Author Topic: Never Forget You (SPOILER FOR NEXT CHAPTER)  (Read 9317 times)

Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #30 on: September 06, 2010, 07:00:52 am »
eh sape bilang eke hiatus ada tuh tapi lagi males nyari piku  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]

neh gue balikin  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #31 on: September 06, 2010, 07:02:07 am »
ola alohaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa  [bye] [bye] [bye] minsunlover bikin FF yah good good good LANJUTKANNNN  [biggrin]

awalnya baca langsung keinget pilemnya mantan ayangkyu si leonardo di caprio yang Titanic ntu  [hmff] olala ternyata hilang ingatan yow hmmm berarti ntar minsun vs joongsun dunk  [hmff] ekeeee prefer joongsun aje dah  [hmff] langsung digorok rame2 n dilempar keluar tret  [hmpfh] satu kata updateeeeeeeeeeeeeeeeee GPL jangan kayak author2 lainnya neh males bener updatenya  [AddEmoticons04279]   [hmff]

Jongsun???  [AddEmoticons04280] Kea'nya asoy juga tuh makk ...  [AddEmoticons04258] [AddEmoticons04263]

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #32 on: September 06, 2010, 07:03:12 am »
 [nono] [nono] [nono] [nono] makkkkk neeeeem,, qt tuh ga butuh pikku toh yoo, yg penting ada ceritanya jg dah senenk,, jd gpp dskip ja dah pikku2'an mah mak,,, [angry] [angry] [angry] [angry] update ajjjjjaaaaaaaaaaaaahhhhh yg pasti aaaahhh makkkkk [ranting] [ranting] [ranting] [ranting] [guns] [guns] [guns]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #33 on: September 06, 2010, 07:06:43 am »
lha kurang asoy man kalo gak ada pikunya rasanya hampa  [hmff] [hmff] [hmff]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #34 on: September 06, 2010, 07:08:31 am »
HAMPA opo toh mak?? "UNGU mode on"...  [nono] [nono] [nono] [nono] ketauan kan c mak nem  ini cuma ngeles aja toh yooo  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline endree_noona

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1713
  • ^True ♥ Never Runs Smooth^
  • Location: heroes city ^^
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #35 on: September 06, 2010, 07:20:58 am »
yeeee sape bilang eke ngeles besok aja dah updatenya neh mo molor dulu ah *tragedi daster*  [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] CU okmannnnnnnnnnnnnnnn   [cheekkiss] [bye] [hmpfh]

And if that love was true... When you love someone It will all come back to you. Coz we are MINSUN family ^^

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #36 on: September 06, 2010, 09:10:15 am »
wah...rame bener [hmff] [hmff] [hmff]

sistas...makasih ya atas review, saran dan juga kritiknya. [hug] [hug]
untuk chapter 2 ini sedang aku buat, kalo jadi akan langsung aku posting dimari [biggrin] [biggrin]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #37 on: September 06, 2010, 09:28:49 pm »
minsunlover selamat datang [arms] [arms] [arms] [arms] [arms]

miane yach baru comment padahal ceritanya dah dibaca dari kemaren2, hehehehe..
ceritanya menarik, wah hye sun amnesia yach trus ntar deket ama Hyun Joong ?????, waduh itu jin tom tom ada di mari juga yach, sepertinya karakternya sudah mulai dicintai para author disini, maksudnya dicintai buat dibikin susah yach [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff] [hmff]
iya sist hye sun aka jan di lama juga yach amnesianya ampe 10 tahun, waduh bisa2 malah jatuh cintrong ama hyun joong, mmmm jgn yach, lagian si mino bukannya nyari malah jadi jeprut kyk gitu hidupnya..

mo di luncurkan yach chapter 2nya , ayo cepetan di up date yach, HWAITING!!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #38 on: September 07, 2010, 12:34:38 am »
 [smiley-gen013] [smiley-gen013]UPDATE DONGGG

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #39 on: September 07, 2010, 02:15:54 am »
Iya, nanti malam aku update ya fic nya, soalnya filenya ada di rumah hehehehe

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #40 on: September 07, 2010, 03:06:14 am »
ola alohaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa  [bye] [bye] [bye] minsunlover bikin FF yah good good good LANJUTKANNNN  [biggrin]

awalnya baca langsung keinget pilemnya mantan ayangkyu si leonardo di caprio yang Titanic ntu  [hmff] olala ternyata hilang ingatan yow hmmm berarti ntar minsun vs joongsun dunk  [hmff] ekeeee prefer joongsun aje dah  [hmff] langsung digorok rame2 n dilempar keluar tret  [hmpfh] satu kata updateeeeeeeeeeeeeeeeee GPL jangan kayak author2 lainnya neh males bener updatenya  [AddEmoticons04279]   [hmff]
yaa, noona B,  [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break] [head break]
buruan UP DATE FF mu yg dianggurin [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [guns] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #41 on: September 07, 2010, 03:49:07 am »
nanti malem ya ? beneran kan ?
okeh, aku tunggu [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #42 on: September 07, 2010, 04:52:38 am »
 [smiley-dance013] [smiley-dance013] [smiley-dance013]

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #43 on: September 07, 2010, 07:24:23 am »
 [AddEmoticons04217] mana ya updatetanya...

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 1 - 5 September 2010)
« Reply #44 on: September 07, 2010, 07:41:04 am »
Chapter 2


Setelah kepergian Kim Bum, Kim Joon dan Il Woo, Min Ho kembali lagi ke tempat dimana ia tadi duduk. Ia memandang keadaan sekelilingnya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Kim Joon, tempat tinggalnya ini berantakan sekali, sama berantakan dengan hidupnya saat ini. Jikalau Hye Sun masih hidup, ia pasti akan sangat marah jikalau melihat keadaannya sakarang ini. Terutama jika melihat kekacauan yang ada di dalam apartemen Min Ho sekarang. Sudah pasti Hye Sun akan marah besar karena ia adalah tipikal orang yang sangat menyukai kebersihan dan kerapihan.

Tidak banyak orang yang mengetahui akan keadaannya ini. Di luar, bagi kebanyakan orang ia adalah Lee Min Ho seorang actor besar yang memiliki tingkat popularitas yang sangat tinggi. Semua sudah ada dalam genggamannya. Karir yang sukses serta harta yang berlimpah. Ya…mereka semua menyangka bahwa Min Ho telah memiliki segalanya dan hidupnya sangat bahagia. Tetapi keadaan yang sebenarnya tidaklah demikian. Walaupun bergelimang harta dan dikenal serta dipuja banyak orang, nyatanya dalam dirinya Min Ho merasa tidak sempurna. Ia tidak bahagia dengan semuanya itu. Mengapa? Karena satu-satunya hal yang merupakan sumber kebahagiannya dan juga yang dapat membuatnya merasa sebagai seorang pria yang sempurna telah lama hilang darinya. Apa yang ia dapat dan peroleh saat ini tidak lain hanyalah merupakan hasil dari usaha pelariannya untuk melupakan segala kesedihan yang ia alami sepeninggal Hye Sun.  Sejak kehilangan satu-satunya cinta dalam hidupnya, Min Ho membenamkan dirinya dalam pekerjaannya sebagai actor. Membintangi banyak drama, film dan iklan merupakan beberapa usaha yang telah ia lakukan untuk mengatasi segala rasa sakit hati akibat kepergian tunangan tercintanya.

Diliriknya kalender meja yang berada disampingnya. Hari ini adalah hari ulang tahun Hye Sun. jikalau peristiwa tersebut tidak terjadi, Hye Sun sekarang pasti sudah menjadi seorang wanita dewasa berusia tiga puluh tahun yang sangat cantik, anggun dan menawan. Wanita yang akan dengan bangganya ia kenalkan kepada semua orang sebagi istrinya.

“Hhhh…..” Min Ho mendesah panjang sambil menutup matanya. Ia menggeletakan kepalanya di atas sandaran kursi.  ia tidak pernah menyangka jikalau hidupnya akan menjadi seperti ini.  Dulu ia selalu menyangka bahwa pada usianya saat ini, ia pasti telah hidup bahagia bersama dengan Hye Sun. Impian tebesarnya adalah agar ia dan juga Hye Sun dapat membentuk suatu keluarga kecil yang harmonis dan bahagia. Sepuluh tahun yang lalu ia bahkan pernah memimpikan bahwa di saat ia memasuki usianya sekarang ini, ia pasti telah menjadi seorang ayah yang baik bagi anak-anaknya, buah cintanya dengan Hye Sun. ia akan bermain di halamana belakang rumah mereka yang luas bersama dengan mereka sementara Hye Sun memasakkan masakan istimewa yang lezat di dapur. Lalu setelah itu mereka akan sama-sama menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh istri tercintanya sambil bersenda gurau bersama. Tapi apa yang bisa dikata? Mimpi itu kini sudah musnah. Tiba-tiba saja sebutir air mata jatuh membasahi pipi Min Ho. Ia buru-buru bangkit untuk membersihkan wajahnya di kamar mandi yang berada di dalam kamar tidurnya.

Ketika ia memasuki kamarnya, air matanya yang tadi hanya setetes-dua tetes saja,  kini menjadi semakin deras ketika ia kembali diperhadapkan akan sosok wanita yang paling dicintainya dalam wujud foto-foto yang bertebaran di seluruh penjuru kamar. Min Ho memandangi semua foto-foto tersebut dan perasaan rindunya kepada Hye Sun semakin menjadi. Diambilnya sebuah foto Hye Sun yang ada di depannya. Itu adalah foto saat ia dan Hye Sun pertama kali berpacaran.


Flashback

“Jadi, apakah kau bersedia menjadi kekasihku, Goo Hye Sun?” Tanya Min Ho kepada gadis cantik dan manis yang berdiri di depannya. Saat itu keduanya baru saja menginjak usia yang kedelapan belas. Min Ho baru saja memulai karirnya dalam dunia film. Saat itu ia berhasil mendapatkan peran utama bersama dengan Jang Geun Suk dalam sebuah drama remaja yang sangat sukses dipasaran yang diproduseri oleh ayah Hye Sun. Namanya pun mulai dikenal oleh banyak orang. Bahkan penghargaan sebagai actor pendatang baru terbaik dalam Baeksang Award pun berhasil diraihnya.

Saat pertama kali ia melayangkan matanya kepada gadis berkulit putih bersih tersebut, ia sudah langsung jatuh cinta. Berbagai macam cara telah ditempuhnya agar dapat berkenalan dengan gadis tersebut. Bahkan predikat sebagai putri tunggal produser film ternama yang disandang gadis itu pun tidak membuat nyalinya menjadi ciut.

“Oooo….baiklah, bailklah. Aku akan mengenalkanmu padanya” ujar Jang Geun Suk yang merupakan sahabat baiknya sekaligus sepupu dari Hye Sun. Ia akhirnya luluh juga setelah melihat keteguhan hati yang telah ditunjukan oleh Min Ho dalam upayanya untuk mengejar adik sepupunya itu selama ini. Selain itu Geun Suk juga sebenarnya sudah pusing dan bosan mendengar rengekan Min Ho yang meminta bahkan memohon-mohon padanya untuk dikenalkan dengan Hye Sun.

“Tapi awas saja jikalau kau berani menyakitinya atau berbuat macam-macam yang mengakibatkan ia sengsara, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!” ancam Geun Suk. Ia memang sangat menyanyangi Hye Sun. Geun Suk adalah anak tunggal dari kakak ibunda Hye Sun. Sejak kematian kedua orang tuanya sewaktu ia masih kecil, Geun Suk kemudian di rawat dan dibesarkan oleh Mr dan Mrs. Goo. Maka dari itu, walaupun ia bukan kakak kandung Hye Sun, tapi sudah menganggap Hye Sun sebagai adik kandungnya sendiri.  Awalnya memang Geun Suk menolak untuk membantu Min Ho, karena ia takut bahwa Min Ho hanya akan mempermainkan hati sepupu kesayangannya tersebut, tetapi dengan sejalannya waktu Min Ho bukannya menjadi tawar hati justru semakin gencar dan pantang menyerah agar  bisa berkenalan dengan Hye Sun.

Sejak itulah hubungannya dan Hye Sun pun menjadi semakin dekat sehingga sampai suatu hari Min Ho memberanikan diri untuk “menembak” Hye Sun.

Hye Sun hanya berdiri diam tanpa kata begitu mendengar pertanyaan Min Ho tadi. Kepalanya tertunduk tetapi sebenarnya di wajahnya mengembang sebah senyum manis yang penuh dengan kebahagiaan.

“Bagaimana, Hye Sun-aa? Kau mau kan menjadi pacarku?” Tanya Min Ho sekali lagi. Tangannya yang sudah berkeringat dingin akibat terlalu tegang dan gugup menanti jawaban yang akan diberikan oleh si Putri Salju –demikian biasa Min Ho menyebutnya karena kulitnya yang seputih salju dan wajahnya yang manis dan ayu merupai boneka porselen-  menyambar tangan mungil dan halus milik Hye Sun dan menggenggamnya dengan erat. Dalam hati ia berdoa agar jawaban yang diberikan Hye Sun sesuai dengan apa yang selama ini ia harapkan.

Hye Sun mengangkat kepalanya untuk menatap lelaki jangkung nan tampan yang kini berdiri di depannya. “Ne…” ucapnya halus dan nyaris berbisik sehingga Min Ho tidak dapat mendengarnya.

“Apa?” Tanya Min Ho kebingungan.

“Ne…saya bersedia menjadi pacarmu” jawab Hye Sun sekali lagi sambil tersenyum manis kepada Min Ho.

Saat itu, entah mengapa dan bagaimana, Min Ho merasa seolah-olah ia terbang ke atas awan. Rasa bahagia tidak mampu ia sembunyikan lagi. Bibirnya langsung melengkung membentuk sebuah senyuman yang sangat  manis sekali. Dan tanpa pikir panjang ia langsung meraup Hye Sun dengan kedua lengannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke atas serta memutar-mutar badan mungilnya di udara sambil berteriak “Wohoooooooo……”

Dua tahun kemudian, Min Ho yang karirnya mulai menanjak dan selalu digaung-gaungkan sebagai idola remaja masa kini, memberanikan dirinya untuk melamar Hye Sun tepat di hari ulang tahunnya yang kedua puluh. Min Ho tidak akan pernah lupa ekspresi kaget dan bingung yang terpampang di wajah kekasihnya tersebut  saat ia membuka sebuah box kecil yang berisikan cincin berlian yang menjadi hadiah ulang tahun Min Ho baginya. Ekspresi terkejutnya itu semakin menjadi-jadi ketika Min Ho kembali beraksi dengan berlutut di depannya dan memintanya agar mau menjadi istrinya kelak. Hye Sun, yang walaupun saat itu sebenarnya sangat bahagia dan terharu mendengar permintaan Min Ho, menolak secara halus pinangan tersebut. Alasan yang ia utarakan cukup sederhana, adalah karena mereka masih terlalu muda untuk menikah dan berumah tangga serta ia juga mempertimbangkan akan karir Min Ho kedepannya. Tetapi Min Ho menjelaskan bahwa mereka memang tidak perlu menikah sekarang. Mereka dapat menikah nanti, jikalau mereka berdua sudah lebih dewasa baik dalam hal usia maupun cara berpikir. Yang ia inginkan saat ini hanyalah agar Hye Sun bersedia untuk bertunangan dengannya, karena hanya dengan hal itulah ia baru bisa merasa “aman” akan hubungannya dengan Hye Sun. Min Ho hanya ingin memastikan bahwa sampai saatnya mereka berdua siap untuk membina suatu bahtera rumah tangga, Hye Sun tetaplah menjadi miliknya dan tidak berpindah hati kepada orang lain. Rasa cintanya yang sangat besar kepada Hye Sun lah yang menyebabkan ia melakukan hal ini karena ia sangat takut akan kehilangan Hye Sun.

Mendengar penjelasan Min Ho yang demikian barulah Hye Sun bersedia untuk menerima pinangan tersebut. Pesta pertunangan mereka  diadakan di rumah Hye Sun satu bulan kemudian. Pesta tersebut tidak digelar secara mewah dan besar-besaran, hanya dihadiri oleh pihak keluarga dan juga sahabat-sahabat baik keduanya. Hal itu terjadi hanya dua minggu sebelum tragedy yang menewaskan Hye Sun itu terjadi.


Kini saat ia kembali mengingat akan semua kenangan manis yang telah ia lalui bersama Hye Sun dimasa yang lalu Ia pun mulai menangis sejadi-jadinya sambil terus menerus memandangi, mengusap dan menciumi foto tersebut. Akhirnya karena sudah tidak kuat lagi Min Ho jatuh berlutut.

“Maafkan aku, sayang” isaknya “Maafkan aku. Karena kecerobohanku lah kita tidak dapat bersama lagi saat ini” ujar Min Ho sambil mengusap lembut permukaan foto yang mulai basah karena air mata dengan jemari tangannya sebelum akhirnya ia menciumi foto tersebut “Aku merindukanmu, Hye Sun-aa. Aku sangat merindukanmu”.

~ooOoo~

Siang harinya, Min Ho melangkah dengan berat melintasi jalan setapak yang berbatu yang membawanya keatas suatu puncak bukit. Tangan kirinya ia gunakan untuk mengencankan jaket yang dipakainya, sementara tangan kanannya membawa serangkaian bunga indah yang menjadi kesukaan Hye Sun.

Banyak orang pasti akan mengatakan bahwa hari ini luar biasa indahnya. Di atas, matahari bersinar dengan sangat cerah. Awan-awan pun tampak begitu biru dan bersih dan burung-burung berkicauan dengan merdu. Ya, semuanya begitu sempurna pada hari ini…terlalu sempurna hingga ia merasakan sakit yang begitu perih dan menusuk merasuk ke dalam hati dan jiwanya. Ini adalah rasa sakit yang sama yang selalu ia rasakan setiap kali ia datang berkunjung ke tempat ini selama sepuluh tahun terakhir ini.

Min Ho mulai memperlambat langkahnya sebelum ia berhenti diatas suatu gundukan yang menyerupai sebuah bukit kecil yang berada tepat didepannya. Walaupun tubuh Hye Sun tidak dapat ditemukan, namun ia dan juga pihak keluarga Hye Sun tidak sampai hati jikalau Hye Sun tidak memiliki suatu tempat yang bisa menandakan sebagai tempat peristirahatan abadinya. Maka dari itu, sebagai pengganti jasadnya, mereka memasukan semua barang berharga kesayangan Hye Sun ke dalam sebuah peti mati berwarna putih yang sangat indah dan menguburkannya di tempat ini.

Min Ho menarik napas dalam-dalam sebelum ia mengangkat tangannya untuk menyetuh batu nisan berwana kelabu yang bertuliskan nama Hye Sun diatasnya. Ia mengerahkan segenap tenaga dan kemampuannya untuk tidak menangis saat ini. Paling tidak ia tidak ingin Hye Sun melihatnya menangis.

“Hallo sayang” ucapnya lembut “Selamat ulang tahun” kata Min Ho sembari meletakan rangkaian bunga yang telah ia beli tadi di depan pusara Hye Sun. “Kau lihat kan? Aku tidak melupakan hari ulang tahunmu. Aku tidak akan mungkin dan tidak akan pernah bisa melupakan segala sesuatu tentang dirimu.” Ucapnya lagi, kali ini dengan suara yang bergetar karena menahan tangis. “Aku merindukanmu, sayang” Min Ho mencondongkan badannya dan mencium perlahan ukiran nama Hye Sun yang tertera di batu nisan tersebut. Tiba-tiba sebutir air mata jatuh dari matanya yang terpejam. Min Ho buru-buru menghapusnya karena ia ingat akan janjinya bahwa ia tidak akan menangis di depan pusara Hye Sun.

Akhirnya karena ia tahu bahwa pertahanan dirinya akan runtuh jikalau ia berlama-lama disini, Min Ho memaksakan dirinya untuk bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu. “Sampai jumpa sayang, aku akan datang lagi nanti” katanya. Diusapnya pusara Hye Sun sambil berucap  Saranghae sebelum akhirnya ia memutar badannya yang tinggi tersebut untuk melangkah keluar dari sana.

BUUKK!!!

Tiba-tiba saja Min Ho merasakan suatu pukulan yang sangat keras menimpa wajahnya dan mengakibatkan ia jatuh terduduk di tanah.

“Geun Suk!!!” teriak seseorang.

Min Ho mengangkat kepalanya ketika ia mendengar nama itu. Dan benar, tepat di depannya tampaklah sesosok pria bertubuh tinggi dan berwajah tampan bak malaikat, hanya saja dalam kasus ini bisa dikatakan sebagai malaikat maut karena matanya yang terbuka lebar-lebar ketika memandang Min Ho tampak begitu seram dan menakutkan ditambah lagi dengan tatapan yang dingin serta penuh kebencian yang ia layangkan kepada Min Ho.

“Mau apa kau kemari??!!” raungnya

Min Ho menghapus terlebih dahulu noda darah yang ada di mulutnya sebelum ia berdiri dan menghadapi orang tersebut.
“Geun Suk, lama tak jumpa” ujarnya. Diulurkannya tangannya yang kekar itu untuk bersalaman dengan si malaikat maut ini, tetapi karena tidak kunjung mendapatkan balasan terpaksa ia menurunkannya lagi.

“Aku tanya, mau apa kau disini??!!” raung Geun Suk sekali lagi

“Kurasa tidak perlu kau tanyakan kau pun tahu sedang apa aku disini” jawab Min Ho enteng “Kita disini untuk tujuan yang sama” tambahnya lagi.

“Bukankah sudah berulang kali ku katakana agar kau tidak pernah datang kesini lagi?” ucap Geun Suk dingin.

“Kau tidak punya sedikit pun hak untuk melarangku datang kemari. Ini adalah pusara tempat tunanganku dimakamkan”

“Tunangan? Masih berani kau menyebutnya tunanganmu setelah apa yang kau lakukan padanya?! Dengarkan aku, kau ini tidak lebih daripada pembunuh! Karena kesalahanmulah ia harus mati!” kata Geun Suk masih tetap dengan menggunakan nada dan intonasi yang tinggi kepada Min Ho.

Min Ho langsung tersentak ketika ia mendengar Geun Suk menyebutnya sebagai pembunuh Hye Sun. Meskipun apa yang telah terjadi itu adalah akibat keteledorannya yang telah meninggalkan Hye Sun seorang diri di tepian dek kapal waktu itu, tapi Tuhan pun tahu bahwa ia tidak secara sengaja melakukan hal tersebut dengan tujuan untuk membunuh Hye Sun. Siapapun yang mengenalnya dengan baik tentu tahu bahwa ia rela melakukan apa saja agar bisa kembali memiliki Hye Sun dalam keadaan hidup disisinya sekarang ini. Bahkan berulang kalipun ia tidak henti-hentinya berucap bahwa ia rela menggantikan posisi Hye Sun yang sekarang. Ditatapnya lawan bicaranya ini dengan pandangan yang menyala-nyala. Berani benar ia berkata demikian kepadanya. Apa ia tidak tahu bahwa selama sepuluh tahun ini pun hidupnya sangat menderita dan sengsara?

Min Ho sudah bersiap untuk memukul balik Geun Suk ketika tiba-tiba terdengar olehnya suatu suara yang berasal dari belakang Geun Suk memanggil namanya.

“Lee Min Ho-ssi”

Itu adalah suara Mr. Goo, ayah Hye Sun. Segera saja Min Ho mengalihkan pandangannya dari Geun Suk kepada sosok orang tua yang hampir saja menjadi ayah mertuanya. Di sebelah Mr Goo tampaklah sosok anggun Mrs Goo. Keduanya tersenyum ramah kepada Min Ho. Min Ho pun membalas senyuman mereka dan membungkukkan badannya sebagai tanda memberi hormat. “Apa kabar, paman, bibi?” sapanya secara halus dan sopan.

“Kabar kami baik. Bagaimana dengan kabarmu sendiri?” ucap Mrs. Goo lembut.

“Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar?” Tanya Mr Goo yang kini telah melangkah maju dan berdiri disebelah Min Ho. Dilingkarkannya sebelah tangannya di atas pundak pemuda itu.

Berbeda dengan Jang Geun Suk yang selalu menyalahkan Min Ho atas apa yang terjadi kepada Hye Sun, Mr dan Mrs Goo sama sekali tidak berpikiran demikian. Apa yang kini telah terjadi bagi mereka itu adalah suratan takdir. Karenanya walaupun sangat berat, tetapi mereka berusaha agar bisa menerima takdir kepergian putri tunggal mereka dengan ikhlas dan lapang dada. Selain itu mereka pun tahu bahwa Min Ho juga pasti sangat menderita karena hal ini karena ia pun sangat mencintai Hye Sun sama seperti mereka. Bahkan mungkin lebih.

“Kabar saya juga baik, paman” jawab Min Ho berbohong.

“Kau datang kemari untuk member ucapan selamat ulang tahun kepada Hye Sun?” tanya Mr. Goo lagi.

“Ya, paman” ujar Min Ho. Di depannya tampaklah pandangan mencela dari Geun Suk.

“Geun Suk, sudahlah” ujar Mr Goo ketika ia juga menyadari arti pandangan yang ditujukan oleh keponakannya ini kepada Min Ho “Berhentilah menyalahkan dan memusuhi Min Ho. Ingat, biar bagaimanapun dulu kalian adalah sahabat yang sangat dekat”

“Itu dulu paman, sebelum ia membunuh Hye Sun” jawab Geun Suk tajam. Lalu ia pun segera memalingkan badannya untuk melangkah pergi dari tempat itu “Nanti aku akan kembali lagi paman, jika si pembunuh ini sudah tidak ada lagi disini” ujarnya seraya menjauh dari sana. Ketiga orang yang ada di belakangannya hanya mampu menatap kepergiannya tanpa kata.

“Bunga itu, apa kau yang membawanya?” Tanya Mrs Goo yang mencoba untuk mencairkan ketegangan diantara mereka akibat ulah Geun Suk tadi. Ia menunjuk kepada rangkaian bunga yang tadi diletakan oleh Min Ho di depan pusara Hye Sun.

“Iya, bibi” jawab Min Ho halus.

“Sangat cantik. Hye Sun pasti sangat senang menerimanya” lanjut Mrs Goo sambil tersenyum keibuan kepada Min Ho. “Terima kasih karena tidak pernah melupakannya, Min Ho”

Untuk beberapa saat Min Ho hanya mampu terdiam saja. Ditundukkannya kepalanya dan perlahan ia membalikan badannya kembali untuk menghadapi makam Hye Sun.

“Sampai kapanpun saya tidak akan pernah mampu untuk melupakannya bibi karena ia adalah anugerah terindah dalam hidup saya” bersamaan dengan itu pertahanan diri yang telah dibangunnya sejak memasuki area ini pun runtuh dan secara perlahan ia mulai terisak sedih.  Mr dan Mrs Goo tampak berdiri disebelah kiri dan kanannya. Ketiganya memandangi pusara tanpa jasad itu dengan air mata yang berlinang.

TBC


[/size]
« Last Edit: September 07, 2010, 08:23:38 pm by minsunlover »