Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 46641 times)

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

jyahhh..sabar yaa'' Luvee, teuteup smangat! [huglove]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

Offline voldi

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1051
  • Location: Indonesia
    • View Profile
Me, Myself, and I. DON'T DISTURB ME


Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
ok..ok..ok [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
mianeeee!! terjd sesuatu ama kompiku and part yg tadi kubuat lum disave [cry] [cry] [cry] mesti bikin ulang lagi [cry]

edit ======================

nyerah deh,, ngantuk berat [sweat] [sweat] postnya besok aja ya [heh] [bye]
nggak apa2 kok mam...nyantai aja...aku selalu menunggu.... 

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mianeeee!! terjd sesuatu ama kompiku and part yg tadi kubuat lum disave [cry] [cry] [cry] mesti bikin ulang lagi [cry]

edit ======================

nyerah deh,, ngantuk berat [sweat] [sweat] postnya besok aja ya [heh] [bye]
hari ini or weekend mom little combro di updatenya [what] [what]
klo dah di bikin jangan lupa di save ya mom in case kompinya error lagi [hmpfh]
 [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013] [smiley-gen013]
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline mutiara_minsun

  • Junior
  • **
  • Posts: 199
  • mino bilng."sayang kmu trmakn ak jd cow kmu?"hehe
    • View Profile
ayo ayo update

katanya malem nii mau di update  [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Additional Cast :

Park Bom 2EN1 as Park Bom



Ferrari dengan warna merah menyala keluaran terbaru (Apa benar ya? Nggak tahu deh. Aku memang buta kalau disuruh membedakan produk-pruduk masa kini. Kecuali fashion—yang nggak ahli-ahli bener juga sih! dan=>kau, tentu saja, .. kalau yang lain sih kuanggap angin lalu he .. he … ) yang kapnya terbuka, perlahan meminggir dan memasuki halaman sebuah rumah bercat putih yang cukup besar. Kau menghentikan Ferrari tersebut di teras depan yang sudah dipenuhi beberapa mobil mewah. Kau mematikan mesin, melepas sabuk pengaman kemudian membuka pintu. Kepalaku agak miring—emang sudah sejak tadi miring sih, penyebabnya? apalagi kalau bukan mobil mutakhir yang alamak mewahnya ini >.<. Sejak kapan kau memiliki mobil semewah ini? seraya mengikuti gerak-gerikmu. Tempat apa ini? Rumah siapa? Kelihatannya ada pesta di sini? Halaman rumah ini sudah dihias sedemikian rupa.

Kau sampai di jendela di sampingku dan membukakan pintu mobil untuk-ku. Aku mendongak dan menatapmu keheranan.

“Di sini?”

“Keluarlah!” katamu tanpa memberi jawaban.

“Genthe, .. tempat apa ini?” tanyaku ragu-ragu.

“Seorang teman ulang tahun .. “

Kau melebarkan pintu mobil dan mengerakan sebelah tangan—menyilahkanku keluar. Aku langsung manyun. Kenapa nggak mengandengku? Aku mengeluarkan sebelah kakiku dengan malas.

“Teman sonsaengnim?”

“Sudah ku bilang, kan?”

Gubrakkk dahh!! Si sonsaengnim, jawabannya selalu setegas gini ..

“Kalau benar teman sonsaengnim, .. mengapa .. mengapa membawaku serta? Aku kan nggak kenal teman-teman sonsaengnim?” secara lambat-lambat kuajukan pertanyaan ini. Maklum, takut digetok olehmu ..

“Kau mewakili Eunhye .. “ katamu sambil menutup pintu mobil setelah aku keluar seluruhnya dari dalam mobil. “Dia tak bisa datang karna bos dan salah seorang rekan kerjanya sakit, jadi dia harus kerja seharian di café hari ini .. “

“O .. “ aku mengerucutkan bibir ke depan. Ternyata aku hanya dijadikan pelampung olehmu. Nggak ada Eunhye, Hyesun pun jadi—apa begitu?! Huhh!!

“Masih bengong di situ?!!”

Aku terperanjat. Yaa—kau sudah berada sekitar tiga-empat meter di depan ku.

“Yaa—sonsaengnim, tunggu!!!”

Dengan gugup kutarik ujung gaunku tinggi-tinggi kemudian tergesa-gesa mengejarmu yang sudah hampir memasuki pintu utama.

“SONSAENGNIM!!!”

Aku tak sadar, berpuluh-puluh pasang mata melirik-ku tajam.


*********



Aku berlari-lari kecil di belakangmu—melintasi ruang depan, menyusuri lorong, berpindah ke lantai atas, sampai di sebuah ruangan yang dikhususkan buat pesta. Ternyata melebihi dari perkiraanku semula, rumah ini lebih besar, lebih luas dan indah dari yang kubayangkan. Lukisan-lukisan mahal mendominasi dinding-dinding dan sisi-sisinya yang tinggi dan megah. Sedangkan perabot-perabot mewah mewarnai hampir seluruh ruangan. Memberi sentuhan berbeda, menampilkan kesan yang tegas dan sedikit angkuh.

Terus terang, aku agak merinding berada dalam rumah ini. Sambil berjalan kuedarkan pandangan berkeliling. Hampir di setiap bagian rumah ini dipenuhi orang. Kebanyakan dari mereka ku-kenali sebagai siswa-siswi Universitas Seoul. Berarti, yang berulang tahun ini teman kuliahmu? Dan satu hal lagi kuyakini dengan pasti, dilihat dari banyaknya para undangan yang hadir dalam pesta ini, pemiliknya pasti cukup terkenal.

Aku mendengus. Beberapa kali aku hampir tersungkur gara-gara gaun dan sepatu sialan ini. Ujung-ujung gaun ini selalu tersangkut dan terinjak oleh sepatuku.

Aku dan kau sampai di tengah ruangan sampai kau menyentuh pundak seorang gadis bergaun putih yang sedang berbincang-bincang ramai dengan beberapa cewek dengan posisi memunggungi kita.

“Bom-a .. “

BOM??!!! Oh—No!!! Ternyata .. ternyata kau membawaku ke pestanya Bom sunbae ……. Hu …. Hu ……. Apa tak salah?! Getok kepalamu upsss, .. salah, maksudku—getok kepalaku, biar aku yakin bahwa semua ini hanya mimpi buruk …

Gadis itu menoleh. “Sunbae .. “ Dia terlihat agak terkejut, tapi ekspresi bahagianya lebih terasa ><.

Mendengar suaranya yang jernih dan nyaring, aku jadi yakin kalau ini bukan sekedar mimpi ..  hu .. hu .. hu ..

“Saengil Chukae .. “ Kau merogoh ke dalam saku celana dan mengeluarkan sebuah kantung kecil dari beludru hitam. “Semoga bahagia selalu .. ,” kau tersenyum lebar.

Hadiah saja sudah disiapkan terlebih dahulu .. Apalagi yang dapat kukatakan? =.=’

“Ghamsamida ….”

TIDAK!! JANGAN LAKUKAN ITU!! Teriakan yang tak terlontar dari mulutku putus di tengah jalan. Ya, sunbae kecentilan itu sudah memelukmu. Dan …… kau membalasnya? Huhuhu, Aku berharap salah lihat. Tapi tidak! kau tersenyum—sangat lebar, jadi tak mungkin salah hiks ..

“Sunbae datang sendirian? Mana Eunhye sunbae?”

“Miane, dia tak bisa datang. Aku mewakilinya memberi hadiah buatmu. Dalam kantung kecil itu—kalung dariku sedangkan sepasang anting-anting dari Eunhye. Semoga kau menyukainya .. “

“Oh—“ Bom sunbae tersenyum. “Asal sunbae yang memberikannya, semua kusuka .. “

“Ha .. ha .. syukurlah .. “

“Ne. Sunbae datang sendirian? Bagaimana kalau jadi partner dansaku nanti .. “

Kau mengembangkan kedua tangan lalu membungkukan badan padanya. “Dengan senang hati … “

Oh--lalu bagaimana denganku? Kau kan tak datang sendirian!! Aku ini partner resmimu!!!!

“Bagus .. “ Bom sunbae tertawa. Mendadak dia melirik ke tengah ruangan ketika terdengar suara si pembawa acara memberitahukan kelanjutan acara tersebut.“Oh--sebentar lagi acara pemotongan kue dimulai ..." dia berkata sambil mengangkat ujung gaunnya--bersiap meninggalkan ruangan itu. "Aku harus bersiap-siap, jadi kutinggal sebentar sunbae. O ya—appa dan omma ada di ruang ganti, sunbae bisa berbicara dengan mereka jika mereka keluar nanti .. “

“Sip. Kau bersiaplah .. “ Kau mengacungkan jempol ke atas.

“Ne. See you .. “

Bom sunbae berbalik ke teman-teman ngobrolnya. Setelah mengucapkan sesuatu dan membungkuk kecil kepadamu, dia berlari ke kamar ganti yang berhubungan langsung dengan ruang pesta ini.

Aku memperhatikanmu. Kau terlihat mengikuti kepergian Bom sunbae tanpa berkedip. Membisu sejuta bahasa—itu yang bisa kulakukan.


********



(nyanyi)“Sangaeil Chukahamida … sangaeil chukahamida … “

“Yehhh … sangeilchukae Park Bom-ssi …“

Plok! Plok! Plok!!!!

Tepuk tangan meriuh, diiringi teriakan-teriakan berisik mengiringi acara pemotongan kue ulang tahun yang dilakukan Bom sunbae. Wajahnya berseri-seri. Aku merengut. Kuakui dia memang cantik. Wajahnya bak angel yang mengemaskan. Pipinya montok dan kemerah-merahan. Yang paling menawan adalah sepasang matanya. Besarnya tak bisa dikatakan melebihi punyaku, tapi sepasang mata itu mempunyai daya pikat beraroma sihir/hipnotis. Aku sebagai cewek saja terpikat apalagi kau. Sepanjang acara, matamu tak pernah lepas dari Bom sunbae—seakan dia benda paling menarik di dunia ini.

Hatiku terasa sakit …

Bom sunbae memotong kuenya setelah selesai meniup lilin dan mengucapkan doa.

“Ok, yang berulang-tahun akan mulai membagikan kue ulang-tahunnya. Bagi semuanya, harap bersiap-siap, terutama yang cowok .. “ Suara si pembaca acara kembali mengema dalam ruangan itu. “Setelah pemberian potongan kue pada orangtua, saatnya kita lihat, siapa cowok yang beruntung itu .. “

Bom sunbae memegang sepotong kue dalam piring kecil. Wajahnya berseri-seri. Ini moment paling mengetarkan seumur hidup, mungkin bukan padanya tapi .. padaku, .. aneh ya?


*****



  "Sunbae ... "

Seperti dugaanku, Bom sunbae menyodorkan potongan kue dalam piring di tangannya padamu. Aku semakin menyusut di belakangmu. Berjuta rasa kurasakan. Dari yang pahit, kecut sampai masam dan pedas--tak ada yang enak. Aku kecewa, sakit hati dan sedih. Di antara berpuluh-puluh pasang mata, Bom sunbae terang-terangan menunjukan perasaannya padamu.

Perlahan kepalaku terangkat. Hatiku berdebar-debar menanti reaksi darimu. Kira-kira apa yang akan kau lakukan? Apakah kau akan menerima potongan kue itu? Jika iya, habislah sudah harapanku selama ini ... hu .. hu ..

Kau mengulurkan tangan, dan ... OH--TIDAK!!! KAU MENERIMA PIRING ITU!!! Kau menerimanya? Benar,, kau menerimanya!! Aku mengigit bibir kemudian menundukan kepala dalam-dalam.

"Ghamsamida .. "

Aku mendengarmu berkata. Ya, apalagi yang bisa kau katakan? Kau pasti sedang bersorak-sorak kegirangan sekarang.

" ... tapi, aku tak suka makan yang manis-manis .. "

Mataku melebar. Ternyata perkataanmu tadi masih ada sambungannya.

".. karena itu, apakah kau keberatan jika kuberikan pada yang lain?"

Deg .... apa aku tak salah dengar? Kau menolak kue ultah pemberian Bom sunbae? Mana mungkin?

"Sunbae ... " Suara Bom sunbae terdengar bergetar. "Weeyo?"

"Tengorokanku tak begitu baik. Gampang batuk kalau makan makanan yang terlalu manis seperti kue ini .. "

Kepalaku miring ke samping. Penasaran terhadap apa yang terjadi, aku mengangkat wajah perlahan-lahan. Ternyata telah terjadi ketengangan di antara kalian. Wajah Bom sunbae memerah--entah karna marah atau malu ditolak olehmu. Sedangkan kau, tetap tenang dengan senyuman lembut terkembang di bibir.

Orang-orang dalam ruangan tersebut mulai ribut setelah ketegangan kecil tadi.

"Menolak kue pertama pemberian Bom? Apakah berarti ... " tanya salah seorang dari mereka.

"Benarkah? Bagaimana mungkin?" sambut yang lain.

"Padahal mereka sangat cocok." celetuk pria pertama.

Ingin rasanya aku menyumbat telinga ini rapat-rapat agar tak mendengar lagi pembelaan-pembelaan para sunbae ini terhadap hubunganmu dan Bom sunbae. Kalian tidak cocok!! Tidak,, sama sekali tidak cocok!! Yang paling serasi buatmu adalah aku!! Kau dengar itu, sonsaengnim?!!

"Nih--ambil!!"

Aku terperanjat. Lamunan-lamunanku buyar seketika. Mataku melebar ketika piring dalam genggaman tanganmu sudah kau sodorkan di hadapanku. Aku mengangkat wajah menghadapimu.

"Dhe?!" mataku berkejap-kejap tak mengerti.

"Diambil!!" ulangmu tegas. "Ayo!!"

"Genthe, .. weeo?" tanyaku heran.

"Karna aku tak suka makan yang manis-manis .. "

"Dhe?!!" aku membelalak, semakin tak mengerti dengan perkataanmu.

"Sudah kubilangkan? Aku tak suka makanan yang terlalu manis ... "

"Tapi .. mengapa diberikan padaku?"

"Karna kau mampu menghabiskannya .. ," kau menyengir. "Hanya sepotong kue, tak masalah bagimu kan?"

"HAH?!!" Mulutku mengangga.

"Sudah jelas, kan?!" Kau menyenggol lenganku dengan piring di tanganmu. "Mau nggak?!!"

"Oh--" Dengan linglung, aku menerima piring yang kau sodorkan.

"Sunbae ... "

Suara Bom sunbae terdengar lagi sehingga membuatku mengalihkan perhatian padanya.

"Dia ... apa dia .. ?"

"Miane, Bom-a ... ," kau menyela. "Sungguh aku tak bisa menerimanya. Hyesun lebih menyukai makanan manis daripadaku. Kau tak keberatan kan jika kuberikan padanya?"

Bom sunbae tak menjawab. Keadaan dalam ruangan ini sudah seperti neraka saja. Badanku terasa panas dingin. Pandangan-pandangan tak nyaman dari pada undangan membuatku gelisah. Aku semakin menyusut dari posisiku. Aku melirikmu. Kau masih bertahan dalam posisi semula, tak bergeming sambil membalas pandangan Bom sunbae.

"Bom .. "

"Tentu saja .. ," aku melihat Bom sunbae tersenyum kecut.

Aku mendesah. Apakah ada sesuatu yang telah terjadi di antara kalian? Terus terang, aku sungguh-sungguh tak mengerti.

********


"Sunbae .. "

Secangkir kopi disodorkan Bom pada Minho.

Pemuda itu menengadah dari posisinya. "Oh--thanks ... " Dia tersenyum dan menerima cangkir tersebut. "Duduklah .. ," lanjutnya sambil menawarkan kursi kosong di sebelah pada Bom.

Bom menjatuhkan diri secara perlahan-lahan. Dia mendesah. "Sunbae serius?" tanyanya, sambil mengangkat cangkir dan menyeruput halus teh hijau dari dalamnya.

"Mwoga?"

"Dia .. " Bom menunjuk dengan bibirnya, gadis mungil yang sedang sibuk memasukan kue ke dalam mulut sambil mengamati mereka dengan pandangan waspada dari seberang ruangan. "Aku yakin sunbae mengerti maksudku .. "

"Hmm--" Minho menyeruput kopinya. Dia tak menjawab.

"Arti potongan kue pertama di hari ulang tahun--sunbae pasti tahu. Sunbae hanya berpura-pura tak mengerti maksudku. Pemberian tadi, sunbae sengaja menolaknya. Iya, kan? ... Sunbae ingin menjaga perasaannya? ... Tak suka manisan?" Bom tersenyum kecut. "Sejak kapan sunbae tak suka manisan? Itu hanya alasan! Alasan halus supaya saya menyerah. Karna dalam hati sunbae, lebih mementingkan dia daripada saya .. "

Minho berdeham kembali, namun tetap tak menjawab. Bom kemudian meneruskan perkataannya.

"Aku sudah mendengar tentang dia,--si Little Coward, panggilan yang sungguh lucu ... ," suaranya terdengar hambar, " .. sebenarnya, apa yang sunbae lihat darinya? .. Dia tidak cantik, juga tidak pintar! Bahkan ceroboh dan cenderung gugup. Seorang penakut dan pendusta kecil ... , lalu mengapa sunbae memilihnya?"

Minho menurunkan cangkir kopinya yang sudah kosong kemudian menatap Bom sungguh-sungguh. "Karna dia membutuhkan bantuanku!"

"Itu kasihan namanya. Bukan cinta!" seru Boom keras.

Minho mengeleng sambil tersenyum lembut. "Lebih dari itu, Bom-a. Dia sangat penting bagiku. That's all .. "

"Sunbae ... " Bom terpaku. Selama beberapa saat dia tak bergerak dari tempatnya. Pikirannya dipenuhi oleh perkataan Minho--Dia segala-galanya bagiku .. Juga bayangan-bayangan masa lalu kebersamaan mereka, sampai detik-detik keberangkatannya dari Amerika menuju Rusia--hanya buat meraih cita-citanya yang sekarang kandas sebagai seorang balerina.  

Perlahan-lahan Bom tersenyum, kecut. Keheningan mulai menyelimuti mereka ketika tak seorangpun di antara mereka berinisiatif mengeluarkan suara. Bom meletakan cangkir tehnya yang masih tersisa sedikit di pengangan kursi kemudian menghela nafas pelan.

"Boleh aku menanyakan sesuatu pada sunbae?"

Minho meliriknya. "Ne?"

"Jika saja waktu itu, ..  aku tak memutuskan pergi ke Rusia buat mengejar obsesiku yang besar terhadap balet, apakah sunbae ... , hmm .. apakah ada kesempatan bagiku?"

Minho menatapnya--tak bergeming. Sesaat kemudian, "Mianeyo .. "

Bom tersenyum sambil berpaling kearah lain. "Cruel, .. karna itu aku menyukai sunbae ... " Dia tidak marah--sungguh. Ini memang bayaran yang sudah dibayangkan akan ditanggungnya begitu dia memutuskan bahwa balet lebih berharga dari seorang Lee Min Ho.

"Kau akan mendapatkan pria yang lebih pantas, Bom-a .. ," hiburr Minho dengan nada menyesal.

"Tapi aku hanya ingin sunbae!!" tiba-tiba Bom menyela dengan cepat.

"Mianeyo .. ," sekali lagi Minho menyatakan penyesalannya.

Bom memperhatikan Minho lekat-lekat. Pandangan mereka bertemu. Minho kemudian mendesah perlahan.

"Gwencanayo .. ," mendadak Bom tersenyum lebar dan mendorong pundaknya dengan gaya bercanda. "Aku tak apa-apa he .. he .. " Dia melayangkan pandangan ke depan kemudian membusungkan dadanya. "Bagaimanapun, aku masih percaya kalau aku tak pergi waktu itu, sunbae pasti akan tertarik padaku!!"

"Mwo?" mata Minho melebar.

"Yaa--sunbae!!" bibir Bom mengerucut. Disenggolnya lengan Minho dengan pundaknya. Tampangnya terlihat bete. "Biarkan aku bermimpi sedikit, boleh kan?"

"Oh--ternyata .. " Minho tertawa terbahak-bahak, yang segera disambut oleh Bom. "Tentu saja boleh .. ha .. ha .. silahkan bermimpi sepuasnya .. "

******


"Kenyang?"

Gubrakkk!!! Aku yang sedang celingak-celinguk mencari keberadaanmu sukses menabrak pintu. Kue di tanganku jatuh ke lantai, sebagian lagi mengenai mukaku sehingga menjadikannya kotor berlepotan krim.

"Apa yang kau cari?" Kau mendekatiku.

Mataku terbelalak lebar. Dengan gugup ku-usap wajahku dengan punggung tangan (alhasil, malah semakin parah. Hidung dan pipiku menjadi berbercak-bercak putih, seperti bedak yang dioleskan tak rata di wajahku =.=") Aku berbalik dengan kecepatan luar biasa kearahmu.

"Son .. sonsaengnim ... ," seruku gugup.

Alismu berkenyit. Ya, aku tahu. Tak usah dikatakan. Memang memalukan punya partner sepertiku >< hiks ...

"Gwencana?"

"Ne ... "

Tidak!! aku ingin teriak. Aku tak baik!! Gimana bisa baik dalam keadaan begini--apalagi melihatmu berbincang-bincang akrab dengan Bom sunbae? Aku cemburu!! Cemburu!! Sakit hati!! Apa kau dengar??!!

Pipiku yang mengembung, mengempis perlahan ketika tanganmu tiba-tiba terangkat dan mengelap sisa-sisa krim yang mulai mengering di sudut kiri bibirku. Aku tertegun--mataku melebar, tak percaya. Melihat itu, kau tersenyum, dan pandanganmu .. Oh, Tuhan--mengapa berubah? Pandangan yang biasanya kupercaya hanya sebatas perhatian seorang oppa terhadap dongsengnya, mengapa terasa lain? ... Mungkinkah ... mungkinkah? ...

"Anhi!!" aku mengeleng keras-keras. Getaran dalam dada ini sudah tak tertahankan lagi. Jantungku hampir meledak.

Tanganmu tertarik dengan cepat. "Mwo?" tanyamu kaget.

"Dhe?!" aku tersentak. Yaa--apa yang kupikirkan tadi ><!! "Aniyo .. ," lanjutku halus. Aku berasa udah kayak orang gila aja. Kadang berteriak, kadang menunduk takut-takut ...

Beruntung kau tak bertanya lebih lanjut. Kau bergerak, berjalan ke sudut ruangan di mana dua sofa besar terletak. Mulutku mengangga. Bukannya kita sedang berbincang-bincang ya?

Agak gontai, aku mengikutimu dan ikut menjatuhkan diri di salah satu sofa, di sebelahmu. Beberapa saat tak ada yang bersuara. Aku sibuk dengan pikiran-pikiran tentangmu. Hubungan-hubunganmu dengan Bom sunbae. Apa sebenarnya yang telah terjadi di antara kalian? Apa benar kalian pernah pacaran? Bom sunbae mantan pacarmu? Jika iya, mengapa kalian berpisah? Siapa yang memutuskan hubungan terlebih dahulu? Tentu kau, kan? Tak mungkin Bom sunbae!! Pria seperfect kau--tak mungkin!! Dan .. apakah kau menderita setelah perpisahan tersebut?! Terlalu banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku.

Aku melirikmu. Perhatianmu tertuju ke depan, sepertinya tak terpengaruh oleh keberadaanku di sini. Aku jadi bertanya-tanya, Apa yang sedang kau pikirkan sekarang? Aku mengeleng perlahan. Aku tak tahu. Sungguh aku tak bisa menebaknya!! Pikiranmu terlalu jauh untuk teraih oleh tanganku yang kecil ini. Setelah mendesah pelan, aku menjatuhkan pandangan ke lantai.

"Aku mengenal Bom waktu di Amerika .. "

"Dhe?" Aku mengangkat wajah. Agak kaget karna kau mendadak bersuara.

"Aku dan Bom saling mengenal waktu di Amerika .. ," kau mengulang sambil tersenyum.

"O--," hanya itu yang bisa kukatakan. Ya, apalagi? ><

"Dia adik kelasku. Adik kelas di sekolah menengah yang sama. Dua tingkat di bawahku. Kami tinggal agak berdekatan sehingga cepat akrab. Dia sering datang ke rumah dan minta diajari pelajaran yang tak dimengerti. Appa dan omma menyukainya karna dia gadis yang baik .. "

Aku mengangguk pelan. Kugigit bibirku keras-keras. Sakit rasanya mendengar kau memuji-muji Bom sunbae ..

"Lima tahun yang lalu--ketika aku memulai kuliahku di tahun pertama, dia memberitahuku bahwa dia memutuskan menetap di Rusia buat meraih impiannya sebagai seorang balerina ... Jujur, aku merasa sedih. Sama seperti appa dan omma, aku juga sangat menyayanginya ... "

"Oh--" sekarang hatiku sudah seperti tersayat-sayat pisau. Berdarah-darah.

"Namun aku tahu, aku harus merelakan kepergiannya." sambungmu. "Dia seorang penari yang baik. Akan disayangkan kalau bakatnya tak disalurkan. Hanya satu penyesalanku saat itu, kenapa harus meninggalkan Amerika? Bukankah perkembangan balet di sana cukup bagus? Tapi dia tersenyum waktu menjawab, 'Rusia lebih menjamin ketenarannya, ... Setelah itu dia pergi. Benar-benar pergi. Tanpa kabar sedikitpun. Kami baru bertemu kembali beberapa hari yang lalu, ketika dia pindah ke sini--kuliah di Seoul University ... "

Hening. Setelah kau menjelaskan itu, kita sama-sama tak mengeluarkan suara. Aku ingin  bertanya lebih, tapi sepertinya tak pada tempatnya. Karenanya aku memilih membungkam.

"Ada lagi yang ingin kau ketahui?" tiba-tiba kau bertanya.

"Dhe?!"

"Sonsaengnim tahu banyak yang ingin kau ketahui. Tanyakanlah!!"

"A .. aku .. "

"Tak perlu ragu .. ," kau tersenyum.

"Hmm--apa sonsaengnim menyesal?"

"Buat--?" pertanyaanmu sengaja digantung.

"Buat perpisahan kalian .. "

Kau mengangguk. "Ne .. "

"Jadi sonsaengnim menyesal buat .. buat putusnya hubungan kalian .. ?" Sumpah, airmata sudah berada di ujung pelupuk dan siap ditumpahkan begitu kutanyakan pertanyaan ini.

"Putus?" Kau tergelak. "Kami tak pernah pacaran, bagaimana bisa dikatakan putus .. "

"MWO?!!" Mataku membelalak. "Tidak?!"

"Tentu saja!!" Kau menjitak jidatku. "Pabo .. "

"Yaa--sonsaengnim--" susah payah kubetulkan poniku yang berantakan. "Mana kutahu?!"

"Makanya jangan terlalu banyak bermimpi .. ," ejekmu. "Begini jadinya--asal nebak mulu .. "

Aku merenggut. "Sonsaengnim sih--"

"Memangnya kenapa denganku?"

"Karna gosip-gosip yang beredar di kampus, makanya aku percaya .. "

"Lalu kenapa aku yang kau salahkan?!" tanyamu sedikit bingung.

"Pasti sonsaengnim tak mengindahkan gosip-gosip tersebut makanya makin gencar terhembus .. ," pipiku mengembung dengan bibir bawah di kedepankan.

"Kau ini, payah--" telunjukmu menekan jidatku.

"Mwo?"

"Selain pengecut, pembual, ternyata .. pemaksa juga!!"

"Yaishh--sonsaengnim!!" dengusku--kesal.

Kau tergelak, kemudian tertawa terbahak-bahak.

********


"Gimana kalau berdansa denganku?" tiba-tiba kau mengeluarkan suara begitu orkestra lembut dari panggung kecil di ujung ruangan mulai dimainkan.

Brukk!! Tanganku yang menopang dagu terlepas dan menghantam keras daun meja.

"Aushh .. ," aku meringis. Pangkal lenganku terasa kesemutan.

"Weo?" kau berpaling padaku.

"Dan .. dansa ...?" tanyaku gugup. Sepasang mataku terbelalak lebar.

"Ne. Ada yang salah?"

Aku mengeleng keras-keras. "Anhi!!! Hanya saja ... "

"Kacha!!" mendadak kau menarik tanganku dan memaksaku bangun dari kursi.

"Son .. saengnim ... a .. aku ... aku tak .. pandai dansa ... ," kataku tersendat-sendat.

Tapi kau tak memperdulikan seruanku yang memelas. Aku terseret-seret dibawa olehmu ke lantai dansa di tengah ruangan. "Lunturkan badanmu ... "

Tanganmu melingkar ke pinggangku dan belum sampai hitungan ketiga, aku sudah berada dalam rangkulan tanganmu.

"Relax-lah .. ," bisikmu halus di sela-sela telingaku.

Aku mengangkat wajah. Kau terlihat tersenyum 'puas'? Apa benar senyuman puas, atau .. menyimpan rahasia terpendam yang tak kuketahui?

Aku segera memejamkan mata rapat-rapat, dan menundukan kepalaku dalam-dalam. Para undangan dalam pesta itu mulai berisik ketika melihat kau menjadikanku partner dansamu.

"Omo--apa tak salah lihat?!! Siapa cewek itu?" ujar cewek bertampang jutek yang sedang menari dengan pasangannya.

"Entah!" si cowok mengangkat bahunya. "Nggak kenal!! Kayaknya sih bukan mahasiswi di kampus kita!! Mungkin anak sekolah menengah!"

"Tunggu dulu, hey--bukankah dia cewek waktu itu?" cewek lain di sebelahnya menyeletuk.

"Benar! Cewek yang kita lihat di apartemen Minho!!" sahut yang lain kaget.

"MWOOOO?!!!" Teriakan tersebut membahana dalam ruangan itu.

Rasa penasaran membuatku membuka mata perlahan. Kucoba mencuri pandang setelah teriakan keras tadi. Sekarang, hampir seluruh pasang mata dalam ruangan itu tertuju padaku. Ada yang mengerutkan alisnya, beberapa lagi membelalakan matanya tak percaya, dan sebagian besar malah menatap dengan pandangan mencemooh.

"Aku ingat, dia si Little Cowardnya Minho .. ," ujar cewek berpostur kurus dengan nada menyindir. Samar-samar aku mengenalinya sebagai salah seorang sunbae yang datang ke rumah beberapa waktu yang lalu.

"Ya, benar. Yang waktu itu menyuguhkan teh dingin buat kita ... ," celetuk cewek satunya dengan sinis.

Kepalaku menunduk kembali. Seruan-seruan ketus tersebut membuat nyaliku menciut. Aku mundur selangkah, tapi mendadak kau menarik-ku kembali.

"Angkat wajahmu, dan lihat aku!!"

Aku tersentak. Segera aku mengeleng kuat-kuat.

"Goo Hye Sun!!"

"Andwee!!"

Aku mendorongmu dengan sekuat tenaga sehingga rangkulanmu terlepas dari tubuhku.

"Bagus dia masih tahu diri!" seru gadis kurus tadi.

"DIAM!!" kau menghardiknya.

Aku terperangah.  Begitu juga cewek ceking itu. Dia segera mundur ketakutan. Dia pasti tak menyangka kau akan semurka ini. Aku memandangimu. Terus terang, selama tinggal bersamamu, aku juga belum pernah melihatmu seperti ini. Matamu berkilat-kilat memancarkan api amarah yang ditahan dengan susah payah.

"Sunbae ... "

Kau berpaling perlahan. Panggilan pelan tersebut berasal dari Bom sunbae. Dan bersyukur, panggilan itu sedikit mengalihkan emosimu.

"Gwencana?"

Kau menahan nafas selama beberapa saat kemudian menghembuskannya.

"Ne .. "

"Hmm--mereka hanya bercanda, jadi jangan terlalu dianggap serius .. "

Kau tak berucap apa-apa. Kau meraih tanganku dan menariknya. "Ayo kita teruskan dansa yang tertunda ... "

"Mwo?!!" teriak-ku kaget. "Andwee!!!" Aku segera menarik diri dan berbalik dengan cepat kearah pintu. Gaun panjangku kuangkat tinggi-tinggi, mengambil langkah seribu sebelum ditarik kembali olehmu.

"WEE?!!" teriakmu keras-keras. "WEE ANDWEE?!!!"

Aku sudah berada di luar dan tak menghiraukan teriakan-teriakanmu lagi. Kuturuni anak-anak tangga dengan cepat. Tak sampai lima menit aku sudah berada di halaman depan--tempat mobilmu terparkir.

Mobilmu? Benar, mobilmu!! Dasar goblok, bego, pabo, maksudnya melarikan diri, tapi mengapa malah nyasar ke sini?!!

"Berniat nyetir sendiri?"

Aku memutar tubuh dengan cepat. ****--kau seperti hantu saja -.- Sejak kapan kau berdiri di belakangku? Kenapa aku tak mendengar langkah kaki sama sekali?

"An .. anhi .. ," jawabku gugup.

"Jadi?"

"Son .. sonsaengnim kembali aja ke dalam .. A .. aku bisa pulang sendiri .. "

"Jalan kaki?"

Mataku melebar. "Anhi. Tentu saja bukan .. "

"Kalau begitu masuklah ke dalam mobil. Kita pulang sekarang .. "

Kau membuka pintu di sebelah dan masuk ke dalam.

"Sekarang? Tapi bagaimana dengan pestanya?" tanyaku sambil membuka pintu. Aku tak sadar kalau ketakutan dan kecemasanku tadi sudah hilang tak berbekas.

"Aku sudah pamitan ke Bom dan orangtuanya. Lagipula pestanya emang sudah berakhir kok .. "

"Oh--" Aku membuka mulut kemudian mengatupkannya rapat-rapat.

Sebentar saja Ferrari mutakhir yang kita tumpangi sudah melesat meninggalkan halaman depan Park's mansion.

*****
« Last Edit: December 17, 2010, 11:19:48 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
makasih mam dah di update [biggrin] [biggrin]....SUKAAA BANGEETTT [hmpfh] [hmpfh] sama chapter ini....akhirnya minho mengatakan juga kalau hyesun segalanya buat dia [lovestruck] [lovestruck]
mi aku cengar-cengir sendiri deh setiap baca fix mami yang ini abis pemilihan kata2nya...ngak pernah ku sangka...
berarti minho dulu sempet cinta ya sama si Bom? [what]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
makasih mam dah di update [biggrin] [biggrin]....SUKAAA BANGEETTT [hmpfh] [hmpfh] sama chapter ini....akhirnya minho mengatakan juga kalau hyesun segalanya buat dia [lovestruck] [lovestruck]
mi aku cengar-cengir sendiri deh setiap baca fix mami yang ini abis pemilihan kata2nya...ngak pernah ku sangka...
berarti minho dulu sempet cinta ya sama si Bom? [what]
nggak, minho menyayangi bom sebatas dongseng [biggrin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline itaraya

  • Senior
  • ****
  • Posts: 722
  • ~can' t take my eyes off you~
    • View Profile
mommy...thank u so mach dah di update...
jujur pas baca campur aduk perasaan gue...terbawa perasaan hyesun xixixi...
akhirnya minho bilang DIA SEGALA-GALANYA BUATKU oh...minho so sweet banget
mommy dr smua chp litlle corward ini yg paling gue suka...gak tau mau kasih brapa jempol untuk chp ini...intinya muantep abis...
[lovestruck][lovestruck]
saggy credit to mami love

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mommy...thank u so mach dah di update...
jujur pas baca campur aduk perasaan gue...terbawa perasaan hyesun xixixi...
akhirnya minho bilang DIA SEGALA-GALANYA BUATKU oh...minho so sweet banget
mommy dr smua chp litlle corward ini yg paling gue suka...gak tau mau kasih brapa jempol untuk chp ini...intinya muantep abis...
mantap [what] gw kirain amburadul soalnya beberapa part yg kemarin ilang gara2 ga ke-save [heh] [heh] thanks buat komentarnya [lovestruck]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
makasih mam dah di update [biggrin] [biggrin]....SUKAAA BANGEETTT [hmpfh] [hmpfh] sama chapter ini....akhirnya minho mengatakan juga kalau hyesun segalanya buat dia [lovestruck] [lovestruck]
mi aku cengar-cengir sendiri deh setiap baca fix mami yang ini abis pemilihan kata2nya...ngak pernah ku sangka...
berarti minho dulu sempet cinta ya sama si Bom? [what]
nggak, minho menyayangi bom sebatas dongseng [biggrin]
o...aku kira minho dulu cinta sama si Bom [biggrin] [biggrin]
selanjutnya TDC ya mi hehehe [hmpfh] [hmpfh]

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
makasih mam dah di update [biggrin] [biggrin]....SUKAAA BANGEETTT [hmpfh] [hmpfh] sama chapter ini....akhirnya minho mengatakan juga kalau hyesun segalanya buat dia [lovestruck] [lovestruck]
mi aku cengar-cengir sendiri deh setiap baca fix mami yang ini abis pemilihan kata2nya...ngak pernah ku sangka...
berarti minho dulu sempet cinta ya sama si Bom? [what]
nggak, minho menyayangi bom sebatas dongseng [biggrin]
o...aku kira minho dulu cinta sama si Bom [biggrin] [biggrin]
selanjutnya TDC ya mi hehehe [hmpfh] [hmpfh]
baru dimulai. selesai 1 part doang [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline goo meei

  • Full
  • ***
  • Posts: 404
  • i love MINSUN
  • Location: denpasar
    • View Profile
makasih mam dah di update [biggrin] [biggrin]....SUKAAA BANGEETTT [hmpfh] [hmpfh] sama chapter ini....akhirnya minho mengatakan juga kalau hyesun segalanya buat dia [lovestruck] [lovestruck]
mi aku cengar-cengir sendiri deh setiap baca fix mami yang ini abis pemilihan kata2nya...ngak pernah ku sangka...
berarti minho dulu sempet cinta ya sama si Bom? [what]
nggak, minho menyayangi bom sebatas dongseng [biggrin]
o...aku kira minho dulu cinta sama si Bom [biggrin] [biggrin]
selanjutnya TDC ya mi hehehe [hmpfh] [hmpfh]
baru dimulai. selesai 1 part doang [hmpfh] [hmpfh]
horeeeeeeeeeeee. [clap] [clap]...bentar lagi mau di update....yang panjang ya mi [drool]....emang TDC masih barapa chapter lagi sih mi [what]??
mam boleh nanyak nggak??
mami tidurnya kapan sih [what]?? kayaknya setiap hari begadang deh [chin]...trus paginya kerja..? [biggrin]

Offline Freesia

  • Hero
  • *****
  • Posts: 1547
  • ♥ sunnies ♥ minsuners ♥
    • View Profile

so sweet  [huglove]
knapa dansa-nya ga dilanjutin, mala hye sun-nya pergi

thanks for update Luve  [hug]

‘’ I don’t  need anyone else ,
" I never leaned on anyone but me”
“ I always took pride standing on my own two feet ”
 “ Cause I’m Stronger  than anything “

" I’m Zevaa - [ The God Of War ] "

fara

  • Guest
Gomawo mi udh diupdate [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
yeayyy minho so sweetttt bgt disini. Bilang ke boom kalo hyesun sangat spesial dan segalanya bua minho [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]
trus minho jg sangat menjaga perasaan hyesun dan marah bgt pas ada yg bilang hyesun ngga cocok ma minho....
Ak suka bgt sama chapter ini minho udah menunjukkan sinyal-sinyal cinta ke hyesun [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck] [lovestruck]