Author Topic: LOVE : "WHAT'S HAPPENING?" update 17 oktober  (Read 17246 times)

Offline aii.d luffy

  • Full
  • ***
  • Posts: 301
    • View Profile
Re: LOVE : the reason COMING SOON
« Reply #180 on: April 03, 2011, 04:38:50 am »
ini kapan update?? [smiley-dance013] [smiley-dance013]

ayo onni update update  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
BELIEVE IN HAPPY ENDING--MINSUN

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: LOVE : the reason COMING SOON
« Reply #181 on: April 03, 2011, 04:41:04 am »

“FUKUSHIMA 50”
A story by Voldi

HERO by MARIAH CAREY

STARRING

LEE MIN HO
GOO HYE SUN

KIM SANG BUM
KIM SO EUN

KIM HYUNG JOONG
LEE MIN JUNG

Dedicated to
“FUKUSHIMA 50”

“My Dad went to the nuclear plant. I never
heard my mom
cry so heard. Please Dad, come back alive”

[Posted in Twitter by @nekkonekonyaa]

This is a chance...
Keep alive or...

Die...
[/size][/color]

There’s  a hero If you look inside your heart
You don’t have to be afraid
Of what you are


Kertas putih itu sudah lecek karena terus digenggam kuat oleh sang pemilik iris coklat. Matanya sembab tapi ia terus menahan agar tak ada air mata yang keluar lagi. Ia tak tahu apa yang sudah terjadi, tapi ia tahu AKAN ada yang terjadi. Diliriknya dua anak kembarnya yang masih berumur delapan tahun.

Tunggu diteras rumah. Siapkan koper dan baju-baju. Aku akan segera pulang

Barisan kalimat itu kembali dibacanya. Dadanya berdegup kencang memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.

“Omma, ada apa? Omma kenapa menangis?” sosok anak kecil perempuan muncul dihadapannya. Dibelakangnya ada sosok yang mirip dengannya tapi dalam genre yang berbeda.

Hye Sun menggeleng pelan. “Aniyo. Hanya surat dari appa. Dia menyuruh kita untuk bersiap-siap.”

Sosok anak laki-laki di hadapannya menatap ibunya dengan bingung. “Ada apa?”

Hye Sun kembali menggeleng. “Tidak ada apa-apa, Ryuu. Cepatlah berkemas.”

“Appa ingin mengajak kita liburan? Ayeey...” sosok berkepang dua itu berlonjak kegirangan. Dengan segera ia naik ke lantai dua dan berkemas. Sedangkan saudara kembarnya, Ryyu Lee, masih menatap ibunya dengan pandangan bertanya.

Hye Sun menyadari bahwa ia tak bisa menyembunyikan apapun dari putra sulungnya ini. “Appa akan menjelaskannya nanti. Cepat berkemas,” dengan lembut ia mengusap puncak kepala Ryuu, “Jangan buat adikmu khawatir, oke?”

Ryuu mengangguk pelan. Masih memerhatikan wajah sembab ibunya ia melangkah ke lantai dua menyusul adiknya. Meninggalkan Hye Sun yang air matanya kembali turun. Ia sudah tahu apa yang akan terjadi. Ia sudah tahu.


There’s an answer
If you reach into your soul


“Min Ho-a.”

Pemuda berambut lebat itu mendongak. Matanya menangkap siluet laki-laki lain. Min Ho menggeser beberapa kertas dokumen yang ada dihadapannya dan memperhatikan laki-laki berwajah imut itu. Kim Sang Bum.

“Kau sudah mengumumkan soal peringatan jam tiga tadi?” tanya Min Ho.

Kim Bum mengangguk, “Sudah. Aku sudah mengumumkan pada reaktor satu, tapi para pekerja masih berkeras ingin bertahan.” Jawab Kim Bum.

“Apa maksudmu?”

“LEE MIN HO.” suara teriakan dari luar mengalihkan keduanya. Dari balik pintu muncul sosok laki-laki lain.

“Ada apa, Hyung Joong?”

