Author Topic: Never Forget You (SPOILER FOR NEXT CHAPTER)  (Read 9586 times)

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 2 *7 Sept 2010*)
« Reply #75 on: September 17, 2010, 09:39:19 am »
Additonal Cast

Park Shin Hye : Teman sekamar dan juga rekan kerja Geum Jan Di di kedai makan.



Chapter 3


Jerit tangis pilu yang memekakkan telinga terdengar di sekeliling kapal besar yang mewah tersebut. Banyak orang yang berlarian kalang kabut disana. Angin yang bertiup kencang dan ombak yang menderu keras mengakibatkan kapal tersebut mulai oleng dan perlahan-lahan bagian demi bagian dari kapal itu mulai masuk ke dalam air lautan yang dingin.

“Tunggulah disini, aku akan segera kembali” kata seorang pemuda tinggi yang wajahnya samar-samar sehingga tidak dapat terlihat dengan jelas kepadanya

“Ya cepatlah kembali untukku. Aku akan menunggumu” jawabnya

Lalu dilihatnya pemuda tersebut segera berlari menjauh dari sisinya, meninggalkannya sendirian diatas tepian kapal yang mulai tenggelam tersebut.

Detik berikut yang diketahuinya hanyalah tiba-tiba tubuhnya telah tertutup oleh ombak lautan yang luas tersebut. Dirasakan olehnya bahwa dirinya terlempar jatuh ke dalam laut. Dia mencoba untuk berteriak minta tolong, tapi tidak ada seorang pun yang mendengar dan menolongnya, tidak juga dengan pemuda yang tadi telah berjanji untuk kembali kepadanya. Lalu sekali lagi tiba-tiba segulung ombak yang besar menyapu badannya. Dirasakannya rasa sakit yang luar biasa ketika badanya menghantam badan kapal yang besar tersebut. Perlahan-lahan segala sesuatunya menjadi gelap…


Tiba-tiba saja ia membuka matanya. Terpaan sinar matahari pagi terasa sangat hangat dan nyaman, terutama setelah apa yang baru saja dialaminya dalam mimpinya tadi. Itu adalah mimpi yang sama yang selalu menghantui tidurnya selama sepuluh tahun terakhir ini. Ia pun heran kenapa mimpi itu tidak pernah pergi. Setiap kali ia memejamkan mata, bayang-bayang dari mimpi tersebut kembali terlintas dalam kepalanya. Apa maksud semuanya itu? Apa itu ada kaitannya dengan masa lalunya yang masih menjadi misteri hingga saat ini?

“Geum Jan Di, apakah kau sudah bangun?” terdengar teriakan seorang wanita dari luar kamar.

“Iya, sudah. Aku sedang bersiap-siap sekarang” balasnya. Segera saja ia melompat turun dari tempat tidurnya dan mulai membenahinya.

Geum Jan Di, itulah namanya sekarang. Nama itu diberikan oleh seseorang yang telah menolongnya dan membawanya ke rumah sakit sepuluh tahun yang lalu. Karena ia sama sekali tidak dapat mengingat segala sesuatu dari masa lalunya, bahkan namanya sendiri, maka kini ia pun kini menyandang nama tersebut. Nama apapun yang mereka berikan tidak masalahnya baginya karena setidaknya dengan demikian orang-orang tidak akan memanggilnya dengan sebutan Si Gadis Tanpa Nama. Walaupun ia tidak keberatan menyandang nama Geum Jan Di, tetapi dalam hati sebenarnya ia masih tetap berharap agar suatu saat nanti ia dapat mengetahui namanya yang sebenarnya. Bukan hanya itu, ia juga berharap dapat mengingat secara keselurah tentang hal-hal yang pernah terjadi di dalam hidupnya sebelum ia membuka matanya dan menatap tembok rumah sakit yang berwarna putih sepuluh tahun yang lampau.

Seperti terlahir kembali. Seperti melihat dunia untuk yang pertama kalinya. Perasaan-perasaan itulah yang ia rasakan ketika ia tersadar dari tidur panjangnya dan menatap langit-langit rumah sakit tempat dimana ia di rawat. Pertama ia tentu saja sangat terkejut ketika mendapati dirinya terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur yang beralaskan kain putih bersih tersebut. Berjuta pertanyaan terlintas dalam benaknya saat itu. Siapa aku? Apa yang terjadi padaku? Mengapa aku ada disini? Tempat apa ini?  Itulah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang sampai kini tidak dapat ia temukan jawabannya.


“Ah, Ia sudah sadar” terdengar samar-samar suara seseorang yang berada disebelahnya.

“Ayo…ayo, menyingkir sedikit. Beri ia ruang untuk bernafas” kali ini terdengar suara yang lain dengan nada memerintah.

Ia perlahan-lahan membuka matanya. Cahaya lampu yang menyilaukan tersebut membuatnya langsung kembali menutup matanya. Ia berulang kali mengerjapkan matanya sebelum akhirnya membukanya secara keseluruhan. Tampaklah olehnya pemandangan serba putih yang menaungi sekelilingya. Tembok, atap, seprai bahkan cahaya neon lampu disana pun berwarna putih benderang. Untuk sesaat ia hampir saja menyangka bahwa dirinya telah berada di surga ketika akhirnya suara yang pertama kali ia dengar itu menyapanya.

“Kau sudah sadar?”

Ia memalingkan kepalanya ke sisi sebelah kanan dan mendapati seorang lelaki separuh baya yang berpakaian lusuh dan berperawakan kasar sedang memandangnya dengan perasaan ingin tahu.

“Tempat apa ini?” balasnya kepada laki-laki tersebut.

“Ini adalah rumah sakit” jawab lelaki itu singkat.

“Rumah sakit? Kenapa aku sampai bisa berada disini?” tanyanya lagi.

“Kami menemukanmu sedang mengapung di air” kata seorang yang lain “Kami lantas segera menarik tubuhmu keluar dari sana. Tadinya kami kira kau sudah mati, tapi ternyata kau masih hidup. Segera saja kami membawamu ke rumah sakit setelah sampai di daratan”

“Kalian menemukanku mengapung tak sadarkan diri? Memangnya siapa kalian?”

“Jangan takut nona, kami bukanlah orang jahat. Kami ini hanyalah sekumpulan nelayan yang sedang mencari ikan ditengah lautan ketika tubuhmu terombang-ambing disana” kali ini muncul sosok pria yang lain dari arah pintu.

“Nona, kalau kami boleh tahu apa nama anda dan juga alamat dan nomor telepon rumah anda jadi kami bisa menghubungi keluarga anda untuk memberitahu jikalau anda baik-baik saja dan sedang berada disini sehingga mereka dapat menjemput anda pulang”

Nama? Alamat? Nomor telepon? Keluarga? Ia mencoba untuk mengingat-ingat semua itu, tetapi entah mengapa seperti ada sesuatu yang besar yang menghalanginya sehingga ia tidak dapat mengingat siapa keluarganya, dimana tempat ia tinggal, berapa nomor teleponnya bahkan namanya sendiri. Semakin ia berusaha untuk mengingat itu semua, semakin pula beban yang besar tersebut menghimpit pikirannya dan mengakibatkan kepalanya menjadi sangat sakit.

Oleh dokter yang memeriksanya, ia resmi dinyatakan mengidap amnesia atau hilang ingatan. Belum diketahui dengan pasti berapa lama ia akan menderita gangguan pada ingatannya ini. “Ada orang yang dapat segera mengingat kembali akan masa lalunya, tetapi ada pula yang lama dan memakan waktu bertahun-tahun. Kau harus bersabar dan menenangkan dirimu dalam menghadapi hal ini” begitu penjelasan yang ia terima dari dokter tersebut.

Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh para nelayan dan juga sang dokter untuk membantunya meningat kembali apa yang telah mengakibatkan ia terapung-apung di tengah lautan luas sebelum akhirnya ditemukan oleh sekelompok pencari ikan tersebut dan juga untuk menemukan kembali keluarganya. Ini bukan berarti mereka sama sekali tidak berusaha, hanya saja apa yang dapat kalian harapkan dari seseorang yang hilang ingatan dan tanpa identitas?


Sekarang sepuluh tahun telah berlalu sejak peristiwa itu dan Jan Di pun belum juga dapat mengingat kembali akan semua hal yang pernah terjadi di masa lalunya. Hanya sebuah cincin perak yang berukirkan inisial LMH yang melingkar di jari manisnya lah yang menjadi satu-satunya petunjuk akan masa lalunya. Cincin itu sudah ia kenakan sejak ia ditemukan oleh para nelayan sepuluh tahun yang lalu. Jan Di selalu berpikir apakah cincin ini ada kaitannya dengan pemuda yang selalu muncul dalam mimpinya setiap malam? Mungkinkah ia telah menikah dan pemuda tersebut adalah suaminya? Tapi pikiran itu segera ditepisnya. ’Seorang suami tidak akan mungkin meninggalkan istrinya di tengah-tengah kapal yang hampir tenggelam seperti dalam mimpiku itu begitu’ pikirnya sehingga akhirnya ia berasumsi bahwa nama yang terukir di balik cincin itu adalah inisial namanya yang sebenarnya.

 “Jan Di, apa yang sedang kau lakukan?” kata Park Shin Hye, sahabat sekaligus rekan kerja dan teman sekamar Jan Di. Ia menerobos masuk ke dalam kamar yang ia gunakan bersama dengan Jan Di ketika disadarinya bahwa sudah hampir lima belas menit sejak Jan Di mengatakan bahwa dirinya sudah bangun dan sedang bersiap-siap tapi tak kunjung juga keluar dari kamar. Shin Hye adalah seorang gadis manis yang berpembawaan ceria.

“Tidak apa-apa” Jawab Jan Di sambil tersenyum manis kepada Shin Hye.

“Ya sudah, kalau begitu cepatlah kita sudah hampir terlambat masuk kerja” ujar Shin Hye sambil menutup kemabli pintu kamar yang ia gunakan bersama dengan Jan Di untuk memberi waktu kepada sahabatnya berganti pakaian sebelum mereka berangkat kerja.

Jan Di dan Shin Hye sama-sama bekerja sebagai pelayan sebuah restoran kecil di pinggiran laut kota Busan. Profesi ini sudah dijalaninya selama sepuluh tahun terakhir. Salah seorang dari nelayan penolongnya tersebut berbaik hati mengenalkannya pada Tuan Kim, sang pemilik restoran, yang langsung saja dengan senang hati menerimanya bekerja disana. Pada saat itu baru Jan Di lah yang menjadi pegawai di tempat itu sebelum akhirnya Shin Hye ikut bergabung bersama dengan mereka empat tahun setelahnya.

Suasana restoran hari ini sama ramainya seperti hari-hari sebelumnya. Para tamu yang datang  rata-rata adalah nelayan yang akan atau baru saja kembali dari menangkap ikan semuanya selalu mampir untuk makan di tempat itu. Selain itu ada pula warga biasa yang tinggal di daerah sekitar restoran yang kerap kali datang untuk makan disana. Setiap hari tidak terhitung berapa banyak jumlah tamu yang harus dilayani oleh Jan Di dan Shin Hye.

Jan Di sedang membersihkan meja yang baru saja selesai digunakan oleh seorang pelanggan yang telah selesai makan ditempat itu ketika tiba-tiba di dengarnya seseorang menyapanya.

“Kau terlihat sibuk sekali” kata sang penyapa. Jan Di mengangkat kepalanya lalu tampaklah olehnya sesosok pemuda tinggi nan rupawan berdiri di depannya. Kulitnya putih dan wajahnya sangat tampan. Sorot matanya begitu lembut dan menenangkan. Rambutnya yang dicat warna pirang tampak berkilauan diterpa sinar matahari yang masuk melalui jendela-jendela besar yang ada disekeliling tempat itu ditambah lagi dengan senyuman indah serta rangakaian gigi putih bersih semakin membuatnya terlihat bagaikan dewa, tapi itu hanya jikalau ada seorang dewa yang berpakaian kaos oblong yang warnanya sudah hampir pudar dengan celana jeans yang sudah usang ditambah pula sebuah gitar besar yang tergantung di bagian belakang punggungnya.

“Oppa…” sapa Jan Di sambil tersenyum kepada pemuda tersebut “Apa yang sedang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya pergi bekerja?”

Pemuda tersebut lantas menarik sebuah kursi yang berada disampingnya lalu kemudian duduk di atasnya “Aku baru saja kembali sehabis bernyanyi di pinggiran terminal bus” katanya.

Jan Di mengikuti pemuda itu duduk “Oh ya? Lalu bagaimana hasilnya?” tanyanya ingin tahu. Segera saja ia melupakan apa yang tadi sedang ia kerjakan dan mulai asyik berbincang-bincang dengan pemuda tersebut.

“Tidak begitu bagus” jawab pemuda itu sambil mengeluarkan sebuah kaleng yang berbunyi sangat nyaring dari dalam tas kecil yang diselempangkan di pinggangnya. Ia menuangkan isinya ke atas meja dan tampaklah beberapa koin yang jumlahnya tidak banyak berhamburan keluar dari dalam kaleng tersebut. Jan Di melihat kepingan koin-koin yang bertebaran diatas meja di depannya tersebut  lalu ia melayangkan pandangannya untuk menatap pemuda yang ada didepannya itu.

“Tampaknya terminal bus sudah bukan lagi tempat yang bagus untuk menjual suaraku ini” kata pemuda itu kepada Jan Di dengan pandangan yang sedih.

“Jangan patah semangat, Oppa” ujar Jan Di. Ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh dan membelai lembut tangan pemuda tersebut, mencoba memberikan semangat dan dorongan kepadanya. Pemuda tersebut memandangnya dan tersenyum sangat lembut. Digenggamnya jemari tangan Jan Di dengan kuat.

“Aku tidak akan pernah menyerah, Jan Di-aa”

“Bagus. Itu baru namanya Kim Hyun Joong” kata Jan Di dengan nada riang.

“Aku bahkan bermaksud untuk pergi ke stasiun kereta sekarang untuk mencoba peruntunganku disana” Hyun Joong berkata sembari memasukan kembali koin-koin hasil jerih payahnya dari pagi hingga siang ini “Mungkin disana aku bisa mendapatkan lebih banyak lagi daripada yang kudapat di terminal”

Hyun Joong sudah bersiap untuk pergi ketika tiba-tiba Jan Di menahannya.

“Oppa…kenapa kau tidak mencoba peruntunganmu di tempat ini?” tanyanya.

“Apa?” Kim Hyun Joong menatapnya dengan terkejut.

“Kau lihat kan, disini banyak sekali orang. Kenapa kau tidak mencoba untuk menjual suaramu disini sekarang?” Tanya jan Di.

Kim Hyun Joong melihat ke sekelilingnya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Jan Di. Banyak sekali orang yang sedang makan di tempat ini sekarang. Ini bisa saja menjadi suatu lahan empuk baginya untuk menuai banyak rejeki saat ini, tapi ia juga ragu apakah mereka semua bersedia untuk mendengarkannya bernyanyi sementara mereka sedang asyik makan dan juga berbincang-bincang dengan sesamanya?

“Hyun Joong Oppa, ayolah” bujuk Jan Di. Ia mulai melingkarkan kedua tangannya di lengan Hyun Joong.

“Tapi Jan Di-aa…aku tidak yakin mereka mau mendengarkanku menyanyi sekarang” ujar Hyun Joong. Sinar keraguan tampak jelas dimatanya yang sayu itu.

“Jikalau mereka tidak mau mendengarkan ya sudah biarkan saja, yang penting sekarang aku ingin mendengarmu menyanyi” kata Jan Di “Oppa, jika kau memang tidak mau menyanyi untuk mereka, bernyanyi sajalah untukku sekarang” rengeknya manja. Dipasangnya tampang “sad puppy eyes” sebaik mungkin di depan Hyun Joong sehingga akhirnya hati pemuda itupun meleleh.

“Baiklah…baiklah. Aku akan menyanyi sekarang” ujarnya sambil menurunkan gitar yang sedari tadi dipanggulnya “Untukmu” tambahnya sebelum ia mulai menggetarkan tempat itu dengan suaranya yang merdu.

Jakku iksukhan hyanggi naneyo geudael seuchyeotdeon barami
Jigeum nae gyeoteul jinaganabwayo
Naui gaseumsoge geudaemaneul bichuneun haessaringabwayo
Apeun sangcheokkaji gamssajuneungeollyo
Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo



Para pengunjung mulai mengangkat kepala mereka untuk mencari tahu siapakah gerangan yang sedang bernyanyi. Dan begitu mata mereka mulai menangkap sosok Hyun Joong, mereka yang tadinya hanya asyik dengan hidangan yang tersaji dimeja kini perlahan-lahan mulai mengalihkan perhatiannya pada suara memukau yang diperdengarkan oleh Hyun Joong.



Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U yeongwonhi~

Geudae ttaraseo geotgo isseoyo jeogi dalbit dwie sumeo
Geuri nunchi eobseumyeon eotteokhaeyo
Birado naerige gureumege tto hanbeon butakhalkkayo
Jeojeun geudae maeum ana jul su itge

Love U geudael tteoollimyeo ije dasi kkok nuneul gamjyo
Saranghae geudae du nun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeoda jultende
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geu mam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo Love U Love U Love U yeongwonhi


Para pengunjung bertepuk tangan dengan riuh begitu bait terakhir dari lagu tersebut selesai dikumandangkan oleh Hyun Joong, bahkan tak jarang dari mereka yang berdiri untuk memberikan applause. Hyun Joong hanya mampu tersenyum malu saja kepada mereka semua.

“Gamsahamnida” ujarnya seraya membungkukan badannya sebagai ucapan terima kasih kepada para penontonnya. Lalu tiba-tiba seseorang dari antara mereka keluar dari bangku dimana ia tadi duduk dan berjalan kearah hyun Joong dan meletakan selembar uang kertas yang nilainya lumayan besar didepannya. Langsung saja para pengunjung yang lain mengikuti tindakan dari sang pelopor tersebut.

Hyun Joong tidak dapat berkata apa-apa selain ucapan “terima kasih” setiap kali mereka meletakkan wujud penghargaan atas suaranya di sebuah meja yang terletak di depanya tersebut. Ia melayangkan pandangannya untuk mencari sosok Jan Di, lalu terlihatlah olehnya Jan Di sedang berdiri di salah satu pojok ruangan sambil tersenyum bangga kepadanya.

“Terima kasih banyak karena kau sudah membantuku hari ini, Jan Di-aa” kata Hyun Joong ketika semuanya itu telah selesai. Ia kini telah berdiri tepat di depan Jan Di. Hasil yang ia peroleh tadi cukup besar bahkan lebih besar jikalau ia mengamen di pinggiran stasiun kereta.

Jan Di tersenyum ramah kepadanya “Aku senang bisa membantumu, oppa”

Hyun Joong melingkarkan tangan kanannya dipinggang mungil Jan Di dan menariknya mendekat kepadanya, sementara tangan kirinya ia gunakan untuk membelai lembut rambut Jan Di yang hitam legam dan juga pipinya yang putih merona.

“Aku mencintaimu” dengan mengucapkan kalimat itu, Hyun Joong mencondongkan tubuhnya ke arah Jan Di dan mencium lembut dan mesra bibir gadis mungil yang berada didalam dekapannya tersebut.

Offline virna yuniar

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1152
  • ♥KangDan♥
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #76 on: September 17, 2010, 09:57:56 am »
 [cry] [cry] jadi inget MG 2
huhuhu cedihhh
hyesun udah pacaran ya ama joongie ..
Hmm begimana reaksi minho yaa [chin]


fara

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #77 on: September 17, 2010, 09:58:43 am »
Hola minsunlover, lam kenal. Gomawo udh di update [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
[cry] [cry] [cry] [cry] [cry] ngga rela hyesun dicium ma hyun joong [cry] [cry] [cry]
hyesun amnesianya parah jg ya sist, penasaran kira2 kpn ya hyesun ketemu minho? Hmpfh hmpfh

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #78 on: September 17, 2010, 11:27:07 am »
Halow minsun, lam kenal ya n tq dah update.
Aku gak rela dech klo Hye Sun d cium cwo lain slain Mino. Ko aku mencium nie fanfic bakal menguras air mata ya? Apa hanya perasaanku saja. Gaswat nic klo hye sun jatuh cintrong ma joongie. Bisa2 gak balik ke Mino lagi.

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #79 on: September 17, 2010, 10:17:33 pm »
thnx udah di up date,..
akhirnya JoongSun keluar juga, tapi endingnya gw gak suka, si joongie kissu hye sun [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] [cry] tapi hye sun sendiri sebenarnya cinta juga gak sih ke hyun joong atau hanya perasaan sayang aja??????
gimana dunks nasib Min Ho and Hye SUn pas ketemu nantinya apalagi Hye Sun sekrg dah punya hyun Joong [cry] [cry] [cry] [cry]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #80 on: September 17, 2010, 10:24:37 pm »
 [AddEmoticons04219] [AddEmoticons04219] hye sun kenapa mau dicium ama joongie..
seharusnya nolak kek apa kek, kagak rela diriku ini [AddEmoticons04241]
btw gomawo ya udh update..

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #81 on: September 17, 2010, 10:31:17 pm »
Annyeong... [bye] [bye] [bye] [bye]


Waduh, kok malah jadi banjir ya dimari  [what] [what] [what] [what]...banjir air mata [cry] [cry] [cry]
Kok pada nangis sih? Pada ga suka ama leader ya??? [heh] [heh] [heh]

Btw, untuk lagunya aku pake lagu Love U-nya HOWL yg di BBF. Abis jadi ingat waktu diputar di Indos pas HooDi kencan naik kuda pake lagu ini hehehe [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Kalian jangan nangis dong....nanti kalo banjir aku dimarahin ama moderatornya lho

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #82 on: September 17, 2010, 10:43:23 pm »
Annyeong... [bye] [bye] [bye] [bye]


Waduh, kok malah jadi banjir ya dimari  [what] [what] [what] [what]...banjir air mata [cry] [cry] [cry]
Kok pada nangis sih? Pada ga suka ama leader ya??? [heh] [heh] [heh]

Btw, untuk lagunya aku pake lagu Love U-nya HOWL yg di BBF. Abis jadi ingat waktu diputar di Indos pas HooDi kencan naik kuda pake lagu ini hehehe [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

Kalian jangan nangis dong....nanti kalo banjir aku dimarahin ama moderatornya lho
aku malah ingetnya pas adegan jandi sm jun pyo ciuman di eps 10 yg di jalan itu lhoo .. [hmpfh]
seandainya ada BBF 2, pasti minsun bisa bersama lagi *curcol mode on* [hmpfh]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #83 on: September 17, 2010, 10:52:11 pm »
 [on] [on] [on] [on] [on] Kissu yg super  hawt itu ya? [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

 [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #84 on: September 18, 2010, 12:44:57 am »
Kissu yg d jalan itu kok kayaknya si minong nepsung banget ya ama si mami [on] [on] coba aja liat pikunya, brasa bukan akting. Apa emang beneran ya [hmpfh]

Offline aisshin

  • Senior
  • ****
  • Posts: 875
  • cute LEADER SNSD ! ^^taeyeon^^
  • Location: sidoarjo
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #85 on: September 18, 2010, 01:22:24 am »
Kissu yg d jalan itu kok kayaknya si minong nepsung banget ya ama si mami [on] [on] coba aja liat pikunya, brasa bukan akting. Apa emang beneran ya [hmpfh]
aku juga berpikiran begitu, berasa nyata [on]
moga2 aja bneran [lovestruck]

BAIFERN & MARIO [lovestruck]

Chainezz_Vian

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #86 on: September 18, 2010, 01:28:45 am »
Gumawo  minsunlover uda d update [flowers] [flowers]       
       
itu hyun joong nembak hye sun kn blm d jwb, koQ uda maen d kiss" aja c?? [cry] [cry]       mino cpt temukan hye sun. . . Gawat nie oppa [cry]     
       
sist, mino kpn ktemu ama hye sun'a?? Next chap uda ktemu kn?     
Jgn lama" ya sist update'a. Hwaiting!! [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline love_miinsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 77
  • ;)
  • Location: palembang
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #87 on: September 18, 2010, 03:33:53 am »
mkasiih udac d upload ,

 [cry] [cry] sedih ny liat hye sun d cium ama hyun jong ,
gimana prasaan mino ya kalo tw ,  [cry] [cry]

cincin hye yg d gunain hye sun romantis bnget , ada inisial lee min ho d sana ,
smoga cincin itu sbagai bukti saat hye sun and mino ketemu nntii


sist cpet upload ya yg bagian mino tw kalo hye sun msih hdup dan sdah mmiliki pengganti dirinya ,
smangat ya sist
 [smiley-gen013] [smiley-gen013]


                sexyyyyyyyyyyyyyy..... :D

minsunlover

  • Guest
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #88 on: September 18, 2010, 04:16:44 am »
Semuanya, terima kasih atas semangatnya.

Mian, ga maksud buat kalian sedih dengan kehadiran joongie, tp itu udah jadi bagian dari ceritanya, kan di Summary juga udah dikasih tahu kalo pas amnesia si Hye Sun tuh justru pacaran n tunangan ama Joongie, jadi ya namanya orang yg pacaran/tunangan pasti wajarlah kalo berciuman bukan?

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Re: Never Forget You (Chapter 3 Update 17 Sept 2010)
« Reply #89 on: September 18, 2010, 05:53:08 am »
Berharap tu perasaan hye sun ke joonge cm rasa sayang antara oppa dan dongsaeng doank. Trus pas ketemu mino tar hye sun ngerasain sesuatu yg laen gt *cinta maksudnya* go mino go mino go, temukan cinta sejatimu pada hye sun.