Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 20215 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-prologue, 4 august
« Reply #90 on: August 14, 2010, 03:43:40 am »



Goo’s mansion—menyimpan sejuta misteri dan kepicikan. Bukan dari rumah besar itu sendiri. Tapi dari penghuni-penghuninya yang sangat acak. Kecurigaan-kecurigaan dan ketakutan-ketakutan mewarnai semua penghuni rumah ketika pemiliknya, si Goo tua, ditemukan meninggal dalam kamarnya. Malam naas yang tak pernah terpikirkan, ataupun terlupakan oleh mereka. Karena sebelumnya tidak ada yang mengira, strychnine yang dibuat mengendap dalam tonik yang biasa dikonsumsinya dicampurkan oleh seseorang ke dalam kopi pahit yang diminumnya setiap malam.

Tim pemeriksa kriminal dan polisi berdatangan keesokkan harinya. Penyelidikan dilakukan. Fakta-fakta terkumpul dengan mudah. Tidak ada sidik jari lain dalam kamar orang tua itu. Begitu juga orang yang dicurigai. Siapa yang menyediakan kopi dan tonik baginya setiap malam. Hanya satu orang. Joan Ahjumma langsung diamankan pihak polisi.

Tapi … apakah kasus tersebut segampang ini? Goo Sun-Hye, cucu tunggal dari korban, tidak mau percaya begitu saja. Semuanya terlalu jelas. Fakta-fakta yang menyudutkan. Bahkan botol tonik yang tidak disingkirkan—masih tergeletak di atas meja dekat cangkir kopi yang mematikan itu, meragukannya. Seperti seseorang telah menyiapkan perangkap sempurna buat kepala pelayan malang, yang merangkap pelayan pribadi itu.

Kalau begitu .. siapa yang pantas dicurigai? Malam itu, semua penghuni rumah terlihat mencurigakan. Bukan hanya kerlingan takut-takut dari mata mereka yang mengisyaratkan itu, tapi juga alasan-alasan yang mungkin mereka lakukan sehubungan dengan pembunuhan mengerikan tersebut. Alasan-alasan yang akan menguntungkan posisi mereka setelah kematian orang tua kaya berpengaruh itu.

Sun-Hye mengamati mereka satu-persatu.

Nyonya muda Goo—wanita yang dinikahi haraboji tiga bulan yang lalu. Dalam arti—halmonie tirinya. Terlihat lemah dan senyumnya sangat manis. Sun-Hye mengeleng perlahan. Tidak mungkin dia pelakunya.

Dia beralih ke pemuda di sebelahnya. Lee Min-Chan—pemuda yang sangat angkuh. Pendiam dan jarang berkata-kata. Dia selalu terlihat muram dan tidak bersahabat. Putra tunggal dari nyonya muda Goo. Seharusnya Sun-Hye memanggilnya paman. Tapi kenyataannya dia tidak pernah bertutur-sapa dengan pemuda itu. Sekalipun mereka sudah serumah tiga bulan lamanya. Sun-Hye selalu takut padanya. Terkadang dia mendapati pemuda itu sedang mengawasinya. Mengikuti setiap gerak-geriknya. Kalau sudah ketahuan, dia akan segera membuang muka acuh.

Orang ketiga, Jang Geun-Suk. Sun-Hye menghembuskan nafasnya. Untuk apa dia datang pada malam naas itu? Jika tidak, dia tidak akan dicurigai. Setidaknya olehku! sesalnya dalam hati. Pemuda itu adalah pacarnya. Orang yang dikenalnya sejak sekolah menengah pertama—sama seperti Kim So-Eun, sahabatnya yang satu lagi—, dan sudah dipacarinya dari setahun yang lalu. Dia pemuda yang ceria dan kocak. Selalu gembira tapi terkadang agak urakan dan sedikit berbahaya. Sun-Hye sebenarnya sudah ingin putus darinya. Tapi dia tidak ada alasan untuk itu. Karenanya, dia sering menghindari pemuda ini beberapa hari terakhir.  Jadi jangan heran jika kedatangan pemuda tidak diundang ini, di acara makan malam di malam mengenaskan itu sangat mengejutkannya.

Sun-Hye mengalihkan perhatiannya perlahan-lahan. Alisnya berkerut. Yang ini, kandidat terkuat dari daftar-daftar di atas. Yoon Eun-Hye—paling mengerti efek-efek dari obat-obatan. Dia calon dokter dan hubungannya dengan haraboji tidak begitu baik. Walaupun tidak bisa juga dikatakan terlalu buruk. Eun-Hye memiliki sifat yang aneh. Dia suka menyendiri. Mungkin semuanya disebabkan kecelakaan mobil mengenaskan yang telah merenggut nyawa orangtua dan neneknya, yang merupakan adik kandung dari haraboji. Jadi tidak mengherankan-kan kalau Eun-Hye dicurigai? Lagipula, bukankah dia punya dendam tersembunyi pada haraboji? Berhubungan dengan masa lalu neneknya yang diusir dari rumah oleh orang tua malang itu?

Sun-Hye menghempaskan badannya ke sofa. Tidak. Dia tidak bisa memutuskan siapa sebenarnya yang terlibat dalam pembunuhan berdarah dingin ini. Yang jelas, semua pelayan termasuk sopir dan para koki dibebaskan. Mereka tidak mungkin melakukannya karena kematian haraboji tidak menguntungkan bagi mereka. Kepala Sun-Hye tertunduk ke lantai. Dia menanggis. Harabojinya sudah mati.


****************

        

Pemakaman terhadap tuan Goo tua dilakukan seminggu kemudian. Banyak orang yang menghadiri acara pemakaman tersebut. Para pengusaha kaya dan terpandang dari segala penjuru Asia, juga Eropah dan Amerika. Ini tidak mengherankan mengingat tuan Goo tua adalah pemilik tertinggi dari Goo Global, perusahaan paling terkenal dan memiliki basis yang sangat kuat—tidak hanya di Korea Selatan tapi juga di seluruh penjuru dunia.

Sun-Hye menanggis sepanjang acara itu. So-Eun, yang senantiasa menemaninya, menyangga tubuh sahabatnya dengan lembut. Berulangkali  dia menghiburnya dengan kata-kata meneguhkan. Anggota keluarga yang lain juga terlihat sendu. Tapi mereka tidak tersedu-sedu seperti Sun-Hye. Bunga-bunga sudah dilemparkan ke liang kubur dan tanah lembab juga sudah ditimbun ke atas peti mati dari kayu pilihan ketika para pelayat berangsur-angsur meninggalkan tempat pemakaman yang terasa dingin itu.

Sun-Hye memeluk erat tubuh So-Eun. Menyandarkan kepalanya di pundak sahabatnya itu. Dia membutuhkan tempat untuk berpegang. Tempat untuk bertahan. Selain So-Eun, dia tidak tahu siapa lagi yang bisa diharapkannya. Orang-orang yang selama ini tinggal seatap dengannya mendadak menjadi asing. Dia seperti tidak mengenal mereka. Semuanya memakai kedok. Bahkan nyonya muda Goo yang selama ini menyayanginya sekalipun. Dia tidak ingin bertumpu padanya. Karena dia tidak sanggup.

Sebelum semua misteri ini terbongkar, dia tidak akan percaya kepada siapapun. Selain So-Eun tentunya. Bahkan Geun-Suk sekalipun tidak dihiraukannya. Pemuda itu memandanginya kesal dari sisi berlawanan dengan tempatnya berdiri. Sun-Hye memalingkan wajahnya. Dan pada saat itu sepasang mata tajam lainnya tertangkap olehnya. Lee Min-Chan mengamatinya lagi. Seperti yang sering dilakukannya.


****************



”Kamu harus menolongku, Soeun-a!” kata Sun-hye pada suatu hari.

Saat itu, dua minggu berlalu sudah sejak pemakaman haraboji.

So-Eun mengalihkan perhatian dari majalah gosip di tangannya. “Apa itu?”

Sun-Hye bangkit dari ranjang dan mendekati So-Eun yang duduk di bangku putar dekat jendela. Dia menjatuhkan diri ke sofa kecil yang bersebelahan dengan So-Eun. “Pamanmu kan seorang polisi?” dia memulai. “Nah beliau  pasti mengenal detektif-detektif pribadi yang hebat! Saya ingin menyewa salah seorang dari mereka .. “

Tangan So-Eun yang bermaksud menyibak halaman majalah gosip yang kembali dihadapinya terhenti. Dia menutup majalah tersebut dan melemparkannya ke atas meja rias.

“Buat menyelidiki kematian haraboji?” selidiknya.

Sun-Hye mengangguk.

“Kamu bersungguh-sungguh?” tanya So-Eun lagi. “Maksudku, kamu masih beranggapan peristiwa itu bukan kesalahan Joan Ahjumma?”

Sun-Hye memasang tampang serius dan membalas pandangan berkenyit So-Eun. “Berikan alasan padaku mengapa Joan Ahjumma melakukannya!”

So-Eun tidak mampu menjawab. Ya, apa alasannya? Pelayan pribadi itu tidak akan memperoleh keuntungan apa-apa dari perbuatan itu. Dengan atau tanpa kematian haraboji, uang yang akan diperolehnya tidak berubah. Jadi untuk apa dia melakukannya? So-Eun mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Tidak ada!” jawabnya putus asa.

Sun-Hye tersenyum penuh kemenangan. “Karena itu, tolong aku!”

So-Eun mengeleng kaku. “Tidak bisa!”

“Weo?”

“Karena paman .. ,” So-Eun berhenti sejenak. Berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menolak Sun-Hye. “Paman tidak akan tertarik dengan kasus yang sudah jelas .. “

“Kasus ini tidak jelas, Soeun-a ..,” sambar Sun-Hye. “Maksudku …,” dia terlihat kewalahan sendiri. “Saya yakin kamu mengerti maksudku. Semua faktanya memang sudah jelas. Bahkan terlalu jelas. Karenanya kasus ini jadi mencurigakan… “

Sun-Hye menyandar ke sandaran sofa yang terbalut kain bulu halus di belakangnya. “Terlalu jelas untuk sebuah pembunuhan … ,”gumamnya. “Kecuali .. kematian haraboji bukan karena dibunuh tapi hanya kecelakaan biasa, aku dapat menerimanya … ,” dia mengangkat wajah ke arah So-Eun. “Tapi, ini jelas-jelas pembunuhan, Soeun-a, … pembunuhan terhadap harabojiku!” Tampang Sun-Hye mengeras. “Aku harus mengetahui siapa pelakunya. Sebelum semuanya jelas. Alasan-alasan dibalik pembunuhan ini. Aku tidak akan mempercayai teori-teori murahan dari para polisi itu. Terlalu sederhana. Tidak mungkin pembunuhannya seperti itu. Sangat menggelikan membayangkan Joan Ahjumma melakukan pembunuhan yang tidak berpengaruh terhadap dirinya … Yang tidak menguntungkannya sama sekali … “

“Lalu kamu akan mengorbankanku?” kata So-Eun memelas. “Kamu tahu bagaimana sifat paman Joo. Terlebih padaku. Dia sangat tegas dan tidak pilih kasih. Sulit mengorek informasi yang berhubungan dengan pekerjaannya .. “

“Ini bukan permintaan resmi Soen-a.” Sun-Hye menyentuh lengan So-Eun. “Aku tidak menginginkan skandal di rumah ini. “ dia mengeleng, “Tidak. Aku yakin, haraboji juga tidak menginginkannya. Karena itu .. aku membutuhkan seorang detektif pribadi. Yang tidak begitu dikenal, tapi cara kerjanya efisien dan cermat. “ dia menatap So-Eun lekat-lekat. “Aku yakin paman Joo mempunyai calon itu. Dari begitu banyak detektif yang membantu Bagian Penyelidik Kriminal cabang Seoul, pasti ada detektif seperti itu … “

“Tapi … ,” So-Eun memalingkan wajahnya gelisah.

“Kim So-Eun! Kamu sahabatku kan?”

So-Eun menoleh kembali pada Sun-Hye. “Tentu saja!” jawabnya agak tersinggung. “Memangnya siapa yang menemanimu selama ini jika bukan sahabatmu ini … “

“Iya. Iya.” Sun-Hye tertawa dan memeluk So-Eun erat-erat. “Miane. Aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu .. “

So-Eun meletakkan tangannya di lengan Sun-Hye yang melingkari pundaknya. “Aku tahu perasaanmu sedang kacau Sunhye-a. Kamu ingin masalah ini segera selesai. Tapi … ,” dia menatap Sun-Hye. “ … paman Joo, sangat sulit … “

Sun-Hye tersenyum. “Aku percaya padamu … “ katanya. “Kamu pasti punya cara menghadapi paman Joo … “

So-Eun mengangkat tangan ke atas. “Entahlah … “

“Kim So-Eun!!” Sun-Hye langsung menguncang-guncang badan So-Eun.

“Ok! Ok!” teriak So-Eun. Mengakhiri perbuatan gila Sun-Hye dari tubuhnya. “Aku akan berusaha … “ suaranya memelan. Seperti orang terpojok.              


****************



"Di sini?," tanya Sun-Hye tak percaya.

Matanya yang letih dan sembab melayang ke pemukiman di sekitarnya. Tua dan tak terurus, itu kesan pertama yang tertangkap oleh penglihatannya. Kemudian dia beralih ke flat yang berdiri tegak di depan. Sama tua dan kotornya, dengan dinding-dinding yang mulai mengelupas.

"Ne," jawab So-Eun, sahabat karibnya, " .. paman Joo yang menganjurkannya padaku-untukmu. Kamu tidak ingin skandal-kan? Kata paman, dia merupakan pilihan yang tepat. Dia tidak terikat organisasi resmi apapun. Dan juga keberadaannya tidak begitu diketahui oleh massa. Tapi, meskipun begitu, keahliannya tidak perlu diragukan lagi. Dia sudah banyak membantu kesatuan polisi menyelesaikan kasus-kasus rumit."

So-Eun kemudian menarik tangannya. "Ayo kita masuk! Flatnya ada di lantai dua .."

Sun-Hye tak bergeming dari tempatnya walaupun tarikan So-Eun cukup keras. "Tapi .. ," katanya ragu-ragu.

"Yaa Goo Sun-Hye!!," ujar So-Eun kesal. "Kamu yang memintaku bertanya pada paman mengenai detektif-detektif yang bisa dimintai pertolongan dan sekarang- kamu ingin menghindar?"

Sun-Hye menyurut sedikit. Agak ngeri juga melihat kejengkelan So-Eun yang biasanya manis ini.

"Saya tidak memaksa ...," lanjut So-Eun, sedikit dibuat lembut, " .. tapi saya sudah memohon-mohon pada paman Joo supaya diberikan alamat detektif ini. Menurut paman, biasanya orang ini hanya membantu Departemen Penyelidikan Kriminal Polisi. Dia jarang terlibat kasus-kasus yang bersifat pribadi. Ini kesempatan yang sangat baik. Jadi lihat," mendadak dia mendorong lengan Sun-Hye, "perjuanganku sudah besar kan?". Setelah pertanyaan itu, tampang So-Eun perlahan-lahan menjadi khawatir, "Apa jadinya kalau paman Joo mengetahui kemunduranmu ini? Beliau pasti menganggapku mempermainkannya? Bisa-bisa uang jajan bulan ini lenyap tak berbekas ... "

Sun-Hye termangu. Mungkin benar apa yang dikhawatirkan So-Eun. Paman Joo tidak segan-segan bertindak keras dalam mengajar keponakan satu-satunya ini. Sudah sering uang jajan So-Eun lenyap gara-gara tidak mendengarkan perkataan Inspektur Joo. Jadi tidak mengherankan melihat sahabatnya ini begitu khawatir.

"Bagaimana?" sekali lagi So-Eun mendorong lengannya. Kali ini lebih keras.

Sun-Hye menarik nafas kuat-kuat dan mengambil tekad. "Kita masuk sekarang juga!"

Sun-Hye mendahului So-Eun menaiki tangga pendek di depan serambi yang memanjang sepanjang flat tersebut. Kemudian mereka berlari-lari kecil menuju lantai atas lewat tangga yang terdapat di sebelah kanan kediaman pribadi tersebut. Dua menit kemudian, mereka sampai di depan pintu flat yang alamatnya tertera dalam kertas genggaman So-Eun.

"Benar flat nomor ini?" tanya Sun-Hye.

So-Eun meneliti kertas dalam genggamannya. Dia mengangguk. "Benar. Cepat tekan bellnya!"

Sun-Hye tidak bergerak. Tangannya terangkat perlahan tapi dia kelihatan ragu untuk menekannya. So-Eun langsung berdecak tak sabar.

"Biar saya saja!" katanya sambil mendorong tubuh Sun-Hye.

ting .. tong .. ting .. tong .. , mereka bisa mendengar bell tersebut berbunyi berkali-kali.

Kemudian mereka menunggu. Mendengarkan. Tidak lama kemudian, terdengar langkah kaki terburu-buru dari dalam flat. Walaupun lemah tapi bisa tertangkap dengan jelas.

drekkkk ... pintu dibuka dari dalam. Dan seraut wajah kelam dengan ekspresi tembok- tidak terbaca, terlihat dingin dan agak menakutkan- muncul dari balik pintu. Dia berpakaian rapi ala pelayan pribadi. Lengkap dengan rompi dan dasi kupu-kupunya.

"Iya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pria itu dengan suara datar.

"Ne .... ," sahut Sun-Hye dan So-eun bersamaan, gugup. Tanpa sadar mereka mundur selangkah ke belakang.

"Ada apa?"

"Ka .. kami .. ingin bertemu ... detektif .. Lee .. " jawab So-Eun dengan susah payah.

"Anda ada janji?" tanya pria angker itu lagi sambil mengamati mereka dengan seksama. Seperti memotori setiap gerak-gerik mereka.

"Ti .. tidak ... " suara So-Eun terdengar semakin lemah. "Tolong katakan pada ... detektif Lee, ... kami .. kami datang atas .. atas anjuran inspektur Joo ..."

"Inspektur Joo?" pria tersebut mengulangi nama itu. Dia bergerak sedikit. Sepertinya nama paman Joo cukup berpengaruh terhadapnya. Kemudian dia bergeser dari tempatnya. Agak menempel ke pintu dan mempersilahkan kedua tamu wanitanya memasuki ruangan. "Silahkan masuk nona-nona!"

Sun-Hye dan So-Eun saling berpandangan selama sedetik. Tanpa dikomando mereka menelan secara bersamaan.

"Ghamsamida."

Sambil membungkuk dalam-dalam, mereka memasuki ruangan kelam tersebut dengan sepasang kaki gemetar. Diikuti pria di belakangnya dengan sikap sempurna.  


****************



Sun-Hye dan So-Eun mengamati ruangan di mana mereka di tempatkan. Dua cangkir teh telah diletakkan pelayan bermuka tembok tadi di atas meja. Sekarang mereka ditinggalkan sendiri di ruang kerja sang detektif. Mengapa di ruang kerja? Mereka juga tidak tahu. Sepertinya detektif itu mempunyai cara aneh dalam menerima tamu-tamunya.

Ruangan itu cukup besar. Tapi ruang geraknya sangat sedikit. Tiga lemari besar mengelilingi ruangan tersebut. Semuanya terdesak penuh oleh buku-buku tebal yang sebagian sudah menguning. Begitu juga meja kerja panjang satu-satunya yang terletak di depan mereka. Buku-buku dan koran-koran berserakan di mana-mana. Sofa lusuh di sudut ruangan juga tidak terlepas dari lautan buku. Sun-Hye jadi berpikir. Mungkin detektif ini termasuk spesies kutu buku yang membosankan.

drekkk ... pintu ruangan itu dibuka. Sun-Hye dan So-Eun menoleh secara bersamaan. Seorang pria berperawakan tinggi--mencapai 187 cm--melintas di ruangan itu. Hanya bayangannya yang tertangkap samar-samar oleh Sun-Hye dan So-Eun. Penerangan di ruangan itu memang sangat parah. Seekor lalat yang melintas sekalipun mungkin tidak terlihat dalam ruangan itu.

bukk .. setumpuk buku dihempaskan pria itu di depan mereka. Bersamaan dengan jatuhnya tubuh jangkung itu di kursi panjang di belakang meja.

"Ada urusan apa?" tanya si pemilik suara parau.

Kedua gadis itu saling berpandangan. Perasaan tidak enak sejak memasuki flat ini jadi semakin mengelisahkan. Jemari mereka saling meremas. Sun-Hye melirik pria di hadapannya secara diam-diam. Wajah itu tidak terlihat jelas karena tertunduk menghadapi tumpukan buku di atas meja. Walaupun begitu, ada sesuatu yang tidak asing dengan pria ini. Jidat lebar dan tidak terlindungi oleh rambutnya yang digel agak ke samping itu, mengingatkannya pada seseorang. Tapi dia lupa pada siapa.

"Bisa katakan sekarang?" Pria itu mengangkat wajahnya.

Tenggorokan Sun-Hye langsung tercekat. Dia tahu sekarang dia mirip siapa. Tidak. Bukan hanya mirip. Tapi wajahnya benar-benar seperti pinang dibelah dua.

"Kamu?!!" Tanpa sadar dia menuding pria itu dengan telunjuknya. Suaranya bergetar hebat. Lelucon apa ini?!, teriaknya dalam hati.

"Bukankah dia paman Chan-mu?" dia merasa lengan So-Eun menyenggolnya.

Sun-Hye berpaling pada So-Eun. Keheranan lebih dalam terpancar dari wajahnya. Dia mengeleng perlahan. Aku tidak tahu. Mungkin jawaban itu yang ingin disampaikannya lewat gelengan itu.

Pria di hadapan mereka termangu. Agak terkejut juga melihat reaksi Sun-Hye. Dia terdiam beberapa saat. Bermaksud mengeluarkan suara tapi segera diurungkannya.

"Kamu ... Lee Min-Chan?" So-Eun yang mengeluarkan pertanyaan ini.

Pria itu beralih padanya. "Siapa yang kalian cari?" dia balas bertanya.

"Detektif Lee Si-Hwan ... ," jawab So-Eun ragu-ragu.

Pria itu menghempaskan tubuhnya ke belakang. "Itu SAYA!"

"Apa-apaan ini?!" teriak Sun-Hye setelah sadar dari keterkejutannya. "Ini sudah tidak lucu lagi!" tampangnya mengeras dengan sepasang mata membara.

Dia sangat marah. Pemuda yang selama ini tidak acuh padanya, mendadak muncul dan memperkenalkan diri dengan identitas lain padanya. Apa maunya pemuda berengsek ini sebenarnya?

"Aku tidak main-main." Pemuda yang mengaku bernama Lee Si-Hwan itu membalas pandangan Sun-Hye. "Namaku memang Lee Si-Hwan dan aku detektif yang kalian cari." dia berpaling pada So-Eun kemudian beralih lagi pada Sun-Hye, "Apa kalian mencurigai inspektur Joo juga?" tanyanya dingin.

Begitu nama inspektur Joo disebut, Sun-Hye dan So-Eun langsung lemas di tempatnya. Benar. Pemuda ini rekomendasi dari inspektur Joo, jadi dia tidak mungkin palsu. Tapi mengapa wajahnya bisa begitu mirip dengan Lee Min-Chan? Apa ada kemungkinan dua orang yang benar-benar mirip di dunia ini? Selain saudara kembar? Sun-Hye mengeleng untuk kesekiankalinya. Dia tidak pernah mendengar dari nyonya muda Goo kalau Min-Chan punya saudara kembar.

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan .. ," perkataan itu menyadarkan Sun-Hye dari lamunan. Perhatiannya kembali terpusat pada pemuda itu.

Si-Hwan tidak melanjutkan perkataannya. Dia mengangkat bahu dan menarik kursinya lebih mendekat ke meja. "Lupakan saja! Sekarang katakan padaku, apa maksud kalian kemari?"

Sun-Hye dan So-Eun saling berpandangan lagi. Mengapa untuk memulai masalah ini terasa begitu sulit?

Sun-Hye membersihkan tenggorokannya. "Ehmmm begini ... Saya bermaksud meminta bantuan anda untuk menyelesaikan kasus pembunuhan terhadap harabojiku ... "

Si-Hwan menajamkan pandangannya. "Harabojimu?"

"Goo Joong. Pemilik Goo Global." Sun-Hye menelan ludahnya.

"O ... ," Si-Hwan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Tapi bukankah kasus itu sudah final?"

"Tidak. Belum ..," seru Sun-Hye cepat. "Bukan Joan Ahjumma yang membunuh haraboji!"

"Maksudmu, kamu tidak percaya keputusan itu?" selidik Si-Hwan.

Sun-Hye mengangguk.

Tubuh jangkung Si-Hwan menegak perlahan. "Jadi kamu mencurigai pelakunya salah satu dari penghuni rumah?"

Sun-Hye mengeleng putus asa. "Tidak tahu! Saya tidak ingin menduga apa-apa. Perasaanku sangat kacau ... ," dia berkata dengan nada memohon, "Karena itu saya mendatangimu. Tolong saya!"

"Kejadiannya di Goo's mansion kan?"

Sun-Hye mengiyakan.

"Dalam kamar korban?"

"Ne .. "

"Apa semua bukti sudah disingkirkan?"

Mata Sun-Hye melebar. Pertanyaan ini tiba-tiba menyadarkannya betapa pentingnya bukti-bukti itu. Tonik dan cangkir yang berisi kopi pahit itu. "Iya. ... A .. apa itu menyusahkan penyelidikanmu?"

"Tidak." jawab detektif itu cepat. "Lupakan saja." dia tersenyum. "Aku bisa memintanya ke pihak pemeriksa polisi jika memang membutuhkannya ... "

"Jadi .. tuan menerima permintaanku?" tanya Sun-Hye tak percaya.

Pria itu mengangguk. "Aku memang tidak pernah menerima kasus pribadi. Tapi ... ," dia mengangkat tangannya, "... tidak ada salahnya aku mencobanya .. "

"Bagus Sunhye-a .. ," bisik So-Eun di telinga Sun-Hye.

Mereka tersenyum secara berbarengan.

"Ne .. ," angguk Sun-Hye pelan.

Kemudian dia beralih pada Si-Hwan. "Kapan tuan datang ke Goo's mansion?"

Detektif muda itu berdiri dari posisinya. Butir-butir coklat yang terbungkus kantung kecil yang tadi diletakkan di atas meja, bersamaan dengan tumpukan buku, dituangkan ke telapak tangan kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya.

"Nona-nona ... ," dia menawarkan coklat gelap di tangannya.

Kedua gadis itu saling berpandangan, lalu mengeleng dengan cepat.

Si-Hwan melempar kantung coklat itu ke atas meja. "Besok." katanya. "Besok pagi aku ke sana. Bersama Dorky."

"Dorky?" ulang Sun-Hye. Dia melirik So-Eun dan sahabatnya itu hanya mengangkat bahu. "Tapi .. saya tidak ingin urusan ini diketahui orang lain. Apalagi polisi .. "

Si-Hwan tertawa. Mendadak wajahnya dicondongkan ke depan. Hampir menyentuh wajah Sun-Hye. "Dorky itu anak anjingku .. "

Sun-Hye mengangga. Begitu juga So-Eun. Dia seorang detektif handal? Yang benar saja? Sun-Hye lemas di tempatnya. Sepertinya dia telah salah pilih orang. Atau .. paman Joo sengaja mempermainkan mereka dengan mengenalkan detektif gadungan seperti dia?


****************
« Last Edit: April 04, 2012, 08:53:57 am by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #91 on: August 14, 2010, 04:10:31 am »
komennya komennya [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #92 on: August 14, 2010, 04:16:03 am »
 [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
ngakak pas adegan terakhir [hmff] [hmff]
aku kira dorky itu sapa, eh ga taunya anak anjing [hmff] [hmff]
thank you mi udh update [clap] [clap]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #93 on: August 14, 2010, 04:28:23 am »
[rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
ngakak pas adegan terakhir [hmff] [hmff]
aku kira dorky itu sapa, eh ga taunya anak anjing [hmff] [hmff]
thank you mi udh update [clap] [clap]
semula jg ga kepikiran ehh pas sampai ke adegan itu ga tahu dpt pangsit dari mana, muncul deh ide itu [laughing] [laughing] detektif gadungan ama anak anjingnya [hmff] [hmff] kombinasi yg menarik [lovestruck] [lovestruck]

semula sih pingin bikin si-hwan jd detektif cool, sekrg mutar balik, jd detektifk yg di depannya gadungan, dibelakangnya cerdik aja deh [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #94 on: August 14, 2010, 04:44:13 am »
[rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
ngakak pas adegan terakhir [hmff] [hmff]
aku kira dorky itu sapa, eh ga taunya anak anjing [hmff] [hmff]
thank you mi udh update [clap] [clap]
semula jg ga kepikiran ehh pas sampai ke adegan itu ga tahu dpt pangsit dari mana, muncul deh ide itu [laughing] [laughing] detektif gadungan ama anak anjingnya [hmff] [hmff] kombinasi yg menarik [lovestruck] [lovestruck]

semula sih pingin bikin si-hwan jd detektif cool, sekrg mutar balik, jd detektifk yg di depannya gadungan, dibelakangnya cerdik aja deh [laughing]


klo gadungan berarti tampangnya gak serius dun mam?  [chin]

baca n komennya nti aja yo mam abis tarawih skr mo buka puasa dlu  [eat]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #95 on: August 14, 2010, 05:08:52 am »
Mii, . . Makaci uda d update. . . [lovestruck]

wah, dektektif ya mii. . . aQ curiga nie jgn" lee si-hwan ama lee min-chan th 1 org yg sama ya kn mii?
Klo gk. . . Brarti ko" dd kn sama marga nya "lee"

ky'a yg bunuh tuan goo tua th mama tiri'a hye sun dech. . . Betul gk mii?

Ato jgn" yg bunuh tuan goo tua th anjing 'y c si-hwan. . . Hemm, mencurigakan. . . *gaya ala dektektif. Wkwk XD*

cayo!!! [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #96 on: August 14, 2010, 05:14:48 am »
vian, siapa pembunuhnya lum ditentukan [hmpfh] bisa aja berubah sesuai perkembangan cerita [laughing] [laughing] maklum namanya jg ff detektif amatir [hmpfh] gw ragu nih, mungkin ke depannya nih ff berbelok ke ff percintaan [hmff] [hmff]

vay, serius say. tp seriusnya serius2 yg meragukan. boleh aja tampangnya terliht serius, tp kata2nya kadang2 berbelok ke nggak serius. ngerti ga ya [hmpfh] ngerti? ngerti? nggak? gw jg nggak [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #97 on: August 14, 2010, 05:45:04 am »
vian, siapa pembunuhnya lum ditentukan [hmpfh] bisa aja berubah sesuai perkembangan cerita [laughing] [laughing] maklum namanya jg ff detektif amatir [hmpfh] gw ragu nih, mungkin ke depannya nih ff berbelok ke ff percintaan [hmff] [hmff]

vay, serius say. tp seriusnya serius2 yg meragukan. boleh aja tampangnya terliht serius, tp kata2nya kadang2 berbelok ke nggak serius. ngerti ga ya [hmpfh] ngerti? ngerti? nggak? gw jg nggak [laughing] [laughing]

berbelok ke percintaan? asikk toh mi ntar Sun hye jadi rebutan  [hmff] [hmff]

serius nggak serius nggak  [what] gimana toh mi, pokoknya gak kea' kogoro mori aja  [sweat]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #98 on: August 14, 2010, 06:43:41 am »
[rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
ngakak pas adegan terakhir [hmff] [hmff]
aku kira dorky itu sapa, eh ga taunya anak anjing [hmff] [hmff]
thank you mi udh update [clap] [clap]
semula jg ga kepikiran ehh pas sampai ke adegan itu ga tahu dpt pangsit dari mana, muncul deh ide itu [laughing] [laughing] detektif gadungan ama anak anjingnya [hmff] [hmff] kombinasi yg menarik [lovestruck] [lovestruck]

semula sih pingin bikin si-hwan jd detektif cool, sekrg mutar balik, jd detektifk yg di depannya gadungan, dibelakangnya cerdik aja deh [laughing]

detektif yg aneh [sweat] [sweat]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #99 on: August 14, 2010, 06:59:20 am »
aisshin, namanya jg gadungan [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #100 on: August 14, 2010, 07:12:15 am »
aisshin, namanya jg gadungan [laughing]
tp kok aneh bgt yo mam? [ohmy] [ohmy]
aku kok merasa si hwan ini rada kurang waras dikit ya ? [hmpfh]
soalnya karakternya kadang2 dingin, kadang2 menghawatirkan [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #101 on: August 14, 2010, 07:20:16 am »
aisshin, namanya jg gadungan [laughing]
tp kok aneh bgt yo mam? [ohmy] [ohmy]
aku kok merasa si hwan ini rada kurang waras dikit ya ? [hmpfh]
soalnya karakternya kadang2 dingin, kadang2 menghawatirkan [hmpfh]
mengkhawatirkan gimana [hmpfh] [hmpfh] dia waras kok [biggrin] sebenarnya sifatnya jg terkendali. lagian si sun-hye aja yg mengira dorky tuh polisi pdhl sihwan kan ga blg [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Liko

  • Senior
  • ****
  • Posts: 893
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #102 on: August 14, 2010, 08:15:21 am »
jangan2 pembunuhnya min chan, soalnya dia sering ngawasin hyesun  [chin]

bener ga mam? salah ya?  [what]

klo bener min chan berarti sifat si kembar bertolak belakang dong, yg satu jahat yg satu baik jd kayak bawang merah ama bawang putih  [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #103 on: August 14, 2010, 08:17:44 am »
jangan2 pembunuhnya min chan, soalnya dia sering ngawasin hyesun  [chin]

bener ga mam? salah ya?  [what]

klo bener min chan berarti sifat si kembar bertolak belakang dong, yg satu jahat yg satu baik jd kayak bawang merah ama bawang putih  [hmff]
gw jg ga blg bgt [hmpfh] [hmpfh] di [guns] [guns] deh ama liko [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Amira

  • Police
  • Senior
  • *****
  • Posts: 613
  • Location: East kal
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter one, 14 august
« Reply #104 on: August 14, 2010, 08:18:54 am »
Mi,thanks sudah update..
setuja ma yang lain, si hwannya jadi aneh gitu sih ...
Idem mi, aku curiga hwan ma sopo tuh chan or sapa yg sama marganya lee kemungkinan orang yang sama or kembar & si hwan ikut bapaknya waktu ortunya cerai....bener gak mi ? Pasti jawaban mami belum tahu lihat aja entar lanjutannya...