Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19347 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #405 on: May 03, 2011, 04:12:20 am »
updatenya ntar pas habis liburan [hmpfh]
biar otak fresh gitu [biggrin]
habis liburan, kapan [what] [what] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #406 on: May 03, 2011, 04:18:55 am »
i'll wait tonight...
min chan,,,, akankah ada yang diketahui??? [hmpfh] [what]

Offline huey

  • Newbie
  • *
  • Posts: 73
  • bogosipta....saranghae...
  • Location: Semarang
    • View Profile
    • Huey is Coming
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #407 on: May 03, 2011, 05:04:03 am »
mami... ntar malem update yaaa....
tak tunggu deh.....
walopun badan pegel2 gila.... [sweat] [sweat]

btw paman chan nape yaA??? [smiley-dance013]
jadi curiga saya... [what] [what]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #408 on: May 03, 2011, 05:25:51 am »
malam ini updatenya? okeeee [ranting]
wah mami sayang bgt ya sama duo kembar, gak sama kayak UL *lirik2 UL yg masih status hiatus* [whip]

AYO SI HWAN TUNJUKAN KEJANTANANMUUUUU (?)   [laughing] [laughing]



mami mami mau tanya mau tanyaaaaaaaaa
ntar si hwan bakal ada adegan lumpu-lumpuran gakK [biggrin]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #409 on: May 03, 2011, 06:23:56 am »
Horeeeeeeeeee mau diupdate #nuggu dipojokan


ADAM COUPLE SELCA

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #410 on: May 03, 2011, 07:02:09 am »
malam ini updatenya? okeeee [ranting]
wah mami sayang bgt ya sama duo kembar, gak sama kayak UL *lirik2 UL yg masih status hiatus* [whip]

AYO SI HWAN TUNJUKAN KEJANTANANMUUUUU (?)   [laughing] [laughing]



mami mami mau tanya mau tanyaaaaaaaaa
ntar si hwan bakal ada adegan lumpu-lumpuran gakK [biggrin]
nggak ade [hmff] [hmff] tah ke depannya [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #411 on: May 03, 2011, 07:11:15 am »
malam ini updatenya? okeeee [ranting]
wah mami sayang bgt ya sama duo kembar, gak sama kayak UL *lirik2 UL yg masih status hiatus* [whip]

AYO SI HWAN TUNJUKAN KEJANTANANMUUUUU (?)   [laughing] [laughing]



mami mami mau tanya mau tanyaaaaaaaaa
ntar si hwan bakal ada adegan lumpu-lumpuran gakK [biggrin]
nggak ade [hmff] [hmff] tah ke depannya [laughing]

yaaaaaaah gak seluuuuu

taun depan? jamuran udah diangkat dong, terus mau ditanam lagi [ranting]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death-sop ilerrrrrr
« Reply #412 on: May 03, 2011, 07:32:05 am »




Sun-Hye berjalan dengan kepala tertunduk. Di depannya, Si-Hwan mendahuluinya dengan jarak yang terpisah agak jauh. Raut pemuda itu mengisyaratkan sejuta tanya. Pembicaraan yang terjadi beberapa saat lalu dengan Joon-Hyun membuatnya berpikir ulang bahwa ternyata banyak yang tidak diketahuinya mengenai dongsengnya, Lee Min-Chan.


*****



Flash back …

“Ya. Setengah tahun yang lalu Chan, begitu juga saya, merupakan pengacara junior di firm ini. Chan sangat terampil dan menjanjikan masa depan yang cemerlang di bidang ini .. “ Begitu Joon-Hyun menegaskan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar secara bersamaan dari mulut Si-Hwan dan Sun-Hye.

“Sungguh?” Mata Sun-Hye melebar semakin bulat. Kenyataan ini masih sangat sulit dipercayainya. Min-Chan yang selama ini dikenalnya sangat pendiam dan terkadang aneh itu, ternyata mantan seorang pengacara cakap? Kalau dipikir-pikir, ini sangat mustahil.

“Ne.” sahut Joon-Hyun. “Kau masih tidak mempercayaiku, Sun Hye-ssi?” tegurnya kemudian, sangat halus. Walaupun begitu,  senyum tipis masih saja tersungging di bibirnya. Sepertinya, dia terlihat menikmati sekali dapat mengoda Sun-Hye.

Ditatap sedemikian rupa oleh pria di depannya, membuat Sun-Hye keki. “Eh—bukan begitu maksudku. Sosoengheyo .. ,” ujarnya, berusaha melepaskan diri dari sergapan mata Joon-Hyun.

Joon-Hyun mengangkat pundaknya. “Tidak apa. Wajar saja jika nona tidak percaya mengingat Chan memang—ya terlihat agak aneh .. “

Tanpa sadar, Sun-Hye mengangguk.

“Sebenarnya .. ,” tiba-tiba Si-hwan menyela pembicaraan mereka setelah berdiam cukup lama. “ … apa yang anda ketahui tentang dongsengku .. ?”

“Dongsengmu?” Joon-Hyun beralih pada Si-Hwan. Untuk sejenak dia terdiam. “ .. banyak .. ,” ujarnya kemudian.

“Misalnya?”

Joon-Hyun menegakan badannya. “Seperti yang kukatakan, .. yang kuketahui tentang dia, mungkin melebihi ommanya .. ,” tukasnya sambil melirik Sun-Hye.

Merasa diperhatikan untuk kesekian kalinya dengan lirikan-lirikan yang tidak biasa, Sun-Hye segera membuang muka.

“Nona tentu tidak mengerti .. ,” lanjut Joon-Hyun seraya menyengir lebar.

Sun-Hye berpaling padanya. “Tidak mengerti apa?” tuntutnya bingung.

Sekali lagi Joon-Hyun mengangkat pundaknya. “Saya tidak akan berkata lebih banyak sebelum yang bersangkutan mengijinkannya .. “

“Maksud anda?” Sun-Hye mengerutkan alisnya. “Paman Chan?”

Joon-Hyun meruncingkan bibir bawah dan sedikit mengangkat pundaknya tidak acuh, untuk kemudian berbalik pada Si-Hwan. “Saya rasa kedatangan anda sekalian berhubungan dengan masalah lain dan bukan Chan, benar kan?”

Si-Hwan dan Sun-Hye saling melempar pandang. Sebentar kemudian, detektif muda itu mengambil keputusan dengan menganggukan kepalanya. “Ne .. “

“Berhubungan dengan Tuan Goo?” selidik Joon-Hyun.

Si-Hwan tersenyum. “Anda sangat pintar, Tuan Ha .. “

Joon-Hyun segera mengibaskan tangannya malu-malu. “Ah—anda berlebihan .. Saya hanya menebaknya dari kehadiran Nona Goo di sini, bersama anda. Semula saya mengira anda Chan, jadi kurasa wajar-wajar saja. Tapi ternyata bukan. Jadi saya rasa, kedatangan anda pasti berhubungan dengan Tuan Goo, harabojinya Nona Goo ini .. ,” jelasnya panjang lebar.

Si-Hwan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, dan memperlihatkan raut menghargai yang sangat dalam terhadap kepiawaian lawan bicaranya itu.

“Tebakan anda sangat jitu .. ,” katanya sambil mengangkat ibu jari kanannya. “Kedatangan kami memang berhubungan dengan Tuan Goo .. “

“O ya? Dalam hal apa?” tanya Joon-Hyun lebih lanjut.

“Ketidakstabilan keputusan Tuan Goo, beberapa bulan sebelum kematiannya .. ,” papar Si-Hwan sambil menatap pria di depannya tajam-tajam.

“Maksud anda .. “ Joon-Hyun terlihat mengelus-ngelus dagunya. “ .. tentang keputusannya memindahkan tugas kebijaksanaan hukumnya pada kami, yang pada akhirnya tidak jadi?” tanyanya yang berubah antusias.

Si-Hwan mengangguk. “Apa anda tahu alasan dibalik semua itu?”

Joon-Hyun terlihat menghela nafas. Lalu dia menghempaskan punggungnya kembali ke sandaran kursi setelah tadi sempat menegang sesaat. “Sayang sekali, tidak. Waktu itu kami—saya dan Chan, sempat heran melihat kedatangannya kemari untuk pertama kalinya. Dia, Tuan Goo, memutuskan memindahkan tugas kepenasehatan hukumnya pada kami. Padahal setahu pihak kami, menurut pengetahuan sesama rekan hukum, Goo Global dan Tuan Goo telah mempercayakan pelaksanaan hukumnya pada Moon & Mine sejak dulu-dulu. Dan keputusannya itu sangat mengherankan mengingat Moon & Mine merupakan perusahaan tua yang sangat berpengaruh dan terjamin cara kerjanya .. “

“Lantas?” tanya Si-Hwan begitu Joon-Hyun menghentikan ceritanya.

