Author Topic: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012  (Read 8315 times)

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #90 on: December 16, 2011, 10:46:46 pm »
AKHIRNYA SETELAH BERBULAN BULAN MENUNGGU  [bored] ADA JUGA PENAMPAKAN BAKALN LANJUT  [biggrin] SUNGGUH MEMBUAT PEANASARAN SPOIILERNYA  [chin] KAPAN SIST lulu updatenya  [what] yang supeeeer loooong ya  [hmpfh]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #91 on: December 17, 2011, 12:38:29 am »
AKHIRNYA SETELAH BERBULAN BULAN MENUNGGU  [bored] ADA JUGA PENAMPAKAN BAKALN LANJUT  [biggrin] SUNGGUH MEMBUAT PEANASARAN SPOIILERNYA  [chin] KAPAN SIST lulu updatenya  [what] yang supeeeer loooong ya  [hmpfh]

Semoga nanti abis aku selesai LDKS (hari kamis) chap 4 nya update yaa  [biggrin] btw makasih udh setia menunggu berbulan-bulan  [cheekkiss] [hmpfh]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #92 on: December 17, 2011, 01:06:12 am »
gubrak,, ngaburrrrrrrr tulisannya si shanty gede bgt [sweat] ngejutin gw yg polos ini #pa hubungannya coba
a [hmpfh]

 [hmpfh] [hmpfh] baguskan , tuch buktinya LULU langsung kasil spoiler [hmpfh] [hmpfh]

LuLU thengkyu udin kasih spoiler yg bikin ane makin penasaran [biggrin] ditunggu ye full chapie nya , gemezzzzzz ma YE Eun yg keukeuh jodohin Appanya ama Hye Sun [hmpfh]


bener kt mpirr ga usah di remove ,noh demoin aja adminnya  [hmpfh] [bye]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #93 on: December 23, 2011, 06:23:31 am »
sist lulu mana neh updatannya  [what] sudah lewat kamis neh  [dry]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 4* 24 December 2011
« Reply #94 on: December 24, 2011, 12:27:52 am »
Mian kalo kependekan dan telat updatenya  [sweat]


CHAPTER 4




“Ciiiitttt...” Suara decitan mobil itu membuat Hye Sun bangkit dari duduknya dan menyelempangkan tas kameranya yang sedari tadi berada di sampingnya.

“Hem..” Perintah Donghae menyuruh Hye Sun masuk, sambil mengarahkan kepalanya ke pintu mobil di sebelahnya.

[biggrin]” Hye Sun tersenyum sekaligus mengangguk mengiyakan perintah Donghae.

“Bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Donghae memulai pembicaraan sekaligus memecahkan keheningan diantara mereka.

“Sama saja seperti kemarin..., Tidak ada yang berbeda..” Jawab Hye Sun. Sesekali Donghae melirik wajah cantik Hye Sun, tapi sang pemilik wajah itu tetap saja memfokuskan pandangannya ke jalan raya di hadapannya.

“Bosan?” Tanya Donghae singkat.

“Entahlah.. Mungkin aku-hanya-belum menemukan sesuatu yang membuatku nyaman di kantor itu..” Jawab Hye Sun dengan tetap menatap jalan raya.

“Mmm..” Donghae mengangguk..

“Lewat mana lagi?” Tanya Donghae –mengalihkan pembicaraan.

“Lurus saja terus lalu belok kanan..” Jawab Hye Sun menunjukkan jalan menuju taman –tempat sang penjual kue beras menjajahkan jualannya.


---o0o---

Lee Min Ho’s POV

Lihatlah anak ini. Sebegitu senangnya kah dia sampai-sampai dia tidak berhenti memamerkan senyum indahnya padaku? Senang memang, senyum bahagia peri kecilku telah kembali, tetapi senyum bahagianya hari ini mengandung banyak teka-teki. Bayangkan saja.. Anak seumurannya seharusnya berkutat dengan buku-buku dongeng, bermain dengan teman sebayanya dan bermain dengan segala sesuatu yang memang cocok untuknya. Bukan MENJODOHKAN AYAHNYA DENGAN SESEORANG!!
 
Kami, Aku dan Ye Eun sedang terduduk asyik memperhatikan para pengunjung taman melakukan semua kegiatan mereka. Lihatlah senyum peri kecilku.., belum pudar juga! Dia terlihat asyik menikmati kue berasnya, sambil sesekali memutarkan kepalanya mencari sosok seseorang yang ingin.... hmm.. Dia jodohkan padaku? Ya terserahlah.. kkkkk. Kurasakan bibirku memanjang, membentuk sebuah senyuman tipis di wajahku. Sampai akhirnya teriakan Ye Eun mengagetkanku..

“Appa!!! Itu dia kakak kue beras!” Dengan cepat Ye Eun bangkit dari duduknya. Dia menarik lenganku sambil menunjuk Kakak kue beras yang ia maksud.


DAN..............
OH TIDAK MUNGKIN!!! DIA?! DIAKAH KAKAK KUE BERAS YANG YE EUN MAKSUD?!!!


Mataku terbelalak lebar. Aku tidak percaya ini!!!!

“DIA?!! Wanita dengan didampingi seorang pria yang kau maksud Ye Eun-a?” Tanyaku pada Ye Eun memastikan.

“Ne Appa!!! Ayooo!!” Ye Eun mengangguk dan langsung menarik tanganku menyuruhku mengikutinya untuk menghampiri si kakak kue beras. Tetapi aku menahannya.

“Eum? Ya Appa waeyo?” Tanya Ye Eun, dia terlihat bingung dan sedikit kecewa..

“Kemarilah....,” Ku tarik tubuh mungilnya mendekat padaku. “Kau tidak lihat? Kakak kue beras itu sudah mempunyai kekasih. Lihatlah pria di sampingnya..” Jelasku pada Ye Eun sambil memegang bahunya.

“Iyakah?” Tanyanya kecewa.. “Dia baik.. Aku ingin dia menjadi ibuku..” Kata Ye Eun sedikit merengek.

“Bagaimana bisa kau mengatakan kakak kue beras itu baik? Kau pun baru sekali bertemu dengannya, dan itu pun pertemuan yang singkat..” Aku berlagak tenang di depan Ye Eun, padahal sebenarnya aku sudah sangat panik!! YE EUN!!! KENAPA BISA WANITA ITU YANG KAU MAKSUD?!!

Di sisi lain, ku rasakan 2 pasang kaki beserta sang pemiliknya mendekat ke tempatku dan Ye Eun.. Apakah itu DIA dan PRIA tidak dikenal yang menemaninya sejak tadi? Oh Tuhan... Kalau memang iya apa yang harus kulakukan?

“Ye Eun-a lebih baik sekarang kita kembali ke sekolahmu, dan bicarakan masalah ini di rumah saja. Ok?!” Ye Eun pun mengangguk mengiyakan perintah ku.

TAPI........... Belum sempat aku dan Ye Eun membalikan tubuh kami, terdengar suara seorang wanita.

“O?” Bisa dipastikan siapa sang pemilik suara itu. Dan yah!! Aku semakin panik!

“Tuan Lee?” Oh Tuhan dia mengenaliku!!

“Oo? Hye Sun-ssi? Sedang apa kau di sini?” Aku bertanya dengan wajah setenang mungkin.. Sambil ya.. Berpura-pura tidak melihatnya sejak tadi.

“Oh saya sedang menghabiskan waktu makan siang di sini..” Jelasnya. Dan lihatlah pria di sebelahnya dan Ye Eun, mereka terlihat bingung melihat percakapan kami.

“Appa.. kau mengenal kakak kue beras?” Tanya Ye Eun padaku.

“Appa? Gadis kecil ini?” Bisa ku lihat raut wajah bingung seorang Goo Hye Sun.

“Ne.. Kakak kue beras perkenalkan dia appa ku, dan apakah kau masih ingat padaku?” Sepertinya Ye Eun mulai menjalankan aksinya.

Dan aku cukup penasaran dengan pria yang sejak tadi menemani Hye Sun. Siapakah dia sebenarnya?

“Tentu saja aku masih ingat padamu.. Tapi, benarkah dia appa mu?” Lagi-lagi Hye Sun terlihat bingung sekaligus kaget. Dan pria di sampingnya daritadi hanya terdiam.

“Tentu saja benar..” Jawab Ye Eun memastikan kalau aku benar-benar ayahnya.. “Appa bolehkah aku bermain bersama kakak kue beras? Sebentar saja..” Ye Eun mengadahkan kepalanya menghadapku meminta izinku untuk bermain bersama kakak kue beras ini.

“Bermain? Apakah kau tidak kembali ke sekolah?” Tanya Hye Sun saat aku ingin menjawab Ye Eun..

“Masih ada waktu 15 menit.. Appa boleh yaa..” Ye Eun menrengek memintaku untuk mengiyakan permintaannya.

“Oke. Tapi hanya 10 menit!” 15 menit lagi waktu istirahat Ye Eun selesai dan begitu pun waktu makan siangku. 10 menit untuk bermain dan 5 menit untuk kembali ke tempat kami masing-masing. Entah itu cukup atau tidak. Anak ini benar-benar keras kepala.

“Hye Sun-ssi bisakah kau menemaninya bermain?” Tanyaku pada Hye Sun. Dia terlihat bingung dan menengokan kepalanya ke arah pria di sebelahnya, seakan meminta izinnya.

“Terserah kau saja..” Akhirnya pria itu mengeluarkan suaranya..

“Baiklah.. Donghae-ah kau duduk saja bersama Tuan Lee di sini.” Donghae? Itukah namanya? Oke.. nama saja tidak cukup. Aku masih ingin tau statusnya terhadap Hye Sun. Teman? Atau.... Oke aku tidak ingin menyebutnya!


---o0o---

“Bukan.. Aku hanya sahabatnya sejak kecil. Kenapa?” Itu lah kata-kata yang keluar dari mulut seorang Donghae saat aku bertanya “Apakah kau kekasihnya?” Dan yah aku lega mendengarnya.

“Aku dan Hye Sun datang ke Seoul untuk merubah nasib. Kami berdua suka fotograpi makanya kami datang ke sini untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kami. Dan kami berdua sudah berjanji untuk selalu bersama ke manapun kami pergi.” Lanjut Donghae. Sebegitu eratnya kah persahabatan mereka? Sampai-sampai janji itu terungkapkan diantara mereka berdua.

“Lalu bagaimana orang tua kalian?” Aku bertanya pada Donghae sambil menatap peri kecilku yang sedang asik bermain dengan Hye Sun, wanita yang sudah-cukup-membuat ku jatuh hati.

“Orang tuaku ada.. Tapi dia.. Tanpa ibu tanpa ayah. Hanya bibinya lah yang ia punya saat ini..”

“Tanpa ibu tanpa ayah? Maksudmu?” Tanyaku bodoh..

“Ya.. Orang tuanya sudah meninggal saat ia berusia 2 tahun..” :O begitulah wajahku saat mendengar apa yang dikatakan Donghae..

“Sudah 10 menit..” Tukas Donghae memecahkan lamunanku.

“Ooo ya.. Kita harus kembali..” Aku dan Donghae langsung berdiri “Ye Eun-a ayo.. Sudah cukup bermainnya.” Aku memanggil peri kecilku. Hahaha dimemajukan bibir imutnya menunjukkan kalau waktu yang aku berikan belum cukup.

Setelah berpamitan pada kakak kue beras aku dan Ye Eun beranjak pergi dari taman. Dan ya.. aku berterima kasih pada Donghae karena telah menceritakan banyak hal tentang Hye Sun padaku.


Lee Min Ho’s POV end

---o0o---

“Aku pulang..” Pukul 7 malam akhirnya Min Ho sampai di rumahnya..

“Oh hyung kau sudah pulang..” Yesung menyapa kakaknya dengan wajah agak lesu.

“Ne.. Bagaimana persiapan pamerannya? Sudah selesai?” Tanya Min Ho sambil mendudukan tubuhnya di sebelah Yesung.

“Sudah hyung. Dan besok pamerannya akan digelar.” Jawab Yesung sambil-tidak-hentinya menekan remote TV, entah apa yang ingin ia tonton.

“Oh oke.. Karna besok hari libur akan kupastikan untuk datang ke pameran lukisanmu..” Kata Min Ho dan ia mulai beranjak dari duduknya.

“Ooo.. Min Ho-ah kau sudah pulang.” Eomma Min Ho baru saja keluar dari kamar dan menyapanya..

“Ne eomma..” Jawab Min Ho sambil membungkukan tubuhnya..


“Ohshh Yesung siapkan dirimu, mereka akan membuatmu muak sebentar lagi..” Yesung berkata dalam hati.

“Eomma sudah masakan makanan kesukaanmu. Lebih baik kau makan sekarang atau makanannya akan dingin..” Eomma Min Ho menarik tangan Min Ho, menuntunnya ke ruang makan.

“Lihat! Eomma selalu memperlakukannya seakan dia anak kandungnya. Sedangkan aku yang jelas-jelas anak kandungnya tidak pernah diperlakukan seperti itu. Yesung.. Kau harus sabar!”

---o0o---

Kamar Hye Sun

“Apa saja yang kau bicarakan dengan Tuan Lee tadi siang?” Hye Sun dan Donghae hanya terduduk santai di depan TV.

“Dia bertanya banyak pada ku.. Sepertinya dia menyukaimu.” Jawab Donghae sambil menatap halus wajah Hye Sun.

“Menyukaiku?” Tanya Hye Sun heran.

“Ya...” Donghae mengangguk singkat.

“Lalu kalau memang dia menyukaiku kenapa? Kau cemburu? Hahahaha” Hye Sun bertanya dengan diselingi tawa yang cukup keras.

“Sedikit..” Jawab Donghae pelan, sampai Hye Sun hampir tidak bisa mendengarnya.

“Apa?” Tanya Hye Sun meminta Donghae memperjelas perkataannya.

“Ani..” Donghae menggeleng sambil tersenyum melihat Hye Sun..

“Nyeh..” Hye Sun tampak jengkel “Tapi Tuan Lee tampan..” Sekarang giliran Hye Sun yang bicara agak samar tapi Donghae dapat mendengarnya dengan cukup jelas.

“Tampan? Jadi kau juga menyukainya?” Donghae bertanya dengan nada sedikit cemburu.

“Mungkin..” Jawab Hye Sun singkat sambil menyenderkan kepalanya di bahu Donghae..

Lagi-lagi Donghae menatap wajah Hye Sun halus. Dia tidak tau harus berbuat apa. Dia tidak ingin memaksakan perasaan Hye Sun untuk menyukainya, tapi dia juga tidak sanggup melihat Hye Sun jatuh hati pada orang lain.. Semuanya serba salah!


“Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Cintailah pria yang ingin kau cintai. Aku hanya bisa menjagamu. Sekalipun kau mencintai pria selain diriku, dapat dipastikan aku hanya bisa melihat “senyum cintamu” dari kejauhan. Dan hanya satu yang aku inginkan darimu.. Izinkanlah aku menjagamu sampai Tuhan tidak mengizikan ku untuk melakukannya lagi. Aku –Lee Donghae pelindung seorang Goo Hye Sun”




TBC

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #95 on: December 24, 2011, 01:06:38 am »
halo sis..thank you for update.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

hahahaha..love at the 1st sight ya,apalg anaknya suka bgt tuh ma HS..
good job sis,i cant wait for the next chap.. [on] [on] [on]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #96 on: December 24, 2011, 02:09:50 am »
halo sis..thank you for update.. [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

hahahaha..love at the 1st sight ya,apalg anaknya suka bgt tuh ma HS..
good job sis,i cant wait for the next chap.. [on] [on] [on]

thank you for reading sist   [cheekkiss] semoga next chap-nya ga mengecewakan ya nanti  [biggrin]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #97 on: December 24, 2011, 08:24:53 am »
sistlulu ini spoiiler lagi ya   [chin]
bukannya hanya anaknya yang terpikat sama kaka kue beras  [lovestruck] ternyata app nya juga sudah mulai menaruh hati  [love eyes] lega hati minho setelah tahu kalau donghae cuma sahabatnya bukan kekasihnya [biggrin] masih ada peluang buat Minho menjadika ommanya Ye Eun seperti keinginan anaknya  [hug] sist nextnya jangan lama"lagi donk  [bored] sekalian yang looong chap ya updatenya  [arms] [arms]

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 3 Part 2* 25 Juni 2011
« Reply #98 on: December 24, 2011, 08:45:25 pm »
sistlulu ini spoiiler lagi ya   [chin]
bukannya hanya anaknya yang terpikat sama kaka kue beras  [lovestruck] ternyata app nya juga sudah mulai menaruh hati  [love eyes] lega hati minho setelah tahu kalau donghae cuma sahabatnya bukan kekasihnya [biggrin] masih ada peluang buat Minho menjadika ommanya Ye Eun seperti keinginan anaknya  [hug] sist nextnya jangan lama"lagi donk  [bored] sekalian yang looong chap ya updatenya  [arms] [arms]

ini spoiler? hammer2 hammer2   [hmpfh] tadinya mau buat lebih panjang lagi tapi otaknya udh mentok sampe situ  [hmpfh] berdoa aja semoga next chap-nya ga sampe 5bulan++ lagi  ya [hmpfh]

~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline MINLUSUN

  • Newbie
  • *
  • Posts: 39
  • It's the beginning of MinSun's baby in the future.
  • Location: Jakarta, Indonesia
    • View Profile
CHAPTER 4 --SPOILER--





          Lee Min Jung kembali menginjakan kakinya di kota Seoul. Saat mendengar kabar bahwa Min Ho masih bekerja di Seoul Magazine Center tanpa berpikir panjang setibanya di bandara, Min Jung langsung pergi menuju SMC. Sebenarnya ia juga mempunyai keperluan lain di SWC selain menemui Min Ho.



          Hanya teman yang terbaik. Donghae menekankan kata-kata itu dalam hati. Dan percayalah, kata-kata itu membuat hati Donghae cukup teriris.
          “Sudah tidak bingung lagi, kan? Sekarang istirahatlah.” Donghae mengacak-acak rambut Hye Sun lalu bangkit dari duduknya. Langkahnya terhenti saat ia merasa pergelangannya dicekal.
          “Tunggu dulu,” Cegat Hye Sun. “Besok setelah aku menemui wanita itu, mau tidak kau menemaniku mencari apartemen baru?” Pinta Hye Sun pada Donghae.

          “Tentu saja. Sekarang tidurlah,” Setelah melepas cekalan tangan Hye Sun dilengannya Donghae keluar dari kamar Hye Sun.
          Setidaknya kali ini  ia tidak membicarakan Tuan Lee itu di depanku. Donghae bersyukur dalam hati.



          “Ingin kuantar pulang?”
          “Tidak perlu, temanku sudah menjemput.” Hye Sun menunjuk kearah mobil Donghae, dan tidak lama mobil itu sudah berada dihadapan mereka.
          Donghae membuka kaca mobilnya. “Ayo, masuklah!” Donghae menyuruh Hye Sun memasuki mobil dan saat itu pula ia menyadari ada seorang laki-laki—yang sudah tidak asing lagi—di samping Hye Sun.
          “Oh, kau. Senang bertemu denganmu lagi.” Donghae menyapa Min Ho lalu menundukan tubuhnya sedikit.
           Min Ho pun membalas sapaan Donghae, “Ya, senang juga bertemu denganmu lagi.”
           Setelah Min Ho dan Donghae bertegur sapa dan Hye Sun berpamitan pada Min Ho untuk pergi lebih dulu akhirnya mobil Donghae melesat pergi dari hadapan Min Ho. Hatinya seakan terbakar api saat melihat siapa yang menjemput Hye Sun.

          Ada apa dengan ku? Oh... Entahlah...


~MINSUNHAE'S SIMILAR OUTFIT~

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
AAAAAAAAAAAAAAAAAAA sebelumnya aku mau tumpengan dulu yaa soalnya ID yang ini udh bisa dipake lagi  [clap] [clap]
Aku jadi punya dua ID, boleh ga? gapapa ya  [biggrin]
Terus FF ini udah setahun kurang sepuluh hari ga di update. Gilak banget authornya  [laughing] [laughing]
Pasti udah pada lupa sama ceritanya. Gapapa deh bacanya pada nerawang-nerawang aja hehe. Jiwa MinSunHae lagi dateng jadi pengen aja lanjutin FF ini. Oiya, buat sista Imahminsun sorry baru bisa aku update sekarang  [sweat]
Yaudah deh selamat baca yaa  [biggrin] [biggrin]


CHAPTER 4



          Goo Hye Sun berdiri dibalik jendela. Matanya menatap lurus keindahan kota Seoul di malam hari. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, raut wajahnya terlihat sedang memikirkan sesuatu.
          “Haruskah aku menerima tawarannya?” gumamnya pelan. Ia terlihat begitu bingung.



**********


         Lee Min Jung kembali menginjakan kakinya di kota Seoul. Saat mendengar kabar bahwa Min Ho masih bekerja di Seoul Magazine Center tanpa berpikir panjang setibanya di bandara, Min Jung langsung pergi menuju SMC. Sebenarnya ia juga mempunyai keperluan lain di SMC selain menemui Min Ho.
          Setibanya di sana semua karyawan terlihat terkejut akan kedatangannya. Saat ia masih bersama Min Ho ia memang sering ke sini, dan semuanya juga pasti tahu tentang apa yang terjadi diantara dirinya dan Min Ho sampai akhirnya mereka harus berpisah.
          “Min Jung nuna?” Hyun Jin tampak terkejut dan langsung berdiri dari duduknya ketika melihat kedatangan Min Jung.
          “Oh Hyun Jin-ssi..” Min Jung memamerkan senyumnya pada Hyun Jin, lalu bertanya, “Apa Min Ho ada di ruangannya?”
          Hyun Jin menggeleng. Mulutnya terbuka. Sepertinya ia masih kaget. Lalu saat ia merasa bahwa ini memang nyata, ia menjawab pertanyaan Min Jung tadi. “Oh Min Ho hyung, hmmm, sejak habis makan siang aku belum melihatnya. Atau mungkin dia ada di ruang pemotretan.”
          “Begitu? Baiklah, aku ke ruang pemotretan saja kalau begitu. Terimakasih,” Min Jung membungkukan tubuhnya, dan langsung berlalu pergi menuju ruang pemotretan.
          Saat memasuki ruang pemotretan ia bisa melihat semua orang tampak begitu sibuk akan pekerjaan mereka masing-masing. Min Jung memutar kepalanya kekanan dan kekiri mencari sosok Min Ho. Tetapi sepertinya laki-laki itu tidak di sana. Karena sejak tadi kedua matanya tidak juga menangkap keberadaan laki-laki itu.
          “Nona, apakah Lee Min Ho-ssi ada di sini?” tanya Min Jung kepada salah satu photographer di ruangan itu.
          “Tuan Lee? Tidak, dia tidak di sini,” jawab photographer itu sambil menggeleng.
          “Oh, ya sudah kalau begitu terima kasih,” ucap Min Jung. Begitu ingin berlalu, langkahnya terhenti saat melihat nametag gadis photographer dihadapannya “Goo Hye Sun” ucapnya dalam hati.
          “Kau Goo Hye Sun phorographer yang baru saja terpilih untuk bekerja di sini?”
          “Betul, ada apa?”
          “Bisa bicara sebentar?”
          “Hmm, oke baiklah,”
          Hye Sun mengajak wanita cantik yang ia tidak tahu namanya itu menuju sofa dekat pintu masuk ruang pemotretan.
          “Ingin bicara apa?”
          “Sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Lee Min Jung. Begini, salah satu anak perusahaan ayahku sedang dalam keadaan buruk.Aku rasa salah satu faktornya karena photographer di sana kurang handal. Ada beberapa customer yang kurang puas akan service yang diberikan. Ayahku bilang ada orang dalam yang sengaja melakukan ini untuk menjatuhkan perusahaannya.” Jelas Min Jung panjang lebar.
          “Lalu apa hubungannya denganku?” tanya Hye Sun bingung.
          “Kau photographer pilihan Min Ho. Aku tau itu, dan jangan tanya darimana aku mengetahuinya. Lee Min Ho adalah seseorang yang perfeksionis, dia tidak mungkin memilih photographer untuk SMC dengan asal, semuanya pasti ia perhatikan dengan sangat teliti. Jadi aku yakin kau adalah salah satu photographer terbaik yang pernah dipilih olehnya.”
          “Lalu?”
          “Lalu, maukah kau bekerja di perusahaan ayahku? Tidak perlu khawatir, aku menjamin pekerjaan ini tidak akan mengganggu pekerjaanmu di sini.”
          “Bagaimana bisa kau menjaminnya?”
          “Kau hanya akan bekerja satu bulan selagi aku mencari photographer handal untuk menggantikanmu, dan kau akan bekerja pada hari Sabtu dan Minggu. Terpaksa harus menggunakan hari liburmu karena tidak ada cara lain. Aku akan membayarmu dua kali lipat atau lebih atau kau boleh menuliskan nominal yang kau inginkan.”
          “Sepertinya kau sudah merencakannya,”
          “Terus terang saja, iya. Jadi maukah kau membantuku?”
          “Entahlah, akan kupikirkan.”



**********


          Walaupun tidak bertemu Min Ho, Min Jung tetap merasa senang karena secara kebetulan ia bertemu dengan Hye Sun—seorang photographer yang sudah beberapa hari terakhir ini ia cari tau identitasnya. Pamannya yang tinggal di Seoul memberitahu bahwa SMC baru saja menerima satu photographer baru. Setelah Min Jung mencari tau segala hal tentang gadis si photographer itu,  benar saja, Min Ho tidak pernah salah akan pilihannya. Satu yang disadarinya, gadis photographer itu jauh berbeda seperti di foto yang ia lihat. Jauh lebih cantik. Sampai-sampai ia tidak mengenalinya tadi siang.
          Ayah Min Jung mendirikan sebuah perusahaan yang berhubungan dengan photography, dan sialnya saat ini salah satu anak perusahaannya sedang terancam dan itulah alasan mengapa ia kembali ke kota kelahirannya ini. Min Jung tertarik untuk menyuruh Hye Sun membantunya dalam masalah ini. Entah bagaimana saat pertama kali ia mencari tau tentang gadis itu, hatinya mengatakan semuanya akan kembali baik-baik saja dengan campur tangan gadis itu.
         “Setidaknya aku sudah membuatnya ingin mempertimbangkan permintaanku,” gumam Min Jung sedikit bangga. Untuk sesaat Min Jung tidak memikirkan seorang Lee Min Ho. Hatinya sedikit agak lega karena dengan bertemunya ia dengan Hye Sun, itu membuat satu masalahnya terlewati.



**********


          “Ada apa?” akhirnya pertanyaan itu keluar dari mulut Donghae setelah beberapa menit ia memperhatikan Hye Sun dari belakang.
          Hye Sun sedikit tersentak lalu menolehkan kepalanya menuju asal suara dan berkata, “Oh, kau. Tidak. Tidak ada apa-apa.”
          “Mencoba menyembunyikan sesuatu dariku? Maaf, itu salah satu kelemahanmu nona cantik,” ucap Donghae sambil menghampiri Hye Sun.
          “Duduklah,” Hye Sun menyuruh Donghae duduk di sofa dekat jendela. “Begini,..........” mulailah Hye Sun menceritakan kejadian tadi siang dari A sampai Z pada Donghae. Donghae terlihat begitu serius mendengarkan apa yang diceritakan Hye Sun.
          “Sebaiknya kau terima saja. Hitung-hitung pengalaman, lagipula hanya sebulan. Masalah hari liburmu terpakai,.. hmm.. aku bisa menghiburmu kalau kau kelelahan,” Donghae menyuarakan pendapatnya setelah Hye Sun selesai bercerita. Degup jantungnya seakan bergerak dua kali lebih cepat saat ia mengatakan bahwa ia bisa menghibur Hye Sun saat gadis itu kelelahan.
          “Menurutmu begitu?” Hye Sun tampak menimbang-nimbang.
          “Ya.., dan uang bayaran yang kau terima nanti bisa saja menggantikan uangmu yang kau pakai untuk membeli apartemen baru, bukan?” seru Donghae, mengingat kalau Hye Sun ingin membeli apartemen baru yang lebih dekat dengan SMC.
          “Ah kau benar! Baiklah akan ku coba.” Hye Sun tersenyum pada Donghae. “Kau memang teman terbaik, kau selalu tau jalan keluar yang tepat untuk ku. Terimakasih..” Hye Sun semakin mengembangkan senyumnya. Donghae hanya bisa membalas senyum gadis dihadapannya itu.

         Hanya teman yang terbaik. Donghae menekankan kata-kata itu dalam hati. Dan percayalah, kata-kata itu membuat hati Donghae cukup teriris.
          “Sudah tidak bingung lagi, kan? Sekarang istirahatlah.” Donghae mengacak-acak rambut Hye Sun lalu bangkit dari duduknya. Langkahnya terhenti saat ia merasa pergelangannya dicekal.
          “Tunggu dulu,” cegat Hye Sun. “Besok setelah aku menemui wanita itu, mau tidak kau menemaniku mencari apartemen baru?” pinta Hye Sun pada Donghae.
          “Tentu saja. Sekarang tidurlah,” setelah melepas cekalan tangan Hye Sun dilengannya Donghae keluar dari kamar Hye Sun.

          Setidaknya kali ini  ia tidak membicarakan Tuan Lee itu di depanku. Donghae bersyukur dalam hati.


**********


         “Jadi kau menerimanya?” tanya Min Jung memastikan. Wajahnya terlihat begitu senang.
          “Setelah memikirkannya semalaman, kupikir tidak ada salahnya dicoba,” jawab Hye Sun memastikan. Ia membalas senyum Min Jung yang terlihat sangat senang itu.
          “Ahhh akhirnya satu masalah selesai. Kuharap kau bisa membantuku. Terimakasih telah menerima tawaranku,” tangan Min Jung terulur dan Hye Sun menjabat tangannya yang terulur. Ia tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Ternyata bertemu dengan Goo Hye Sun tidak sesulit yang ia bayangkan.
Min Jung memutuskan untuk mentraktir Hye Sun makan. Sebagai tanda terimakasih karena gadis itu sudah ingin bersedia membantunya. Setelah memesan makanan mereka, tiba-tiba ponsel Min Jung berbunyi. “Sebentar ya,” ucap Min Jung lalu mengangkat teleponnya.
          “Iya aku sudah bertemu dengannya....... Dia menyetujuinya...... Tenang saja.... Apa? Baiklah aku akan melupakannya sementara..... Tetapi setelah semuanya kembali baik-baik saja, biarkan aku melakukan semua yang kuinginkan.... Ya, baiklah,” Min Jung menutup ponselnya, lalu kembali membenarkan duduknya. “Ayahku,” katanya seakan menjawab raut wajah Hye Sun yang tampak penasaran.
          Hye Sun mengangguk, “Dia menanyakan tentang tawaranmu terhadapku?” tanya Hye Sun.
          “Ya,” Min Jung mengangguk. “Dan sedikit masalah pribadi.” Tambahnya.
          “Boleh bertanya sesuatu?” Hye Sun kembali bertanya.
          “Silahkan.”
          “Kemarin katamu anak perusahaan ayahmulah yang terancam bangkrut. Berarti perusahaan ayahmu perusahaan yang besar. Dan bagaimana bisa kau bilang kalau di sana photographernya tidak handal? Itu sangat aneh.”
          “Seperti yang sudah kukatakan kemarin, ada orang dalam yang berusaha menjatuhkan perusahaan ayahku. Orang kepercayaan ayahku yang bekerja di anak perusahaan itu ternyata punya dendam terpendam. Entah apa alasannya, Ayah tidak cerita padaku. Ia tidak pernah curiga dengan orang itu. Tidak berapa lama banyak customer  yang mengeluh karena projek mereka dikerjakan dengan asal.   Dan inilah hasilnya. Dia menyuruhku kembali ke Seoul untuk membantu memulihkan keadaan.”
          “Kembali ke Seoul? Memang sebelumnya kau tinggal dimana?”
          “Beberapa tahun lalu aku pindah ke Amerika karena satu insiden yang memalukan. Lalu aku dinikahkan dengan seorang laki-laki di sana. Sebenarnya ada satu alasan lain mengapa aku setuju kembali lagi ke sini.” Min Jun tersenyum samar.
          “Alasan lain?”
          “Ya,” Min Jung mengangguk. “Mencari cinta pertamaku.” Lanjutnya mantap.
          Min Jung dan Hye Sun terlihat sangat akrab meskipun baru kedua kalinya bertemu. Mungkin karena umur mereka yang tidak berbeda jauh. Min Jung yang nyatanya tiga tahun lebih tua dari Hye Sun tidak ingin dipanggil Onni. Katanya agar mereka bisa lebih akrab dan di Amerika ia juga tidak terbiasa dipanggil Onni. Dan entah mengapa dengan lancarnya ia menceritakan semua masa lalunya dengan cinta pertamanya pada Hye Sun. Ia bilang ia sedang tidak ingin memikirkan cinta pertamanya itu sebelum semua masalah perusahaan Ayahnya selesai. Ia tidak mengatakan siapa nama cinta pertamanya karena menurutnya itu tidak perlu dan walaupun ia tau bahwa Min Ho lah yang memilih Hye Sun untuk menjadi photographer di SMC, otak dan perasaannya mengatakan kalau hubungan Min Ho dan Hye Sun hanya sebatas sampai pemilihan photographer itu selesai. Karena sepengetahuannya Min Ho adalah seorang atasan yang dingin dan jarang ingin mendekatkan diri pada karyawannya.
          Setelah setengah jam lebih mereka bertukar cerita, akhirnya mereka menyudahi pertemuan mereka itu. Min Jung bilang Hye Sun sudah bisa mulai bekerja dengannya minggu depan. Saat sudah berada diambang pintu restoran ponsel Hye Sun berbunyi. Sementara Hye Sun mengangkat ponselnya, Min Jung pamit untuk pergi lebih dulu.
          “Ya, Hyun Jin-ssi ada apa?” ternyata Hyun Jin yang meneleponnya.
          “Hye Sun-ssi, apakah kau lupa memberiku foto-foto model yang akan dijadikan sampul majalah edisi lusa?” terdengar suara bertanya Hyun Jin di seberang sana.
          “Astaga, iya maaf, aku lupa. Baiklah aku akan kembali ke kantor. Tunggu aku, oke?” Hye Sun langsung memberhentikan taksi dan pergi ke SMC. Di dalam taksi ia tidak lupa untuk menelepon Donghae, menyuruh temannya itu untuk menjemputnya di kantor baru pergi mencari apartemen baru untuknya.



**********


          Saat Min Ho membuka pintu ruangannya ia merasakan tiba-tiba jantungnya berdegup dua kali lebih kencang dan hatinya serasa sangat lega, ketika melihat gadis dihadapannya. Meja kerja Hyun Jin memang tidak jauh dari ruangannya. Maka itulah ia bisa melihat dengan jelas gadis di depan meja Hyun Jin yang sedang memberikan sesuatu. Dua hari terakhir ini jadwalnya sangat padat sampai ia tidak bisa melihat gadis dihadapannya itu. Entah mengapa ia merasa bahwa ia rindu dengan gadis itu. Dan ketika melihat gadis itu lagi hatinya sangat senang.
          “Oh Tuan Lee, selamat sore.” Suara gadis itu membuyarkan lamunannya.
          “Oh ya, selamat sore Hye Sun-ssi.” Min Ho membalas salam Hye Sun agak kikuk.
          “Kau tidak pulang, hyung?” tanya Hyun Jin pada Min Ho.
          “Baru saja akan pulang. Kau, Hye Sun-ssi kenapa masih di sini? Kau tidak pulang?” bukannya balik bertanya pada Hyun Jin—karna Hyun Jin lah yang bertanya padanya lebih dulu—ia malah menayakan Hye Sun.
          “Oh, saya? Sebenarnya tadi saya sudah keluar kantor untuk pulang, tapi saya lupa memberi foto-foto model yang akan dijadikan sampul majalah edisi lusa pada Hyun Jin, jadi saya balik lagi.” Jawab Hye Sun menjelaskan dengan tersenyum agak takut. Takut dimarahi.
          “Begitu? Lalu apakah sekarang sudah selesai? Ingin turun bersama denganku?” entah darimana Min Ho mendapatkan keberanian untuk mengatakan itu, tapi dapat dipastikan kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.
          “Ya?” Hye Sun terkejut saat mendengar tawaran atasannya itu untuk turun bersama.
          Seakan mengerti apa yang Min Ho inginkan, Hyun Jin berkata, “Sudah kok hyung. Hye Sun sudah menyerahkan semua foto-fotonya. Jadi, Hye Sun-ssi sebaiknya kau ikut turun saja bersama dengan Min Ho hyung.”
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Hye Sun pun setuju untuk turun ke lantai dasar bersama Min Ho. Mereka berdua terlihat canggung sampai akhirnya Hye Sun memecahkan keheningan diantara mereka. “Dua hari yang lalu, gadis kecil itu benar anakmu?” ternyata sejak tadi Hye Sun sedang memberanikan dirinya untuk menanyakan ini pada Min Ho.
          “Benar,” jawab Min Ho singkat.
          “Berarti kau sudah menikah?” tanya Hye Sun lagi.
          Min Ho terlihat agak terkejut ketika mendengar pertanyaan Hye Sun. Lalu ia menjawab pertanyaan gadis itu setenang mungking, “Ibunya meninggal saat melahirkannya,” jawab Min Ho. Tentu saja ia berbohong.
Berarti kau sudah menikah? Mulutnya terlalu sulit untuk menjawab pertanyaan itu.
          “Begitu?”
          “Ya,”
          Bunyi dentingan lift menghentikan pembicaraan mereka. Mereka pun keluar dari lift dan sekarang mereka sudah sampai di luar SMC.
          “Ingin kuantar pulang?”
          “Tidak perlu, temanku sudah menjemput.” Hye Sun menunjuk kearah mobil Donghae, dan tidak lama mobil itu sudah berada dihadapan mereka.
          Donghae membuka kaca mobilnya. “Ayo, masuklah!” Donghae menyuruh Hye Sun memasuki mobil dan saat itu pula ia menyadari ada seorang laki-laki—yang sudah tidak asing lagi—di samping Hye Sun.
          “Oh, kau. Senang bertemu denganmu lagi.” Donghae menyapa Min Ho lalu menundukan tubuhnya sedikit.
Min Ho pun membalas sapaaan Donghae, “Ya, senang juga bertemu denganmu lagi.”
Setelah Min Ho dan Donghae bertegur sapa dan Hye Sun berpamitan pada Min Ho untuk pergi lebih dulu akhirnya mobil Donghae melesat pergi dari hadapan Min Ho. Hatinya seakan terbakar api saat melihat siapa yang menjemput Hye Sun.

          Ada apa dengan ku? Oh... Entahlah...


**********


         “Lagi-lagi bersama laki-laki itu,” gerutu Donghae kesal di dalam mobil saat ia sedang mengendarai mobilnya menghampiri Hye Sun.
          Setelah menyapa Min Ho dengan raut wajah yang dipaksakan sebaik mungkin Donghae menginjak pedal gas meninggalkan tempat itu.
          “Sepertinya kau sudah menemukan sesuatu yang bisa membuatmu betah dikantor itu.” Ucap Donghae asal.
          “Apa?” Hye Sun terkejut. Lalu ia terlihat berpikir. “Maksudmu Tuan Lee?”
          “Yah, siapalah namanya..,”
          “Menurutmu begitu? Aku bahkan baru bertemu dengannya hari ini, setelah dua hari sama sekali tidak melihatnya.” Hye Sun menjelaskan dengan tetap memandang lurus ke depan.

          Baru bertemu dengannya hari ini, katanya. Umpat Donghae dalam hati. Lagi-lagi hatinya terasa teriris saat menemukan kenyataan bahwa walaupun baru bertemu tetapi mereka—Hye Sun dan Min Ho—sudah sedekat itu.
          Berjam-jam Hye Sun dan Donghae mengitari kota Seoul mencari apartemen baru untuk Hye Sun. Sulit memang mencari apartemen yang bagus dengan harga yang terjangkau. Setelah hampir seharian mencari akhirnya Hye Sun dan Donghae menemukan apartemen yang cocok.
          Apartemennya tidak terlalu besar, memiliki satu kamar utama dan satu kamar yang lebih kecil, satu dapur, dan satu kamar mandi. Harganya juga tidak terlalu mahal. Dan yang paling bagus, letak apartemen itu tidak jauh dari SMC. Rencananya besok—hari Minggu—Hye Sun sudah akan pindah ke apartemen barunya ini.



**********


          Tangan kanan Min Ho sibuk mengeringkan rambutnya. Wajahnya terlihat lebih segar setelah ia membersihkan dirinya. Saat baru saja ia duduk di atas tempat tidur, terdengar suara seseorang membuka pintu kamarnya.
Kepalanya menoleh ke arah pintu, setelah mengetahui siapa yang membukanya ia berkata, “Oh, anak Appa. Ada apa?”
          “Aku ingin menanyakan sesuatu,” jawab Ye Eun sambil menghampiri Ayahnya.
          “Menanyakan apa? Sini, kemarilah.” Min Ho mengangkat tubuh mungil Ye Eun ke pangkuannya.
          “Soal kakak kue beras,” jawab Ye Eun lagi. Ia menatap Ayahnya dengan tatapan serius.
Min Ho terkejut. “Apa yang ingin kau tanyakan tentangnya?” tanya Min Ho.
          “Siapa namanya? Lalu bolehkah aku bertemu dengannya besok?” dua pertanyaan sekaligus keluar dari mulut Ye Eun.
          “Namanya Goo Hye Sun. Kalau bertemu dengannya.......” belum sempat Min Ho menyelesaikan jawabannya, posel yang ia letakan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya tiba-tiba saja berbunyi. “Sebentar,” ucapnya pada Ye Eun. Lalu menurunkan putri kecilnya dari pangkuannya.
          “Ya, Hyun Jin-ssi?............ Apa? Tunggu sebentar,” Min Ho menunda pembicaraannya dengan Hyun Jin di telepon lalu berkata pada Ye Eun, “Ye Eun-ah bisakah kau kembali ke kamarmu? Appa harus bicara dengan Paman Hyun Jin. Masalah besok kau ingin bertemu kakak kue beras, Appa akan meneleponnya nanti. Oke?”
          “Ya, baiklah.” Ye Eun terlihat kecewa. Min Ho menuntunnya keluar dari kamarnya. Min Ho tersenyum  kecil saat melihat putri kecilnya mengerucutkan bibirnya. Sungguh menggemaskan.
          “Maaf tadi ada Ye Eun di sini. Silahkan lanjutkan ceritamu,” Min Ho kembali berbicara dengan Hyun Jin melalui ponselnya setelah mengantar Ye Eun keluar. Dan Hyun Jin menceritakan tentang peristiwa—kedatangan Min Jung di SMC—kemarin. Min Ho terkejut. Entah mengapa dadanya terasa berdetak lebih cepat. Cinta pertamanya, Ibu kandung Ye Eun. Dia kembali.
          Min Ho menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Wajahnya masih terlihat terkejut.

          Dia kembali. Setelah apa yang ia lakukan terhadapku dan Ye Eun, apa yang harus kulakukan?
          Saat masih tenggelam dalam keterkejutannya, tiba-tiba saja Min Ho ingat apa yang sedang ia dan Ye Eun bicarakan tadi. Putri kecilnya ingin bertemu Hye Sun besok, dan ia sudah berjanji untuk menelepon gadis itu. Ia tampak agak ragu. Tetapi karena ia sudah berjanji pada Ye Eun mau tidak mau ia harus memberanikan dirinya menelepon gadis itu.
          “Halo. Hye Sun-ssi,” sapa Min Ho saat terdengar tanda bahwa gadis itu menjawab teleponnya.
          “Oh, Tuan Lee?” Min Ho bisa mendengar nada terkejut dari ucapan Hye Sun.
          “Ya, ini aku. Maaf mengganggumu malam-malam,”
          “Tidak apa-apa.” Jawab Hye Sun kikuk “Ada apa meneleponku?”
          “Hmm, begini, Ye Eun—anakku—ingin bertemu denganmu besok. Apa kau ada waktu?”
          “Besok? Maaf sekali, besok aku harus memindahkan barang-barang ke apartemenku yang baru.”
          “Begitukah?”
          “Ya, maaf sekali. Tolong sampaikan permintaan maafku pada Ye Eun,”
          Sekitar setengah menit keheningan terjadi diantara mereka.
          “Ada lagi, Tuan Lee?” akhirnya Hye Sun memecahkan keheningan diantara mereka.
          “Oh, tidak hanya itu saja,” ucap Min Ho sambil menggeleng walaupun ia tau Hye Sun tidak melihatnya. Lalu ia melanjutkan, “Hye Sun-ssi kau tidak perlu memanggilku Tuan Lee saat di luar kantor. Panggil saja aku Min Ho-ssi atau siapalah terserahmu asalkan jangan Tuan Lee.” Pinta Min Ho.
          “Baiklah,” kali ini Hye Sun mengangguk tanpa sepengetahuan Min Ho.
          “Besok, jika kau membutuhkan bantuan kau bisa meneleponku.” Tanpa sadar kalimat itu keluar dari mulut Min Ho.  Untuk kedua kalinya ia berkata di luar kesadarannya pada Hye Sun.
          “Ya?” Hye Sun terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Min Ho barusan.
          “Ya sudah hanya itu saja yang ingin aku sampaikan. Selamat malam,” walaupun ia tau kalau Hye Sun sedang terkejut setelah mendengar apa yang ia katakan, tapi ia tidak ingin mengulangnya untuk kedua kalinya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk menutup ponselnya dan mengakhiri pembicaraan.



**********


           Donghae memasuki kamar Hye Sun saat ia melihat gadis itu sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
           “Oh, Tuan Lee?” seketika telinganya memanas saat mendengar apa yang diucapkan Hye Sun.

           Tuan Lee. Ucapnya dalam hati.
          Sekitar tiga menit lamanya ia hanya berdiri tertegun di belakang Hye Sun sambil sedikit-sedikit mendengar dan  mencerna apa yang sedang Hye Sun bicarakan dengan laki-laki itu. Sampai akhirnya Hye Sun menutup ponselnya dan membalikan tubuh mungilnya.
          “Oh,” Hye Sun terkejut.
          Donghae hanya tersenyum kecil melihat gadis dihadapannya terkejut. Lucu sekali.
          “Selalu seperti ini. Masuk ke kamarku tanpa mengatakan apapun. Seperti hantu,” ucap Hye Sun kesal. Ia menghampiri Donghae dan menyuruhnya duduk di ruang tv.
          “Maaf, aku tidak bermaksud,” Donghae tersenyum pada Hye Sun. Tangannya terulur untuk mengacak-acak rambut gadis mungil itu. Ia sangat suka melakukannya. “Sudah kau rapihkan semuanya?” tanya Donghae. Ia melihat ke sekeliling dan sepertinya begitu—Hye Sun sudah merapihkan semua barang-barangnya.
          “Sudah,” Hye Sun mengangguk. “Donghae-ah bagaimana kalau kau ikut pindah ke apartemenku? Sepertinya aku terlalu takut untuk tinggal sendiri.” Pinta Hye Sun melanjutkan. Sejak tadi—setelah ia pulang dari mencari apartemen baru—ia sudah memikirkan ini. Donghae memang sepertinya harus ikut pindah bersamanya. Dan benar saja ia memang merasa terlalu takut untuk tinggal sendirian di apartemen barunya nanti. Jika ada Donghae ia baru bisa merasa aman.
          “Maumu seperti itu?” tanya Donghae. “Tapi aku belum sama sekali merapihkan barang-barangku,” lanjutnya.
          “Barang-barangmu tidak penting. Kita bisa memindahkannya lusa. Yang penting kau ikut pindah bersamaku. Kau mau?” Hye Sun mulai merajuk.
          “Baiklah. Tapi,.... apa kau tidak takut tinggal bersamaku?”
          “Mengapa harus takut? Selama ini kau selalu menjagaku, dan tidak pernah menyakitiku.”
          “Segitu percayanya kah kau padaku?”
          “Sejauh ini, iya.”
          “Terimakasih,”
          “Untuk?”
          “Percaya padaku.”
          Hye Sun tersenyum. Laki-laki dihadapannya membalas senyumnya.
          “Kalau begitu, terimakasih juga,” kali ini Hye Sun yang berterimakasih.
          “Untuk?”
          “Menjagaku.”
          Tangan Donghae terulur untuk mengelus rambut halus Hye Sun. Untuk sementara hatinya terasa lega karena Hye Sun tidak menceritakan apa dan siapa yang meneleponnya barusan. Ia tau kalau ia tidak bisa memaksakan gadis itu untuk mencintainya, atau setidaknya hanya sekedar melihatnya. Memang, gadis itu sudah melihatnya, tetapi melihatnya sebagai seorang teman terbaik bukan sebagai seseorang yang penting—seperti yang ia rasakan terhadap gadis itu. Entah sampai kapan ia harus memendam rasa cintanya.



**********


         Min Ho meletakan kembali ponselnya ke atas meja kecil di samping tempat tidurnya. Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Hye Sun jantungnya masih berdegup dua kali lebih cepat. Direbahkannya tubuhnya yang jenjang di atas kasur. Menatap langit-langit kamarnya, wajahnya terlihat sedang menerawang. Menerawang apa yang sebenarnya ia rasakan sekarang.
          Setelah peristiwa di taman dua hari yang lalu, hatinya menjadi terasa aneh jika bertemu gadis itu, jantungnya menjadi berdetak lebih kencang saat menatap gadis itu, dan perkataannya menjadi terucap begitu saja—diluar kesadarannya—saat bicara dengan gadis itu.
          Min Jung kembali disaat rasa yang berbeda pada Hye Sun datang. Perasaannya semakin tidak bisa dideskripsikan.  Tetapi satu yang pasti, ia tidak akan kembali pada Min Jung. Hatinya sudah cukup sakit dengan apa yang telah Min Jung lakukan terhadapnya. Dan ada satu alasan lagi yang membuatnya sangat tidak bisa kembali pada wanita itu. Kebohongan yang telah ia lakukan—mengatakan pada Ye Eun bahwa ibu kandungnya telah meninggal. Dan mulai saat ini sepertinya ia akan mempertimbangkan soal perjodohan yang putri kecilnya inginkan.



**********


           Donghae baru saja kembali ke kamarnya setelah menemani Hye Sun di kamar gadis itu. Saat di kamar Hye Sun tadi, mereka menelepon orang tua dan bibi Hye Sun. Sudah hampir seminggu mereka tidak menghubungi keluarga mereka. Rasanya rindu sekali.
          Ponselnya berbunyi saat ia baru saja ingin merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
          “Donghae-ssi,” terdengar suara seorang gadis dari ponselnya.
          “Ya, Eun Hye-ssi. Ada apa?” tanya Donghae.
          “Begini, Ayahku menyuruhku pergi ke Sydney bulan depan.”
          “Benarkah? Untuk apa?” tanya Donghae terkejut.
          “Melanjutkan kuliahku di sana. Dan ia juga menyuruhku mengurus studio fotonya di sana.”
          “Ayahmu juga punya studio foto di Sydney.”
          “Ya, apa aku belum cerita padamu?”
          “Sepertinya belum. Lalu studio foto yang di sini? Apa aku harus mengurusnya sendiri?” jika memang benar begitu, aku akan merasa sangat tidak enak. Lanjut Donghae dalam hati.
          “Tidak. Kau tidak perlu lagi mengurus studio foto yang di sini.”
          “Maksudmu?”
          “Ayahku memintamu ikut pergi ke Sydney bersamaku,”
          Donghae terkejut. Bagaimana bisa ia ikut ke Sydney bersama Eun Hye. Ia tidak punya cukup uang.
          “Tidak perlu khawatir. Ayahku sudah menyiapkan semuanya, kau hanya perlu mengemasi barang-barangmu. Dan aku harap kau tidak menolaknya,” ucap Eun Hye menjawab keterkejutan Donghae.
          “Tapi......” Donghae kebingungan. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “Ya, baiklah.” Jawab Donghae pasrah.
          Setelah menyetujui permimntaan Eun Hye dan sedikit berbincang tentang apa yang akan mereka lakukan di Sydney nanti akhirnya pembicaraan mereka pun selesai. Donghae menutup ponselnya lalu meletakannya di atas bantal di sampingnya. Satu yang ia pikirkan saat ini setelah menyetujui permintaan Eun Hye tadi. Bagaimana dengan Hye Sun kalau ia pergi?
          Hanya Hye Sun yang ia khawatirkan saat ia pergi nanti. Siapa yang akan menjaganya? Tuan Lee itu? Haruskah ia mempercayakan laki-laki itu untuk menjaga Hye Sun? Haruskah ia merelakan Hye Sun pada laki-laki itu? Memikirkannya membuat hatinya terasa nyeri. Andai saja Ayah Min Jung belum mempersiapkan semuanya, pasti ia akan menolak untuk pergi bersama Min Jung. Dan sekarang ia pun pusing memikirkan bagaimana caranya mengatakan ini pada Hye Sun.

          Apakah ini saatnya untuk melepaskannya? Apakah Tuhan sudah tidak mengizinkanku lagi untuk menjaganya?





To Be Continued
« Last Edit: June 15, 2012, 12:27:59 am by lluluMH »
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012
« Reply #101 on: June 15, 2012, 01:48:08 am »
Akhrnya LULU update. Gue kira ente ud lupa! Nah loh, ntr hye jd g ad penjagax <satpam kalie> kalo donghae ke sydney? Ad satpam bru? Minho? Nahhh

Offline Roxanne

  • Full
  • ***
  • Posts: 259
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012
« Reply #102 on: June 15, 2012, 02:02:12 am »
thank you sis udah updateeeeeee...  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

itu min jung ngapain coba balik lg??  [chin] [chin]

seenak jidat ninggalin laki ma anak,sekarang seenak udel muncul lagi gitu,ckckck..  [guns] [guns]

hahaha..gpp yang penting min ho ude jatoh cintrong sama hye sun..  Hface Hface

lanjut sis,akika gak sbar baca lanjutannya,  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline lluluMH

  • Newbie
  • *
  • Posts: 79
  • I like her style boyish but still beauty love it
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012
« Reply #103 on: June 15, 2012, 03:31:38 am »
Akhrnya LULU update. Gue kira ente ud lupa! Nah loh, ntr hye jd g ad penjagax <satpam kalie> kalo donghae ke sydney? Ad satpam bru? Minho? Nahhh

hehehe alhamdulillah masih inget kak  [sweat] iya nih kayaknya MH bakal merangkap jadi bos sekalian satpam juga  [hmpfh]

thank you sis udah updateeeeeee...  [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

itu min jung ngapain coba balik lg??  [chin] [chin]

seenak jidat ninggalin laki ma anak,sekarang seenak udel muncul lagi gitu,ckckck..  [guns] [guns]

hahaha..gpp yang penting min ho ude jatoh cintrong sama hye sun..  Hface Hface

lanjut sis,akika gak sbar baca lanjutannya,  [smiley-gen013] [smiley-gen013]

wihiuy iya dong MH udah jatuh cintrong sama HS  [lovestruck] udah jarang berantem, terus juga MH kalo ngomong sama HS suka ga sadar ngomong apa  [laughing]
[lovestruck]
EUNHAE IS SAME LIKE MINSUN !!!!!!!!!! LOL

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: "Beautiful Life" *Chapter 4* 15 Juni 2012
« Reply #104 on: June 15, 2012, 05:31:35 am »
makasih ya sist lulu updatenya yg lumayan loong, Min jung datang buat apa ???mau kembali ke Minho !!!tapi bukannya dia di amerika juga sudh menikah ??? pintu hati Minho sudh tertutup buat Min jung anaknya juga sudh menemukan calon ibu baru ...!!! hye pindah ke apertmn dan Donghae mau pergi ke luar negri !! sepertinya ini jalan yg bagus buat Minho PDKT ke hye , gimana reaksi Min jung nanti kalau dia tahu klau Minho sudh dpat pengganti dia ??? next nya di tunggu ya !!! please jangan lama" ^^