sist ney yg pendek aja dah mam seru kok critanya kalo dilanjoooot wokeh mamiku tayank [hug] [hug] [hug]
[head break] [head break] [head break] dasar nih, mintanya lebih mulu hammer2 hammer2 [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #13 on: May 29, 2010, 03:38:35 pm »
lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut...

ayo mi lanjut....

mami tau aja kesukaan ku ma yang namanya punggung... pa lagi ma lukisan yang ada punggungnya... ditambah lagi kalo punggungnya lebar... [on] [on] [on] [on]hehehehehehe...

* jatuh cinta pertama waktu liat punggungnya  [on] [on] [on] [on] [on] [on]*
 * di  [guns] [guns] ma sumua reader... gak ada hubungannya*

ayo mi lanjut...ditunggu cerita selanjutnya...

tapi sama juga ma yang lain...jangan lupakan ff mu yang lain... soalnya yang lain juga ditunggu kehadirannya...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
« Last Edit: May 29, 2010, 04:01:24 pm by ai_yuki »

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: September's blue : My Rainy Days
« Reply #14 on: May 29, 2010, 07:06:36 pm »
lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut lanjut  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] lanjut lanjut...

ayo mi lanjut....

mami tau aja kesukaan ku ma yang namanya punggung... pa lagi ma lukisan yang ada punggungnya... ditambah lagi kalo punggungnya lebar... [on] [on] [on] [on]hehehehehehe...

* jatuh cinta pertama waktu liat punggungnya  [on] [on] [on] [on] [on] [on]*
 * di  [guns] [guns] ma sumua reader... gak ada hubungannya*

ayo mi lanjut...ditunggu cerita selanjutnya...

tapi sama juga ma yang lain...jangan lupakan ff mu yang lain... soalnya yang lain juga ditunggu kehadirannya...

 [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
[guns] [guns] [guns] iya ga ada hubungannya [hmpfh] [hmpfh] klu yg ini dimasukan ke ff pendek berarti updatean setiap chpnya mesti panjang dong, jd berpikir memasukkannya ke kategori ff reguler supaya updatenya bisa pendek2 [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun