Poll

ayo ayo milih di antara dua kubu di bawah ini hahaha

Kubu Rath
Kubu Daze

Author Topic: from Seoul to ... Perth II #SPOILER# 30 Oct' 11  (Read 99381 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1050 on: December 11, 2010, 10:09:43 am »
si little combro ditunda ye, gw ga bisa update beberapa ff sekaligus [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1051 on: December 11, 2010, 10:14:15 am »
si little combro ditunda ye, gw ga bisa update beberapa ff sekaligus [heh]

akan selalu setia menanti my little combro  punk

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1052 on: December 11, 2010, 10:18:30 am »
 [AddEmoticons04234] [gossip] [gossip] [gossip]

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1053 on: December 11, 2010, 05:13:52 pm »
Mami..

Update ini donk..update update...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1054 on: December 11, 2010, 11:49:01 pm »
Author’s note :
Hadiah buat chapter ini—hot MV [on] [hmpfh] Hayati kissnya, kira-kira mirip nggak ama rath and daze [laughing]





Song of the day :
"A.I.N.Y. 愛你 LOVE YOU" by G.E.M.


Lyrics :
words : I have been dreaming—dreaming about a woman's heart, has been stolen …

every night after we break up, it's extraordinarily silent
tic-tac  tic-tac, only the clock accompanying my memory
there was the most tender voice in the phone
now only air is reponding coldly

Oh, I give you all my heart, can you please not abandon it?
saying love you, love you, love you, love you, can we never apart again?
OH I give you all my heart, why you give me loneliness?
Even love you love, you love, you love you, .. maybe you don't want to hear

Even love you love you love you love you, maybe you don't want to hear
Now it was replaced by someone who sleep in your chest
your promise is an unintentional sweetness
now becomes the thron in my heart

Oh, I give you all my heart, can you please not abandon it
(I gave you everything, Never Asked for anything)
saying love you love you love you love you, can we never apart again
(I wish that you could stay, Ha! It's just my wishful thinking)
OH I give you all my heart, why you give me loneliness
(I gave you everything, But all I got is pain)
Even love you love you love you love you, maybe you don't even want to hear, you don't want to hear
(Although my heart is bleeding, You still don't feel a thing)

memory, your last memory with me
was your shadow leaving me gradually
then you left  without leaving a trace
then I collaspe and cried my heart out
hate you hate you, whenever I think about the past
ever ever evr ever...

still love you love you love you love you
It's possible that I am still not conscious

OH I give you all my heart, why you give me loneliness
(I gave you everything, Never Asked for anything)
Saying love you love you love you love you, is that you don't even want to hear
(I wish that you could stay, Ha! It's just my wishful thinking)
OH I give you all my heart, why you give me loneliness
(I gave you everything, But all I got is pain)
Even love you love you love you love you, it's not worth to be sad for you
(Although my heart is bleeding, You still don't feel a thing)

Your confession remains to be my final pleading,
but the only thing that's here with me is tic tac tic tac tic tac tic tac......


Words : I have been dreaming—a scary, yet a sweetest dream
Dreaming that my heart—has been stolen …


Additional Cast :

Kim So Eun as Nika Yong



Rathyan menatap Daze dalam kebisuan. Sepasang matanya bersinar tajam—dalam dan menyayat. Daze menjulurkan tangan, berusaha mengapainya, tapi tangannya menyentuh angin kosong.

“Rath … “

Pemuda itu mundur perlahan.

“Kau mau ke mana?”

Dia tak menjawab. Perlahan-lahan dia memutar tubuh—membelakangi Daze.

“Rath, jangan pergi!!! Jangan tinggalkan aku!!”

Tapi dia tak menyahut, tak juga bereaksi—seakan tak mendengar teriakan-teriakan Daze.

“Rath!!! Aku mencintaimu!! Kau dengar? AKU MENCINTAIMU!!!”

Percuma saja, secara pelan tapi pasti, Rathyan semakin menjauh darinya. Bayangannya mengabur—tertelan kegelapan di kejauhan sana.


“RATHHHHHHHH!!!”

Daze tersentak bangun dari tidurnya. Wajahnya bersimbah keringat dan nafasnya tersengal-sengal. Perlahan dia mengedarkan pandangan berkeliling—Ini kamarnya di Seoul! Ya, dia sudah pulang dan tinggal setahun di sini, tapi mimpi-mimpi buruk tentang Rathyan tetap menghantuinya—setiap waktu, dan setiap saat.

Daze menghapus keringat dengan punggung tangannya. Dia menghembuskan nafas keras-keras. Kamarnya terasa pengap dan hening. Tak ada suara sedikitpun yang terdengar—kecuali .. detak-detik jam dinding tua di sudut ruangan. Tic .. tac .. tic .. tac … , suara-suara itu membuat hatinya semakin galau.

Daze menyibakan selimut dari tubuhnya. Dia turun dari ranjang. Berjongkok di depan lemari pendek dekat tempat tidur kemudian membuka laci paling atas. Setelah mengeluarkan tabung kecil berisi butiran-butiran pil, dia bangkit dan berjalan ke meja kecil yang menyandar di dinding. Dia menuang segelas air ke dalam gelas kemudian mengambil dan meminum beberapa butir pil tersebut.

Daze mengambil nafas dalam-dalam.

Akhir-akhir ini dia mengkonsumsi obat penenang semakin banyak. Mimpi-mimpi buruk itu datang silih berganti dalam tidurnya. Semua tentang Rath.

Daze kembali ke ranjang, membaringkan tubuhnya dengan pikiran yang masih menerawang selama beberapa saat.

Perth—, betapa dia merindukan kota itu!


***** @@@ *****



”DAZYAAAA!!!”

Teriakan terdengar dari lantai bawah. Tergesa-gesa Daze meraih tasnya kemudian berlari keluar kamar.

“NE!!!” balasnya dari ujung tangga atas.

“Cepatlah!! Kau bisa terlambat kalau tak bergegas. Nak Carls sudah menunggumu di ruang makan nih!!!”

“Ne, omma—segera!!!”

Daze berlari menuruni anak tangga. Omma segera menyambutnya dengan pelukan hangat.

“Gwencana?”

“Ne.” sahut Daze sambil tersenyum manis. “Aku hanya terlambat tidur tadi malam .. “

“Insomnia lagi?” tanya omma khawatir.

“Aniyo!!” Daze segera mengelengkan kepalanya. Ditepuknya lengan omma buat menenangkannya. “Aku hanya nonton drama sampai larut malam .. ,” dusta-nya.

“Jeongmal?” selidik omma.

“Ne, tentu saja. Buat apa aku membohongi omma?” Daze merangkul lengan omma kemudian menuntunnya ke ruang makan. “Sudahlah, sekarang kita sarapan dulu. O ya, kemana appa?”

“Appa mu ada acara di luar. Katanya sarapan bareng parner kerjanya dulu. Omma heran, setelah pensiun, kegiatannya malah semakin banyak .. ,” omma mengomel pelan.

Daze tertawa. “Bukankah itu bagus?”

“Ya, benar juga sih.” Omma mengangguk. “Lalu bagaimana dengan cuti mu? Apa sudah diluluskan?”

“Belum .. “

“Jangan berlama-lama, Dazya. Pernikahan Dave tak bisa ditunda lagi .. si Cherryl keburu gede. Lagian, tak enak sama keluarga Nat …“

“Aku tahu omma. Seharusnya sih nggak masalah .. “

“Anyong, Dazya .. “

Seorang pria muda berpenampilan rapi segera menyambut kedatangan mereka begitu memasuki ruang makan.

“Anyong, Carls .. ,” Daze menganggukan kepala perlahan. “Bagaimana keadaanmu hari ini? Kudengar Korean Capital akan melakukan perbauran dengan Max Global ya?”

“Bukan berbaur .. ,” Carlson menarik sebuah kursi buat Daze. “Tapi hanya kerjasama ringan. Kau tahu sendiri kan Max Global merupakan pemegang saham terbesar Korean Capital sekarang ini?”

Daze mengangguk. “Ya, memang. Aku heran, kenapa perusahaan sekuat Max Global rela membeli saham-saham Korean Capital yang bermasalah waktu itu .. ,” dia mengangkat bahu, “Tapi ya, mungkin mereka punya rencana sendiri. Orang-orang bisnis, siapa yang tahu .. ,” Daze mengambil sepotong roti lalu mengigitnya. “Buktinya saham Korean Capital langsung melambung setelah peralihan kepemilikan itu .. “

“Nak Carls sudah sarapan .. ,” omma mengabungkan diri dalam pembicaraan Daze dan Carlson.

“Sudah tante, gumawo .. “

Omma tersenyum lembut. “Kalau tak cukup, boleh ditambah loh .. “

“Oh—sudah cukup tante .. terimakasih banyak … ,” Carlson membungkukan badannya. Kemudian dia beralih pada Daze. “Aku juga sering bingung. Sebenarnya, keuntungan yang dicapai Korean Capital tak ada apa-apanya jika dibandingkan Max Global .. “

Daze mengangkat tangannya yang memegang gelas. “Sudahlah—tak usah dibicarakan lagi. Aku tak pernah mengerti masalah-masalah bisnis. Memusingkan saja. O ya, bagaimana dengan seminarmu di Tokyo?”

“Lancar .. ,” Carlson menempelkan telunjuk dan jempolnya dengan senyum puas. “Walaupun agak mendesak, namun cukup sukses .. “

“Congratulation .. “ Daze meneguk susu dari gelas di tangannya. “Semoga pekerjaan lainnya berjalan lancar juga … “

Tongggg!!!

Bunyi nyaring dari jam besar di dinding menyentak mereka.

“Ohh—“ dengan gugup Daze melirik jam tangannya. “Sudah sangat terlambat!” dia segera bangkit dari kursi. “Aku berangkat sekarang omma … anyong .. Carls cepatlah!!“ Daze menyambar tas dari kursi di sebelahnya kemudian menghambur keluar, tanpa menunggu Carlson.

“Yaa—Dazya, tunggu sebentar!!”

Carlson berdiri dari tempat duduknya. “Bye tante. Thanks buat sarapannya .. “

“Hati-hati di jalan nak Carls. Tolong jaga Daze. Dia agak-agak nggak stabil akhir-akhir ini .. “

“Ne. Aku mengerti .. “

Carlson membungkukan badan pada omma, kemudian menyusul Daze yang sudah keluar dari rumah.


***** @@@ *****



”Bagaimana pekerjaanmu?” tanya Carlson, tanpa mengalihkan perhatian dari mobil yang dikemudikannya. “Sudah bisa menyesuaikan diri?”

“Ne . .,” Daze menyisir rambutnya yang terpotong pendek dan sedikit acak-acakan dengan jari tangan ke belakang. “Rekan-rekan kerjaku baik-baik semua. Mereka mengajariku banyak hal. Aku sangat betah di sana .. “

“Tak pernah berpikir untuk membantuku?”

Daze berpaling padanya. “Miane. Tapi kau tahu sendiri, aku paling tak suka bekerja dengan mengandalkan hubungan khusus?”

“Ne .. ,” Carlson mendesah. “Sekedar ide, jadi lupakan saja .. “

“Miane, Carls .. aku … “

“Sudah .. ,” Carlson mengibaskan tangannya. Dia tersenyum lembut. “Aku mengerti kok … “

“Gumawo … “

“Seharusnya aku yang mengatakan itu … ,” ujar Carlson pelan.

“Dhe?”

“Kau membantuku berdiri kembali setahun yang lalu. Jadi seharusnya aku yang berterimakasih padamu dan bukan sebaliknya .. “

Daze tersenyum. “Sama-sama .. “

“Aku akan menjemputmu buat makan siang bersama nanti … “

“Tak perlu, Carls .. ,” cegah Daze. “Aku bakal sibuk hari ini. Lain kali saja .. “

“Chinja? Memangnya apa yang kau kerjakan? Bukannya sebentar lagi kau libur?”

“Hmm—ada sedikit masalah .. ,” jawab Daze.

“Merepotkan?”

“Tidak juga .. ,” gadis itu tersenyum. “Aku rasa akan terselesaikan dengan segera .. Semoga saja .. ,” lanjutnya pelan—yang tak terdengar oleh Carlson.


***** @@@ *****



”Dazyaaa!!! Ayo kemari!!”

Nika—salah seorang rekan kerja Daze, menarik tangan Daze dan membawanya ke papan pengumuman yang tergantung di dinding.

“Lihat ini!!” kata Nika sambil mengetuk-ngetuk secarik kertas yang tertempel di papan pengumuman.

Daze mencondongkan badan ke depan dan membaca kertas berukuran A4 itu. Matanya melebar perlahan.

“Mwo?! Kenapa begini? Aku sudah minta cuti saat itu, kenapa namaku masih masuk di daftar?”

“Itu kerjaan pak Yoon! Mungkin dia lupa ama pengajuan cutimu … “

“Tak bisa begini!!” Tampang Daze mengeras. Tangannya terkepal, dengan cepat dia berbalik dan melangkah lebar kearah ruang kantor kepala bagian pembukuan itu.

“Yaa—Dazya, mau ke mana?” teriak Nika.

“Minta penjelasan ke pak Yoon!!” balas Daze tanpa berbalik.

“Tunggu sebentar!!”

Nika mengejar dan menariknya kembali.

“Kenapa menghalangiku?!” hentak Daze kesal. “Aku tak bisa mengikuti penyeleksian sekretaris pribadi itu. Tidak bisa!! Selain karna bukan keahlianku, aku harus menghadiri pernikahan dongsengku pada saat itu .. “

“Bukan begitu .. ,” sela Nika cepat. “Aku bukannya menghalangimu, tapi .. pak Yoon sedang dalam rapat direksi sekarang. Dia tak ada di kantor .. “

“Huh—“ Daze menjatuhkan dirinya di kursi. “Kenapa kau tak bilang sejak tadi?”

“Apa kau memberi kesempatan padaku untuk menjelaskannya?” balas Nika.

Daze menekuk. Setelah itu tubuhnya terhempas ke sandaran kursi—lemas.


***** @@@ *****



”Hey—apa kalian tahu tentang majikan muda kita?” bisik salah seorang karyawan Max-Global dari departemen pemasaran saat makan siang.

“Siapa?!! Siapa?” desak yang lainnya pingin tahu.

“Majikan baru kita!” sahut wanita muda itu penuh rahasia. “Aku dengar, dia tamatan Harvard University. Muda, ganteng dan pintar. Selain itu, sifatnya rada aneh. Pendiam dan agak tertutup … Dia mulai bekerja hari ini … “

“Kau tahu dari mana?” Nika menjulurkan lehernya.

“Tentu saja dari gosip-gosip yang beredar ..,”sahut wanita itu bangga.

“Memangnya udah banyak gosip yang beredar tentang boss baru kita?”

“Tidak juga sih!!” wanita itu menyandar ke sandaran kursi. “Hanya sisi-sisi luarnya saja. Status dan pendidikannya. Yang lain—Nol besar!!” Dia membentuk lingkaran dengan jarinya.

“Yee—sama aja bohong!” Nika membuka mulutnya lebar-lebar.

Yang lain langsung menanggapi dengan tertawa terbahak-bahak.

“Siapa bilang?” wanita tadi menegakan badannya kembali. “Aku tahu kalau kalian tak ada peluang sama sekali .. “

“Bagaimana kau tahu?” Nika kembali terlihat tertarik.

Daze bergerak sedikit dari posisinya. Pembicaraan-pembicaraan para karyawan wanita yang setiap hari hanya ngegosip membuatnya tak nyaman.

“Kau ingin tahu?” wanita di depan mereka tersenyum mengejek.

“Tentu saja!” seru Nika cepat. “Benar kan, Dazya?” dia menyengol lengan Daze.

“Hahh?!” Daze tersentak.  

“Temanmu kayaknya nggak tertarik … ,” si wanita mencibir.

“Tentu saja bukan .. ,” Nika mengaet lengan Daze. “Dia hanya banyak masalah akhir-akhir ini. Ayo ceritakan padaku sekarang! Aku tahu onnie paling memahami seluk beluk perusahaan ini—termasuk majikan-majikan kita .. ,” puji Nika dengan gaya berlebihan.

Wanita itu membusungkan badannya. “Itu jelas saja.”

“Makanya ceritakan padaku .. ,” mata Nika melebar.

“Tapi apa imbalannya?” kepala wanita itu condong kearah Nika.

“Mwo? Yaa—onnie … “

“Sudahlah, Nika-a!” Daze berdiri dari tempatnya. “Jangan dibahas lagi masalah ini. Capek .. “

“Dazeee!!!” teriak Nika, begitu Daze sudah berlalu dari hadapannya.

“Onnie .. ,” dia berbalik kearah wanita yang dipanggil onnie dengan nada merengek.

“Kau sungguh ingin tahu?”

“Ne … “

“Baiklah .. ,” wanita itu akhirnya menyerah. “ .. karna … “

“Dhe?”

“Umurnya … lebih muda dari kalian semua …. “

“Yeee---“

Semua langsung mengibaskan tangannya.

“Emangnya usianya berapa?” tanya wanita gugup berkacamata.

“Duapuluh satu tahun … ,” jawab wanita pengosip tadi.

“Cih—nggak berbeda jauh dariku kok!” cibir Nika. “Beda dua tahun dong. Bisa ditolerir … ,” lanjutnya bijak.

“Jangan lupa statusnya!” sahut wanita yang dipanggil onnie. “Tuan besar tak akan mengijinkan putra tunggalnya berhubungan dengan seorang bawahan. Jadi lupakan impianmu itu!”

“Yeee—“

Nika menarik bibir ke bawah. Kenyataan pahit yang dilontarkan wanita itu membuatnya tak berkutik. Impiannya hancur seiring kata-kata yang terucap tadi. Sungguh pahit!


***** @@@ *****



”Duduklah Dazya .. ,” kata tuan Yoon—mempersilahkan Daze duduk di kursi tamu. “Aku dengar kau mencariku. Ada apa?”

“Aku tak mau ikut dalam seleksi sekretaris itu, pak Yoon.. ,” sahut Daze—to the point. “Aku tak ingin pindah departemen. Bagian ini sudah cocok untuk ku .. “

Tuan Yoon mengelengkan kepalanya. “Tidak bisa .. “

“Mwo? Kenapa?”

“Setiap departemen harus mengajukan dua calonnya, dan dari departemen kita hanya kau dan Nika yang cocok. Jadi tak ada pilihan lain .. “

“Tapi aku sudah mengajukan cuti buat waktu itu .. ,” ujar Daze berkeras.

“Dibatalkan saja!”

“Tidak bisa!!” Daze tersentak bangun dari posisinya. “Aku harus menghadiri pernikahan dongsengku dua minggu mendatang. Aku tak bisa ambil tugas ini, miane .. “

Tuan Yoon kembali mengelengkan kepalanya. “Aku juga minta maaf. Boss muda sudah menurunkan perintahnya, setiap departemen harus memberikan calonnya, tanpa terkecuali. Jika tidak, departemen yang bersangkutan akan mendapat masalah. Siapa yang tak mendengar perintah, akan dipecat .. “

“Mwo?!”

“Aku sudah mendengar banyak tentang boss baru ini. Cara kerjanya sangat tegas. Sekali dia mengeluarkan perintah, tak ada yang boleh membantahnya. Jadi .. terimalah keputusan ini, Dazya .. “

“Tapi …. “

“Aku sungguh-sungguh menyesal … “

“Mengapa dia mengeluarkan perintah semendesak itu?” tanya Daze—masih tak terima.

“Karena dia juga tak punya pilihan lain .. ,” sahut tuan Yoon. Tangannya menekan tumpukan file di atas meja. “Sekretaris yang biasa dipakai tuan besar cuti hamil. Sedangkan boss muda harus berangkat ke Perth buat meeting penting seminggu nanti.”

“Perth … ,” desis Daze. Kata itu kembali membangkitkan kenangan lama.

“Ne. Ada masalah?”

Daze mengeleng perlahan. “Tidak, lanjutkan saja .. “

“Boss muda memerlukan seseorang buat membantu menyelesaikan keperluan-keperluan ringan. Tugas itu bisa diberikan pada tuan Park sih, tapi sayang tuan besar memerlukannya sekarang .. “

“Tuan Park?”

“Tuan Park asisten pribadi tuan besar .. “

“O—“ Daze mengangguk mengerti.

“Karna itu kau harus ikut penyeleksian ini, Dazya .. Tak perlu takut, belum tentu terseleksi kok. Aku dengar kriteria-kriteria yang ditentukan boss muda sangat ketat. Dari berpuluh-puluh karyawan wanita yang diseleksinya belum ada satupun yang mendekati kriteria-kriteria yang dinginkannya.”

“Tak ada cara lain?”

“Miane .. “

Daze mengangguk lemah. “Aku mengerti, pak .. “

“Bersiap-siaplah, Dazya … Giliranmu satu jam lagi .. “

“Ne, agashimida .. “


***** @@@ *****



”Daze Han!!”

Wanita berpostur sedang, dengan telinga tergantung beberapa pasang anting-anting yang duduk di depan pintu ruang kantor majikan tertinggi itu membacakan nama Daze.

“Hwaiting!” Nika, yang duduk di samping Daze, memberi semangat dengan mengepalkan tinju dan mengayunkannya ke belakan.

Daze tersenyum kecut. Mengapa dia seperti berjuang buat sesuatu yang sama sekali tak ingin diperjuangkannya?

Daze bangkit dari kursi dan mengikuti langkah wanita beranting-anting banyak tadi sampai di depan pintu. Wanita itu mengulurkan tangan dan mengetuk daun pintu tersebut.

Tok .. tok .. tok …

“Ya?!!” terdengar suara dari dalam kamar.

“Nona Han, pak!!” sahut si wanita dengan penuh hormat.

“Masuk!!” perintah dari dalam.

Wanita itu membuka pintu dari kayu itu perlahan-lahan. “Silahkan, noona Han .. ,” katanya halus.

Daze mengangguk. “Ghamsamida .. “

Wanita itu mengundurkan diri dengan sikap hormat. Daze mengamatinya selama beberapa saat, kemudian memutar diri kearah pintu. Dia mengedarkan pandangan ke dalam ruangan lewat celah pintu. Keadaan di dalam sangat tenang.

“Dazya .. “

Daze menoleh ke belakang. Nika tampak mengerak-gerakan tangan dan bibir kearahnya. Ada apa? Kira-kira itu yang terisarat dari gerak-gerik temannya itu.

Daze mengeleng pelan. Tak apa-apa! Dia membalas isyarat tersebut dengan tangan dan bibirnya. Nika terlihat mengangguk lega. Daze kembali berbalik kearah pintu, perlahan dia memasuki ruangan itu. Kepalanya tertunduk, tak berani diangkat.

“Tutup pintunya!”

Terdengar perintah dari orang dalam ruangan.

Daze membungkuk dalam-dalam. “Ne .. “ Dia bergerak, menutup pintu di belakangnya.

“Apa keahlianmu?”

“Pembukuan .. ,” jawab Daze tanpa mengangkat wajahnya.

“Pembukuan?”

Suara yang terdengar tak asing di telinganya itu agak tersendat. Tanpa disadari Daze, pria di depan melempar pen di tangannya dan mendorong kursi ke belakang.

“Apa tak salah?”

“Aniyo .. ,” Daze mengigit bibrnya. Mengapa keadaan di sini terasa begitu mencekam? Dia mengigil perlahan.

“Siapa majikanmu?”

“Tuan .. Yoon Hye Bin … ,” sahut Daze gentar.

“Suruh dia kemari!!” bentak orang itu. “Aku butuh seorang sekretaris, bukan seorang akuntan!!”

“Dhe?!” tak sadar Daze mengangkat kepalanya.

Pria yang berbicara dengannya itu sedang menunduk dan terlihat sibuk dengan lembaran-lembaran kertas di atas meja. Rambutnya yang agak panjang dan hitam lebat menutupi hampir seluruh wajahnya.

“Sudah jelas kan? Pekerjaan mereka tak ada yang becus. Yang ditawarkan sampah semua!!!” bentak pria tersebut.

“Dhe?” Alis Daze berkerut. “Bukannya tuan yang memerintahkan begitu?” tanyanya ragu-ragu. Entah mengapa, terbersit keberanian untuk menyindir pria ini.

Kesibukan si pria terhenti. Kertas-kertas yang sudah ditumpuk jadi satu dilemparkannya kembali ke atas meja. Tangannya saling mengepal dengan erat. Walaupun jarak mereka cukup jauh, Daze dapat melihat boss mudanya sedang menahan gejolak kemarahannya.

“Mwo?! Aku tak pernah memerintahkan begitu! Orang-orang bodoh itu aja yang salah tanggap!” Suara serak-serak basah si pria muda mengeras dan terdengar sedikit bergetar. “Lagipula … ,” kepalanya terangkat perlahan dan … mulut yang terbuka itu terhenti, mengangga sebentar dan perlahan-lahan mengatup dalam diam.

“Ra .. rath …. ,” mata Daze terbelalak. Suaranya sangat pelan dan menyayat. Dia mundur selangkah sehingga menyenggol kaki sofa. Terdengar bunyi ‘drek’ halus. Pangkal kakinya terasa ngilu, namun dia tak perduli lagi. Pemandangan di depan lebih menyita perhatiannya. Syok akut—itu yang dirasakannya sekarang. “Ke … napa .. bi … bisa? .. kau .. kau … dan Max-Global? Tidak … mungkin … ti … tidak mungkin … “

Rathyan Jang—si pria, tak bersuara. Rahangnya terkatup rapat sehingga membentuk persegi. Sinar matanya sangat tajam—menusuk sampai ke kalbu Daze.

“Kenapa …. ?” desah Daze panjang. “Kau … kau tak .. per .. pernah .. menjelaskan … apapun padaku. Kenapa?”

Rathyan tak bergeming.

“A .. apakah aku .. begitu … begitu tak bisa dipercaya?”

Rathyan bergerak sedikit. Kursinya diputar dengan posisi menyampingi Daze. Dia berdiri, memutari meja panjang itu kemudian menyampir di sisinya. Sepasang tangannya terlipat di depan dada dan pandangannya masih menusuk ketika tertuju pada gadis di depannya.

“Ke .. napa tak bersuara?”

“Memangnya apa yang kau harapkan jika kuceritakan semua sejak semula? Apa yang akan kau lakukan?” suara Rathyan terdengar sangat dingin. “Meninggalkan kekasihmu, si Carlson, dan setia di sisiku?” sudut bibirnya terangkat ke atas. “Kau masih Dazy yang sama ya?”

“Mw … mwo?” Daze terhenyak. Alisnya berkenyit seiring api kemarahan yang mulai menyulut emosinya. “Kau masih menganggapku begitu? Seorang wanita yang memandang seorang pria, hanya dari kekayaan dan hartanya?”

Rathyan mengangkat pundak—tak acuh. “Bukannya begitu?”

“Rathyan Jang!!!”

Rathyan memutar tubuh membelakangi Daze.

“Rathyan Jang—sebenarnya, apa yang ada dalam otakmu? Kau sendiri yang meninggalkan Perth tanpa kabar, bukan aku!!”

“Kau menyalahkanku?” Rathyan berbalik.

“Bukan menyalahkanmu, tapi ini kenyataan!!!” teriak Daze.

“Siapa yang meninggalkan Perth duluan? Siapa yang tak memberiku kesempatan? Itu kau—Daze Han!!”

“Sudah kubilang waktu itu, aku harus pergi karna Carls membutuhkanku. Tapi kau, kau tak mau mendengar alasanku—Pergi begitu saja!!” Daze menunjuk Rathyan dengan nafas tersengal-sengal. “Kau yang egois, Rath. Not me!!”

“Ok,” Rathyan mengangkat tangannya. “That’s fine. Lalu sekarang apa mau-mu?”

Sunyi. Daze tak tahu harus menjawab apa.

“Bagaimana?”

Daze mengigit bibirnya. “A .. aku .. tak mau berurusan lagi denganmu. Walaupun kita kerja di .. tempat yang sama, aku harap kau .. kau menganggapku tak pernah ada. Untuk jabatan yang sekarang ini sedang diinterview—juga, lupakan saja … “

“Kau tak ingin bertemu lagi denganku?”

“Ne .. ,” mata Daze terpejam. Terasa sakit ketika kita berbohong buat sesuatu yang tak kita inginkan.

“Are you sure?”

Daze mengangguk lambat-lambat. Benarkah? Sejujurnya dia tahu, tak begitu!

Keheningan menyelimuti ruang kantor yang sangat luas dan megah itu. Daze tak tahu apa yang terjadi karna matanya tertutup rapat. Samar-samar dia mendengar langkah kaki. Apakah Rath sangat marah sehingga meninggalkannya sendirian dalam kamar ini? Perlahan-lahan, Daze membuka  matanya. Tapi betapa terkejutnya dia begitu mendapatkan Rathyan sudah berdiri sangat dekat di depannya.

Pria itu meraih wajahnya. Dan tanpa memberi kesempatan padanya untuk menyadari apa yang terjadi, Rathyan mendaratkan bibirnya ke bibir Daze. Melumatnya dengan bergairah dan panas. Daze terkesiap—dia langsung gelagapan. Apa yang dilakukan Rathyan menguncang hatinya. Dia berusaha mendorong tubuh jangkung itu ke belakang, namun tak berhasil. Rathyan terus melumat bibirnya, bahkan lidahnya yang kasar dan hangat terasa memasuki rongga mulutnya.

Daze mendesah. Bibir itu terasa lembab seperti dulu—begitu lembut dan sedap. Dia juga mencium aroma cemara yang begitu menyengat dan khas terhembus dari tubuh Rathyan. Tak sadar, Daze memejamkan matanya. Secara lambat tapi pasti, dia membalas ciuman-ciuman Rathyan. Lengannya bergaut ke leher pria itu, meremas dan menekan kepalanya semakin menempel kearahnya. Kakinya yang berhak tinggi berjinjit sehingga lumatan-lumatan mereka semakin panas dan membara. Nafas Daze terengah-engah, begitu juga Rathyan.

Tiba-tiba Rathyan melakukan sesuatu di luar dugaan. Dia mendorong Daze sehingga ciuman-ciuman mereka terlepas begitu saja. Mata Daze terbuka. Dia terbelalak memandangi Rathyan dengan ekspresi tak mengerti. Pemuda itu tersenyum mengejek.

“Lihat?! Tak ingin berurusan lagi denganku?! Ini maksud dari perkataanmu tadi, Daze Han?!” dia mencondongkan tubuh ke depan. “Lalu kenapa membalas ciuman-ciumanku?”

“Rathyan Jangggg!!” Wajah Daze bersemu merah. Riak-riak air bermain-main dalam kelopak matanya. “Kenapa mempermainkanku?”

Rathyan mengangkat bahu cuek. Dia mundur beberapa langkah. Masih dengan senyum ejekan terkembang di bibir, dia berjalan kearah pintu. Dibukanya pintu itu dan melongok keluar.

“Interviewnya sampai di sini, nona Kim. Aku sudah mendapatkan sekretaris pribadiku. Mulai sekarang nona Han akan mengurus semua keperluan-keperluanku. Siapkan meja kerjanya dalam ruang kantorku. SEKARANG JUGA!!”

Wanita beranting-anting banyak yang dipanggil nona Kim berdiri dari kursinya. Dia membungkuk dengan hormat. “Ne, pak direktur. Aku akan segera memerintahkan pihak gudang menyiapkannya .. “

“Bagus .. “ Rathyan tersenyum puas.

Nona Kim mengangga di tempatnya. Benarkah ini majikan yang dikenalnya? Selama bekerja di Max-Global, sudah beberapa kali dia bertemu Rathyan, tapi baru kali ini dia melihatnya tersenyum. Apalagi senyuman selebar tadi. Ternyata pak direktur manis benar kalau sudah tersenyum, nona Kim menyengir dalam hati. Ditambah lesung pipinya, begitu memikat .. , ujarnya halus.


***** @@@ *****



”Mulai sekarang kau bekerja padaku!” kata Rathyan, begitu kembali ke kursinya. “Sebagai sekretaris pribadiku … ,” lanjutnya dengan senyum cengiran.

“MWO?” mata Daze membelalak.

“Sudah jelas kan?”

“Kau .. apa maumu? Balas dendam?”

“Terserah apa pendapatmu!” Rathyan melempar sebuah file tebal ke atas meja. “Ambil dan hayati semua yang tertulis di dalam. Selesaikan jadwal-jadwal yang masih berantakan ini buatku. Sesegera mungkin! Waktu penyetorannya sampai besok siang—pukul dua. Ingat, jangan terlambat! Aku paling benci cara kerja tak becus dari bawahanku .. ”

Kalau tak becus, apa akan dipecat? Daze ingin meneriakan perkataan ini, jika saja pandangannya tak segera bertemu dengan tatapan tajam dari Rathyan. Dengan tak bersemangat dia meraih file tebal tersebut dan membungkukan badannya.

“Agashimida. Ada perintah lain, tuan Jang?”

“None!” sahut Rathyan. Tubuhnya dihempaskan ke belakang sambil menyilangkan tangan di depan dada. “Kau bekerjanya di sofa dulu. Meja kerjamu sedang dipindahkan ke sini .. “

“Mwo? Apa harus di sini?”

“Ne. Ada masalah?” tanya Rathyan tajam.

“Tidak. Hanya saja … “

“Hanya saja?”

“Kayaknya tak baik jika … jika kita berada dalam satu ruangan …. ,” ujar Daze gentar.

“Memangnya kenapa?” seru Rathyan. Brakk! Kepalan tangannya menghantam daun meja. “Akan kuhancurkan mulut orang-orang yang berani bicara macam-macam .. “

“Ohh—“ Daze mundur sambil memegang dadanya. Jantungnya berdegup kencang.

Sekarang dia sadar, ada sesuatu yang berubah dari pria yang sangat dirindukannya ini. Rathyan terlihat lebih sangar, kejam .. dan mengerikan dari Rathyan yang dikenalnya.              


***** @@@ *****


p.s : jangan protes [nono] [nono] [hmpfh]
« Last Edit: December 12, 2010, 07:17:04 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1055 on: December 11, 2010, 11:58:28 pm »
Quote from: mrs. Lee Min Ho link=topic=275.msg20900#msg20900 date=1292132941
[b
p.s :[/b] jangan protes [nono] [nono] [hmpfh]

 [head break] [head break] [head break] [angry] [guns] pendek bener  hammer2 hammer2 hammer2

  [hmff]
« Last Edit: December 12, 2010, 12:05:09 am by vio23 »

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1056 on: December 12, 2010, 12:52:34 am »
Quote from: mrs. Lee Min Ho link=topic=275.msg20900#msg20900 date=1292132941
[b
p.s :[/b] jangan protes [nono] [nono] [hmpfh]

 [head break] [head break] [head break] [angry] [guns] pendek bener  hammer2 hammer2 hammer2

  [hmff]
enak aja hammer2 hammer2 masih mending diupdate kan [what] [chin] [hmpfh]
cukup panjang kok, buktinya .. buktinya.. elu bacanya lama [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mami loph thanks ya dah di update rath n' daze nya....mami paling ngerti banget perasaan reader di sini...
mami lg happy ya hampir semua ff nya di update minggu ini...kecuali TDC---> ngarep banget di update soon....
mo kaborrrrrr baca dulu, komennya nyusul ya....
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
waahhhh miiii dah d update
t'nyata seruu jugaaa
tp kok ada tulisan aneh y mi?bukannya insomia y????he9


wha makin seruu daze n rath nya!
alesan tuh si rath nyuruh daze ngerjain d sofa!biar bisa ngawasin n ngliatin daze teruzzz secara dah 1th g ketemu!yah melepas rindu gt he9


lanjutannya donk mom!masak cm pendek gini!bikin kayak jalan tol donk wkwwkwkwkwkwk

tak tunggu mommyyy

nanaa46

  • Guest
[/font]Horeeeeeeeeeeeeeeeeee, akhirnya Rath di update,,,,Gumawon Mamiiiii............Mii emang si rath dah tau ya sebelumnya kalau daze kerja disitu???, apa dari list yg diberikan Mr yoon, soal calon sekprinya????, kayannya Rath dah nunggu moment wat ketemu ma Daze,,ASBAK.co.id.....se-Cool nya Rath kalau ketemu dazee, pasti deh bakalan ada moment yg HOT....dasar tu brondong satu, bisa aja,,,,,,,Lihat?! Tak ingin berurusan lagi denganku?! Ini maksud dari perkataanmu tadi, Daze Han?!” dia mencondongkan tubuh ke depan. “Lalu kenapa membalas ciuman-ciumanku?”,,  ya siapa gitu yg bisa nolak ciuman2 dasyat dari RATH...ihhh so sweet,,,,,,, mami LANJOOOOTTTTTTTTTTTTTTTTT [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing]

aiyuu_minsunnerz

  • Guest
Horeeee gomawo mami dah diupdate...

Si rath kok kuejem bener yak..maen sosor bebek..ujung2nya ngejek..ckckckck

But I like I like

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
ckckck...mami dikau paling bisa memancing adrinaline reader di sini ya...lg asoy2 baca...selesai begitu aja...
kok pendek n' gantung banget ya...
ho..ho..daze jd kesprinya rath xixixi bakal ktm setiap hari dong...btw mam si daze pacaran lg ya ama si carls...???
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Mamiiiiii...pendek amat lanjut mi lanjut...aduh klo ni ff dijadiin filmnya minsun dikorea wah pasti bakal melejit..mami update lagi dong..lagi..lagi..lagiiiii

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
PROTESSSSSSSSSSSSSSSS  [hmff] [hmff] [hmff] Terlalu pendek n menyayat hati n kurang HOT ah  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: from Seoul to ... Perth, chapter 12 update 6 Nov'10
« Reply #1064 on: December 12, 2010, 02:58:58 am »
enak aja hammer2 hammer2 masih mending diupdate kan [what] [chin] [hmpfh]
cukup panjang kok, buktinya .. buktinya.. elu bacanya lama [laughing] [laughing]


lama gimana ??? wong gue baca ga sampe 15 menit ko'  [dry] [dry] [goodgrief]

tapi btw  [cheekkiss] thank's mommy udah update 2 ff sekaligus dalam waktu sehari, walopun update-annya pendek2  [goodgrief] tetep kekeuh  [hmpfh]

 [smiley-gen013] [smiley-gen013] next lanjut TDC  yaaa mom  [smiley-gen013] [smiley-gen013]  [hmpfh] [laughing]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-