Author Topic: My Job Is... your Job...?!?!? (Chapter 8) 1st February 2013  (Read 9312 times)

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #120 on: January 31, 2011, 10:52:41 pm »
spoiler no problem yg penting ada gambaran bakal di up date [hmpfh] [hmpfh]

waduh young jun di suruh makan apa sich ama Joo Ri ampe di rodong pistol segala, tp pasti kgk ada isi pelurunya kan, cuma mau nakut2in youn jun aja kan [chin] [chin] [chin]

Yuki!!!! gw ga sabar nich ama peluncuran chapie tiga, ayo segera di luncurkan drpada ntar Young Joon keburu di  [guns] [guns] [guns] ama Joo Ri, bisa GASWAT nich.... [hmpfh] [hmpfh]

UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #121 on: February 01, 2011, 07:15:39 am »
spoiler no problem yg penting ada gambaran bakal di up date [hmpfh] [hmpfh]

waduh young jun di suruh makan apa sich ama Joo Ri ampe di rodong pistol segala, tp pasti kgk ada isi pelurunya kan, cuma mau nakut2in youn jun aja kan [chin] [chin] [chin]

Yuki!!!! gw ga sabar nich ama peluncuran chapie tiga, ayo segera di luncurkan drpada ntar Young Joon keburu di  [guns] [guns] [guns] ama Joo Ri, bisa GASWAT nich.... [hmpfh] [hmpfh]

UP DATE UP DATE UP DATE UP DATE [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

spoilernya aja dulu ya...

 [heh] [heh] [heh]  [biggrin] [biggrin] [biggrin]

“Yya!! Kau dengar tidak… aku tidak bisa…”

Cklek kleekk… terdengar suara dari arah Joo ri. Suara yang terdengar asing bagi Yong jun, mengakibatkan perasaan aneh menyergap dirinya (penulis: sebetulnya keringat dingin sudah bercucuran deras dari dahinya…Yong Jun menatap Joo ri yang dengan tenang menarik hammer di senjata yang dibawanya dan tanpa mengalihkan kegiatan memakannya dari makanan dihadapannya, Joo ri mnodongkan pistol itu ke kepala Yong Jun yang duduk dihadapannya.
Yong Jun diam membeku, menatap Joo ri tidak percaya.

“yy…yy…yya!! Yya!!.. apa yang akan kau lakukan.. k..kkau tidak akan…”

“makan…”seru Joo ri

“antwe!!”tolak Yong Jun keras.

Joo ri mendekatkan jemarinya ke pelatuk pistolnya dan menekannya pelan. Yong Jun mengetahuinya dan keringat dingin terlihat mulai mengucur di dahinya  “yy..yy..yya!!! kau tidak akan melakukannya bukan…? Kau bodyguardku… kau…”

“makan…”kata Joo ri, ringan

Yong Jun diam, menatap Joo ri, semakin takut, ketika mengetahui kesungguhan Joo ri.

“makan…”kata Joo ri lagi yang kini mengalihkan pandangannya menatap Yong Jun yang diam membeku menatap Joo ri.

“ku bilang makan…”tambah Joo ri tegas.

Yong Jun gemetar, menatap Joo ri. Sedangkan Joo ri tidak sabar lagi “…atau kau ingin aku menarik pelatuknya…”

Yong Jun masih diam, rasa shock masih menguasai dirinya.

“baik bersiaplah…”kata Joo ri. Yong Jun diam, dan perlahan memejamkan matanya pasrah.

Dan…

asikk udah ada spoilernya.......  [smiley-dance013]  [smiley-dance013]  [smiley-dance013] [smiley-dance013]

berarti update.a ga lama lagi dong........ [jumpy]

tunggu ya sista... tinggal finishing nieh... banyak yang dirubah he he he he he... jadi bingung... moga bisa cepet... [biggrin] [biggrin] [biggrin]


Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #122 on: February 02, 2011, 03:47:58 am »
Uu
pp
dd
aa
tt
ee......

Ss
ii
ss
tt
aa...
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #123 on: February 02, 2011, 08:53:48 am »
anyong sist ai....
ayooo semangat..semangat biar bisa d update he9

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #124 on: February 06, 2011, 10:36:36 pm »
YUKI

 [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [wave] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [concert] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #125 on: February 06, 2011, 11:48:55 pm »
yoooooo updateeee duooonnnnkkkkkk
hphmhphmhphmhphmhmhpp

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #126 on: February 14, 2011, 07:08:28 pm »
Chapter 3

Additional Cast



Yoon Eun Hye as Choi Yeun Jin

Matahari kembali menjelma. Sinarnya masuk, dengan diam-diam melalui celah jendela yang terbuka dan berhasil membuat penghuninya menyipitkan kedua penglihatannya dan  menutup matanya rapat, menghindari sinarnya yang menyilaukan. Dan tidak hanya itu, rasa sakit tiba-tiba menyerang kepalanya dan perutnya. Dia hanya ingat ia memang banyak minum malam itu. namun sakit diperutnya, tidak… bukan karena alkohol yang diminumnya.Jadi… (penulis: menurut mu…?!? / Yong Jun: *melempar bantal keras kearah penulis*)

Yong Jun mencoba mengangkat tubuhnya untuk bangkit, dan di rebahkannya tubuh itu menyandar di sandaran ranjangnya dan ditatapnya diam kamarnya. Tidak terjadi apapun disana dan… bau apa ini… batin Yong Jun, mengendus bau sedap yang masuk ke dalam kamarnya.

“tidak seperti biasanya..”gumam Yong Jun pelan “…manajer Jang?!?... tidak mungkin..dia tidak pernah memasak… bahkan menyentuh peralatan masak pun tidak…”gumam Yong Jun lagi “tapi…siapa…”

Yong Jun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar dan mengintip siapa yang tengah berada di dapurnya di pagi ini dan sepagi ini dimana suu masih sangat dingin untuk keluar dari kamar, namun bau itu yang membuatnya bertekad untuk bangkit dan bangun.

Yong Jun samar dapat menatap seorang manita di antara kabut asap yang berasal dari masakan yang tengah di masaknya. Wanita yang sama sekali tidak Yong Jun kenal. Berambut panjang dan terlihat basah, mengenakan kaos lengan pendeknya dengan celana pendek, memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang terawat, putih dan halus, namun ada beberapa bagian tubuhnya yang terbentuk otot-otot, terutama di lengannya.

Yong Jun terkesiap sesaat melihat itu. ia benar-benar tidak mengenal siapa orang itu hingga akhirnya ia mendekatinya dan menyentuh pundaknya pelan. Saat itulah secara tiba-tiba dan hanya berselang beberapa detik, Yong Jun jatuh terbanting tidur dilantai dimana sebelumnya Joo ri memutar lengan Yong Jun, mengangkat tubuh Yong Jun dan membantingnya jatuh.
“mwo!!! Joo Ri!!!”seru Yong Jun dalam hati, sangat terkejut. (penulis: siapa lagi… hanya dia yang tinggal serumah denganmu… Yong Jun: berisik!! Lanjutkan saja tulisanmu!!!)

“yya!! Apa yang kau lakukan…kenapa tidur dilantai…?”tanya Joo ri enteng, polos seakan tidak terjadi apapun. (Joo ri: bagus penulis…)

“aisssshhh!!! Kau!!!”

“apa…?!” balas Joo ri, menatap Yong Jun menantang

Yong Jun diam, keduanya saling menatap, sebelum akhirnya Yong Jun menundukkan kepalanya tidak berani melawan Joo ri lebih lagi. Joo ri diam, mendengus “…dasar…” gumamnya pelan “duduklah… aku sudah menyiapkan sarapan…”

“mwo…?!? Sarapan…?!?”seru Yong jun tidak percaya dan terdiam sesaat “..kita… tidak biasanya kau menyiapkan sarapan…”kata Yong Jun sambil berjalan duduk di salah satu kursi yang mengitari meja makan.

“tidak biasa…? Tidak biasa katamu… yya!!! Tentu saja tidak biasa… karena baru 2 hari aku di tempat ini..pabo…”

Yong Jun diam, terkejut dan terpojok dengan perkataan Joo ri yang benar-benar menusuknya, menunjukkan kebodohannya (Yong Jun: penulis!! Kenapa kau selalu membuatku terlihat bodoh…aussshhhh!!!)

“ayo duduk dan makan…”kata Joo ri kemudian, setelah menghidangkan beberapa makanan yang dimasaknya. Walaupun Joo ri seorang tentara, Joo ri masih mampu memasak. Banyak sekali kesempatan yang membuat dirinya harus melakukan apapun selama dirinya berada di dalam hutan untuk berlatih. Joo ri dapat memasak semua bahan yang ada dialam untuk menjadi makanan enak, bahkan dia hampir paham semua tumbuhan yang dapat dimakan dan yang tidak beracun.

Joo ri dan anak buahnya juga pernah menyantap hewan-hewan liar yang ada dihutan. Bagi Joo ri, alam adalah segalanya karena alam sudah mengajarkannya banyak hal padanya. Sekarang kembali ke masakan Joo ri. Walaupun tercium sedap dan terlihat sangat enak, Namun tampaknya ada satu orang yang memiliki anggapan yang berbeda dengan apa yang penulis tulis…

“yaaackk… makanan apa ini… semuanya…” Yong Jun menghentikan perkataannya, menatap semua masakan dihadapannya jijik “ …hijau…” tambah Yong Jun, mengambil sesendok sayur yang berada dihadapannya.

Joo ri terlihat hanya diam mendapat perlakuan itu dari Yong Jun, sama sekali tidak heran.

“yya!!! Apa Cuma ini yang kau masak… tidak adakah yang lain… aku ingin yang lain… masakan untukku…sekarang…yang lain dan tidak ada warna hijau disana…”kata Yong Jun, menatap Joo ri memaksa.
Joo ri masih diam di tempatnya tidak menggubris perkataan Yong Jun, dan meneruskan memakan makanan dihadapannya.

“Yya!! Kau dengar tidak… aku tidak bisa…”
Cklek kleekk… terdengar suara dari arah Joo ri. Suara yang terdengar asing bagi Yong jun, mengakibatkan perasaan aneh menyergap dirinya (penulis: sebetulnya keringat dingin sudah bercucuran deras dari dahinya… Yong Jun: diam kau penulis gila!! Penulis: mengerucutkan bibirnya…) Yong Jun menatap Joo ri yang dengan tenang menarik hammer di senjata yang dibawanya dan tanpa mengalihkan kegiatan memakannya dan dari makanan dihadapannya, Joo ri menodongkan pistol itu ke kepala Yong Jun yang duduk dihadapannya.

Yong Jun diam membeku, menatap Joo ri tidak percaya.

“yy…yy…yya!! Yya!!.. apa yang akan kau lakukan.. k..kkau tidak akan…”

“makan…”seru Joo ri

“antwe!!”tolak Yong Jun keras.

Joo ri mendekatkan jemarinya ke pelatuk pistolnya dan menekannya pelan. Yong Jun mengetahuinya dan keringat dingin terlihat mulai mengucur di dahinya (penulis: nah ini dia… ha ha ha ha/ Yong Jun: *menatap penulis
terpana, aneh* kau semakin gila penulis) “yy..yy..yya!!! kau tidak akan melakukannya bukan…? Kau bodyguardku… kau…kau seharusnya melindungiku bukan…”

“ apapun dapat aku lakukan kalau begitu… tidak ada yang akan menyadari kalau aku yang membunuhmu… aku bisa bilang aku gagal melaksanakan tugas dan membuatmu terbunuh… jadi… makan… SEKARANG!!”kata Joo ri, ringan, tegas, tanpa ekspresi dan masih menyibukkan dirinya dengam makanan dihadapannya. (Yong jun: YYA!! Penulis!! Kenapa kau membuat cerita seperti ini!! Kau ingin membunuhku…!!/ penulis: ikuti saja jalan ceritanya *dengan sikap santai*)

Yong Jun diam, menatap Joo ri, semakin takut, ketika mengetahui kesungguhan Joo ri.

“makan…”kata Joo ri lagi yang kini mengalihkan pandangannya menatap Yong Jun yang diam membeku menatap Joo ri antara terkejut dan ketakutan… tidak dapat dibedakan.

“ku bilang makan…”tambah Joo ri tegas.
Yong Jun gemetar, menatap Joo ri. Sedangkan Joo ri tidak sabar lagi

“…atau kau ingin aku menarik pelatuknya…”
Yong Jun masih diam, rasa shock masih menguasai dirinya. Yong jun diam ditempatnya.

“baik bersiaplah…”kata Joo ri. Yong Jun diam, dan perlahan memejamkan matanya pasrah.

Dan…

“BANG…” ujar Joo ri keras, setelah ia menarik pelatuk pistolnya. Joo ri tersenyum menatap Yong Jun yang sudah diam ketakutan di tempatnya, menutup kedua penglihatannya rapat-rapat.

Yong Jun diam, tapi…aneh ia sama sekali tidak merasakan sakit di tubuhnya dan masih dengan memejamkan matanya, Yong Jun meraba kepala dan tubuhnya, merasakan rasa sakit, namun… “tidak sakit…”gumam Yong Jun pelan.

Yong Jun membuka matanya perlahan, dilihatnya Joo ri yang tersenyum menahan tawa di hadapannya. Tertawa menatap Yong Jun yang ketakutan karena pistol mainannya. Pistol yang tidak mengeluarkan timah panas dari rongganya. Pistol yang hanya mengeluarkan sehelai bendera Seoul berbentuk mini yang tergantung di potongan kayu tipis dan kecil, hampir seukuran pistol yang dipakai Joo ri.

“ooohhh… wajahmu lucu sekali….” Joo ri tertawa keras, sedangkan Yong Jun kesal menatap Joo ri yang tertawa semakin keras, kemudian pergi meninggalkan Joo ri, mengambil bantal di sofa ruang tengahnya, dan… melemparkannya… alhasil penulis pingsan di tempatnya.

*********

Hari semakin beranjak siang. Matahari semakin bersinar tajam. Kehangatannya beranjak terganti dengan rasa panas ditubuh. Joo ri diam ditempatnya, menatap sebal kearah Yong Jun yang terlihat sedang melakukan pekerjaannya sebagai seorang entertainer.

Joo ri menghela napas lemah, menatap apa yang dilakukan Yong Jun kemudian dengan segera membalikkan tubuhnya, menatap pemandangan padang hijau dihadapannya. Ia juga melihat banyak kuda yang terlihat merumput di padang tersebut, tanpa memperdulikan teriknya matahari dan suara-suara banyak orang yang tengah melakukan pekerjaan mereka.

“auuussshhh… benar-benar pekerjaan yang melelahkan…”keluh Joo ri, menghembuskan napas lelah kemudian bersandar di pagar pembatas padang rumput di belakangnya dengan padang peternakan kuda dihdapannya.

“kopi…”sapa seseorang tiba-tiba, menyodorkan segelas kopi dingin pada Joo ri.

“oppa…!!!”seru Joo ri terkejut.

Ji Hoon tersenyum di tempatnya, memberikan kopi di tangannya, menatap Joo ri. “gomawo…”kata Joo ri, yang kemudian menerima kopi yang diberikan oleh Ji Hoon. Ji hoon tersenyum, menganggukkan kepalanya.

“…apa yang kau lakukan disini…”kata Joo ri dan Ji Hoon bersamaan. Keduanya terdiam, saling menatap, kemudian tawa terdengar di antara keduanya

“…Si Siberian husky…ahh… maksudku Yong Jun meminta jadwal reading disekitar sini… Yong Jun sudah memesan sebuah vila dekat sini…produser dan sutradara juga sangat setuju… mereka pikir itu akan lebih membuat para pemain berkonsentrasi dengan scenario masing-masing…”

“jeongmal…ta..tapi…”

“..kamu belum tahu…”

“ahni…belum… berapa lama…”

“sampai selesai tentu saja… mungkin seminggu… tapi bisa lebih cepat dan bisa lebih lama lagi… kenapa…apa kau ada janji…?”

“ahniya… bukan begitu… hanya saja…aku…”
Ji Hoon menatap Joo ri bingung “kenapa…?”

“ahni… tak apa…”jawab Joo ri meyakinkan, tersenyum menatap Ji Hoon. Ji Hoon membalas senyum Joo ri lebar. “mau berkeliling…?”tawar Ji Hoon

“ahhh…”

“ayo…kita berkeliling…”ajak Ji Hoon lagi.

“tapi…”Joo ri terlihat ragu kemudian ditatapnya Yong Jun yang terlihat tengah berakting di tak jauh dari tempatnya. Ji hoon memalingkan wajahnya menatap Yong Jun dan kembali ke Joo ri paham “tenang saja… Siberian husky akan baik-baik saja…” hibur Ji hoon menenangkan.

Joo ri diam ditempatnya, bimbang, kemudian ditatapnya Yong Jun lagi yang terlihat sedang disibukkan dengan iklannya. “baiklah… kita berkeliling… tapi sebentar saja karena tugasku belum selesai…”

“ne… tenang saja…”kata Ji hoon, tersenyum manis menatap Joo ri dan meraih tangan Joo ri sebelum menariknya berlari pergi dari tempat itu.

*********

“ok!! Cut!! Cukup untuk hari ini… dan terima kasih banyak…”seru sang sutradara, mengakhiri syuting hari ini. Yong jun menghela napas berat “khamsamnida…” sapa Yong jun sambil membungkukkan tubuhnya pada beberapa orang pemain dan kru serta sang sutradara dengan wajah dingin khasnya.

Terdengar banyak balasan dari beberapa orang. Yong jun diam, dan berlalu mninggalkan semuanya kemudian melangkah ke tempat yang telah di sediakan untuk dirinya.

Dengan cepat, Yong jun mengambil sebotol minuman ringan dan meneguknya. Diedarkan pandangannya menatap sekeliling, mencari seseorang yang sebelumnya ia tahu berada tak jauh di sekitarnya, namun orang yang dicarinya tidak tampak dimanapun selama ia mengedarkan pandangannya dan sebanyak apapun ia mencari.

“tinggal readingmu saja…” sapa manajer Jang tiba-tiba yang datang, dan membawakan Yong jun beberapa bungkus makanan, mengejutkan Yong jun sesaat yang kemudian dengan cepat terlihat tenang kembali.

“mana Joo ri..”tanya keduanya bersamaan, saling menatap

“aiissshhh… seharusnya aku yang bertanya… mana bodyguard itu…?”jawab Yong jun dan kemudian bangkit dari tempatnya dan menatap sang manajer kesal.

“mianhe…aku harus menyiapkan villamu untuk kedatangan banyak orang yang akan reading sekaligus syuting disana nanti… aku juga membeli banyak makanan untuk persediaan…”

Keduanya terdiam, Yong jun kembali duduk di kursinya, diam, menatap kosong hadapannya, rasa aneh merayapi hatinya. (Yong Jun: apa maksudmu penulis!! /Penulis: ahni.. penulis membuang wajahnya membunyikan sesuatu dari Yong jun dan tersenyum / Yong jun= aisshhhh… Yong jun melemparkan botol minuman ringannya pada penulis dan pergi / Yong jun= maaf penulis… tergelincir… sekaligus sengaja…)

Yong jun keluar dari tendanya dan mengedarkan pandangannya mengamati pemandangan sekitar. Ia kini berdiri di sebuah pagar pembatas dan mengamati banyak kuda yang sedang merumput dihadapannya. Dengan dagu yang ditopangnya pada pagar pembatas, ia mulai mengamati sekitarnya.

“auuussshhh…kemana bodyguard gila itu…” keluh Yong jun pelan, masih mengedarkan pandangannya, dan pandangannya menatap sesuatu, sesuatu yang membuat perasaan anehnya muncul (Yong jun= aissshhh penulis!! Sudah aku bilang tidak seperti itu!! dan jangan tulis kalimat itu lagi!! karena aku tidak mengerti!!) Yong jun pergi menghampirinya dengan terus menajamkan pandangannya, mencari kebenaran.

“YYA!!! Apa yang kalian lakukan..!!” seru Yong jun tiba-tiba, menatap dua orang dihadapannya marah, seakan dua orang di hadapannya sudah melakukan kesalahan yang besar yang tidak dapat di maafkan.

“Yong jun…”ujar salah seorang diantaranya, menatap Yong jun sedikit terkejut.

“apa sudah selesai…”tanya yang lain

Yong jun diam di tempatnya, ditatapnya 2 orang itu sinis, tajam “apa yang kau lakukan…? Seharusnya kau berjaga…!! ” seru Yong jun marah. “kau dibayar untuk menjagaku…!!! Bukan untuk berduaan disini…”seru Yong jun lagi, menatap Joo ri dan Ji hoon bergantian, marah

“…kenapa kau marah seperti ini…? Aku dan Ji hoon oppa hanya…”

“… Yong jun-aa… bukan salah Joo ri… aku yang salah…aku yang mengajaknya untuk berkeliling dan…”

Yong jun diam, tidak menggubris perkataan keduanya dan beranjak pergi dengan menarik tangan Joo ri kasar. “YYA!!! Apa yang kau lakukan!!”seru Joo ri marah, menarik tangannya keras, lepas dari cengkraman Yong jun.

“kau seharusnya ada disampingku!!itu tugasmu!! Dan aku membayarmu untuk itu…!! bukan untuk bersenang-senang dengan orang lain!! ”seru Yong jun yang menatap marah Joo ri

Joo ri diam, dan kali ini tangannya benar-benar terlepas dari cengkraman Yong Jun “ aku tahu tugasku!! Dan apa maksudmu dengan bersenang-senang…!!”seru Joo ri keras marah.

Yong jun menatap Joo ri diam. Keduanya saling menatap tajam.

“apa maumu…?!?!” tanya Joo ri menatap Yong jun tajam, penuh selidik.

“tugasmu… berada di sampingku!! Dan kau harus berada di sana kapanpun!!!” seru Yong jun. Joo ri terlihat diam ditempatnya. Tidak percaya dengan pendengaran dan penglihatannya. Yong jun benar-benar berbeda saaat itu. Kemarahan terlihat jelas diwajahnya. Joo ri tidak pernah melihat Yong jun semarah itu. (penulis: lebih tepatnya belum/ Joo ri: jadi kau berencana akan ada wajah seperti itu lagi…?/penulis: entahlah… mungkin…/Joo ri:ARRGGHHH!!!/penulis: kabuuuuuuuuurrr…).

Yong jun berlalu pergi dari hadapan Joo ri, kemarahan masih menyertainya, meninggalkan Joo ri yang menatap diam Yong jun. rasa bingung terbersit dikepalanya, tanpa rasa takut yang menghantui dirinya.



“ada apa dengannya oppa…?”tanya Joo ri bingung, mengalihkan pandangannya pada Ji hoon yang terlihat sama diamnya dengan Joo ri, menatap kepergian Yong jun

Ji hoon mengalihkan pandangannya pada Joo ri dan terdiam menatap Joo ri, memikirkan sesuatu yang sangat mengganggunya dan sangat ia takutkan.

“entahlah…”jawab Ji hoon pelan, tanpa mengalihkan tatapannya dari Yong jun.

*******

Bulan terlihat sendu malam itu. Beberapa orang terlihat terdiam di bawah naungannya.

“apakah semuanya baik Jenderal…” tanya seseorang, menatap laki-laki renta di hadapannya khawatir

“perasaanku tidak enak Letnan Kang…”kata seorang laki-laki tua yang kemudian memalingkan wajahnya dari sang rembulan, melepas kacamata yang dipakainya dan melemparkannya begitu saja di atas meja kayunya.

Letnan Kang terlihat terdiam menatap laki-laki dihadapannya sesaat “…apa tentang Joo ri… Jenderal…?”

Sang Jenderal terdiam, kemudian sebuah anggukan terlihat pelan. “tenang saja… bukankah kita sudah merencanakan yang terbaik untuk Joo ri…”

Jenderal Lee terdiam ditempatnya sesaat, Letnan Kang menatapnya, rasa iba muncul dihatinya, tidak dipungkiri juga rasa takut hadir di pikirannya. Keduanya terdiam sesaat, berkutat dengan pikiran masing-masing.

“dimana dia sekarang…?”

Letnan Kang terlihat tersenyum “…sumber saya bilang dia sedang bersama dengan orang kita… jadi tenang saja…”

Jenderal Lee terlihat terdiam dan menghembuskan napasnya panjang “…ah baguslah kalau begitu…”

“…ne…”

“…aku akan melakukan apapun untuk anak itu… dia satu-satunya yang aku miliki Letnan… bahkan untuk membatalkan rencana itu pun aku bersedia…”

“..ahh… ahniyo… jangan lakukan itu… anda bahkan sudah merencanakannya matang-matang… dan ini adalah impian anda… percaya saja padanya dan Joo ri… aku yakin Joo ri akan mendukung anda jika ia mengetahui apa yang anda lakukan…”

“masalahnya…”

“saya mohon tuan… tetaplah di jalan anda… percayalah… semuanya akan baik-baik saja…Jenderal Lee” dan ditatapnya LetJen Kang di hadapannya yang menatapnya yakin. Kemudian dengan keras ia menjatuhkan dirinya di kursinya, dan memutar kursinya menghadap ke jendela kaca yang terbuka lebar, menunjukkan sang bulan yang tersenyum indah, memancarkan terangnya malam itu

“bantu aku menghubungi dia LetJen Kang…aku ingin menanyakan beberapa hal padanya…”

“maksud anda…”

“ne…”

“sekarang…”

“…tentu saja sekarang… pak tua ini hanya ingin sebuah ketenangan…”

*******

“semuanya baik…?”tanya seseorang tiba-tiba sambil kemudian memberikan segelas kopi hangat pada… tentu saja Joo ri… bukan sang penulis.

Joo ri memalingkan wajahnya cepat, menerima segelas kopi itu, tersenyum

“gomawo oppa… ne… tak apa…”

“ada apa...?”

“ahni… tak ada…”

“aku sudah mengenalmu terlalu lama Joo ri… aku tahu apa yang ada dipikiranmu sekarang…”

Joo ri menatap Ji hoon lembut, dan senyum terihat kembali terkembang di wajahnya, namun senyum itu perlahan hilang dna tergantikan wajah muram seorang Joo ri (Joo ri: apa maksudmu penulis..!!! aiisshhh… pergi saja kau!!).

“haraboji…entah kenapa aku sangat mengkhawatirkannya…”

“Jenderal Lee…?” tanya Ji hoon yang dibalas dengan tatapan tajam seorang Joo ri pada Ji hoon (Joo ri:aiisshhhh!!! BUAK!! Dan penulis dibuat pingsan lagi… namun ternyata masih mampu melanjutkan tulisannya)

Ji hoon menyadari tatapan Joo ri “mianhe…?”

Joo ri diam, “haraboji oppa… bukan Jenderal Lee…”terang Joo ri

“memang ada apa…?”

“entahlah… tidak biasanya aku selalu memikirkannya…dan…” Joo ri mengehentikannya perkataannya tiba-tiba, mempertajam pendengarannya, mencoba mendengar yang ada disekitarnya “ada apa…?”tanya Ji hoon bingung.
Dan tanpa menjawab pertanyaan Ji hoon, Joo ri mengeluarkan sebuah handgun di hostler perutnya, dan dengan cepat memutar tubuhnya, menodongkan handgunnya tepat di pelipis seorang.

“kau lagi…!!!”seru Joo ri marah.

“aiiisshhh… kau dongsaeng-aa… ada apa…?” tambah Ji hoon, menatap terkejut sesaat, laki-laki yang berdiri dibelakangnya

“kenapa kau selalu seperti ini… mengendap-endap seperti seorang….”

“apa…?” tanya Kim bum, menantang

“Joo ri… turunkan pistolmu…”

Joo ri diam tidak mendengarkan perkataan Ji hoon, dan tidak menurunkan handgunnya turun dari pelipis Kim bum. Mendengar perkataan Kim bum, dia semakin tertantang untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar menodongkan pistolnya. (penulis: HA HA HA HA HA!! Tertawa sangar…)
Joo ri perlahan menekan pelatuknya, menatap Kim bum

“Joo ri-aa… hentikan…”pinta Ji hoon. Joo ri masih diam menatap Kim bum, serius dengan apa yang akan dilakukannya dan DUAARRR!!! Joo ri melepaskan peluru panas dari handgunnya tepat… (penulis: tenang saja pembaca… tidak akan mati…) kearah belakang Kim bum “siapa disana…?” seru Joo ri, yang kemudian berjalan mendekati seseorang yang terlihat meringkuk di bawah sebuah pohon tinggi beberapa meter dari tempat mereka berdiri. Joo ri masih mengangkat pistolnya waspada, menatap wanita dihadapannya.

“siapa kamu…?”tanya Joo ri, masih menodongkan pistolnya “bangun!!”seru Joo ri

“YEUN JIN!!!” seru Ji hoon dan Kimbum bersamaan menatap wanita yang terlihat meringkuk menghindari peluru panas Joo ri.

“kalian mengenalnya…?”tanya Joo ri, tidak mengerti

“…ne… dia partner kerjaku…dan dia akan bermain sebagai pemeran utama
wanita di drama ini…”

“benar!! Dan apa yang kau lakukan dengan senjata yang berbahaya seperti itu…?”tanya Yeun Jin marah, menatap Joo ri galak “seharusnya kau di penjara karena kepemilikan senjata berbahaya seperti itu…”tambah Yeun jin yang semakin kesal, menatap Joo ri yang tanpa rasa bersalah memasukkan kembali handgunnya dan pergi dari tempat kejadian.

“aiiisshh!!! YYA!! Berhenti!!”seru Yeun Jin semakin marah “YYA!! KAU!!!”serunya lagi, yang masih tidak dipedulikan Joo ri dan penulis (Yeun jin: kenapa kau ikut-ikut penulis..!! menatap penulis sangar)

“AISSHHH!! Siapa sebenarnya dia oppa… kenapa ada disini…? Apa dia salah satu kru kita…?”

Ji hoon tersenyum menatap Yeun jin “ahniyo… dia bodyguard Yong jun… dan dia seorang militer… jadi mungkin dia akan agak… berlebihan…”terang Ji hoon

“bodyguard?!?!?”

“ne…”

“kenapa Yong jun membutuhkan seorang bodyguard…?”

“…Tuan Kang yang memerintahkannya…” jawab Kim bum, yang jawabannya membuat Ji hoon terdiam ditempatnya sesaat, menundukkan kepalanya

“auusshhh… dia akan sangat mengganggu…” alih Yeun jin, setelah menatap
perubahan di air muka Ji hoon

***********

“hai Yeun Jin…”sapa Yong jun senang namun tanpa senyum terlihat diwajahnya, memeluk Yeun Jin singkat. “bagaimana kabarmu… pekerjaanmu sudah selesai…?” tambah Yong Jun

“ne Yong jun-aa… semuanya sudah selesai… dan ini juga berkat bantuan oppa Ji hoon…”jawab Yeun jin yang kemudian mendekap erat lengan Ji hoon manja, membuat Ji hoon tersenyum hambar dan memalingkan wajahnya kearah Joo ri, tidak terkecuali juga Yong jun, menatap Joo ri yang duduk tak jauh di belakangnya, dan tengah disibukkan dengan berbagai senjata dihadapannya, yang tentu saja sempat ia bawa

Ji hoon dan Yong jun menggelengkan kepalanya menatap Joo ri dan seluruh senjata kesayangannya, tanpa memperdulikan sekelilingnya. Ji hoon dan Yong jun menghela napas pasrah (penulis: ha ha ha ha ha…).

Yeun Jin mengalihkan pandangannya kearah Joo ri dan berbagai senjata yang tergeletak rapi dihadapannya, menatap Joo ri tajam dan kesal.

“oppa… aku lapar…”kata Yeun jin tiba-tiba, menarik perhatian seluruh orang diruangan itu, bergelayut manja di lengan Ji hoon

“baiklah… kita makan sekarang…” jawab Ji hoon

“ne… Joo ri ayo makan…” ajak Kim bum dan duduk di hadapan Joo ri, menatap takut-takut senjata di hadapannya. Joo ri diam, tidak memperdulikan ajakan Kim bum.

“ayo baby…” ajak Kim bum lagi.

Joo ri diam, menatap Kim bum tajam setelah mendengar ucapannya, sedangkan yang ditatap tajam hanya terdiam dengan menunjukkan senyum lebarnya.

“pergi”kata joo ri singkat, dingin bahkan terasa beku.

“ahni…”jawab Kim bum tanpa memperdulikan sikap dingin Joo ri

“pergi dari sini…” ucap Joo ri lagi, lebih dingin dari sebelumnya

“ahni… aku tidak akan pergi jika tidak denganmu…” jawab Kim bum ringan. Joo ri diam, dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda selama sepersekian detik karena tingkah Kim bum.



Kini keduanya terdiam sesaat dengan raut yang berbeda. Senyum lebar terlihat masih terkembang di wajah Kim bum, sampai…

“apa ini…?”tanya Kim bum, mengambil sebuah tabung di hadapannya yang tergantung sebuah cincin di atasnya.

Joo ri hanya diam ditempatnya, tidak memperdulikan Kim bum.

“apa ini…?”tanya Kim bum lagi, menatap Joo ri tersenyum.

“letakkan... jangan di sentuh..."ujar Joo ri dingin, namun yang diperingatkan sama sekali tidak memperdulikan ucapan Joo ri, dan menatap semakin pensaran benda yang dibawanya.

“jangan dibuka”ucap Joo ri singkat, tanpa mengalihkan pandangannya dari senjata ditangannya, namun terlambat, tak lama terdengar suara seperti sebuah kunci yang di tarik dan terlepas dari lubangnya kemudian menyusul sebuah suara desisan, diikuti oleh asap kuning yang perlahan tapi pasti mulai menyelimuti ruangan tersebut.

Semua orang diruangan itu yang melihat asap kuning mulai membumbung tinggi, menyelimuti semua bagian ruangan itu, yang membuat semua orang yang berada diruangan tersebut berhamburan keluar dari ruangan, tak terkecuali Yong jun, Ji hoon, Yeun Jin bersama Kim bum yang terbatuk-batuk sekaligus terkejut dengan hal luar biasa yang terjadi pada mereka, dan tak lama disusul oleh Joo ri yang keluar dari ruangan tersebut dengan langkah perlahan dan tenang karena benar-benar sudah terbiasa dengan semua kecelakaan saat latihan.

“sudah kubilang J-A-N-G-A-N DIBUKA!!”kata Joo ri kesal dengn menekan beberapa kata di akhir kalimatnya untuk lebih mempertegas dan merebut kembali tabung yang telah terbuka dari tangan Kim bum.

“yya!! Kenapa kau membawa benda-benda berbahaya seperti itu ketempat ini…?” seru Yeun jin marah sambil terbatuk-batuk.
Joo ri diam, tidak menjawab perkataan Yeun jin, namun menatap Yeun jin tajam. Keduanya terdiam sesaat dan perlahan Joo ri melangkah mendekat, menatap Yeun ji semakin tajam “pengamanan…” kata Joo ri dingin,

“yya!! Pengamanan yang dapat membunuh…” jawab Yeun jin kesal. Joo ri
diam

“bukan urusanmu…” jawab Joo ri lagi, dingin, tanpa memperdulikan Yeun jin dan pergi dari hadapan Yeun jin sekaligus semua kru, Yong jun, Ji hoon dan Kim bum, yang menatap tercengang kearahnya.

“…ahh…keren… dia terlihat semakin cantik jika bersikap dingin seperti itu…”seru Kim bum, menatap kepergian Joo ri terperangah, terkagum-kagum.

*******

“…bagaimana…?”tanya seseorang melalui ponselnya di sebuah ruangan tanpa penerangan dan hanya sebuah cahaya dari sang rembulan yang terlihat jelas masuk melalui celah jendela yang terbuka.

“…beres bos… saya sudah berada di sisinya…dan segalanya berjalan dengan sempurna…sedikit lagi bos… sedikit lagi segalanya akan selesai…” jawab seseorang

“bagus… segera selesaikan…aku tidak mau orang tua itu ikut campur dengan semua urusanku…” kata orang itu, yang kemudian terdiam sesaat “aku ingin segalanya berjalan sesuai dengan rencana… tidak menyisakan suatu bukti apapun…lakukan dengan bersih…”

“baik bos….”

“segera laksanakan…dan aku hanya ingin mendengar kabar baik…”

“ne…”

Dan sambungan terputus, orang itu terlihat menatap sang bulan dengan tersenyum, membalas senyuman sang bulan.

“selangkah lagi…dan kebebasan… aku akan mendapatkan segalanya… tunggu saja pak tua…”

***********

“apa yang kau lakukan disini…?”tanya Yeun jin sengit, menatap Joo ri sinis.

Joo ri hanya menjawab pertanyaannya dengan lirikan matanya dan sedetik kemudian sikapnya kembali seperti semula. Berdiri tegak, bersikap siaga, berjaga di belakang Yong jun.

Yeun jin diam, menatap Joo ri semakin sengit “…yya!! Pak Park… aku tidak dapat berkonsentrasi jika ada perempuan ini disini…” seru Yeun jin, menunjuk Joo ri dengan pandangannya, sedangkan Joo ri masih diam ditempatnya, berdiri tegak, tidak memperdulikan sikap Yeun jin padanya dan tidak bergeming dari tempatnya.

Yong jun diam, menatap Joo ri sesaat dan kembali membaca skenario yang ada ditangannya, menyibukkan dirinya kembali.

“nona…”panggil Pak park kemudian, menatap Joo ri, membuat Yong jun menghentikan bacaannya dan menatap pak Park tajam, sedangkan Joo ri terlihat masih diam ditempatnya, masih berdiri ditempatnya tidak berkedip dan tetap bergeming di tempatnya, menunjukkan sikap waspada dengan semua senjata yang ada di setiap hostler ditubuhnya.

Yong jun diam, mengikuti pandangan mata sang sutrada yang sesaat kemudian terlihat bergidik, menatap Joo ri. Malam itu Joo ri mengenakan kemeja putih dan celana jeans panjang. Ia juga melekatkan hostlernya di paha, perut dan lengannya. Dan banyak senjata lainnya yang ia letakkan disana.
Diamatinya tubuh Joo ri dari ujung kepala hingga kakinya, ia yakin tubuh mungil itu masih banyak menyimpan senjata, dimanapun tempatnya, tersembunyi. Dan bisa saja senjata berat yang ia bawa saat ini.

“…anggap saja dia tidak ada…”kata Yong jun kemudian, menatap sang sutradara dingin, dan kembali menyibukkan dirinya kembali

“…tapi…dia membuatku…”tukas Yeun jin yang kemudian terdiam setelah Ji hoon mengalihkan perhatiannya dari teks yang dibacanya, menatap kearahnya dan memalingkan wajahnya pada Joo ri, menatapnya sesaat.

“sudahlah Yeun jin… anggap saja dia tidak ada disana… dan kalaupun kita pindah ketempat lain… Joo ri akan terus berada disana… karena tugasnya adalah… ” sambung Ji hoon, yang sesaat menghentikan ucapannya “… melindungi Yong jun dan selalu berada disisinya…” tambah Ji hoon kemudian, menatap Joo ri sendu, seakan menyesali sesuatu.



Yeun jin diam, dan mengerucutkan bibirnya, berpikir sesaat “…baiklah jika oppa yang bilang… kita lanjutkan lagi…”

Joo ri masih diam ditempatnya, tidak memperdulikan setiap kegiatan yang terjadi di hadapannya dengan sikap yang masih sama seperti sebelumnya. Mengamati Yong jun yang merupakan tanggung jawabnya, hingga tiba-tiba sesuatu membuatnya berlari mendekati Yong jun, dan bersikap waspada, setelah secara tiba-tiba, ruangan tersebut menjadi gelap, dan suasana menjadi riuh, karena banyak orang yang merasa terganggu pekerjaannya dengan kejadian tersebut.

“Yong jun-aa…kau masih disini kan… jangan kemana-kemana…tetap disisiku…”pinta Joo ri

“ne…aku...” belum selesai Yong jun menjawab perkataan Joo ri tiba-tiba terdengar teriakan seseorang yang tak jauh dari tempat Joo ri berada. Joo ri mengambil magnum dan barettanya dan menggenggamnya kuat di kedua tangannya, mengangkatnya, penuh dengan sikap waspada.

Tak lama, tanpa Joo ri tahu awal kejadiannya tiba-tiba tercium bau dihidungnya, bau tajam yang menyesakkan dan dapat membuat semua yang menciumnya jatuh pingsan.

“auuussshhh… gas tidur…” gumam Joo ri pelan, menutup hidungnya. “ Yong jun…!!! tutup hidungmu…dan auuusshhh” Joo ri mengalihkan wajahnya menatap Yong jun setelah menyadari keadaan Yong jun. Joo ri mendekatkan wajahnya dengan masih menutup hidungnya kuat, dan memerikasa keadaan Yong jun

“auuusshhhh… terlambat…” seru Joo ri pelan, dan dengan cepat mengambil penutup wajah yang dilengkapi dengan kacamata sensor yang dapat melihat di dalam kegelapan (penulis: kau tidak membawanya…!!/ Joo ri: auussshhh…!! Anggap saja aku memang membawanya…/ penulis: yya!! Aku yang menentukan… *dan penulis pun pingsan ditempatnya sebelum melanjutkan perkataannya*/ Joo ri: itu lebih baik…). Perlahan dan cepat Joo ri membawa tubuh Yong jun masuk kekamarnya sebagai salah satu bentuk perlindungan darinya.

“auuusshhh… berat sekali…”keluh Joo ri, membopong tubuh Yong jun masuk kekamarnya, dan kemudian melemparkan tubuh Yong jun keras ke raanjang.

“tetap disini… lebih aman…”gumam Joo ri, yang kemudian mengunci kamar Yong jun dari luar dan kemudian pergi mencari keberadaan seseorang yang menyebabkan semua ini terjadi.

**********

Joo ri melangkah pelan, berusaha tanpa mengeluarkan suara, dan masih dengan sikap yang siaga dan siap, Joo ri mengendap-endap, mengamati sekelilingnya, mencari keberadaan seseorang yang mungkin menyebabkan semua ini terjadi. Dengan sikap waspada dan dengan senjata dikedua tangan, Joo ri melangkah keluar dari vila, menatap sekelilingnya yang masih tanpa penerangan.

Joo ri melangkah perlahan, tanpa suara, namun tiba-tiba ia mendengar sesuatu yang mendekat dan berdesing kearahnya. Dan tepat, sebuah peluru terlihat melaju kearahnya. Joo ri berhasil menghindar dan bersembunyi di balik semak tak jauh dari tempatnya. Joo ri mempersiapkan semua senjatanya pelan, dan mencari dimana keberadaan orang itu. Joo ri mengangkat kepalanya mencari sekaligus mengumpan. Dan beberapa detik kemudian peluru kembali berdesing kerahanya dari sisi nya, tepat 180° dan arah jam 1 di depannya. Joo ri menundukkan kepalanya tepat saat peluru itu melewatinya dan menembus ke pohon tepat dibelakangnya.

Joo ri bersiap, instingnya mulai berjalan dan dengan cepat ia menekan pelatuknya, kearah lawannya. Dengan instingnya sebagai seorang penembak jitu, Joo ri mencari lokasi yang tepat dna mulai mengeluarkan timah panas dari baretta yang sudah ia lengkapi dengan peredam suara.

Tak lama, terdengar seseorang berteriak kesakitan, namun hanya sesaat, orang itu berhasil mengeluarkan pelurunya kembali, menembak kearah Joo ri.

Joo ri diam, ia tidak mengerti, seharusnya ia sudah mengenai kakinya, tapi… Joo ri menatap pohon di hadapannya, ia teringat sesuatu.

“pabo!!”seru Joo ri pelan, berusaha tidak bersuara namun, ternyata membuat orang itu berhasil menemukan keberadaanya dan mengeluarkan pelurunya kembali.

Cepat Joo ri, kembali menyiagakan diri dan mulai bersiap, saat orang itu tidak lagi menembak kearahnya.

“sial…!!”seru Joo ri keras, membuat orang itu kembali menghujani dirinya dengan peluru. Joo ri melangkah pelan, menunduk, mencari tempat baru untuk dirinya bersembunyi dengan masih dalam keadaan hujan peluru disekitarnya.

“…kau tidak akan bisa lolos dariku!!”seru orang itu sebelum kembali menghujani Joo ri dengan timah panas.

“sial…”seru Joo ri pelan, dan kali ini hujan peluru sudah berhenti. Joo ri diam, membaca situasi, kemudian perlahan bangkit dari tempatnya dan melangkah pergi masih dengan merunduk “sial… aku tidak pernah memperkirakannya… “gumam Joo ri pelan setelah ia berpindah ke tempat yang lebih aman.

Joo ri mengeluar satu persatu senjata dari setiap kantung dan hostler yang ada ditubuhnya, dan berbagai senjata magnum, baretta, pistol, revolver, shotgun, beberapa bom, beberapa senjata tajam dan tabung gas keluar dari setiap bagian kantung dan hostler Joo ri. Seperti dugaan Yong jun.

Joo ri mencoba mencari cara, untuk menembak jatuh orang itu, dan perlahan Joo ri mengangkat kepalanya, mencari, tidak ada hujan peluru disana, hingga akhirnya Joo ri bangkit dan berjalan cepat, mengendap dari satu semak ke semak yang lain dan dari satu pohon ke pohon yang lain, menyembunyikan dirinya, namun disaat terakhir dirinya akan mendekati posisi penembak itu, suara pelatuk di tarik dan suara timah panas keluar dari senjata api, berdesing kuat dan melesat cepat kearahnya. Joo ri menyadari itu, namun terlambat, timah panas itu lebih cepat dibandingkan dirinya, saat Joo ri akan menjatuhkan dirinya ke semak, peluru itu sudah mencapai dirinya dan menembus tepat kedadanya, membuatnya jatuh dan terpelanting karena dorongan keras peluru itu.

Joo ri diam ditempatnya, mencoba untuk menahan rasa sakitnya dalam diam, hingga akhirnya Joo ri dapat melihat seseorang melangkah mendekat dan berdiri disisinya, menatap Joo ri yang diam ditempatnya, setelah ia menembaknya.

Seorang laki-laki dengan penutup di wajahnya, terlihat berdiri disisinya, dengan senapan laras panjang, ia letakkan di pundaknya dengan ujung senapan yang masih berasap dan panas “akhirnya aku mendapatkanmu…”katanya pelan yang kemudian mengangkat tubuh Joo ri dalam gendongannya, dan membawanya pergi, setelah meyakinkan bahwa masih ada kehidupan dari Joo ri di sana.

“selangkah lagi… maka segalanya selesai…”katanya lagi, menatap Joo ri, tersenyum penuh kemenangan, setelah ia meletakkan Joo ri di sebuah ruangan remang, yang tidak Joo ri ketahui lokasinya.

*************


End Of Chapter

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #127 on: February 14, 2011, 07:11:08 pm »
maaf kalau jelek dan kurang menarik  [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin] [biggrin]

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 2) Nov 1
« Reply #128 on: February 14, 2011, 07:14:30 pm »
Kyyyaaaaa sist ai come back..
Bogoshipo..hmm..
Gumawo buat chap yang kayaknya llooooooonggg..
Secara lama ga ada kabar..
Hheheh..
Kaborrr dulu mo baca..
Hahha
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!

Offline el_minoz

  • Full
  • ***
  • Posts: 397
  • upssss.....
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #129 on: February 14, 2011, 08:07:44 pm »
gumawoo sist ai dah update
si jo ri keren banget kayak lara croft he9
tp si jo ri bener y bodyguard ato jualan senjata c?lengkap amat
kalah PinDad wkwkwkwkwk
si yeun jin ngeselin banget c manja amat jd ce he9
sist kok jo ri kena tembak c?kira2 sapa y yg rencanain?d tunggu lanjutannya!

Offline ai_yuki

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1235
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #130 on: February 14, 2011, 08:18:25 pm »
Kyyyaaaaa sist ai come back..
Bogoshipo..hmm..
Gumawo buat chap yang kayaknya llooooooonggg..
Secara lama ga ada kabar..
Hheheh..
Kaborrr dulu mo baca..
Hahha

miss u too...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] akhirnya bisa kembali juga... [biggrin] [biggrin] [biggrin]
ok...ditunggu komentnya ya... [flowers] [flowers] [flowers]

gumawoo sist ai dah update
si jo ri keren banget kayak lara croft he9
tp si jo ri bener y bodyguard ato jualan senjata c?lengkap amat
kalah PinDad wkwkwkwkwk
si yeun jin ngeselin banget c manja amat jd ce he9
sist kok jo ri kena tembak c?kira2 sapa y yg rencanain?d tunggu lanjutannya!

emang sih berlebihan... tapi Joo ri sudah banyak belajar dari pengalaman di lapangan... dan dia membutuhkan banyak senjata untuk bertempur... apalagi background dia emang militer... bukan seorang bodyguard biasa... jadi... banyak senjata dan berbagai macamnya yang dia bawa... ini ajan belum senjata laras panjang, tank, senjata tempur besar, bom nuklir, samurai, dan lainnya  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

yup...disini emang ai bikin kayak gitu... tapi Joo ri sama sekali gak akan terpengaruh ma dia... tenang aja  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

yup... lagi bingung habis kena tembak gimana... masuk rumah sakit atau gugur ditempat  [laughing] [laughing] [laughing]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #131 on: February 14, 2011, 08:25:15 pm »
ternyata udah update [lovestruck] lum ada wkt baca, tar klu udah baca, gw koment lagi [briggin] [briggin] [bye]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #132 on: February 14, 2011, 10:07:35 pm »
Walah young jun kocak bgt si ditodong ama joo ri ampe keringet dingin cuma gara2 ga mau mkn sayur,hehe. Ngakak gw ngebygin muka young jun yg da ketakutan stgh mati,hehe. Young jun jealous tuh ama kdktan joo ri & ji hoon and ji hoon nampak menyadari hal itu. Si mbum ngecengin joo ri ya  tp ditatap membunuh ama joo ri. Lah itu yg nyulik joo ri siapa? Maksudnya nyulik joo ri apa? Reaksi young jun apa ya kalo ampe tau bodyguard cantiknya ngilang tanpa jejak? Yuki ga sbr bt next chapienya. Thanx da diupdate. Hug hug kiss kiss


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #133 on: February 14, 2011, 11:19:30 pm »
Ai tengkyuuuuuu udah diupdate ^o^

Smua pd langsung pd diem ye kalo joori udah ngluarin tatapan membunuhnya hmpf yah ketembak joori dibawa kemana tu ni musuh bebuyutan harabojinya joori ya ai sp donk yg nyulik si yong jun pst klabakan nyari bodyguardnya tiba2 ngilang dadakan begono kangen de ntar ujung2nya hmpf


ADAM COUPLE SELCA

Offline Diamond of Minsun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 714
  • Your smile make me cool..Your love around me,,
    • View Profile
Re: My Job Is... your Job...?!?!? (chapter 3) Feb 15
« Reply #134 on: February 15, 2011, 12:40:50 am »
Kyyyaaaaa sist ai come back..
Bogoshipo..hmm..
Gumawo buat chap yang kayaknya llooooooonggg..
Secara lama ga ada kabar..
Hheheh..
Kaborrr dulu mo baca..
Hahha

miss u too...  [cheekkiss] [cheekkiss] [cheekkiss] akhirnya bisa kembali juga... [biggrin] [biggrin] [biggrin]
ok...ditunggu komentnya ya... [flowers] [flowers] [flowers]

setelah kubaca seksama..
Aq sukkaaaaaa...
Aq suka waktu joo ri maen todong todong senjata sama yong jun..hahahhaha..seru aja gitu..
Trus aq juga suka#ngakak sendiri# baca dialog penulis ma pemain..rasanya gimana gituuu..hehehe
mungin seluruh lekuk tubuh joo ri ada senjata yee??lengkap amat kyknya..
Si kim bum ga tau diri tuh..malu dong..ngotak atik barang berharga si joo ri,,kelelep sendiri dah semuanya yang ada di ruangan itu..aq baca chap ini banyakkan ketawa..lucu gitu..tapi, tawa itu hilang seketika setelah membaca yang terakhir..
Joo ri diculik sma siapa tuh??ahh..penasaran..

Mudah mudahan si yong jun ntar yang nyelametin bodyguardnya..gantian dong..biasanya kan si joo ri yang jagain si yong jun..nah, sekarang cari joo ri..selametin dianya..

Hwaiting!!!!!!!
From the bottom of my heart,,
i wish you here with me ever and forever..
Become a real couple..

Aza aza hwaiting!!!