Author Topic: September's blue : My Rainy Days ~CHP 5 Part (iii) FINAL~6 Feb'11  (Read 20675 times)

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
gumawo udh di update mam ,, prtamany aq pikir hye sun it malaikat,hehe
trnyta bukan ya mam ,, ceritany bagus nih.
Lanjutanny jngn lama2 ye mam ..;)
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
gumawo udh di update mam ,, prtamany aq pikir hye sun it malaikat,hehe
trnyta bukan ya mam ,, ceritany bagus nih.
Lanjutanny jngn lama2 ye mam ..;)
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mamiiiiiiiiiiiiiiiii mana nih update-an nya katanya weekend mau diupdate aku tagih nih [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
lum dibikin, kemarin2 sibuk ama ul [hmpfh] [hmpfh]
but karena ff ini updateannya kan pendek2 tar gw selesaiin deh [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Ni koment Q yg ke 2 di CM,
Mami,. . . Lanjutin aja. . Masa sgitu dah end sich. . ?
Gk trima kLo brakhir scpet ntu..!


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Ni koment Q yg ke 2 di CM,
Mami,. . . Lanjutin aja. . Masa sgitu dah end sich. . ?
Gk trima kLo brakhir scpet ntu..!
belum tamat say, bakal berlanjut hehehe

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Ni koment Q yg ke 2 di CM,
Mami,. . . Lanjutin aja. . Masa sgitu dah end sich. . ?
Gk trima kLo brakhir scpet ntu..!
belum tamat say, bakal berlanjut hehehe

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]gtu dg mi,, asooooyyyyy msih luanjut..... [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gw usahain selesaikan part 2 nya [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] thx bgt mami'kuw syg  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
mami....chukae ff barunya & ff yang lain jangan terbengkalai ya...

aku pikir cewenya peri gitu seperti yang di fil ring trilogy ternyata cuman imajinasi cowonya toh...

mi, gimana klo miracle di buat pendek2x gini aja daripada di anggurin...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mami....chukae ff barunya & ff yang lain jangan terbengkalai ya...

aku pikir cewenya peri gitu seperti yang di fil ring trilogy ternyata cuman imajinasi cowonya toh...

mi, gimana klo miracle di buat pendek2x gini aja daripada di anggurin...
no, miracle bener2 kehilangan ide, tar deh klu udah dpt ide baru diterusin [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




ADDITIONAL CASTS :


Lee Seung-Gi as Yeon Seung-Gi


Yoona SNSD as Jung Hye-Mi


"Huatchiiiiiiii!!!!! .... ". Air langsung bersemburan kemana-kemana.

Tergesa dia mengambil tisu dari kotak bunga-bunga kecil di atas meja kerja dan mengosokkannya ke hidung berkali-kali sampai memerah.

"Ahhh ..... ", desahnya. Flu sangat mengesalkan!!!

"Yaa Lee Jung-Min, - Hati-hati dengan virusmu!". Protes Yeon Seung-Gi yang sudah berdiri di sampingnya. "Ada apa denganmu? Ya, akhirnya sakit juga?! - Sudah kuperingatkan kamu untuk membawa payung kan? Cuaca sangat aneh akhir-akhir ini, tidak bisa diperkirakan dulu. Tuh departemen cuaca ramalannya salah mulu malah huhhhh ... Lain kali bawa payung kalau keluyuran dalam hujan ... ", sederatan kata berlontaran dari bibir Seung-Gi.

Tanpa menghiraukan kecerewatan Seung-Gi yang memang sudah terkenal di kantor kecil 'Sketch Your Dream' yang didirikannya tiga tahun lalu dengan hanya beranggotakan 5 orang, termasuk dirinya, Jung-Min kembali menarik beberapa tisu dari dalam kotak dan menyemprotkan cairan yang hampir jatuh dari sudut hidungnya. "Chiiiiiiiiiiii !!!!!! .........."

"Ohh kamu menjijikkan sekali ... ". Seung-Gi langsung mundur beberapa langkah dan menutup hidung serta bibirnya dengan tangan.

"Karena itu, menjauhlah dariku!!!", seru Jung-Min sambil mengulung tisu yang sudah digunakan tadi dalam bentuk bola kemudian melemparkannya ke tong sampah yang terletak agak jauh dari meja kerjanya. "Bingo ... ", teriaknya ketika bola tisu itu sukses meluncur masuk ke dalam tong sampah.

"Oh kamu sungguh tidak dapat dipercaya!!!"

"Ha .. ha ... hyung terlalu serius. -Saya hanya flu biasa, jadi jangan khawatir. Walaupun menular, tidak parah-parah amat kok he .. he .. ", ketawa Jung-Min meledak saat itu juga, yang langsung disambut wajah berkerut bak siputnya Seung-Gi.


"Kamu semakin seenaknya saja ..", gerutu pemuda itu.

Jung-Min mengangkat bahu, cuek. Kekehan pelan masih terdengar dari mulutnya. Sedangkan Seung-Gi, kerutan di wajahnya semakin mendalam. Perlahan dia mendekati meja Jung-Min, yang tadi dijauhinya akibat menghidari virus ~istilah Seung-Gi buat flu Jung-Min~ yang disemprotkan Jung-Min. Diamatinya 'bos' mudanya itu dengan seksama. Hidung mancung Jung-Min kelihatan sangat merah dan kulitnya agak terkelupas, sepasang matanya sayu - mungkin kurang tidur-, tapi bibirnya menyunggingkan senyum misterius. Ini yang menarik perhatian Seung-Gi.

"Apa itu?". Seung-Gi menunjuk setumpuk kertas di pojok kanan meja.

Jung-Min melirik arah yang ditunjuk Seung-Gi. "Sketsa 'Dream'-", jawabnya pendek.

"Mwo??!! Kamu serius?!! Mengapa bisa begini?!". Mata Seung-Gi membulat. Diraihnya tumpukan kertas tersebut. Semua gambarnya memudar, tidak berbentuk lagi.

"Tersiram hujan .. ", sambung Jung-Min, tanpa melihat kearah Seung-Gi.

Tangannya menarik buku sketsa dari timpaan manga-manga yang menumpuk di atas meja dan mulai mengoleskan pensilnya ke sketsa yang hampir jadi dibuatnya di rumah kemarin malam.

"Yaaaa kamu ini!! Sudah kubilang bawa payung, bawa payung, - tapi kamu nggak mau dengar!! Begini deh jadinya,-"

Ocehan-ocehan Seung-Gi membuat Jung-Min melirik sekilas padanya. Hembusan halus terdengar. Perlahan, bibir bawah Jung-Min meruncing ke depan. Seung-Gi memang cerewet!! Kemudian, tanpa mengubris Seung-Gi lagi, dia meneruskan goresan pensil pada buku sketsa dihadapannya. Merasa tidak diperdulikan, Seung-Gi mengamati kesibukan Jung-Min. Alisnya berkenyit. Sketsa itu menarik perhatiannya.

"Apa itu?", tanyanya.

"Ini ... ". Tepat pada saat itu ponsel Jung-Min yang tergeletak di atas meja berbunyi, tic .. tac ... tic .. tac ...

Jung-Min melirik layar ponsel. Tampangnya langsung berubah begitu mendapati nama yang terpampang di sana. Dia segera memencet tombol off.

"Saya lihat!!!"

Sesuatu tertarik dari tangannya. Jung-Min mengangkat wajah dan mendapati buku sketsanya sudah berpindah tangan. Kening Seung-Gi mengenyit ketika menyapu sketsa yang dibuat Jung-Min di buku itu.

"Omo!! Dari mana kamu dapat inspirasi ini?", Seung-Gi mengalihkan perhatian pada Jung-Min. "Apakah ini model asli? Dia kelihatan hidup sekali?"

Sebelum Jung-Min menjawab, deringan ponselnya terdengar lagi .. tic .. tac .. tic .. tac ...

"Huhhh ... ", Jung-Min kembali memencet tombol off. Tampangnya semakin keruh.

"Dhugu?", tanya Seung-Gi.

Jung-Min berdiri dari kursi. Tangannya segera terulur ke depan. "Kembalikan buku sketsa itu!!"

"Mwo?"

"Kembalikan buku sketsa itu, kataku!!!", ulang Jung-Min tegas.

"Yaaa Lee Jung-Min, mengapa setegang itu? Saya kan cuma berpendapat sedikit pada sketsamu, masa gitu aja marah?". Seung-Gi berdecak pelan sambil menyodorkan kembali buku sketsa di tangannya pada Jung-Min.

Pemuda itu menerimanya tanpa mengatakan apa-apa.

"Lalu bagaimana dengan sketsa-sketsa itu?". Seung-Gi menunjuk tumpukan sketsa yang sudah tidak berbentuk dengan mulutnya, "Semuanya tidak terpakai lagi kan?"

Jung-Min melirik sekilas tumpukan sketsa yang ditunjuk Seung-Gi. Dia tidak segera menjawab. Setelah menyingkirkan pensil-pensil dihadapannya ke kaleng kosong dekat kompi, dia mengambil gelas dari atas meja dan berdiri dari tempatnya.

"Lee Jung-Min .. "

"Saya akan membuat lagi sketsa-sketsa itu. Hyung jangan khawatir, karakter itu sudah tertanam dalam otakku ...", kata Jung-Min tanpa membalikkan tubuhnya. Setelah itu dia berjalan ke pantry. Tapi langkahnya terhenti sampai di ambang pintu. Dia segera memutar badan 180 derajat ke arah Seung-Gi.

"Jangan menyentuh sketsaku!!!". Tepat saat itu Seung-Gi sudah sibuk dengan buku sketsa yang tadi ditaruhnya di atas meja. "HYUNGGGGGGGGGG!!!!!!", teriakan Jung-Min mengelegar di ruang kantor yang tidak begitu besar itu. Yoona, Joon dan Hoon segera mengalihkan perhatian pada mereka.

"Ok, ok, miane .. ". Seung-Gi langsung melempar buku sketsa itu ke meja. "Saya tidak akan menyentuhnya lagi!! promise .. ", dia tersenyum perlahan.

Mata Jung-Min seakan meloncat keluar ketika memelototi Seung-Gi. "Saya tidak main-main hyung!!", tekannya keras.

"Ne, araso .. "

Jung-Min berdiri di depan pintu pantry selama lima menit. Setelah yakin Seung-Gi tidak akan melakukan mengulangi tindakannya lagi, dia mulai melangkahkan kakinya.

"Hey ada apa dengan Jung-Min? Tidak biasanya dia emosian begitu,-", Joon mencondongkan badan ke depan, berusaha mengorek informasi dari Seung-Gi, tapi segera tertahan oleh ponsel Jung-Min yang berteriak untuk ketigakalinya.

tic .. tac .. tic ... tac ....

Seung-Gi menatap layar ponsel, dan tubuhnya langsung tegak lurus begitu melihat nama yang terbaca di layar. Tergesa, dia meraih ponsel itu, memencet tombol warna hijau kemudian membawanya ke telinga.

"anyongheseyo Hye-Mi-a .. Kapan kamu kembali?", sapanya manis.

"Anyong Gi oppa, Saya tiba tiga hari yang lalu, dan .. mana Min oppa?", suara cempreng Hye-Mi terdengar dari seberang.

"Tiba hari ini? Oh kamu pasti sangat capek setelah penerbangan yang panjang itu. Bagaimana keadaanmu?"

"Mana Min oppa?". Tanpa menghiraukan pertanyaan Seung-Gi, Hye-Mi mengulangi pertanyaan yang tidak terjawab tadi.

Seung-Gi mendesah perlahan. Hye-Mi tidak bisa diajak berbasa-basi. Anak itu bawaannya tidak sabaran. "Jung-Min ada di pantry. Ada keperluan apa Hye-Mi-a?", tanya Seung-Gi lembut.

"Saya ingin bicara dengan Min oppa. Sekarang juga!!!", sahut Hye-Mi tegas.

Seung-Gi mendesah lagi. "Huhhh mengapa anak itu selalu dingin padanya!!!". "Tunggu sebentar .. ", Seung-Gi menurunkan ponselnya, "HEYYYY JUNG-MIN!!", dia melambai pada Jung-Min yang baru keluar dari pantry, "Hye-Mi .. ", sambungnya sambil menunjuk ponsel dalam genggaman tangannya.

Kening Jung-Min mengenyit begitu mendengar nama Hye-Mi. 'Untuk apa adik angkatnya itu menghubunginya terus?' Sudah dari kemarin, sejak dia keluar dari rumah yang ditinggali selama beberapa tahun bersama ommanya, anak itu meneleponnya terus. "Apa dia tidak tahu kalau saya sengaja menghindarinya dengan pindah dari rumah itu? Huhhh ", gerutunya dalam hati.

Jung-Min mengelengkan kepala pada Seung-Gi yang masih menunjuk pada ponsel di tangannya.

"Weo?", tanya Seung-Gi dengan gerakan bibirnya.

Jung-Min kembali mengelengkan kepala sambil mengibaskan tangannya berkali-kali.

Seung-Gi memandanginya dengan pandangan bertanya, kemudian mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Perlahan, dia mendekatkan ponsel itu ke telinga lagi. "Hye-Mi-a, miane. Jung-Min baru saja keluar dari kantor .."

"Mwo? Mengapa bisa begitu? Kapan dia kembali?", tanya Hye-Mi bertubi-tubi.

"Saya tidak tahu. Miane Hye-Mi-a .. ", jawab Seung-Gi sambil mengikuti gerakan tangan Jung-Min.

"O baiklah. Araso. Sampai di sini saja, Gi oppa! Bye .. " .... tutttttttt terdengar dari seberang.

Seung-Gi menurunkan ponsel dari telinga dan menyodorkannya pada Jung-Min. "Ada apa sebenarnya dengan kalian?", tanyanya penasaran.

Jung-Min menerima ponsel itu dan memasukkannya ke dalam tas selempangnya. Begitu juga buku sketsa ~memperhatikannya untuk beberapa lama,


...pensil dan beberapa manga. "Tidak ada apa-apa ... ", jawab Jung-Min sekedarnya. Setelah itu dia menyampirkan tas itu ke pundaknya. "Saya pergi dulu hyung .. ". Terburu Jung-Min menuju pintu keluar.

"Heyyy Jung-Min-a, kamu mau kemana?", teriak Seung-Gi dari tempatnya.

Jung-Min menoleh padanya dan ikut berteriak, "Saya ada keperluan lain!!!"

"Ingat bawa payung dongseng-a!! Jangan sampai sketsamu basah lagi gara-gara hujan .. "

Jung-Min segera mengajungkan tangan pada Seung-Gi. "Jangan khawatir hyung, cuaca hari ini cukup bagus!".

Setelah mengatakan itu, Jung-Min meneruskan langkah ke pintu. "Saya paling benci bawa payung!! Dan juga hujan ... huhhh ... sedia payung sebelum hujan, tidak ada dalam kamusku. Yang ada hindari hujan tidak perlu payung .. ", desis Jung-Min halus.


~ ~ ~ ~ ~ % % % ~ ~ ~ ~ ~



Jie-Ah mengambil selembar kertas dari meja panjang dekat jendela dan memasangnya ke papan penyangga lukisan yang sudah kosong. Setelah berpikir sejenak, dia menjatuhkan diri ke kursi pendek, tepat di depan papan tersebut.



Jie-Ah mengambil kuas kayu dari lantai, kemudian menumpukan dagunya ke tangan yang memengang kuas tersebut. Dia sedang berpikir keras. Hari ini dia ingin memulai lukisan baru, tapi ide buat lukisan itu tidak diperolehnya. Apa yang diinginkannya sekarang? Kemarin-kemarin dia membutuhkan seorang malaikat, sehingga terwujudlah lukisan pria dengan kekuatan besar dalam melindungi kekasihnya di hari hujan. Romantis, kekal dan abadi. Mimpi/Dream!! Begitulah dia menamakan lukisan itu.

Perlahan Jie-Ah menoleh ke 'Dream'. Lukisan itu terlihat dingin dan kaku, sesuatu yang terlihat nyata tapi tidak tergapai oleh tangannya. Dia berada dalam posisi tersebut selama beberapa menit. 'Dream' membuatnya tidak bisa berpaling.

Sepuluh menit kemudian, Jie-Ah mulai menyapukan kuas di tangannya ke kertas yang terpasang di papan. Dia tidak mampu berpikir jernih saat itu. Dia hanya mengikuti kata hati dan tangannya bergerak tanpa diperintah oleh otaknya, bergerak begitu saja. Garis-garis panjang dan pendek, goresan-goresan tebal dan tipis, tidak berbentuk dan sangat samar terpoles di kertas itu.

"Ahhhh .... ".

Jie-Ah menjatuhkan kuas di tangannya ke lantai. Sekuat tenaga dia menarik nafas dan berusaha memenuhi paru-parunya dengan udara. Tangan kanannya menekan bagian dadanya. Wajahnya berubah pucat, dan dia segera berpaling keluar jendela. Matahari bersinar terik di luar sana. Memancarkan sinarnya yang panas membakar. Kaca panjang jendela berkilau dan memantulkan panas api ke dalam ruangan.


Jie-Ah berdiri dari kursinya. Agak sempoyongan dia berjalan ke tombol AC dekat ranjang, dan menurunkan suhu udara di ruangan itu. Kemudian dia membuka laci kecil sebelah ranjang, mengambil kotak kecil berisi pil warna-warni dan menumpahkan beberapa ke telapak tangannya. Setelah itu dia berjalan ke meja, menuang segelas air dan memasukkan pil-pil tersebut ke dalam mulutnya. Kemudian dia meneguk air dalam gelas sampai habis. Dengan nafas tersengal-sengal, Jie-Ah menjatuhkan diri ke ranjang. Matanya terpejam perlahan. Dua butir air bening mengalir dari sudut mata dan jatuh membasahi seprai abu-abu yang mengalasi ranjangnya.


~ ~ ~ ~ ~ % % % ~ ~ ~ ~ ~



Jung-Min melindungi wajah dari sinar matahari dengan tangannya. Dia berjalan melintasi lapangan luas yang membatasi daerah perkotaan dengan perumahan tua yang kemarin tidak sengaja didatanginya. Wajahnya berseri-seri sepanjang perjalanan itu. Semangatnya sedang meluap karena sinar matahari selalu memberi inspirasi dan kehidupan baru baginya.


Lima menit kemudian Jung-Min sampai di pintu gerbang dari kayu tua yang terlihat masih kokoh itu. Dia menunggu selama beberapa menit. Tidak terdengar suara ataupun tanda kehidupan dari belakang pintu. Dahi Jung-Min berkenyit, kemudian dia meraih gelang kecil dari besi yang tergantung di tengah pintu dan membenturkannya.

tok .... tok .... tok .... , tidak ada reaksi dari balik pintu.

tok ... tok ... tok .... , Jung-Min mengulanginya lagi, tapi tetap keadaan di sekitar tempat itu sunyi dan mati.

Jung-Min menghentikan usahanya setelah pengulangan yang entah keberapa kali. Sambil menghembuskan nafas keras-keras dia menyandar ke pintu dan pandangannya mengarah ke bukit hijau nan jauh di sana. Dia berdiri dalam posisi yang sama, tidak bergerak. Menunggu dan menunggu penghuni rumah itu keluar dari sarangnya.

Sepuluh menit berlalu, ... duapuluh, ... tigapuluh, .... , satu jam sudah dia berdiri di situ. Perlahan kepalanya tertunduk, kemudian menjatuhkan diri - duduk di tangga pendek yang menghubungkan jalan tanah dan pintu gerbang di belakangnya.


"Tuan menunggu seseorang?"

Pertanyaan itu masuk ke telinga Jung-Min. Agak tersentak dia mengangkat wajah dan mengarahkan pandangan ke depan. Seorang wanita muda sedang memandanginya. Tidak jauh dari situ seorang anak laki-laki kecil berputar mengelilingi wanita itu dengan suara ketawanya yang khas dan nyaring.
"Hentikan kekonyolanmu, Bi-a!!", perintah wanita muda itu. Dia menarik lengan anak itu sehingga merapat ke tubuhnya. "Jangan main-main lagi! Lihat kamu sudah keringatan,-"

Anak itu langsung menjulurkan lidahnya. "Weeee ... "

Tangan si wanita sudah terangkat ke atas, dengan maksud memberi peringatan kepada anak itu, ketika suara Jung-Min terdengar, ..

"Apa agashi tahu kemana perginya penghuni rumah ini?"

Wanita tersebut menghentikan perbuatannya. Dia menoleh pada Jung-Min. "Penghuni rumah itu? Pondok itu maksud tuan?"

"Ne .. "

"O .. ", mulut wanita itu terbuka. "Kalau begitu sebaiknya tuan pergi saja dan kembali lagi waktu hujan .. "

"Mwo? Mengapa begitu?", tanya Jung-Min tidak mengerti.

Wanita itu tidak segera menjawab. Bukan karena tidak berniat menjawab, tapi kelakuan anak di sebelah lebih menarik perhatiannya.
"Berdiri di situ, Bi-a!!!", perintahnya pada Bi yang sudah berlari kearah Jung-Min.

"Omma, noona tidak keluar!!", teriak Bi sambil menunjuk ke gerbang kayu di belakang Jung-Min.

Teriakan itu menarik perhatian Jung-Min sehingga dia segera menoleh ke pintu itu. "Kamu mengenal penghuni rumah ini, anak kecil?"

"Aniyo!!", wanita itu segera menarik putranya kembali. "Kami tidak mengenalnya."

Jung-Min mengamati wanita dihadapannya dengan seksama. Dia terlihat gugup dan memeluk putranya erat-erat. Kelakuannya sangat mencurigakan. "Tidak?", mata Jung-Min menyipit.

"Ne, -", jawab si wanita, berusaha menghindari pandangan Jung-Min. "Saya hanya mengenal keluarga itu. Tapi wanita muda yang keluyuran di hari hujan, saya tidak mengenalnya .. ", sambung wanita muda itu.

"Keluyuran di hari hujan?"

"Ne. Pondok tua itu didirikan Park Jae In, salah satu arsitek Korea yang paling terkenal di masanya, sekitar 100 tahun yang lalu .. ", si wanita memulai ceritanya. "Lalu sesuatu terjadi. Menurut cerita yang kudengar dari nenek, Park Jae In-ssi ditemukan meninggal dalam pondok itu. Sebilah pisau panjang menembus jantungnya dan sampai sekarang misteri kematiannya belum terungkap. Siapa yang membunuhnya dan apa yang mendasari pembunuhan berdarah itu .., tidak ada yang tahu .. ", sampai di sini, wanita itu menghentikan ceritanya.

"Lalu apa hubungannya dengan penghuni rumah yang sekarang?", tanya Jung-Min.

Mata yang terarah ke pintu gerbang di belakang Jung-Min, berbalik lagi padanya. "Limapuluh tahun lamanya pondok itu dibiarkan kosong .. ", lanjut wanita itu. "Keluarga Moon pindah ke sana dan tinggal tidak lebih dari setengah tahun karena bayi mereka meninggal setelah kelahirannya di hari ke 40. Sepuluh tahun kemudian keluarga Kim menapakkan kaki di pondok itu dan mengalami hal yang sama. Mr. Kim meninggal tertimpa lampu kristal di ruang depan, setelah itu keluarga Lee, ... ", wanita itu berpikir sebentar, kemudian mengeleng pelan, " .. tidak! bukan keluarga Lee. Kalau tidak salah keluarga Jang, -semua hewan peliharaannya mati terserang virus mematikan. Lalu keluarga Jung, Choi, dan entah keluarga mana lagi, yang tidak mempercayai adanya kutukan dalam pondok itu. Yang terakhir pindah ke sana keluarga Goo. Mereka termasuk penghuni yang paling lama di pondok itu. Sekitar 2 tahun. Tapi tetap saja kutukan itu tidak bisa dihindari. Mr, Mrs dan tuan muda Goo meninggal dalam kecelakaan tragis sebulan yang lalu. Yang tertinggal hanya putri mereka. Saya jarang melihat gadis itu keluar dari pondoknya. Dia hanya akan keluar di hari hujan, dan menurutku itu sangat aneh. Mungkin dia punya kelainan, saya juga tidak tahu. Lebih anehnya lagi para penghuni Goo juga tidak pernah bercerita tentang gadis yang satu itu. Kami sering bertutursapa kalau bertemu, tapi tidak akrab."

Jung-Min menghayati cerita itu, baris demi baris, kata demi kata, dalam kebisuan dan keheningan. Pandangannya mengarah ke belakang lagi, dan entah mengapa- dia merasa dingin dan beku walaupun matahari bersinar dengan terik. "Ada apa sebenarnya di balik tembok tua ini?!!"


 
~ ~ ~ ~ ~ % % % ~ ~ ~ ~ ~

bersambung ke chapter 1 part (iii) ~~~
« Last Edit: June 15, 2010, 03:10:29 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
omma loph,.  [cheekkiss] makasih udah diupdate  [hmpfh] baca dulu ah...   [jumpy]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
wah... suka banget sama foto hye sun onnie disini  [biggrin] keliatan cute banget  [lovestruck] cantik banget, suka deh sama rambut panjangnya  [lovestruck] omma loph cepet ketemuin jung min sama ji ah lagi dong  [hmff] o ya... jangan sampe bikin hye sun/ji ah punya kelainan ya  [nono] . part selanjutnya kapan nih ??? udah penasaran.com  [bye]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline kimmy_minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 45
  • saranghae min ho oppa 4ever
  • Location: jakarta
    • View Profile
udah di update to' part 2'ny , gumawo mamiii ..
si ji ah it pnya pnyakit ya mam ?
koq kalo kena cuaca pnas dy minum obat gtu ..*sotoy*hhe..
pngen cepet" liat jung min ktmu ji ah  nih .. ;)
"Being deeply loved by someone give u strength loving some deeply give u courage" ..

Offline pink_girly

  • Full
  • ***
  • Posts: 341
  • <3 MinSun
    • View Profile
mommyyy...  [smiley-gen013] [smiley-gen013] thx for update... [flowers]
mom, kog HS eonni d'sini kyk hantu gtu ya,,?? merinding aku bacanya... [goodgrief]
eh, ia mom kog tumben yo rajin amat post ff...??? [hmpfh] *qding kog mom..* punk
AYO MOMMY LEBIH SEMANGAT LAGI POST FF.... [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]