“Masalah besar. Para pekerja yang berada di reaktor dua, tiga, dan empat tak ada yang mau menyingkir barang sejengkal pun.”

Min Ho menghela napas berat. Dengan pelan ia memijit kepalanya yang tiba-tiba merasa pening.

“Dan kejadian itu sama persis di reaktor satu.”

Hyung Joong terdiam. Ia dan Kim Bum menatap atasannya dengan diam, menunggu keputusan. Min Ho masih terdiam. Tenggorokannya tercekat. Apa para pekerja itu gila? Didepan laut, yang sebentar lagi akan memuntahkan isinya dengan ganas. Tapi mereka tetap bertahan di PLTN gila ini? Mereka benar-benar ingin menantang maut.

“Katakan pada mereka lebih baik mereka kembali dulu. Prioritaskan keluarga mereka.”

Hyung Joong mengangkat alisnya tinggi-tinggi. “Lalu kau?”

Dengan cepat Min Ho berdiri dan menyambar ponselnya diatas meja. “Selamatkan keluarga kalian masing-masing. Jika memungkinkan...”

Min Ho menutup matanya sejenak.


“Kita kembali.”

And then hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive


TOK TOK TOK

Kim Bum menggedor pintu rumahnya bak orang kesetanan. Dari dalam tak lama muncul seorang wanita yang sedang hamil tua. Kim Bum kemudian langsung menerjang masuk.

“Weo, oppa?”

Kim Bum tak menjawab. Ia sibuk memasukkan seluruh pakaian kedalam koper besar. Wanita hamil itu hanya melihat dengan pandangan bingung.

“Oppa.” Panggilnya lagi.

Kim Bum sontak berbalik. Ditatapnya So Eun—istri sahnya dengan pandangan sayu. Dengan cepat ia mencium kening istrinya dan berkata, “Kita harus pergi.”

“Tapi ada apa? Apa yang terjadi?”

Kim Bum masih tak menjawab. Ia dengan pelan menyeret istrinya keluar dan masuk kedalam mobil. Tiba-tiba So Eun merasakan ada yang akan terjadi. Jabang bayi diperutnya tiba-tiba menendang dengan kuat—tak seperti tendangan biasanya. So Eun meringis kecil sambil memegangi perutnya.

“Kenapa?” tanya Kim Bum dengan cemas.

“Dia menendang kuat sekali. Sepertinya akan menjadi pemain sepak bola. Hehehe.” So Eun berusaha melupakan kegelisahan hatinya dengan humornya yang garing. Kim Bum tersenyum lembut, ia kemudian kembali berkonsentrasi dengan kemudinya.


“Ya. Aku harap aku bisa melihatnya menjadi pemain sepak bola.”

So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you finnaly see the truth


“APPA!! JAWAB PERTANYAANKU!!” Ryuu berteriak sambil menatap tajam Min Ho yang tengah menggendong adik kembarnya—Rhea Lee.

Min Ho menatap geram anak sulungnya itu, “SEBENARNYA APA MAUMU!!” Min Ho sudah sangat kesal dengan sikap ingin tahu anak laki-lakinya itu. Masih dengan menggendong Rhea, ia berbalik menghadap laut yang terbentang luas. Mereka sekarang tengah berada di atas bukit yang sangat tinggi.

“Min Ho-a, Ryuu, sudah...” Hye Sun berusaha melerai keduanya.

Ryuu bersedekap dan menatap tajam ayahnya, “Omma tidak bicara apa-apa. Tapi tiba-tiba appa menyeret kami keluar dari dalam rumah dan membawa kami kesini. Sebetulnya, ADA APA?” Ryuu berteriak lagi, ia mengabaikan ibunya yang masih berusaha melerai mereka.

Tiba-tiba suara gemuruh ombak terdengar. Mereka berempat sontak menoleh. Gulungan ombak berwarna hitam yang sangat besar menyapu kota mereka. Rhea tiba-tiba menangis dan mengeratkan pelukannya di leher Min Ho.

“Appa...itu apa??”

“Sial. Peringatan itu benar-benar terjadi.”

Dan pertanyaan Ryuu terjawab saat itu juga.


That a hero lies in you
It's a long road
And you face the world alone


Hyung Joong masih menatap gulungan ombak hitam itu dari atas bukit. Dan matanya membulat ketika melihat kepulan asap tebal yang berasal dari PLTN Fukushima. Dengan cepat ia mengambil ponsel dari dalam sakunya dan menekan beberapa tombol.

“Yobseo.” Terdengar sahutan dari seberang.

“Apa yang terjadi di sana?”

“Suhu kolam reaktor naik, Hyung Joong. Melebihi dua puluh lima derajat celcius.”

“MWO?”

“Aku khawatir jika terjadi overheat, unsur radioaktif akan lepas dan itu sangat berbahaya.”

“Bagaimana dengan mesin pendinginnya? Jika menggunakan itu bisa menurunkan suhunya kan?”

“Tapi Hyung Joong, tsunami barusan membuat stasiun pembangkit listrik mati. Sehingga mesin pendingin tersebut tidak bisa difungsikan sama sekali.”

“Lalu? Masih ada berapa orang yang bertahan di sana?”

“Aku kurang tahu. Tapi menurut informasi ada beberapa yang kembali, tapi aku sedang berusaha mengumpulkan mereka untuk kembali dan memperbaiki reaktor.”

“Aku akan menghubungi Min Ho dulu.” Hyung Joong baru akan menutup ponselnya ketika ia menyadari sesuatu.

“Bum-a.”

“Ne?”

“Bagaimana dengan istrimu?”

“Aku meninggalkannya dibukit. Ia pasti baik-baik saja.”

Tenggorokan Hyung Joong tercekat. Kim Bum meninggalkan So Eun yang sedang hamil tua di bukit sendirian, sedangkan ia sedang berjuang melawan kematiannya sendiri.


No one reaches out a hand
For you to hold
You can find love


“Aku akan menghubungimu nanti.”

Baru saja ia kan menekan nomor Min Ho, Min Jung berteriak memanggil namanya. Segera ia menoleh kebelakang dan mendapati Min Ho, Hye Sun, dan So Eun sedang bersama istrinya beserta anaknya yang sedang bermain bersama anak-anak Min Ho.

Hyung Joong segera mendekat dan menarik Min Ho keluar dari kerumunan.

“Kau sudah dapat kabar dari Kim Bum?”

Min Ho menangguk singkat. Matanya menatap PLTN Fukushima dengan sayu.

“Kau ingin kembali?”

Hyung Joong ikut menatap PLTN itu. Dan dengan mantap mengangguk, “Ya.”

“Kau tahu resikonya?” tanya Min Ho lagi.

Hyung Joong diam, menunggu ucapan Min Ho selanjutnya.


“Kau hanya dapat bertahan maksimal sepuluh jam disana. Tingkat radiasi sudah sangat tinggi.”

If you search within yourself
And the emptiness you felt
Will disappear


Hyung Joong berjalan diikuti Min Ho mendekati istri-istri mereka yang sedang bercengkrama. Persahabatan diantara keluarga mereka memang sudah sangat erat. Dengan lembut ia menarik lengan Min Jung dan menjauh dari kerumunan.

Min Ho terdiam ditempatnya menatap So Eun yang sedang menatap bingung Hyung Joong dan Min Jung. Dengan pelan dikeluarkannya ponselnya dan disodorkan pada So Eun.

“Hubungi Kim Bum.”

So Eun menatap bingung ponsel itu. Dengan ragu-ragu ia mengambilnya dan berjalan menjauh—berlainan arah dengan pasangan Hyung Joong-Min Jung.

Hye Sun menatap suaminya dengan lemah. Ia kemudian beralih menatap Min Jung yang sedang menangis di dada Hyung Joong. Ia lalu menatap So Eun yang juga sedang menangis dengan histeris.

Matanya kembali menatap Min Ho. Dengan cepat digelengkan kepalanya. “Tidak tidak. Aku tidak ingin dengar apapun.”

Min Ho menghela napas berat. Dengan lembut ditariknya Hye Sun kedalam pelukannya.

“Aku tidak bisa berjanji apa-apa padamu.”

“Tidak. Kumohon. Jangan katakan apapun.”

Keduanya semakin erat berpelukan tanpa menyadari kedua anak kembar mereka menatap mereka dengan bingung.


And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive


“Ryuu. Kau laki-laki yang kuat kan?” Min Ho menatap Ryuu dengan lembut.

“Appa...”

“Jaga omma dan adikmu ya.” ucap Min Ho lembut. Ia kemudian beralih pada Rhea. Dengan lembut diusapnya puncak kepala anak itu. “Rhea jangan nakal, nurut sama oppa. Oke?”

Tak ingin melihat ayahnya cemas, Rhea mengangguk singkat. ia kemudian menghambur ke pelukan ayahnya.

Ryuu memperhatikan ayah dan adiknya yang saling berpelukan dengan erat. Pandangannya kemudian teralih ke ibunya. Mata ibunya memerah dan sembab—lebih parah dari tadi pagi. Min Ho kemudian menurunkan Rhea dan memberikannya pada Ryuu.

“Sekarang kalian bermain dulu dengan anak-anak paman Hyung Joong. Sana.”

Dua anak kembar itu kemudian melangkah pergi. Tangan mereka saling bertautan erat. Rhea memang belum mengerti apa yang sudah terjadi dengan keluarganya, tapi Ryuu tidak. Ia bisa merasakan dari mata merah ibunya bahwa...

Ayahnya akan pergi sebentar lagi.

Dan tak akan pernah kembali.


So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong


“Min Ho-aa...”

Min Ho tersenyum melihat istrinya yang memegang lengannya dengan manja. Sudah lama ia tidak melihat istrinya bermanja-manja padanya. Dengan lembut ia memegang wajah Hye Sun dan menariknya ke wajahnya. Sentuhan bibir masih menggetarkan jiwa keduanya walaupun pernikahan mereka sudah hampir mencapai sembilan tahun.

“Min Ho-aa...”

“Saranghae.” Potong Min Ho. Dua kecupan berakhir di kening dan pipi Hye Sun.

Dan air mata itu kembali turun ketika kedua tangan itu saling terlepas.

Min Ho melangkah mundur menjauhi Hye Sun. Tapi matanya masih terkunci di iris coklat itu. Ingin selamanya ia menyelam di sana, tatapan teduh yang selalu menyambutnya ketika sore hari dan pagi hari. Ia tak ingin kehilangannya.


“Teruslah hidup dengan baik. Aku tidak dapat pulang untuk sementara.”

Kata-kata terakhir dari suami dan ayah tercinta. Mereka tidak bisa pulang. Mereka tidak akan pernah bisa pulang.

Mereka...hanya akan pulang ke peraduan yang sesungguhnya. Kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

Pengorbanan tulus...


And you finally see the truth
That a hero lies in you


Mereka terjebak di antara pilihan yang sulit. Negara atau keluarga. Hidup atau mati.

Mereka orang-orang yang terpilih.
Mereka pahlawan yang sesungguhnya.
Mereka melindungi banyak orang dengan kecamuk batin merindukan keluarga.

Pekerjaan mereka bunuh diri.
Misi mereka maut.

Mempertaruhkan nyawa hanya dalam waktu sepuluh jam.

Merekalah...


Fukushima 50


“Teruslah hidup dengan baik. Aku tidak dapat pulang untuk sementara.”
[Email yang dikirimkan salah satu pekerja PLTN Fukushima pada istrinya yang sedang mengungsi] [true story]

“My Dad went to the nuclear plant. I never
heard my mom
cry so heard. Please Dad, come back alive”

FIN

Hanya bisa berharap, berikanlah kekuatan yang besar kepada orang-orang yang terpilih itu. Banyak yang menunggu kalian. Keep pray and still alive. Please.

Sign

Voldi
[/size][/color]

Voldi’s note :

Saya tidak akan malu untuk mengakui, saya nangis bikin fict ini. Pas baca tentang FUKUSHIMA 50 dan semua pengorbanan mereka, bikin saya berpikir, waw...Tuhan masih membiarkan ada manusia yang mau berkorban untuk manusia lain tanpa memikirkan nyawa mereka sendiri. Surga terbuka untuk mereka, amin.
« Last Edit: April 03, 2011, 05:01:57 am by voldi »
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
voldy q juga ikut nangis loh baca ff kamu yg ini :( benar" besar pengorbanan mereka untuk negara, mreka akan mendapatkannya yg setimpal dengan apa yg mereka perbuat

Offline Mawar Jingga

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
    • View Profile
Sedih ceritanya...
Bener2 menyentuh hati. Dan gue rasa true story tentang ini pasti ada.
Semoga orang2 yang masih mengabdikan diri di Fukushima bisa kembali ke keluarganya dengan sehat. Tidak kekurangan apapun...

AMEN....

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
sedih bgt ceritanya, semoga keluarga yg dtggalkan tabah. dan semoga amal kebaikan mrk dterima d sisiNya.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
sedih banget ceritanya....setuju ma yang lain, menyentuh banget....samapai nangis bacanya...ternyata di dunia ini masih ada orang seperti itu yang rela berkorban demi sesama^^.......semoga mereka mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya [biggrin]

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
mbaca ff ini q jd ingat lo d jogja ada jg pltn namanya pltn kartini. pdhal jogja skrg mrpk daerah rawan gempa dan sunami... dan aku kuliah d jogja pula. hua hua hua.... nangs bombay.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Sumpah ni crita menyentuh bgt hiks mpe mewek bacanya mreka rela berkorban demi menyelamatkan yg laen T.T smoga amal ibadahnya diterima disisiNya kluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan amien


ADAM COUPLE SELCA

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
touch story
salut for "FUKUSHIMA 50" You was the hero in the real world :)
Hero yang sebenar benarnya
may god bless them :)

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
thanks buat ff ini [weird] [weird] gw setuju ama yg lain, ceritanya menyentuh banget. gw ampe hiksss basah2 nih [AddEmoticons04284] [AddEmoticons04284]
pray for japan,, pray for fukushima [AddEmoticons04261] [AddEmoticons04261] semoga segalanya lebih baik, amin~~

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
mewek. . TT__TT . bdw unyu in kisah nyata yah? oh my god. gk bisa gw  bayangin kalo MINHO benaran ad d posisi i2 . . ToT
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
voldiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii,  [cry] [cry] [cry] [cry] gw jadi inget film paporit gw ARMAGEDON. 3 pahlawan yg berjuang demi negaranya ( Min Ho, Hyun Joong, KIM BUM).

gw percaya kok masih ada orang2 seperti mereka di jaman yg semakin gila ini, dan gw yakin orang2 terpilih itu adalah orang2 yang sudah mendapatkan tempat istimewa di Surga nanti.

gw lebih salut ama keluarganya ( istri, anak2nya, orang tuanya) yg merelakan kepergian mereka demi negaranya [cry] [cry]

thanx voldi buat share true story nya lewat FF ini. thanx for this beautifull story [huglove]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
unyu, mian baru komen sekarang, jangan salahin gw ya, salahin inet gw yang lola [hmpfh]

ceritanya bikin gw [cry] [cry]
gak kebayang perjuang keluarga mereka melepaskan orang2 yang mereka cintain untuk membela negara [AddEmoticons04241] [AddEmoticons04241]

cuma bisa mendoakan agar semua penderitaan dan duka yang mereka hadapi cepat berlalu, amin [biggrin]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

iiuuu

  • Guest
bener2 keren n menyentuh sangat..
smga mereka yg dtggalkan bs kuat dan tabah..
smga mereka yg berjuang dbukain pntu surga selebar2nya.. amin..

ayo jepang bangkit lagi!! semangat!

Offline fitrykoo

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
hi sis voldi...  [cry] [cry] [cry] [cry] [cry]baca ff kamu..
PRAY FOR JEPANG semoga ada hikmah di balik bencana yang besar ini,