"Jadi bagaimana keadaan putra saya dokter?" Raut wajah cemas terlihat jelas di tunjukkan oleh mrs.lee. Disampingnya ada aku, dan juga ayah mertua..
"Iya dokter bagaimana keadaan minho..." Tambahku. Fikiran buruk terus menghantui tanpa mampu ku kendalikan.
Dokter separuh baya itu terdiam...
"Kumohon jawab...hu..hu.." Ucapku terisak. Ibu mertuaku tak kuasa melihat..beliau dengan sabar membawaku ke dalam pelukannya..
"Minho mengalami luka sangat serius pada lengannya... Urat syaraf putus sehingga mengalami pendarahan hebat..kami para medis sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghentikan pendarahan tersebut, tapi maaf..cara satu-satunya yaitu dengan mengamputasi lengan kanannya.." Dokter itu berucap sangat hati hati kepada kami.
"Maksud anda? " Tanya ibu mertuaku berusaha untuk -satu kata- itu tidak benar!
"Maafkan kami...lengan kanan putra anda terpaksa kami angkat atau istilah medisnya yaitu amputasi..."
"M....mwo? Ja..jadi mak..maksud anda putra saya sekarang cacat?" Ayah mertuaku tergagap.. Bibirnya gemetar hebat mendengar ucapan dari dokter yang sama sekali tidak kami sangka sedikitpun
"Oh tuhan!!!!! Minho! Minho....hu..hu..hu..." Ibu mertuaku menangis sejadi jadinya... Beliau melirikku dan mengusap kepalaku," hye sun-a kau harus tabah sayang...hu..hu.."
Tidak mungkin..
Tubuh minho masih sempurna!
Baru semalam kami saling menyentuh, meraba, dan merasakan kehangatan satu sama lain..dan tadi pagi kehangatan jari jemarinya masih bisa kurasakan pada tubuhku..INI PASTI SEBUAH KESALAHAN!!
Aku menggeleng keras," tidak! Minho masih sempurna!! Ini semua tidak nyata! Tidak!!!!"
"Hye sun-a.. Tabahlah sayang..." Hibur ibu mertuaku.. Beliau memang benar benar wanita yang sangat kuat.. Walaupun hatinya sakit sama sepertiku tapi ia masih bisa menahan dan memikirkan aku..
"tidak omma! TIDAAAAAAAAAK!!!!!!!!!!"
***____***
"Hye sun!!"
"Hye sun-a!!"
"Sunyang.."
"Hye sun-a..buka matamu sayang.."
Sayup-sayup aku mendengar suara ayah, ibu mertuaku dan juga appa.. Dari nadanya mereka terdengar sangat khawatir..
"Hye sun-a...." Desah ibu mertuaku..
Perlahan kelopak mataku terbuka..air mata kembali menggenangi pelupuk mataku," omma...."
"Sayang....akhirnya kau sadar juga.." Ucap appa sembari mengusap lembut ubun-ubun kepalaku
"Minho...minho...hu..hu..minho harus di amputasi appa...hu..hu.." Isakku di dalam dekapan appa..
"Mwo? Amputasi?" Tanya ulang ibu mertuaku
"Nee omma..kenapa..kenapa harus minho..hu..hu..aku tidak rela.."
"Sayang? Darimana kau tau kabar itu?"
"Dari dokter..bukankah omma dan appa berada disampingku sewaktu dokter memvonis minho.." Aku mulai merasa linglung dengan ucapanku sendiri
"Astaga hye sun! Kau pasti bermimpi!! Kami menemukanmu sudah pingsan di depan televisi!"
"Mwo?"
"Hye sun-a.. Appa dan omma baru saja dari rumah sakit..keadaan minho tidak begitu parah." Jelas ayah mertuaku
"Coungmalyeo?" Tanyaku lebih meyakinkan lagi dengan apa yang baru saja aku dengar
"Nee sayang... Kau sudah bermimpi..tidak mungkin minho harus di amputasi..oh omma pasti bisa mati sayang.."
"Tuhan syukurlah itu semua hanya mimpi..huhu..."Aku menarik nafas lega."Ah tapi bagaimana kondisi minho saat ini omma? Apa ia baik baik saja?atau bagaimana?" Rasa panik kembali merajai tubuhku sebelum final answer akan kondisi minho
"Minho baik baik saja. Ia hanya mengalami luka di perut akibat tertusuk pecahan kaca mobil. Untung lukanya tidak parah dan hanya mendapat beberapa jahitan." Ucap ibu mertuaku dan sangat manjur membuat hatiku lega sekali mendengar itu semua
"Oh syukurlaaah.. Aku sudah takut sekali omma jika minho harus di amputasi.."
"Yaa! Sunyang mana mungkin! Buang fikiran burukmu itu. " Tegur appa
"Hiks...nee..omma..appa..aku ingin melihat keadaan minho.."Rengekku pada mereka bertiga
"Hm.. Hye sun-a. Sepertinya itu tak mungkin, banyak sekali wartawan dan fans minho yang berada di rumah sakit. Jika kau kesana kami takut rahasia kalian akan terbongkar. Kau tau sendiri wartawan tidak akan pernah merasa puas jika belum mengorek suatu scandal sampai ke akar akarnya.." Tegur ayah mertuaku dan berusaha untuk mengendalikan emosiku yang menggebu untuk melihat keadaan minho
"Nee. Appa benar sayang, kau harus bersabar.." Tambah ibu mertuaku
"Tapi aku ingin melihat minho..hu..hu aku tidak bisa tenang jika belum melihat keadaannya.."
"Sunyang..buang rasa egoismu.. Fikirkan minho.."
Deg!
Benar..
Benar apa yang dikatakan appa. Aku tidak boleh egois... Aku tidak boleh ceroboh dalam bertindak. Bagaimanapun aku harus melindungi minho!
Akhirnya dengan 5 kata aku tersadar dan menyerah," arasseo.." Begitu jawabanku pada mereka.
***____***
Malam harinya..
-AKTOR LEE MINHO MENDAPAT 6 JAHITAN PADA PERUTNYA-
Begitu tulisan besar pada salah satu berita di televisi mengenai kecelakaan minho tadi siang..
"Oppaaaaa!! Saranghaee!!"
"Oppaaaaa cepat sembuuuh!!"
"Oppaaaa hu..hu.. Kami sangat mengkhawatirkanmu!!"
"Oppaaaa.."
"Oppaaaaaaaaaaaa..."
Inilah suara sahut menyahut antara para minoz saat diliput oleh suatu reporter di depan gerbang rumah sakit medical tempat minho ditangani. Mereka semua menangis dan menjerit.
"Ya tuhan.. Sampai sebegitunya mereka dengan minho.." Gumamku pelan. Aku sangat salut dengan para minoz. Rela berdiri didepan rumah sakit demi memberi dukungan pada minho.
Bagaimana mungkin aku sebagai istrinya hanya bisa melihat dari televisi? Sedangkan orang lain begitu peduli dan rela mendatangi rumah sakit walaupun hanya di depan gerbang saja. Aku memang istri yang bodoh.
"Sudah kuputuskan!"
Dengan cepat aku segera berlari ke kamar, mengambil tas dan perlengkapan yang harus ku bawa.
***-----***
Satu jam kemudian..
"Oppaaaaaaa... Hiks.."
"Oppaaa kumohon cepat sembuh.."
"Oppaaaaaa..."
Seketika bulu kudukku berdiri merinding mendengar secara langsung tangis dan jerit para minoz. Sungguh berbeda sekali rasanya jika dibanding saat di televisi. Dengan langkah gemetar aku pun segera berjalan menuju ke dalam rumah sakit.
Namun tiba tiba..
"Maaf anda siapa?" Tanya salah satu security padaku. Wajahnya terlihat sangat garang dan menakutkan.
"A..aku adalah suster di..disini." Jawabku sambil menunjukkan plastik yang berisikan seragamku
"Baiklah silahkan masuk. Maaf, saya mengira anda fans dari lee minhossi yang berusaha masuk ke dalam" security itu membungkukkan badannya padaku
"Ah gwenchana.. arasseo! Kalau begitu saya permisi..."
Setelah itu aku segera berlari cepat menuju toilet untuk mengganti pakaianku dengan seragam suster yang kupunya.
***____***
"Ukh.. Sempurna!" Aku tersenyum puas melihat penampilanku di cermin. Seragam putih sedengkul berlengan pendek begitu pas di tubuhku. " Untung aku sempat meminjamnya dari shinhye dulu untuk foto buku tahunan zaman SMA" ucapku bangga
Setelah itu aku menguncir dan mengharnet rambutku. Lalu kupasang topi suster sebagai sentuhan akhir dari penyamaranku.
"Kachaaa hye sun!!!"
***___***
-Ruang vvip no. 306. Wee sunyang? Kau tidak kesana kan?-
Begitu bunyi sms appa..
Aku berjalan mengamati tiap nomor pintu kamar..
"304"
"305"
"Ah ini dia! 306!!"Mataku berbinar melihat pintu kamar rawat minho tepat dihadapanku
Tapi lagi lagi...
"Maaf suster ada perlu apa?" Celetuk salah satu bodyguard minho yang datang tiba tiba dibelakangku
Deg!
"S..saya ingin memeriksa infusan tuan lee.." Jawabku agak sedikit takut.
"Oh silahkan suster." Bodyguard itu dengan sopan membukakan pintunya untukku
"Kamsamnidha...."Tanpa buang waktu segera aku melangkah masuk kedalam ruangan.
***____***
Hmmmm..
Bau khas rumah sakit menusuk tajam hidungku saat memasuki ruang rawat minho.
"Minhossi..." Ucapku tanpa sadar melihatnya.
Tubuh gagah yang biasa kulihat kini tampak begitu lemah..berbaring diranjang bertemankan selang infus dan beberapa balutan luka yang membungkus di sekujur tubuhnya..
Ia tertidur...
Hal pertama yang kulakukan adalah memeriksa kedua tanganya.
"Syukurlaah ternyata masih ada.." Desahan lega terdengar dariku mendapati tangan minho utuh keduanya.. Demi tuhan walaupun hanya mimpi tadi tapi aku merasa itu semua nyata.
Perlahan aku mengulur tangan untuk menyentuh pipinya...
Setitik air mata mulai menggenangi pipiku tanpa bisa kutahan
"Ukh...." Minho menyadari kehadiranku.. Mata yang terpejam tadi sedikit demi sedikit terbuka
"Hye sun?" Panggilnya sedikit tak percaya
"Hai..." Sapaku sambil menyeka sisa air mata di pipi
Minho tersenyum," kau pasti sangat susah payah masuk kesini.."
Aku menggeleng,"anyi... Mian aku kesini tanpa persetujuanmu, aku sangat mengkhawatirkanmu minhossi.."
Minho sedikit mengangkat kepalanya untuk dapat menyentuh pipiku,"akh.." Rintihnya menahan sakit di perut
Refleks aku segera melarangnya," yaa jangan banyak bergerak dulu..lukamu belum sembuh"
Tapi minho tidak perduli dan tetap bertahan dengan posisi setengah duduknya.."Gwenchana..." Sebelah tangan kanannya yang bebas infus itu terulur menghapus air mata di pipiku," harusnya aku yang meminta maaf karna sudah merepotkanmu.."
"hiks..kukira kau akan memarahiku melihat aku nekat kesini menjengukmu" Pertahananku runtuh. Aku sudah tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak memeluk tubuhnya.. Karna hanya di dadanya aku bisa merasakan kedamaian dan rasa aman.
"Sssst jangan menangis. Lagipula mana mungkin aku marah, dan lihat! aku tidak apa apa kan?" Minho mengelus elus rambutku seperti menghentikan tangis anak kecil
"Taukah kamu? Saat melihat beritamu aku langsung pingsan dan bermimpi kalau tanganmu harus di amputasi!! Hu hu.."Tangisku semakin menjadi. Segala rasa dalam hati ku keluarkan semua padanya..
"Mwo? Heii!! Mimpimu terlalu jahat untukku sayang." Minho melepas pelukannya.." Tatap aku.."
Aku menunduk," antwee.. Wajahku sekarang pasti sangat jelek sekali" tolakku
"Tatap aku..." Pinta minho lebih
akhirnya mau tak mau kutengadahkan kepalaku untuk menatap matanya..aku melihat sedikit kabur sebab terlalu banyak menangis
"Wee..."
Minho begitu lekat menatapku,"gumawo hye sun-a.." Ucapnya sangat lembut mendayu ditelingaku
"Nee?"
"karna kau sudah sangat mencintaiku!" Ia tersenyum lebar menderetkan gigi putihnya
"Yaa!! Kenapa tiba tiba bicara begini!" Ucapku menutupi rasa malu teramat sangat.
"Saranghae suster goo!!" Goda minho padaku
"Yaaaaaaa!!!!" Kututup wajahku yang sudah amat memerah dengan kedua tangan dan tertawa menahan.
"Hahaha berhasil! Akhirnya kau tersenyum lagi!" tiba tiba minho menarik tanganku dan membawaku kedalam pelukannya..
"Heeei..lukamu!!" Ingatku padanya
"Gwenchana..."Minho semakin erat memelukku," darimana kau dapat seragam ini?"
Aku terkekeh mendengar pertanyaannya,"shinhye..dia meminjamkan padaku dulu saat masa SMA untuk foto buku tahunan.."
"Dasar! Tapi kau cocok sekali mengenakan seragam ini..." Puji minho
"Sayangnya seragam ini tak akan kupakai lagi.khusus hari ini saja..hehhe.."
"akh!" Tiba tiba minho memekik sakit
Langsung aku melepas diri darinya dan memeriksa luka perutnya," wee? Apho?"
Minho menggeleng," anyii..."
"Lalu?"
Minho tersenyum nakal. Jari telunjuknya ditaruh pada bibirnya seolah menyuruhku untuk mencium disana..," ini"
Lagi lagi aku dibuat tersipu," yaaa!!"
Minho tersenyum manis, tangan kanannya memegang kepalaku dan menuntunnya lebih dekat padanya..
Aku seperti terhipnotis oleh sihirnya.. Hanya bisa terdiam dan memejamkan mata menyambut sentuhan hangat darinya..
Deg.
Jantungku terpacu..selalu terpacu lebih kuat saat bibir padat itu menyantuh lembut bibirku..
Perlahan bibirku yang kering menjadi lembab dan sedikit basah.. Setiap esapannya membuatku mabuk hingga menginginkan hal yang lebih dari ini..
"Ukh..."
Decakan halus terdengar memantul di ruangan..
Hal ini semakin membuat kami hilang kendali... Permainan minho semakin menjadi menghabisi rongga mulutku dengan juluran lidahnya yang menyapu habis di dalam...
"Minho kumohon berhenti. Ini akan menyakiti lukamu jika sedetik lagi kau menciumku.." Ingatku padanya dengan nafas sedikit memburu di sela sela ciuman kami
Minho tak menjawab, ia hanya menatapku dengan mata penuh keinginan yang begitu dalam.. Sinar matanya menusuk hingga jantungku..ia memejamkan matanya lagi dan kembali melanjutkan bermain di atas bibirku..
"Ukh..." Desahan lembut terdengar dariku. Bagaimanapun aku sudah melarangnya
Kebahagiaan kami hanya sesat terkecap.. Sebab di menit berikutnya sesuat yang tidak ku inginkan terjadi..
Pintu kamar dibuka oleh seseorang tanpa bisa kami cegah..
"LEE MINHOSSI!!!" Suara yang terdengar begitu syook dan tidak percaya itu langsung membuatku dan minho terkaget dan saling melepas diri..
"KAU...!!"
***___***
"Kim joon-a..." Desah minho tak mempercayai
"Mian aku mengganggu!" Kim joon mendekat ke arah kami berdua
Ini dia!
Kim joon. Pemeran utama pria ke dua di drama -one love- bersama minho.. Oh untuk apa ia kesini hampir tengah malam? Dan kenapa harus dalam suasana seperti ini?
"Ini pacarmu?" Joon menunjuk kearahku
Aku melirik minho meminta pendapat apa yang harus kulakukan. Namun diluar dugaan minho menarik pinggangku dengan tangan kanannya.." Anyii..."
Joon semakin bingung," mwo? Lalu kenapa kalian tadi berciuman! Oh tidak jangan katakan..."
"Bingo! Dia adalah istriku" minho menjawab tebakan joon
"Tidak bisa dipercaya!!!!" Joon menggelengkan kepalanya kuat kuat
Minho tersenyum menatapku yang sedang gugup tingkat dewa dan memberi isyarat padaku untuk memberi salam pada kim joon.
"A..anyonghaseyeo..perkenalkan aku goo hye sun.." Sapaku sedikit canggung
Kim joon tersenyum," nee anyonghaseyeo."
"Joon kumohon rahasiakan ini." Pinta minho tanpa memohon
Joon mengedipkan sebelah matanya," serahkan padaku!tapi minho, bagaimana bisa kau menikah disaat karirmu sedang memuncak. Aku salut padamu" puji kim joon
"Bagiku, jika aku ingin maka harus kulakukan karna kesempatan kedua itu belum tentu datang lagi. Yang terpenting lakukan dulu setelah itu baru menjalaninya..." Jawab minho. Kata kata yang sederhana namun besar maknanya.
Joon tersenyum mengerti," arasseo..kau memang benar benar seorang pria sejati!"
"Hahaha... Bisa saja!"
Aku memperhatikan kedua manusia maha sempurna ciptaan tuhan di hadapanku ini. Jika berbalik ke belakang tepatnya dua bulan yang lalu, tidak pernah kubayangkan akan menyaksikan dua pemuda tampan ini secara langsung selain di televisi. Bahkan aku bisa menikah dengan minho.
Dan bagaimanapun juga ini hari terindahku. Pertama kalinya minho memperkenalkanku sebagai seorang-istri- kepada temannya. Ia sama sekali tidak menutupi rahasia kami. Aku sunggung sungguh semakin mencintai suamiku!!!
"Iya kan nyonya lee?" Tiba tiba kim joon bertanya padaku.
Aku tersadar dari lamunan alam bahagiaku," nee?"
"Hahha kau melamun ya nyonya lee?"
Aku salah tingkah dibuatnya," anyi akuu..."
"Hei hentikan jangan menggoda istriku. " Minho menyelamatkanku dari pertanyaan joon
"Dia manis minho. Kau sangat beruntung" puji kim joon. Ia menatapku penuh kelembutan
"Tentu! Makanya aku tidak akan menyesali telah menikahinya." Minho mengelus elus punggungku
"Yaaa!! " Tegurku padanya. Ia suka sekali membuatku malu dan salah tingkah.
"Hehhe..baiklah kau tenang saja. Aku tidak akan membuka rahasia ini pada orang lain.."
"Gumawo joon! Aku tau kau bisa diandalkan!"
"Sudah pasti itu! Memangnya aku tukang gosip! Hahha.. Kau tau aku membenci itu minho"
"Arasseo. Makanya aku berterus terang padamu"
"Baiklah karna sudah semakin larut dan aku sepertinya sudah mengganggu kalian maka sebaiknya aku tau diri dan harus segera pulang" goda kim joon
"Hahha..dasar! Gumawo sudah menyempatkan waktu untuk menjengukku disini" minho mengulurkan tangannya
Joon menyambut tangan itu dan tersenyum," gwenchana..kita kan sahabat"setelah itu joon berpamitan padaku," senang bertemu dengan kau hye sun"
Aku menunduk hormat padanya," ah nee.. Terimakasih sudah datang"
"Kalau begitu aku pulang.." Joon melambaikan tangannya
"Nee hati hati" ucap aku dan minho berbarengan
"Cepat urus lukamu itu! Aku merindukanmu di dunia kita!" Ucap joon sebelum menutup pintu
"Arasseo!"
***----***
"Apa dia bisa dipercaya?"
"Tentu. Dia temanku sejak kecil" jawab minho mantap
"Tapi perasaanku menjadi tak enak..."
"Percayalah padaku sayang.." Minho meyakinkanku
Aku dan minho tersenyum dan saling menatap..
"Sepertinya aku harus segera pulang. Satu sudah mengetahui dan aku tidak mau ada yang lainnya.."
Minho menarikku ke pelukannya," hmm...mian.."
"Mwo?"
"Karna aku kau jadi tidak nyaman bersamaku selain dirumah.."
"Hmm.. Gwenchana..aku mengerti."
"Baiklah!"
"Nee?"
"Setelah aku sembuh kita pergi ketempat yang kau suka!" Ajak minho penuh semangat
Aku berbinar menatapnya," coungmalyeo?"
Minho mengangguk mantap," tentu!"
"Gumawo..."
Minho melihat ekspresiku yang tiba tiba berubah menjadi sendu," yaa wee? Tidak senangkah?"
Aku menggeleng," anyi.. Aku senang walau hanya diucap begini saja.."
"Hei aku serius.." Minho meyakinkanku
"Bagaimana bisa! Keluar selangkah saja dari apartemenmu harus dengan susah payah apalagi jika pergi bersama!"Bantahku
"Hehehe.. Aku bisa menyamar!"
"Nee?"
"Ah sudahlah itu urusanku! Ayo bicara padaku kau ingin pergi kemana?" Tawar minho
"Hmm... Aku ingin ke disneyland..."Ucapku sedikit ragu. Mana mungkin minho mau!
"Disneyland?" Ulang minho
Aku mengangguk."Nee. Pasti sangat menyenangkan bisa bermain halilintar bersamamu.."Aku tersenyum sambil membayangkan
"Kachaa!!!"
"Mwo?"
"Setelah aku sembuh kita bisa pergi." Minho mencubit gemas kedua pipiku
"Coungmalyeooo??" Aku berusaha meyakinkan
Minho mengangguk mantap," hu um! Hitung hitung honey moon kita!"
"Jadi..kita ke hongkong maksudmu?"
"Anyi..kita ke irak! Ya tentu saja sayaaang.. Kita akan ke hongkong!" Minho tambah semakin gemas padaku dan meremas pinggangku
Akhirnya saking bahagia hatiku langsung saja aku menghambur dan memeluk minho erat,"aaaaa gumawo..gumawo minhossi!!!!"
"Aaaaakh. Sakit!" Minho merintih
"Bohong lagi kan?"
"Tidak sayang kali ini sungguhaaaaan. Aaakh.." Minho memegangi perutnya akibat ku tubruk terlalu kuat.
Panik langsung menjalar di diriku," aaaah mian..mianeeee.. SUSTEER!!!" Refleks aku berteriak meminta bantuan pada suster
"Hei! Kau lupa! Kau ini kan sedang menjadi suster!!" Tegur minho menyadari kepanikanku
aku menepuk jidat," ah aku lupa!"
"Dasar gembuuuul!!!" Ejek minho
"Yaaaa aku tidak gembul!"
"Memang tidak tapi hanya pipimu saja yang gembuuuul...!hahaha"
"Aaaaargh LEE MINHOOO!!!!"
***____***
Sementara itu...
"Danahan?"
"Nee. Apa kau setuju?" Tanya manager kim joon
"Hmm.. Boleh. Danahan salah satu kosmetik terbaik di korea.."
"Jadi kau akan menerima tawaran ini?"
Joon mengangguk," tentu! Ah lalu siapa pasanganku dalam CF ini?"
"Hmm belum bisa dipastikan siapa. Tapi sepertinya produser ingin membuat casting bagi pemeran wanita" jelas managernya
"Oh.. Kapan kira kira syuting iklan ini?"
"Dua minggu lagi. Jadi persiapkan dirimu. Karna kudengar CF ini akan dibuat seromantis mungkin untuk menarik hati pelanggan"
"Arasseo! Lebih baik kita makan dulu aku lapar!" Ajak joon
"Arasseo. Kachaaaaaa.."
***____***