Author Topic: Tale of a Black Canvas HIATUS  (Read 3997 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Yap. Aku hiatus. Untuk berapa lama aku gak begitu pasti. Nunggu komputer nganggur dulu. Tapi bukan berarti aku gak sering nongol disini. Paling cuman ngecek update2an. Jadi SR gitu [hmpfh]

mamiiiiii....update UL dong.... Fic si ranthang juga... [smiley-gen013]
rath kan kemarin udah diupdate, elu gimana sih [guns] [guns] ..
jgn jd sr dong,,  abis baca tuh wajib koment. titik.

updatean selanjutnya TDC, tp ga besok, ga jg lusa, juga lusanya lusa,, nunggu weekend aje ya [laughing] [laughing]

mami ku tunggu up date-an TDC whistling whistling whistling


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
voldi, tinggal FF ini yg lom di up date [cry] [cry] [cry] tapi gw sabar dech menunggu 6 bulan , hanya 6 bulan [hmff] [hmff] [hmff]

WE'RE GONNA MISS U sista!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Hanya bisa pasrah..degn kata hiatus...
Bisa dimaklumi,,
semangat!!!
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
bolehkah saya update?
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
tak kira ni ff dah dimutilasi kaya ceritannya wkwkwk

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline dafa yuvi

  • Junior
  • **
  • Posts: 202
  • love is trust
  • Location: surabaya
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] first koment in this ff,,,,  [hmpfh] [hmpfh]
wahhh mo diupdate yah,,,, makanan buka puasa nih,,, lol  [hmpfh] [hmpfh]
ara and ziva,,, hehehe

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
CHAPTER 2

Keributan sangat terdengar dari salah satu kelas di Zavi Elementary School. Beberapa anak saling melempar kertas, gerombolan anak perempuan membentuk satu lingkaran yang berpusat pada satu orang dan bergosip, ada juga anak yang tidak terpengaruh dan memilih membuka buku. Seorang anak perempuan berambut pendek nampak menatap kosong lapangan kosong dibawah kelasnya. Ia tak memperdulikan keadaan sekitarnya. Ia bahkan tak sadar ia sedang dijadikan objek pengamatan oleh salah satu anak laki-laki. Anak laki-laki yang biasanya duduk paling depan. Beberapa anak perempuan dan laki-laki duduk mengelilinginya, sibuk membicarakan sesuatu entah apa. Tapi ia tak memperhatikan teman-temannya. Ia malah sibuk memandang lekat ke arah iris coklat itu. Berusaha menyelami apa yang sedang dipikirkannya. Iris coklat itu terasa kosong, tidak menyimpan emosi apapun, tapi bisa menarik hingga terseret masuk kedalamnya.

Ara cilik berdiri dari bangkunya dengan tiba-tiba. Ia kemudian berjalan lurus ke arah pintu. Beberapa anak yang tidak suka padanya terkadang mendorongnya dengan keras. Tapi Ara tetap tak peduli. Wajahnya tetap datar dan terus berjalan menuju pintu. Anak laki-laki yang sedari tadi mengamatinya juga ikut berdiri sehingga kelompoknya kaget.

“David, ada apa?” tanya salah satu temannya.

David tak menjawab. Ia masih terus memperhatikan Ara yang sekarang melewati kelompoknya. Kaki kecilnya tiba-tiba beranjak dan menghalangi langkah Ara.

“Hai.”

Seluruh anak yang menyaksikan terpengarah. Seorang anak malah menarik tangan David agar David menyingkir, tapi David dengan keras menampiknya. Ia masih tersenyum ke arah Ara.

“Aku anak baru disini. Boleh aku berkenalan denganmu?” tanyanya sambil mengulurkan tangan kanannya.

Ara cilik menatap tangan mungil itu dengan tajam. Tidak ada niat sedikit pun untuk menyambut uluran tangan itu. Anak berirish cokelat itu mendesah. Ia mengambil alih kerja tangan kanan Ara cilik dan kemudian disatukan dengan tangan kanan mungilnya yang sedari tadi terjulur.

"Kata omma, kita tidak boleh membiarkan orang lain menunggu terlalu lama. Namaku David. David Zavi. Siapa namamu?" tanya David sambil menggoyang-goyangkan tangannya (dan tangan Ara)

Ara terdiam beberapa saat. Hingga akhirnya ia mau menjawab pertanyaan David. "Ara," jawabnya singkat.

David mengerutkan keningnya. "Hanya Ara? Namamu hanya Ara? Tidak ada tambahan lagi?" tanya David dengan suara polosnya.

Ara cilik tidak menjawab. Tidak pula mengangguk dan menggeleng. David memonyongkan bibirnya mendapati perilaku dingin Ara.

"Kau benar-benar tidak suka bicara ya? Kata omma..."

"Stop it. Aku tidak punya omma. Tidak ada omma yang sering menasehatiku tiap hari. Tidak ada omma yang selalu mengajarkanku hal-hal yang baik," kata Ara memotong perkataan David.

David terkesiap. Ia melepaskan pegangan tangannya dan mundur satu langkah. Tatapan Ara begitu mengintimidasinya. Ara yang merasa sudah tidak punya keperluan apa-apa lagi, langsung berjalan. Ia menuju pintu. Belum sempat tangan mungilnya menyentuh handle pintu, ia berbalik lagi.

"Kau beruntung.... Zavi," ujarnya pelan. Nyaris pelan hingga David yang berada diseberang ruangan tidak mendengar perkataannya sama sekali.

Dengan sekali hentakan pintu, tubuh mungil Ara cilik menghilang dibalik pintu. Meninggalkan David yang melongo.
"Apa yang dikatakannya tadi?"

Anak laki-laki berambut pirang yang sedari tadi berdiri dibelakang David menrengsek maju. Ia menatap David dengan serius. “Lebih baik kau menghindarinya.”

“Eh? Kenapa?”

“Dia itu berbahaya.” sahut yang lainnya.

David semakin melongo dibuatnya. “Bagaimana bisa? Dia pendiam kok.”

“Karena dia pendiam makanya berbahaya.”

David terdiam. Anak-anak yang tadi hening sekarang mulai ribut lagi, melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. David masih mematung ditempatnya. Ia berbalik dan menatap pintu yang tertutup.

OoO

Pulang sekolah hujan turun sangat deras. Mobil-mobil jemputan yang biasanya menunggu di jalan depan sekolah kini dibiarkan masuk agar anak-anak tidak basah. Ara menatap langit hitam dengan pandangan kosong. Ia mengambil payung kecil dari dalam tasnya dan kemudian membukanya. Hanya ia seorang yang berjalan dengan payung kecil. Anak-anak lainnya dijemput dengan mobil-mobil pribadi. Tak heran, karena Elementary School ini adalah sekolah untuk anak-anak bangsawan. Ara yang hanya seorang anak panti asuhan bisa masuk karena jalur beasiswa yang diperolehnya. Ara terus berjalan membelah derasnya hujan. Lagi-lagi ia tak sadar seseorang sedang memperhatikannya.

“Doronim, kita berangkat sekarang.”

David mengangguk pelan. Matanya masih terpaku menatap Ara. Ia heran dengan dirinya sendiri, entah kenapa iris itu begitu memikatnya. Ia ingin terus menatap dan menyelam di lautan mata hangat itu. Mobil melaju perlahan. Sedikit-sedikit merengsek kedepan karena banyak mobil yang antri ingin menjemput majikan mereka.

Beberapa meter sebelum mobil David mencapai Ara, Ara tiba-tiba berhenti. Ia berjongkok dan seperti memperhatikan sesuatu. Tiba-tiba adegan selanjutnya membuat mata David terbelalak. Ara melepaskan payungnya dan menaruhnya ditanah. Ia kemudian berdiri dan berjalan lagi. Tidak memperdulikan hujan deras yang semakin mengguyur tubuh mungilnya.

Mobil yang ditumpangi David tiba di tempat yang tadi ditinggalkan payung oleh Ara. David akhirnya mengerti kenapa Ara meletakkan payungnya. Satu boks kecil yang berisi anjing putih kecil terlindungi oleh payung itu. Anjing kecil itu menggonggong-gonggong kecil. David secara tiba-tiba turun dari mobilnya dan berlari menuju boks itu. Supirnya yang hanya bersenandung kecil terbelalak kaget. Dengan segera ia turun dan menyusul majikannya.

“Doronim, Anda bisa sakit. Ayo kembali ke mobil.”

David tak mengindahkannya. Ia malah berjongkok dan mengambil payung serta anjing kecil itu.

“Aku mau anjing ini,” titahnya.

“Doronim bisa memintanya pada nyonya. Anjing ini mungkin saja sedang sakit.”

“Tidak mau! Pokoknya aku mau anjing ini!” David kemudian berlari masuk kedalam mobilnya.

Supirnya hanya geleng-geleng kepala menyaksikannya.

Setelah kejadian itu David semakin terang-terang mengejar Ara. Segala cara digunakannya agar Ara mau menjadi temannya. Karena Zavi Elementary School adalah sekolah milik keluargnya tentu ia punya hak khusus. Segala permintaannya dituruti, termasuk duduk berdekatan dengan Ara.

OoO

Elementary School, Five Grade

“Hei, pensilku tertinggal. Boleh aku pinjam pensilmu?”

“Lain kali jangan pinjam dariku.”

