Author Topic: My Job Is... your Job...?!?!? (Chapter 8) 1st February 2013  (Read 9476 times)

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #75 on: September 07, 2010, 03:09:10 pm »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] ai ai ai ai update dunk

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #76 on: September 16, 2010, 07:19:25 pm »
[smiley-gen013] [smiley-gen013] ai ai ai ai update dunk

maaf say yang ini belum kepikiran  [biggrin] [biggrin]  [cheekkiss] [cheekkiss]

lagi diusahain...  [heh] [heh]


Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #77 on: September 17, 2010, 06:03:24 am »
Ku punya ide nich say, mending selesaikn Jung Min Hye Na dulu. Baru update yg ini. Gimana, bagus kan? *mempengaruhi sista ai*

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #78 on: September 17, 2010, 06:03:32 am »
Ku punya ide nich say, mending selesaikn Jung Min Hye Na dulu. Baru update yg ini. Gimana, bagus kan? *mempengaruhi sista ai*

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #79 on: September 17, 2010, 03:30:57 pm »
Ku punya ide nich say, mending selesaikn Jung Min Hye Na dulu. Baru update yg ini. Gimana, bagus kan? *mempengaruhi sista ai*

bisa-bisa... kebetulan malah...

tadinya punya ide buat ngupdet dua2 nya... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] ya udah kalo gitu....  [hmpfh] [hmpfh] 

[AddEmoticons04252]

  [AddEmoticons04252]

*dikeroyok satu tret*


Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #80 on: September 17, 2010, 04:46:29 pm »
 [head break] [head break] [hammer] [hammer] [hmff]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 1) August 27
« Reply #81 on: September 20, 2010, 01:28:58 am »
YUKI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kapan mo upd ate Kapten Joo Ri ayo dunks say gw selalu setia menanti nich [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #82 on: October 31, 2010, 01:50:47 pm »
udah lama dan hampir terlupakan...

 [heh] [heh] [heh]

maaf kalau jelek...  [sweat] [sweat]

Chapter 2

Additional Cast



Kim Bum as Kim Sang Bum

2 hari kemudian sesuai dengan kesepakatan, walaupun tidak tepat sesuai dengan jam yang dijanjikan, Goo Yong Jun berjalan perlahan kearah sebuah lift yang akan membawanya keruangan yang ia tuju. Ia menatap jam tangannya sesaat, sudah terlambat setengah jam dari waktu yang dijanjikan…,batin Yong Jun

Yong jun menghentikan langkahnya menatap pintu besar dihadapannya. Ia terlihat memarik napas sesaat sebelum akhirnya ia mulai mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu.

“masuk…”terdengar jawaban dari dalam beberapa saat setelah Yong Jun mengetuk pintu. Yong Jun membuka pintunya perlahan, dan masuk.

“akhirnya kau datang juga… walaupun terlambat 30 menit…”

“hanya 30 menit…”kata Yong Jun “ada keperluan apa pak…”tanya Yong Jun, berjalan maju kearah laki-laki dihadapannya yang terlihat tengah bersama seorang laki-laki yang lain.

“kenalkan… ini Kang Sung Bin… hyung ku… dia seorang militer dan dia yang membantuku mencari seorang bodyguard untukmu…”

“mwo?!?!? Bodyguard… aku sudah bilang…”

“ini berbeda”kata Tuan Kang segera, memutus perkataan Yong Jun

“apa maksudmu dengan berbeda”tanya Yong Jun menatap tuan Kang bingung sekaligus penasaran.

Tuan Kang terlihat terdiam, senyum menghiasi wajahnya. “masuklah…”katanya

Tak lama seseorang terlihat membuka pintu di belakang Yong Jung. Kemisteriusan Tuan Kang berhasil menarik perhatiannya untuk menatap kearah pintu.



Seorang wanita berpenampilan sangat tomboy, mengenakan kaos dan celana panjang dengan banyak kantung, model army masuk, membungkukkan tubuhnya singkat dan berjalan mendekat kesisi Kang Sung Bin, berdiri di antara Yong Jun dan Kang Sung Bin. Yong Jun menatap lama, mengamati dan menelusuri wanita tersebut sebelum akhirnya ia berteriak keras.

“MWO!!! KAU!!!” serunya

Wanita tersebut memalingkan wajahnya kesal, menatap Yong jun.

“sial…”gumam wanita tersebut
Yong Jun mendekati wanita itu cepat dan mengamati seluruh tubuhnya dari dekat. “yya!! Seharusnya aku yang merasa sial…”Yong Jun menatap kesal wanita itu “Pak Kang… apa tidak ada yang lain….? Aku tidak mau wanita….”Yong Jung menghentikan perkataannya dan menatap Joo ri sinis, menilai “…wanita… tidak jelas ini…”kata Yong Jun

Wanita itu menatap kesal Yong Jun, kemudian dengan cepat dan tiba-tiba wanita itu menarik, dan memiting tangan Yong Jun ke punggungnya, dan menjatuhkannya dengan keras, di meja Kang Jung Gil, membuatnya terhenyak menyandar di kursi tingginya dengan mata membelalak dan mulut terbuka, kaget

“Akhhh!!!”seru Yong Jun saat tangannya di kunci oleh wanita tersebut.

“hentikan Joo ri…”kata seorang laki-laki yang Yong Jun tahu bukan Pak Kang, produsernya. Yong Jun meronta untuk melepaskan cengkraman Joo ri sebelum akhirnya Joo ri menekan tubuh Yong Jun ke meja dan melepaskannya

“dia… anak buah hyung ku… namanya Lee Joo ri… dia sangat hebat di militer… Lee Joo ri adalah seorang kolonel di militer angkatan darat… dan juga seorang penembak jitu… jadi kau tenang saja…”terang Tuan Kang

Yong Jun diam, menatap Joo ri, menilai… lagi “…kau terlalu berlebihan Tuan Kang…”kata Yong jun tanpa mengalihkan pandangannya yang terus menilai Joo ri disisinya, sambil mengibaskan tangannya, menghilangkan rasa sakit ditangannya dan sesekali memberikan tatapan kesal pada Joo ri

“aku hanya membutuhkan seorang bodyguard… bukan seorang…”Yong jun menghentikan perkataannya.

“apa...?”tanya Joo ri keras, menatap Yong jun

“dia…” Yong jun menatap Joo ri kembali “terlalu berlebihan sebagai seorang bodyguard…”kata Yong Jun, menatap Tuan Kang

“…lalu..apa kau sudah punya yang lain…?”

Yong Jun diam, menatap Tuan Kang kemudian menatap Joo ri kembali. Tuan Kang mengerti “Yong Jun…kemarilah… kita bicara 4 mata…”kata tuan Kang, mengajak Yong Jun untuk keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Joo ri dan LetJen Kang diruangan tersebut.

“sunbae…” Joo ri menatap kesal LetJen Kang, yang dijawab dengan tawa yang keras olehnya.

“Sunbae!!!” Joo ri semakin kesal

“mianhe… akhirnya aku mendengar panggilan itu lagi…”jawab LetJen Kang senang

“Sunbae…ini tidak masuk akal… kenapa aku harus menjadi bodyguard seorang…akhhh!! Aku benci ini…”kata Joo ri, begitu tuan Kang dan Yong Jun keluar dari ruangan tersebut.
LetJen Kang terlihat tersenyum hangat, menatap Joo ri “ini yang diinginkan kakekmu…”katanya.

“tapi…”

“tidak ada protes… ini yang terbaik…”

Joo ri diam diatempatnya, mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dada. Tak lama pintu di belakangnya menjeblak terbuka.

“baiklah saya terima…”kata Yong Jun, emmbuat Joo ri menatapnya tidak percaya dan kemudian menghembuskan napasnya berat, lesu. LetJen Kang terlihat senang, tersenyum lebar menatap tuan Kang dan menjabat tangan Yong Jun “terima kasih banyak saeng-aa…”

“tak apa… hyung juga membantuku disaat yang tepat…”

*********

Joo ri menyapu pandangannya, menatap sekelilingnya. Dari luar, rumah itu terasa kecil namun saat ia memasukinya, sesuatu yang berbeda terlihat jelas di pandangannya. Rumah itu memanjang dengan tata letak dan dekorasinya sangat indah, dengan desain minimalis, sama sekali tidak menunjukkan pemilik rumah itu.

Joo ri merasakan kakinya dan tersenyum menatap apa yang dipijaknya. Lantai kayu. Ya… sudah lama Joo ri merindukan lantai kayu. Memang di tempat kerjanya –dimanapun- Joo ri sudah pernah berada di lantai marmer, lantai semen dan juga lantai tanah yang disertai dengan batu, bahkan pasir. Tapi yang ini, Joo ri serasa benar-benar dirumah. Teringat kembali rumah lama yang ditinggalinya bersama orang tuanya sebelum keduanya pergi.

Joo ri selalu dapat tidur dengan nyenyak di lantai kayu, dipangkuan ibunya dengan ayahnya yang selalu membacakan sebuah dongeng untuknya. Joo ri masih tersenyum, mengingatnya, hingga saat ia mengangkat kepalanya, dan pemandangannya sampai ke sebuah sosok yang berdiri di tak jauh dihadapannya, Joo ri mengerucutkan mulutnya sebal. Keduanya saling menatap, tetapi dengan cepat Joo ri membuang wajahnya.

Yong Jun menyadarinya “YYA!!! Ekspresi apa itu… kenapa kau membuang wajahmu…aiiissshhh!!! kau bekerja untukku dan mulai sekarang aku adalah majikanmu…jadi perhatikan tingkahmu…”kata Yong Jun marah, dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Joo ri, yang semakin mengerucutkan bibirnya dan menatap sinis Yong Jun hingga ia hilang di ujung ruangan.

Joo ri menatap tas besar yang ia letakkan di sisinya, kemudian mengambilnya dan akan membawanya. Tak lama Yong jun terlihat lagi, menatap Joo ri yang kesulitan membawa tas besarnya yang pasti sangat berat di atas meja tak jauh darinya. Yong Jun mengambil tas itu dan membantu meletakkannya di meja.

Bunyi keras seperti besi berat yang dijatuhkan terdengar. Yong Jun menatap penasaran tas tersebut “…sebenarnya apa yang kau bawa… kenapa begitu berat dan…”

“bukan urusanmu… dan terima kasih…”kata Joo ri mengambil tasnya dan akan beranjak pergi “dimana kamarku…”tanya Joo ri. Yong Jun diam sesaat menatap Joo ri. Di ujung lorong itu, dihadapan kamar pertama yang kau lihat…”jawab Yong Jun yang terdengar tidak rela.

“terima kasih…”kata Joo ri singkat dan kemudian melanjutkan langkahnya ke tempat dimana Yong Jun menunjukkannya.

“cihhh!! Jangan sungkan…!!”jawab Yong Jun, tanpa diperdulikan oleh Joo ri.
Joo ri terus berjalan kearah kamar di ujung lorong. Disana memang hanya terdapat dua kamar. Kedunya saling berhadapan. Joo ri membuka pintu kamarnya dan menatap sesaat, terhenyak ditempatnya. Tak lama senyum terlukis disana.

Kamar itu sangat indah, dengan dinding yang berwarna cream, dimana di setiap tempat yang berbeda dan tak tentu terdapat sebuah batu pualam yang ditempelkan didindingnya, memberi kesan yang berbeda. Joo ri berjalan mendekat, dan menyentuh sebuah batu, menyentuhnya pelan. Potongannya memnag dibuat tidak rata, dan ditempelkan begitu saja di dinding dimanapun.

“pasti dia sangat menyukai alam…”kata Joo ri, ketika mendapati keadaan kamar itu, dengan berbagai desaign interiornya. Lantai kayu, jendela kaca geser diujung kamar, yang dapat menjadi sebuah pintu yang langsung menghadap kearah kebun belakang yang luas dengan berbagai tanaman dan pohon yang tinggi disana. Semuanya menuju kearah yang alami, dan Joo ri menyukai itu. Entah kenapa selain Joo ri merasa dirinya ada dirumah, Joo ri juga merasa sisi yang berbeda dari seorang Yong Jun.

Joo ri tersenyum, nyanyian alam bersenandung di hatinya, mengingatka dirinya rumah. Rumah orang tuanya dan keadaan saat ia bekerja di lapangan. Terasa nyaman dan menyegarkan, hingga terdengar sebuah suara yang langsung merusak segalanya. nyanyian merdu alam terdengar sumbang dan rusak sebelum akhirnya berhenti.

“keluar… ada yang harus kita bicarakan…!!” kata Yong Jun yang berdiri dan bersandar di tepian pintu yang terbuka, dengan tangan terlipat didadanya.
Joo ri menyipitkan matanya dan menggeram, kesal pada Yong Jun yang sama sekali tidak perduli dengan tingkah Joo ri dan hanya mengangkat ujung bibirnya sedikit untuk mengekspresikan hatinya.

“cihh… dasar!!”keluh Joo ri dalam hati, sebal, setelah Yong Jun berjalan pergi. Tak lama Joo ri mengikuti langkah Yong Jun, meletakkan tasnya yang segera terdengar bungi dentang besi berat dan kemudian melangkah keluar menyusul Yong Jun

“mworagu!!??”tanya Joo ri langsung saat ia menatap Yong Jun tengah duduk sambil menghirup kopi ditangannya sebelum akhirnya menyeruputnya sedikit.

“duduklah…”kata Yong Jun pelan

Joo ri menatap Yong Jun, menyipitkan matanya, kesal “katakan saja… tidak perlu basa-basi… apa yang kau mau…”

Yong Jun menatap Joo ri sesaat, lalu mengambil sebuah map disisinya dan melemparkannya ke meja di hadapan Joo ri, dimana terdapat sebuah pensil dan spidol.
Joo ri menatapnya, “apa itu…”

“bacalah… maka kau akan tahu…”

“yya!!! Siapa bilang kalau aku akan memakannya aku bisa mengetahui apa isinya…”

“kalau begitu… bacalah…”

“cihh… aishhh….” Joo ri mengambil map diatas meja tersebut dan mulai membacanya.

“itu surat perjanjian…”kata Yong Jun. Joo ri diam, tidak perduli dengan perkataan Yong Jun. “pertama…” Yong Jun menghentikan perkataannya sesaat “jangan mencampuri setiap urusanku…”

Joo ri diam, ia membaca bagian yang sama yang disebutkan oleh Yong Jung. “kedua… kau berjalan di belakangku…”

Joo ri masih diam, Yong Jun membacakan lagi bagian yang sedang ia baca.

“ketiga… karena aku adalah seorang actor… maka jarang sekali ada waktu libur untukku… jadi… tidak ada waktu libur untukmu…”

Lagi-lagi Yong jun membaca perjanjian ketiga yang tertulis di map yang dibawa Joo ri.Joo ri diam, memejamkan matanya, berusaha meredam rasa kesalnya.

“arggghhh… bisa diam tidak!!” seru Joo ri, menatap kesal Yong Jun, bagai macan yang siap menerkam mangsanya. Yong Jun menatap Joo ri terhenyak di tempatnya, terkejut dengan ekspresi marah Joo ri “aku bisa membacanya!!!”seru Joo ri. Yong Jun mengedipkan matanya,terkejut dengan kemarahan Joo ri.

Keduanya terdiam saling menatap, dengan pancaran mata yang berbeda. Joo ri marah dan Yong Jun…menatap Joo ri…takut.

Joo ri menyipitkan matanya menatap Yong Jun tajam, hingga akhirnya Yong Jun menundukkan kepalanya tidak berani menatap Joo ri.Joo ri berdecak sesaat, kembali membaca map yang dipegangnya.

“mana penamu…”pinta Joo ri, memejamkan matanya dengan tangan yang terulur. Yong Jun, menatap Joo ri takut-takut, dan tanpa memperhatikan, ia mengambil pena diatas meja, dan memberikannya pada Joo ri. Joo ri menerimanya, “ini bukan pena… ini spidol!! Bisa membedakan tidak…”, Joo ri melemparkan spidol ditangannya.

“aiisshhh… maaf… ini…”kata Yong Jun, yang lagi-lagi tanpa memperhatikan apa yang diambilnya, dan segera diterima Joo ri. Joo ri menatapnya, memejamkan matanya, dan mengatupkan mulutnya rapat, menahan marah “ini bukan pena… tapi pensil!!!”seru Joo ri.

Yong jun panik dan menatap meja dihadapannya. Tidak ada apa-apa lagi disana, hanya secangkir kopi yang sudah mulai dingin. (“penulis!!! Kau tidak menyediakan pena!!!”)
(upss…)

*********

Pagi menjelma, sang mentari mulai menampakkan warnanya. Joo ri membuka matanya lebar perlahan, menatap langit-langit kamarnya. Sesaat kemudian, dengan cepat Joo ri menjatuhkan dirinya dari kasur gantung yang dibuatnya semalam. Ya… Joo ri memang tidur di kasur gantung yang dibuatnya dari kain yang tentu saja sangat muat bahkan untuk tidur 2 orang, kain itu tidak akan rusak. Joo ri sudah terbiasa tidur di kasur kain yang digantungkan di tiang base campnya saat di angkatan darat. Ia haya dapat tidur dengan cara seperti itu.

“tugas pertama…”gumam Joo ri, masuk kedalam kamar mandi, menyikat giginya dan membasuh wajahnya, sebelum ia keluar dari kamarnya dan menuju kamar dihadapannya, dimana sang tuan rumah Yong jun tidur.

Joo ri menghentikan langkahnya, menatap pintu di hadapannya.

“aiiisssshhh… kenapa ini juga menjadi tugasku…” Joo ri bergumam mengeluh, memejamkan matanya, mengusap dahinya.

Joo ri menarik napas dalam, kemudian mengetuk pintunya perlahan. Tapi, sampai diketukan ketiga dan ternyata tidak terdengar jawaban apapun dari sang empunya kamar, tak lama Joo ri mendengar suara yang mengganggunya dan membuat pikiran dan tubuhnya untuk lebih waspada. Joo ri mendengar lebih tajam lagi, berjalan mengendap, perlahan, menyusuri dinding, layaknya seorang polisi yang tengah mengendap dan mengincar tersangka

Joo ri menyiapkan pistolnya yang sudah ia isi dengan… tentu saja peluru tumpul, dan melengkapi pistolnya dengan perendam suara. Sesuai pesan dari LetJen Kang. Namun ia justru senang dengan itu. Ia paham sekali bahwa peluru tumpul lebih sakit daripada peluru yang dapat menembus tubuh, karena peluru tumpul akan menghancurkan bagian yang dikenainya, namun yang membuat Joo ri tidak terima adalah pesan terakhir LetJen Kang agar tidak menggunakannya bila benar-benar tidak membutuhkannya. Maksudnya… benar-benar “membutuhkan” saat nyawa berada di ujung tanduk.

Perlahan, mencoba tanpa suara, Joo ri menarik hammer (gak tau bener apa gak… he he he he… maaf kalau salah…)di bagian atas pistol RAP4 nya, dan berjalan perlahan, mengendap, mendekat. Joo ri mendengarkan kembali asal suara yang terdengar, kemudian dengan langkah cepat Joo ri menempelkan punggungnya dan dinding yang membelakangi… seperti yang biasa Joo ri bilang “tersangka”.

Joo ri terlihat menjulurkan kepalanya, menatap kegiatan yang dilakukan sang tamu tak diundang. Orang itu terlihat, mengenakan kaos hitam dengan celana pendek jeansnya yang selutut, tengah membuka lemari es dan memasukkan dan mengeluarkan beberapa didalamnya.

Joo ri menatap orang itu sesaat, kemudian berjalan perlahan mendekat, dan akhirnya Joo ri berhasil menempelkan pistolnya di kepala bagian belakang sang tamu tak diundang. “jangan bergerak… bangun, angkat tangan dan berjalan ke dinding!!”perintah Joo ri.

Orang itu terlihat terkejut,namun segera menuruti perintah Joo ri, bangun, mengangkat kedua tangannya dan meletakkannya di kepala, sesuai perintah Joo ri dan berjalan ke dinding, membelakangi Joo ri. Joo ri meletakkan pistolnya di celananya bagian belakangnya, dan menarik tangan sang tamu tak diundang (bagi Joo ri)ke punggungnya dan menekan semakin dalam dan keras tubuh sang tamu tak diundang ke dinding, yang ternyata berhasil menghasilkan suara keras darinya.

“AKKKHHHH!!! Siapa kau!!!”tanyanya

Joo ri diam, tersenyum, dan semakin merapatkan tubuh itu ke dinding. “siapa kamu!!! Kenapa ada dirumah ini?”

“…YYA!!! Aku…”

“Manajer Jang…”sambung seseorang yang berdiri di belakang Joo ri. Joo ri menghadapnya, tanpa melepaskan ikatan tangannya di tangan orang itu. “kau kenal dia…?”tanya Joo ri (penulis= tentu saja!! Bodoh!!! Dan sekali lagi, penulis pingsan karena tembakan peluru tumpul Joo ri. Joo ri= berisik!!).

“yya!!! Apa yang kau lakukan!! Lepaskan dia!!”seru Yong Jun, berjalan mendekat kearah Joo ri, dan menatapnya marah. “tapi dia masuk begitu saja… tanpa permisi…”

“aku memberinya kunci cadangan… dan apa kamu tau arti manajer…?”
Joo ri diam, menatap Gong jun sesaat “manajer…artis…agashi…”eja Yong jun dengan menekan setiap kata yang diucapkannya.

“ahhh…”

“mengerti…?”

Joo ri diam “ahni…”jawab Joo ri polos,menggelengkan kepalanya dan dia memang tidak mengerti tentang itu, yang ia tahu hanya tentang senjata, berperang, dan cara menembak. (joo ri= benar apa yang ditulis penulis…hmmmm…bagus penulis…).

********

“jadi… dia bodyguardmu…?”kata manajer Kim, berjalan mengitari Joo ri, menatapnya menilai.

“yah… seperti yang kau tahu…”jawab Yong Jun
Manajer Jang, menatap Joo ri, lama dan berpikir “bagus… dia punya skill yang bagus…”kata manajer jang

“yah… sudah tidak dipertanyakan lagi… dan jangan penah tanyakan itu padaku…”

“cihh… bodoh..”sambung Joo ri lirih.

“MWO!!!”

“cukup!! Sekarang… kita bicarakan pekerjaan… ada tawaran Yong Jun… film…temanya romantic, mystery… kau mau terima…?” menyerahkan sebuah amplop besar pada Yong Jun.

“film…??”

“ne…sebenarnya ada tawaran drama juga… tapi ceritanya tidak menarik... jadi…aku hanya menerima tawaran film ini… bagaimana…”

“lalu..siapa lawan mainku…?”

“oohhhh… aku jamin pasti kau menyukainya…”

“cih…dasar… actor…”gumam Joo ri keras, dan kemudian bangkit, berdiri meninggalkan Gong Jun bersama manajer Kim “aiiisssshhh… perempuan ini…”, Yong jun menatap Joo ri kesal, mengangkat tangannya akan memukul.

Manajer Kim menatap Gong jun sesaat “…lawan mainmu Choi Yeun Jin… dan Kang Ji Hoon…”
Yong Jun terlihat diam sesaat, berpikir.Tawaran yang menarik, dengan pemain yang menarik, tapi… “tunggu… genrenya… romantic dan guard…?”

“ne… sebuah cerita pembunuhan dimana seorang saksi…disini saksinya adalah Choi Yeun Jin yang berusaha dibunuh oleh sang pembunuh, dan seorang agen rahasia yang melindungi wanita tersebut… kau yang menjadi agen rahasia tersebut bila kau menerima cerita ini dan… Kang Ji Hoon yang akan berperan sebagai kekasih sang wanita… tetapi diakhir cerita, Ji hoon diketahui ternyata juga seorang agen rahasia yang menyamar. Bedanya dirimu, adalah agen rahasia yang bersembunyi namun selalu berusaha melindungi sang wanita, hingga akhirnya kau jatuh cinta padanya, namun…”

“apa…?”

“ cinta itu tak terbalas…hingga akhirnya kau…mengorbankan nyawamu dalam melindungi dirinya”

Yong jun diam, menatap amplop yang berisi scenario cerita ditangannya. berpikir dan mulai menimbang. “…errrrmmm… ok…aku terima… kapan dimulai casting dan reading scenario….?”

“secepatnya… nanti aku kabari lagi… oh ya… satu jadwal iklan hari ini… iklan produk minuman di sebuah padang rumput…jam 10 pagi… masih ada 3 jam untuk bersiap…untuk itu bergegaslah…”kata manajer Kim sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Yong Jun.

*********

“kenapa aku juga harus ikut…?”keluh Joo ri, menatap banyaknya kru di tempat pengambilan gambar untuk iklan sebuah produk minuman.

“karena kau bodyguardku sekarang… jadi ikut saja…”kata Yong Jun terus berjalan dan sesekali tersenyum dan menyapa kru-kru iklan yang berjalan melewatinya.



“pagi pak sutradara…”sapa Yong Jun ketika ia masuk ke sebuah tenda dan menatap sanga sutradara yang tengah mempersiapkan segalanya.

“omo..?!?tidak terlambat…?”kata sang sutradara tiba-tiba, menatap terkejut Yong Jun

Yong Jun tersenyum. Dirinya memang seorang actor yang terkenal terlambat namun memiliki prestasi yang cemerlang. Sehingga walaupun demikian ia masih banyak di cari oleh banyak pihak sebagai bintang.

“cih… ternyata dirimu benar-benar terkenal…”ketus Joo ri, duduk di hadapan Yong Jun yang kini sudah berada dalan tendanya sendiri.

“…apa maksudmu… tentu saja…aku seorang actor terkenal…”

“ya ya ya… terkenal tidak tepat waktu…”

“auuusssshhhh....”

Joo ri tertawa keras “sudah… lakukan saja tugasmu…dan aku akan melakukan tugasku…”
Joo ri kemudian keluar dari tenda Yong Jun dan berjalan ke tempat dimana akan dilakukan pengambilan gambarnya. Joo ri mengamati semua orang yang tengah mempersiapkan segalanya, meneliti hal-hal yang mungkin membahayakan bagi Yong Jun.

“clear… semuanya bersih…”gumam Joo ri pelan “bagus… Siberian Husky…aman…”tambahnya.

“siapa yang aman…Si..berian…husky…? siapa…?”tanya seseorang tiba-tiba, berdiri di belakang Joo ri dengan kepala terjulur kearah Joo ri, hampir menyentuh lehernya.

“omo…!!”Joo ri terkejut menatap sebuah wajah yang sudah lama dikenalnya dan sudah lama tidak ia lihat lagi ketika ia membalikkan tubuhnya.



“oppa…!!!”seru Joo ri tiba-tiba, menatap Ji hoon yang tersenyum padanya.

“anyong…”katanya, sambil mengangkat tangannya yang kemudian dibalas sebuah pelukan dari Joo ri. “aku rindu sekali padamu… kenapa ada disini…”tanyanya lagi

“Ji hoon oppa… juga ada apa disini… apa juga mengiklankan iklan yang sama dengan Yong Jun…?”

“ahniya… kamu sendiri… ada apa disini…. Tidak biasanya… aku pikir kamu masih berada di satuan…”

“ne… seharusnya… tapi haraboji memintaku menjadi bodyguard…”

“mwo…?bodyguard…?”sambung seseorang tiba-tiba “siapa dia hyung…”tanya orang itu, menatap Joo ri tersenyum aneh, penuh arti.

“siapa dia…”tanya Joo ri, menatap aneh pada orang yang kini berdiri di sisi Ji Hoon, menatap dirinya.

“dia… Kim Sang bum… actor juga… seperti oppa dan Yong Jun…”

“hai manis…”katanya sambil menjulurkan tangannya, berusaha meraih wajah Joo ri, namun dengan segera dan cepat, Joo ri menghindar, meraih tangannya dan menariknya, memitingnya ke punggung Kim Sang bum, hingga posisinya membelakangi dirinya dengan lengan yang tercengkeram kuat oleh tangan Joo ri di punggungnya.

“akhhhh!!!”

“Joo ri… lepaskan… kau akan mematahkan lengannya…” Ji hoon menatap Joo ri, bergantian, prihatin menatap Kim bum yang terlihat meringis menahan sakit di lengannya.

“YYA!!! Lepaskan…!! Kau menyakitiku…”

Joo ri melepaskan cengkramannya dan mendorong tubuh Kim bum keras, hingga menjauh dari dirinya.

“maafkan dia Bum… dia sudah lama berada di satuan… jadi… beginilah dia…”terang Ji hoon

Kim bum diam, menatap Ji hoon dan Joo ri bergantian, “dan bagaimana kalian bisa saling mengenal…?”

“ceritanya panjang dan… tidak mungkin selesai dalam waktu beberapa jam… lagipula jika aku menceritakannya… berarti aku akan membuka semua masa laluku yang…” Ji hoon terdiam, Joo ri mulai menyadarinya dan mengerti. Kim bum terlihat diam, menatap menunggu. “… lalu… untuk apa oppa kemari…”tanya Joo ri.

“ahh… ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Yong jun… lagipula aku dengar dari pamanku kalau Yong jun punya bodyguard baru… seorang wanita…” Ji hoon mengalihkan pandangannya menatap Joo ri tersenyum “…cantik…”Ji hoon melanjutkan “dan dari satuan militer….” Tambahnya

Joo ri diam, tersipu malu, menundukkan kepalanya “…aku mulai berpikir bahwa itu dirimu… dan… ternyata… anggapanku benar…”tambah Ji hoon, merangkul bahu Joo ri erat dan membawanya kepelukannya. Joo ri tesenyum dalam pelukan Ji hoon. Laki-laki yang sangat disayangi dan ia kagumi sejak kecil, dan mungkin rasa itu sudah berkembang di hati Joo ri. Berkembang menjadi sebuah rasa yang lebih besar.

Dan tanpa Joo ri sadari beberapa orang terlihat tengah mengamatinya dengan raut wajah dan tatapan yang berbeda.

********

Keterdiaman yang benar-benar hening terbentuk selama perjalanan pulang dari lokasi pengambilan gambar iklan sebuah minuman yang di lakukan Yong jun. Yong jun lebih banyak diam selama perjalanan dan tanpa di sadari Joo ri, Yong Jun selalu menatap sinis ke arahnya.

“auuussshhhh… berhenti disini manajer Jang… aku ingin lapar… makan…”seru Yong Jung tiba-tiba, membuat Joo ri tersentak dari lamunannya dan menatap Yong jun kesal karena telah mengejutkannya

“yya… Yong Jun… kau tidak…”

“berhenti..”

Manajer Jang menghentikan laju mobil dan menepikannya, di samping sebuah bar. Begitu mobil berhenti dan menepi, Yong jun terlihat langsung bergegas keluar dan masuk ke dalam sebuah bar yang tak jauh dimana mobilnya berhenti. Joo ri diam ditempatnya, menatap laki-laki yang sangat menyebalkan baginya pergi.

Namun hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba Yong Jun kembali lagi, membuka pintu di sisi Joo ri yang memang saat itu Joo ri duduk di sisi supir.

“turun…”perintah Yong jun, menatap Joo ri kesal.

“waeyo…aku lelah… aku tidak…”

“turun!!!”seru Yong Jun kembali

Joo ri diam di tempatnya, menatap Yong jun marah, dan tidak terkecuali Yong jun. Keduanya saling menatap kesal. “turun atau tidak!!! Aku membayarmu sebagai bodyguard!!!” seru Yong Jun, menarik lengan Joo ri untuk keluar dari dalam mobil.

Joo ri menatap Yong jun semakin kesal, seandainya saja aku membawa RAP ku… aku bunuh kau… seru Joo ri dalam hati.

Beberapa menit kemudian, Joo ri akhirnya menyerah, ia keluar dari mobil dan berdiri dihadapan Yong Jun sebelum Yong Jun menundukkan kepalanya “manajer Jang… kau pulang saja… aku dan Joo ri akan naik taksi saja…”

“tapi…”

“tenang saja…”

Manajer Jang terlihat diam, menatap Joo ri dan Yong Jun bergantian, mencari kejelasan dan pembenaran, kemudian…

“baiklah… aku pergi… jika ada apa-apa hubungi aku… dan Joo ri… jaga Yong Jun…”

Joo ri diam di tempatnya menatap manajer Jang dan Yong Jun kesal, dan kemudian pergi menjauh dari keduanya. Manajer jang melajukan mobilnya, meninggalkan Yong jun dan Joo ri, kemudian dengan cepat Yong Jun membalikkan tubuhnya, membelakangi Joo ri dan melangkah pergi mendahuluinya masuk kedalam bar.

“auuussshhhh… apa sih maunya..”keluh Joo ri, kesal, yang dengan terpaksa mengikuti langkah Yong jun masuk kedalam bar tersebut.

“aku benci bar…”keluh Joo ri kemudian begitu ia melangkah masuk dan terdengar bunyi music yang memekakkan telinganya.

Joo ri sangat membenci bar. Ia sangat membenci bunyi bising, kecuali tentu saja desing peluru. Ia lebih menyukai bunyi peluru yang berdesing keluar dari mulut senapan dibandingkan suara yang masuk kedalam telinganya malam itu.
Joo ri mengikuti langkah Yong jun, yang duduk di sebuah meja bar. Seorang bartender segera menghampirinya “pesanan…”katanya singkat

“bir…”

“hanya itu…”

“entahlah… tanya wanita itu… apa yang dia inginkan…”sahut Yong Jun ketus, membuat Joo ri meliriknya sinis, sebal.

“bir!!” jawab Joo ri cepat

“segera nona cantik…” jawab bartender tersebut, menatap Joo ri menggoda.

“aiiissshhhh… cepatlah… jangan banyak bicara…”keluh Yong jun marah.

Bartender tersebut diam, menatap Yong Jun agak kesal, kemudian segera mengambilkan apa yang menjadi pesanan Yong Jun.

************

“aauuussssshhh… merepotkan saja… makanya aku benci bar…”keluh Joo ri yang tengah mem bopong seseorang, memanggul tubuhnya. “auuussshhh… dimana ia meletakkan kuncinya…”keluh Joo ri lagi saat dia mencari kunci di dalam saku laki-laki itu namun tidak ia dapatkan “yya!! Goo Yong Jun… dimana kau meletakkannya… merepotkan saja…” Joo ri terus mencari kunci di saku Yong Jun tanpa menurunkan tubuh Yong jun yang berat terlebih dahulu, tetapi akhirnya ia menyerah. Joo ri meletakkan Yong jun keras kelantai dan mencari kunci rumah dam akhirnya ia dapatkan.

Joo ri membawa masuk Yong Jun dengan usaha keras dan kahirnya berhasil membawa Yong Jun ke kamarnya, merebahkan tubuhnya keras ke ranjang.

“huff…merepotkan….”gumam Joo ri keras, menatap Yong Jun yang telah terlelap di ranjang. Joor bangkit dan membalikkan tubuhnya, namun belum sempat ia beranjak pergi, tiba-tiba Yong Jun menarik tangannya hingga membuat Joo ri jatuh tertidur di atas tubuh Yong Jun.

Joo ri benar-benar terkejut dan tidak percaya, sejak kapan Yong Jun menggenggam tangannya erat… lagi pula ia mabuk… batin Joo ri

“YYA!!!” seru Joo ri keras tepat di telinga Yong Jun

“…aku lelah….”gumam Yong Jun

“yya!!! Lepaskan…” seru Joo ri lagi, memberontak dari pelukan Yong Jun, namun kaitan lengan Yong Jun di tubuh Joo ri begitu kuat. Joo ri tidak mampu melepaskannya. Entah dari mana Yong Jun mendapatkan kekuatan itu di tengah ketidak sadarannya.

Joo ri akhirnya terdiam, membiarkan perlakuan Yong Jun, hingga akhirnya, Yong Jun membuka matanya, dan menatap Joo ri sayu. Joo ri diam, keduanya saling menatap dengan tatapan yang berbeda. Perlahan Yong Jun mendekatkan wajahnya ke wajah Joo ri, semakin mendekat… semakin mendekat… dan semakin mendekat hingga Joo ri dapat menghitung jumlah bulu mata Yong Jun saat itu, namun… BUUUUKKKK…. Pukulan yang keras di daratkan Joo ri tepat di perut Yong Jun membuat Yong Jun berteriak kesakitan.

“AUUUSSSHHHH!!! Sakit!!!”seru Yong Jun keras, melepaskan dekapan tangannya di tubuh Joo ri dan terlihat menggelinjang. Membolak-balikkkan tubuhnya sambil memegang kuat perutnya karena rasa sakit yang menyerangnya.

“kau!!! Brengsek!!! PABO!!!”seru Joo ri sebelum akhirnya ia pergi dari kamar Yong Jun dengan menutup pintu kamarnya keras.

Joo ri menempelkan tubuhnya di dinding dan tiba-tiba terduduk di lantai. Debaran jantungnya terasa cepat, ia takut membuat jantungnya meloncat keluar.
Joo ri memegang dadanya, dan mencoba menenangkan dirinya. Ia sama sekali tidak menyangka akan seperti itu. Ia sama sekali tidak menyangka mendapat perlakuan itu dari Yong Jun.

*********

“aku sudah bertemu dengannya bos…kapan rencana itu bisa aku lakukan…” tanya seseorang menatap laki-laki separuh baya di hadapanya menunggu sedangkan laki-laki itu terlihat diam, menundukkan kepalanya berpikir.

“tunggu… jangan sekarang… kita harus matangkan rencana kita…aku tidak ingin gagal… aku ingin semuanya benar-benar bersih dan Jenderal itu akan merasa sangat menyesal karena telah menantangku…”

“baik..”

“sekarang pergi dan lakukan tugasmu… jangan lakukan apapun jika tidak ada aba-aba dariku… lakukan rencana sebelumnya…”

“ne…agashimida…”jawabnya kemudian sebelum akhirnya menundukkan kepalanya, memberi hormat, dan pergi.

Laki-laki separuh baya itu terdiam, kemudian senyum terkembang di wajahnya. senyum yang semakin lebar dan lebar kemudian tawa terdengar membahana dari bibirnya. Memekakkan telinga, membuyarkan kesunyian malam.

“bersiaplah Jenderal Lee…”gumamnya pelan, senang

*******

End Of Chapter
« Last Edit: October 31, 2010, 01:55:59 pm by ai_yuki »

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #83 on: October 31, 2010, 02:48:46 pm »
Ngakak sendiri bc ni chapter. Tp kasian jg ma young jun yg gak disedia'in ai_yuki pena. Malah d kasih spidol ma pensil [hmpfh] Emang ya, kalau di liat joo ri emang cwe cantik *kaya yg d bilang kim bum n bartender* [lovestruck] tapi kalau tau latar belakangnya militer, pasti cwo pd takut. Tu young jun kok bisa2nya mau kistsu joo ri, jelas aja di tabok ama joo ri [hmpfh] Btw young jun udh punya pcr belum? [what] [what]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #84 on: October 31, 2010, 10:37:27 pm »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
yuki gomawo dah di up date, penantian yg tidak sia2 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

gw suka banget ama ni chapter, Joo ri si bodyguard cantik, walau tomboy tp banyak namja yg langsung terpesona , dari kim bum, jgn2 yong ju juga yach, tp aku mau nanya say, joo ri sebenarnya suka ya ama Ji Hoon, solanya kyk yg sayang banget ama Ji Hoon oppa.

amd kim bum duuuu kacian lgsg dpt bogem mentah dr Joo ri, makanya tuch tangan disekolahin maen nyosor aje [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] young ju kgk punya pena, dr tadi salah melulu kasih ke joo ri apa dia jgn2 tersepona ama joo ri ya, ampe pensil aja di kira pena, lagian yuki tega bener young ju kok kgk disediain pena cuma spidol ama pensil, [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


aihhh sayang bener tuch pdhl tinggal sedikit lagi pasti lagsung dech LLB, young ju bernasib sama ama kim bum kena bogem mentah Joo Ri, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tp joo ri kok lgsg dag dig dug, jgn2 dah mulai kena pesona young ju [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


yuki, up date jgn lama2 yach [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #85 on: November 01, 2010, 01:06:26 am »
Ngakak sendiri bc ni chapter. Tp kasian jg ma young jun yg gak disedia'in ai_yuki pena. Malah d kasih spidol ma pensil [hmpfh] Emang ya, kalau di liat joo ri emang cwe cantik *kaya yg d bilang kim bum n bartender* [lovestruck] tapi kalau tau latar belakangnya militer, pasti cwo pd takut. Tu young jun kok bisa2nya mau kistsu joo ri, jelas aja di tabok ama joo ri [hmpfh] Btw young jun udh punya pcr belum? [what] [what]

maklum sista... lagi pusing kuadrat waktu bikinnya... iya pada tersepona ma seponanya *  [wacko] [wacko]* Joo ri  [hmpfh] [hmpfh]

kok nanya pacarnya Yong Jun...? mau mencalonkan diri sista...?  [hmff] [hmff] kalau pacar kayaknya belum ada, tapi orang yang disayang ada...  [heh] [heh] [heh]

aku juga kena peluru tumpulnya si Joo ri  [laughing] [laughing] [laughing]

[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
yuki gomawo dah di up date, penantian yg tidak sia2 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

gw suka banget ama ni chapter, Joo ri si bodyguard cantik, walau tomboy tp banyak namja yg langsung terpesona , dari kim bum, jgn2 yong ju juga yach, tp aku mau nanya say, joo ri sebenarnya suka ya ama Ji Hoon, solanya kyk yg sayang banget ama Ji Hoon oppa.

amd kim bum duuuu kacian lgsg dpt bogem mentah dr Joo ri, makanya tuch tangan disekolahin maen nyosor aje [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] [laughing] young ju kgk punya pena, dr tadi salah melulu kasih ke joo ri apa dia jgn2 tersepona ama joo ri ya, ampe pensil aja di kira pena, lagian yuki tega bener young ju kok kgk disediain pena cuma spidol ama pensil, [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]


aihhh sayang bener tuch pdhl tinggal sedikit lagi pasti lagsung dech LLB, young ju bernasib sama ama kim bum kena bogem mentah Joo Ri, [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] tp joo ri kok lgsg dag dig dug, jgn2 dah mulai kena pesona young ju [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


yuki, up date jgn lama2 yach [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

kalau tanya Joo ri suka ma ji hoon... biar waktu aja yang jawab *sok bagt... langsung di  [head break] [head break] satu tret  [hmff] [hmff]* yang ai tahu...joo ri ma ji Hoon udah kenal dari kecil  [heh] [heh]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #86 on: November 01, 2010, 01:56:02 am »


kalau tanya Joo ri suka ma ji hoon... biar waktu aja yang jawab *sok bagt... langsung di  [head break] [head break] satu tret  [hmff] [hmff]* yang ai tahu...joo ri ma ji Hoon udah kenal dari kecil  [heh] [heh]
[/quote]

lah gimana ni ai, kok malah kagak yakin gitu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #87 on: November 01, 2010, 08:18:41 am »


kalau tanya Joo ri suka ma ji hoon... biar waktu aja yang jawab *sok bagt... langsung di  [head break] [head break] satu tret  [hmff] [hmff]* yang ai tahu...joo ri ma ji Hoon udah kenal dari kecil  [heh] [heh]

lah gimana ni ai, kok malah kagak yakin gitu [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
[/quote]

 [heh] [heh] [heh] [hmpfh] [hmpfh] [laughing] [laughing] [laughing]

fara

  • Guest
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #88 on: November 01, 2010, 09:46:50 am »
Gomawo ai udh diupdate [flowers] [flowers] [flowers]
wah suka bgt hyesun di sini jd joo ri yang boyish trus cool bgt lg [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
aww...aww...aww joo ri dag dig dug pas mau di kissu ma yong jun, keknya udh ada rasa suka nih joo ri ke yong jun [hmpfh]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #89 on: November 01, 2010, 04:29:36 pm »
Chap nie lucu dech ai, ai jadii ky ikud main d dlm'a. . . Haha [laughing]       trus, ai juga bgus ya pngetahuan tntang militer'a. . . Good job [clap] [clap]      oce dech. Gumawo uda d update ai [flowers]