Author Topic: tears..12-maret-11  (Read 5228 times)

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #15 on: July 31, 2010, 07:59:59 am »
wah, akirnya ada ff yg update juga.
syukur deh  [sweat] [sweat]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #16 on: July 31, 2010, 07:39:28 pm »
Jiaaakhh
neng neiya, akhrx updte jga loe..
'plok plok plok'
c0ngratz nyo..
Critax kok jd ingat ABMS'x karin yah.
Hbis ad geun suk g2...
Mana doi cinta pertama hye sun lg..
Tp gk bkalan sama kya pux karin kan?
Hyesun gk cinta mati ma geun suk kan??
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #17 on: July 31, 2010, 09:36:36 pm »
Ya ngga lah nengg.. Masa sama sih.. Abis guw lagi tergila gila ama geunsuk di YAB! Oh my gat.. Dia cool bgt tauuuuuu...

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #18 on: July 31, 2010, 11:49:25 pm »
 [hmpfh] [hmpfh] kebykan ff nih, mudah2an gw kagak mencampuradukkan ff ini dgn yg lain [laughing]
baca cerita ini kok teringat ama ABMS, SMD and FSTP [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Alin

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1002
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #19 on: August 01, 2010, 12:14:41 am »
Hai ney lam kenal...slmt ats launching chap perdananya(ky film aja pake launching)..bener kt mami crtnya mirip ABMS tpi jgn lama2 ya hye sun sedihnya ntar lama lgi sweet momennya,..oh ya nei mo nanya nanti ada Mversnya nga?:$:$..jdi malu ama nei:-*:-*..satu lgi nei aku minta Mvers HIMM dong pleaseeee..;-)nei baik deh(ada maunya)

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #20 on: August 01, 2010, 09:09:27 am »
Chapter 2



"Minho-a... Aku masih kepikiran dengan gadis tadi yang kita lihat di danau..." Celetuk bum sembari meletakkan kayu bakar di atas bara api unggun yang mereka buat di depan perkemahan mereka..

"Hm..." Minho menjawab asal celetukan bum sebab ia sedang sibuk melihat hasil hasil jepretannya tadi saat mengambil gambar di danau..

"Aigoo..sepertinya kau sibuk sekali. Memangnya kau melihat apa sih?" Bum yang tampak penasaran segera menghampiri minho dan mengambil kamera dengan paksa..

"Yaaa!"

"Omo!" Bum tampak terlihat begitu terpana melihat gambar dikamera minho..

"Kembalikan!" Sekarang giliran minho yang merebut kamera miliknya dari tangan bum kesal.

"Yaa minho-a! Bagaimana kau bisa mengambil gambar itu? Yipota..." Puji bum berbinar.

Memang gambar yang dihasilkan minho begitu indah.. Seorang gadis yang tengah menoleh ke arah samping dengan wajah yang diterpa sinar dari matahari yang mulai tenggelam...

Minho tersenyum tipis," aku tak sengaja mengambilnya secara refleks..."




***


"bear...!" Seru seorang gadis ceria.

Hye sun yang sangat tau panggilan itu datang dari mulut siapa, segera menutup buku bacaannya dan berlari keluar kamar dengan senyum manis..

"Honey!" Panggil hye sun agak keras saat menemukan sosok 'sahabat' nya tengah menaruh oleh oleh di sofa ruang tungku perapian..

"Kyaaaaa bear.. " Seketika ji yeon datang kedalam pelukan hye sun.. Yaa..ji yeon adalah sahabat kecil hye sun dan juga geun suk.. Ji yeonlah satu satunya sahabat hye sun yang paling mengerti akan dirinya..dan juga sebagai saksi perjalanan cintanya dengan geun suk.."Bear" adalah panggilan kesayangan untuk hye sun dari ji yeon..dan "honey" adalah panggilan kesayangan hye sun untuk ji yeon..panggilan itu sudah akrab ditelinga mereka sedari kecil..dan jika di gabungkan akan menjadi arti -beruang madu- sesuai dengan binatang kesukaan mereka berdua.

"Bear..kenapa kau tinggal disini tak bilang padaku hah? Mau mati ya!" Keluh ji yeon sedih.

"Mian..aku pun baru tau mendadak dari omma dan appa.." Jelas hye sun sambil terus memeluk ji yeon.

"Yaiiish! Aku pun tau karna diberitahu oleh ajumma...Baiklah aku maafkan. Tetapi dengan satu syarat!" Ji yeon melepas pelukannya dan menatap hye sun.

"Mwo? Apa itu?"

Ji yeon memutar bola matanya ke kiri dan ke kanan dengan senyum mengulum," izinkan aku menemanimu disini! Araseo?"

"MWO? Yaa honey aku sungguh gembira kau menemaniku disini, hanya saja bagaimana dengan kuliahmu?"

"Ah gampang. Aku cuti untuk satu tahun..lagipula aku tak tega membiarkan sahabatku mati kesepian di tengah hutan hanya ditemani oleh manager kim. Oh.. Sungguh aku bisa mati memikirkanmu di seoul jika tak cepat kesini..." Canda ji yeon sambil melirik ke arah manager kim yang mana dari tadi ia memerhatikan keakraban antara hye sun dan juga ji yeon.

"Gumawo honey..." Hye sun merasa terharu dengan ketulusan dan perhatian dari ji yeon.. Untung saat kematian geun suk, hye sun memiliki ji yeon yang setia disamping hye sun memberikan dukungan dan semangat padanya..kalau tidak,mungkin ia akan merasa sendirian di dunia ini..



***


Pagi harinya....


"Uhhm...." Bum merapatkan selimut lebih dalam ke tubuhnya..udara pagi hari ini begitu menusuk tubuh dan sumsum tulang..

"Yaa bum! Serakah sekali sih!" Dengus minho sebal sambil menarik lagi sebagian selimut yang dikuasai oleh geun suk.

"Uuuuhm...sayang.." Bum membalikkan badannya seketika dan melingkarkan tangannya untuk memeluk tubuh minho..sekedar memberitahu, posisinya sekarang bum seperti sedang memeluk guling..tentu saja dalam keadaan tak sadar.

Minho yang merasa kegelian luar biasa segera bangkit dan berlalu menjauhi bum yang masih asyik dengan mimpinya sendiri..

"Aiiish dasar penjahat kelamin!" Keluh minho..akhirnya ia pun berinisiatif untuk melihat lihat keadaan sekitar sembari jalan pagi...

"Ukh..dingin..." Ucapnya sambil merapatkan sweater berwarna hitam yang ia kenakan dan juga kupluknya..lalu ia pun mulai berjalan..



***


"Agashi..anda mau kemana?" Tegur manager kim saat melihat hye sun hendak menuju pintu depan..

Hye sun menoleh dan tersenyum kecil," aku ingin menghirup udara pagi di danau ajumma.."

"Mwo? Tetapi diluar dingin sekali..."

"Gwenchana..lihat! Aku memakai sweater tebal begini..." Hye sun memperlihatkan sweater berwarna hijau soft yang ia kenakan..

"Kude..hati hati agashi..jangan lama lama.." Akhirnya manager kim menyerah meyakinkan hye sun.

"Nee..oh iya ajumma siapkan sarapan untuk ji yeon ya..aku mungkin akan sarapan telat.." Perintah hye sun sebelum meninggalkan villa.

"Nee agashi..."




***


minho terhipnotis kembali oleh sosok gadis kemarin dengan posisi yang sama sedang menatap danau..ia sangat tak menyangka akan bertemu lagi dengan gadis itu secepat ini.

"Omo...gadis itu lagi.." Gumam minho pelan.

Ia pun berjalan semakin lama semakin mendekat ke arah hye sun..

"Chogiyo..." Sapa minho tepat dibelakang hye sun dengan jarak dua meter..

Hye sun pun menoleh kebelakang..

Minho terkejut melihat air mata yang menetes dipipi gadis itu..matanya saat menatap minho begitu memancarkan kesedihan yang teramat sangat..

"Kau..kau kenapa menangis..." tanya minho bingung sekaligus prihatin.. Entah kenapa rasanya ia begitu ingin memeluk gadis mungil didepannya..meminjamkan bahunya untuk tempat sandaran gadis mungil nan rapuh itu...

Cepat cepat hye sun menghapus air matanya dan segera memalingkan wajahnya menghadap ke danau lagi...," a..anyi..gwenchana... Weo?" Jawab hye sun dengan suara khas orang yang habis menangis

" Mwo?" Kali ini minho yang dibuat bingung oleh pertanyaan dari hye sun..."Ti..tidak..aku kemarin tak sengaja melihatmu disini juga, sepertinya kau orang baru ya disini?" Akhirnya pertanyaan bodoh itu keluar asal dari mulut minho.

"Nee.. Aku baru tinggal disini.." Jawab hye sun sembari hendak pergi menjauhi minho.

"Cakaman!" Cegah minho refleks saat melihat gerak gerik hye sun yang hendak meninggalkan dirinya.

Akhirnya hye sun mau tak mau harus menatap pemuda itu," weo? "Katanya dingin

"Anu..eh begini..kita kan akan tinggal satu lingkungan, alangkah baiknya kalau kita saling mengenal nama kita masing masing..benar begitu kan?" Minho tersenyum manis pada hye sun walaupun sebenarnya jauh di dasar hati, ia merasa begitu kagum dengan keindahan wajah hye sun untuk pertama kalinya yang ia lihat benar benar secara saksama.

"Mwo?" Hye sun menyiritkan alisnya..lalu ia berfikir sejenak. "Pria gila..." Fikirnya dalam hati.. Karna ia tak mau berurusan terlalu lama dengan pemuda yang ada dihadapannya, hye sun memutuskan untuk pergi berlalu darinya.

"Yaaa..kau mau kemana! Yaaa!" Sahut minho sambil mengekori hye sun yang berjalan duluan meninggalkannya.

Hye sun mengepalkan erat tangannya menahan kesabaran yang hampir habis..," yaa mengapa kau mengikutiku terus?" Akhirnya hye sun membalikan badan menatap minho dengan sorot mata tajam seperti hendak menelan minho hidup hidup.

Minho yang mendapat perlakuan refleks dari hye sun ikutan berhenti," omo mengagetkan! Ah.. A..aku hanya ingin tau namamu saja..." Akhirnya ia harus jujur dengan apa yang memang ia inginkan saat melihat sosok gadis itu pertama kalinya.

"Mwo? Tidak penting!" Hye sun kembali membalikkan badannya dan berjalan cepat cepat meninggalkan minho.
Tetapi nasib berkehendak lain padanya,jalan bukit dengan penuh batu batu besar itu membuatnya hilang keseimbangan..

"OH!" Minho yang melihat buru buru menangkap tubuh hye sun saat tubuh itu oleng ke belakang...

HUP
Secepat kilat minho menangkapnya..dan berhasil! Sekarang ini hye sun sudah aman berada tepat di atasnya..tetapi tidak untuk minho..kepalanya terbentur batu kecil sehingga cairan kental berwarna merah mengalir di pinggiran jidatnya sedikit.
"Akh..." Rintih minho.

Hye sun segera melepas diri dari minho..

"Dho!" Plaaaaaak!
Tamparan mulus mendarat dipipi minho..setelah menampar minho hye sun segera berlari menjauhi minho tanpa melihat dulu kondisi minho saat itu yang tengah terluka.

Minho terkejut mendapat perlakuan begitu kasar dari hye sun.." Aigoo..benar benar aneh..." Keluhnya sembari memegangi jidatnya yang berdarah.

Memang sial nasibnya hari ini..berencana untuk berkenalan, bukan nama yang ia dapat melainkan luka dan tamparan yang begitu menyakitkan.


***


"Minho-a!!" Panggil bum dari kejauhan

"Oh bum-a! Ambilkan aku kotak P3K! Paliiiiiii" perintah minho sambil terus berjalan ke arah perkemahan.

"Mwo?"

"Paliiiiiiiii!!!" Kali ini minho lebih menguatkan suaranya.

Bum segera masuk kedalam tenda dan mengambil apa yang diperintahkan minho..

"Ketemu kau!" Ucapnya senang. Bum pun segera keluar dan menghampiri minho.

Betapa terkejutnya ia melihat darah segar yang hampir beku tengah menghiasi wajah sahabatnya itu," yaaa..wegude? Kau habis jatuh ya?" Tanyanya khawatir

"Anyi.." Jawab minho singkat sembari bercermin dan mengoleskan bethadine ke lukanya..untung saja luka yang ia alami tidak begitu parah, sehingga masih bisa ditangani sendiri tanpa harus ke dokter.

"Selesai!" Bum tersenyum lebar saat menempelkan handsaplast di kening minho.

"Gumapta!"

"Hehehe gwenchana..oh iya! Tadi saat kau pergi aku kan berjalan mencari udara segar di danau, lalu tak sengaja aku bertemu dengan seorang gadis manis." Cerita bum bersemangat dan duduk disamping minho

"Mwo? Dhugu?" Minho begitu penasaran.

"Namanya ji yeon.. Ia manis sekali loh.. Rambutnya ikal berwarna coklat..hiyaaaah..." Bum berbicara seolah ia yang merasa gemas sendiri.

"Aiiiish! Kau ini! Lalu?"

"Hm..ia mencari temannya bernama goo hye sun.. Dan kau tau siapa goo hye sun itu? "

Minho menggelengkan kepalanya

"Dia adalah gadis yang ada di kameramu! Gadis manis di danau kemarin itu loh.." Jelas bum

"MWO??darimana kau tau goo hye sun adalah nama gadis itu? Lalu? Lalu bagaimana lagi?" Kali ini minho lebih antusias dan makin penasaran.

"Aiiish kau ini kenapa? Ji yeon memperlihatkan foto hye sun dari ponselnya padaku." Celetuk bum heran

"Jadi namamu goo hye sun ya... Nama yang cantik..." Puji minho tentu saja dalam hati..

"Aku cukup lama mengobrol dengan ji yeon..dan taukah kau minho-a? Hye sun ternyata memiliki sejuta kesedihan yang ia alami setahun yang lalu..."

"Mwo? Apa maksudmu?" Minho meraih pundak bum dengan tangannya.

"Yaa santai saja bro! Sepertinya kau begitu antusias sekali dengan hye sun.." Selidik bum.

"Jangan mengurusiku! Sekarang yang lebih penting kesedihan apa yang kau maksud!"

"Hm.. Hye sun tinggal disini dikarnakan kedua orang tuanya yang menyuruh..sebab mereka takut jika hye sun semakin lama di seoul maka semakin sulit hye sun melupakan jang geun suk..."Bum berhenti dahulu sebentar untuk menyeruput kopi yang ia buat..

"Jang geun suk? Siapa dia?" Cecar minho

" Dia adalah kekasih hye sun...kekasih yang sudah meninggalkan hye sun setahun yang lalu sehingga menyebabkan hye sun kehilangan semangat hidupnya..." Lanjut bum..

"Mwo? Kurang ajar sekali geun suk itu! Berani beraninya meninggalkan gadis semanis hye sun!" Ucap minho geram..

"Hei..tenang..aku kan bilang santai saja..geun suk meninggalkan hye sun bukan karna ia membenci atau tidak mencintai hye sun lagi..."

"Maksudmu?" Minho semakin bingung..

"Setahun yang lalu geun suk meninggal akibat penyakit kanker darah yang ia derita.."




***



Sementara itu hye sun...



"Bear! Kau kemana saja..aku cemas mencarimu.." Ji yeon berlari menghampiri hye sun..

Hye sun tersenyum.." Mian, aku sengaja keluar untuk mencari udara pagi.."

Ji yeon memanjangkan bibirnya," kenapa tak membangunkan aku dulu hah?"

"Habis aku tak tega kau tidur dengan wajah kelelahan begitu.."

"Aigooo..oh iya dear! Tadi saat aku mencarimu, aku bertemu dengan pria yang menurutku cute sekali..." Cerita ji yeon berbinar

"Mwo? "

"Hee namanya kim bum! Waah aku beruntung ya menemanimu disini, bisa menemukan pria idamanku.. Hahaha..." Wajah ji yeon bersemu merah..

"Aigoo..lalu apakah kalian saling berkenalan?"

" Auuush bodohnya! Tentu saja! Kalau tidak mana mungkin aku tau namanya bear..kami mengobrol cukup lama.."

"Wah.. Berbicara tentang apa?"

"Kamu!"

"Mwo?" Hye sun terkejut

"Hehe habis aku sedang panik mencarimu, jadi menceritakanmu keluar saja dari mulutku..miane bear..kau tak suka ya..." Ji yeon terlihat begitu merasa bersalah

Hye sun menggelengkan kepala dan tersenyum," gwenchana..."

"Joungmal?"

Hye sun mengangguk...," nee.."

"Horeeee!" Ji yeon langsung memeluk hye sun..," mian sekali lagi bear.."

"Iya..eh kau sudah sarapan?"

"Belum. Aku menunggumu!"

"Araseo..kalau begitu kita sarapan sekarang," ajak hye sun

"Kachaaa...."

Akhirnya hye sun pun melupakan pertemuannya dengan pria gila itu..yang ia sendiri tak tau namanya.



***


Malam harinya..

Hye sun tampak sedang merenung di sofa kecil miliknya..sofa itu manghadap ke arah jendela besar, sehingga danau kesukaannya terlihat jelas dari balik jendela itu..
Wajah hye sun meredup..menatap lurus dengan pandangan kosong.. Begitu terus yang ia lakukan saat sedang sendirian.. Kadang senyum kecil tersungging dibibir mungilnya manakala ia sedang bernostalgia dengan kenangan manisnya bersama geun suk..

Tok tok tok
Pintu kamar hye sun diketuk..

Hye sun pun tersentak seketika.." Dhuguuu?" Tanyanya

"Bear apa aku boleh masuk?"
Ternyata itu adalah suara ji yeon..

"Nee honey masuk saja pintu tak aku kunci.." Jawab hye sun..

Ji yeon pun masuk kedalam kamar hye sun dengan membawa dua cangkir yang berisikan coklat panas.

"Ini.." Ji yeon memberikan satu cangkir kepada hye sun..lalu setelah itu ia ikutan duduk manis di sebelahnya

"Gumawo.." Hye sun langsung menyeruput coklat panas pemberian ji yeon.

"Memikirkan geunsuk kah?" Ji yeon memulai pembicaraan.. Pandangan matanya terfokus pada danau indah di balik kaca jendela..

Hye sun tersenyum nanar," nee..selalu memikirkannya..."

Ji yeon menghela nafas panjang," bear..sampai kapan kau betah dibayangi terus oleh geunsuk hah?" Tanyanya sedikit meninggi

"Weo honey..sepertinya kau tak suka.."hye sun tak mengerti.

"Bukan aku tak suka bear..hanya saja aku sudah lelah melihatmu terus seperti ini.. Tidak ada gairah hidup..kau asyik dengan dirimu dan kesedihanmu sendiri.." Keluh ji yeon

Hye sun tak mampu menjawab perkataan dari ji yeon hanya bisa terdiam..walaupun begitu tubuhnya tak bisa berbohong..itu terlihat dari tangannya yang gemetaran saat memegang cangkir akibat guncangan perkataan dari ji yeon begitu sangat menusuk ke dalam hatinya.

"Bear.. Sudah saatnya aku harus menyadarkanmu.." Ji yeon akhirnya melepas pandangan matanya dari danau beralih sekarang menatap hye sun sungguh sungguh.
"Bear..sudah cukup setahun lamany kau terpuruk dari kesedihanmu. Dan sekaranglah waktunya kau bangkit! Coba kau fikir, apa ini yang geun suk inginkan darpesannya lewat sebuah rekaman yang ia buat sebelum benar benar pergi meninggalkanmu hah? Bukan bear! Semua yang kau lakukan bertolak belakang sekali dengan apa yang geun suk inginkan! Jelas jelas kau tau geun suk menginginkan kau menjalani hidupmu dengan senyuman! Melakukan segala sesuatu yang kau sukai! Bahkan ia mendoakanmu untuk mendapatkan pria yang benar benar bisa menjaga dan mencintaimu selamanya! Tetapi apa? Kau malah menyiksa diri dengan mengasingkan dirimu! Kerjaanmu hanya menyendiri setiap hari! Ini sudah diluar batas bear." Ji yeon akhirnya mencecar hye sun habis habisan malam ini. Ji yeon sungguh sungguh sudah kehabisan akal untuk menyadarkan hye sun dengan cara halus..

Hye sun hanya diam terpaku melihat luapan hati yang dicetuskan oleh ji yeon.. Ia merasa tubuhnya seperti dihempas  oleh angin kencang.. Sehingga membuat dirinya menjadi sakit sekali..dibenaknya kembali lagi bayangan geunsuk saat menyampaikan pesannya lewat rekaman yang ia buat.. Memang benar geun suk berpesan begitu..tapi tak tau mengapa rasa kehilangan itu begitu jauh lebih menguasai dibanding rasa untuk bangkit berdiri..

"Bear..aku juga sahabat geun suk merasa begitu kehilangan saat ia meninggalkan kita..tetapi untuk apa kita terus diselimuti oleh rasa itu.. Tak ada gunanya bear. Malah membuat geunsuk tak tenang di alam sana..lebih baik kita menjalani apa yang menjadi pesan terakhirnya sebagai tanda kalau kita benar benar menyayanginya.." Ji yeon berkata kali ini dengan linangan air mata..

"Sakit..hatiku sakit honey..rasanya hidupku sudah tak berarti lagi tanpa geunsuk..aku ragu akan baik baik saja tanpanya jika mengingat dari dulu aku selalu bergantung padanya..." Hye sun tertunduk..sama seperti ji yeon, air matanya pun mengalir deras dipipinya..bahunya berguncang hebat akibat isakan kuat darinya..

"Bear..inilah kendalanya! Kau sudah menyerah sebelum mencoba.. Kumohon bear demi geunsuk dan aku..juga orang tuamu, bangkitlah..cobalah untuk menikmati harimu kembali..cobalah seperti apa yang geunsuk katakan padamu..aku yakin kau pasti bisa bear..." Ji yeon membawa hye sun ke dalam pelukannya..

"Hu..hu.. Aku sangat merindukannya..." Tangis hye sun semakin pecah terdengar..

"Nee aku tau..aku pun sangat merindukannya bear..kau mau kan mulai sekarang untuk menjalankan amanat dari geun suk? "

Hye sun mengangguk kecil," nee..aku akan mencoba demi geunsuk..aku mau ia melihatku disana kalau aku baik baik saja disini..bahwa aku bisa melepaskannya dan mencoba kehidupanku yang baru..." Takadnya sungguh sungguh..

"Akhirnya... Goo hye sunku yang dulu kembali lagi..." Ji yeon mencium ubun ubun kepala hye sun..

"Honey..gumawo..kau sudah menyadarkanku..walaupun susah aku akan berusaha melawan..walaupun sakit aku akan berusaha untuk bangkit...aku akan berusaha untuk tidak mengingat dulu lagi..yang ada hanya sekarang, besok, lalu besoknya lagi dan seterusnya.. "

Ji yeon semakin terharu dibuatnya," hiks..aku akan selalu mendukungmu bear.. Apapun akan kulakukan agar kau dapat kembali menjadi hye sun yang dulu.."

Jadilah malam ini kedua gadis cantik ciptaan tuhan maha sempurna itu menangis terisak semalaman..menangis untuk melepas masa lalu..biarkanlah mereka berdua menangis meraung raung tetapi tidak untuk besok. Besok adalah waktunya hye sun untuk bangkit dan menyambut lembaran baru yang sudah menghilang setahun yang lalu...



***

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #21 on: August 01, 2010, 09:49:59 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] ney bikin ff baru ye haduh baru tau [sweat] hihi iya jd inget ffnya si akrin ya hyesun bener2 terpuruk bgt [heh] tp syukur de udah mau bangkit lagi memulai kembali hidupnya punk punk punk


ADAM COUPLE SELCA

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #22 on: August 01, 2010, 05:45:59 pm »
Hehe... Ia mak aku ga bikin hye sun lama lama terpuruknya. Orang konfliknya kan bukan masalah itu.. Konflik sepenuhnya ada di mino 'o'

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #23 on: August 02, 2010, 01:20:27 am »
Hehe... Ia mak aku ga bikin hye sun lama lama terpuruknya. Orang konfliknya kan bukan masalah itu.. Konflik sepenuhnya ada di mino 'o'


konflik apaan ney sama kluarganya ya [chin] [chin] [chin]


ADAM COUPLE SELCA

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #24 on: August 02, 2010, 02:47:54 am »
Yahh basi itu mah maaak.
Judulnya aja 'tears' pasti banyak bgt ni sedihnya.. Mungkin ga happy ending mak :)

Offline Tir_@

  • Newbie
  • *
  • Posts: 84
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #25 on: August 02, 2010, 08:24:52 pm »
Yahh basi itu mah maaak.
Judulnya aja 'tears' pasti banyak bgt ni sedihnya.. Mungkin ga happy ending mak :)
jiaaaa... Jng donk sist moso ga happy ending :-(
Bakal sedia tissu ni... sist d tunggu next chaptnya ;D

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #26 on: August 06, 2010, 12:16:16 pm »
wuuuahhhhhhhh.... sist nei bikin ff lagi... kali ini sedih lagi ya sist... bener2 deh dirimu... sip lah  [clap] [clap] [clap]

Yahh basi itu mah maaak.
Judulnya aja 'tears' pasti banyak bgt ni sedihnya.. Mungkin ga happy ending mak :)

masa gak happy end sish sist... bener2 merana dunk sist...

kasihan banget...

jangan dunk sist... masak awalnya sedih... akhirnya harus sedih juga  [cry] [cry] [cry]

Offline neiya

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1006
  • Location: depoook
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #27 on: September 06, 2010, 04:14:28 am »

Chapter 3




"Pagi bear..." Sapa ji yeon saat melihat sahabatnya itu sedang merapihkan tempat tidurnya..

Hye sun menoleh ke arah ji yeon dan tersenyum manis," pagi honey."

Ji yeon berjalan mendekat hye sun," wuaah ada apa ini? Kenapa bearku terlihat begitu fresh sekali.." Ucapnya menggoda

"Tak tau ya.. Sepertinya semalam aku habis habisan diberi siraman rohani oleh seorang princess bawel..haha" balas hye sun dengan candaan yang sukses membuat ji yeon tertawa terbahak bahak dibuatnya..

"Hahahaha... Oh ya bear, untuk memulai awal dipagi ini, bagaimana kalau kita sarapan diluar?" Tawar ji yeon bersemangat.

"Mwo? Dimana?"

"Hmm.. Di pinggir danau!" Jawab ji yeon antusias

Matah hye sun langsung berbinar dibuatnya," wuaaaahh... Mau mau!" Ia menerima dengan senang hati ajakan dari ji yeon.

"Tapi aku mengundang seseorang bear..hehe.."

"Mwo? Dhugu? Aah.. Si pria imut itukah? Siapa ya namanya?" Hye sun berekspresi seperti orang yang sedang berusaha mengingat sesuatu..

"Bum. Kim bum!" Ji yeon menjawab semua kelupaan hye sun..

"Oh nee! Bum. Wahh kalau begitu caranya aku tidak usah ikut saja, nanti aku mengganggu lagi.." Tolak hye sun tak enak.

"Auuush bear, tidak kok. Aku malah senang kau menemaniku.biar tambah seru dan ramai..yaa??" Ji yeon mulai mempengaruhi fikiran hye sun.

Akhirnya mau tak mau hye sun menerima ajakan sahabatnya itu..hitung hitung menambah teman.." Araseo..araseo.."

"Yipppiiiiiiiii......" Teriak ji yeon senang.



***


Sementara itu..


"Minho-a! Paliiiii..." Bum teriak dari jarak lima meter dengan minho yang sedang sibuk membawa perlengkapan untuk piknik mereka.

"Yaa bum! Apakah aku ini budakmu hah! Seenaknya saja menyuruhku membawa ini semua! Sedangkan kau hanya membawa diri saja!" Dengus minho kesal

"Ayolah minho-a! Kau akan sangat senang jika mengetahui kita akan piknik bersama siapa!" Bum tersenyum lebar dengan menyipitkan mata sebelah..

"MWO??"




***


Hye sun melihat ji yeon begitu sibuk mengobrak abrik isi kulkas..dilihatnya ji yeon mengeluarkan beberapa bungkus kripik kentang, permen, biskuit dan juga sekotak kue cheese cake serta ditambah buah buahan seperti apel, jeruk, anggur, dan pisang...

"Honey, kita kan hanya mau sarapan saja, tetapi mengapa kau membawa cemilan sebanyak itu hah?" Hye sun bertanya heran dengan jari telunjuk mengacung ke arah makanan yang baru saja dikeluarkan ji yeon dari kulkas dan hendak memasukkannya ke dalam keranjang besar..

"Oh ini? Haha bear kita akan bermain di danau seharian! Bagaimana? Menyenangkan bukan?" Jawab ji yeon bersemangat.

"Auuush..pantas saja! Yaa tapi aku tak janji ya akan menemanimu selama itu! Bisa habis kuku jariku melihat kalian nanti..."

"Hahaha..bear! Gwenchana..aku akan membuatmu merasa nyaman disana!"

"Akan kupegang omonganmu!"

"Bear..kau manis sekali tau..hehe dress yang kau kenakan cocok sekali untuk piknik." Puji ji yeon

"Benarkah?"

Ji yeon mengangguk," hu um.. Tetapi ada satu yang kurang!"

"Mwo? "

"Cakaman!" Ji yeon tiba tiba langsung berlari melesat ke kamar,

Memang benar hye sun saat itu terlihat sangat menis sekali mengenakan dress berwarna kuning gading bermotif bunga hibicius sedengkul tanpa lengan..lalu dipadukan dengan cardigan rajut berwarna putih..rambut panjangnya dibiarkan terurai saja..

"Bear pakai ini!"
Ternyata apa yang dibawa ji yeon adalah sebuah topi anyaman bundar dengan aksen pita kecil berwarna coklat dikeliling lingkaran..

"Naah..yipota!" Puji ji yeon sekali lagi..

"Hehe..gumao honey!"




***


Tampak dari jarak sepuluh meter hye sun dan ji yeon bisa melihat di pinggir danau tepatnya dibawah pohon besar yang mereka sendiri tak tau namanya apa, dua orang pemuda sedang repot menggelar tikar dan memasang peralatan untuk barbequean...

"BUM!" Panggil ji yeon seraya melambaikan tangan kirinya, sementara tangan kanannya sibuk menenteng kerajang berisikan makanan yang tadi ia keluarkan dari dalam kulkas..

Bum pun menoleh," JI YEON!" Buru buru bum menghampiri ji yeon untuk mengambil alih keranjang yang dibawanya.

"Hei!" Sapa ji yeon riang.

"Hei.." Balas bum..lalu pandangan bum beralih padaku yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua..," kau hye sun ya? Waah..anyonghaseo..perkenalkan namaku bum.." Bum mengulurkan tangan kanannya dan tersenyum manis

Hye sun pun menyambut uluran tangan dari bum," nee anyonghaseo..bum salam kenal..aku hye sun..."

"Hehe..oh iya bum, pria itu siapa?" Ji yeon menoleh ke arah minho..pemuda itu tampak sibuk membelakangi mereka karna repot memasang alat barbeque..

"Yaa Lee min ho! Kemarilah!" Perintah bum

Minho pun menoleh dan menghentikan kesibukannya..

"Omo!" Hye sun nampak kaget melihat sosok pemuda yang kemarin sudah sukses membuatnya merasa tak nyaman..
Minho pun mengeluarkan ekspresi yang sama saat saling bertatapan wajah dengan hye sun..dan pemuda itu semakin mendekat..

"Bear, sepertinya kau mengenalnya ya?" Duga ji yeon.

Hye sun mengangguk,"yee..kemarin ia menghampiriku dan terus membuntutiku.." Keluhnya

"Mwo? Benar begitu minho?" Bum bertanya kaget

Minho mengangguk," hu um..sebenarnya aku hanya ingin berkenalan denganmu, hanya saja kau malah menghindar..hehe..."

"Miane..saat itu perasaanku sedang kacau..ditambah menjadi lebih parah dengan kelakuanmu itu..." Hye sun membungkukkan tubuhnya.

"Ah gwenchana...aku tak apa kok, lukanya juga sudah mendingan..." Minho merasa tak enak..

"Mwo? Luka?" Mata hye sun tertuju pada pinggir kening minho yang terbalut oleh perban.."Itu..." Belum sempat hye sun meneruskan perkataannya, tiba tiba minho memotong perkataan hye sun..

"Nee ini terluka saat menolongmu waktu hampir jatuh karna terpeleset.." Minho tersenyum manis..

"Joungmal? Oh..miane..aku benar benar menyesal" untuk yang kedua kalinya hye sun menundukkan tubuh kepada minho sebagai ucapan maaf..

"Ah gwenchana..lagipula lukanya tak parah kok.." Minho berusaha untuk menghilangkan rasa bersalah hye sun.

"Nee sun-a..luka minho sebentar lagi juga sembuh kok..kan aku yang mengobati setiap malam..hehe.." Bum pun ikutan mencairkan suasana..

Akhirnya hye sun tersenyum lebar..sebenarnya hye sun bukan tipe gadis yang angkuh, galak, dan kasar..hanya saja kemarin perasaannya sedang buruk, jadi ia sukses menjadikan minho sebagai pelampiasannya dan sekarang ia benar benar menyesal...tipe hye sun yang sesungguhnya ialah ia seorang gadis yang lembut, pemaaf, baik, dan humoris..

"Ah sudahlah..lebih baik kita segera makan..aku lapar nih..." Ji yeon memelas pada kami..

"Kachaaaaaaa"




***


Hye sun memperhatikan ji yeon yang sedang menata makanan makanan di atas tikar.. Untuk sarapan ia mengeluarkan sandwich buatan manager kim dengan aneka macam isi seperti salmon, daging asap, telur, dan ayam..serta tak lupa satu kotak susu coklat besar lengkap dengan gelas melamin berwarna biru untuk wadahnya..

"Hmm..sepertinya enak.." Sahutku

"Nee bear, kau harus makan banyak mengingat kemarin kau makan ala kadarnya.."

"Araseo..." Hye sun mencomot sandwich isi salmon dan menaruh dimulutnya...

"Wah sun-a..selera makanmu besar juga ya..." Bum melihat heran saat hye sun makan dengan mulut menggembung berisi sandwich

"Hahahaha.." Mukamu lucu sekali! Sayang sekali kalau tak di abadikan!
Cepret!
Kilat minho langsung memfoto hye sun dengan mulut gembungnya.

Buru buru pula hye sun bersusah payah menelan sandwich dimulutnya..
"Ini..." Ji yeon memberikan sebotol air mineral untuk hye sun guna memperlancar sandwich masuk ke lambungnya.

"YAA LEE MIN HOOO!! " Jerit hye sun histeris!
Minho pun langsung menjauh dan berlari saat mendapati hye sun sudah memasang kuda kuda hendak merampas kamera yang dimana ada gambar dirinya yang nampak terlihat bodoh.

"Yaa ambil kalau bisa!" Goda minho sambil terus berlari.."Hahaha..."

Ji yeon dan bum sebagai penonton hanya tersenyum lebar dan menyemangati sahabt sahabat mereka.

"Bear! Berusahalah!" Seru ji yeon

"Minho-a! Semangat!" Seru bum

Lalu mereka tertawa terbahak bahak manakala saat hye sun hampir saja menarik kaos yang dikanakan minho tetapi minho terlewat gesit menghindar membuatnya jatuh terduduk.

"Ini pertama kalinya aku melihat hye sun begitu gembira saat berlari bum..aku sangat terharu.." Ji yeon menyeka air mata yang hampir tumpah..

"Apa hye sun sudah melupakan geun suk?" Tanya bum langsung ke inti pembicaraan.

" Lebih tepatnya ia sedang berusaha..berusaha melawan arus yang dulu untuk meraih masa lembaran baru sekarang.." Ji yeon tersenyum..

"Syukurlah...oh ya ji yeon..sepertinya hye sun dan minho tampak serasi sekali ya?" Puji bum menatap kedua manusia berlawanan jenis itu tengah berlari lari gembira..

Ji yeon mengangguk membenarkan ucapan bum," hu um..sangat cocok.. Hye sun terlihat lebih manis jika disamping minho..dan ini pertamakalinya aku melihat dia begitu lepas dan bahagia dengan seorang pria setelah geunsuk..."

"Hm.. Minho juga sedang sendiri loh.."

"Mwo? Maksudmu?"

Bum tersenyum mengulum," bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka berdua?" Ide briliant muncul di otak bum.

Ji yeon tertawa," haha..aku tak mau memaksa hye sun. Lagipula biarlah semua ini berjalan dengan sendirinya..lagipula jika mereka jodoh pasti tak akan kemana mana..dan ada saja hal yang akan mengaitkan mereka berdua.."

Bum termenung," benar juga ya.. Apa kita juga seperti itu?" Desahnya hampir tak terdengar

"Mwo? Apa yang kau katakan barusan?"Ji yeon samar samar mendengar namun tak jelas

Bum segera menggelengkan kepalanya," anyieo.. Bukan apa apa kok..."


"KYAA KENA KAU!!" Hye sun yang berhasi menarik lengan minho dan segera membekapnya agar tak lari lagi

Minho tertawa," hahaha.." Ia memegang kedua lengan hye sun yang melingkari punggungnya dari belakang, lalu segera memutar posisi hingga berhadapan dengan hye sun. ," apa yang kau inginkan hayo?" Kekeh minho

"Kameramu! Cepat hapus foto barusan!" Perintah hye sun kesal

"Antwe!weeek" minho menjulurkan lidahnya dan membuang muka

"Yaaa!!! Mau mati ya?"

"Dengan syarat!"

"Mwo? Apa?"

"Besok kau harus mau menemaniku berbelanja untuk bahan makanan minggu ini dipasar."

"Oh! Sido!" Tolak hye sun mentah mentah

"Baiklah kalau begitu foto ini akan ku cuci cetak dengan ukuran jumbo dan memasang ditengah danau menggunakan perahu..anggap saja itu sebagai layarnya! Bagimana?". Minho menatap hye sun jahil

"Mwo? Iiiiih kau benar benar menyebalkan! Araseo..besok kita akan berbelanja. Apa begini sudah bisa?" Akhirnya hye sun menyerah walaupun dengan rasa kesal.

"Oke! Aku hapus sekarang!"
Minho memang benar benar licik. Sebelum foto itu dihapus, ia menggandakannya terlebih dahulu dan menyimpan di folder pribadinya..

"Hihi..foto selucu ini kalau aku hapus berarti tandanya aku benar benar bodoh" ucap minho dalam hati

"Nih!"

-deleted-
Hye sun tersenyum puas..

"Dasar!" Minho gemas lalu mengacak acak lembut ubun ubun kepala hye sun.

"YAA! Mau sampai kapan kalian bermesraan disana! Kemarilaaaaahh!!!" Seru bum sembari mengemut permen lolipop rasa apel.

"Nee!"
Minho dan juga hye sun segera berlari dan terduduk di tikar kembali.. Mereka berdua kembali menjadi jinak disuguhi cemilan cemilan pemberian ji yeon..




***



Dua jam kemudian..
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi..

Empat orang pemuda pemudi terlihat sedang berbaring di atas tikar memandang indahnya langit yang terlihat begitu cerah.. Posisinya sekarang yaitu ji yeon, lalu disebelahnya ada bum, disebelah bum ada hye sun, dan disebelah hye sun tentu saja si minho.

"Kenyang..dan sekarang aku mengantuk.." Keluh hye sun sembari memegangi perutnya karna sudah penuh terisi.

"Sama bear! Aku juga kenyang dan mengantuk!" Tambah ji yeon..

"Aigooo.. Baiklah lebih baik kita tidur siang dulu sebentar baru setelah itu kita laksanakan pesta barbequenya?" Ajak bum

Langsung saja ide ajakan bum disetujui dengan hati senang oleh hye sun, ji yeon, dan minho...

"Baiklah tidur dimulai! Satu! Dua! Tigaaaaaaa!!!"

Zzzzz
Dalam waktu singkat ke empat pemuda pemudi itu tidur terlelap di alam mimpi mereka masing masing...



***


"Uhm..." Hye sun menggeliat...matanya masih terpejam..

"Omo..nyaman sekali guling ini..hangat.." Gumam hye sun dalam hati.

Tangan hye sun makin merapat pada dada minho..

"Uhm..." Kali ini minho yang menggeliat..tangannya pun terulur menyambut tubuh mungil hye sun sehingga posisi keduanya terlihat sama sama seperti sedang memeluk guling...

Hye sun mulai merasakan titik kesadaran dimana ia mulai merasakan suatu ganjalan pada kehangatan yang tengah ia rasakan sekarang. Ia merasa hangat ini beda..bukan seperti hangat sebuah selimut yang biasa menyelimuti tubuh mungilnya..tetapi hangat ini lebih pada perasaan..perasaan yang membuatnya melayang..hangat yang begitu nyaman sekali..

"Uhmm..." Hye sun perlahan membuka matanya

Satu kedipan ia masih tak sadar..
Dua kedipan.. Masih sama..
Tiga kedipan..ia mulai tersadar..
Di kedipan yang ke empat..

"KYAAA!! " Barulah ia benar benar sadar.

Refleks hye sun langsung menepis tubuh minho dan bangun bangkit berdiri..wajahnya yang merona berubah menjadi sangat merah sekali akibat malu begitu luar biasa..
Minho pun tak kalah kagetnya dengan hye sun..hanya saja wajahnya tak memerah..

"Mwo?" Ucapnya santai sembari duduk..

"Lee minho! Kau memang pria genit! Katakan padaku kau pasti punya maksud tersembunyi kan! Mengakulah!!" Hye sun membentak minho..

"Mwo? Maksud tersembunyi? Yaa goo hye sun! Omonganmu itu seolah olah aku adalah seorang pria nakal!"

"Lalu kenapa kau memelukku hah? Apa namanya kalau bukan genit!" Cecar hye sun lagi

" Mana aku tau! Memangnya kalau orang tidur itu sadar apa. Kau ini! " Bela minho

Hye sun seketika mati kutu dengan pembelaan minho.."benar juga! Ini hanya sebuah kecelakaan! tenanglah hye sun" ucapnya dalam hati

"Ka..kali ini kau ku maafkan! Awas saja jika kau lakukan lagi! "

"Ngomong ngomong kemana perginya bum dan ji yeon?" Sahut minho..pandangannya beralih mengitari sekitar kami.

"Omo! Ji yeon! Aku hampir melupakannya. Dimana dia?" Hye sun pun sama seperti minho memandang di sekitar dengan wajah panik

Tak lama kemudian..

"Itu mereka!" Sahut minho. " YAA BUM-A! DARI MANA SAJA KAU!" Jeritnya dari jauh

Bum dan ji yeon berlari lari kecil menghampiri kami. Terlihat bum kesusahan menenteng kantong plastik besar ditangannya.

"Yaa honey. Darimana saja?" Tanya hye sun cemas

"Hehe. Kami baru berbelanja untuk barbeque.." Serunya gembira

"Jahat sekali meninggalkan kami berdua.." Tambahku lagi

"Mian! Lagipula kan kami pergi tidak lama. Benarkan bum?" Ji yeon memandang ke arah bum

"Yee sun-a. Kami buru buru pulang tau..! Minho-a. Bantu aku membuat bara api!" Perintah bum dan langsung saja dikerjakan oleh minho.


Hye sun dan minho langsung saja melupakan kejadian yang baru mereka alami karna pengaruh dari lezatnya barbeque yang mereka buat.. Ke empat orang itu begitu bahagia dan seru sekali berpesta.. Gelak canda dan tawa sesekali membahana terdengar ketika salah satu dari mereka menceritakan suatu lelucon aneh.. Yaah memang hari yang menyenangkan!

Sekarang memang harinya mereka ber empat..tapi besok hanya ada hari hye sun dan minho.. Apa yang akan terjadi saat mereka berbelanja bersama? Apakah hubungan mereka lebih membaik? Atau bahkan memburuk? Tidak ada yang tau..


***

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #28 on: September 06, 2010, 04:56:00 am »
waduh kak neiya, mino sama hye sun mau belanja apaan tuh...
 whistling
wkwkwkwkwk
 [rofl] [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: tears..
« Reply #29 on: September 06, 2010, 05:32:09 am »
widih mantap surantap neiya ini juga diupdate !!!!
Ane save dulu ye...
Ntar akyu koment [clap] [clap]