OoO

Elementary School, Seven Grade

“Aku bawa bekal. Tapi ini terlalu banyak. Kau mau membantuku menghabiskannya?”

‘Tidak.”

“Kenapa?”

“Siapa yang tahu kau menaruh racun didalamnya.”

“Hahaha. Kau ini lucu sekali. Aku kan tidak mungkin menyakiti sahabatku. Kita sahabat kan?”

OoO

High School, Two Grade

“Hei, Ara. Kau tahu kenapa ayam ingin menyebrang jalan?”

“Tidak. Untuk apa aku mengetahuinya. Kurang kerjaan.”

“Hei hei. Itu kan hanya lelucon.”

“Not funny.”

OoO

Begitulah. Tanpa sadar, David dan Ara semakin dekat tiap harinya. David dengan kejayusannya membuat lelucon dan Ara masih dengan sikap dinginnya. Dan juga entah kenapa mereka sering satu kelas. Mereka tak terpisahkan. Walaupun banyak gadis-gadis yang tiap hari menyatakan cinta pada David, toh David tetap akan kembali pada Ara. Persahabatan mereka bahkan sudah di ketahui oleh keluarga Zavi. Termasuk Cissy, ibu David.

Ara sedang duduk membaca buku di bukit belakang sekolah. Tak ada David disampingnya. Anak itu sedang melayani para penggemar perempuannya yang sedang rebutan memberikan coklat padanya. Hari ini hari valentine. Lalu? Siapa peduli?

“Aaaaaah...capek sekali.”

Ara melirik sedikit pada David yang menjatuhkan tubuhnya di rerumputan basah disampingnya.

“Lalu siapa yang akan menghabiskan ini semua?” tanyanya dengan nada yang di dramatisir. Ia kemudian menoleh pada Ara yang masih setia membaca buku.

“Hei, mau membantuku?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

Dengan keras Ara menutup bukunya dan menoleh tajam ke arah David, “Karena kau bertanya.”

David melongo. Sahabatnya ini benar-benar sering membuatnya bingung. “Lalu coklat-coklat ini mau diapakan?”

“Buang.”

“Kejam sekali kau ini. Bagaimana kalau mereka sakit hati?”

Kali ini Ara menghela napas panjangnya dan menatap malas ke arah tumpukan coklat itu, “Dan sejak kapan kau peduli dengan perasaan mereka?”

David menyeringai. Dicubitnya kedua pipi montok Ara. “Kau benar-benar mengerti aku.”

Ara masih terdiam. Ia membiarkan David menyubit pipinya dengan keras, hingga

BUKK

Buku tebal itu melayang dengan indah ke atas kepalanya.

“Aduh.”

“Sakit, idiot. Kau pikir pipiku apa?”

David menyeringai kecil. Ia menggaruk pipinya yang tak gatal, “Kau imut sih,” ujarnya pelan.

“Thanks. Aku memang imut kok.”

“Eh?”

OoO

Suara ribut-ribut dibelakang mereka membuat keduanya menoleh. Sekelompok gadis tengah berkumpul sekitar sepuluh meter dan tampak mendorong-dorong seorang gadis cantik. Terdengar kalimat-kalimat seperti; ‘Ayo, cepat bilang.’ atau ‘Jangan takut.’

Ara memutar bola matanya. Bosan dengan pemandangan seperti ini setiap harinya. Sedangkan David hanya mengernyit. “Sedang apa mereka?”

Ara merutuk dalam hatinya. Kenapa dia bisa berteman dengan pemuda bodoh seperti ini?

Seorang gadis berkuncir kuda dengan berani menghampiri mereka. “David—ssi, bisa bicara sebentar?” tanyanya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Ia menatap punggung Ara.

David mengangguk. Ia kemudian berdiri setelah menepuk pelan lengan Ara, “Tunggu sebentar.”

Ara diam tak merespon. Ia sudah bisa menebak apa yang ingin dilakukan gadis-gadis itu. Pernyataan cinta tentu saja. Tapi Ara sangat mengenal David. David tidak mungkin pacaran hingga umurnya 23 tahun. Itu dilakukannya karena David ingin belajar bisnis agar bisa melanjutkan perusahaan keluarganya.

Tak sampai lima menit David kembali. Dengan malas di taruhnya bungkusan coklat yang baru diterimanya di tumpukan coklat lainnya. “Membosankan,” gumamnya.

“Bukannya kau suka?”

“Apa? Tidak mungkin.”

Hening.

Tiba-tiba David bangun dan menunjuk Ara, “Kau belum memberikanku coklat, Russo!”

Ara mengernyit heran, “Penting ya?”

“Tentu saja. Kau seharusnya orang pertama yang memberikanku coklat. Kau gadis yang paling dekat denganku,” ujarnya dengan menggebu-gebu. Tangannya diletakkan di pinggangnya. Sepintas ia mirip seorang ibu yang memarahi anaknya.

Ara menghela napas pelan. Malas-malasan ia merogoh kantong seragamnya, mengeluarkan dua lembar uang, dan memberikannya pada David “Ini uang jajan terakhirku. Beli sendiri.”

Dengan tampang bego David mengambil uang itu, “Apa ini?” tanyanya.

“Tentu saja untuk beli coklat. Kau bilang ingin coklat.”

“Tapi bukan yang seperti ini!” dengan kesal David mengembalikan uang itu pada Ara. Ia lalu berbalik.

“Karena kau tidak memberikanku coklat, malam ini kau harus menemaniku makan malam,” ujarnya sambil menyeringai.

“Tidak mau!” tandas Ara.

Dengan cepat David berbalik mendengar penolakan, “Tidak bisa tidak. Pokoknya malam ini kau kujemput. Tidak mau berarti kau tidak mau sahabatku lagi.”

Ara mendesah pelan. Dengan kaku ia menangguk pelan. “Tidak lebih dari jam 10.”
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #54 on: April 25, 2011, 07:57:20 am »
yo gw suka ama pasangan ini. yg satu kocak and suka nyari perhatian, yg satunya lagi cool abis, kyk kulkas and cuek banget [hmpfh] [hmpfh] gw mau tahu apa si ara udah ada perasaan ama david (sumpah, eneg banget ama namanya [laughing] [laughing] ). si david ngingetin gw ama wine, sama2 bego bin tolol [laughing] [laughing]

vol, update lagi dong [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] , udah cinta ama couple ini nih [lovestruck] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #55 on: April 25, 2011, 10:01:04 pm »
eh sempet lupa sama ni crita tentang pembunuhan ye aduh udinan gede aja ni bocah2 kocak ara yg cuek kek kulkas zavi yg care bgt sm ara ni zavi emang dr kecil udinan suka sm ara nape ga nembak aja [smiley-dance013]


ADAM COUPLE SELCA

Offline zHIe_rIsa

  • Junior
  • **
  • Posts: 151
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #56 on: April 25, 2011, 10:23:09 pm »
Dengan cepat David berbalik mendengar penolakan, “Tidak bisa tidak. Pokoknya malam ini kau kujemput. Tidak mau berarti kau tidak mau sahabatku lagi.”

Ara mendesah pelan. Dengan kaku ia menangguk pelan. “Tidak lebih dari jam 10.”[/size][/color]
Wah.. david mo nyatakan cinta tu..  [lovestruck]
Ayoo david.. Nyatakan sekarang  [smiley-gen013] nanti nyesel lo..

Offline huey

  • Newbie
  • *
  • Posts: 73
  • bogosipta....saranghae...
  • Location: Semarang
    • View Profile
    • Huey is Coming
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #57 on: April 25, 2011, 11:54:25 pm »
Quote
David menyeringai. Dicubitnya kedua pipi montok Ara. “Kau benar-benar mengerti aku.”


hmmm udah cubit²an... [drool]
senggol²an..... [drool]

jiaaaaaaaahh... seneng......

yo gw suka ama pasangan ini. yg satu kocak and suka nyari perhatian, yg satunya lagi cool abis, kyk kulkas and cuek banget [hmpfh] [hmpfh] gw mau tahu apa si ara udah ada perasaan ama david (sumpah, eneg banget ama namanya [laughing] [laughing] ). si david ngingetin gw ama wine, sama2 bego bin tolol [laughing] [laughing]

vol, update lagi dong [AddEmoticons04231] [AddEmoticons04231] , udah cinta ama couple ini nih [lovestruck] [lovestruck]

bener kata mami.... mirip berrywine sifatnyaa.... [lovestruck]

sis voldi... [cheekkiss]
update...
update....

semangadt!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #58 on: April 26, 2011, 03:23:33 am »
david mo ngajak kencan ye [hmpfh] [hmpfh]. si Ara the Ice Queen akhirnya luluh juga ama ancaman david and menyetujui ajakan makan malam dengan david, well ga sabar pas lagi dinner David mo ngapain ya, masa cuma makan duank, atau jalan2 aja,  [chin] [chin], berarti ini makan malam Valentin ya,  ????


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: Tale of a Black Canvas chap 2 update 25 april
« Reply #59 on: April 26, 2011, 05:49:13 am »
david mo ngajak kencan ye [hmpfh] [hmpfh]. si Ara the Ice Queen akhirnya luluh juga ama ancaman david and menyetujui ajakan makan malam dengan david, well ga sabar pas lagi dinner David mo ngapain ya, masa cuma makan duank, atau jalan2 aja,  [chin] [chin], berarti ini makan malam Valentin ya,  ????
mungkin
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME