Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 46615 times)

gwendolyn

  • Guest
mi,,,,,,,,,ktmu'n hye sun ama min ho age dunk mi d chap dpan................'
anyong mi,,,,,,, gumawo........ [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
paporriiiidddddddddd GW nih Mam....................................................  [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225] [AddEmoticons04225]

laaaggiii donk MAMII..................

gantung banget nih......................................

pleaseeeeeeeeeee............................  [AddEmoticons04274] [AddEmoticons04274]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
ff ini bakal byk gantungnya, chyn--echyn maksud gw [hmpfh]

vian, soalnya emang susah menebak apa yg dipikirkan minho whistling

gwendoly, kan udah ketemu di chp ini, ya wlp ga byk [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
SPOILER


Onnie tersenyum. Dia tidak kelihatan terkejut mendapatkan keberadaanku di sini. Mungkin juga dia sudah melihatku dari tadi tapi tidak menyapaku. Ya, siapa tahu? Onnie selalu senang melihat kegregetan-gregetanku …

“Tenang saja .. ,” sahut onnie.

“Tenang?” mataku terbelalak tak percaya. “Minho sunbae akan dipaksa meninggalkan kampus ini kalau sampai kalah. Onnie menyuruhku tenang saja?!”

Onnie tidak menjawab. Dia malahan menepuk pundakku dengan senyum menenangkan—atau .. mungkin mengoda? Aku sudah tidak bisa membedakannya lagi.

Tiba-tiba keadaan di lapangan tenis itu menjadi heboh. Sekali lagi onnie menepuk pundakku.

“Itu mereka, sudah keluar … ,” katanya sambil menunjuk ke depan.

Aku segera mengalihkan pandangan ke dalam lapangan. Benar saja, kau dan Geunsuk sunbae keluar dari kerumunan orang-orang tersebut. Aku tertegun. Untuk pertama kalinya aku melihatmu tampil dalam dandanan sporty. Kaos hoddy lengan panjang warna putih, dipadu celana baggy berwarna selaras dan sebuah raket tenis tersampir di pundak membuatmu terlihat begitu menawan. Geunsuk sunbae juga tampil dengan dandanan serupa dan tidak kalah menariknya. Namun kalau dibandingkan denganmu, tentu saja dia kalah jauh he … he …


« Last Edit: October 27, 2010, 08:19:00 pm by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Surie_Riri

  • Full
  • ***
  • Posts: 297
  • i'm silent reader, mian...
    • View Profile
wew dah ada spoilernya  [clap] [clap] [clap] berarti bentar lagi diupdate dong  [lovestruck]
[lovestruck]

Offline Echyn MinHo LeeSun

  • Senior
  • ****
  • Posts: 635
  • gaya ala RATHOT + CASSAMINONG.. haha
  • Location: manado
    • View Profile
SPOILER


Onnie tersenyum. Dia tidak kelihatan terkejut mendapatkan keberadaanku di sini. Mungkin juga dia sudah melihatku dari tadi tapi tidak menyapaku. Ya, siapa tahu? Onnie selalu senang melihat kegregetan-gregetanku …

“Tenang saja .. ,” sahut onnie.

“Tenang?” mataku terbelalak tak percaya. “Minho sunbae akan dipaksa meninggalkan kampus ini kalau sampai kalah. Onnie menyuruhku tenang saja?!”

Onnie tidak menjawab. Dia malahan menepuk pundakku dengan senyum menenangkan—atau .. mungkin mengoda? Aku sudah tidak bisa membedakannya lagi.

Tiba-tiba keadaan di lapangan tenis itu menjadi heboh. Sekali lagi onnie menepuk pundakku.

“Itu mereka, sudah keluar … ,” katanya sambil menunjuk ke depan.

Aku segera mengalihkan pandangan ke dalam lapangan. Benar saja, kau dan Geunsuk sunbae keluar dari kerumunan orang-orang tersebut. Aku tertegun. Untuk pertama kalinya aku melihatmu tampil dalam dandanan sporty. Kaos hoddy lengan panjang warna putih, dipadu celana baggy berwarna selaras dan sebuah raket tenis tersampir di pundak membuatmu terlihat begitu menawan. Geunsuk sunbae juga tampil dengan dandanan serupa dan tidak kalah menariknya. Namun kalau dibandingkan denganmu, tentu saja dia kalah jauh he … he …





ayooo MAMI................
updateeeeeeeeeeeeeeeeee donk mam.............................  [smiley-dance013] [smiley-dance013]
plaseeeeeeeeeeeeeeeeeeee   [smiley-gen013] [smiley-gen013]
http://i54.tinypic.com/2w30vac.jpg[/img]

favorite couple
MinSun
KhunToria :D [/center]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile





Aku menerobos kerumunan para mahasiswa/i dan siswa/i sekolah menengah dari sekolah sebelah (baca : sekolahku) yang sudah mengelilingi lapangan tenis universitas Seoul. Para remaja itu berteriak seperti orang kesetanan. Gendang telingaku tersengat, hampir pecah karenanya. Aku mendorong beberapa siswa yang menghalangi jalanku, sedangkan Soeun dan Bum yang sedari tadi mengikuti dari belakang sudah kehilangan jejakku. Aku menyeruak semakin ke depan, mendorong orang-orang itu, tanpa peduli teriakan-teriakan dan decakan-decakan ketus dari mereka. Kalau masalahnya sudah berhubungan denganmu, apalagi yang tidak bisa kulakukan?

Aku sampai di barisan paling depan. Kupertajam pandangan ke lapangan tenis, hmm--masih kosong. Tidak kulihat keberadaanmu, tidak juga Geunsuk sunbae. Tak jauh dari situ, Yoona sunbae berdiri dengan anggunnya—ok, ini hanya anggapanku saja--menurutku dia hanya sok anggun, Huhh!! Aku bukan iri padanya—walaupun .. ya, mungkin sedikit hiksss … Kenapa ada seorang cewek sesempurna dia di dunia ini? Kuliah di universitas Seoul lagi!! Yang dengan sendirinya akan menjadi salah satu sainganku karna hampir semua cewek di kampus dan sekolah sini mengidolakanmu, poor me ...

Dia tidak hanya cantik, namun posturnya juga menawan. Sudah tinggi, bahkan lebih tinggi lagi dengan high heelsnya yang mungkin genap 10 cm. Rambutnya yang lebat dan panjang, walaupun jujur saja, aku tidak kalah dalam hal ini .. bahkan rambutku lebih indah karna berwarna hitam pekat *wink* .. tergurai memahkotai wajahnya yang lonjong dan agak lancip di bagian dagu. Dia bergerak perlahan, menoleh kearahku. Dengan segera kubuang wajah dengan perasaan jengkel.

Lalu aku menyadari kalau onnie berada di sebelahku sejak tadi. Aku dibutakan oleh perasaan iri dan dengki terhadap Yoona sunbae sehingga tidak melihat keberadaannya.

“Onnie .. ,” kusentuh pundak onnie. “Bagaimana ini?” tanyaku cemas.

Onnie tersenyum. Dia tidak kelihatan terkejut mendapatkan keberadaanku di sini. Mungkin juga dia sudah melihatku dari tadi tapi tidak menyapaku. Ya, siapa tahu? Onnie selalu senang melihat kegregetan-gregetanku …

“Tenang saja .. ,” sahut onnie.

“Tenang?” mataku terbelalak tak percaya. “Minho sunbae  dipaksa meninggalkan kampus ini kalau sampai kalah. Onnie menyuruhku tenang saja?!”

Onnie tidak menjawab. Dia malahan menepuk pundakku dengan senyum menenangkan—atau .. mungkin mengoda? Aku sudah tidak bisa membedakannya lagi.

Tiba-tiba keadaan di lapangan tenis itu menjadi heboh. Sekali lagi onnie menepuk pundakku.

“Itu mereka, sudah keluar … ,” katanya sambil menunjuk ke depan.

Aku segera mengalihkan pandangan ke dalam lapangan. Benar saja, kau dan Geunsuk sunbae keluar dari kerumunan orang-orang tersebut. Aku tertegun. Untuk pertama kalinya aku melihatmu tampil dengan dandanan sporty. Kaos hoddy lengan panjang warna putih, dipadu celana baggy berwarna selaras dan sebuah raket tenis tersampir di pundak membuatmu terlihat begitu menawan. Geunsuk sunbae juga tampil dengan dandanan serupa dan tidak kalah menariknya. Namun kalau dibandingkan denganmu, tentu saja dia kalah jauh he … he …

“MINHO SUNBAE!! FIGHTING!!”

“GUENSUK SUNBAE!!!”

“LEE MIN HO!!”

“JANG GEUN SUK!!”

Teriakan-teriakan serupa terus berkumandang dalam lapangan tenis itu. Tepukan-tepukan beserta hantaman-hantaman dari tongkat-tongkat yang mengenai tiang-tiang besi terdengar meriah saling bersahutan memekakkan telinga. Beberapa guru dan dosen juga mulai mencari tahu apa yang terjadi dalam lapangan tersebut. Mereka menerobos masuk dan bergabung dengan para murid yang mulai mengila.

Sekarang kau sudah mengambil posisi di sebelah kanan lapangan, sedangkan Geunsuk sunbae menempati posisi sebelah kiri. Kim Joon sunbae, salah seorang aktifis kampus, berdiri di tengah selaku wasit dalam pertandingan tersebut. Berulangkali aku meremas lengan onnie saking tegangnya. Onnie meringis kesakitan sambil melotot ke arahku. Lengannya sudah membiru akibat perlakuan-perlaukanku itu. Tapi aku tidak mempedulikannya. Perhatianku total tertuju ke tengah lapangan. Kim Joon sunbae baru saja mengumumkan bahwa kau mendapat giliran pertama dalam membuka bola. Kedua tanganku saling meremas dan mulutku komat-kamit mengucapkan doa. Aku tidak ingin kau dikeluarkan dari kampus ini, namun sungguh, dalam hati aku juga tidak ingin kau menang. Perasaanku campur aduk. Andai saja ada cara penyelesaian yang lebih baik dari masalah ini! Kau tidak perlu keluar dari universitas Seoul, juga tidak perlu menerima Yoona sunbae sebagai pacarmu. Andai saja!!

“SWASHHHHHH!!”

Bola yang kau buka melesat seperti anak panah terlepas dari busurnya. Matamu terbuka lebar, membara laksana bola api yang berkobar-kobar, tak mengenal kata menyerah. Aku tertegun. Pertama kalinya aku melihat sinar matamu seperti itu. Biasanya sepasang mata itu bersinar lembut dan kadang-kadang datar tak dapat diselami. Tapi kali ini .. sangat lain. Bola tenis tadi bergerak saking cepat dan kerasnya hingga hanya berupa bayangan yang hampir tak tertangkap oleh penglihatanku. Semua orang menarik nafas secara bersamaan.

“PUKKK!!!”

Bola tersebut menukik tajam dan mendarat di garis dalam lapangan dengan Geunsuk sunbae yang berdiri kaku tak bergerak sedikitpun dari posisinya. Dia terpaku dengan mulut mengangga lebar. Para penonton berseru kaget. Tidak menyangka adegan ini yang akan mereka lihat. Si Tangan Bayangan tidak berkutik menghadapi smesh dari seorang amatir? Mana mungkin?! Ini sangat mustahil!!

“Satu, kosong!” teriak Kim Joon sunbae mengumumkan hasil sementara dari  pertandingan itu.

Tahap-tahap selanjutnya membuat para penonton semakin melebarkan mata dan mulutnya. Setiap bola yang dibuka olehmu tak mampu dihadang oleh Geunsuk sunbae. Jangankan mengembalikan, Geunsuk sunbae boleh dikatakan hampir tak berkutik menghadapi smesh-smesh tajam mematikan darimu. Angka-angka yang berhasil diraih Geunsuk sunbae hanya berasal dari ketekunan dan keahliannya dalam mengendalikan permainan. Selain itu, semuanya berada dalam kendalimu. Permainan yang disetujui hanya berjalan tiga babak itu berakhir, kemenangan berada di pihakmu dengan skor 3:1.        

Brakkk …….. Geunsuk sunbae melempar raket tenisnya. Tampangnya berubah beringas sehingga teriakan-teriakan dari luar lapangan segera berhenti.

"Geunsuk-a .. ," Kim Joon sunbae meraih tangan Geunsuk sunbae, berusaha untuk mengendalikan emosinya. "Tenanglah ... "

Geunsuk sunbae mendorong Kim Joon sunbae dengan keras. "Aku tidak akan menyentuh tenis lagi!! Tidak akan!!"

"Geunsuk-a .. "

"Jangan menasehatiku!!" ancam Geunsuk sunbae sangar. Dia memutar tubuh kemudian mendorong orang-orang di sekitarnya. "MENYINGKIR DARI HADAPANKU, BERENGSEK!!"

Aku melihatmu mengejar Geunsuk sunbae.

"Mengapa mesti begitu?" katamu. "Kau tahu itu tidak benar!"

Geunsuk sunbae menghentikan langkahnya. "Kau sudah menang jadi tutup mulutmu!" perlahan dia memutar tubuh menghadapimu. "Ambil Yoona dan lenyap dari hadapanku sekarang juga!"

"Kau pemain yang sangat baik dan berbakat ... ," tanpa gentar kau berkata lagi. "Aku menang hanya dengan mengandalkan smesh-smesh yang tidak penting. Itu bukan cara bermain seorang profesional. Karena itu aku tidak bergabung dengan perkumpulan tenis di kampus ini. Kau lain, Geunsuk-a .... Kau tahu bagaimana caranya mengendalikan bola dan mengembalikannya ke lawan. Jika dibandingkan denganmu, aku bukan apa-apanya .. Jadi aku berharap, jangan karna urusan ini kau keluar dari perkumpulan tenis ..."

Geunsuk sunbae tak menjawab--hanya membalas pandanganmu lekat-lekat.

"Sedangkan masalah yang berkaitan dengan Yoona, ... hanya demi seorang wanita, kau mempertaruhkan masa depanmu? Apa itu berguna? Jika seorang wanita tidak tertarik padamu, tidak ada gunanya kau memaksakan diri! Dia tetap tidak akan tertarik padamu!"

Geunsuk sunbae mengepalkan tangannya. Tanpa berkata apa-apa, dia berlalu dari hadapanmu dengan langkah tegap.

"Minho-a .. "

Yoona sunbae berlari ke arahmu. Dia tersenyum lebar sehingga ingin rasanya aku membungkam mulut dan wajahnya saat itu juga.

"Yoona ... ," balasmu dengan nada yang tidak ingin kudengar. TIDAK, suara serak-serak basahmu hanya untukku! Buatku seorang!"

"Gumawo .. ," kata Yoona sunbae.

"Tidak perlu berterimakasih padaku, Yoona-a ... ," kau mengangkat tangan menghentikan perkataan cewek centil itu. "Dan kau juga tidak perlu merasa bersalah karna telah menolakku ... "

"MWO?" Yoona sunbae terbelalak lebar. Begitu juga para murid yang masih mengelilingi lapangan.

"Aku tidak menyalahkanmu, Yoona-a .. ," lanjutmu tanpa mampu kupahami. "Aku mengerti dan bisa menerimanya .. ," kau tersenyum. Namun, apa benar kau telah ditolak Yoona sunbae? Menurut apa yang kudengar, Yoona sunbae yang mendekatimu, kan?

"Minho-a ... "

Tampang Yoona sunbae lebih kelihatan terkejut daripada kecewa.

"Apa maksudmu?"

"Aku mengerti, Jung Yoona .. dan aku tidak apa-apa .. "

Plakkk!! sebuah tamparan mendarat di pipimu. Aku langsung teriak, begitu juga para murid lainnya. Semua sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Yoona sunbae padamu.

"BENAR!! SAYA YANG MENOLAKMU, LEE MIN HO!! KAU HANYA SEORANG PEMUDA BERENGSEK YANG BERLAGAK COOL!! SUNGGUH MENJIJIKKAN!"

Dengan raut keras, Yoona sunbae berlari dari tempat itu. Kau terlihat menghela nafas perlahan. Entah apa yang kau pikirkan?! Perlahan kau memutar tubuh, lalu berjalan ke arahku. Aku sangat terkejut dan menjadi salah tingkah. Aku meliatmu melirikku sekilas, namun seperti biasa, kau melewatiku begitu saja--menganggapku barang transparan yang tak terlihat sama sekali. Aku menghembuskan nafas kuat-kuat. Para murid lain satu-persatu mulai meninggalkan lapangan tenis itu.  

Aku segera menarik tangan onnie. "Omo, bagaimana onnie tahu sunbae bisa memenangkan pertandingan itu?"

Onnie tersenyum sambil menyingkirkan tanganku. "Minho merupakan pemain tenis dengan rekor terbaik di sekolah menengah pertama dulu. Dia mungkin bukan pemain dengan cara bermain terbaik tapi cara membuka bolanya benar-benar hebat. Sampai sekarang belum ada yang mampu menangkalnya sampai. Namun entah mengapa, sejak memasuki sekolah menengah atas dia melepaskan hobbi tersebut." onnie mengangkat bahunya.

"Jadi begitu .. ," aku mengangguk-angguk mengerti. Lalu tiba-tiba sesuatu teringat olehku. "Oh, apa sunbae baik-baik saja ditolak Yoona sunbae seperti itu?" aku segera melangkahkan kaki ke depan. "Aku harus mencarinya .. ," tapi onnie segera menarikku kembali.

"Biar aku saja!"

Dengan cepat, onnie berlari  ke arah di mana kau menghilang--mungkin kantin atau ruang kelas? Aku tidak terlalu mengetahui seluk-beluk kampus ini.

*******


Minho duduk dengan sepasang tangan bertumpu pada lututnya di auditorium kampus yang menghadap ke lapangan kampus. Pandangannya semu tertuju ke depan sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang di situ. Segelas kopi dari gelas kertas berlabel Starbucks disodorkan ke hadapannya.

"Capuccino .."

Minho mengangkat wajahnya. Eunhye sudah berdiri di sebelah sambil tersenyum padanya.

"Gumawo .. ," kata Minho sambil menerima gelas tersebut.

"Menyesal?", tanya Eunhye.

Dia menjatuhkan diri di salah satu anak tangga, di sebelah Minho.

"Mwoga?" Minho balas bertanya sambil menyesap kopinya.

"Buat apa yang telah kau lakukan?," Eunhye menatap Minho lekat-lekat.

Pemuda itu tak menjawab. Dia menyesap kopinya lagi. Kemudia perlahan pandangannya ditujukan kembali ke lapangan tenis.

"Menerima tantangan Geunsuk karna kau sadar hanya ini satu-satunya cara agar masalahmu dengannya tak berlarut-larut .. ," celoteh Eunhye sambil mengikuti arah pandangan Minho. "Tidak mengalah padanya karna kau tidak boleh mengecewakan ayahmu dengan keluar dari universitas Seoul. Skripsimu hampir selesai dan kau sebentar lagi mencapai kelulusan seperti yang diharapkan beliau buat mengambil-alih Lee's ... ," lanjut cewek itu dengan bijak. Perlahan perhatiannya ditujukan lagi pada Minho. "Berdusta pada dunia bahwa kau yang mengejar Yoona, kemudian ditolak olehnya, dan bukan sebaliknya karna kau tidak ingin Yoona terhina di depan umum. Kau tahu benar betapa tinggi harga diri seorang Yoona, oleh sebab itu kau lebih memilih dipermalukan daripada mempermalukan .. " Eunhye berhenti sejenak sambil mengambil nafas dalam-dalam guna mengisi paru-parunya yang hampir kehabisan udara karna berkata terlalu cepat dan memburu. "Aku terlalu mengenalmu, Minho-a. Benar begitu-kan?"

Minho menoleh ke arah Eunhye dan membalas tatapannya. Masih tak menjawab, dia malah tersenyum perlahan.

"Sudah kuduga kau tidak akan menjawabnya ... ," Eunhye beranjak bangun dari anak tangga yang didudukinya. Ditekannya pundak Minho, kemudian diremasnya cukup keras. "Jangan duduk terlalu lama di sini! Nanti masuk angin .. "

Minho mengangguk. "Gumawo .. "

Eunhye tersenyum sambil mengangkat tangannya. "Mengerti, sahabatku .. " Dia melambai perlahan, kemudian memutar tubuh, menaiki tangga--kembali ke auditorium.

Minho kembali menyesap kopinya. Dia berdecak perlahan--sudah terasa dingin. Lalu diteguknya lagi. Satu teguk, dua teguk, .. sampai tegukan terakhir. Angin mulai bertiup kencang saat itu--menerbangkan rambutnya yang lebat dan lurus ke udara. Minho segera menaikan kaos hoddienya menutupi kepala. Dia bangkit dari anak tangga menuju ke tong sampah dekat situ. Dibuangnya gelas plastik kosong dalam genggamannya. Dengan sepasang tangan menyelip ke dalam saku celana, dia berjalan pelan menuruni barisan anak tangga, kembali ke kelasnya.


**********



Aku duduk di sofa ruang depan yang menghadap langsung ke pintu utama. Berulangkali aku melotot ke arah pintu--berharap mendapatkan kehadiranmu di situ. Namun kau tetap belum kembali. Jam dinding yang berdetak-detik dari ruangan ini sudah menunjukkan pukul 8 malam. Dan bunyinya yang nyaring membuatku gelisah. Hatiku sangat galau dan tentu saja terasa ... sakit. Rasa sakit yang sama yang kurasakan ketika mendengarmu ditolak oleh Yoona sunbae. Bagaimana mungkin sosok sesempurna kau, yang merupakan idaman setiap wanita, sampai ditolak olehnya? Apa cewek itu memang segablek itu? Tidak bisa membedakan mana pria yang sempurna dan mana yang tidak?

Oh, seandainya aku berada di posisinya ... Aku mengigit bibir pedih. Tidak banyak pengandaian di dunia ini, Hyesun-a!! Jangan bodoh!! Jangan bodoh lagi!!" Aku mengetok kepala berkali-kali. Cukup sudah aku bermimpi! Tapi .. mungkinkah? Aku selalu menghujat diri bahwa ini untuk terakhir kalinya aku bermimpi, padahal kenyataannya ... ?

Aku memejamkan mata sambil tersenyum pahit.

Terus terang, waktu mendengarmu ditolak oleh Yoona sunbae, hatiku bersorak kegirangan. Namun itu hanya sesaat. Ketika teringat kembali bagaimana aku selalu memperingati diri supaya tidak jatuh dalam pesonamu, aku sadar, cinta yang ditolak oleh seseorang yang kita cintai sangatlah menyakitkan. Aku mulai memahami perasaanmu saat itu.

Terkutuklah aku yang bersorak atas penderitaanmu! Disambar geledeklah aku jika belum sadar-sadar juga!!

SUNBAE, kemanakah kau? Kenapa belum pulang juga? Setengah jam kembali berlalu--sekarang sudah pukul 8:30. Aku menenggelamkan kepala di atas meja dalam keheningan apartemen ini. Onnie tidak pulang malam ini karna lembur lagi. Salah seorang rekan sekerjanya tidak masuk jadi onnie harus mengantikannya. Sekarang tinggallah aku sendirian di sini. Sedangkan kau, tidak pulang-pulang jua.

Aku mengangkat wajah ketika mendengar bunyi anak kunci diputar di lubangnya. Pintu depan terbuka dan .. kau berdiri di sana. Aku tersentak kaget. Kau bertahan di ambang pintu selama sekian detik. Pandanganmu terarah padaku. Kau terlihat lelah. Beberapa saat kemudian kau memasuki ruangan dengan ransel besar tersampir di punggung.

"Eunhye lembur lagi?"

Itu pertanyaan pertama yang kau lontarkan. Aku langsung manyun. Setelah mengkhawatirkanmu seharian, ini yang kau tanyakan? Kenapa di otakmu hanya ada onnie seorang? Weeyo? Weeyo?!!!

"Sudah makan?" melihatku tak menjawab, kau bertanya lagi.

Bagus, pertanyaanmu kali ini lebih mirip pertanyaan manusia.

Aku mengangguk pendek. "Sudah makan dengan Soeun jam 6 tadi sore .. "

Kau menatapku beberapa saat. Seperti sedang mempertimbangkan sesuatu. Namun, setelah mengangguk--sebagai sahutan dari jawabanku, kau berbalik ke arah kamarmu.

"SUNBAE .. ," tak tertahankan, aku memanggilmu jua. Aku meloncat dari kursi dan mengejarmu.

Kau berhenti, lalu berbalik perlahan.

"Gwen .. gwencana .. ?" tanyaku serba-salah begitu mendapat tatapan tajam darimu.

"Mworagu?" kau balas bertanya. Seolah tak mengerti arah pertanyaanku.

"Masalah .. masalah dengan .. Yoona sunbae .. ," jawabku semakin gugup.

"O--," kau membuka mulut seperti baru menangkap maksudku. "Gwencanayo .. ," lanjutmu sambil tersenyum adem.

"Sunbae tak perlu terlalu memikirkannya!" kataku mengebu-gebu. "Yoona sunbae menolak sunbae merupakan kerugian besar di pihaknya! Dia terlalu angkuh, tidak cocok buat sunbae!!" teriakku--seperti kehilangan akal sehat. "Sunbae bakal mendapatkan seseorang yang lebih baik sepuluh kali lipat dari Yoona sunbae. Percayalah!"

Sebelum habis perkataanku, tiba-tiba kau melangkah lebar ke arahku. Kau menunduk sehingga wajahmu hampir menyentuh wajahku.

"Dhuga? Kau?" tanyamu dengan alis diangkat sedikit. Kau terlihat tersenyum tipis.

"Sunbae!!"

Aku berkelit dengan cepat, tapi segera tertahan oleh dinding di belakang. Aku mendekap dada--gugup. Segera kubuang wajah ke arah lain dengan ketakutan. "A .. aku .. aku .. tak .. ber .. bermaksud ... ," aku sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Sungguh, aku mati kutu atas pertanyaanmu. Bagaimana aku harus menjawabnya jika pertanyaan itu begitu menjebakku? Apa yang harus kujawab? BENAR, AKU SESEORANG ITU! atau .. TIDAK, AKU TIDAK BERMAKSUD BEGITU! seperti yang ingin kukatakan tadi? Huhhh, aku menghembuskan nafas keras-keras. Perlahan bibirku memanjang seinci ke depan.

"Dasar, si pengecut kecil!!"

Mendadak kau mengucek rambutku. Aku sangat terkejut. Segera saja aku mengangkat wajah. Sekarang kau sedang tertawa terbahak-bahak.

"Sunbae .. ," desahku lirih. Sedikit kesal padamu karna aku tidak merasa ada yang lucu.

"Buatkan capuccino untukku .. ," tak menghiraukan keputus-asaanku, kau berkata, " Aku akan berada di kamar semalaman. Mesti lembur buat menyelesaikan skripsiku. Jadi jika kau selesai, antarkan ke kamarku, thanks .. "

Sebelum aku memberi tanggapan, kau sudah masuk ke dalam kamarmu. Aku menghela nafas sambil cemberut. Kenapa aku selalu menjadi tak berdaya di hadapanmu? Selalu bodoh dan bego? Kapan sifat ini bisa berubah? .. Aku menghela nafas lagi.

Mungkin setelah kau pergi dari kehidupanku? Dan aku sadar saat-saat itu tidak akan lama lagi. Kemurunganku berangsur-angsur menghilang ketika teringat kembali panggilan sayang darimu tadi, 'si pengecut kecil ... '


**********
« Last Edit: October 28, 2010, 11:11:00 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo mii uda d update [flowers]       yg kali ini ky'a lumayan panjang ya mii [lovestruck]        wah, mino baek bnget ya mii, ampe mau d permaluin cuma buat nolong yoona [cry]    tapii hye sun juga uda mulai brani, ngungkapin prasa'an nya. . . [lovestruck]     
       
kira" nanti d kmr mino, bkal ada apa ya? Apa hye sun mau d ajarin buat skripsi mii? [hmff]

Offline revynska

  • Police
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1639
    • View Profile
tengkyuuuuuuuuuuuuuu mami udah diupdate [hug] [hug] [hug]

kalo eke yg jd hyesun nunggu jawaban mino bilang cinta beuh bs stres ndiri orangnya aja susyah ditebak ampe lumutan qta nunggunya kkkkkk [hmpfh] [hmpfh]
hayuklah mam dikamar ntar bikin minsun kissuan [kiss] [kiss] [kiss] [hmpfh]
bikin hyesun kepepet trs mam biar dy bisa ngungkapin smua isi hatinya sm mino [lovestruck] [lovestruck]

 [whooaaa] mamiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii rantang mana lg smangat sm yg ini kyknya [upin01]


ADAM COUPLE SELCA

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Okelah kalau mino cwo paling sempurna di kampusnya. Tapi di sma hye sun jg pastinya ada cwo yg ling di puja juga kan? Yg lebih bingung lagi, masa hye sun yg putih,mungil,imut kaya boneka gak da satupun cwo di sma-nya yg naksir. Jd buat nona lee, bikin ada cwo sma yg naksir ma hye sun dong. Biar kita bisa tau reaksinya mino. [lovestruck] [hmpfh] [on]

Offline Putri Minsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 19
    • View Profile
Uda diupdate...Yeeewww..Yehhuuu.. [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
Thanks mami.. [hmpfh]

Dari gelagatnya, si hye sun uda sedikit bosan ya ma sifatnya yang lugu bgt. [chin] [chin]Da gitu soal si minho ma geun suk..Jadi mereka rival gitu mam?Mengambil alih Lee's??Maksudnya gimana ma???
Wah..Wah..Wah.. [what]
Koq bisa sampe segitunya si mam..Pasti ada hal yang besar yang membuat mereka sebegitunya..wkwkwkwkwkkw... [hmff] [hmff] si yoona kasihan banget sih..Ditolah minho dengan cara seperti itu..Tapi aku salut ma minho..Mottonya " Lebih baik dipermalukan daripada mempermalukan"
...Salut bgt sama minho..
Prok..Prok..

Cahyo mami ngelanjutin next chapt...

FIGHTING!!!!! [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
mami, tengkyuuuuuuu dah di up date, waduh Hye SUn dah gaknahan pengen ngomong kalo dialah orng yang tepat untukmu mino, hehehehehe

kapan nich mam mino ama hye sun ada kesempatan jalan berdua atau menghabiskan waktu seharian berdua aja???????


mam, abis ini up date rantang duonks ama minchan ku sayang [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

fara

  • Guest
Gomawo mi udah diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
cuitt...cuitt...hyesun cemburu ma yoona sampe2 jadi keceplosan ngomong di dpn minho [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ayo mi buat minho kissu hyesun dong [hmff] [hmff] [hmff]

fara

  • Guest
Gomawo mi udah diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
cuitt...cuitt...hyesun cemburu ma yoona sampe2 jadi keceplosan ngomong di dpn minho [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
ayo mi buat minho kissu hyesun dong [hmff] [hmff] [hmff]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
vian, mian,, adegan di kamar ga berlanjut [hmpfh] bakal loncat ke adegan berikutnya [hmff]

mak yem, emang nih klu berada di posisi hyesun bisa stress setengah mampus [heh] tuh orang sulit ditebaknya. apa yg dipikirkannya ga ada yg tahu. sebenarnya si eunhye aja cuma nebak2 buah manggis apalagi hyesun yg hanya mengenalnya beberapa bulan. dgn sifat sepengecut itu, apa coba yg bisa diketahuinya ttg minho [sweat] .. dont worry mak, rath bakal gw lanjut malam ini, alias ngalong lagi [hmff]

kelinci, ttg cowok yg naksir hyesun, tenang aja, bakal muncul di next chp [biggrin] jalan ceritanya kan mesti bertahap dear,, jadi ceritain minho dulu, baru giliran si little coward [hmpfh] ok?

putri minsun, member baru di sini ya [biggrin] mat gabung, mian klu bukan soalnya id elu kyknya baru gw lht sekrg [hmpfh] .. Lee's itu perusahaan milik keluarga Lee aka keluarga Minho [biggrin]
Koq bisa sampe segitunya si mam..Pasti ada hal yang besar yang membuat mereka sebegitunya..wkwkwkwkwkkw... =>kata2 ini maksudnya apa ya [what] mian, gw ga ngerti [sweat]

shanty, hyesun ga berani ngomong kalo dia org yg tepat buat minho kok,, yg mengejek begitu kan si minho [hmpfh] senang banget si sunbae godain dongsengnya [laughing] .. ada saatnya mereka menghabiskan waktu berdua, dear,, elu tunggu aja deh [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun