Poll

ayo ayo milih di antara dua kubu di bawah ini hahaha

Kubu Rath
Kubu Daze

Author Topic: from Seoul to ... Perth II #SPOILER# 30 Oct' 11  (Read 98571 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile

mami up date dunks!!!! dah penasaran banget ama kelanjutannya , si raythan setelah liat punggung polos Daze mimpi basah gak mi??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
setubuh sama okmaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]


ADAM COUPLE SELCA

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
setubuh sama okmaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

 
punk punk punk punk punk punk punk punk

 whistling whistling whistling whistling whistling whistling

 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mi...katanya mo updet...kapan...?

buruan dunk mi udah penasaran kuadrat... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


mami up date dunks!!!! dah penasaran banget ama kelanjutannya , si raythan setelah liat punggung polos Daze mimpi basah gak mi??? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

jiah mimpi basah...sahnty nih bisa aja... bukan mimpi lagi...jangan2 udah masuk ke kamar daze langsung tancap  [on] [on] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yuki, [nono] [nono] rahasia [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
chp 2 akan segera gw update [biggrin] tp itu jg lht tanggapan2 elu2 pada, ayo ayo muncul semua klu ingin gw update [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
ayo dong mi, di update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ayo dong mi, di update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
sebentar say, tp kok sepi ya [what]
oh ya elu newbie ya [chin] [chin] perasaan belum pernah lht ID elu [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
ayo dong mi, di update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
sebentar say, tp kok sepi ya [what]
oh ya elu newbie ya [chin] [chin] perasaan belum pernah lht ID elu [hmpfh]
iya mi, aku newbie disini.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
tp uda lama ngikutin ff.nya mami and sista2 laen [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ayo dong mi, di update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
sebentar say, tp kok sepi ya [what]
oh ya elu newbie ya [chin] [chin] perasaan belum pernah lht ID elu [hmpfh]
iya mi, aku newbie disini.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
tp uda lama ngikutin ff.nya mami and sista2 laen [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
o gitu ya [biggrin] semakin byk aja penghuni forum ini [smiley-dance013] [smiley-dance013] mat gabung dear [smiley-gen013] [smiley-gen013]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
ayo dong mi, di update [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]
sebentar say, tp kok sepi ya [what]
oh ya elu newbie ya [chin] [chin] perasaan belum pernah lht ID elu [hmpfh]
iya mi, aku newbie disini.. [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
tp uda lama ngikutin ff.nya mami and sista2 laen [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
o gitu ya [biggrin] semakin byk aja penghuni forum ini [smiley-dance013] [smiley-dance013] mat gabung dear [smiley-gen013] [smiley-gen013]
okehokeh mi [hmpfh] [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
aisshin, ok ,, hadiah buat kamu, gw update sekrg [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile


ADDITIONAL CAST :

Park Bo Young as Natalie Park


Sarapan sedang dipersiapkan Ye-Jin ketika Daze memasuki ruang makan. Ada semangkuk bubur ikan dengan sayur-sayuran diletakkan di depan bangku halmonie, kemudian dua piring berisi steak daging sapi dengan saus onion di depan bangku masing-masing, dia dan Dave.

"Good morning Ye-Jin, mana yang lain?", sapa Daze sambil menjatuhkan diri di kursinya.

Ye-Jin yang tidak menyadari kehadiran Daze di situ kelihatan tersentak, dia langsung mengangkat wajah dari kesibukannya.
"Oh agashi, anyongheseyo .. ,, ", dia membungkuk perlahan, " .. nyonya besar masih berada di kamarnya, agashi ..  sedangkan doronim mungkin .. mungkin masih tidur ,, atau .. mungkin belum kembali .. ", jawabnya terputus-putus.

Kening Daze berkenyit, "Belum kembali? Apa maksudmu?"

Ye-Jin mengigit bibir bawahnya, dia kelihatan agak gelisah mendengar pertanyaan Daze. Sekuat tenaga dia berusaha mengendalikan diri, tapi percuma saja karena kegugupannya tetap tidak terlepas dari perhatian Daze.

"Ada yang kamu sembunyikan?"

"Ti .. tidak agashi ... Hanya saja .. doronim .., dia .. ", Ye-Jin semakin serba-salah, dia tidak tahu harus berbuat apa .. mau jujur -takut dilabrak tuan mudanya, tapi mau berkelit juga tidak bisa karena Daze sudah memelototinya.

"Son Ye Jin!!"

"Ne .. ne, agashi ... "

"Apa Dave berbuat yang aneh-aneh?"

"A .. apa maksud agashi?"

Daze menyipitkan sepasang matanya, "Saya juga tidak tahu, .. Saya ... ", Daze menyentuh dagunya, seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian melanjutkan perkataannya yang tertunda, " .... saya hanya merasa, ada yang disembunyikannya ... ", ditatapnya Ye-Jin lekat-lekat, " .. karena itu jelaskan maksud perkataanmu tadi! .. Mengapa dia belum kembali? Apa dia sering keluar malam?", tanya Daze bertubi-tubi.

"Ne ,, ne agashi .. ", jawab Ye-Jin lemas. "Doronim .. doronim sering keluar malam akhir-akhir ini .. dia baru kembali keesokan harinya .. "

"Setiap hari?", tanya Daze menyelidik.

"Tidak setiap hari tapi .. kebanyakan .. "

Daze mengangguk, dia sudah tidak terkejut lagi dengan penjelasan Ye-Jin, Dave memang terlihat aneh. Kemampuannya membeli mobil lebih mengherankan lagi.
"Lalu .. bagaimana kuliahnya?"

Ye-Jin mengeleng perlahan, "Tidak tahu, agashi .. "

"Bagaimana dengan halmonie, apa dia mengetahuinya?", tanya Daze lagi.

"Nyonya besar kelihatan tidak perduli lagi dengan kegiatan doronim sejak pertengkaran kecil di antara mereka sebulan yang lalu .. ", jawab Ye-Jin.

"Pertengkaran kecil?", Daze mengulangi kalimat itu, "karena apa?"

"Doronim pulang dalam keadaan mabuk berat sekitar pukul 2 dini hari dan kebetulan tertangkap nyonya besar .. "
  
"Begitu? .. ". Daze berpikir sebentar, berniat bertanya lebih lanjut tapi segera diurungkan niat itu. Percuma saja bertanya pada Ye-Jin, pembantu ini pasti tidak mengetahuinya.

Daze mengibaskan tangan kearah Ye-Jin, kemudian berdiri dari kursi yang didudukinya.
"Saya akan melihat Dave dulu .. kamu ke kamar halmonie dan lihat apakah beliau sudah siap buat sarapan .. ", perintah Daze.

Ye-Jin menganggukan kepalanya, “Ne, agashi .. “

Daze berlalu dari ruang makan menuju kamar Dave di lantai atas, yang bersebelahan dengan kamarnya.

= = = @@@ = = =


Rathyan tersentak bangun dari ranjang. Matanya yang terbelalak lebar terpejam perlahan, dia mengeleng lambat-lambat. Kepalanya agak berat karena hanya tertidur sebentar tadi. Dia melirik jam weker di meja samping, benar,, dia hanya tidur selama tiga jam, dan itupun tidak lelap.

Rathyan menoleh ke samping, Dave kelihatan tertidur pulas di sebelahnya. Suara dengkurannya yang keras terdengar berisik di ruangan itu. Sekali lagi Rathyan memejamkan mata, dia menghembuskan nafas kuat-kuat. Tangannya bergerak, menguncang tubuh Dave.

“Heyy bangun!!! Sudah pagi,, kamu tidak boleh malas-malasan seperti ini!!”

Dave bergerak sedikit, tapi tidak merespon teguran Rathyan.

“Bangun!!”, teriak Rathyan lebih keras dari tadi, tapi tidak cukup kuat untuk didengar orang-orang di luar kamar itu. Karena sudah lama tinggal sembunyi-sembunyi di Han’s mansion, Rathyan memang sudah terbiasa mengendalikan suaranya.

“Tadi malam kamu minum sangat banyak ya?”. Rathyan membungkuk ke wajah Dave dan mengendus bau nafasnya, “Huekk … “, didorongnya tubuh pemuda yang masih tertidur pulas itu, “ .. sudah saya peringatkan jangan minum terlalu banyak kan? Lihat kamu mabuk begini!! .. bagaimana ujian hari ini? Kamu berniat bolos lagi ya?”

Rathyan menatap tajam Dave tapi yang ditanya tidak bereaksi apa-apa.

“Bangun!!”, Rathyan kembali menguncang tubuh Dave, kali ini sangat keras dan tangannya terjulur ke telinga pemuda itu kemudian menariknya. “Bangun sekarang juga ,, jika tidak ..  saya akan menyirammu dengan air es!!”, ancam Rathyan.

Dave bergerak perlahan, sepasang matanya yang terpejam terbuka pelan-pelan, masih dalam alam bawah sadar dia menjawab, “ .. biarkan saya sendiri, please Rath .. “

“No!!”, bantah Rathyan. “Kamu tidak boleh bolos lagi,, ayo bangun!!”. Rathyan menarik tangan Dave, tapi berat badan pemuda itu menahan usahanya yang lebih lanjut.

Tok .. tok .. tok .., ketukan halus terdengar dari arah pintu …, Rathyan segera berpaling.

“Dave-a, apa kamu berada di dalam?”, suara Daze terdengar dari balik pintu kamar yang tertutup.

“Oh …”, mulut Rathyan terbuka. Gugup, dia memukul lengan Dave, “Bagaimana ini,, noonamu berada di luar sekarang!!”, katanya pelan dan cepat. Tapi yang dipukul tetap tidak bergerak sama sekali.

“Dave,, jika kamu tidak menjawab, noona akan masuk sekarang!!”, suara Daze terdengar lagi.

“Sialan!!”, dengan kesal Rathyan mendorong tubuh Dave. Secepat kilat dia meloncat dari ranjang, berlari kebalik tirai jendela warna gelap yang tertutup setengahnya, kemudian mendekam di sana.

Selama beberapa detik dia mendengarkan dengan seksama, tidak terdengar suara sedikitpun, hanya keheningan yang menyelimuti kamar itu. Rathyan bergerak sedikit, dan .. drekkk .. pintu bercat putih itu terbuka perlahan.

Daze memasuki kamar dengan kening berkenyit. Sesaat pandangannya menyapu seluruh sudut ruangan, kemudian jatuh ke ranjang, dimana Dave masih tertidur pulas. Daze mendekati pemuda itu.

“Apa kamu tidak kuliah hari ini?”, tanya Daze.

Pemuda itu tidak bergerak, pertanyaan tadi memang tidak didengarnya.

“Dongseng-a .. “

Daze menyentuh lengan Dave. “Bangunlah, ayo sarapan bersama,, halmonie sudah menanti di ruang makan ..”

Dave memincingkan mata perlahan-lahan. Bayangan Daze terlihat kabur dalam pandangannya, tanpa sadar dia tersenyum dengan linglung, “Siapa? .. Noona?”

“Ne,, ayo turun sekarang .. “, ajak Daze sambil mengerakkan tangannya.

Daze mulai melangkahkan kakinya ketika tirai jendela yang bergerak halus menarik perhatiannya. Dia menghentikan langkahnya, keningnya kembali berkenyit untuk yang entah keberapa kalinya pagi itu.

Dia memutar tubuh kearah jendela, kemudian bergerak ke sana. Rathyan langsung panas dingin di tempat persembunyiannya. Semua gerak-gerik gadis itu tertangkap jelas olehnya, sekarang Daze semakin mendekat, tinggal beberapa langkah lagi.

“Noona!!”, teriakan terdengar dari belakang.

Daze menghentikan langkahnya, segera dia berpaling kearah ranjang, asal suara itu. Dave terlihat duduk dengan tubuh tegak lurus di atas ranjang.

Apa yang dilakukan Daze tadi, membuat Dave bangun mendadak dari tidurnya. Hampir saja wanita itu menangkap basah keberadaan Rathyan. Sekarang dia benar-benar pulih dari ketidaksadarannya. Noonanya tidak boleh mengetahui kehadiran Rathyan.

“O kamu sudah bangun ..”. Daze mendekati Dave.

“Ne ..”, jawab Dave.

“Kalau begitu bersiap-siaplah buat sarapan .. “

“Ok .. “

“Kamu minum?”, tanya Daze lagi ketika mencium bau alkohol tersembur dari nafas Dave.

“Ehh .. ne, sedikit .. “, jawab Dave agak gugup.

“Ada yang mengelisahkanmu?”, selidik Daze.

“Aniyo!!”, sahut Dave cepat, “.. saya hanya menghadiri pesta ulangtahun seorang teman dan .. agak lepas kendali sehingga minum lebih banyak dari biasanya .. “, jelasnya.

“Jeongmal?”

“Ne .. tapi he .. he .. “, Dave tertawa perlahan, “ … mengapa pertanyaan noona seperti menyelidikiku?”

“Tidak!”, Daze mengibaskan tangannya, “Noona hanya mengkhawatirkanmu .. kamu .. kamu kelihatan lain dari biasanya .. “, dia berhenti sejenak, kemudian melanjutkannya lagi, “ .. ingat, jika ada masalah ceritakan pada noona .. “

“Ne .. “, ngerti Dave.

“Ok, bersiaplah, cuci mukamu biar lebih segar .. noona dan halmonie akan menunggumu di ruang makan .. “

Dave segera mengacungkan tangan ke atas, “Beres .. bos “

Daze tersenyum, kemudian mengucek rambut dongsengnya, “Cepatlah .. “. Setelah itu dia keluar dari kamar Dave.

Bukk .. pintu ditutup oleh Daze.

“Fuhhh .. “, Dave menghembuskan nafas keras-keras.

“Sudah pergi?”, kepala Rathyan menyembul dari balik tirai jendela.

Dave menganggukan kepalanya, “Ne .. “

“Fuhhh .. “, Rathyan ikut menghembuskan nafasnya. “Hampir saja .. “, dia mengelus-ngelus dada, kemudian keluar dari tempat persembunyiannya.

Begitu sampai di atas ranjang, dia segera mengambil bantal dan melemparkannya ke wajah Dave.
“Kamu sih pakai mabuk-mabukan segala!! .. hampir saja kecolongan sama noonamu .. “

Dave menghindar dengan gesit, tawanya langsung meledak, “Ha …. Ha .. ne, ne,,, miane Rath .. “

“Cukup! Bercandanya sampai di sini saja .. ”, Rathyan mengangkat tangan ke atas, “Saya harus membersihkan diri, kemudian mencari makanan di luar .. Pukul sepuluh nanti, saya akan ke kampus buat ujian mata pelajaran bu Yeon, .. apa kamu hadir juga?”

“Tidak .. “, jawab Dave malas.

“Bolos lagi?”, Rathyan bangkit dari ranjang, “ .. Saya ragu kamu bisa tamat pada waktunya .. “, ejeknya sambil berjalan ke kamar kecil yang berada dalam kamar tidur itu.

“Biarin .. “, jawab Dave cuek sambil menghempaskan tubuh kembali ke ranjang.

“Kamu masih ingin tidur?”, tanya Rathyan dari ambang pintu kamar mandi.

“Ok, ok, ..”, Dave mengerakkan tangan ke atas kemudian bangkit dari ranjang, menyerah “ .. saya akan turun sekarang!!”

“Good boy!!”, Rathyan mengacungkan jempolnya. Sedetik kemudian tampangnya sudah menghilang dari pandangan Dave.

“Huhhh .. menyebalkan semuanya!!”, dengus Dave. Dilemparnya guling yang dari tadi dipeluknya ke pojok ranjang.

Masih dengan perasaan kesal dia berlari keluar dari kamar itu.

= = = @@@ = = =


Acara sarapan di ruang makan berjalan tenang. Semua tidak mengeluarkan suaranya. Halmonie menyendok bubur dari mangkuk satu-bersatu kemudian memasukannya ke dalam mulut tanpa menoleh sedikitpun pada Dave, dia hanya mengerling sesekali kearah Daze sambil mengulum senyum. Sedangkan Daze dan Dave sibuk melahap makanan dari piring masing-masing.

Dua puluh menit kemudian, mereka menjauhkan piring-piring dan mangkuk yang telah kosong ke tengah meja. Daze mengelap bibirnya, lalu mengarahkan pandangan ke Dave.

“Bagaimana kuliahmu dongseng-a?”

Dave yang baru saja meneguk air dari gelas yang diraih dari atas meja langsung tersedak.
“Ehekk .. hekk .. hekk “, tangannya menutupi mulut dengan ekspresi menderita., “ .. hekk .. hekk … “

Daze langsung mengelus-ngelus punggung Dave, “Ya dongseng-a,, gwencana?”, tanyanya khawatir.

Dave menekan tangan Daze dari punggungnya, “O gwencana, noona-a … hekk … hekkk .. hanya tersedak biasa .. hekkk .. “

Dave terbatuk-batuk keras selama dua menit. Setelah agak baikan, dia meneguk beberapa tegukan air dari gelas yang sama.

“Baikan?”

“Ne .. “, Dave mengangguk.

“Apa kamu tidak masuk kuliah hari ini?”, tanya Daze lagi, pertanyaan berbeda dengan yang tadi tapi mempunyai maksud yang sama.

“Aniyo, saya masuk jam 10 nanti .. “, dusta Daze.

“O .. “, Daze menganggukkan kepala tanda mengerti, “O ya, saya akan menemani halmonie berjalan-jalan di taman belakang setelah ini, .. apa kamu ikut dengan kami?”, sambung Daze.

“Aniyo!!”, Dave langsung bangkit dari kursinya, “Saya harus ke perpustakaan sekarang .. see you noona dan .. halmonie .. “, tergesa-gesa dia berlalu dari situ. Sekejap saja sosoknya sudah menghilang dari ruangan tersebut.

“Anak itu … “,, Daze tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Dia hanya bisa berdiri termangu dengan Pandangan terarah ke pintu dalam kebisuan.

“Sudahlah sayang .. Jangan terlalu dipikirkan sikap dongsengmu itu .. “

Daze berpaling pada halmonie, “Tapi … “

Bantahannya segera dipotong halmonie, “ .. sekarang tepati janjimu,, .. bawa halmonie ke kebun belakang .. “

Daze langsung tersenyum. “Ne!!”, jawabnya keras.

Dia berlari ke sebelah halmonie, menopang tubuh yang bergetar itu, kemudian menuntunnya keluar dari ruangan itu.

= = = @@@ = = =


Rathyan selesai membersihkan diri. Setelah memakai kemeja kotak-kotak dipadu jeans belel biru ketat, dia keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang masih basah dan agak gondrong menjuntai lembut menutupi bagian telinga dan matanya. Rathyan mengibas rambut bagian depan itu ke belakang.

Kemudian dia berjalan ke meja kecil yang merapat di dinding dekat pintu. Setelah memasukan semua keperluannya ke dalam tas besar yang tergeletak di lantai, dia melongok keluar jendela. Kepalanya langsung ditarik kembali begitu mendapati pelayan rumah itu, si Son Ye Jin, sedang memangkas tanaman-tanaman rambat tepat di bawahnya.

“Sialan perempuan itu!!”, gerutu Rathyan. Dia menoleh ke jam weker di atas meja, “Huhh tidak ada waktu lagi .. “

Rathyan berjalan ke pintu, dengan hati-hati dibukanya pintu itu kemudian mengintip keluar. Keadaan sepanjang lorong luar sangat sepi dan hening, tidak terlihat tanda-tanda kehidupan.                

Rathyan membuka pintu lebih lebar lagi, kemudian menapakkan kakinya keluar. Satu langkah, dua langkah, … sampai langkah ke .. entah berapa, dia selamat,,, dia sudah berada di balkon belakang sekarang.

“Halmonie,, lihat mawar-mawar ini! Indah ya?”

Teriakan merdu itu membuat Rathyan menundukkan kepalanya. Dan .. dia langsung tertegun, gadis yang telah membuatnya tidak bisa memejamkan mata semalaman dan yang hampir menangkap
basah keberadaannya di Han’s mansion, berdiri beberapa meter di bawah kakinya.

= = = @@@ = = =


“Kamu boleh memetiknya sayang .. “, kata halmonie pada Daze.

Gadis itu tersenyum sambil mengeleng perlahan. “Aniyo,, saya tidak bermaksud memetiknya … Mereka akan lebih berharga tumbuh di lingkungan luar .. “

“Kamu mirip abojimu, Dazy-a … Sangat menghargai alam .. “, gumam halmonie pelan. Lalu dia bergerak ke depan, tertatih-tatih dengan tongkat di tangannya.

“Halmonie mau kemana?”

“Ke sana!”, halmonie menunjuk ke depan dengan tongkatnya, “ … halmonie berniat mandi sinar matahari pagi sebentar di bangku itu …”

“Tunggu saya halmonie!”, Daze bergerak dari posisinya. “Saya akan menemanimu .. “

Langkah Daze terhenti di belakang halmonie. Keningnya berkenyit perlahan, entah mengapa .. mendadak perasaannya tidak enak, dia merasa ada seseorang sedang mengawasi setiap gerak-geriknya. Daze segera menoleh, dan menengadah ke balkon yang menghadap ke taman belakang ini, .. kosong, tidak ada seorangpun di sana.

Kepala Daze agak miring ke samping, ’Apa perasaannya saja kalau ada orang yang sedang memperhatikannya? Tapi mengapa perasaan itu begitu kuat?’

“Sayang, ada apa? Ayo cepat kemari!!”

Teriakan halmonie menyadarkan Daze dari lamunannya. Dia menoleh ke belakang, halmonie terlihat sudah duduk di bangku yang ditujunya.

Daze tersenyum, “Ne!!”, sahutnya keras.

Sementara itu … dibalik tembok yang memagari ujung balkon tersebut, Rathyan meringkuk dengan wajah pucat. Untung dia berjongkok dengan cepat, jika tidak ………. Gadis itu sudah melihatnya.

= = = @@@ = = =


“Yang ini juga bagus Rath! .. Semuanya baru didatangkan dari Italia,  kualitasnya tidak perlu diragukan lagi ,, kamu bisa memeriksa ulang .. “

Rathyan mengamati berbagai jenis alat lukis dihadapannya. THE ART, merupakan toko langanannya, dan pria setengah baya yang menyerocos tanpa henti itu adalah pemilik toko ini. Rathyan selalu mengumpulkan barang-barang pembantu dalam mewujudkan impiannya sebagai seorang pelukis di sini, karena semua alat lukis yang dijual di toko ini berkualitas nomor satu dan mahal.

Rathyan meraba-raba dagunya sebentar sebelum berpaling pada pria itu. “Saya mau semuanya ajusshi .. termasuk kaki penyangga itu … “, dia menunjuk ke tumpukan tak beraturan di ujung toko, “ .. antar ke tempat biasa .. “, lanjutnya sambil mengeluarkan sebuah kartu kredit dari dompet kemudian menyerahkannya ke pemilik toko.

“Ne …”, sahut ajusshi itu bersemangat. Setelah menerima kartu kredit tersebut, dia berlalu ke meja kasir.

Rathyan memutar tubuh, kembali menghadapi peralatan-peralatan lukis dihadapannya puas.
“Semua ini akan menghasilkan karya-karya terbaik .. “

= = = @@@ = = =


Gadis itu mengigit-gigit kukunya berulangkali sebelum akhirnya memutuskan menghampiri Rathyan.

“Rath .. “

Rathyan mengangkat wajah dari buku gambar dihadapannya.
“What?!”, tanyanya dingin.

“Do you know where .. where is … Dave?”, tanya gadis itu gugup.

Rathyan mengangkat bahunya. “I don’t know .. “, lalu dia menundukkan wajahnya lagi.

“I want to meet him, NOW!! This is important .. “, lanjut gadis itu keras.

Rathyan menutup bukunya dengan kesal, bakkk … dia segera berdiri dari kursi dengan tampang sangar, “Dengar miss Natalie Park, saya bukan pembokat Dave jadi saya tidak mungkin mengetahui keberadaannya!! Permisi!!”. Dia mendorong Natalie ke samping kemudian melewatinya.

“Rath!!”, Natalie mengejar Rathyan, ditariknya ujung kemeja pemuda itu sehingga langkahnya terhenti, “ … I .. I was pregnant .. “, ungkapnya pelan.

“WHAT?!!”, mata Rathyan terbelalak lebar.

“What should I do now .. hu .. hu .. ?”, Natalie mulai terisak halus.

“Heyyy don’t cry!!”, cegah Rathyan kebingungan. Sikap dinginnya tadi menghilang begitu saja. “Apa .. apa Dave tahu ini?”

Natalie mengangguk perlahan. “Ne,, saya memberitahukannya seminggu yang lalu .. dan .. dan sejak saat itu dia selalu menghindariku .. “

“Lalu .. apa yang kamu inginkan sekarang?”, tanya Rathyan setelah berhasil mengendalikan dirinya.

“I don’t know …”. Natalie mengeleng keras-keras. “Saya hanya ingin bertemu dengannya .. hanya itu .. “

“Tapi untuk apa?”

“MWO?!”

Rathyan melipat sepasang tangan di depan dada, sikapnya tenang kembali. “Kamu tahu sifat Dave kan? Jika dia sudah menghindar, percuma saja kamu memaksanya terus … “

“So … “

“Apa kamu tidak berpikir mengugurkan kandunganmu?”

“MWO?!! RATHYAN JANG!!”, teriak Natalie, dia langsung memelototi Rathyan, membuat beberapa pasang mata mulai menoleh pada mereka.

Rathyan mengangkat tangan ke atas. “Saya hanya mengungkapkan cara yang mungkin dianjurkan Dave,, Saya terlalu mengenalnya .. “

Mendengar itu, Natalie lemas di tempatnya. “Ottoke?!”

= = = @@@ = = =


“Kamu menghamili Nat?! Apa kamu sudah gila?!”, Rathyan menekan Dave ke dinding, sementara musik keras yang diputar di bar itu berdentum keras memekakkan telinga.

“Ne .. “, Dave menepis tangan Rathyan dari jaket kulitnya, “ .. memangnya kenapa? Kami melakukannya suka sama suka, jadi apa salahnya?”, teriak Dave. Dia tersenyum sinis, agak sempoyongan dia menjatuhkan diri ke sofa.

“Kamu mabuk lagi ya?”, selidik Rathyan.

“Jangan berlagak alim Rathyan Jang .. “, Dave menunjuk Rathyan dengan sepasang mata dipicingkan. “ .. kamu tidak berbeda jauh dariku .. “

Rathyan mengatupkan rahangnya, ‘Susah benar bicara dengan orang mabuk .. ‘. Dia mendekati Dave kemudian menariknya bangun dari sofa, “Ayo pulang sekarang!”

“NO!!”, Dave menepis tangan Rathyan, “Leave me alone!!”

Rathyan menatapnya dingin, “Are you sure?”

“NE!!”. Dave menghempaskan tubuh ke sofa lagi.

Rathyan mengangkat bahunya menyerah, “Ok,, up to you!!”

Kemudian dia berlalu dari bar itu, meninggalkan Dave yang ketawa-ketawa sendiri di tempatnya.
“Ha .. ha .. you’re a naughty boy, Rath,,, I know you love it too .. ha .. ha .. “

= = = @@@ = = =


Seminggu berlalu sudah … keadaan halmonie semakin membaik. Tangan dan kakinya dapat digerakkan lebih leluasa sekarang, tidak bergetar lagi seperti semula dilihat Daze. Semua itu mungkin karena Daze begitu rajin membawanya berjalan-jalan setiap hari sehingga syaraf-syarafnya yang tegang bisa berfungsi dengan baik lagi. Dokter yang menanganinya saja agak heran melihat perkembangan kesehatan halmonie yang begitu cepat, katanya,, mungkin halmonie bisa bertahan lebih lama dari yang perhitungannya. Daze sangat bahagia mendengar penjelasan-penjelasan dokter Zeiden.

Tapi bersamaan dengan itu, ada juga beberapa hal yang dikhawatirkannya. Carlson tidak menghubunginya setelah keberadaannya di Perth selama seminggu lebih ini. Beberapa kali dia berusaha mengontak kekasihnya itu tapi teleponnya tidak pernah diangkat,, begitu juga message yang dikirimnya, tidak dibalas-balas.

Keadaan Han Da’ ZeVe juga tidak baik. Mr dan Mrs Han sudah mengabarinya kalau mereka tidak bisa ke Perth saat-saat terdekat ini, para investor perusahaan sedang ganas-ganasnya menekan Han Da’ ZeVe yang berada dalam keadaan krisis, mereka menuntut laba yang sudah tidak mampu diberikan perusahaan.

Keanehan Dave juga memusingkan Daze. Dongsengnya yang satu itu semakin brutal saja, sering tidak kelihatan batang hidungnya, pergi pagi-pagi dan pulang larut malam, bahkan kadang-kadang dalam keadaan mabuk berat. Kalau ditanya, bawaannya menghindar terus. Entah apa yang terjadi dengannya!

Hal terakhir yang merisaukannya adalah perasaannya sendiri. Ya, pasti hanya perasaannya sendiri! Dia merasa ada sepasang mata yang selalu mengikutinya, mengawasi setiap gerak-geriknya, dan perasaan itu sangat kuat, terasa sangat nyata, tapi .. setiap kali dia berpaling kearah yang dirasakan, tidak terlihat seorangpun atau apapun di sana.

Seperti waktu di taman belakang dulu juga begitu, dia sangat yakin dengan perasaan itu. Juga tiga hari yang lalu, ketika dia baru keluar dari kamar mandi dalam kamar tidurnya pada malam itu, dia merasa ada sepasang mata yang menatapnya lekat-lekat, seakan-akan bermaksud menelannya bulat-bulat, mengerogoti seluruh tubuhnya yang saat itu memang tidak berbusana … perasaan itu berasal dari balik tirai jendela yang kacanya terbuka, tapi begitu dia berpaling ke sana, hanya angin malam yang meniupkan tirai-tirai tersebut sampai bergerak-gerak halus yang didapatkannya. ”Hanya angin,, hanya angin Dazy-a ..”, alasannya waktu itu.

Juga kemarin, ketika dia sedang mencari tongkat halmonie. Sudah seisi rumah digeledahnya tapi tidak didapatkan tongkat itu, sampai barang tersebut tiba-tiba muncul dihadapannya, menyandar di anak tangga terbawah tangga memutar yang menuju lantai atas. Jelas-jelas dia sudah melewati tangga itu tadi dan dia merasa yakin tidak melihat tongkat itu menyandar di sana, .. lalu mengapa tongkat itu tiba-tiba bisa berada di sana? Daze agak merinding juga saat itu.

Dan masih banyak lagi perasaan-perasaan ganjil lainnya, seperti .. bayangan melintas dari pintu terbuka yang tertangkap sudut matanya, begitu menghambur ke pintu tersebut tidak didapatkan bayangan apapun,, terus, barang-barang yang muncul tidak pada tempatnya di saat dia sedang mencari barang-barang tersebut, seperti ada sebuah tangan yang selalu menopangnya, membantunya di saat susah dan kebingungan, dan .. satu hal lagi yang paling berkesan di hatinya, hari ini dia mendapati sekuntum mawar jenis langka, berwarna putih bersih, tumbuh di taman belakang, disekeliling serumpun mawar yang lain.

Daze berjongkok menghadapi rumpun-rumpun mawar tersebut. Diperhatikannya mawar putih yang mekar dengan indah itu. Dia tidak habis pikir mengapa mawar selangka itu bisa tumbuh di sini, tidak mungkin dia tumbuh dengan alami, kemarin dia tidak melihatnya di antara serumpun yang lain.

“Pasti ada orang yang menanamnya di sini,, tapi siapa? .. halmonie?”, Daze mengeleng perlahan. Tidak, tidak mungkin halmonie! Halmonie tidak mampu berjongkok lama-lama sedangkan menanam mawar ini dibutuhkan ketelitian dan kekuatan kaki, sepasang kaki halmonie tidak berfungsi sempurna, berjalan saja dia membutuhkan bantuan tongkat.

“Apa mungkin Dave?”, sekali lagi Daze mengeleng. ’Anak itu, .. apa yang diketahuinya tentang bercocoktanam mawar? Tidak ada sama sekali! Bahkan dia ragu Dave mengetahui bunga mawar itu bentuknya seperti apa!’ Daze tersenyum kecut.

Nama Ye-jin juga tiba-tiba muncul di benaknya, tapi segera ditepisnya bayangan itu mengingat pembantunya itu tidak mungkin selancang itu, dia tidak mungkin berani menyentuh tanaman-tanaman kesayangannya.

“Lalu .. siapa?”, tanya Daze pelan sambil menyentuh kuntum mawar tersebut.        

= = = @@@ = = =
« Last Edit: July 17, 2010, 11:14:47 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
aisshin, ok ,, hadiah buat kamu, gw update sekrg [hmpfh]
alhamdulillah akhirnya update juga [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
hadiah buat aku ??  [ohmy] [ohmy]
makasih ya mami hahaha [on] [on] [on] [on] [on] [on] [lovestruck]  [lovestruck]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
aisshin, ok ,, hadiah buat kamu, gw update sekrg [hmpfh]
alhamdulillah akhirnya update juga [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
hadiah buat aku ??  [ohmy] [ohmy]
makasih ya mami hahaha [on] [on] [on] [on] [on] [on] [lovestruck]  [lovestruck]
sama2 [biggrin] gw menantikan komentarnya ya [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun