Poll

tolong vote buat polling di bawah ini! kira-kira hubungan sun-hye mau dikemanain? hehe

dipasangkan ama si-hwan
6 (16.7%)
dipasangkan ama min-chan
27 (75%)
tetep ama geun-suk
0 (0%)
ribet. sendirian aja deh
3 (8.3%)

Total Members Voted: 31

Author Topic: The Sounds of death--CHAPTER 10--8/4/12  (Read 19544 times)

iiuuu

  • Guest
maaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii kemana kemana kemana???????*ayu ting ting mode on.....
mami kemana aja??????? helllooooo mamiiii yang ini gimana nasibnyaaaa....... xixixixixixixixixxiixixixixixixixixixixixixixi [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
PAMAN CHAAAAAN..........
yaa ampun nih FF juga lama bneeeeer..........  [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247] [AddEmoticons04247]



kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 Emoticons0427 [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04228] [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04254] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04232] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04240] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04242] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04243] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] [AddEmoticons04233] Emoticons0430 Emoticons0430 Emoticons0430 Emoticons0430 Emoticons0430 [AddEmoticons04252] [AddEmoticons04252] [AddEmoticons04252] [AddEmoticons04252] Emoticons0428 Emoticons0428 Emoticons0428 Emoticons0428 Emoticons0428 [AddEmoticons04215] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217] [AddEmoticons04217]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Spoilerrrrrr!!!



“Terimakasih buat coklatnya. Saya rasa, … untuk saat ini, saya butuh sesuatu yang lebih, buat mengisi perut .. ,” kata Si-Hwan sambil mulai melangkahkan kakinya.

“Hoy!!” seru Sun-Hye. Tangan kanannya diangkat tinggi-tinggi. “Kau … tidak mau menceritakan padaku?!! Aku bisa kau jadikan tempat pencurahan perasaan jika kau tak keberatan?!! HOYYY!!!”

Si-Hwan menghentikan gerak kakinya. Dia tersenyum dari posisinya yang membelakangi Sun-Hye, namun demikian, dia tidak berpaling, ataupun berbalik ketika menjawab. “Terimakasih buat perhatianmu, tapi … kurasa, masalah ini tidak berhubungan dengan kasus yang kita tangani, jadi jauh lebih baik … kau tidak tahu … “ Si-Hwan mengerakkan kakinya kembali, menjurus ke jalan setapak yang memutar ke halaman depan.



“Kau lihat … akibat dari yang kau lakukan? .. Jika saja kau tidak muncul, mungkin segalanya akan lebih baik .. “

Si-Hwan mendongak, melebarkan matanya dan menoleh cepat pada Min-Chan. Dia membuka mulut, ingin mengatakan sesuatu, … tapi terlambat, Min-Chan sudah berlalu dari sisinya.

Alis Si-Hwan berkenyit perlahan. ”Apa maksud perkataan Min-Chan?”




Selama beberapa saat, tidak ada yang mengeluarkan suara. Ruang tunggu itu menjadi hening setelah agak gempar oleh suara Sun-Hye.

“Tuan Ha … “ Sun-Hye berkata pelan. “Aku mengetahui sesuatu.. “

Joon-Hyun menaikkan alisnya. “Ya?” tanyanya agak tegang. Entah kenapa, dia merasa kabar yang didapat Sun-Hye akan menyudutkan keberadaan Min-Chan, sahabat kentalnya.


 [biggrin] [biggrin] [biggrin]
« Last Edit: January 14, 2012, 11:26:06 am by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline vhia_minsuners

  • Full
  • ***
  • Posts: 411
  • saranghae MinSun.... saranghae Joondi...
    • View Profile
Re: The Sounds of death--ILER DOANG
« Reply #649 on: January 14, 2012, 07:53:21 pm »
yaaah... akhirnya ilernya keluar....
gumawo mi,,, secepatnye ye chap longnya....


kissing you baby... muaaaccchhh ^^

Offline Imahminsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 544
  • sweet momen's minsun
  • Location: seoul
    • View Profile
Re: The Sounds of death--ILER DOANG
« Reply #650 on: January 14, 2012, 08:40:46 pm »
WALAU pun ileeer  [bored] tapi.. tetap senang bakalan ada update  [AddEmoticons04231] tree day kira" itu kapan juga ya  whistling whistling

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
Re: The Sounds of death--ILER DOANG
« Reply #651 on: January 15, 2012, 07:01:23 am »
owh maksudnya yang ini?? baru liat [hmpfh]..mudah2an minchan gak disudutkan [goodgrief] [goodgrief]..Update dong setelah itu yang hot di tret bawah [bav] [bav].

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--ILER DOANG
« Reply #652 on: January 15, 2012, 07:16:28 am »
owh maksudnya yang ini?? baru liat [hmpfh]..mudah2an minchan gak disudutkan [goodgrief] [goodgrief]..Update dong setelah itu yang hot di tret bawah [bav] [bav].
BUKANNNNNN!!! mksd gw ff I see the light,, gmn sih elu [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--ILER DOANG
« Reply #653 on: January 15, 2012, 10:39:50 am »





Tiga bulan yang lalu …

Pria tengah baya itu berdiri untuk beberapa menit di depan pintu kamarnya. Dia terlihat gelisah, .. menoleh ke kanan dan kiri hanya untuk memastikan apa yang tepat untuk dilakukannya. Pundak tua itu bergerak naik turun, semakin bingung dengan keputusan yang ‘akan’ dan ‘mesti’ dilakukannya kemudian. Orang tua itu … seperti mengetahui ‘sesuatu’. Atau lebih tepatnya—dia, … mencurigai … sebuah permainan sedang direncanakan di belakangnya.
 
Untuk sejenak, pria tua itu bergerak sedikit, meluruskan pandangannya kearah anak tangga yang berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri. Sinar lampu yang temaram menjatuhkan bayangannya yang sedikit bungkuk memanjang ke lantai yang dilapisi karpet bulu. Dia berusaha membuang jauh-jauh perasaan khawatirnya. Tapi tidak bisa. Bahkan … perasaan itu makin mendekat ke tahap gelisah yang menjurus ke arah … ‘ketakutan’ yang mencekam.

Seperti bayang-bayang, … dengan bantuan cahaya lampu kecil yang menempel di dinding, pria itu keluar menyelinap di sepanjang lorong pendek yang mengarah ke lantai bawah. Dia berjalan menuju anak tangga dengan langkah pelan yang agak diseret. Dia merasa lelah, …. dan tubuh tuanya seakan tidak bisa diajak kompromi untuk berpikir lebih jauh. Dia .. terlihat_lebih tua dari usianya yang sebenarnya.

Sampai di ujung lorong, pria renta itu mengulurkan tangannya—menyentuh pegangan yang terdapat di sisi tangga. Dia bermaksud menapakkan kaki di anak tangga ketika secara tiba-tiba sebuah kecurigaan melintas di pikirannya. Alisnya berkenyit.

“Benarkah …itu yang terjadi… ?” Bibir yang sudah keriput itu bergetar.

Dia menghela nafas berat … mengeleng dengan sekujur tubuh yang terasa lelah. Tangannya mencengkram pinggir tangga erat-erat. Haruskah aku mengambil tindakan sebelum semuanya terlambat? Dia mendesis halus, … seolah bertanya pada diri sendiri.



*******



Tubuh tuanya terasa lemah dan tak bertenaga, … nafasnya terasa sesak setelah meminum kopi yang ‘seperti biasa’ telah tersedia di atas meja.

Tangan keriput itu menekan dada, … dia bergerak, bermaksud mengambil sesuatu untuk diminum buat menghilangkan rasa yang mencekik lehernya. Namun yang disentuhnya_hanya angin kosong. Lalu terlihat olehnya … botol berisi tonik yang biasa dikonsumsinya tiap pagi, … tergeletak di dekat cangkir kopi yang telah dihabiskannya beberapa menit lalu. Dalam keadaan yang kritis itu, … Tuan Goo tua_seolah … menyadari ‘sesuatu’, …. Ada yang tidak beres dengan kopi yang diminumnya?

Namun, semua sudah terlambat … seiring dengan terkulai lemasnya sepasang tangan tua itu di kedua sisi ranjang.


*******



Si-Hwan duduk di taman dengan kepala tertunduk. Tatapannya menyapu daun-daun kering yang berserakan di dekat kakinya. Alis tebal miliknya berkenyit sangat dalam ketika menyepak tumpukan daun kering dengan ujung sepatu.

“Untuk kedua kalinya aku melihatmu menyendiri seperti itu?!”

Seruan lantang tersebut membuat Si-Hwan mengangkat kepalanya.

“Kau .. ?” Si-Hwan melirik datar Sun-Hye yang berjalan menghampiri dengan dua gelas kertas berlabel ‘starbucks’ tergenggam di tangan. “Jangan kasi itu ke aku lagi!!” larang Si-Hwan segera. Sambil menunjuk ngeri gelas di tangan Sun-Hye, Sebelum gadis itu benar-benar menyodorkan gelas tersebut kepadanya. “I hate coffee, you know that?”

Bukannya mendengar, Sun-Hye malah menyorongkan gelas di tangannya. Kemudian mengoyang-goyangkannya. “Cih!!” Sun-Hye mencibir sambil tersenyum mengejek. “Kau ini sok tahu. Ini coklat, tahu? Not coffee!” Kemudian, dia mengangkat gelas yang satunya lagi. “Ini baru coffee. Kesukaanku .. “ Sun-Hye menyengir lalu menyeruput kopinya dengan nikmat.

Si-Hwan melirik takut-takut gelas yang disodorkan Sun-Hye. Dengan kepercayaan yang masih setengah-setengah, dia menerima gelas tersebut. Menyeruputnya dengan ekspresi seperti mencoba. Dia tersenyum lebar begitu merasakan aroma coklat memenuhi mulut dan kemudian_membasahi kerongkongannya.

“Thanks!” Si-Hwan mengangkat gelas di tangannya kearah Sun-Hye. “Ini baru seleraku .. “

Sun-Hye mengangkat bahu dan menghirup kopinya kembali. Beberapa menit_mereka tidak mengeluarkan suara, … hanya menikmati keindahan pemandangan pagi itu sambil menyeruput minuman kesukaan masing-masing. Sangat kentara mengingat ‘yang satu’ suka sesuatu yang ‘manis’, sedangkan ‘yang lain’ mencintai rasa ‘pahit’.

Beberapa pasang kupu-kupu nampak terbang mengitari bunga-bunga di taman, .. sementara … matahari beranjak semakin tinggi.

“Masalah kemarin sore …. , masih memusingkanmu .. ?” Terdengar Sun-Hye bertanya pelan-pelan.

Tanpa melirik Si-Hwan yang duduk di sebelahnya, … pandangan Sun-Hye yang rada redup mengapai air mancur kecil yang beriak-riak ceria beberapa meter di depannya, .. memberi sedikit kehidupan di taman belakang yang terasa sunyi tersebut. Tiba-tiba saja, … Sun-Hye merasakan kerinduan pada harabojinya.

Si-Hwan tidak bergeming ditanya seperti itu. Dia tidak memberi jawaban, atau tepatnya … dia memang tidak bermaksud untuk menjawab. Si-Hwan meletakkan gelas yang sudah kosong ke bangku taman, lalu beranjak bangun dari posisinya.

“Terimakasih buat coklatnya. Saya rasa, … untuk saat ini, saya butuh sesuatu yang lebih, buat mengisi perut .. ,” kata Si-Hwan sambil mulai melangkahkan kakinya.

“Hoy!!” seru Sun-Hye. Tangan kanannya diangkat tinggi-tinggi. “Kau … tidak mau menceritakan padaku?!! Aku bisa kau jadikan tempat pencurahan perasaan jika kau tak keberatan?!! HOYYY!!!”

Si-Hwan menghentikan gerak kakinya. Dia tersenyum dari posisinya yang membelakangi Sun-Hye, namun demikian, dia tidak berpaling, ataupun berbalik ketika menjawab. “Terimakasih buat perhatianmu, tapi … kurasa, masalah ini tidak berhubungan dengan kasus yang kita tangani, jadi jauh lebih baik … kau tidak tahu … “ Si-Hwan mengerakkan kakinya kembali, menjurus ke jalan setapak yang memutar ke halaman depan.

“TAPI .. “ Sun-Hye berteriak, “ .. aku sudah menganggapmu sebagai … sahabat … ,” suaranya memelan ketika melanjutkan.

Sun-Hye mengerucutkan bibirnya, mengayunkan tangan dengan kesal. “Selalu begitu!! Seenaknya saja!!”

Sun-Hye mengerakkan kaki, menyepak keras tumpukan daun kering hingga berserakan kemana-mana. Sambil memberungut dan komat-kamit menyumpahi Si-Hwan yang sudah menghilang, … dia berlari ke dalam rumah.

“Jangan berharap aku akan perduli lagi padamu!! Persetan! Anggapanmu benar, kau hanya orang yang disewa!! Tidak ada gunanya mengetahui apa-apa tentangmu!!”

BAMMM!! Pintu belakang dihempaskan Sun-Hye keras-keras.


******



“Om …. ma …. “ Bibir Si-Hwan mendesis halus ketika berpapasan dengan Nyonya Goo di teras depan. Setelah memastikan, bahwa tidak ada seorangpun yang memperhatikan mereka.

Tubuh Nyonya Goo membujur kaku, .. wajahnya yang berseri ketika berbincang-bincang dengan Min-Chan yang berjalan di sebelah sambil mengangguk-anggukan kepala, menjadi datar seketika. Paras yang masih cantik itu mengeras. Nyonya Goo menghentikan langkah di depan Si-Hwan, dengan jarak yang cukup jauh. Begitupun Min-Chan, yang melihat perubahan pada diri ibunya, ikut menghentikan gerak kakinya dan memandang ke depan. Melihat Si-Hwan, sikapnya yang sudah kaku, .. menjadi semakin kaku.

Dengan langkah pelan yang agak tersendat-sendat, Si-Hwan mendekati Nyonya Goo dan Min-Chan.

“Omma … ,” ucap Si-Hwan ragu-ragu, .. karna mungkin, dia tahu reaksi yang akan didapatnya dari wanita ini. “ …. Bisa kita … bicara sebentar … “

“Tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu!” tandas Nyonya Goo sinis.

“Ada yang ingin .. kujelaskan pada omma … “ Si-Hwan tidak menyerah begitu saja. Dia menatap ommanya penuh harap. “ … tidak seperti yang omma kira … “

“Sudah kubilang,” putus Nyonya Goo dengan suaranya yang melengking tinggi, “tidak ada yang ingin kubicarakan denganmu!! Begitu juga_mendengar alasanmu yang memuakkan itu! Kau sama saja dengan abojimu, begitu juga dengan keluarganya yang sok berkuasa, sok ningrat itu!! Kumpulan orang-orang munafik!!”

Nyonya Goo berpaling pada Min-Chan yang sedari tadi hanya memperhatikan perdebatan di antara mereka, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“Kita pergi dari sini, Chan-a! Dan ingat, jangan bergaul terlalu banyak dengan orang ini, meski dia hyung mu sendiri!” Nyonya Goo menatap Si-Hwan dengan ekspresi yang tak tertafsirkan. Antara jijik, dan penyesalan yang mendalam. “Seharusnya omma tahu, kau bukan bagian dari kami. Kau—anak yang dibesarkan di lingkungan Lee yang ‘Maha Tinggi’, …dan tetap, kau akan berpihak pada lingkungan dimana kau dibesarkan …. “

Nyonya Goo berjalan dengan pandangan mengarah lurus ke depan. Dia tidak memandang Si-Hwan lagi. Kakinya bergerak mantap, … semakin mendekati Si-Hwan. Pundak menyentuh pundak, .. lalu melewatinya begitu saja.

Min-Chan yang berjalan di belakang Nyonya Goo melirik Si-Hwan sepintas, .. lalu pandangannya menyapu punggung ommanya yang bergerak halus dengan sinar mata redup. Min-Chan sampai di samping Si-Hwan, .. dia berhenti, lalu mengatakan sesuatu dengan nada rendah, yang mungkin .. hanya terdengar oleh Si-Hwan.

“Kau lihat … akibat dari yang kau lakukan? .. Jika saja kau tidak muncul, mungkin segalanya akan lebih baik .. “

Si-Hwan mendongak, melebarkan matanya dan menoleh cepat pada Min-Chan. Dia membuka mulut, ingin mengatakan sesuatu, … tapi terlambat, Min-Chan sudah berlalu dari sisinya.

Alis Si-Hwan berkenyit perlahan. ”Apa maksud perkataan Min-Chan?”


*******



Joon-Hyun agak terkejut mendapati siapa yang ingin bertemu dengannya siang itu. Langkahnya terhenti,_tepat di depan pintu ruang tunggu kantor pengacara, tempatnya bekerja.

“Sun Hye-ssi?”

Sun-Hye mengangkat wajah dari majalah yang sedang dibacanya. Dia tersenyum, begitu melihat orang yang ditunggunya sudah berdiri di depan pintu.

“Tuan Ha .. “ Sun-Hye mengangguk pendek. “Anda masih ingat saya rupanya .. “

Joon-Hyun terkekeh kecil. Dia berjalan masuk ke ruangan kemudian mengambil tempat, duduk di kursi di depan Sun-Hye. “Tentu saja, kau kan .. “ Perkataan Joon-Hyun terputus, begitu menyadari_semua tidak pada tempatnya.

“Ya?” Sun-Hye menaikkan alisnya, .. menunggu kelanjutan dari perkataan Joon-Hyun.

Namun Joon-Hyun hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa. Nona mencariku, ada masalah?”

Sun-Hye menatap lekat Joon-Hyun. Masih menunggu jawaban darinya. Tapi setelah beberapa menit berlalu, .. dan Joon-Hyun belum jua bersuara, dia tahu … pria di depannya tidak berniat melanjutkan perkataannya yang terputus tadi. Sun-Hye menutup majalah di tangannya, dan memasukkannya ke dalam tas.

“Ada yang ingin kutanyakan pada tuan … “ Sun-Hye akhirnya berkata, dan menghela nafasnya.

“Mendesak?”

Sun-Hye mengangguk. “Ada yang menganggu pikiranku .. “

“Ya?” Joon-Hyun memicingkan mata dan mengangguk kecil pada seorang wanita tua yang saat ini sedang meletakkan dua cangkir teh di atas meja di depan mereka. “Thanks, Jeon ahjuma .. “

Wanita yang dipanggil Jeon ahjuma tersenyum dan mengangguk kecil. Dia kemudian mengundurkan diri dengan teratur.

“Apa yang ingin nona ketahui?” tanya Joon-Hyun sambil mengangkat cangkir dan menyeruput tehnya.

Sun-Hye tidak segera bersuara. Bukan dia tidak ingin segera menanyakannya, .. hanya saja … dia tidak tahu bagaimana memulainya.

“Sun Hye-ssi?”

“Eh?!”

Teguran halus dari Joon-Hyun berhasil menyadarkan Sun-Hye dari ketermenungannya.

Joon-Hyun tersenyum lembut. “Nona tidak perlu tegang. Jika saja saya dapat membantu, … dengan senang hati saya akan melakukannya .. “ Joon-Hyun meletakkan cangkir tehnya kembali ke atas meja kemudian menatap Sun-Hye. “Apa ini … berkaitan dengan kasus … pembunuhan terhadap haraboji anda .. ?”

Sun-Hye mengangguk dengan sengan.

“Ada … hubungannya dengan Chan .. ?” lanjut Joon-Hyun ragu-ragu.

Kembali, Sun-Hye menganggukkan kepalanya. Kali ini, terlihat lebih canggung lagi.

“Jadi … “ Joon-Hyun mengerutkan wajahnya. “ … nona sudah benar-benar yakin kalau … pembunuh haraboji nona itu … bukan pembantu malang … seperti yang diyakini polisi .. ?”

“Tentu saja bukan!!” Sun-Hye tiba-tiba menjadi tegas. “Bukan Joan ahjuma pembunuhnya!! Saya sangat yakin itu!!” sahutnya agak ketus.

“Okay! Okay!!” Joon-Hyun mengangkat tangan dan mengerak-gerakkannya berusaha menenangkan Sun-Hye yang tiba-tiba jadi emosi. “Saya tidak bermaksud apa-apa, .. nona tidak perlu sekeras ini .. “ Dia tersenyum.

Sun-Hye menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi. “Mian. Saya tidak bisa mengendalikan diri … ,” desisnya penuh sesal.

“It’s ok … “ Joon-Hyun angguk-angguk memaklumi.

Selama beberapa menit, tidak ada yang mengeluarkan suara. Ruang tunggu itu menjadi hening setelah agak gempar oleh suara Sun-Hye.

“Tuan Ha … “ Sun-Hye berkata pelan. “Aku mengetahui sesuatu.. “

Joon-Hyun menaikkan alisnya. “Ya?” tanyanya agak tegang. Entah kenapa, dia merasa kabar yang didapat Sun-Hye akan menyudutkan keberadaan Min-Chan, sahabat kentalnya.

“Aku mengetahui tentang jumlah warisan yang akan diterima paman Chan setelah haraboji meninggal .. ,” kata Sun-Hye sambil mengamati gerak-gerik Joon-Hyun dengan seksama. Dan .. dia melihat perubahan itu. Entah dia harus merasa puas atau curiga dengan reaksi yang tidak diinginkan dari Joon-Hyun.

“Omong kosong!” Joon-Hyun membantah keras. “Bukankah sudah jelas Chan tidak mendapat apa-apa?! Setahu ku, dia hanya mewakili anda!”

“Itu karena seluruh surat wasiat yang dibuat setelahnya tidak resmi .. “ Sun-Hye mengedikkan bahunya. Dia belajar berlaku tenang walau hatinya berdegup tidak menentu. Masalah ini membuatnya makin tidak nyaman. “Pengacara Moon memeriksanya setelah kematian haraboji. Dan terbukti, tidak ada yang resmi .. “

“Karna itu kau mencurigai Chan?” tandas Joon-Hyun tajam.

“Aku tidak ingin mencurigai siapapun sebelum terbukti .. “ Sun-Hye membela diri. “Oleh karena itu, berhubungan dengan paman Chan—aku ingin mendengarnya dari tuan. Mungkin, masih ada yang belum diceritakan?”

“Apa yang ingin nona ketahui?” tanya Joon-Hyun setelah termangu sejenak.

“Anda pernah berkata … “ Sun-Hye mengingat-ingat. “ .. haraboji pernah bermaksud memindahkan kuasa hukumnya pada perusahaan anda, tapi tidak jadi. Dan aku tahu, itu benar … ”

Joon-Hyun mengangguk-angguk. “Lalu?”

“Alasan dibalik itu .. “

“Aku tidak tahu!” tandas Joon-Hyun cepat. “Waktu itu aku sudah menceritakan kemungkinannya—namun tidak tahu apa itu benar … “

Tanpa mengubris ketersinggungan Joon-Hyun yang mendadak, Sun-Hye melanjutkan, “Mungkinkah haraboji mengetahui kenyataan bahwa putra wanita yang akan dinikahinya merupakan pengacara di perusahaan ini?”

Joon-Hyun mengenyitkan alis, berpikir. “Mungkin saja—“

“Jadi—besar kemungkinan haraboji berubah pikiran karna urusan pribadi, dan bukannya skandal tidak baik yang melibatkan paman Chan?!!” Sun-Hye bersorak riang.

Joon-Hyun mengamati itu. Dia berpikir, mungkinkah Sun-Hye juga merasakan perasaan yang sama dengan Min-Chan? Jika tidak, kenapa dia begitu gembira begitu tebakannya yang sangat mendasar itu dirasa benar?

“Kau .. bahagia, nona?”

“Eh?” Sun-Hye terdiam. Sorakannya yang terdengar keras tadi terhenti seketika. Mata bulat milik Sun-Hye melebar, .. dia berkejap sekali, berusaha mencerna arti pertanyaan Joon-Hyun. “Maksudmu?”

“Kau bahagia karna ada kemungkinan Chan terlepas dari kecurigaan?” tebak Joon-Hyun langsung.

“Hah??!!”

“Anda memperlihatkan semuanya—“ Joon-Hyun tersenyum. “Dari cara bertanya anda, perasaan tegang ketika menunggu jawaban dan rasa girang yang langsung menyeruak begitu kecurigaan tersebut melemah .. “

“Aku tidak!” Sun-Hye menepis cepat dengan cara membuang muka kearah lain. Terlalu kentara sehingga malah terlihat tidak wajar. Joon-Hyun tertawa.

“Aku hanya tidak ingin orang-orang dalam rumah dicurigai!” sahut Sun-Hye ketus. Dia berdiri dari kursi, menyambar tasnya dan menyampirkan di pundak. “Harap anda tidak salah sangka dan berkata yang tidak-tidak pada paman Chan!!”

“Tidak ada lagi yang ingin nona tanyakan?!!” teriak Joon-Hyun sambil mengulum senyum begitu Sun-Hye menjauhinya.

“Tidak!!”

PAPPP, pintu kaca terhempas pada engselnya. Raut Sun-Hye mengelabu. Dia melangkah lebar-lebar, menyeruak barisan karyawan-karyawan yang antri buat fotokopi di lorong tengah.

Sementara di ruang tunggu, .. senyum Joon-Hyun samar-samar menghilang. Kelopak matanya yang bagus jatuh menurun, dengan sinar yang berkilat buram.

“Seandainya kau tahu itu, Chan-a … Apakah kau akan menyesal?”


******



“Bagaimana?” Si-Hwan menyandarkan punggung pada dinding bangunan tua di pinggir hutan yang sudah mengelupas. Wajahnya yang saat itu memandang ke depan dilindungi sebuah cap biru laut dan kacamata bergagang hitam. Sebuah ransel kulit tersampir di pundaknya.

“Sesuai perintah tuan!” Pria di sebelah Si-Hwan berkata dengan suara serak. “si tertuduh tetap tidak mau mengaku.”

Si-Hwan mengangguk. “Seperti perkiraan kita—“

“Ne!”

“Butler Song!”

“Ne?” Butler Song menegakkan tubuhnya yang kekar berisi. Tampang sangarnya makin terlihat jelas ketika menatap serius pada Si-Hwan.

“Hal yang kutanyakan di telepon tadi pagi?” ujar Si-Hwan pelan. Sepelan angin berdesir yang menerbangkan dedaunan di kala sore itu.

“Aku sudah menyelidikinya, tuan. Dan menurut saksi, ibu tuan mengetahui kenyataan itu dengan mata dan kepalanya sendiri .. ,” lapor Butler Song hormat.

“Karna itu dia sangat murka .. ,” Si-Hwan menghela nafas panjang-panjang. “ .. mengira kami telah membohonginya selama ini, padahal kenyataannya tidak benar .. “

Butler Song mengangguk-angguk. “Masalah yang sulit, tuan .. “

“Yah—“ Si-Hwan menghembuskan nafas. Hanya untuk semenit dia bermuram-durja ketika tangannya sudah diangkat dan jemarinya dijentikkan. “Next, Butler Song!”

Butler Song memberi isyarat mengerti. Pria itu merogoh dan mengeluarkan sebuah map dari tas putih abu-abunya. Lalu menyodorkan pada Si-Hwan.

“Duplikat dari surat-surat wasiat yang dibuat Tuan Goo,” kata Butler Song.

Si-Hwan mengangguk kemudian membukanya perlahan. Ditelusurinya dengan seksama setiap kata dan kalimat yang terkopi rapi dalam kertas ukuran A4.

“Tuan Moon tidak bohong .. “ Si-Hwan bergumam pelan. “Memang terdapat warisan yang sama besar dengan Sun-Hye buat Chan di surat-surat wasiat yang terakhir  .. “ Si-Hwan mengangkat wajahnya. Alisnya saling bertaut. “Tapi anehnya, .. jika ini yang diinginkan pembunuh tersebut, kenapa justru terbalik kejadiannya? Atau bukan begitu, malah surat pertama yang diincar? Tapi jika itu yang terjadi, … hanya Sun-Hye yang mendapat keuntungan dari kematian harabojinya .. “ Si-Hwan membulatkan perhatian pada satu titik, berpikir. Dia terlihat sedikit tegang.

“Tuan .. lain … “ Butler Song berkata pelan-pelan.

“Hah, apa?” Si-Hwan berpaling pada Butler Song.

Butler Song tersenyum. Perkataan selanjutnya diluncurkan dengan lebih hati-hati. “Tuan terlihat lain …”

“Lain?” Si-Hwan mengenyitkan alisnya, .. memikirkan apa yang dikatakan Butler Song.

“Ya, lain .. “ Butler Song mengangguk. “Maaf jika aku menjadi cerewet. Tapi tuan .. menjadi terlalu perduli pada klien, .. itu lain dari cara kerja tuan .. “

“Hn—“ Si-Hwan berdeham pendek, .. membiarkan tatapan ingin tahu Butler Song yang tidak biasa menyapu wajahnya. Si-Hwan berlagak tidak perduli meski kata-kata Butler Song memenuhi pikirannya.

Si-Hwan memusatkan perhatian pada sebatang pohon palem yang tumbuh di situ, .. sementara otaknya dipenuhi berbagai pertanyaan.

Benarkah dia berubah? Siapa yang membuat perubahan itu? Sun-Hye, apa baginya?

“Aku tahu apa yang kulakukan, Butler Song!” Si-Hwan menegakkan badannya dan menepuk pundak Butler Song. “Thanks.” Si-Hwan melangkah, meninggalkan Butler Song yang mengikuti gerak punggungnya dengan wajah topeng.


*****



“Sun-Hye.”

Sapaan itu menghentikan langkah Sun-Hye di depan pintu kamar. Sun-Hye mengenyitkan alis, terpekur begitu mengenali pemilik suara itu.

“Jang Geun Suk .. “ Sun-Hye mendesis halus. Reflek, tangannya menarik gagang pintu.

“Tunggu sebentar!!” Terlambat! Sebuah tangan kekar mencengkram tangannya.

“Akhhh!!!” Sun-Hye menjerit. Tubuh raksasa yang sangat ditakutinya semenjak kejadian ‘laknat’ yang memuakkan di ruang tamu bawah itu sudah menghadang jalannya. “Paman Channnn!!!!” Untuk saat ini, entah kenapa, hanya nama itu yang terpikirkan oleh Sun-Hye.


****TBC****



ps : mian jika pendek, gw lagi sibuk abissss [wacko] jd mohon pengertiannya,, yah, anggap aja syukuran karna dah diupdate [hmpfh] [hmpfh]
« Last Edit: January 15, 2012, 10:42:38 am by Be my self »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline My My

  • Junior
  • **
  • Posts: 165
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #654 on: January 15, 2012, 09:33:22 pm »
first comment
Kyaaaaaaaa akhirnya update juga ne ff twin trims ya
JGS mau di  [head break] [head break] [head break] [head break] paman Chan lg ya berani gangguin Sun Hye lagi [what] [what] [what] [what]masih belum kapok juga,,klo udah [collapse] [collapse] [collapse] [collapse]baru tau rasa [chin] [chin] [chin] [chin] [hmff] [hmff] [hmff]

Offline chizumi

  • Junior
  • **
  • Posts: 132
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #655 on: January 16, 2012, 02:12:13 am »
fiuhh..akhirnya di update juga, tengkyu ya mom [AddEmoticons04262]
endingnya ngapain JGS pake dateng ya  hammer2 hammer2

Offline mbah dukun

  • Junior
  • **
  • Posts: 142
  • My Name Is JangKelin
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #656 on: January 16, 2012, 05:15:39 am »
dia memandang punggungx dgan wajah topengx..maksudx apa mam? serasa nnton conan,baca ffx byk tekateki.kakekx sunhye dh mulai cvriga ma sapa sih??btw thx dh vpdate,next rathdaze dong

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #657 on: January 16, 2012, 06:34:21 am »
dia memandang punggungx dgan wajah topengx..maksudx apa mam? serasa nnton conan,baca ffx byk tekateki.kakekx sunhye dh mulai cvriga ma sapa sih??btw thx dh vpdate,next rathdaze dong
maksudnya, dgn wajah datar, tanpa ekspresi,, ff ini emang penuh teka teki, namanya jg ff misteri [hmpfh] kakek sunhye mencurigai seseorg di akhir hayatnya, sapa itu? elu nunggu aja di chp2 selanjutnya,, rath n daze??? belum bisa cpt,, nunggu akhir lunar new year yee [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #658 on: January 16, 2012, 09:29:17 am »
first comment
Kyaaaaaaaa akhirnya update juga ne ff twin trims ya
JGS mau di  [head break] [head break] [head break] [head break] paman Chan lg ya berani gangguin Sun Hye lagi [what] [what] [what] [what]masih belum kapok juga,,klo udah [collapse] [collapse] [collapse] [collapse]baru tau rasa [chin] [chin] [chin] [chin] [hmff] [hmff] [hmff]


Iyaaaaa akhirnya update jg [hmpfh] [hmpfh] yo wis, sama2 [laughing] [laughing] jgs emang minta di [head break] [head break] palanya tp, apa benar ama paman chan lg [chin] [chin] [nono] [nono] ada kejutan lain, say [hmff] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: The Sounds of death--CHAPTER 9 UPDATED! #15 Jan'12
« Reply #659 on: January 16, 2012, 09:30:03 am »
fiuhh..akhirnya di update juga, tengkyu ya mom [AddEmoticons04262]
endingnya ngapain JGS pake dateng ya  hammer2 hammer2

JGS datang biar lebih seru and tegang [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun