Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19674 times)

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
keren..seru..crita detektif2n,jd ingat conan.eh,Ralat mom...sihwan gak cool,dy orgx ceplosan,asal ngomong,punya selera humor..kalo minchan itu br cool,
sifat mereka brtolakblakang g ada yg sm,krn di2kan mereka beda.gw suka slera humor sihwan tp tetap minchan ah,dy aneh gt pst trauma ma kejadian,KDRTkah?adakah dy bgtu mnderita?ayo dong min crita jgn dipendam gtu.
[/size][/color][/b]

Offline Unique_Mirror

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1061
    • View Profile
ada yg lupa..biasany kalo crita detektif org yg g dicurigai yg jd pelaku..eunhye emang mencurigkn tp bkn dy kykx.
Trus emang khidupn minchan dulu kyk gmn mom mpe ada goresan diwajah coolx itu?..minchan suka ya sm sunhye mpe suka curi2 pandang gtu.jgn sihwan trus yg untung..now giliran minchan jd sunhye hrs sm minchan..ya ya
[/size][/color][/b]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile



Additional Cast :
Kim Jae Joong as Ha Joon Hyun



Sun-hye bersungut-sungut di kamarnya. Dua hari berlalu sudah, .... dan detektif gadungan yang disewa buat menyelesaikan kasus pembunuhan harabojinya belum jua menampakan batang hidungnya di Goo’s mansion selama itu. Dicari kemana-mana, termasuk ke flat kumuhnya, tetap saja tidak didapat. Bahkan pelayan pribadinya yang bertampang agak-agak menyeramkan itu juga lenyap seperti ditelan bumi. Ditelepon berulangkali, juga tidak diangkat.

Sejak beberapa jam terakhir, Sun-hye mendekam di kamarnya. Dia tidak berani keluar setapakpun. Beberapa kecerobohan kecil yang luput dari pengawasan para pelayan, hampir saja mencelakakannya, .. seakan sebuah bayang-bayang senantiasa mengikuti kemanapun dia pergi. Sebut saja genangan air di anak tangga teratas lantai dua yang hampir membuatnya terpeleset dan terpelanting jatuh kemarin siang. Untung saja waktu itu Min-Chan kebetulan menaiki tangga sehingga dengan sigap tubuhnya tertahan oleh pemuda itu hingga tidak sampai berguling ke bawah.

Kejadian tadi pagi, menjelang pukul 11, lebih mengkhawatirkan lagi. Ketika Sun-Hye melintas di ruang tamu lantai bawah, sebuah lukisan berat yang pengaitnya sudah kendur, entah karna termakan usia, dan ini sangat mustahil mengingat setiap lukisan di Goo’s Mansion diservice setiap dua bulan sekali, atau sengaja dikendurkan seseorang, tapi menurut penelitian dari para tukang yang segera didatangkan setelah kejadian itu—lukisan tersebut terlepas karena memang pengaitnya sudah tidak berfungsi dengan baik lagi, hampir menghantam kepalanya.

Dan lagi-lagi pada saat genting itu, lukisan tersebut berhasil ditahan Min-Chan hingga tidak mengenai kepalanya. Tapi malang bagi pemuda itu, tangannya memar dan membengkak sehingga harus dikompres dan dibalut dengan perban. Dokter yang didatangkan Nyonya Goo setelah itu berpesan bahwa tangannya tidak boleh digerakan dengan leluasa, jika tidak tulangnya akan bergeser dari sendinya, dan ini akan merepotkan kalau terjadi.

Sun-Hye merangkul bantalnya dan memanjangkan bibir sampai menyentuh cuping hidungnya. Dalam ekspresi seperti itu, dia terlihat imut dan lucu.

Hingga ketukan halus di pintu mengalihkan perhatiannya. Sun-Hye mengangkat wajah perlahan. "Siapa?" tanyanya malas.

"Saya, agashi. Hae--" sahut suara dari luar.

Sun-Hye beranjak bangun dari ranjang. Kakinya diturunkan ke lantai, sedangkan bantal yang sejak tadi dirangkulnya masih setia menemaninya. "Ada apa?"

"Saatnya makan siang, agashi ... ," sahut Hae.

"Saya tidak lapar!!" teriak Sun-Hye. "Tinggalkan saya sendiri, Hae!"

"Tapi yang lain sudah menunggu di ruang makan .. ," balas Hae lagi. Dia terdengar enggan meninggalkan majikan mudanya tersebut.

"Sudah saya bilang tidak lapar!" tukas Sun-Hye dongkol. "Pergilah!"

Sun-Hye mendengar detak detuk alas sepatu menjauhi kamarnya. Dia menghembuskan nafas dalam-dalam. Namun ketika dia membalikan badan, tiba-tiba sesuatu terpikir olehnya. Dengan tergesa-gesa dia berlari ke pintu dan membukanya. "Hae!!" teriaknya pada Hae yang terlihat bersiap menuruni tangga di ujung lorong.

Tubuh mungil itu menoleh. Dengan pelan Hae mengangguk. "Dhe, agashi?"

"A .. apakah orang itu ... " Sun-Hye terlihat ragu-ragu. Dia terdiam sejenak, .. setelah menangkap tatapan bertanya dari Hae, barulah diputuskan untuk melanjutkan perkataan yang tertunda. "Tuan Lee Si Hwan--apakah dia kemari?"

"Yang mirip Chan doronim?" tanya Hae ragu-ragu.

"Ne," jawab Sun-Hye tidak sabar.

Hae mengeleng lambat-lambat. "Aniyo, .. " Lalu masih dengan keragu-raguannya dia melanjutkan, " ... apakah agashi sedang menunggu kedatangannya?"

