Author Topic: The Little Coward --clueeeee!!! next banner and song ^^  (Read 46976 times)

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile




Seperti permintaan semula, saya mutusin pakai ....

Cho Kyuhyun sebagai Cho Dongsae



Dongsae tampak lain hari itu. Dandanannya yang biasa berantakan, dengan dasi bergelantung lemah di leher dan kemeja sengaja dikeluarkan dari selipan celana, terlihat rapi. Serangkai mawar tergenggam di tangannya. Wajahnya berseri-seri dan dari mulutnya terdengar senandung kecil. Bahkan poninya yang panjang dan menutupi mata sudah dipangkas pendek. Dia mendekati Soeun dan Bum yang sedang duduk-duduk santai di kantin sekolah.

"Hy--bro dan Eun!" sapanya dengan gaya hip hop.

Soeun mengerling kearahnya. Tak tertahankan, air yang baru disedotnya tersembur keluar--menyembur kearah Bum yang duduk tepat di hadapannya.

"Mwoya?!" Soeun tertawa geli.

"Yaishh--" Bum berteriak pada saat bersamaan. "Apa yang kau lakukan? Pakaianku basah semua nih!!" semburnya jengkel.

Soeun menoleh padanya. "Miane .. ," sahutnya tanpa mengurangi tawanya yang nyaring dan agak menganggu telinga. "Salahkan brothermu! Lihat apa yang dilakukannya? Dandanannya--Apa dia salah minum obat?"

Bum yang sedari tadi belum melihat kearah Dongsae--gara-gara peristiwa menyebalkan yang dilakukan Soeun--menoleh pada Dongsae sambil mengibaskan seragam sekolahnya yang basah sebagian. Dan .. seperti juga Soeun--dia kaget setengah mati. Matanya terbelalak lebar.

"Yaa--ini kau, Cho Dongsae?"

"Ne .. ," jawab Dongsae sambil menjatuhkan dirinya di kursi di sebelah Bum. "Emangnya ada yang salah?" lanjutnya cuek.

"Tentu saja!" ujar Bum cepat. "Kenapa kau jadi begini? Mau ke undangan ya?" sambungnya asal.

Dongsae melotot. "Ke undangan apanya?" dia mendengus keras. "Apa kalian tak merasa saya jauh lebih menarik dengan dandanan seperti ini?"

Bum dan Soeun saling berpandangan. Mau menjawab 'IYA', tapi jawaban itu tercekat di tengorokan--tak mampu dikeluarkan. Mau menjawab 'TIDAK', namun sejujurnya Dongsae memang kelihatan lebih menawan dengan dandanannya yang sekarang.

"Jadi, bagaimana?" Dongsae menuntut kepastian. "Saya ok nggak begini?"

"O .. ok ... ," sahut Soeun dan Bum terbata-bata. Biar saja deh 'si kurang waras' ini merasa begitu! Kan nggak ada ruginya buat mereka? Yang jelas--jangan sampai mengecewakan anak dari sumber dana utama KimSoul Co., perusahaan abojinya Kim Bum.

"Sebenarnya--apa maksudmu berdandan seperti ini kalau bukan ke undangan?" tanya Bum kemudian.

Dongsae tersenyum misterius. Tak menjawab pertanyaan Bum, dia malah mengorek-ngorek pizza yang tergeletak di atas meja.

"Huek--pizzanya kering banget!!" ujarnya jijik bercampur muak.

Bum dan Soeun kembali saling mengerling. Anak ini benar-benar sulit diajak bicara!

"Tujuanmu, Dongsae-a .. ?" Soeun mengeluarkan suaranya.

"O ya--" Dongsae tiba-tiba menepuk jidatnya--seperti baru disadarkan akan tujuannya semula. Perlahan digesernya pizza di hadapannya ke samping, lalu menghadapi Soeun. Sesekali dia menoleh pada Bum.

"Saya sudah memutuskannya!"

"Mwo?" tanya Bum tak mengerti.

"Buat melancarkan seranganku!" lanjutnya tegas.

"Maksudnya?" kali ini Soeun yang menanyakannya. "Serangan apaan? Emangnya kau berniat ngajak Bum main War Game? Tapi .. melihat dandananmu .... "

"Aish--bukan itu!" Dongsae segera memotong pertanyaan bertubi-tubi dari Soeun dengan mengibaskan tangannya.

"Jadi?" Soeun menoleh pada Bum. Pemuda itu mengangkat bahu--sama saja tak mengerti apa yang dimaksud Dongsae.

"Saya akan melancarkan seranganku pada Hyesun!"

"MWO?!!!" teriakan Bum dan Soeun mengelegar seantero sekolah. Murid-murid yang berada dalam kantin itu segera berpaling pada mereka. Ekspresinya ada yang tak senang, sedangkan beberapa lagi kelihatan bertanya-tanya.

"Kau ... serius?" tanya Bum sambil mengerling Soeun.

"Tentu saja!" sahut Dongsae. "Weeyo? Kalian kelihatannya tak senang?"

"Anhi!" ujar Bum cepat. "Hanya saja ... "

"Hyesun tak diijinkan pacaran sama ommanya!" celetuk Soeun--menyambung perkataan Bum yang terputus di tengah jalan.

"Mwo?" alis Dongsae berkenyit. "Weeyo?"

"Mana tahu!" sembur Soeun ketus--yang segera ditariknya begitu disadari siapa si Dongsae ini. "Miane--bukan begitu maksudku .. "

"Tak tahu? Tapi kau kan sahabat karibnya .. ," balas Dongsae tak kalah ketusnya. Ternyata dia sudah terlanjur eneg sama sikap Soeun barusan.

"Bukan begitu .. ," ujar Soeun dengan perasaan bersalah. "Maksudku, .. kan tak selamanya seorang sahabat baik mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan sahabat karibnya .. "

"O begitu .. " Dongsae menarik bibir ke atas, cuek. "Saya bukan pacaran ama ommanya, jadi biar aja .. " Dia berdiri dari kursi, membetulkan dasinya yang agak miring, mengibaskan ujung jas seragamnya yang sedikit kusut dan yang terakhir--menghirup aroma mawar dalam rangkaian bunga dalam genggamannya dengan senyum puas. "Hyesun pasti menyukai mawar-mawar ini, bener kan?" tanyanya pada Soeun.

Cewek itu tersenyum--sangat terpaksa tapi tak tertangkap oleh Dongsae yang lagi berbahagia. "Ne ... "

Hyesun suka bunga? Yang benar aja! Sejak kapan Hyesun suka bunga? Dia kan cuma suka ama Minho sunbae =.=" desis Soeun dalam hati.


*******



Mataku terbelalak ngeri. Apa maksud anak ini? Well, maksudku--apa maksud si Dongsae bego ini?! Dia menyodorkan sejumput bunga padaku sekarang (Bunga apa? Aku nggak tahu. Apa benar sejumput? Atau .. serangkai? Masa bodoh deh! Pokoknya, aku paling benci dengan bunga! Apalagi bunga pemberian cowok ini huh!!) Terus .. terus ... alamak, apa ini? Dia juga memaksaku menerima sepucuk surat dalam sampul ><

"Jangan lupa membacanya, Hyesun-a ... ," ini pesannya padaku. "Aku sudah menulisnya dengan sepenuh hati. Setelah kau membacanya--semua akan terungkap. Kau akan memahaminya .. "

Yaa--emangnya aku cewek ingusan? Tindakan sejelas ini tak mampu kubaca? Ya, emang kadang-kadang aku nggak sadar sih--tapi itu kan dulu-dulu. Waktu aku belum diajarin olehmu, my dearest sonsaengnim. Sekarang--aku sangat memahami sikap dan tindakan tak wajar dari seorang pria terhadap seorang wanita. Pasti ada apa-apanya! Aku mengangguk-angguk bijak.

"Ingat ya?!!"

Seruan itu menyadarkanku. Aku tersentak--Dongsae sudah berada jauh, sekitar lima meter, di depanku. Dia melambai dengan tampangnya yang membuatku dongkol. Berniat meneriakan keberatan-keberatanku tapi terputus oleh dentingan bel tanda masuk pelajaran selanjutnya.


*******



Aku termangu dengan tangan menumpu dagu. Untuk kesekian kalinya aku membaca surat dari Dongsae. Walaupun tak senang, penggunaan kata-kata dalam surat ini membuatku tertarik. Kata-katanya sangat indah. Kata-kata yang tak mampu kupercaya keluar dari seorang cowok seperti Dongsae. Biasanya, dia kan bego! Bibirku maju dua senti.

Anyongheseyo, Hyesun-ssi ...

Mungkin dikau heran mengapa aku sampai menulis surat ini ...
Mungkin juga kau tak mengerti mengapa aku sampai melakukannya ...
Seperti juga aku di sini, tak memahami apa yang mendorong atau sumber kekuatan bagiku buat melakukannya ..
Namun, satu hal yang pasti, Hyesun-ssi ... Aku ingin kau mengetahuinya ...
Mungkin yang kau lihat dari seorang pria bukan latar belakang ekonominya, mungkin juga--bukan kepintaran otak ataupun keahlian-keahliannya, tapi aku akan menjamin semua itu, kalau aku memiliki semuanya ..
Karna itu aku memberanikan diri mengungkapkan ini padamu ..
Hyesun-ssi, maukah kau menjadi pacarku? Pacar resmi dariku ...

Tertanda,
Cho Dongsae

"Apa itu?"

Deg! Surat ini hampir terbang dari tanganku. Secepat kilat aku menyembunyikannya ke belakang dan memutar tubuh dengan cepat.

"Sonsaengnim!!!" teriak ku keras.

"Mwoya?" Kau terlihat tersentak. Ya, siapa yang tidak kalau teriakanku sekeras itu? >< "Ada apa?"

"Tidak!!" aku mengeleng keras-keras.

"O ya?" Kau melirik ke belakangku. "Lalu apa yang kau sembunyikan?"

"Mwo?" Mataku terbelalak. "Tidak ada!" sahutku berkeras. "Aku tak menyembunyikan apa-apa!"

"Perlihatkan padaku!" perintahmu dengan ekspresi tak berubah--tenang dan membuatku makin gugup.

"Shido!" seruku hampir menjerit--mataku terpejam rapat-rapat.

 Aku tak tahu bagaimana reaksimu terhadap kelakuanku ini, yang jelas aku merasa menyesal. Tak pernah aku bersikap sekasar ini terhadapmu. "Kumohon, jangan memaksaku .. ," ujarku dengan mulut komat-kamit. Yang berada dalam pikiranku sekarang adalah .. selamatkan surat ini dari jangkauan tanganmu ..

Hening sejenak. Aku tak mendengar suara apapun. Sehingga kubuka mata ini perlahan-lahan. Dan betapa terkejutnya aku, begitu mendapatkan kau sudah berdiri di depanku .. sangat dekat ... bahkan hampir menyentuh tubuhku ...

"Bagus kau sudah bisa bersikap tegas .. ," ujarmu datar. "Aku rasa sudah tak ada yang dapat kuajarkan padamu. Mulai sekarang .. pelajaran kita berakhir .. " lanjutmu, yang membuatku terbelalak lebar.

"Mwo? Ke .. kenapa?" Dengan gugup aku berlari menghalangi langkahmu yang sudah diayunkan. "Ke .. napa begitu?"

Kau tak menjawab, hanya menatapku dengan sinar mata tajam yang tak kutafsirkan maksudnya. "Sonsaengnim ... ," panggilku lemah. Kau tak bergeming. Kepalamu didonggak ke atas. Tanganku gemetar ketika menarik ujung kemejamu. "Sonsaengnim marah?" tanyaku dengan tampang memelas.

Kau menghela nafas, kemudian menunduk perlahan--menatapku. "Tidak. Mengapa saya harus marah? Saya hanya merasa pelajaran yang kuberikan selama ini sudah lebih dari cukup. Tak ada lagi yang perlu kuajarkan ... "

"Tidak mau!!" Aku mengeleng keras-keras. "Aku tidak mau berhenti. Jangan ya, sonsaengnim? Aku akan memperlihatkan surat ini, tapi kumohon, .. jangan berhenti mengajarku .. " Dengan pasrah aku menarik kembali tanganku ke depan dan memperlihatkan surat tersebut.

"Surat?" Alismu berkenyit. "Surat apa?"

Aku jadi serba salah. Apalagi pandanganmu semakin tajam tertuju padaku. Mataku melirik kesana kemari sementara tangan yang terulur belum jua mendapat respon darimu. Kau melirik sekilas surat tersebut, tapi tidak mengindahkannya.

"Sonsaengnim ... "

"Aku tak berhak melihat suratmu ... ," sahutmu.

"Ta .. tapi, .. saya rela memperlihatkannya pada sonsaengnim ... "

Kau tak menjawab sehingga aku makin gelisah. Dalam keadaan mepet, aku menyelipkan surat dalam tanganku dengan paksa ke dalam tanganmu. "Sonsaengnim harus melihatnya!!" Setelah itu, aku menghambur ke kamar.

"Hey--Little Coward!!"

BUM!!! Pintu kamar kuhempaskan keras-keras.

******


Aku berjalan mondar mandir sambil mengaruk-garuk kepala. Lantai dari kayu rasanya sudah penuh dengan ketombe kecil-kecil yang beterbangan dari kepalaku. Langkahku terhenti secara mendadak, aku berpikir sejenak, setelah mendengus dan menutup mata rapat-rapat, aku berkeliling kembali--tak tentu arah.

Kira-kira apa reaksimu ya setelah membaca surat itu--Surat dari Dongsae? Marah?  Tidak suka? Atau ... cemburu?Apa itu mungkin? Aku memanjangkan bibir ke depan. Mengapa aku lebih percaya, kau akan menertawakanku? >< Ya, kau pasti akan terpingkal-pingkal begitu mengingat kembali bagaimana tampang bodoh serta kelinglunganku ketika membaca surat itu.

"Apa yang harus ku lakukan?!!!" Aku berteriak histeris. Tanganku kembali mengucek-ngucek rambut putus asa. Seharusnya aku tak memperlihatkan surat itu tadi. Huhuhu--kenapa aku malah memaksakannya padamu? Kenapa? Kenapa? Weee?!!! Dasar Hyesun bego!!! Berulangkali perkataan-perkataan dan pertanyaan-pertanyaan tersebut tersembur dalam otak ku.

Aku akan terlihat makin bodoh aja. Oh--tidak!!! Rasanya pingin mati sekalian ><

Aku menghempaskan tubuh keras-keras ke atas ranjang. Untuk kemudian menutup mata rapat-rapat.

Tak ada lagi yang bisa kulakukan sekarang, selain menunggu reaksimu ... ya, tak ada lagi ... kira-kira apa yang akan kau lakukan? ...  

Aku meraih bantal dengan tangan kanan, sementara sepasang mataku masih terpejam rapat. Kutaruh bantal tersebut di atas wajah dan menekannya kuat-kuat.


***********



Minho meletakan kertas di tangannya secara perlahan. Pandangannya menerawang ke depan.

Jadi ini penyebab si Little Coward nya kelihatan gelisah? Surat cinta dari seorang pria--Cho Dongsae?

Minho menjatuhkan wajah sehingga dagunya menyentuh meja.

Apa sudah saatnya melepaskan Dia?

Dia mengeleng perlahan-lahan.

Bagaimana perasaannya saat ini? Entah--dia tidak tahu ..

"Mungkin sudah saatnya segala sesuatu berjalan sesuai porosnya .. ," desis Minho halus. "Aku tidak boleh egois. Sebelum semua jelas, aku tak boleh melakukan itu .. tidak boleh ... ," dia terus-terusan bergumam seorang diri.

Setelah itu dia berdiri dari kursi dan berjalan ke pintu. Dibukanya pintu itu, kemudian berjalan keluar--menuju kamar Hyesun.


*********



Tok ... tok .. tok ...

Aku terlonjak bangun di atas ranjang. Bantal yang sedari tadi menutupi wajahku terjatuh dan bergulingan di lantai.

"Si .. siapa?" tanyaku gugup.

"Aku--sonsaengnim .. ," terdengar jawaban darimu, sangat tenang.

"Ma .. mau apa?" lanjutku lagi, semakin gugup.

"Boleh aku masuk?" tanpa menjawab pertanyaanku, kau balas bertanya.

Aku makin gelisah. Berniat turun dari ranjang, tapi kubatalkan karna kakiku tak mampu digerakan.

"Hyesun-a?"

Tok .. tok .. tok ...

"Gwencana?" Suaramu terdengar berubah sekarang. Agak serau dan khawatir.

"Ne .. ne .. ," seruku keras-keras. "Sa .. saya .. gwencanayo .. ," aku menelan ludah dengan susah payah. Tengorokanku terasa kering. "Ma .. masuk saja .. Pintunya .. tak dikunci .. "

Srekk, perlahan pintu kamarku dibuka olehmu. Kau berdiri di ambang pintu selama beberapa detik, memperhatikanku, yang segera menundukan wajah.

"A .. ada apa?"

Aku mendengar bunyi halus ketika kau memasuki kamar. Begitu juga bunyi pelan dari pintu yang ditutup. Aku masih berada di posisi semula, tanpa mampu mengangkat wajah. Aku sangat takut dan .. malu ...

"Ne?" tanyaku ketika lima menit berlalu dan kau belum jua bersuara.

Sesuatu diletakan olehmu di atas selimut yang menyelimuti kakiku. Mataku melebar dan deg .. hatiku langsung berdegup kencang. Tak salah lagi--yang kau letakan tersebut adalah surat dari Dongsae. Jadi benar kau sudah membacanya? Aku langsung menekuk wajahku yang bersemu merah.

"Kau sudah dewasa dan aku yakin kau mampu memutuskan yang terbaik .. ," katamu pelan, membuatku mengangkat wajah perlahan--menghadapimu. "Aku tidak bisa mengajarimu apa yang terbaik dan apa yang tidak, buat dilakukan .. ," lanjutmu sambil menatapku. Matamu bersinar redup. Apa yang terkandung di dalamnya--aku tidak tahu. "Apapun keputusanmu itu, aku yakin kau sudah memikirkannya masak-masak. Dan apapun konsekuensinya, kau bersedia menerima dan menanggungnya .. "

"Tidak tahu!" ujarku--memutuskan perkataanmu yang belum selesai. "Aku tak mau berpikir apa-apa! Tidak mau!" Lalu, mendadak--entah dapat kekuatan dari mana--aku mengenggam tanganmu erat-erat. "Sonsaengnim ajarin aku!" aku mengerak-gerakan tanganmu dengan penuh harap. "Katakan padaku apa yang harus kulakukan! Aku bersedia melakukannya--apapun itu! Jeobal .. " Saat ini, airmata hampir meluncur dari sepasang mataku. "Sonsaengnim .. "

Kau melepaskan tanganku, kemudian mendongak ke langit-langit kamar. "Mian, .. aku tak punya hak untuk itu .. ," kemudian kau menunduk kembali, menatapku dengan pandangan yang semakin redup. "Jika saja aku punya hak itu, tapi untuk saat ini .. aku tak punya .. "

"Ke .. kenapa?" Aku beranjak dari ranjang. "A .. apa maksud, sonsaengnim .. ?"

"Kau akan mengetahuinya suatu saat nanti .. ," jawabmu. "Aku tak bisa menjelaskannya sekarang karena .. karena masalah itu belum kuselesaikan .. "

"Ma .. masalah apa?" Aku kembali meraih tanganmu. "Apa itu?"

Kau tersenyum hambar sambil menekan tanganku ke bawah, sehingga terlepas dari tanganmu. "Miane. Aku tak terbiasa menjelaskan sesuatu yang belum terselesaikan .. " Kemudian kau melanjutkan dengan gumaman halus. "Tapi, kurasa .. masalah itu--aku tak punya kesempatan menjelaskannya .. "

"Mwo?"

Kau tersentak. "Hah? Oh--aniyo, lupakan saja ... " Lalu kau tersenyum. Mengapa? Dalam keadaan begini? Sekali lagi--aku tidak tahu! "O ya, kemana Eunhye dan Hoon? Aku tak melihat mereka sejak tadi pagi .. "

"Onnie dan oppa pergi ke tempat teman. Katanya, baru akan kembali dua hari kemudian .. ," jawabku enggan. Bukan apa-apa, karna aku masih mengharapkan saran darimu--saran apa yang harus kulakukan terhadap permintaan Dongsae. Sumpah mati, aku tak tahu harus berbuat apa--keputusan apa yang harus kuambil.

"O begitu?" Kau mundur perlahan. "Kalau begitu, aku juga keluar sebentar. Tak usah menungguku buat makan malam .. " Kau memutar tubuh kearah pintu.

"Sonsaengnim!!"

Teriakanku membuatmu berpaling kembali. Kau tak berucap apa-apa--seperti menunggu perkataanku selanjutnya.

"A .. apa .. yang harus kulakukan?" tanyaku terbata-bata.

"Seperti perkataanku tadi--lakukanlah apa yang menurutmu terbaik .. ," jawabmu sambil menatapku lekat-lekat.

"Aku tidak tahu .. ," ujarku lirih. "Ajari aku ... ," sambungku dengan nada memohon. "Buat kali ini saja--saya mohon, sonsaengnim ... "

Kau mengeleng dengan raut menyesal. "Tidak. Miane, .. aku tak ingin kau menyesal .. jadi buat keputusan sepenting ini, biarlah kau sendiri yang memutuskannya .. "

"Sonsaengnim .. ," desahku. Mau gimana lagi? Kau sudah mengambil keputusan, .. dan aku tahu kau tak pernah menarik kembali perkataan yang telah kau ucapkan … “Apakah tidak bisa? … Buat kali ini saja?”

“Miane … “

Kau mundur ke belakang. Sampai di ambang pintu, kau berhenti dan membungkuk pendek. “Pikirkan baik-baik sebelum memutuskannya, Hyesun-a .. Jangan sampai menyesal … “

Kali ini—panggilan Hyesun membuatku sesak. Sesak hingga hampir tak bernafas. Aku lebih memilih kau memanggilku ‘Little Coward’ seperti biasanya, dibanding dengan nama sesungguhnya ini. Namun baru kusadari, dari kau menapakan kaki dalam kamarku sampai sekarang, kau belum mengeluarkan nama panggilan itu. Kau memanggilku ‘Hyesun’ sebanyak dua kali. Mengapa? Sekali lagi—aku tak mengerti … Sungguh, aku semakin tak memahamimu .. Kau—bagaikan sesuatu yang tak terjangkau oleh tangan dan … pikiranku …

“Anyongheseyo .. “

Kata-kata perpisahaan itu menyadarkanku. Aku mendongak. Kau melambai padaku sambil tersenyum hambar. Apa benar hambar? Aku tak tahu. Mungkin hanya perasaanku saja. Tapi sungguh, aku menginginkan ini benar. Bahwa kau merasa sakit hati dan cemburu melihat cowok lain mengejarku. Andai saja …


***********



Tiga hari lamanya aku menghindari Dongsae, begitu juga denganmu. Tapi tak separah aku menghindari Dongsae. Begitu melihatnya di jalan depan, aku segera menghindarinya sampai ke jalan belakang. Memang, kedengarannya berlebihan sih, tapi benar—itu yang kulakukan. Aku bersembunyi di belakang pilar, semak-semak sekolah, sampai harus bersusah-payah kabur dari sekolah begitu jam pelajaran selesai. Aku—si pengecut, yang makin pengecut karna pengejaran seorang pria.

Sampai hari itu—aku tak bisa kabur lagi. Sebelum buku-buku pelajaranku sukses masuk ke dalam tasku—Dongsae sudah berdiri di depanku. Dandanannya seperti terakhir kali aku melihatnya. Sangat—sangat rapi.

“Wee … wee? … ,” tanyaku gugup.

“Aku rasa kau tahu maksud kedatanganku, Hyesun-a. Mengapa aku mencarimu?”

“Tidak!” Aku mengeleng keras-keras. “Aku tidak tahu! .. Dan .. jangan .. jangan mengangguku .. “ Dengan sisa-sisa tenaga terakhir—perasaanku sih, soalnya seluruh tubuhku sudah bergetar hebat, dan sulit untuk digerakan—kumasukan seluruh buku ke dalam tas. Lalu kusampirkan tas tersebut ke punggung dengan niat berlalu dari situ.

Tapi tarikan Dongsae membuatku berbalik kembali.

“Weeyo?!!” teriak ku tak senang. Dengan kasar kutepis tangannya.

“Berikan jawabanmu!” tandas Dongsae agak memaksa.

“Wee?” ulangku sekali lagi.

“Jawabanmu? Apa jawabanmu?”

“A .. aku .. ,” Aku mulai melirik kesana-kemari, gelisah. Murid-murid lain menoleh kearah kami, saling berbisik dan mulai mengerubungi kami, bak semut-semut yang menemukan gumpalan gula.

“Ada apa?” tanya murid berkacamata. Dia bukan teman sekelasku. Dia dan rombongannya melongok ke dalam ruang kelas hanya karna tertarik ama keributan yang terjadi di antara aku dan Dongsae.

“Bukankah cowok itu si Dongsae?” tanya temannya yang terlihat centil.

Sumpah, saat ini aku berharap Soeun berada di sisiku. Tapi dia tidak! Hari ini dia ijin libur sehari buat menemani neneknya yang sedang sakit.

“Benar. Apa yang terjadi dengannya dan si pengecut kecil itu?”

“Pengecut kecil?” tanya cewek yang lain, terheran-heran.

“Iya. Apa kau tak tahu? Itu kan panggilan dari Minho sunbae .. “

“Mwo?!!”

Oh—cukup sudah! Aku tak ingin mendengar pembicaraan-pembicaraan memuakan ini lagi ..

“Hyesun-a?!”

Panggilan Dongsae menyadarkanku.

“Dhe?”

“Apa kau menerimanya?” lanjut Dongsae tanpa tedeng aling.

“Mwo?!!” Aku hampir menjerit.

“Terima apa?” tanya cewek reseh tadi.

“Iya, terima apa sih?” sambar cewek satunya. “Apa mungkin Dongsae mengejarnya? Ha .. ha … tak mungkin kan?” sambung cewek itu sambil tertawa keras, yang langsung disambut pandangan menghina dan tertawa mengejek dari teman-teman lainnya.

“Hyesun-a?!!” Dongsae menepuk lenganku.

“NE!! AKU TERIMA—AKU BERSEDIA JADI PACARMU!!!” teriak ku sekeras-kerasnya.

“MWO?!!!!”

Ya, tuhan—apa yang kulakukan?! Apakah kata ‘IYA’ yang tadi kusemburkan? Aku menerima permintaan Dongsae jadi pacarnya? Mengapa … oh, mengapa aku lakukan ini—mengapa sekhilaf ini? Tapi … begitu aku melihat .. mata-mata yang terbuka lebar, .. mulut-mulut yang mengangga … dan pandangan-pandangan menghina serta ketawa-ketawa yang berhenti saat itu juga dari para cewek centil ini … jujur—aku puas—sangat puas … Akhirnya aku menang! Hore, Goo Hye Sun akhirnya menang juga—si pengecut yang mereka kira huhuh--

“Benar, Hyesun-a—kau .. kau menerimaku …? “

Tiba-tiba aku merasakan Dongsae menyambar tanganku—mengenggamnya sangat erat dan membawa ke dadanya. Dia tersenyum—senyuman yang sangat bahagia. Lalu bagaimana denganku? Aku hanya bisa membalas senyumannya dengan … erangan memelas …

Keputusan terbaik yang kau maksudkan ternyata … kuambil sebagai pelampiasan terhadap orang-orang munafik ini ..… Apakah aku salah? Iya? Tidak? Tidak, bukan? Adakah yang bisa menjawabnya untuk ku? ….


***********
« Last Edit: February 03, 2011, 11:03:05 am by mrs. Lee Min Ho »

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mam....baca dulu tar komen agi,,,okeh!!! [biggrin]

Love you more than I can say

Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Yeah mami tengkyu da di update. Ngakak gw byngin mbum disembur ama so eun,gkgkkk. Mino cemburu ya ma,hahaaa akhrnya tp kok ga ngeh ya kalo sonsaengnimnya itu lg jealous coz ada cowo ingusan nyatain cinta ke little cowardnya pake surat cinta lg(jd inget jaman waktu SD ada yg ksh surat cinta yg gw pikir itu surat bt bikin tugas,hmph hmph). Gw ga nyalahn hye sun yg asbun terima cinta dongsae coz selama ini hye sun selalu dianggap remeh ama temen2nya. Tinggal nunggu nasib sonsaengnimnya aja ni begitu tau hye sun da resmi pacaran ama dongsae,hufff.


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Yeah mami tengkyu da di update. Ngakak gw byngin mbum disembur ama so eun,gkgkkk. Mino cemburu ya ma,hahaaa akhrnya tp kok ga ngeh ya kalo sonsaengnimnya itu lg jealous coz ada cowo ingusan nyatain cinta ke little cowardnya pake surat cinta lg(jd inget jaman waktu SD ada yg ksh surat cinta yg gw pikir itu surat bt bikin tugas,hmph hmph). Gw ga nyalahn hye sun yg asbun terima cinta dongsae coz selama ini hye sun selalu dianggap remeh ama temen2nya. Tinggal nunggu nasib sonsaengnimnya aja ni begitu tau hye sun da resmi pacaran ama dongsae,hufff.
manggut2~iya iya [hmpfh] [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline yumi_chan

  • Newbie
  • *
  • Posts: 36
  • upcoming baby minsun ^^ uri pposong~a
  • Location: semarang
    • View Profile
Gumawo mam ud d update..Haha lucu dongsae,mpe di bela2in dandan abiz2an bwat hyesun.
Walopun ga da sweet2 ny ga pa2 dh kan yg pnting songsaengnim ngash advice ma little cowardny.Tuh padahal mino mo blang jgan di terima ya mi,tpi gmana dong kan hyesun blum resmi jadi milik mino..Aduh kasian si mino jd dilema dah tu..
Yah tu hyesun kok blang iya sh.Truz ntar nasib songsaengnim gmana nh mi

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Gumawo mam ud d update..Haha lucu dongsae,mpe di bela2in dandan abiz2an bwat hyesun.
Walopun ga da sweet2 ny ga pa2 dh kan yg pnting songsaengnim ngash advice ma little cowardny.Tuh padahal mino mo blang jgan di terima ya mi,tpi gmana dong kan hyesun blum resmi jadi milik mino..Aduh kasian si mino jd dilema dah tu..
Yah tu hyesun kok blang iya sh.Truz ntar nasib songsaengnim gmana nh mi
belum tahun nasib sonsaengnimnya [hmpfh] but buat kebersamaan mereka masih ada, jd jgn putus asa dulu ya, si hyesun nerima dongsae kan jg krn emosian ama teman2 sekolahnya [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mam....tu knapa cowardnya Min Ho jadi asal nyeblak gitu?? main bilang iye aje ma Dong2... hammer2 hammer2
jangan2 chap slanjutnya sonsaengnim dibikin pergi ma mami... [ohmy]

Love you more than I can say

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
mam....tu knapa cowardnya Min Ho jadi asal nyeblak gitu?? main bilang iye aje ma Dong2... hammer2 hammer2
jangan2 chap slanjutnya sonsaengnim dibikin pergi ma mami... [ohmy]
belum belum say,, belum sampe ke moment itu [laughing] [laughing] sabar ya [briggin] [briggin]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline oqyoiko

  • Superintendent
  • Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • just be Ur SeLf & bE thE bEsT,,,,
  • Location: indonesia
    • View Profile
huaaaa,,, ini update euy.. gomawo mami...:) :) :)ada kyuhyun lg niy,, kocak  pke acra dandan2an bgtu....

oke dah dtunggu update'an selanjutnya ya mi.... kabuurr sebelum di hammerrrr mamiiii
"MinSun & YongSeo is Sweet & Cute Couple "


Offline Shanty_minsun

  • Hero
  • *****
  • Posts: 2262
    • View Profile
Yeah mami tengkyu da di update. Ngakak gw byngin mbum disembur ama so eun,gkgkkk. Mino cemburu ya ma,hahaaa akhrnya tp kok ga ngeh ya kalo sonsaengnimnya itu lg jealous coz ada cowo ingusan nyatain cinta ke little cowardnya pake surat cinta lg(jd inget jaman waktu SD ada yg ksh surat cinta yg gw pikir itu surat bt bikin tugas,hmph hmph). Gw ga nyalahn hye sun yg asbun terima cinta dongsae coz selama ini hye sun selalu dianggap remeh ama temen2nya. Tinggal nunggu nasib sonsaengnimnya aja ni begitu tau hye sun da resmi pacaran ama dongsae,hufff.
manggut2~iya iya [hmpfh] [hmpfh]
maksudnya apa mam??? Si mino pasrah aja hye sun pacran ama dongsae without nothing to do,ckckkk .


    #Goo Hye Sun,U were meant to be #Lee Min Ho

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
Yeah mami tengkyu da di update. Ngakak gw byngin mbum disembur ama so eun,gkgkkk. Mino cemburu ya ma,hahaaa akhrnya tp kok ga ngeh ya kalo sonsaengnimnya itu lg jealous coz ada cowo ingusan nyatain cinta ke little cowardnya pake surat cinta lg(jd inget jaman waktu SD ada yg ksh surat cinta yg gw pikir itu surat bt bikin tugas,hmph hmph). Gw ga nyalahn hye sun yg asbun terima cinta dongsae coz selama ini hye sun selalu dianggap remeh ama temen2nya. Tinggal nunggu nasib sonsaengnimnya aja ni begitu tau hye sun da resmi pacaran ama dongsae,hufff.
manggut2~iya iya [hmpfh] [hmpfh]
maksudnya apa mam??? Si mino pasrah aja hye sun pacran ama dongsae without nothing to do,ckckkk .
bukan!!! maksudnya nunggu nasib si sonsaengnim begitu tahu hyesun resmi pacaran ama dongsae [hmpfh]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline moow

  • Senior
  • ****
  • Posts: 854
    • View Profile
mam....tu knapa cowardnya Min Ho jadi asal nyeblak gitu?? main bilang iye aje ma Dong2... hammer2 hammer2
jangan2 chap slanjutnya sonsaengnim dibikin pergi ma mami... [ohmy]
belum belum say,, belum sampe ke moment itu [laughing] [laughing] sabar ya [briggin] [briggin]
brati bener ada moment kalo Min Ho bakal ninggalin cowardnya??  [ohmy] bukannya Min Ho pernah blg kalo cowardnya membutuhkan dia?? [heh]
ko malah pegi?? [cry] satu lagi mam...kalo ga salah inget ommanya coward ga bolehin Hye Sun pacaran dulu karna ada sesuatu...sesuatunya apa mam?? [heh]

Love you more than I can say

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
momi..... [hug]gomawo mom dh diupdate...mian ru komen....
Mom ko tlsan chapnya msh chap fourteen mom bkanya dah fifteen mom.....
Mom.....good.....good......mom critanya
mom..jd mwex niy...... [cry] [cry] [cry].inget hye sun memohon2 minta bantuan soesangnim.....huhuhu ko soesangnim tega bgt si mom ma hye sun......hu hu hu
trs gmna mom nasib soesanimqu..... [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh] [hmpfh]
lanjuuuuuut mom hammer2 hammer2 hammer2
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever

Offline Be my self

  • Admin
  • Hero
  • *****
  • Posts: 7360
  • that winkkkk!!! *fainted
    • View Profile
lee sun ho, mian lupa ubah chpnya jadi chp fifteen [hmpfh] thanks buat pemberitahuannya [lovestruck] minho tak bisa buat apa2 buat nolongin little cowardnya. dia ga mungkin nyuruh hyesun ga nerima dongsae sementara masalahnya sendiri belum beres. dia hanya bisa percaya pada hyesun--percaya ama keputusannya. semula hyesun emang berniat nolak dongsae tp gara2 perkataan2 pedas dan ejekan2 yg diterimanya, akhirnya [heh] ya gitu deh, dia jd nerima dongsae [sweat] kacian sih ama sonsaengnim, tp mau gimana lagi [hmpfh]

moow, minho sadar hyesun membutuhkan dia, and dia pergi juga bukan tuk ninggalin little cowardnya. hmm ada sedikit masalah di sini (yg ga bisa gw ceritakan sekrg, mian .. ) [sweat] [sweat] and ttg larangan ommanya, kan udah diblg dulu2 klu hyesun udah dijodohin ama ortunya [sweat]

EVIL SMILE ^^

'LOVE' ... keeps it strong!!!

Our MinSun

Offline lee sun ho

  • Full
  • ***
  • Posts: 265
  • onnie you're so pretty
    • View Profile
lee sun ho, mian lupa ubah chpnya jadi chp fifteen [hmpfh] thanks buat pemberitahuannya [lovestruck] minho tak bisa buat apa2 buat nolongin little cowardnya. dia ga mungkin nyuruh hyesun ga nerima dongsae sementara masalahnya sendiri belum beres. dia hanya bisa percaya pada hyesun--percaya ama keputusannya. semula hyesun emang berniat nolak dongsae tp gara2 perkataan2 pedas dan ejekan2 yg diterimanya, akhirnya [heh] ya gitu deh, dia jd nerima dongsae [sweat] kacian sih ama sonsaengnim, tp mau gimana lagi [hmpfh]
klo gtu soesangnimnya lempar ke aq z mom*brg kali dilempar* bleh ga mom  [what] hammer2 hammer2 hammer2
MinSun....''I will always love Them''
forever and ever