Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 47329 times)

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile





“Apa yang telah terjadi?”

Soeun menyampirkan lengannya di pundakku ketika kami menjatuhkan diri di barisan kursi paling depan kantin sekolah. Aku menoleh dari daftar menu yang baru kuambil dari meja.

“Mwo?”

“Ah—jangan berpura-pura!” Soeun menyambar daftar menu dari tanganku, sedangkan tangannya yang satu merangkul pundakku semakin keras. “Aku mendengarmu manggil Minho sunbae—sonsaengnim. Kapan Minho sunbae jadi sonsaengnim-mu? Dan apa yang diajarkannya padamu?”

“I ..tu .. ,” aku jadi gagap.

“Mwo?” Soeun menekan pundakku.

“Hmmm—tidak apa-apa!” Aku segera menoleh kearah lain.

“Goo Hye Sun!!”

Tapi aku tak menghiraukannya. Kurebut kembali daftar menu dari tangannya, lalu berpura-pura menyelusurinya dengan seksama.

“Benar tak mau jawab pertanyaanku?”

Aku terus membisu.

“Baiklah!” Soeun bangkit dari kursinya. “Kalau begitu aku akan menanyakannya sendiri pada Minho sunbae .. ,” lanjut cewek itu tenang.

Aku terperanjat. “MWO?! Yaa—untuk apa kau lakukan itu?”

“Karna kau tak mau jawab pertanyaanku .. ,” sahut Soeun dengan nada mengancam.

“Yaishh—“

Aku sungguh-sungguh ingin membunuhnya saat ini juga. Buat apa dia sebawel ini?

“Apa yang ingin kau ketahui?” tanyaku, berlagak bodoh.

“Tentu saja alasan dibalik panggilanmu itu?” dengus Soeun sambil menjatuhkan diri kembali di kursi.

“Dia .. ,” aku menatapnya tapi tak tahu bagaimana harus memulainya. “Jawaban apa yang kau harapkan?"

“Kau memanggilnya sonsaengnim. Berarti ada yang diajarkannya padamu .. ,” Soeun mengelus dagunya. “Tapi apa … ,” alisnya berkerut perlahan. “Apa … dia … ,” tiba-tiba pandangannya berubah nakal.

Soeun menyelusuri tubuhku dari atas ke bawah, kemudian sebaliknya. Pandangannya membuatku tergelitik. Tubuhku seperti digeluti semut saja, hihhh ...

“YAA--,” seruku risih. “Jangan berpikiran macam-macam!”

Soeun tertawa. “so … ?”

“Dia .. dia mengajariku mata pelajaran … ,” Horeeee—akhirnya aku dapat alasan yang masuk akal juga. “Kau tahu bagaimana buruknya nilai-nilaiku, kan? Dia … dia tak tahan melihatnya, jadi .. jadi dia memaksa untuk mengajariku. Karna kegigihannya itu .. aku .. aku tak bisa memanggilnya dengan sebutan lain selain sonsaengnim. Iya, kan?”

“Begitu--?”

“YUP!” sahutku keras-keras.

Soeun berpikir sesaat. Kemudian mengangkat bahunya. “Ya, benar juga sih. Akan kedengaran aneh kalau kau masih memanggilnya sunbae .. “

“Makanya .. ,” kataku sambil mengangguk kecil dan tersenyum samar—tentu saja tanpa sepengetahuan Soeun he .. he …

“Kalau gitu, kita pesan makanan yuk! Aku udah lapar setengah mati nih. Dari tadi pagi belum makan apa-apa .. ,” ujar Soeun selanjutnya sambil menyambar daftar menu dari tanganku lagi.

“MWO?!” Aku mendelik kearahnya. “Ini sudah jam berapa, nona?”

“Ya, … ,” Soeun tertawa. “Aku lagi diet. Rahasia, ..” dia mencondongkan badan kearahku. “Berat badanku naik 3 kilo dua minggu terakhir ini .. “

“Kau?” aku mengamatinya dengan seksama. “Tapi .. tidak kelihatan .. ,” kataku sambil berdecak tak percaya.

“Tentu saja … ,” Soeun mengangkat dagunya. “Aku punya cara untuk menyembunyikan kekuranganku .. “

Aku langsung mencibir. “Cihh—kegeeran .. “

Soeun tertawa terbahak-bahak. "O ya, apa liburan besok kau ada acara?" tanyanya setelah berhasil mengendalikan diri.

"Tidak!" Jawabku sambil memanjangkan leher ke depan, guna mendapatkan menu yang cocok dari daftar menu di tangan Soeun buat makan siangku hari ini. "Memangnya kenapa?"

"Aku dan Bum dapat undangan ke konser piano Jeff Makowicz dari Dongsae. Dia menyuruhku mengajakmu serta. Acara tersebut merupakan acara amal yang diselenggarakan oleh perusahaan ayahnya, sedangkan waktunya akan dimulai besok pagi, jam 10 pagi .. "

Gubrakkk, daguku mencium meja dengan keras.

"ANTWEE!!" Aku berteriak.

"Mwo?!" Mata Soeun melebar. "Wee antwee?!"

"Pokoknya antwee!!!" Aku mengeleng sekeras-kerasnya. "Aku tak mau berurusan lagi dengannya! Lagipula .. aku .. aku ada pelajaran dari sonsaengnim .. besok pagi ... ," Ya, aku berbohong lagi ...

"MWO?!! Yaaa--besok kan libur! Bisa tidak sih belajarnya ditunda?" tanya Soeun sengit.

"TIDAK!" sahutku cepat. "Aku akan dibunuh omma kalau nilai-nilaiku merosot terus!"

Dengan cepat aku berdiri dari kursi.

"YAA--MAU KEMANA?" Seru si Soeun.

"Beli makanan!" ujarku. "Bagaimana denganmu? Masih mau duduk-duduk saja di situ?"

Aku mengamati Soeun tapi dia tidak bergerak dari tempatnya.

"Ok, kalau begitu aku beli sendiri ... ," lanjutku sambil berjalan ke kasir sekolah.

"YAA--!!" Soeun berseru kaget. "LALU BAGAIMANA DENGAN UNDANGAN KE KONSERNYA?!"

"ANTWEE!!!"

Aku berteriak sampai seantero kantin mempelototiku. Upsss, aku langsung menutup mulut erat-erat dengan kedua tangan ..


********



Tenang .. sunyi .. senyap … , AKHH!! Aku ingin berteriak. Telingaku berdengung-dengung seperti gendang yang dipukul terus-menerus.

Perlahan, kuedarkan pandangan berkeliling. Rak-rak kayu raksasa menjulang dari lantai sampai ke langit-langit ruangan seakan mengurungku. Menghimpitku hingga tak bisa bernafas. Beratus-ratus bahkan beribu-ribu—atau sudah tak terhitung tangan lagi saking banyaknya—buku-buku, baik tebal maupun tipis, baru ataupun lama, besar maupun kecil, berjejer rapi dalam rak-rak tersebut. Aku manyun—duduk di tengah-tengah perpustakaan terbesar dan tertua di Seoul membuatku berasa tak berarti, sangat kecil.

Aku benci buku! Paling benci buku!! Apalagi buku-buku yang menyangkut ilmu pengetahuan. Ingin kulempar semua ke dalam api!! Biar hangus terbakar semuanya!! Kayaknya ini karmaku. Berbohong pada Soeun yang berakhir dengan kenyataan--diseret olehmu untuk belajar di perpustakaan tua ini.

Aku mengembang-kempiskan lubang hidungku (seperti anak anjing …)—samar-samar seperti tercium olehku bau rak buku yang sudah tua. Bau apek dan pengap dari kayu yang digerogoti ngengat, Ihhh …. Bulu kudukku merinding semua …

Bukkk …. , tiba-tiba setumpuk buku dijatuhkan dihadapanku. Aku mengangga. Bukan ingin kuhabiskan semuanya, kan? Mimpi apa aku semalam? Bisa teler nih pagi, liburan hari ini .. Pandanganku beralih perlahan-lahan. Kau berdiri di depanku sambil meletakkan tangan di atas tumpuan buku tersebut.

“Hari ini akan dimulai pertolongan terhadapmu .. “

“Mwo?” tanyaku tak mengerti.

“Nilai-nilai ujianmu anjlok semua semester ini .. “

Kau menjatuhkan diri di hadapanku. Wajahku langsung memerah.

“Yaa—sonsaengnim mencuri lihat nilai-nilai ujianku?!” tanyaku sengit. “Itu tidak sopan namanya .. “

“Mencuri lihat?” Alismu berkerut—terlihat tak senang. “Kira-kira siapa ya yang suka menaruh barang-barangnya di sembarang tempat dan pada akhirnya aku yang merapikannya?”

Well, aku mati kutu! Kuangkat tanganku pelan-pelan dengan tampang memelas. “A .. a .. ku .. “

“Bagus kalau kau menyadarinya .. “

“Mianeyo .. ,” aku memejamkan mata perlahan.

“Masih berani melakukannya?”

“Mwo?”

“Melempar barang sembarangan?”

“Tidak!” Aku mengeleng kuat-kuat.

Setelah peristiwa memalukan ini, mana mungkin aku berani melakukannya lagi? Untung bukan buku harianku yang kau lihat—yang banyak menulis tentang dirimu. Kalau tidak, mau ditaruh di mana muka begoku kalau ketahuan bahwa selama ini aku begitu mengidolakanmu—menyukaimu—mendambakanmu—mencintaimu—SINGKAT KATA, TERGILA-GILA PADAMU ….

“Hmm—dari mana kita memulainya?”

Kau mulai membilah-bilah di antara tumpukan buku di atas meja. Setelah itu kau menarik salah satunya.

“Bagaimana kalau biologi saja?”

Tampangku langsung masam dan berkerut. Selain matematika, mata pelajaran yang paling kubenci adalah biologi. Metamorfosis, perubahan-perubahan yang terjadi jika zat yang satu—atau artikel yang satu dicampur dengan zat atau artikel yang lain, kemudian ada lagi penelitian-penelitian terhadap organ-orang tubuh, dan lain sebagainya, huekkk … membayangkannya saja aku sudah mau muntah ..

Masih segar dalam ingatanku cairan lengket yang menyemprot keluar dan mengotori seluruh pakaian serta wajahku ketika dipaksa membedah kodok.

“Jangan biologi!!” jawabku sengit.

Aku tidak mau peristiwa itu terulang lagi. Memang sih saat ini kami bukan membedah kodok lol Tapi kan ketakutan sama sesuatu tidak bisa dipaksakan? Alasan!

Tanganmu yang menyorongkan sebuah buku tebal bercover kodok (yang paling kubenci) berhenti.

“Weo? Nilaimu yang paling buruk kan biologi?”

“Aku benci .. benci itu .. ,” jawabku lirih—seperti orang yang diikat di tiang dan disiap disembelih , sambil menunjuk-nunjuk buku itu.

“O ya?”

Kau tak mengeluarkan suara. Begitu menjatuhkan diri di kursi, kau mengamatiku dengan pandangan menyelidik. Seakan berusaha menyelami perasaanku yang paling dalam. Padahal kau tak perlu melakukan itu karna aku yakin (entah mengapa .. ) kau sudah mengetahui jawabannya.

Tanganmu meraba-raba dagu ketika bertanya padaku, beberapa saat kemudian.

“Sebenarnya .. apa yang kau cita-citakan? Jurusan apa yang akan kau ambil setelah lulus nanti?”

Brrrrr … , guntur seakan melintas di depan mataku kemudian mengelegar dalam otakku. Aku langsung mengangga. Cita-cita? Benar! Apa yang kucita-citakan?

Kepalaku oleng ke kiri. Kata-kata ini menyadarkanku satu hal, AKU TAK PERNAH MEMIKIRKAN MASA DEPAN!

"Hey--dengar tidak pertanyaanku?"

Pertanyaanmu menyentakku. Aku membuka mulut lebar-lebar.

"Ne!"

"Jadi?" Alismu berkerut.

"Hmm--" Aku mengatupkan mulut, dan mulai menghitung-hitung dalam hati kira-kira profesi-profesi apa yang paling keren. "Jadi .. guru juga bagus .. ," aku mengangguk-angguk bijak. "Kalau tidak .. mungkin jadi dokter .. "

Plakk,, jitakan mendarat di kepalaku.

"AUWW!!" aku berteriak keras. "Sonsaengnim, weo?"

"Dokter?" kau mendelik. "Kau membenci biologi, masih berani berpikiran jadi dokter?"

"Yaa--sonsaengnim ... ," manyunku sambil mengusap-usap kepalaku yang terasa sedikit perih. "Kan namanya juga bermimpi ... YAA--!!"

Aku langsung berkelit ketika tanganmu sudah dilayangkan kembali ke kepalaku.

"Wee?! Masih memprotes?"

"Aniyo ... ," jawabku sambil mengigit-gigit ujung pen yang kupegang sampai meninggalkan bekas.

"Sekarang baca buku lesson ini!!"

Kau menyorongkan buku tebal yang tadi ke depanku.

"Tapi .. mana saya bisa?" desahku lirih.

"Pahami sebisamu. Kalau tidak mengerti juga, nanti saya jelaskan .. "

"O--" aku mengangguk dengan sangat terpaksa.

Pelan-pelan kutarik buku tersebut ke dekatku, lalu mulai mengamatinya. Ya ampun! Apa ini buku buat manusia? Mengapa serumit dan seruwet ini?

Perlahan aku melirikmu. Kenapa kau terlihat jauh lebih menarik dari buku pelajaran ini ya? lol Apa pertanyaan ini perlu dijawab? hahaha Aku memanjangkan bibir ke depan, kemudian berbalik kembali ke buku pelajaran menyebalkan ini. Aku menariknya ke atas sehingga menutupi seluruh wajahku.

Huruf demi huruf, gambar demi gambar dan halaman demi halaman mulai berseliweran di depan mataku. Kabur, pusing, penat--itu yang kurasakan. Aku menghembuskan nafas--tak ada yang kumengerti. Semuanya tak masuk dalam otakku.

Aku mengangkat kepala sedikit, dan raut menawanmu kembali terpampang di depan mataku. Aku tersenyum, lalu mulai mengamatimu secara sembunyi-sembunyi. Kau terlihat sedang berkonsentrasi dengan sebuah buku--begitu menghayati sehingga tak menyadari pandangan kagum dari fans rahasia ini weee ... Aku melirik judul buku itu. Ternyata sebuah buku yang berisi tentang alat-alat musik tradisional. Wajahku berkerut perlahan. Seleramu aneh-aneh saja! Tapi juga ... termasuk istimewa hehehe .. itu yang kusukai darimu .. Kau memang lain dari yang lain ..

Tiba-tiba buku di tanganmu bergerak--jatuh ke atas meja.

"Sudah cukup bengongnya?"

Aku tersentak. Dari wajahmu, aku beralih kearah buku di atas meja.Ternyata ..  ternyata buku tersebut sengaja kau jatuhkan begitu mendapatiku sedang mengamatimu dengan pandangan melayang ... Oh my god!!

Kau melotot. Dengan cepat kau sambar buku tadi dari atas meja, kemudian mendorong kursi ke belakang.

"Sonsaengnim mau kemana?" tanyaku cepat.

"Melihat-lihat buku di sana." sahutmu keras. "Jika di sini terus, bisa-bisa sampai besok juga tidak selesai belajarnya .. ," kau mengerutu sambil berjalan ke deretan rak buku di sebelah kanan.

Plaakk, jidatku langsung menabrak meja. Oh--mengapa jadi begini? Malu-maluin aja!! Hiksss ... Aku mengangkat kepala, memasukkan pen ke dalam mulut dan mengigitnya keras-keras.


*************



"Bagaimana?"

Setengah jam kemudian kau menjatuhkan diri kembali di depanku.

Aku mengeleng dengan wajah memelas. "Tidak mengerti .. "

Kau menghela nafas. Sinar matamu melembut. Perlahan kau bergeser ke pinggir, kemudian menepuk bagian kursi di sebelah yang tadi kau duduki.

"Kemarilah, duduk di sini. Bawa serta buku itu. Aku akan menjelaskannya padamu .. "

Mataku melebar. Apa aku tak salah dengar? Kau ... kau berkata selembut ini padaku?

"Kemarilah .. "

Aku terperanjat. Ya, tak salah dengar. Panggilan itu terdengar lagi! Secepat kilat aku menyambar buku biologi dari atas meja dan berpindah duduk di sebelahmu.

"Ini .. ," kataku sambil menyodorkan buku itu.

Kau mengangguk dan menerima buku itu. Kemudian kau membuka halamannya satu-persatu sampai ke halaman yang diinginkan.

"Apa sampai di sini?"

Aku mengangguk sambil mengamatimu.

"Ok, kalau begitu kita mulai dari sini saja .. "

Lalu dengan sabar dan pelan kau mulai menjelaskan semua yang tertulis dalam buku tersebut padaku. Setengah jam berlalu sudah. Suaramu mengiang-giang merdu dalam telingaku. Kalau ditanya apa aku mengerti? Terus-terang saja, tidak! Oh, gimana ini?

"Araso?"

Aku mengangkat wajah linglung.

"Dhe?"

Alismu berkerut perlahan. "Aku bertanya padamu, apa kau mengerti?"

Aku mengigit bibir keras-keras. "Mianeyo .. ," kataku pelan.

"Jadi, .. tak mengerti?" suaramu mengeras.

"Miane .. jeongmal miane, sonsaengnim .. ," desisku dengan nada bersalah.

"Kau ini ... "

Kau menyentuh kepalaku. Mataku langsung terpejam rapat-rapat--mengira kau akan mengetok-ku lagi, tapi ternyata ... kau cuma menyentuh dengan lembut.

"Ya, sudah .. ," kau menghela nafas. "Kita ulangi sekali lagi .. "

Aku membuka mata lambat-lambat. "Sonsaengnim ... tidak marah?" tanyaku takut-takut.

Kau menatapku, sesaat kemudian--perlahan-lahan, kau tersenyum dengan lembut. Tanganmu terulur dan menyentuh kepalaku kembali. "Menghadapimu ... sonsaengnim harus lebih sabar, kan?"

Aku menunduk perlahan. "Mianeyo ... Aku ... aku terlalu bodoh. Tak bisa memahami penjelasan sonsaengnim .. "

"Kau bukan bodoh!" Kau menyela.

Aku mengangkat kepala, tak mengerti.

"Kau hanya tak konsentrasi! Selalu memikirkan masalah lain. Masalah yang tak perlu dan tak penting .. ," tanganmu bergerak, mencolek pipiku.

"Dhe?!" Tampangku berubah bego. "Maksud sonsaengnim?"

Kau tertawa. "Ha .. ha .. tak apa. Lupakan saja. Sekarang kita teruskan belajarnya .. "

Kemudian kau mengeser buku biologi di depanmu kearahku. "Seharusnya begini." kau menunjuk barisan kalimat dalam buku. "Sonsaengnim punya cara praktis untuk mengingat dengan cepat .. nah, ini ... "

Aku mendengarkan kau mengulangi penjelasan yang beberapa saat lalu sudah kau terangkan. Aku mendengarkan dengan seksama. Pandanganku mengikuti gerak-gerik bibirmu. Mengapa bibir itu begitu lembut, padat dan mengemaskan ya? Aku mengeleng keras-keras. Tidak. Tidak. Aku harus konsentrasi pada keterangan-keteranganmu!

"Weo?"

Aku tersentak. "Hah--dhe?"

"Kenapa geleng-geleng begitu?"

"O--," mulutku terbuka. "Anhi .. ," sahutku cepat.

"Kalau begitu, konsentrasilah ... "

"NE!" jawabku keras.

"Setelah ini kita lanjutkan ke mathematics .. "

"Hahh--," suaraku mengalun pelan--ingin teriak tapi nggak mampu karna kau langsung menatapku lekat-lekat.

"Weo?" Alismu berkerut perlahan. "Tidak setuju?"

"Anhi!!" Aku mengeleng dengan cepat. "Tidak apa-apa ... Terserah sonsaengnim aja ... "

Oh Tuhan, benar-benar hari yang melelahkan ..

"Sonsaengnim akan mentraktirmu es krim setelah kau menyelesaikan semua pelajaran ini ... ," katamu sambil beralih ke buku di depanku.

Mataku langsung terbelalak lebar. "MWO? JINJA?" tanyaku tak percaya. Bagaimana mungkin? Bukannya kau tak suka cewek yang selalu makan es krim ya?

Kau menoleh padaku. "Ne." kau tersenyum halus. "Memangnya kenapa?"

"Aniyo!" Aku mengeleng keras-keras. "Ghamsamida, sonsaengnim!" seruku.

Segera--tanpa kusadari, tanganku sudah bergayut di lenganmu, menariknya kearahku kemudian memeluknya erat-erat. Kau terlihat terperanjat. Tapi hanya sesaat, sebentar kemudian kau sudah tersenyum simpul.


************



"Enak?"

Kau tersenyum sambil menatapku yang berlepotan es krim di sekitar mulut.

"Ne!" Aku mengangguk. "Enak sekali!" seruku keras-keras--sampai-sampai orang-orang yang berada dalam cafe kecil yang menjual es krim, minuman dan makanan ringan itu berpaling kearah kami. "Gumawo, sonsaengnim .. "

"Kalau enak, makan yang banyak." katamu sambil menyilangkan kaki dan mengangkat secangkir capuccino ke mulut. "Kau berhak mendapatkannya." kau tersenyum kemudian menyeruput kopi dari cangkir.

Aku ikut tersenyum. Dengan cepat kuhabiskan es krim yang tinggal beberapa suapan kemudian mendorong mangkuk yang sudah kosong kearahmu.

"Boleh minta lagi?" pintaku sambil mengejap-ngejapkan mata berulangkali--berharap kau mengabulkannya.

"Kau .. Ha .. ha .. rakus sekali ... "

Sambil tertawa, kau mengambil sehelai tisu dari kotak di atas meja kemudian mengarahkannya ke wajahku. Mataku melebar ketika kau mengelap wajahku yang berlepotan es krim.

"O .. gumawoyo .. " Aku menunduk, tersipu malu-malu.

Kau melakukannya di depan umum? dan ... kau tak terlihat risih sedikitpun? Apa ini berarti ... hubungan kita .. sudah ke tahap lebih lanjut?


*********
« Last Edit: November 19, 2010, 08:02:10 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mami thank's udah update  punk
tapi kurang panjang  [goodgrief]   [hmff]
baca dulu ah  [hmpfh]


 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mami thank's udah update  punk
tapi kurang panjang  [goodgrief]   [hmff]
baca dulu ah  [hmpfh]


yeee hammer2 emangnya sejak kapan gw bilang updatean buat ff ini bakal panjang [dry] [hmff]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline love_miinsun

  • Newbie
  • *
  • Posts: 77
  • ;)
  • Location: palembang
    • View Profile
makasiih mii udah d update !!   [biggrin] [lovestruck] [lovestruck]


wah minho hebat bngt ya ..
 udah cakep, cool, pinter lagi !

lanjuut mii , jangan lama'' ya
hwaithing  [smiley-gen013] [smiley-gen013]


                sexyyyyyyyyyyyyyy..... :D

Offline viollet.koo

  • Full
  • ***
  • Posts: 371
  • I'm minsunner until the end of time ♥ minsun
  • Location: Indonesia
    • View Profile
mami thank's udah update  punk
tapi kurang panjang  [goodgrief]   [hmff]
baca dulu ah  [hmpfh]


yeee hammer2 emangnya sejak kapan gw bilang updatean buat ff ini bakal panjang [dry] [hmff]

sekali-kali bikin yg panjang donk mam  hammer2  [hmff]

btw sonsaengnim perhatian bgt, ngelap mulut hyesun yg belepotan es krim  [lovestruck]

oiiya kenapa sekarang sonsaengnim ga getok kepala hyesun lagi mam ? ko malah disentuh doank sih ?  [hmpfh]

sonsaengnim juga ga marah2 lagi sama hyesun  [chin] ada apa dengan sonsaengnim mam ???  whistling

ini cara pedekate-nya sonsaengnim ye mam ??? next chapter munculin si dongsae donk mam, kangen sama dongsae yg cute & manja  [hmff]

 이민호 ♥ 구혜선

-Viollet Koo-

fara

  • Guest
Mami gomawo udh diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
cieeeeee sonsaengnim jadi perhatian banget ma hyesun [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] sampe2 sabar bangettt buat ngajarin hyesun biologi berkali2 [lovestruck] trus hyesun ditraktir es krim lagi dan ngebersihin wajah hyesun yg belepotan eskrim lagi aw...aw...aw...aw... Mau dong mi [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] 

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
 [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]

vio, sonsaengnim udah jera getok2 hyesun mulu. takut tar kepala si little cowardnya benjol2. udah cukup digetok sekali hari ini [laughing] [laughing] setiap hari sekali--kyk minum obat aja [hmff]

fara, minho is perfect di sini [lovestruck]

miinn, yes, minho ga ada duanya di ff ini [laughing] [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Mami, tengkyu dah di update,tp sblmnya tengkyu jg bt advicenya cr bikin gambr siggy and buat noona b juga tengkyu. Kalo di soompi crnya jg sama ato beda mam? Btw ni chapie bikin gw mesem2 melulu membygkan hye sun yg kegape mandangn mino yg lg nerangn biologi, and lucunya mo jd dokter tp biologinya kacau balau. Ahhh mino sweet bgt ngelap sisa ice cream dibibir hye sun, tp mam kok kentang si pdhl lg sweet2nya ni,hehehe. Next update ul ama bengkok donk mam, atu lg si rathdaze juga ya mam,-p


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Mami, tengkyu dah di update,tp sblmnya tengkyu jg bt advicenya cr bikin gambr siggy and buat noona b juga tengkyu. Kalo di soompi crnya jg sama ato beda mam? Btw ni chapie bikin gw mesem2 melulu membygkan hye sun yg kegape mandangn mino yg lg nerangn biologi, and lucunya mo jd dokter tp biologinya kacau balau. Ahhh mino sweet bgt ngelap sisa ice cream dibibir hye sun, tp mam kok kentang si pdhl lg sweet2nya ni,hehehe. Next update ul ama bengkok donk mam, atu lg si rathdaze juga ya mam,-p
si hyesun mah asal cuap aja. gimana bisa jd dokter klu orgnya bego kyk gitu [hmff] [hmff] ... ff ini kan paling suka dikentangkan [laughing] .. cara bikin siggy di soompi ga jauh beda kok [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] mami thx yah dah update coward ini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
sumpah itu hyesun dsini dodol banget yaa mi,, kocak dah... c mino perfect abeeezzzz euy... tar gmn crtanya bsa demen ma hyesun yaa??? whistling whistling whistling whistling whistling
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
[smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] mami thx yah dah update coward ini  [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
sumpah itu hyesun dsini dodol banget yaa mi,, kocak dah... c mino perfect abeeezzzz euy... tar gmn crtanya bsa demen ma hyesun yaa??? whistling whistling whistling whistling whistling
udah gw blg, dia udah demen ama hyesun dari pandangan pertama kok [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline Haura anastasya

  • Newbie
  • *
  • Posts: 18
    • View Profile
Thanks mi dah update...
jd minho dah ska dri pndangan prtama
y mi..wah gak kbyang klo hyesun tau
minho suka ma dya!soalny kn hyesun d sni dodol
bgt..psti seru tuch mi...

Offline kelinci_hilang

  • Senior
  • ****
  • Posts: 518
    • View Profile
Nona, aku mau nanya. Pas so eun kimbum + hye sun dongsae kencan bareng and ketemu sama lee min ho dulu, gimana perasaan lee min ho? Kan dia liat hye sun ma dongasae kencan (walaupun hye sun ga suka ma dongsae melambai) [hmpfh] [hmpfh] [hmff] btw terika makis udah di update. Bis ini love and carrer (bener ga tuh tulisannya) kan? [lovestruck]

Chainezz_Vian

  • Guest
Gumawo mii uda d update [flowers]     
       
[hmff] seneng bnget ngeliad hye sun salting gra" d tanya so eun. . . [hmff]         
mii, mino ky pnya mata 4 aja. Bisa tau klo hye sun nge.liat.in dy. . .         
Emang t.o.p bnget ya. Uda ganteng, pinter, prhatian, tajir pula. Bnr" cowo impian [lovestruck]     
     
next TDC do0nx mii [lovestruck] hwaiting!!