"Anhi!!" tukas Sun-Hye ketus. "Kalau begitu kau pergilah! Saya tidak perlu ditemani. Dan katakan pada yang lain, saya tidak lapar!"

"Ne .. " Hae mengangguk. Lalu dia memutar tubuh dan mulai menuruni anak tangga sampai menghilang dari pandangan Sun-Hye.

Sun-Hye menghembuskan nafas kuat-kuat. Dia menyusut ke dalam kamar, .. sekali hentak dihempaskannya pintu di depannya sampai menimbulkan suara berdebam keras. Brakkk--


******



Sun-Hye menginjakan kakinya di lantai bawah sekitar pukul 2 siang. Dia diam sebentar, mendengarkan dengan seksama. Keadaan di lantai itu agak renggang. Dan ini bisa dimaklumi karena biasanya di jam segini para pelayan akan menyibukan diri dengan kegiatan membersihkan kamar tidur majikan-majikan mereka yang kebanyakan terletak di lantai 2 dan lantai 3. Sun-Hye hanya mampu menangkap suara-suara halus dari dapur yang terletak paling belakang, di mana para koki sedang sibuk merundingkan jadwal makan malam bagi para majikan mereka.

Pandangan Sun-Hye menjelajah keadaan sekitarnya dengan waspada. Kejadian-kejadian yang dialaminya sejak kemarin siang membuatnya sedikit trauma. Setelah diyakini tidak ada yang akan mencelakakannya, atau suatu perangkap telah disiapkan untuk mencelakainya, .. dia memasuki ruang tamu yang berada di sebelah kanannya.

Tiba-tiba sebuah tepukan ringan di pundak, mengagetkan Sun-Hye.

"Hola--" sahut pemilik tangan itu.

Sun-Hye menoleh cepat. "Dho?!!" serunya tak percaya. Si detektif gadungan yang sejak dua hari yang lalu dicarinya, sudah berdiri di hadapannya dengan cengiran lebar.

"Weeyo?" tanya Si-Hwan sembari mencondongkan badan ke depan. Ditatapnya gadis itu dengan seksama. "Kau kelihatan kaget sekali?"

"Kau--" Sun-Hye kehilangan kata-kata. Dengan kesal didorongnya pemuda itu. "Dicari kemana-mana tidak dapat. Sekarang, muncul mendadak di sini. Apa ini bagian dari cara kerjamu?!!"

"Hey--calm down!" ujar Si-Hwan seraya meraih tangan gadis itu. "Saya punya alasan sendiri kenapa hilang mendadak .. "

"APA?!!" tantang Sun-Hye.

"Ada saja!" sahut Si-Hwan ngasal.

"Mwo?" tanya Sun-Hye tak percaya. Kalau dipikir-pikir, pemuda ini sungguh menjengkelkan! umpatnya dalam hati.

Si-Hwan sudah membuka mulut buat membalas, tapi sebuah sapaan menghentikan maksudnya.

"Hwan-a!" Nyonya Goo menatap dengan ekspresi tak percaya. "Ini benar kau?! Omma kira kau tidak akan kemari lagi ... ," ujar wanita itu seraya memasuki ruangan.

"Omma .. " Si-Hwan membalas sapaan Nyonya Goo. Selanjutnya diliriknya Sun-Hye. Gadis itu tampak menyusut dengan bibir ditekuk. "Saya datang mencari Hye .. ," jawab Si-Hwan seenaknya.

"Benarkah?" Nyonya Goo melebarkan matanya yang menjadi berbinar-binar. "Kau merindukannya bukan?"

Si-Hwan tertawa ngakak. "Ne .. ," jawabnya tanpa memperdulikan reaksi Sun-Hye yang sudah dongkol setengah mati.

"Bukan, aku--" Ups, protes Sun-Hye tersangkut di tenggorokan karna Si-Hwan segera membekapnya dengan gesit.

"Maksudnya, bukan tidak merindukanku ... ," timpal Si-Hwan sambil tersenyum lebar pada ommanya.

Sun-Hye mendelik. Tindakan pemuda yang seenak perutnya ini, benar-benar membuat kesabarannya habis. Segera ditepisnya tangan Si-Hwan dari mulutnya. "Yang dikatakannya itu Eng ehmm ehmm ..." Kembali tangan lebar itu mendarat di mulutnya. Sun-Hye membelalak. Dipelototinya Si-Hwan tajam-tajam.

"Hentikan kebrutalanmu jika tidak ingin semuanya jadi runyam .. ," bisik Si-Hwan di telinga Sun-Hye.

"Mwo?!!" teriak Sun-Hye.

"Ada apa?" tanya Nyonya Goo cemas. "Kalian bertengkar?" ulangnya sambil menyentuh lengan Si-Hwan dan Sun-Hye. Tanpa mereka sadari, pada saat itu Min-Chan memasuki ruangan dengan tangan kanan yang diperban. Pemuda itu langsung mengambil tempat di sofa, dan memperhatikan mereka.

"Apa telah terjadi sesuatu di antara kalian?" tanya Nyonya Goo lebih lanjut. "Tidak baik bertengkar saat hubungan baru dimulai, anak ku ... ," nasehatnya kemudian.

"Tentu saja tidak, omma .. ," tukas Si-Hwan cepat. "Kami baik-baik saja. Hanya saja, .. " diliriknya Sun-Hye yang merengut di tempatnya. "Hye kena sakit bulanan Auwww--" Perkataannya belum selesai ketika cubitan tajam mendarat di lengannya. "Mwo?!!" Dia segera berpaling pada Sun-Hye.

"Sakit apa katamu?!!" Sun-Hye mendelik tajam.

"Penyakit wanita," sahut Si-Hwan ngasal. "Datang setiap--akhh!!"

"Berani kau katakan lagi, jangan berharap bisa keluar dari sini, hidup-hidup!!" ancam Sun-Hye.

Si-Hwan terkekeh. Dia senang godaannya berhasil mencapai tujuannya. Si Sun-Hye tidak bertanya-tanya tentang ketidakmunculannya selama dua hari terakhir di depan ommanya.

"Jadi, kalian sungguh tidak apa-apa?" tanya Nyonya Goo masih dengan sejuta keraguannya.

"Tentu saja tidak .. " Si-Hwan menyengir. "Ini, sebentar lagi kami juga keluar .. ," ucapnya seraya mengalungkan lengan panjangnya di pundak Sun-Hye.

"Ke .. kemana?" tanya Sun-Hye dengan mata terbelalak.

"Kencan--" jawab pemuda itu sambil lalu.

#gubrakkk

"MWO?!!"

Sun-Hye menjerit keras, ingin protes, tapi detektif gadungan itu sudah meraih dan menarik tangannya keluar dari ruang tamu itu.

"Kami akan segera kembali, omma ... Anyong .. ," seru Si-Hwan dari luar pintu seraya melambaikan tangannya.

"Hati-hati, nak .. ," balas Nyonya Goo dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.

Wanita itu menghela nafas lega begitu sosok Si-Hwan dan Sun-Hye menghilang dari hadapannya. Dia berbalik, dan bergerak kearah sofa. Pada saat itu, baru dilihatnya Min-Chan sudah duduk di sana dengan tatapan kaku yang membekukan.

"Oh, Chan-a!" seru Nyonya Goo kaget. "Sejak kapan kau berada di situ?" tanyanya sambil mendekati pemuda itu. Dia mengambil tempat di samping Min-Chan. Menjatuhkan diri dengan wajah berseri-seri. "Tahu tidak?" Mulainya. Min-Chan melirik dengan alis dikerutkan. "Hyungmu dan Sun-Hye berpacaran?"

Kerutan di wajah Min-Chan semakin dalam. Entah kabar yang barusan disampaikan Nyonya Goo yang menjadi penyebabnya, atau kenyataan bahwa Sun-Hye baru putus dari Geunsuk beberapa hari lalu yang mengakibatkan semuanya kedengaran  mustahil.

"Iya .. " Nyonya Goo mengangguk, seakan menjawab pertanyaan yang tidak dikeluarkan Min-Chan. "Memang yang kita ketahui, Sun-Hye sedang berpacaran dengan Geun-Suk. Tapi apakah kau tahu bahwa mereka sudah putus?"

Min-Chan tidak menjawab. Pemuda bertampang kaku itu hanya mengangguk lambat-lambat.

"Ya, .. karena mereka sudah putus, jadi kurasa tidak salahnya Sun-Hye memulai hubungan yang baru. Dan omma percaya, hyungmu merupakan pasangan yang sangat sempurna buatnya ... ," lanjut Nyonya Goo.

"Tapi .. " Setelah berdiam diri cukup lama, akhirnya Min-Chan mengeluarkan suaranya yang rada-rada serak. ".. apa tidak akan menimbulkan skandal?" tanyanya pelan. Bahkan sangat, sangat pelan, .. hingga hanya tertangkap samar-samar oleh Nyonya Goo.

"Skandal?" tanya wanita itu. "Maksudmu, antara hyungmu dan Sun-Hye?"

Min-Chan mengangguk kaku.

Nyonya Goo tertawa lebar. "Tidak, Chan-a. Selain kita berdua dan Sun-Hye, tidak ada seorangpun yang mengetahui status Hwan. Jadi tidak mungkin menimbulkan skandal. Dan jikalau Sun-Hye sungguh-sungguh mencintainya, omma rasa dia tidak akan mempermasalahkan itu. Bagaimanapun, dia dan hyungmu tidak punya hubungan darah ... ," ulas wanita itu dengan wajah berseri-seri bahagia.

"Hmm--" Min-Chan bergerak bangun dari posisinya. Dengan sebelah tangan yang masih bebas digerakan diselipkan di saku celana, dia melewati ommanya berjalan ke pintu. "Semoga seperti keinginan omma ... ," ujarnya lemah dan terdengar lesu.

"Sebentar, Chan-a!" Seru Nyonya Goo seraya bangun dari sofa. "Bagaimana tanganmu?" tanya wanita itu.

"Baik!" sahut Min-Chan datar. Dia sudah sampai di luar pintu sekarang.

"Apa perlu diperiksakan ke rumah sakit?" tanya Nyonya Goo lebih lanjut. Dia bermaksud menyusul Min-Chan, namun pemuda itu segera memberi isyarat dengan mengerakan tangannya.

"Tidak! Tidak perlu! Saya sudah agak baikan!"

Setelah itu Nyonya Goo ditinggal sendirian dalam ruangan itu.


******



"Kau mau apa?" tanya Si-Hwan dari posisi meringkuk di balik semak-semak di taman belakang Goo's mansion. Dia dipaksa Sun-Hye bersembunyi di situ begitu dilihatnya seorang wanita berseragam putih-putih sedang menikmati tehnya di bangku kecil di tengah taman.

"Seperti yang kujelaskan padamu sambil jalan tadi .. ," bisik Sun-Hye dengan pandangan yang masih terarah lekat ke wanita tersebut, yang bukan dan tidak lain si Eun-Hye.

"Lalu .. ?," tanya Si-Hwan tidak mengerti.

"Kau--yang pelan dikit kenapa sih!!" Mengabaikan pertanyaan pemuda itu, Sun-Hye malah mendelik sengit.

"Lalu .. ?" ulang Si-Hwan tanpa terpengaruh sedikitpun. Dia terlihat sudah tidak sabar di posisinya. Tubuhnya yang jangkung terasa lelah harus meringkuk seperti itu. Apalagi ujung-ujung semak-semak tajam itu sudah mengiris-ngiris kulit lengan dan lehernya berkali-kali.

"Saya curiga, dia pelakunya!" sahut Sun-Hye sambil menunjuk ke arah Eun-Hye.

"Mwo?" Si-Hwan hampir menjerit, namun segera dibekap Sun-Hye.

"Apa-apaan?" tukas gadis itu dengan pandangan menegur. "Kau ingin ketahuan dengan suara mendebam mu itu ya?!!"

Si-Hwan mendengus. Dengan kesal ditepisnya tangan Sun-Hye. "Kau kira aku ini apa, nona?!" tanyanya ketus. Tanpa menghiraukan kekhawatiran Sun-Hye akan kehadiran mereka yang bakal ketahuan wanita yang sedang bersantai di tengah taman, Si-Hwan segera berdiri dari jongkoknya. Pemuda itu mengibaskan mantel dan celananya yang sudah tertempel rumput-rumput dan daun-daun kering.

Dan seperti dugaan Sun-Hye, Eun-Hye segera menyadari keberadaan mereka di situ.

"Paman Chan?" Alis Eun-Hye berkernyit. Lalu keheranannya makin bertambah ketika dilihatnya Sun-Hye juga berada di situ, .. begitu gadis itu berdiri dari posisinya.

"Hy--" sapa Si-Hwan sambil menyunggingkan senyumnya.

"Eun-Hye .. " Sun-Hye ikut menyapa dengan kaku.

"Untuk apa kalian bersembunyi di situ?" selidik Eun-Hye. "Mengamatiku?" tanyanya dengan nada tajam.

"Sembunyi?" ulang Si-Hwan dengan raut dibuat tidak mengerti. "Maksudmu kami?"

"Apa masih perlu ditanyakan, paman Chan?"

"Tidak!" Pemuda itu tersenyum. "Tapi kurasa anda salah paham, nona. Kami tidak mengamatimu, apalagi bersembunyi. Tadi aku kejatuhan koin dan Hye membantuku mencarinya."

Si-Hwan meraih tangan Sun-Hye yang masih terpaku di tempatnya, dan menariknya supaya pergi dari situ. Tapi baru selangkah, dia menoleh kembali pada Eun-Hye. "Satu lagi, nona--Saya bukan paman Chan mu. Namaku Si-Hwan, dan .. ," dia mengangkat tangannya yang mengenggam erat tangan Sun-Hye. "Saya pacar Sun-Hye .. "

"Mwo?!!" Eun-Hye menatap Sun-Hye, .. seolah meminta kepastian darinya.

"Ne .. ," jawab Sun-Hye akhirnya. Tidak ada lagi yang dapat dikatakannya selain kepastian itu.

Eun-Hye mengangguk, .. tangannya digerakan sebagai isyarat buat Si-Hwan dan Sun-Hye buat meninggalkannya. Kemudian, dia memutar badan dan menenggelamkan diri kembali dalam acara minum tehnya yang baru berjalan setengah.

"Lain kali--jangan lakukan lagi .. ," desis Si-Hwan.

Sekarang mereka sudah keluar dari taman, dan mengambil jalan memutar melewati bangunan megah, Goo's Mansion, menuju gerbang keluar utama.

"Mwo?" Sun-Hye menoleh padanya. "Bukankah itu yang sering dilakukan para detektif? Mengikuti orang-orang yang dicurigai?" tukasnya bersikeras.

"Siapa bilang?!!" dengus Si-Hwan. "Saya ini detektif pencari berita, nona. Apa yang kulakukan mengikuti jalur hukum, dan bukan seperti yang kau lakukan tadi. Mengendap-ngendap dan mengintai orang layaknya seorang pencuri. Ingat--" Tiba-tiba Si-Hwan menghentikan langkahnya dan mengarahkan telunjuk di dekat mata gadis itu, .. hingga membuat mata Sun-Hye hampir juling. "Saya bukan detektif pengintai! Yang kau lakukan tadi sungguh-sungguh memalukan!!"

"Mwo?! Hey--" Sun-Hye menarik mantel Si-Hwan ketika dilihatnya pemuda itu sudah melanjutkan langkahnya. "Semua juga salahmu!!"

"Mwo? Salahku?" Si-Hwan menoleh tanpa menghentikan langkahnya.

"Ne!!" tukas Sun-Hye keras. "Karna kau menghilang begitu saja. Maka, hanya ini yang bisa kulakukan. Mana kutahu kalau kau bukan detektif tipe begitu!!"

"Seharusnya kau belajar lebih banyak jika ingin jadi pacarku!" nyerocos Si-Hwan asal-asalan.

"Mwo?!! Kau ini--"

"Sudah! Berhentilah mengomel!" tukas Si-Hwan. Mereka sudah keluar dari gerbang utama yang dibatasi pagar tinggi dari besi. Si-Hwan memutar badannya kemudian berjalan ke sebuah van putih yang terparkir di sebelah kanan pagar tersebut.

"Yaa--mau kemana?" teriak Sun-Hye.

"Ikut saja!!" Si-Hwan yang sudah membuka pintu mengangkat tangannya dan memberi isyarat supaya Sun-Hye memasuki mobilnya.


********



"Tempat ini ... "

Sun-Hye menghentikan langkahnya. Kemudian perhatiannya terpaku terhadap kantor luas yang terletak di lantai 21 tersebut. Dia merasa tidak asing dengan tempat ini. Kalau tidak salah, harabojinya pernah mengajaknya kemari sekali, sebelum beliau meninggal. Dan itu sudah lama, .. mungkin sekitar setengah tahun yang lalu.

"Weeyo?" Pertanyaan dari Si-Hwan menyadarkan Sun-Hye dari renungannya.

Gadis itu menoleh perlahan-lahan, kemudian dia mengelengkan kepalanya. "Aniyo .. "

"Kalau begitu, bergegaslah!" Si-Hwan menepuk lengan Sun-Hye. "Saya ingin mengajakmu menemui seseorang .. "

"Dhuga?" tanya Sun-Hye sembari meneruskan langkah kembali.

"Nanti juga kau tahu sendiri .. ," jawab Si-Hwan tanpa menoleh. "Dia ada hubungannya dengan harabojimu. Lebih tepatnya lagi, dia mengenal harabojimu .. "

"Jinja?" Sun-Hye segera menekan lengan Si-Hwan. "Siapa dia?" Dengan susah payah Sun-Hye menyejajari langkah Si-Hwan.

Si-Hwan menoleh. "Saya juga tidak tahu." jawabnya. "Janji pertemuan ini baru kubuat kemarin. Dia merupakan salah satu pengacara junior di kantor pengacara ini ..., dan menurut kabar yang kuterima, dia mengetahui sesuatu yang membuat kakekmu mengurungkan niatnya memindahkan kepercayaan hukum dari badan pengacara Moon & Mine ke sini ... "

Sun-Hye mengangkat kepalanya, .. dan sekarang terlihat jelas papan nama yang sangat besar, tercetak KimsJustice tergantung di belakang meja resepsion. Sun-Hye membuka mulutnya, .. dia ingat sekarang, haraboji pernah menyinggung nama KimsJustice waktu terjadi perselisihan dengan badan pengacara Moon & Mine.

Sun-Hye berpaling kearah Si-Hwan. "Waktu dua hari itu kau gunakan buat menyelidiki orang ini?" tanyanya mengangga.

Si-Hwan tersenyum. "Saya belum mendapat apa-apa dari orang ini, karena itu saya ingin kau ikut mendengarkan pembicaraan kami. Siapa tahu ada yang bisa kau ingat berhubungan dengan harabojimu ... "

Sun-Hye mengangguk. Setelah memberi isyarat padanya, Si-Hwan melangkah ke meja resepsion yang sedang dijaga dua resepsionis cantik. Sun-Hye melihat Si-Hwan mengatakan sesuatu. Dua wanita cantik itu mengangguk-angguk sambil menatap pemuda itu lekat-lekat. Sun-Hye mencibir lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Beberapa menit berlalu dan Si-Hwan kembali ke tempat Sun-Hye berada.

"Kita ke kantin lantai bawah. Orang yang kita cari sedang menikmati acara minum tehnya bersama seorang klien .. "

Si-Hwan menepuk pelan lengan Sun-Hye, sebagai ajakan buatnya untuk mengikuti langkahnya. Lalu pemuda itu keluar dari kantor pengacara KimsJustice.


******


Si-Hwan merogoh ke dalam saku mantelnya dan mengeluarkan sesuatu yang untuk kemudian diacungkan ke depan. Sun-Hye yang berada di belakangnya dapat melihat jelas bahwa benda itu adalah secarik foto.

"Itu dia orangnya!" tunjuk Si-Hwan pada seorang pemuda yang duduk di sofa dekat jendela yang sedang menyeruput kopinya. Seorang pria lain, berusia sekitar limapuluhan, duduk tepat di depan pria muda tadi. Pria itu terlihat mengangguk-anggukan kepala ketika pemuda itu menjelaskan sesuatu dari dokumen dalam genggamannya.

Si-Hwan mengerakan kepalanya pada Sun-Hye. "Kacha!" Lalu dia menghampiri dua pria itu. Sun-Hye menghembuskan nafas, .. mau tidak mau dia mengikuti pemuda itu. Mereka sampai di samping dua pria di depan hanya dalam beberapa detik.

"Tuan Ha Joon Hyun?"

Pria muda yang sedang menghadapi dokumen di tangannya mendongak. "Ya?" Alisnya berkerut. Dan mendadak, terlihat keterkejutan yang teramat sangat terlukis di wajahnya. "Min-Chan!!!" serunya keras. Dia berdiri lalu merangkul Si-Hwan erat-erat.

"Eh--" Si-Hwan terperanjat diperlakukan begini. Tapi hanya sesaat, .. sebentar kemudian--dengan halus, dilepaskannya rangkulan pemuda itu dari tubuhnya. "Benar anda Ha Joon Hyun-ssi?"

"Weeyo?" Joon Hyun tersenyum. "Kau lupa padaku?" Godaannya terhenti begitu menangkap kehadiran Sun-Hye di situ. "Weeyo?" tanyanya kembali, seraya menatap Sun-Hye lekat-lekat. "Akhirnya kau .. " Alis Joon Hyun tertarik ke atas, sebagai godaan yang semakin sengit. "Kau memberanikan diri? Ho--berhasil?!! Congratulation, buddy!" ucapnya bertubi-tubi.

Si-Hwan melirik Sun-Hye. Dia terlihat kebingungan, .. begitu juga Sun-Hye.

"Maksud anda?" Akhirnya Si-Hwan mengeluarkan pertanyaannya.

"Ada apa denganmu?" Sekarang gantian Joon Hyun yang terlihat bingung. "Tidak bertemu beberapa bulan, kau bukannya jadi begini kan? Melupakan sobat sejatimu sejak kecil?"

"Mwo? Kau sahabat baik Chan?" balas Si-Hwan tak percaya. "Maksudku, kau mengenal dongsengku?"

"Dongseng?!" Joon Hyun membelalakan matanya. "Kau dan Chan?" tanyanya heran.

"Eh--Tuan Ha .. " Pria yang duduk bersama Joon Hyun mengeluarkan suara seraya berdiri dari kursinya. "Jika Tuan sibuk, apa sebaiknya .. "

"Ne, Tuan San," sela Joon Hyun segera. "Maaf mengabaikan anda. Hal-hal yang saya jelaskan tadi sudah seluruhnya. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, anda dapat menghubungi saya. Kapan saja .. "

"Ok. Ghamsamida .. " Tuan San menyalami Joon Hyun, kemudian dia mengangguk pendek pada Si-Hwan dan Sun-Hye. "Permisi tuan dan nona .. "

Sun-Hye dan Si-Hwan membalasnya dengan anggukan. Setelah itu, Tuan San meninggalkan mereka.

"Jadi .. " Joon Hyun kembali beralih pada Si-Hwan. "Benar kau hyungnya Chan?"

"Ne .. ," sahut Si-Hwan.

Joon Hyun berpikir sebentar. "Tapi, .. saya tidak pernah dengar Chan punya saudara. Apalagi .. yang begitu mirip seperti anda. Biasanya, dia begitu terus terang padaku. Bahkan yang tidak mungkin diceritakan pada ommanya sekalipun, akan diceritakannya padaku ... ," mendadak dia melirik Sun-Hye penuh arti, .. membuat gadis itu semakin bertanya-tanya. Sepertinya pemuda ini mengetahui sesuatu tentang dia, yang berhubungan dengan paman Channya.

"Orangtua kami berpisah sejak kami masih bayi .. ," ujar Si-Hwan sengan. "Chan tidak tahu apa-apa, jadi wajar jika dia tidak menceritakannya pada anda .. "

"O--" Joon Hyun mengangguk. "Apa kalian saudara kembar?"

"Ne," jawab Si-Hwan. Diulurkannya tangannya. "Saya Lee Si-Hwan, hyungnya Chan .. "

Joon Hyun menerima sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Ha Joon Hyun ... "

"Dan ini .. "

Si-Hwan bermaksud memperkenalkan Sun-Hye, tapi Joon Hyun sudah menukas cepat. "Goo Sun-Hye. Cucu tunggal dari almarhum Goo Joong, pemilik Goo Global. Bukankah saya benar, nona?" tanyanya pada Sun-Hye.

Sun-Hye yang sejak tadi membisu, membelalakan matanya. "Ba .. bagaimana anda tahu?"

"Karena saya pernah melihat nona. Ketika nona datang kemari bersama tuan besar Goo enam bulan yang lalu .. ," sahut pria itu ringan.

"Oh--ya, saya ingat." Sun-Hye menepuk jidatnya. "Tapi .. ," sambungnya kemudian. "Perasaan, saya tidak pernah melihat Tuan .. "

"Ya, tentu saja." Joon Hyun tersenyum. "Waktu itu saya dan Chan duduk cukup jauh dari kalian .. "

"Paman Chan?" Sun-Hye mengerutkan alisnya. "Maksudmu--dulu, paman Chan juga bekerja di kantor pengacara KimsJustice ini?!!" tanyanya tak percaya.

"Ne .. " Joon Hyun mengangguk. "Kau tidak tahu?"

Sun-Hye mengeleng.

"Ya ... " Kembali Joon Hyun mengangguk. "Kurasa juga begitu. Chan tidak mungkin menceritakan kejadian itu pada kalian .. "

"Kejadian?" Sun-Hye dan Si-Hwan saling berpandangan. "Kejadian apa?" tanya mereka bersamaan.

Joon Hyun terlihat menghela nafas. "Kejadian yang membuatnya terdepak dari badan pengacara ini .. Kecerobohan yang memaksanya untuk meninggalkan karirnya sebagai seorang pengacara cakap ... Kecerobohan yang sebenarnya .. bukan kesalahannya ... " Joon Hyun mengeleng penuh penyesalan.

Sun-Hye dan Si-Hwan membelalakan mata, kemudian saling menatap tak percaya.

"Chan seorang pengacara?!!"

"Paman Chan mantan seorang pengacara?!!!"

Teriak mereka.


*******
« Last Edit: April 24, 2011, 05:38:58 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #378 on: April 24, 2011, 05:55:45 pm »
jiahhhh, langsung update
gw baca ntar malem momm, maw brangkat  [jumpy]
ntrar malem di edit  [sweat]



EDIT momm^.^
________________________

- omooooo jadi paman chann love at first ke sun hyeee  [lovestruck] [lovestruck]
tapi paman chan ga bakalan kek rathh banget pan momm, ga bisa ungkapin perasaan nya [heh]
jangan bikin nyesek ya mommm  [cry]

- kejadian apa yg bikin paman Chan brenti jadi pengacara?
di fitnah yaa mommm? dugaan kasus tersebut ^__^
but after all gw bangga lohh ternyata Min Chan aka Paman Chan seorang Lawyer [lovestruck]
loghh apa hubungan-nyaa <---pokoqnya berasa kerenz aja gituw [laughing]

- blom dapet clue apa-apaa, msiy meraba-rabaa kira-kiraa sapaaa [sweat]
next chap banyakin clue-nya ya mommm [sweat]
tapi biasanya kasus kasus seperti ini, pelakunya malah kadang orang yg tidak terduga sama sekali
alias ga bisa di nalar  [heh]

- jadi curigaa.......,ntar aja d, tunggu alibi & clue selanjutnyaa :)

gumawooo momm  [hug]


« Last Edit: April 25, 2011, 12:44:56 pm by Freesia »

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #379 on: April 24, 2011, 05:57:56 pm »

jiahhhh, langsung update
gw baca ntar malem momm, maw brangkat  [jumpy]
ntrar malem di edit  [sweat]
ok gw tunggu. sebenarnya pingin update kemarin malam tp berhubung CM error jd ga keupdate deh [heh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #380 on: April 24, 2011, 06:32:32 pm »
paman chan curhat ya sama sahabatnya soal perasaannya ke sunhye? [ranting] [whip]

mamiiiii....chap depan kasih alibi masing-masing cast dong. supaya kita bisa main tebak-tebakkan.
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #381 on: April 24, 2011, 06:46:01 pm »
paman chan curhat ya sama sahabatnya soal perasaannya ke sunhye? [ranting] [whip]

mamiiiii....chap depan kasih alibi masing-masing cast dong. supaya kita bisa main tebak-tebakkan.
itu kan sudah dimulai [hmpfh] [hmpfh] kita mulai dr paman chan dulu ya,, next chp, sunhye dan sihwan akan mendengar alasan kenapa minchan sampai terdepak dr kimsjustice,, dan sebenarnya dibalik semua itu berhubungan dgn haraboji sunhye [sweat] [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline sisicia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1974
  • My Lovely Sunny
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #382 on: April 24, 2011, 08:05:37 pm »
what? jadi chan pengacara?


Aldian Ajhusi dan Istri Polosnya

[hmpfh][hmpfh][hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #383 on: April 24, 2011, 08:08:09 pm »
what? jadi chan pengacara?
yup kamsudnya begitu [hmpfh] mantan pengacara si chan nya [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #384 on: April 24, 2011, 09:03:12 pm »
"Akhirnya kau .. " Alis Joon Hyun tertarik ke atas, sebagai godaan yang semakin sengit. "Kau memberanikan diri? Ho--berhasil?!! Congratulation, buddy!" ucapnya bertubi-tubi.
kamsudnya berani ngomong kalo benernya Chan cinta ma Sun Hye kan?? whistling whistling #sotoy
bang hemat aka my silent hero --> Min Chan [lovestruck] [lovestruck]
mam ni ya slh 1alasan yg dimaksud chap kemaren wkt eomma si twins bilang Chan punya masa lalu yg buat dia kaya gitu?? [chin] [chin]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #385 on: April 24, 2011, 11:30:57 pm »
"Akhirnya kau .. " Alis Joon Hyun tertarik ke atas, sebagai godaan yang semakin sengit. "Kau memberanikan diri? Ho--berhasil?!! Congratulation, buddy!" ucapnya bertubi-tubi.
kamsudnya berani ngomong kalo benernya Chan cinta ma Sun Hye kan?? whistling whistling #sotoy
bang hemat aka my silent hero --> Min Chan [lovestruck] [lovestruck]
mam ni ya slh 1alasan yg dimaksud chap kemaren wkt eomma si twins bilang Chan punya masa lalu yg buat dia kaya gitu?? [chin] [chin]
yg ini ga termasuk alasannya, tp akibat dr masa lalu itu [hmpfh] semula minchan orgnya ga kyk gitu, tp setelah masa lalunya yg kelam, sifatnya jd tertutup,, jadinya wlp dia punya perasaan apapun (misalnya terhdp seseorg) tdk mampu tuk diungkapkan,, ngerti ga [biggrin] [biggrin]

secuil 'news' bagi kalian, chan udah menyukai and mencintai sunhye sejak pandangan pertama and cuma joonhyun seorg yg mengetahuinya [lovestruck] [lovestruck] lalu kenapa perasaan itu ga diungkapkan dan akhirnya si ibu malah menikah ama harabojinya sunhye, akan dijelaskan di chp2 selanjutnya [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dalbyeol

  • Senior
  • ****
  • Posts: 803
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #386 on: April 25, 2011, 02:35:31 am »
gumawo,mami..dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

paman chan i2 mantan pengacara...DAN DIA TIDAK BERSALAH????????? salah apa,mam???tmbh penasaran nih...
"Akhirnya kau .. " Alis Joon Hyun tertarik ke atas, sebagai godaan yang semakin sengit. "Kau memberanikan diri? Ho--berhasil?!! Congratulation, buddy!" ucapnya bertubi-tubi.
kamsudnya berani ngomong kalo benernya Chan cinta ma Sun Hye kan?? whistling whistling #sotoy
bang hemat aka my silent hero --> Min Chan [lovestruck] [lovestruck]
mam ni ya slh 1alasan yg dimaksud chap kemaren wkt eomma si twins bilang Chan punya masa lalu yg buat dia kaya gitu?? [chin] [chin]
yg ini ga termasuk alasannya, tp akibat dr masa lalu itu [hmpfh] semula minchan orgnya ga kyk gitu, tp setelah masa lalunya yg kelam, sifatnya jd tertutup,, jadinya wlp dia punya perasaan apapun (misalnya terhdp seseorg) tdk mampu tuk diungkapkan,, ngerti ga [biggrin] [biggrin]

secuil 'news' bagi kalian, chan udah menyukai and mencintai sunhye sejak pandangan pertama and cuma joonhyun seorg yg mengetahuinya [lovestruck] [lovestruck] lalu kenapa perasaan itu ga diungkapkan dan akhirnya si ibu malah menikah ama harabojinya sunhye, akan dijelaskan di chp2 selanjutnya [biggrin]

paman chan pasti patah hati...sini paman chan,saya hibur dulu [hug]  [hmpfh]

mam,brarti next chap bakalan terungkap sedikit demi sedikit dong, siapa paman chan sebenarnya (gawat dah gw...dr td yg ditanyain paman chan mulu..abis penasaran sih, sm sosok yg satu ini...bikin  [chin] aja)

mam...jgn lama2 ya,updatenya...makin seru,nih...gumawo lg yah [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

HWAITING [AddEmoticons04262]

And I'll never promise to
be true to anyone,unless it's you...The Day I Fall in Love

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #387 on: April 25, 2011, 03:17:28 am »
oh oh oh,..My Minchan mantan pengacara toch [chin] [chin]hmmm at least profesinya kagk jauh2 dari hyung nya aka si hwan, yg atu detektif (walau gadungan) yg atu pengacara (walaupun mantan) [hmpfh] [hmpfh] intinya profesi berbau HUKUM [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

mam, ntu si hwan gokil yech, pedenya selangit bow, and ngomongnya ngasal abissss, kocak bagian si hwan and sun hye yg waktu ketemu ama Ny Goo. min chan cembokur yech liat hyungnya akrab ama sun hye apalagi pas denger dari eommanya kalo mereka pacaran hmmm nambah [angry] [angry] [angry] aja ni minchan.

mam, si sunhye emang ada yg mau nyelakain yach, tp untungnya paman chan selalu siap siaga *jadi kangen ama gavin,lol* tp kasian juga tangannya jdi memar [goodgrief]

mami, tengkyu dah di up date , [huglove] [huglove] [huglove] [huglove],next UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL  [lovestruck]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #388 on: April 25, 2011, 03:26:23 am »
oh oh oh,..My Minchan mantan pengacara toch [chin] [chin]hmmm at least profesinya kagk jauh2 dari hyung nya aka si hwan, yg atu detektif (walau gadungan) yg atu pengacara (walaupun mantan) [hmpfh] [hmpfh] intinya profesi berbau HUKUM [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

mam, ntu si hwan gokil yech, pedenya selangit bow, and ngomongnya ngasal abissss, kocak bagian si hwan and sun hye yg waktu ketemu ama Ny Goo. min chan cembokur yech liat hyungnya akrab ama sun hye apalagi pas denger dari eommanya kalo mereka pacaran hmmm nambah [angry] [angry] [angry] aja ni minchan.

mam, si sunhye emang ada yg mau nyelakain yach, tp untungnya paman chan selalu siap siaga *jadi kangen ama gavin,lol* tp kasian juga tangannya jdi memar [goodgrief]

mami, tengkyu dah di up date , [huglove] [huglove] [huglove] [huglove],next UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL UL  [lovestruck]
agree agree
Update UL... UL... UL... UL... UL... UL... UL... UL... UL... UL...  [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-chapter four, 25 April 2011
« Reply #389 on: April 25, 2011, 03:30:29 am »
gumawo,mami..dh d update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

paman chan i2 mantan pengacara...DAN DIA TIDAK BERSALAH????????? salah apa,mam???tmbh penasaran nih...
"Akhirnya kau .. " Alis Joon Hyun tertarik ke atas, sebagai godaan yang semakin sengit. "Kau memberanikan diri? Ho--berhasil?!! Congratulation, buddy!" ucapnya bertubi-tubi.
kamsudnya berani ngomong kalo benernya Chan cinta ma Sun Hye kan?? whistling whistling #sotoy
bang hemat aka my silent hero --> Min Chan [lovestruck] [lovestruck]
mam ni ya slh 1alasan yg dimaksud chap kemaren wkt eomma si twins bilang Chan punya masa lalu yg buat dia kaya gitu?? [chin] [chin]
yg ini ga termasuk alasannya, tp akibat dr masa lalu itu [hmpfh] semula minchan orgnya ga kyk gitu, tp setelah masa lalunya yg kelam, sifatnya jd tertutup,, jadinya wlp dia punya perasaan apapun (misalnya terhdp seseorg) tdk mampu tuk diungkapkan,, ngerti ga [biggrin] [biggrin]

secuil 'news' bagi kalian, chan udah menyukai and mencintai sunhye sejak pandangan pertama and cuma joonhyun seorg yg mengetahuinya [lovestruck] [lovestruck] lalu kenapa perasaan itu ga diungkapkan dan akhirnya si ibu malah menikah ama harabojinya sunhye, akan dijelaskan di chp2 selanjutnya [biggrin]

paman chan pasti patah hati...sini paman chan,saya hibur dulu [hug]  [hmpfh]

mam,brarti next chap bakalan terungkap sedikit demi sedikit dong, siapa paman chan sebenarnya (gawat dah gw...dr td yg ditanyain paman chan mulu..abis penasaran sih, sm sosok yg satu ini...bikin  [chin] aja)

mam...jgn lama2 ya,updatenya...makin seru,nih...gumawo lg yah [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

HWAITING [AddEmoticons04262]
kesalahan yg dilimpahkan seseorg kepada minchan akan diceritakan di next chp, jadi sabar ya [biggrin]
iya paman chan patah hati, kasihan [cry] [cry] dan ada peristiwa yg lebih mematahkan semangatnya tp kagak akan gw ceritakan di sini. elu ngikutin aja terus kelanjutan ff ini [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun