Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19632 times)

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
hihiiiiiy mau updateeeeeee [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
eh, mau update malam ini? okelah, gw pantengin cm. untuk sementara ninggalin buku biologi dulu. ayo mam, capcus
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
eh, mau update malam ini? okelah, gw pantengin cm. untuk sementara ninggalin buku biologi dulu. ayo mam, capcus
maleman boleh ga [what] pinginnya update bareng wine [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
eh, mau update malam ini? okelah, gw pantengin cm. untuk sementara ninggalin buku biologi dulu. ayo mam, capcus
maleman boleh ga [what] pinginnya update bareng wine [hmpfh] [hmpfh]

boleh bgt mam, tapi jam berapa dulu nih. kalo diatas jam 12, gak janji bisa komen mam *apaan coba* tempat kita sewaktu kok mam [smiley-dance013]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
eh, mau update malam ini? okelah, gw pantengin cm. untuk sementara ninggalin buku biologi dulu. ayo mam, capcus
maleman boleh ga [what] pinginnya update bareng wine [hmpfh] [hmpfh]

boleh bgt mam, tapi jam berapa dulu nih. kalo diatas jam 12, gak janji bisa komen mam *apaan coba* tempat kita sewaktu kok mam [smiley-dance013]
beneran [what] sekrg di sini jam 09:39. sebnrnya chp ini udah sesai [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
eh, mau update malam ini? okelah, gw pantengin cm. untuk sementara ninggalin buku biologi dulu. ayo mam, capcus
maleman boleh ga [what] pinginnya update bareng wine [hmpfh] [hmpfh]

boleh bgt mam, tapi jam berapa dulu nih. kalo diatas jam 12, gak janji bisa komen mam *apaan coba* tempat kita sewaktu kok mam [smiley-dance013]
beneran [what] sekrg di sini jam 09:39. sebnrnya chp ini udah sesai [hmff] [hmff]

kalo disini sekarang pukul 21.42 atau 09.42 sama kan?

ya di update aja mamiku sayang. ya [smiley-dance013]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



Nyonya Goo mengangkat sepasang tangannya yang bergetar, kemudian mengelus perlahan-lahan wajah Si-Hwan. Masih sulit untuk dipercaya bahwa putra sulungnya sekarang sedang berdiri di hadapannya dan membalas tatapannya dengan senyum lembut yang terpancar dari wajahnya. Wanita paruh baya itu terisak perlahan, .. setelah sekian lama dia mencari, dengan mengupayakan berbagai cara, .. akhirnya Tuhan mengabulkan permintaannya jua.

"Kemarilah, Chan-a .. ," kata wanita itu sembari menarik tangan pemuda di belakangnya. "Kenalan dengan hyungmu ... "

"Hyung?!" Suara dari belakang terdengar datar dan tak menyiratkan perasaan apa-apa.

Sun-Hye segera mengangkat kepalanya. Lalu perhatiannya dialihkan dari pemuda yang satu ke pemuda yang lainnya, .. kemudian sebaliknya, begitu silih berganti. Mereka benar-benar mirip .. , desisnya dalam hati.

"Ne!--hyung!," sahut Nyonya Goo, .. seraya menghapus airmatanya dengan punggung tangan. "Ini hyungmu--Lee Si-Hwan ... "

Min-Chan perlahan mengalihkan pandangannya pada Si-Hwan. "Sejak kapan saya punya saudara?" tanyanya dengan suara bariton yang sangat kental.

"Kau memang punya saudara!" Si-Hwan yang menjawabnya. Dia tersenyum tapi tidak dibalas dongsengnya yang terlihat tidak tertarik itu. "Hanya kau tidak tahu saja!" lanjut Si-Hwan kemudian, seraya mengembalikan ekspresinya ke posisi wajar.

"Miane ... ," sesal Nyonya Goo, .. membuat semua berpaling padanya. Dia berbalik menghadapi Min-Chan, suaranya terdengar menyayat ketika melanjutkan, "Miane karena omma tidak pernah menceritakannya padamu, sayang .. ," katanya sambil mengenggam tangan putra bungsunya itu erat-erat. "Setelah perceraian omma dan aboji kalian, Omma diharuskan memilih salah seorang dari kalian .. Dan selama 24 tahun ini, omma tidak pernah berpikir akan bertemu kembali dengan orang-orang dari keluarga Lee, apalagi dengan hyungmu .. karena itu--omma tidak merasa, .. perlu untuk menceritakannya padamu .. miane ... "

Nyonya Goo menundukan kepalanya dan kembali menangis, .. bukan terisak-isak lagi sekarang, tapi tersedu-sedu, .. sampai pundaknya naik turun dan terguncang-guncang keras.

Min-Chan perlahan melepaskan genggaman wanita itu dari tangannya, kemudian mundur selangkah. Diamatinya wanita itu selama sekian lama, .. tidak ada seorangpun yang bereaksi dalam ruangan itu. Min-Chan tidak mengerti, mengapa wanita yang dipanggilnya omma ini selalu begitu, .. selalu mengambil keputusan sepihak buat dirinya. Apakah dia pernah mengerti, atau coba merenung sebentar saja, .. apa yang sebenarnya diinginkannya? Tidak! Min-Chan tahu tidak mungkin, .. karena beginilah ommanya.

Min-Chan melirik pria berwajah serupa di depannya, hanya sekilas, kemudian berbalik kembali pada Nyonnya Goo. Dia terlihat menghela nafas. Lalu, sebentar saja .. dia berbalik dan berjalan kearah pintu.

“Chan-a .. ,” panggil Nyonya Goo.

Tapi Min-Chan tak menghiraukannya. Pemuda itu terus saja melangkah, sampai berada di luar ruang tamu itu. Dia melangkah dengan langkah tegap, tidak terlihat ragu sedikitpun.

“Chan!!!”

Bukk, pintu ditutup Min-Chan.

Nyonya Goo menutup mata dengan sepasang tangan. Dia kembali menangis, .. hatinya teriris, .. pundaknya terguncang-guncang naik turun akibat letupan perasaannya kala itu. “Miane .. miane .. ,” ucap wanita itu berkali-kali, sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. “Omma .. tidak bermaksud begitu, Chan-a .. jeongmal miane .. “

Sebuah tangan kekar mendarat di pundak Nyonya Goo kemudian menepuknya pelan. Wanita itu menoleh dengan lambat-lambat.

“Jangan terlalu sedih, omma .. ,” hibur Si-Hwan yang sudah berada di sebelahnya. Pemuda itu tersenyum, seraya menghapus airmata dari sepasang pipinya yang sudah agak keriput. “Suatu saat Chan akan menyadari pengorbanan omma .. “

Nyonya Goo kembali mengelengkan kepalanya. Isak tangis masih meluncur deras dari mulutnya. “Tidak. Kau tidak mengerti, sayang …. Chan ikut dengan omma adalah sebuah kesalahan … Kau tidak akan pernah tahu, atau membayangkan bagaimana kehidupannya selama ini .. Omma salah .. “

“Saya mengetahui banyak hal .. ,” sela Si-Hwan.

“Tidak!” Nyonya Goo kembali membantah. “Omma tidak tahu apa yang kau ketahui tapi, .. kau bukan hidup dalam lingkungan itu .. Apa yang dialami Chan, selamanya, kau—dan aku, tidak akan pernah memahaminya … Kehidupannya terlalu keras .. Pengorbanannya sia-sia .. Kau tahu tidak? Seharusnya saat ini, dia sudah merupakan seorang pengacara handal .. tapi nasib berkata lain .. Dia harus mendekam di sini dengan cita-cita dan keahlian yang terkubur dalam-dalam. Omma sudah berusaha membantunya, namun tetap saja tidak berhasil … “ Wanita itu menunduk, .. dia terlihat rapuh.

Si-Hwan mendengarkan dengan seksama, .. sampai pada akhir cerita, diraihnya tubuh kurus wanita itu ke dalam pelukannya.

“Semua sudah berakhir .. ,” desisnya pelan di sela-sela telinga Nyonya Goo. “Aku akan selalu berada di sisi omma, dan Chan juga, mulai detik ini .. “

Nyonya Goo mengangkat wajahnya, .. dan ada gurat kekhawatiran tersirat dari wajah itu. “Tapi .. appamu .. “

Si-Hwan segera menyela dengan senyuman manisnya. “Itu tidak masalah .. Appa bukan orang kolot, .. lagipula, kami hidup terpisah. Beliau sudah mempunyai keluarga sendiri .. “

“O ya?” Mata Nyonya membulat.

Si-Hwan mengangguk. “Ne … “

“Dia .. dia tetap baik padamu, kan?” tanya Nyonya Goo lebih lanjut.

“Tentu saja .. “ Si-Hwan terkekeh pelan. “Hubungan kami baik-baik saja. Bahkan sangat baik. Bibi Jin sangat menyayangiku .. “

“O—“ Nyonya Goo membuka mulut lebar-lebar, kemudian mengangguk lega. “Syukurlah kalau begitu .. “

Sementara itu, .. Sun-Hye mengikuti adegan-adegan dalam ruangan itu seakan menyaksikan pentas drama. Matanya berair ketika Nyonya Goo menangis, .. pandangannya teralih seiring kepergian Min-Chan, ... begitupun hatinya—tersenyum begitu ibu dan anak ini saling berbagi cerita-cerita di masa lalu.

“Gentwee, .. kenapa kau bisa sampai berada di sini?” pertanyaan Nyonya Goo terdengar beberapa saat kemudian.

“Itu—“ Si-Hwan terlihat melirik Sun-Hye. Lalu tiba-tiba tangannya terjulur dan ditariknya lengan wanita muda itu sampai berdiri di depannya, “Ada perlu dengan pacarku!” lanjutnya sambil nyengir lebar dengan telunjuk yang diarahkan ke kepala Sun-Hye.

Gubrak! Dunia Sun-Hye seakan runtuh saat itu juga. Bagaimana mungkin detektif gadungan ini mengakui dia sebagai pacarnya—begitu saja?!! Sun-Hye segera berpaling dengan pandangan mendelik. Namun, sebelum umpatan-umpatannya dilancarkan, si pemuda sudah melanjutkan perkataannya kembali. Kali ini sangat pelan dan merapat di daun telinganya, sehingga hanya terdengar oleh Sun-Hye seorang.

“Kau tidak mau rencana yang telah disusun, hancur berantakan kan?”

Sun-Hye memejamkan mata perlahan-lahan. “Tapi kau juga tidak perlu pakai cara ini?” balasnya dengan nada tidak kalah pelannya. “Bagaimana kalau halmonie sampai menganggap beneran?”

“Benarkah?!” Suara histeris Nyonya Goo terdengar, .. sehingga menghentikan perdebatan berupa bisik-bisikan dari dua muda-mudi di depan yang segera berpaling padanya. “Sungguh kalian pacaran?” tanya wanita paruh baya itu. Boleh dikatakan dia lebih terlihat bahagia bercampur kaget daripada tidak senang. “Sejak kapan?” lalu pandangan Nyonya Goo beralih dari Si-Hwan ke Sun-Hye. “Bukankah kau masih berpacaran dengan Geun-Suk, Sunhye-a?”

“Itu—“ Sun-Hye kelihatan serba salah mendapat pertanyaan itu. Untung saja Si-Hwan segera menyahutnya.

“Sun-Hye sudah putus dari pemuda itu kok. Kami bersama juga belum lama, .. baru sekitar setengah bulan, .. Benar kan, Sunhye-a?”

Sun-Hye nyengir paksa. “Eh-he he .. Ne .. “ Kemudian volume suaranya diturunkan sampai ke batas yang tak mungkin terdengar oleh Nyonya Goo. “Jangan keterlaluan!”

Si-Hwan mengangkat bahu cuek. Namun di wajahnya tersungging senyum puas.

“Bagus kalau begitu!” sahut Nyonya Goo tiba-tiba. “Dulu, .. halmonie berharap Chan yang menjadi pendampingmu, Sunhye-a. Namun, karena kalian paman dan ponakan tiri resmi maka itu tidak mungkin. Hwan lain—dia tidak terdaftar resmi dalam keluarga kita, dan juga—keberadaannya sebagai bagian dari keluarga Goo tidak diketahui. Halmonie rasa hubungan ini tidak akan menimbulkan skandal .. “ Nyonya Goo lalu meraih tangan Sun-Hye. “Sudah halmonie bilang kan, si Geun-Suk itu bukan pemuda baik-baik. Dia tidak cocok buatmu .. “

“Eh—“ Diperlakukan begitu, Sun-Hye jadi risih setengah mati. Seolah kebohongan yang sudah di-‘iyakan’ olehnya telah mendatangkan dosa besar. Melihat kebahagiaan wanita ini, membuat hatinya jadi asem. “Halmonie .. “ Dia bermaksud berujar ketika pintu ruangan itu dibuka secara mendadak.

Brakk, Hae menghambur masuk dengan wajah pucat.

“AGASHI!!”

"Ada apa?" tanya Sun-Hye, .. merasa sedikit lega dapat melepaskan diri dari tatapan bahagia Nyonya Goo.

"Geun .. Geun-Suk-ssi .. ," sahut Hae terbata-bata.

"Jang Geun Suk?" Sun-Hye berujar pelan. Dahinya berkenyit ketika menatap Hae tajam-tajam. "Ada apa dengannya?"

"Dia .. dia berada di sini .. ," lanjut Hae.

"Berada di sini?!!" seru Sun-Hye. "Kenapa kau sampai membiarkannya masuk kemari? Sudah kukatakan kan--saya tidak ingin bertemu dengannya!!"

"Tapi, .. dia tidak berada di sini, agashi .. ," sergah Hae. "Saya tidak membiarkannya masuk, namun .. Geun-Suk doronim berkeras ingin bertemu agashi. Sekarang dia sedang ribut-ribut di teras depan .. "

"Mwo?!" Sun-Hye berdecak kesal. "Kenapa dia keras kepala sekali?!! Apa dia tidak tahu saya berusaha menghindarinya karena ingin putus darinya?--huhh!!"

"Jadi, .... ," Hae menyusut takut-takut. "Gimana, agashi .. ?" tanyanya beberapa saat kemudian.

"Sunhye-a .. ," suara Nyonya Goo menghentikan perdebatan kecil antara majikan dan pelayan itu. "Apa tidak sebaiknya kau temui dulu dia, dan jelaskan semua kebenaran padanya .. "

Sun-Hye menoleh ke Nyonya Goo dan menyipitkan matanya. "Kebenaran?"

"Kalau kau telah bersama Hwan!" sahut Nyonya Goo begitu saja.

Mata Sun-Hye terbelalak. "Mwo?!!"

Sedangkan Hae terlihat meliriknya, .. namun pelayan itu tidak berani bersuara sehingga segera menunduk patuh.

"Halmonie rasa kau perlu meluruskan semuanya sebelum masalah menjadi makin rumit," nasehat Nyonya Goo. "Tidak baik membiarkan sebuah masalah berlarut-larut. Nanti ada yang tersakiti, .. tidak hanya Geun-Suk, tapi juga kau dan Hwan ... " Wanita itu tersenyum lembut seraya melanjutkan perkataannya. "Atau .. kau perlu ditemani Hwan?" tawarnya kemudian.

"Hah?!!" Mulut Sun-Hye terbuka lebar. Segera saja dia mengeleng begitu melihat Nyonya Goo menarik pergelangan tangan Si-Hwan.

"Tidak!" sahut Sun-Hye cepat. "Saya bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Tidak perlu ditemani!" Lalu dia berbalik dan melangkah ke pintu. "Ikut denganku, Hae!!" perintahnya sembari berjalan keluar.

ooOOOoo



"Goo Sun Hye!!! Saya tahu kau di dalam, keluarlah!! Jangan menghindariku terus!!"

Teriakan-teriakan dari teras luar memasuki telinga Sun-Hye, begitu menuruni anak tangga.

"Goo Sun Hye!!!"

Tangan Sun-Hye terkepal. Dengan langkah lebar-lebar, dan agak berlari, dia menyeberangi ruang tamu yang berseberangan dengan dapur, .. melalui lorong tengah menuju pintu depan. Beberapa pelayan yang sedang saling menyahut dengan berisik di situ, segera menghentikan suaranya dan memberi salam pada Sun-Hye.

"Agashi .. " Mereka membungkuk dengan hormat.

Sun-Hye tidak membalas salam itu, .. setelah sampai di depan pintu, segera diraihnya gagang yang terbuat dari perunggu murni itu dan membukanya. Sesosok tubuh mungil tampak terkatung-katung mengikuti dari belakang. Si Hae, pelayan pribadi Sun-Hye terengah-engah begitu menghentikan langkah di dekat majikannya.

"Goo Sun Hye!!"

Seorang pemuda, yang tidak lain Geun-suk adanya, segera meraih tubuh Sun-Hye ke dalam pelukannya.

"Aku tahu kau masih perduli padaku .. ," ujarnya sambil tersenyum lebar.

Sun-Hye mendesis dan segera menjauhkan diri dari pemuda itu.

"Untuk apa kau kemari?" tanyanya tajam.

"Hey--kenapa?" tukas Geun-Suk heran. "Tentu saja karna aku merindukanmu! Kau juga merindukanku, kan?"

Raut Sun-Hye berubah kesal mendengar perkataan Geun-Suk. Tatapan pemuda itu sekarang menimbulkan rasa muak dalam hatinya, .. entah kenapa. Sambil membalikan badan, Sun-Hye kemudian berujar pelan.

"Kita bicara di dalam saja ... "

Geun-Suk terlihat mengangkat pundaknya. "Okay, ... no problem .. "


ooOOOoo



Sun-Hye membuka mulut hendak menjerit begitu sepasang tangan tiba-tiba merangkul pinggangnya. Saat itu, dia dan Geun-Suk sudah memasuki ruang tamu kecil di lantai bawah yang dihubungkan langsung dengan ruang tamu besar. Dan Hae sudah tidak bersama mereka.

Geun-Suk tertawa.

"Kena kau!!" seru pemuda itu, sambil memeluknya erat-erat.

"Kau menyebalkan!!" jerit Sun-Hye.

Dia memukuli dada Geun-Suk dengan marah. "Kau gila!! Kau benar-benar gila!!! Untuk apa kemari?!!"

"Hey--tenang!" protes Geun-Suk. "Saya cuma bergurau--ok?"

"Bergurau?" Sun-Hye mendelik. "Sudah kubilang bahwa aku tidak ingin bertemu denganmu lagi--apa kau pikun?!!"

"Sun-Hye, tenang!"

"Lepaskan!!" Sun-Hye berjuang melepaskan diri dari rangkulan Geun-Suk. "Lepaskan aku!!"

Geun-Suk melepaskan pelukannya, dan mundur selangkah. "Ada apa denganmu? Selama sebulan ini kau selalu menghindariku. Sikapmu seakan kau tidak menginginkan ku di sini .. "

"Memang!!" sembur Sun-Hye sengit.

"Mwo?"

"Kau seharusnya tidak berada di sini. Di malam tragis itu juga--seharusnya kau tidak berada di sini!! Aku memang sengaja tidak mengundangmu. Kenapa kau mesti muncul di Goo's mansion?"

"Saya tidak mengerti apa yang kau katakan!"

Wajah Geun-Suk berubah tegang saat menatap Sun-Hye. Dan Sun-Hye pernah menyaksikan ekspresi Geun-Suk seperti ini. Tepat sebelum amarahnya meledak. Sun-Hye memberanikan diri dan mengawasi reaksi Geun-Suk.

"Apa salahku?" tanya pemuda itu.

"Tidak ada!" sahut Sun-Hye akhirnya. Dia mengeleng, "Cuma .. ," dan dia berhenti. Dia tidak tahu bagaimana caranya menjelaskan.
Tapi dia tahu harus memberitahu Geun-Suk. "Dengar, aku tidak mengundangmu karena aku tidak ingin bertemu denganmu. Kurasa, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi .. "

"Hah?!" Geun-Suk maju selangkah mendekati Sun-Hye.

Sun-Hye mundur. "Kau .., mau apa?" tanyanya gugup.

"Kenapa, Sunhye-a?" tanya Geun-Suk. Dia mencibir. "Takut?"

"Ti .. tidak. Aku tidak takut!" sahut Sun-Hye sambil mundur selangkah lagi.

Sun-Hye beringsut-ingsut menjauhi Geun-Suk. Dia berusaha untuk tidak menatap mata pemuda itu. Tapi tidak bisa, .. pandangan itu terlalu tajam dan liar, ... begitu menakutkan--seakan ingin menelannya bulat-bulat.

"Aku tidak bermaksud menyakitimu, Geunsuk-a ... ," bisik Sun-Hye lirih. "Sungguh. Mungkin aku tidak begitu baik dalam menjelaskan masalah ini, .. tapi--kita tidak cocok satu sama lain, araso?"

Geun-Suk tidak menjawab. Dia mendekati Sun-Hye, dan menekannya sampai merapat ke dinding.

"Kau ... mau apa?" tanya Sun-Hye ngeri. "Geun-Suk, jangan!!!!" jeritnya begitu tangan Geun-Suk merobek lengan bajunya.

"Kau akan menerima akibat dari menolak ku, Goo Sun Hye!!" Suara Geun-Suk terdengar sangar.

Sun-Hye mengeleng keras-keras. "Tidak!!!" sambil mengerang, dia memejamkan mata dan merasakan tangan Geun-Suk beralih ke dadanya.

Secara naluriah, Sun-Hye menepis tangan itu. "Jangan!!!"

Tapi pemuda itu seperti sudah kalap. Dia menekan Sun-Hye dengan sangat keras, sampai terasa sakit, .. dan mendaratkan ciuman-ciuman beringas ke seluruh wajahnya.

“Geun-Suk!!” Sun-Hye meronta, tapi tidak berdaya dalam kurungan Geun-Suk. “A .. apa yang akan kau lakukan?” tanyanya lemah.

Sun-Hye mulai menangis ketika merasakan tangan Geun-Suk semakin liar menjelajahi tubuhnya. Ciuman-ciuman itu sekarang berpindah ke leher dan lengannya yang polos akibat pakaiannya yang sudah tercabik. Dia menatap Geun-Suk dengan muak.

“Aku marah!!” balas Geun-Suk dengan gigi terkatup. “Aku benar-benar marah, Sunhye-ssi!! Aku tidak mengerti mengapa kau berbuat begini padaku?!!”

“Maafkan aku,” kata Sun-Hye dengan nafas tertahan. Dia mengigit bibir bawahnya. “Aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi .. “

Geun-Suk menatap Sun-Hye dengan nafas terengah-engah. Dia menghapus keringat dari jidatnya dengan punggung tangan.

Sun-Hye membisu. Dia tahu telah melukai perasaan pemuda ini. Dia tidak bermaksud untuk begitu terus terang, tapi ..

“Geun-Suk .. “

Geun-Suk memotongnya. “Cukup! Aku tidak akan membiarkanmu menyakitiku, Goo Sun Hye. Tidak akan pernah! Kau adalah milik ku! Dan untuk selamanya hanya milik ku seorang!!”

Sun-Hye tahu inilah akhir dari permainan mereka. Geun-Suk pemuda liar dan tidak terkendali, .. dia akan melakukan apa saja buat meraih keinginannya, … dan ini sudah diketahui Sun-Hye—lama sebelum mereka bersama.

Sungguh, untuk saat ini Sun-Hye sangat menyesal telah bermain-main dengan api. Seharusnya aku tidak memberi kesempatan padanya untuk mengejarku, .. mendapatkanku sebagai pacarnya .. , sesal Sun-Hye.

Tapi apa daya, .. penyesalan hanya penyesalan. Geun-Suk sekarang akan melakukan ancamannya. Pemuda itu menekan tubuhnya dengan sangat ketat ke dinding. Dia tidak mungkin melarikan diri. Geun-Suk akan mendapatkan mangsanya secepat mungkin.

Bagian atas kemeja Sun-Hye sudah robek, .. memperlihatkan kulit bagian dadanya yang putih mulus. Pandangan Geun-Suk semakin liar. Sentuhan-sentuhannya menjalar ke seluruh tubuh Sun-Hye, .. begitu juga ciuman-ciumannya, yang mulai diturunkan ke dada gadis itu.

“Jangan!” isak Sun-hye mengiba. “Jangan lakukan itu .. “

Percuma saja, .. Geun-Suk tidak mendengarkannya. Semua perlawanan dan rontaannya juga sia-sia. Sun-Hye makin lemah, makin terpojok dalam kurungan Geun-Suk. Sementara Geun-Suk, semakin beringas dan menguasai setiap detil tubuhnya. Tangan kekar itu kembali merobek pakaian yang dikenakannya, .. sampai hanya tinggal pakaian dalam saja.

Drekk, tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka seseorang.

“Apa yang kalian lakukan?!” tanya sebuah suara, tajam.

Sun-Hye bergeser sedikit dan berusaha melihat jelas kearah pintu. “Pa .. paman .. Chan .. ,” panggilnya dengan suara tercekik. “To .. tolong .. “

Tampang Min-Chan mengeras, .. tangannya terkepal. Apalagi begitu melihat sobekan-sobekan kain yang berserakan ke mana-mana, .. ditambah keadaan Sun-Hye yang setengah telanjang.

Min-Chan menerjang ke arah Geun-Suk, .. menariknya sampai terjengkang, menguncinya dengan sepasang tangan, … kemudian mengarahkan tinjunya ke wajah pemuda itu.

“Bajingan!!” teriak Min-Chan. Kepalan tangannya berkali-kali didaratkan ke wajah Geun-Suk, .. sampai darah segar mengalir dari sudut bibirnya.

Tubuh Sun-Hye perlahan-lahan merosot ke lantai. Kepalanya disusupkan di antara sepasang kakinya yang tertekuk, kemudian dia menangis tersedu-sedu.

Min-Chan yang sedang menyerang Geun-Suk secara bertubi-tubi, menghentikan kebrutalannya. Dia beranjak bangun sembari menarik Geun-Suk yang sudah babak belur hingga berdiri dari lantai, kemudian diseretnya ke pintu dan didorongnya keluar.

“Pergi!! Jangan sampai aku melihatmu lagi, bajingan!!”

Bukk!! Pintu dihempaskan keras-keras oleh Min-Chan. Dia berbalik, dan melangkah lebar-lebar menghampiri Sun-Hye. Tanpa mengatakan apa-apa, dia membuka jaket kemudian berjongkok dan menyampirkannya ke pundak Sun-Hye.

Lalu dia berdiri, dan menatap Sun-Hye dari posisinya. Sesaat tidak ada suara yang terdengar, .. kecuali isak tangis Sun-Hye yang tidak jua berhenti.

“Kau—dikemanakan otakmu?” Akhirnya suara berat Min-Chan memecah kebisuan di antara mereka. “Membawa masuk pria seperti dia, .. sendirian dalam kamar? Apa kau tidak tahu itu berbahaya?”

Sun-Hye mengangkat kepala secara lambat-lambat dan tatapannya bertemu dengan pandangan Min-Chan. Gadis itu menghapus airmatanya, tanpa mampu menjawab sepatahpun.

Min-Chan masih menatap tajam sampai wajahnya dipalingkan ke arah lain secara perlahan-lahan. Dia menyusut mundur, hingga punggungnya mengenai daun pintu. Sejenak dia berdiri kaku, seolah mempertimbangkan sesuatu, .. namun setelah menyadari dia tidak mampu melakukannya, pemuda itu berbalik dan membuka pintu, lalu melangkah ke luar. Meninggalkan Sun-Hye yang menatapnya dengan pandangan sendu dan berterimakasih.  

ooOOOoo


Sun-Hye keluar dari pintu kaca yang dihubungkan langsung ke taman belakang beberapa saat kemudian. Sendirian, tanpa ditemani Hae. Pikirannya masih melayang kala menjejakan kaki di jalan kerikil yang berkelok di sepanjang taman itu.

Sun-Hye meremas tangannya yang bergetar. Kejadian beberapa saat lalu, masih bermain-main dalam pikirannya, .. dan mengoncang jiwanya. Tidak disangka, Geunsuk akan sebegitu beringas--hampir memperkosanya. Mengingat ini, membuat Sun-Hye mengigit bibir lemas.

Tiba-tiba kehadiran sesosok jangkung dekat air mancur menyita perhatiannya. Sun-Hye mengeryitkan alis perlahan. Siapakah pemuda itu? Detektif gadungan Si-Hwan, ataukah paman Chan-nya? Lalu matanya melebar begitu mengingat perbedaan cara berpakaian kedua pemuda itu, .. yang untuk sementara waktu dapat digunakan untuk membedakan keduanya.

Perlahan Sun-Hye menghampiri sosok jangkung tersebut. "Paman Chan .. ," sapanya pelan.

Min-Chan yang berjalan dengan kepala tertunduk, mengangkat kepalanya. Langkahnya tercekat seketika, begitu melihat siapa yang berdiri di hadapannya saat ini.

"Gumawo buat ... buat pertolongan tadi .. ," lanjut Sun-Hye lirih. Dan tanpa dapat ditahan lagi, airmatanya tumpah begitu saja.

Min-Chan terlihat agak terperangah, .. tapi dia tidak tahu harus berbuat apa, .. bahkan untuk bergerak sekalipun, .. apalagi mengeluarkan suaranya. Pemuda bertampang kaku itu membisu sampai Sun-Hye berhasil menguasai emosinya.

"A .. agak baikan?" tanya Min-Chan kemudian, .. kaku dan risih.

"Ne ..," sahut Sun-Hye, .. masih dengan isakan-isakan halus dari bibirnya. "Gumawo .. "

"Emm--" Hanya itu yang keluar dari mulut Min-Chan menanggapi ucapan terimakasih dari Sun-Hye. Sikapnya terlihat tidak wajar, .. mungkin karena berdiri terlalu dekat dengan gadis itu. Sepasang tangannya yang sejak tadi terselip dalam saku celana, dikeluarkannya .., kemudian menyisir pelan poni tebal warna coklat pekat yang menjuntai hampir menutupi matanya. Dan untuk kedua kalinya pula Sun-Hye dapat melihat jelas bekas goresan yang memanjang di situ. Mata gadis itu menyipit perlahan.

"I .. " Sun-Hye bermaksud mengeluarkan suara, tapi segera terputus oleh gerakan kepala dari pemuda itu.

Min-Chan menoleh ke dalam rumah. "Masuk ke dalam ..., waktunya afternoon tea .. ," katanya sembari membalikan badannya.

Sun-Hye meruncingkan bibir ke depan. Pemuda ini selalu susah diajak bicara!! Dari empat bulan yang lalu, selalu begitu!! Sun-Hye membuka mulut buat protes, tapi salakan dari belakang segera menghentikannya.

Guk ... Guk .. Guk .. , seekor anjing jenis Chihuahua meloncat keluar dari semak-semak, .. dan berlari kearah mereka.

Sun-Hye melebarkan matanya, .. sebelum menyadari apa yang terjadi, tiba-tiba pundaknya dicengkram seseorang.

"Yaaa--Yaaa--kenapa ada anjing di sini??!!!"

Sun-Hye menoleh, .. dan alangkah terkejutnya begitu mendapati pemilik sepasang tangan kekar itu ternyata Lee Min-Chan.

"Yaishh--singkirkan dia dari sini?!!!" teriak Min-Chan dengan wajah memucat. Telunjuknya tidak henti-hentinya ditujukan pada anjing kecil yang sedang meloncat-loncat girang di depan mereka, .. sementara tangan yang satunya lagi menekan erat pundak Sun-Hye.

"Woaaa--Goo Sun Hye!!!" jerit Min-Chan begitu dilihatnya Chihuahua kecil itu bermaksud menerkam ke arah mereka. Masih mengunakan tubuh Sun-Hye sebagai tameng, pemuda itu bergerak ke kanan dan kiri dengan ekspresi horor. Kelihatan jelas, dia sangat ketakutan.

"Goo Sun Hye!!! Singkirkan anjing itu!!! Paliiiii!!!"

"Saya?" Sun-Hye ikut berseru ngeri.

"Ne!! Palii!!" jerit Min-Chan.

"Ta .. tapi ... ," Sun-Hye mengelengkan kepalanya. Dengan agak memaksa, dia menyusut ke belakang, .. sehingga posisi Min-Chan makin terpojok.

"Yaa!!" protes Min-Chan.

Tapi Sun-Hye tidak memperdulikannya. Dia menatap anjing kecil itu dengan pandangan memelas. Sungguh--dia juga bukan pengemar anjing. Dia tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang takut anjing, tapi dia tidak menyukai binatang itu. Dia oke oke saja berhadapan dengan anjing-anjing tersebut, asal jangan diminta menyentuh mereka. Bulu-bulu halus tersebut akan membuatnya alergi.

Sejak kecil Sun-Hye paling benci yang namanya alergi. Bukan hanya sekujur tubuh yang akan tumbuh bintik-bintik merah dan gatal, .. lebih parah dari itu, mungkin akan bengkak-bengkak sampai mati rasa. Dan itu sangat menderita.

"GOO SUN HYEEE!!!" seruan Min-Chan menghentaknya.

"Dhe?"

"Dia kemari!!!" tunjuk Min-Chan ketakutan. Wajahnya sudah seputih kapas. "Pali!!! Usir diaaa!!!" ujarnya sembari mendorong gadis itu.

"Ta .. tapi ... " Bantahan Sun-Hye tercekat di tenggorokan begitu dilihatnya Min-Chan sudah hampir pingsan. Gadis itu mengigit bibirnya, lalu berbalik sambil mengambil tekad. "Mati--, .. ya mati deh!!" ucapnya bulat sembari menutup mata rapat-rapat.

Sun-Hye menerjang ke depan dan menyambar tubuh mungil di hadapannya dari tanah. Makhluk malang itu meronta-ronta sambil menyalak-nyalak keras.

"YAAAAA--!!!" jerit Sun-Hye sambil memanjangkan tangan sepanjang-panjangnya. Tubuh mungil dalam genggamannya meronta semakin keras. Kaki kecilnya menyepak-nyepak. "Akh!!! .. Tolong!!!"

"Ada apa?" Suara bariton yang khas, .. yang memiliki persamaan dengan suara Min-Chan terdengar bertanya. Si-Hwan hadir di antara mereka melalui kerimbunan tanaman mawar yang tumbuh menutupi jalan masuk ke mansion. Alisnya berkerut melihat anjing mungil dalam cengkraman Sun-Hye. "Dorky?" Dia mendekati gadis yang sedang mengeryit dalam-dalam itu. "Kenapa ada di sini?"

Sun-Hye membuka mulut, bermaksud menjawab, .. tapi terbungkam oleh seruan keras dari belakang Si-Hwan.

"Oh--ternyata kau berada di situ!"

Seorang pria bertopi anyaman yang sudah kumal dan teramat ceking keluar dari balik rimbunan semak-semak dengan tergopoh-gopoh. Sebuah pacul kecil tampak tergenggam di tangannya.

"Agashi?" Pria itu sedikit tercekat, .. lalu perlahan-lahan, dia membungkukan badannya. "Sosoengheyo, .. tadi kutinggal sebentar untuk mengambil pupuk tanaman, ... tidak disangka anjing kecil itu keluar sendiri dari taman .. ," katanya sambil menunjuk Dorky yang masih dalam pegangan Sun-Hye.

Sun-Hye mengeleng. "Tidak apa, Pak Jung. Di sini tidak ada urusanmu lagi, .. kau kembalilah ke pekerjaanmu .. "

"Ne!" Pak Jung membungkuk dalam-dalam, seraya berlalu dengan sesekali melirik ke arah Si-Hwan dan Min-Chan--penuh tanya. Dia mengucek sepasang mata tuanya berkali-kali.  "Sepertinya aku harus memeriksakan mata .. ," desisnya halus. Bagaimana mungkin dia seakan melihat dua Min-Chan di situ?

"Dorky .. "

Sun-Hye merasa ada seseorang menyentuh tangannya. Ketika berbalik, dia melihat Si-Hwan sudah meraih Dorky dari tangannya. Segera saja dia melepas pegangan dari tubuh mungil berbulu halus itu, .. menyerahkan pada majikannya.

"Ada apa?" Saat itu juga Nyonya Goo menghampiri mereka. Matanya terbelalak ketika melihat Dorky. "Kenapa ada anjing di sini?!! Para pembantu itu--kemana mereka?!! Kenapa membiarkan seekor anjing berkeliaran di sini?!!! Kerja mereka semakin tidak becus!!!" teriak wanita itu murka.

Sun-Hye melebarkan matanya. Untuk pertama kali selama mengenal Nyonya Goo, dia melihatnya semarah itu.

"Ini anjingku, omma .. ," tukas Si-Hwan dengan senyum lebarnya.

Masih bisa tersenyum? rutuk Sun-Hye.

"Lain kali, jangan bawa anjing berbentuk apapun kemari!!" ujar sebuah suara, .. dingin dan menusuk.

Semua orang mengalihkan pandangan. Ternyata Min-Chan belum berlalu dari tempatnya. "Aku tidak ingin melihatnya lagi!!"

Dua pasang mata, antara Min-Chan dan Si-Hwan, saling beradu selama beberapa detik. Atmosfir membekukan serasa mengigit tulang Sun-Hye. Dia melihat Min-Chan mulai bergerak, ... perlahan memutar tubuh jangkungnya, .. kemudian berjalan dengan langkah satu-satu, meninggalkan mereka.

"Chan-a!!" Panggil Nyonya Goo. Tapi seruannya yang memprihatinkan tidak dianggap pemuda itu. Min-Chan tidak berhenti, menolehpun tidak. Sosoknya semakin jauh, dan akhirnya menghilang di balik pohon.

"Ada apa dengannya?" gerutu Si-Hwan. Tangannya mengelus kepala Dorky. Anjing mungil itu dengan gerakan malas-malasan menyusupkan kepalanya ke dada Si-Hwan kemudian memejamkan mata.

"Jangan menyalahkannya, Hwan-a .. ," desah Nyonya Goo lirih. "Semua akibat trauma masa kecil ... "

"Trauma?" Sun-Hye mengeluarkan suara.

Nyonya Goo mengangguk. "Ya, trauma. Waktu kecil, Chan pernah digigit anjing sampai harus dirawat dan tinggal di rumah sakit selama setengah bulan, .. infeksi yang sangat parah, dan hampir merenggut nyawanya. Sejak itu hingga sekarang, dia sangat takut pada anjing .. " Wanita itu tersenyum kecut mengingat masa lalu yang tidak menyenangkan itu. "Jadi, jangan menyalahkannya .. ," katanya pada Si-Hwan.

Pemuda itu termangu. Sikap yang biasanya seenaknya, terkadang kocak dan cuek bebek, terkadang acuh, menurut Sun-Hye, berubah seolah merenung, .. memikirkan kembali perkataan Nyonya Goo, .. lalu dia mengangguk. "Agashimida, omma .. "

Nyonya Goo menepuk lengan Si-Hwan. "Omma akan melihat Chan dulu .. "

Si-Hwan mengiyakan, .. selanjutnya wanita itu berlalu meninggalkannya. Si-Hwan menatap punggung Nyonya Goo sampai menghilang dari pandangan, kemudian berbalik pada Sun-Hye.

"Kau juga--" mulainya, "Kenapa takut pada Dorky?"

Sun-Hye tersentak. "A .. aku tidak takut!" bantahnya cepat. "Aku cuma tidak suka saja .. ," jawabnya seraya berbalik ke jalan keluar taman. "Hanya itu .. "

"Hey!!" panggil Si-Hwan. Namun Sun-Hye tidak mengubrisnya, .. gadis itu terus saja melangkah sampai keluar dari jalan setapak.

"Kenapa mereka begitu sama?" Si-Hwan mengangkat Dorky dan menatapnya. "Sama-sama tidak menyukaimu .. ," sambungnya sambil melempar sebutir coklat ke dalam mulutnya.


ooOOOoo
« Last Edit: April 15, 2011, 10:15:23 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
langsung connect ada yg nyebut2 berry wine [laughing] [laughing]
baca ini dulu,,tar gw komen lagi mam [biggrin] [biggrin]

Love you more than I can say

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
 mommyyy itu si hwan orangnya lebih terbuka ya daripada can ... Can kenapa mi abis nolong sun hye kok kaburr?????
Oia mi , suara barito itu yang kayak apa ya [hmff]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
ma'acih mam udah update *sok unyu*

hiyaaaah...paman minchan sayang, kita berdua sama. sama-sama atut ama anjing  [hmpfh] ganteng-ganteng kok takut sih [guns] lol

ya ampun mam, siggymu itu loh. satu orang leemin ho aja udah bikin melting, apalagi dua yak
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mommyyy itu si hwan orangnya lebih terbuka ya daripada can ... Can kenapa mi abis nolong sun hye kok kaburr?????
Oia mi , suara barito itu yang kayak apa ya [hmff]
sihwan orgnya terbuka and semau gw [hmpfh] [hmpfh] yup, bertolak balik ama minchan [biggrin] [biggrin]
suara bariton tuh suara dalam2 menghanyutkan, kyk suara minho [hmpfh] [hmpfh] #sok tahu [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ma'acih mam udah update *sok unyu*

hiyaaaah...paman minchan sayang, kita berdua sama. sama-sama atut ama anjing  [hmpfh] ganteng-ganteng kok takut sih [guns] lol

ya ampun mam, siggymu itu loh. satu orang leemin ho aja udah bikin melting, apalagi dua yak
setuju [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] #singkat, padat, and mewakili semuanya [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
mommyyy itu si hwan orangnya lebih terbuka ya daripada can ... Can kenapa mi abis nolong sun hye kok kaburr?????
Oia mi , suara barito itu yang kayak apa ya [hmff]
sihwan orgnya terbuka and semau gw [hmpfh] [hmpfh] yup, bertolak balik ama minchan [biggrin] [biggrin]
suara bariton tuh suara dalam2 menghanyutkan, kyk suara minho [hmpfh] [hmpfh] #sok tahu [hmff]
hampir mirip serak serak basah ya mii

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mommyyy itu si hwan orangnya lebih terbuka ya daripada can ... Can kenapa mi abis nolong sun hye kok kaburr?????
Oia mi , suara barito itu yang kayak apa ya [hmff]
sihwan orgnya terbuka and semau gw [hmpfh] [hmpfh] yup, bertolak balik ama minchan [biggrin] [biggrin]
suara bariton tuh suara dalam2 menghanyutkan, kyk suara minho [hmpfh] [hmpfh] #sok tahu [hmff]
hampir mirip serak serak basah ya mii
yup [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
ni paman mi chan kayaknya jg suka ma sun hye, ni.


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]