Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17174 times)

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
Re: LOVE : NO OTHER part 1 update 10 januari
« Reply #105 on: January 13, 2011, 11:09:36 pm »
waduuhhh [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240]
apa reaksinya ya klo oppa minho baca semua ini?? [chin] [chin] [hmpfh] [hmpfh]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : NO OTHER part 1 update 10 januari
« Reply #106 on: January 14, 2011, 03:55:23 am »
goo mei, minho bakal ngajak gw pacaran kali [hmpfh]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : NO OTHER part 1 update 10 januari
« Reply #107 on: January 14, 2011, 08:20:01 am »
Di lamunan aku berpikir

Waktu itu terus saja berlalu

Tanpa henti dan tiada batas

Tak menunggu pun tak juga terulang

Puing-puing cinta yang putih

Kelak akan hanyut terbawa oleh sang waktu
[/b]

VENNY ROSE T. P
[/b]

UNDER THE SAME SKY
[/u]

Bulir-bulir air berjatuhan, mengetuk pintu jendelaku dengan tidak beraturan. Sayup-sayup dari kejauhan kudengar  suara binatang malam dan suara  sunyi yang beradu dengan desahan ombak, menarikku paksa untuk bercengkrama  dalam diam. Aku membuka kedua mataku,  gelap. Serangan butiran air di luar merangsek dalam telingaku,  sementara dingin mulai  menempeli kulit cokelatku. Aku pun meraba-raba lilin yang sudah kusiapkan di samping  tempat tidurku, lalu menyalakannya. Tak ada gunanya, tetap saja tak  mampu selamatkan aku dari gemuruh batin ini. Aku menatap api kecil yang menyala, lalu menutup kedua mataku. Bahkan bulan pun tidak menunjukkan cahayanya. Enggan menemani sepiku.

Mereka benci kepadaku, mereka  pantas membenciku. Aku tidak  bisa menjaganya. Menjaga dia.

Menjaga dia.

Seseorang yang  dicinta hilang ditelan waktu. Hanya terselip memori manis  yang ia sisakan yang kupastikan takkan terkikis seperti dirinya. Aku menggali ingatan dimana  kami telah mengutarakan janji suci itu di depan para kerabat. Hari yang memang membahagiakan untuk kami. Hari itu, banyak sekali bunga lili yang terpampang. Satu per satu kelopaknya menarikan  ucapan selamat. Melambai riang kemudian terpuruk di atas tanah. Aku tidak akan melupakan hari itu. Detik ketika langit memperlihatkan keajaibannnya.

Aku melihat mempelai wanita, wanitaku. Dia menatapku dengan tatapan yang agak serius di kala itu, dan ia tahu betul, bahwa ia tidak mampu bertahan lagi.
"Baby, Jangan."

"Ya."

Setelah kami mengucapkan kalimat-kalimat yang akan menyatukan kami untuk selamanya, aku menariknya ke dalam pelukanku, merasakan kehangatan tubuhnya, lalu melumat bibirnya. Aku tahu, di dalam pikiranku sekarang, aku tidak menikmati ini. Batinku terhenyak, ada komplikasi pergolakan didalamnya yang enggan kuturuti. Terus memaksaku agar ia menghentikan ini. Cukup sudah memaksakan diri. Dia sekarat, dia sudah tidak tahan lagi. Bahkan bibir lembutnya terasa kebas tak berkekuatan.

Leukimia. Itulah penyakit yang merantainya sampai sekarang. Aku tidak memberitahu siapapun untuk itu. Hanya aku yang juga dokter pribadinya, serta Yoo Ah in, sahabat karibnya yang tahu mengenai hal ini. Bahkan Ayah dan ibunya tidak kuberitahukan. Aku takut. Takut kalau mereka akan memisahkanku dengan dia. Meski kutahu, Tuhan akan segera melakukan itu.

Aku menyudahkan ciumanku, lalu menatapnya dalam-dalam. Matanya yang beriris cokelat terang di kala itu pun masih bercahaya dengan eksotika yang dimilikinya, meskipun raganya sudah digerogoti oleh penyakit yang ia derita. Raut mukanya berbeda dari yang sebelumnya. Dia berubah menjadi seorang wanita berparas cantik yang pernah aku temui. Senyumannya terkembang dengan tulus, membiarkan satu pun di antara kami menyadari deritanya yang terselubung rapi. Ekspresiku kurang lebih sama dengannya, kami melihat satu sama lain, tidak ingin saling melupakan apapun di antara kami. Seolah ini yang pertama. Seolah ini... yang terakhir.

Aku mengingat lagi kejadian  yang kemarin lalu, sebelum hari itu.

"Maafkan aku." Kata itulah yang meluncur darinya.

"Kenapa kau yang memohon  maaf?" Aku memeluknya. Dia tidak bisa  berkata apa-apa lagi. Tubuhnya bergetar hebat, pelukanku tidak bisa menghentikannya.

"Aku tidak akan memberitahu  yang lainnya mengenai hal ini."

Dia mengangguk. Aku menutup  mataku. "Jangan tinggalkan aku. Aku tidak ingin sendirian lagi."

Dia melepaskan pelukanku, lalu bergumam sesuatu yang mungkin tidak masuk akal. "Kau tidak akan sendirian" Dia menarik nafas panjang, lalu menaikkan wajahnya. Air mata yang masih tertinggal di wajah putihnya bercahaya, mengkilap seperti api membara yang masih tersisa di dalam tubuhnya.

"Apa?" Tanganku bergerak untuk memegang wajahnya, mata hitamku mencari mata cokelatnya.

"Matamu, mataku, telingamu, telingaku. Senyummu adalah senyumku, kau ingat?"

Aku pun tersenyum kecil, lalu mengatakan sesuatu. "Dua insan tidak bisa menjadi satu."

Dia tertawa bercampur tangis, lalu menggelengkan kepalanya. "Aku masih bisa bertahan, akan kuusahakan itu.  Percayalah kepadaku."

Aku tersenyum kepadanya, lalu mengenggam tangannya. "Aku tidak akan pernah berhenti untuk mempercayaimu"

Kembali aku mengingat hari dimana kami melangsungkan acara bahagia itu. Acara yang sederhana untuk kami semua. Aku bisa melihat dari kejauhan bahwa kamar wanitaku dipenuhi oleh teman-teman seangkatannya,  menggodanya untuk mengatakan dimana kami akan berbulan madu. Kami adalah pasangan yang unik, begitu kata kerabat-kerabat kami. Bunga-bunga lili gugur dengan elegannya, meskipun ditiup oleh angin, mengantarkan sedikit rasa sejuk di dalam hatiku, meskipun hatiku tidak sepenuhnya sejuk. Waktu amat berharga, aku percaya itu. Aku melihat wanitaku untuk yang terakhir kalinya.

Setiap menit.

Setiap detik...

Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Aku menyatukan tanganku dengan tangannya, menitikkan air mata. Aku percaya betul bahwa aku tidak akan melihatnya lagi, meski ia berkata kepadaku bahwa ia akan selalu menemaniku, meskipun dimensi kami berbeda.

Burung hantu bernyanyi di malam itu. Kamar kami gelap, kecuali untuk rembulan yang cahayanya menerobos kaca jendela. Dua hari lagi. Dia berbisik di kala ia mengucapkan kata-kata itu. Aku mengerjapkan kedua mataku, lalu menoleh ke arah samping, melihatnya. Sekecil apapun suaranya, aku bisa mendengarnya akhir-akhir ini,  meskipun itu hanyalah rintihan kecil. Aku bahkan pernah tidak tidur hanya untuk berjaga semalaman untuknya. Aku melihatnya terbaring dengan lemah di tempat tidur.  Badannya putih pucat, melawan kegelapan warna di kamar ini, dan kaku seperti batu. Bahkan hidungnya terlihat agak mancung.

Pertanda.

Aku membuka selimutku, lalu duduk dan membantunya untuk duduk. Dia mengeluh dan menyelipkan tangan-tangan dinginnya ke leherku, dan aku membawanya ke pelukanku, membantunya untuk menghangatkan diri. Aku menyingkirkan helai rambutnya yang mulai panjang yang menutupi telinganya, lalu tersenyum kepadanya.

"Kau ingat saat-saat kita menjadi artis dulu?" Ia tersenyum kepadaku, senyuman yang pucat.

Tentu aku masih ingat. Dia sudah tidak kuat lagi, aku tahu itu. Aku mencium keningnya, lalu melihatnya dengan tatapan tulus yang jarang kuperlihatkan kecuali kepadanya. "Kau akan... Kau akan menjadi indah."

Aku bisa melihat dia menaikkan alisnya, pertanda ia tidak tahu maksud apa yang kubicarakan. Tak lama kemudian ia tersenyum, kurasa ia bisa
memetik makna dari pernyataan itu.

"Kau akan menjadi segalanya, kau akan mekar menjadi bunga lili yang abadi. Eternity. Tidak akan pernah habis dimakan zaman."

Dia menelan ludahnya, lalu membalas pelukanku. Ku eratkan pelukanku sesaat, lalu membaringkannya kembali, mengelus punggungnya, memberikan kehangatan lagi sebelum ia terlelap.

"Kau akan melakukan semua yang kau inginkan. Kau akan selalu melihat bintang-bintang di langit, dan percayalah bahwa bintang-bintang itu adalah teman-teman kita, beserta aku. Percayalah bahwa kita masih ada di dunia yang sama, bersama di bawah langit yang sama"

Di bawah langit yang sama.

Para kerabat kami pun berdiri,  lalu bertepuk tangan untuk kami. Ada pula yang bersiul. Di ujung penglihatanku aku bisa melihat Ah In menitikkan air mata. Aku mengangguk. Hyung Joong berkata kepadaku, kalau mawar tidak sesuai untuk gaun ini. Aku melihat ke arah bawah, lalu tersenyum. "Aku tidak peduli. Kau terlihat mempesona, apapun yang kau pakai."

Dia mengerutkan alisnya, lalu menggerutu. "Tapi kan..." Aku mengelus pipinya dengan ibu jariku. Dia sepertinya tenang karena sentuhanku, lalu membalas dengan ikut menumpuk jariku dengan tangannya. Aku akan merindukan ini. Sangat merindukan ini...

"Aku siap menjadi bahan pelampiasan orang-orang ini." Aku berkata demikian, lalu membiarkan kening kami bersentuhan. Aku senang dia masih bersikap layaknya mempelai wanita biasa, atau melihat ekspresinya ketika ia marah. Nostalgia yang tidak akan terlupakan. Dia menyerigai. "Apakah kau bisa memegang kata-katamu itu, Lee Min Ho-ssi?"

Aku mengangguk, lalu memeluknya erat, merasakan kedinginan tubuhnya untuk yang kesekian kalinya.

Sudah dekat. Kami tahu itu.

Aku melepaskan pelukanku, lalu menatap dalam satu sama lain. Angin sepertinya bertiup agak kencang kali ini, menerbangkan daun-daun yang berguguran.Aku bisa mendengar suara-suara obisikan kerabat-kerabat kami, kelihatannya mereka bisa merasakan apa yang sedang terjadi di hadapan mereka ini. Bibir manisnya bergerak, membisikkan sesuatu untukku. Aku pun merunduk, mendengarkan kata-kata terakhirnya dari suaranya yang halus.

"Aku mencintaimu, Min Ho-a."

Dan kemudian, kejadian naas itu terjadi, seperti api menjilat kertas tipis dengan ganasnya, dia menutup matanya, lalu terjatuh ke pelukanku. Beribu-ribu pijar seperti menusuk jiwaku. Di saat terakhirnya, dia tidak mengeluh, dia tidak menunjukkan rasa sakit yang dideritanya. Mungkin ini adalah keajaiban yang diperlihatkan oleh Tuhan, sudah banyak  cobaan yang telah ia dapatkan.

Tuhan menyayangi kekasihmu, belahan jiwamu. Kekasihmu akan melihatmu di atas sana, sambil mengumbarkan senyuman yang menggetarkan hati itu.

Aku masih memegang tubuh wanitaku yang tidak bernyawa. Ingin rasanya aku memutar balikkan waktu, tapi apa daya, yang sudah terjadi tidak dapat dicegah. Aku tak punya kontrol apapun atas itu. Aku menitikkan air mata, tidak peduli dengan kehormatan seorang pria atau apalah itu.
Dekapanku terhadapnya kian mengencang, meski hatiku menolak dengan keras, ia tetap berlalu.

Sudah pergi.

Aku tidak ingin memberitahukan orang lain karena aku tidak ingin mereka bersedih juga karenanya. Diberitahu atau tidak diberitahu pun, tentu mereka pasti bersedih juga. Kulihat para kerabatku dari ujung mataku. Mereka menitikkan air mata. Min Jung dan So Eun, mereka kehilangan kata-kata. Tampak yang Ah In memalingkan wajahnya dari kami, menangis.

Ini bukan mimpi. Tubuhnya mulai mendingin, kehangatan yang dulunya selalu bersemayam di tubuh sang wanita kini tiada lagi. Detakan mesra itu tak lagi terdengar. Hanya seulas senyum yang sempat terpatri dari wajah pucatnya.

"Aku juga mencintaimu, Goo Hye Sun. Selamanya."

Aku membuka mataku, merasakan sesuatu menghangatkan tubuhku dari belakang. Aku berbalik, mendapati semburat kemerahan tengah merambat, ingin menunjukkan wujudnya. Cepat sekali waktu berlalu. Aku menggelengkan kepalaku,  lalu berdiri menuju pintu, membukanya, lalu berjalan menuju sebuah pemandangan indah yang tepat berada didepan mataku. Kudengar desahan ombak yang keras sementara mataku yang beriris hitam tengah menunggu sang mentari terbit dengan sempurna, membulat dengan terangnya yang pedih.

"Hei." Aku terkesiap, lalu menoleh ke asal suara yang kukenal itu. Aku tersenyum. "Ada apa denganmu? Kau itu seperti tidak berselera hidup saja, Min Ho."

Jeda.

"Dia akan mekar di sana, mekar menjadi bunga yang tidak pernah rontok dari dahannya." ujarku, terlihat jelas di mataku bahwa kesedihan ini perlahan mulai tekikis, lalu dengan segera tergantikan oleh sifat biasaku yang tanpa emosi itu.

"Dia itu sama sepertimu, bodoh. Meninggalkanku di saat aku membutuhkan kalian, kalian yang teramat sangat kusayangi. Beritahu aku, apakah ini adalah karma?" Aku tak lagi menoleh ke arahnya. Fokusku kini beralih pada sinar keemasan yang hampir penuh itu.

Ah In melihatku dari ujung penglihatannya, lalu mendengus kesal. Dari desahan singkat itu saja aku bisa memastikan bahwa ia jelas menentang ini. "Min Ho, semua ini bukan karma. Tiada hukum karma di dunia ini, dan ayolah, jangan pesimis seperti itu. Aku tidak ingat pernah mengajarimu untuk membuat dia yang di sana menangis."

Aku tertawa pelan. Sementara aku menyusuti air mataku dengan ujung lengan bajuku, lalu melihat ke arah mentari yang sudah muncul dari singgasananya, seolah terlahir kembali ketika termuntahkan oleh laut.

Ya. Aku tidak akan pernah melupakan dia, senyumnya, semangat hidupnya, kesabarannya, kharismanya, kecantikannya, kedewasaannya, ketegarannya. Tidak akan pernah melupakan keluhannya, jemari-jemarinya yang melingkar di leherku, mata cokelatnya yang menatapku dan
hanya aku, kaki jenjangnya yang ia lebarkan, betapa putih kedua tangan itu dan lengkungan yang sempurna di antara pinggang dan pinggulnya, tempat sensitif yang berada di leher dan bahunya, tubuhnya yang bergetar di pelukanku.

Dia percaya kepadaku, dia percaya kepadaku, dia percaya kepadaku.

Dia percaya bahwa aku tidak akan melupakannya, ingin aku percaya bahwa dia akan selalu berada di sampingku, masih di bawah langit yang sama. Bagaimana ia mengatakan rindu kepadaku, mencintainya dengan sepenuh hatinya. Air mata yang mengucur deras dengan isakan, yang seharusnya menjadi rintihan akan kesenangan. Kukatupkan kedua mataku, mendengar kesekian kalinya ombak merayu, hangatnya sang mentari pagi yang diamnya tiada henti merangkum tragedi,
 serta cakrawala yang masih dihiasi oleh warna malam.

Aku berjanji Hye Sun, aku berjanji.  Aku percaya bahwa kau masih mendampingiku saat ini, masih
berada di bawah langit yang sama, hingga suatu saat kau dan Tuhan mengajakku ke sebuah tempat dimana kau akan  menjadi bunga lili yang abadi di sana. Dan aku percaya bahwa kisah cinta kita tidak
 akan pernah berakhir.

"Jangan begitu, Ah In hyung. Kau telah mengajari semua yang tidak kuketahui."

Lalu, aku akan menapaki jalan kehidupan yang terbentang di depan mata ini.


FIN
[/b]

"Remember that we're still under the same sky and believe that our love story will keep moving as the time goes through."
[/color][/size]
« Last Edit: January 14, 2011, 08:25:10 am by voldi »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline miss_princess

  • Junior
  • **
  • Posts: 141
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #108 on: January 14, 2011, 08:41:09 am »
Ibu voldi update yang story jandi ama junpyo dong..
Hehehe

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #109 on: January 14, 2011, 08:48:14 am »
Voldi, kok gw jd cengeng gini tp gw suka ama story. Even we can't be together but we under the same sky. Tp mdh2n hye sun di real life jgn trags kyk gini. Tp sumpah vol,gw suka ama ceritanya. Simple,meaning,even sad ending but beautifull. Vol,lanjut ke no other part 2 ama geromblan vampire dunk^^


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #110 on: January 14, 2011, 08:53:29 am »
hye sunn pergii  [cry]
ga bisa byangin klo ini kejadian nyata (Dear Lord ....NO!!) [cry]
luve it, ada Ah In..... [hmpfh]
voldi ini ending-nya FF LOVE?  [what]

Ibu voldi update yang story jandi ama junpyo dong..
Hehehe
Iblis Balitaa,  DTMM [hmpfh]


‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #111 on: January 14, 2011, 08:56:09 am »
Ibu voldi update yang story jandi ama junpyo dong..
Hehehe
Voldi, kok gw jd cengeng gini tp gw suka ama story. Even we can't be together but we under the same sky. Tp mdh2n hye sun di real life jgn trags kyk gini. Tp sumpah vol,gw suka ama ceritanya. Simple,meaning,even sad ending but beautifull. Vol,lanjut ke no other part 2 ama geromblan vampire dunk^^
astagah.... woy gw baru update tiga fict sekaligus!!  banghead banghead abis ini gw tepar [smiley-whacky103]

yang nanyain ini ending atau gak, sekali lagi gw jelasin. khusus LOVE, setiap fict yang gw update tidak saling berhubungan antara satu fict dgn fict lain. jadi ada kemungkinan masih gw lanjutin dgn plot yang berbeda, bisa juga gw tamatin sampe sini. paham?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #112 on: January 14, 2011, 09:01:03 am »
kok ceritanya kaya filmnya jin tomang,ya? terus yg hye sun dcemburui minho gara2 wuchun kmrn gmana?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #113 on: January 14, 2011, 09:03:20 am »
Hmph hmph ni author beneran tepar ya,hehe. Tenang gw bw bang Ah In buat pijitin voldi spy semangat update ff nya. Sshht diem2 aja ya vol gw geret Ah In buat lo ntar takut ada yg murka(lirik2 nutri)xixiii


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #114 on: January 14, 2011, 10:04:50 am »
wow...seperti bukan voldi yg bikin chp ini..what going on with u sist
speechless gw...gw suka setiap kata2 yg elu tulis two thumb for this chp, but sad ending ya..jd sedih*nangis di pojokan bareng ah in*

[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #115 on: January 14, 2011, 10:11:43 am »
Hip..Hip..Horee...hari ene sist Voldi dah juara y!he9 smua pada d uPdate...
capek y sist????sini tak pijetin...biar rilexxx wkwkwkwkw

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #116 on: January 14, 2011, 10:18:32 am »
wow...seperti bukan voldi yg bikin chp ini..what going on with u sist
speechless gw...gw suka setiap kata2 yg elu tulis two thumb for this chp, but sad ending ya..jd sedih*nangis di pojokan bareng ah in*


iya nih, gak tau kenapa malam ini gw pengn mewek trus. Mp3 gw mutar terus lagu avril when youre gone, miley the climb, ampe westlife soledad. Pengaruh hormon kali, gw kan dapet
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #117 on: January 14, 2011, 10:37:19 am »
wow...seperti bukan voldi yg bikin chp ini..what going on with u sist
speechless gw...gw suka setiap kata2 yg elu tulis two thumb for this chp, but sad ending ya..jd sedih*nangis di pojokan bareng ah in*


iya nih, gak tau kenapa malam ini gw pengn mewek trus. Mp3 gw mutar terus lagu avril when youre gone, miley the climb, ampe westlife soledad. Pengaruh hormon kali, gw kan dapet
omo...maknya balita iblis istrinya kuntilanak lg mode off ya...pd hal gw lg dengerin mp3 avril i'm with you..ok lah klo sedang bersedih nih gw pinjemin ah in jd shoulder to cry utk lo ikhlas kok
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #118 on: January 14, 2011, 11:02:07 am »
kya kya kya, ngapain lirik2 gue, gue dah minta jatah ma ah in tgl 13 kemaren cz update 4 ff sekaligus, dan ah in opa sptnya menikmati kbersamaan kami, he he he, muah muah muah.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
Re: LOVE : UNDER THE SAME SKY UPDATE 14 JANUARI
« Reply #119 on: January 15, 2011, 01:57:40 am »
voldi......nangis bombay bacanya Emoticons0429 Emoticons0429 [AddEmoticons04241] Emoticons0429 [AddEmoticons04241] Emoticons0429 [AddEmoticons04241] Emoticons0429 [AddEmoticons04241] Emoticons0429 Emoticons0429 hye sun mati y di saat hari pernikahanya??kasian bgt oppaku  Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 Emoticons0429 trs nnti ktmu a orang yg mirip ma hye sun y voldi
btw ceritanya bkn sambunga dr cerita seblomnya y........
But thanks dah diupdate.....
Ayo voldi update ff yg lain jg y  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever