CallMinsun
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
1 Hour
1 Day
1 Week
1 Month
Forever
Login with username, password and session length
News:
Home
Search
Calendar
Login
Register
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
*young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
« previous
next »
Print
Pages:
1
...
33
34
[
35
]
36
37
38
Go Down
Author
Topic: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010- (Read 27622 times)
Echyn MinHo LeeSun
Senior
Posts: 635
gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
Location: manado
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #510
on:
October 14, 2010, 07:09:23 am »
ENDIN YM
***
Hari demi hari terus bergulir..kebahagiaan kami bertiga lebih diwarnai karna hadirnya tetangga baru yaitu chae rim onnie beserta anak kembarnya.. Minsunku terlihat begitu bahagia mempunyai teman yang bisa ia ajak bermain bersama..tidak lagi ku kurung di rumah dengan segudang permainan..sedih juga rasanya, biasanya minsun selalu bersamaku. Tetapi sekarang ia lebih sering bermain bersama chae joon dan chae jun..
Malam minggu...
"Sun-a! Apa aku boleh pinjam minsun sehari? Ia begitu menggemaskan!" Pinta geun suk geregetan sembari mencubit pipi minsun.
"Enak saja! Langkahi dulu mayatku!" Tolak mino mentah mentah
"Ciiiih!" Geun suk mencibir.. "Minsun-a! Kalau sudah besar menikah dengan ajussi ya!" Riangnya
"Yaa! Dasar gila!" Cibir shinhye..
Geun suk hanya menjawab cibiran kekasihnya itu dengan juluran lidah nakal.
Minsun menggeleng mantap. " Anyii, aku sudah mempunyai calon suami ajussi." Katanya mantap
"Hahaha rasakan kau ditolak mentah mentah oleh anak kecil!" Bum kegelian sendiri dan hampir saja tersedak donat yang ia kunyah. Untung saja ada so eun disampingnya, ia langsung menyodori bum segelas air putih.
"Mwo? Dhugu?" Geun suk terlihat sangat kaget. Begitu jugu dengan yang lainnya.
"Chae joon dan chae jun!" Jawab minsun gembira sembari memainkan tiga boneka beruang besar pemberian ill woo, geun suk, dan juga bum.
"Waah minsun-a! Ternyata kau sudah akrab dengan joon dan jun yaa! Ajumma sangat senang !" Ucap eun hye sembari melahap macaroni panggang buatanku.
"Yee minsun suka sekali mereka berdua!!"
"Yaa! Sudah appa bilang tidak semudah itu mereka menikahimu selagi masih ada appa!" Ucap mino kesal. Ia sudah frustasi putri semata wayangnya ini sedang rajin rajinnya meminta dinikahkan. -Apakah ia mau mengikuti jejakku dan hye sun? Menikah diusia muda? Anyii, antwe! Cukup kesalahan itu terjadi pada kami. Tapi tidak untuk minsun- batin mino
Aku, shinhye, dara, eun hye, bum, il woo dan juga geunsuk tertawa terbahak bahak melihat tingkah laku ayah dan anak yang satu ini..
Kami terus bercanda gurau sampai jam sepuluh malam.. Entah itu bernostalgia masa masa SMA dulu.. Atau membicarakan masa sekarang.. Malam minggu yang sangat menyenangkan!
Tak terasa sudah pukul 10 malam...
"Minsun-a, wee? Kau tampak pucat sayang." Ujar ilwoo yang memang sedari tadi bermain bersama minsun.
"Oh? Anyi ajussi aku tak apa..." Minsun tersenyum lembut pada ilwoo
Mendengarnya membuat aku segera menghampiri anakku. Kupingku sangat sensitif jika sudah mendengar apapun mengenai kondisi putriku..
"Sayang, apho?" Tanyaku khawatir
"Anyi.. omma.. Gwenchana." Balas minsun lembut
"Sun-a, bawa minsun ke kamar, sudah waktunya tidur..." Printah mino final.
"Kacha..." Kugendong cepat minsun menuju kamar..
"Ajussi, ajumma, aku pamit tidur ya... Selamat malam. Dan terimakasih untuk hadiahnya." Pamit minsun sebelum benar benar memasuki kamar.
Yang dipamiti langsung menghambur ke arah minsun dan mendaratkan ciuman sayang pada kening minsun secara bergantian..
***
Pukul 1 dini hari..
Para rombongan antara mantan pemain futsal dan cheerleaders SMA shinhwa telah pulang kerumah masing masing...
@kamar....
"Baby..." Minho berbisik mesra ditelingaku..aku yang memang masih dalam keadaan -baru saja mandi- dan tubuh hanya terbungkus dengan handuk kimono langsung saja merasa merinding dibuatnya. Helaan nafas minho di telingaku, membuatku mulai sedikit terangsang dibuatnya..
"Hmm...." Kupegang tangan minho yang melingkar dipinggangku. Menyuruhnya untuk lebih kuat memeluk tubuhku..
"Aku sangat merindukanmu..." Bisiknya mesra sekali lagi ditelingaku. Ah dia memang sangat mengerti dimana daerah sensitifku.
"Jadi?" Tantangku padanya
"Jadi.. Aku ingin menghabiskan malam ini bergerak bersamamu..." Pintanya manja..
Aku terkekeh mendengarnya.. Segera aku memutarkan tubuhku sehingga aku bisa menatap wajahnya yang sedang mengalami birahi tingkat tinggi tersebut...
"Kalau begitu akan kusambut ajakan itu dengan senang hati suamiku.." Cepat aku menarik leher minho menggunakan kedua tanganku.
"Cium aku....." pintaku. Ah lebih tepatnya tantangku...
Dan tanpa banyak membuang waktu, minho langsung saja menyambar habis bibirku.. Menyedotnya hingga tak bersisa sedikitpun di dalam mulutnya.aku hanya membuka lebar-lebar mulutku, agar lidah panjang minho dapat masuk leluasa ke dalam rongga mulutku.
Esoknya..
Siang hari seperti biasa..
Minsun tengah menghabiskan makan siangnya bersamaku.. Semenjak kedatangan joon dan juga jun selera makan minsun menjadi bertambah. Ia begitu banyak makan sampai sampai perutnya semakin membuncit dam pipinya semakin tembam.. Tapi untuk tubuh ia masih imut kok.
"Minsun-a. Kau mau pencuci mulut apa sayang?"
"Hmm.. Aku mau apel saja ma.." Pinta minsun.
Aku tersenyum padanya sembari menuju kulkas untuk mengupas apel..namun tiba tiba saja aku merdengar jeritan histeris dari chae rim onnie.
"YA TUHAAAAAAN........ !!!!!!!!
Buru buru aku keluar rumah untuk menghampiri chae rim onnie. Melihat ada apakah yang terjadi disana? Minsun mengekoriku dari belakang.
Tok tok tok
Kugedor pintu rumahnya.. Namun tidak terbuka. Hanya tangisan kencang terdengar. Sangat jelas itu suara tangisan chae jun dan chae rim onnie membuatku semakin panik bukan main..
Begitu tak sabarnya aku, langsung saja pintu rumahnya ku buka paksa..
Ceklek..
Berhasil! Pintunya tidak terkunci!
"ONNIE !!" Panggilku histeris menggeledah seluruh ruangan..
Tangis chae rim dan jun terdengar di halaman belakang rumah mereka. Langsung saja aku berlari sambil menggandeng tangan mungil minsun..
Deg
Deg..
Aku terhenyak dengan apa yang kulihat di depanku..
-joon terkulai lamas di dalam pangkuan chae rim onnie.. Mulut dan hidungnya terus mengeluarkan banyak darah segar..wajahnya begitu pucat-
Minsun menangis sembari memeluk kaki kananku...
"Onnie.. Wegude?" Tanyaku khawatir sambil menyentuh pipi joon.. Anak itu begitu malang..
"Sun-a. Aku tidak tau. Saat memasak tiba tiba terdengar suara orang terjatuh. Pas kulihat keadaan chae joon sudah seperti ini..hu..hu.." Chae rim onnie memeluk joon sedih sekali.
"Kita harus membawanya kerumah sakit onnie! Cepaaat!!!" Ajakku
***
Nguuuuiiiingg.. Nguuuuiiiiing...!
Mobil ambulance berhenti tepat dirumah sakit ternama kota seoul.
Para tenaga medis dengan gesit langsung menurunkan chae joon dan membawanya cepat menuju ruang tindakan.
***
Satu jam sudah kami menunggu kabar baik dari dokter yang bertanggung jawab atas chae joon..
Chae rim onnie terkulai dilantai dengan wajah tenggelam di dalam lututnya yang tertekuk. Menangis...
Minsun dan chae jun terduduk di kursi tunggu..terdiam sambil bergandengan tangan..
Sedangkan aku berdiri persis di depan ruang tindakan..keadaan kali ini sangat mencekam...
"SUN-A!!!" Tiba tiba suara jeritan memanggilku. Saat aku menengok ternyata itu suara suamiku. Ia terlihat sedang berlari dari kejauhan menghamipiri kami..
"Mino-a!" Mino langsung menyambutku ke dalam pelukannya..
"Appa!!" Minsun berlari menghampiri kami..tangannya ia renggangkan agar bisa memeluk mino.
"Minsun-a!" Mino langsung meraup minsun ke dalam dekapannya.. Minsun menangis disana..
"Hu..hu.. Appa..aku sedih sekali.." Minsun mengeratkan pelukannya di leher mino. Mino dan minsun memang sangat dekat sekali..
"Chae joon akan baik baik saja sayang.. Cup..cup.." Mino membelai lembut rambut minsun..
Aku tersenyum lega melihat mino sudah datang menemani minsun.. Kemudian mataku kembali melirik ke arah chae rim onnie..beliau masih dalam keadaan dan posisi yang sama. Tidak bergerak sedikitpun..kakiku pun melangkah menghampirinya..
"Onnie.." Desahku berat..
"Sun-a!" Begitu eratnya chae rim onnie memelukku...
"Tabahlah.."Ku tepuk punggungnya yang terguncang hebat
"Hu..hu..sun-a. Aku takut sekali..hu..hu..ini pertama kalinya chae joon begitu lama di dalam sana..dan pertama kalinya juga ia mengeluarkan darah begitu banyak..hu..hu..ini semua tidak seperti biasa!" Ucap chae rim sesenggukkan..
"Sssst.. Chae joon akan baik baik saja onnie..." Aku pun tak kuasa menahan tangis..
***
Dua jam berlalu...
Cklek..
Pintu ruangan pun terbuka..
Tampak chae joon keluar dengan diiringi perawat medis di samping ranjang yang mendorongnya..
"Chae joon-a!" Kami langsung menghambur menghampiri chae joon. Sepengelihatanku kondisi chae joon saat ini lebih buruk dibanding tadi saat diantar kesini..tubuhnya dipenuhi oleh banyak selang selang kehidupan...
Para perawat terus membawa chae joon pergi ke ruang ICU tanpa boleh kami mengikutinya.
"Kondisi chae joon sangat buruk. Hanya keajaiban dan mukjizatlah yang dapat menyembuhkannya..kami para dokter hanya bisa berkata untuk kesembuhan chae joon hanya berkisar 10%." Ucap salah satu dokter tersebut..
Seketika itu juga tubuh chae rim onnie terkulai lemas..ia jatuh terduduk sambil menangis meraung raung..chae jun pun mendekatinya..
"Omma..hyung akan baik baik saja..." Chae jun mengusap air mata onnie dengan tangan mungilnya..
Tak kuasa chae rim onnie langsung membawa chae jun ke dalam pelukannya..bagaimana pun juga chae junlah satu satunya dalam keadaan baik baik saja...
***
Malam hari...
Keadaan saat ini sudah mulai lebih tenang. Chae rim sudah bisa menguasai dirinya. Isak tangis yang sedari tadi tertumpah kini tak terlihat lagi. Namun jika diamati keadaan chae rim saat ini benar benar terlihat begitu terpuruk.seakan akan separuh hidupnya sudah menghilang..
Saat ini aku tengah terduduk di kursi ruang tunggu bersama dengan minho disampingku. Minsun berada di dekapan minho. Tertidur...
"Sun-a.. Apa kau ingin melihat keadaan joon?" Tawar chae rim onnie padaku.
Aku menatap minho meminta izin darinya. Kemudian minho memberiku isyarat dengan anggukkan kepala.
***
Aku mulai melangkahkan kakiku menuju ruang tempat dimana jun berada setelah sebelumnya memakai atribut seperti baju dan masker khusus saat melihat pasien di ruangan ICU terlebih dahulu.
Ruangan ini sungguh dingin sekali dibandingkan dengan ruangan inap... Keadaan pun sunyi senyap. Yang terdengar hanyalah suara langkah kaki para petugas kesehatan...
Pik...pik..
Begitulah bunyi suara pendeteksi alat pemicu jantung yaitu EKG monitor.. Lewat alat itulah kita bisa mengetahui bagaimana kondisi joon...
Satu kata-menyedihkan-
Melihatnya seketika saja air mataku mengalir tak terbendung lagi...
Dibayanganku saat melihat chae jun hanya ada minsun.. Tak bisa menerka bagaimana aku jika ada di posisi chae rim.. Mungkin aku akan lebih histeris bahkan lebih terpuruk darinya...
Wajah chae joon terlihat begitu pucat pasi..bibirnya biru mengering.. Dimana mana terdapat selang selang yang melilit ditubuhnya..lewat bantuan selang selang itu joon bisa bertahan sampai detik ini..-mayat hidup- begitulah bahasa kasarnya.
Perlahan aku mendekat ke arah joon.. Mengusap kepalanya lalu kuraih tangan kanannya yang terbalut selang infusan..
"Bertahanlah sayang..kami semua menunggumu..." Bisikku ditelinga jun...
Aku terus memandangi wajah joon penuh rasa yang begitu menyakitkan.. Menyakitkan dalam arti karna tak tega melihat anak begitu kecil ini harus menhadapi keadaan antara -hidup dan mati-... Terus aku memandangi wajah joon sampai aku merasakan jari jemari. Joon mulai bergerak tepat di atas telapak tanganku...
"Joon-a!!! Yaa joon-kau sudah sadar?" Ucapku begitu gembira karna chae joon mulai tersadar.
"A...ajum..ma...." Desah joon penuh perjuangan akibat rasa lemah yang tengah menjalar ditubuhnya...
"Yee ajumma disini. Gwenchana... DOKTER!!! DOKTER!!!" Jeritku seperti orang gila saja. Aku tidak peduli..
***
Satu jam telah berlalu setelah chae joon tersadar....
Kata dokter yang memeriksakan kondisi chae joon berkata bahwa hal ini benar benar suatu keajaiban. Pasalnya tidak ada pasien yang bisa sadar secepat ini setelah mengalami komplikasi yang begitu membahayakan...dokter juga berkata bahwa ia belum bisa memprediksikan secara pasti bagaimana kondisi chae joon. Yang jelas dokter akan terus berusaha sebaik mungkin untuk menangani kasus joon.
Di dalam ruang ICU...
Aku, chae rim, dan juga mino...
Anak anak tidak diperbolehkan masuk, maka mereka kami titipkan oles salah satu suster...
"Joon-a..bertahanlah sayang..." Chae rim mengusap lembut rambut joon.
"Omma..bolehkah aku meminta pa..padamu.." Joon berkata terbata bata. Ia begitu lemah bahkan saat berbicara..
"Apapun itu omma pasti turuti sayang. Asal kau sembuh..maka dari itu kau jangan banyak berbicara. Istirahatlah sayang...."
"A..anyi.. Aku harus meminta se..sekarang om..ma..." Tolak joon
Mino memeluk pundakku.. Pandangan kami berdua terus tertuju pada joon dan juga chae rim onnie..
"Baiklah..katakan sayang..." Akhirnya chae rim menyerah dan menuruti permintaan joon
"Tapi kau ha..harus ber..berjanji padaku untuk memenuhi pe..permintaanku omma..."
Chae rim mengangguk cepat," yee sayang. Omma janji..."
Joon tersenyum sendu mendapati ommanya sudah berjanji..lalu tiba tiba pandangan joon tertuju ke arahku dan juga minho.
"Ajum..ma..ajjusshi..." Panggil joon pada kami
"Yee joon-a. Wee?" Jawabku berbarengan dengan mino. Posisinya sekarang chae rim berada di samping kanan joon, sementara aku dan mino berada di samping kiri joon.
"Joon su..sudah tau pe..penyakit minsun." Begitu katanya kepada kami.
Aku dan mino langsung reflek berpandang pandangan. Sedangkan chae rim memandang joon penuh tanda tanya.
"Mwo? " Tanyaku pada joon meminta penjelasan dari maksud perkataannya..
"Omma.. Permintaanku hanya sa..satu.. Ji..jika memang u..umurku memang hanya terhenti sampai si..sini, aku mo.. mohon berikan hatiku untuk min..minsun..."
Deg!
Jantungku berdegup begitu kencang mendengar apa dari permintaan joon. Tak pernah terbesit sedikitpun aku berfikiran kalau joon mau menyumbangkan hatinya untuk minsun. Aku sama sekali tidak mengharapkan kepergian joon.
"Joon-a.." Desahku penuh rasa terkejut. Begitu pula dengan mino..bisa kurasa mino semakin mempererat pelukannya pada pundakku.
"Joon-a! Kau bicara apa." Ucap chae rim dengan suara bergetar. Tangis yang kutau sudah ia tahan daritadi pun sekarang tumpah membanjiri kedua belah pipinya.
"Joon-a. Ajumma sama sekali tidak pernah mengharapkan kepergianmu sayang. Ajumma selalu berdoa untuk kesembuhanmu." Aku pun tak kuasa menahan tangis
"..aku re..rela memberikan hatiku untuk minsun..sung..sungguh.."
"Tidak! Kau pasti sembuh sayang!!!" Ucap chae rim sambil terus menggenggam lemah tangan joon
"Omma..kau sudah berjanji padaku..."
"Hu...hu...." Tangis chae rim onnie semakin kuat
"Di...dingin..sungguh...omma...aku kedinginan" wajah joon semakin pucat. Keringat mulai membasahi sekujur tubuhnya..
Aku yang memang terus memandangi joon menyadari perubahan dari mimik joon yang semakin memburuk.
"Joon-a. Gwenchana?" Aku mulai panik memegang keningnya
Sungguh. Suhu tubuh joon benar benar bagai es..dingin sekali...
" Dingin? Kau kedinginan sayang??" Chae rim menatap panik joon.
Joon mengangguk lemah," yee..mungkin I..ini saatnya om..ma..."
"Mwo? Yaa!! Jangan bicara seperti itu!!!!! " Chae rim sedikit menjerit pilu...
Bisa kulihat bagaimana chae joon setengah mati mencoba menahan sakit yang tengah ia rasa sekarang. Nafasnya turun naik sangat lambat..
"Mi..minsun membutuhkan ha..hati ini omma..kumohon izinkan..se..sebab le..lewat minsun a..aku masih akan te..tetap hidup didalam tubuh...nya....haaaaahh" joon menarik nafas diiringi dengan terpejamnya kedua matanya.
Piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiippp...
Monitor pendeteksi itu tiba tiba berbunyi..garis lurus terus berjalan horizontal..-menandakan sudah tidak adanya lagi kehidupan dari tubuh joon-
Draaap.. Draaaap!!
Begitu bunyi langkah para dokter dan suster berlari menghampiri kami. Dengan cepat dan gesit dokter mulai merajai tubuh joon. Memeriksa masih adakah harapan detak kehidupan didalamnya. Alat pemicu jantung berulang kali di pasang pada dada joon. Namun sayang... Semua tak membuahkan hasil..-joon sudah pergi-
Kupeluk chae rim onnie kuat kuat. Seluruh tubuhnya bergetar hebat dan dingin disekujurnya..air mata menjadi saksi betapa ia begitu terpuruk dalam kesedihan ini.
15 menit kemudian dokter beserta suster menghentikan kegiatan mereka menyelamatkan joon. Dokter yang menangani joon tertunduk lemah sembari melepaskan masker yang melilit di wajahnya.
"Mian..kami para medis sudah berusaha menyelamatkan joon, namun tuhan berkehendak lain..tabahlah nyonya..."
"TIDAAAAAK!!!! "
***
"Minsun-a...." Aku mengguncangkan tubuh minsun yang masih terlelap dikursi tunggu..
Minsun pun terbangun perlahan,"omma...."
Aku tersenyum sendu melihatnya..." Sayang...kita harus menemui dokter park sekarang..."
"Mwo? Tapi ini sudah begitu larut omma." Minsun merasa heran dengan ajakanku.
"Tidak apa sayang. Malam hari ini juga kita harus melakukan tes laboratorium." Terang minho lebih jelas seraya mengusap lembut kepala minsun.
"Tes? Bukankah jadwal cek upku seminggu lagi appa? Omma?" Minsun menatapku dan minsun bergantian.
"Sayang...hati yang kita tunggu tunggu selama ini telah datang..." Ucapku pelan..senang sekaligus sedih bercampur aduk dalam hatiku..
Minsun membelakkan mata antara percaya dan tidak. Namun dari sorotnya ia begitu gembira mendapati kabar ini," joungmalyeo?? "
Aku dan minho mengangguk berbarengan," nee sayang..kau mau kan tes sekarang?"
Minsun mengangguk mantap," nee. Sangat siap!! Ah tapi dhugu?"
"Mwo?"
"Siapa orang yang sudah merelakan hatinya untukku omma?" Tanya minsun disela sela kebahagian yang tengah ia rasa.
"............." Hening. Aku dan minho tak kuasa menjawab pertanyaan minsun yang satu itu.
"......joon..." Desah minho tertahan.
"Mwo?"
"Chae joon sayang.." Tambah minho lebih memperjelas..
"Chae joon? Chae joon yang telah rela memberikan hatinya untukku? Itu berarti chae joon......" Minsun tak sanggup meneruskan ucapannya. Bulir bulir air mata mulai muncul dipelupuk mata bulat indah miliknya.
Aku mengangguk pasrah," nee sayang..joon sudah pergi...."
"Hiks...hu....hu.... Omma kau bohong padaku! Chae joon! Joon tidak mungkin pergi! Hu...hu.. Ia sudah berjanji akan selalu menemaniku omma!! " Isak minsun sedih.. Ia menangis kuat dalam pelukan minho...
" Sayang dengarkan appa.. Ini memang sudah takdirnya. Tuhan mempertemukan kita dengan joon sebagai jawaban atas hati yang kita cari dan tunggu selama ini sayang.."
"Appa benar... Kami pun sangat sedih dengan kepergian joon sayang..namun itu memang kehendak tuhan..mungkin jalannya memang harus seperti ini..kau mengerti?"
Minsun tak menjawab. Ia masih terus saja menangis sesenggukkan dalam dekapan minho.....
***
Pukul 3 dini hari....
Jenazah joon dipindahkan kedalam ruang operasi untuk pengambilan hati yang akan dicangkokkan kepada minsun.
Satu jam menunggu akhirnya hasil lab pun keluar. Puji tuhan ternyata gen organ hati joon positif cocok dengan minsun. Jadi proses pencakokan bisa cepat dilaksanakan.
Chae rim terlihat tengah duduk di kursi tunggu bersama dengan jun.. Jun si anak nakal kini bersikap manis di samping chae rim. Terlihat jelas diwajahnya bahwa ia begitu menderita dengan kepergian separuh dari dirinya. -joon-. Chae rim terlihat sudah tidak menangis lagi..ia mulai bisa pasrah dan mengikhlaskan semuanya...
Aku mendekat perlahan pada chae rim onnie...
"Onnie...."
Chae rim menoleh padaku dan memperlihatkan senyum sendunya...
"Sun-a..bagaimana keadaan minsun?" Tanyanya lemah. Kurasa onnie sudah terlalu lelah untuk hari ini. Banyak kejutan yang ia dapati hari ini. Dan semuanya terjadi begitu cepat...
"Ia masih diruangan dokter park bersama minho..."
Chae rim menarik nafas lega," syukurlah sun-a.. Hasil pemeriksaan positif.. Kapan proses pencangkokan dimulai?"
"Besok pagi onnie.. Onnie, teimakasih.. Benar benar aku ucapkan terimakasih atas keikhlasan hatimu yang merelakan satu dari organ putramu untuk putriku.. Sumaph demi tuhan sampai matipun aku tidak akan pernah bisa membalasnya...." Air mata kembali menitik di kedua pipiku. Bahuku berguncang akibat setengah mati aku menahan isak tangisku.
Onnie tiba tiba saja langsung memelukku," tak apa sun-a. Aku sungguh ikhlas melakukannya. Sebab ini juga permintaan terakhir dari chae joon..setidaknya aku masih bisa melihat joon dari minsun.. Sebab joon selalu berada di dalam hati minsun...."
"Onnie.. Hu... Hu... " Tangisku semakin merebak. Inilah tangis kedua orang ibu yang sama sama merasa sakitnya kehilangan separuh jiwanya pergi...
***
Dua bulan kemudian...
"Appaaaaaa!!!! " Jerit minsun dari arah bagasi mobil.
"Yee cakamaaaaan!! " Minho terlihat tergopoh gopoh keluar dari rumah dengan sibuk pontang panting memakai dasi.
"Auuush! Lama sekali sih appa! Ini kan hari pertama aku masuk sekolah! Bagaimana jika terlambat!!!! " Dengus minsun sebal.
"Mian sayang. Omma-mu lupa menyetrika kemeja appa. Jadi terpaksa appa harus menunggu omma-mu menyetrikanya." Minho menjulurkan lidahnya padaku.
Tak terima langsung saja aku protes keras," mwo? Yaa enak saja! Lagian aku heran. Kemejamu kan banyak sekali didalam lemari besar milikmu! Tapi kenapa harus kemeja biru itu terus yang menjadi incaranmu!"
"Tentu saja! Kemeja ini begitu berarti karna ini pemberian putriku tersayang...ya kan sayang?" Mengerling nakal ke arah minsun.
"Nee appa!" Minsun langsung dengan manjanya membaur ke dalam pelukan minho.
"Aiiiiish sedihnya aku tidak dianggap lagi!" Dengusku sebal -tentu saja pura pura-
"Ommaaaaaa!!!! " Minsun bergantian sekarang memelukku erat ," aku sayang kamu omma... " Ucapnya manja.
"Aaaah appa juga sayang kaliaaan.." Minho ikut ikutan masuk kedalam pelukanku dan minsun. Jadilah kami bertiga berpelukan bak teletubies!
***
Sebulan setelah keberhasilan operasi pencangkokan pada minsun, chae rim onnie memutuskan untuk pindah ke london... ia memutuskan hal itu karna ingin membuka lembaran barunya bersama jun dilondon karna jika tetap disini onnie merasa tidak sanggup sebab bayangan joon selalu menghantui di setiap sudut rumah.. Bukan karna takut atau benci dengan joon..tetapi onnie tidak mau joon merasa terbebani di alam sana karna di alam ini masih ada yang begitu memikirkannya.. Onnie ingin joon bahagia disisinya -tuhan-..
Dua minggu kemarin kabar baik menerpa keluarga kami. Dokter park mengatakan bahwa minsun telah benar benar sembuh dari penyakitnya. Ia dinyatakan telah sehat dan boleh mengikuti seluruh kegiatan diusianya. Tidak ada lagi home schooling.. Tidak ada lagi pengurungan diri dirumah.. Tidak ada lagi batasan waktu bermain..dan lain sebagainya...
Sampai sekarang aku tidak tau bagaimana kabar chae rim onnie di london. Beliau sama sekali tidak memberikanku sesuatu yang bisa untuk menghubunginya. Namun aku mengerti mengapa ia bersikap seperti ini.. Selamanya aku akan selalu mengingat jasa dari joon dan juga keikhlasan hati chae rim onnie... :)
Aaaah aku lupa memberitahu sesuatu. Minsunku ternyata sudah benar benar jatuh cinta pada chae jun. Yang aku tau sehari sebelum kepindahan chae rim dan jun, minsun dan jun menghabiskan banyak waktu berdua. Sampai detik ini pun ia masih menyimpan rapi foto foto kenangannya bersama jun dan joon...aku tidak tau -cinta- minsun pada jun akan bertahan sampai kapan, sebab minsun masih terlalu kecil untuk memahami arti cinta... Ia masih mempunyai banyak waktu untuk mengenal sifat, sikap, dan kebiasaan orang lain.. Tapi kita juga tidak tau apa yang akan terjadi ditahun tahun berikutnya. Ingat! Tuhan tidak ernah tidur. Beliau pasti akan senantiasa memberikan kejutan, keajaiban, mukjizat lainnya yang kita tidak ketahui. Sebagai manusia kita hanya bisa menunggu dan melihat :)
***
the end
MIANE JOUNGMAL MIANEE..
JIKA MEMBOSANKAN ANDA2 SEKALIAN..
TERIMA KASIH TELAH BERPATISIPASI DALAM MEMBACA FF KAMI (NEIYA - ECHYN )
SEBETULNYA ENDING INI KARANGAN NEIYA, TAPI BAGIAN YG LAINNYA ADALAH KARANGANKU
OK .. SEE U DI FF YG LAINYA..
«
Last Edit: October 20, 2010, 07:05:55 pm by Echyn MinHo LeeSun
»
Logged
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg
[/img]
favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]
Echyn MinHo LeeSun
Senior
Posts: 635
gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
Location: manado
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #511
on:
October 14, 2010, 07:13:07 am »
JIAKKKH AKHIRNYA ENDING JUGA..
TOOSS ONEY, PEKERJAAN KITA BERAKHIR
SAMPAI KETEMU LAGI YAH ..
MOGA DI LAIN KESEMPATAN KITA BISA JADI DUO MECUUM LAGI.. LOL
Logged
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg
[/img]
favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]
neiya
Hero
Posts: 1006
Location: depoook
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #512
on:
October 14, 2010, 08:28:48 am »
TOOOOSSS !!!! ^^/
Akhirnya sampe juga di final kitaaa chynnn... Hihihi...
MIAN KALO ENDINGNYA GA SESUAI SAMA YANG DIHAREPIN.. :)
Logged
kelinci_hilang
Senior
Posts: 518
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #513
on:
October 14, 2010, 12:04:13 pm »
Emmmm, terimakasih banyak dah update dou cum2, wah cerita yg mengharu biru
tu chae joon walau kecil pikirannya dewasa bgt ya
mau mendonorkan hatinya sama minsun
Mino kejam amat ma geun suk, masa disuruh langkahi mayat nya dulu baru boleh minjam minsun, kayaknya mino overprotective bgt ma minsun.
Logged
minhye
Newbie
Posts: 89
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #514
on:
October 14, 2010, 07:35:00 pm »
Thankas ya duo cum2 dah smpe final akhirnya...
ga nyangka si joon mau ngasih hatinya....mengharukan skli pas dirs...tpi ko cha rim sma jun pergi and ga kontak2an ama hyesun apa dia marah atw mau ada YM bagian dua-nya kaya ME kan ampe 3 tuch....ngarep banget...
Logged
minsunlover
Guest
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #515
on:
October 14, 2010, 09:09:15 pm »
Hahahahah, tebakan gw bener ternyata...si Joon meninggal trus hatinya buat Minsun hehehehehehe
Lanjutkan ke season 2 dongggg...ceritanya si minsun dah besar trus ketemuan lagi ama Jun...pleaseeeeeeeeeeeeeee
Logged
neiya
Hero
Posts: 1006
Location: depoook
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #516
on:
October 14, 2010, 09:18:16 pm »
Tamat cuma sampe sini :D
Logged
aisshin
Senior
Posts: 875
cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
Location: sidoarjo
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #517
on:
October 14, 2010, 11:25:37 pm »
gomawo dah update
cuma satu kata dariku MENGHARUKAN
Logged
BAIFERN & MARIO
Chainezz_Vian
Guest
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #518
on:
October 15, 2010, 01:53:27 am »
Thx uda d update duo cum
ia, aQ juga binggung knpa chae rim ama jun gk prnah ksh kabar? Nyesel kah?
happy ending sist [lovesturck]
bye" minsun. Tha >.<
Logged
Shanty_minsun
Hero
Posts: 2262
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #519
on:
October 15, 2010, 03:27:40 am »
thnx ya buat duo cumcum Nieya and Echyn ter.......sayaaaaaannnnggggggg
jun walaupun masih kecil tp udah tahu berkorban buat org yg dia sayangi, akhirnya minsun sembuh, tp setidaknya chae rim masih bisa melihat sosok putranya pada minsun yang cantik, karena kedua putranya kan sangat mencintai minsun.
pokoke i love it, thnx dear dah di up date and endingnya walaupun awalnya ada sedih tp tetep yech YM gak bisa tanpa adegan
mino and hye sun, hehehe
Logged
#Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho
kelinci_hilang
Senior
Posts: 518
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #520
on:
October 15, 2010, 05:06:27 am »
Mau donk m-versnya
Logged
kelinci_hilang
Senior
Posts: 518
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #521
on:
October 15, 2010, 05:06:35 am »
Mau donk m-versnya
Logged
Randa
Newbie
Posts: 2
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #522
on:
October 15, 2010, 05:14:33 am »
hai,
aq newbie dsini.
tp aq suka sma ff kalian smw.
trutama yg ini cerita'a dr mreka msi sma trus nikah muda.
syg dh ending,
minsun n chae jun'a ga dcritain lebih.
aq mw nny'a PM n M-vers tuh apa ya?
oiya,
tmn2 disini pada mnta m-vers,
aq jg mnta donk.
Logged
fara
Guest
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #523
on:
October 15, 2010, 07:26:28 pm »
Gomawo neiya dan echyn udh diupdate
wahh akhirnya minsun dpt donor hati jg
tp sedih jg ternyata joon meninggal
ak terharu bgt pas joon meninggal trus bilang permintaan terakhirnya ke ommanya.
Untungnya ommanya joon ikhlas dgn kepergian joon dan mengizinkan hati joon didonorkan ke minsun.
Thanks ya Neiya &Echyn YM tamat dgn happy ending
btw, ak mau jg dund ym yg mver
«
Last Edit: October 15, 2010, 07:32:55 pm by fara
»
Logged
kelinci_hilang
Senior
Posts: 518
Re: *young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-
«
Reply #524
on:
October 16, 2010, 05:56:42 am »
BAGI m-vers DOOONGGGG.....
Logged
Print
Pages:
1
...
33
34
[
35
]
36
37
38
Go Up
« previous
next »
CallMinsun
»
FANFIC
»
Short Fanfic
(Moderators:
revynska
,
Amira
) »
*young marriage* (neiya&echyn) chapt 5 part III *ENDING* - 14 oktober 2010-