Author Topic: My Job Is... your Job...?!?!? (Chapter 8) 1st February 2013  (Read 9439 times)

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
ok... ini updetannya... maaf kalau banyak kekurangan dan banyak kesalahan  [biggrin] [biggrin]

Chapter 1

Sebelumnya…cerita ini hanya fiktif belaka… semua nama, karakter, tempat, kejadian dan sagala hal didalamnya adalah karangan penulis. Dan gambar-gambar yang disertakan hanya merupakan pelengkap. Penulis tidak menginginkan dan tidak bermaksud apapun melalui cerita ini dan cerita ini juga tidak mengandung unsur apapun, kecuali hanya ingin menghibur pembaca, dengan sedikit memasukkan pengembangan dari penulis.

Jadi maaf, bagi anda yang memahami pekerjaan yang tertulis didalamnya, penulis mohon maaf yang sangat jika hal tersebut berbeda dari yang sebenarnya. Karena jujur sebenarnya penulis tidak bergelut dibidang itu.


“kolonel… sebuah objek memasuki daerah perbatasan terlarang…”kata seorang prajurit dengan headset dikepala dan menatap layar komputer dihadapannya yang menunjukkan peta wilayah penjagaan mereka, dimana wilayah tersebut sangat dilarang untuk dimasuki siapapun…benar-benar siapapun bahkan masyarakat sipil pun jika tanpa seijin kolonel yang bertugas.

Taklama dengan cepat seorang wanita berdiri didekat laki-laki tersebut dan menatap layar yang menunjukkan sebuah titik yang terlihat terus berkedip dan terus berjalan masuk melewati garis perbatasan terlarang mereka yang ditunjukkan dengan garis merah di layar

“kenapa bisa… dimana para penjaga…”tanya kolonel tersebut, terus menatap layar.

“hubungi pos penjaga dan… tolong perbesar gambar…tampilkan di layar utama…”tambah kolonel tersebut, masih menatap layar, tak lama kemudian ia mengalihkan pandangannya menatap layar utama yang lebih besar di tengah ruangan. Sang kolonel terus menatap titik tersebut untuk mengetahui kemana tujuan objek tersebut.

“Kolonel Lee…!!!”panggil seorang laki-laki yang lain “pos penjagaan kosong… tak ada yang menjawab…mereka masuk secara paksa…”

Dengan cepat kolonel wanita tersebut mengambil headsetnya dan mix kecil dihadapan laki-laki pertama. Mix yang langsung terhubung ke radio kendaraan yang berada di dalam layar tersebut “…anda memasuki daerah terlarang… hentikan laju kendaraan anda atau kami akan membunuh semua awak anda…”kata kolonel tersebut. Beberapa orang diruangan tersebut terlihat menunggu jawaban dari pemilik objek yang terus melaju tersebut dan ternyata… objek tersebut terus bergerak masuk tanpa memperdulikan ancaman sang kolonel.

“apa itu mereka…”tanya seorang laki-laki yang lain, berjalan mendekati sang kolonel dan berdiri di sisinya yang lain, mengapit prajurit pertama yang berada dihadapan layar komputer.

Wanita tersebut tampak terdiam, dia tidak boleh mengambil keputusan yang salah. Dia harus memikirkannya dengan sungguh-sungguh…karena ini berkaitan dengan nyawa semua prajuritnya.

“kolonel… perintah…”seru orang itu.

“persiapkan prajurit anda kapten Song…dan tempatkan penembak jitu kita di setiap pohon dan celah tersembunyi yang mereka lewati untuk mengcover…jangan sampai ada yang tahu tentang ini…dan…aku ikut dalam misi ini…”

“anda… ikut…?”tanya kapten Song tidak prcaya dengan pendengarannya.

“apa anda tidak percaya dengan kemampuanku…kapten Song…?”kata sang kolonel, menatap kapten Song dingin.

“tidak… hanya saja… untuk kasus seperti ini anda tidak perlu turun tangan… kami bisa melakukannya…lagipula belum tentu itu mereka…”jawab kapten Song

Sang kolonel terlihat diam, menatap dingin kapten Song menilai “jangan meremehkan setiap kasus…”jawab sang kolonel terdengar ketus, berjalan melewati kapten Song, dingin.

Kapten Song diam, di tidak ingin mendebat kolonel wanitanya itu lagi, atau akan terjadi sesuatu padanya…dan ia masih ingin hidup “siap kolonel…”jawab kapten Song, sambil memberi hormat pada kolonel wanita tersebut. Tak lama terdengar pengumuman untuk semua prajurit agar siaga dan bersiap atas kemungkinan adanya penyusup bersenjata.

“benarkah itu kalian…”gumam kolonel wanita tersebut, menatap layar komputer setelah kepergian kaptennya, dengan wajah yang terlihat menegang. Sang kolonel terlihat mengambil 4 senjata yang ia letakkan dimejanya, sebuah handgun bertipe magnum dan sebuah revolver ia letakkan di sisi pinggangnya dengan memasukkannya kedalam hostler (sarung pistol)nya, dan revolver yang lain ia letakkan di sebuah hostler paha (sarung senjata yang diikatkan di pahanya), dan sebuah hand gun bertipe baretta ia masukkan di hostler paha yang lain, serta beberapa senjata yang lain kedalam pocket yang digunakan sebagai tempat belati, bom dan borgol.





Sang kolonel juga menggunakan perlindungan tubuh yang sama dengan prajurit yang lain. Rompi anti peluru. Terakhir sang kolonel mengambil sebuah topi dan mengenakannya diatas rambutnya yang panjang dan bergelombang yang diikatnya dan dimasukkan kedalam topi hingga tidak terlihat lagi rambutnya yang panjang.

“semua sudah siap kolonel…”

“baik… kita kesana sekarang…” kata kolonel tersebut yang kemudian masuk kedalam jeep yang telah dipersiapkan bersama sang kapten dengan prajurit yang berada di sebuah truk yang berjalan dan melaju cepat dibelakang mereka.

Jeep sang kolonel melaju cepat dan berhent, dibalik semak, tak jauh dari truk penyusup, yang terus berjalan mendekat. Sang kolonel terlihat menunggu, dan mengambil alat komunikasi 2 arahnya yang ada di dalam jeep tersebut, yag terhubung dengan truk penyusup tersebut

“peringatan terakhir… hentikan laju mobil anda…”kata kolonel tersebut. Sang kolonel terlihat terdiam, menunggu, namun jawaban yang ditunggu tidak terdengar juga.

“siapkan penembak jitu kita… tembak roda truk tersebut…”perintah kolonel tersebut pada kaptennya.

“siap kolonel…”jawab kapten tersebut, yang kemudian berbalik dan dengan sebuah isyarat ia memerintakan sniper mereka untuk bersiap.

“semua siap kolonel…”

“bagus… tunggu perintahku…”kata kolonel tersebut yang terlihat menunggu, dan setelah truk tersebut mulai terlihat, kolonel tersebut terlihat mengangkat tangannya, sebagai isyarat untuk bersiap dan beberapa detik kemudian mengepalkan jarinya sebagai tanda untuk menembak.

Para sniper tersebut dengan tangkas mulai mengeluarkan timah panas dari snejata laras panjang mereka, yang melaju cepat menembus dua roda depan dan belakang tersebut yang membuat truk tersebut oleng dan mengerem mendadak, tak jauh dari hadapan sang kolonel dan kapten Song.

Lengan kolonel tersebut terlihat belum turun dan masih terangkat, namun tidak lagi terkepal, jari-jarinya terbuka, memerintahkan snipernya untuk bersiaga dan bersiap, hingga perintah berikutnya.

Tak ada tanda-tanda dari truk tersebut, sang kolonel terlihat keluar dari tempat persembunyiannya sambil mengeluarkan pistolnya dari sarungnya yang talinya melingkar dipinggangnya. Perlahan dan selangkah demi selangkah kolonel wanita tersebut berjalan mendekat.

“siapapun anda…keluar dari truk dengan tangan terangkat di kepala…sekarang”seru kolonel tersebut. Tak ada jawaban dari target dihadapannya, hingga beberapa menit kemudian 3 orang laki-laki dengan penampilan kotor dan 2 diantaranya terlihat penuh luka. Perlahan mereka keluar dari pintu bagian kemudi dan 2 yang lainnya dari bagian penumpang.

Kolonel tersebut berjalan menyongsong ketiganya, dan dengan isyarat kepala memerintahkan kapten Song untuk memeriksa isi truk.

“periksa truk…”perintah kapten Song pada prajuritnya sedngkan dirinya dan beberapa prajurit yang lain terlihat berjalan dibelakang sang kolonel.

“benar kolonel… mereka yang diburu… laki-laki itu..Ahn Suk gun…”bisik kapten Song di belakang sang kolonel, menunjukkan seorang laki-laki yang terlihat sangat lusuh, namun tidak terlihat banyak luka disana, hanya janggut yang hampir menutupi separuh wajahnya, menunjukkan orang tersebut berada beratus-ratus hari dijalan.

Ketiga laki-laki yang keluar dari dalam truk terlihat mengangkat tangannya di kepala dan berdiri dihadapan sang kolonel.

“berhenti ditempat… jatuhkan senjata kalian dan letakkan kedua tangan di samping kepala…”perintah sang kolonel pada ke tiga laki-laki tersebut. Sang kolonel diam, menatap ketiganya hingga saat ia memasukkan kembali senjatanya ke dalam sarungnya untuk mengenakan borgol, namun belum sempat borgol yang dikenakannya menceklik terkunci, tiba-tiba laki-laki yang diketahuinya merupakan penjahat kelas kakap bernama Ahn Suk gun, meminting tangannya kebelakang dan membekap sang kolonel, dengan sebuah belati di lehernya. Semua prajurit terlihat terhenti dari kegiatannya dan menatap laki-laki itu.

“biarkan kami pergi…”kata orang tersebut “atau aku akan membunuhnya…” ancam laki-laki tersebut, sambil berjalan menjauh

Tak lama dua orang penjahat yang lain terlihat mengambil senjata dari tangan prajurit “jatuhkan senjata kalian…”kata salah satunya

“ berbalik, merapat ke truk kalian dan letakkan kedua tangan dikepala…”tambah yang lain

Semua prajurit dan kapten Song terlihat menjatuhkan senjatanya, membalikkan badannya, berdiri merapat di truk mereka dengan kedua tangan berada dikepala.

“sepertinya wanita ini sangat berpengaruh bagi mereka… kita apakan dia bos…”Tanya salah seorang penjahat tersebut pada seorang laki-laki yang membekap sang colonel.

“ya…aku kenal dia dan sepak terjangnya… dia akan sangat berharga…”jawab laki-laki yang dipanggil bos tersebut.

“ayo pergi…”ajak yang lain yang sudah masuk kedalam truk dan berada di belakang kemudi.

Sang colonel terlihat masih dibekap dan dibawa untuk memasuki truk, namun baru beberapa langkah kedua penjahat tersebut melangkah terdengar desing peluru dari arah yang tidak mereka duga dan tidak mereka ketahui. Tembakan tersebut tepat meluncur dan bersarang dipaha salah satu penjahat tersebut. Tembakan itu hanya sekali, namun mencuri perhatian penjahat tersebut. Tak lama setelah laki-laki yang sudah berada di dalam truk keluar, dan akan berjalan mendekati laki-laki yang mereka sebut bos, sebuah tembakan menerjangnya.

“AKHHHHH!!!”seru laki-laki tersebut sambil memegang bahu atasnya kuat yang baju lusuhnya mulai terlihat memerah, karena darah yang merembes.
Laki-laki yang membekap sang colonel terlihat terdiam, wajahnya menunjukkan ketakutan yang sangat. Sang colonel menyadarinya dan dengan cepat memutar keadaan.

Sang colonel melepaskan bekapan lengan laki-laki tersebut dilehernya, membuat laki-laki tersebut melemparkan belati ditangannya dengan menekan sendi pergelangan tangannya berlawanan arah, kemudian memelintir lengannya hingga sang colonel terlepas dan berada di belakang laki-laki tersebut, memiting lengan penjahat tersebut dibelakang punggungnya.

“AKHHH!!!”

“bodoh!!!”seru sang colonel keras ditelinga laki-laki tersebut. “ambil borgol…”seru sang colonel, yang kemudian mulai memborgol laki-laki tersebut, dengan kedua lengan terpiting di punggung. “pelajaran pertama dan sangat dasar… jangan sekali-kali lengah atau tawananmu akan berbalik menawanmu… bahkan membunuhmu…”bisik sang kolonel di telinga sang penjahat, sambil memakai borgol di kedua tangan penjahat tersebut “bahkan anak TK saja tahu….”tambah sang kolonel, membuat penjahat tersebut menatap sang kolonel garang.

“kembali ke markas… dan beri pengobatan pada yang terluka termasuk kedua penjahat tersebut…”perintah sang colonel yang kemudian naik ke dalam jeep nya disusul oleh kapten Song setelah menyampaikan perintah yang dikatakan oleh sang colonel. Sebelum mobil jeep melaju, sang colonel terlihat mengeluarkan lengannya dari pintu jeep yang memang tidak berpintu, -maksudku benar benar tidak berpintu dan hanya memiliki kerangka berbentuk pintu saja- dan mengangkat jempolnya pada para penembak jitunya. Mengakhiri tugas hari itu..


********


Matahari kembali menyergap, masuk ke dalam celah tirai yang terbuka, membuat seseorang semakin merapatkan kedua matanya karena cahayanya yang menyilaukan. Seseorang itu terlihat masih setia dengan bantal dan kasurnya hingga ia tidak mau meninggalkan keduanya. Namun hanya beberapa menit, tak lama tiba-tiba terdengar ketukan keras dipintu. Memekakkan indera pendengarannya, yang membuatnya perlahan membuka sepasang indra penglihatannya.

“auussssshhhhh…siapa…pergi dari sini…!! Aku masih ingin tidur lagi”katanya sambil mempererat pelukannya pada guling dan merapatkan selimutnya.

“BANGUN!!!”seru seseorang diluar ruangan.
Hening. Tidak terdengar jawaban dari dalam kamar tersebut, membuat laki-laki yang tidak setampan orang didalam kamar, hanya saja ia terlihat lebih rapi dan wangi dengan kaos dan jeans nya yang terlihat sangat kasual, menatap diam pintu dihadapannya. “kau sudah bangun…?”serunya lagi bertanya. Lagi-lagi hening, tidak terdengar jawaban dari dalam kamar tersebut.

“yaisshhh!! Selalu saja…. Jika kau tidak bangun dalam waktu 5 detik dari sekarang aku akan mendobrak pintu kamarmu ini… dalam hitungan ke 5…”ancamnya, yang masih tidak terdengar jawaban dari dalam kamar “5…4…3”laki-laki itu terlihat terhenti dan menghela napas “2…”

Hitungannya terhenti, ketika pintu dihadapannya menceklik terbuka. Seorang laki-laki yang masih terlihat lusuh keluar dari kamar tersebut dan melangkah dengan sedikit terhuyung karena mengantuk kearah dapur.

“…aku tidak pernah menemukan artis yang begitu jorok…lusuh dan malas seperti kau…”

“…kalau begitu pecat aku…”jawabnya, enteng, menantang

“MWO!?!? Tentu saja… aku akan memecatmu… itupun kalau memang aku dapat melakukannya…” katanya sambil membuka lemari es, yang hanya 4 detik saja ia buka dan kemudian dengan cepat ia tutup kembali. “yacchhh…sudah berapa lama benda-benda menjijikkan itu berada di kulkasmu… kenapa tidak kau keluarkan…”

Laki-laki yang terlihat lusuh dan kotor tetapi tidak dapat menyembunyikan ketampanannya itu menatapnya sesaat, tajam “…bukan urusanmu…lagipula kau bukan manajerku… jadi pergi dari sini…”kata laki-laki tampan itu, ringan tanpa mengeluarkan ekspresi apapun, hanya terlihat santai dengan meneguk jus di gelas yang berada ditangannya.



“aussshhh… kau GOO YONG JUN!!! hentikan sikapmu itu!!!”seru laki-laki dihadapannya, menatap laki-laki yang dipanggilnya Goo Yong Jun itu dengan murka.

Keduanya saling diam, membuat suasana hening namun makin memanas, laki-laki tampan itu terlihat diam, tanpa memeperdulikan tatapan tajam laki-laki yang tak jauh berada disisinya. Hingga akhirnya salah seorangnya menyerah.

“ahhh… terserah kau saja… jika bos tidak memintaku secara langsung untuk kesini akupun tidak akan kemari… jadi terserah saja… aku kesini hanya mengatntarkan pesan padamu….”

“pesan…”tanya Yong jun penasaran, menatap laki-laki dihadapannya itu, membuat laki-laki itu tersenyum, tidak menyangka.

“ck..ck…ck… tidak biasanya kau sepenasaran itu…”

“apa pesannya…”

“…kau harus datang kekantornya 2 hari lagi… tepatnya hari senin besok… datang tepat pukul 8… dan jangan sampai terlambat….atau…”

“atau apa…”tanya Yong Jun menunggu

Laki-laki dihadapannya tersenyum sinis penuh kemenangan “atau dia akan memecatmu…”
Yong jun terdiam sesaat mendengar perkataan laki-laki itu sebelum akhirnya ia tertawa lebar “ha ha ha ha… dia..??!... memecatku…?!?! Tidak mungkin…”

“….aku selalu berdoa untuk itu…”

Yong jun terdiam mendengar perkataan laki-laki itu. senyum lebar terlihat diwajah laki-laki itu, membuat Yong jun berpikir.

“kenapa… takut… tidak biasanya…”goda laki-laki itu, membuat Yong jun menatapnya garang seperti seekor singa kelaparan yang mendapat mangsa. Keduanya terlihat terdiam sesaat, larut dalam pemikiran masing-masing.

“…ok…aku harus pergi… hari ini aku harus menemani artisku untuk ke Jepang sampai 1 bulan… jadwalnya selalu penuh…”kata laki-laki itu yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Yong jun diam di tempatnya.

“hei…”panggil Yong jun tiba-tiba menghentikan langkah laki-laki tersebut yang kemudian terlihat membalikkan tubuhnya menatap Yong jun “apa…”tanyanya

“terima kasih untuk pesannya… dan juga… doamu… aku doakan…”

“apa…?”

“kau selamat sampai tujuan…”jawan Yong jun tersenyum sinis, yang kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi yang berada di ujung ruangan


******


“kolonel Lee ..sebuah video call untuk anda…langsung dari…errmmm… Jenderal besar Lee dari markas besar…”kata salah seorang prajurit yang bangkit dari tempat duduknya dan menatap sang kolonel serius.

“secepat itukah…sepertinya sangat serius…”kata sang kolonel yang masih terlihat tersenyum.

“ini…langsung dari Jenderal Besar Lee…”ulang prajurit tersebut. Kolonel Lee terlihat terdiam mendengar perkataan dari prajurit tersebut, hampir semua orang diruangan itu terdiam, dan hanya beberapa yang terlihat berbisik, menatap sang kolonel. Kolonel Lee terlihat bangkit dari tempatnya, dan menatap prajurit tersebut tidak kalah seriusnya. Ya… semua hal yang berhubungan secara langsung dengan Jenderal Besar Lee sangat serius untuk seorang kolonel Lee, bukan tentang jabatan atau pekerjaan. Ada hal lain yang selalu menjadi prioritas bagi kolonel Lee. Hubungan sedarah…

Sang kolonel terlihat menghela napas panjang dan berdeham sesaat sebelum memberikan perintah untuk…”tampilkan dilayar utama…”

“anda yakin…”

“ya…jika ia mengatakan Jenderal Besar maka tidak ada hubungannya dengan hubungan darah…”

“baik!!”jawab prajurit tersebut tegas.

Tak lama layar menampilkan seorang laki-laki tua berjas lengkap dan rapi. laki-laki dengan umur yang sudah melebihi setengah abad. Semua itu terlihat dari keriput di wajahnya dan beberapa rambut yang telah memutih, namun secara fisik laki-laki itu masih terlihat sangat segar, walaupun umurnya juga sudah lebih dari setengah abad, tetapi dapat dipastikan laki-laki itu masih dapat menghirup napas segar dan merasakan hangatnya matahari hingga 80 tahun lagi atau bahkan lebih.



“yes sir!!!”sapa kolonel Lee tegas

“temui aku segera di markas besar” katanya singkat, jelas padat, walaupun tidak mengatakan maksudnya, sang kolonel tampaknya mengerti maksudnya, semua itu terbukti dari bantahan yang akan dikeluarkannya selanjutnya

“tapi pak…”katanya

“helikopter yang aku kirim akan tiba 5 menit lagi dari sekarang… jadi kolonel, bersiap-siaplah…”

“tapi…”kata sang kolonek yang tiba-tiba terputus kembali

“pembicaraan selesai…aku tunggu segera”putus Jenderal Lee

“ya pak!!!”jawab sang kolonel tegas, bersikap siap dan memebri hormat padanya sebelum sanbungan terputus.

Kolonel Lee menghela napas panjang, hingga akhirnya ia menyadari semua tatapan para prajurit di sekitarnya. “apa…”kata sang kolonel tegas

“kembali kerja anak-anak…”seru kapten Song kemudian, yang terlihat menahan tawanya.

“tertawa saja jika ingin tertawa…”kata kolonel Lee, dan tepat setelah itu tawa pecah diruangan itu, tawa lepas seorang prajurit. Kolonel Lee menatap semua orang diruangan itu, menatap mereka terdiam, lalu perlahan ia mengambil handgun di hostler pahanya dan menembakkan pada sebuah layar computer di hadapannya tepat berada disisi belakang Kapten Song.

Semua prajurit terlihat terdiam menatap itu, tawa lepas yang sebelumnya membahana, tidak terdengar lagi, hanya suara hening dan suara percikan api dari layar computer yang terbakar.

Kolonel Lee terlihat berjalan keluar dari ruang kendali tersebut dengan senyum terkembang diwajahnya, meninggalkan semua orang yang berada diruangan kendali dengan wajah yang terdiam, takut. Banyak prajurit yang sudah mengenal kepribadian sang kolonel. Dan banyak yang berusaha menghindar, menghindar untuk bekerja sama dengannya. Ia memang selalu bekerja dengan disiplin yang tinggi, melakukan apapun untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Namun banyak yang sangat menyukai sang kolonel. Menyukai… bukan karena wajahnya, memang wajahnya tidak dapat dipungkiri lagi. Semua prajurit pasti akan menjawab dengan hal yang sama.

Kolonel Lee adalah seorang kolonel dan prajurit yang paling cantik diantara semua prajurit wanita di angkatan darat tersebut, namun bagi prajurit-prajurit tersebut itu adalah bonus dari kolonel Lee untuk mereka. Hal utama yang lain adalah bakatnya. Ia masuk di kesatuan angkatan darat, dengan sangat mudah. Sangat mudah, bukan karena ia adalah seorang cucu seorang Jenderal, namun lebih karena kemampuannya dalam berstrategi, dan menggunakan senjata. Dan hal yang terbaik dari dirinya yang sangat di sukai oleh semua prajurit adalah, Kolonel Lee tidak akan pernah mempertaruhkan nyawa prajuritnya. Ia akan sekuat tenaga melindungi semua prajuritnya, walaupun ia harus kehilangan nyawa untuk itu. Hal lainnya, ia juga memiliki keberanian menantang maut, yang terkadang bertentangan dengan sang kakek, seperti yang terjadi hari itu. dan satu lagi, ia seorang…

“kau menantang seorang penembak jitu kapten…”kata seorang prajurit pelan, menepuk bahu Kapten Song yang terlihat masih diam, terkejut dengan tindakan sang kolonel.


Markas Besar Angkatan Darat


“anda sudah ditunggu kolonel Lee…”kata seorang wanita yang duduk dibalik meja, masih dengan seragam yang sama yang dikenakan oleh kolonel Lee, namun tidak seperti kolonel Lee, wanita tersebut memiliki rambut yang pendek dan lurus.
Kolonel Lee terlihat merapikan bajunya dan melepas topinya yang membuat rambut panjang dan bergelombangnya terurai, menambah kecantikannya.

“Joo ri…sepertinya rambutmu sudah jauh lebih panjang…”

“ne… sudah lama aku tidak memotongnya… kau tidak mungkin menyerahkan mahkotamu pada prajurit kasar selama berada di daerah terpencil bukan…”kata Joo ri tersenyum, yang masih disibukkan oleh penampilannya. Joo ri terlihat mengikat rambutnya menjadi satu kebelakang membentuk kuncir kuda. Ya, memang benar di setiap markas terdapat paling tidak salah seorang prajurit yang dapat membantu prajurit yang lain untuk mencukur rambut mereka, dan hampir 99,9% dari mereka adalah laki-laki.

“yah… benar juga… tidak akan ada rambut lagi disana…”kata wanita tersebut, tersenyum lebar menatap Joo ri. Joo ri berjalan medekatinya lalu memeluknya erat “apa kabar kolonel Han…senang berjumpa denganmu…”

“bagaimana kabar anda kolonel Lee… oh…selamat untuk penangkapan itu…”kata kolonel Han

“ahh… bukan apa-apa jika tanpa prajurit-prajuritku…errmmm.. kenapa di ruangan besar… apa tidak cukup di ruangan Jenderal… karena Jenderal lah yang menginginkan aku…”ucap Joo ri

“errrmmmm…”

“kenapa…”

“errrmmm sebenarnya…didalam bukan hanya Jenderal Lee saja… tapi juga Jenderal yang lain, bahkan rapat itu juga akan dihadiri oleh menteri pertahanan…”

“MWO!!! Benarkah… apa aku membuat lebih dari kesalahan kecil…?”

“….kau menyiapkan penembak jitu Joo ri… kau tahu itu…ini bukan perang…”

“tapi… terbukti bukan mereka dibutuhkan…”

“yah.. memang… tapi…”

“aku masuk…”

Kolonel Lee, mengetuk pintunya sesaat sebelum akhirnya ia masuk setelah terdengar sebuah suara dari dalam. Kolonel Lee terlihat berdiri tegap dan mengangkat lengannya memberi hormat pada semua yang berada di ruangan itu.

“duduk kolonel Lee…”kata seorang pria yang sangat kolonel Lee kenal, bukan sang Jenderal tetapi…

“terima kasih Letnan Jenderal Kang…” kata Joo ri yang kemudian duduk di kursi bagian tengah meja besar di hadapan dan diantara para LetJen, MayJen ataupun Jenderal.

“langsung saja… kami tidak menyukai cara anda dalam menggunakan para penembak jitu…itu melanggar peraturan yang telah dibuat…dan ini merupakan hal yang sangat serius…”kata menteri pertahanan, yang khusus datang untuk menangani pelanggaran yang dilakukan oleh kolonel Lee “…apa anda membawa serta para penembak jitu dari markas besar…?”tanya menteri pertahanan tersebut.

“anhi…”jawab kolonel Lee singkat

“lalu…”

“aku melatih beberapa prajurit secara pribadi…”

“secara pribadi…?”

“ya pak… mungkin anda…”

“kolonel Lee adalah salah satu penembak jitu terhebat yang kita miliki pak…” sambung LetJen Kang

“benarkah…?”

“ne…”jawab LetJen Kang

“dan…bahkan tanpa ijin pusat…anda melatih mereka…”

“kenapa tidak… jika itu demi keamanan Negara…”jawab Joo ri, membuat semua orang di ruangan itu terdiam, menatap Joo ri. . Sekarang Joo ri benar-benar merasa seperti seorang tersangka. Joo ri mengalihkan pandangannya pada LetJen Kang, ia terlihat menatap Joo ri sesaat lalu menundukkan kepalanya tersenyum, disusul gelengan kepala.

“…anda seharusnya mendapat hukuman yang berat untuk semua itu…”

Kolonel Lee terlihat diam, dia masih terlihat tenang menghadapi semua pimpinan tinggi itu. “tetapi karena…”

“jika ini berkaitan dengan Jenderal Lee… hukum saja saya…”putus kolonel Lee, membuat semua orang diruangan itu terdiam, menatap Kolonel Lee yang membalas tatapan MenHan dengan pandangan menantang. Hanya beberapa saat, tak lama tiba-tiba terdengar tawa keras dari mulut MenHan tersebut.

“aku suka dengan cucumu ini Jenderal Lee…”kata Menhan tersebut, menatap Jenderal Lee yang diam ditempatnya menatap Kolonel Lee. “dia benar-benar serius dengan pekerjaannya…”

“tentu saja…”lagi-lagi Joo ri menjawab

“bagus kalau begitu… karena anda berhasil dalam penangkapan tersebut… anda berhasil menangkap gembong terbesar yang merupakan pemasok senjata terbesar bagi para teroris… dan anda menggagalkan pengirimannya…sekaligus tanpa menyederai prajurit terkecuali penjaga pos… maka kami meniadakan hukuman itu…”

“dan untuk cara anda… saya pribadi berpikir untuk meniadakan peraturan itu, dan memperbolehkan anda untuk melatih semua para penembak jitu kita di markas besar… dan satu lagi… permintaan Jenderal lee atas anda akan saya kabulkan… dan setelah itu anda dapat bekerja kembali di markas besar sebagai pelatih penembak jitu… apa anda bersedia…?”

“ya pak!!!” jawab Joo ri bangkit dari tempatnya, berdiri tegap dan mengangkat lengannya memberi hormat pada MenHan

“rapat selesai…”kata MenHan sebelum akhirnya semua orang diruangan tersebut satu persatu keluar

“kerja yang bagus kolonel Joo ri…”kata salah satu Jenderal, menepuk bahu Joo ri

“terima kasih banyak pak…”

Hingga akhirnya tinggal tersisa 2 orang diruangan itu.

“tolong tutup pintunya pak Kang..”kata Jenderal Lee, yang segera dilakukan oleh LetJen Kang. Setelah pintu tertutup, langkah LetJen Kang untuk melangkah terhenti, tiba-tiba Joo ri memeluknya erat.

“bagaimana kabar anda pak Kang…”kata Joo ri

“ahh… semua baik… dan… kau sendiri terlihat lebih cantik dari sebelumnya… rambutmu sudah memanjang…”

“nee…ahh…rindu sekali denganmu pak Kang…”

“eheemmm…”sebuah dehaman menghentikan percakapan antara Joo ri dengan pak Kang

“kolonel Joo ri…”

“ya pak!!!”jawab Joo ri tegas, berdiri dihadapan jenderal Lee dan memberi hormat padanya.

“seperti yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan tadi… aku punya tugas untukmu…”


*******


“dimana kau Goo Yong Jun …”tanya seseorang dari dalam telepon

“dijalan…” jawab Yong Jun singkat

“dengan siapa…”

“sendiri…”

“MWO!!! Apa yang kau lakukan… tanpa bodyguard… tidak akan ada yang mengcovermu…”

“bukan masalah besar… lagipula aku menyamar…”

“apa yang kau lakukan…”

“bosan di apartemen… dan aku ingin membeli beberapa pakaian di butik langgananku…”

“…kau membawa mobil…”

“ahniya… jalan kaki lebih menyehatkan…”

“mwo!!! Kau ini benar-benar ceroboh!!! Terserah kau… bukan urusanku… kau yang lebih mengerti dirimu…”kata orang itu yang kemudian tidak terdengar perkataan apapun lagi, hanya nada sambung bahwa komunikasi telah ditutup. Yong Jun tersenyum menutup ponselnya dan meletakkan di sakunya kembali, kemudian melanjutkan perjalanannnya.

Memang hanya sedikit orang yang mengenalinya dengan pakaian seperti itu. Yog Jun hanya akan tersenyum jika seorang gadis atau siapapun mengenalinya sebegai Goo Yong Jun, dan kemudian ia akan berjalan kembali tanpa memperdulikan mereka.



Yong Jun masuk ke sebuah butik terkenal, dan mulai memilih beberapa pakaian, sesekali ia terlihat menatap keadaan di dalam butik tersebut. Sebenarnya ia takut juga jika ia dikerebungi banyak fans tanpa perlindungan apapun. Ia sudah tahu pasti bahwa ia hanya dapat mempergunakan kakinya untuk berlari menghindar dari kejaran para fansnya kemudian bersembunyi. Yong Jun terlihat menghela napas berat, lalu mulai melakukan kembali apa yang dilakukannya.

Butik itu terlihat ramai hari itu. Yong jun melihat beberapa pegawai butik tersebut tengah melayani salah seorang pembeli, yang Yong Jun yakin belum pernah bertemu dengannya.

“aku tidak mencari gaun… aku mencari celana dan pakaian kasual… lainnya…!!”seru seorang wanita keras. Yong Jun terlihat menghentikan aktifitasnya untuk menatap wanita tersebut. Ia tidak menyangka ada wanita seperti itu di dunia ini.

“tinggalkan aku sendiri… ”serunya lagi, yang semakin membuat Yong Jun penasaran terhadap wanita itu. Wanita itu terlihat berdiri dari tempatnya dan keluar dari kerumunan para pegawai butik tersebut. Ia melangkah cepat kearah Yong Jun, tepatnya bukan ke Yong Jun tapi pada pakaian yang berada di sekeliling Yong Jun, pakaian lelaki.

Yong Jun tersenyum sesaat menatap wanita itu, manis…tapi kasar…pikir Yong Jun, yang kemudian terlihat menyembunyikan wajahnya, membelakangi wanita tersebut.

“Yong Jun merapatkan tudung jaketnya, dan kembali memilih pakaian dan sesekali menatap sekitar. Ketenangan tercipta di butik tersebut, namun hanya beberapa menit, tiba-tiba tanpa disadari Yong Jun, seseorang memelintir tangannya kepunggung dan membekuk Yong Jun hingga ia tersungkur di lantai, dengan wajah menempel di lantai yang dingin.

“AKHHHH!!!!”


*****

EnD of ChaPteR
« Last Edit: August 27, 2010, 08:48:12 am by ai_yuki »

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
asik dah ada yg update.... [clap] [clap] [clap] [clap]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] huaaa yuki gomawo dah update yaaa..

weitzz bawa2 kolonel booo,, rada berat niy sprtinya  [hmpfh] lnjutkan trus yaa yuki  [clap] [clap] [clap] [clap]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
asik dah ada yg update.... [clap] [clap] [clap] [clap]

ditunggu komentnya ya om  [biggrin] [biggrin]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] huaaa yuki gomawo dah update yaaa..

weitzz bawa2 kolonel booo,, rada berat niy sprtinya  [hmpfh] lnjutkan trus yaa yuki  [clap] [clap] [clap] [clap]

sama2 onnie  [lovestruck] [lovestruck]

iya nih onnie... tapi nanti sebisa mungkin ada bumbu2 komedinya... tinggal penulisnya berhasil apa gak dalam menyajikannya  [hmpfh] [hmpfh]

cerita ini lebih menjurus ke militer ampe ke bodyguard... sedikit komedi... tetapi percintaannya tetep ada...

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
yeeeeeeee, update juga [smiley-gen013]
gomawo sist [flowers] [flowers] [lovestruck]
tp sebenernya rada' bingung nih sama pemainnya [sweat]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [chin] [chin] [chin]widihh jg inget ma WAMIL niy aq  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ow gtu toh,,, iya moga penulisnya sukses membawakannya yaa,,mang spa ya penulisnya??  whistling whistling whistling whistling  [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] okelah yuki,,, jgn nunggu lumutan yaa klo update,,,

ini c om jg ff nya terbengkalai c om,, oarah niy  [angry] [angry] [angry] [angry]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gw ampe pening baca tulisan warna orange [heh] [heh] hmmm ga bisa komen apa2 [laughing] nunggu chp selanjutnya baru komen ya [hmff]

edit --
ternyata udah diubah ke warna ijo [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
yeeeeeeee, update juga [smiley-gen013]
gomawo sist [flowers] [flowers] [lovestruck]
tp sebenernya rada' bingung nih sama pemainnya [sweat]

coba deh sist baca di bagian cast n prolognya... disitu ada pemain utamanya... kalau yang lain cuma pendukung aja... kayak kapten song,kolonel HAn, menhan ma manajer artis...

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
gw ampe pening baca tulisan warna orange [heh] [heh] hmmm ga bisa komen apa2 [laughing] nunggu chp selanjutnya baru komen ya [hmff]

edit --
ternyata udah diubah ke warna ijo [smiley-gen013] [smiley-gen013] [hmpfh]

sama mi... akhirnya aku ganti...

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
okaay, udh muali nyambung deh eke [hmpfh]
oya sist, cewe yg di butik itu joo ri bukan sih ?

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
prikitew...
Ai gumawo ya udah diupdate
pertama baca rada g conect but lama2 kamsud jugahehe
wew ngebayangin hyesun make seragam militer pasti keren b.g.t sis coba dkasih pikkunya [hmpfh]
 wah wah jadi si yong jun ama joo ri dah ketemu ya?
Tapi kenapa si joo ri melintir apa karna si yong jun dikirain mau ngutil kali ya [hmpfh]
ai lanjutkan ya hehe
abis ini yang s-o-l kan.,

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
 [clap] [clap] [clap] thanks ai udah diupdate [hug] [hug] [cheekkiss] [cheekkiss]

dan satu lagi, ia seorang…

ni kamsudnya seorang apa ai haduh bikin penasaran aja [chin] [chin] [chin]

wkwkwk yong jun diplintir sm joori ya hihi tampangnya mencurigakan kali sm kyk si mpir [hmpfh] aka virna tampang orang mau ngutil [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]



ADAM COUPLE SELCA

Chainezz_Vian

  • Guest
Sist ai, gumawo uda d update [flowers]   
     
emm, cpa th sist yg maen bekep tangan mino dr blakang? Hye sun ya sist??   
*miane blm apal nama" nya*   
     
di tunggu sist next chap nya + update'a SOL. . . oce??     
Cayo! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline gantang ricky prabowo

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • i know you so well
  • Location: JAKARTA
    • View Profile
4 jempol buat nih cerita.
keren, ada militer"a,. inget masa kecil sering main tembak"an.
wkwkwkwkwk [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
Hidup sukses, bahagia dunia khirat, membahagiakan orang banyak, bermanfaat untuk agamaku amin ya allah..

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
4 jempol buat nih cerita.
keren, ada militer"a,. inget masa kecil sering main tembak"an.
wkwkwkwkwk [rofl] [rofl] [rofl] [rofl]
[hmpfh] [hmpfh] akhirnya lu nongol juga om..
update ff lu sono!
kering niiiih hammer2 hammer2

BAIFERN & MARIO [lovestruck]