“Ya, .. seperti yang kukatakan, itu sangat mengherankan .. ,” jawab Joon-Hyun. “Namun, waktu itu kami tidak terlalu memusingkan masalah itu. Lagipula, kasus tersebut masih jauh dari jangkauan kami yang hanya pengacara junior biasa. Apalagi menurut apa yang kudengar selanjutnya, setelah Tuan Goo sudah memantapkan hati untuk memakai badan pengacara kami, .. sesuatu terjadi. Entah apa itu. Sehingga menyebabkan Tuan Goo membatalkan keputusannya secara sepihak dan itu sangat tiba-tiba. Tuan Kim, majikan kami, sangat marah waktu itu. .. Ya, maklum saja. Tuan Goo merupakan klien terbesar kami .. “

“Hmm—kedengarannya sangat aneh .. “ Si-Hwan mengomentari sambil melempar sebutir coklat pekat ke dalam mulutnya. Lalu dia melirik Sun-Hye. Gadis itu terlihat meringkuk di kursinya dan menyimak dengan seksama perkataan-perkataan Joon-Hyun.

“Apa harabojimu seperti itu?” tanya Si-Hwan pada Sun-Hye.

Sun-Hye tersentak. “Eh—mwo?”

“Sifat harabojimu.” Sahut Si-Hwan. “Apa dia jenis orang yang dengan gampang merubah keputusannya?”

Sun-Hye mengeleng lambat-lambat. “Aniyo .. Haraboji termasuk orang yang sangat tegas terhadap keputusan yang sudah diambilnya. Beliau tidak mudah dipengaruhi .. “

Si-Hwan mengangguk. Lalu dia beralih pada Joon-Hyun. “Hanya itu yang anda ketahui?” tanyanya lebih lanjut.

“Semula memang begitu .. “ Joon-Hyun terlihat ragu-ragu.

“Maksud anda?” Si-Hwan terlihat memicingkan matanya.

“Ada sesuatu .. ,” kata Joon-Hyun pelan. “Saya tidak tahu dan tidak yakin apakah skandal ini berhubungan dengan keputusan yang diambil Tuan Goo atau tidak. Karena peristiwa itu terjadi setelahnya .. “

“Ceritakan padaku!” pinta Si-Hwan cepat.

Joon-Hyun mengangguk. “Terjadi sesuatu dalam badan pengacara kami .. ,” katanya dengan nada yang sangat pelan, seakan takut terdengar orang-orang yang berada dalam café itu. “Sesuatu yang cukup mengemparkan dan berusaha ditutup-tutupi majikan kami. Sebuah data yang sangat penting, berhubungan dengan keamanan negara atau sejenis itu, saya juga tidak begitu jelas, telah hilang. Dan … karena takut dituduh dan dianggap pengkhianat negara, Tuan Kim mengalihkan kesalahan pada orang lain. Malangnya, .. Chan yang dikorbankan. Dia dikambing-hitamkan karena dia lah satu-satunya orang yang diketahui memasuki ruangan tempat dokumen tersebut diletakan untuk terakhir kalinya .. “

“Mwo?” Si-hwan segera menarik kepala ke belakang. Begitu juga Sun-Hye. Raut datarnya selama mengikuti cerita Joon-Hyun hilang seketika.

“Mengapa bisa begitu?” tanya gadis itu sengit.

Joon-Hyun segera menempelkan telunjuknya di bibir. “Ssttt!!” seraya melirik orang-orang yang duduk di sekitar mereka. Setelah yakin tidak ada yang memperhatikan, dia melanjutkan perkataannya kembali. “Jika nona dan tuan ingin mengetahui cerita selanjutnya, harap jangan terlalu ribut .. “

“Ohh—“ Sun-Hye menutup mulutnya. “Miane .. ,” ujarnya menyesal.

“Selanjutnya bagaimana?” selidik Si-Hwan. “Apa karna itu Chan terdepak dari KimJustice?”

Joon-Hyun mengangguk. Tampangnya jadi muram. “Bukan kesalahan Chan.” Katanya pelan. “Sebulan setelah kepergian Chan, saya mendengar desas desus lain. Bahwa yang mencuri dokumen tersebut ternyata Kim Sang Jun, putra dari majikan kami sendiri.”

“Mwo? Bagaimana mungkin?” Sun-Hye membelalakan matanya.

Joon-Hyun mendesah. “Kenyataannya begitu .. “

“Lalu, bagaimana nasib paman Chan?” Sun-Hye terlihat sangat khawatir, .. seolah dia tidak sadar kalau peristiwa itu sudah berlalu.

“Tidak bisa dibalik. Nama Chan sudah diblack-list dari bidang ini .. “

“Oh—“ Sun-Hye menghempaskan tubuhnya ke belakang. Dia merasa capek. Kenyataan ini sungguh dirasanya tidak adil. Bagaimana mungkin? Untuk pertama kalinya, dia merasa kasihan pada Min-Chan, .. bukan lagi perasaan-perasaan dongkol dan benci yang selama ini dirasakannya.

“Kurasa anda tidak perlu terlalu bersedih, nona .. “ Joon-Hyun tersenyum lembut.

“Saya? Sedih?” Sun-Hye menekan dadanya. Benarkah? Tapi mengapa dia harus sedih?

“Itu sudah keputusan Chan .. ,” lanjut Joon-Hyun. “Sebenarnya dia masih punya kesempatan melanjutkan cita-citanya, tapi dia melepas itu. Dia yang memilih jalan lain .. “

“Maksud anda?” tanya Sun-Hye tidak mengerti. “Bukankah kata anda tadi, nama paman Chan sudah diblack-list?”

Di antara pembicaraan itu, Si-Hwan memilih diam dengan menyilangkan tangan di depan dada.

“Memang.” Joon-Hyun mengangguk. “Nama Chan sudah diblack-list. Namun itu tidak menjadi masalah setelah kami mengetahui kenyataan ternyata Tuan Kim tidak mengetahui apa yang dilakukan putranya. Tuduhannya terhadap Chan hanya berdasar pada bukti-bukti yang ada. Dia tidak bermaksud menyudutkan Chan .. “

“Bagus kalau begitu .. ,” sorak Sun-Hye. Tapi begitu mengingat pada akhirnya Min-Chan tetap berhenti dari profesinya, rautnya berubah suram. “Lalu kenapa paman Chan tetap berhenti?”

“Karena .. “ Joon-Hyun tidak jadi meneruskan kata-katanya. Dia terlihat agak kikuk ketika melihat jam tangannya. “Eh—waktu istirahatku sudah selesai.” Katanya seraya berdiri dari kursi. “Maaf saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut .. “ Dia menatap Sun-Hye sebentar, sebelum akhirnya mengangguk pendek. “ …. Jika nona ingin mengetahui lebih lanjut, sebaiknya tanyakan saja langsung ke Chan. Saya rasa, dia lebih berhak untuk itu … “

Joon-Hyun menyeruput sisa-sisa kopinya yang sudah dingin, kemudian melambaikan tangan pada dua orang tamunya. “Sampai ketemu lagi, Tuan Lee dan Nona Goo. Senang berkenalan dengan anda .. Dan sampaikan salamku pada Chan … Jika ada waktu, saya akan mengunjunginya ..“

Sun-Hye dan Si-Hwan mengangguk. Sesaat kemudian, Joon-Hyun sudah berlalu dari hadapan mereka.

End of flash back …


*******



“Eh—“

Panggilan Sun-Hye menghentikan langkah Si-Hwan.

Pemuda itu menoleh dengan alis dinaikan. “Mwo?” tanyanya, .. terlihat agak kesal telah dibuyarkan dari lamunan yang berkepanjangan.

Sun-Hye mempercepat lajunya hingga menyamai posisi Si-Hwan. Nafasnya agak tersenggal ketika sampai di samping pemuda itu.

“Kau … sungguh-sungguh tidak tahu menahu mengenai paman Chan .. ?”

Alis Si-Hwan berkerut. “Maksudmu?”

“Kedatanganmu ke sini, benar tidak ada hubungannya dengan dia?” selidik Sun-Hye lebih lanjut.

“Apa itu perlu ditanyakan?” balas Si-Hwan tajam.

Setelah itu langkahnya digerakan kembali. Sun-Hye memanjangkan bibirnya. Agak tergesa-gesa dia segera mengejar Si-Hwan.

“Itu bukan jawaban .. “

“Kau ini berisik sekali!” damprat Si-Hwan, .. yang membuat gadis itu langsung membujur kaku. Mata bulatnya membelalak. Dia tidak menyangka pertanyaan sesimple itu, akan mendapat balasan sesengit ini.

Menyadari kesalahannya, Si-Hwan berdehem pelan membersihkan tenggorokannya. “Ehm--bukan maksudku bersikap kasar, tapi aku .. sedang berpikir. Masalah ini terlalu rumit .. “

“Ya—aku tahu .. ,” kata Sun-Hye memahami. Sesaat kemudian, dia tidak bersuara lagi. Disejajarinya langkah Si-Hwan dengan susah payah, sampai pemuda itu mengeluarkan suara kembali.

“Aku sungguh tidak tahu apa-apa mengenai Chan. Kedatanganku ke sini juga tidak berhubungan dengannya.” Kata Si-Hwan dengan nada yang lebih halus. “Informanku mengabari kalau Tuan Goo, harabojimu, pernah kemari buat urusan hukumnya. Karna ada sesuatu yang ganjil dari niat itu, maka kuputuskan untuk mengorek keterangan lebih lanjut dari pihak yang lebih tahu. Dan kebetulan aku mendapat rekomendasi buat mewawancarai Tuan Ha Joon Hyun. Dia merupakan satu-satunya pengacara yang terkenal royal dan bisa dipercaya dari KimJustice. Tapi tidak disangka, .. ternyata dia mengenal Chan .. “ Sampai di sini, sang detektif muda itu tersenyum kecut.

“O—“ Sun-Hye mengangguk-angguk mengerti. Ternyata itu masalahnya sehingga pemuda ini begitu dongkol tadi. Jadi dia sungguh-sungguh tidak tahu menahu tentang paman Chan-nya. “Sosoengheyo .. ,” ucap Sun-Hye lirih.

Si-Hwan tertawa. Tawa lebar yang membuat Sun-Hye menyadari bahwa dia dan Min-Chan sangat berbeda. Pemuda ini sangat ceria dan mudah melupakan kekesalannya. Berbeda dengan Min-Chan yang sepanjang hari selalu terlihat bermuram durja. Tapi kalau dipikir-pikir, tidak mengherankan mengingat kehidupan Min-Chan yang mungkin jauh lebih keras dari kehidupan saudara kembarnya yang satu ini.

“Saya tidak menyalahkanmu .. ,” ujar Si-Hwan. “Kasus ini terlalu banyak aspek tak terduganya. Seperti, … “ Mendadak cengiran menghias sudut bibirnya. “ … saya tidak menyangka harus mengaku sebagai pacarmu buat melancarkan penyelidikan kita .. “

“Yaa—“ Mata Sun-Hye terbelalak lebar.

“Ha … ha .. hanya bercanda .. ,” gelak pemuda itu.

“Kau—“ Sun-Hye membulatkan matanya yang sudah sangat bundar. “Bisakah yang serius sedikit--?”

Si-Hwan mengangkat pundaknya. “Tentu saja. Kau ingin aku seserius apa?” godanya.

Sun-Hye mendesah. “Lupakan saja—“

“Kenapa?” Si-Hwan berlagak tak mengerti. Dengan cengiran masih tersungging di bibir, dia mengejar Sun-Hye yang sudah berjalan dengan setengah berlari menjauhinya. “Kau marah?” tanya Si-Hwan sambil menjulurkan leher ke depan, menghalangi langkah Sun-Hye.

Sun-Hye memalingkan wajahnya. “Tidak!”

“Ya—kau marah .. “ Si-Hwan memastikan.

“Kau sungguh-sungguh menyebalkan!” omel Sun-Hye.

“Nah—benar kan kau marah .. ,” ulang Si-Hwan.

“Berhentilah mengatakan itu!” dengus Sun-Hye.

“Okay—“ Si-Hwan mengangkat tangannya. “Whatever for you, my dear—“

#Gubrakk, .. Sun-Hye hampir terpelanting jatuh.

“MWO?” Matanya membulat. “Siapa yang your dear!!”

“Kau—“ sahut Si-Hwan cuek. “Siapa lagi—“

“Hey—Lee Si-Hwan! Sekali lagi kau mengatakan itu, persetan kau detektif yang sedang membantu penyelidikanku atau bukan, akan ku .. ku .. “

“Kau apakan?” Si-Hwan berpaling cepat. Mata jernih itu bersinar-sinar nakal.

“Ku .. ku .. “ Sun-Hye menelan ludahnya. Untuk menghadapi pria blak-blakan seperti Si-Hwan ternyata tidak gampang—huh— “Jangan bicara sembarangan di depan orang .. ,” akhirnya kata peringatan itu yang terlontar dari bibirnya.

Si-Hwan tergelak. “Kita lihat saja nantinya .. ,” jawabnya sembari mendahului Sun-Hye bergerak dari situ.

“Yaa!!” teriak Sun-Hye, … tergesa-gesa dia mengejar sosok jangkung di depannya. “Awas kalau kau lebih keterlaluan lagi .. ,” gerutunya lemas.

Sekalipun dia mengeluarkan ancaman tersebut, dia tidak yakin akan berguna. Mengingat pemuda yang dikenalnya tidak begitu lama ini tingkah lakunya sangat aneh dan sukar ditebak, rasa-rasanya dia tidak mungkin berharap banyak.


******



Sun-Hye memasuki Goo’s Mansion dengan bibir cemberut. Dengan alasan masih ada keperluan lain, Si-Hwan meninggalkannya begitu saja di depan gedung KimJustice buat pulang sendiri beberapa puluh menit lalu. Dan ini sangat sangat menyebalkan mengingat dia harus berdesakan dengan para penumpang bis lain kemudian, dan bermandi keringat tidak perlu karna AC bis yang rusak.

“Agashi sudah pulang?” tanya Hae begitu melihat kehadirannya di ruang depan.

“Masih perlu kau tanyakan?” balas Sun-Hye dongkol.

“Oh—miane .. ,” ucap Hae takut-takut. Segera saja dia mendekati Sun-Hye. “Adakah yang agashi perlukan?”

“Siapkan air buat ku.” Jawab Sun-Hye sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa. “Aku pingin mandi .. “

“Ne, agashi .. “ Hae membungkuk hormat. Lalu dia mohon diri. Sekitar tujuh menit kemudian dia kembali lagi dengan nampan berisi segelas air dingin. Diletakannya gelas tersebut di depan Sun-Hye. “Air dingin, agashi. Diminum dulu biar lebih lega .. “

“Gumawo .. ,” ucap Sun-Hye seraya mengibaskan tangannya.

Hae mengangguk. Sesaat kemudian dia keluar dari ruangan itu buat menyiapkan air mandi bagi Sun-Hye.

“Tidak ada lagi yang kuperlukan, Hae .. ,” kata Sun-Hye begitu mendengar detak detuk alas sepatu mendekatinya.

“Kau sudah pulang, sayang .. “ Terdengar nada suara yang lain. “Bagaimana kencannya?”

Tubuh Sun-Hye menegak, .. matanya terbuka. Dengan cepat dia menoleh kearah pintu. “Halmonie .. ,” desisnya halus.

Nyonya Goo tersenyum. “Kau kelihatan lelah sekali. Apa yang telah kalian lakukan? Hwan tidak keterlaluan kan?”

Sun-Hye menjadi gugup. “Ti .. tidak .. ,” jawabnya serba salah. Untuk berbohong, dia tidak biasa. Apalagi jika harus membohongi wanita selembut Nyonya Goo.

“O—syukurlah .. “ Nyonya Goo tersenyum, sembari menjatuhkan dirinya di sebelah Sun-Hye. “Hwan sudah terpisah dari halmonie sejak bayi, jadi bagaimana wataknya halmonie tidak begitu tahu .. Mudah-mudahan dia tidak mendatangkan kesulitan bagimu .. “

Sun-Hye tersenyum kecut. “Tentu saja tidak ... " Dia berdusta.

Wanita tengah baya itu mengangguk. "Kau tahu--halmonie sangat senang begitu mendengar kalian pacaran .. ," ucapnya dengan wajah berseri-seri.

Sun-Hye menanggapinya dengan cengiran terpaksa. Perasaan bersalah dan berdosa makin menghinggapinya sehingga dia merasa perlu untuk mengalihkan perhatian ke hal lain, sebelum nafasnya benar-benar sesak.

Saat itu, Min-Chan memasuki ruang tamu dengan tangan kiri terselip di saku celana. Sedangkan tangan yang satunya lagi masih tergendong di depan dada. Langkah pemuda jangkung itu tersendat di ambang pintu begitu melihat dua wanita yang dikenalnya juga berada dalam ruangan yang sama. Dia terlihat ragu-ragu dan pandangannya berpindah dari Nyonya Goo ke Sun-Hye, begitu sebaliknya.

"O, Chan-a .. ," panggil Nyonya Goo begitu melihat Min-Chan.

Min-Chan menanggapi dengan anggukan pendek. Dia masih berdiri di posisi semula selama beberapa lama, .. kelihatan tidak tahu mesti bertindak bagaimana, .. apakah memasuki ruangan ataukah menyingkir dari situ.

Sebaliknya, kehadiran Min-Chan menghadirkan inspirasi mendadak bagi Sun-Hye untuk melepaskan diri dari gencaran-gencaran Nyonya Goo. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikirannya apa yang akan dilakukannya setelah kelulusan nanti. Tekadnya sudah benar-benar bulat sekarang.

"Eh--halmonie .. "

Nyonya Goo berpaling padanya. "Ne .. " Dia tersenyum. "Ada yang ingin kau bicarakan? Mengenai Hwan?"

Mendengar nama 'Hwan' disebut, badan Min-Chan membujur sedikit, .. namun tidak terlihat oleh dua wanita yang sedang bercakap-cakap di dalam ruangan itu. Min-Chan mengambil keputusan untuk tidak meninggalkan ruang tamu tersebut. Sambil menjatuhkan pandangan ke lantai, dia menyandarkan punggungnya di daun pintu.

Sun-Hye mengeleng dengan cepat. "Anhi!!"

"Oh--" Nyonya Goo terlihat agak kecewa. "Lalu apa yang ingin kau katakan?"

"Mengenai masa depanku .. ," ujar Sun-Hye setelah memantapkan hatinya.

"O--apa itu?" Nyonya Goo menegakan badan, terlihat mulai tertarik.

"Seperti yang pernah saya katakan pada halmonie. Keputusan saya adalah .. , saya akan meneruskan kuliah di bidang hukum .. "

Min-Chan yang saat itu sedang menyepak-nyepak lantai langsung menghentikan gerakannya. Dia berpaling dengan cepat. Alisnya berkenyit perlahan.

"Hukum?" Untuk kedua kalinya begitu mendengar kata 'hukum' terlontar dari mulut Sun-Hye, Nyonya Goo memiringkan kepalanya keheranan. "Aneh sekali ... " Sontak wanita itu berpaling pada Min-Chan. Yang ditatap, masih saja terdiam di posisi semula. Alis tebal itu berkerut semakin dalam. Dia mengeleng perlahan, sebagai jawaban bagi ommanya bahwa dia tidak tahu. Lalu Nyonya Goo berbalik kembali pada Sun-Hye. "Lalu, bagaimana dengan perusahaan harabojimu? Akan kau biarkan begitu saja?"

Sun-Hye menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa. "Entahlah. Belum kepikiran olehku. Mungkin .. " Dia terlihat berpikir. " ... untuk sementara, .. akan kuserahkan dulu pada paman Chan .. " Sun-Hye menatap Min-Chan. "Paman Chan mau mengurusnya untuk ku, kan?" tukasnya penuh harap.

Min-Chan memperbaiki posisinya. Cara berdirinya yang tadi agak malas-malasan, menjadi tegak kini. Dia tidak segera membalas pertanyaan Sun-Hye. Tatapan mereka bertemu dalam kebisuan sebelum Min-Chan akhinya mengeluarkan suaranya.

"Saya sudah berjanji. Selama tiga tahun ke depan, Goo Global menjadi tanggungjawabku .. "

Sun-Hye mengangguk puas. "Gumawo, paman Chan ... "

Beberapa detik kemudian, Hae memasuki ruangan. Pelayan mungil itu memberi salam pada Nyonya Goo dan Min-Chan untuk kemudian memberitahu Sun-Hye kalau air mandi yang mintanya sudah siap.

Sun-Hye memberi isyarat padanya agar meninggalkan ruangan itu, ... dan dia akan ke sana beberapa menit lagi. Hae mengangguk lalu meninggalkan ruangan itu. Sun-Hye berdiri dari duduknya.

"Saya permisi, halmonie, dan juga paman Chan .. " Sun-Hye membungkuk pendek. "Saya akan bergabung kembali buat makan malam. Anyongheseyo .. "

"Anyong .. ," balas Nyonya Goo. Sedangkan Min-Chan masih berdiri kaku di tempatnya.

Sepeninggal Sun-Hye, Nyonya Goo langsung menarik lengan Min-Chan. "Kau dengar itu--" katanya dengan nada ditinggikan.

"Wee?" Alis Min-Chan berkerut.

"Cita-cita Sun-Hye?" tukas ommanya.

Min-Chan mengangguk. "Lalu?" tanyanya lebih lanjut.

"Kenapa dia begitu mirip denganmu?" ujar Nyonya Goo lirih, dan juga heran. "Omma masih ingat bagaimana kau mengatakan ingin melanjutkan kuliah di bidang hukum begitu lulus sekolah menengah dulu. Saat itu omma sangat heran, .. dan tidak percaya kau dapat melakukannya ... Tapi buktinya, kau benar-benar mewujudkan impian itu walaupun ... yah--" Nyonya Goo menghentikan perkataannya begitu Min-Chan menatapnya dengan pandangan menegur. Dengan segera, wanita itu memutar pembicaraan ke arah lain. " .. dan sekarang, Sun-Hye seakan memutar adegan itu kembali .. Dia ingin menjadi seorang pengacara, sepertimu, Chan-a .. "

"Cukup, omma!" tukas Min-Chan seraya bergerak dari posisinya. "Masalah itu tidak perlu diungkit kembali .. "

"Tapi, Chan-a .. " Nyonya Goo bermaksud membantah, namun Min-Chan segera mengangkat tangan.

"Apapun keputusan Sun-Hye, tidak ada urusannya denganku .. ," ucap pemuda tanpa ekspresi itu. "Yang menjadi tugasku sekarang, hanya menjaga Goo Global sampai dia cukup umur buat menanganinya ... " Setelah mengatakan itu, Min-Chan memutar tubuh dan pergi dari ruangan itu.

"Chan-a!!" panggil Nyonya Goo. "Bagaimana dengan tanganmu?!!"

"Tidak apa!" Suara datar Min-Chan mengelegar dari lorong luar.


******** 

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
wah update... baca dulu ah

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
kentang  [ranting] tp thq udah update [hug]

siapa Kim Sang Jun? jangan2 dia ada hubungan sama cewek yg tinggal di rumah sunhye *lupa namanya*
ayo mam, banyakin momen si hwan-sunhye doong [clap]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
baca chap ini eke mkin cinta ama sihwan [lovestruck] [lovestruck]
sifatnya yg aneh dan sukar ditebak itu lho yg buat menarik [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
emg dasar jodoh si sun hye ama min chan, sama2 pingin kuliah di bidang hukum. oya mi klo ntar si sun hye ama chan nikah. sihwan buat aku aje yeeee, eman klo gada yg mau [hmpfh] kn lumayan, uda gntg, tinggi, rambut berjambul [?] dan sukar ditebak [laughing]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
sihwan buat aku aje yeeee, eman klo gada yg mau [hmpfh] kn lumayan, uda gntg, tinggi, rambut berjambul [?] dan sukar ditebak [laughing]
dikira sihwan ayam punya jambul  [ranting]
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
sihwan buat aku aje yeeee, eman klo gada yg mau [hmpfh] kn lumayan, uda gntg, tinggi, rambut berjambul [?] dan sukar ditebak [laughing]
dikira sihwan ayam punya jambul  [ranting]
maksud si asin rambut berjambul ala jinho PT [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kentang  [ranting] tp thq udah update [hug]

siapa Kim Sang Jun? jangan2 dia ada hubungan sama cewek yg tinggal di rumah sunhye *lupa namanya*
ayo mam, banyakin momen si hwan-sunhye doong [clap]
kim sang jun cuma dibahas segitu doang [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Ane demen kalo udin part hwan sunhye ada aja yg diributin kocak couple yg atu emang dasarnya detektip sableng ye dikit2 kumat jailnye hmpf

Minchan gt denger eommanya nyebut hwan ke sunhye kek pengen nguping ekekek secara ga langsung jeles ye ke hwan


ADAM COUPLE SELCA