Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 47779 times)

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
gimana klu gw lanjut yg ini dulu [biggrin] bisa gw ngebut mulai dr sekarang [heh] ~soalnya updateannya ga perlu panjang [hmpfh]


[dry] [dry] [dry] [dry] [dry] Yg ditunggu2 bengkok malah mo ngebut yg ini   hammer2 hammer2 hammer2 hammer2

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
gimana klu gw lanjut yg ini dulu [biggrin] bisa gw ngebut mulai dr sekarang [heh] ~soalnya updateannya ga perlu panjang [hmpfh]


[dry] [dry] [dry] [dry] [dry] Yg ditunggu2 bengkok malah mo ngebut yg ini   hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
bukan ngebut,, sungguh [heh]
klu bengkok2 pasti ga bisa kelar hari ini,, nah klu mau updatean, yg ini masih bisa [heh]
klu ga mau ya ga usah deh [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
gimana klu gw lanjut yg ini dulu [biggrin] bisa gw ngebut mulai dr sekarang [heh] ~soalnya updateannya ga perlu panjang [hmpfh]


[dry] [dry] [dry] [dry] [dry] Yg ditunggu2 bengkok malah mo ngebut yg ini   hammer2 hammer2 hammer2 hammer2
bukan ngebut,, sungguh [heh]
klu bengkok2 pasti ga bisa kelar hari ini,, nah klu mau updatean, yg ini masih bisa [heh]
klu ga mau ya ga usah deh [sweat]

Lah katanya hari ni masih ngantor  [chin] hayo2 tak bilangin si boss loh  hammer2 hammer2 hammer2

Terserah wez mam yg penting besok bisa baca bengkok  [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
yee gw masuk setengah hari kok hammer2 hammer2
updatean bengkok ga janji besok ya [sweat] klu selesai iya, klu ga ya undur deh [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Aku menghempaskan diri di atas ranjang. Hari ini sungguh hari sabtu yang melelahkan. Seharian aku dan onnie disibukkan oleh keingintahuan omma yang sangat besar. Beliau menanyakan ini dan itu, terutama yang berhubungan dengan kamarmu, setelah beliau tidak sengaja--ok, bukan tidak sengaja. Ini hanya perumpamaan halus dariku. Yang benar adalah setelah omma mengeledah isi kamarmu, .. sungguh memalukan, hiksss ...--membuka lemari pakaian yang dari semula sudah menimbulkan kepenasaranannya dan mendapatkan berbagai pakaian pria tergantung dan terlipat rapi di sana.

Omma sangat syok. Mau tahu bagaimana tampang omma ketika syok? => Sepasang matanya terbelalak lebar dan sedikit .. ya, berkilat-kilat. Maklum, selain terkejut, omma juga bersemangat karna mendapatkan objek menarik buat diobservasi. Mulutnya mengangga lebar dengan lidah dan bibir digerak-gerakkan. Hidungnya kembang-kempis--persis anak anjing yang mengendus-ngendus ketika mendapatkan mainan baru.

Aku berbalik dalam posisi tengkurap di atas ranjang. Wajahku kubenamkan dibalik bantal sampai hampir kehabisan nafas. Aku mengelepak--gelabakan sendiri. Kuangkat wajah dengan cepat sambil mengambil nafas banyak-banyak dan terburu-buru. Ketika aku berbalik dan bangun dengan bertumpu pada sepasang tangan, aku melihat di kaca meja rias--wajah, telinga dan cuping hidungku sangat merah.

Kuhembuskan nafas keras-keras dan menjatuhkan diri kembali di atas ranjang. Pikiranku melayang sekarang. Aku teringat padamu, dan .. juga merindukanmu. Apa yang kau lakukan saat ini? Apakah kau kecewa dengan kepengecutanku karna membiarkanmu--bukan. Maksudku, menginginkanmu .. --pergi dari sini? Mungkin tidak! Kalau dipikir-pikir, .. untuk apa kau kecewa jika aku bukan apa-apamu? Mengingat kenyataan ini, aku segera mengigit bibir pedih.

Aku merangkak bangun dari ranjang, lalu berjalan ke lemari rias di sisi lain kamar ini. Kubuka laci kecil yang paling atas dan apa yang kucari segera terlihat di sana--terlipat rapi di tumpukan barang-barang yang paling atas--sebuah saputangan warna putih bersih dengan inisial M.H., saputanganmu ..


******



Flashback ...

"Akhhh!!"

Aku menekan telunjukku yang teriris pisau. Darah segar merembes keluar dari telunjuk yang terluka itu. Semakin lama semakin banyak. Aku meringis. Lukaku terasa perih.

"Ahh ... ," aku mengigit bibir keras-keras.

Aku menjadi gugup ketika darah yang mengalir tidak juga berhenti walaupun sudah kutekan erat-erat bagian kulit yang teriris itu.

"Kau ... ceroboh sekali!"

Aku tersentak oleh bentakan itu. Keterkejutanku makin mengila ketika tiba-tiba sosok yang sangat jangkung sudah berdiri di sebelahku.

"Kemarilah!"

Aku tidak bergerak walaupun pemilik tangan kokoh itu sudah menarik lenganku. Aku terpana. Seperti terhipnotis oleh paras tersebut. Jantungku berdegup kencang. Lututku lemas sehingga jika digerakkan, aku yakin akan terjerembab ke lantai. Inilah pertemuan pertama kita.

"Mendengarku nggak?"

Suaramu yang mengundang sejuta pesona terdengar berubah keras. "Lukamu harus segera dibersihkan biar tidak infeksi, .. kemarilah!"

Tanpa sadar aku bergerak mengikuti perintahmu--seperti jiwa yang sudah terlepas dari raganya--aku tidak tahu apa yang kulakukan.

Kau membuka keran, mengarahkan tanganku ke wastafel dan mulai menyirami luka itu dengan air. Aku tidak mampu berkata apa-apa. Hanya bisa melirik dan mengamati wajahmu secara diam-diam. Sungguh, mimpi apa aku semalam sehingga bertemu cowok semenawan kau di apartemen onnie?

"Ada apa?" Onnie masuk ke dalam dapur. "Apa yang terjadi?" dia sampai di dekat kami dan melihat luka di jariku. "Hyesun-a, kau ... ," kepalanya mengeleng perlahan. "Teriris pisau lagi?"

Aku segera memejamkan mata rapat-rapat. Mengapa onnie selalu seterus-terang ini? Teriris pisau--LAGI? Mengapa harus pakai kata 'LAGI'? Ya, walaupun ini benar, tapi .. aku tak menyukainya. Apalagi digunakan di hadapanmu. Pada saat pertemuan pertama kita? OH, TIDAK! Aku malu ketahuan olehmu bahwa beginilah aku--Goo Hye Sun, si ceroboh. Julukan dari onnie yang sangat kubenci.

Aku membuka mata dan berusaha menangkap reaksimu lewat ekor mataku. Aku berhembus lega ketika kau tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Ekspresi wajahmu sangat datar seakan tidak mendengar pertanyaan onnie barusan.

"Gwencana?" tanya onnie.

"Ne .. ," jawabku gugup.

"Lukanya tidak begitu dalam .. ," kau menyahut sambil membalut telunjukku dengan saputangan yang kau rogoh dari saku celana.

"Lain kali, lebih berhati-hatilah .. ," gerutu onnie.

"Ne .. ," lagi-lagi jawaban ini yang terlontar dari mulutku.

Kepalaku tertunduk semakin dalam. Apalagi ketika wajahmu hampir menyentuh kepalaku sewaktu kau mengikat ujung saputangan yang sudah terlilit di jariku.

Tiba-tiba onnie meraih tanganku.

"Sekarang ikut denganku. Lukamu perlu diobati .. "

Sampai di depan pintu dapur onnie berhenti. "O ya, saya hampir lupa .. ," dia menepuk jidat sendiri dengan kesal. "Kenalkan Hyesun-a, .. ini sahabat baik onnie, Lee Min Ho .." kata onnie sambil menepuk pundakmu. "Dan dia adik sepupu yang sering kuceritakan, Minho-a ... "

Aku jadi berpikir, apa yang sering diceritakan onnie tentang diriku kepadamu? Apakah keburukan-keburukanku? Ketakutan-ketakutan dan kecerobohan-kecerobohan yang sering kulakukan? Atau daya berhayalku yang sangat tinggi? Mungkin juga nilai-nilai raporku yang selalu jauh dari rata-rata? Hu .. hu ..

"Mulai hari ini dia akan tinggal di sini .. ," perkataan onnie selanjutnya membuyarkan lamunanku. " Bersama kita .. "

"MWO??!"

Teriakanku sangat keras--sampai memekakkan telinga. Bagi yang tidak tahu, aku mungkin dikira hanya terkejut setengah mati karna berita ini, tapi sesungguhnya terbersit kebahagiaan dibalik keterkejutanku yang terlihat luar biasa itu. Dan entah mengapa, aku merasa kau berhasil menangkap semua pemikiranku.

Kau tersenyum ketika mengulurkan tangan padaku.

"Anyongheseyo, Goo Hye Sun-ssi .. senang bertemu denganmu .. "

Aku berusaha tersenyum. Tanganku bergetar hebat ketika membalas uluran tanganmu. "Anyong .. "

Mulai hari itu, dibukalah lembaran-lembaran kebersamaan kita .. dengan tanda kutip, 'onnie berada di tengah-tengah kehidupan kita' ...

End of flashback ...


**********



tok .. tok .. tok ...

Aku tersentak. Terburu-buru, saputangan yang sengaja tidak kukembalikan padamu, kutaruh kembali ke tempat semula.

"Siapa?" tanyaku gugup.

"Omma, sayang .. "

Oh--bisakah melepaskanku sebentar saja, omma?! Aku ingin meneriakkan permintaan ini tapi tersangkut di tenggorokan.

"Masuk .. ," pada akhirnya kata 'masuk' yang keluar dari mulutku.

Aku berlari kembali ke ranjang sebelum pintu kamar dibuka oleh omma. Aku menjatuhkan diri bersamaan dengan pintu kamar dibuka secara perlahan-lahan.

"Apa omma menganggumu?"

Apa omma akan meninggalkanku jika kujawab menganggu? balasku tanpa suara yang keluar.

"Kau belum tidur, kan?" tanya omma lagi.

Apa omma tidak bisa melihatnya sendiri? tambahku dalam hati.

"Belum .. ," aku berusaha tersenyum.

"Bagus .. " Omma memasuki kamar. "Ada yang ingin omma ketahui .. ," kata omma sambil menjatuhkan diri, duduk di sebelahku.

Apa lagi yang omma bisa, selain bertanya ini dan itu? Aku mulai merasa jahat--anak tidak tahu diri--setelah berpikir begini tentang omma.

"Ada apa?" aku meraih bantal dan memeluknya.

"Si Eunhye .. ," suara omma memelan, persis seperti para ahjuma yang takut ketahuan karna telah ngegosipkan sesuatu yang tidak baik, " .. omma tidak percaya kamar di sebelah kamarnya itu kamar tamu .. "

"Oh come on, omma .. ," selaku. "Kita sudah membicarakan ini seharian ..," kemudian tanganku menepuk dadaku, "Saya tinggal di sini .. ," lanjutku keras, " ... dan saya mengetahui semua keadaan di sini. Kamar itu memang kamar tamu .. "

"Lalu bagaimana dengan pakaian-pakaian pria itu?" omma berkeras. "Omma curiga dia menyembunyikan seorang pria di sini, tanpa sepengetahuanmu .. "

"Mwo?" teriakku. "Tidak mungkin!!" kutolak mentah-mentah tebakan itu.

"Mengapa tidak mungkin?" ejek omma. "Untuk cewek seumuran dan secantik Eunhye, berpacaran itu hal yang wajar-wajar saja .. " lanjut omma.

"Lalu?" tanyaku malas.

"Mungkin cowok itu bukan pria yang bisa dibanggakan. Mungkin seorang preman atau .. seorang penganggur ... ," tebakan omma melayang kemana-mana. "Karena itu Eunhye tidak ingin kita mengetahuinya ..." Omma mengelus-ngelus dagu--terlihat puas dengan tebakan-tebakan yang kemukakannya terhadap alasan onnie menyembunyikan keberadaanmu di sini.

"Omma .. ," aku mendesah putus asa. "Sudah cukup semua tebakan itu .. "

"Wee? Kau tidak setuju?" tanya omma tajam.

Aku menghembuskan nafas, kemudian menghempaskan tubuh ke belakang, ke atas kasur yang empuk.

"Dan omma peringatkan kau, Hyesun-a!"

"Mwo?" tanyaku dengan mata terpejam.

"Jangan mengikuti jejak Eunhye!"

"MWO?" mataku terbuka. "Apa maksud omma?" tanyaku tak mengerti.

"Jangan pacaran secara sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan omma dan appa! Araso?" kata omma tegas.

"Omma!" tegurku malu. Wajahku terasa panas.

"Omma sungguh-sungguh, Goo Hye Sun! Tidak boleh, dengar itu?"

"Weeyo?" aku tidak kuasa untuk tidak menanyakan pertanyaan ini.

Omma terdiam selama beberapa menit.

"Weeyo, omma?"

"Karna kau masih kecil .. ," sahut omma kemudian.

"Kecil?" alisku berkerut. "Saya sudah 16 tahun, omma .. ," rengekku.

"16 tahun masih sangat kecil buat pacaran, Hyesun-ssi!" sembur omma.

Aku mendelik. "Bukannya omma dan appa pacaran waktu umur 14 tahun?"

Mimik omma berubah drastis. Terpojok--itu kata yang tepat.

"Kau .. ," tiba-tiba omma mengetok kepalaku.

"Akh!!" aku berteriak kesakitan. "Omma!!"

"Tidak sopan menegur orangtua, Goo Hye Sun!!"

"Saya tidak menegur .. ," desahku sambil mengelus-ngelus jidatku yang memerah akibat getokan omma. Sedikit benjol malah .. "Itu-kan kata omma sendiri, beberapa tahun yang lalu .. "

Tangan omma terangkat kembali sebelum aku menyelesaikan perkataanku. "Masih menyela?"

"Apho!!" aku menyusut--menghindari getokan omma selanjutnya.

"Pokoknya tidak boleh! Kau tidak boleh pacaran!" seru omma. "Dengar itu, Hye Sun-ssi!"

"Ne .. Ne .. ," jawabku ketakutan.

"Omma punya alasan tersendiri, Hyesun-a .. ," omma menghela nafas. "Suatu saat, apabila sudah tiba waktunya, kau akan mengetahuinya ... araso?"

"Ne .. ," jawabku sambil terkulai lemas di atas ranjang.

Aku harus mengucapkan .. selamat tinggal kepadamu. Good bye my first love ..... *cry ..*

"Besok omma akan menjemput appa di bandara. Apa kau ikut?" tanya omma.

Aku mengangguk pelan. "Ne .. "

"Bagus." omma berdiri dari ranjang. "Kalau begitu beristirahatlah .. "

Omma keluar dari kamar. Meninggalkanku menanggis seorang diri, dalam keheningan kamar ini.


*********



Hari senin, hari yang tidak pernah kucintai sebesar hari ini. Omma sudah pulang ke Jeju kemarin malam. Dan hari-hari menyenangkan mulai terhampar kembali di depan mataku. Sekarang yang kunantikan adalah .. kepulanganmu he .. he ..

Aku mengigit toast ketika kau membuka pintu depan. Tampangmu terlihat letih dan lesu walaupun itu tetap tidak mengurangi daya tarikmu. Kau melempar rangkaian kunci ke tempat kunci dekat pintu, membuka sepatu dan mengantinya dengan sandal kemudian masuk ke dalam rumah.

"Anyong .. ," sapamu ketika melihatku.

Aku mengangguk. "Anyong .. "

Kau melepas tas selempang ke sofa, kemudian melewatiku.

"Lelah?" aku memberanikan diri bertanya padamu.

Langkahmu terhenti. Kau berbalik perlahan.

"Sedikit .. ," jawabmu pelan sambil menghadapiku. "Bisa buatkan secangkir capuccino untukku? Aku ingin membersihkan diri dulu. Masih ada mata kuliah pagi ini ... "

Aku mengangguk. "Tentu saja. Kau persiapkan dirilah .. "

Kau tersenyum lembut. "Gumawo .. ," kemudian kau memutar tubuh kearah kamar mandi. Sampai di depan pintu kau berbalik lagi. "O ya, little coward!" teriakmu.

"Ne?" aku menoleh dengan cepat. "Mwo?"

"Mana Eunhye?"

"Onnie sudah berangkat ke kampus .. ," jawabku.

Kau mengangguk dan tersenyum kembali--kali ini senyumanmu terlihat sangat hangat. "Saya siap dalam waktu lima menit ... ," tanganmu terangkat sebagai isyarat bagiku.

Aku tersenyum dan melambaikan tanganku. Sebentar saja bayanganmu sudah lenyap dalam kamar mandi. Aku memutar tubuh kemudian masuk ke dalam dapur. Aku tidak berhenti tersenyum. Masih terngiang-ngiang panggilan yang begitu kurindukan itu. Panggilan yang selalu membuat hatiku berbunga-bunga tanpa kumengerti mengapa.


*********



"BERITA BESAR ..."

Kim Bum, pacar Soeun, lari tunggang-langgang mendekati kami--aku dan Soeun--yang sedang makan siang di kantin. Nafasnya memburu ketika sampai di hadapan kami. Dia megap-megap, menarik nafas dalam-dalam.

"Ada apa?" tanya Soeun dengan kening berkerut.

"Berita besar ... ," kata Bum lagi.

"Berita besar? Saya sudah dengar kau berteriak tadi!" gerutu Soeun. "Maksudku, berita besar apa itu?"

Aku terkikik tertahan. Soeun memang selalu judes pada pacarnya yang sempurna ini.

"Jang Geun Suk sunbae menantang Lee Min Ho sunbae dalam permainan tenis .. ," jawab Bum dengan terengah-engah.

"MWO?"

Aku dan Soeun tersentak bangun dari kursi. Kami saling berpandangan dengan ekpresi yang tak bisa ditafsirkan. Sepasang mata kami terbelalak lebar.

"Jang Geun Suk si Tangan Bayangan?" Soeun mewakili pertanyaan dalam otakku.

Bum mengangguk. "Ne .. "

"Bagaimana mungkin?" teriakku. "Minho sunbae pasti kalah telak .. "

Bum mengangguk lagi. "Pasti. Geun Suk sunbae merupakan petenis terbaik di sekolah kita. Tidak hanya segitu. Baru-baru ini Geun Suk sunbae memenangkan juara kedua dalam pertandingan nasional . Dia adalah pemain muda paling berbakat tahun ini. Para pelatih se-Korea dan bahkan luar negeri sudah mengakuinya .. "

Aku menarik seragam Bum. "Mengapa Geun Suk sunbae  sampai menantang Minho sunbae? Pasti ada alasannya, kan?" aku menguncang tubuhnya membabi-buta. "Tidak mungkin seorang petenis dengan nama sebesar Geun Suk sunbae sampai menantang seorang amatir yang tahu apa-apa tentang tenis tanpa alasan yang jelas ..  Benar, kan? Katakan padaku!"

Soeun menepuk tanganku. "Tenang, Hyesun-a .. "

"Lepaskan aku!" Bum mengibaskan tanganku sampai terlepas dari baju seragamnya. "Menurut yang kudengar gara-gara  Yoona sunbae .. "

"Yoona sunbae?"

Kembali aku dan Soeun saling berpandangan.

"Bukankah dia mahasiswa cantik di universitas Seoul ini, yang terjun ke dunia model?" tanya Soeun.

"Ne .. ," jawab Bum. "Katanya Geun Suk sunbae cemburu karna Yoona sunbae sering terlihat bersama Minho sunbae .. "

"MWO?" aku berteriak. "Tidak mungkin!!" aku mengeleng keras-keras. Gigiku bergemelatuk hebat. "Minho sunbae tidak mungkin tertarik pada gadis tipe begitu .. "

"Mengapa tidak mungkin? Yoona sunbae sangat sempurna dan .. AKHHH!!" Bum berteriak keras ketika Soeun mencubit pinggangnya. "Weeyo?!" tanyanya kesal.

"Jaga kata-katamu!" Soeun mendelik.

"WEE?"

Soeun tidak menghiraukan Bum. Dia menyentuh lenganku.

"Jangan khawatir, Hyesun-a. Itu hanya gosip. Kita cari tahu kebenarannya .. "

Aku mengangguk.

"Apa taruhan dari tantangan itu?" tanyaku pada Bum.

Pemuda itu mendengus. Kelihatan enggan menjawab pertanyaanku tapi ketika dia mendapat pandangan membunuh dari Soeun, akhirnya dia menjawab juga.

"Jika kalah, Minho sunbae harus keluar dari universitas Seoul .. "

"MWO?" teriak kami.

"Lalu .. bagaimana jika .. jika dia yang menang?" tanyaku tidak yakin. Bagaimana mungkin kau bisa memenangkan si Tangan Bayangan Geun Suk dalam lapangan tenis? Sungguh mustahil .. Kecuali jika matahari terbit dari sebelah Barat, mungkin kau masih punya kesempatan memenangkan pertandingan itu.

"Geun Suk sunbae akan menyerahkan Yoona sunbae pada Minho sunbae .. "

Jawaban ini lebih tidak ingin kudengar lagi. Kau dan Yoona sunbae? Tidak bisa! Akan kusayat wajah sunbae centil itu dengan pisau jika sampai dia menyentuhmu sedikit saja!

"A .. apa .. Minho sunbae .. me ... menerima tantangan ini?"

"Ne .. ," jawab Bum, membuatku ingin mencakar wajahnya sekarang juga.

Sumpah, jika dia bukan pacar Soeun, akan kucakar wajah yang sok cakep ini!

"Ayo ke sana!" ajak Bum. "Semua siswa sudah mengerumuni lapangan tenis ketika saya berlari kemari buat menyampaikan berita ini tadi  ..," dia berlari keluar kantin, diikuti oleh kami.  "Wahh, ini akan menjadi pertandingan terbesar sepanjang sejarah pertenisan universitas Seoul." cerocosnya bersemangat. "Bayangkan, petenis paling berbakat melawan mahasiswa tercerdas, idola seantero sekolah ... Ditambah tersangkutnya seorang model sexy .. ho .. ho .. "

Sudah cukup berkata-katanya, Bum. Jika tidak, sendok perunggu ini--yang tidak sengaja terbawa olehku dari kantin tadi--akan kulayangkan ke jidatmu.

Wajahku berubah keras. Tanganku terkepal erat dan urat-urat leherku menyembul keluar. Aura membunuh begitu kuat tercium dari sekujur tubuhku. Orang-orang yang melewatiku--yang berlari ke lapangan tenis di gedung sebelah, termasuk Soeun--melirikku ngeri. Aku merasakan segumpal awan gelap tergantung di atas kepalaku. Air hujan ditumpahkan dengan deras dan terus-menerus, tanpa berhenti dari awan gelap tersebut ke kepalaku, layaknya film-film animasi yang sering kuputar dari DVD player di dalam kamarku.


***********
« Last Edit: October 23, 2010, 02:21:01 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Ha...ha...ha..ha..ha..ha...ha..ha..ha. Kayaknya lucu jg klo hye sun d bikin dkt ma geun suk. Yona salah satu fans mino ya? [chin] [chin]

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kok komentnya cuma ketawa ketiwi ganjen [sweat]

kelinci, yup si yoona salah satu fans minho [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
kok komentnya cuma ketawa ketiwi ganjen [sweat]

Lah emang dari awal baca ini bikin ketawa ketiwi mi...  [hmpfh] palagi tingkah laku Hyesun itu  [hmpfh]

Dasar author gtau diri [head break] [head break] masa omma hyesun dibilang kea' anak anjing  hammer2 hammer2  [laughing]

Kan udah pernah kubilang ni FF remaja banget jadi bawaannya [hmpfh] tapi untungnya gak lebay kea' sinetron indo seh  [sweat] [wacko]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kok komentnya cuma ketawa ketiwi ganjen [sweat]

Lah emang dari awal baca ini bikin ketawa ketiwi mi...  [hmpfh] palagi tingkah laku Hyesun itu  [hmpfh]

Dasar author gtau diri [head break] [head break] masa omma hyesun dibilang kea' anak anjing  hammer2 hammer2  [laughing]

Kan udah pernah kubilang ni FF remaja banget jadi bawaannya [hmpfh] tapi untungnya gak lebay kea' sinetron indo seh  [sweat] [wacko]

kan Hyesun sendiri yg blg ommanya kyk anak anjing [hmff] [hmff] .. sifat hyesun emang parah dah, cemburuan tp ga mau ngaku, bawaannya takut mulu, pantasan dijuluki si pengecut kecil ama minho [hmpfh] [hmpfh]
emang sinetron indo rada lebay ya [chin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Vay_za

  • Senior
  • ****
  • Posts: 917
    • View Profile
kan Hyesun sendiri yg blg ommanya kyk anak anjing [hmff] [hmff] .. sifat hyesun emang parah dah, cemburuan tp ga mau ngaku, bawaannya takut mulu, pantasan dijuluki si pengecut kecil ama minho [hmpfh] [hmpfh]
emang sinetron indo rada lebay ya [chin]

Jadi penasaran neh alasan Minho menerima taruhan Sukkie...  [chin] Dia gak ada rasa ama Yoona kan mam  [chin]
Hedeeeh klo sinet indo mah gak usah diomongin dah lebay'y minta ampuunn  [dry] [dry]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
kan Hyesun sendiri yg blg ommanya kyk anak anjing [hmff] [hmff] .. sifat hyesun emang parah dah, cemburuan tp ga mau ngaku, bawaannya takut mulu, pantasan dijuluki si pengecut kecil ama minho [hmpfh] [hmpfh]
emang sinetron indo rada lebay ya [chin]

Jadi penasaran neh alasan Minho menerima taruhan Sukkie...  [chin] Dia gak ada rasa ama Yoona kan mam  [chin]
Hedeeeh klo sinet indo mah gak usah diomongin dah lebay'y minta ampuunn  [dry] [dry]

ingat perkataan eunhye pada minho dulu 'kau terlalu baik .. ' .. jadi tebak sendiri deh apa alasan minho menerima tantangan sukkie [hmpfh] [hmpfh]
ok, klu gitu stop ngomongin sinet indo [laughing]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline cHa_cHaa

  • Newbie
  • *
  • Posts: 22
    • View Profile
Ayo dong...
Update lagi .. Update'nya tiap hari dong .. Dan jgan ad hiatus'nya .. Gk asik au klo ad hiatus'nya.
Chayo .. Update lagi yaaa... Dan update tiap hri yaa.. Ok.. Ok.. Ok.. [smiley-gen013]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Ayo dong...
Update lagi .. Update'nya tiap hari dong .. Dan jgan ad hiatus'nya .. Gk asik au klo ad hiatus'nya.
Chayo .. Update lagi yaaa... Dan update tiap hri yaa.. Ok.. Ok.. Ok.. [smiley-gen013]
lol kok tiap hari [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
kkkkkk ommanya hyesun ni sotoy ye orangnya hmpf si little coward slalu bikin ane gregetan hihi kalo minonya slalu bikin ane pengen nyicip2 lol


ADAM COUPLE SELCA